All language subtitles for Dil_Ne_Jise_Apna_Kaha_2004_indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Rishabh.

Bangunlah. Ini sudah pukul 06.00.

Rishabh!

- Ada apa? - Bangunlah.

Rishabh.

Tidurlah.

Kau yang memasang alarm, tetapi aku yang harus bangun.

Alarm itu untukmu.

Alarmku adalah jantungmu yang terus berdebar,...

...memintaku bangun.

Omong-omong, jantung ada di sini, bukan di sini.

Itu jantung orang lain.

Jantungmu suka berkelana.

Kau sepenuhnya jantung.

- Lucu? - Baiklah, akan kukatakan.

Begitu pula hatiku.

- Bangunlah! - Apa kata hatimu?

Ini sudah pukul 06.00, Rishabh. Bangunlah.

- Biar kudengar. - Tidak! Rishabh!

- Apa kata hatimu? - Tidak!

Kau sudah berhari-hari mengamati rumah itu.

Apa belum cukup?

Banyak sekali tirai tinggi. Aku tak bisa melihat apa pun.

Aku ingin tahu seperti apa bagian dalamnya.

Itu dibeli oleh seseorang empat bulan lalu.

Sang pembeli memasang tirai-tirai itu dan membongkarnya di dalam.

Ayo.

Jika ditakdirkan, kita akan temukan rumah yang lebih bagus daripada ini.

Ayo...

Halo.

- Ini Neha, Dokter. - Katakanlah, Neha.

Aku sudah memeriksa tensi Bu Sinha dan memberinya injeksi.

- Baiklah. - Kini, dia baik saja.

Kabarilah aku terus tentang pasien di ranjang 11.

- Ayo. Kau sudah siap? - Ya.

Ayo. Aku akan terlambat.

Baiklah, tunggu!

Dua menit.

Halo. Ada apa?

Aku memanggil tukang leding pukul 11.00. Apa yang harus kukatakan kepadanya?

Ya, katakan ada penyumbatan di pipa drainase dapur.

Apa itu pipa drainase?

Ikutlah denganku. Ayo.

Aku akan meneleponmu kembali nanti. Jika tidak... Tunggu.

Ini pipa drainase dan ada penyumbatan di dalamnya.

Rishabh, kau bicara dengan siapa?

Tunggu.

Klienku. Dia kesulitan mendengar.

Apa?

Ya. Tunggu.

Harus kuapakan beriani ini?

Simpanlah di dalam kulkas. Tuanmu akan memakannya malam ini.

- Lagi? - Lagi.

Tunggu, akan kuambil uangnya.

Ya...

Dia ada di sini.

Baiklah. Ya.

Rishabh.

- Tunggu sebentar. Baiklah. - Aku sudah siap. Ayo.

- Siapa yang menelepon? - Sudah kukatakan klienku.

Rishabh, klien itu punya nama, 'kan?

Apa aku menanyakan nama para pasienmu?

Apa aku banyak bertanya?

Apa kutanyakan jenis kelamin mereka?

Ini bodoh. Tak usah katakan jika tak mau. Mengapa kau jengkel?

Kau terus bertanya siapa yang menelepon.

Jelas aku jengkel! Siapa yang akan menelepon aku?

Tak apa. Lupakan.

Halo. Siapa ini?

Kakak Ipar? Ini RT.

Kau?

Kau yang terus menelepon Rishabh sejak pagi ini?

- Berikan ponselnya. - Baiklah. Tunggu.

Tak tahu malu!

- Halo. - Bagaimana? Suasana di sana memanas?

- Hanya sedikit, tak terlalu. - Kuharap kau datang.

Baiklah. Aku akan meneleponmu dua menit lagi.

Dengar, ada piano dijual di rumah itu.

- Mau melihatnya? - Ayo.

Rumah yang indah!

- Atapnya rendah. - Aku tahu.

Tampaknya sang pemilik mencuri sebuah mimpi dari mataku.

Itu sebabnya kularang kau bermimpi dengan mata terbuka.

Kini, mimpimu dicuri.

- Ayo, aku akan terlambat. - Rishabh.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Halo.

- Apa yang terjadi? - Astaga!

Seseorang menyimpannya untuk syukuran rumah baru.

Lalu?

Orang yang harus melakukan syukuran telah melakukannya, Kakak Ipar.

- Adik Ipar? Kau? - Kau, Adik Ipar?

- Rishabh, semua ini... - Apa?

Ini rumah impian Pari-ku.

- Jangan. Jangan menangis. - Aku tak menangis.

Kau menangis. Lihatlah...

- Aku mencintaimu. Terima kasih. - Aku juga mencintaimu.

Kau yang akan mengisi rumah ini. Bukan dengan perabot.

Dengan anak-anak.

Sayang, Cintaku

Kau mendatangkan keharuman Bagi sarang cintaku

Sayang, Cintaku

Kau mendatangkan keharuman Bagi sarang cintaku

Mimpi-mimpiku

Kau meminjamkan warna kepadanya

Di dalam dirimu

Ada seluruh kebahagiaanku

Di dalam kebahagiaanmu

Ada duniaku

Momen penuh keriaan dan kebahagiaan ini

Semoga datang kembali kelak

Mengapa mengkhawatirkan masa depan? Mari melupakan masa depan

Mari menjalani hidup sepenuhnya hari ini

Sayang, Cintaku

Kau mendatangkan keharuman Bagi sarang cintaku

Takdirku

Kau telah meneranginya dengan cintamu

Kaulah

Yang menerangi hati dan hidupku

Dalam ujian kehidupan Di gurun dan taman mawar

Aku akan selamanya Menjadi bayanganmu, Cintaku

Sayang, Cintaku

Kau mendatangkan keharuman Bagi sarang cintaku

Mimpi-mimpiku

Kau meminjamkan warna kepadanya

Berilah aku seorang bayi

Yang bagai gambaran dirimu

Bagai gambaran diriku

Namun, memiliki wajahmu

Bulan, sungai, atau laut

Mereka bersaksi tentang cinta kita

Sayang, Cintaku

Kau mendatangkan keharuman Bagi sarang cintaku

Mimpi-mimpiku

Kau meminjamkan warna kepadanya

Momen penuh keriaan dan kebahagiaan ini

Semoga datang kembali kelak

Mengapa mengkhawatirkan masa depan? Mari melupakan masa depan

Mari menjalani hidup sepenuhnya hari ini

Sayang, Cintaku

Kau mengharumkan sarang cintaku

Enam, tujuh, delapan, sembilan. Hai.

- Lima ribu! - Rishabh, dengarkan.

Dokter Shashi menelepon.

Aku akan pergi ke rumah sakit, ada kasus darurat. Sampai jumpa.

- Namun, ini hari Minggu. - Maaf, dokter tak punya hari libur.

Seharusnya kau memberitahuku itu sebelum kita menikah.

- Aku mencintaimu. - Aku mencintaimu. Tunggu!

Tunggu...

Rishabh.

- Apa katamu? - Aku mencintaimu.

- Kau tahu? - Rishabh!

- Kau gila. - Aku tahu. Tergila-gila akan dirimu.

- Hidup ini indah. - Tidak. Istriku cantik.

- Ini. - Apa itu?

- Sepatu Nike. - Untuk apa?

Kapan pun kau marah, kau boleh memukulku dengan ini.

Baiklah.

- Apa? - Sampai jumpa.

Jika kau mengemudi selambat itu, kau butuh waktu lama untuk pulang!

Sampai jumpa!

Permisi.

Dokter, detak jantungnya tak teratur. Tampaknya serangan jantung.

- Kita harus mulai perawatan secepatnya. - Baiklah.

Ini kasus yang amat aneh, dr. Shashi.

Dia punya masalah jantung sejak berusia 12 tahun.

Arterinya terblokir, katup jantungnya rusak,...

...tetapi dia masih hidup.

Kardiolog tak tahu bagaimana gadis ini masih hidup.

Mengapa tak ada yang terpikir soal transplantasi jantung?

Tak ada praktik menyumbangkan jantung di negara kita.

Aku takut saat melihat keadaan Dhani.

Aku bertanya-tanya apa dia bisa pulang kali ini. Gadis yang malang.

Ibu Dhani wafat saat dia baru berusia dua tahun.

Ayahnya kemudian pergi setelah mengamanatkan dia kepadaku.

Dia tak pernah kembali.

Kesedihan datang dan pergi dalam kehidupan semua orang.

Namun, Dhani tak pernah melihat kebahagiaan, Dokter.

Tuhan bahkan memberinya penyakit macam ini.

Dokter, aku tak tahu apa yang akan terjadi kepada Dhani-ku.

Ada kekuatan besar di dalam cinta.

Dengan izin Tuhan, jantung Dhani akan berdetak selamanya.

Ayo. Duduklah.

Jangan menangis. Semua akan baik saja.

- Bagaimana keadaannya, Perawat? - Baik.

- Kabari aku terus. - Baiklah.

- Hai, Perawat. - Halo, Dokter.

- Ide bagus. Ini efektif. - Terima kasih.

- Hai, Anak-anak. - Hai.

Kakak datang!

Baiklah. Aku punya cokelat untuk kalian semua.

Baiklah. Sachin, tadi malam, kau tak batuk, 'kan?

- Aku demam. - Sungguh?

- Aku membuat sebuah kartu untukmu. - Mana? Biar kulihat.

Kartunya besar sekali! Selamat Hari Guru?

- Ini Hari Guru. - Namun, aku doktermu.

Kau selalu membaca untukku...

...dan memberitahuku apa yang terjadi di luar sana.

Itu artinya kau guruku, 'kan?

Kau baik sekali!

Baiklah. Saatnya makan cokelat.

Satu untukmu, satu untukmu, satu untukmu,...

...dan satu untukmu.

- Kalian tak mengucapkan terima kasih? - Terima kasih!

Rishabh! Aku pulang!

- Rishabh, di mana kau? - Di dapur.

- Apa yang terjadi? - Tak ada!

Tetap di situ, akan kunyalakan lampunya.

Astaga, apa yang terjadi?

- Apa yang terjadi? - Tanganku terbakar!

- Ada bau hangus. - Microwave-nya.

- Tidak, jangan sentuh! Itu akan meledak! - Rishabh.

Hati-hati.

Astaga! Kau memasukkan wadah besi ke dalam microwave!

- Pantas terjadi korsleting. - Ya!

Aku tak mengerti. Bagaimana aku akan mengurus dua orang anak?

- Ada kemungkinan anak kita kembar? - Diam!

Kau tak berbeda dengan anak kecil, 'kan?

Tidak.

Baiklah, tampaknya kau marah.

Pernahkah aku marah akan apa pun yang kau lakukan?

Itu sebabnya aku amat mencintaimu.

Jadi, kau hanya mencintaiku...

...karena aku tak marah akan apa pun yang kau lakukan?

Benar-benar tak romantis!

Tidak, bukan hanya itu.

Ada hal-hal lain yang bisa kusebutkan.

- Misalnya apa? - Caramu berpakaian,...

...caramu menutupi tubuhmu, aku benar-benar mencintai itu.

Caramu menunjukkan keterkejutan dan saat kau tersenyum.

Aku suka lesung pipimu, ubanmu, aku juga mencintai...

- Tenang, takkan kuberi tahu siapa pun. - Rishabh.

Juga, terutama, caramu mengupil.

- Kau melakukan itu. - Rishabh, tidak!

- Juga, kau mengelapnya di bajuku! - Tidak! Aku tak melakukan itu!

- Baiklah. Diam! - Aku melihat itu.

Terkadang, aku bertanya-tanya bagaimana kehidupan ini tanpamu.

Baik sekali!

Dengar, pelayan akan membersihkan ini. Mari makan malam di luar.

- Baiklah. - Aku yang mentraktir dengan uangmu.

Terkadang, aku curiga kau menikahiku hanya demi uangku.

- Halo. - Hai, Sahabat. Ini aku.

Sahabat! Kau sebulan penuh tak meneleponku.

Kau pergi ke London dan melupakan kami.

- Siapa itu? - Kaveri.

Tenanglah, Sahabat. Dengarkan aku lebih dahulu.

London tempat yang luar biasa. Aku jatuh cinta kepadanya.

Juga, ada orang yang kucintai melebihi London.

- Maksudmu... - Maksudmu? Apa?

Ya. Aku jatuh cinta.

Kau baru memberitahuku sekarang?

Bisakah seseorang memberitahuku sesuatu juga?

Itu terjadi dengan amat cepat seperti kau dan Rishabh.

Sebelum kami sadari, kami sudah membahas pernikahan.

Rishabh, dia akan menikah!

Kau tak boleh melakukan itu, Kaveri, sahabat istriku.

Bagaimana kau bisa menghancurkan kehidupan orang begini?

Apa boleh buat, suami sahabatku.

Dia mencintaiku.

Perkenalkan tunanganmu kepadaku.

Saat dia melihat aku seperti apa, dia akan langsung berubah pikiran.

Aku hanya mau menikah karena melihat betapa bahagia kalian.

Apa katamu? Sungguh?

- Tidak! Berikan ponselnya! - Biar aku bicara dengannya!

Kapan dan di mana pernikahannya diadakan?

Itu tak bisa terlaksana tanpamu,...

...jadi, itu akan diadakan di mana pun kau berada.

- Maksudmu di Mumbai? - Pernikahannya tahun depan.

Namun, kuperingatkan kau sekarang, profesi doktermu tak bisa dijadikan dalih.

Sahabat, kau kira aku takkan menghadiri pernikahanmu?

- Tidak. - Baik sekali.

Panggilan masuk tetap makan biaya.

Baiklah, jaga dirimu.

- Aku menyayangimu, Pari. - Aku menyayangimu.

- Aku juga mencintaimu. - Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P.

- Baiklah, kau menang. - Tidak.

Kau yang menang. Kemarilah.

Apa ini mencapaimu?

Rasakanlah

Ayo!

Datanglah kepadaku, Cintaku

Kau yang telah mencuri hatiku

Apa yang kau tunggu?

Daya tarikmulah yang telah memesonaku

Sayangku yang cantik

Mari, jatuh cintalah kepadaku

Sayangku yang cantik

Mari, jatuh cintalah kepadaku

Karena kaulah yang kucintai

Sayangku yang tampan Jatuh cintalah kepadaku

Karena kaulah yang kucintai

Lihatlah

Ini seksi

Hei!

Kau mengerti?

Ayo!

Jika bukan kau, hatiku takkan tenang

Kutemukan tipu daya dalam segala hal

Jika bukan kau, hatiku takkan tenang

Kutemukan tipu daya dalam segala hal

Kuberi tahu kau, Sayang Cintaku kepadamu tak berbatas

Kaulah yang kucintai

Ayo!

Semua orang!

Datanglah kepadaku, Cintaku Hatiku mencintaimu

Aku jatuh cinta Kepada pesonamu yang mematikan

Bersama!

Berilah aku kepastian

Cintamu kepadaku takkan berkurang

Berilah aku kepastian

Cintamu kepadaku takkan berkurang

Akan kukatakan lagi dan lagi

Kaulah yang kucintai

Semua orang!

Sayangku yang cantik

Mari, jatuh cintalah kepadaku

Sayangku yang cantik

Mari, jatuh cintalah kepadaku

Kaulah yang kucintai

Kau tak pulang semalaman.

Aku takkan makan apa pun sebelum kau pulang.

Memangnya kau sudah makan apa sejak kemarin?

Ini, minumlah ini dan tidurlah.

Lagi pula, apa yang akan kulakukan di rumah sendirian?

Nenek, pulanglah. Kumohon.

Juga, bicaralah perlahan. Ini rumah sakit.

Kau baik. Baik sekali.

- Ayo. Gadis baik. - Selamat pagi.

- Aku dr. Parinita. - Selamat pagi, Dokter.

Aku senang kau ada di sini.

Dhani tak makan apa pun sejak semalam.

Dia akan baik saja, tetapi jika begini, kau yang akan jatuh sakit.

Jangan khawatir. Pulanglah. Kami ada di sini.

Bagus, Dokter. Kau benar sekali.

Apa ini usia yang tepat baginya untuk berbaring di sini, Dokter?

Seharusnya dia yang berdiri di sini dan aku berbaring di situ.

Nenek, kau mulai lagi.

Baiklah, aku akan pergi sekarang.

Sampai jumpa, Dhani. Aku menyayangimu.

Jagalah dirimu.

- Dokter, berilah dia pengertian. - Jangan khawatir.

- Bagaimana perasaanmu sekarang? - Jauh lebih baik, Dokter.

Bagus.

Dokter, terima kasih telah memberi nenekku pengertian.

Aku terus menyuruhnya pulang, tetapi dia tak mau mendengarkan.

- Itu karena dia mencintaimu. - Aku tahu.

Nenek, Manav, dan semua orang di koloni amat peduli terhadapku.

Mereka melupakan kebahagiaan mereka demi melihatku tersenyum.

Mereka melupakan diri mereka saat mereka mengurusku.

Dhani, kau gadis yang beruntung.

- Amat banyak orang yang menyayangimu. - Terima kasih, Dokter.

Aku pun ingin melakukan sesuatu untuk mereka.

Aku yakin kau akan melakukannya kelak.

Namun, kau harus pulih lebih dahulu.

Agar itu terjadi, kau harus tidur dengan tenang.

Jadi,...

- Apa ini? - Klipingku.

- Aku menuliskan pemikiranku di situ. - Aku tahu. Suamiku juga punya.

Sekarang, tidurlah.

Jangan bicara lagi.

Dokter, kau baik sekali. Aku senang bertemu denganmu.

Tidurlah.

Pari.

Pari!

Rishabh.

Rishabh!

Rishabh!

Rishabh...

Hei. Pari, ada apa?

Aku bermimpi amat buruk tentangmu.

Itu hal yang bagus sebab mimpi macam itu takkan terwujud.

Berhentilah menangis.

Kau bersiap pergi ke kantor tanpa membangunkan aku?

Kau tampak cantik saat tidur, jadi, aku tak membangunkanmu.

Namun, aku takkan pergi jika kau larang.

Aku bukan seorang dokter. Tiap hari adalah hari Minggu bagiku.

Tidak, pergilah. Tolong berikan ini kepada Bu Braganza.

Baiklah.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Halo, Pak Sharma.

Ya. Rapatmu sudah dikonfirmasi.

Semoga harimu menyenangkan. Sampai jumpa.

- Selamat pagi, Kepala. - Selamat pagi, Seksi.

Pari menitipkan buku ini untukmu.

Dia ingat?

Kapan dia pernah lupa mengingat sesuatu?

Dia wanita yang luar biasa.

Sungguh? Aku tak tahu itu.

Kau tahu segalanya!

Kau beruntung, Kepala.

- Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih.

- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi...

Ada apa? Kau tampak amat asyik dan khawatir hari ini.

Ya, semacam itulah.

Semua pekerjaanku tertunda.

Semuanya pontang-panting.

Bukan pontang-panting, melainkan kacau balau.

Omong-omong, bagaimana hasil presentasi itu?

Kami sudah membicarakannya. Itu makan waktu satu atau dua hari.

Bukan makan waktu. Rapat itu akan diadakan satu atau dua hari lagi.

- Di mana yang lain? - Kepala,...

Mereka semua ada di ruang rapat. Mereka wafat karena tegang!

Bukan "wafat". Mereka melalui ketegangan.

- Semacam inilah. - Tepatnya memang begini.

- Tepat? - Ya.

Tepat.

Ini menyedihkan.

- Diam! - Selamat pagi, Semua.

Kata Dhillon kalian wafat.

Jika kita mengandalkan Bobby, Kailash dan Alex, kita pasti akan mati.

- Apa yang terjadi? - Begini, Pak,...

Begini, gagasannya jelas, tetapi keyakinannya keliru.

Tunggu sebentar! Konsep kampanyenya tak cukup jelas.

Klien datang sore ini dan kita tak tahu akan mempresentasikan apa.

- Beri aku ringkasannya. - Ini diluncurkan di seluruh India.

Daya tarik produk ini harus bersifat universal.

Nama produk ini Krim Kecantikan Mekar.

Beri aku waktu dua menit.

Perhatikan. "Ini membantumu mekar.

Untuk kecantikan para peri, gunakan Krim Kecantikan Mekar."

- Terdengar amat bagus. - Kepala, kurasa itu akan cocok.

Aku tahu.

Sebab itu bukan ideku. Itu ide Pari.

Sampai jumpa, Semua. Jaga diri kalian.

Shantabai, aku pamit.

Makanlah sarapan sebelum kau pergi atau bayimu akan kelaparan.

Rishabh dan kau amat mirip.

- Baiklah. - Bu, Tuan melupakan berkasnya.

- Lagi? - Lagi.

Baiklah. Sampai jumpa.

- Halo. - Hai, Sayang. Di mana kau?

Aku sedang menuju kantormu.

Cepatlah, tetapi tenang. Belilah kopi dalam perjalanan.

Tak terlalu manis, dua sendok susu.

Aku tahu. Sampai jumpa. Aku sedang mengemudi.

Tunggu...

- Halo, Kepala. - Ya, Seksi.

"Seksi"? Apa kau baik saja?

Aku sedang bicara dengan Braganza. Ya, Seksi.

Dengar, kau ingat lukisan itu?

- Lukisan yang mahal itu? - Mahal?

Tidak, itu tak mahal. Itu amat mahal!

Namun, hari ini, aku merasa itu murah sekali.

Kau menemukan klien baru dan mendapat profit besar.

Pantas kau merasa lukisan itu murah.

Apa milikmu dan milikku? Semua milik kita bersama.

Pari!

RUMAH SAKIT HOLY SPIRIT

Bagaimana keadaannya?

Kami sedang berusaha sebisa kami.

- Halo. - Halo.

- Kakak. - Rishabh?

- Pari... - Apa yang terjadi?

Kakak, datanglah secepatnya. Pari mengalami kecelakaan.

- Apa posisinya, Dokter? - Dia sedang hamil dua bulan.

- Bayinya tewas. - Astaga!

Pendarahan dalamnya banyak sekali.

Jika kita lakukan pembedahan, itu mungkin...

Tidak, kita tak bisa mengambil risiko dengan Pari.

Pindahkan dia ke ICU dan berusahalah menghentikan pendarahan dalamnya.

Ya.

- Dokter Shashi. - Ya?

- Ya, Pari? - Sebesar apa kemungkinan aku selamat?

Tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Setelah pendarahanmu berhenti, kami akan melakukan operasinya.

Jangan bicara kepadaku seperti seorang dokter.

Aku mengatakan yang sebenarnya.

Jika terjadi sesuatu kepadaku, bisakah kau membantuku?

Ya.

Kasusnya menjadi cukup serius.

Pendarahan dalamnya tak berhenti, jadi, bahayanya meningkat.

Kami melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Pari.

Aku pun yakin dia akan selamat.

Namun, jika sesuatu menimpanya,...

...permintaan terakhirnya adalah jantungnya didonasikan.

Permintaan terakhir?

Hanya orang sekarat yang diberi permintaan terakhir.

Juga, mendonasikan jantungnya?

Aku punya keyakinan penuh akan Tuhan-ku dan Pari-ku.

Kalianlah yang tak punya keyakinan!

- Begini, Rishabh... - Berpikirlah positif!

Katakan Pari-ku akan selamat. Takkan ada yang menimpanya. Katakan!

Kumohon.

Rishabh, kami berusaha sebisa kami.

Namun, situasinya benar-benar sulit.

- Kami bukan dewa. - Tinggalkan aku.

Rishabh!

Hai, Cantik.

Hei, Cantik.

Hai.

Kau tampak amat cantik. Hanya satu hal yang kurang.

Aku tak melihat lesung pipimu.

Belum. Lagi...

Ya!

Dengar, teman-teman doktermu...

...menyontek saat ujian di sekolah medis.

Kata mereka kau akan meninggalkan aku, tetapi kuberi tahu mereka,...

..."Dia bisa meninggalkan kalian sebab dia tak mencintai kalian.

Namun, dia takkan meninggalkan aku sebab dia amat mencintaiku."

Kata orang tak ada yang bisa melawan maut.

Mereka bicara tentang manusia.

Pari, kau seorang peri. Kau bisa melakukan apa saja.

Ya, mereka juga berkata...

...kau akan memberikan jantungmu kepada orang lain.

Kuberi tahu mereka jantung Pari sudah ada padaku.

- Aku mencintaimu, Rishabh. - Aku juga mencintaimu.

Aku tak bisa memberikan jantung itu kepada siapa pun. Takkan kuberikan.

Lihatlah orang-orang bodoh yang kita hadapi selama kita hidup.

Kata dr. Shashi semua terjadi atas kehendak Tuhan.

Namun, itu tak benar.

Mengapa Tuhan melakukan ini kepada kita?

Pari.

Mustahil Dia Tuhan...

...jika Dia mencuri cintamu dan dirimu dariku.

Aku takkan pernah meninggalkanmu.

Tak akan pernah.

Pari.

Hei, Pari...

Dengarlah,...

Berhentilah bergurau. Jangan membuatku takut.

Aku tak mau kau...

Apa yang harus kulakukan?

Pari.

Ya? Dokter Shashi?

Dhani sudah menemukan donor jantung.

Syukurlah. Siapa orang yang baik hati itu?

Aku tak bisa mengungkapkan itu kepadamu.

Namun, kami sedang menyiapkan Dhani untuk menjalani operasi.

Datanglah sekarang.

Ya, Dokter. Aku akan datang.

Pari.

Bakarlah kayunya, Nak.

Astaga! Seseorang menyimpannya untuk syukuran rumah baru.

Aku tak mengerti. Bagaimana aku akan mengurus dua orang anak?

Rishabh, aku sedang menuju kantormu.

Aku tak ingin meninggalkanmu dan pergi seperti ini, Rishabh.

Sejak kau kecil, kau tak pernah sendirian.

Selalu ada seseorang bersamamu, Ayah, Ibu, aku, atau Pari.

Jika ada yang kau butuhkan, kau harus menghubungi aku.

Jika aku butuh Pari?

Rishabh, apa yang telah terjadi adalah masa lalu.

Apa yang akan datang adalah masa depan.

Kau yang harus memutuskan ingin hidup untuk apa.

Aku ingin hidup pada masa lalu sebab aku bahagia saat itu.

Aku tak apa. Kau boleh pergi.

Aku tak apa.

Kehidupan adalah anugerah Itu cara Tuhan bertindak

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Kita terlahir dengan apa? Apa yang akan kita bawa?

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Kehidupan adalah anugerah Itu cara Tuhan bertindak

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Kita terlahir dengan apa? Apa yang akan kita bawa?

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Penuh warna, tanpa warna

Itu memberi kita senyum Itu memberi kita air mata

Itu dibuat, itu hancur

Sepanjang jalan Banyak yang diajarkan kepada kita

Saat-saat yang dianugerahkan kepada kita Indah

Jangan menyia-menyiakannya

Saat-saat yang dianugerahkan kepada kita Indah

Jangan menyia-nyiakannya

Kehidupan adalah anugerah Itu cara Tuhan bertindak

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Kita terlahir dengan apa? Apa yang akan kita bawa?

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Bak seorang pengantin Berdandan dengan penuh harap

Bagaimana kita bisa membiarkannya Dihabiskan dalam kesepian?

Dengan mimpi di mata kita

Mari mengharapkan Masa depan yang indah

Itu berlalu dalam sekejap Penuh kegembiraan

Sementara kita tidur dan terjaga Perjalanan hidup kita berlalu

Itu berlalu dalam sekejap Penuh kegembiraan

Sementara kita tidur dan terjaga Perjalanan hidup kita berlalu

Kehidupan adalah anugerah Itu cara Tuhan bertindak

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Kita terlahir dengan apa? Apa yang akan kita bawa?

Bersyukurlah kepada-Nya Dan teruslah hidup

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Hidup adalah anugerah

Pak, aku bukan pencuri! Aku benar-benar butuh uang, Pak!

Kumohon maafkan aku!

Pak, aku pamit.

Siapa yang mengutusmu ke sini? Setan atau Tuhan?

Terima kasih.

Ini. Jika kau mencuri lagi, aku akan menghajarmu. Pergilah.

Dhillon.

- Permisi. - Ya?

- Saputanganmu tergeletak di situ. - Terima kasih.

Bobby, kau menggemaskan sekali. Kau tampak seperti pakaian dalam bagiku.

Dhillon, apa yang kau pikirkan, Sayang?

- Pernikahan. - Menarik.

Aku sudah memutuskan akan menikahi Bobby.

Aku akan memboyong dia ke New York.

Dia akan mengurus bisnis Ibu dan Ayah.

- Ibu dan Ayah akan amat bahagia. - Bagus!

- Kami akan berpesta tomat! - Bukan tomat. "Akan mencari nafkah."

Kau akan menonton film dan menikah dengannya.

Kepala, semacam itulah.

Tidak. Tepatnya memang begini.

- Hai, Seksi. - Halo, Tampan.

Ini terlalu gelap. Buat lebih cerah.

- Ayo. - Ya.

Apa yang membuat gadis berhati batu emosional hari ini?

- Ada kabar baik apa? - Sebenarnya Pak Pesta Teh...

- Tripathi! - Ya, semacam itulah.

Setelah berhari-hari, Kepala mengoreksiku seperti sebelumnya.

- Aku menyukai itu. - Sungguh?

- Ya. - Itu bagus.

Rishabh, aku takkan bertanya apa yang membuatmu bahagia.

Kebahagiaanmu cukup bagi kami.

Semalam, aku mengetahui sesuatu yang memberi makna baru bagi hidupku.

Apa?

RT, Pari ingin hidup.

Ini berkas Pari. Aku membacanya semalam.

Dia ingin membangun sebuah rumah sakit untuk anak-anak...

...di mana anak-anak kaya dan miskin akan diperlakukan setara.

Aku merindukan dia, Bung.

Dia luar biasa.

Aku ingin mewujudkan impian Pari...

...dan menjaga memorinya tetap hidup.

Dia seorang peri.

Pantas dia ingin membangun negeri peri untuk anak-anak.

Negeri peri! Nama yang indah untuk rumah sakit itu!

Negeri Peri!

Astaga!

Itu luar biasa! Menyenangkan sekali!

- Mau naik lagi? - Apa kau gila? Aku tak mau!

- Kumohon. Ayolah. - Kakiku sakit!

- Aku akan naik lagi. Pengecut. - Pergilah. Sampai jumpa.

- Lihat betapa bahagianya Dhani, Nenek? - Ya, Nak.

Tuhan yang baik hati memberi dia segalanya, kecuali cinta.

- Siapa yang tak mencintai Dhani? - Bukan cinta yang kau dan aku miliki.

Dhani butuh seorang suami, anak-anak, kebahagiaan kehidupan pernikahan.

- Kau paham? - Hari itu pun akan datang.

Untuk semua kesukaran yang telah dia alami,...

...Tuhan akan memberinya sukacita sebesar itu.

- Selamat pagi, Kepala. - Hai, Seksi. Selamat pagi.

- Ada apa? - Ada yang ingin kami katakan kepadamu.

- Ada apa? - Mari, ikutlah denganku.

Rishabh, aku ingin memperkenalkanmu kepada beberapa orang.

Ini Pak Sharma, penasihat hukum kita.

- Ini Pak Merchant, penyelia proyek kita. - Halo.

Juga, ini arsitek terbaik di India, Pak Jaitley,...

...yang akan merancang proyek Negeri Peri kita.

Rishabh, Negeri Peri bukan lagi hanya mimpimu. Itu juga mimpi kami.

Kini, aku sadar mengapa teman lebih berharga daripada kerabat.

Sebab kau mendapat kerabat tanpa upaya, sedangkan teman harus ditemukan.

- Namun, ada satu kesalahan kecil. - Apa?

Foto berhias karangan bunga pada dinding...

...adalah pengingat akan orang yang telah tiada.

Benar. Pari takkan pernah bisa dipisahkan dari kehidupan kita.

Hei, Cantik. Aku selalu mencintaimu.

Normal. Itu bagus sekali.

Semua laporanmu normal.

Rasanya aneh mendengar kata "normal".

Setelah menerima transplantasi jantung, aku baru menyadari makna kehidupan.

Juga, keadaan normal adalah anugerah dari Tuhan.

Kau amat beruntung. Mari.

Satu dari 1,5 juta orang...

...cukup beruntung...

...mendapatkan donasi jantung.

- Dokter. - Ya?

Saat aku duduk sendiri dan berpikir,...

...aku merasa telah melakukan dosa besar.

Dosa? Dosa apa?

Pada hari aku tahu apa yang bisa menyembuhkan aku,...

...nenekku, semua orang di koloni, dan aku berdoa...

...memohon keajaiban yang akan memberiku jantung seseorang.

Apa orang seharusnya tak berdoa?

Tidak.

Orang-orang yang mendoakan kehidupanku...

...lupa bahwa mereka juga mendoakan kematian seseorang.

Jika tak ada yang wafat, aku takkan bertahan hidup.

Mendoakan kematian seseorang adalah dosa, 'kan?

Aku telah melakukan dosa ini.

Aku ingin menebusnya.

Aku ingin minta maaf kepada orang tuanya.

Dengarkan, Dhani.

Sudah berulang kali kukatakan...

...aku tak bisa membocokan info apa pun tentang donor jantung itu.

Baiklah.

Namun, kau bisa mengirimkan surat ini kepada orang tuanya, 'kan?

Apa yang kau tulis di dalamnya?

Aku mengakui pertolongan orang...

...yang memberikan napasnya kepadaku dan pergi dengan senyap.

Baiklah.

Jika anggota keluarganya singgah, aku pasti akan memberinya surat ini.

Terima kasih.

- Ada apa, Bu? - Aku tak tahu.

Dokter Shashi.

Rishabh. Kau akan panjang umur.

Aku hanya perlu hidup cukup lama untuk mewujudkan impian Pari.

Tahukah kau Pari ingin membangun rumah sakit untuk anak-anak?

Ya, Pari berkata dia sedang mengerjakan proyek rumah sakit.

Ini laporan proyeknya.

Ini impian yang harus kujadikan nyata.

Aku butuh bantuanmu untuk ini.

- Apa pun untuk Pari. - Terima kasih. Terima kasih banyak.

Rishabh, surat ini untukmu.

- Dari siapa? - Dari orang yang memiliki jantung Pari.

Mengapa kau memberiku ini? Mengapa kau mengingatkanku lagi?

Jika ini bukan permintaan terakhir Pari, takkan kubiarkan ini terjadi.

Meski dia amat kesakitan,...

...mengoyak tubuhnya dan memberikan jantungnya...

Kemanusiaan macam apa itu?

Rishabh!

Maaf aku membuatmu menunggu.

Ada apa? Kau tampak senang sekali hari ini.

Aku mendapat pengalaman aneh hari ini.

Hari ini, aku mengikuti seorang pria ke gerbang rumah sakit.

- Pria yang mana? - Aku tak tahu siapa dia.

Selama sesaat, aku melupakan semua hal lain dan mengikuti dia.

Masalah ini lebih besar daripada masalahmu sebelumnya.

- Mengapa? - Itu adalah gejala.

Gejala cinta, asmara, percintaan, yang tak ada obatnya.

Cinta? Kau gila, Mala.

Hai, ini dr. Parinita. Aku sedang tak ada saat ini.

Tinggalkan nama dan nomor teleponmu, aku akan menghubungimu. Terima kasih.

Hai, ini dr. Parinita. Aku sedang tak ada saat ini.

Tinggalkan nama dan nomor teleponmu, aku akan menghubungimu. Terima kasih.

JEDA

Datang ke sini terasa aneh bagiku.

Dhani, ini saatnya kau melihat kemewahan.

Ini pernikahan pesohor. Ini akan menyenangkan.

Bagaimanapun, pernikahan Punjab amat penuh warna.

Selamat datang!

Aku Tony Singh dari Delhi. Aku sepupu mempelai wanita.

Aku sedang merekam video pernikahan ini.

Berikan perkenalan yang bagus untuk videoku.

Baiklah.

Namaku Mala. Ini temanku, Dhani.

Kuberi tahu kau sesuatu. Aku penata rambut terbaik di Mumbai.

Akan kudandani mempelai wanita seperti seorang putri.

Itu bagus sekali!

Kau juga harus datang ke pernikahanku dan menjadikanku secantik seorang putri!

Mari, lewat sini. Silakan.

Gadis-gadis cantik.

Aku gila

Aku menari Suasananya amat meriah

Saudara iparku akan membawa Seorang gadis perpipi kuning langsat

Berambut panjang Dan bergaya jalan menggoda

Aku menari Suasananya amat meriah

- Hai, Mala. - Hai, Kaveri.

- Semoga aku tak terlambat. - Sama sekali tidak.

Omong-omong, kenalkan, ini Dhani, sahabatku.

- Hai. - Hai, Dhani. Terima kasih telah datang.

Ini hari terpenting dalam hidupku.

Aku ingin kau ikut merasakan kebahagiaanku.

Tentu.

Mala, boleh kupinjam sahabatmu selama sehari?

Hanya kupinjamkan.

Ayo.

- Satu, dua... - Sedang apa kau, Montu?

Paman, di bungalo ini ada tiga kolam renang?

Ini bukan apa-apa.

Ada tiga kolam renang di bungalo kami di Delhi.

- Tiga kolam renang? - Ya.

Satu berisi air dingin.

Jika kau merasa gerah dan ingin mandi, berendamlah.

Satu lagi berisi air panas.

Jika kau ingin mandi pada musim dingin, kau tetap bisa berendam.

- Lalu kolam ketiga? - Kolam ketiga kosong.

- Untuk apa? - Terkadang, kau tak ingin mandi.

- Kau hebat, Paman! - Ya, tetapi aku belum menikah.

- Ada apa? - Sebagian hena jatuh ke tanganku.

Diberkatilah kau, Nak.

Konon jika hena mempelai wanita jatuh ke tanganmu,...

...kau akan segera menikah.

Dia malu!

- Mala. - Ada apa?

Tak ada apa-apa.

- Hei, sahabat Pari. - Hai, suami sahabat.

Jangan menangis.

Pari berkata kepadaku...

...dia takkan melewatkan pernikahanmu untuk apa pun di dunia ini.

Aku yakin dia ada di sini.

Jika dia melihatmu menangis,...

...itu akan menyakiti perasaannya.

Kau tak ingin itu terjadi.

- Siapa nama suamimu? - Rakesh.

Rakesh. Nama yang bagus, tetapi ubahlah setelah kalian menikah.

Rakesh amat mencintaiku.

Namun, tak ada orang di dunia...

...yang bisa mencintai sebesar cintamu kepada Pari dahulu.

Jangan menggunakan kala lampau. Aku masih mencintainya.

Sebab cinta tak seperti waktu yang takkan pernah kembali.

Diva.

- Selamat. - Terima kasih.

- Itu Mala. - Hai.

Juga, sahabatnya, Dhani.

Mari. Biar kuperkenalkan dirimu.

Ini Rishabh.

- Rishabh? - Benar. Rishabh.

Di jalan-jalan kecil di desa Bergemalah melodi serunai

Pohon-pohon mangga mulai bertunas

Untuk menambah warna Pada tudung pengantin impianku

Datanglah dia yang telah mencuri hatiku

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Titikku mulai bercahaya

Gelang-gelangku mulai berdenting

Titikku mulai bercahaya

Gelang-gelangku mulai berdenting

Gelang-gelang kakiku berbunyi

Ada keharuman dalam napasku

Cintaku, aku mulai mekar Dalam cinta kepadamu

Aku mulai mekar dalam cinta kepadamu

Aku mulai mekar dalam cinta kepadamu

Titikku mulai bercahaya

Gelang-gelangku mulai berdenting

Gelang-gelang kakiku berbunyi

Ada keharuman dalam napasku

Cintaku

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Dhani.

Dalam sekilas pandang Karena apa yang kau ucapkan

Kau mencuri hatiku, Cintaku

Kuhabiskan malam-malamku Dengan amat kesepian

Kau mengusir tidurku, Tampan

Begitulah gairahku Aku tak tahan lagi merasa kesepian

Sebuah mantra dilancarkan Aku kehilangan kendali atas diriku

Cintaku, aku mulai mekar Dalam cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Titikku mulai bercahaya

Gelang-gelangku mulai berdenting

Gelang-gelang kakiku berbunyi

Ada keharuman dalam napasku

Cintaku, Sayang

Cintaku, Sayang

Cintaku, Sayang

Ini hati yang gila Tak mengindahkan siapa pun

Sulit berargumen dengannya

Dia tak mendengarkan siapa pun Tak mengenal perdamaian

Sulit mencintai seseorang lagi

Impianku adalah merah pengantin Cintamu adalah permata berhargaku

Aku tak ingin lagi hidup tanpamu

Cintaku, aku mulai mekar dalam cintamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Aku mulai mekar, jatuh cinta kepadamu

Kenangan hidup kembali Hasrat mulai membubung

Napasku tak menentu Aku mulai merasa resah

Cintaku

Aku mulai mekar dalam cintamu

Aku mulai mekar dalam cintamu

Aku mulai mekar dalam cintamu

Lihatlah ini. Ini latar belakang bersihnya.

Kerangkanya bagus, banyak kerumunan, dan suasananya menyenangkan.

- Bukan ide bagus. - Bukan masalah.

Ini konsep hitam dan putih.

Seorang gadis berbaju putih, seorang pria berbaju hitam.

- Kau tahu... - Ide yang amat kuno.

Lupakan. Ini amat menarik. Lihatlah ini.

Ini amat kontemporer. Ada slogan dan bagus...

Ini sampah!

Mengapa kalian tak bisa melihat apa yang kuinginkan?

Tak satu pun konsep kalian mengandung cinta atau rasa memiliki.

- Sampah! - Kau benar.

Kurasa kalian... Aku membuang waktu kalian!

Kau benar. Tak ada unsur memiliki.

Ini ide lainnya. Lihatlah.

Aku ingin pergi sekarang. Sampai jumpa.

Jadikanlah momen itu berkesan, bukan hanya ingatan.

Apa kata Rishabh?

Jadikanlah momen itu berkesan, bukan hanya ingatan.

- Momen Kodak. - Benar.

- Benar! - Kau menyukainya?

Bagus sekali! Aku amat menyukainya!

Sudah kukatakan, 'kan? Rishabh genius!

Siapkan sebuah presentasi dan bawa ke kantorku secepatnya.

- Baiklah. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Jaga dirimu.

Kehidupan ini menakjubkan, Rishabh.

Saat kau mengira semua sudah berakhir, kau menemukan jalan keluar baru.

Itu membuat semua momen berkesan.

Aku tahu ada rasa memiliki dalam kalimat itu.

- Namun, itu bukan ideku. - Apa maksudmu?

Aku menghadiri pernikahan Kaveri. Ada seorang gadis di sana. Dhani.

Ini idenya.

Dhani?

Mengapa Dhani harus pergi keluar untuk bekerja?

Ini restoran miliknya sendiri.

Tepat sekali!

Nenekku yang cantik, bukan Dhani yang membutuhkannya.

Kamilah yang membutuhkan dia sebab dia amat berbakat.

- Juga, dia memiliki... - Kami memahami itu.

Namun, setidaknya beri tahu kami apa profesi kalian.

Kami membuat film iklan. Film iklan, iklan pers...

Periklanan, 'kan?

Aku melihat iklan penumbuh rambut dan membeli minyak.

Tak sehelai pun tumbuh sejak saat itu, tetapi sakuku berlubang.

Dhani tak tahu cara membuat film iklan.

Dia tak perlu melakukan apa pun. Dia hanya perlu menghasilkan ide.

Tugas seorang penulis konten. Hanya itu.

Pak, aku pun memeras otak untuk mendapat ide-ide Hinglish.

Kau tahu Hinglish? Bahasa Inggris dan Hindi.

Pekerjakanlah aku sebagai penulis konten kalian.

Itu boleh, tetapi Dhani takkan keluar untuk bekerja.

- Nenek, aku... - Maaf.

Aku tak ingin ada ketegangan.

Nenek, kau tak ingin Dhani bertemu orang dan menjelajahi dunia luar?

Hanya dengan pergi bekerjalah...

...dia akan bertemu orang dan melihat dunia.

Mungkin dia juga akan menyukainya. Aku benar, 'kan, Nenek?

Baiklah, tetapi aku ragu.

Baiklah. Besok pagi pukul 10.00.

Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih.

Permisi. Halo. Di sini.

Tunggu sebentar.

Hai. Terima kasih banyak.

Jika bukan berkat dirimu, entah apa yang akan kulakukan.

Mereka benar-benar menghancurkan aku.

Tak apa.

Tempat ini bagus.

- Ini salonku. - Salonmu? Sungguh?

- Aku ingin minum kopi. - Aku ada banyak janji temu hari ini.

Masukkan namaku ke daftarmu. Namun, cepatlah, aku terburu-buru.

- Untuk apa? - Untuk apa? Memangkas rambut.

- Rambutmu tak terlalu panjang. - Bagaimana dengan perawatan wajah?

- Tanpa itu pun kau sudah tampan. - Kau dan aku memang sepemikiran.

Omong-omong, kau sudah cukup banyak menolakku.

Berilah aku nomor teleponmu. Maksudku telepon.

Mintalah nomor teleponku dari Dhani.

Sampai jumpa.

Menolakku lagi. Namun, itu awal yang bagus.

Senang bertemu dengan kalian semua.

Terima kasih. Sebenarnya...

- Kami yang senang, Bu. - Ya.

Bertemu denganmu bagai menemukan sebuah teka-teki lama.

Bukan teka-teki. Yang benar adalah "teman".

Semacam itulah, Bobby.

Ini kantor kami. Apa pendapatmu tentang tempat ini?

- Halo, Dhani. - Hai.

Perkenalkanlah, ini Dhani, penulis konten baru kita.

Aku tak membayangkan kau akan amat menyukai hasil kerjaku.

Kerja yang bagus pasti dihargai.

- Bisa ikut ke ruanganku? - Tentu.

RT, aku memang menyinggung soal Dhani.

Namun, aku tak minta dia diseret ke sini.

Dia tak punya pengalaman maupun pelatihan.

Tunggu.

Pengalaman selama delapan tahun, empat orang profesional bekerja sama.

Otakmu dan otakku juga.

Enam otak tak bisa melakukan apa yang gadis ini lakukan dalam sekejap.

Dia punya bakat alami. Dia membuatku malu.

Masa bodoh dengan pelatihan dan pengalamanmu.

Ini pekerjaan yang kreatif dan untuk ini, kau butuh pikiran yang kreatif.

Kita mendapatkannya. Silakan, Kepala.

Rishabh, kau menemukan berlian. Kau ingin itu membusuk di jalanan?

- Apalah. - Bukan apalah.

Dia bukan sebarang gadis.

Keberuntungan kita telah kembali kepada kita.

Percayalah kepadaku.

Orang yang hatiku anggap milikku

Orang yang hatiku anggap milikku

Sama sekali tak tahu

Namun, bumi dan langit Tahu yang sebenarnya

Orang yang hatiku anggap milikku

Orang yang hatiku anggap milikku

Sama sekali tak tahu

Namun, bumi dan langit Tahu yang sebenarnya

Kami memang telah bertatapan

Namun, kesopanan menghalangi kami

Perasaanku

Tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata

Kini, ada kegairahan tiap saat

Aku harus mencarinya

Untuknya, aku harus mencurahkan hatiku

Namun, di manakah dia berada?

Orang yang hatiku anggap milikku

Orang yang hatiku anggap milikku

Sama sekali tak tahu

Namun, bumi dan langit Tahu yang sebenarnya

Malam tampak telah berbunga

Ditemani oleh bulan

Aku jauh darinya Meski aku telah bertemu dengannya

Ya, aku telah melihatnya

Mengapa ada kerlip di mataku

Dan debar di jantungku?

Andai cinta terbangun di dalam hatinya

Lalu membawanya ke sini

Orang yang hatiku anggap milikku

Orang yang hatiku anggap milikku

Sama sekali tak tahu

Namun, bumi dan langit Tahu yang sebenarnya

Sepanjang hari dan malam, tiap saat

Aku mencarimu ke mana pun aku bisa

Aku telah dikalahkan

Kedua mataku kecewa

Kedua mataku ingin sekali melihatmu

Hatiku merindu

Tanpamu Cinta apa yang bisa kubicarakan?

Duniakulah yang telah dijarah

Orang yang hatiku anggap milikku

Orang yang hatiku anggap milikku

Dia hilang ke mana?

Betapa sepinya bumi dan langit

Dia hilang ke mana?

Betapa sepinya bumi dan langit

- Selamat pagi. - Selamat pagi, Dhani.

- Selamat pagi. Hai. - Hai.

- Selamat pagi. Hai. - Hai, Dhani.

- Hai, Dhani. - Pekerjaanmu sudah selesai?

- Hampir selesai. - Bagus.

Rishabh, bisakah kau melihat apa yang kulihat?

Tidak. Andai kau bisa melihat apa yang kulihat.

Seorang gadis polos yang bekerja dengan hati, bukan otaknya.

Gadis yang tak berpengalaman dalam kehidupan.

Namun, sejak dia menginjakkan kaki di kantor ini, situasi berubah.

Siapa pun yang gadis ini pilih dalam hidupnya,...

...dia akan memberi pria itu semua kebahagiaan. Benar, 'kan?

Ya.

Itu sebabnya dia harus berhenti bekerja dan menikahi pria yang rasional.

Mereka berdua akan amat bahagia.

Aku bukan anak kecil, RT.

Apa keadaan di kantor baik saja?

Ya, tetapi aku merasa...

...Rishabh amat terusik tiap kali dia berada di dekatku.

Dia menjaga jarak dariku, berusaha menghindariku.

Itu benar-benar mengusikku.

Dhani, pecahkan masalah itu atau lupakan dia dan jalani hidupmu.

Tak sesederhana itu, Mala.

Lebih baik ada di dekat pria yang kau cintai...

...dan merasa sedih...

...daripada menjauh darinya dan merasa sengsara.

Luar biasa!

Dhani, itu kalimat yang bagus!

Pemikiran yang hebat!

Lebih baik tetap bersamanya dan sedih daripada jauh darinya dan sengsara?

Apa kau tak malu menguping temanku?

Salah. Aku menguping temanku sendiri.

Kau tahu, Dhani?

Lebih baik mencoba daripada hanya menunggu.

Kau pasti akan berhasil.

Aku yakin kau akan melakukan yang terbaik.

Mala Sayang.

Tampan sekali!

Aku gadis yang nakal, Kau pemuda yang nakal

Kau terlalu cepat untuk janji temumu atau amat terlambat.

Aku tak terlalu cepat maupun terlambat.

Aku hanya datang dengan pengajuan untuk Mala.

- Pengajuan? - Ya.

- Berani sekali kau! - Bisakah kau diam?

Perusahaan kami memutuskan untuk semua proyek mendatang,...

Biarkan aku bicara dengannya. Kumohon.

Kau akan menjadi penata rambutnya.

Juga, aku akan menjadi atasanmu, RT, siapa lagi?

Apa kau sudah selesai?

Apa kau menerima pengajuanku?

Maksudku apa kita sepakat?

- Pemuda nakal! - Aku bukan pemuda nakal.

Bisakah kau bicara tanpa menyemprotku dengan air?

Namun, aku gadis yang nakal!

Aku menerimanya.

- Apa? - Pengajuan itu.

Baiklah! Pengajuan! Bagus sekali!

Biarkan aku bicara dengannya. Kumohon.

Agensi kami seperti sebuah keluarga besar...

...dan kau baru saja memasukinya. Anggota baru.

- Selamat. - Selamat.

- Kau baru saja memasuki hatiku. - Bobby!

- Minta dia melepaskan tanganku! - Bobby, lepaskan!

Tak bisakah kau bicara dengan benar? Ada apa denganmu?

- Menjauhlah dariku, paham? - Aku kecewa sekali.

- Jaga sikapmu! - Aku akan pergi!

Pergilah!

Ada apa dengannya?

Ada banyak tanaman di sini, tetapi dia tak menyiraminya.

Dia menyemprotku dengan air. Entah apa dia.

Lihatlah, dia kembali.

Aku membencimu.

- Apa yang kau coba lakukan? - Menciummu!

Bobby, masuklah.

Bagaimana kalian menangani pria ini? Atau wanita ini? Astaga.

Aku merasa dilecehkan.

Aku tak bisa memercayai ini.

- Ini kali pertama kau pergi ke Goa? - Ya.

Aku yakin kau akan menyukai tempat ini. Di sini menyenangkan.

- Kuharap begitu. - Kita hanya senggang hari ini.

Kita mulai syuting besok.

Bersantailah. Ini kamarmu.

- Terima kasih. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Dhani.

- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi.

- Kuharap aku tak mengganggumu. - Tidak, silakan.

Saat berbelanja hari ini,...

...aku melihat sesuatu yang mengingatkanku akan dirimu.

Ini untukmu.

Terima kasih, Dhani, tetapi aku tak menerima hadiah dari siapa pun.

Ini mungkin akan membantu dalam membangun Negeri Peri.

Terima kasih.

- Dhani. - Ya?

Apa kau siap untuk syuting besok?

- Ya? - Bu, pengambilan gambar sudah siap.

Dari mana mereka membawa para pendatang baru ini?

Aku ingin bicara kepada pemimpin produksi.

- Di mana dia? - Aku dari bagian produksi. Ada apa?

- Kau pendatang baru juga, 'kan? - Ya.

Di mana RT?

Dari mana kau?

Aku di sini menunggumu, Sayang. Katakan ada apa.

Lihatlah rambutku. Di mana penata rambutnya saat ini?

Di mana penata rambutnya? Mala, Sayang!

- Maaf. - Tenanglah.

Ini penata rambut baru kami, Mala. Ini model baru kita, Arshee.

Dia juga baru? Ada apa di sini?

Staf produksi baru, perias baru. Lihatlah dia.

Perlahan. Rambut nyonya ini akan rusak. Apa yang kau lakukan? Hati-hati.

Ya, Sayang, tadi aku berkata...

Kurasa pengambilan gambarmu siap. Lurus saja, lalu belok kanan. Silakan.

Baiklah. Terima kasih, RT.

- Kau sengaja menarik rambutnya. - Benarkah? Tidak.

- Kau berdusta. - Kau ingin aku jujur?

- Aku sengaja melakukannya. - Mengapa?

Aku benci kau menyenangkan siapa pun, kecuali aku.

Cemburu.

Tepat sekali!

Pemuda nakal. Aku cemburu.

Kau milikku! Mengapa kau menyenangkan gadis lain?

Lancang sekali kau!

Bobby Sayang, aku sudah mengatur semua hal untuk menyenangkanmu.

- Sungguh? - Sungguh. Berbaliklah.

- Membalik siapa? - Dirimu sendiri!

- Bagaimana? - Lihatlah! Hei, kau!

Matilah aku!

Mengapa dia selalu bergelayut padaku?

Siapa kau?

Buku ini bagus. Terima kasih.

Terima kasih.

- Bagaimana syutingnya? - Baik, tetapi modelnya tak tepat.

Dia?

Lihatlah, Bu, ini akan naik.

Ya.

Dia akan tampak bagus di TV. Jangan khawatir.

Kuharap tak ada masalah lain.

Lihatlah. Perlahan. Jangan ada ketegangan.

Awas!

Awas!

Aduh!

Dhani! Dhani!

Dhani, apa kau di kamar mandi?

Dhani!

Ada apa, Nyonya Dhani? Kau belum siap?

Kau tersesat di mana?

Di dalam pelukan Rishabh.

Aku tak bisa melukiskan perasaanku.

Rasanya seolah-olah menyentuh dia mengubah segalanya, termasuk diriku.

Mari pergi ke pesta dan mengubah Rishabh juga.

Ini waktu dan peluang yang tepat.

Beri tahu dia perasaanmu!

Aku diberi sebuah jantung

Hanya untuk mencintaimu

Aku diberi dua mata

Hanya untuk memandangmu

Astaga, tak pernah kubayangkan

Beginilah keadaanku dalam cinta

Aku diberi sebuah jantung

Hanya untuk mencintaimu

Aku diberi dua mata

Hanya untuk memandangmu

Mengapa aku merasa

Meski suasana telah berubah Hatiku tak tersentuh?

Tahap cinta apakah ini?

Aku tak merasa tenang barang sesaat

Kegilaan ini membuatku resah

Jantungku berdetak

Hanya untukmu

Aku diberi dua mata

Hanya untuk memandangmu

Jalur-jalur tempat kita jatuh cinta Kota-kota dalam mimpi kita

Ke mana pun aku memandang Aku hanya melihatmu

Aku tak bisa menahan perasaanku

Kaulah yang telah kuberi hati dan jiwaku

Sulit bagiku hidup tanpamu

Aku bernapas

Hanya untuk mencintaimu

Aku diberi dua mata

Hanya untuk memandangmu

Astaga, tak pernah kubayangkan

Beginilah keadaanku dalam cinta

Aku diberi hati

Hanya untuk mencintaimu

Hanya untuk mencintaimu

Hanya untuk mencintaimu

Baiklah, Pak John. Sampai jumpa.

Selamat pagi, Dhani.

Selamat pagi, Bu Braganza.

- Apa kabar? - Baik.

Bunga-bunga yang indah.

- Ini kubawa untuk ditaruh di mejamu. - Rupanya begitu.

Bunga-bunga yang lama sudah layu.

Aku tahu kau membawa bunga-bunga itu untuk siapa.

- Sakharam... - Ya, Bu?

Taruh bunga-bunga ini di ruangan Kepala. Hati-hati.

Baiklah, Bu.

Dhani!

Lekaslah. Kita akan memfinalisasi model Negeri Peri.

Ayo. Ini hari yang penting.

Negeri Peri?

Teman-teman.

Aku akan menunjukkan model rumah sakit anak...

...yang dibangun dengan teknologi modern.

Aku sudah mengurus semua fasilitasnya.

Lihatlah.

RUMAH SAKIT ANAK NEGERI PERI

Itu bagus...

- Bagus. - Bagus.

Bagus.

Itu bagus sekali. Aku senang.

Menurutku itu fantastis. Bagus sekali.

Apa pendapatmu, Dhani? Kau tak menyukainya?

Tidak, itu bagus.

Namun, apa yang bisa membuat anak-anak merasa itu istimewa?

Dhani, ini rumah sakit anak, bukan taman anak.

Dhani, kita semua sejajar di kantor ini.

Tolong lebih spesifik. Apa yang tak kau sukai?

Aku merasa itu kekurangan sesuatu.

Kau tahu apa tentang rumah sakit?

Menurutmu seharusnya bagaimana?

Aku tak bisa mengatakannya saat ini, tetapi...

Namun, hatimu tahu itu salah?

Bagus.

Jika kau sudah tahu apa yang benar, jangan lupa memberi tahu aku.

Mengapa kau bereaksi berlebihan terhadap Dhani?

Rishabh!

Halo, Tampan.

- Siapa yang menaruh bunga di sini? - Dhani.

Sejak dia tiba, atmosfernya...

Kau tahu aku alergi terhadap bunga.

- Tidak. - Buanglah bunga-bunga ini.

Baiklah, Kepala.

Kau alergi terhadap bunga atau terhadap Dhani?

Lihatlah wajahku baik-baik.

Apa aku tampak butuh nasihat atau saran?

Tidak.

- Apa lagi? - Kau tahu sesuatu, Rishabh?

Kau bukan melarikan diri dari Dhani.

Kau melarikan diri dari dirimu sendiri!

Kau takut Dhani akan membuka pintu yang kau tutup selamanya.

Rishabh, tak tahukah kau?

Pintu-pintu hati tak membuka atau menutup kapan pun mereka mau.

Dengar, yang kuinginkan saat ini adalah melempar telepon ini.

Juga, bunga-bunga ini!

Masalahnya, aku bisa berbuat sesukaku dengan hal-hal kecil ini.

Berkenaan dengan hal terpenting dalam hidupku, Pari,...

...andai aku bisa berbuat sesukaku. Aku takkan melepaskannya.

Pergilah. Kau punya pekerjaan.

Rishabh tak selalu seperti ini.

Seharusnya kau melihat dia saat Pari masih hidup.

Dia penuh kegembiraan dan kelakar. Itulah hidupnya.

Namun, semuanya sudah berakhir. Pari membawa pergi semua itu.

Apa yang terjadi pada Pari?

Dia tewas dalam kecelakaan mobil satu setengah tahun lalu.

Tak satu pun dari kami bisa melupakan duka atas kematiannya.

Namun, kami harus bangga akan apa yang dia lakukan.

Bangga akan apa?

Saat Pari yakin dia takkan selamat,...

...dia mendonasikan jantungnya kepada salah satu pasiennya.

Mendonasikan jantungnya? Kepada siapa?

Tak ada yang tahu.

Rishabh pun tak ingin diberi tahu.

Dia membenci orang yang memiliki jantung Pari.

Permisi.

Halo.

Baiklah. Sampai jumpa.

Ke mana perginya dia?

Ada apa, Dhani? Apa semua baik saja?

Mengapa kau tak memberitahuku aku diberi jantung dr. Parinita?

- Siapa yang memberitahumu itu? - Mengapa kau tak memberi tahu aku?

Dhani, aku tak memberitahumu...

...karena transplantasi jantung itu dilakukan di luar keinginan Rishabh.

Mengapa semua ini merisaukanmu?

Aku risau, dr. Shashi.

Jantung dr. Pari menuntunku ke tempat-tempat...

...yang tak seharusnya kudatangi.

Dhani, aku tak mengerti.

Dhani.

Apa kau mengerti sekarang? Jantungmu adalah milik Pari.

Itu sebabnya kau menyukai semua yang Pari sukai.

Kau membenci semua yang Pari benci.

Kau menyukai Rishabh sebab dia orang yang Pari cintai.

Orang-orang di kantor menyukaimu...

...sebab kau mengingatkan mereka akan Pari.

Juga, kau tak menyukai desain Negeri Peri...

...sebab hanya kau yang bisa membuat modelnya.

- Selamat pagi, Dhani. - Hai.

- Hai, Dhani. - Hai, Dhani.

Hai.

Negeri Peri? Aku antusias sekali.

RUMAH SAKIT ANAK NEGERI PERI MEMBUAT PERBEDAAN

RUMAH SAKIT ANAK NEGERI PERI

KANTIN

KANTIN

Itu bagus.

BANGSAL PRIBADI

TUNJUKKAN BAGIAN MANA YANG SAKIT!

Dhani, untuk sebuah rumah sakit anak,...

- Sempurna. - Diam!

Ini konsep yang sempurna.

Tak ada yang memikirkan kejiwaan anak sebaik ini.

Setidaknya, mereka akan mendapat sebagian besar kesenangan kehidupan.

- Terima kasih. - Ya, terima kasih.

- Kerja yang bagus, 'kan, Pak Pesta Teh? - Tripathi, bukan Pesta Teh!

Sekarang, jangan berkata kau sama sekali tak menyukainya.

Bagaimana dua orang bisa amat serupa?

Bagaimana dua orang bisa berpikiran sama persis?

Pari dan Dhani.

Dhani!

- Ada apa, Dhani? - Nenek.

Aku bermimpi amat buruk!

- Aku bermimpi... - Dhani, katakan yang sebenarnya.

Kumohon beri tahu aku.

Nenek, jantung yang berdetak di dalam tubuhku...

...adalah jantung Pari.

Dokter Parinita, istri Rishabh.

Astaga.

Nenek, aku mulai berpikir seperti Pari.

Seperti Pari, aku mulai jatuh cinta kepada Rishabh.

Dhani, apa Rishabh tahu soal ini?

Tidak, Nenek.

Dia membenci orang yang memiliki jantung Pari.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Aku terlalu mencintainya, Nenek.

Aku akan mati tanpa dirinya.

Nak, ini sebuah keajaiban. Jangan takut.

Jantung yang membawamu sejauh ini juga akan menunjukimu jalan.

Pari?

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku datang untuk mengatakan sesuatu kepadamu.

Seharusnya kau tak datang ke sini.

Maaf aku menerobos masuk seperti ini.

Namun, apa yang ingin kukatakan kepadamu...

- ...amat penting. - Dhani.

Mungkin dunia menganggap Pari sudah tiada.

Namun, bagiku, dia masih hidup.

Dia hidup di dalam hatiku, benakku, di dalam diriku.

Apa pun yang akan kau katakan kepadaku takkan ada bedanya bagiku.

Mengapa kau harus menyiksa dirimu dan diriku?

Kau tahu aku masih mencintai Pari.

Aku tak suka caramu menatapku.

Aku tak suka caramu bicara kepadaku.

Aku juga tak suka caramu memikirkan aku.

Dhani, aku tak mencintaimu maupun membencimu.

Sebelum aku mulai membencimu, kumohon pergilah.

Juga, jangan lagi memasuki hidup kami.

Dhani!

Dhani...

Dhani!

Rishabh.

Aku mencintaimu, Rishabh.

Dhani!

Dokter Shashi.

Cepat, Dokter! Bergegaslah!

Ayo, cepatlah! Ini keadaan darurat!

- Dokter Shashi. - Ya?

Apa yang terjadi?

- Apa yang terjadi? - Dhani datang ke rumahku...

...dan dia tiba-tiba pingsan.

Bagaimana kondisi Dhani sekarang?

Bagaimana keadaannya sekarang?

Apa semua baik saja?

Rishabh, Dhani... Dia...

- Dhani... - Dokter Shashi.

Apa yang terjadi kepada Dhani?

Katamu semua akan baik saja sekarang.

Nenek, Dhani sakit parah.

Kami berusaha sebisa kami, tetapi...

...tubuh Dhani menolak jantungnya.

Namun, kami berusaha sebisa kami.

- Dokter, kumohon. - Kumohon tenanglah.

Kumohon rawatlah Dhani.

Kumohon, Nenek. Kami sedang berusaha sebisa kami.

Tuhan, tolonglah dia.

Dokter Shashi, apa yang terjadi kepada Dhani?

Apa yang kau sembunyikan dariku?

Rishabh.

Dhani adalah gadis yang diberi jantung Pari-mu.

Aku takkan pernah meninggalkanmu.

Aku mencintaimu, Rishabh.

Aku mencintaimu, Rishabh.

Kau Rishabh, 'kan? Kau apakan Dhani?

Kau mengembalikan dia kepada keadaannya sebelumnya.

Apa kesalahannya sehingga kau menghukum dia?

Satu-satunya kesalahannya adalah mencintaimu.

Namun, tak ada yang bersikap sepertimu.

Sekarang, tolong pergilah dari sini.

Nenek.

Rishabh, tenanglah.

Kakak?

Sedang apa kau di sini, Rishabh? Kau harus mendampingi Dhani.

- Apa kau tahu jantung Dhani... - RT memberitahuku semuanya.

Namun, ini salah, Rishabh.

Kau juga menganggap aku melakukan kesalahan?

Pari direnggut dariku. Apa itu kesalahanku?

Jantungnya diberikan kepada orang lain. Apa itu kesalahanku?

Jantung Pari datang kepadaku menyamar sebagai Dhani.

Apa itu kesalahanku?

Jika kondisi Dhani sekarang begini, apa itu kesalahanku?

Mengapa semua orang menyalahkan aku?

Rishabh, kita kehilangan Ayah dan Ibu.

Itu bukan kesalahanmu.

Kita kehilangan Pari. Itu pun bukan kesalahanmu.

Namun, hanya kau yang bertanggung jawab...

...atas apa yang Dhani alami hari ini.

Setelah Pari wafat pun kau membuatnya tetap hidup.

Kau tak merelakan dia.

Doa-doa yang kau panjatkan demi cintamu...

...memaksa Tuhan mengubah keputusan-Nya.

Dia membuat Pari tetap hidup di dalam tubuh Dhani.

Kau juga membuktikan...

...meski manusia bisa mati, cinta tak pernah mati.

Entah kau menerima atau menolak keputusan Tuhan,...

...itu terserah kepadamu, Rishabh.

Nenek, kumohon tenanglah.

Kami sudah berusaha sebisa kami.

Tuhan!

Mengapa Tuhan memberi Dhani kesempatan baru untuk hidup,...

...tetapi mengambil detak jantungnya?

Pari.

Pari.

Hei, Pari.

Semua orang memberitahuku...

...jantungmulah yang berdetak di dalam tubuh Dhani.

Namun, aku tak memercayai itu.

Sebab jantung Pari tak pernah setuju akan merenggut apa pun.

Yang jantung Pari lakukan...

...hanya memberikan kehidupan dan menyebarkan cinta.

Jantung Pari memberitahuku Pari takkan meninggalkan aku...

...dan melupakan aku.

Jantung ini bahkan menolak tubuh Dhani hari ini.

Ia tak menemukan tempat untuk berdetak.

Ia sedang membunuh seorang gadis yang tak berdosa.

Ia merenggut seorang cucu dari neneknya yang malang.

Tidak, mustahil ini jantung Pari.

Saat ini, aku tak mengerti.

Aku harus mencari kehidupan bagi Dhani atau bagi Pari-ku?

Namun, jika jantung Pari telah menjadi sejahat ini,...

...aku tak mau jantung itu berdetak lagi.

Kita telah bersumpah akan bersama seumur hidup kita.

Namun, aku tak mau menghabiskan sesaat pun bersama jantung macam ini.

Kini, terserah kepadamulah kau akan hidup untuk apa.

Karena hari-hari yang telah berlalu saat aku hidup...

...atau masa depan saat aku juga hidup...

...tergantung pada keputusanmu.

Kau Pari-ku atau bukan?

Kumohon. Demi aku, bukalah matamu.

Kumohon.

Maaf aku butuh waktu lama untuk mengenalmu.

Kumohon.

Terima kasih.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku tak tahu...

...harus memelukmu sebagai Pari atau sebagai Dhani.

Ucapkan salam, Dhani.

Dhani!

- Apa yang terjadi, Rishabh? - Aku bermimpi amat buruk.

- Tentang apa? - Aku melihatmu menangis...

...dan menggeliat kesakitan.

Rishabh, mimpi buruk takkan terwujud.

Namun, aku ingin semua itu terwujud.

Mengapa?

Karena aku bermimpi tentang rasa sakit persalinanmu!

Rasa sakit saat melahirkan!

Tepat sembilan bulan dari sekarang, kau akan menjadi ibu anak-anakku!

Bukan satu, dua, tiga. Empat!

- Ibu anak-anakku! - Rishabh.

Aku diberi hati hanya untuk mencintaimu!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.