Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tunggu, sungguh?
Ini sungguhan.
Kita hanya menghasilkan 3.000 dolar dengan duduk di sini?
- Benar! - Jackpot!
- Panas. - Kendalikan dirimu.
Mari libur hari Kamis dan Jumat.
Dengan akhir pekan, empat hari untuk bersenang-senang.
Apa maksudmu?
Kita harus periksa yang kita dapat uang sungguhan atau hanya sampah.
Ayo jalan-jalan dan ajak Ji Song.
Jalan-jalan?
Kita menghasilkan uang, jadi, aku akan sedikit pamer.
Aku yang bayar.
Kalau begitu, aku akan membeli makanan.
Mari kita pamer kali ini dan pastikan Ji Song ikut dengan kita.
- Ke bulan! - Ke bulan!
Kalau begitu, aku menamai perjalanan ini
Perjalanan dengan Gadis Rata-rata
- ke Namhae! - Ke Namhae!
Mari kita coba sesuap.
Untuk jadwal perjalanan kita,
aku sudah merencanakan semuanya dengan sempurna.
Apa itu?
Kereta Emas Namhae.
- Apa? - Apa?
Dari Stasiun Busan ke Namhae.
Di hari yang cerah, di seberang lautan,
kamu bisa melihat jauh ke pulau-pulau kecil.
Dan yang terbaik, kita bisa mengambil tiram.
Kita dapat dua kilogram per orang.
Masing-masing dapat tiga dolar. Luar biasa, bukan?
- Sama sekali tidak. - Dan untuk makan malam...
Bersiaplah untuk kagum.
Ada acara makan malam di jadwal.
Apa? Acara makan malam?
Apa yang terjadi sekarang?
Kamu tidak menyukainya?
Lupakan saja. Kim Ji Song!
Kamu lakukan.
Aku memutuskan untuk menjadikanmu pemandu tur baru kita.
Baik! Kalau begitu, mulai sekarang,
aku akan mencari kelab terpopuler di area Busan.
- Kelab? - Tapi aku tidak bisa menari.
Bukankah seharusnya kamu khawatir soal melewati penjaga pintu dahulu?
Kamu ingin aku mematahkan lehermu?
Ayolah, kamu bisa belajar menari saja.
Jangan khawatir, ikuti saja aku.
Anggap saja kamu membiarkan tubuhmu mengikuti irama.
Liukkan tubuhmu sedikit,
bergoyanglah, lalu angkat tanganmu!
- Angkat tangan. - Angkat tangan, ya, tangan...
Ayolah, kenapa kalian sangat malu-malu?
Menari adalah tentang sikap!
Angkat tanganmu!
- Angkat tanganmu! - Angkat tangan!
Angkat tangan kalian!
Angkat tanganmu!
Angkat tanganmu!
Maaf.
Ayo, lakukan liukan tubuh, lalu angkat tanganmu.
Angkat tangan!
Baiklah. Dan lakukan liukan tubuh...
Pintu menutup.
Untuk makanannya.
Akan aneh jika hanya kita berdua yang makan.
Lagi pula, orang-orang akan bergosip.
Jadi, aku mengundang Eun Sang dan Ji Song.
Tapi masalahnya, saat hanya ada kami,
kami lupa waktu dan ruang serta akhirnya bersenang-senang sendiri.
Jadi, kamu akan bepergian?
Ya. Benar.
Selama tiga hari dua malam.
Kami berencana berpesta begitu keras hingga mungkin tidak bisa kembali.
Dari yang kudengar, kamu berencana meninggalkan semua di lantai dansa.
"Angkat tanganmu?"
Kami hanya bermain-main.
Lagi pula, ada banyak tempat tujuan selain kelab.
Kami harus pergi ke gunung, laut...
Kami bahkan harus pergi ke bulan.
Apa? Kamu mau ke mana?
Maksudku kami akan mendaki.
Katanya pemandangan dari punggung bukit seharusnya kini luar biasa.
Kudengar kelab-kelab juga.
Pintu terbuka.
Kamu cukup gigih.
"Gigih"?
Pintu menutup.
Mau melihatku bersikap sangat gigih?
Apa hubungan kita?
Kurasa perasaanku cukup jelas.
Jadi, saat ini, bukankah adil jika kamu menyatakan perasaanmu?
Aku sungguh tidak tahu bagaimana perasaanmu, Jung Da Hae.
Dokter Ham, kamu terlalu baik untukku.
Jadi, kurasa kita harus berteman saja.
Lantai 15.
Kenapa lantai 15?
Aku akan ke personalia.
Untuk mengacaukan penilaian kinerjamu
dengan melaporkan pembangkangan dan penipuanmu.
- Astaga, apa kamu gila? - Dibatalkan.
Bagaimana aku menipumu?
Jika kamu mempermainkan perasaan seseorang, itu disebut penipuan.
Dan itu bosmu juga.
Tiba-tiba kamu memihak manajemen?
Apa ini perselisihan tenaga kerja?
Jung Da Hae.
Kita akan menjadi apa?
Seperti yang kukatakan sebelumnya, kita harus berteman
Bisakah kamu memikirkannya?
Berpikirlah sebelum bicara! Memangnya kamu burung beo?
Kenapa kamu terus mengulanginya?
Dengar.
Kamu terlalu bersemangat dengan perjalananmu untuk berpikir jernih.
Jadi, setelah kamu kembali, kita bisa dengan tenang
dan perlahan mencari tahu.
Setidaknya biarkan aku selesai bicara.
- Lantai 15. - Baiklah!
Kita akan bicara nanti. Setelah aku kembali dari perjalananku,
kita bisa membicarakannya.
Pembicaraan tenaga kerja harus ditangani dengan hati-hati.
"Episode 6: Seni Pamer"
- Kita di Namhae! - Namhae!
Untuk mobil yang tidak mau menyala, ini lumayan.
- Kita menghemat banyak berkat kamu. - Setidaknya aku bisa melakukan itu.
Lihat bunga-bunga di sana.
Suasananya sempurna!
Luar biasa, bukan?
Tidak mungkin! Ini naik 150 dolar lagi!
Ya! Bagus!
Astaga, yang benar saja!
Bukankah di Seoul sudah cukup buruk? Haruskah bahas kripto juga di sini?
Ayolah, hanya saja kripto sedang naik sekarang.
Kamu harus berhenti keras kepala dan ikut serta, ya?
Makin cepat kamu masuk, makin banyak uang yang akan kamu hasilkan.
Sudah kubilang.
Jika membahas kripto lagi, kita akan pulang.
- Aku akan keluar. - Baik!
Baiklah, kami tidak akan bicara lagi.
Jadi, kita mau ke mana dahulu?
Pertama, kita harus makan.
Baik, jika kamu lihat di sini,
aku membuat rencana perjalanan lengkap untuk perjalanan kita.
Apa? "Jadwal Perjalanan Namhae"?
Astaga, lihat betapa rapinya dia.
Dia tidak pernah serapi ini dalam hal pekerjaan.
Jadi, apa menunya?
"Meja Laut Namhae, Hidangan Tuna Sirip Biru, Hidangan Beragam"
Ini tempat populer, jadi, kupesan. Tapi harganya agak mahal, bukan?
Kita bisa pergi sekarang jika kalian mau.
Mari kita lakukan!
Benarkah?
Kita datang jauh-jauh untuk berfoya-foya, bukan?
Kamu harus tahu cara menghabiskannya agar tahu cara mendapatkannya.
Benar sekali. Kita menghabiskan seluruh hidup kita dengan berhemat.
Tidak apa-apa pamer seperti ini sesekali.
Jadi, dengan semangat itu,
mari kita pilih Set Tuna Sirip Biru.
Jangan!
- Apa? - Apa?
Jika beli itu, kita harus makan angin selama dua hari ke depan.
Kita bisa berfoya-foya, tapi jangan kehilangan akal.
Menurutmu begitu?
Ikan sebelah juga pasti enak.
Baiklah.
Baik, mari kita coba lagi.
Ke Set Ikan Sebelah.
- Mari kita lakukan! - Mari kita lakukan!
- Ayo. - Mari makan!
- Tim Chojang! - Tim Chojang!
Ini, cobalah ini juga.
Apa? Pak, bukankah ini abalone liar?
Tapi kami tidak memesan ini.
Ini gratis.
Senang melihat kalian menikmati makanan kalian.
Ini hidangan terpopuler kami, jadi, aku mau kalian mencobanya.
Benarkah?
Astaga. Kami sangat bersyukur. Sangat bersyukur.
Sepenuhnya, tentu saja, terima kasih. Terima kasih banyak!
Jangan hiraukan dia. Dia orang aneh di sini.
Dia tidak menggigit.
- Terima kasih, Pak. - Selamat menikmati.
- Aku tidak percaya dia... - Terima kasih!
- Bukankah ini berlebihan? - Ini luar biasa.
Halo!
- Astaga, ada sesuatu di gigiku. - Kamu mau tusuk gigi?
Astaga.
Tidak setiap hari
kamu bisa makan abalone yang tersangkut di gigimu.
Kenapa kamu terburu-buru mengambilnya?
Kamu sangat menjijikkan sampai aku tidak bisa bergaul denganmu.
Jadi, apakah enak?
Ya, terserah.
Ayo ke mobil.
Aku ingin memeriksa kripto kita sebelum Ji Song kembali.
Ide bagus. Ayo.
Baiklah, mari kita lihat.
Tunggu. Sebentar.
Apa? Apa yang terjadi?
- Apa itu turun sedikit? - Ya, itu turun.
- Tidak mungkin. - Tapi itu bukan penurunan besar.
Tidak akan terus turun seperti ini, bukan?
Tidak, jangan khawatir. Mungkin hanya sementara.
Aneh sekali.
Itu sedang tren, jadi, kenapa jatuh?
Sungguh, gunakan tusuk gigi saja. Menjijikkan sekali.
Apa maksudmu?
Astaga, berhenti mengecap bibirmu. Kamu terus melakukannya.
- Kapan aku mengecap bibirku? - Selama ini.
Tunggu sebentar.
Siapa kamu? Sedang apa kamu di mobilku?
- Kurasa ini bukan mobil kita! - Ini pasti mobil mereka!
Diam dan keluar!
- Maafkan kami! - Maaf!
- Mereka kenapa? Apa mereka gila? - Maaf!
Berikan ponsel kalian.
- Aku berjanji tidak akan melihat. - Benar.
Aku sungguh tidak akan melihat lagi.
Itu turun, jadi, aku mengintip sebentar. Itu saja.
Tentu, tidak akan.
Jika kuserahkan kepadamu,
kamu pasti masih di kereta kripto di kapal
dan bahkan saat kita mendaki.
Kamu membuatku gila!
Sudah kubilang, kami tidak akan melihat.
Ya. Apa pun yang Ji Song inginkan, Ji Song mendapatkannya.
Jadi, berikan kepadaku.
Aku hanya ingin sepenuhnya hadir dengan kalian dalam perjalanan ini.
Itu yang sangat ingin kulakukan.
Aku akan menyimpannya sampai malam. Sekarang, berikan kepadaku.
Sial.
- Tunggu, pesan dari Dokter Ham... - Berikan kepadaku.
Baiklah. Ini.
Jadi, sekarang apa? Apa selanjutnya?
Bagaimana menurutmu?
Sekarang kesenangan sesungguhnya dimulai.
Baiklah, kalau begitu. Mari bersenang-senang.
- Ini dia. - Baiklah, coba kulihat.
- Ini laut! - Halo!
- Astaga, lihat di sana! - Hore!
Lihat itu!
Baik, Semuanya, lihat kemari!
Siap? Satu, dua, tiga!
Ayo berputar!
Segar sekali di sini.
- Bagaimana dengan ini? - Itu dia.
Hei, Kawan-kawan! Bagaimana kalau kita beli yang sama?
- Sempurna, ada tiga. - Aku mau yang ungu.
Kuning? Kalau begitu, aku mau yang merah muda.
Tidak mungkin!
Ini gila!
- Luar biasa. - Ini gila.
Ini dia!
Aku selalu ingin menenangkan punggungku saat masuk ke air hangat.
Dia terlihat seperti pesaing di "Dream Team".
Dia lebih seperti "Idol Star Athletic Championships",
bukan "Dream Team".
Benarkah itu?
- Kenapa tatapanmu seperti itu? - Apa?
Kamu seperti berada di salah satu video reuni prajurit emosional.
Wajahmu persis seperti prajurit yang mencari ibunya di kerumunan.
Acara reuni lama itu.
Astaga, menyebalkan sekali. Aku mengerti, sial.
Apa? Kenapa?
Ibuku juga sering melakukan bekam.
Melihatmu mengingatkanku kepadanya.
Di hari-hari saat aku merasa menghabiskan terlalu banyak uang,
entah kenapa, aku selalu memikirkan ibuku.
Kenapa?
Kamu merasa bersalah?
Sebab ibumu kerja membanting tulang, dan membekam semua rasa sakitnya,
dan kamu merasa seperti di luar, menghabiskan uang sembarangan?
Astaga, entahlah. Saat menghabiskan uang, aku memikirkannya.
Bersenang-senanglah.
Semua ibu merasakan hal yang sama.
Hal baik yang mereka lewatkan,
semua tempat yang tidak bisa mereka kunjungi,
dan semua hal baik yang ditawarkan dunia...
Mereka ingin putri mereka memiliki semuanya.
Jadi, bersenang-senanglah!
Jalani hidup yang diinginkan ibumu. Jangan dipikirkan lagi.
Menurutmu begitu?
Tapi kamu bicara sebagai seorang putri atau ibu?
Aku hanya bicara sebagai pemabuk.
Sudah kuduga.
Hei, Kim Ji Song! Ayo minum lagi!
Untuk apa? Ayo di sini lebih lama!
Hei, bisa kembalikan ponselku sebentar?
Ada hal penting yang harus kukatakan kepada ibuku. Kumohon?
Aku bahkan belum sempat memeriksa pesanku dari Dokter Ham.
Hei, berikan kepadaku! Berikan kepadaku!
Ibu, ini aku.
Ini putri kesayangan Ibu.
Ponselku? Aku tidak menghilangkannya.
Ini situasi yang kuhadapi.
Apa aku sudah makan?
Tentu saja sudah.
Makanan di sini lezat, lautnya indah,
dan yang terpenting, orang-orangnya sangat baik.
Mereka hanya akan memotret untuk turis seperti kami,
dan mereka sangat memperhatikannya.
Benar juga.
Pria ini tawarkan memotret kami dan buat kaki kami tampak panjang,
dan kuberi tahu,
dia berbaring di tanah hanya untuk memotret.
Restorannya juga sangat murah hati.
Mereka terus memberi kami makanan gratis. Bahkan abalone!
Jadi, Ibu harus ikut dengan kami lain kali.
Ibu harus menginap di hotel mewah, makan makanan mewah,
dan menikmati pemandangan satu juta dolar.
Ibu pantas dapat setidaknya sehari untuk beristirahat begitu, benar?
Putri Ibu
akan menghasilkan banyak uang dan memperlakukan Ibu seperti ratu...
Ibu menangis?
Ibu menyikat gigi Ibu?
Ibu mau tidur, jadi, Ibu ingin aku menutup teleponnya?
Ibu, tapi apa Ibu tidak terharu sedikit pun?
Kenapa Ibu memakiku?
Astaga.
Bisa kembalikan ponselku sekarang? Kumohon?
Apa yang kamu lihat?
Bukan apa-apa.
Da Hae membual ke ibunya bahwa dia akan memperlakukannya seperti ratu.
Aku tahu itu hanya karena alkohol,
tapi aku masih iri dengan kepercayaan dirinya.
Kamu juga harus bilang ke Wei Lin kamu akan memperlakukannya bak raja.
Bagaimana aku bisa melakukan itu?
Aku bukan ahli waris rahasia konglomerat yang sudah lama hilang.
Tidak mungkin aku melakukan itu.
Masuklah ke kripto.
Yang benar saja.
Memangnya kamu duta kripto sekarang?
Kamu mendapat komisi atau semacamnya?
Ini satu-satunya kesempatan orang seperti kita, yang tidak lahir kaya,
bisa membuat hidup kita lebih baik.
Masker wajah akan membantu. Aku akan pakai masker lidah buaya nanti.
Aku ragu kamu meminjam rongsokan itu hanya untuk beli masker lidah buaya,
jadi, dari mana kamu dapat sampah itu?
Kamu menghabiskan uangmu untuk apa
sampai tidak mampu menyewa?
Aku meminjam mobil dari sepupuku
dan membeli papan selancar.
Ombaknya terlalu bagus belakangan ini.
Sayang.
Ombak yang harus kamu cemaskan itu gelombang inflasi yang akan datang.
Gelombang infla? Apa maksudmu?
Kamu terus menghabiskan uangmu untuk hal seperti itu, semua "YOLO".
Lalu Malapetaka akan berkata, "Halo" dan mengambil alih hidupmu.
Kamu bilang "YOLO" dan pamer.
Kenapa kamu selalu menggangguku?
Kamu juga! Pantulan besar!
Pantulan kristal! Lubang belakang super ultra memantul kembali!
- Astaga. Ini sangat memalukan. - Kamu juga!
Hei, bagaimana kamu bisa bersikap seperti anak lima tahun?
Setiap kali melihatmu, rasanya seperti bendungan jebol
dan omelan keluar begitu saja.
- Kembali ke kamu! - Duduk saja. Duduklah.
Kamu pikir pengeluaran sembronomu adalah kesenangan yang sepadan?
Kesenangan yang sepadan?
Seolah-olah kamu mengerti.
Tapi aku tahu trik kecil seperti ini.
Da Hae, kamu bisa bangun sekarang.
Jadi...
Itu lumayan. Kamu lebih cerdas dari kelihatannya.
- Tteokbokki. - Tteokbokki.
Jangan meremehkanku.
Sekarang campur saja minumannya.
Baiklah, segelas untuk semua orang. Ini dia.
- Malam ini, pestanya tidak... - Berhenti!
Pukul berapa ini?
Eun Sang.
Ji Song. Hei, bangun.
- Perutku sakit sekali. - Semalam kita minum sebanyak apa?
Astaga, siapa yang tahu? Dia terus memaksa kita minum.
Aku kesal karena kita tidak bisa pergi ke kelab.
Kamu bilang tahu kelab populer,
tapi kuperiksa, dan semuanya tutup.
Berikan saja ponselku.
Di tasku di sana.
Baiklah, mari kita lihat...
- Hei, tidak ada di sini. - Apa?
- Sungguh, di mana kamu menaruhnya? - Tidak ada di sana?
- Hilang? - Aku tidak tahu!
Aku sudah mencoba menelepon semua nomor yang kamu berikan,
tapi ketiga ponsel itu mati.
Sial.
Astaga, Eun Sang. Ada apa?
- Kamu ingat sesuatu? - Itu ada di restoran hidangan laut,
- Benar. - lalu aku menggunakannya di kafe.
Ini membuatku gila.
Kamu menghabiskan uang di mana-mana, jadi, tidak bisa mempersempitnya.
Da Hae.
Hei! Kamu sudah memeriksa barnya? Apa kata mereka?
Tidak ada di sana. Mereka bilang tidak ada yang diserahkan.
Astaga, sial.
Kenapa kamu harus mengumpulkan semua ponsel kita?
Bagaimana aku tahu ini akan terjadi?
Apa? Ada apa? Kamu baru saja ingat sesuatu?
Tidak, hanya saja...
Ingat pesan dari Dokter Ham? Aku penasaran apa isinya.
- Sungguh? Di saat seperti ini... - Tidak, aku hanya...
Aku tahu ini mungkin bukan saatnya, tapi...
Kalau begitu, jangan katakan!
Jam masuk jalur sudah ditentukan, dan kita harus pergi sekarang.
Mungkin kita bisa mencari ponsel kita nanti dan pergi sekarang?
Benar, baiklah. Kita sudah memberi tahu mereka,
jadi, resepsionis akan menelepon jika itu muncul.
Lagi pula, kita sudah datang jauh-jauh kemari. Eun Sang, ayo.
Tidak, kita harus menemukan ponsel kita dahulu.
Ayolah, kita pergi saja. Kumohon?
Kita akan melewatkan bunga di Gunung Deoksu, Eun Sang.
Kita harus pergi sekarang.
- Ayo, kita pergi. - Ayo!
- Tapi... - Ayo.
- Ayo. Ini tasmu. - Baiklah.
Ayo! Mari kita lihat bunga! Ayo!
Kapan hujan akan turun? Periksa prakiraan cuacanya.
Benar. Kita tidak membawa ponsel.
Aku penasaran pesan apa itu.
Haruskah kita mendengarkan musik? Buka saja YouTube.
Benar. Ponselnya.
Astaga, apa itu?
Kita bisa mendengarkan radio saja. Radio lama yang bagus.
"Amor Fati!" Lagu favoritmu, Eun Sang.
Hidup adalah sekarang!
- Amor... - Kami akan kembali usai rehat.
Acara ini dipersembahkan oleh Iga Nomor Satu Rumah Gimjinsa.
- Kami akan pilih pengirim pesan... - Iga...
Kedengarannya enak sekali.
Untuk iga yang lezat, jadi, teruslah mengirim pesan.
Sejak saat itu, volatilitas pasar kripto mengkhawatirkan.
Aku yakin investor kita tidak akan tidur malam ini.
Kalau begitu, mari kita dengarkan lagu berikutnya.
"Regret" oleh Jo Sung Mo.
Tunggu, apa kata DJ tadi? "Volatilitas yang mengkhawatirkan?"
Jadi, itu artinya investor terlalu bersemangat atau kesal untuk tidur?
Kenapa memainkan lagu "Regret"?
Apa mereka menyesal berinvestasi?
Atau mereka menyesal tidak berinvestasi?
Eun Sang, jangan bilang harganya turun lagi.
Hei, periksa berita! Lihat apakah ada artikel baru!
Periksa berita dengan apa?
Benar. Bagaimana jika kita telepon kantor polisi dan bertanya?
- Dengan ponsel apa? - Yang benar saja.
Sial.
Eun Sang!
Apa yang kamu lakukan?
Siapa yang punya waktu untuk bunga sekarang? Aku harus pergi ke warnet.
Aku harus melihat apa yang terjadi.
Warnet tidak ada di jadwalku.
Kita bisa pelan-pelan mencarinya.
Pelan-pelan? Bagaimana jika itu jatuh saat itu?
Anggap saja ini pertanda dari atas untuk berhenti kripto.
Tidak ada dewa yang berhak mengirimiku tanda.
Kecuali dia datang untuk meminta maaf.
Apa maksudmu? Putar balik saja mobilnya!
Dengar, jika kamu tidak mengerti, jangan ikut campur!
Ayolah, kalian berdua, berhenti bertengkar. Kalian membuatku pusing.
Hei! Awas!
Hei! Perhatikan lajumu!
Lihat siapa yang bicara! Kamu tiba-tiba muncul.
Apa? Kamu pikir kamu bicara dengan siapa?
- Kamu! - Eun Sang.
Ayo pergi saja. Ini akan menjadi perkelahian.
Jalankan mobilmu! Aku harus ke warnet!
Hentikan. Cukup.
Baik, sudah cukup. Berhenti.
- Eun Sang! - Dia pasti sudah gila. Ayo.
Apa itu tadi? Apa itu telepon tadi?
Apa?
Bukan apa-apa.
Kenapa mereka di sini?
Kamu menyembunyikan ponsel kami?
Sebenarnya, aku menemukannya di bar.
Aku berniat segera mengembalikannya ke kalian.
Tapi kupikir...
Kamu berpikir apa?
Kalian berdua selalu melihat ponsel.
Tanpa ponsel, akhirnya ini terasa seperti perjalanan sungguhan.
Jika bawa ponsel, kalian hanya akan memeriksa kripto.
Itu sebabnya aku menyuruhmu bergabung dengan kami.
Kamu tahu berapa banyak uang yang kami hasilkan dari ini?
Sungguh, kamu selalu memikirkan uang. Hentikan itu.
Kamu tahu betapa menyedihkannya kalian berdua
membicarakan uang seperti itu?
Apa? Menyedihkan?
Hei, Kim Ji Song. Sebaiknya jaga ucapanmu.
Apa ucapanku salah?
Aku tidak mengada-ada.
Kamu yang menyedihkan di sini.
Apa katamu?
Apa aku salah?
Da Hae dan aku bahkan tidak perlu masuk ke kripto.
Jika kami terus bekerja, gaji kami akan naik sedikit,
dan mungkin menjadi asisten manajer suatu hari nanti.
Aku iri sekali.
Tapi selagi kami mendaki,
mendapatkan gelar seperti manajer dan asisten manajer,
apa yang akan kamu lakukan?
Aku tidak tertarik dengan promosi.
Aku tidak keberatan dengan keadaan saat ini.
Benar.
Tentu saja, harga dirimu yang menyedihkan itu
Kamu bilang, "Aku baik-baik saja," atau "Aku tidak serakah soal uang,"
tapi kamu tahu yang sebenarnya.
Bukannya kamu tidak ambisius.
Kamu tidak punya masa depan.
Berhenti.
Kamu juga tahu itu. Itu sebabnya kamu
membuang semua uangmu seperti ini hari terakhirmu hidup.
Karena kamu tahu tidak ada harapan untuk mencoba.
Karena memimpikan hari esok yang lebih baik
Karena kamu bahkan tidak berani memimpikannya.
Karena kamu O.O.
Apa?
Apa maksudmu, Ji Song O.O.?
Kamu tahu?
Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Ada apa?
- Sudah berapa lama kamu tahu... - Kamu menjijikkan.
Apa?
Kamu sudah tahu selama ini dan berpura-pura tidak tahu.
Itu sangat menjijikkan.
Lalu perjalanan ini tentang apa?
Kamu ingin memberiku amal?
Jangan khawatir.
Aku tidak menghabiskan cukup uang untuk menyebutnya amal.
Kubilang aku tidak membeli barang tidak berharga.
Eun Sang.
Maafkan aku.
Kurasa aku tidak sadar.
Aku akan pergi sekarang.
Jadi, kamu bisa berhenti membuang uang untukku.
Kalian berdua bersenang-senanglah.
- Hei, kamu mau ke mana? - Lupakan saja. Biarkan dia pergi.
Ayolah. Kenapa kamu mengatakan hal sekejam itu?
Kurasa kamu jauh lebih baik?
Astaga, baiklah. Tunggu.
Ji Song!
Ji Song?
Baiklah. Pergilah!
Kamu pikir hanya kamu yang pergi? Aku juga pergi dari sini!
Sulit dipercaya.
Dia bahkan tidak menjawab. Astaga.
Hujan turun...
Kenapa harus hujan? Yang benar saja!
Tunggu sebentar.
Apa?
Hei!
Hei, Ji Song!
Ji Song! Hei! Apa?
Tunggu! Hei!
Astaga, aku tidak percaya dia!
Halo.
Mau kuantar ke mana?
Mobil di atas sana... Apa?
Astaga, sudah hilang.
Sial.
- Bu. - Ya?
- Ke mana, Bu? - Benar...
Tunggu sebentar.
Astaga.
Ya, tolong ke Gunung Deokju.
"Anda memasuki Taman Nasional Gunung Deokju"
Astaga, aku tidak bisa melihat apa pun! Sial.
Ayolah, angkatlah.
Hei, Kim Ji Song! Kenapa kamu tidak menjawab teleponmu?
Mungkin karena ini bukan Ji Song.
- Tunggu, Eun Sang? - Ji Song dan aku bertukar ponsel.
Karena gantungan kunci kita yang bodoh dan mirip.
Apa itu alasan untuk tidak menjawab telepon?
Terserah. Aku sudah di Gunung Deokju.
Jika punya hati nurani, kamu akan kemari.
Hati nuraniku sudah lama mengambil pekerjaan di Timur Tengah.
Jika kamu menemukan berandal itu, suruh dia membawakan ponselku.
Halo? Astaga, Kang Eun Sang!
Sial.
Kenapa dia meninggalkan mobilnya? Apa dia berharap kuantar pulang?
Astaga...
"Perjalanan Eun Sang, Da Hae, dan Ji Song"
"Kim Ji Sang"
"Perjalanan Eun Sang, Da Hae, dan Ji Song"
"Eun Sang"
Hei, Kim Ji Song! Di mana kamu?
Bagaimana kamu bisa langsung tahu ini aku?
Hentikan omong kosongmu!
Aku di Gunung Deokju, jadi, kemarilah sekarang.
Kamu sungguh akan merusak perjalanan kita seperti ini?
Bukan perjalanan, tapi hatiku yang hancur. Itu tidak akan terjadi.
Hei! Kamu yang merencanakan ini.
Aku datang jauh-jauh kemari karena kamu merencanakannya!
Maaf, tapi ini ponsel Eun Sang, jadi, aku tidak bisa bicara lama.
Dia akan mengkritik sesuatu karena itu.
Lagi pula, aku bukan siapa-siapa baginya!
Sial, hei!
Astaga, aku tidak tahan dengan mereka. Yang benar saja.
Sekarang apa? Aku harus ke arah mana?
Ini gila...
"Ham Ji Woo"
- Halo? - Kenapa kamu tidak membalas pesan?
Benar.
Aku benar-benar lupa.
Mereka baru saja mengeluarkan peringatan hujan lebat.
Kamu tidak pergi ke gunung, bukan?
Kamu sungguh di gunung sekarang?
Tolong aku.
Da Hae!
Lalu
dia menyebutku menyedihkan
dan bahwa aku memprihatinkan.
- Dia jahat sekali. - Ji Song. Jangan menangis.
- Tapi kamu putus-putus. - Apa?
Itu karena ini ponsel Eun Sang.
Dia pasti memakai paket data termurah.
Hampir tidak ada data tersisa.
Aku akan menggunakan datanya, lalu memutus hubungan dengannya.
Memutus hubungan dengannya?
Aku tidak akan bergaul dengannya lagi.
Karena aku baik dan mengaguminya, dia pikir aku tidak khawatir
Mulai sekarang, aku akan mengabaikannya, bahkan di kantor.
Kalau begitu...
Bagaimana jika kamu berhenti bekerja? Berhenti saja.
Berhenti dan bercengkerama saja denganku. Itu akan menyenangkan.
Kita bisa melihat bunga di musim semi.
Bagaimana caranya?
- Apa? - Tidak, maksudku,
aku ingin bersamamu,
tapi jika aku berhenti bekerja, dari mana kita akan dapat uang?
Tunggu, maksudmu kita tidak perlu mengandalkan gaji
karena kamu punya pendapatan pasif?
Aku baru tahu ini kemarin.
Saat ini, ada inflasi tinggi dan pertumbuhan rendah.
Uang sepuluh dolar yang kita tabung tahun ini
bisa bernilai kurang dari setengahnya tahun depan.
Hanya mencoba menabung sedikit di sana-sini
Wei Lin, kamu
membeli jam tangan?
Apa? Kamu menyadarinya?
Bagus, bukan? Mau beli yang sama?
Arloji pasangan yang sama. Bersama?
Bersama apanya?
Sungguh? Kamu tidak khawatir dengan gelombang inflasi nanti?
- Ji Song, aku tidak suka diomeli. - Apa? Diomeli?
Selalu tas, sepatu, dan dompet baru.
Dari mana kamu dapat uang untuk itu?
Siapa yang tahu masa depan?
Kenapa kamu membuang uangmu seperti itu?
Setiap kali aku melihatmu, rasanya seperti bendungan jebol
dan omelan keluar begitu saja.
Jadi, begitu rupanya.
Jika omelan keluar begitu saja seperti itu,
itu artinya aku sangat peduli padamu.
"Terminal Bus Namhae, Desa Yongju"
"Gunung Deokju"
Jung Da Hae.
Jika aku akan mati seperti ini,
kenapa aku repot-repot menabung setiap bulan?
Nona Gembil! Sadarlah, Nona Gembil!
Nona Gembil!
Pak Ko?
Kamu tidak boleh mati di sini! Sadarlah!
Kamu mengkhawatirkanku? Itu kali pertama.
Apa ini mimpi?
Jika kamu mati,
tidak ada yang bisa kuusik di kantor.
Da Hae!
Da Hae, kamu harus sadar. Kamu tidak boleh mati di sini.
- Da Hee? - Meski hidup tampak tidak berharga,
meskipun kamu merasa terpuruk,
kamu tidak boleh menyerah.
Apa dia mencoba menghinaku?
Maafkan aku, Da Hae. Aku tidak bermaksud jahat.
Itu terasa cukup jahat bagiku.
Hei, kamu tidak boleh tidur.
Alih-alih aku,
pikirkan orang yang sangat ingin kamu temui sekarang.
Kenapa kamu tidak memikirkan orang itu?
Mungkin itu akan membantu.
Seseorang yang ingin kutemui?
Jung Da Hae.
Apa lagi sekarang?
Bahkan Dokter Ham?
Kamu terluka?
Kamu bisa bangun?
Tidak.
Naiklah ke punggungku.
Astaga, sial.
Hati nuraniku
memilih waktu yang sangat buruk untuk muncul.
Astaga, kamu pasti bercanda.
Di mana Da Hae? Dia bahkan tidak menjawab teleponnya.
Sial.
"Asisten Manajer Jo"
Astaga, kenapa dia menelepon sekarang?
"Asisten Manajer Jo Su Jin"
Halo? Ini Kim Ji Song?
Ini bukan dia.
Bukankah ini ponsel Kim Ji Song?
Ini ponselnya.
Apa maksudmu?
Jadi, dia atau bukan?
- Aku juga sangat sibuk. Sial. - Katakan saja. Akan kusampaikan.
Baiklah.
Bisa tanyakan Kim Ji Song di mana bagan rekening bulan ini?
Tanyakan apa Pak Ko terima laporan pengeluaran kartu perusahaan.
Pak Ko sedang berlibur hari ini.
Berani sekali, mengambil cuti padahal pegawai baru belum cuti.
- Aku tidak melakukan itu. - Apa?
Kamu harus menjaga sikapmu.
Apa hakmu menelepon dan memakiku?
Apa mulutmu penuh dengan pisau cukur?
Apa?
Satu hal lagi. Apa liburan hanya untuk Pak Ko?
Kim Ji Song juga sedang berlibur!
Kamu tidak sopan menelepon orang di hari libur soal pekerjaan.
Kamu dibesarkan di lumbung?
Dengarkan dirimu. Sungguh, siapa ini?
Kamu pikir kamu siapa?
Aku ibunya Kim Ji Song!
Apa yang kamu lakukan?
Perjalanan ini sangat sempurna.
Apa kamu masokis?
Kamu terdampar dan bilang ini yang terbaik?
Aku serius.
Ji Song dan Eun Sang bertengkar, jadi, keadaan menjadi agak sulit,
tapi secara keseluruhan, semuanya menyenangkan.
Dan sekarang, selain itu, mimpi ini sempurna.
Mimpi?
Kamu seharusnya di Seoul,
tapi kamu ada di depanku.
Apa lagi ini selain mimpi?
Aku harus bangun.
Ayolah.
Tunggu sebentar.
Jika ini mimpi, kenapa kamu ingin bangun?
Apa aku tidak boleh ada di mimpimu, Da Hae?
- Tidak, bukan begitu. - Lalu apa?
Hanya saja dalam perjalanan ini,
aku menyadari betapa menyenangkannya menghabiskan uang.
Sangat menyenangkan menghabiskannya tanpa peduli apa pun.
Setelah aku tahu perasaan itu...
Tapi tetap saja, aku ingin menikmati mimpi tentangmu ini.
Apa?
Kamu, Dokter Ham,
memimpikanmu adalah hadiah istimewa yang harus kutabung untuk saat ini.
Bahkan memikirkanmu, aku merasa harus menjatahnya,
jadi, aku hanya membiarkan diriku melakukannya sedikit demi sedikit.
Jika jantungku berdebar kencang, aku khawatir itu akan buruk bagiku.
Jadi, aku membuat jantungmu berdebar.
Tentu saja.
Karena kamu sangat tampan.
Kamu memang hebat.
Astaga! Aku harus bangun sekarang, sungguh!
Hei, tunggu!
- Tunggu, Da Hae, leherku! - Biarkan aku bangun.
- Leherku! - Lepaskan aku!
Leherku! Da Hae, leherku!
Tulang ekorku...
Apa?
Ini mimpi, kenapa aku juga sakit?
Dokter Ham. Apa ini sungguhan?
"Panggilan Terakhir: Asisten Manajer Jo"
Kamu sudah gila?
Kamu pikir aku yang gila? Bukan Asisten Manajer Jo?
Kamu yang marah ke Nona Jo dengan ponselku.
Hei, kenapa itu salahku?
Kamu tidak boleh menelepon staf yang sedang berlibur soal pekerjaan.
Itu benar-benar keterlaluan.
- Tapi aku O.O. - Lalu kenapa?
O.O adalah kontrak tidak terbatas.
Kami tidak diperlakukan seperti staf biasa.
Kenaikan gaji kami berbeda, begitu pula bonus hari raya.
Selama liburan, kalian mengeluh soal mendapatkan
kupon hadiah seharga 50 dolar, bukan?
O.O. sepertiku? Aku bahkan tidak dapat itu.
Dengan keadaan seperti ini, kamu pikir aku bisa menimbulkan
kekacauan seperti yang baru saja kamu lakukan?
Hei, jika itu situasimu,
bukankah itu alasan lain kamu harus masuk ke kripto?
Dasar bodoh... Apa? Apa katamu?
Jika aku masuk ke kripto-mu, lalu apa?
Apa aku akan diundang ke grup obrolan?
Kamu akan berhenti memedulikannya.
Begitu kamu mulai menghasilkan uang sungguhan,
kamu tidak akan peduli jika mereka mengundangmu ke grup obrolan bodoh.
Hidupmu lebih dari ruang obrolan itu,
di dunia yang jauh lebih besar dan cerah.
Tentu saja.
Kamu ingin bicara tentang brilian? Itu mata Wei Lin.
Dan cara giginya bersinar saat dia tertawa.
Kamu terobsesi dengan penampilan?
Ketampanan tidak bertahan selamanya.
Bahkan jika Wei Lin adalah manusia yang menyedihkan.
Dia pria yang kudapatkan di tengah kekurangan pria tampan global, ya?
Dia berlian. Saat Stagflation, kamu tidak bisa beli dia berapa pun!
Kamu...
Dasar berandal.
Kamu sudah belajar.
"Inflasi Tinggi"
"Menyinariku"
"Inflasi Tinggi, Pertumbuhan Rendah"
Belum.
Astaga.
Astaga!
Aku merasa seperti ibu bangga yang anaknya naik dari 300 ke 299.
Aku sangat bangga padamu. Dasar berandal yang luar biasa.
Menjauhlah dariku. Pergi!
Anak pintarku!
Menjauhlah dariku. Pergi!
Hei, pegang yang erat!
Lepaskan aku!
Kamu pikir aku akan melepaskannya?
Aku akan melakukannya jika menjadi kamu!
Kamu sangat mulia. Dasar berandal tidak setia.
Kita berdua akan jatuh! Eun Sang!
Ji Song!
Ji Song!
Apa ini?
- Hei, cepat... - Eun Sang!
- Cepat! - Eun Sang!
Da Hae.
Apa yang terjadi di sini?
Hei, pertanyaannya nanti. Tarik saja!
- Satu, dua, tiga! - Dua, tiga!
Apa-apaan ini?
Hei. Apa liburan selalu penuh peristiwa seperti ini?
Benar sekali. Lain kali, kita akan naik kereta
yang kamu sebutkan ke kami.
Dan menonton acara makan malam dengan utuh.
Tapi kurasa kepalaku terbentur saat terjatuh.
Karena sekarang aku mulai berhalusinasi.
Bukankah itu Dokter Ham?
Dari semua orang yang kutemui di sini, harus bosku.
- Mimpi buruk macam apa ini? - Kalian baik-baik saja?
Astaga, ada apa denganmu?
Dia bicara dengan kita!
Tentu saja. Aku bertanya apa kalian baik-baik saja.
Kukira aku juga bermimpi sampai beberapa saat lalu.
Baiklah!
Mari kita fokus dan lakukan apa yang kita latih.
Sebentar lagi muncul.
Itu dia! Di atas!
Apa yang kamu lakukan? Bangun! Ayo, kita lakukan ini!
Ayolah, kamu tahu yang mana. Hal yang kita lakukan waktu itu.
Gerakan yang kita latih.
Angkat tanganmu!
Ayo! Angkat tanganmu!
- Angkat tanganmu! - Benar!
- Baik! - Angkat tanganmu!
- Angkat tanganmu! - Lompat!
- Angkat tanganmu! - Angkat tanganmu!
- Angkat tanganmu! - Di sini!
"Klinik Namhae Jin"
Eun Sang! Kamu sudah sadar? Kamu baik-baik saja?
Apa? Apa yang terjadi?
Aku terluka dan Ji Song jatuh, jadi, kenapa kamu yang pingsan?
Aku pingsan?
Ya. Penyelamat di helikopter bilang
kokleamu dan bagian yang menangani keseimbanganmu
lemah, jadi, kamu bisa tiba-tiba
pingsan seperti itu.
Dalam bahasa Inggris? Jadi, kenapa aku pingsan?
- Itu karena kamu sudah tua. - Sial.
Kamu membuat kami khawatir.
Kukira kamu akan mati.
Seolah-olah aku akan mati... Hei, lepaskan aku.
Kamu benar tentang semuanya.
Aku benar-benar kacau. Tidak ada yang berjalan lancar dalam hidupku.
Kenapa tiba-tiba seperti ini?
Hei, aku tidak sekejam itu, bukan?
Itu sebabnya...
Itu sebabnya aku benci ide kripto.
Hanya kalian yang kumiliki.
Tapi kalian
terus meninggalkanku,
dan rasanya kalian pergi tanpa aku.
Itulah intinya.
Kami ingin kamu melakukannya bersama kami.
Tapi aku takut.
- Apa? - Bahwa hidupku
sangat kacau hingga aku harus mengikuti tren seperti itu,
mengakui bahwa hidupku hancur.
Itu yang membuatku takut.
Kita melakukan ini agar tidak hancur, bukan karena kita hancur.
Tapi hidupku hancur!
Ini sudah hancur, jadi, kenapa kamu berdebat?
Ini bencana. Api tempat sampah yang tidak terbantahkan.
Kamu tahu berapa tagihan kartu kreditku bulan ini?
Apa, dari papan selancar? Ayolah, kamu hanya membeli satu barang.
Kenapa kamu sangat dramatis...
- Benar. - Aku beli pelindung ruam untuk itu.
Sepasang sepatu,
topi,
dan tas.
Lihat? Itu bukan satu hal. Kenapa kamu terus mengatakan itu?
Saat aku sadar, aku juga memesan penerbangan ke Guam.
Astaga.
Masalahnya...
Aku menginap di spa 24 jam selama tiga hari terakhir.
- Da Hae. - Ya?
- Naikkan dosis obat penenangku. - Apa?
Buat aku pingsan. Atau aku akan mencekiknya.
Baik, tunggu. Baik.
Siapa yang menyuruhmu menghabiskan uang sebanyak itu?
Simpan ceramahmu. Aku tidak mau mendengarnya.
Kamu juga!
Hei, hentikan! Ini rumah sakit. Diamlah.
Apa yang terjadi dengan hidupku? Apa yang harus kulakukan?
Hei, diam!
Sulit dipercaya.
Hei, kamu. Yang benar saja.
Apa kamu harus bersikap seperti anak lima tahun?
Kenapa kamu terus memperlakukanku seperti anak lima tahun?
Kamu, Kim Ji Song.
Karena aku
mengenal anak lima tahun yang sangat mirip denganmu.
Bagaimana jika kuceritakan kisahnya selagi obatnya bekerja?
Anak ini adalah
gadis kecil yang baru berusia lima tahun.
"Peri Calia"
Dia baru mulai belajar menulis,
tapi dia tidak bisa mengeja namanya dengan benar.
- Dia selalu salah satu huruf. - Panas sekali.
Jadi, namanya,
- yaitu Ji Sang... - Apa ini?
Kamu menulis namamu?
Suatu hari, itu akan menjadi "Ji Seung",
dan di hari lain, itu bahkan akan menjadi "Ji Song".
Kapan nama gadis kecil kita menjadi Ji Song?
Kurasa kami harus memanggilmu Ji Song mulai sekarang.
Begitu dia belajar
- untuk menulis namanya, - Kim Ji Song.
orang tuanya berjanji akan membawanya ke taman hiburan.
Ayahnya seorang sopir truk,
dan ibunya selalu sibuk membersihkan pemanggang di restoran,
jadi, mereka tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersamanya.
Jadi, dalam pikiran kecilnya,
jika dia bisa menyebut namanya dengan benar,
dia pikir akhirnya bisa menghabiskan banyak waktu dengan ibu dan ayahnya.
"Kim Ji Si"
Kita pergi setengah jam lalu, dan sudah sebanyak ini.
Rabu?
Suamiku bekerja di hari Rabu, jadi, aku harus menjaga anak kami.
Bagaimana dengan Jumat? Baiklah.
Ji Sang. Itu berbahaya. Duduklah. Ji Sang, duduk tegak.
Ji Sang, duduk yang tegak.
Tidak apa-apa.
Baiklah, sampai jumpa. Bagaimana dengan bayarannya?
Selama tarif per jamnya bagus, aku tidak keberatan.
Jadi, pada hari-hari
saat akhirnya dia menulis namanya dengan benar,
hati orang tua yang malang itu akan hancur.
Goresan ini terlalu menonjol di sini.
Dan ini lebih mirip lingkaran daripada persegi.
- Benar. Sial. - Sejak saat itu,
- Sayang sekali. - mereka akan mencari kesalahan
- Tidak. Coba lagi. - apa pun yang dia tulis.
Tampaknya, anak itu terkadang menangis dalam tidurnya.
Jangan menangis karena hal seperti itu.
Itu hanya satu goresan.
Hanya satu goresan kecil yang salah.
Bukannya kami tidak mau pergi, hanya saja...
Mungkin kita harus meluangkan waktu?
Benar. Dia sangat ingin pergi.
Lalu suatu hari,
hujan deras, seperti hari ini.
Gadis kecil itu bernapas di jendela
dan menulis namanya di kabut.
Kim Ji Sang.
Dengan sempurna, tanpa satu kesalahan pun.
Akhirnya.
Lalu? Apa mereka pergi ke taman hiburan?
Mereka pasti pergi setelah itu, bukan?
Tidak.
Mereka tidak bisa.
Kenapa tidak?
Karena mereka melihatnya di mobil di perjalanan pulang dari mengubur.
"Kim Ji Sang"
"Kim Ji Sang"
Itu kecelakaan.
Bus prasekolahnya menabrak pembatas jalan.
Andai mereka punya lebih banyak waktu,
mereka akan punya banyak kesempatan untuk memujinya.
Andai mereka punya lebih banyak uang,
dia bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman indah.
Sang ibu, yang menyesali
momen yang tidak bisa dia dapatkan kembali
hampir tidak bisa menjalani hidup.
Sampai suatu hari, bak keajaiban, dia bertemu mereka lagi.
Dua goresan kecil itu.
Itu bukan kegagalan.
Itu hanya goresan yang belum selesai.
Itu tidak digambar dengan salah.
Itu hanya ceroboh,
sangat lambat,
dan dengan hati-hati menggambar garis yang masih dalam proses.
Jadi, Kim Ji Song.
Apa yang membuatmu berpikir kamu gagal?
Kamu punya banyak kemungkinan. Kamu bisa jadi apa pun yang kamu mau.
Kamu masih dalam proses.
Bukankah agak prematur
menyebut dirimu gagal?
Kamu benar.
Benar.
Aku belum siap menyebut diriku gagal.
Dengar,
aku
masih tidak tahu apa pun tentang kripto,
tapi aku akan memercayaimu dan mencobanya.
Dan untuk sekali ini,
aku akan memercayai orang yang memercayaiku.
Aku juga akan masuk ke kripto.
Apa?
Tunggu, jangan bilang
keretanya sudah berangkat.
- Pertama, unduh saja aplikasinya. - Apa?
Begitu kamu membuat akunmu,
aku akan mengirimkan lima koinku. Tidak, jadikan sepuluh.
Itu bernilai sekitar 8.700 dolar.
Tunggu, kamu sungguh bisa memberiku sebanyak itu?
Kamu yakin tidak keberatan?
Keberatan? Tentu saja tidak. Aku menyebut ini kesenangan sepadan.
Eun Sang...
Aku juga.
Aku juga akan memberikan lima.
Kalian...
Lupakan 8.500 dolar.
Mari kita jadikan 85.000 dolar. Tidak, 100.000 dolar saja!
- Ke bulan! - Ke bulan!
Berpelukan, Semuanya. Ayo.
- Kita mulai lagi. - Ayo! Ke bulan!
- Astaga. - Ayo! Ke bulan!
- Ke bulan! - Ayo! Ke bulan!
Selalu seperti itu.
Setiap kali aku mau sesuatu, hal pertama yang kupikirkan adalah
"Apa aku membutuhkannya sekarang?"
Jawabannya selalu sama.
Mungkin nanti.
Suatu saat nanti.
Hal termudah untuk kuabaikan adalah hatiku sendiri.
Tapi aku memutuskan untuk tidak melakukan itu lagi.
Dengan orang hebat ini di sisiku, aku akan membiarkan diriku bahagia.
Lagi pula, kami semua pantas mendapatkannya.
Apa ini?
Apa ini?
Mereka bersenang-senang di gelembung kecil mereka sendiri.
Tidak.
"Marron Confectionery"
Pintu terbuka.
Pintu menutup.
Mungkin ini hari pertamaku kembali, tapi ini terasa agak canggung.
Kamu yakin bukan aku yang membuatnya canggung?
- Kamu merajuk? - Tentu saja.
- Kenapa? - Karena kamu menolakku.
Dengan mengatakan kita harus berteman saja.
- Dor. - Pintu terbuka.
- Pintu menutup. - Tunggu!
Tunggu, ini lift eksekutif.
Seharusnya aku yang bingung, bukan kamu.
Bukankah kamu bilang ingin berteman?
Benar.
Tapi kenapa ingin berteman sama dengan menolakmu?
Maksudmu tidak sama?
Dokter Ham, kamu
jauh di luar jangkauanku.
Aku mengerti. Aku sudah mengerti.
Berapa kali lagi aku harus mendengarnya?
Astaga.
Bisakah kamu berhenti menyelaku? Apa kamu perusak percakapan?
Dokter Ham,
kamu sungguh orang yang luar biasa.
Kamu keren dan sangat cakap.
Tapi tetap saja, aku ingin melihat kelanjutannya.
Bersamamu, Dokter Ham.
Aku tidak bermaksud kita harus tetap berteman.
Maksudku kita harus mulai sebagai teman.
Tantangan apa pun yang datang,
menurutku kita
harus menghadapinya.
Meski kapal kita karam,
mari anggap ini petualangan menarik
dan menikmatinya.
Bersama...
Astaga...
Apa?
Aku suka itu.
Kubilang tidak apa-apa. Terdampar, berpetualang, terserah.
Selama aku bersamamu, Jung Da Hae.
Kenapa bertanya padahal sudah jelas?
Astaga...
Benar.
Omong-omong, bagaimana kamu bisa ke Namhae hari itu?
Bagaimana?
- Ingatkan aku kenapa ke Namhae? - Untuk retret kreatif.
Kamu tahu bagaimana musisi terkenal, saat mengalami kebuntuan menulis,
mereka pergi ke tempat baru dan kembali dengan lagu hit abadi.
Kurasa itu bukan pendekatan yang buruk.
Tapi kita akan kembali hari Jumat, bukan?
Aku harus bekerja paruh waktu. Bukankah kamu punya hal penting itu?
Dengan cabang Vietnam. Upacara penandatanganan atau apa pun itu.
Ya, tentu saja, kita akan kembali saat itu.
Ini penting.
- Mari berfoto di sana! - Aku akan tanya seseorang.
- Cantik sekali! - Apa?
Jangan bilang begitu. Bagaimana dengan yang di sana?
- Yang itu bagus, bukan? - Kurasa tidak apa-apa.
Halo. Permisi,
maukah kamu memotret kami?
Kamu tidak perlu melakukan semua itu.
- Sudut ini membuat kakimu panjang. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Hati-hati di jalan. - Waktunya swafoto!
Waktunya swafoto!
- Kamu memilih restoran yang bagus. - Benar, bukan?
Mereka tahu cara menemukan tempat yang mahal, tapi lezat.
- Apa lagi yang harus kita pesan? - Kalian mau udang?
Apa? Tempat ini terkenal dengan abalone.
- Permisi. - Ya?
Bisakah pelanggan mentraktir semua orang di sini?
- Apa? - Aku ingin membeli
pesanan abalone untuk semua meja.
Dia berbaring di tanah hanya untuk memotret.
Lihat dia, bersenang-senang.
Apa?
Halo.
Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.
Ya?
Kamu tahu kelab di sekitar sini?
Yang populer dengan kerumunan yang bagus?
Tidak ada kelab.
Semuanya tutup. Jadi, pergilah, ya? Pergi!
- Ayo. - Kenapa kamu marah?
Aku tidak marah, hanya saja...
Pergi saja! Pergi!
Pria ini konyol.
Kamu berusaha terlalu keras.
Tolong aku!
Da Hae?
Da Hae!
Kamu mengagetkanku.
Ada apa?
Apa yang kamu lakukan?
Hei, kamu mau ke mana?
Bukankah kita akan kembali ke Seoul?
Dia jelas dalam bahaya.
Kamu menyuruhku meninggalkannya?
Hei, bagaimana dengan upacara penandatanganan?
Kita akan terlambat meski pergi sekarang.
Jika tidak ke Seoul sekarang, kamu akan mendapat masalah besar.
Kamu bukan anak pemilik.
Jika kamu mengacaukan hal sepenting ini,
kamu pikir bisa mempertahankan pekerjaanmu?
- Terserah. - Apa?
Suruh mereka memecatku.
Kamu serius? Hei!
Hei! Ham Ji Woo! Hei!
Apa dia gila?
Halo?
Aku bertanya bagaimana kamu bisa berakhir di Namhae.
Aku tidak ingin membahasnya.
Tapi mari kita sepakati satu hal.
Janji apa?
Aku tidak keberatan memulai sebagai teman dan pelan-pelan,
- tapi jangan terlalu menahan diri. - Menahan apa?
Perasaanku.
Mulai sekarang,
jangan takut untuk berlebihan.
Karena aku jelas tidak menahan diri.
Baiklah.
Apa ini?
Ada apa? Sesuatu yang menarik?
Aku tidak tahu soal itu.
Mungkin bukan
sangat menarik bagimu.
Apa itu?
"Hoppang Bite"
Pintu terbuka.
"To the Moon"
"Kim Ji Sang"
"Terima kasih khusus ke Yoon Kyung Ho dan Zhang Hao"
Kenapa orang-orang itu terus berbisik seperti itu?
Apa karena itu? Katakan saja itu sungguhan.
Teman? Apa itu masalah?
Bahkan jika kita tidak setara di kantor...
Hei, Kim Ji Song!
Mulai sekarang, kamu yang bayar.
- Apa? - Akan kukumpulkan setiap sennya.
Harganya terus turun.
Saat harga kripto turun, itu sinyalmu untuk membeli lebih banyak.
Kita tidak melakukan ini dengan sia-sia.
Kita tidak bisa bertahan hanya dengan gaji kita.
- Apa ini? - Da Hae, kamu berinvestasi kripto?
Awasi Nona Gembil seperti elang.
Pak Ko sudah mengusikku.
Jika dia tahu soal ini,
habislah aku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.