All language subtitles for Mardaani.2014.1080p.AMZN.APP

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Patil, jangan bergerak dari sana. Waspada.

Baik, Pak.

Selalu ramai di sini.

Tak apa, Morey. Lurus saja.

Lihat itu. Bajingan!

Ada kari ayam enak di sebelah kiri sini.

Jangan hanya bilang. Beli besok.

Morey, berhenti. Nyonya.

Jai Hind, Nyonya.

Ya, Pak.

Ya.

Ya, Pak. Jai Hind, Pak.

Bos dalam suasana hati buruk hari ini.

Dia membuat hidup semua orang sulit.

Istrinya pasti marah padanya.

Asisten pribadinya bilang

dia lupa mengajak istrinya belanja untuk peringatan mereka.

Dia begitu marah, hingga membatalkan reservasi makan malam di Taj.

Kita bisa menangani penjahat paling tangguh dengan mudah,

tapi saat menangani keluarga, kita kesulitan.

Benar sekali.

Itu sebabnya Morey cuti besok.

Pernikahan saudarimu hari Minggu, 'kan?

- Ya. - Bagaimana sekolah adikmu?

Entah kapan dia belajar.

Dia selalu terpaku pada TV atau komputer.

Itu mengingatkanku.

- Meera? - Ya, Bibi.

- Revisimu selesai? - Tentu saja.

Aku bisa mendengar TV di belakangmu.

- Kapan kau pulang? - Segera.

- Kau dapat? - Apa?

Ya.

- Aku sedang berbicara kepada Jafar. - Baiklah.

- Selesaikan revisimu sebelum aku pulang. - Baik, dah.

Mereka sudah makan?

Mereka mendapat perlakuan baik.

Morey memberi mereka keju sejak siang.

Siapa bilang tikus makan keju, Morey?

Aku melihatnya di Tom & Jerry.

Mereka suka keju.

Tim pengawasan kita siap di sana?

Akan kupastikan.

Shinde.

Bayinya menangis.

Ya, Tuhan!

Kau berengsek.

Bangun! Dasar bajingan!

Hanya tikus yang bisa memancing tikus keluar dari lubangnya.

Tolong jangan tembak aku.

Kami takkan menembakmu.

Tolong, Nyonya.

Aku tak punya perintah untuk menembakmu, Berengsek.

Aku harus menahanmu hidup-hidup.

- Jafar. - Ya.

- Kirim sisa unit masuk. - Baik.

Entah siapa lagi yang bersembunyi di dalam untuk berhubungan bertiga.

Tangkap dia!

Berhenti.

Berengsek.

Kau sudah menghindari kami empat kali.

Kau kira kami akan membiarkanmu lolos?

Kuperingatkan. Kak Ali akan menghancurkanmu.

Bawa dia pergi!

Memberikan perlindungan kepada tikus menyebarkan wabah.

Rehman, kau harus berterima kasih kepadaku.

Setidaknya kau bisa bercinta untuk kali terakhir dengan pacarmu.

Jafar sudah siap menyerbu sebelum kau selesai.

Kau mengejekku, 'kan?

Bos menelepon.

- Ya. - Kau menangkap Rehman?

Ya, kami membawanya ke kantor.

Aku memerintahkanmu menangkapnya,

bukan menyerbu rumah bordir.

Kau tahu betapa liciknya Rehman.

Jika dia keluar, dia pasti kabur.

Lalu kenapa?

Kita akan menangkapnya lain kali.

Siapa yang bertanggung jawab jika warga sipil tewas dalam baku tembak?

Kami telah mengambil tindakan pencegahan.

Membawa tikus adalah tindakan pencegahan?

Astaga, Shivani.

Itu risiko yang diperhitungkan.

Tugasmu menerima perintah, bukan risiko.

Kau mengerti?

Seseorang tolong ajak istrinya berbelanja.

Mari pulang.

- Meera memintamu datang lebih awal, 'kan? - Ya.

Jika kita tak menulis dokumennya dengan benar,

dia akan menemukan celah untuk meloloskan diri.

Tidak mungkin.

- Berkasnya siap besok pagi. - Lihatlah.

Baiklah.

Maaf, aku terlambat lagi.

Tak apa.

Meera, bangun. Bibimu sudah pulang.

Bibi! Kau terlambat. Selamat ulang tahun, Bibi!

Untukku?

Tidak, Bibi. Aku juara pertama di kategori sabuk jingga.

- Kau menunjukkannya kepada Ayah dan Ibu? - Ya.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

- Selamat ulang tahun, Shivani - Selamat ulang tahun, Bibi

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Ini untuk Meera.

Selamat ulang tahun, Shivani

Bagaimana denganku?

Ayolah.

Cepat...

Lalu ini untukmu.

Cocok sekali untukmu.

Seperti John Abraham.

Pakai kacamata dan naik motor dengan gaya.

Hei!

Jika aku seperti John Abraham, para gadis akan mengejarku.

Tunjukkan yang lain.

Tentu saja. Aku akan tunjukkan.

Ada banyak pilihan.

Coba yang ini.

Gaya Chulbul.

Dia seorang polisi sepertimu.

Berkeliaran dengan gaya ini.

Yang itu cukup Chulbul Pandey. Kita tak butuh.

Aku juga punya gaya Sunny Leone.

Tapi yang itu tak ada kacanya.

Lihat ini. Itu sebabnya tak kutawarkan.

Tapi jangan khawatir,

aku tahu persis apa yang kau cari.

Tunggu sebentar. Aku punya banyak pilihan.

Hei.

Apa yang terjadi di sana?

Periksa, Morey.

Abaikan saja. Kita dari Cabang Kriminal.

Mengapa harus repot?

Morey, pertama kita polisi

dan kedua Cabang Kriminal. Ayo.

Ayo.

Ayo.

Ayo.

Kacamata?

Minggir.

Beraninya mereka merayakan Hari Valentine?

Cukup!

Jangan menghalangi kami. Biarkan kami bekerja.

Pergilah!

Hanya salah satu dari kita yang bisa melakukan pekerjaan.

Lalu sekarang, aku bertugas.

Berhentilah bekerja dan biarkan aku bekerja.

Jangan berlagak pintar. Diam dan pergi. Kalian teruskan!

Peringatan terakhir.

Pergi kau dan peringatanmu!

Aku akan mengacaukan kebahagiaanmu!

Mulai menghitung, Morey. Pasal 143, pelanggaran hukum.

Pasal 147, membuat kerusuhan. Pasal 132, melakukan pemberontakan.

Pasal 504, berniat melakukan provokasi.

Pasal 506, intimidasi kriminal.

Bangun!

Masih dua pasal lagi. Bangun!

Pasal 198, tidak patuh pada perintah petugas.

Lalu Pasal 353, menyerang petugas yang sedang bertugas.

Ada lagi yang ingin belajar hukum?

Jafar, kau merekam ini?

Ya.

Pastikan bosmu mendengar namaku dengan benar.

Shivani Shivaji Roy.

Inspektur Senior dari Cabang Kriminal.

Unit Tiga.

Lakukan apa pun yang kau bisa! Pergilah!

Bibi.

Bibi, ini hanya 50 dolar.

- Berapa? - Lima puluh rupee.

Aku akan bayar 30.

Tidak. Ambillah untuk 50.

Baiklah, 35.

Baiklah.

Pyaari!

- Pyaari! Kemarilah. - Tunggu. Bibi, tolong cepat.

Ini dua puluh, tiga puluh.

Pyaari, cepat!

Datang!

- Simpan kembaliannya. - Hei.

Pyaari, masuk.

Bagaimana kabarmu?

- Itu dia. - Baca nanti, Pyaari. Makan dulu.

- Aku akan mentraktir kalian Jumat ini. - Sungguh? Kenapa?

Itu hari ulang tahunku.

- Sungguh? - Tidak.

Kukira aku akan merayakan ulang tahunku bersama Ganpati.

India akan merayakannya.

Sangat cerdas.

Jika India merayakan, maka kita juga harus, 'kan?

Benar. Aku akan beli kue. Kau ingin rasa apa?

Beri hitam.

Beri hitam?

Tak masalah. Jika itu yang diinginkan Nona Pyaari.

Baik. Kue beri hitam. Berapa usiamu?

- Berapa usiamu? - Dua belas.

- Aku juga. - Kau juga?

Kita seusia.

Sungguh beruntung aku menemukanmu.

Ingat bagaimana kau berdiri di stasiun kereta api?

Jika bukan karena aku, pamanmu pasti akan menjualmu.

Tapi kau bertemu denganku, benar?

Tuhan memilihmu untukku.

Lalu aku?

Kau, aku memilih diriku sendiri!

Tolong taruh tetes mata ini untukku.

Tunggu. Satu set lagi.

Lagi?

Cepat, kumohon. Aku harus ke klinik.

Apa yang terjadi?

Pamanmu tak pernah mengizinkanku berolahraga dengan tenang.

Ya ampun.

Kenapa ada banyak kotak kue di kulkas?

- Akan ada satu lagi hari ini. - Kenapa?

Ini kue ulang tahun Pyaari.

Ini sudah tiga hari, aku belum bisa menemukannya.

Jadi, kue baru setiap hari?

Kita tak bisa memberinya kue basi, 'kan?

Aku yang akan menjewernya dan membawanya hari ini.

Bagus.

RUMAH YATIM PIATU

Ya, Jafar.

Akan kutangani.

Siapkan surat penahanannya.

Aku akan segera datang.

Ya, Jafar.

Aku ingin bertemu Pyaari.

- Siapa kau? - Katakan Bibi Shivani datang.

Siapa Bibi Shivani?

Shivani Shivaji Roy. Inspektur Senior Cabang Kriminal.

Sudah ada kabar?

- Tentang siapa? - Dia.

Siapa maksudmu?

Kau menanyakannya. Pyaari. Apa sudah ada kabar?

Menemukan Pyaari? Di mana dia?

Kukira karena kau polisi, kau pasti menemukan Pyaari.

Siapa yang membiarkan anak ini masuk?

Ada apa dengannya?

Dia menghilang empat hari.

Biasanya, kami menunggu dua hari sebelum mengajukan laporan orang hilang.

Kadang mereka berkeliaran.

Tapi mereka akan kembali dalam beberapa hari.

Pyaari tak kembali kemarin, jadi, kami mengajukan laporan.

Di mana? Polsek D. N. Nagar?

Ini D. N. Nagar,

jadi, pasti kami ke polsek D. N. Nagar.

- Kapan terakhir kau melihatnya? - Empat hari lalu.

Aku ingin bertemu mereka.

Nyonya, tunggu. Tambe!

Dia bersama kami tiga hari lalu...

Kau bodoh! Kami bahkan makan hamburger.

Anak-anak tersesat, tapi mereka akan kembali.

Datanglah beberapa hari lagi. Dia akan kembali.

Kami bermain petak umpet saat tidur.

Aku belum melihatnya setelah itu.

Aku melihatnya saat aku datang di pagi hari.

Entah di mana dia menghilang.

Dia membawa tas bukunya.

Aku bahkan bertanya ke mana dia pergi.

Tapi dia tak mengatakan apa pun. Dia pergi saja.

Enam bulan lalu, Yashoda menghilang seperti ini.

Secangkir teh.

- Sejak kapan kau membuka kiosmu? - Kenapa? Apa ada masalah?

Jawab saja pertanyaanku.

Aku teratur menyuap Tn. Pawar.

Kau tak perlu bayar jika bekerja untukku.

Pekerjaan apa?

Kau harus mengawasi rumah penampungan ini.

- Siapa yang datang, yang keluar. - Kau ingin aku menjadi informan?

Kau sangat cerdas.

Seorang gadis bernama Pyaari hilang.

Berikan semua informasi yang kau bisa. Jelas?

Catat nomorku.

Sembilan delapan lima nol...

Meera, kau siap?

Aku membuat sarapan kesukaanmu.

- Sharda, secangkir teh lagi. - Ya, Pak.

Biarkan kusisir rambutmu.

- Pak, teh. - Bereskan ini.

Kau harus potong rambut.

Minggu ini, kita ke salon mewah Bandra

dan memotong rambutmu dengan bagus.

Kau mau?

Bagaimana kau bisa begitu normal?

Pyaari hilang selama lima hari.

Kita bersikap seolah tak terjadi apa pun.

Dia diculik.

Entah di mana dia sekarang.

- Halo. - Halo.

Tak ada jaringan di dalam,

jadi, dia keluar menerima telepon.

Sesuatu tentang kesepakatan.

Dia membeli ponsel baru beberapa hari lalu.

Dia terobsesi dengannya. Selalu mengambil foto.

- Dia memotretku juga. - Di mana dia?

Dia mencari gadis di luar restoran Chaaya.

Kapil!

Kau sedang apa?

Tak apa. Aku hanya mau pulang.

Pulang? Aku akan mengantarmu.

Tak perlu repot.

Kau tak merepotkan. Ayo, duduk.

Ayo.

Ayo, duduk.

Di Mumbai, setengah hidup kita dihabiskan menunggu lampu lalu lintas menyala.

Siapa yang menelepon? Jawablah.

Ini dari rumah. Bagaimana pun aku akan pulang.

Sepertinya keluargamu merindukanmu.

Istriku khawatir jika aku tak sampai rumah tepat waktu.

Tak masalah.

Boleh aku berfoto denganmu?

Ya, tentu saja.

Buat foto yang bagus.

Sudah selesai? Tunjukkan padaku.

Ponselmu bagus!

Lihatlah.

Ponsel terbaru.

Hebat!

Jafar, apa yang kau dapat tahun ini di kepolisian?

Kacang?

Kita harus berhenti dari pekerjaan kita dan bergabung dalam NGO.

Pilih gadis kecil dari rumah penampungan,

jual mereka, dan beli ponsel mahal.

Pulang tepat waktu dan menikmati hidup. Benar, Kapil?

Jangan bertindak bodoh. Kami tahu.

Jafar, mari mulai interogasi di sini.

Jika kita tunggu lalu lintas bergerak, Kapil takkan pulang tepat waktu.

Bicaralah. Kau bekerja untuk siapa?

Aku tidak mengerti yang kau katakan.

Kenapa kau berlebihan?

Kita di zaman instan.

Makin cepat kau jawab, makin cepat kau pulang.

Ayo, bicaralah.

Siapa yang menyuruhmu menculik Pyaari? Di mana dia?

Bicara, Sampah!

Dia hanya pura-pura.

Kau mengacau dengan kepalaku sekarang.

Kau sudah selesai?

- Dia ditembak! - Apa?

Itu mereka!

Morey, hubungi ruang kendali dan panggil bala bantuan.

- Cepat! - Baik.

Morey, amankan ponselnya.

Minggir!

Penembak lainnya.

Jafar, masalah ini makin rumit.

Sial.

Pyaari, di mana kau, anakku?

Kemarilah.

Bergerak.

Berhentilah bercanda!

Ayo.

- Pergi ke sana. Siapa berikutnya? - Dia.

Ada apa, Sayang? Senang, 'kan?

- Kau atau aku yang buka? - Tidak.

Lepaskan aku.

- Ayo. - Tidak, kumohon!

Kemarilah.

Bawa dia.

Ayo. Berdiri tegak, kau!

Kukatakan untuk kali terakhir.

Jangan lakukan ini padaku.

Kumohon.

Sabar, Mattu!

Lepaskan!

Lepaskan.

Lepaskan.

Lihatlah dengan saksama. Dia perawan!

Meski kau berkeliaran?

Apa tak ada yang lain?

Tempatkan dia di No. 2.

Kemarilah.

Jangan mendekat.

Apa kau gila?

- Siapa yang akan kau bunuh? - Diriku sendiri.

Aku akan bunuh diri.

Jangan sayat pergelangan tanganmu. Ini akan lebih menyakitkan dan lebih lama.

Sekolah Loretto, Kolkata, 'kan?

Sekolahnya sangat terkenal.

Aku masuk Kampus Hindu.

Berhenti di tahun kedua.

Tapi aku bisa membantumu dengan itu.

Sungguh.

Jika kau sungguh ingin mati, potong urat nadi di lehermu.

Itu akan cepat dan tak sakit.

Jika masih ingin lari, kusarankan kau melupakan ide itu.

Karena kau sudah melihatku.

Siapa namanya?

Mrunal.

Mrunal.

Kau hanya punya dua pilihan.

- Entah kau bekerja untukku... - Jangan mendekat.

Tak apa.

Atau kami harus membunuhmu.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku pasti akan berbuat sama.

Sayat pergelangan tanganmu sedikit dari sini.

Akan perlu lima sampai tujuh hari bagimu untuk mati.

Itu juga, di depan semua gadis ini.

Apa itu yang kau inginkan?

Bagaimana lagi?

Sedikit drama diperlukan untuk mengendalikan banyak dari kalian.

Lalu pilihan terakhir kita.

Jika kau ingin tetap hidup

dan hidup enak, aku dapat membantumu dengan itu juga.

Kau cukup sulit.

Aku bisa memberikanmu klien terbaik.

Hotel bintang lima, adiboga, kelub, pantai, perjalanan ke luar negeri.

Pikirkanlah.

Tapi menurutku,

kau tak punya banyak pilihan.

Mattu, simpan dia untuk Hong Kong.

Tempatkan dia di No. 1.

Penembaknya telah diidentifikasi. Dia anak buah Habif Hatela.

- Hanif, pembunuh bayaran? - Ya.

Lihat ini.

Kita menemukan harta karun di ponsel Kapil.

Semua orang jahat bersama?

Kebanyakan dari mereka adalah anggota Geng Ali.

Yang ini Balu Kotian.

- Lalu ini Dhapna Khalid. - Kembali.

Lagi.

Tunggu sebentar.

Ini.

Siapa ini?

Aku belum pernah melihatnya.

Kapil suka memamerkan koneksinya.

Dia pasti seorang anggota Geng.

Ini jelas sebuah sindikat besar.

Untuk menculik gadis, lalu menembaknya dengan mulus.

Hanya geng terorganisir yang bisa beroperasi dengan kemahiran ini.

Ada satu orang yang terus melacak hal itu.

Ini interogasi gaya baru?

Makan daging dan ekstrak informasi?

Katakan, Rehman, apa ada hal gratis sekarang?

Jika semuanya gratis, apa kau akan menjadi gangster?

Kau benar.

Kau mengenalnya?

Kau bercanda? Kau ingin aku menjadi informan dengan kedudukanku?

Kau bodoh!

Ketika aku menahanmu,

kau memohon padaku untuk tidak menembakmu.

Kini kau bicara kedudukan?

Jangan buang waktuku. Aku punya banyak pekerjaan lain.

Katyal.

Dia Sunny Katyal.

Dia bukan dari Mumbai.

Dia mulai beroperasi di sini sekitar tiga tahun lalu.

Dia punya 15 ruang pamer mobil sekarang.

Tapi sebenarnya berasal dari narkoba dan penyelundupan.

Setiap gadis antara delapan hingga 18 tahun yang hilang,

lebih sering terkait dengannya.

Kau bisa memanggilnya penyelundup grosir.

Tak peduli di mana gadis itu menghilang, dia berakhir di jaringnya.

Mengapa dia tak masuk radar kami?

Radarmu? Dia bahkan tak ada di radar kami.

Mustahil melacak caranya menyelundupkan narkoba dan wanita.

Bagaimana geng lain membiarkan dia bekerja?

Dia sangat cerdas.

Membuat semua senang. Tak ada musuh.

Tapi aku ragu dia yang mendalangi semua ini.

Pasti ada orang besar yang mendukungnya.

Kau memberiku banyak informasi sebagai balasan Mutton Kolhapuri.

Aku melakukannya demi gadis itu, bukan makanan.

Terima kasih untuk makanannya.

Katyal.

Sunny Katyal. Aku ingin tahu setiap pesan,

panggilan dari ponselnya.

Kapan dia bangun, siapa yang dia tiduri di malam hari,

aku ingin tahu segalanya.

- Mengerti? - Ya.

- Periksa sudut videonya. - Baik.

Aku ingin ini sangat jelas.

Halo, Tn. Vakil. Di sini berantakan.

Cabang Kriminal membuat hidupku seperti neraka.

Kupikir mereka bahkan akan mengawasiku di toilet!

Bagaimana mereka tahu tentangmu?

Bagaimana aku tahu?

- Aku hanya tahu mereka mengincarku. - Apa yang akan kau lakukan?

- Aku ingin bicara kepada Komisaris. - Bodoh!

Kenapa memberi tahu Komisaris tentang hal yang dia belum tahu?

Katakan aku harus bagaimana.

Cari tahu harga inspektur yang memimpin operasi ini.

Beri dia uang.

Itu masalahnya.

Dia seorang wanita. Tak ada rekam jejak menerima suap.

Wanita? Siapa namanya?

Shivani Shivaji Roy dari Cabang Kriminal.

Lakukan satu hal.

Dapatkan nomor teleponnya, aku akan meneleponnya besok.

Bawakan aku nomornya! Dia kira mudah?

Kenapa aku di sini?

Saat uang sedang dalam perjalanan,

si bodoh ini membuat rencana untuk merusaknya.

Aku berfirasat Inspektur ini akan meminta harga yang tinggi.

- Pembayaran Tn. Singh sudah masuk? - Ya.

Gadis kali ini luar biasa.

Sungguh?

Apa yang dia katakan?

Dia menandatangani 2 miliar dolar.

Orang asing suka pelayanan gadis kita.

Bagaimana status gadis Bangladesh?

Itu tertunda.

Keamanan di perbatasan menjadi sangat ketat.

Satu minggu lagi.

Kau sangat sabar dengan mereka.

Mereka tepat waktu saat mengumpulkan pembayaran,

tapi jika menyangkut pengiriman, seminggu ditunda?

Belum selesai.

Siapa namanya?

Shivani Roy. Dia seksi.

Biarkan.

Kau terlalu tua untuk bersama wanita sepertinya.

Aku akan bicara padanya.

Suruh Katyal mendapatkan semua informasi tentang dia.

Seminggu berlalu dan belum ada petunjuk.

Entah dia pintar atau informasi kita yang salah.

Ya, Tn. Sinha juga makin tak sabar.

Mari tunggu beberapa hari lagi.

Aku yakin dia akan membuat kesalahan.

Ayo. Aku sudah beli makan malam.

Halo.

Kau sampai di rumah?

Siapa ini?

Tak penting.

Kenapa kau beli makan malam dari Aaswad?

Sharda tak masuk hari ini?

Ya. Masakan Aaswaad enak.

- Mau bergabung? - Aku tahu tentangmu.

Apa yang kau beli?

Orang lain pasti akan terguncang.

Siapkan meja. Aku sangat lapar. Panggil paman.

Cepat.

Katakan.

Kenapa kau megawasiku?

Jika kau mengawasi anak buahku, aku harus mengawasimu.

Jadi, kau ayah Katyal!

Tapi kau terdengar seperti anaknya.

Apakah itu penting?

Tetap saja keluarga.

Seluruh keluarga rasanya gila.

Kau menggunakan VOIP, agar aku tak bisa melacakmu?

Untuk berurusan dengan petugas pintar sepertimu,

aku harus bersiap, 'kan?

Tidak ada gunanya melacak alamat IPnya,

- kau takkan menemukan apa pun. - Berhenti membual.

Langsung saja. Makananku mendingin.

Berhenti mengawasi anak buahku dan sebutkan hargamu.

Aku ingin putriku kembali.

Putri?

Kau punya putri?

Gadis yang kau culik dari rumah penampungan Andheri

sudah seperti anakku.

Itu sebabnya kau mengincarku.

Akan lebih mudah jika kau memintanya sejak awal.

Kini sulit.

Lalu pengawasan akan berlanjut.

Kau mengumpulkan banyak masalah.

Dia seperti putrimu, bukan putrimu, 'kan?

Mari kita lakukan satu hal.

Akan ada gedung pencakar langit 35 lantai di Wadala.

Lantai paling atas adalah milikmu.

Tidak, terima kasih. Jika lift rusak, siapa yang mau memanjat 35 lantai?

- Apa yang kau inginkan? - Aku bilang aku ingin Pyaari kembali.

Kau tak mendengarkanku.

Gadis itu telah melihat terlalu banyak.

Aku tak bisa mengambil risiko seperti itu.

Sudah terlambat.

Bibi, cepat!

Pemain 12 tim kriket di bawah 19 tahun,

jika aku mau, aku akan mengambil Pyaari di depan matamu.

Aku pasti akan datang.

Kau sangat marah, ya?

Tenang. Jangan marah.

- Itu tak cocok denganmu. - Ada lagi?

Jangan lakukan ini.

Pikirkanlah.

Kumohon.

Kau yang perlu memikirkannya.

Aku akan segera mendapatkan Pyaari,

tapi saat itu, kau takkan mampu berpikir.

Kau lakukan pekerjaanmu dan aku akan melakukan pekerjaanku.

Kita lakukan yang terbaik.

Tapi harus kuakui,

senang berbicara denganmu.

Dah.

Halo. Mattu, tempatkan Pyaari malam ini.

Jafar, tangkap Katyal dari rumahnya.

Aku akan datang setelah makan malam. Ya, sekarang.

Beraninya kau menyentuhku?

Kau tak bisa memaksa warga negara yang tak bersalah seperti ini.

Kumohon, Pak.

Bicara dalam bahasa India. Aku tak mengerti.

Aku akan melapor kepada organisasi HAM dan menghancurkan kalian.

Tentu.

- Jafar? - Patil?

Hancurkan kami dan kami akan memberimu jalebi.

Jalebi?

Kau akan memakannya dan mengantuk, tapi kami takkan membiarkanmu tidur.

Aku tak makan jalebi.

Diam dan makan!

Makanlah. Ini keras. Makanlah.

Aku akan memakannya. Tunggu.

Makan.

Hadirin sekalian.

Silakan mengajukan tawaran

pada layar IPAD masing-masing

sekarang.

Untuk Nomor 104

yang menakjubkan.

100% perawan dan murni.

Dijamin.

Tidak!

Kupikir aku akan merayakan ulang tahunku dengan Ganpati.

Seluruh negeri akan merayakannya.

Bagaimana kabarmu?

- Berapa usiamu? - Berapa usiamu?

- Dua belas. - Sama.

Kau juga?

Pyaari, cepat.

Kau bertemu denganku, 'kan? Tuhan memilihmu untukku.

- Apa cita-citamu? - Pengemudi pesawat.

Apa?

Itu disebut pilot, bukan pengemudi, Bodoh!

Sama saja.

Aku akan menerbangkan pesawat sangat tinggi, di awan.

Ini teh jahemu, bergembiralah.

Terima kasih.

Dia pemain berpengalaman.

Kita menjejalinya sekilo jalebi,

tak memberinya air setetes pun,

tapi dia tetap tak membuka mulut.

Akan kulanjutkan beberapa jam lagi. Pulanglah.

Minta Morey dan Pawaskar untuk melanjutkan nanti.

Jangan biarkan dia tidur sedetik pun.

Baik.

Terima kasih.

Aku datang. Dua menit.

Bibi, kau terlambat!

Maaf.

Tapi sepertinya kita akan segera menemukan Pyaari.

Sungguh? Kau hebat, Bibi.

Takkan sakit setelah beberapa kali.

Ini.

Cupcake.

Untuk kalian berdua.

Semua gadis mendapatkannya setelah malam pertamanya.

Makanlah.

Bahkan aku melupakan masa laluku setelah malam pertamaku di sini.

Hanya itu cara bertahan di sini.

Jika tidak, hidupmu seperti neraka.

Ayo, tiup lilinnya dan lupakan.

Ayo.

Itu ide bagus untuk memberi pelajaran kepada polisi usil itu.

Tapi kita harus membayar tinggi untuk itu.

Dia akan melakukannya cuma-cuma.

Ini.

Hubungi Riyaz.

Katakan padanya ini harus dilakukan.

Ada bonus jika berhasil.

Shivani, kau akan berhenti menyelidiki setelah ini.

Kadang kau menakutiku.

Bagus seperti itu.

Ketakutan mempercepat pekerjaan.

"Morey, 21 panggilan tak terjawab"?

Sial.

- Cepat. - Kenapa?

Mari cepat.

Tangkap dokter cabul!

Di Mumbai dalam insiden mengejutkan,

pasien wanita menuduh dokter

atas perilaku yang tak pantas.

Runa, itu pamanku!

Apa yang terjadi?

Beberapa jam setelah tuduhan,

anggota Maharashtra Seva Mandal

menyerang apotik dan memfitnah dokter.

Kami tak berniat main hakim sendiri.

Tapi masyarakat marah

karena meningkatnya eksploitasi wanita.

Kemarahan menemukan jalannya seperti ini.

Dokter itu harus dihukum.

Makanlah.

Halo.

Ini "anak".

Aku ikut prihatin atas kejadian itu.

Aku menangis saat mendengar beritanya.

Kuharap hubungan kita tak berubah.

Karena aku baru mulai menyukaimu.

Tak ada yang pribadi tentang ini.

Ini hanya bisnis.

Tolong jangan mendendam.

Kumohon.

Kau tahu?

Aku tumbuh besar di desa.

Ada hutan lebat dekat rumahku.

Itu sebabnya sejak awal dalam hidup, aku sangat mengenal hewan.

Mungkin itu alasan Tn. Kamat memasukkanku di Cabang Kriminal.

Untuk menjebak tikus, kau harus seperti tikus.

Untuk menangkap anjing, harus berpikir seperti anjing.

Untuk berburu harimau, harus menjadi harimau.

Kau tahu kau apa?

Kau ular beracun di dekat sungai yang tak bisa dilihat,

tapi menggigit anak yang berenang.

Kau seharusnya bekerja di Discovery Channel.

Kenapa kau kerja di kepolisian?

Kau yang akan ditemukan.

Aku tak tahu namamu,

aku tak tahu dari mana kau bicara,

siapa bosmu, atau di mana kau menyembunyikan Pyaari,

tapi aku tahu tipemu.

Tidak peduli seberapa jauh kau pergi,

sifat aslimu akan memaksamu mendekatlah padaku.

Tiga puluh hari.

Aku akan memburumu dalam 30 hari.

Lalu dengan banyak cinta dan kesabaran, aku akan menghajarmu.

Camkan kata-kataku. 30 hari.

Tuan Tandon, kudengar ada rapat komando tinggi minggu depan.

Kau dengar semuanya, Mattu, tapi tak melakukan apa pun.

Kau tak memberiku kesempatan, lalu kau memanggilku tak berguna. Ini tak adil.

Akan ada pengumuman besar di pesta.

Kini kau membuatku berliur.

Tuan Taneja datang kali ini.

Sungguh? Itu berarti itu akan menjadi besar.

Itu luar biasa.

Kita haru dapat kontrak pesta pribadi Taneja.

Kenapa aku harus dapat kontraknya?

Sebutkan obatnya dan kau akan dapat, India atau Amerika Selatan.

Jika menyangkut gadis, lihat pilihannya.

Bintang film atau bintang porno.

Kau masih tak mengerti maksudku.

Kenapa aku harus mendapatkan kontraknya?

Aku mengoceh seperti orang bodoh.

Daftarnya jelas dimulai denganmu.

Aku yang malu jika kau harus memberitahuku daftarmu.

Jennifer! Kemarilah, Sayang. Kemarilah. Ambil.

Pilihan bagus. Hei, Julia Roberts!

Kemarilah, Sayang.

Jangan malu. Kemari.

Gadis baik.

Taruh baki sini dan antar dia ke toilet.

Pergilah.

Telepon aku hari Senin.

Mungkin kali ini kau akan beruntung.

Jangan lupa!

Ayo, Sayang.

Hei, Mattu.

Kau sungguh muncul entah dari mana!

Aku mengawasimu.

Berapa lama untuk membuat kesepakatan?

Aku tak menjual penjernih air.

Aku membuat kesepakatan yang layak. Butuh waktu.

Jika dia tak menelepon hari Senin,

aku bersumpah akan ke Katra dan menjual CD keagamaan.

Jika kesepakatan ini tak berhasil,

aku bahkan takkan membiarkanmu menjual CD porno di Palika.

Aku mengerti.

Tolong jangan mengancam berlebihan.

Baiklah, buat kesepakatan,

aku akan mengirimmu ke Mumbai untuk mengawasi di sana.

Mumbai?

Tapi Katyal mengawasi Mumbai.

Kiri. Bagus sekali.

Kerja bagus.

Kau bodoh! Waspada.

Paketnya akan pecah.

Waspada.

Guggu, apa mobil selesai diperbaiki nanti malam?

Ya, Pak. Ini akan siap.

Halo, Pak Vakil.

Kali ini konsinyasi luar biasa!

Lupakan konsinyasi. Dengarkan aku.

Polisi wanita itu sudah gila. Dia akan menyusahkan lagi.

Dia mengincar nyawaku!

Haruskah aku memperbaikinya?

Jangan bodoh, Katyal.

Kau ingin seluruh kepolisian mengejarmu?

Apa yang harus kulakukan?

Bersembunyi beberapa hari.

Orangku akan datang nanti malam.

Pergi bersamanya ke rumah aman.

Dia akan membuat pengaturan untukmu di sana.

Omong kosong apa itu?

Jangan banyak bicara!

Kemasi tasmu dan bersiaplah.

Pergi dengan orangku.

Dah.

Tuangkan di mulutku!

Pergilah! Aku dikelilingi orang bodoh!

Kegilaan apa ini?

Dia mengirim mobil yang sangat mengerikan!

Selamat tinggal!

Halo.

Halo.

Jaringan hilang karena sedikit gangguan.

Tak ada yang menipu orang lebih dari perusahaan ponsel ini.

Halo? Kau bisa mendengarku?

Halo?

Ada apa? Kenapa berhenti?

Semuanya sial!

Keluar dari mobil.

Keluar.

Tuan Vakil!

Keluar atau aku akan tembak!

Aku keluar!

Dengarkan aku.

Mengapa kau melakukan ini? Untuk uang?

Akan kuberi dua kali lipat.

Jalan!

Dengarkan aku.

Aku akan memberi semua uang yang kau mau.

Hidupmu akan cukup.

- Diam. - Dengarkan.

Tak ada kesempatan?

Vakil, cara luar biasa untuk membalas kesetiaanku.

Biar aku memberitahumu satu hal sebelum aku mati.

Jangan Pterlalu setia kepada siapa pun dalam hidup.

Itu mengacaukanmu.

Lihat aku.

Selama 15 tahun...

Hanif, pria yang kau sewa untuk membunuh Kapil

mengambil kontrak untuk membunuhmu.

Bisnis apa ini?

Boleh aku bertanya?

Bagaimana kau tahu tentang ini?

Aku mulai mengenal bosmu sedikit.

Dia tahu jika dia tidak menjemputmu, aku akan melakukannya.

Kau akan selalu menjadi beban bahkan jika mereka menyelamatkanmu.

Saat kau duduk di mobil,

Morey menyadari sopirmu adalah anak buah Hanif.

Hanif memiliki pabrik batu bata, di sini di Kharegaon.

Dia bisa lebih mudah membuang mayat.

Benar.

Aku takkan meninggalkan dia.

Aku juga tidak.

Katakan, di mana anak ini tinggal?

Anak? Anak yang mana?

Bosmu.

Suaranya seperti anak kecil di telepon.

Apa yang kau katakan?

Vakil berusia 50 atau 55 tahun.

Dia bukan anak kecil.

Kau bodoh!

Jika kau membuang waktu kami lagi,

aku akan membuatmu kasim dan menjualmu.

Aku bersumpah tak berbohong.

Jika kau pikir aku bohon,

lakukan apa pun padaku.

Vakil membawaku ke Mumbai lima tahun lalu.

Aku bekerja dengannya sejak itu.

Terus berbicara.

Aku sangat kenal Vakil.

Dia tinggal di Delhi.

- Halo. - Sialan! Katyal melarikan diri.

Bagaimana?

Anak buah Hanif ditemukan tewas.

Bagaimana dia mati?

Dia tertembak.

Di mana?

Di mana dia ditembak?

Di tubuh.

Di mana di tubuh? Depan? Di belakang? Di mana?

Kepalanya ditembak dari belakang.

Di mana mayatnya?

Dekat Kharegaon di pabrik batu bata.

Tutup telepon lain.

Tutup telepon.

Seseorang menyelamatkan Katyal tepat di tempat dia seharusnya dibunuh.

Tapi siapa?

Siapa lagi?

Shivani Shivaji Roy.

Saatnya mengiriminya hadiah lain.

Selamat, Bu.

Seseorang telah berani menunjukku untuk kali pertama.

Setiap kali kau menunjukku,

kau akan mendapatkan hadiah dariku.

Anakmu.

Pyaari-mu

Buru orang ini. Apa pun yang terjadi.

Aku telah pergi dari hotel. Aku ke kantor sekarang.

Tenang. Kau paling berbahaya ketika kau tenang.

Dia dan aku lama kenal. Dia senior di institutku.

Senang kau bisa datang.

Dia sangat memujimu.

Dia seperti guru dan pemanduku. Serta seperti mata-mata biasa.

Petugas yang baik sepertimu...

- Boleh masuk? - Silakan.

- Pak. - Duduklah.

Perkenalkan. Dia petugas yang sangat hebat.

Shivaji Roy, inspektur senior. Kepolisian Mumbai.

Dia datang dengan informasi

tentang anak besar dan sindikat perdagangan narkoba di Delhi.

- Kalian dapat dukungan penuh. - Terima kasih, Pak.

- Ke mana kita? - Bertemu sumberku.

Sumbermu? Di sini?

Aku mendapatkannya dengan bantuan Pak Sinha.

- Boleh ambil motorku? - Ya.

Benar! Ini persis seperti penampilannya.

Ikal yang sama, mata ringan. Ini dia.

Seluruh dunia mengenalnya sebagai Vakil,

tapi tidak ada yang tahu nama aslinya.

Dia terkadang beraksi sebagai Devinder Pasricha

atau membuka kantor atas nama Aakash Pandey.

Tapi dia tak punya nama atau kantor lebih dari enam bulan.

Kami belum pernah mendengarnya.

Dia bangga akan hal itu.

Dia selalu membanggakan takkan ditangkap.

Tak ada cara menghubunginya?

Tentu ada.

Satu, narkoba, lainnya wanita.

Itu juga karena dia makin pikun seiring menua.

Kami tak bisa menyamar sebagai pelanggan untuk wanita.

Dia akan menebak aku melakukan sesuatu seperti ini.

Kita harus memainkannya

yang memancingnya pada kita, alih-alih kita mendekatinya.

Biasanya pemasok narkoba hanya berurusan dengan satu jenis narkoba,

tapi dia berurusan dengan semua jenis.

Jika bisa, dia akan jual sirup obat batuk.

Dia serakah.

Setahuku, Sodhi,

narkoba Amerika Selatan sulit didapat, bukan?

Benar. Jika dapat, itu sangat mahal.

Berarti margin keuntungan lebih tinggi.

Dia akan melakukan apa saja untuk bisnis.

Jika kita bisa menyampaikan berita ini kepada Vakil bahwa kita bukan pembeli,

tapi pemasok kokaina kelas atas, dia pasti akan mendekati kita.

Bob. Ada pria bernama Bob.

Jika dia tahu, maka itu pasti akan mencapai Vakil.

Tapi pemasok narkoba kita harus terlihat asli.

- Kenapa kami harus lakukan? - Karena ini masalah hidup seseorang.

- Ini hidup kami juga. - Bagaimana jika kami terbunuh?

Siapa yang akan membunuhmu?

Kami melindungimu. Tenang.

Polisi bodoh.

Tidak.

Dengarkan aku, Mboso.

Jangan lupa kau tak punya paspor.

Jadi, aku suruh orang mendeportasimu atau aku akan membantumu.

Kau putuskan. Mengerti?

- Bob. - Apa?

- Di mana Bob? - Bob? Di bawah sana.

Salam Mahakuasa!

Hal-hal luar biasa!

- Sangat bagus! - Bob!

- Sayang. Bersenang-senang? - Ya.

Nikmatilah!

Jadi, kau punya berapa?

- Lima. - Lima? Lima apa?

Lima kilogram.

Kau gila?

Aku ingin 100 gram saja. Mengerti?

- Dengar. Semua atau tak sama sekali. - Baiklah, ayo pergi.

Dengar, kemari.

Biar kuberi tahu. Aku akan ambil satu. Lalu melanjutkan mengambil semuanya.

Berapa lama lagi? Tolong cepat.

Aku harus beri tahu Bob apa?

Siapa Bob?

Bob kita. Bobby Kukreja.

Dia bertemu orang-orang Nigeria itu.

- Dia minta berapa? - Sebanyak 50 lakh.

Beri aku bawang.

Bahannya bagus jika Bob memeriksanya.

Selain itu, musim kriket dimulai bulan depan.

Ini bawangmu.

Berapa lama lagi?

- Dua menit. - Ini sudah lama.

Beri tahu orang kita jika seseorang menuntut wanita,

terutama gadis muda, jangan menghibur.

Polisi wanita kita pasti akan mengirim seseorang sebagai pelanggan.

Tak ada pelanggan baru?

Aku bilang tidak.

- Cukup. Berapa lama lagi? - Aku membuat milikmu.

Jika terburu-buru, ambillah dari piringku.

Harus apa lagi?

Panggil orang Nigeria, tapi dengan cara kita.

Ya, Bob?

Panggilan sudah datang. Aku pergi.

Kau tahu maksudku. Baiklah. Hanya aku dan rekanku.

Mathur, aku akan tunggu di Babur Road.

Katakan posisi mobil Mboso nanti.

Ayo.

- Mobil! - Lajpat Nagar, tolong.

Bu, apa yang kau lakukan? Kami panggil duluan.

Diam! Aku akan panggil polisi.

Bu, kami adalah polisi.

Kami akan menyerbu suatu tempat. Mau ikut?

Bu, ayo pergi.

Duduk. Cepat.

Aku pergi. Biar aku gambil tasku.

Polisi mengendarai mobil hari ini.

- Cepat. - Mobil!

- Berikan lokasi Sodhi Mboso. - Baik, Bu.

- Pengendara motor meminta kami ikuti. - Ikuti dia.

Sodhi, seorang pengendara motor membimbing Mboso. Waspada.

Sodhi, berhenti. Berhenti mengikuti Mboso. Mereka memeriksa.

Ayo, Sodhi. Mereka telah pergi.

- Mathur. - Ya, Bu.

Lacak mobil di GPS dan beri tahu aku.

- Mengerti? - Baik.

Jalan.

Ya, Mathur.

Sodhi, belok kiri.

Pak Vakil, semua baik-baik saja? Mau aku naik?

Semua baik. Kau bisa naik.

Baik.

Sodhi, berhenti. Itu mobil Mboso.

Polisi di sini.

Keluar dari pintu belakang.

Sodhi, pasti ada pintu belakang. Aku ke sana.

Sialan. Kau bawa polisi?

Ratan, mereka akan muncul jika dengar suara tembakan.

Pergi dari pintu belakang.

Pak Vakil, pergi! Polisi mengepung.

Kau menipu Vakil?

Pergi. Cepat! Polisi di sini.

Pergi lewat pintu belakang. Cepat!

Ratan, kabur dari atap.

- Kau? - Tenang saja.

Baik.

Dobrak.

Pak Vakil? Sudah keluar?

Ayo, kau!

Kau menipu kami.

Di kantor Nehru Place,

ada buku harian hitam di bawah kursiku.

Ada nomor dan alamat klien kita. Simpan dengan aman.

Aku tak punya banyak waktu.

Jika mereka menangkapku, mereka akan menghubungimu.

Aku takkan biarkan itu.

Apa yang kau bicarakan?

Kami akan mengeluarkanmu. Pergi saja!

Baik, Tiger. Aku harus pergi. Sampai jumpa.

Halo? Tn. Vakil?

Tn. Vakil?

Cepat!

Sialan!

Kau sampah!

- Halo. - Selamat pagi, Bu.

Kau tidur nyenyak?

Kau bangun pagi? Kau bekerja di pusat panggilan?

Harus apa, Bu?

Aku bertanya-tanya bagaimana aku harus membunuhmu.

Jadi, sudah putuskan bagaimana kau akan membunuhku?

Aku tidak akan membunuhmu. Kau akan bunuh diri.

Aku akan berbaring dan menontonmu.

Kau punya gaya, Nak.

Sudah selesai?

Atau ada hal lain?

Apa lagi?

Aku akan menunjukkan yang bisa aku lakukan.

Kau tajam, harus aku akui.

Kau membunuh Tn. Vakil,

menyembunyikan keluargamu,

tapi kini kau tak bisa menyakitiku lagi.

Karena aku masih hidup dan duduk nyaman di rumahku.

Tapi kau berada di wilayahku.

Hati-hati.

Jangan dikunyah. Telan!

Hei, Bengali! Kau tak mau pergi ke London?

Makan pelet ini saja.

Bahkan anggur ada di sini.

Kau akan berlatih dengan anggur?

- Tidak akan. - Apa maksudmu?

Bahkan ayahmu melakukannya.

Buka mulutmu.

Beri aku pekerjaan lain.

Cukup omong kosongmu. Makan atau aku tampar!

Mattu di sini. Buka mulutmu dan telan.

- Hentikan dramamu. - Kenapa tak minta dia menelan?

Dia membuat Ratan dan Sunny ditangkap.

- Sisa orang kita bersembunyi, 'kan? - Ya, benar.

Kau terlalu khawatir.

Kapan kau mengirimku ke Mumbai?

Aku akan urus set kita.

Lupakan Mumbai. Apa laporannya di sini?

Enam gadis berangkat ke London dan tiga ke Texas.

Visa dan dokumen bantuan rumah tangga mereka siap.

Terakhir kali dalam perjalanan ke bandara,

ada pelet pecah di perut seorang gadis.

Ingat?

Ada yang akan mati lagi?

Tidak. Alka telah melakukan tindakan pencegahan.

- Benar, Alka? - Ya, Pak.

Aku telah pakai pelapis teraman.

Pelet takkan pecah.

- Tenang. Semua terkendali. - Ya.

Simpan kategori No. 1 dan 2. Singkirkan sisanya.

Hanya yang terbaik di pesta ini.

- Alka. - Ya.

Sudah mengirim orang ke markas polisi?

Dia sudah menunggu sejak pagi.

Dia akan pergi ke sana.

Jangan khawatir, Dinesh akan tangani.

Gadis dengan demam berdarah itu, lakukan sesuatu padanya.

Angelina, Sayang.

Kau kenapa?

- Tidak apa-apa. - Tidak ada!

Dia tak tidur nyenyak semalam.

Apakah namamu Julia atau Angelina?

Julia.

Biarkan aku bicara dengan Angelina. Tak boleh?

Lihatlah kondisimu. Lakukan sesuatu.

Aku hanya lelah.

Lelah?

Itu sebabnya ada potongan kain ini di dahimu.

Aku mengerti. Ayolah. Aku akan mengantarmu ke dokter.

Dokter Brad Pitter untuk Angelina.

Tidak.

Biarkan, Mattu. Aku akan merawatnya.

Tidak, Alka. Dokter sedang menunggu. Cepat.

Tolong biarkan dia tinggal. Kumohon.

- Ayolah. - Aku sehat.

- Alka! - Aku datang.

Tidak! Biarkan dia tinggal. Kumohon.

- Cepat. - Ya.

Runa.

Bawa dia cepat!

Runa! Tidak!

Bawa dia pergi. Ayo!

Runa!

Tolong jangan bawa dia. Tolong hentikan!

Shivani, jangan terlalu memperluas kasus ini.

Kita punya orang yang kita cari.

Tapi tidak, Pak!

Dalang sindikat ini masih bebas berkeliaran!

Itu yang kau pikirkan.

- Kita tak tahu pasti. - Aku tahu pasti.

Aku bicara dengannya.

Bukan hanya narkoba,

dia juga gembong perdagangan seks.

Perdagangan manusia masalah yang sangat berbeda.

Ada Departemen Perdagangan untuk menyelidiki hal itu.

Departemen?

Ada departemen untuk mengajukan FIR di setiap kantor polisi.

Meski demikian, kenapa hanya satu dari 20 aduan yang terdaftar?

Pak, kau tidak perlu hukum untuk melakukan sesuatu.

Kau butuh niat.

Kau bertekad untuk menemukan gadis itu sendirian?

Dia punya nama. Pyaari.

Semua gadis yang membutuhkan bantuan akhirnya menjadi "gadis itu".

Tanpa nama, tanpa ikatan.

Sangat mudah menyerah pada mereka.

Kau tahu? Kau emosional.

Kau bilang seseorang harus emosional hanya setelah diperkosa?

Apa gunanya barisan lilin setelah semuanya berakhir?

Aku tak tahu bagaimana kondisi Pyaari saat ditemukan nanti.

Aku tak tahu apa akan menemukannya. Apa dia akan hidup.

Tapi itu tak berarti

aku lupa tentang semua gadis ini seperti kita semua.

Serta setelah menjadi polisi. Kau tahu, Pak,

di hari kepolisian kita menjadi emosional dan bekerja untuk gadis-gadis ini,

tidak ada yang berani menyakiti mereka.

Cukup. Aku setuju bahwa kita telah menangkap pengedar narkoba

dan menemukan obat-obatan bernilai lakh karena kau.

Tapi sekarang, biar kami yang tangani. Itu jelas?

Pak, kenapa begitu?

Shivani, jangan khawatir. Kami akan bereskan.

- Sampai jumpa di Mumbai. - Terima kasih.

- Sejak kapan kau mengendarai mobil? - Apa?

Sejak kapan kau mengendarai mobil?

Empat atau lima tahun terakhir.

- Bisa lihat pria itu di sana? - Di mana?

- Ada gedung putih. - Di mana?

Dia kabur!

- Halo. - Halo, aku mau bicarakan sebuah ide.

Soal apa, Shivani? Kasus ditutup.

- Dengarkan aku. - Baik.

Kita berbagi detail terkecil dalam hidup kita

dengan pacar atau pasangan kita, 'kan?

- Itu hal biasa manusia. - Benar.

Vakil mungkin memiliki seperti ini.

Tak ada yang datang mengeklaim tubuhnya.

Takut diinterogasi.

Katakan apa maksudmu.

Vakil pasti punya seseorang.

Mungkin bukan istri, tapi seseorang.

Dia pasti akan tahu untuk siapa Vakil bekerja.

Mungkin. Bagaimana kita menemukannya?

Apa pun yang kau temukan di tubuh Vakil,

pistol, celana, baju, dompet, apa saja.

Bawa semuanya.

- Kita akan menemukan petunjuk. - Ini barang bukti.

Bagaimana bisa keluar?

Sodhi, kau bilang kau akan membantu.

Kau akan membuatku dalam masalah.

Aku khawatir mengeluarkan barang-barang ini dari kantor.

Jujur, yang kita lakukan adalah ilegal.

Selalu mengikuti aturan.

Bagaimana kau akan menangkap penjahat jika bekerja menurut hukum?

Serius, Bu, aku tidak bisa terlibat dalam ini lebih jauh.

Aku mengerti.Tapi bagaimana jika kita menemukan sesuatu?

- Kumohon, Bu. - Baiklah.

Kita seberangi jembatan nanti.

Jembatan apa? Tidak ada apa-apa di sini!

Penjahit Modern, Chandini Chowk.

Mengejutkan.

Di era serbajadi, dia pakai pakaian yang dijahit!

Klasik dan kuno.

Seseorang yang celana dan bajunya dijahit oleh penjahit yang sama,

mungkin semua pakaiannya dijahit olehnya.

Di mana Penjahit Modern?

- Penjahit Modern Liyaqat Ali? - Ya.

Jalan lurus dan belok kanan. Lantai pertama.

- Dari sini? - Ya.

- Terima kasih. - Ya.

Aku seorang pekerja sosial. Aku terikat dengan AIIMS.

Aku ingin menanyakan tentang Tuan Vakil.

Aku telah mengenalnya selama 23 tahun terakhir.

Apa ini kecelakaan atau kasus polisi?

Aku tidak tahu itu.

Pekerjaanku adalah mencari tahu apa dia punya saudara.

Aku tidak tahu ada kerabat,

tapi ada wanita yang dikenalnya bertahun-tahun.

Minu Rastogi. Dia adalah seorang pelacur di Paharganj.

Hubungan Tn. Vakil dengannya cukup kuat.

Maka dia harus tahu soal kematiannya. Di mana tinggalnya?

- Di mana D-40? - Rumah kedua.

Ya?

Minu Rastogi ada?

Kau siapa?

Polisi Mumbai. Aku mau bicara dengannya.

Silakan masuk.

- Halo! - Halo! Silakan duduk.

Harish?

- Ya, Bu. - Kemari.

Beli obat ini.

Ya, Bu.

Silakan duduk.

- Gula? - Sesendok.

Aku menderita diabetes.

Dokterku sepenuhnya melarang gula untukku.

Kau masih muda.

- Sini. - Terima kasih.

Bagaimana ketenaran Tn. Vakil mencapai polisi Mumbai?

Ceritanya panjang.

Aku punya banyak waktu.

- Ada obatnya? - Tidak, Bu.

- Kau cari dengan benar? - Ya.

Jika aku temukan nanti, kau tahu aku akan menembakmu, 'kan?

Ya.

Aku mengikat kencang budakku.

Pergi bekerja

Sebenarnya...

aku tak mengirim Harish untuk ambil obat-obatan.

Aku menyuruhnya melihat apa ada polisi di luar.

Tidak, aku datang sendirian.

Ya, Tuhan, jalanmu aneh!

Orang yang dicari anakku di seluruh kota

sedang duduk di rumahnya. Serta sendirian!

Bocah itu yang memanggilmu, adalah putraku, Karan.

Kau memanggilnya apa?

Orang ke-12 dari tim kriket U-19?

Ini rumahnya.

Apa yang terjadi denganmu?

Merasa pusing?

Ya, aku menaruh obat penenang dalam tehmu.

Kini kau takkan bisa melakukan apa pun.

Lalu Karan-ku akan kembali sebentar lagi.

Kau membunuh Vakil, 'kan?

Karan akan menyiksamu sampai mati.

Itu akan sangat seru!

Halo, Bu. Apa kabar?

Aku bosan.

Sebenarnya, namaku Karan.

Tapi aku mengubahnya menjadi Walt.

Itu nama pahlawan dalam pertunjukan Amerika.

Jadi, kau menepati janjimu.

Kau menemukanku pada hari ke-27.

Itu luar biasa.

Selamat.

Aku akan tepati janjiku juga. Aku takkan membunuhmu.

Aku hanya akan menyakitimu,

kau akan memohon untuk mati.

Dasar!

Bu, apa makan siangnya?

Semua gadis sudah siap?

Alka, kau main WhatsApp lagi!

- Maaf. - Mereka akan datang.

Mereka akan siap lima menit lagi.

Berapa kali aku bilang tak membuat mereka terlihat seperti anak-anak?

Bajingan itu harus melihat kekasih mereka di dalamnya, bukan seorang gadis.

Sayang, tolong. Terima kasih.

Buka mulutmu.

Dengan benar.

Anak baik!

Itu bagus.

Jangan salah waktu di sana.

Jadilah seksi! Gadis pintar.

Kau mengerti yang dikatakan Nyonya?

Tidak, jangan ikat rambutnya.

Lepaskan pinnya. Cepat. Terima kasih.

Lihat itu.

Ya. Kau terlihat menggairahkan sekarang.

- Pakai sepatu. - Hati-hati.

- Tersenyum. - Tetap tenang.

- Kau mendapatkan wanita itu? - Ya.

- Ya, Bu. - Bagus.

Dia sangat kuat.

- Lihat dia masih melawan. - Tunggu!

Siapa dia?

Aku tidak tahu.

- Tunggu! - Kembali bekerja!

Semuanya sudah siap? Alka, ada yang tersisa?

Tidak, semua sudah siap.

Haruskah kubawa ke bawah?

Tidak! Aku akan menari sekarang.

Tunggu dan tonton.

Ayo. Keluar dan bersiaplah.

- Pergilah! Ayolah. - Ya, jalan.

Ayolah.

Keluar.

- Lihat usahanya. - Biarkan dia mencoba.

Dia tak memintamu.

Julia, ini bukan pemutaran film.

Pergi.

- Pergi atau aku tampar. Pergi! - Pergi!

Kita masih harus mendekapnya. Keluarkan dia.

- Buka. - Ya, Bu.

Bu, tolong bekerja sama. Mengapa kau begitu banyak melawan?

Tunggu. Ini terbuka.

Pegang Nyonya. Tenang.

- Enyah! - Dengarkan, gadis!

Aku telah berkecimpung dalam bisnis ini bahkan sebelum kau dilahirkan.

Aku tahu persis cara menjinakkan gadis sepertimu.

Lepaskan tanganku dan lihat,

kau takkan punya lidah untuk bicara atau mata untuk melihat.

Pukul dia. Tidak ada gunanya berbicara dengannya.

Jangan pukul wajahnya.

- Bibi! - Pyaari!

Hei! Tunggu!

- Bibi! - Pyaari!

Lepaskan dia. Biar aku bertemu dengannya.

Sekali saja.

Aku akan melakukan apa pun katamu. Pakai riasanku.

Lihat, Mattu? Itulah caramu memperbaiki pelacur.

Selesaikan riasanmu.

- Pyaari! - Bibi!

Aku menamparnya dengan keras.

Pyaari.

Ini semua karena aku.

Tidak, Bibi!

Aku hidup karena kau.

Cukup omong kosong ini! Cukup! Hentikan.

Hentikan melodrama emosional ini. Ayo!

Bibi, tidak!

- Selesaikan riasanmu. - Bawa dia!

Hai, Sayang.

Jaga mereka baik-baik.

Kemari, Tuan!

Pesta ini dibuat untukmu.

Semua sudah siap.

Kapan Tn. Taneja akan datang?

- Dia akan datang pada waktunya sendiri. - Tentu saja!

- Tunjukkan yang telah kau lakukan. - Kemari, Tuan.

- Tuan, ini untukmu. - Angel, tidak.

Sekarang, kami hanya memeriksa. Nanti lagi.

- Ayo, Tuan. - Keamananmu ketat.

Ini untuk kebaikanmu, Pak.

Ketika tidak ada rasa takut difoto,

seseorang bisa bersantai dan menikmati.

Julia, kemari. Kemarilah.

Untuk Tuan. Kemarilah. Jangan malu. Tuan.

Gadis-gadis diculik di kota-kota kami secara gratis,

di siang hari bolong.

Tapi saat seorang pria mendirikan bisnis kecil yang terorganisir,

semua orang kesal!

Kenapa kau melakukan ini?

Apa yang kau dapatkan?

Kalian wanita menjadi pribadi terlalu cepat.

Aku setuju kau adalah polisi dari Bagian Kejahatan,

tapi untuk mengejar satu pelaku kriminal?

Profesionalisme macam apa ini?

Di mana kau belajar ini? Tak masuk akal.

Itu sebabnya kami para pria di atas,

dan kalian para wanita hanya menatap langit-langit.

Tahu yang aku katakan, Nn. Shivani?

Malam masih awal.

Menatap langit-langit dan menjeritkan paru-parumu.

Berteriak?

Berteriak.

Benar.

Tidak ada gunanya.

Cabang Kriminal.

Pak Ketua datang.

Selamat malam, Pak. Ini Mattu.

Tuhan memberkati.

- Apa kabar? - Semua bagus.

Semuanya siap untukmu.

Selamat datang, Pak.

- Semua baik? - Dengan berkahmu.

- Silakan. - Tandon.

Tunggu di sini.

Silakan, Pak.

Tandon, sudah periksa semuanya?

Ya, Pak.

Kau akan senang dengan pengaturannya.

Ayo, Pak.

- Semua siap. - Di sini, Pak.

Di sebelah kirimu.

Pengaturannya tampak hebat.

Kau adalah orang yang memberi kami kesempatan untuk melayanimu.

Ada hadiah khusus untukmu di suite atas.

Kau harus memeriksanya.

Semua orang tahu.

Baik itu oposisi atau wanita,

aku selalu ingin menghancurkan!

Diucapkan seperti pemimpin sejati.

Halo.

Aku dengar banyak hal tentangmu.

Kau?

Ya, aku adalah yang kau pikirkan.

Semua orang punya hobi sendiri.

Aku yakin bahkan kau juga.

Ini hobiku.

Apa kau sungguh datang untuk memperkosaku?

Aku tidak tahu bagaimana orang berpura-pura memperkosa.

Kau melawan dengan seluruh kekuatanmu. Dengan begitu, itu menyenangkan.

Kau mau memperkosaku?

Bangun!

Hentikan pesta ini.

Keluar!

Apa yang terjadi?

Walt, di mana kau?

- Keluar! - Ada apa, Mattu?

Dari mana asalnya?

Dia gila.

Karan Rastogi, apakah kau ingin menteri ini hidup atau tidak?

Tandon! Lakukan sesuatu!

Mattu, tunggu!

Karan, jika sesuatu terjadi padanya,

kau dan ibumu akan mati dengan menyedihkan.

Sebentar. Apa yang kau inginkan?

Aku ingin semua gadis keluar.

Kau lihat apa? Keluarkan semua gadis.

- Keluar. - Ayo!

Mattu, kau sudah mati?

Ayo, Julia. Angie cepatlah. Scarlett, pergi.

Percepat!

Cepat!

Cepatlah, Alka.

- Pyaari, tunggu. - Bibi.

- Mattu. - Ya?

Berikan Pyaari kunci ke loker seluler.

Berikan kuncinya.

Kau dapat gadis-gadis.

- Kau mau apa lagi? - Kau.

Ikut denganku.

- Mundur. - Tolong!

- Tolong! - Angkat tanganmu.

Katakan tidak ada yang bergerak dari sini sampai kau kembali.

Tidak ada yang bergerak. Tandon, jaga dia.

Tunggu.

Semuanya, ada situasi dan aku akan mengurusnya.

Angkat tanganmu. Jalan.

Jalan!

Ayo.

Jalan dengan cepat. Lihat ke depan.

Sialan! Dia mengunci pintu.

Cepat.

Bibi, tapi pintu keluar di sisi ini.

Kita takkan keluar.

Buka!

Buka! Masuk!

Tutup.

Masuk.

Ke sana.

Pyaari, tutup pintu.

Kunci pintunya. Kunci itu!

- Baik. - Masuk!

Masuk!

Tak buruk, Bu. Tak buruk sama sekali.

Kalian pikir kami polisi orang bodoh, ya?

Bagaimana kau bisa melakukan ini?

Saat aku mendapatkan alamat ke tempatmu,

aku tak tahu bahwa itu adalah rumahmu.

- Dimana D-40? - Kedua dari depan.

Di Cabang Kriminal kami dilatih

untuk hati-hati memindai tempat sebelum masuk.

- Apa Minu Rastogi tinggal di sini? - Ya, benar.

Siapa lagi yang tinggal?

Putranya dan seorang pelayan.

- Berapa usia putranya? - Sekitar 25 atau 26.

Aku bertanya-tanya harus apa ketika mendengar suara.

Mungkin Tuhan coba mengatakan sesuatu padaku.

Aku telah mendengar doa ini sebelumnya.

Tapi di mana?

Lalu aku ingat.

Tapi kau tidak bisa melukaiku,

karena aku masih hidup

dan duduk dengan nyaman di rumahku.

Itu kali pertama aku bertanya-tanya apa kau adalah putra Minu Rastogi.

Tapi siapa yang akan mengambil risiko denganmu?

Aku mulai mengawasi rumahmu.

Aku melihatmu esoknya.

Meski begitu, aku belum pernah melihatmu,

sekali lihat wajahmu yang licik dan aku tahu itu pasti kau.

Hal pertama yang aku lakukan adalah meletakkan pelacak GPS di mobilmu.

Dua hari berlalu.

Kau tak pergi ke salah satu hostel atau gudangmu.

Aku mau mencapai Pyaari

dan gadis-gadis lainnya.

Bahkan jika kami menangkapmu, apa yang bisa kami tuntut?

Saat itulah aku memutuskan tidak ada gunanya membuang waktu.

Aku harus membuatmu melakukan ini.

Aku memasuki rumahmu sendirian, tapi aku sudah siap.

Aku hanya harus bergerak di saat yang tepat.

Kini aku hanya perlu memberi tahu Sodhi.

Dia akan melacak kita di GPS dan datang ke sini dengan unit polisi.

Pyaari, ambil telepon.

Bagaimana jika aku membunuhmu?

Aku harus mengambil risiko itu.

Seperti yang aku katakan, aku tahu tipemu.

Aku tahu kau takkan membunuhku semudah itu.

Kau ingin mengeksploitasiku seperti gadis lain.

Kau hebat. Tapi bagaimana sekarang?

Sodhi, ayo.

Polisi akan butuh setidaknya 25 menit untuk tiba.

Kebebasanmu ada di balik pintu itu.

Lalu aku berdiri di antara kau dan kebebasanmu.

Bunuh aku dan ambil kebebasanmu.

Dasar wanita...

Menganggap semua pribadi, bukan?

Ayolah.

Biarkan aku melihat seberapa jauh seorang pria bisa memanjat.

Terserah kau.

Bibi!

Bangun!

Pukul aku, Bu. Berapa banyak kau akan memukulku?

Kau akan memukulku sedikit dan kemudian menangkapku, 'kan?

Kau lupa satu hal, Bu.

Ini India.

Di sini, jika kau memiliki kontak yang tepat,

skandal terbesar bisa dikubur.

Ini sepele.

Jadi, kau memukulku dan bersenang-senang.

Pukul aku, Bu.

Tidak ada lagi yang bisa kau lakukan.

Ini India.

Kau benar tentang satu hal.

Ini India.

"Ini" yang terjadi di sini.

Orang-orang yang duduk di luar akan mengubur kejahatanmu?

Mereka bisa melakukannya hanya jika kau sampai kantor polisi.

Tapi kau tidak akan sampai kantor polisi karena ini adalah India.

Di sini, jika kau tidak ingin mengganggu pengadilan,

masalah bisa diselesaikan dengan cara ini.

Bangun!

Beberapa orang menyebutnya "pertemuan".

Beberapa menyebutnya "memberikan pelajaran".

Bangun!

Beberapa menyebutnya "Lokpal Bill".

Apa rencanamu?

Kau akan membunuhku?

Di depan semua orang?

Ini India.

Di India, jika 50 orang mengambil hukum di tangan mereka

dan membunuh seseorang, maka itu tidak disebut pembunuhan.

Ini "kemarahan publik".

Mulai sekarang, tidak akan pernah lagi Membiarkanku menghancurkan harga diriku

Kau bisa membuat tubuhku terbunuh Tapi jiwamu tidak bisa terikat

Mulai sekarang, tidak akan pernah lagi Membiarkanku menghancurkan harga diriku

Kau bisa membuat tubuhku terbunuh Tapi jiwamu tidak bisa terikat

Sentuh hati aku dan aku berjanji kepadamu Bahwa dunia akan berarti bagiku

Tapi jika kau pernah mengacaukanku

Aku akan memberimu pelajaran Kau takkan lupa

Jika kau pikir menjadi pria memberimu Hak untuk menjualku seperti ternak

Aku akan berada di tempat yang sama Menghancurkan seluruh rasmu

Pegang tanganku dan berjalanlah bersamaku Dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu

Tapi jika kau mengacaukanku

Aku akan memberimu pelajaran Kau takkan lupa

Dengan rok atau sari Siang hari atau di malam hari

Aku tidak akan berjalan ketakutan

Aku takkan menjalani kehidupan yang penuh Dengan rasa takut dan penyesalan

Di dunia di mana para ibu dan saudari Bukanlah berkat melainkan kutukan

Aku akan mematahkan semua belenggu aturan Milik dunia ini

Ubah caramu memandangku dan aku akan Melindungimu dari mata jahat

Tapi jika kau pernah mengacaukanku

Aku akan memberimu pelajaran Kau takkan lupa

Karan Rastogi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Mattu menjadi saksi penuntutan.

Dia mengungkapkan segalanya tentang Walt,

Minu, dan Vakil bersama dengan keterlibatan Tandon ke pengadilan.

Pertama, gadis membuat wajah Minu.

Lalu Tuhan.

Minu lalu lumpuh.

Taneja selamat dan sekarang berada di penjara Tihar.

Wajahnya yang terluka adalah hiburan bagi orang-orang di penjara.

Hari ini, kita bisa mengembalikan senyum di wajah Pyaari.

Tapi ada banyak Pyaari seperti yang harus diselamatkan dari kotoran ini.

Banyak orang lain seperti Karan Rastogi yang masih bebas dari hukuman

harus dihentikan.

Petarung yang tersembunyi di dalamnya

harus ditemukan oleh setiap wanita, setiap gadis itu sendiri.

Perang berlanjut.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.