Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kamu sudah sadar?
Da Hae?
Tunggu, ini mimpi, bukan?
Apa? Bagaimana kamu bisa langsung tahu?
Karena kamu bicara omong kosong.
Ada takarir yang muncul di mana-mana.
Tunggu.
Kamu bisa saja meninggalkannya.
"Bahasa Korea"
Sudah.
Di sinilah aku, berharap bisa tiga bahasa, setidaknya dalam mimpiku.
Apa kita sedang tur?
Apa kita akan bepergian lagi?
Bepergian? Yang benar saja.
Selamat pagi, Para Penumpang.
Terima kasih sudah naik bersama kami hari ini.
Eun Sang? Sedang apa kamu di sini?
- Kereta kita - Apa ini?
- Apa dia melakukan cosplay? - meninggalkan kenyataan sedih
tempat kerja keras tidak dihargai.
Kini kita dalam perjalanan ke bulan, tujuan akhir kita.
Bulan?
Namun, karena kondisi ekonomi yang berubah drastis,
dan KOSPI, KOSDAQ, dan NASDAQ yang anjlok,
kereta kita kini menjauh dari tujuannya
dan kini menuju Stasiun Tabrakan.
Apa yang terjadi?
Pantulan pasar tidak pasti.
Karena sifat Stasiun Tabrakan,
kereta bisa mengalami turbulensi parah,
jadi, berhati-hatilah.
Mulai sekarang, hanya mereka yang bertahan yang akan menyintas.
Mulai saat ini, kereta kita dijadwalkan untuk jatuh tanpa henti.
Semua penumpang disarankan untuk bertahan hidup.
Aku mau turun.
Untuk pintu keluar,
tidak ada.
- Apa? - Sabuk pengaman.
Ji Song.
Sampai jumpa di titik terendah.
Tidak!
"Enderion"
Kereta kripto itu benar-benar luar biasa.
Aku baru mulai dan sudah bermimpi buruk?
Tidak!
"Episode 7: Seni Membeli Penurunan"
Seolah-olah sudah naik.
Selamat pagi.
Terima kasih atas makanannya.
Astaga.
Sejak aku menerima domba kecil yang menghabiskan uang seperti air
yang tidak punya tempat berlindung atau arah,
itu...
Bagaimanapun, sudah cukup lama.
Amin.
Namun, domba kecil ini tidak puas hanya dengan kamarnya.
Karena dia tidak mencuci piringnya sendiri,
atau pernah mengangkat jari untuk menyedot debu.
Dia mandi sekali dan membuat kamar mandi menjadi taman air.
- Hei, Kim Ji Song. - Penyalahgunaan AC dan pemanasnya
akan berkontribusi besar pada kenaikan tagihan listrik bulan ini.
Aku harus memanggangmu di tusukan, tapi itu pun tidak akan memuaskanku.
Tolong maafkan aku, karena aku berdosa.
Tapi dengan kemurahan hatiku, aku akan memaafkanmu kali ini.
Amin.
Cepat makan.
Tentang kripto itu...
Itu turun lebih banyak sejak kemarin.
Kamu yakin tidak apa-apa?
Jangan khawatir.
Penurunan kripto
berarti ini waktu yang tepat untuk membeli lebih banyak.
Kita tidak bekerja sekeras ini tanpa alasan.
Itu karena gaji kita tidak cukup.
Ini dia! Piring bersih!
Saat pasar naik, kamu hanya bisa melihat dari samping.
Kamu harus membeli
saat itu turun agar kamu tertawa saat mekar.
Mari kita bertahan sedikit lebih lama.
Masa depan yang lebih cerah menanti.
Ayo!
Aku menghargai kata-kata penyemangatmu, tapi...
Tetap saja, bukankah ini agak berlebihan?
Kamu pikir berdagang kripto itu mudah?
- Semacam itu? - Bagaimanapun menjalani hidupmu,
- hidup hanyalah kerja keras. - hidup ini hanya kerja keras.
Ayo.
Astaga, kenapa begini lagi? Kenapa tidak bisa?
Astaga, yang benar saja.
Apa?
"Ham Ji Woo"
Kamu sedang apa?
Kubilang, itu perjalanan bisnis. Aku bukan pergi bersenang-senang.
Apa? Sungguh, aku akan pergi ke Arab Saudi,
dan Ibu meminta putra Ibu melakukan sesuatu untuk Ibu?
Bukannya aku tidak mau, tapi...
Ya.
Baik.
Maaf jika terdengar seperti itu.
Baiklah.
"Jung Da Hae"
Baik, aku mengerti. Tanggal 24 pukul 19.00.
Baik. Baiklah.
Kenapa aku terdengar bahagia?
Setiap hari sama saja.
- Baik, aku mengerti. - Akan kututup, Bu. Sampai jumpa.
Ya, halo?
Kamu menikmati filmnya?
Apa?
- Ya. - Begitu rupanya.
Jadi, bagian mana yang paling kamu suka?
Begini...
Bagian saat sang ayah
bilang akan mengorbankan segalanya demi anak-anaknya.
Kalimat seperti itu sangat mengharukan.
Itu benar-benar menyentuh hatiku.
Tapi itu dari iklan yang mereka mainkan
sebelum filmnya dimulai.
Kamu pasti sangat terharu dengan iklan asuransi itu.
Jadi, ayah yang berkorban adalah jawaban yang salah.
Astaga, kamu sulit dipercaya.
Aku ingin bertemu denganmu sebentar sebelum perjalananku,
dan aku hampir tidak bisa pergi.
Maafkan aku.
Aku hanya sangat lelah.
Kenapa?
Apa ada masalah...
Apa ini tentang insiden itu?
Apa?
Insiden apa?
Itu...
"Hoppang Bite"
Jika aku tampak mencurigakan sekarang, habislah aku.
Astaga! Tunggu!
- Astaga. - Jung Da Hae...
- Apa yang kalian lakukan? - Apa?
Apa yang kamu lakukan? Kamu sudah gila?
Ini tidak seperti yang terlihat.
Rambutku tersangkut di kancing Dokter Ham.
Jadi, itu alasan yang kita pakai.
Apa yang kamu lakukan sampai rambutmu tersangkut seperti itu?
Menyapanya. Ya. Saat aku membungkuk.
Kamu menyuruh kami, Pak Ko, membungkuk 90 derajat kepada atasan.
Aku hanya melakukan yang diajarkan, dan kepalaku tersangkut.
- Benar, bukan? - Dia hanya bersikap hormat.
Apa yang kamu lakukan? Potong saja atau perbaiki!
- Aku akan membantumu. - Tidak apa-apa!
Aku tidak bisa keramas kemarin, jadi, mungkin baunya cukup busuk.
Kami akan mengurus ini berdua saja. Hanya kami berdua.
Benar.
Apa itu tadi? Kenapa Jung Da Hae dan Dokter Ham bersama?
Apa mereka berpacaran?
Apa kamu gila?
Apa ada alasan lain? Mungkin dia tahu rahasia kotor Dokter Ham?
Tidak mungkin.
Sepertinya Dokter Ham dalam masalah besar.
"Kim Tae Su"
- Jaga dirimu. - Katakan saja itu benar.
- Apa? - Jika orang terus mengganggumu,
katakan saja kita berpacaran.
Aku sama sekali tidak keberatan. Sebenarnya, lebih dari itu.
Sebenarnya aku ingin semua orang di perusahaan tahu.
Berpura-pura menjadi orang asing di kantor sungguh membuatku kesal.
Kamu tahu? Mungkin aku harus
mengungkapkan semuanya sendiri saja.
Tidak boleh, bukan?
Mungkin tidak. Benar.
Lakukan saja sesukamu, Da Hae.
Aku akan mengikuti arahanmu.
"Marron Confectionery"
Mereka bilang itu hanya bagus di awal.
Aku hampir gila.
Seolah-olah aku belum cukup lelah.
Hoppang Bite bodoh ini memperburuk keadaan.
Aku sangat lelah.
Astaga, aku berusaha keras untuk mengatakan itu.
Apa yang kamu tulis?
Seperti biasa.
Kubilang akan kutangkap layar itu untuk gugatan pencemaran nama baik.
Seharusnya kamu mengancam akan memenggal kepala mereka.
Tunggu sebentar. Jadi, pemasaran punya penonton yang salah?
- Kenapa ini salah kami? - Lalu salah siapa?
Ini salahmu
karena tidak bisa menangani pemasaran visioner sepertiku.
Kami tidak gagal mengimbangi.
Kami menolak. Karena itu norak.
Norak, ya? Kurasa kamu sangat berkelas.
- Apa? - Menyebutku murahan?
- Kamu mau selesaikan ini di luar? - Mau berkelahi sekarang?
- Baiklah, ayo! - Berkelahi?
Hei, kalian berdua, hentikan.
Ayolah, kita semua satu tim.
Jangan ikut campur, Pak Tua.
Astaga, aku benci bersikap sopan kepadamu.
Kenapa kamu terus menua setiap jam?
Ini meresahkan.
Hei! Aku menunjukkan KTP-ku di rumahku saat kita minum.
Aku setahun lebih muda darimu.
Pelankan suaramu. Apa ini? Di mana kesalahan kami?
Aku tidak tahu soal itu,
tapi penurunan penjualan ini bukan salah kami.
Kami sudah melakukan bagian kami.
Kamu pikir kami tidak?
Jjokko Jjokko Jjong! Mellong Pong!
Kami meluncurkan kampanye dan melakukan promosi daring dan luring.
Akan kukatakan, apa pun lebih baik daripada suara "poot" menyebalkan.
Kurasa mengulang namanya akan lebih baik.
Jjok-ko-ko-ko, Mel-long-long-long.
Tidak, aku akan membuatnya sederhana. Lihat? Chocong! Melong!
Lihat? Bersih dan sederhana!
Lihat betapa noraknya itu.
Ini Jjokko Jjokko! Mellong Mellong!
Sudah kubilang berkali-kali, ini dia.
Hei! Cukup. Duduklah.
Kalian harus melihatnya sendiri.
Hei, Nona Gembil.
Nona Gembil, di mana kamu? Hei, Nona Gembil!
Ya?
Tampilkan video kampanye kita.
Mereka harus melihatnya.
- Ya. - Ini, lihat ini.
- Baiklah, mari kita lihat. - Astaga, aku bersumpah...
"Enderion"
"Enderion"
Matikan!
Matikan.
Apa ini?
"Enderion"
Matikan!
- Hei! - Apa? Ada apa?
Matikan!
"Enderion"
Maafkan aku.
Kenapa tidak mau mati?
- Tunggu sebentar. - Hei!
Cabut kabelnya!
Cepat!
Cabut kabelnya, benar!
Da Hae, kamu berinvestasi dalam kripto?
Luar biasa.
Selalu ada sesuatu denganmu.
Selalu ada sesuatu.
Tapi bagaimana aku bisa melakukan semua ini
Seekor ulat pinus makan daun pinus,
dan seorang pegawai hidup dengan gaji mereka.
Untuk mendapatkan gajimu, kamu harus bekerja.
Mereka yang tidak bekerja tidak boleh makan. Kamu belum dengar itu?
Dengan pekerjaan sebanyak ini, aku tidak akan sempat makan.
Apa? Tidak ada waktu untuk makan? Mungkin kamu harus mengurangi makan.
Kamu makan terlalu banyak. Itu alasanmu tidak punya waktu. Pergi.
Baiklah.
Berapa banyak yang dia makan?
Anak-anak zaman sekarang sangat serakah, selalu ingin cepat kaya.
Aku tidak tahan melihatnya.
Tae Su, kamu masih muda. Bagaimana denganmu?
Uang yang kedua bagiku. Ketekunan dan ketulusan.
Benar. Ketekunan dan ketulusan. Itu sebabnya aku menyukaimu.
- Terima kasih. - Begitulah seharusnya orang-orang.
Anak-anak zaman sekarang tidak paham. Selalu mencari skor besar.
Pukulan itu "satu pukulan" yang mereka butuhkan. Mereka semua gila.
"Memo: 23 April, 67 poin"
"Jinja, Masakan Jepang"
- Astaga, pinggangnya kecil sekali. - Sial, aku hampir terlambat.
- Kamu datang. - Astaga.
Apa aku benar-benar harus ketahuan?
Astaga, entahlah. Mungkin aku dikutuk tahun ini.
Bukankah Pak Ko memarahimu?
"Kenapa kamu berdagang kripto?" "Berusaha mendapatkan jackpot?"
"Anak-anak zaman sekarang terlalu serakah." Ya, omelan sudah dimulai.
Aku juga mengatakan hal yang sama.
Hei. Kamu benci kripto.
Dia benci karena aku yang suka kripto.
Itu sama sekali tidak sama.
- Apa maksudmu? - Menurutmu apa artinya?
Maksudku Ko Dae Young tidak menghormatiku.
Astaga, menurutmu kenapa dia memanggilku Nona Gembil?
Apa aku terlihat sedikit bulat bagimu?
Alasan dia memanggilku Nona Gembil adalah
cuplikan bagaimana dia berencana menggangguku.
- Aku bahkan tidak menyadarinya. - Dasar berengsek.
"Berengsek" bukan kata yang cukup kuat untuk pria seperti itu.
Dia berengsek, bedebah, dan sialan, tempat sampah berbahaya,
dan wajah yang tidak ingin kamu lihat lagi.
Ini tampak bagus.
- Selamat datang! - Cukup bagus, bukan?
Habislah kita.
Ayo duduk.
Astaga, suasana tempat ini bagus, bukan?
Pemandangan malamnya luar biasa, bukan?
Dari semua tempat, kenapa bedebah itu harus datang ke sini?
Kalian tahu kita tidak boleh punya pekerjaan sampingan, bukan?
Ingat Nona Jin dari Bahan-bahan?
Gajinya dipotong tiga bulan karena mengerjakan novel web
sebagai pekerjaan sampingan di situs portal.
Tiga bulan?
Novel apa yang dia tulis?
Drama kantor, yang bawahan membawa bosnya...
Jatuh cinta?
- Romansa? - Tidak mungkin.
Dia berurusan dengan iblis untuk membunuhnya.
Fantasi.
Terdengar lebih seperti dokumenter.
Jika mereka tahu kita bekerja paruh waktu, habislah kita.
Pak Ko sudah mengusikku.
Jika dia tahu soal ini...
Permisi! Kami siap memesan!
- Silakan pilih. - Apa yang harus kita pesan?
Astaga, kenapa mereka lama sekali?
Permisi!
Sudah siap memesan?
Sial, kakiku sakit sekali.
Dua Menu A.
Baik.
Apa anak nakal baru saja mencatat pesanan kita?
Aku hampir memberinya uang makan siangku.
Omong-omong, Pak Ko, bagaimana pekerjaanmu?
Anggap saja perusahaan akan hancur tanpa aku.
Benarkah itu?
- Boleh aku minta air? - Ya!
Astaga, kamu mengejutkanku!
Ini airmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Tempat ini penuh karakter.
Bagaimana dengan timmu? Bagaimana mereka?
Apa yang bisa kamu harapkan dari mereka?
Astaga, hei, bisa pesan minuman?
- Aku terlalu takut untuk memesan. - Permisi. Kami ingin minum.
Kenapa? Apa anggota timmu menyulitkanmu?
Kita tinggal di negara anggota OECD,
salah satu sepuluh ekonomi terbaik di dunia,
tapi mereka mempertaruhkan semuanya pada judi seperti saham dan kripto.
Jika orang seperti kita membangun pilar perekonomian ini,
kamu pikir mereka bisa bertahan hanya dengan bekerja biasa.
Tapi orang bodoh berkepala kosong itu selalu mengejar "Satu Pukulan".
Mereka hanya mau sukses! Yang mereka butuhkan adalah pukulan di kepala.
Astaga. Aku tidak tahan melihat mereka.
Hei.
Kenapa kamu keluar lagi?
Aku tidak ingin bersikap baik kepada mereka.
Pergilah.
- Permisi, bisa minta menunya? - Ya, segera.
Ada apa?
Ada apa dengannya?
Ada apa? Kamu tersedak?
Tunggu, apa yang terjadi? Ada apa?
- Hei! - Permisi!
Pak! Aku ingin kamu berdiri. Berdiri!
Tunggu sebentar. Aku harus bagaimana?
Aku masih hidup.
Aku pergi ke sisi lain dan kembali.
Aku bahkan melihat hantu.
Hantu?
Astaga. Hampir saja.
"Jinja, Masakan Jepang"
- Kerja bagus malam ini. - Kalian semua bekerja dengan baik.
Da Hae. Ini untukmu.
Apa? Apa ini?
Ini tip. Ini dari pria yang kamu selamatkan tadi.
Dia meninggalkannya untukmu saat keluar.
Apa? Pak Ko? Maksudku...
Maksudmu pria itu memberinya tip?
Kenapa tidak? Dia pantas mendapatkannya.
- Da Hae menyelamatkan nyawanya. - Tidak, itu bukan apa-apa.
- Ayo, ambillah. - Tapi...
Berapa itu?
Ayo, bukalah.
Hei, jangan berisik...
- Lima ratus dolar? - Lima ratus dolar?
Tunggu, apa ini sungguhan?
Jadi, maksudmu Pak Ko memberinya 500 dolar sebagai tip?
- Menurutmu ini palsu? - Apa?
- Berikan. Aku harus kembalikan. - Apa?
Apa? Kenapa?
Apa maksudmu? Kamu akan menerima uang dari bedebah itu?
Uang adalah uang, dari mana pun sumbernya.
Siapa yang peduli siapa yang memberikannya?
Benar. Kamu tidak mencurinya darinya.
Pak Ko mabuk berat.
Dia pasti tidak berpikir jernih.
Tetap saja...
Lupakan saja.
Bagaimana jika dia datang dan memintanya kembali?
Kita harus mengembalikannya sebelum ini menjadi masalah.
- Bagaimana caranya? - Bagaimana caranya?
Dia tidak boleh tahu kita punya pekerjaan sampingan.
Kamu tidak bisa mendatanginya dan berkata,
"Hei, ini. Ini tip yang kamu berikan kepadaku."
Jadi, bagaimana kamu akan mengembalikannya diam-diam?
Ayolah. Sesulit apa mengembalikan satu amplop uang tunai?
Aku akan menyelesaikannya sebelum makan siang besok.
Lihat saja nanti.
Astaga, Da Hae terkadang sangat aneh. Kamu tahu?
Jika itu aku, aku akan berterima kasih banyak,
dan mengambil uangnya.
- Ji Song. - Bayangkan
jika dia berinvestasi dalam kripto.
Astaga. Dia bisa saja rehat dari pekerjaan.
Ji Song.
Dengar, aku sangat menyukainya.
Tapi terkadang aku mencemaskannya.
Bagaimana dia bertahan di dunia ini dengan prinsip yang keras kepala?
Ini masalah besar. Sangat besar.
Kim Ji Song.
"Tagihan listrik, Pemberitahuan Terakhir"
Apa pendapatmu soal ini?
Tagihan listrik bulan ini sebesar 250 dolar.
Apa pendapatmu soal itu?
Aku tidak percaya aku bertanggung jawab untuk itu.
Apa maksudmu, bukan kamu?
Kamu menyalakan AC saat kamu kepanasan,
lalu kamu bilang kamu kedinginan dan menyalakan selimut listrik.
kamu melakukan semua omong kosong konyol itu, dan sekarang lihat ini!
Aku bahkan memberimu kamar sendiri dan ini caramu membalasku?
Tapi...
- Kamu yang bayar mulai sekarang. - Apa?
Semua yang kamu makan, pakai, dan gunakan di rumah ini
Aku akan mengambil kembali setiap sen darimu.
Uang sakuku tidak akan membantu keuangan kita.
Mungkin itu akan membantumu sadar.
Dari orang yang memberiku 8.000 dolar untuk kripto?
Kamu sangat picik.
Dengar, seperti yang sudah kubilang berkali-kali,
itu investasi.
Menghabiskan uang untuk keuntungan di masa depan.
Tapi yang kamu lakukan adalah pemborosan.
Menghabiskan uang untuk kesenangan instan.
Keduanya sangat berbeda,
dan aku tidak berniat membiarkannya.
Jadi, bayarlah.
Saus tomat di corn dog-mu! Kamu juga harus membayar untuk itu!
- Kamu picik sekali. - Bayar sebelum makan!
- Aku tidak mau membayar! - Bayar! Bayar sebelum kamu makan!
Menjauhlah dariku.
Tidak.
Kurasa aku akan ke sana.
Setidaknya lepaskan tinjumu dahulu!
Tunggu, Eun Sang!
Hei!
Ayolah, Eun Sang!
Hei, menurutmu ini lucu?
Ini mudah.
Bagaimana perasaan kalian hari ini?
Baik!
Baiklah, mari kita jalani hari yang energik.
Ayo!
Astaga, lihat kekacauan ini.
Apa?
Ko Dae Young sudah bekerja keras.
"Saatnya menghancurkan"
"Semuanya menghancurkan"
Pak Ko, kamu mau ke mana?
Membuang ini. Kenapa?
- Biar aku saja. Akan kulakukan. - Benarkah, Nona Gembil?
Ya. Sebenarnya ada beberapa hal yang harus kuatur, jadi...
Aku ingin melakukannya. Aku akan mengurusnya.
Baiklah, kalau begitu. Baiklah.
Da Hae, bisa bawakan ini untukku juga?
Apa?
Kalau begitu, tolong bawa ini juga.
- Terima kasih banyak. - Tunggu.
Mari mulai rapat kita saat Nona Gembil kembali.
- Aku mengerti. - Baiklah.
Aku tidak peduli apa itu.
Jika kamu punya ide, katakan saja.
Mengerti? Aku berjanji tidak akan marah.
Itu dia.
Aku bisa menyelipkannya ke saku setelannya.
Pemasaran pemengaruh.
Pemengaruh? Itu tren tahun lalu! Astaga.
Sampai kapan kita akan mengandalkan pemasaran selebritas?
Bagaimana dengan toko kaget?
Kamu tidak tahu toko kaget itu mahal?
Bagaimana dengan margin keuntungan kita?
Kamu tidak punya ide?
Sungguh, ada apa dengan kalian?
Karena penjualan kuartal kedua kita menurun,
dan semua orang sudah mengincar darah kita,
kamu juga akan merusak peluncuran Cocomishu?
Kalian hanya ingin jatuh bersama?
Haruskah kita melompat dari jembatan?
Apa? Kenapa sakunya tertutup rapat?
Apa?
Apa ini?
- Apa itu tadi? - Maaf,
Pak Ko. Aku melihat sesuatu.
Aku bahkan tidak menyadarinya. Saku jaket ini dijahit rapat.
Kamu tidak tahu membuka sakunya merusak siluetnya?
Maafkan aku.
Kamu pikir "maaf" memperbaiki segalanya? Apa?
Aku tidak bisa bernapas di sini.
Kamu mau ke mana?
Aku cuti setengah hari. Jangan bermalas-malasan selagi aku pergi.
- Masing-masing sepuluh ide. Besok. - Baik, Pak.
Bahkan untuk pria yang terobsesi dengan siluet,
saku celananya tidak mungkin dijahit.
Astaga.
Astaga, itu membuatku takut.
Jika aku memasukkan ini ke saku belakangnya...
Sial...
Pak Ko.
Apa itu, Da Hae? Kamu menyentuh bokongku?
Tidak.
Apa yang kamu lakukan, menyentuh bokongku?
Tidak, bukan begitu. Amplopnya hanya menyenggol...
- Amplop? - Tidak, bukan itu maksudku.
Pak Ko, ada apa dengan pakaiannya?
Aku akan bersepeda. Untuk berpikir. Apa? Ada masalah dengan itu?
Tidak. Bukan itu maksudku.
Astaga, Pak Ko. Kamu pasti berolahraga sangat keras.
Pakaian itu cocok untukmu. Kurasa aku terlalu dekat mengaguminya.
Mungkin aku harus mengikuti contohmu dan mulai berolahraga.
Yang benar saja.
Nona Gembil, saat kamu bersikap seperti ini, aku tidak yakin
- Itu menempatkanku di posisi sulit. - Apa?
Saat kamu mendatangiku seperti ini, apa yang harus kulakukan?
Kamu tidak perlu melakukan apa pun.
Tapi ini kantor! Kamu tidak boleh menyentuh bokongku.
Tidak, aku tidak bermaksud...
Aku tidak mencoba menyentuhmu...
Berapa usianya?
Apa?
Apa maksudmu?
Tidak, maksudku putrimu, Eun Sang.
Aku bertanya berapa usianya.
Apa?
Aku sudah bolak-balik memikirkannya.
Dengan boneka di monitormu,
dan gantungan kunci karakter yang selalu kau bawa.
Melihat itu, kupikir kamu punya anak seusia putriku.
Tapi kamu tidak pernah membicarakan keluargamu,
jadi, aku tidak yakin.
Tapi belakangan ini, aku yakin firasatku benar.
Ini menunjukkan "putri kecil", bukan?
Ini noda saus tomat.
Ini tidak mau hilang saat dicuci.
- Jadi, berapa usia putrimu? - Usianya enam tahun.
Dia yang termanis sekarang.
Sepertinya dia dan Ji Song memiliki usia mental yang sama.
Ini, ambillah.
Putriku dahulu menyukai ini.
Tapi sekarang dia bahkan tidak mau melihatnya.
Aku memikirkanmu,
- jadi, kubawa hanya untukmu. - Aku tidak mungkin...
Tidak, kamu harus mengambilnya. Mereka tidak membuat ini lagi,
jadi, itu dijual kembali dengan harga premium.
Itu barang kolektor, jadi, kumohon
berikan ke putrimu, ya?
- Mengerti? - Ya.
Belahan rambut.
Cambang. Rapi. Lensa kontak idola.
Dasi.
Sabuk.
Kacamata baru.
Baiklah. Mari kita lakukan.
Itu terus jatuh.
Astaga. Apa benar untuk terus berinvestasi?
Ji Song, kamu belum pergi makan siang?
Ya, aku tidak berselera makan.
Hei, Ji Song. Rambutku...
Kamu baik-baik saja?
Apa?
Tidak, bukan begitu. Lalu bagaimana dengan mataku?
- Apa kamu kesakitan? - Tidak.
- Lalu bagaimana dengan hidungku... - Ada apa? Apa?
Ada apa dengan hidungmu?
Kamu dipukul?
Tidak. Aku ingin merapikan diri.
Apa?
Kenapa tiba-tiba?
Astaga, Pak Oh, apa yang terjadi?
Ada apa dengan hidungmu?
- Jangan bilang kamu memakai filler. - Apa?
Itukah yang kulakukan? Filler?
Astaga, apa ini? Kamu benar-benar dioperasi?
Tapi kenapa?
Aku hanya...
Jangan bilang karena Ji Song.
- Apa? - Tidak, bukan seperti itu.
Itu baru cinta sejati. Itulah yang kusebut cinta sejati.
Ji Song.
Beri saja Asisten Manajer Oh kesempatan.
Di mana lagi kamu akan menemukan pria yang setia kepadamu?
Hei!
Ji Song,
aku sungguh tidak ingin menekanmu.
Nikmati makan siangmu!
Ini jam makan siang.
Tapi...
Ji Song.
Menyerah saja. Aku belum pernah melihat orang sekasar itu.
Astaga, Asisten Manajer Jo, kamu harus berhenti.
Aku hanya...
Ini pilihanku sendiri untuk menyukainya.
Kenapa kamu menyebut Ji Song kasar?
Astaga.
Sulit dipercaya.
- Situs barang bekas? - Ya.
Itu barang edisi terbatas, jadi, aku bisa menjualnya lebih mahal.
Lalu kenapa tidak menyimpannya? Cantik sekali.
Sebaiknya tidak. Itu hanya akan menjadi pengingat yang menyakitkan.
Bagaimana denganmu?
Apa?
Apa yang kamu katakan kemarin? Tentang amplop itu mudah?
Kamu bilang akan menyelesaikannya sebelum makan siang?
Bagaimana aku tahu saku di setelannya dijahit rapat?
Bagaimana aku tahu bedebah itu tiba-tiba memakai pakaian bersepeda?
Kenapa kamu tidak meminta bantuan restoran?
Minta pemiliknya mengembalikannya untukmu.
Aku sudah mencoba menelepon.
Tapi tampaknya, Pak Ko sudah menelepon restoran.
Dia ingin mentraktir makan untuk penyelamatnya
dan akan segera kembali.
Dia tidak tampak seperti orang yang sangat sopan.
Entahlah. Jika dia muncul, aku tidak bisa menghindarinya.
Penyamaranku akan terbongkar.
Jadi, kenapa kamu berusaha keras mengembalikannya?
Jika itu aku, aku akan berinvestasi dalam kripto.
Bayangkan jika kamu menggandakannya.
Aku suka sikap bersemangatmu itu.
- Sekarang kamu katakan. - Apa? Katakan apa?
Aku serius, kenapa kamu berusaha begitu keras?
Ada alasan yang tidak kamu bilang sampai harus mengembalikan uangnya?
Tidak, tentu saja tidak ada alasan khusus.
Aku hanya tidak mau mengambil sepeser pun dari Pak Ko.
Portofolio kripto sakralku
tidak boleh dinodai oleh orang seperti Ko Dae Young.
Siapa yang peduli kamu tidak mau? Kamu harus punya cara melakukannya.
Pasti ada cara.
Aku akan menunggu kesempatan dan memasukkannya ke tasnya.
Benar. Aku sungguh berharap kamu berhasil.
Tapi
kenapa orang-orang itu terus berbisik?
Menurutmu Da Hae dan Dokter Ham berpacaran?
Ayolah. Dokter Ham tidak akan tertarik.
Tapi siapa Hoppang Bite?
Siapa pun itu, sepertinya dia tahu urusan semua orang.
Itu membuatku takut.
Ayolah, mungkin dia pegawai lain.
Apa yang perlu ditakutkan?
Tidak ada yang kamu sembunyikan, bukan? Beri tahu kami.
Kamu bahkan tidak pernah mengambil kopi instan
dari ruang istirahat, bukan?
Apa yang kamu bicarakan, kopi instan?
Da Hee tidak menginginkan apa pun di dunia ini.
Itu tidak sepenuhnya benar.
Kalian sudah dengar? Ada pasangan kantor baru di SDM.
Aku akan mengambil ini.
- Ini bantu membersihkan sistemmu. - Ini, makanlah punyaku.
- Aku tidak menyukainya. - Ayo.
"Haha pergi lebih dahulu"
Bisakah kamu menurunkan harganya?
Bukankah tidak sopan menanyakan itu tanpa menyapa?
Maafkan aku.
Halo. Bisa turunkan harganya?
Seperti yang kamu tahu, ini tidak diproduksi lagi,
jadi, harganya premium di pasar penjualan kembali.
Begitu rupanya.
Jadi, apa harganya bisa ditawar?
Apa masalahmu?
Jika kamu tidak mau membelinya, aku akan beralih ke orang berikut.
Astaga, itu tidak boleh terjadi.
Bisa ceritakan kondisinya? Apa ada goresan?
Tidak.
Aku tidak keberatan dengan goresan. Kamu tidak bisa memberiku diskon?
Si pelit ini benar-benar psikopat.
Aku pulang.
Hei. Dari mana saja kamu?
Apa itu?
Aku ada pekerjaan besok pagi.
Aku mempromosikan pembukaan toko baru.
- Ini dia! - Hal-hal yang kamu lakukan.
Kamu harus berusaha semampumu selagi masih muda.
Bagaimana lagi kita membayar air dan pemanas di rumah ini, bukan?
Kamu menaruh kata sandi di Wi-Fi?
Harganya 50 sen untuk internet.
Astaga, kamu pelit sekali!
Akan kumasukkan ke tagihanmu.
Perih.
Astaga, darah...
Apa ada kotak P3K di sekitar sini?
"Pengembalian dana selesai?"
"Marron Confectionery"
Keluhan resmi?
Terhadapku? Tunggu, siapa yang mengajukannya?
Keluhannya diajukan secara anonim.
Kami tidak bisa mengabaikan masalah sensitif, jadi, kami minta bertemu.
Kami akan menghargai kerja samamu.
Apa ini tentang unggahan di papan pesan perusahaan?
Apa?
Hal itu...
Itu bahkan tidak benar, tapi...
Meskipun benar, apa salahnya dua orang dewasa yang setuju berkencan?
Posisi mereka yang berbeda tidak penting.
Ceritanya berbeda jika hubungannya sepihak.
Ini tidak sepihak.
Kamu pernah melakukan kontak fisik yang tidak diperlukan dengan Pak Ko?
Pak Ko?
Ya, aku pernah melakukan kontak, tapi itu diperlukan.
Apa kontak itu disengaja?
- Tidak bisa bilang tidak disengaja. - Apa niatmu tidak pantas?
Apa maksudmu?
Nona Jung Da Hae.
Aku akan bertanya langsung.
Apa kamu menyukai Pak Ko?
Apa kamu menyukai Pak Ko?
Nona Jung Da Hae?
Maafkan aku.
Aku hanya mempertimbangkan untuk melompat keluar jendela.
Pak Ko, kamu baik-baik saja?
Astaga, kamu pasti sangat kesal hingga mengajukan keluhan resmi.
Menjadi setampan ini adalah kutukan.
Itu sebabnya aku menikah muda.
Aku bersumpah.
Aku tidak berpikir bahwa sebagai pria yang sudah menikah,
aku masih membakar hati wanita.
Kalian awasi Nona Gembil.
Ocehan kripto-nya menyedihkan. Mengerti?
Baik, Pak. Aku mengerti. Kami akan terus mengawasi.
Kami akan mengawasi Da Hae. Astaga, kamu mengagetkanku!
Da Hae.
Da Hae.
Pak Ko,
kita harus bicara.
Apa ini? Kenapa kamu bertepuk tangan?
Ini semua berkat kamu.
Peringkat nomor satu negara kita yang konsisten
di antara negara OECD dalam kategori ini adalah
berkat kamu, Pak Ko.
Kategori apa itu?
- Tingkat bunuh diri. - Apa?
Aku baru datang dari komite keluhan.
Aku hampir melompat keluar jendela karena sangat marah.
Jadi, apa maksudmu?
Maksudku?
Jika ada yang harus dipanggil untuk diinterogasi,
seharusnya kamu, bukan aku.
Aku tidak mencoba menyentuhmu.
Aku berusaha mengembalikan tipmu.
Lalu orang yang menyelamatkanku...
Ya. Aku yang menyelamatkanmu hari itu.
Aku juga orang
yang melihatmu menjual dokumen rahasia perusahaan.
Menjualnya? Apa? Apa yang kamu lihat?
- Astaga. - Pak Ko! Tunggu. Sebentar.
Apa?
Tunggu sebentar.
- Kamu ceroboh sekali. Apa ini? - Apa ada sesuatu di tubuhku?
Astaga, berjalan-jalan dengan noda itu.
Hei, apa yang kamu lakukan? Sudah kubilang jangan lakukan ini.
Bahkan rencana pengembangan produk!
Ayolah, ini hanya sedikit.
Mengerti? Ini tidak banyak.
Ambil saja. Anggap saja sebagai apresiasiku.
Yang kamu lihat itu kesalahpahaman. Aku hanya menasihati junior.
Kamu pikir aku dapat bayaran besar?
Aku tidak serakah sepertimu, Nona Gembil. Aku tidak serakah begitu.
Apa salahnya aku sedikit ambisius?
Kamu bisa serakah sesukamu,
jadi, kenapa salah jika aku berinvestasi dalam kripto?
Berdagang kripto atau semacamnya, bukankah tanganku
lebih bersih darimu?
Kamu mulai lagi, Nona Gembil!
Kamu tahu?
Dahulu aku mengagumimu.
Gaya kerjamu membuatku gila,
tapi ada hal-hal yang kuhormati.
Meskipun aku berpura-pura tidak peduli,
aku masih bekerja lebih keras
karena aku ingin kamu memujiku, sekali saja.
Itu Nona Kang...
Kamu pekerja keras.
Aku suka yang kulihat. Teruskan.
- Selamat malam. - Ya.
Tapi kamu selalu bilang itu tidak cukup,
jadi, aku mencurahkan semua yang kumiliki ke dalam pekerjaan.
Waktuku.
Semangatku. Usahaku.
Semua ketekunanku.
Kamu tidak bisa lebih baik dari ini?
Jika tidak bisa melakukannya dengan benar, berusahalah lebih keras!
Itu tidak sulit. Lakukan saja! Tidak ada formula ajaib!
Kamu hanya perlu menghadapinya.
Kamu mungkin berpikir itu tidak berharga,
tapi itu segalanya bagiku.
Tidak bagi ibuku sendiri,
tidak bagi teman atau pacar, tapi bagi bosku di kantor.
Aku memberikan lebih banyak diriku kepadamu daripada siapa pun.
Jadi, tolong pahami satu hal.
Kamu adalah
panutan pertama seseorang saat memulai karier mereka.
Panutan seharusnya memberi,
bukan mengambil.
Jadi, kumohon.
Semangat sekecil apa pun yang tersisa dariku,
tolong jangan renggut itu dariku juga.
Kumohon.
Tolong jangan renggut itu dariku.
Kumohon.
Kumohon. Mengerti?
Tunggu...
"'Shooting Star'"
"Aku sangat merindukanmu hari ini!"
"Kamu tidak merindukanku, Dokter Ham?"
"Cepatlah kembali. Banyak yang ingin kuceritakan"
Yang ini bernilai 100 poin.
Dokter Ham,
Arab Saudi ada di Mars atau Venus?
Dia tidak menelepon atau mengirim pesan.
Kejam sekali.
Kamu menjelek-jelekkanku saat aku tidak ada?
Aku merindukanmu.
Aku juga merindukanmu.
Aku mencemaskanmu.
Kupikir mungkin karena unggahan daring itu,
kamu mungkin merasa terluka.
Kamu tampak kurang sehat sebelum aku pergi.
Tidak juga.
Dan aku tidak enak badan karena hal lain.
Apa itu?
- Aku dapat pekerjaan sampingan. - Benarkah? Kenapa?
Untuk apa aku bekerja sampingan? Tentu saja untuk menghasilkan uang.
Tapi kamu mendapat gaji. Apa itu tidak cukup?
Itu lebih dari cukup untuk seseorang
yang mendapat bonus 500.000 dolar, bukan?
Aku tidak menyindir. Aku bercanda.
Sungguh, aku hanya bercanda.
Bukankah pekerjaanmu berat?
Tentu saja.
Dibayar hanya tujuh dolar per jam
untuk melakukan dua, bahkan tiga pekerjaan, sama sekali tidak mudah.
Tapi tetap saja, aku punya tujuan.
Ada apa?
Aku merasa agak ditinggalkan.
Dengan tulisanmu atau pekerjaanmu, saat kamu kesulitan,
aku bahkan tidak bisa menemanimu.
Selain itu,
kamu tipe orang yang hanya menghadapi
semuanya sendiri.
Jadi,
tidak ada yang bisa kulakukan, bukan?
Tunggu.
Ini.
Tae Su memberi semua orang donat kecuali aku.
Kim Ji Song bilang berat badanku bertambah. 67 poin.
24 April. Pak Ko mengomeliku.
77 poin. 25 April, hari ini.
Pak Ko keras kepadaku lagi. 99 poin.
Setelah kupikir lagi, yang ini 100. Seratus sempurna.
Apa ini?
Aku menuliskan semua yang membuatku kesal
agar aku bisa memberitahumu yang terburuk saat melihatmu.
Karena skor hari ini 100 poin,
ini momen paling menjengkelkan.
Saat ini,
aku tidak terlalu tegar, bukan?
Jadi, sekarang, aku
membiarkanmu melihat sisi rentanku.
Jadi...
Kalau begitu, lakukan sesuatu jika perlu.
Aku harus tetap menutupnya.
- Melakukan apa? - Mulutku.
Hai, silakan ambil ini. Terima kasih.
Halo, toko kami sudah buka. Terima kasih.
Apa? Astaga, jatuh lagi.
Halo! Silakan ambil satu. Terima kasih!
Halo! Toko kami sudah buka!
Kamu bisa saja...
Yang benar saja...
Asisten Manajer Oh?
Astaga.
Astaga, kenapa dia mengambilnya?
Ini dia.
Ini dia.
Ini.
Astaga, beberapa orang.
Mereka tidak boleh membuang selebaranmu seperti ini.
Bumi sangat kesakitan.
Sama seperti hidung stroberiku yang besar.
- Astaga, yang benar saja. - Sudah kubilang, sakit.
- Kurasa hidungnya makin besar. - Apa?
Aku kenal seseorang yang terdengar sangat mirip denganmu.
Ji Song kami.
Itu tidak ada hubungannya denganku.
Jika kamu minum-minum, sebaiknya kamu pulang saja.
Tapi mungkin kamu juga membenciku.
Aku mengerti.
Ji Song juga membenciku.
Karena aku jelek.
Maafkan aku.
Karena aku sangat jelek.
Maafkan aku. Maaf aku sangat jelek.
Bisakah kamu berhenti mengatakan "aku jelek"?
Ji Song?
Maaf, aku membuat diriku tampak bodoh.
Tidak.
Aku yang seharusnya minta maaf.
Kenapa kamu harus minta maaf?
Aku menyakiti perasaanmu.
Maksudku,
aku punya tipe yang sangat spesifik, itu saja.
Benar, dan tipe itu adalah
pria tampan. Benar, bukan?
Aku menghormati itu.
Aku baik-baik saja.
Baiklah.
Tapi mungkinkah...
Aku tidak berusaha memojokkanmu.
Jika, secara hipotesis,
jika aku menjadi tampan,
- maukah kau memberiku kesempatan? - Tidak.
Jadi, tidak?
Benar sekali.
Itu masalahnya.
Tapi, Asisten Manajer Oh,
apa kamu sangat menyukaiku?
Ya.
Ya. Maksudku,
aku...
Aku punya kripto ini... Maksudku, masalah pribadi ini,
dan aku tidak yakin apa yang kulakukan benar atau salah.
Aku hanya tidak yakin soal itu.
Tapi saat aku melihatmu, Asisten Manajer Oh,
sepertinya kamu menyukaiku dengan keyakinan yang tidak goyah.
- Begitu rupanya. - Menurutku itu menarik.
Apa kamu selalu seyakin itu?
Aku percaya padamu, Ji Song.
Apa?
Bahwa orang sehebat dirimu
mustahil untuk tidak dicintai.
Jadi, perasaanku kepadamu tidak mungkin salah.
Bukan aku yang kupercaya. Tapi kamu.
Saat kamu tidak bisa percaya diri, percayalah ke orang yang kamu cinta.
Benar. Aku percaya pada orang yang kucintai...
Kamu mencintaiku?
Ya.
Belum tentu cinta seperti itu.
Cinta untuk keluarga,
teman, atau rekan kerja.
Ya. Ada banyak jenis cinta.
Benar, bukan? Itu maksudmu, bukan?
Benar sekali.
Itu masalahnya.
Tapi tetap saja, Asisten Manajer Oh,
menurutku kamu orang yang sangat baik.
Aku?
Kenapa?
Entahlah, hanya saja...
Hanya saja denganmu,
aku hanya merasa kamu tidak akan pernah membuatku menangis.
Benar.
Justru kamu
yang akan membuatku menangis.
- Kamu menangis? - Tidak.
Ya, kamu menangis! Kamu menangis lagi.
Aku hanya sangat terharu kamu menyebutku orang baik.
Kutarik kembali komentar "orang baik".
Bodoh. Dungu. Stroberi Kingsberry, Hidung Besar.
Sial.
Aku sungguh berharap Eun Sang tidak tidur.
Ji Song, aku akan mengantarmu pulang.
Tidak, terima kasih. Hati-hati di jalan. Mengerti?
Sampai jumpa besok!
Hati-hati di jalan.
Da Hae? Bisakah kamu pergi ke rumah Eun Sang untukku?
Kamu datang begitu? Kamu tidak lewat pos pemeriksaan mengemudi mabuk?
Kamu masih bangun.
Bagaimana aku bisa tidur saat kamu belum kembali?
Syukurlah.
Kukira kamu sudah tidur.
Kenapa? Apa seharusnya tidak?
Tidak, bukan begitu.
Bukannya kamu tidak boleh tidur.
Ini bukan masalah serius.
Baiklah.
Eun Sang.
Apa yang terjadi? Ada apa? Apa yang terjadi?
- Apa? - Bukan apa-apa.
Ada apa ini?
Apa? Apa maksudmu?
Polisi di negara ini pasti tidur saat bekerja.
Membiarkan sebotol soju berjalan dan rubah licik bebas.
Apa? Rubah licik? Apa maksudmu?
- Di bibirmu... - Apa?
Ini adalah
masalah pribadi.
Masalah pribadi harus tetap pribadi.
Kenapa menjadikannya tontonan publik? Astaga.
Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa kalian tiba-tiba masuk?
Ji Song bilang kamu terus menangis dalam tidurmu,
jadi, kami khawatir.
Kami tidak ingin kamu menangis sendirian.
- Apa? - Aku bahkan mengganti
sif paruh waktuku agar bisa berada di sini saat kamu bangun.
Tapi aku agak terlambat hari ini.
Aku menangis?
Jangan pergi.
Ji Sang. Jangan pergi.
Jangan pergi.
Ji Sang.
Jangan pergi.
Jangan terlalu dramatis.
Aku mudah menangis.
Menopause yang membuatku menangis. Ada apa ribut-ribut?
Menopause atau tidak, bagaimana bisa kita tidak khawatir?
Benar.
Saat kamu peduli pada seseorang, kamu khawatir.
Apa Eun Sang menangis?
Kamu menangis?
Terserah.
Ini. Gunakan ini untuk menurunkan rata-rata.
Apa?
Jika menyimpan uang itu, kamu pasti sudah menyia-nyiakannya.
Aku menyimpannya untuk kamu pakai menurunkan rata-rata.
Kamu pikir aku cukup gila untuk menerima uang sewa darimu?
Eun Sang...
Sungguh, aku sangat terharu.
Aku juga.
Lepaskan aku! Kamu bau.
Bersiaplah.
Mari kita lakukan.
"Konfirmasi Pembelian?"
"Pesanan pembelian Anda berhasil dimasukkan"
Sampai sekarang,
kita sudah melalui banyak hal.
Kalian benar. Hidup itu tidak kenal ampun.
Tetap saja, rasanya sedikit lebih mudah bagiku kali ini.
Karena kita bersama.
Apa?
Tapi aku setuju.
Aku juga.
Setelah melakukannya sendiri, jauh lebih baik melakukannya bersama.
Sungguh melegakan.
Jangan sampai...
- Kelelahan! - Kelelahan!
Jangan.
Terkadang aku juga berharap bisa menurunkan rata-rata dalam hidup.
Percakapan menyenangkan dengan orang yang kucintai,
empati mendalam, dan tawa kecil.
Jika aku bisa membawa kenangan hangat ini
setiap kali hidup menjadi sulit dan melelahkan
dan menggunakannya untuk meredakan rasa sakit,
bukankah itu bagus?
Jika luka dalam hidup kita
dan bekas luka bisa memudar sedikit saja, bukankah itu bagus?
Apa barangnya terjual?
"Menjual: Rumah Boneka Calia yang Berhenti Diproduksi, 100 dolar"
Itu belum terjual.
Apa harganya bisa ditawar?
Kamu sungguh tidak punya harga diri, ya?
Dengan uang, menyelamatkan harga diri tidak ada gunanya.
Itu tidak ada gunanya bagimu.
Terutama sebagai kepala rumah tangga di Republik Korea.
Kamu punya anak?
Kamu juga punya, bukan?
Apa yang membuatmu berpikir aku punya anak?
Kamu tidak punya? Kamu sangat rewel, aku dapat aura ibu-ibu.
Aku yakin setidaknya kamu punya dua.
Dia tepat.
Jadi, kamu akan menjualnya atau tidak?
"Jadi, kamu akan menjualnya atau tidak?"
Aku punya dua anak untuk diberi makan, jadi, kurasa harus, bukan?
Mari bertemu langsung untuk menjualnya.
Bagaimana kalau akhir pekan ini?
Aku akan mengajak anak-anakku.
Sedang apa kamu di sini?
Itu kamu?
Kamu yang membeli ini?
Kamu? Kamu yang menjual ini?
Seharusnya aku tahu.
Orang pelit yang akan melakukan apa pun untuk menghemat uang
hanya ada kamu di dunia ini.
Lihat siapa yang bicara. Itu produk yang tidak diproduksi lagi.
Siapa yang mencoba menjualnya dengan harga premium...
Tunggu sebentar.
Kamu... Jangan bilang...
Kamu menjual barang-barang Ji Sang?
- Ini milik Ji Sang, bukan? - Itu gila...
Hei! Itukah yang kamu pikirkan tentangku?
- Kamu pikir kamu manusia? - Hei, tunggu!
Kamu hanya monster mata duitan!
Pengembalian dana selesai.
"Pengembalian dana selesai?"
"Pengembalian dana selesai"
Apa?
"To the Moon"
"Terima kasih khusus kepada Yoon Kyung Ho atas penampilannya"
- Mantan suaminya! - Dia masih mengirimimu pesan?
Dasar gila.
Aku tidak akan pernah memahami pasangan menikah.
Kami tidak menikah!
Pacarku akan datang ke Korea beberapa hari lagi.
Apa ini? Jangan bilang untuk menemui orang tuanya!
Tapi sudah memikirkan pernikahan...
Itu rencananya.
Ulang tahunnya?
- Ibuku mau ulang tahun ke-60. - Kapan ulang tahun ayahmu?
Aku tidak akan pernah menemui pria itu lagi.
Kantor polisi?
Putriku!
Jangan bilang kamu juga suka kripto?
Kulihat kamu tidak memberi tahu ibumu.
Bahkan jika pria itu kembali, kurasa aku akan memaafkannya.
Sayang. Jung Im.
Ini aku.
Sial.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.