Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dahulu kala, ada sebuah hutan yang subur.
Di dalamnya ada sejumlah hewan.
Setiap hewan mengira dirinyalah pemilik hutan.
Dan saat itulah masalahnya dimulai.
Hutan milik semuanya.
Setiap hewan berhak hidup damai.
Namun sekelompok rubah liar mengambil hak tersebut.
Mereka berpikir mereka adalah pemilik hutan dan merekalah rajanya.
Mereka dengan kejam menyerang hewan-hewan tak berdosa.
Mereka mengira apa yang mereka lakukan benar.
Dan yang lainnya tidak!
Dan jika meninggikan suara melawan mereka,
mereka akan membuat hidupmu ke dalam kegelapan.
Aku akan membawamu ke dalam terang. Maukah kau ikut denganku?
Hai kawan!
Aku Prabha seorang nelayan yang gembira!
Salam untuk putra-putra Gangga!
Sudah kubilang aku akan membuat video baru, bukan?
Aku datang, kawan.
Kalian semua ingin tahu di mana aku sekarang?
Kawan! Inilah ibu kita, lautan.
Ingin tahu kenapa aku menyebut lautan sebagai ibu kita?
Karena dialah, kita bisa makan.
Bisakah kau menebak berapa ikan yang kami tangkap hari ini?
Lady fish, bass laut Asia, blue car,
ilish, cherry salmon, tilapia,
dan masih banyak lagi varian lainnya, kawan!
Aku akan menunjukkan semuanya begitu aku sampai di pantai.
Tahukah kau betapa indahnya pelabuhan kita?
kawan, kau harus subscribe
sebelum menonton videonya.
Cuma 323 orang.
Tidak akan ada video baru tanpa subscriber baru.
Semakin banyak subscriber yang kudapatkan, semakin sering aku memposting video.
LAYANAN VAN FREEZER KANAKA DURGA
Kenapa kau memarkir kendaraanmu di sini?
Aku memarkirnya di sini setiap hari.
Di manapun aku berdiri adalah tempat parkirku.
Kau sok pintar?
Tidak ada ruang di sini? Tidak bisakah kau memarkirnya di tempat lain?
- Kenapa aku harus parkir di tempat lain? - Hei!
- Beraninya kau menyentuhnya! - Hei, hentikan!
Hentikan! Menjauh!
Aku akan membunuhmu!
- Suruh dia diam. - Aku akan membunuhmu!
Beraninya kau menyentuhnya!
Biarkan aku pergi! Kenapa kau menghentikanku alih-alih memukulnya!
- Menjauh saja. - Aku akan melihat akhir hidupnya hari ini.
Aku akan membunuhmu. Awas!
Hei, Prabha!
Kenapa kau malah bicara dengannya?
Bodoh kau!
Pergi saja. Pergi, urus muatannya.
Aku akan melihat matimu besok.
Pindahkan itu.
Halo saudara!
Kau ada di mana?
Menyelesaikan pekerjaan kita.
Kau selesai memuat?
Kenapa kau belum datang?
Ini hampir selesai. Aku dalam perjalanan!
- Ayo cepat! - Aku sedang dalam perjalanan.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Namaste.
Ini Rs. 300 per kilo Total 5...
Terima kasih saudara.
- Namaste, Pak Chandra. - Namaste.
Ini daftar muatannya.
Aku ke sana sebentar.
Ya, beritahu aku.
Apa kabarmu?
Sama baiknya dengan aku tiga hari yang lalu.
Kau berhati-hati, bukan?
Aku baik saja di rumah.
Kau berkeliaran di kota tanpa tidur.
Itulah pertanyaan yang ingin kutanyakan.
Aku baik dan sehat.
Omong-omong,
- kapan kau kembali? - Hei, Alivelu!
- Aku akan mengeringkan pakaiannya. - Tidak apa-apa.
Aku akan kembali sebelum senja.
Kita harus mengunjungi dokter besok.
Kukira pengirimannya bisa dilakukan lebih awal.
Apa yang kau pikirkan?
Bukankah kau sendiri masih anak-anak?
Kau akan punya bayi.
Pikiran itu membuatku takut.
Jangan terlalu memikirkannya. Segera pulang saja.
Ayo makan bersama.
Aku memasak hidangan favoritmu.
Oke.
Tentu.
Hati-hati di jalan.
Tidak pernah mendengarkanku sepenuhnya.
Siapa? Dayaa?
Ya, siapa lagi yang meneleponku?
Dia akan pulang hari ini?
namaste. Ini pemiliknya.
Pak, namaste.
- Hei, apa kabarmu? - Aku baik-baik saja, Pak.
- Ini. - Terima kasih Pak.
- Oke, keluarkan dengan hati-hati. - Tentu, Pak.
Terima kasih. Selamat tinggal.
Ibu!
Ibu!
Aku mohon padamu!
Sepanjang hidupnya, dia tidur dengan semua orang di desa.
Haruskah kita membaringkannya bersama mereka sekarang?
Bawa dia ke tempat lain dan kremasi.
Ibu!
Halo, beritahu aku.
Aku mendapat telepon dari Rajahmundry.
Oke.
Mereka ingin kita membawa dua muatan dalam satu penerbangan.
Haruskah aku menerimanya?
Aku harus pulang.
Alivelu sudah sendirian selama dua hari.
Selain itu, aku juga harus membawanya ke rumah sakit.
Bukankah ini hanya hitungan dua jam saja?
Pikirkan tentang itu.
Dia juga menawarkan komisi tambahan.
Baiklah kalau begitu. Aku akan kesana.
Ada terlalu banyak muatan di sini. Bagaimana dengan mereka?
- Siapa yang akan mengurusnya? - Hei!
Hei kawan, kau sudah sampai di sini!
Kami sedang menimbang bebannya.
Siapa pelanggannya? Bisakah kita mempercayainya?
Siapa peduli? Kita akan dibayar. Itu yang terpenting.
Kau yakin dengan bayarannya?
Oke, masukkan muatannya ke dalam.
- Ayo. - Ada hal lain yang harus kuurus.
- Pindahkan semua muatan ke dalam kendaraan ini. - Oke!
Halo. Aku harus mengirim muatan ke Rajahmundry.
Mungkin aku akan terlambat.
Jangan menungguku. Selesaikan makan malammu.
Kau tidak berubah, bukan?
- Dengarkan aku, Alivelu... - oke, lakukan sesukamu.
Hei, apa ini? Maukah kau berhenti membuat video bodoh ini?
Ini hanya untuk bersenang-senang.
- Kendaraan sudah dimuati? - Ya. Sudah selesai.
Siapa yang kita hubungi setelah sampai dan ke mana harus mengantarkan?
Berikan saja ponselmu.
Ponselku juga.
Hubungi orang ini segera setelah kau sampai.
Dan jangan lupa menanyakan komisi tambahannya.
Aku tidak bisa menangani negosiasi ini. Lebih baik kau yang melakukannya.
Oke, telepon saja aku setelah pekerjaan selesai.
- Aku akan menanganinya, oke? - Oke.
- Oke, aku berangkat. - Tunggu... Prabha!
- Ya? - Kemarilah.
- Ya? - Simpan uang ini.
Kenapa kau bersikap begitu formal?
Berhenti mengonsumsi minuman keras murahan. Beli yang bagus saja.
Oke.
Dan jangan berlebihan!
Aku berhenti minum minuman keras, kawan, kecuali setiap hari!
Hei, kenapa kau terlambat?
Bukankah tertunda 10 menit?
Oke. Sudah waktunya. Aku perlu mengirimkannya ke bandara.
Pak, jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.
Oke, cepatlah!
Pak, panggil beberapa lelaki yang kuat...
- Bantu dia membongkarnya. - Oke, Pak.
Aku akan membongkar ini. Kalian bisa pergi.
Biarkan orang-orang kami membantumu.
Tidak apa-apa. Aku akan mengaturnya.
Apa kau yakin?
Oke, ayo.
Ayo cepat.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Nyonya...
Jawab teleponnya!
Siapa yang menelponku jam segini?
Saudaraku! Aku menyayangimu! Aku menyayangimu!
Hey.
Di mana kau, kau mabuk?
Apa yang terjadi?
Menurutmu apa yang terjadi?
Kau mengunci kendaraan setelah memuatnya?
Aku... aku tidak yakin...
Katakan padaku, sialan!
Aku ada di sana saat mereka memuat.
Aku pergi sebentar untuk membeli minuman keras.
Bagaimana kau bisa begitu ceroboh? Kau gila!
Orang-orang kita mungkin melakukan pekerjaan dengan baik.
Kau...
Tunggu sebentar.
Aku akan meneleponmu kembali.
Sialan, bodoh!
Kita harus mengunjungi dokter besok.
Kukira pengirimannya bisa dilakukan lebih awal.
Tidak bisakah kau mendengar? Minggir.
Beri jalan untuk ambulans.
Beri jalan untuk ambulans. Ayo cepat!
Orang ini tidak menjawab panggilanku.
Hey!
Kau ada di mana?
Aku di Kuil Poleramma. Aku dalam perjalanan.
Kau mau main-main.
Kau harus menyelesaikan perjalanan di penghujung hari.
Apa yang masih kau lakukan di sana?
Aku dapat pengiriman di menit terakhir. Sudah selesai. Aku dalam perjalanan.
Kau menjalankan bisnis sampingan dengan kendaraanku?
Tidak tidak! Sudah selesai. Aku hampir sampai.
Setengah jam. Kau harus tiba di sini dalam waktu setengah jam.
Kau mengerti?
Oke. Aku akan segera ke sana.
- Ayo cepat. - Oke, oke.
Seharusnya di sini...
Namaste.
Mana bayarannya?
Jam berapa yang kau janjikan, dan jam berapa sekarang?
Terjadi penundaan di pos pemeriksaan.
Terserah. Berikan aku kuncinya.
Ini dia.
Sepertinya kau cukup sering melakukan perjalanan.
Itu semua karena anugerahmu, Pak.
AC di dalam kendaraan berfungsi dengan baik?
Baik, Pak.
Kau bilang sesuatu tentang perjalanan.
Salah satu kerabatku di Maredumilli meninggal dunia.
Aku perlu mengangkut mayatnya.
Tapi, Pak, itu bukan mobil pemakaman.
Pertama-tama... itu kendaraanku.
Itu akan menjadi mobil pemakamanku saat aku mati juga.
Apa masalahmu?
Bukankah ada masalah dengan freezernya?
Ayo kita periksa.
Aku akan melakukan perjalanan ini. Freezernya juga berfungsi dengan baik.
Tolong biarkan aku pergi.
Kau berkeliaran selama dua hari tanpa pulang.
Kau juga bilang tentang persalinan istrimu.
Kau pergi. Aku akan membawa Seenu ke sana.
Tidak pak.
Itulah kenapa...
Aku membutuhkannya.
- Tolong... - Oke, baiklah.
Kau bisa pergi.
Terima kasih.
Minumlah secangkir teh sebelum memulai perjalanan.
Oke terima kasih.
- Aku akan mengirimimu alamatnya. - Oke.
Bang...
Aku bertanya pada semua kawan kita.
Mereka bilang mereka tidak tahu apa-apa.
Bang, izinkan aku memberitahumu.
Mereka sangat yakin telah mengunci kendaraan setelah memuatnya.
Biasanya mereka tidak pernah berbohong.
Kenapa kau marah, bang?
Apa yang terjadi?
Prabha...
Aku menemukan mayat di van kita.
Mayat? Apa yang kau katakan?
Bahkan ada luka tembak.
Mayat? Luka tembak?
Apa yang kau katakan?
Mayat di kendaraan kita? Bagaimana mungkin?
Entahlah.
Aku kehilangan keberanian untuk mencoba memahaminya.
Ya Tuhan!
Segera hubungi Polisi! Kau tidak mengerti.
Kau bahkan mengatakan tubuhnya ada luka tembak.
Terlalu beresiko jika kita ketahuan.
Tidak tidak! Jangan lakukan itu.
Jangan katakan Polisi!
Mereka akan mengacaukan kita di kantor Polisi.
Di saat seperti ini, aku harus bersama Alivelu.
Bukan Polisi.
Lalu? Apa yang akan kau lakukan?
Kau akan menjelajahi kota dengan mayat itu?
Hey...
Apa lagi yang bisa kulakukan?
Di mana kau sekarang?
Bang...
Dengarkan aku baik-baik.
Mayat yang kau bawa di dalam kendaraan...
Berhenti saja di suatu tempat dalam perjalanan.
Carilah danau di dekatnya.
Kau mendengarkan?
Buang saja mayatnya ke danau.
Dengarkan aku!
Mereka sudah mendirikan pos pemeriksaan di mana-mana.
Ini juga waktunya pemilu.
Jika kita tertangkap, kita akan dipenjara.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.