All language subtitles for The Scandal of Chun Hwa E02.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

DIDUKUNG OLEH KOREA CREATIVE CONTENT AGENCY

EPISODE 2

Bagaimana dengan kain ini?

Ini adalah sutra premium yang diimpor dari Yeongyeong, dan hanya ada tiga potong.

Kain ini berkilau seperti pelangi di bawah sinar matahari.

Benarkah?

Biar kulihat.

Permisi, Nyonya.

Apakah edisi baru Kisah Cinta Chun Hwa sudah terbit?

Entahlah.

Belum ada kabar mengenai sekuelnya.

Kudengar karakter Putri Chun Hwa...

...terinspirasi dari Tuan Putri Hwa Ri.

Sepertinya itu benar.

Tuan Putri memilih untuk menyendiri karena patah hati,

sehingga tidak ada lanjutan cerita.

Benar juga.

Sebenarnya, aku kasihan pada Tuan Putri.

Kudengar dia melarikan diri dari istana dan mengajak kekasihnya untuk ikut kabur.

Namun ajakannya ditolak.

Dia bahkan mengurung diri selama sebulan.

Pasti dia sangat terpukul.

Pengantin wanita yang dipilih mantan kekasihnya...

...adalah gadis muda yang baru berusia 14 tahun.

- Apa? - Dia buru-buru mencari istri agar...

...tidak perlu menikahi Tuan Putri.

Benarkah?

Jadi mereka tidak saling mencintai?

Cinta Tuan Putri bertepuk sebelah tangan?

Kita tidak tahu pasti.

Kasihan sekali dia.

Rupanya kalian sangat mengkhawatirkanku.

- Tuan Putri. - Tuan Putri.

Jika penasaran dan khawatir, tanyakan langsung padaku.

Cerita dewasa ini tak akan memberi kalian jawaban.

Apa ini?

Dia jauh lebih jelek dariku.

Lanjutkan membaca.

Bawakan semua pakaian yang ada di sini!

Aku akan mencoba semuanya.

TOKO Baik.

Hal yang paling tak berguna di dunia adalah mengkhawatirkan Tuan Putri.

Mentalnya sekuat baja.

Mulai sekarang, buat aku menjadi wanita tercantik di negeri ini.

Ya ampun.

Sekarang saja sudah cantik.

Bagaimana bisa lebih cantik dari ini?

Aku akan mengakhiri hubungan kami.

Jangan bilang...

Anda akan pergi ke rumahnya?

Ya.

Aku yang harus mengakhirinya.

Dia harus tahu siapa yang dia sia-siakan.

Baik, aku mengerti.

Tanganmu seperti tangan wanita yang tidak pernah bekerja keras.

Kamu pandai menggambar dengan tangan itu.

Aku menggambarnya karena dibayar mahal.

Tapi apakah ini berguna untuk bisnis kita?

Terlepas dari itu,

para gadis dan ibu-ibu percaya...

...bahwa mereka akan terlihat seperti tuan putri...

...jika memakai pakaian yang dikenakan Tuan Putri Hwa Ri.

Mereka akan sadar itu tidak benar setelah bercermin.

Pakaian bisa membuat orang tampak berbeda.

- Sudah pas, ya. - Mereka akan tampak...

...lebih cantik dari biasanya.

Aura Tuan Putri sangat mempesona hari ini.

Bukankah dia tampak seperti jenderal yang akan berperang?

Park Chae Jun akan menikah hari ini.

Park Chae Jun itu kekasih Tuan Putri, 'kan?

Apa dia ingin membuat keributan di rumahnya?

Apa yang sedang kamu pikirkan?

Bukan apa-apa.

Aku hanya senang bisa duduk bersama Bibi setelah sekian lama.

Perut Bibi semakin besar.

Bibi tidak lelah?

Tidak sama sekali.

Semua wanita pasti mengalaminya.

KETIKA AIR MENGALIR DENGAN BEBAS

Kamu tidak apa-apa?

Kudengar dia menikah hari ini.

Aku tidak baik-baik saja.

Aku kira...

...aku yang akan mendampinginya di pelaminan.

Sebentar lagi Ayah akan memilihkan calon suami untukku.

Namun,

aku tidak yakin bisa bahagia dengan suami pilihan para tetua.

Mereka memilihkan suami yang akan menemani hidupku.

Apakah pria yang mereka pilih...

...bisa mencintaiku?

Ini pernikahanku.

Aku berharap bisa memilih suamiku sendiri.

Menikah dengan pria yang sederajat tidak selalu buruk.

Pernikahan bukan hanya masalah dua mempelai.

Setiap orang lahir dan besar di lingkungan yang berbeda.

Jika kalian memiliki latar belakang yang sama,

kamu akan lebih mudah beradaptasi dengan keluarga suamimu.

- Begitukah? - Ya.

Selain itu,

pria mana yang tidak bisa mencintai gadis secantik ini?

Itu karena kamu bibiku.

Astaga.

Tenang saja.

Aku yakin kamu akan bertemu suami yang baik.

Apakah Tuan Putri Hwa Ri sudah kembali dengan selamat?

Apakah Yang Mulia tahu tentang itu?

Aku merasa bersalah pada kakakmu.

Aku hanya ingin dia melampiaskan kemarahannya.

Anak itu menyakiti hati putri kita.

Dia bersikeras ingin memberikan hadiah pernikahan.

Karena itu, aku izinkan dia pergi.

Tapi dia tidak pergi ke sana dan hanya mengirimkan hadiah.

Lalu dia pergi ke rumah Hyo Jin.

Dia akrab dengan bibinya sejak kecil.

Mungkin masalah ini sangat berat baginya.

Dia ingin menginap di rumah Hyo Jin...

...dan aku izinkan.

Dia pasti bisa melalui ini.

Dia akan sadar bahwa memikirkan kekasih yang pembangkang...

...adalah hal kecil dalam hidup.

Pukul ke sebelah kanan...

...atau sebelah kiri?

Apa kamu...

...bisa memasukkan bola dengan sekali pukul?

- Apa kamu... - Minggir.

Kamu mengganggu konsentrasiku.

Jangan hiraukan aku.

Aku sedang berbicara sendiri.

Bagus.

Hore!

Aku menang!

Lihat, Ji Won!

Calon suamimu menang!

Ji Won!

Lihat sini, Ji Won!

Burung merak pun tidak seberisik dia.

Mohon maaf.

Dia memang tidak peka dan selalu jujur tentang perasaannya.

Itulah kelebihan Pangeran Hwa Seong.

Tidak banyak orang yang transparan seperti dia di istana.

Apa itu kelebihan?

Sering kali aku merasa malu karenanya.

Itulah kelebihannya.

Artinya dia tidak menyembunyikan apa pun.

Sepertinya dia ingin pamer di depan calon istrinya.

Aku akan malu jika terus bermain dengannya.

Kamu sudah sering menunjukkan kehebatanmu pada istrimu.

Nona Ji Won tidak mudah terkesan.

Jadi, aku harus mengumpulkan poin mengesankan...

...agar bisa memegang tangannya.

Astaga.

Kamu mau lari ke mana?

- Hentikan. - Aku sudah menjadi milikmu.

Jangan tinggalkan aku.

- Apa dia begitu menyukainya? - Ji Won!

Aku juga heran.

Meski dia kakakku, kadang-kadang...

...dia membuatku merasa malu.

Dia bisa tertawa karenanya.

Dulu dia sering merasa cemas.

Jangan pergi dulu.

Matahari belum terbenam.

Tingkahmu membuatku malu. Aku tak mau ada di dekatmu.

Kenapa harus malu?

Aku sudah menjadi milikmu...

...dan kamu...

Kamu ini! Jangan bicarakan itu lagi!

Bagaimana kalau ada yang dengar?

Aku ingin semua orang mendengarnya.

Aku milikmu...

...dan kamu milikku.

Lalu...

Semenjak kejadian itu, kamu tidak pernah...

Karena itu,

Aku khawatir kamu menyesali kejadian itu.

Mendekatlah sebentar.

Aku ingin menyampaikan sesuatu.

Besok aku ingin mengunjungi perpustakaan Institut Akademik Kerajaan.

Tolong jemput aku di pagi hari.

Ayo pergi.

Tunggu. Berhenti di sana!

Apakah mereka senang melakukannya di dalam tandu?

Mereka menikmatinya?

Kenapa lama sekali?

Tuan Putri sudah tiba.

Ayahanda, Ibunda.

Ada yang ingin kukatakan.

Jangan.

Ayah belum tahu apa yang ingin kukatakan.

Ayah tahu itu bukan kabar baik.

Karena itu, Ayah tidak ingin mendengarnya.

Ayah harus mendengarnya.

Ini tentang hidupku.

Cukup!

Mari kita dengarkan apa yang dia ingin katakan.

Astaga.

Aku akan menikah.

- Sungguh? - Apa kamu benar-benar serius?

Ya. Meski aku terus menolak,

Ayah akan tetap menyuruhku menikah.

- Benar. - Jadi, aku bersedia menikah.

Bagus. Keputusanmu tepat.

Rasanya semua kekhawatiran Ayah hilang seketika.

- Ada syaratnya. - Apa?

Biarkan aku yang memilih calon suami yang akan meminangku.

Apa yang kamu katakan?

Kamu lihat itu?

Lihat, 'kan?

Aku sudah menduga hal ini.

Itu sebabnya aku tidak mau dengar.

Permintaanmu sangat tidak masuk akal.

Pernikahan adalah ritual sakral.

Beraninya seorang putri memilih calon menantu raja?

Itu tidak ada di hukum negara ini.

Lupakan saja. Itu tidak akan terjadi.

Ayahanda.

Ayah bilang tidak boleh!

Itu tidak akan pernah terjadi. Jangan bicarakan lagi.

Hei.

Kamu sudah memutuskan untuk menikah. Turuti saja keinginan Ayah.

Dia akan mencarikan pasangan yang baik untukmu.

- Ayah tidak akan tinggal bersamanya! - Anak ini!

Dia suami yang akan tinggal selamanya bersamaku.

Tentu saja aku berhak menentukan pilihanku.

Mulutmu itu...

Aduh.

Kami mengerti. Pergilah.

Astaga, anak itu!

Kenapa dia begitu?

Kami membesarkannya tanpa kekurangan apa pun.

Beraninya anak perempuan ingin memilih pasangannya sendiri?

Apakah itu masuk akal?

Dia seperti itu karena dia mirip denganmu.

Aku tidak pernah seperti itu.

Aku selalu mematuhi aturan dan menjadi teladan bagi orang lain.

Kamu tahu itu.

Apakah kamu lupa?

Kamu mengabaikan Kim Sook Bin yang sudah dipilih sebagai calon istrimu.

Akhirnya, kamu menikah denganku.

Karena itu, pura-puralah mendengarkan apa yang dia katakan.

Lagi pula, kandidat calon suami Putri sudah ditentukan.

Tunjukkan kandidat akhir padanya terlebih dahulu,

ikuti prosedur resmi untuk mengumumkannya.

Dengan begitu, kita bisa menjaga martabat kerajaan dan harga diri Tuan Putri.

Kamu benar,

tapi apakah aku perlu melibatkan Tuan Putri dalam pemilihan terakhir?

Itu belum pernah dilakukan sebelumnya.

Aku sudah memikirkannya.

Tuan Putri.

Yang Mulia Ratu akan segera datang.

Belakangan ini kamu kurang makan,

jadi Ibu buatkan tarae-gwa kesukaanmu.

Baiklah.

Ketika kamu bilang ingin memilih calon suamimu sendiri,

Ibu kira kamu sudah kembali menjadi dirimu yang sebelumnya.

Tapi kenapa kamu tampak murung?

Itu karena...

Jika aku duduk diam,

aku takut saat berpikir aku harus menikahi pria yang tak kukenal.

Sejujurnya,

aku belum ingin menikah.

Jujur saja,

aku tidak paham dengan perasaanku.

Terkadang aku sedih,

dan terkadang ceria.

Aku ingin bahagia lagi,

tapi tak tahu caranya.

Kamu sudah berusaha.

Pasti tidak mudah menenangkan hatimu.

Tapi kamu memilih untuk melangkah maju daripada diam saja.

Itu membuat Ibu bangga.

Ayahmu...

...khawatir jika kamu memilih calon suami di acara resmi,

tapi dia mengizinkanmu untuk memilih sebelum acara.

- Benarkah? - Ya.

Ibu sudah mengundang keluarga para calon kandidat ke pesta teh...

...agar kamu bisa bertemu mereka terlebih dahulu dan memilih yang cocok.

Temui mereka dan pilih yang paling sesuai denganmu.

Apakah ada yang ingin menjadi suamiku?

Menjadi menantu Raja tidaklah mudah.

Tuan Putri Hwa Ri.

Kamu seorang putri.

Seorang putri tidak perlu sungkan dan menuruti keinginan orang lain.

Meski sulit,

ambil keputusan yang sesuai dengan posisimu,

dan bertanggungjawablah atas keputusan itu.

Kamu hanya perlu memilih dengan maksimal,

dan bertanggung jawab atas pilihanmu.

Bukankah kamu...

...meminta izin Ayah untuk memilih karena memang ingin melakukannya?

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Semua yang menerima undangan pesta teh dari Ratu...

...adalah kandidat calon menantu Raja.

Itu diperhalus jadi pesta teh.

Sudah jelas itu acara pemilihan calon menantu Raja.

Aku tidak masalah jika acara ini untuk Tuan Putri Selir Hwa Jin,

tapi ternyata untuk memilih suami Tuan Putri Hwa Ri yang terkenal aneh.

Aku tidak ingin memikirkannya.

Aku tak mungkin menolak undangan dari Ratu.

Tapi bagaimana jika kita pergi, lalu seseorang dipilih menjadi suami Putri?

Kita harus segera mengatur pernikahan putra kita,

sebelum larangan menikah secara resmi diberlakukan di seluruh negeri.

Banyak hal yang perlu dikhawatirkan.

Sejak saudara laki-lakinya diasingkan,

dia menjalani hidup seolah-olah tak ada, seakan dilupakan sementara.

Namun pada akhirnya, jati dirinya terungkap.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa manusia tidak benar-benar berubah.

Oh...

Kapan pesta teh akan diadakan?

Seminggu lagi.

Meskipun dia sangat disayang oleh Yang Mulia,

Permaisuri yang berasal dari keluarga biasa itu,

tidak sepenuhnya memahami tata krama wanita bangsawan.

Bagi wanita-wanita bangsawan, mereka memiliki lingkaran sosial mereka sendiri.

AULA

Syukurlah, cuacanya cerah hari ini.

Apakah para tamu yang diundang tak akan merasa terbebani?

Mereka mungkin merasa canggung jika tahu bahwa ini adalah acara pemilihan suamiku.

Karena belum ada perintah resmi,

ini hanya akan dianggap sebagai jamuan teh biasa.

Jangan merasa tertekan,

bertemulah dengan tenang dan nyaman, ya?

Yang Mulia.

Para tamu mulai berdatangan satu per satu.

Baiklah.

Kenapa mereka pergi ke arah sana,

padahal pesta tehnya ada di sini?

Saya akan cari tahu.

Bisakah kamu memanaskan tehnya lagi?

Sudah jangan berdiri lagi, Ibunda.

Sepertinya tidak ada yang datang.

Yang Mulia.

Para istri dan tamu yang diundang ke pesta teh,

ternyata sedang bersama Nyonya Sook Bin.

Apa?

Aku sudah jelas meminta mereka datang ke pestaku.

Mereka tidak menerima undanganku?

Bukan begitu.

Nyonya Kim Sook Bin,

membuka pasar amal untuk membantu warga yang kesulitan pangan.

Mereka menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa datang ke pestanya.

Hanya hari ini saja mereka berkesempatan untuk membantu rakyat miskin,

sementara melihat bunga bisa dilakukan kapan saja.

Saya dengar Anda mengundang para istri pejabat ke pesta teh?

Benar.

Karena Anda yang mengundang langsung,

mereka tidak bisa menolak meskipun mereka punya urusan sendiri.

Apakah ini perintah dari Anda?

Ini bukan perintah.

Jadi Anda tidak memaksa mereka untuk hadir, ya?

Benar.

Aku hanya meminta mereka untuk minum teh sambil mengobrol.

Jadi tak perlu merasa terbebani.

Begitu, ya.

Baiklah.

Maaf, Ibunda.

- Ini karena aku. - Tidak.

Seharusnya pasar amal bisa dibuka di lain waktu,

tapi melihat Sook Bin mengadakannya di waktu yang sama,

sepertinya kebaikanku kurang.

Apakah ini benar tempat untuk pesta tehnya?

Ada hiburan seru di sini?

Ini pasti cukup untuk balas budi.

Kenapa dia ada di sini?

Tunggu sebentar, Ibunda.

Ayo, bicara sebentar denganku.

Keluar, cepat keluar.

Kenapa kamu datang ke sini?

Apa?

Aku sudah memberimu perhiasan yang sangat bagus malam itu.

Apa itu masih belum cukup?

Kenapa kamu datang hanya untuk mengancamku?

Ah.

Aduh.

Kamu pasti sudah memakai semua perhiasannya,

lihat saja penampilanmu yang mewah.

Apakah aku terlihat mewah?

Kamu dibutakan karena pakaian berlapis emas ini.

Berarti aku berhasil. Usahaku tak sia-sia.

Berapa?

Berapa yang harus kubayar supaya kamu bisa tutup mulut?

Jika kamu pikir,

bisa mendapatkan uang dan melapor diam-diam ke Yang Mulia,

kamu tak akan keluar dari sini hidup-hidup.

Aku...

...adalah putri negara ini.

Aku takut.

Lupakan soal uang itu.

Kalau kamu memberikan posisi suami putri,

aku akan tutup mulut.

Apa?

Astaga.

Kamu ingin memanfaatkan kelemahanku dan jadi suamiku?

Apa itu kelemahanmu?

Malam itu,

ketika kamu mencoba bersembunyi,

terlihat seperti itu saja yang kamu miliki.

Tutup mulutmu!

Sepertinya kamu salah paham, aku akan menyapamu dengan cara yang lebih formal.

Saya diundang ke pesta teh oleh Permaisuri.

Nama saya,

Choi Hwan.

Choi Hwan?

Si tukang selingkuh terkenal di Doseong, yang selalu masuk ke kamar?

- Si Choi Hwan itu? - Benar.

Jadi, Choi Hwan yang uangnya lebih banyak,

- daripada para raja di negara ini? - Benar.

Aku pemilik Rumah Gisaeng Cheongwoon,

dan kapal ke Yanjing juga milikku.

Choi Hwan masih belum menikah?

Belum.

Aku dengar, acara ini sebenarnya untuk memilih suami Putri berkedok pesta teh,

tapi tampaknya hanya aku yang ikut, ya?

Pesta tehnya dibatalkan.

Pergilah.

Tak bisa begitu.

Aku sudah berdandan dengan pakaian berlapis emas ini,

jadi aku harus dapat kompensasi sesuai usahaku.

Ditambah lagi, aku bersyukur pesaingku mundur dengan sukarela.

Karena hanya aku satu-satunya kandidat, apakah ini sudah diputuskan?

Pergilah, aku sedang tidak ingin bercanda.

Meskipun kamu tidak berniat begitu,

apa yang kurang dari pedagang Doseong dan tukang selingkuh?

Aku juga tidak bercanda.

Aku tidak menganggap posisi suami Putri sebagai lelucon.

Ini bukan salahmu.

Mereka belum tahu betapa berharganya dirimu.

Bersaing dengan orang-orang yang tidak sepadan itu membosankan.

Bagaimana jika kita buat kesepakatan hari ini?

Kesepakatan?

Aku dengar Nyonya Sook Bin secara kebetulan,

membuka pasar amal bertepatan dengan pesta teh Permaisuri.

Lalu?

Menggunakan uang untuk membuat masalah,

itu memang ciri khas Choi Hwan.

Kenapa Nyonya Sook Bin bisa memikirkan hal luar biasa seperti ini?

Kita menjual barang kesayangan.

dan menyediakan bantuan untuk orang yang membutuhkan?

Banyak rakyat yang kekurangan pangan sekarang.

Aku sedang berpikir, apa yang bisa aku lakukan.

Terima kasih kepada para istri bangsawan yang sudah mendukungku.

Tentu saja, kita harus bantu hal baik.

Tapi kenapa waktunya bertepatan dengan pesta teh Permaisuri?

Jangan sampai Permaisuri membenci kita karena tidak datang.

Tak perlu khawatir, ini 'kan untuk rakyat.

Lagi pula, Permaisuri sendiri bilang bahwa ini bukan perintah dan tidak ada paksaan.

Jangan khawatir.

Omomg-omong, semua orang datang ke sini, ya?

Lalu, berapa orang yang datang ke pesta teh Permaisuri?

Ada satu orang yang datang, Choi Hwan.

Choi Hwan?

Tukang selingkuh itu?

Kenapa dia datang ke sana?

Entahlah.

Mungkin posisi suami Putri adalah satu-satunya yang tidak bisa dia dapatkan.

Bagaimana mungkin seorang pengusaha rendahan seperti dia,

berasal dari keluarga dengan sejarah panjang dalam pelayanan publik?

Silakan dibeli.

Apa keluarga Lee Jae Sang tidak datang?

Mereka tidak bisa datang karena pernikahan calon pengantin sudah semakin dekat.

Setidaknya kirimkan Tuan Jang Won.

Itu...

Apakah barang ini dijual?

Ya.

Ini sering saya pakai waktu masih kecil.

Saya simpan sebagai barang berharga karena digunakan untuk tujuan yang baik.

Oh begitu, ya.

- Tangannya. - Apa itu?

Kalau begitu, saya akan bayar lebih mahal.

Saya akan sangat berterima kasih kalau Anda begitu.

Saya rasa adik saya akan menyukainya.

Anda mau memberikannya pada adik Anda?

Ya.

Anda sangat perhatian.

Ah, tidak.

Di rumah saya, ada banyak barang yang saya pakai saat kecil.

Sayang sekali saya tak bisa menunjukkannya.

Bentuknya pasti akan disukai anak-anak.

Benarkah?

Kalau begitu, bolehkah nanti saya datang bersama adik saya?

Tentu saja.

Kapan saja.

Tuan Putri sudah datang.

- Tuan Putri? - Tuan Putri?

Saya datang untuk menemui Nyonya Sook Bin.

Kenapa dia datang bersama pria itu?

Siapa?

Choi Hwan.

Oh, dia yang di rumah gisaeng itu.

Dia tampan juga, ya.

Berhenti memperhatikannya.

Saya dengar Permaisuri sedang mengadakan acara teh.

Kenapa Anda ada di sini?

Saya dengar Anda membuka pasar amal untuk rakyat yang kekurangan pangan.

Saya datang untuk ikut dalam kegiatan yang baik ini.

Sudah banyak yang terkumpul berkat bantuan banyak orang.

Anda tidak perlu ikut serta.

Tidak.

Kita harus bersama-sama melakukan kebaikan ini.

Kebetulan, ada pedagang yang memiliki tujuan yang sama dan ingin membantu.

Benarkah?

Kebetulan, saya memiliki biji-bijian yang saya beli saat panen melimpah,

jadi saya ingin menambahkannya dalam bantuan ini.

- Kemarilah. - Baik.

Apakah kamu menghabiskan banyak uang?

Ini tidak seberapa.

Seberapa banyak uang yang dia punya?

Dia tampan dan kaya.

Tolong bagikan semua bantuan ini kepada rakyat, atas nama Permaisuri.

- Apa? - Jika tak ada pesta teh dari Permaisuri,

saya tidak akan tahu ada pasar amal ini di istana.

Jadi semua bantuan ini,

artinya dikirim oleh Permaisuri, 'kan?

Benar.

Lihatlah.

Semua bantuan ini harus dibagikan kepada rakyat atas nama Permaisuri.

Kalian mengerti?

- Ya. - Ya.

Dengan tujuan yang sama antara Nyonya Sook Bin dan Permaisuri,

kita bisa menyelamatkan lebih dari seribu pulau.

Aku tidak pernah merasa sebahagia ini.

Aku juga berterima kasih.

Ah, ya.

AULA Namamu Choi Hwan, 'kan?

Ya, Yang Mulia.

Aku menghargai niat baikmu dan ingin memberimu hadiah.

Apa yang kamu inginkan?

Maafkan saya.

Itu pertanyaan yang mendadak.

Kamu mengikuti keinginan Putri Hwa Ri dan memberikan bantuan.

Apa kamu ingin menjadi suami Putri?

Tidak, Ayahanda!

Hei, Ayah tidak bertanya padamu.

Dia hanya punya banyak uang.

Dia hanya ingin menggunakannya untuk kepentingan rakyat.

Apakah saya benar berkata begitu?

Benar.

Begitulah katanya.

Ya, katakan saja kalau ada yang kamu inginkan.

Apa Anda...

...bisa membantu saya suatu saat nanti?

Baik.

Aku akan mewujudkan permintaanmu kapan saja.

Terima kasih banyak, Yang Mulia.

Tenanglah, Nyonya.

Pertemuan ini akan sukses jika pikiran Anda tetap tenang.

Aku tahu.

Aku tahu.

Namun semakin berusaha tenang, semakin aku tidak bisa.

Yang Mulia.

Sudah waktunya pergi ke Ibu Putra Mahkota.

Apakah hari ini hari itu?

Ya.

Anda harus cepat, Yang Mulia.

Hari ini adalah waktu yang tepat.

Baik.

Saya diperintahkan untuk membawa Tuan Putri.

Baik.

Kemarilah.

Pertama-tama, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?

Berapa harga untuk kesepakatan itu?

Pertimbangkan aku dengan baik, sebagai calon suamimu.

Tidak sulit untuk dipertimbangkan.

Apa kamu benar-benar ingin menjadi suamiku?

Ya.

Kenapa? Mengapa?

Karena...

...aku jatuh cinta padamu.

Setelah semua selesai hari ini, bisakah kamu meluangkan waktu untukku?

KEDIAMAN KELUARGA...

Bukankah ini ruangan penghibur?

Tuan sudah menunggu, Tuan Putri.

Halo?

Halo?

Tidak ada orang?

Apa-apaan ini? Menakutkan sekali.

Terima kasih telah datang.

Aku sudah berusaha keras untuk menghiasnya.

Bagaimana menurutmu?

Lumayan.

Tidak usah.

Aduh!

Kamu tidak apa-apa?

Tidak mimisan?

Aku baik-baik saja.

Tuan Putri yang berencana melarikan diri bersama dengan kekasihnya,

apakah ini pertama kalinya kamu berada dalam pelukan pria?

Tidak perlu tahu!

Ini pertama kalinya untukku.

Ini pertama kalinya aku berusaha begitu keras...

...untuk memenangkan hati seorang wanita.

Biasanya, dengan menunjukkan sedikit kekayaan saja sudah cukup.

Keren, tetapi hanya dengan kekayaan,

kamu tidak akan bisa menjadi menantu raja.

Lalu, bagaimana kalau kita coba menggunakan kekuatan alkohol?

Aku berpikir seharian.

Semua orang takut menjadi menantu raja.

Namun, mengapa kamu ingin menjadi menantunya?

Aku jatuh cinta padamu.

Pria yang jatuh cinta pada wanita,

tidak akan memiliki pandangan seperti itu.

Jangan berkata seperti itu, bahkan jika itu hanya candaan.

Bukan jatuh cinta pada wanita...

Aku mencintai orang sepertimu.

Kamu bertaruh atas kesucian kakakmu.

Mencoba melarikan diri bersama kekasihmu.

Bahkan meminta untuk memilih calon suami sendiri.

Karena itu, aku penasaran.

Seperti apa dunia yang kamu lihat?

Apakah aku akan melihat hal-hal yang berbeda jika di sampingmu?

Sudah lama sejak aku penasaran dan merasa berdebar-debar.

Kamu akan kecewa.

Aku...

...terlalu bodoh.

Setelah mengakhiri kisah cinta yang begitu bergelora...

...aku masih ingin mencari seorang suami, bukan menantu raja.

Sebagai seorang putri, aku harus menemukan menantu raja yang pantas.

Aku...

Aku, Hwa Ri...

...masih saja bermimpi tentang hal yang bodoh.

Jika aku bukan seorang putri,

apakah kamu tetap ingin menjadi menantu raja?

Tidak.

Aku suka karena kamu adalah putri.

Kamu terlahir sebagai putri,

tumbuh selama 18 tahun di istana, dan dibesarkan dengan segala kemewahan.

Hwa Ri adalah Tuan Putri,

jadi bagaimana bisa ada Hwa Ri yang bukan seorang putri?

- Namun... - Itu perasaan mereka.

Perasaan mereka yang mundur karena takut padamu.

Perasaan orang-orang yang merasa terbebani untuk menjadi menantu raja.

Hanya sekecil itu perasaan mereka.

Aku suka karena kamu adalah putri.

Aku suka karena kamu cantik.

Aku suka juga karena statusmu akan membuatku menjadi lebih mulia.

Orang seperti itu biasa disebut materialistis.

Begitukah?

Menurutku, orang seperti itu adalah orang yang jujur.

Aku tidak bisa mengalahkan kata-katamu.

Hanya kamu saja, bukan?

Yang Mulia Putra Mahkota datang.

Selamat datang.

Aku tidak telat, bukan?

Kamu datang tepat waktu.

Hei, kamu orang materialistis.

Karena kamu mengaku sangat jujur,

aku akan bertanya sesuatu.

Bagaimana menurutmu tentang aku, Hwa Ri...

...yang merupakan seorang putri?

Harus aku jawab dengan jujur sampai sejauh mana?

Jika kamu menjawab dengan sejujur-jujurnya tanpa sedikit pun dusta,

aku akan berterima kasih.

Kalau saja kamu bukan Tuan Putri,

saat ini juga aku ingin memelukmu.

Aku ingin memelukmu erat-erat,

menciummu di bibirmu yang indah itu.

Mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Mengatakan kamu cantik.

Tolong lihatlah aku.

Ingin sekali aku mendekatimu.

Karena kamu seorang Tuan Putri, aku tidak bisa begitu.

Kamu bahkan tidak percaya bahwa aku jatuh cinta padamu.

Jadi, aku hanya bisa menenangkan diri dengan alkohol ini.

Apakah aku benar-benar cantik?

Ya.

Jika aku mulai melihatmu...

...apa yang akan kamu lakukan?

Sekarang aku...

...penasaran denganmu.

Apakah kamu tidak akan menyesal?

IA PUN MENCIUM BIBIRNYA...

IA TIDAK TAHU...

Pelan-pelan sedikit, Suamiku.

Hanya ada mereka berdua di dalam kamar.

Penuh dengan desahan samar dan rasa panas yang manis.

Setelah itu, jari-jarinya menyatu dengan tubuh,

membuka dan membasahi kelembutan Chun Hwa.

Chun Hwa merintih seperti tersayat, membuat Yeong Jun berhenti dan bertanya.

"Sakit?"

Chun Hwa menatap mata Yeong Jun dan berkata...

"Jangan berhenti."

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.