All language subtitles for INDOXXI.CX-[Journey-to the West Conquering the Demons-HD.720p]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

INDOXXI Support dengan like & share :)

Sub by: Sang Pangeran

Duduk manis & selamat menonton dengan nyaman!

Film karya sutradara Stephen Chow

PERJALANAN KE BARAT MENAKLUKKAN SILUMAN

Satu kura-kura, merayap-rayap.

Dua ikan, berenang-renang.

Tiga udang besar, berenang-renang.

Udang besar tidak berenang,

tapi melompat.

Tiga udang besar, melompat-lompat.

Empat gadis kecil..

..tertawa!

Ayah akan pergi sekarang.

Mainlah di tepi, jangan terlalu dekat ke air.

Jika kau jatuh, udang besar akan menangkapmu.

Jika benar, aku akan memakannya.

Jika kau makan udang besar itu, maka siluman akan memakanmu.

Tidak ada siluman di sini.

Benarkah?

Lihat, apa yang di air itu?

Haha, ini Ayah!

Tidak apa-apa. Ayah hanya bercanda.

Lihat.

Ayah hebat! Ayah hebat!

Hebat!

Hebat!

Ayo, Ayah!

Ayo, Ayah!

Bodoh.

Bodoh.

Sheng!

Sedang apa kau di sini?

Mana ayahmu?

Aku turut berdukacita, Nyonya.

Terima kasih, Yang Mulia.

Terima kasih.

Ini sedikit uang dan ikan asin.

Tolong diterima.

Sebagai pendeta Tao, tujuanku hanyalah untuk menolong sesama.

Aku tak bisa menerima barang berharga ini.

Semuanya!

Silumannya sudah ditangkap.

Terserah kalian mau diapakan.

Bunuh!

Bukankah dia sudah mati?

Bunuh dia lagi!

Balas dendam!

Aku mau.. balas dendam!

Kalian salah! Pari itu bukan siluman!

Itu cuma pari biasa.

Sifatnya lembut dan bersahabat.

Ikan dengan sifat yang baik. Hanya saja sedikit terlalu besar.

Kau siapa?

Aku seorang biksu Buddha yang tak bercukur, Chen Xuan Zang.

Aku pemburu siluman.

Kami tahu itu pari..

Tapi kami tak pernah melihat yang sebesar itu.

Pendeta bilang dia dirasuki siluman.

Pak Kepala Desa, dengar.

Itu bukan siluman yang kalian cari.

Seorang ayah yang baik..

..baru saja dibunuh siluman itu.

Lihatlah..

Betapa menderita keluarganya.

Sedangkan kau beromong-kosong.

Dasar tak tahu malu!

Tak tahu malu! Tak tahu malu!

Semuanya, dengarkan aku.

Siluman yang sebenarnya sekarang belum muncul.

Diam!

Pernahkah kau kehilangan suami?

Nyonya, aku tak punya suami.

Pernahkah kau kehilangan suami?

Nyonya, percayalah. Aku benar-benar tak punya..

Bunuh dia! Bunuh dia!

Pari itu tidak bersalah!

Silumannya masih di sungai.

Jangan ada yang mendekat ke sungai!

Itu omong kosong!

Sudah jelas dia bekerja sama dengan siluman itu.

Gantung dia! Bakar!

Bakar! Bakar!

Semuanya dengar!

Aku sudah membunuh siluman itu.

Sekarang semuanya sudah aman.

Kalian bisa turun ke sungai.

Pergilah.

Turun ke sungai!

Tidak apa-apa!

Sudah aman!

Lihat!

Sudah aman!

Benar-benar sudah aman!

Kita sudah aman!

Hey!

Hey!

Hey!

Hey!

Bahaya! Cepat keluar!

Bahaya!

Cepat keluar!

Bahaya!

Hey!

Hey!

Hey!

Bahaya!

Lihat sebelah sini, sebelah sini!

Siluman!

Tolong!

Yang Mulia, mengapa bisa terjadi?

Tidak apa-apa. Selagi kita di atas, kita akan aman.

Benar.

Semuanya tenang.

Di atas sini, kita aman.

Sheng!

Oh, Sheng!

Ayo Nyonya Gen, lari!

Kembalikan uang kami!

Apa yang kau lakukan?

Kau menipu kami!

Bicara apa kau?

Aku sudah menangkap silumannya!

Siapa yang tahu masih ada lagi?

Apa yang harus kita lakukan?

Tenanglah, kita di tempat tinggi. Kita akan baik-baik saja.

Seberapa tinggi?

Sangat tinggi. Awas!

Jangan bergerak!

Tetap di tempat!

Jangan berlari!

Tiarap! Tiarap!

Pura-pura mati!

Jangan lari!

Sheng!

Sheng!

Ibu.

Sheng, jangan bergerak!

Ibu!

Jangan bergerak!

Jangan ke sini!

Ibu, ibu!

Gadis kecil, jangan bergerak!

Ibu!

Sheng!

Nyonya Gen!

Tidak! Sheng!

Sheng!

Sheng!

Tidak!

Pisau!

Pisau!

Ambilkan pisau!

Ini!

Sheng!

- Ibu! - Sheng!

Ibu di sini. Jangan takut.

Nyonya Gen!

Keluar!

Keluar kau!

Nyonya Gen!

Kem.. kembalikan putriku...

Anakku!

Anakku!

Tolong selamatkan anakku!

Anakku.

Jubah ini mahal, tahu!

Maaf, tolong bantu.

Hey, kau harus ganti rugi!

Itu sakit sekali...

Lepaskan!

Tidak!

Anakku kembali, anakku kembali!

- Terima kasih. - Sama-sama.

Yang Mulia.

Yang Mulia.

Yang Mulia.

Yang Mulia.

Kemampuanmu lebih tinggi dariku. Tolong bantu aku.

Tidak. Lepaskan tanganku.

Aku tak bisa mengalahkannya di air.

Tapi jika kita melompat dan mendaratkannya di atas..

Maka kita bisa lakukan sesuatu.

Lepaskan, atau kubunuh!

Aku bersumpah, akan kubunuh kau!

Aku sangat kejam.

Terima kasih, Yang Mulia.

Jangan, jangan!

Aku juga!

Aku juga!

Aku juga!

Aku juga! Aku juga!

Aku juga!

Bunuh dia!

Bunuh! Bunuh!

Minggir, minggir!

Semuanya dengar. Biar aku yang tangani.

Aku pemburu siluman profesional.

300 Kidung Anak-Anak

Anakku, anakku, mengapa kau begitu nakal?

Mengejek, berbohong, sekarang kau sudah bisa?

Belajarlah jadi anak baik dan menyayangi.

Cinta di hatimu akan mengisi hidupmu dengan kehangatan..

Jadilah anak baik, dan segera pulang..

Aku selalu siap memelukmu..

Anakku, bertobatlah dengan hati yang tulus.

Kau selalu jadi anakku tersayang..

Jadilah anak baik, dan segera pulang..

Rajinlah belajar demi masa depan..

Kembalilah, dan jadilah anak yang baik..

Kita semua terlahir seperti anak yang polos..

Kau pemburu siluman juga?

Apa buktinya?

Buku panduan pemburu siluman.

Buku panduan pemburu siluman?

300 Kidung Anak-Anak?

Itu akan membangunkan kebaikan dalam diri siluman.

Kita semua terlahir berprilaku baik.

Dan aku juga menambahkan gaya unikku..

Kata siapa?

Guruku.

Kau percaya?

Mungkin kau tidak. Tapi aku percaya.

Sebenarnya, aku juga suka tingkah yang kekanak-kanakan.

Dia pemburu siluman sungguhan!

Semuanya, sama-sama!

Katakan saja padaku jika kalian ada masalah lagi.

Berdirilah, tidak perlu begini.

Aku menerima sumbangan.

Guru.

Xuan Zang.

Guru, aku gagal lagi.

Aku tahu.

Siluman sungai yang kau hadapi hari ini..

dulunya orang baik.

Suatu hari dia menyelamatkan seorang anak di sungai.

Warga desa salah sangka menganggapnya penculik.

Mereka membunuhnya dan membuang jasadnya ke sungai..

..sebagai makanan ikan dan makhluk sungai.

Dia menjadi sangat marah dan benci.

Sehingga rohnya menjadi siluman sungai.

Lalu dia balas dendam pada warga desa.

Guru, bolehkah aku bertanya?

Apa lagu 300 Kidung Anak-Anak benar-benar sakti?

Mengapa kau menanyakannya?

Aku hanya ingin memusnahkan siluman

seperti para pemburu siluman lainnya.

Membunuh bukanlah cara terbaik.

Jangan lupa pada kepercayaan dan prinsip kita.

Orang baik berubah jadi siluman,

di saat hatinya ditundukkan oleh kejahatan.

Kita harus menghilangkan sifat jahat,

dan memelihara kebaikan.

300 Kidung Anak-Anak membangunkan kebaikan dalam diri.

Dan menaklukkan kejahatan di hati kita.

Apa kau meragukannya?

Tidak.

Aku hanya ragu pada kemampuanku.

Tapi kau sudah berusaha.

Kau menyelamatkan seorang bayi, kan?

Seharusnya aku bisa menyelamatkan lebih banyak orang.

Tapi, aku tidak mampu...

Guru, kau tak melihat gadis kecil itu, yang baru berusia 4 atau 5 tahun..

Dan aku tak mampu menyelamatkannya.

Mereka mati karena aku.

Begitu banyak kematian..

Guru..

Aku ini tak berguna..

Mungkin kau salah memilih murid..

Aku tidak salah memilih murid.

Sama sekali tidak.

Kau hanya belum menemukan "sesuatu hal kecil".

Apa "sesuatu hal kecil" itu?

Hanya sekecil ini.

Saat kau mencapai Penerangan, kau akan akan mengerti sepenuhnya.

Saat itu,

..kau akan mengetahui kekuatan tak berbatas dari 300 Kidung Anak-Anak.

Pergilah, pergilah.

Guru..

Aku tahu. Kuatkan hatimu.

Guru.

Pergilah!

Mengapa tak ada orang di sini?

Bagus! Kita bisa berduaan sekarang.

Tampan,

jangan takut.

Mari kita nikmati saja.

Kendalikan dirimu.

Aku tak bisa.

Wajahmu begitu tampan..

Makanya jangan memandangiku.

Dasar payah.

Selamat datang!

Selamat datang di Penginapan Keluarga Gao!

Sebelah sini.

Kalian datang tepat waktu.

Sekarang memang sepi,

tapi nanti akan sangat ramai.

Izinkan aku memperkenalkan hidangan andalan kami.

Lihatlah.

Ini adalah babi panggang kami yang terkenal, baru saja matang.

Kulitnya renyah, dagingnya lembut dan empuk.

Bagaimana babi panggang ini menjadi sangat lezat?

Benar, bahkan dekorasi ruangan ini sangat unik.

Coba lihat.

Lihat betapa indahnya tempat lilin itu.

Tapi tentu saja tidak seindah dirimu..

Mengapa kau selalu membicarakan tampangku?

Apa kau memang senaif ini?

Gadis mana yang tak mau pemuda tampan?

Ayolah, jangan marah.

Ayolah, biarkan aku memandangimu.

Baiklah.

Pandangilah sampai kau bosan, lalu mati.

Apa kau tak pernah puas?

Bagaimana kau masih bisa tahan?

Tuan dan Nona.

Bagaimana menurutmu babi panggang kami?

Enak sekali. Kau yang membuatnya?

Bukan.

Tuan Zhu Gang Li kokinya.

Perkenalkan, "Master Daging"!

Sangat lezat dan menggoda.

Sempurna.

Tuan,

bagaimana kau membuat babi panggang begitu lezat?

Dia bertanya padamu!

Kau sangat tidak sopan..

jika kau tak menjawab.

Cepat, ayo kita pergi.

Tuan,

Silakan duduk.

Ada banyak ingin yang kusampaikan.

Cepat, ayo pergi.

Atau kau tak akan bisa melihat wajah tampanku lagi.

Benarkah?

Syukurlah kalau begitu.

Aku cuma bercanda.

Aku kan tak ingin kamu marah.

Pergi saja sana! Aku sudah terlanjur marah.

Dasar payah.

Tuan,

apa menurutmu aku tidak menarik?

Lalu mengapa

kau tak bicara padaku?

Tolong katakan sesuatu.

Kumohon, bicaralah padaku.

Selamat datang!

Selamat datang di Penginapan Keluarga Gao!

Kau pasti punya selera yang bagus.

Tempat kami ini,

punya makanan yang enak

dan dekorasi yang indah.

para tamu menyukainya.

Lihatlah tempat lilin itu,

sangat gaya.

Kesannya romantis, bukan?

Lihatlah, dari banyaknya tamu,

kau bisa tahu betapa lezatnya makanan kami.

Ayo ke sini.

Yang ini..

adalah hidangan andalan kami.

Babi panggang kami yang terkenal.

Babi panggang ini..

renyah di luar..

dan sangat empuk di dalam. Lezat sekali.

Aku jamin..

kau pasti kembali ke sini lagi.

Penginapan kami..

sangat ramai hari ini.

Mohon tunggu, aku akan carikan meja untukmu.

Tuan?

Aku sudah siapkan meja untukmu.

Sebelah sini.

Aku pemburu siluman.

Tunjukkan wujudmu.

Apa maksudmu?

Benarkah?

Baiklah.

Kau akan menyesal.

Jangan salahkan aku.

Nona, kau perlu bantuan?

- Ya! - Caranya?

- Keluar! - Baik.

Tolong hentikan.

Aku akan meledak.

Bisa kau lakukan dengan lembut?

Terima kasih.

Yang ini sama sekali tidak menarik!

Sekarang keluarlah!

Keluar!

Keluar!

Keluar dan tolong aku!

Nona,

..apa yang harus aku lakukan?

Aku membuat roh silumannya sampai berada di mulutnya.

Sekarang cepat hisap!

Baik.

Bagaimana aku menghisapnya?

Dengan mulutmu!

Maksudmu, kau mau aku menempelkan mulutku ke mulutnya?

Ada cara lain?

Baik.

Apa tidak ada cara lain?

Cepat! Aku tak bisa menahannya lebih lama.

Bagaimana kalau aku yang pegang, dan kau yang hisap?

Bagaimana menurutmu?

Dasar bodoh! Jangan buang-buang waktu!

Atau kita akan mati!

Baiklah!

Aku bisa!

Aku bisa!

Maaf, aku tak bisa.

Lari!

Dia tak mengejar kita, kan?

Tidak.

Dia juga terluka.

Kau tidak apa-apa?

Tak apa.

Cuma hal sepele.

Bantu aku.

Pemburu siluman tak peduli dengan formalitas.

Tekan di bagian sini.

Siluman babi itu sangat kuat.

Tentu saja.

Hadiah menangkapnya paling banyak.

Bukankah itu tujuanmu?

Aku tak melakukannya demi uang.

Aku melakukan ini untuk menolong orang-orang.

Dengan kemampuan sepertimu?

Kau pasti ingin mati.

Aku tak peduli.

Senjatamu luar biasa.

Cincin terbang.

Itu senjata pusaka keluargaku.

Cincin terbang.

Kau cedera. / Apa?

Hidungmu berdarah.

Cuma sedikit.

Namaku Chen Xuan Zang.

Siapa namamu, Nona?

Namaku Duan.

Nona Duan,

terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku.

Kau berterima kasih padaku?

Nona Duan.

Nona Duan?

Jika seorang gadis menutup matanya, itu artinya dia ingin dicium.

Jangan pura-pura.

Kemarilah.

Xuan Zang.

Bagaimana semalam?

Apa yang kau bicarakan?

Merayu wanita.

Apa maksudmu, Guru? Itu mustahil.

Bagaimana menurutmu tentang cinta yang romantis?

Itu adalah cinta yang lebih rendah. Tak ada hubungannya denganku.

Aku dalam pencarian cinta yang lebih agung.

Kau mau?

Tidak.

Guru, jangan.

Itu melanggar aturan Buddha.

Memakan daging hanya tindakan fisik.

Makanan bukan segalanya.

Kau ingin sesuatu,

tapi mengatakan hal yang berbeda.

Itulah "sesuatu hal kecil" itu.

Beraninya kau makan daging angsaku!

Kau sudah bayar?

Tak punya uang.

Tak punya uang?

Jangan lari, botak!

Jangan lari!

Guru..

Jadi kau sudah tahu mengenai siluman babi selama ini?

Dulu dia seorang manusia bernama Zhu Gang Li.

Dia sangat jelek seperti babi.

Tapi dia orang yang baik.

Dia sangat mencintai istrinya.

Tapi istrinya berselingkuh

dengan seorang pria tampan.

Mereka membunuhnya dengan garpu tanah bermata 9.

Saatnya cintanya berubah jadi kebencian, dia menjadi siluman.

Dia bersumpah akan membunuh semua wanita yang mengejar-ngejar pria tampan.

Tragis sekali kisahnya.

Guru,

aku tak mampu mengalahkan siluman babi itu.

Mungkin Guru bisa turun tangan.

Baiklah.

Tapi aku sangat sibuk akhir-akhir ini.

Untuk mengalahkan siluman sekuat ini,

kau harus menemukan siluman terkuat dari yang terkuat.

Mungkin dia mau mengajarimu rahasia menaklukkan siluman.

Siapa dia?

Dia siluman yang dihukum Buddha di Gunung Lima Jari selama 500 tahun. Sun Wukong.

Sun Wukong? (Raja Kera)

Guru,

dia hanya legenda. Tak ada yang pernah bertemu dengannya.

Mudah menemukannya.

Di Gunung Lima Jari,

carilah kuil kuno.

Di depannya kau bisa temukan patung Buddha.

Tingginya 13.000 kaki,

lebarnya 2.560 kaki.

Sun Wukong ada di sana.

Semudah itukah?

Dengan ukuran patung yang luar biasa besar,

kau pasti buta jika tak menemukannya.

Sudah tak ada waktu. Berangkatlah.

Tunggu.

Sun Wukong itu,

sangat licik, jahat

dan penuh kebencian.

Hati-hati.

Bagaimana aku meyakinkannya agar membantuku?

Gunakan pengetahuanmu dan buku ini.

300 Kidung Anak-Anak

Kami datang dari Barat untuk menaklukkan siluman.

Setiap pemburu siluman

adalah musuh kami. Kami membunuh siluman dan juga pemburu siluman.

Tak peduli seberapa hebat kemampuanmu,

kau akan mati jika bertemu dengan kami.

Apa kau pemburu siluman?

Aku bukan pemburu siluman.

Tapi buktinya kau di sini saat jam siluman berkeliaran.

Kau masih membantah?

Apa kau juga pemburu siluman?

Tunggu!

Dia suamiku.

Kami cuma bertengkar.

Aku pergi.

Dan dia datang mencariku.

Kau cuma salah paham.

Sungguh.

Dia cuma seorang guru musik.

Dia..

Dia itu..

Cepat tunjukkan buku lagumu!

Cepat!

Kau lihat?

Baiklah.

Buktikan bahwa kalian suami istri.

Lakukan di sini!

Apa kau sudah gila?

Apa maksudmu?

Lakukan!

Sekarang!

Lakukan?

Kami memang suami istri,

tapi kami tak bisa lakukan di tempat terbuka.

Lebih baik aku mati, daripada melakukannya dengan dia.

Kau lebih memilih mati?

Kau kira aku juga mau melakukannya?

Jangan pukul dia!

Baiklah!

Aku lakukan!

Sungguh.

Lihat aku..

Lihat aku!

Kau bisa melakukannya!

Kau sudah keterlaluan!

Kita akan mati..!

Cepat! Atau kau yang berikutnya!

Kau membunuh orang tak bersalah!

Kalian binatang!

Kalian binatang!

Cepat lakukan!

Lakukan!

Cepat!

Kalian lebih rendah dari binatang!

Lakukan!

Buka bajumu!

Cepat!

Hey, cepat lakukan saja.

Lakukan.

Jadi kalian merencanakan ini semua?

Baiklah. Cukup pura-puranya!

Ah, sayang sekali.

Bayar.

Apa aktingku bagus?

Bagus apanya?

Kau merusaknya! Lihat caramu memuncratkan darah!

Masih muncrat!

Ini rusak.

Katupnya rusak!

Kalian semua tak berguna!

Tolong jangan marah, bos!

Bos?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Mau bagaimana lagi...

Aku sudah jadi milikmu.

Apa maksudmu?

Apa kau lupa? Kau menciumku, dan menyentuhku saat itu..

Apa?!! Dia menciummu..

Diam!

Baik.

Nona, maafkan aku.

Jika aku sudah melakukan hal..

..yang tak pantas.

Aku hanyalah seorang pemburu siluman biasa.

Tapi aku punya prinsip.

Aku hanya hidup untuk cinta yang lebih agung.

Cinta yang lebih rendah bukanlah untukku.

Tapi seberapa pun penjelasanku, kau tak akan mengerti.

Aku juga pemburu siluman. Jadi aku mengerti.

Itu bagus.

Tapi keinginanku adalah..

menemukan pria idamanku,

Menikah dengannya dan punya 1 anak.

Hidup sederhana dan bahagia.

Dan pria itu adalah kamu.

Kau sudah gila.

Bos!

Dia mau diapakan?

Kurung!

Keluarkan aku!

Aku kebelet pipis!

Bos..

Orang ini bepergian membawa buku lagu anak-anak..

..dan bicara tentang cinta agung.

Sudah jelas, pasti dia penculik wanita dan anak-anak.

Kau pasti sudah dipelet.

Bahkan pria setampan aku,

tak menarik perhatianmu.

Melihatmu tergila-gila padanya,

sungguh membuat hatiku sakit!

Yang mana hatimu?

Yang dua ini putingku!

kau sudah mengungkapkan isi hatimu padanya..

Dia bahkan tak menggubrismu.

Dia kasar sekali.

Dia bukan hanya kasar,

tapi juga tak manusiawi.

Bagaimana menurutmu, San?

Kurasa...

Bisa kau lepaskan itu dulu?

Benda ini rusak.

Aku tak bisa melepasnya.

Tolong lepaskan ini.

Jangan ke sini!

Kurasa, saat aku mati tadi..

Melihat reaksinya..

..dia menunjukkan rasa empati.

Tapi saat terlalu banyak darah yang muncrat, dan dia tak menyadarinya..

Itu menunjukkan IQ-nya jongkok.

Intinya, dia idiot.

Jadi, siapa yang lebih bodoh, kau atau dia?

Dia.

Itu pasti.

Ya kan?

Adik..

Apakah dia kasar kalau dia menolak cintaku?

Sedikit kasar.

Tapi itu juga berarti dia punya prinsip hidup.

Dia tahu wanita seperti apa yang dia inginkan.

Kau sangat mengerti aku.

Tidak seperti pria-pria bodoh itu.

Walaupun dia tampak sedikit lemah,

jika kau menyukainya..

aku pasti mendukungmu!

Salah.

Dia lebih berani daripada kita semua.

Walaupun dia bukan siapa-siapa,

dia berani melawan siluman hanya bermodal buku lagu anak-anak.

Bukan demi uang atau jadi terkenal.

Itulah pria pemberani yang sejati.

- Sekarang aku mengerti! - Benar kan?

Benar kan?

Tapi dia tidak menyukaiku.

Itu tidak benar. Aku yakin dia menyukaimu.

Tapi kau tampak terlalu tangguh.

Kau harus jadi lebih feminim.

Cobalah.

Bukan begitu.

Cobalah seperti ini.

Begini.

Aku tak bisa.

Baiklah.

Mantra penurut.

Kau akan melakukan

persis seperti yang kulakukan.

Pergilah.

Maaf.

Aku hanya ingin pipis.

Tapi kau tak membolehkan, terpaksa aku lakukan di sini.

Adik, tolong aku.

Pergi, kau memuncratkannya padaku!

Pergi, kau memuncratkannya padaku!

Tapi aku belum pipis. Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu?

Pasang penyumbat!

Pasang penyumbat!

Kau sangat kasar.

Tak perlu penyumbat.

Aku bisa tahan.

Tapi tak ada sumbatnya..

Jika tidak kau sumbat, akan kucopot!

Jika tidak kau sumbat, akan kucopot!

Apakah sudah tak ada keadilan di dunia ini?

Baik, tolong lepaskan kalau begitu.

Dasar payah!

Maaf..

Aku tak sengaja..

Pergi! / Baik, akhirnya berhenti. Terima kasih.

Apa yang telah kau lakukan?!

Aku bersumpah, aku akan membunuhmu!

Dasar orang aneh!

Baik, jangan buat aku marah!

Mana pedangku?

Sebentar aku ambil.

Aku tak sanggup lagi!

Dasar sinting!

Ada apa ini? Hentikan!

Berhenti mempermainkanku!

Tunggu.

Kubilang, jangan permainkan aku!

Persiapkan kereta tempurnya!

Bersiaplah!

Masuk!

Mulai "Sistem Darah Besi"!

Sistem Darah Besi?

Sistem Darah Besi menggunakan pukulan untuk mengalirkan udara ke pipa.

Ini akan menggerakkan baling-baling

dan roda gigi sehingga menghasilkan tenaga.

Lalu isi ulang kantung udara, demikian seterusnya.

Ini akan menghasilkan energi gerak.

Lalu kereta ini bisa bergerak.

Cepat, dia mendekat!

Maju dengan kekuatan penuh!

Cepat, bukan?

Bisakah kau lebih hati-hati?

Siluman babi di depan! Bagaimana sekarang?

Jangan takut! Hancurkan dia!

Kemarilah.

Jangan rindukan aku.

Hey!

Hey!

Bangun!

Jangan menakutiku... jangan mati!

Bangun!

Ketahuan!

Ternyata kau sangat peduli padaku...

Tapi kau masih saja tak mengaku kau mencintaiku?

Sudah kuduga!

Aku hampir lupa babi itu.

Heh, Kaki Besar.

Mengapa kau selalu bersaing denganku?

Kita semua mengikuti aura siluman sampai ke sini.

Siapa yang berhasil menangkap siluman babi duluan,

dia adalah pemburu siluman yang terbaik!

Baiklah. Mari lupakan siluman babi.

Bagaimana kalau duel 1 lawan 1?

Siluman babi itu kuat.

Bahkan dia lebih kuat saat bulan purnama.

Selain aku,

siapa lagi..

..yang bisa mengalahkannya?

Lihat siapa yang sedang membual!

Halo Pangeran Important (Penting).

Orang bilang kemampuan pedangmu yang terbaik di dunia.

Saatnya Si Kaki Besar membuktikannya.

Tidak perlu.

Posisi nomor 1..

akan kuberikan padamu.

Ternyata..

menjadi nomor 1..

membuatku kesepian.

Manusia sepertimu..

tak akan mengerti.

Jangan terlalu tinggi, oke?

Berhenti menabur bunga.

Bos, bukankah kau yang menyuruh menabur bunga?

Eh, eh, eh hem.

"Eh" , apa maksudnya itu?

Apa kami menabur bunga atau tidak?

Tidak.

Tapi kau tetap harus bayar.

Aku tahu!

Maaf, aku tak tahu apa yang dia bicarakan.

Wah, di mana kau petik "bunga-bunga cantik" ini?

Di gunung..

Aku sudah mujur menemukan mereka berempat.

Mengapa kau tidak berjalan dengan kedua kakimu?

Itu membuatku seperti kalian. Aku ini Pangeran Important.(Penting)

Kau bukan important, tapi impoten!

Dengar, kau tak boleh..

..menuduh sembarangan!

Ini, ini!

Apa kau tak bisa baca?

Bacaannya impoten. Bukan, bukan.

Important

Aku Pangeran Impoten. Bukan, bukan..

Aku Pangeran Important (Penting)

Aku impoten...

Kau!

Waktu kecil.. kenapa aku ini?

Waktu kecil aku impoten..

Bukan, bukan. Aku sudah important (penting) semenjak aku lahir.

Aku bilang aku tidak impoten.

Diam!

Kalian punya kemampuan yang luar biasa.

Mengapa tak bersatu melawan siluman?

Jika dibiarkan, dia akan semakin kuat di bawah bulan purnama.

Lalu kita semua akan tamat.

Tak ada lagi uang atau popularitas.

Kalian tak pantas jadi pemburu siluman!

Siapa pengemis ini?

Aku bukan pengemis.

Aku juga pemburu siluman.

Aku mengerti.

Beri dia makanan.

Tujuan kita berbeda.

Aku harus pergi.

Hebat!

Aku sangat mengagumi!

Aku mendukungmu! Aku akan menemanimu.

Pergilah!

Kau selalu menghalangi jalanku menuju Penerangan Sempurna.

Kembalikan bukuku!

Ada apa?

Kita sangat serasi.

Kembalikan buku 300 Kidung Anak-Anak-ku!

300 Kidung Anak-Anak?

Apa kau tidur, apa kau tidur..

Abang John, abang John?

Jangan permalukan aku...

..di depan orang-orang ini.

300 Kidung Anak-Anak-ku!

Baiklah!

Kau...

Apa yang kau lakukan?!

Pukul.

Pukul aku.

Dasar tak berguna!

Idiot!

Pergilah ke neraka!

Lihatlah dirimu sendiri!

Jika bukan karena aku, apakah kau masih hidup sekarang?

Kau pikir kau siapa?!

Pemburu siluman, pantatku.

Orang ini adalah pahlawan sejati di hatiku.

Tampan..

Apa kau mau pergi minum, sehingga kita bisa saling kenal?

Aku orang yang sederhana.

Tolong jangan panggil aku tampan.

Jadi orang tampan itu beban.

Kalian orang jelek tak akan mengerti.

Lupakan minumnya.

Ayo kita cari kamar.

Aku tak mau.

Bos, bos!

Tinggalkan aku sendiri!

Nona, maukah kau minum denganku?

Tuan, kau ada waktu?

Aku tak pernah berkencan dengan lelaki sebelumnya.

Ini yang pertama.

Kau harus bersikap lembut.

Aku aku usahakan.

Di kaki Gunung Lima Jari, carilah kuil kuno.

Di depannya ada patung Buddha.

Tinggi 13.000 kaki, lebar 2.560 kaki.

Sun Wukong ada di sana.

Cermin Pantulan Air

Lepaskan aku!

Aku ke sini mencari Sun Wukong.

Aku.. aku..

Aku Sun Wukong, si Raja Kera.

Kau Sun Wukong?

Aku Sun Wukong.

Tuan Sun, senang bertemu denganmu.

Aku Chen Xuan Zhang.

Tuan Sun! Tuan Sun!

Akirnya, setelah 500 tahun.. Kau datang.

Jangan lakukan itu, Tuan Sun.

Maaf.

Aku sangat senang.

Duduk, silakan duduk.

Hai.

Tuan Chen, kau sangat tampan!

Kau juga, Tuan Sun.

Tapi menurut legenda..

kau tampak sedikit berbeda.

Begini ceritanya.

500 tahun lalu..

Aku hanya kera biasa.

Ada sedikit salah paham dengan Buddha.

Dia menggunakan Sutra Buddha

untuk mengurungku di sini.

Tapi aku menyadari kesalahanku.

Jadi..

aku mengurung diriku di lubang sempit ini.

Dan selama 500 tahun aku tak pernah keluar satu kalipun.

Aku hanya di sini mempelajari Sutra Buddha.

Lihat aku.

Aku sudah melenyapkan sifat jahat dalam diriku.

Dan mengeluarkannya dari tubuhku.

Aku bahkan tak seperti siluman lagi.

Sehingga kini yang tersisa hanyalah..

kebaikan, kebenaran dan keindahan.

Sutra Buddha benar-benar hebat dan mengagumkan!

Tuan Sun, sebenarnya aku kemari..

untuk membincangkan hal yang penting denganmu.

Silakan.

Tolong ajarkan padaku bagaimana menjinakkan siluman babi.

Zhu Gang Li?

Ya, dia sangat jahat dan sudah membunuh banyak orang.

Entah harus bagaimana.

Sebenarnya ada caranya.

Ayo ke sini.

Segel ini adalah Mantra Api Suci.

Aku membawanya dari Istana Langit.

Itu bisa menghancurkan semua siluman.

Tapi aku tak mau membunuhnya.

Aku hanya ingin membangunkan kebaikan dalam dirinya.

Benar, bukankah itu yang aku katakan?

Sebenarnya, fungsi utamanya adalah..

untuk membangunkan kebaikan dalam diri seseorang.

Tidak, segel itu terlalu berharga.

Sama sekali tidak. Harganya sangat murah.

Tapi, aku masih tidak bisa.

Ambil saja!

Itu adalah hadiah, jadi ambillah!

Tuan Sun,

apakah itu segel yang digunakan Buddha untuk mengurungmu?

Jika kau menolak pemberianku, berarti kau menghinaku.

Tidakkah kau tahu siapa aku?

Kau tahu 13 Penjahat dari Gunung Buah?

Aku yang nomor 1.

Saat itu aku punya golok di kedua tanganku.

Dari Gerbang Langit Selatan sampai Jalan Timur Penglai.

Aku menebaskannya selama 3 hari 3 malam.

Darah mengalir bagai sungai.

Aku terus menebaskan golokku..

tanpa berkedip sedikitpun.

Tidakkah matamu kering..

karena tak berkedip begitu lama?

Apa? Tidak penting mataku kering atau tidak.

Apa hubungannya?

Aku hanya penasaran.

Apa kau mengerti yang kukatakan?

Apa aku sedang bicara tentang mata kering?

Aku cuma heran..

tak berkedip begitu lama.

Jangan bicara padaku tentang mataku kering atau tidak!

Apa kau tidak mengerti?

Tuan Sun, tenanglah. Aku tak bermaksud begitu.

Maksudku aku membunuh tanpa berkedip.

Dan kau bertanya tentang mata kering?

Baiklah. Kutunjukkan padamu.

Lihat, apa mataku kering?

Kering atau tidak?

Mataku kering, hah?

Mataku kering?

Kau lihat?

Kau lihat?

Ya.

Apa lagi yang kau punya?

Akan kuhancurkan untukmu.

Keluarkan, keluarkan.

Ayo keluarkan!

Ini sebabnya aku tak bisa bicara yang masuk akal dengan kalian orang muda.

Kau ingin meminjam sesuatu. Tak masalah bagiku.

Aku pinjamkan padamu./ Tuan Sun.

Aku baik-baik saja, terima kasih.

Orang muda masa kini tak pandai menghargai.

Kadang aku berpikir,

di mana rasa hormat dan terima kasih?

Tuan Sun.

Jangan mengganggu!

Kau mau, buka sendiri!

Aku bukan mau memakannya.

Kau menyuruhku mengeluarkannya untuk dihancurkan.

Aku ...

Keluarkan aku dari sini!

Sekarang sudah 500 tahun!

Berapa lama lagi aku harus terkurung di sini?

Aku...

Aku sudah berubah.

Aku sudah mencapai Penerangan.

Buddha...

Mengapa kau tak percaya padaku?

Kau bertanya apakah Buddha percaya padamu.

Tapi apakah kau percaya padanya?

Jika kau sudah mencapai Penerangan,

Buddha pasti tahu.

Dia tak akan pernah menyerah menyadarkanmu.

Maksudmu, aku belum mencapai Penerangan?

Lupakanlah. Bukan itu yang penting.

Jika kau berbuat baik sepenuh hati, kau akan memanen hasilnya.

Bantu aku menjinakkan siluman babi,

..sebagai tanda kebaikanmu. Itu kesempatanmu melawan kejahatan dan kembali ke masyarakat.

Kau mau bantuanku?

Tak akan!

Apa kau tahu bagaimana rasanya dikurung 500 tahun?

Aku bahkan tak pernah sekalipun makan pisang, kesukaanku.

Jika kau ingin menjinakkannya, pancing dia ke sini.

Walaupun hatinya terluka oleh istrinya..

tapi dia masih sangat mencintai istrinya.

Dia suka melihat istrinya menari di bawah sinar rembulan.

Dia bahkan menciptakan lagu untuknya untuk menunjukkan rasa cintanya.

Mudah.

Cari seorang gadis cantik,

untuk menyanyi dan menari di bawah bulan purnama.

Maka siluman babi akan muncul.

Lalu bagaimana?

Lalu serahkan saja padaku.

Apa yang kau lakukan?

Tuan Sun, bagaimana menurutmu jika aku menyamar menjadi wanita?

Tuan Chen, jangan permalukan dirimu.

Maafkan aku.

Tidak, tidak, tidak.

Pisangnya untuk dimakan.

Mengapa kau masih mengikutiku?

Karena aku mengkhawatirkanmu.

Aku sedang di luar sana saat kudengar kau butuh bantuanku.

Jadi aku turun ke sini.

Siapa bilang kami perlu bantuanmu?

Bukankah kau bilang kau perlu wanita cantik?

Pergilah. Ini masalah serius.

Maaf, Tuan Sun.

Gadis cantik!

Kau pintar sekali.

Aku hanya mengatakan yang aku pikirkan.

Jadi malu.

Kau bahkan lebih cantik seperti itu.

Bagaimana kalau kau berhenti mengatakan yang kau pikirkan?

Jika dia menyinggung perasaanmu,

izinkan aku memintakan maaf untuknya..

dengan hadiah ini.

Aduh, aku tak bisa menerimanya. Itu berharga buatmu.

Berikan aku kesempatan.

Kita bahkan belum saling kenal.

Semua awalnya juga tidak saling kenal.

Tuan Sun, simpanlah ini, aku akan pergi.

Jika kau pergi, aku harus bagaimana?

Kau nakal. Kita tak sendirian di sini.

Siapa lagi yang di sini?

Baiklah, baiklah.

Ayo kita tangkap siluman babi.

Nona, tadi kau bilang mau membantu memancing siluman babi ke sini.

Kau bisa menari?

Aku hanya tahu satu tarian.

Bagus!

Melangkah.

Melangkah.

Melangkah.

Melangkah.

Bawah.

Atas.

Atas.

Melangkah.

Melangkah.

Angkat pantatmu sedikit.

Bagus, bagus sekali!

Nona, kau sangat pandai menari.

Ah, tidak juga.

Tidak sebagus dirimu.

Kau pandai.

Sungguh!

Jadi, bisa aku memancing siluman babi itu sekarang?

Orang ini sepertinya pernah kulihat.

Kekasihku telah pergi. Dia tak kan pernah kembali.

Aku berduka dalam sunyi atas cintaku yang hilang...

Walaupun bunga-bunga layu, mereka akan mekar kembali..

Cintaku yang telah lama hilang, berada di balik awan..

Cinta tak berbalas membuat hatiku dipenuhi kesedihan..

Dalam hidup, kita tak bisa mengubah takdir kita..

Sekali terpisah, kita tak bisa mencintai lagi..

Mungkinkah ini yang ditakdirkan langit bagiku?

Zhu Gang Li!

Zhu Gang Li!

Lama tak berjumpa.

Ayo!

Tuan Su, terima kasih banyak.

Kau sudah berjasa pada masyarakat!

Sama sekali tidak.

Setelah 49 hari,

siluman babi akan menjadi abu.

Aku tahu kau percaya pada menjinakkan siluman.

Jadi..

aku menyerahkan keduanya padamu.

Terima kasih atas bantuanmu!

Kau lelah?

Pulang dan beristirahatlah.

Sudah kubilang, jika seorang gadis menutup matanya..

dia mau kau menciumnya.

Nona Duan.

Kurasa..

aku bisa menolongmu.

Tuan Sun..

Maaf.

Aku tahu aku memperlakukanmu dengan buruk sebelumnya.

Tapi aku sudah berubah.

Aku memutuskan menjadi istri sekaligus ibu yang lembut dan setia.

Apakah kau menerimaku sekarang?

Apa yang kau lakukan?

Aku memutuskan untuk menikah denganmu.

Cincin ini melambangkan cintaku padamu.

Jangan pandangi aku!

Kemana lagi aku pergi?

Abaikan dia.

Apa kau mau?

Cincing Terbang ini menyatu dengan dagingmu.

Kau tak akan pernah bisa melepasnya.

Apa yang kau lakukan?

Aku tidak mencintaimu.

Aku tak mau menikah denganmu.

Jika aku tak bisa melepasnya, aku akan membuang jariku!

Aku paham sekarang.

Aku tak akan mengganggumu lagi.

Aku menghabiskan 3 hari memperbaiki bukumu.

Tapi aku tak bisa membaca, jadi aku telah mengacaukannya.

Tak perlu.

Dia telah pergi.

Sayang sekali.

Nona Duan punya tubuh yang menawan.

Bagaimana kau tahu?

Aku melihatnya dengan mataku.

Mengapa aku tak melihatnya?

Pasti karena kau buta.

Tuan Sun,

terima kasih sekali lagi telah membantuku.

Sampai jumpa.

Tunggu, mengapa kau begitu terburu-buru?

Kau tidak apa-apa?

Tentu, aku baik-baik saja.

- Benarkah? - Sampai jumpa.

Tuan Chen..

Apakah malam ini bulan purnama?

Benar!

Luar biasa.

Mulut gua tertutup oleh teratai itu.

Aku sudah tak ingat kapan terakhir kali aku melihat bulan.

Akhirnya, aku berhasil menipumu.

Kau?

Apa kau pikir bisa membeliku dengan sebuah pisang?!

Sebenarnya, teratai itulah segel yang sesungguhnya, dan ini wujud asliku!

Kau membebaskanku!

Akhirnya aku bebas dari kendali Buddha!

Kau hanya keluar dari gua itu.

Buddha masih di sini.

Masih di sini?

Pergilah ke neraka!

Turunkan tanganmu!

Terpujilah Buddha..

Turunkan tanganmu!

Turunkan tanganmu!

Turunkan tanganmu!

Turunkan tanganmu!

Turunkan tanganmu!

Sekarang izinkan aku mengirimmu kepada Buddha.

Siapa kau?

Raja siluman yang legendaris, Sun Wukong?

Mengapa kau begitu pendek?

Dia mungkin pendek,

tapi dia menjadi semakin ganas.

Ini kesempatan yang sangat langka!

Ini lebih baik daripada makan malam.

Apakah ini kostum opera?

Imut sekali.

Mengapa kau selalu mengernyit? Apa kau tak senang?

Jika kau tak senang, aku akan bermain denganmu!

Bukankah kita sudah sepakat,

dia itu milikku.

Peraturannya sama. Yang menang dapat giliran pertama.

Baik.

Batu, kertas, gunting!

Batu, kertas, gunting!

Kau kesal?

Berhenti menabur bunga.

Ayo!

Aku sedang buru-buru. Biar aku duluan!

Pura-pura jadi binatang di depanku?

Kau hanyalah kera gila!

Kau pantas untuk diinjak!

Hari ini kau akan mati oleh Kaki Besar-ku!

Lihat, Si Kaki Besar menginjak paku!

Kakiku, kakiku berlubang!

Aku tahu, aku melihatnya.

Kakiku berlubang!

Kakiku berlubang!

Bisakah kalian tolong aku?

Tolong apa?

Pindahkan kaki itu!

Seharusnya kau bilang sebelumnya.

Mengapa tak bilang sebelumnya?

Seharusnya kau bilang sebelumnya.

Mengapa tak bilang sebelumnya?

Mengapa tak bilang sebelumnya?

Tolong aku pindahkan kaki itu!

Mengapa tak bilang sebelumnya?

Pindahkan dia!

Bagus!

Lumayan. Aku bersenang-senang hari ini.

Benar. Itu semua cuma main-main.

Aku juga senang.

Permisi.

Giliranmu.

Siapa yang menyentuhnya akan kubunuh!

Tidak...

Larilah!

Beraninya kau lakukan ini padanya!

Kau kira aku akan diam saja?

Larilah! Dia bukan tandinganmu!

Kumohon!

Tidak akan!

Dasar kera busuk!

Apa yang kau lakukan padanya?

Jangan pikir aku akan tinggal diam!

Kau ketahuan lagi...

Dan kau masih tak mengaku kau mencintaiku?

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu..

sejak pertama kali melihatmu...

Seberapa besar cintamu?

Sangat besar.

Tiada hari...

tanpa aku memikirkanmu..

Sampai kapan..

..kau mencintaiku?

Seribu tahun...

Sepuluh ribu tahun...

Sepuluh ribu tahun..

terlalu lama..

Cintailah aku..

sekarang ...

Bukankah sudah kubilang, saat seorang gadis menutup matanya..

dia ingin kau menciumnya?

Aku baru saja menghancurkan wanita yang kau cintai jadi abu.

Bagaimana Buddha akan menolongmu sekarang?

Kau pasti kesakitan dan berharap mati saja.

Apa yang bisa Buddha lakukan untukmu sekarang?

Sutra Buddha

Buddha!

Buddha!

Kau telah mengurungku selama 500 tahun!

Tapi sekarang aku bebas!

Dan sekarang aku akan menghancurkanmu!

Xuan Zang.

Bagaimana rasanya cinta agung dan cinta yang lebih rendah?

Cinta antara pria dan wanita..

..adalah bagian dari cinta agung.

Cinta bukanlah masalah agung,

ataupun rendah.

Setelah merasakan kepedihan,

aku bisa memahami penderitaan hidup.

Dengan mengetahui nafsu,

seseorang bisa menaklukkannya.

Mengetahui apa yang diinginkan,

seseorang bisa merelakannya.

Sekarang kau sudah memahami "sesuatu hal kecil" itu.

Kau tahu misimu?

Ada penderitaan di dunia ini.

Bukan kemampuanku untuk membebaskan dunia dari penderitaan.

Tapi hanya dengan 22 Kitab Suci dari India.

Lakukanlah perjalanan ke Barat.

Perjalananmu akan penuh rintangan dan gangguan siluman.

Tiga siluman ini punya kemampuan..

..untuk melindungimu selama perjalanan.

Aku memberikanmu jubah suci dan tasbih ini.

Mulai hari ini..

kau adalah murid Buddha.

Nama sucimu adalah Tripitaka.

Berangkatlah.

Sub by: Sang Pangeran

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.