Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Itu... Seperti yang diduga, ada yang mengincar nyawaku.
Jika terus seperti ini,
aku juga akan mengalami hal yang sama dengan Satoshi.
Apa itu?
Katanya pindah sekolah.
Pindah sekolah?
(Onikakushi-hen - Episode 4: Bengkok)
(Higurashi no Naku Koro ni)
Itu... Aku akan segera kembali.
Baik, tidak masalah.
Selamat malam.
Rena.
Kenapa kau datang ke sini?
Keiichi, apakah kau sudah makan malam?
Belum.
Bagus sekali. Aku membawa beberapa masakan rumahan.
Jika bisa meminjamkan dapur padaku, aku bantu panaskan untukmu.
Terima kasih atas niat baikmu,
tetapi, makan malamku sepertinya sudah hampir siap.
Benarkah?
Ibuku memasak sangat banyak hidangan.
Jadi...
Apakah ibumu sungguh akan memasak untukmu?
Eh? Bukan masalah akan atau tidak, sekarang sedang memasak.
Kenapa? Kenapa kau berbohong?
Tidak berbohong...
Bohong!
Makan malam Keiichi adalah mi gelas, 'kan?
Rasa tulang babi jahe yang dibeli di Seventh Mart.
Kenapa...
Namun, hanya makan itu saja tidak cukup.
Jika tidak makan sayuran.
Jadi, Keiichi, bukalah pintunya untukku.
Silakan pergi.
Keiichi, buka pintunya untukku.
Aku mohon, pergilah.
Keiichi.
Pergi.
Pergi!!
Pergi, pergi!
- Sakit! Sakit! Keiichi, sakit! - Pergi, pergi!
- Sungguh sangat sakit, Keiichi. - Pergi, pergi!
- Aku minta maaf jika candaanku kelewatan. - Pergi, pergi!
- Sakit! Maaf, maaf... - Pergi, pergi!
Pergi! Pergi!
Halo Pak Oishi, Rena baru saja datang.
Apakah dia datang untuk bermain?
Bukan.
Pak Oishi, tolong ceritakan tentang Rena.
Memberitahumu juga tidak masalah, tetapi, tolong jangan disebarkan.
Selain itu, isinya juga ada beberapa dugaan, tidak masalah, 'kan?
Ya.
Aku mengerti.
Terus terang, aku memang sangat curiga.
Apakah ternyata Rena dan yang lainnya memang pelakunya?
Tidak, bukan itu maksudku.
Ini tentang Oyashiro.
Eh?
Apakah sungguh ada Kutukan Oyashiro? Berpikir seperti ini.
Insiden tentang Rena Ryugu yang aku ceritakan beberapa hari yang lalu.
Masalah tentang menghancurkan
semua kaca di sekolah di Ibaraki?
Ya, sebenarnya, ada korban dalam insiden itu.
Dia memukuli tiga anak laki-laki yang sangat dekat dengannya dengan tongkat bisbol.
Menggunakan tongkat bisbol?
Namun, baik itu pihak sekolah maupun pihak korban,
tidak ada yang melaporkannya,
jadi, itu tidak menjadi sebuah kasus.
Dalam hal ini, aku rasa orang-orang yang terlibat menutup mulut rapat-rapat.
Salah satu korbannya terluka sampai ada efek samping pada satu matanya.
Namun, jangankan menuntut, mengungkit saja tidak mau.
Halo, Tuan Maebara, apakah kau mendengarku?
Apa yang sedang kau bicarakan?
Apa yang sedang kau bicarakan, Tuan Maebara?
Maaf.
Eh? Tuan Maebara, Tuan Maebara. Halo? Halo?
Maaf, maaf.
Kei, selamat pagi.
Apakah Kei sangat suka bisbol?
Aku akan terganggu. Tinggalkan aku sendiri.
Berhenti berlatih mengayunkan tongkat.
Ada apa?
Berhenti berlatih mengayunkan tongkat.
Bukankah aku sudah tidak melakukannya?
Bukan ini, aku harap kau mengakhirinya hari ini.
Kenapa? Aku juga tidak merepotkan orang lain.
Kau telah merepotkan.
Kapan aku merepotkan orang lain?
Selain itu, ini adalah tongkat bisbol orang lain.
Ini adalah barang dari murid pindahan yang lupa dibawa, 'kan?
Aneh sekali, hanya kakaknya yang pindah sekolah,
adiknya tidak ikut pindah sekolah.
Apakah kau tahu?
Satoshi Hojo adalah kakak Satoko, 'kan?
Yang menghilang karena diculik iblis tahun lalu itu.
Aku dengar, Satoshi juga pernah melakukannya, 'kan?
Berlatih mengayunkan tongkat dan itu tak lama sebelum dia menghilang.
Apakah ini pertanda terkena Kutukan Oyashiro?
Pokoknya, semuanya sangat takut.
Jika ini lelucon,
jangan pernah meniru Satoshi lagi.
Aku katakan dulu, aku sama sekali tidak tahu tentang Satoshi.
Karena semuanya menyembunyikannya dariku.
Kami bukan ingin menyembunyikannya darimu.
Apakah karena tidak ingin membuatku takut?
Hanya karena alasan seperti ini, kalian mengucilkanku.
Bukan itu maksudnya.
Di lokasi pembangunan bendungan,
aku pernah bertanya padamu apakah pernah terjadi suatu insiden, 'kan?
Bukankah kau bilang tidak ada? Jelas-jelas pernah terjadi pembunuhan.
Pembohong!
Maaf, aku bukannya ingin membohongimu.
Teman tidak seharusnya saling menyembunyikan sesuatu, 'kan?
Jadi, kalian bukanlah temanku.
Kei.
Bagaimana bisa seperti ini...
Selain itu, bola nasi saat kalian menjengukku sangat enak,
enak sampai aku muntah darah.
Siapa yang melakukannya?
Apakah itu kau? Apakah itu Rena?
Biarpun ingin menyingkirkanku, juga tak akan semudah itu.
Jangan mengira bisa menyingkirkanku semudah menyingkirkan Satoshi.
Aku juga tahu pernah terjadi beberapa kali perselisihan antara kau dengan
pengawas lokasi proyek bendungan.
Apakah kau pikir bisa menyembunyikannya dariku?
Kenapa bahkan hal seperti ini juga...
Pergilah, akan repot jika terlambat pergi ke kelas.
Keterlaluan sekali, Kei.
Benarkah? Apakah semuanya sudah diberitahukan pada Kei?
Apakah bajingan itu? Aku seharusnya membunuhnya saat itu.
Mengingat tahun ini sudah akan pensiun,
jadi, apakah dia sudah melupakan kebaikanku yang telah melepaskannya?
Binatang! Binatang! Pak tua itu harus dibunuh!
Pak tua itu adalah... Pak Oishi?
Kenapa memegang kapak?
Sudah menemukan Keiichi.
Ada apa?
Rute pulangku dan Keiichi sama.
Apa maksudnya kapak ini?
Apa maksudnya?
Keiichi, kau sepertinya ada beberapa kegelisahan, 'kan?
Kau sangat takut, 'kan, Keiichi?
Tidak takut.
Aku sangat menyesal ketika Satoshi pindah sekolah.
Jika Rena berbicara dengannya dengan baik... Sungguh menyesal.
Pindah sekolah maksudnya diculik iblis, 'kan? Benar, 'kan?
Siapa yang menyingkirkan Satoshi? Apakah itu Rena? Apakah itu Mion?
Apakah itu orang dari desa? Jawab aku!
Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.
Kalau begitu, aku akan mengatakannya sampai kau bisa mengerti.
Siapa pelaku dalam insiden kematian aneh berturut-turut?
Keiichi, kau salah paham.
Sama sekali tidak ada pelaku.
Semuanya diputuskan oleh Dewi Oyashiro.
Kutukan Oyashiro hanya takhayul.
Apakah Keiichi tidak percaya tentang Dewi Oyashiro?
Bagaimana mungkin percaya tentang hal seperti itu?
Dewi Oyashiro sungguh ada.
Keiichi, pernahkah kau melihat orang lain minta maaf padamu
dan itu terus berlanjut tanpa henti?
Dewi Oyashiro juga mendatangi Rena,
makanya Rena pindah sekolah dan kembali ke Hinamizawa.
Keiichi hanya bisa bertanya padaku,
aku tidak akan membiarkan Keiichi pindah sekolah.
Ayo, beri tahu aku.
A...apa?
Rena akan mendengarkanmu dan membantumu.
Ayo, beri tahu aku.
Kau berbohong, 'kan?
Ada urusan apa mencariku?
Pukulan selanjutnya akan langsung kuarahkan ke keningmu, Bajingan!
(Higurashi no Naku Koro ni)
(Higurashi no Naku Koro ni)
Lebih baik kau berbaring sebentar lagi saja.
Rena.
Aku sudah menelepon dokter dan memberitahunya,
seharusnya dia akan segera datang.
Kenapa kau ada di sini?
Permisi.
Mion? Kenapa?
Karena tidak ada orang di rumahmu,
jadi aku meneleponnya untuk memintanya datang.
Eh, dia sangat bersemangat. Tampaknya sia-sia aku khawatir.
Rena,
apakah kau sudah menelepon pengawas?
Ya, aku meneleponnya setelah selesai menelepon Mi.
Dia bilang akan segera tiba.
Pengawas? Siapa?
Apakah Kei tidak tahu?
Berbicara tentang pengawas, tentu saja pengawas itu.
Belakangan ini Keiichi sangat fokus berlatih bisbol, 'kan?
Aku rasa, jika pengawas tahu, dia pasti akan merasa senang.
Ya.
Aku bilang, siapa itu pengawas?
Pengawas adalah pengawas.
Siapa sebenarnya?
Kalian...
Oh ya, sebelum pengawas datang,
ayo kita selesaikan permainan hukumannya dulu.
Permainan hukuman?
PR bola nasi itu.
Kau lupa melakukannya, ya?
Apa yang mau kau lakukan?
Jangan bergerak, ini adalah permainan hukuman.
Apa itu? Apa yang ingin kalian lakukan?
Kei, kau seharusnya tahu, 'kan?
Apa? Tahu apa?
Meskipun diduga efek obat-obatan,
tetapi, tidak ditemukan bahan seperti itu.
Menyerahlah.
Hentikan!
Hentikan!
Sudah datang.
Rena dan Mion adalah rekan pelaku itu,
juga ada lebih dari lima orang pria yang memiliki truk putih.
Kematian Pak Tomitake adalah akibat obat-obatan yang tak diketahui.
Ini adalah jarum suntik sebagai buktinya.
Kenapa? Kenapa menjadi seperti ini?
Sudah menemukannya, di pintu belakang!
Tunggu sebentar.
(Kantor Polisi Okinomiya)
Pak Oishi, panggilan luar daerah dari warga biasa.
Terima kasih.
Ini ditelepon menggunakan telepon umum.
Halo, aku Oishi.
Apakah ini Pak Oishi?
Tuan Maebara, apakah terjadi sesuatu?
Itu...
Apa yang terjadi?
(Bilik Telepon Hinamizawa) I...i...itu...
Aku...
Tenang sedikit, Tuan Maebara.
Aku akan meminta polisi terdekat untuk pergi ke tempatmu.
Aku juga akan segera tiba.
Itu... Aku rasa mungkin sudah tidak ada gunanya, sudah terlambat.
(Hinamizawa Hanya Ada Satu Bilik Belepon) Tenang sedikit, Tuan Maebara.
(Sudah Mengirim Mobil Patroli,) Seperti apa situasinya sekarang?
(Akan Tiba dalam Lima Menit) Seperti apa situasinya sekarang?
Terlalu menghabiskan waktu. Ada berapa petugas patroli di dalam mobil?
Dua.
Sudahkah menelepon polisi yang ditempatkan di Hinamizawa?
Sekarang waktunya untuk patroli rutin. Dia tidak ada di sini.
Kuma, bantu aku menyiapkan mobil.
Baik.
Halo, Tuan Maebara, kami sedang mengirim polisi ke tempatmu,
akan tiba dalam dua atau tiga menit.
Tuan Maebara, siapa pelakunya? Ada berapa orang?
Awalnya, aku mengira pelakunya adalah manusia,
tetapi...
Aku rasa, Dewi Oyashiro memang ada.
Tuan Maebara.
Terus mengikutiku sejak tadi.
Tak peduli aku berlari seperti apa,
itu terus menempel padaku seperti bayangan,
sedikit demi sedikit, mendekat ke belakangku.
Tuan Maebara, apakah sekarang orang itu ada di...
Di belakang, ada di belakangku.
Siapa yang di belakangmu?
Aku bagaimana berani berbalik? Begitu berbalik, aku akan... aku akan...
Aku tahu kau takut, tetapi, harap kau memberitahuku.
Hanya perlu melihat ke belakang saja.
Tuan Maebara, siapa yang ada di belakangmu? Siapa?
Tuan Maebara, apakah kau sedang merobek tenggorokanmu sendiri?
Halo, Tuan Maebara?
Ma...af...
Pak Oishi, mobilnya sudah siap.
Pak Oishi!
Maaf?
(Showa, Juni 1958)
(Kantor Polisi Okinomiya)
(Surat Laporan)
Terjadi kasus pembunuhan siswi di Hinamizawa, Kota Shishibone,
tersangka adalah Keiichi Maebara,
memanggil dua orang siswi sekelasnya,
Rena Ryugu dan Mion Sonozaki, ke rumahnya,
lalu memukuli mereka sampai mati dengan tongkat bisbol metal.
Setelah tersangka melarikan diri dari TKP,
polisi yang berpatroli menemukannya di dalam bilik telepon,
lalu meninggal di rumah sakit tempat dia dirawat 24 jam kemudian.
Menurut hasil autopsi, penyebab kematiannya adalah syok hemoragik.
Dia merobek tenggorokannya dengan kukunya
dan akibatnya, pendarahan yang berlebihan menyebabkan kematian,
tidak dapat dibuktikan bahwa dia pernah mengonsumsi obat-obatan.
Setelah itu, di kamar tersangka,
ditemukan catatan yang dia tulis sendiri.
Catatan itu terdiri dari dua bagian setengah kertas catatan universitas ukuran B5,
ditempel di belakang jam dinding.
Catatan ini mungkin awalnya ditulis di selembar kertas B5,
lalu ada yang merobeknya menjadi dua untuk menghilangkan beberapa baris.
Selain itu, dilihat dari banyaknya selotip di bagian belakang jam,
mungkin sempat menempel sesuatu selain catatan.
(Kantor Polisi Okinomiya)
Berikut isi catatan tersebut.
Ada yang mengincar nyawaku, Keiichi Maebara.
Aku tidak tahu siapa dan kenapa orang itu mengincar nyawaku.
Yang aku tahu hanyalah ini semua berhubungan dengan Kutukan Oyashiro.
Rena dan Mion adalah rekan pelaku itu,
juga ada lebih dari lima orang pria yang memiliki truk putih.
Berikut ini adalah lembar kedua.
Aku tidak tahu bagaimana masalahnya menjadi seperti ini.
Jika Anda telah melihat catatan ini,
aku rasa saat itu aku pasti sudah mati.
Tolong Anda yang telah membaca catatan ini,
mengungkapkan kebenaran tentang seluruh insiden ini.
Hanya itu saja harapanku.
Keiichi Maebara.
(Episode Selanjutnya) Harap kau bisa melihat diri sendiri
(Episode Selanjutnya) yang sesungguhnya.
Harap kau bisa memaafkan dirimu yang tidak kekal.
(Permainan hukuman)
(Cangkul) Harap kau bisa memahami diriku yang lain.
(Pisau kecil)
(Pisau kecil) Higurashi no Naku Koro ni
Watanagashi-hen - Episode 1: Cemburu.
Apakah kau bisa memercayainya?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.