All language subtitles for Panggilan.Dari.Kubur.2025.1080p.NF.WEB-DL.AAC5.1.H.264-DDM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Mama?

Ma, sini.

Mama?

Mama?

Sini, Ma.

Heiโ€ฆ

Kenapa, Sayang?

Aku mimpi buruk, Mas.

Sudah, tidak usah dipikirkan. Kau itu kelelahan.

Halo, Pak?

Alya, kudengar kau mengajukan cuti.

Ya, Pak. Aku mengajukan cuti kemarin, Pak.

Bukannya hari ini kau harus temani klien cek ke rumah contoh?

Aku sudah atur, Pak.

Rencananya nanti Tyas yang temani klien untuk cek rumah contoh, Pak.

- Ya sudah, pastikan semua beres, ya. - Ya, Pak.

- Jangan sampai kau kecewakan klien. - Ya, Pak.

Siap, Pak.

Kenapa lagi dia?

Biasalah.

Jangan-jangan bosmu yang bikin kau mimpi buruk kayak gitu.

Mas ini.

- Jajas. - Hei.

Bangun?

Kenapa, Nak?

Berapa lama lagi sampai ke rumah Ninik?

Sudah rindu, ya, mau ketemu niniknya?

Tentu saja.

Jajas bobok lagi saja, tahu-tahu nanti kita sudah sampai.

Oke, Pa.

Pa, aku tidak sabar mau kasih lihat Nona Bunbun ke Ninik.

Aku juga sudah tidak sabar mau kenalan sama Ninik.

Sabar, Nona Bunbun.

Rambutnya berantakan.

- Itu. - Ya, habis tidur.

- Sudah sampai. - Sampai, Jajas.

Sudah sampai.

Yuk, kita ke Ninik.

Yuk!

Pegal tidak?

- Mas - Kok gelap, ya?

Kok gelap? Ya, benar.

- Sini, Nak. - Yuk.

Kita cari Ninik.

Ninik di mana, ya?

- Asalamualaikum. - Ibu?

Asalamualaikum, Ninik.

Bu?

Ninik?

Ibu?

Sepi.

- Masa? - Ya.

Coba.

Lo, kebuka?

Tidak dikunci?

Sebentar, ya.

Bu?

Ayo, Sayang.

Bu?

Ninik?

Kenapa gelap sekali, ya?

Ya.

Aku cek ke kamar dulu, ya.

Bu?

Tidak ada, Mas.

Ibu?

Bu?

Mama, aku takut.

Kok takut?

Ini rumahnya Ninik, Sayang.

Ya sudah, pegangan sama Papa, ya.

Mama di depan.

Yuk.

Ibu?

Ninik?

Ibu?

- Ke Ninik. - Ninik!

Jasmine! Cucu kesayangan Ninik.

Maafkan Ninik, ya.

Tadi Ninik ketiduran dari sore.

Sampai lupa menyalakan lampu.

Aku rindu sekali sama Ninik.

Ninik juga rindu.

Rindu juga sama kalian berdua.

Bu.

Hampir copot jantungku, Bu.

Ibu bikin kaget.

- Apa kabar kau? - Alhamdulillah, baik.

- Hei, sudah pada makan belum? - Sudah, Nik.

- Sudah? - Sudah tadi di luar.

Ya sudah, kalau gitu kita duduk dulu.

Kita minum dulu.

- Aku ambil koper dulu ya, Sayang. - Ya, Mas.

- Terima kasih ya, Mas. - Ya.

Oh, ya.

- Mau minum, 'kan? - Minum dulu.

Ayo, Nona Bunbun, salim dulu sama Ninik.

Nona Bunbun namanya?

- Alya. - Ya?

Bagaimana pekerjaanmu? Kau senang, 'kan?

Alhamdulillah, Bu.

Sekarang sudah mulai ramai yang lihat daftar rumahku.

Ibu sendiri kabarnya bagaimana?

Sudah, sini, Sayang.

Ibu baik, begini-begini saja.

Menghabiskan hari tua di rumah.

Kalau kau bagaimana, Raka?

Ibu dengar kau bantu di rumah, ya?

Ya, Bu. Sebagai kontraktor,

aku keluar rumah kalau lagi ada proyek saja.

Jasmine, kau mau, 'kan, tidur sama Ninik?

Boleh.

Nona Bunbun juga boleh ya ikut tidur sama Ninik?

Tentu saja boleh.

- Alya, kau tidur di kamarmu, ya? - Ya, Bu.

Kamar kau itu selalu Ibu bersihkan.

- Ya sudah, Ibu istirahat, ya? - Ya.

- Nanti bajunya Mama antarkan, ya? - Oke.

- Dah! - Selamat malam.

Mas.

Aku kepikiran

mau bawa Ibu ke Jakarta tahun depan.

Aku akan selalu dukung kau.

Boleh.

Bobok, yuk?

Kau kanan atau kiri?

Perlu tanya?

Jasmine?

Sekarang kau yang jalan.

Jasmine?

Jasmine?

Kau main sama siapa di situ?

Ibu.

Alya.

Masak apa, Bu?

Ibu mau masak buat Jasmine.

Ibu minta tolong kau belikan bahan-bahannya, ya?

Oh, tentu saja boleh.

Masih ingat, 'kan, bumbunya?

Masih ingat.

Tapi masaknya belum bisa seenak bikinan Ibu.

Jasmine mana, ya?

Masih bobok, Mas.

Mas, aku mau belanja, Ibu soalnya mau masak.

Boleh, ya?

Aku temani, ya.

"Temani", padahal alasan mau jajan, Bu.

Pamit ya, Bu.

- Hati-hati, ya. - Bu, pamit.

Sebentar, Mas, aku ambil dompet dulu.

Mas, berhenti dulu.

Itu ada Mang Basri.

Mang Basri?

- Mang? - Neng Alya?

Ya, Mang.

Mas ingat, 'kan?

- Kok masih ingat? - Dia yang urus semua pemakaman di sini.

Ya ampun, Mang Basri.

Neng Alya.

- Apa kabar, Mang? - Alhamdulillah, baik.

Ke mana saja, baru kelihatan?

Lagi sibuk, ya?

Ya, 'kan lagi pandemi. Bagaimana, Mang?

Oh, begitu.

Si kecil tidak dibawa?

Lagi main sama neneknya.

- Ditinggal sebentar di situ. - Ya.

- Silakan dilanjut. - Lanjut, ya.

- Senang melihat Mamang sehat. - Alhamdulillah.

- Yuk, Mang. - Ya, silakan.

- Mari, Mang. - Silakan, Kang.

- Hati-hati. - Ya.

- Asalamualaikum, Mang. - Alaikum salam

Satu, dua, tiga!

Satu, dua, tiga!

Lagi, ya? Satu, dua, tiga.

Jasmine?

Jasmine?

Lagi, ya? Satu, dua, tiga.

Dua!

Lagi.

Jasmine?

Ya, Nik?

Kau lagi main sama siapa?

Lagi main sama teman.

Sama teman?

Mana?

Itu.

Aduh, cucu Ninik sudah pintar mendongeng.

Ayo.

Lebih baik

bantu Ninik, ya? Di dapur, masak.

- Oke, Nik. - Ya? Sebentar lagi mamamu pulang.

Yuk.

- Ayo. - Yuk.

Kandunganmu itu sekarang sudah berapa bulan, Sri?

Sembilan bulan, Teh.

Insyaallah, sebentar lagi lahiran.

Alhamdulillah.

Lancar-lancar lahirannya, sehat-sehat.

Amin, terima kasih ya, Teh. Permisi.

Hati-hati.

- Mari. - Mari.

Mawar!

Alya!

- Apa kabar? - Baik.

- Kapan datang? - Baru semalam.

Di sini senang sekali!

Alhamdulillah.

Oh, ya, masih ingat, 'kan?

- Masโ€ฆ - Raka.

Mas Raka.

- Apa kabar, Teh? - Baik. Baik, Mas.

- Ke sini mau beli apa? - Oh, ya. Mau beli telur sekilo.

- Telur. - Ikan nila.

Sayur, tahu, bumbu-bumbuan juga.

- Ya. - Ya?

- Ikan nilanya itu baru saja datang. - Ya?

Ya.

- Oh, ya, sama ayam. Si Mas mau masak. - Ayam?

- Nani? - Nani!

Salim sama Tante Alya dan Om Raka.

- Nani? - Nani.

Sudah besar sekali!

Nani, ayo main ke rumah.

Terima kasih ya, Ninik.

- Dah. - Dah.

Bu.

Ya?

Ada apa?

Ibu, tahun depan pindah ke Jakarta, ya?

Tinggal bersama kami.

Bu,

biar Alya tidak khawatir.

Kalau ada apa-apa sama Ibu, bagaimana?

Ya?

Alya, sebenarnya,

Ibu itu ingin

kalau suatu saat nanti Ibu tidak ada,

Ibu ingin dimakamkan di sini.

Ibu kok bicaranya begitu?

Tolong ya, Alya, turuti kemauan Ibu

ketika nanti sudah tiba waktunya.

Sudah. Kapan-kapan kita bahas lagi, ya?

- Aku mau lihat foto Mama waktu kecil. - Ini.

Coba, Mama yang mana?

Ini Mama, ya?

Kita itu mirip, tahu?

Kita mirip beraninya, pintarnya, cantiknya.

Kalau yang

ini, Ma?

Mama sama Ninik lagi di danau.

Danau dekat sini.

Itu di danau?

Ma, kita boleh ke sana tidak besok?

Aku ingin main di sana biar kaya Mama sama Ninik.

Hei.

Kok belum pada tidur?

Ini, Pa, lagi lihat foto Mama sama Ninik waktu kecil.

Oh ya, Pa,

besok aku diajak ke danau sama Mama. Boleh, ya?

Tentu saja boleh.

Tapi ada satu syarat.

Apa itu?

Sekarang tidur supaya besok bisa main sampai puas.

- Lalu, tambah lagi satu syarat. - Apa?

Tidurnya di tengah, dipeluk Mama dan Papa.

Oke, Pa. Siap!

- Sini. - Geser, ayo, Mama juga tidur.

Dingin tidak?

Tidak.

Ayo merem.

Pagi, Pa. Pagi, Ninik.

- Pagi. - Pagi.

Sudah siap?

Tapi jangan lama-lama.

Karena kalau masakannya sudah jadi, nanti keburu dingin.

Karena Papa masaknya cepat.

Siap, Koki, nanti aku makan.

Tapi makannya harus disuapi sama Papa, ya?

Disuapi?

Oke, siap!

Sini dulu, peluk.

Aduhโ€ฆ

Ya sudah, Jasmine, yuk.

Ayo, Jasmine.

Papa.

- Ya. - Ayo.

Selamat senang-senang, ya.

- Pergi dulu, Mas. - Ya.

- Dah, Pa. - Dah, Sayang.

Bagaimana masaknya? Mau dibantu tidak?

Tidak usah, Bu, ini gampang kok.

Sudah selesai juga.

Ibu jadi ingin cepat-cepat cicipi masakanmu.

Yang pasti tidak bakal seenak masakan Ibu.

Bu, Alya sudah bicara sama Ibu?

Ya. Sudah.

Tapi Ibu tidak mau membebanimu dan Alya.

Kami tak pernah merasa direpotkan sama Ibu.

Malah senang kalau Ibu mau tinggal bersama kami, tambah ramai, Bu.

Apalagi Jasmine.

Tapi Ibu merasa Ibu tidak bisa meninggalkan tempat ini.

Aku paham, Bu.

Tapi aku boleh minta tolong satu ya, Bu?

Tolong pertimbangkan untuk bisa tinggal bersama kami.

Ya.

Terima kasih ya, Bu.

Ya sudah. Ibu mau istirahat, ya.

- Lelah. - Ya. Silakan, Bu.

Ayo, Nona Bunbun digeser dulu.

Ya.

Mama mau pegang tangannya, banyak batu soalnya.

Oke.

Itu, lihat pohon-pohonnya miring ke kiri.

Bentuknya bagaimana?

Seru sekali bisa main sama Mama di sini.

Makanya Mama senang ke sini dulu waktu kecil sama Ninik.

- Nah, kita belok situ. - Oke.

Yuk, kau di depan.

Diam-diam merayap

Datang seekor skibidi

Hap!

Lalu ditangkap

Aduh, siapa ini?

- Ayo, Ma. - Ya.

Sebentar.

Sayang, Mama urus kerjaan ini dulu, ya.

- Ya. - Kau dekat-dekat saja, ya?

- Ya, Ma. - Oke.

- Halo, Tyas? - Halo?

Lagi di luar kota, ya?

Maaf ganggu. Ada yang lagi mau kutanya. Ini aku harus bagaimana, ya?

Bos minta aku temani calon pembeli untuk lihat rumah.

Tapi aku lagi cuti sama laki dan anakku.

Namanya siapa? Biar aku cari dulu datanya.

Fathan Rasyid.

Coba dicek.

- Nona Bunbun, kita ke sana, yuk? - Sebentar. Fathan Rasyid.

Ayo!

- Ini, ya? Yang di Jakarta, ya? - Ya.

Ya, aku tunggu, ya?

Tapi, sori aku jadi merepotkanmu. Maaf, ya?

Tapi, kalau misalnya tidak menutup kesepakatan ini,

aku tidak mencapai target bulananku.

Santai, Alya, sudah pasti aku bantu kok. Selamat bersenang-senang, ya.

Ya, terima kasih.

Oh ya, sama satu lagi.

Dia itu suka kasih respons lama, tapiโ€ฆ

- Halo? - Jasmine?

Alya?

- Jasmine? - Alya?

Jasmine?

Jasmine?

Jasmine?

Jasmine?

Jasmine?

Jasmine!

Jasmine?

Jajas!

Jasmine!

Jasmine.

Jajas!

Jas!

Jajas?

Jajas?

Jajas, ini Mama di sini, Nak.

Jajas?

Jajas?

Jajas.

Tolong!

Jajas.

Ini Mama ada di sini, Nak.

Jajas.

Tolong!

Aku akan bawa pulang Jasmine malam ini, Bu.

Apa kau yakin?

Apa kau tidak menungguโ€ฆ

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Ibu Dewi?

Aku turut berbelasungkawa, ya.

Kang Raka.

Yang sabar.

Semoga husnul khatimah, ya.

Terima kasih.

Teh Ayla.

- Kang Basri. - Ya.

Ini nanti dilebarkan saja.

Kita pulang ya, Nak.

Kita pulang ya, Nak.

Jasmine!

Ya, Raka.

Kasihan Alya.

Memakamkan Jasmine lebih cepat akan lebih baik.

Kau masih mau di sini?

Makin lama di sini

makin berat, Mas.

Kalian yakin mau pulang sekarang?

Tidak mau tunggu beberapa hari lagi?

Tidak, Bu.

Pamit ya, Bu.

Bu, pamit.

Hati-hati, ya?

- Mang Basri. - Langsung pulang?

Ya, Mang.

Aku harus pulang dulu ke Jakarta.

Terima kasih buat semuanya, ya, Mang.

Ya.

Kalau ada apa-apa,

jangan lupa hubungi aku, ya.

Hati-hati di jalan.

Tolong titip Ibu Dewi ya, Mang.

Insyaallah, amanahnya aku jaga.

Hati-hati, Kang.

Terima kasih, Mang.

Asalamualaikum.

Alaikum salam

Dewi,

apa pun yang terjadi,

jangan pernah kau tinggalkan rumah ini.

Dan bila nanti waktumu tiba, kau harus dikuburkan di tanah ini.

Ingat baik-baik pesan Ibu, ya.

Siapa?

Astagfirullahaladzim.

Mama?

Astagfirullahaladzim.

Astagfirullahaladzim.

Astagfirullahaladzim.

Astagfirullahaladzim.

Mau makan korban siapa lagi ponselmu itu?

Yang pergi ke danau sama Jajas.

Kok bisa-bisanya

kau memilih menjawab ponselmu itu?

Mana tanggung jawabmu, Alya?

Buat apa

kerjaan?

Aku tidak butuh kerjaanmu!

Egois kau!

Egois?

Mas bilang aku egois?

Aku juga kehilangan, Mas.

Aku juga sakit, Mas.

Aku yang melahirkan, Mas.

Aku juga membesarkan dia.

Aku yang menyusui dia, Mas.

Apa pun yang Mas rasakan,

aku juga merasakan, Mas.

Bahkan lebih, karena aku ibunya.

Apa pun alasannya,

kau itu ibu yang gagal.

Mang Basri.

Ada yang tidak beres.

Aku melihat pocong.

Astagfirullahaladzim.

Aku barusan mengalami hal yang sama, Bu.

Makanya aku ke sini.

Kemunculan pocong itu sepertinya pertanda buruk untuk desa ini, Bu.

Sejak kedatangan cucuku,

ada yang aneh terjadi di rumahku.

Aku paham betul

mengenai rumah ini dengan hal-hal gaib.

Aku kembali teringat kejadian ibuku.

Dan aku takut sekali ada hubungannya.

Tapi, 'kan, pada waktu itu aku masih kecil, Mang.

Aku tidak tahu apa-apa.

Tapi yang aku ingat,

ada Mang Basri pada malam itu di sana.

Apa yang sebenarnya terjadi, Mang?

PSIKOLOG

Tidak tahu mau mulai dari mana.

Aku gagal jadi ibu.

Alya,

tidak ada satu pun orang tua di dunia ini

yang pernah terbayang untuk menguburkan anaknya sendiri.

Tapi kau tidak bisa

menanggung rasa sedih dan sakit ini sendirian.

Kau dan Mas Raka

harus merasakan duka ini bersama.

Yang kau harus ingat,

Mas Raka itu juga merasakan rasa sakit yang sama dengan yang kau alami.

Kau tidak sendirian, Alya.

Sembuh bersama Mas Raka, ya?

Kau bawa pulang ini?

Kita sudah sepakat

untuk meninggalkan Nona Bunbun

di makamnya Jasmine, Alya.

Apa-apaan kau, Mas?

Mas lihat, 'kan, aku sudah taruh di sana?

Ini aku baru melihat Nona Bunbun, kok.

Terus, ini apa?

Buktinya ada di sini.

Kita harus melanjutkan hidup, Alya.

Jasmine sudah tidak ada.

Ya, Mas.

Kita harus bisa melanjutkan hidup.

Tapi aku tidak bisa sendiri, Mas.

Kita harus saling bantu.

Saling menyalahkan ini tidak bakal menyelesaikan masalah.

Kita harus sama-sama

belajar bangkit.

Sakit, Pa.

Sabar ya, Sayang.

Aku pergi panggil bidan dulu, ya?

Aku tidak lama, kok.

Kau harus kuat, ya.

Siapa?

Jangan.

Ma, tolong Jasmine.

Ma, tolong.

- Tolong. - Jasmine?

Jasmine?

Alya?

Kau kenapa?

Jasmine, Mas.

Aku mimpi Jasmine.

Jasmine minta tolong.

Kita harus hampiri, Mas.

Aku mau ke sana.

Ke kuburannya, Mas.

Jasmine sudah tidak ada, Alya.

Ini apa, Mas?

Ini apa?

Bisa jelaskan, tidak?

Nona Bunbunโ€ฆ

Siapa yang bawa Nona Bunbun ke sini?

Kalau kau tidak mau ikut,

aku pergi ke sana sendiri.

Jasmine butuh orang tuanya.

Tiada tuhan selain Allah.

Tiada tuhan selain Allah.

Tiada tuhan selain Allah.

Tiada tuhan selain Allah.

Mas?

Mas?

Ayo, Mas.

Ayo, Mas.

Ayo, Mas.

Pintu gerbang.

Ayo, Sayang.

Ayo.

Jajas, Mas

Tenang, Sayang.

Ayo, cepat.

- Sungguhan? - Ayo, Mas.

Ayo.

Buโ€ฆ

Jajas, Bu.

Ternyata kutukan itu adalah benar adanya.

Malam itu, warga berdatangan ke rumah ini

dan menuduh nenekmu seorang dukun santet

yang mencelakai anak-anak kecil di desa ini.

Saat kejadian itu, Ibu baru berusia tujuh tahun.

Mereka terus memaksa Nenek untuk keluar dari rumah.

Ayo, keluar!

Bahkan mereka mengancam akan membakar rumah itu.

Padahal, nenekmu tidak seperti yang warga desa tuduhkan.

Dewi,

apa pun yang terjadi,

kau jangan keluar.

Lihat ini!

Satu lagi korban dari dukun santet itu!

Bunuh dukun santet ini!

Bunuh perempuan ini!

Biar keturunannya tidak ada lagi yang melukai warga kita.

- Betul! - Bunuh!

Hingga pada akhirnya,

para warga kehabisan kesabaran.

Tuduhan kalian salah.

Aku bukan dukun santet.

Kalian bisa membunuhku,

tapi kalian tidak bisa membunuh keturunanku.

Dengan darah ini, aku bersumpah

seluruh keturunanku yang dikuburkan di tanah ini

tidak akan binasa.

Mereka akan bangkit kembali dan membalaskan kekejaman kalian.

Basri, sedang apa kau di sini?

Pergi!

Pergi!

Dan sekarang, benar-benar terjadi.

Jajas bangkit dari kuburnya.

Dan sampai sekarang Ibu tidak tahu di mana letak makamnya.

Kita harus bagaimana, Bu?

Hanya ada satu cara.

Kita harus menyempurnakan proses pemakaman Jasmine.

Kita harus memakamkan dia secara layak

di tempat yang seharusnya dia dikuburkan.

Di luar desa ini.

Kalau tidak,

Jasmine yang sudah menjadi iblis, akan terus merenggut nyawa di desa ini.

Kita harus cari Jasmine sekarang.

Ya.

Kita harus cari Jasmine sekarang.

- Aku temani Ibu. - Aku ikut, Bu.

Tidak.

Kau di sini saja.

Banyak-banyak berdoa buat Jasmine.

Siapkan dirimu untuk yang akan datang.

Kok tidak boleh? Aku ibunya.

Alya,

Jasmine sekarang itu sudah bukan anakmu lagi.

Tolong dengar Mang Basri dan Ibu sekarang.

Kau di sini dulu, ya.

- Ayo kita pergi. - Bu.

Mang, boleh, ya?

Asalamualaikum.

Ibu!

Ibu!

Nani?

Nani?

Ada apa?

Nani?

Nani?

Nani? Kenapa?

Ada jurik di atas.

Ibu!

Ibu!

Ibu!

Ibu!

Ibu.

Ibu.

Ya Allah,

kasih aku kekuatan, Ya Allah.

Kasih aku kesabaran, Ya Allah.

Tolong, Ya Allah, tolong.

Tolong hamba-Mu, Ya Allah.

Amin.

Amin.

Mama.

Mama.

Ma.

Mama.

Mama.

Mama.

Mama.

Mama.

Jasmine?

Jasmine?

Jajas?

Jasmine?

Jajas?

Jajas?

Jajas.

Jajas,

Mama di sini, Nak.

Kau di mana?

Mama.

Ma.

Jajas?

Jajas?

Jajas?

Ini Mama, Nak.

Jajas.

Jajas.

Ini Mama, Nak.

Ini Mama.

Alya!

Mas!

Mas, ini anak kita. Ini Jajas, Mas.

Bukan.

Anak kita sudah tidak ada, Alya!

Ini Jajas.

Alya!

Astagfirullahaladzim.

Lepaskan mereka, Iblis!

Lepaskan!

Bismillahirrahmanirrahim.

Iblis, lepaskan!

Allahu Akbar.

Alya.

Jajas, Mas!

Jajas!

- Mas! - Bukan!

Bukan, Alya.

Itu bukan Jasmine.

Allah, tidak ada tuhan selain Dia,

Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan belakang mereka.

Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya,

kecuali apa yang Dia kehendaki.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.

Dia tidak merasa berat memelihara keduanya.

Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Mang Basri!

Kang Raka! Teh Alya! Bantu doa!

Bismillahirrahmanirrahim.

Allah, tidak ada tuhan selain Dia,

Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan belakang mereka.

Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya,

kecuali apa yang Dia kehendaki.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.

Dia tidak merasa berat memelihara keduanya.

Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Sudah cukup kau menguasai jasad cucuku, Iblis!

Allahu Akbar!

Pergilah bersama kutukanmu!

Jajas.

Jajas!

Jajas.

Jajas.

Alhamdulillah.

Jajas.

Jajas.

Jajas.

Jajas,

akhirnya Mama baru tahu sekarang

kalau kau menggunakan Nona Bunbun

untuk memanggil Mama dan Papa

agar bisa menguburkanmu dengan layak.

Maafkan Mama ya, Nak.

Mama minta maaf.

Padahal kami masih ingin bersamamu lebih lama lagi.

Beristirahatlah dengan tenang di sana ya, Nak.

Kami semua sayang sama Jajas.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.