Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
RAGING PICTURES
KEMATIAN SEKETIKA
terjemahanmahsunmax
PUSAT KEJIWAAN MANHATTAN
Sekarang sudah 6 bulan sejak kau meninggalkan militer.
Aku tahu kau bergabung saat umurmu 21 tahun.
Jasamu begitu lama.
Sungguh wajar bila ada masalah dalam kehidupan sebagai warga sipil
bagaimanapun saat itu.
Bagaimana kau menghabiskan waktumu?
Apa kau sudah mendapat pekerjaan?
Tidak.
Lalu apa yang kau lakukan, John,
selain ngobrol tentunya?
Tidur.
Tidur?
Tidur-tiduran.
Dan membaca.
Tidur dan membaca?
Apa yang kau baca?
Paling banyak buku fiksi.
Ada jenis khusus lain? Pilihan tertentu misalnya?
Koran.
Dan itu, apa membuatmu kecewa?
Apa itu membuatmu kecewa?
Yang dikabarkan di media.
Tidak.
Apa kau terganggu dengan pertanyaanku?
Tidak.
Kau bilang sering tidur.
Berapa jam tiap malam kira-kira kamu tidur?
Dok, aku bilang tidur-tiduran, bukannya sering tidur.
Apa ada bedanya?
Kau jelaskan saja sendiri.
John, mengingat pengabdian dan latar belakangmu,
aku harus mengevaluasi kondisimu dalam kehidupan sebagai warga sipil.
Tolong kerjasamanya.
Dok, aku telat tidur, karena suka begadang.
Aku suka begadang karena aku suka nonton TV.
Saat siang hari, aku mungkin ke gym atau ke taman.
Seminggu sekali, mungkin aku ke perpustakaan.
Dan saat kuterima uang dari pemerintah, aku pakai makan secukupnya untuk diriku.
Dan nyaris berbahayanya sama dengan warga sipil lain.
Alangkah baiknya jika kau punya tujuan, John, sebuah alasan.
Kau punya seorang putri.
Apa kalian pernah saling menghubungi?
Disini tertulis kau seorang kakek.
Ada baiknya bagimu punya keluarga.
PUTRIKU (JANE) KINGS DRIVE, LONDON
INGGRIS
PUSAT BISNIS AVONDALE
Maaf, aku akan langsung kerjakan dan selesaikan semua.
Maaf.
PEMBERITAHUAN: SEDANG ADA PEMBERSIHAN, GUNAKAN KAMAR KECIL
Jane, sebelum kamu pergi, ini ketiga kalinya kau telat bulan ini.
Kita sudah bicarakan ini.
Aku tahu, George, maafkan aku, tapi aku berusaha datang secepatnya.
Pertama aku harus mengantarkan Wendy sekolah, lalu naik bus 2 kali ke sini.
Hari ini, bus keduaku telat.
Kau tahu aku sudah berusaha berangkat secepat aku bisa.
Ini bukan keputusanku, Jane.
Ini sudah dilaporkan.
Maaf, aku harus memberimu peringatan resmi.
Bila diulangi lagi, maka kita harus berpisah. (dipecat)
Halo.
GEDUNG NELSON
Gary, ada apa? / Diam!
Gary, apa yang terjadi?
Nah, kau makin menjengkelkan, Gazza.
Aku tak tahu kau ini bicara apa!
Ya, kau tahu.
Kau jual semua yang tak seharusnya kau jual.
Atau setidaknya kau tak membelinya dari orang yang benar.
Aku tak menyalahkanmu, Gazza. Aku yakin kamu tidak tahu.
Tapi seperti yang mereka bilang, ketidaktahuan bukanlah pembenaran.
Aku tak tahu apa maksudmu!
Kau tahu, aku benci bagian ini.
Dari mana kau mendapat narkoba ini, Gary?
Dan tak usah mempermainkanku!
Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Soal ini.
Gary, apa itu?
Dari mana kau mendapatkan ini?
Aku tak tahu, tapi aku perlu dengar.
Ini akan membunuhku!
Tidak, tak akan.
Kemarilah, sayang, kemarilah. Tak apa.
Akan kubunuh kau, Gary!
Akan kubunuh kau! Ini salahmu, kau tahu!
Aku bisa saja duduk di sofa di sampingmu, bernafas lega,
hanya jika kau mau menyebutkan nama!
Jadi kutanya sekali lagi
lalu akan kugorok leher sebelah lagi
dan aku akan menyelesaikan tugas ini jika kau masih tak mau ngomong!
Carnie! Aku mendapatkannya dari Carnie.
Cuma itu saja?
Tidak, ada... ada... agak sedikit di closet kamar mandi
dan di sisi panel kamar mandi.
Kau tahu aku, Gary?
Razor.
Ya, kau tahu,
aku sadar ini agak menyinggung,
bahkan egois,
tapi aku lebih suka yang ini.
Tapi aku tak suka untuk bilang pakai pistol Beretta.
Carnie, sudah kuduga aku akan terlibat ini!
Joroknya, dasar keparat!
KEDATANGAN
PEMBERHENTIAN BUS
Kolonel Neal.
John.
Senang mendengar kabar darimu.
Apa kau ada di Inggris?
Aku tak tahu, mari kita berkumpul.
Omong-omong, bagaimana soal hutangmu menraktir minum?
Ya, tapi kau juga hutang padaku.
Baiklah, sampai ketemu nanti.
Sampai jumpa.
MENGENANG KAREN BRADLEY, ISTRI, IBU DAN NENEK
Halo, sayang. Selamat hari jadi.
Ya aku tahu, telat lagi. Aku selalu datang telat, aku selalu punya alasan.
Nah, tak ada alasan lagi, aku kesini untuk bilang maaf.
Tak sedetikpun berlalu tanpa aku memikirkanmu saat aku pergi.
Tapi sudahlah,
tak seharusnya aku pergi, harusnya aku berada disampingmu.
Akan kuberikan segalanya untuk mengembalikan waktu itu kembali.
Sepenuhnya aku menyesal yang telah kuperbuat padamu, sayang.
Satu-satunya orang yang tak ingin aku sakiti.
Tapi aku tak bisa merubahnya, itulah yang harus kutanggung dalam hidupku.
Tapi aku janji akan menjaga Jane dan Wendy dengan lebih baik.
Aku janji, Karen, aku janji.
Selamat tinggal, Karen, aku mencintaimu.
Ada keributan kemarin malam di dekat sini.
Polisi, ada dimana-mana.
Ya, lalu kenapa?
Ada polisi dimana-mana 'kan?
Dan orang itu bersama pacarnya terbunuh di ruang tamu.
Siapa peduli?
Ya Tuhan!
Tapi kau kenal orang itu.
Aku melihat dia pernah ke sini.
Apa kau ada hubungannya dengan dia?
Kau tak pernah melihat orang itu.
Apa kau mengerti?
"Aku... aku tak pernah melihat orang itu."
Jika kau bicara macam-macam, mereka juga akan menggorok lehermu!
Kau mengerti?
Kau bicaralah sesukamu, jangan dengarkan dia.
Kembali! / Kembali!
Hey, kemarilah!
Carnie, dasar brengsek, kemarilah, aku ingin bicara denganmu!
Kau tak bisa terus-terusan lari, Carnie! / Carnie!
Ayolah, Carnie, berhenti sekarang! / Kemarilah, brengsek!
Mau kemana lagi kau, dasar sampah!
Tidak, hey, tidak, lepaskan...
Bukan masalah besar.
Kau sangat menyusahkan.
Cuma beberapa...
Hey! Lepaskan aku!
Turunkan aku!
Kau membuat kekacauan besar, Carnie.
Dan semua gara-gara kau, kau tak percaya kalau peraturan ini diberlakukan padamu.
Itu cuma narkoba sedikit.
Aku tahu.
Dan tak keberatan dengan persaingan kecil.
Maksudku, jika itu untukku, tak akan keberatan.
Tapi ada 2 orang mati, gara-gara ini?
Betapa kuat pengaruhnya, bukan begitu?
Tapi begini, ini bukan keputusanku, dan aku bukanlah bosnya,
dan bukan aku yang membuat aturan.
Aku hanya melaksanakan tugas dari mereka.
Jangan, Razor, ayolah.
Ayolah Razor.
Seperti yang kau katakan, ini sangat keliru?
Ya, sangatlah keliru.
Sekarang, pelangganmu sebelumnya, Gary, mengarahkanku padamu.
Maka aku akan tanya: dari mana kamu dapat narkoba untuk dijual?
Aku tak tahu, Razor, aku tak tahu!
Angels.
Di belakang Klub Angels.
Terry, yang jaga pintunya.
Dia yang mengatur pertemuan untukku.
Dia tak menyebutkan nama padaku.
Aku hanya menemui orang itu dan membuat transaksi.
Sungguh... aku jujur, Razor.
Kau tahu? Aku mempercayaimu.
Ya Tuhan, malam ini seperti Sirkus Piccadilly disini.
Ayo kerjar dia!
Astaga!
Yah, dia sudah mati.
Ya, Jack juga.
Aku yakin dia mendapatkan pistol dari Jack.
Dia cuma sial dengan yang ini. Lihat, tembakan kepala dan dada.
Tembakan ganda.
Ayolah, biarkan saja.
Halo?
Jane, ini aku, ayahmu.
Ayah?
Aku disini.
Ayah.
Halo, Jane.
Apa yang ayah...?
Kemarilah!
Senang bertemu ayah.
Aku juga.
Ayo, ini kubawakan.
Ayo.
Akan kubuatkan teh.
Apa yang... Apa yang ayah lakukan disini?
Maksudku, mengapa sekarang?
Aku menulis surat dan menelpon.
Saat itu memang sulit, ayah.
Aku tahu, maafkan aku.
Maksudku... tak tahu kabar darimu, itu yang terburuk.
Maaf, aku tak ingin kau mengalami itu.
Saat itu juga sangat sulit bagi ibu.
Ya, aku tahu.
Aku tak ingin terjadi begitu, aku hanya...
aku tak punya pilihan.
Tidak? Para tentara harus berangkat.
Tidak semuanya.
Tapi...
Aku tak mengerti, apa yang ayah perbuat hingga meninggalkan tugas?
Itu bukanlah sesuatu yang ingin kau dengar, Jane.
Jika kukatakan yang kuperbuat sebelumnya, kau akan melihatku dengan berbeda.
Dan... aku tak mau begitu. Aku cuma ingin melupakannya.
Aku ingin memulai dari awal.
Tak penting yang sudah terjadi.
Ayah ada disini sekarang.
Ayah selalu kuterima disini.
mahsunmax
Duduklah.
Tidak, tak usah.
Lalu?
Aku harus bicara pada Terry di Angels.
Dia ada di online, tapi kami ikuti jalur biasanya.
Angels?
Ya, sebuah klub malam.
Aku tak tahu banyak, tapi jujur saja.
Aku hanya bilang, pekerjaannya "bersih".
Terry bekerja di perusahaan keamanan, mereka ada di depan pintu.
Beralih ke bisnis ini untuk bisa berperan.
Tuhan tahu apa yang dikerjakan orang.
Memang tak ada masalah sebelumnya.
Walau begitu, kita lebih baik menghentikannya.
Memastikan semua orang menerima pesannya.
Terutama yang mengencingi serealku.
13 tahun.
Aku tak sadar kalau sudah selama itu.
Ya, memang lama.
Kami merindukanmu.
Kami sangat merindukanmu.
Terutama disaat ibu meninggal.
Aku sungguh tak bisa kembali, Jane.
Baiklah, aku mau tidur sekarang.
Aku tak punya kamar ekstra, jadi ayah bisa tidur di sofa.
Tak masalah.
Aku sungguh senang bertemu ayah.
Aku juga.
Ayah, kau sudah bangun? / Ya?
Ya.
Tidurmu nyenyak?
Kubawakan teh untukmu.
Terima kasih.
Aku harus berangkat kerja sekarang.
Aku juga harus mengantar Wendy ke sekolah.
Apa ayah tak apa-apa sendirian? Aku siapkan sarapan?
Ya, aku cuma butuh 5 menit,
Aku ingin pergi bersamamu.
Ayah yakin? Cukup jauh lo tempatnya.
Ya, aku mau.
Baiklah. / Kemari.
Sampai jumpa, kek. / Memalukan sekali.
Sampai nanti, sayang.
Naik bus lain dari sini. Apa ayah yakin mau ikut?
Ya.
Ini tempatnya.
Bagus.
Kurasa akan kuberikan kuncinya pada ayah.
Jangan berkeliaran sekitar sini, paham?
Sampai jumpa.
Sampai jumpa!
Nanti kususul ke sana..
Apa semua baik-baik saja?
Apa kau orang baru disini?
Aku mengunjungi putriku.
Sampai jumpa.
Siapa yang tinggal di nomer 12?
12?
Itu si blonde jelek, Jane Hayes.
Ayo.
Penyelidikan pembunuhan dimulai
setelah beberapa mayat ditemukan di Negara Bagian Utara.
Polisi memberi garis batas TKP...
Itu dia. Jane Hayes, nomer 12.
Dia tinggal di situ.
Ini aku, biarkan aku masuk.
Halo.
Halo, kakek.
Aromanya enak.
Ya, aku membuat makan malam.
Apa ada yang naik lift bersamamu?
Tidak.
Apa ada orang di luar yang belum pernah kau lihat sebelumnya?
Tidak, tapi selalu ada orang lalu lalang,
jadi kau tak pernah tahu siapa yang tinggal di sini.
Mengapa? Ada apa?
Tidak, aku cuma ingin tahu. Kebiasaan lama.
Kuingin kalian berdua melupakan kalau pernah melihatku, paham?
Tutup mulut kalian, selamanya.
Lihat kalian berdua, ketakutan.
Yah, pergilah.
Enyah dari sini.
Halo, semua beres.
Lihat ini.
Dari mana kau mendapatkannya?
Teman kita, kami membantunya.
Ayolah.
Ini enak sekali.
Kapan ayah belajar masak?
Ayah tak boleh merebus telur saat kau di rumah.
Jane, dengar, aku mendapat telpon.
Ada urusan yang harus kulakukan besok.
Aku akan pergi agak lama.
Tapi ayah baru saja datang.
Cuma sebentar.
Mungkin 1 atau 2 hari, akhir pekan aku akan kembali.
Apa yang akan ayah lakukan?
Ada hubungannya dengan militer.
Cuma ingin membantu, memberikan laporan-laporan kecil.
Tak akan lama.
Aku hampir lupa sampai hari ini.
Tak apa, tapi ayah harus kembali.
Aku hampir lupa.
Ada sesuatu untukmu.
Terima kasih.
Simpanlah, itu sangat spesial.
Lihat, ya Tuhan, ini aku, ini nenekmu.
Dia cantik.
Oh Tuhan, lihat rambutnya.
Terima kasih.
Tuhan memberkati kita.
Kakek John.
Ya, sayang?
Aku senang melihat ibu seperti ini.
Aku senang kakek kembali.
Maafkan aku sebelumnya tak pernah ada di sini, tapi itu akan berubah.
Aku janji.
Aku tak percaya Tuhan itu ada, tapi sekarang setelah bertemu kakek, aku percaya.
UNTUK JANE: SAMPAI KETEMU AKHIR PEKAN! AKU MENCINTAIMU, AYAH
Siapa itu?
Halo, nona Hayes?
Ya?
Saya agen Donald, ini soal ayah anda.
Ayah? Kenapa?
Boleh kami masuk?
Ya, silahkan.
Halo, Jane.
Kau bukan polisi!
Di mana dia? / Siapa?
Ayahmu.
Dia pergi tadi pagi, dia tak ada di sini.
Kapan dia kembali?
Aku tak tahu.
Aku tak yakin.
Kau tak tahu?
Dia bilang akan menelpon, tapi tak memberitahu mau kemana.
Nah, untuk jaga-jaga, apakah dia tak ada disini atau tidak.
Kau akan melayaniku.
Ibu?
Tak apa, ikut aku.
Mereka cuma teman-temannya kakekmu.
Apa yang akan kau lakukan?
Tak ada.
Selama kau bersikap baik.
Tak apa, diamlah saja.
Sekarang, Jane.
Kumohon...
Kau harus ceritakan soal ayahmu.
Aku... aku tak tahu apa-apa.
Sampai sekarang, aku belum pernah bertemu bertahun-tahun.
Kapan dia kembali ke sini?
Aku tak yakin dia mau kembali.
Mengapa?
Dia tak mau tinggal bersama kami, dengan keluarga.
Jadi, kau tak tahu dimana dia tinggal? kau tak bisa menghubungi dia...
Yah, tampaknya dia harus kembali.
Dan kau harus membantu kami.
Bagaimana?
Astaga!
Terkadang kau tak cocok melakukan kerjaan seperti ini.
Mana anak itu?
Tak apa, aku sudah menguncinya di kamar.
Dia aman.
Ayo Sunny, tunggu di mobil.
Kalian berdua, hibur dia, mengerti?
Tapi jangan gaduh, aku harus menelpon.
Siapa ini?
Itu ibuku. / Siapa ini?
Kakek John.
Dia yang memberikan ini padaku.
John.
Ayolah.
Harusnya tak ada perlawanan.
Keadaan makin tak terkendali sekarang.
Tapi akan berakhir.
John.
Nah, kalian berdua, pergilah.
Hampir selesai.
Kau tak membunuhnya, maka lepaskan gadis itu.
Sudah aturan, jangan pernah meninggalkan saksi.
Atau, jika kau harus meninggalkan saksi, pastikan mereka tak bisa mengenalimu.
Tolong aku.
Lebih baik kau ikut aku, John.
Jane?
Ayah?
Ayah, kaukah itu?
Ayah!
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Aku tak tahu mengapa.
Tak apa sayang, aku disini.
Wendy!
Aku... bahkan tak bisa menangis, rasanya sangat sakit.
Mataku.
Kenapa mereka melakukan itu?
Apa yang telah kita perbuat?
Tak ada, kau tak salah apa-apa.
Biarkan dia beristirahat dulu.
Aku harus periksa perbannya.
Baiklah.
Jangan pergi, ayah.
Kau berjanji tak akan pergi.
Tak apa, aku ada di luar.
Aku harus tanya, John, dan pihak berwenang sipil juga bertanya.
Apa kau tahu siapa yang berbuat ini? Atau mengapa?
Wendy, aku ingin melihat dia sekarang!
Biar aku saja.
Tak apa, tinggalkan kami.
Maaf, John.
Aku juga.
Maaf, tapi kau harus ikut dengan kami.
Mengenai yang terjadi disini,
Kami rasa lebih baik kau bersama dengan kami untuk mendapatkan bantuan dan dukungan.
Dukungan?
Dengan anggar kawat berduri dan pintu terkunci malam itu?
Aku tak bertanya, kau tahu sendiri.
Cucuku... putriku.
Aku tahu...
Jangan halangi aku.
Kami bawa peralatan.
Kau tak harus pakai cara kekerasan...
Jane, ini aku. / Ayah?
Ya.
Mereka bilang kau pergi.
Aku tahu kau tak pergi.
Jane, aku harus pergi.
Kau akan mencari orang-orang yang menyakiti kami 'kan?
Jane, aku harus pergi.
Semoga Tuhan mengampuniku, tapi mereka harus membayarnya.
Bukan demi aku, tapi demi Wendy.
Mereka harus membayarnya.
Dengan semua yang mereka punya.
Kau bisa pegang janjiku.
Badan Gangguan Keamanan Domestik di Negara Bagian Thames.
Pria itu...
temanmu 'kan?
Kalian mengabdi bersama 'kan?
Ya, kami berteman.
Ya, kami mengabdi bersama.
Baik, aku butuh semua informasi yang kau punya mengenai dirinya, kemiliteran dan semuanya.
Sama klisenya yang kukatakan, inspektur, aku bisa berikan padamu,
dan aku akan membunuhmu.
Sudah cukup omong kosngnya.
Siapa dan dimana dia?
John, "dimana" itu tak penting sekarang karena kau tak akan ke sana.
Baik, kami harus tetap menyelidikinya.
Protokoler, kamu tahu itu.
Apartemen di Green Gables.
Ada lagi yang ingin kau sampaikan sebelum kukirim anak buahku?
Kau tak akan menemukannya,
tapi kau tak perlu memaksakan diri untuk tahu keberadaannya.
Putrinya ada di rumah sakit ini
dengan wajah diperban dan sedang disembuhkan matanya.
Cucunya ada di kamar mayat.
Jika aku jadi kau, akan kuurungkan niatku sampai ini berakhir.
Ya, baiklah, aku tak bisa lakukan itu.
Kunci mobilmu menghilang dan juga senjataku.
Orang ini bersenjata, dan jiwanya tak stabil.
Jika kau bertanya apakah kau akan melukai anak buahmu, aku tak tahu,
tapi jika mereka menyakiti dia, maka, ya, John akan membunuh mereka.
Apa kabarmu, Razor?
Jangan sebut namaku disini.
Ayo kita keluar.
Apa yang terjadi?
Sudah kulaksanakan yang kau perintahkan.
Ya, ya, memang sudah.
Ini.
Nah, sekarang aku ada tugas untukmu.
Kuingin kau lakukan tugas untukku di Negara Bagian Utara.
Saat ini aku tak bisa ke sana.
Kau ingin aku berbuat apa?
Tak banyak.
Buatlah dirimu berguna.
Beritahu mereka siapa yang tangguh sebenarnya.
Buat semuanya berjalan lancar.
Ya, tak masalah.
Bagus.
Pergilah ke sana besok, paham?
Hindari polisi.
Usahakan ini tetap terkendali.
Apapun maumu, Razor.
Ya, apapun yang kumau.
Patroli, tersangka adalah orang Kaukasia...
Bisa aku bantu?
Sial, kau orangnya!
Beberapa malam lalu,
mereka membunuh seorang pria dan wanita di rumahnya, tak jauh dari sini.
Malam berikutnya, mereka menembak pria lain di luar,
bersama dengan orang malang yang berlalu lalang.
2 orang yang menembak, juga akhirnya mati.
Tapi malam berikutnya, ini terjadi.
Aku ingin tahu apa yang terjadi.
Sebaiknya kau katakan semuanya.
Narkoba. / Narkoba?
Bisnis utama disini.
nama, tempat, jalan, siapa yang mengelolanya?
Ada 3 atau 4 geng,
tapi pengendali utama zona ini, untuk saat ini, adalah...
orang yang bernama Joe Calder.
Itu penyebab pembunuhan ini, tampaknya geng lain ingin masuk.
Geng apa?
Aku tak tahu.
Aku cuma menjaga pintu atau pergi pada Sabtu malam untuk pemeriksaan.
Jika ada tersangka, sudah kuberitahukan.
Katakan dimana aku bisa menemukannya.
Tak yakin.
Aku tahu beberapa tempat,
tapi aku tak yakin dimana, atau walau kau bisa menemukannya.
Jika kau memang orang baik, berikan aku satu nama.
Aku tahu mereka akan datang kesini untuk melihat kapan kamu berpatroli.
Semoga kau tak akan mulai meminum
air kencingmu sendiri sebelum mereka.
Secara pribadi, aku tak melawanmu, terserah kau mau ngomong apa
agar terlihat baik di depan teman-temanmu.
Tapi jika kau pintar, mulailah beritahu mereka
dimana aku berada atau apa dan kemana aku pergi,
maka kau punya masalah pribadi denganku.
Sekarang, borgollah dirimu.
Borgol dirimu sekarang.
Tetap di posisimu dan tunggulah bantuan datang.
Kuulangi, tetap di posisimu dan tunggu bantuan datang, ganti.
Dan jangan bawa bir...
Semuanya lancar, kawan-kawan?
Ada apa denganmu?
Akan kukatakan yang terjadi padaku.
Kupastikan kau bersikap sopan.
Sekarang, Calder tak menyuruhku untuk mengendalikan orang tolol sepertimu
saat aku bisa menggaruk anuku.
Tenanglah, kawan, kami tak tahu siapa kau sebenarnya.
Apa yang kau inginkan?
Ayo kita pergi ke tempat yang sepi.
Ada apa?
Lepaskan aku!
Tolong!
Matilah kau.
Kau sentuh aku maka Calder...
Itu yang ingin kubicarakan denganmu.
Dimana aku bisa menemukan Calder?
Apa kau tak tahu?
Maka kau tak tahu sedang terlibat apa.
Kau butuh bukan sekedar otot.
Kau harus pergi sekarang.
Ya, memang, aku tak terlalu pandai soal itu.
Putriku yang selalu mengurusku seperti itu.
Kecuali sekarang dia mengalami penderitaan dalam hidupnya sekarang.
Sekali lagi, dimana aku bisa temukan si Calder?
Ada klub malam di Jalan Bethin.
Hampir tiap malam dia ada di sana.
Kunci mobilmu, berikan padaku.
Ini mobil Mitsubishi Colt.
Terima kasih.
Tapi kuputuskan aku membencimu.
Aku melihat temanmu melakukan itu beberapa malam lalu.
Lalu dia menembak kepalanya.
Tapi itu lebih rendah dari levelmu.
Aku jauh, jauh lebih rendah dari itu.
Mau minum apa?
Minuman Coke.
Hey, kau hutang $ 2.50 untuk itu.
Kita harus bicara.
Apakah kau penasaran apa yang sedang terjadi,
akulah ayahnya wanita yang kau kirim ke rumah sakit.
Kakeknya cucu yang telah kau bunuh!
Razor...
Kau sedang mencari Razor.
Aku tak pernah menyuruhnya melakukan itu!
Aku paham, tapi sudah terjadi atas namamu,
kau bermasalah dengan itu sampai sekarang, itu masih sial bagimu.
Tolong!
Aku tak melakukannya!
Ya, kau yang melakukannya.
Ya, ayo.
Baik, jika mereka masih ada yang bisa bicara,
lindungi mereka, aku ingin tahu apa yang terjadi disini.
Dan cari apakah ada rekaman atau apapun.
Ya.
Yah, laksanakan!
Kolonel Neal.
Jangan buang-buang waktu.
Ada setengah lusin bajingan mati
dan setengah lusin lagi dengan sedotan sampai Natal berikutnya.
John, ceritakan soal dia.
Sudah kukatakan semuanya.
Aku bisa lakukan dengan cara halus
atau melanjutkan proses, menahanmu dan menanyaimu lagi.
Bisa, tapi dia akan meremukkanmu.
Kau tak punya wewenang.
Klub malam penuh mayat para gangster bukan alasan cukup untuk menangkapnya.
Kita berdua mengikuti perintah, Inspektur.
Ya, dan kita berdua punya anak buah
di bawah tanggung jawab kita.
Tapi aku tak mau lagi ada yang terluka, pihakku atau pihakmu.
Sial, kita di pihak yang sama, berikan aku sesuatu!
Ini bukan cara baik untuk bicara.
Lalu, bagaimana?
Nanti saja.
Halo? Kolonel?
Halo, Neal?
John?
Aku butuh bantuan. / Aku sudah membantumu.
Aku menonton berita malam ini, kau melakukan yang seharusnya.
Sekarang saatnya untuk menyerahkan diri.
Semua belum berakhir, dia tak ada disana.
Kuingin kau membantuku mencarikan orang yang aku cari.
Bagaimana caranya?
Aku punya nomer telponnya.
Aku tak punya wewenang.
Ya kau punya.
Kau tahu dimana menemukanku dan ini akan berakhir.
Baiklah, mana nomernya?
0-7-7-0-0-0-1-9-7-7.
Dan nomermu yang ini?
Tidak, cek saja lokasi ponselnya,
akan kutelpon lagi, dan berikan daftar tempat dan waktunya.
Halo?
Setidaknya ini telpon dari orang mati, aku sangat meragukannya,
maka aku harusnya jadi bintang masuk berita Jam 10 malam ini.
Tidak? Kau tak mau bicara?
Ada yang ingin kau katakan denganku?
Aku cuma ingin mendengarkan suaramu, memastikan aku mencari orang yang tepat.
Ya, aku punya pacar yang biasa menelponku dan mengatakan sesuatu yang sama.
Aku pernah mendengarmu, malam itu di sekitar wilayah sini.
Kau harus perkenalkan diri.
Pasti, sama seperti yang kulakukan pada anak buahmu.
Ya? kalau begitu akan kutunggu.
Duduklah.
Hal buruk terjadi akhir-akhir ini.
Mereka banyak menyita perhatian.
Tampaknya ada orang yang sangat marah.
Dia terus mengejar Calder.
Benar begitu?
Apa kau tak lihat berita?
Akhir dari kelemahan Calder.
Kau sama tahunya dengan aku kalau kau sudah diluar kendali,
kenapa ini sampai ke atas dengan taktik mengintimidasi.
Berusaha menakut-nakuti semua orang.
Kecuali kalau kau mengikuti jalur itu,
kau sepertinya akan bertemu dengan orang bertongkat lebih besar,
Seperti dia.
Nah, orang yang bertongkat ini masih ada di luar sana.
Dimana dia, kita harus mengetahuinya.
Ini situasi yang berbahaya.
Berdampak buruk untuk bisnis.
Itulah tujuanku kesini.
Untuk memastikan bisnis ini berjalan lancar.
Dan bagaimana caramu melakukannya?
Karena aku tahu yang menembak Calder,
karena aku bisa menggantikan Calder, dan menjalankan bisnis ini,
menanganinya dengan benar.
Masa?
Ini segampang omongan, begitu 'kan?
Mungkin dia tak sedang mencari Calder.
Mungkin saja dia mencarimu.
Sampai ini terselesaikan, kau dan aku jangan berbisnis.
Yang datang ke kota ini akan terjadi padaku.
Apa kita saling memahami?
100 persen.
Maka keluarlah.
Kurasa aku harus mendengarkan saran bosmu.
Apa tak masalah aku masuk sini?
Masuklah saja.
Sunny, ini Razor.
Bantulah aku, mengerti?
Tadi aku di tempatnya Cooper dan kurasa aku ketinggalakn ponselku di sana.
Ya, tolong ambilkan.
Tidak, tak perlu buru-buru, sejam lagi tak masalah.
Sebenarnya, dalam 1 jam itu bagus.
Ini menunya, pak. / Terima kasih.
Apa butuh air minum?
Ya.
Bisa saya ambilkan lainnya lagi? / Tak perlu.
Terima kasih.
Ini trik yang bagus, kau punya trik lainnya?
John Bradley.
Bagus sekali, kau bisa memberiku apa?
Aku tak bisa katakan dimana atau apa yang akan dia lakukan,
Cuma, siapa dirinya.
Jadi siapa dia?
Kekesalan.
Melihat hasil kerjanya sebelumnya,
tak biasanya atau tak diinginkan, untuk jenis pekerjaan tertentu.
Apa maksudmu?
Apa yang telah kau lihat.
Kemampuannya jauh lebih parah dari itu.
Apa kau punya sesuatu yang konkrit untukku? Selain cerita samar menakutkan ini.
Dia tak punya tujuan sejak dia meninggalkan pengabdiannya,
Dia punya satu tujuan lagi,
inilah yang terbaik yang aku tahu.
Dia dulu kami juluki spesialis.
Seorang pembunuh, kalau begitu.
Penyebab kematian, sesuai perintah.
Klub malam, halaman sekolah, sudah semuanya, sudah dapat yang dia cari?
Tidak, belum.
Dia akan terus mencari sampai menemukan
pelaku yang berbuat terhadap putri dan cucunya, dan mungkin lalu dia berhenti.
Mungkin?
Mungkin selesai, mungkin saja belum.
Aku tak bisa mengatakan karena aku tak tahu.
Jika tidak, maka John akan terus membunuh para pelaku kejahatan
sampai dirasa sudah cukup.
Bagus, terima kasih. Ini bantuan yang berharga.
Apa kau membantu dia, Kolonel?
Kukatakan begitu, karena
seragam yang kau pakai, tidak bisa mencegah masalah.
Aku membantumu, Inspektur. Membantumu sebenarnya.
"1 pesan Kolonel Neal"
Bagus sekali.
Jika kau mencari Razor, dia sudah pergi.
Dimana Razor?
Ada di dermaga, pelabuhan 3.
Bagaimana kita mengatasi ini?
Kematian seketika.
Kumohon, bukan aku pelakunya!
Aku tahu, pelakunya Razor.
Aku sudah sering mendengarnya.
Aku sungguh ingin tahu si Razor ini, tapi aku punya masalah.
Mungkin kau bisa membantuku.
Apapun! Aku kuberitahu semuanya!
Dia tahu Razor masuk. Aku benci yang dia lakukan.
Tapi kau tak menghentikannya!
Aku tak di dalam rumah itu!
Aku ada di mobil.
Menunggu di mobil?
Wendy biasanya menunggu ibunya untuk menjemput dia sekolah,
tapi sekarang tidak lagi.
Akan kuberitahu dimana Razor!
Aku bisa antar kau ke sana.
Tak masalah bagiku yang akan kau perbuat padanya.
Kau lihat, inilah masalahmu.
Aku sudah tahu tempat untuk menemukannya,
tapi aku tak percaya padamu, atau cerita lugumu.
Aku melihatmu berusaha membantu untuk membunuh orang itu.
Apa yang ditulis koran?
Carnie.
Tapi, seperti yang kau katakan, mungkin kau bisa membantuku.
Aku pasti membantumu!
Maka, bantu aku melepaskan kemarahan ini.
Tidak!
Baiklah, mari kita bereskan ini.
Aku tak perlu buang-buang waktu lagi disini.
Dan tak ada yang main-main dengan senjatanya kecuali mereka ingin bermain kasar, ya?
Kita kesini untuk jual barang.
Jadi, jika tampaknya itu ancaman, bertindaklah.
Lalu kita teruskan ini 'kan?
Kau mendengarnya 'kan?
Cooper sudah mati, iya 'kan?
Sekarang akulah Cooper, paham?
Dan narkobanya ada disini!
Orang-orang ini tak peduli pada siapa mereka menjual setelah mereka bepergian.
Yang menarik disini adalah menjual pada pelanggan yang tepat, yaitu aku.
mahsunmax
Siapa kau?
Dimana Cooper?
Cooper tak bisa datang lagi.
Aku ambil alih bisnismu, jadi transaksilah denganku.
Tapi kau harus mengerti, aku butuh bukti.
Aku tak kenal dirimu.
Apa itu kurang membuktikan?
Kita berbisnis atau apa?
Baiklah, tuan...
Razor.
Panggil aku, Razor.
Tn. Razor, kita bisa lalukan bisnis.
Mari kita lanjutkan di kapal.
Kenapa kau ini? Itu cuma tergores.
Bawa dia keluar dari sini, paham?
Itu saja?
Sisanya akan di angkut.
Itu saja?
Sampai aku melihat sisanya.
Aku bukan berbisnis kepercayaan, Tn. Razor.
Ya? Aku juga.
Jadi mari kita selesaikan ini, bagaimana?
kau telah datang jauh-jauh,
dan aku tahu apa yang kau bawa, aku tahu nilainya,
dan aku tertarik berbisnis denganmu dan sekarang bila Cooper tak ada.
Dan kau akan berbisnis denganku sebagai pembelimu.
Kita tak akan dapat untuk dari orang bodoh sekarang ini, jadi mari kita mulai saja.
Apa itu?
Cari bajingan itu dan bunuh dia!
Kau sudah dikepung!
Kau tak akan bisa lolos dari sini, John!
Sial.
Berhenti, lemparkan senjatamu.
Semua unit, beberapa tersangka bersenjata.
Lanjutkan dengan sangat hati-hati.
John, aku punya sesuatu milikmu disini!
Keluarlah, Razor.
Razor!
Keluarlah!
Mengapa?
Kenapa kau bunuh dia?
Dan kau lakukan itu pada ibunya?
Kau tak mengerti ya?
Itu cuma sekedar bisnis, itu bedanya.
Bertahan hidup!
Tak ada artinya bagiku, tak ada!
Bedanya adalah aku menikmati ini.
Berhenti! Jatuhkan senjatamu!
Angkat tangan sekarang!
Tolong, beri kami waktu.
Ya, pergilah.
Putrimu Jane, baik-baik saja.
Seperti yang diduga.
Kurasa kau ingin tahu.
Tak ada lagi yang bisa kuperbuat untukmu, John.
Ini perpisahan.
Halo? Halo?
Jane, jaga dirimu.
Aku mencintaimu.
mahsunmax, 1 Agustus 2017
NO RESYNC...
NO RE-UPLOAD...
NO DELETE-CREDIT...
CITY OF HEROES
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.