All language subtitles for To.the.Moon.2025.S01E05.KOREAN.WEB-DL.VIU.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Acara Bakat Penitipan Tunas"

Kamu tahu apa ini, bukan? Acara bakat.

Anak-anak yang bahkan belum berusia sepuluh tahun

bermain drum dan melambaikan kipas.

Mereka menampilkan pertunjukan bakat yang sangat berbeda.

Aku juga tampil di salah satunya.

Sebenarnya aku terpilih sebagai pemeran utama.

Cinderella, tidak kurang.

Aku tidak terpilih menjadi Cinderella karena aku cantik.

Aku hanya sangat pandai bersuten.

Aku mengalahkan Se Young, gadis tercantik di kelas, dengan kertas.

Omong-omong, karena aku seorang tuan putri,

aku sangat bersemangat akhirnya bisa memakai gaun indah.

Tapi ibuku bilang

dia tidak akan membeli gaun

yang hanya akan kupakai sekali untuk acara itu.

Jadi, pada akhirnya,

aku diturunkan menjadi memerankan pohon ek.

Aku hanya berdiri melamun di sudut gelap panggung.

Kurasa saat itulah aku sadar.

Aku tidak ditakdirkan menjadi pemeran utama seumur hidupku.

Sudut paling belakang panggung, tanpa tempat tujuan lain.

Aku merasa itu satu-satunya bagian yang kumiliki dalam hidup.

Tapi akhirnya itu membantu.

Seolah-olah aku tahu posisiku.

- Mencari tahu posisimu? - Begitu rupanya.

Terima kasih sudah berbagi.

Berikutnya, akan kuceritakan kisah saat usiaku 13 tahun.

Apa? Cerita lain?

Kalian tidak akan tidur?

- Tidak! - Kenapa tidak?

Karena ini Minggu malam.

Jika tidur sekarang, kita harus bekerja.

Jangan tidur. Jangan biarkan akhir pekan berakhir seperti ini.

Aku sangat benci hari Senin! Ayolah, mari bicarakan apa saja.

Lupakan saja. Aku mau tidur. Berhenti melawannya dan tidur saja.

Jangan pergi. Kembalilah.

Itu saat usiaku delapan tahun.

- Itu saat usiaku delapan tahun. - Apa?

"Episode 5: Kualitas Bintang"

"Peraturan Keselamatan Laboratorium"

Aku merasa ini kurang manis.

Apa adonannya dimasak secara berbeda?

Karena kita tidak bisa menggunakan mesin,

kurasa kita harus menerima bahwa rasanya akan berbeda.

Aku tahu ini merepotkan,

tapi bisakah sesuaikan adonannya dan lakukan sekali lagi?

Tentu, kenapa tidak?

Ini untuk hari jadi perusahaan, jadi, sedikit masalah bukan apa-apa.

Sudah berapa tahun?

Ini hari jadi ke-30.

Hari jadi perusahaan kita yang ke-30.

Karena ini hari jadi ke-30 kita,

kita juga mengundang 30 anak yang menyukai camilan perusahaan kita.

- Baik, aku mengerti. - Awas!

Astaga.

Tidak. Aku harus bagaimana? Berikan kepadaku.

Astaga. Aku akan mengambil sesuatu untuk membersihkan ini.

- Tunggu sebentar, ya? - Baiklah.

Astaga.

Tunggu di sini sebentar.

Sial.

Siapa ini?

Mau makan malam bersama nanti?

Aku tahu restoran daging tepung terkenal di dekat Namsan.

Sepertinya aku tidak bisa. Aku terlalu sibuk-bee-bop-a-lula.

Kamu bilang kamu juga sibuk kemarin.

Dan sehari sebelumnya.

Kamu tidak menghindariku, bukan?

Tidak, tentu saja tidak. Aku suka daging tepung, tapi...

Hore.

Aku sangat sibuk kemarin...

Kenapa ini tidak berfungsi?

Aku sangat sibuk kemarin... Kamu pergilah ke Hawaii.

karena kita bersiap untuk acara itu.

Bersiaplah. Cek mikrofon, satu, dua.

Aku sudah bersabar sejauh ini, tapi matikan autoisi dan bicaralah.

Autoisi bodoh, yang benar saja. Bagaimana cara memperbaikinya?

- Astaga. Ya? - Da Hae.

Ini, setidaknya pakai ini.

Tidak, aku tidak bisa...

Kenapa kamu terlihat seperti itu?

Bukankah kamu baru datang dari pabrik?

Ada apa dengan pakaianmu?

Begini...

Pengawas tidak sengaja menumpahkan wadah saus padaku.

Aku punya baju ganti di ruang panggilan,

jadi, aku akan ganti nanti.

Bukankah sudah kubilang itu akan sangat merepotkan?

Melakukan semua itu dengan tangan bukanlah pekerjaan mudah.

Tapi anak-anak yang diundang untuk besok yang paling bersemangat.

Dondonchip.

Sayang sekali kita tidak bisa memakai mesinnya

karena ini edisi terbatas.

- Tapi... - Apa?

Kenapa hanya aku yang harus menderita

dan menanggung semua masalah?

Siapa yang mendapat anugerah besok?

Anugerah Etika Kerja Unggulan.

Siapa yang mendapatkannya?

Itu kamu, Nona Gembil.

Tapi Da Hee dan Jun Seo juga mendapatkannya.

Kamu harus bersyukur kamu salah satu dari ketiganya.

Sejujurnya, aku hanya

mengatakan ini sekarang.

Tapi tahukah kamu

dunia penderitaan yang kulalui untuk memasukkanmu ke sana?

Kamu bahkan tidak bersyukur.

Tunggu.

Jadi, kamu tidak mau penghargaannya? Baik, akan kucoret kamu dari daftar.

Tidak.

Bagaimana dengan perusahaan pengiriman?

Da Hee yang mengurusnya.

Da Hee yang mengurusnya? Da Hee?

Di mana Da Hee?

Dia merekam video promosi perusahaan.

Dia terpilih sebagai model perusahaan.

Benar. Mereka menunjukkan itu di acara besok, bukan?

Siapa model prianya?

Pak Ko.

- Dokter Ham. - Benar.

Dokter Ham?

Mereka serasi.

Mereka benar-benar serasi.

Mereka seperti memonopoli semua penampilan menawan.

Benar sekali.

Mereka tampak serasi.

Kini aku mengerti kenapa mereka menyebut Da Hee tuan putri Marron.

Aku bisa mengerti alasannya.

Yang benar saja. Tuan putri?

Tunggu.

Astaga. Tunggu.

Cut!

Pak. Ini video promosi perusahaan.

Tapi sekarang, ekspresimu seperti...

Kamu terlihat seperti kepala pelayat di pemakaman.

Kamu tampak sangat tragis, aku hampir membungkuk belasungkawa.

- Jadi, apa yang harus kulakukan? - Terserah.

Kita akan melakukan sulih suara di videonya.

Aku akan membacakan dialognya, jadi, sesuaikan ekspresimu dengan mereka.

Tempat yang memimpin dalam makanan yang menyenangkan dan sehat.

- BPOM? - Salah!

Marron. Tempat persahabatan penuh gairah.

- Militer. - Marron.

Tempat yang didambakan jiwaku.

Ranjangku di kamarku.

Marron. Selamanya Marron. Bersama Marron.

Aku mencintaimu, Marron.

Tunjukkan kebanggaan perusahaan di wajahmu.

Seolah-olah kamu suka bekerja di sini.

"Hari ini adalah Hari Marron"

Seperti ini?

Kurasa ini pemakaman tiga hari.

Pemakamannya belum berakhir.

Apa itu?

- Hei, Asisten Sutradara! - Ya.

Kenapa kamu tidak mengendalikan kerumunan?

Kenapa tidak?

Maafkan aku.

Permisi, bisa tolong mundur?

- Astaga. - Hei, kamu!

Kubilang mundur!

Kubilang, mundur!

Bu!

Bu? Aku?

- Cepatlah. - Kemarilah.

Tunggu sebentar.

Omong-omong...

Apa? Apa dia mengenaliku?

Bu, apa hari ini mereka menyajikan daging tepung di kantin perusahaan?

- Maafkan aku. Permisi. - Ada apa dengannya?

- Sial. - Ada apa dengannya?

Aku bisa mati saja.

Bukankah itu lucu?

Jung Da Hee, Jung Da Hee.

Nama kami hampir sama,

tapi dia "tuan putri", dan aku "Bu".

Kamu tahu? Aku bahkan bisa membiarkannya.

Tapi

dia menyuruhku

untuk menyingkir.

Dia bilang, "Bu, minggir."

- Kamu tertawa? - Tidak.

Sudah kubilang kamu harus lebih berusaha dalam penampilanmu.

Berdasarkan pakaian orang, kamu bisa bagi menjadi dua kelompok.

"Astaga, mereka pasti kaya."

"Astaga, kuharap mereka lebih baik."

Kalian terkadang...

Aku memberi hormat ke Buddha.

Itu dia. Aku akan mati saja.

Itu akan lebih mudah.

Tidak ada lagi rasa malu jika aku mati.

Sekarang bukan saatnya mati.

Ini saatnya untuk transformasi.

Apa?

Ini dia! Dibuat di Butik Magal.

Kupersembahkan barang baru belum terpakai, 100 persen katun sutra

dengan labelnya.

Aku akan meminjamkannya sebagai bantuan khusus.

Apa yang harus kulakukan dengan ini?

Kudengar ada pesta besok.

Bukankah timmu yang bertanggung jawab?

Ayolah. Itu bukan pesta.

Jangan bilang mereka meninggalkanmu.

- Apa mereka juga mengucilkanmu? - Apa?

Kamu akan memakai ini besok! Mengerti?

Dan kamu akan mendapatkan penghargaan.

Ini hari yang sempurna untuk transformasi.

Memangnya aku Power Ranger? Kenapa aku harus berubah?

Da Hae. Dokter Ham

adalah seseorang

selalu berada di puncak daftar pencarian saat ini.

Apa maksudmu?

Dia pria yang jadi bahan pembicaraan.

Pemeran utama pria mendapatkan pemeran utama wanita.

Tapi dengan penampilanmu sekarang...

Hei, kamu tidak mau mencoba dengan Dokter Ham?

"Ham Ji Woo"

Kantin menyajikan daging tepung hari ini.

Yang benar saja.

Memangnya dia duta daging tepung?

Sebentar.

Kudengar kamu menyajikan daging tepung hari ini.

- Siapa yang memberitahumu? - Aku yakin seseorang bilang tadi.

Daging tepung memang enak,

tapi jika kita terlihat makan bersama di kantin,

bukankah itu akan terlihat agak aneh?

Orang bisa salah paham.

Salah paham soal apa?

Tidak akan ada yang berpikir begitu.

"Jung Da Hae: F..."

Apa ini?

Astaga, auoisiku bertingkah lagi.

Aku sudah makan siang.

Sampai jumpa.

Ini

tampak cukup disengaja.

Ini hanya tteokgalbi. Kamu mau?

Tidak, aku baik-baik saja.

Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan.

Hee Jung!

"Hwang Hee Jung"

Kenapa kamu mengambil...

Kamu berhenti?

Ya.

Itu terjadi begitu saja.

Jadi, kamu tidak memperbarui kontrakmu?

Bukannya aku tidak melakukannya. Aku tidak bisa.

Kamu tahu bagaimana keadaannya.

Benar juga.

Kamu pergi tanpa pesta? Kenapa kamu sendirian?

Mereka bahkan tidak menambahkanku ke grup obrolan O.O.

Kamu pikir mereka akan mengadakan makan malam perpisahan untukku?

Aku bahkan tidak menahan napas.

Tim kita menyelesaikan laporan dengan baik,

dan kita lolos audit dengan sempurna,

jadi, perusahaan memberi kita bonus.

Kalian sudah bekerja keras, jadi, traktir diri kalian makan enak.

- Terima kasih. - Jangan makan daging babi lagi.

Haruskah kita mencoba tempat baru kali ini?

Baik, jika kalian punya tempat kalian mau makan,

unggah saran di obrolan. Aku akan menyusun daftar.

Astaga.

- Kita bisa makan daging sapi enak - Kita bisa makan itu.

Bisakah kita makan daging sapi?

"Bagan Tempat Duduk Acara Hari Jadi ke-30"

Baiklah!

Apa kunci untuk acara besok?

Itu

bagan tempat duduk.

Yang terpenting adalah Meja Satu, dikenal sebagai meja VIP Marron.

Eksekutif terbaik kita akan di sini, jadi, semua mata tertuju ke sini.

Siapa yang harus menjadi bintang di meja ini?

Mari kita dengar beberapa ide.

Lantas, kita butuh orang yang punya kesamaan dengan mereka, bukan?

Sebagai catatan,

direktur pelaksana senior dan aku satu SMA.

Aku satu universitas.

Tapi kamu di kampus satelit, Ji Won.

- Presdir kita sama. - Tentu.

Aku bertugas dengannya di militer.

Dia dibebaskan dari wajib militer.

Atau setidaknya, itu yang kuharap bisa kukatakan.

Apa semua orang menginginkan Meja Satu?

Kenapa?

Kamu akan berbagi meja dengannya. Bukankah itu agak mengintimidasi?

Aku tidak keberatan duduk di mana saja.

Apa? Kenapa kamu bilang begitu?

- Dokter Ham juga di Meja Satu. - Dokter Ham.

Ada legenda tim tidak resmi tentang Meja Satu.

Jika duduk di sana, kamu akan dipromosikan dalam setahun.

Tentu saja kamu tidak tertarik.

"Tentu saja"?

Asal kamu tahu, aku sendiri cukup ambisius.

Benarkah? Aku salah.

- Omong-omong, untuk besok... - Hei.

Siapa yang punya laporan kinerja Milk Tarte?

Aku memilikinya, tapi apa kamu membutuhkannya sekarang?

- Kamu tidak akan berikan kepadaku? - Akan segera kuambilkan, Pak.

Cepat!

Nona Gembil.

Kamu masih belum berganti pakaian?

Ganti pakaianmu sekarang!

Ini tempat kerja, bukan taman bermain.

Aku baru ganti baju.

Warnanya cukup mirip dengan setelan higienis tadi.

Bagaimana ini bisa mirip?

Jangan marah.

Ini hari besar, jadi, aku jujur.

Lagi pula, seperti katamu, ini meja yang mengintimidasi,

jadi, kamu harus berpakaian rapi untuk itu.

Jadi,

maksudmu aku tidak pantas berada di meja seperti itu.

Aku hanya bilang betapa pentingnya meja itu.

Itu aneh.

Selama ini, kupikir aku tahu di mana tempatku,

tapi sekarang, aku mulai ragu.

Lupakan "tahu posisiku".

Mengerti?

Tidak, aku tidak mengerti. Mari bersikap adil soal ini.

- Apa? - Maafkan aku,

tapi aku juga mulai menginginkan kursi penting itu.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan ini.

- Batu-kertas-gunting! - Batu-kertas-gunting!

- Batu-kertas-gunting! - Astaga!

- Batu-kertas-gunting! - Batu-kertas-gunting!

Siap atau tidak, batu-kertas-gunting!

Da Hae, mari kita jadikan dua dari tiga yang terbaik.

Aku tahu kertas akan menang.

Ji Song. Gaun yang kamu tunjukkan tadi.

Bisakah kamu meminjamkannya kepadaku...

Sebenarnya, tidak. Aku akan membelinya darimu.

Tapi aku butuh bantuanmu.

Baiklah. Sampai jumpa sepulang kerja.

"Asisten Manajer Oh Dong Gyu"

Bagaimana dengan restoran Thailand di dekat kantor?

Kita dapat bonus, ingat? Mari pesan yang lebih mahal.

Benar sekali. Ayo pergi ke tempat yang trendi.

"Tim Akuntansi Marron"

"Oh Dong Gyu, Marron Kim Eun Jin, Marron Kim Hye Rin"

"Marron Yoon Tae Young, Marron Jo Su Jin"

Aku baru menyadarinya. Kenapa Ji Song tidak ada di sini?

Masalahnya...

Aku akan mengundang Ji Song.

"Kim Ji Song, Undang Kontak"

Apa?

"Asisten Manajer Marron Oh Dong Gyu"

Ini grup obrolan Tim Akuntansi.

"Asisten Manajer Oh Dong Gyu"

Bagaimana penampilanku?

Kurasa kamu bisa melupakan pohon ek.

Ini dia!

Kamu pasti akan menjadi bintang pesta besok.

Astaga.

Ini luar biasa.

Teman-teman!

Aku terlihat cukup menawan, bukan?

Ayolah, kamu tampak jauh lebih baik daripada "cukup menawan".

Jadi, kamu bisa menata rambut dan riasanmu seperti ini

lagi besok, bukan?

Kamu menontonku, jadi, kamu pasti bisa melakukannya sendiri.

Tunggu sebentar. Bagaimana aku bisa melakukan ini sendiri?

Kamu berbakat, dan aku ceroboh.

Apa?

Lalu apa yang harus kulakukan?

Di mana aku harus meletakkan seprainya?

Haruskah kutaruh di sini? Atau di sana?

- Aku pemilih soal tempatku tidur. - Jangan konyol.

- Akan kuletakkan di sini. - Baiklah.

"Aku artis sampul pribadimu"

"Lagu apa pun yang ingin kamu dengar"

"Dari balada hingga lagu anak-anak"

Apa yang kulakukan di sini dengan rasa sakit di leherku?

- "Hanya aku penyanyi folk-mu" - Aku tidak bisa membunuhnya, bukan?

"Dari balada gitar romantis hingga Sting"

Ada apa?

Kamu memainkan lagu pemakaman? Ada apa denganmu tiba-tiba?

- Ju Man. - Apa?

Aku bicara dengan gadis ini,

tapi dia tidak mau makan denganku. Apa yang harus kulakukan?

Lantas, menurutku kalian berdua tidak benar-benar berpacaran.

Bagaimana jika aku ingin berpacaran dengannya?

Kalian harus makan bersama.

- Jika dia tidak mau makan? - Maka itu bukan apa-apa.

- Jika aku mau pacaran dengannya? - Kurasa kita bisa begini seharian.

- Jika dia tidak mau makan? - Dasar kamu...

Lupakan saja. Aku hanya tidak merasakannya.

Baiklah, lupakan saja.

Lupakan soal tampil kembali dan bahagialah sebagai ketua anak-anak.

Tayangan YouTube Kids-mu gila.

Lihat ini! Kamu ditonton 3,1 juta kali.

Astaga, Ji Woo-tube!

Selama kamu terus mentraktirku tuna mahal, kita baik-baik saja.

Kamu main-main denganku sekarang?

Main-main denganmu? Dasar berandal. Kamu yang memulainya.

Hei, kamu tahu berapa pekerjaan yang kubutuhkan hanya untuk uang sewa?

Bahkan buang waktu denganmu begini kemewahan yang tidak bisa kujalani.

Hei, jangan terlalu dramatis.

- Tapi bagaimana caranya? - Keluar.

- Apa? - Kamu tidak mau pergi?

- Aku pergi. - Pergilah, Berengsek.

Pergilah, Berengsek. Enyahlah.

Pergi dari sini, Berengsek!

Ji Song, kamu tahu tempat bagus?

Kita mungkin akan pergi ke tempat trendi berkat kamu, Ji Song.

Tim kita sudah lama tidak pergi bersama.

"Tim kita?"

"Tim Akuntansi Marron"

Cucilah wajahmu dan lepaskan gaun itu.

- Aku hanya menikmati momen ini. - Menikmati apa?

Rasanya seperti mantra sihir yang akan patah di tengah malam.

Eun Sang, aku merasa seperti menjadi Cinderella.

Tidak juga.

Sihir Cinderella berakhir di tengah malam,

tapi bagi kita, saat jam menunjukkan tengah malam...

Ini dia! Naik lagi. 50 dolar lagi.

Luar biasa.

Jangan membahas kripto lagi. Aku benci, jadi, tolong hentikan.

Tapi kamu bermain ponsel.

Eun Sang.

Kamu sungguh berpikir Ji Song tidak akan berinvestasi dengan kita?

Tapi pasar sangat populer sekarang.

Kita lihat saja nanti.

Tapi kamu tidak akan "tunggu dan lihat saja", bukan?

Tentu saja tidak. Aku akan menghancurkannya.

Aku akan membuatnya melakukannya, apa pun yang terjadi. Anak gila itu.

Kamu seperti ibunya.

Kamu melahirkannya?

Benar.

Apa?

Jika aku melahirkannya, dia akan jauh lebih baik.

Bayangkan jika dia mirip denganku.

Dia akan menjadi hakim atau jaksa.

Apa dia akan berakhir hanya sebagai Kim Ji Song?

Jangan menjelek-jelekkanku di depanku.

Astaga, pendengaranmu tajam.

"Ham Ji Woo"

Permisi.

Bisakah kamu tidak bermain ponsel?

Apa yang sungguh ingin kamu bicarakan?

Tunggu sebentar.

Tim kami sedang melakukan percakapan yang sangat penting.

"Timmu?"

"Tim Akuntansi Marron"

"Tim kita sudah lama tidak pergi bersama"

Tempat trendi? Aku tahu semua tempat terbaik.

Untuk steik, cobalah Ristera di Seongsu-dong.

Satu gigitan seperti rasa dari dunia ini.

Lion di Hannam-dong punya risotto lezat buatan koki Italia.

Elllo Kitchen di Yeonnam-dong...

Ello Kitchen? Yang punya daftar tunggu enam bulan?

Aku juga tidak pernah bisa mendapatkannya.

Kamu mau ke sana? Kita bisa mewujudkannya.

Apa maksudmu? Itu sudah penuh untuk besok.

Ji Song. Kamu bukan hanya menggertak, benar?

Makan malam tim ini masih acara kerja.

"Tim Akuntansi Marron"

Tidak. Aku selalu pergi ke sana.

Kamu pelanggan tetap? Jadi, kamu bisa menelepon dan dapat meja?

Tidak mungkin.

Lantas, kurasa pelanggan tetap kita, Ji Song, bisa memesan tempat.

Bagus! Terima kasih, Ji Song.

Apa kamu berandal?

Apa?

Kamu berandal, bukan? Kecuali kamu berandal,

tidak mungkin kamu bisa membuat seseorang merasa semenyedihkan ini.

Tapi kamu salah paham.

Hanya karena aku selalu menghubungimu,

mengajakmu makan di luar,

kurasa kamu salah membaca situasi ini.

Aku hanya bersikap sopan. Itu saja. Kamu tahu bagaimana keadaannya.

Setelah apa yang terjadi di antara kita,

jika kita saling menghindar, itu akan menyakitkan.

Aku hanya mencoba bersikap ramah, tapi kamu menghindariku begini...

Suaramu putus-putus. Kamu mengemudi?

Ya. Dengar, jika kamu senggang, mari bertemu.

Kita harus meluruskan ini.

Lagi pula, aku di dekat rumahmu.

Di dekat rumahku, di mana? Kamu di Sillim?

Benar, Sillim. Ya, aku di sekitar sana.

Aku mulai lagi. Aku pindah ke Daebang-dong.

"Daebang"

Benar, Daebang-dong. Aku di dekat stasiun di sana.

Stasiun terdekat adalah Stasiun Singil.

Benar, Singil. Di sanalah aku berada.

Entah kamu di mana, tapi aku bersama teman-temanku.

Benar, teman-teman. Teman...

Teman-teman? Memangnya kamu grup idola?

Kalian tinggal bersama? Kenapa kalian berkumpul selarut ini?

Mari bertemu besok.

Aku berencana duduk di sebelahmu di acara besok.

Kita bisa makan bersama, dan jika pidato CEO berlarut-larut,

kita bisa menghinanya sedikit.

Kamu tidak suka mendengarnya?

Kamu hanya bertanya untuk bersikap sopan.

Kurasa aku tidak mengerti petunjuknya.

Kukira kamu tidak bisa mendengarku.

Aku tidak tahu jadwalku untuk besok.

Aku butuh waktu untuk memikirkannya.

Tentu saja.

Kalau begitu, santai saja dan beri tahu...

Baiklah. Mari kita lakukan.

Kamu memikirkannya selama lima detik.

Maafkan aku. Aku membuatmu menunggu lama.

Jadi, besok,

kita pasti akan bertemu.

Sebaiknya kamu duduk di sampingku.

Baik, sampai jumpa besok.

"Bunga"

"Perayaan Hari Jadi Marron Confectionery ke-30"

"Choi So Yul"

"Lee Sun Young"

"Baek Ji Yoon"

Itu datang. Manis sekali.

"Dokter Ham Ji Woo, Jung Da Hae"

"Jung Da Hae"

"Jung Da Hae"

"Jung Da Hae"

"CEO Kwak Ki Taek"

Apa ini? Kenapa kamu memindahkan namaku?

Da Hae. Benar juga.

CEO akan datang. Dia seharusnya bepergian,

tapi dia kembali lebih awal.

- Lalu? - Apa?

CEO ingin duduk di samping Dokter Ham.

Hanya kursimu yang bisa kami tukar. Ini.

"Jung Da Hae"

Ayolah, itu tidak adil.

Kita harus duduk di tempat yang ditugaskan.

Apa? Maksudmu, kamu akan menentang CEO?

- Tidak, bukan itu maksudku. - Pak Kwak!

Di mana kursiku?

Di sini, Pak!

"CEO Kwak Ki Taek"

Benar.

- Ayo, duduklah. - Baiklah.

- Apa sungguh tidak ada cara? - Maaf, kami sudah penuh.

Tapi ini impian seumur hidup ibuku.

Aku tidak percaya aku melahirkan pembuat onar kecil ini.

Begini, ibuku diadopsi saat dia masih muda

oleh keluarga di luar negeri.

Jadi, di tempat

yang benar-benar menangkap perasaan kampung halamannya...

Ini restoran Italia.

Dia orang Italia.

Jadi, dia diadopsi dan dibawa ke Korea.

Selamat pagi.

Tiamo. Grazie. Hentikan, ya?

Hentikan, ya?

Hentikan, ya?

Grazie.

- Bisakah kamu kembali nanti? - Pak.

Kamu sungguh ingin aku mengadakan pesta mengasihani diri di sini?

Aku akan membuat onar dan kamu malu lalu orang-orang akan mulai merekam.

Lalu mengunggahnya di YouTube.

Dengar.

Aku tidak ingin menjadikanmu sensasi viral.

Ibu, maafkan aku.

Sudah kubilang, kami sudah penuh, Bu.

Pak.

Kelompok pukul 19.00 baru saja batal.

Kim Ji Song! Reservasi untuk enam orang pukul 19.00.

Tunggu, tapi kamu bilang itu untukmu dan ibumu.

Hei, aku sudah memesan tempat. Tidak bisa ditarik kembali.

Selain itu, jika tidak merepotkan,

bisakah kamu berpura-pura kita dekat?

Seperti aku datang ke sini sekitar lima kali sepekan

dan memesan menu termahal seolah-olah itu bukan apa-apa.

Seolah-olah aku salah satu pelanggan tetapmu yang elegan.

Apa?

Mamma mia! Dia gila.

Terima kasih.

Baik, pemesanan sudah ditetapkan.

Hei, kita punya waktu luang. Ayo ke pasaraya.

Kenapa pasaraya?

Kamu tidak lihat dekorasi di sana?

Aku harus berfoya-foya untuk menyesuaikan nuansanya.

Kamu berbohong soal kewarganegaraan, dan sekarang kamu bersemangat?

Kenapa berbohong soal menjadi pelanggan tetap restoran mahal

dari awal?

Itu karena

- grup obrolan... - Apa yang kamu dapatkan

dari berbohong hanya untuk pamer?

Apa yang kudapatkan?

Foto.

Itu bagus untuk media sosialku. Karena kami rekan kerja,

kupikir kami bisa berfoto bersama sebagai tim.

Foto yang kamu unggah di media sosial, berdandan di tempat mewah.

Kamu pikir itu hidup aslimu?

Kehidupan nyata adalah

apa yang terjadi di luar foto itu, Ji Song.

Astaga, apa maksudmu?

Maksudku, mari berhenti berpura-pura

dan mulai menjalani hidup yang autentik.

- Kenapa kita tidak masuk kripto... - Jangan pernah membahas kripto.

Aku tidak mendengarkan. Aku tidak mau!

- Tidak! - Kripto!

- Hentikan! - Anak itu, aku bersumpah.

Tapi kenapa aku belum dengar kabar? Kuharap dia baik-baik saja.

Astaga.

"Memanggang kebahagiaan ke dalam kehidupan sehari-hari semua orang"

Marron Confectionery.

Selamanya, Marron! Bersama-sama, Marron!

Kami mencintaimu, Marron!

"Marron Confectionery"

Kami mencintaimu!

- Marron! - Marron!

Astaga, Dokter Ham, kamu alami di kamera.

- Terima kasih. - Astaga.

Dahulu aku diberi tahu bahwa aku mirip aktor.

Kamu tahu Leslie Cheung?

Mereka memanggilku Leslie Cheung dari Gaepo-dong.

Cara yang bagus untuk tidak menghormati orang mati.

Meja ini tampak agak berbeda dari yang lain.

Ada bunga

dan ada bantal hanya untukku?

Kamu benar. Seolah-olah ada yang menyiapkannya.

Semuanya, kalian sudah menonton film "Days of Being Wild"?

Ada adegan saat Leslie Cheung...

Apa ada yang bisa bertahan tanpa produk kita?

Kamu duduk di mana? Aku bersama Leslie Cheung dari Gaepo-dong.

Apa kamu baru saja mengangkat tanganmu di sana?

Da Hae?

Hai.

Kursi ini kosong, bukan?

Ya.

Bukankah seharusnya kamu duduk di Meja Satu malam ini?

Kenapa CEO...

Begitulah adanya.

Tapi kamu harus duduk di depan. Kenapa kamu kembali ke sini?

Karena aku ingin duduk denganmu.

Aku sungguh ingin lebih dekat denganmu.

Itu...

Tentu, akan menyenangkan berteman, tapi...

Sempurna. Kita bisa naik bersama untuk dapat penghargaan nanti, ya?

Benar juga, penghargaannya.

Tentu, ayo naik bersama.

Berikutnya, untuk menghargai kerja keras semua pegawai kita,

kita akan memulai presentasi penghargaannya.

Sudah dimulai.

Aku akan segera mengumumkan penerimanya.

Pemenangnya adalah Nona Jung Da Hee, Pak Yoon Jun Seo,

dan Nona Jung Da Hae dari Tim Pemasaran.

Karena keterbatasan waktu,

Nona Jung Da Hee akan menerima anugerah untuk tim.

Nona Jung Da Hee.

Jung Da Hee!

Bagus.

Silakan naik ke panggung.

Itu...

Apa yang kamu lakukan?

Pergilah. Mereka memanggilmu, Da Hee.

- Kami mencintaimu, Jung Da Hee! - Kami mencintaimu, Jung Da Hee!

- Jung Da Hee yang sempurna! - Jung Da Hee yang sempurna!

Tim Pemasaran!

- Semangat! - Semangat!

Angkatan 14!

- Angkatan 14! - Angkatan 14!

- Angkatan 14! - Angkatan 14!

- Angkatan 14! - Angkatan 14!

Momen yang mengharukan dengan dukungan rekan-rekannya.

Bergabunglah denganku di panggung ini.

Dan sekarang, untuk penyerahan anugerah.

"Anugerah Etika Kerja Unggulan, Jung Da Hee dan dua lainnya"

"Anugerah Etika Kerja Unggulan, Jung Da Hee dan dua lainnya."

"Atas etos kerja rajin dan tanggung jawab dalam tugasmu,"

"kamu telah menjadi contoh yang bersinar bagi rekan-rekanmu."

"Sebagai pengakuan atas kontribusimu,"

"kami senang mempersembahkan anugerah ini."

Kukira kami semua harus menerima ini bersama.

Aku sangat senang menerima anugerah ini di hari yang berarti.

Aku ingin berterima kasih ke semua orang atas kemurahan hati mereka...

Astaga.

Gaunku.

Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu masuk ke sini?

Karena kamu tidak membalas pesanku.

Karena aku tidak menjawab?

- Sana, pergi dari sini. - Ada apa? Kamu menghindariku?

Kamu bahkan tidak mau menatapku.

Tidak, bukan begitu. Ini hanya situasi yang rumit.

Jadi, apa "situasi rumit" ini?

Ayolah, yang benar saja.

Ada apa dengan wajahmu?

Astaga. Hidungku mimisan.

Yang benar saja.

Rasakan itu.

Apa?

Aku hanya bilang,

kamu salah.

Jadi, sekarang kamu dihukum.

Apa perbuatanku yang salah?

Menurutmu tidak?

Mempermainkan emosi seseorang seperti itu?

Apa maksudmu?

Tapi itu benar.

Kamu membuatku bingung.

Kamu tidak tahu hanya dengan melihatku?

Sulit dipercaya. Apa dia serius?

Mempermainkan hatiku seperti ini?

Kalian melihat Da Hee duduk di meja CEO?

- Aku iri sekali. - Benar sekali.

- Terserah. Mari bersantai di sini. - Kedengarannya bagus.

- Ini tidak nyaman. - Bukankah ini kursi Da Hae?

Ke mana dia pergi? Awalnya dia di Meja Satu.

Dia menukarnya tadi. Aku melihatnya pergi ke tempat lain.

Tapi apa kalian melihat Da Hae hari ini?

Dia datang dengan berdandan, bukan?

Melihatnya duduk di sana bersama Da Hee agak lucu.

Da Hae memakai gaun putih itu

dan duduk di samping Da Hee. Dia seperti

lobak parut yang mereka taruh di bawah sashimi.

- Apa? Seperti hidangan pembuka? - Ji Won, "hors d'oeuvre"?

Lauk. Mari tetap memakai bahasa Inggris.

Benar.

Apa itu tadi? Kamu lihat gerakan itu?

Ya, ada yang bergerak.

Astaga, itu membuatku takut!

Apa ini?

- Astaga! - Apa?

Apa?

- Ada orang di dalam? - Ada orang di dalam?

- Ada orang di dalam? - Angkat mejanya.

Itu...

- Apa lagi sekarang? - Berputar saja.

- Berputar? Apa maksudmu berputar? - Apa yang terjadi?

- Berputar sekarang. - Astaga.

Kamu membuatku pusing. Aku harus bagaimana?

- Lurus! - Lurus?

- Apa itu? - Apa itu?

Aku harus bagaimana? Aku harus ke mana?

- Belok kiri. - Kiri? Belok kiri.

Apa aku terus berjalan?

- Jangan menghalangi! - Tunggu.

Berhenti!

Aku menabrak sesuatu. Kurasa itu orang.

Di mana pintunya?

Itu dia! Aku melihat cahaya! Di sebelah sana!

- Lari! - Lari!

Tunggu, apa itu? Menunduk!

Menunduk!

Menunduk lagi!

- Kita mau ke mana? - Di sana. Pintu darurat!

Pintu darurat!

- Da Hae, kita hampir sampai! - Sial.

Kita hanya perlu melewati ini. Bertahanlah.

Astaga, kerja sama tim kita buruk.

Nona Gembil?

Apa? Pak Ko.

Apa yang kamu lakukan di sini, Nona Gembil?

Ceritanya panjang.

Kenapa kamu tidak menjawab telepon Pak Kim dari pabrik?

Dia bilang sudah meneleponmu lebih dari 20 kali.

Apa?

Aku tidak ditelepon.

- Tapi apa masalahnya? - "Apa masalahnya?"

Seratus kotak salah dikirim. Itu "masalahnya".

Alamat apa yang kamu berikan ke perusahaan pengiriman?

Apa?

Da Hee yang menghubungi perusahaan pengiriman...

Da Hee adalah salah satu pemenang penghargaan.

Dia sibuk mengobrol dengan CEO.

Tentu saja, kamu bekerja dengan baik.

Aku sering bepergian untuk bekerja, jadi...

"Pengiriman Hajin, Panggilan Tidak Terjawab, 21 Notifikasi Lagi"

Bukankah seharusnya kamu menanganinya, Nona Gembil?

Anak-anak dan wali mereka di sini. Apa yang akan kamu lakukan?

Aku juga...

Penghargaannya...

Yang benar saja.

Maafkan aku.

Sulit dipercaya.

Bagaimana kita memperbaiki ini?

Anugerah kita berikutnya adalah untuk Anugerah Pencapaian.

Hei.

Kamu baik-baik saja?

Kurasa begitu.

Selain sedikit malu, aku baik-baik saja.

Sebenarnya itu agak lucu.

Maksudku, aku baru saja dipermalukan, bukan?

Tidak selucu itu.

Kenapa tidak? Itu lucu!

Menurutku itu lucu.

Benar.

Sejujurnya, menurutku itu juga tidak lucu.

Tidak bisakah aku

mentertawakannya saja?

Kamu tidak berpikir aku berdandan dengan gaun mewah ini

hanya untuk dipermalukan seperti ini, bukan?

Aku mengharapkan momen besarku sendiri.

Tapi ternyata aku hanya serakah,

dan semua orang bisa membaca pikiranku.

Sungguh,

aku sangat malu hingga bisa mati saja.

Aku hanya mencoba mentertawakannya, tapi kamu tidak mengerti, bukan?

Apa yang kamu harapkan?

Apa?

Kamu bilang kamu menunggu momen besarmu.

Apa itu?

Apa kamu

ingin menjadi bintang upacara anugerah itu?

Sepertinya aku benar.

Itu agak lucu.

- Apa maksudmu... - Kurasa kamu salah besar.

Maksudku, pikirkanlah.

Apa memakai gaun mewah menjadikanmu bintang?

Kamu harus melakukan sesuatu yang luar biasa untuk menjadi bintang.

Tapi jika menyangkut hal itu,

kamu belum melakukan apa pun, bukan?

Jadi, kenapa harus malu?

Apa yang bisa aku

- kulakukan? - Apa saja.

- Kamu mudah memulai pertengkaran. - Aku muak berusaha lebih keras!

Kamu tipe orang yang membalikkan meja dan lari jika perlu.

- Angkat mejanya. - Apa?

Kamu bisa melakukan apa pun jika sudah bertekad.

Menurutku,

kamu tipe orang yang bisa mengubah tempat apa pun menjadi panggungmu.

Pada saat itu, aku sadar.

Sayang, sebelah sini!

Di sini!

Da Hae.

Ibu! Kapan Ibu tiba di sini?

- Ibu melihatku? - Tentu saja.

Bagaimana Ibu bisa melihatku?

Aku ada di sudut panggung.

Ibu hanya bisa melihat putri ibu.

Kamu selalu menjadi bintang paling terang, di mana pun kamu berada.

- Benarkah? - Ya.

Sebenarnya, aku bukan hanya berdiri di sana.

Aku sedikit berakting.

Ranting, gemetar tertiup angin.

Ibu mau lihat?

Gemetar! Bagaimana menurut Ibu? Aku cukup hebat, bukan?

Kamu yang terbaik!

Di mana pun aku berada,

apa pun yang kupakai, aku bisa tampil luar biasa.

Aku orang yang tidak bisa didefinisikan hanya dengan gaun.

Seseorang yang bisa melakukan apa pun.

Bahkan tadi, kupikir kita melakukan tarian topeng singa.

Sungguh, penampilan kita setingkat Warisan Budaya Tidak Berwujud.

- Restorannya. - Apa?

- Di mana restorannya? - Di B1.

Tolong bantu aku.

Aku siap melakukan apa pun.

Mampirlah.

Sakit.

Hei, Anak-anak, sakit. Hentikan.

- Halo? - Lakukan pekerjaan paruh waktu.

Ya, itu impianku. Hanya punya satu pekerjaan paruh waktu.

Aku harus melayani meja sekarang.

Entah kapan aku bisa mewujudkan visi musikku.

Visi itu? Ketua anak-anak ini, akan mewujudkannya untukmu.

- Kemarilah. - Apa?

"Enderion"

Kamu ingin kami tidak memberi tahu Ji Song

kita pindah restoran untuk makan malam tim?

Lagi pula, itu tempat langganannya.

Kita bisa pergi dengannya lain kali.

Tapi tetap saja, itu tampak agak kejam.

Dia berusaha keras memesan tempat itu

karena kita semua ingin pergi ke sana.

Dan dia tampak sangat senang diundang ke grup obrolan.

Bisakah kamu berhenti bermain ponsel?

Apa yang ingin kamu bicarakan?

Tunggu sebentar.

Tim kami sedang melakukan percakapan yang sangat penting.

Dia selalu mengunggah meme di obrolan dan selalu menyapa.

Dia hanya berhati-hati. Dia tahu dia yang aneh.

Dia tahu dia tidak cocok.

Aku tidak mengerti kenapa kita menambahkan Kim Ji Song

ke grup obrolan.

Kita hanya dapat insentif tim karena kerja keras kita, bukan?

Dia hanya operator kantor. Seolah-olah dia melakukan sesuatu.

Kamu ada benarnya.

Apa yang kamu lakukan?

Maaf.

- Sial. - Astaga.

Kang Eun Sang, kamu sangat menyedihkan.

Saat kamu tidak tahu apa-apa,

kamu menceramahinya seolah-olah kamu lebih tahu.

Astaga, kenapa dia tidak menjawab?

Wei Lin! Tebak di mana aku sekarang?

Ini dia!

Aku di makan malam timku!

Kamu beruntung, Sayang. Tempat itu indah.

Tapi tidak secantik kamu, Ji Song.

Cantik!

Tunggu sebentar!

"Eun Sang"

"Bisa kutelepon balik nanti?"

Sayang, kita harus kemari bersama saat kamu di Korea.

Tempat ini sangat indah.

Baiklah, Anak-anak!

Maafkan aku.

Hadiah yang sangat ingin kami berikan,

Dondonchip, rasa daging tepung.

Sayangnya, karena masalah di pihak kami,

kami tidak bisa

membagikannya hari ini.

- Kudapan! - Tapi kami...

Tunggu!

"Hadiah Camilan Perayaan Hari Jadi ke-30 untuk Anak-anak"

Bukankah itu Dokter Ham?

Itu Dokter Ham.

Dokter Ham, apa yang terjadi?

Tolong mikrofonnya.

Ada apa dengan gitarnya?

Pertunjukan dadakan untuk istirahat singkat.

"Terbang melewati puncak Gunung Everest"

"Melesat melewati stratosfer"

"Hidup adalah perang, tapi siapa peduli?"

"Aku terbang melewati cahaya bintang"

"Muak dengan hari membosankan yang sama"

"Dikelilingi semua orang tegang"

"Aku hanya mengganti saluran"

"Mereka terus bicara"

"Tapi aku sama sekali tidak tertarik"

"Satu tempat yang bersinar sangat terang"

"Itulah yang menarik perhatianku"

"Berputar-putar dan berputar"

"Bumi terus berputar"

- "Saat aku berputar" - Apa? Dokter Ham bernyanyi?

Sebenarnya dia cukup hebat.

Kurasa anakku mendengarkan lagu ini di YouTube.

Benar. Begitu juga keponakanku.

- Benar, bukan? - Ya.

- Lagu ini juga ada di algoritmeku. - Benarkah?

Anak-anak sangat menyukai ini. Mereka semua ikut bernyanyi.

- "Berputar-putar" - "Berputar-putar"

- "Berputar-putar dan berputar" - "Berputar-putar dan berputar"

- "Berputar-putar" - "Berputar-putar"

- "Berputar-putar dan berputar" - "Berputar-putar dan berputar"

- Dia hebat sekali! - Hebat!

Luar biasa!

Dokter Ham, kamu yang terbaik!

Satu lagu lagi! Ayo, nyanyikan satu lagi!

Astaga.

Jika camilan daging tepung tidak cukup, kita harus sajikan yang asli.

Tiga puluh daging tepung spesial akan datang!

Itu tampak lezat.

Kamu luar biasa! Bagaimana kamu bisa memikirkan ini?

Apa ada yang tidak bisa kamu lakukan?

Syukurlah.

Terima kasih banyak, Da Hae.

Jika bukan karenamu, tim kita akan mendapat masalah besar.

Kamu menyelamatkan kita.

Kita hanya beruntung dengan menu kantin.

Mereka kebetulan menyajikan daging tepung.

Lauknya luar biasa hari ini.

Benar, bukan?

Kurasa itulah kekuatan media sosial.

Aku sangat terkejut. Kamu lihat mereka semua ikut bernyanyi?

Rasanya seperti konser Bruno Mars.

Bruno Mars-nya prasekolah.

Ham Ji Woo Mars.

Itu terdengar seperti bahasa Jepang, bukan? Omong-omong...

Permisi, Bu.

Ini panggilan terakhir.

Baiklah.

"Tim Akuntansi Marron"

"Asisten Manajer Jo Su Jin meninggalkan ruang obrolan"

Apa?

"Kim Hae Rin meninggalkan ruang obrolan"

"Kim Ji Song, Asisten Manajer Oh Dong Gyu"

"Asisten Manajer Oh..."

"Asisten Manajer Oh..."

"Tim Akuntansi Marron"

Lupakan saja.

Sudah jelas apa yang terjadi.

Kenapa repot-repot bertanya?

- Baiklah, mari makan. - Ini tampak sangat enak.

- Aromanya luar biasa. - Aku akan menikmati ini.

Tunggu sebentar.

Tunggu. Ji Song belum datang.

Aku akan mengiriminya pesan singkat.

Tunggu.

"Obrolan"

"Marron Yoon Tae Young meninggalkan obrolan"

Apa?

Tunggu, kenapa semua orang meninggalkan grup obrolan?

Itu?

Karena kita punya kehidupan sendiri,

grup obrolan tampak tidak perlu.

Jika itu hal penting, kita bisa saling mengirim pesan.

Tunggu, tapi itu artinya Ji Song tidak tahu...

- Aku akan meneleponnya sebentar. - Tunggu.

Ji Song bilang dia akan menemui pacarnya hari ini.

Jangan menelepon. Baca situasinya.

Benarkah?

- Mari makan tanpa dia. - Baiklah.

- Mau bersulang? - Ya.

Baiklah, bersulang!

- Bersulang. - Pak Oh, kamu juga.

- Bersulang! - Bersulang!

Kim Ji Song.

Ji Song.

Eun Sang?

Astaga, lututku.

Sedang apa kamu di sini?

Jadi, kamu di sini

makan pasta,

piza,

minum anggur,

dan mendapatkan foto sempurna.

Sementara kamu mungkin merasa kenyang dan bahagia,

aku sangat kelaparan.

Ayo kita makan. Ya?

Kenapa? Aku baru saja makan. Aku kenyang.

Karena aku lapar. Aku yang kelaparan.

- Kamu mau makan apa? - Apa?

- Kurasa lututku sakit. - Ayolah.

Ini melelahkan.

Orang bisa membicarakan makanan Barat sesuka mereka,

tapi tidak ada yang mengalahkan makanan Korea.

Kamu benar.

Kenapa kamu sangat terobsesi dengan makan malam tim ini?

Itu hanya makan bersama rekan kerjamu.

Apa masalahnya?

Lagi pula, kamu selalu makan bersama kami.

Ayolah.

Kalian bukan rekan kerjaku.

Kalian keluargaku.

Dan menyenangkan bisa akrab

dengan rekan-rekanku yang sebenarnya.

Kita tidak perlu menjadi musuh.

Mereka bahkan mengundangku ke obrolan mereka, jadi, kupikir

mereka merasakan hal yang sama.

Dia hanya berhati-hati. Dia tahu dia yang aneh.

Dia tahu dia tidak cocok.

Begini...

- "O.O". - "Oh"?

Mereka memanggil Ji Song O.O?

Cobalah cumi-cumi tumis ini.

Ini lezat, bukan?

- Baiklah. - Makanlah.

Astaga, aku tidak tahu.

Saat Da Hae dan aku membahas soal perekrutan di luar siklus,

dia pasti sangat sedih.

Jadi...

Jadi, O.O...

O, apa?

Bagian mana di wajahmu yang menurutmu harus dioperasi?

Aku sudah cukup cantik.

Ada apa denganmu? Apa maksudmu?

Maksudku, O.O...

Pasar mata uang kripto mengalami lonjakan luar biasa.

Beragam mata uang kripto dapat keuntungan besar hari demi hari

menarik perhatian investor.

Khususnya Enderion meningkat pesat.

Mari kita lihat bagan hari ini.

"Tren harga Enderion"

"Enderion, 800 dolar"

Itu meroket!

Setelah album pertamaku gagal, aku langsung mendapat pekerjaan.

Aku memutuskan untuk berhenti bermusik selamanya.

Aku menjual gitarku dan membeli sepasang sepatu formal saat itu,

dan rasanya

aku menginjak kerikil dengan sepatu itu.

Itu terus berguling, masuk ke bawah kakiku.

Bagiku, kerikil itu seperti musikku.

Itu jelas menyakitiku,

tapi aku tidak berani mengeluarkannya.

Tapi aku juga tidak berani menggoyangkannya dari sepatuku.

Aku berjalan dengan kerikil di sepatuku,

dan begitulah aku sampai di sini.

Gaunmu itu

sama seperti sepatu ini bagiku.

Harganya mahal dan bagus,

tapi memakainya tidak menjadikanku bintang.

Karena aku masih belum berada di tempat yang kuinginkan,

melakukan apa yang kuinginkan.

Jadi,

semahal apa sepatu itu? Apa itu buatan desainer?

Hanya itu yang kamu dapatkan dari ceritaku? Bahwa sepatunya mahal?

Bagiku,

aku masih ingin

memiliki hal seperti itu, setidaknya sekali.

Gaun yang dipakai Song Hye Kyo.

Mobil yang dikendarai Jun Ji Hyun.

Dan apartemen yang ditinggali Kim Tae Hee.

Aku mengerti bintang yang asli

luar biasa tanpa semua itu

di benakku,

tapi hatiku belum siap.

Kamu sangat materialistis.

Astaga. Apakah sejelas itu?

Aku harus mengajakmu ke tempat yang sangat mahal lain kali.

Ada lain kali?

Jadi, tidak ada lain kali? Ada apa dengan itu?

Apa kamu berandal?

Kita harus pergi sekarang.

Secepat ini? Ayolah, mari tinggal sedikit lebih lama.

Hei, dengar. Setidaknya mari minum kopi di sana.

Tapi aku akan ketinggalan kereta terakhirku.

Tapi tidak apa-apa jika kamu mengantarku ke stasiun.

Kalau begitu, aku akan berlari bersamamu ke stasiun.

Aku berlari 100 meter dalam 12 detik. Aku sangat cepat.

Terkadang kamu sangat hebat, tapi di saat seperti ini...

Tapi lalu apa?

Kamu benar-benar gagal.

Gagal? Apa maksudmu?

Astaga, tunggu sebentar.

Tunggu sebentar.

Apa yang terjadi? Sikapmu aneh.

Apa ada yang sakit?

Tidak, kurasa ada sesuatu di sepatuku.

Lagi? Dengan sepatu semahal itu.

Aku ditelepon. Goyangkan itu.

- Halo? - Itu meroket!

Astaga, kamu mengagetkanku!

- Da Hae! Itu meroket! - Apa?

Tunggu. Tunggu sebentar. Tutup teleponnya.

"Enderion, 800 dolar"

Tidak mungkin!

Lihat? Ini alasannya.

Apa?

Aku menahannya, takut kamu akan kabur.

Karena aku ingin terus berjalan bersamamu.

Dokter Ham.

Tapi kenapa aku?

Menurutmu kenapa?

Menurutmu kenapa aku bersikap seperti ini?

Da Hae.

Kerikil dari sepatu Dokter Ham

pasti bergulir ke hatiku.

Bukankah suara kerikil bergulir seharusnya suara gemerincing?

Jadi, kenapa aku terus mendengar "dentum"?

Tidak. Itu karena harga kriptoku naik.

Ini semua karena kripto.

"Epilog"

Apa anggota tim pernah makan bersama?

Apa yang biasanya kalian pesan?

Apa daging tepung ide yang buruk?

Kami suka daging tepung. Kami semua makan siang di luar.

Benarkah?

Kalau begitu, Namsan akan menjadi tempat yang sempurna.

Tapi mungkin terlalu jauh untuk makan siang.

Apa seseorang harus menyukai daging tepung?

Apakah

Nona Gembil?

Nona Gembil?

Itu julukan Da Hae.

Itu seperti nama kesayangan.

Julukan Jung Da Hae adalah "Gembil"? Kenapa?

Apa karena dia bulat? Lucu sekali.

Tapi sepertinya dia bukan tipe yang bulat.

Begitu pula kepribadiannya.

Saat marah, dia bisa membunuhmu dengan sekilas.

Seperti itulah tatapannya.

Tapi aku tahu apa?

- Ada apa dengannya? - Jadi, ada julukan lain?

Hei, ekspresi itu sempurna.

- Hei, ambil sorotannya! Cepat! - Tidak juga.

Ekspresi itu murni kesetiaan perusahaan.

Tapi...

Sutradara, kurasa bukan perusahaan yang dia cintai.

"To the Moon"

"Terima kasih khusus kepada Zhang Hao atas kameonya"

Dengan Rata-rata...

Angkat tanganmu!

Kita datang ke sini untuk berfoya-foya.

Sedikit berfoya-foya seperti ini tidak ada salahnya sesekali.

- Hei, lumayan. - Masuklah ke kripto.

Jangan bicara kripto lagi, atau aku akan pulang.

Serahkan ponselmu.

Aku akan menyimpannya sampai malam ini.

- Hei, tidak ada di sini. - Apa?

Ini sebabnya kamu seharusnya tidak mengumpulkan semua ponsel kami!

Apa yang kamu lakukan?

Bagaimana jika itu turun dan kita tidak bisa memeriksanya?

Kamu mau merusak perjalanan kita?

- Tolong aku. - Da Hae!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.