Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
THE FIRST RESPONDERS
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK
DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Mereka tidak ada hubungannya dengan kasusmu, bukan?
Ini kesempatan terakhirmu untuk mengaku.
Kenapa kau berbohong?
Agar nilai mereka anjlok.
Haeun.
Ibu tahu betapa sulitnya mempertahankan peringkat pertama?
Kau tahu apa yang harus Ibu lalui atas perbuatanmu?
Tapi ternyata semua itu bohong?
Aku tidak peduli.
Dengar.
Maaf sudah merepotkan.
Sikapnya masih kekanak-kanakan.
Aku akan mengurusnya mulai sekarang.
Bagaimana Ibu bisa mengurusku?
Ibu bahkan tidak tahu aku hamil.
Kau tidak pantas menjadi ibu.
Apa?
Jaga ucapanmu kepada ibumu!
Kurasa kalian tidak perlu kemari hanya untuk masalah ini.
Silakan pergi.
Akan bagus jika kasusnya sampai di situ saja.
Tapi kami punya bukti
kejahatan lain di rumahmu.
Dia tidak sendirian pada hari
percobaan bunuh dirinya.
Meski polisi dan petugas damkar berada di TKP,
dia diam-diam bersembunyi di kamarnya.
Seolah-olah dia telah
melakukan dosa dan bersembunyi dari polisi dan petugas damkar.
CATATAN AKSES STASIUN PEMANCAR PEMILIK PONSEL: SONG MINJUN
Kenapa kau melakukan itu?
Kau baik-baik saja? Minjun.
Minjun.
Ada apa denganmu?
Berapa banyak yang kau tahu, Pak?
Siapa nama pasiennya?
Pasien Song Minjun tidak datang bersama ibunya.
Namaku Song Minjun.
Dia datang bersama ayahnya.
Tujuan menjalani operasi itu hanya agar dia fokus belajar.
Kau mungkin tidak tahu,
tapi itu sudah biasa di lingkungan sini.
Lantas, kalian tahu...
dia melewatkan tes tahunan untuk analisis sperma tahun lalu?
Dia harus mengulangnya setiap tahun karena bisa terlepas secara alami.
Tapi dia tidak datang tahun lalu.
Aku melewatkannya karena ada pertandingan level gim daring.
Dasar kau...
Tapi itu bukan aku. Sungguh.
Aku tidak melakukan apa pun!
Lalu kenapa kau bersembunyi dari polisi?
Itu karena...
Sial.
Minjun.
Apa yang telah kau lakukan?
Kalian tahu betapa dia membuatku kesal?
SOAL UJIAN CSAT SONG HAEUN
Meski aku menyelesaikan buku latihanmu setengah tidur, nilaiku tetap tertinggi.
Kau baru kelas 10. Jangan bertingkah hanya karena unggul.
Aku pernah mencoba simulasi CSAT di bimbel.
Sangat mudah.
Dasar bodoh.
Dia memperlakukanku seperti orang bodoh!
Tanpamu...
Hei!
Kemarilah, Song Haeun.
Sial.
Kubilang kemari.
Hei, mau apa kau? Kau sudah gila?
Astaga!
Bagaimana jika aku jatuh sendiri?
Aku akan bilang kau yang mendorongku.
Kau mau itu, Pecundang?
Kau sudah gila.
Sial.
Tapi aku tidak ada hubungannya dengan bayi tewas itu. Aku tidak gila!
Kau sebut itu alasan?
Kau sudah keterlaluan.
Kau tidak punya bukti.
Kami punya bukti. Tunjukkan.
Maaf karena tidak meminta izin,
tapi kami meminta tes DNA
untuk mencari tahu siapa ayah kandungnya.
Tunggu sebentar. Dia menjawabnya.
Bu Yun, ini aku. Hasil tesnya sudah keluar?
Aku baru saja mendapatkannya.
Song Jaejun dan Song Minjun...
TIDAK COCOK
bukan ayah bayi yang tewas itu.
Apa?
Dengar? Sudah kubilang!
Kau melanggar hak asasi manusia.
Dasar detektif gila!
Kau Letnan Jin Hogae, bukan?
Aku tidak akan menoleransi kejadian hari ini.
Song Minjun.
Kami harus menyelidiki penyeranganmu lebih lanjut. Ikut kami ke kantor polisi.
Tolong biarkan dia ikut secara sukarela.
Kenapa kau mau membawanya?
Dia menyerang adiknya dan itu tidak boleh diabaikan.
Terutama di keluarga hakim.
Pengakuan palsu ini dibuat atas paksaan dan ancaman!
Itu tidak bisa diterima di pengadilan.
Beraninya kau mengancamnya dan menyebabkan kekacauan ini?
Berhentilah bersikap munafik.
Lagi pula, kalian tidak membutuhkanku di keluarga ini.
Akan lebih baik jika aku lenyap, ke luar negeri, atau ke penjara!
Apa...
Haeun, apa yang telah kau lakukan?
Apa yang telah kau lakukan?
Kau membuat Ibu takut sekarang.
Berhentilah membuat Ibu kesal!
Masa bodoh!
Dasar kau...
Jujurlah. Siapa?
Siapa ayahnya?
Tenanglah, Pak.
Kau masih tidak mau bicara?
Aku lebih baik mati.
Ada apa dengan kalian berdua?
ANAK HILANG ORANG HILANG
KODE DARURAT YANG DIKELUARKAN SAAT BAYI ATAU ANAK DICULIK
TIM DETEKTIF TERINTEGRASI
NEGATIF
NEGATIF
NEGATIF
NEGATIF
NEGATIF
Sial.
Astaga.
Kau kenapa?
Kau menghancurkan seluruh rumah hanya untuk merenovasinya.
Kau tahu seberisik apa suaranya?
Maaf.
Ada masalah?
Entah apa ini cara yang tepat untuk mengatakannya,
tapi untungnya, pelakunya bukan anggota keluarga Haeun.
Kalau begitu...
Kau sudah tahu.
Aku harus terus mencari ayah bayinya.
Bias konfirmasi.
Detektif harus selalu waspada dengan itu, tapi aku gagal lagi.
FOKUS PADA INFORMASI YANG MEMASTIKAN KEYAKINAN ATAU NILAI SESEORANG
Bagaimana dengan Haeun? Dia belum memberitahumu?
Entah apa ini akan membantu, tapi...
Ada apa?
Saat pergi menemuin Haeun di tempat bimbelnya,
aku mendapati bahwa Seungjun, yang baru saja meninggal,
pergi ke tempat bimbel yang sama.
Hal buruk terjadi di sini.
Jadi, kami mengunci pintunya.
Oh Seungjun murid seperti apa?
Dia sangat pintar.
Tapi nilainya tiba-tiba jatuh.
Terjadi keributan karena dia diturunkan ke kelas bawah dari kelas unggulan.
Keributan karena ujian bimbel?
Murid-murid di sini bisa masuk level lima meski mendapat nilai 97.
Dia diturunkan dari kelas unggulan yang tidak terkalahkan.
Anak-anak lain jadi bersemangat.
Kenapa nilainya tiba-tiba jatuh?
Saat murid belajar lebih giat, ada satu alasan.
Tapi nilai mereka jatuh karena berbagai alasan.
Apa Seungjun dan Haeun saling mengenal?
Kami punya kelas eksklusif untuk persiapan CSAT
terlepas dari sekolah dan usia.
Mereka berdua di kelas unggulan, tentu saja mereka belajar bersama.
Oh Seungjun.
Usianya 18 tahun seperti Haeun dan dia kelas 11 di SMA Taewon.
Tanggal 23 Mei lalu,
dia tewas setelah jatuh dari atap tempat bimbel matematikanya.
Keluarganya bagaimana?
Orang tuanya melepas kewarganegaraan Korea begitu pemakaman putranya selesai
dan mendapatkan kewarganegaraan di Eropa melalui investasi.
Mereka memutuskan hubungan dengan para kenalan
dan pergi ke Malta.
Kita tidak bisa melacak lebih jauh karena mereka bukan warga Korea.
Bukankah agak berlebihan mencurigainya hanya karena mereka satu tempat bimbel?
Haeun melahirkan pada bulan September.
Anggap mulai hamil bulan Februari,
itu tidak sepenuhnya mustahil karena bayinya lahir prematur.
Kita butuh DNA Oh Seungjun untuk memastikan ini. Sudah kau selidiki?
Aku memeriksa catatan pemakamannya, mereka sudah mengkremasi tubuhnya.
Mustahil ada sampel DNA tersisa.
Ayahnya anak tunggal, dia tidak punya kerabat.
Sampel DNA mendiang anak itu.
Pasti ada di suatu tempat.
Apa maksudmu? Mereka sudah mengkremasi jasadnya.
Kita mulai lagi dengan darurat Anjing Jindo.
Tidak ada harapan kali ini. Menurutku itu lebih seperti penyakit.
- Penyakit! Tepat sekali. - Astaga, mengagetkan saja.
Rumah sakit penuh dengan sampel DNA. Mereka bahkan punya darahku.
Rumah sakit umum menakutkan.
Lupakan saja. Anak SMA itu tidak mungkin menjalani pemeriksaan.
Mereka tidak akan punya sampel DNA-nya.
Kau bilang Oh Seungjun menelepon 119 beberapa kali.
Apa salah satunya panggilan darurat medis?
Ya, tiga tahun lalu.
Dia menderita sakit perut saat di ruang belajar.
Dia menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Umum Taewon.
Rumah sakit mungkin sudah membuang jaringannya.
Itu sampel DNA-nya.
Yang ini sudah kali ketiga. Menyerahlah jika hasilnya negatif.
Ya, ini kesempatan terakhir.
Hentikan mobilnya.
Kita sudah sampai.
Begitu rupanya.
Omong-omong, mari buat karya seni untuk investigasi ini.
Apa maksudmu?
Kita akan meluruskan variabelnya.
Artinya usaha kita sia-sia.
Mari kirim umpan ke sekolah dahulu.
Jaringan yang diangkat melalui operasi usus buntu
menyimpan DNA pasien.
Rumah sakit juga wajib
menyimpan blok parafin
berisi jaringan yang telah diangkat selama sekitar sepuluh tahun.
Dengan itu, kita bisa tahu
Oh Seungjun benar ayah dari bayinya Haeun atau bukan.
Tunggu.
Jadi, kapan kau akan melakukan tes DNA paternitas itu?
Dia dari kepolisian.
Dia detektif.
Besok.
Begitu rupanya, besok.
- Baik, aku pergi. - Selamat siang.
- Apa? Tes DNA paternitas? - Tes DNA paternitas?
Tes DNA paternitas...
Kau dengar dia? Akan dilakukan tes DNA paternitas besok.
Hai.
Aku sudah memasang umpan di sekolah.
Aku akan membunuhmu jika ternyata tebakanmu salah lagi.
Baiklah, ayo mulai bergerak.
Kau sudah dengar?
Kau tahu Oh Seungjun yang bunuh diri di tempat bimbel ini?
Dia menghamili Song Haeun.
Apa? Pecundang itu?
Tidak mungkin.
Hei, Bodoh.
Dia sudah meninggal. Tidak ada sampel DNA untuk tes DNA.
Belajarlah sedikit.
Usus buntunya diangkat. DNA-nya bisa diambil dari itu.
Sudah mati saja masih dilibatkan.
Benar-benar kacau.
Tunggu aku!
Para murid ini memang pintar. Mereka menyimpulkan dengan baik.
Kini kabarnya akan menyebar ke sekolah-sekolah terdekat.
Pak, kami punya permintaan.
Baiklah. Silakan.
Bisa buka penyimpanan jaringan di Patologi selama sehari?
Untuk apa?
Akan kupertimbangkan jika kau memberitahuku alasannya.
Kau tahu perburuan kelinci, bukan?
RUMAH SAKIT UMUM TAEWON
Memang ada yang akan datang?
Aku yakin begitu.
Tepat di depanku
Kau pasti akan muncul
Kau mulai lagi. Siapa yang akan datang?
Inilah saatnya.
Kapan kali terakhir kau mengencani seseorang?
Dasar kau...
Biarkan saja dia.
- Ayo tangkap basah dia. - Ya.
OH SEUNGJUN
- Senang bertemu denganmu! - Hai, kena kau...
Apa-apaan...
Kami sudah menduga seseorang akan datang jika kami menunggu di sana.
Satu-satunya orang yang tahu
DNA Oh Seungjun tidak akan cocok.
Ayah kandung dari bayinya Haeun.
Kau di sana untuk menukar jaringannya?
Aku juga menjalani...
operasi usus buntu.
Aku ingin mengambil blok parafinku.
Kudengar kau wajib menyimpannya.
Jika aku menukar bloknya dengan blokku,
hasilnya akan positif.
Seungjun sudah meninggal,
jadi, kupikir tidak masalah...
jika dia yang dianggap sebagai ayahnya.
Astaga.
Pasti menyenangkan bagimu melihat kami salah paham.
Itu membuatku gila!
Pelankan suaramu.
Tenanglah. Teruslah bicara sebelum kau benar-benar gila.
Aku bersumpah.
Aku tidak tahu dia masih di bawah umur.
HOTEL
Kunjungan rumah berjalan lancar.
- Tentang ujian matematika... - Berdasarkan para murid
dan nilai mereka...
- Mudah? - Semua berjalan lancar...
Song Haeun! Kau sedang apa?
Ayo naik.
- Pak? - Ya.
Sejak hari itu,
aku tidak bisa lolos darinya.
Kenapa kau bersikap seolah-olah tak mengenalku?
Aku tidak mengerti maksudmu.
Aku menyimpan semua riwayat pesan dan panggilan.
Aku selalu merekamnya kalau-kalau seseorang kabur tanpa membayarku.
Kau punya...
semua yang kau butuhkan, kenapa melakukan hal seperti itu?
Kau sendiri? Kau punya istri dan anak.
Kau sudah punya semuanya, jadi, kenapa melakukan itu?
Kalian orang dewasa selalu saja menyalahkan kami tanpa introspeksi diri.
Orang tua sialan.
Aku ingin memanfaatkan bantuan guruku mulai sekarang.
UAS SEMESTER 2, 2021 SEMUA MATA PELAJARAN
Aku menyelundupkan...
contoh lembar ujian.
Pantas saja Haeun tidak mau mengaku.
Masuklah.
Aku ingin mengembalikan ini kepadamu.
Apa yang kau lakukan?
Kau memintaku mengulur waktu!
Ambil ini.
Kau guru sementara di sana.
Kau tak mau bekerja di SMA Taewon?
Karena sekarang sedang musim ujian.
Maafkan aku.
Aku minta maaf.
Ini salahku.
Aku yang salah. Maafkan aku.
Aku menemukan contoh lembar ujiannya.
CONTOH UTS BAHASA KOREA SEMESTER 2, 2021
KISI-KISI UTS BAHASA KOREA SEMESTER 2, 2021
Haeun.
Peringkat pertama yang kau raih...
semuanya bohong?
Katakan.
Sulit dipercaya.
Apa itu lebih menyedihkan daripada kehamilan putrimu?
Apa?
Halo?
Hasil tesnya sudah keluar. Akan kukirimkan kepadamu.
99,99998 PERSEN
Bisa kita bicara, Haeun?
SEUNGJUN, HAEUN
Kurasa kalian berdua akrab.
Terserah.
HASIL TES DNA PATERNITAS
99,99998 PERSEN
OH SEUNGJUN
Kau tidak tahu?
Seungjun, terima kasih.
Berkat kau, aku dapat peringkat pertama untuk tes unit bimbel baru-baru ini.
Hanya itu?
Kukira kau juga menyukaiku.
Jika kau ingin mengencani seseorang, tunggu sampai kuliah.
Haeun.
Ayahku hanya memedulikan reputasi, persis seperti ibumu.
Tumbuh di bawah asuhan orang tua seperti itu,
kepribadian kita jadi sedikit kacau.
Lalu kenapa?
Andai bisa menemui diriku yang berkepribadian normal,
aku hanya akan mengatakan satu hal.
"Kau tidak salah. Kau hanya anak kecil."
Ya, perbuatanmu memang salah.
Tapi itu bukan sepenuhnya salahmu.
Aku tahu kau melakukan trik
untuk membuatku mengaku seperti kakakku yang bodoh itu.
Maafkan aku.
Orang dewasalah yang salah.
Astaga, berhentilah bersikap dramatis.
Jika setidaknya salah satu orang dewasa di sekitarmu...
benar-benar memedulikanmu,
keadaan pasti akan berbeda.
Kubilang hentikan.
Aku tahu ini sulit bagimu.
Siapa pun, tolong!
Astaga.
Cepat!
Aku...
Aku yang salah.
RUMAH SAKIT UMUM TAEWON
- Selamat ulang tahun, Heesook - Selamat ulang tahun, Heesook
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun. - Tiup lilinnya.
Terima kasih.
- Selamat ulang tahun. - Di sana.
Seol.
Aku agak terlambat.
Aku membeli kue ulang tahun untuk Ibu.
Kenapa kalian tidak datang bersama?
- Bersama? - Kau di sini.
Kopinya sudah datang.
Tunggu, apa? Kalian mulai tanpa aku?
Aku ingin melakukannya bersama.
Ibu dapat banyak kue tahun ini.
- Terima kasih, Dojin. - Terima kasih.
Minumlah kopinya.
Ibu dengar ada remaja lain di UGD yang mencoba bunuh diri.
Para bayi di sana
berjuang keras untuk bertahan hidup.
Tapi beberapa anak sangat ingin mati.
Benar juga. Jika kau senggang, bekerjalah paruh waktu di sini.
Ada bayi tanpa nama baru datang.
Sifku dimulai nanti, jadi, aku harus pergi.
Aku akan datang saat libur.
Baiklah.
Bu, Soyeon menunjukkan perubahan warna di jari kakinya.
Bisakah kau melihatnya?
Mungkin gumpalan darah. Bagaimana saturasi oksigennya?
Seol, ayo.
Aku berniat pergi setelah memberinya kue,
tapi dia membuatku tinggal dan makan bersama mereka.
Aku hampir lupa ini hari ulang tahunnya.
Kau lebih baik dariku.
Kau sibuk belakangan ini karena kasus Haeun.
Kenapa kau tidak pernah berubah?
- Aku? - Ya.
Dalam situasi sulit atau berbahaya,
kau tetap tenang dan bisa mengatasinya.
Kau seperti buldoser yang tidak pernah berhenti.
Ucapanmu berlebihan.
Aku hanya tidak banyak berpikir.
Aku melakukannya karena itu pekerjaanku.
Serta karena tidak ada orang lain yang bisa melakukannya.
Terima kasih, Dojin.
Sikapmu aneh hari ini.
Tidak. Aku mengatakannya karena aku selalu menerima banyak hal darimu.
Aku berterima kasih kepadamu.
Setiap kali aku mati rasa terhadap kasus dan operasi penyelamatan,
kau membantuku kembali ke jalur yang benar.
Karena itu aku merasa seperti orang yang sangat baik saat bersamamu.
Ayo.
Kau memang orang baik. Sungguh.
KASUS PENELANTARAN BAYI BARU LAHIR SONG HAEUN
Hei, Hubungan Istimewa.
Kukira kau ingin mendengar tentang kasus Haeun.
Aku sudah dengar.
Kau menyelidikinya meski kasus itu tidak bisa membuatmu dipromosikan.
Kau bilang sudah dua kali kehilangan kesempatan.
Itu tidak boleh terjadi lagi.
Katamu satu orang saja cukup untuk mencegah seorang anak bunuh diri.
Jadi,
aku mempelajarinya diam-diam.
Dia memang anak-anak.
Tunggu.
Aku...
terlalu takut untuk memeriksa,
tapi apa...
jenis kelamin bayinya?
Lalu kau jawab apa?
Itu sulit.
Apa...
Aku terkejut kau meneleponku lebih dulu.
Bisakah kita bertemu sebentar sekarang?
Aku punya beberapa pertanyaan.
Kau bisa datang kapan saja.
Lagi pula, aku sedang menunggu sesuatu.
Kau jarang makan belakangan ini?
Ya, aku harus makan makanan sehat dan lezat seperti ini.
Omong-omong,
- soal tadi... - Aku tidak menjawab lengkap.
Aku tidak akan memberitahumu sekarang.
Nanti saat kau cukup dewasa untuk bertanggung jawab atas pilihanmu...
Akan kuberi tahu saat itu.
Tumben sekali kau menjawab seperti itu.
Kami berdua agak mirip.
Hubunganmu dengan orang tuamu buruk?
Maksudku, sikap ayahmu...
agak dingin.
Aku kenyang.
Pikirkanlah betapa kesepiannya aku saat tumbuh dewasa.
Jangan bilang begitu kepada yatim piatu sepertiku.
Entahlah.
Kurasa situasimu lebih baik daripada situasiku.
Kau bahkan punya ibu angkat yang cara berjalannya sangat kau ingat.
Ini belum terlambat.
Cobalah cari seseorang...
seperti itu.
Dari semua orang, kupikir kau akan tahu.
ANAK HILANG KIM HYUNSEO, 12 TAHUN, PEREMPUAN
Kenapa kau tiba-tiba tertarik dengan kasus ini?
Terkadang, luka gelap dan mendalam bisa menceritakan banyak hal tentang seseorang.
Aku hanya penasaran.
Kalau begitu, kau datang ke orang yang tepat.
Aku melakukan autopsi pada jari kaki korban tujuh tahun lalu.
Mari kita mulai.
Menurutmu apa yang terjadi...
pada pemilik jari kakinya?
Meskipun masih hidup, dia tidak akan bisa berjalan.
Tapi masih ada satu pertanyaan.
Kau sedang apa?
Autopsinya sudah selesai?
Setidaknya aku ingin menjahit jari kakinya.
Jika pelaku ingin membunuhnya,
kenapa memotong jari kakinya?
KIM HYUNSEO, 12 TAHUN, PEREMPUAN
KEDUA IBU JARI KAKINYA DIPOTONG
Sepertinya putraku
sangat tidak sopan pada keluargamu.
Meski tahu Detektif Jin Hogae dari Kepolisian Taewon
adalah putramu,
aku tetap akan mengambil tindakan serupa.
Dia harus dihukum atas kejahatannya.
Aku merasa agak tersinggung bicara denganmu seperti ini.
Tindakanmu sudah benar.
Tapi kurasa kau salah paham. Aku malah...
ingin berterima kasih. Karena itu kuminta kita bertemu.
Kau tidak memintaku mencabut gugatannya?
Saat ini, aku harus fokus pada hal yang lebih besar.
Aku pernah diberi tahu
bahwa makin liar anjing Jindo,
makin erat dia harus dikekang.
Kantor ini akan dipakai...
untuk kamp pemilihan presiden.
Tempatnya bagus dan luas.
Pemilihan partai sudah pasti kau menangkan
dan kau butuh ruangan seluas ini untuk rencana besarmu
sampai pemilihan presiden.
Kau menemukan tempat yang tepat.
Maka itu, aku bahkan mengundangmu
untuk membuat keputusan penting.
Anggota Majelis Ma, profesornya sudah tiba.
Aku akan memperkenalkannya kepadamu.
Dia dikenal sebagai desainer interior terampil
di industri bisnis.
Dia bertanggung jawab atas perencanaan lantai strategis untuk konglomerat...
Dia cenderung pemalu di dekat orang baru.
Silakan mulai.
Para arwah menggila karena kurangnya pengabdian.
- Tunggu sebentar... - Dia bilang
perencanaan itu tergantung pada energi,
alih-alih bentuknya.
Ada arwah di timur dan ada arwah di barat...
Memadamkan energi buruk, arwah di barat...
Energi buruk berasal dari sisi itu.
Berasal dari barat laut.
Di tengah sini...
Jalur air mengalir di tengah.
Kedua energi ini harus diblokir
guna menghentikan energi fatal menyerang.
Begitulah maksudnya.
Berdasarkan jalur air ini,
demi menghilangkan energi fatal selamanya...
Aku melihat arwah berkerumun untuk mengambil alih ruangan ini.
Di mana?
Di sana.
Demi kelancaran komunikasi, jalur airnya...
Sisi itu barat laut.
Pintunya, di barat laut.
Ruang utama harus terletak di barat daya. Di sini.
Ruangan ini untuk calon raja...
Jadi, di sinilah kita akan mencapai kemenangan.
Maksudku, ini akan menjadi ruanganmu.
Lihatlah dia berusaha keras.
Kukira kau sudah diusir karena tidak becus mengurus Ma Taehwa.
Kau cukup gigih.
Kau pikir hubunganku dengan Masong akan berakhir semudah itu?
Siapa pun yang menerima beasiswa dari Yayasan Masong sangat setia
karena mereka sengaja menawarkan beasiswa
kepada orang-orang tidak berdaya.
Mari kita berhubungan baik.
Kita mungkin akan sering bertemu mulai sekarang.
Ikut aku.
Baiklah.
Sedikit saja.
Kau menuang terlalu banyak.
Kau mencampur soju dengan piรฑa colada.
Lalu ada tenderloin panggang dengan prem hijau untuk camilan minum.
Kalian mendengarkan album Coldplay dalam perjalanan ke sini?
Siapa wanita ini?
Aku memberitahunya tentang musik itu dan mengajaknya ke sini.
Terima kasih sudah memberitahunya tempat makanan enak.
Aku juga membelikan ini untukmu.
Lepas saja itu, Wanita Bodoh.
Dasar gila...
Lebih cepat. Injak gasnya.
Aku sudah mengebut.
Pria itu punya senjata.
Mereka mungkin akan masuk dengan gegabah lagi.
Sejak kapan kau begitu peduli dengan petugas damkar?
Belok kiri? Tunggu. Kita harus tiba bersamaan.
Astaga. Lampunya berubah.
Maaf.
- Lihat apa kau? - Tolong beri jalan!
- Kami dari layanan medis. - Biarkan kami lewat.
Kau merekam apa?
Biar kuperiksa tanganmu, Pak.
Hei.
Apa yang kau lakukan?
Hei. Cepat obati Sooyeon.
Atau kubunuh bedebah ini.
Kami memberinya pertolongan pertama.
Makanya, cepatlah.
Sedang kami usahakan.
Jadi, letakkan itu.
Tolong jangan lakukan ini.
Dongwoo, tidak apa-apa.
Kumohon...
Aku melihat luka sayat di kepalanya.
Sepertinya cairan serebrospinal tercampur dalam mimisannya.
Mungkin saja kerusakan otak.
Kau dengar dia? Pacarmu harus dibawa ke RS sekarang.
Tidak ada yang bisa kami lakukan untuknya di sini.
Jadi, sebenarnya kalian ini bisa apa?
Kami akan membantunya bertahan!
Jadi, letakkan itu.
Tunggu aku! Astaga.
Lakukan sesuatu!
- Kau baik-baik saja? - Siapa kau, Berengsek?
- Dongwoo. - Lepaskan!
Lepaskan aku, Berengsek!
Sepertinya tidak menyayat ototku.
- Sial! - Permisi.
Kau seharusnya bersyukur layanan medis datang.
Kau malah membuat polisi datang juga.
Lepaskan. Lepaskan aku!
Lepaskan!
Lalu kenapa jika kau dari kepolisian?
Kau tidak berhak menyerang warga sipil!
- Aku akan membunuhmu! - Detektif, tunggu.
Lepaskan. Hei, berdiri.
- Kau akan membunuh siapa? - Mereka merekam.
- Berdiri. Kau mau apa? - Lepaskan!
Kau baru saja menyerang seseorang.
- Kau mau kubunuh... - Hentikan sebelum aku membunuhmu.
- Kau memihak bajingan ini? - Hentikan.
Cukup!
Minggir. Bantu dia berdiri.
Coba kulihat tanganmu.
Dojin, dia harus segera dibawa ke RS.
- Baiklah. - Petugas damkar, bawa yang lukanya parah.
Kau ikut dengan kami.
Aku juga terluka.
Kekuasaan pemerintah ada untuk menyakiti orang sepertimu.
Berengsek.
Tolong beri jalan. Kami mau lewat.
Ayo!
Lepaskan aku!
Syukurlah, tidak terlalu serius.
Aku bisa mati muda karena berurusan dengan orang mabuk.
Keadaan akan sangat merugikan kita andai Detektif Jin tak datang tepat waktu.
Kau baik-baik saja, Dongwoo?
Seharusnya aku bertindak lebih awal.
Maafkan aku.
Kenapa kau minta maaf?
Polisi ada untuk melindungi kita di saat seperti ini.
Benar. Kita juga warga sipil.
Tapi, Seol...
Mungkin aku keliru tentang Detektif Jin.
Menurutku dia baik.
Dia sangat keren tadi.
Kita selalu dikritik.
Di saat seperti ini, aku iri dengan polisi.
Yang benar saja.
- Minggir. - Lepaskan aku.
- Apa? Apa ini? - Biarkan kami lewat.
Minta semua darah yang ada di lab. Dia butuh transfusi darah dahulu.
Pak, ke mana kami harus membawanya?
Baringkan dia di sana.
- Pacarnya menyerangnya. - Dia harus dibawa ke mana?
Mari lakukan pindai CT dahulu.
Jika tengkoraknya retak, kita akan langsung mengirimnya ke ruang operasi.
Bu, apa yang terjadi di sana?
Pasien tidak dikenal itu ditemukan pingsan di depan UGD.
Kurasa dia mencoba bunuh diri.
Cederanya tidak terlalu darurat.
Beri dia infus dan tunggu sampai dia sadar.
Aku juga terluka, obati aku.
Lihat darah ini!
Kau ingin perlakuan khusus? Lantas, keluarkan satu liter darah!
Dasar kurang ajar...
Hei, kau ingin aku membuatmu mengeluarkan darah sebanyak itu?
Lihat apa kau?
Cari tahu identitasnya sampai dia sadar.
Jika dia terus menolak, ambil saja sidik jarinya.
Akan kuambil sidik jarinya.
Kau harus berhati-hati di dekatnya. Dia bisa membuatmu pendarahan.
Seol.
Ayo pergi sekarang.
Baiklah.
Dojin.
Bukankah akan sulit berjalan tanpa ibu jari kaki?
Mungkin. Cukup banyak beban yang bertumpu di ibu jari kaki.
Aneh sekali. Sepertinya dia tidak memakai kaki palsu.
Apa maksudmu?
Pasien yang mencoba bunuh diri.
Dia tidak punya ibu jari kaki.
Aku ragu dia diamputasi karena diabetes di usia itu.
Sisi mana? Bukan kedua kaki, 'kan?
Di kaki kanannya. Aku tidak melihat kaki kirinya.
Begitu, ya.
Ada anak jatuh di Taman Bermain Handong di Woosung-dong 891.
Segera kirim tim medis.
Kami akan ke sana.
Permisi. Halo.
Halo.
Bukankah kita pernah bertemu?
Benarkah?
Kau pernah bilang kau bekerja di Kantor Polisi Taewon, 'kan?
Ya.
Mungkin itu alasan kau tampak familier.
Mungkin saja.
Benar.
Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ada apa dengan bedebah itu?
Tekanan darahnya stabil di 90 per 60.
Sirkulasi darah jantungnya kembali normal.
Lalu kenapa dia belum sadar?
Dia tidak mengalami syok hipovolemik, 'kan?
Itu agak aneh.
Tapi untuk menggunakan antidot, kita harus tahu dia mengonsumsi apa.
ZAT PENANGKAL REAKSI RACUN
Beri dia antidot untuk hipersomnia.
- Kita harus melakukan sesuatu. - Baik.
- Tolong siapkan. - Tentu.
Bu.
Baringkan dia di sini.
- Anak laki-laki delapan tahun. - Ya.
Dia jatuh dari ayunan saat bermain di taman.
Kami sudah memasang belat di kaki kanannya.
- Tolong periksa jika ada patah tulang. - Baiklah.
Tidak apa-apa.
Dia sudah siuman.
Nona, bisa mendengarku?
Kau di rumah sakit.
Kau bisa bicara? Kau punya gangguan pendengaran atau bicara?
Ada yang bisa bahasa isyarat di sini?
Aku.
Kami harus tahu pil apa yang dia minum.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
Kau di rumah sakit.
Kau ingat...
minum obat apa?
Dia mengalami syok.
- Beri dia obat penenang. - Ambil obat penenang.
Memasukkan obat penenang.
Jika memang bawaan lahir,
dia pasti tahu bahasa isyarat atau bisa membaca gerak bibir, tapi ternyata tidak.
Mustahil dia tidak bersekolah di usianya.
Mari kita periksa.
Aku melihat kerusakan jangka panjang di saraf laringnya.
Lukanya dibuat berlainan di waktu berbeda.
Apa ini berarti lukanya tergores sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun?
Mungkinkah...
itu disengaja agar dia tidak bisa bicara?
Mungkin kasusnya bukan percobaan bunuh diri.
Kemungkinan terburuknya, selama ini dia disiksa.
Sebaiknya kita lakukan pindai CT dan periksa apa ada luka lain.
Akan kusiapkan.
- Satu, dua, tiga. - Dua, tiga.
Jika mereka ingin membunuhnya,
kenapa memotong jari kakinya?
Sudah dapat informasinya, 'kan? Ayo pergi sekarang.
Tidak, dia tertidur setelah diberi obat penenang.
Pacarnya sedang dirawat.
Kapan kau akan meninggalkannya? Memang kau perawatnya?
Ayo ambil rekaman CCTV dari bar juga.
Merepotkan jika dia bilang pertengkaran itu timbal balik.
Astaga, ayo.
Biar kubereskan ini dahulu.
- Detektif Jin, tunggu. - Ada apa?
Pasien itu...
Detektif.
- Di mana pasien itu? - Apa?
Di mana dia? Siapa yang membawanya ke sini?
Dia pasien tanpa nama yang ditemukan pingsan di depan UGD.
Mereka membawanya untuk pindai CT.
Apa...
Dia mau ke mana?
- Dia pergi ke sana. - Detektif Jin!
Detektif Jin, kau mau ke mana?
Detektif Jin!
Kau mau ke mana?
Di mana pasien yang baru masuk?
- Apa yang kau lakukan? - Di mana dia?
Kami menerima permintaan, tapi pasiennya belum datang.
Detektif Jin.
Periksa seluruh rekaman rumah sakit ini.
Minta Anna memeriksa rekaman jalan-jalan terdekat. Cepatlah.
Kenapa kau tiba-tiba melakukan ini?
Pasien itu adalah Kim Hyunseo, yang menghilang tujuh tahun lalu.
Ikuti pria ini.
Tidak ada. Kurasa penculiknya menghindari semua kamera.
Dia pasti naik mobil untuk memindahkannya.
Kau menemukannya?
Tidak, mereka tidak ada di mana-mana.
Kurasa dia melewati titik buta.
Kau mengambil sampel darahnya?
Ya, kami perlu tahu golongan darahnya untuk transfusi darah.
Nona Yun, aku ada permintaan mendesak.
LAPORAN ANALISIS
Cocok.
Pasien itu...
KIM HYUNSEO
Dia Kim Hyunseo.
Baik.
Keluarkan Code Zero.
Waktu emas penculikan hanya satu jam.
Mari tangkap si bajingan selama waktu itu.
Detektif Jin, ini sudah lama disiapkan.
Anak itu sangat ingin menunjukkan sesuatu kepada kita.
Ini. Dibuat dengan sengaja, bukan?
Aku memotretnya untuk berjaga-jaga jika itu jejak kekerasan.
Warnanya terang.
Kurasa itu bukan dibuat oleh seorang ahli tato,
tapi ditato secara manual ke dalam dermis dengan ujung tajam atau semacamnya.
Dia menatonya sendiri?
Pemandangan dari bawah, bukan?
Benar juga. Kulitnya terlalu pucat.
Mungkin saja dia sudah lama tidak terkena sinar matahari.
Lantas, dia mungkin menggambarnya dari lantai basemen.
Andai saja sedikit lebih jelas. Aku tidak yakin apa itu.
Dia sengaja melakukannya agar tidak dicurigai.
Salib?
Menara gereja.
Kau tahu banyak tentang Taewon.
Ya.
Titik-titik di langit ini...
Kurasa itu pesawat.
Kau benar.
Semua pesawat mengambil jalur yang sama berdasarkan Sistem Pendaratan Instrumen.
Kakak ingat di Taewon sebelah mana kita bisa melihat jalur pesawat?
Jalur pesawat?
Jalur pesawat... Tunggu sebentar.
Di sini.
TAEWON-GU
Kurasa ini tempatnya.
Total ada enam bangunan
yang digambarkan di tato ini.
Gambarnya tidak jelas,
tapi ada beberapa objek di sekitarnya juga.
Akan kutandai bangunan-bangunan serupa
pada basis data 3D foto satelit Taewon-gu.
Cari tempat dengan dua menara gereja yang tingginya hampir sama
- di peta. - Baik.
Anggaplah ini tanah, Kak Dojin.
Jika tinggi kita 170 cm, garis horizontalnya
terletak 4,7 km ke luar.
Tapi dari lantai basemen...
Jika di basemen,
tinggi kita sama saja nol.
Jadi, kurang dari tiga kilometer.
Radius tiga kilometer dari tempat gedung-gedung itu terlihat.
Hwajoong-dong.
Cari setiap rumah semibasemen yang menghadap tenggara di Hwajoong-dong.
Baik, Hakim Song.
Aku baru saja menerima dokumennya.
LAPORAN PEMECATAN
LAPORAN PEMECATAN NAMA: JIN HOGAE
Area targetnya Hwajoong-dong.
Geledah setiap rumah semi-basemen yang menghadap tenggara.
Baguslah kalian tiba.
Makin banyak orang, makin baik.
Kau pasti sibuk.
Code Zero telah dikeluarkan. Jika tidak mendesak...
Jika tidak mendesak, aku tidak akan kemari selarut ini.
PUSAT KOMUNITAS HWAJOONG 3 DONG
Dahulu Hyunseo tinggal di sini? Ayo pergi ke tempat lain.
Mari periksa di sini dahulu.
Dia tidak akan dikurung di dekat rumahnya.
Siapa yang meninggalkan barang seperti ini di depan pintu orang?
Ada penguntit. Ini sangat meresahkan.
Cara terbaik agar tidak terlacak
adalah bersembunyi di tempat tidak terduga.
- Buat kelompok berisi tiga orang. - Baik, Bu.
- Bagus. - Mari berpencar!
Petugas Song dan Dongwoo, anak itu harus dirawat begitu ditemukan.
Perhatikan baik-baik radionya.
- Baik, Bu. - Tentu.
Kepolisian Taewon. Tiga opsir sedang mencari.
- Ayo masuk ke sini. - Baiklah.
Di sini.
Tidak ada.
Hwajoong-dong 39-gil, aman.
Hwajoong-dong 17-gil, aman.
- Mari periksa tempat ini. - Baiklah.
Hwajoong-dong 38-gil, aman.
Hwajoong-dong 31-gil, tidak ada rumah semibasemen.
Mau periksa tempat ini juga?
- Kau menemukan sesuatu? - Tidak.
Hwajoong-dong 1-gil, aman. Ayo.
Hwajoong-dong 27-gil, tidak ada yang ditemukan.
- Mari pindah ke tempat berikutnya. - Ayo.
Halo, Nona Yun.
Ada sesuatu yang harus kau ketahui.
Katakanlah.
Tentang jari kaki Hyunseo.
Jari kaki itu ditemukan...
di rumah Detektif Jin tujuh tahun lalu.
Dia dicurigai menculik dan membunuhnya karena itu.
Detektif Jin sangat membenci penculiknya.
Aku mengatakan ini karena mencemaskan penculiknya.
Apa?
Aku tidak mau melihat penculiknya di ruang autopsi.
Atau mungkin sebaliknya dalam situasi terburuk.
Hentikan Anjing Jindo sebelum dia hilang kendali.
Aku mengerti.
- Hentikan mobilnya. - Apa?
Kenapa? Ada apa? Detektif Jin.
Kenapa...
Detektif Jin. Ada apa?
Ada apa? Kau menemukan sesuatu?
Tidak, biar aku yang menyetir.
Tunggu, Detektif Jin.
Apa yang kau lakukan?
Detektif!
Kau mau apa? Jangan!
Kau baik-baik saja?
Kenapa kau melakukan ini?
Aku akan minta bantuan
agar pasukan khusus bisa langsung menerobos...
Sial.
- Berikan kepadaku. - Apa?
Masuklah.
Detektif!
Ada sesuatu di baliknya.
Tarik.
Detektif. Kau mau turun ke sana?
Apa-apaan...
Ada apa?
Halo.
Kau pernah bilang kau bekerja di Kantor Polisi Taewon, 'kan?
THE FIRST RESPONDERS
Apa yang kau inginkan?
Wajah aslimu.
Itu aku! Aku yang memerintahkannya.
- Aku hanya akan melakukan tugasku. - Kapan kau akan berhenti bertingkah?
Minggir.
Hyunseo!
Hyunseo.
Semuanya, berhenti! Itu bisa meledak!
Jangan masuk!
Seol, berhenti!
Lakukan kepadaku saja.
Sial. Ini terlalu membosankan.
Belum terlambat.
Ayo ke neraka bersama.
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.