All language subtitles for The Scandal of Chun Hwa E01.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

DIDUKUNG OLEH KOREA CREATIVE CONTENT AGENCY

DRAMA INI ADALAH KARYA FIKSI DAN TIDAK TERKAIT DENGAN FAKTA SEJARAH.

SELURUH ADEGAN MELIBATKAN ANAK DAN HEWAN DIFILMKAN SESUAI PEDOMAN KESELAMATAN.

TOKO BUKU BAEKJO

Selamat datang.

Astaga.

- Halo. - Ya, silakan masuk.

Permisi.

Buku yang kamu cari tempo hari...

...yang ini, 'kan?

Ya, benar.

Wah, ini...

Buku ini sangat sulit dicari, terutama yang edisi terbaru.

Terima kasih.

Sama-sama.

Terima kasih.

TOKO BUKU BAEKJO

Masa muda memang menyenangkan.

Hei, Bom, lihat rambutmu seperti kebun bunga!

Apa kamu sesuka itu padanya?

Bukan begitu.

Kapan aku begitu?

Setelah busnya berangkat, jangan sampai menyesal.

Cobalah untuk mengungkapkan perasaanmu.

Kamu tidak tahu kalau tidak mengutarakannya.

Itu benar-benar bukan seperti yang kamu pikirkan.

Astaga, Pak. Sungguh, bukan begitu.

KISAH CINTA CHUN HWA

Astaga.

...NEGARA YANG TERBUKA...

Bom.

Ya?

Ya.

Ya!

KISAH CINTA CHUN HWA

Ini adalah kisah tentang seorang putri cantik bernama Hwa Ri.

Dunia Putri Hwa Ri begitu damai, aman,

dan sangat sederhana.

Meskipun dunia ini biasa saja, ada tren yang berkembang,

yang membuat hati para wanita menjadi gelisah.

Itu adalah sebuah buku novel romantis berjudul Kisah Cinta Chun Hwa.

Apa? Di mana?

Isi buku ini bercerita tentang...

...seorang putri dari Negeri Dongbangguk bernama Chun Hwa,

yang memiliki kekasih yang sangat dicintainya,

dan telah berjanji untuk bersama selamanya.

Karena aturan kerajaan yang ketat, mereka terpaksa berpisah.

Namun, Chun Hwa yang tak bisa melupakan kekasihnya,

akhirnya menyeberangi Gunung Goldam untuk bertemu dengannya.

Mereka pun menikah secara diam-diam...

Ya ampun.

Yah, begitulah ceritanya.

Dan aku...

...akan memulai cerita ini mulai dari Kisah Cinta Chun Hwa.

"Chun Hwa kehilangan akal, terbawa oleh napas manis suaminya,"

"dan sentuhan lembutnya yang sekaligus penuh gairah."

Ya ampun.

Wah!

- Wah, astaga! - Apa ini?

"Pelan sedikit."

"Jangan ragu..."

"Saat jarinya yang lain perlahan masuk,"

"tubuh Chun Hwa merespons, terbuka lebar, basah oleh gairah."

Apa? Kenapa tidak ada lanjutannya?

Sial, padahal seru.

Sebenarnya bagaimana kelanjutannya?

Kalau penasaran, beli bukunya sendiri.

Harganya juga tidak seberapa.

Tapi beli pun tetap tidak bisa membacanya.

Memangnya orang membeli buku itu untuk dibaca?

Mereka membeli untuk melihat ilustrasinya!

Bahkan stoknya selalu habis, jadi jangan sia-siakan kesempatan.

Mari kita mengumpulkan uang dan membelinya bersama. Ya?

Kalau tidak beli sekarang, nanti akan sulit mendapatkannya lagi.

Keluarkan uang kalian!

Kamu punya berapa?

Tidak ada?

Pinjamkan aku sedikit saja.

TOKO PAKAIAN

- Nona muda dari keluarga Pak Park. - Ya.

Hati-hati di jalan.

EPISODE 1

Terima kasih.

Wah!

Silakan menikmati.

Kamu sangat cantik!

Pakaian ini tidak akan sama dengan anak-anak dari keluarga lain, 'kan?

Jangan khawatir!

Aku sudah memberi uang lebih kepada istri Pak Park,

agar dia bisa membedakan pakaian ini!

- Bagian sini... - Jangan terlalu kencang!

Kalau begini terus, tulang rusukku bisa patah!

Ibu...

Warna merah ini, tolong buat sedikit lebih lembut.

Biar terlihat natural, seolah tidak berusaha terlalu keras.

Bagaimanapun, aku tidak bisa menyaingi para putri kerajaan yang penuh kemewahan.

Mari kita coba menangkan suasananya.

Kenapa tidak mau masuk?

Seharusnya aku bisa mendengar pengakuan cinta!

Kenapa ini menjadi tren?

Nona, aku kira kamu bisa lebih dari ini.

Aku sudah mengakui perasaanku.

Robek lagi, ya?

Astaga, aku tidak bisa hidup seperti ini.

Lihat ini.

Aku sudah cantik, 'kan?

Satu, dua, tiga. Astaga, Ibu!

- Astaga, ini membuatku gila. - Minggir!

Sempurna.

Kenapa kamu tidak suka? Kenapa?

KEDIAMAN KELUARGA LEE

Aku tahu.

Pernikahan Nona dengan Yang Mulia Pangeran Agung sudah ditentukan,

jadi tidak perlu lagi berdandan.

Begitu?

Apa yang sudah ditentukan?

Belum ada permintaan pernikahan secara resmi!

Benarkah?

Bukankah seluruh ibu kota tahu,

kalau Yang Mulia Pangeran Agung jatuh cinta pada Nona?

Dia sibuk mengatakan betapa dia menyukai Nona,

tapi Nona belum mendengar apa-apa darinya?

Astaga!

Yang Mulia Pangeran Agung tidak terlihat seperti itu,

tapi dia hanya membuat gosip belaka.

Kalau pada akhirnya dia tidak menikahi Nona,

hanya Nona yang akan dirugikan!

Kudengar Ayah sudah menyetujuinya.

- Bukan aku. - Itu dia.

Jadi, kamu tidak keberatan, ya?

Bukan berarti aku suka!

Begitu, ya.

"Bukan berarti aku suka."

Apakah tuan muda yang tinggal di rumah ini masih di luar?

Karena pertemuan kaligrafi ini diadakan di rumah pejabat tinggi,

aku sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan mendalam...

...mengenai seni kaligrafi.

- Aku juga penasaran. - Aku juga punya pertanyaan.

Sepertinya Jang Won baru saja pergi ke Institusi Akademik Kerajaan.

Mohon maaf.

Kalau begitu, selamat menikmati.

Baiklah, bagaimana kalau kita mulai pertemuan kaligrafi ini?

Omong-omong...

Tuan Putri Hwa Ri masih belum tiba.

Bukankah kita harus menunggunya?

Padahal Tuan Putrilah yang mengusulkan kami untuk melukis.

Tuan Putri tidak akan datang.

Lanjutkan saja.

Apa? Sungguh?

Tapi beliau yang menetapkan hari ini, bagaimana bisa?

Kebiasaan Putri memang seperti itu.

Beliau tidak bisa datang karena ada urusan yang sangat penting.

Tapi urusan penting apa,

sampai melupakan janji yang sudah dibuat sebelumnya?

Apa mungkin...

...karena sepupu laki-lakinya?

Jangan bicara sembarangan!

Hentikan!

Semua orang di kota ini tahu,

bahwa Putri Hwa Ri sedang menyukai sepupu laki-lakinya.

Kalau begitu,

apa benar cerita yang beredar tentang Kisah Cinta Chun Hwa itu,

memang tentang Putri Hwa Ri?

Aku juga mendengar rumor seperti itu.

Dengan latar kisah cintanya yang menyukai sepupu yang diangkat sebagai anak angkat,

serta berlatar di istana...

Bukankah itu terlalu mirip dengan Putri Hwa Ri?

Saat ini, di seluruh ibu kota,

semua orang heboh membahas...

...apakah Kisah Cinta Chun Hwa benar-benar tentang Putri Hwa Ri atau tidak.

KISAH CINTA CHUN HWA

Meskipun ada yang belum membaca buku itu,

tapi siapa pun yang sudah membacanya pasti tak cukup sekali!

CHUN HWA PUN...

Sebegitu populer, ya?

Tentu saja.

Tanpa membaca Kisah Cinta Chun Hwa,

tak ada yang bisa ikut dalam percakapan seluruh wanita!

Buku itu sedang menjadi tren besar.

Apa jangan-jangan, Yang Mulia Putri Selir dan Nona Ji Won belum membacanya?

Tentu sudah baca.

Seru, 'kan?

Entahlah.

Yah...

Jalan ceritanya sama sekali tidak masuk akal,

tapi penggambaran hubungan pria dan wanita...

...sungguh terasa realistis.

Benarkah alat kelamin pria yang masih hidup itu...

...bisa tegak tanpa mengenal waktu dan tempat?

Penis, katamu?

Bagaimana bisa kamu mengatakan itu?

Entahlah.

Aku hanya mengatakan apa yang tertulis di buku itu.

Jika kisah itu benar,

maka sekarang ini, Tuan Putri mungkin sedang...

Ya ampun, dia pasti tidak tahu...

Karena tubuhmu terlihat bagus.

Mau coba bergantung di lenganku?

Kamu bahkan boleh menggantungkan kakimu!

Saat adik-adikku masih kecil,

mereka bisa bergelantungan di masing-masing lenganku,

dan aku bahkan bisa memutar mereka!

Astaga, dia benar-benar...

Aduh, kenapa dia malah pamer otot di situ?

Tenaganya seharusnya dipakai untuk hal lain, bukan?

Kudengar Pangeran Hwa Seong masih perjaka.

Awalnya aku ragu...

...tapi setelah melihat ini, aku jadi yakin.

Dia sangat tidak peka.

Bagaimana mungkin seseorang bisa sebegitu tidak peka?

Jangan-jangan...

...dia tidak bisa melakukannya?

Bukan itu.

Ingat waktu perjalanan malam di Institusi Akademi Kerajaan?

Meskipun setengah tertidur, aku melihat jelas โ€˜bagian kecilnya...'

...yang berdiri tegak.

Hei, sekalipun kamu setengah tertidur,

kenapa bisa melihat โ€˜bagian kecilnya' dengan begitu jelas?

Betapa lancangnya!

Bukankah semua orang begitu?

Bukankah kamu penasaran, "Kira-kira punya orang bagaimana?"

Tentu saja penasaran!

Makanya kita diam-diam mengintip seperti ini, 'kan?

Ya, benar.

Astaga.

Apa ada tontonan menarik di sini?

Kalau penasaran, jangan berisik dan mendekatlah.

Kudengar Pangeran Hwa Seong telah bertekad untuk melepas masa lajangnya malam ini!

RUMAH GISAENG

Tapi begini...

Aku ini hanya bergaul dengan para pria dan sibuk berlatih bela diri,

jadi aku bertanya karena aku tak begitu paham soal perasaan wanita.

Kenapa tunanganku selalu marah setiap kali melihatku?

- Apa kalian bertengkar? - Tidak.

Kalau begitu...

...apakah kamu melakukan sesuatu yang membuatnya kecewa?

Itulah yang tidak kutahu,

makanya aku bertanya padamu.

Mungkinkah dia tidak ingin menikah denganku?

Mana mungkin ada wanita yang tidak menyukai pria gagah sepertimu?

Dasar bodoh!

Makanya dia marah!

Jangan cuma bicara, lakukan sesuatu!

Bertindaklah!

Kamu sepertinya sangat mengerti perasaan wanita, ya?

Tentu saja, karena aku...

...aku...

...memiliki banyak pengalaman berkencan.

Aku ini penggoda nomor dua setelah Choi Hwan,

si penggoda nomor satu di ibu kota!

Ya ampun.

Choi Hwan si penggoda nomor satu di ibu kota?

Kamu tidak tahu?

Sepertinya kamu baru pertama kali datang ke ibu kota.

Aduh!

Menunggu Yang Mulia Pangeran melepas keperjakaannya ini,

malah membuat pinggangku pegal.

Kira-kira bisa berhasil hari ini atau tidak, ya?

Tapi Jin 'kan spesialis pria polos.

Kalau kamu meragukan Yang Mulia Pangeran Agung.

Setidaknya percayalah pada Jin.

Hei.

Daripada bosan hanya menunggu saja,

bagaimana kalau kita bertaruh?

Bertaruh?

Apakah Jin si spesialis pria polos itu,

akan berhasil membuat pria itu melepaskan keperjakaannya atau tidak?

Bertaruh soal itu.

Hei!

Ada taruhan tentang apakah Pangeran Agung berhasil melepas keperjakaannya!

Aku juga mau bertaruh!

TOKO

Yang Mulia Pangeran Agung melepaskan keperjakaannya?

Aku bertaruh beliau akan berhasil!

Kalau begitu, aku pasang taruhan kalau dia gagal!

Apakah Jin dari Rumah Gisaeng Cheongwoon akan berhasil...

...membuat Yang Mulia Pangeran Hwa Seong melepaskan keperjakaannya?

Astaga, dari Rumah Gisaeng Cheongwoon?

Kamu sudah dengar kabar itu?

Tentang siapa?

Yang Mulia Pangeran Hwa Seong dan Kim Hyo Jin.

Apa? Serius? Ya ampun!

Hei, kamu sudah dengar soal itu?

Sekarang di Rumah Gisaeng Cheongwoon,

ada taruhan soal Yang Mulia Pangeran akan melepaskan keperjakaannya atau tidak.

- Apa itu benar? - Ya.

Entah bagaimana, taruhannya jadi semakin besar!

Rumah Gisaeng Cheongwoon dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk menonton!

Ya ampun.

Taruhan tentang keperjakaan Yang Mulia Pangeran Agung, ya...

Menurutmu, bagaimana hasilnya?

Ada taruhan tentang...

Apa?

Aku benar-benar kecewa pada Kak Yeol.

Memang, janji seorang pria bisa sering berubah seperti angin,

tapi bagaimana mungkin keperjakaan seseorang...

...dijadikan bahan taruhan terbuka seperti ini?

Benar sekali!

Bagaimana bisa seseorang yang akan segera menikah dengan Nona Ji Won,

malah terang-terangan mengunjungi gisaeng?

Ini penghinaan terhadap tunangannya!

Itu benar.

Bagaimana dia bisa melakukan hal seperti ini?

Kita, para wanita,

selalu diajarkan untuk menjaga kehormatan seperti nyawa sendiri.

Namun, bagaimana mungkin kehormatan seorang pria,

bisa dianggap sepele seperti ini?

Mari kita pergi!

Ayo pergi!

Jika ingin meredakan amarah kekasihmu,

kamu harus lebih banyak memberinya kasih sayang.

Astaga.

Oh.

Oh...

Ini.

- Baiklah, mau dimulai sekarang? - Awal yang bagus!

Apa yang kalian lakukan?

Jang Won!

Mengapa begitu berisik?

Bagaimana bisa kamu ada di sini?

Kenakan dulu pakaianmu!

RUMAH GISAENG CHEONG WOON

- Datang lagi, ya! - Astaga.

Tak kusangka rumor itu benar!

Sepertinya sudah selesai.

Ji Won.

Bagaimana mungkin seorang pangeran yang seharusnya menjadi panutan bagi rakyat,

bisa berbuat seperti ini?

Ini hanya salah paham, Ji Won!

Tak terjadi apa-apa!

Sungguh, percayalah padaku!

Mau ke mana buru-buru begitu,

Tuan Putri?

Kamu sudah menyadarinya, ya?

Siapa lagi pencuri nekat,

yang berani mengenakan pakaian masa kecil Yang Mulia Pangeran Hwa Seong,

selain Tuan Putri Hwa Ri?

- Tuan Putri? - Ya.

Hebat juga.

Aku sungguh kehabisan kata-kata!

Seorang pangeran mengunjungi rumah gisaeng untuk melepas keperjakaannya,

dan seorang putri menjadikan itu bahan taruhan?

Bagaimana mungkin keluarga kerajaan yang seharusnya menjadi panutan,

bertindak serendah ini?

Aku bersalah, Ayahanda.

Ampuni aku, Ayahanda!

Pandangan Lee Jae Sang sudah tidak baik terhadap kita.

Dan kini, kalian bertindak sebodoh ini!

Para pria mengunjungi rumah gisaeng sudah biasa,

dan rakyat pun hanya menertawakannya.

Masalahnya,

Putri Hwa Ri berada di sana dengan menyamar sebagai pria.

Putri Hwa Jin juga ada di sana!

Bersama para gadis dari pertemuan kaligrafi...

...serta Nona Ji Won!

Astaga!

Hentikan!

Apa kamu masih merasa perlu membela diri?

Bukankah Ayahanda dan Kakak juga sering menyamar dan keluar istana?

Tapi kamu seorang wanita!

Itulah sebabnya aku mengenakan pakaian pria!

Astaga.

Ya ampun!

Pangeran dan Putri harus menahan diri,

dan dilarang keluar istana untuk sementara waktu!

- Sana! - Kalian boleh pergi.

KEDIAMAN RAJA

Apa yang terjadi?

Apa kamu dimarahi habis-habisan?

Tidak.

Sepertinya mereka sudah terlalu muak untuk melihat kami,

jadi kami langsung disuruh pergi.

Kamu memang tak pernah kehabisan cara untuk membuat onar,

Putri Hwa Ri.

Bukan dia yang bermasalah kali ini,

aku yang salah!

Nona Ji Won yang sudah sulit didekati,

kini bahkan tak mau melihatku lagi!

Kenapa harus membuat kehebohan...

...dan pergi ke rumah gisaeng untuk melepas keperjakaanmu?

Kalau berhasil, aku masih bisa mengerti,

- tapi itu bahkan tidak sempat dimulai. - Kamu!

Dasar!

Apa kamu tidak malu berkata begitu?

Apa yang memalukan dari itu?

Semua orang melakukannya.

Kalau bukan karena itu, kita pun tak akan lahir ke dunia ini.

Astaga!

Aku benar-benar khawatir siapa yang akan jadi suamimu nanti.

Jangan khawatir.

Aku sudah punya tempat tujuan!

Omong-omong, berapa lama kita akan dilarang keluar?

Kudengar paman dan Kak Chae Jun membawakan hadiah untukku dari Yanjing.

Ya ampun.

Maafkan aku.

Ini semua karena aku kurang bijaksana.

Jangan berkata begitu.

Siapa yang lahir di keluarga kerajaan,

pada akhirnya harus memikul tanggung jawabnya.

Akulah yang menginginkan mereka diberi kebebasan,

setidaknya sebelum mereka menikah.

Omong-omong,

para menteri pasti akan kembali melontarkan kritik tanpa henti.

Putra Mahkota.

Apakah kamu ingin minum teh sebelum pergi?

Bukan itu.

Sebentar lagi akan ada upacara pernikahan kerajaan.

Oh.

Jangan khawatir.

Aku tidak akan melupakannya.

Baik.

Dia tidak tersenyum ketika melihatku.

Apa?

Tidak.

Hanya sedang berbicara sendiri.

Kakak beradik itu tertangkap basah bersama di rumah gisaeng.

Martabat permaisuri benar-benar tercoreng.

Ditambah lagi, aku dengar Putri Hwa Ri,

mengenakan pakaian pria dan mengintip kakaknya di kamar pribadi.

Ini benar-benar sudah melampaui batas rasa malu bagi keluarga kerajaan.

Kelakuan lancang Tuan Putri benar-benar tak ada habisnya.

Yang Mulia Raja pun,

tidak akan lagi tinggal diam atas kelalaian Tuan Putri dan Pangeran Agung.

Lalu, bagaimana dengan rencana pernikahan antara Nona Ji Won dan Pangeran Agung?

Apakah Nona Ji Won yang terkenal sebagai wanita berbudi luhur itu,

masih akan menikah,

setelah menanggung rasa malu seperti itu?

Betapa konyolnya kamu berbicara.

Apa hubungannya perasaan seorang wanita dengan pernikahan keluarga kerajaan?

Selain itu, Tuan Hwa Ing juga,

sebaiknya untuk sementara waktu hindari dulu rumah gisaeng.

Ingatlah selalu bahwa banyak mata yang mengawasi.

Untuk itu... Baiklah.

Bagaimanapun, ini adalah kesempatan baik bagi kita.

Besok, akan ada begitu banyak hal,

yang bisa kita laporkan kepada Yang Mulia Raja.

Yang Mulia Raja telah tiba.

Yang Mulia, mohon maaf, izinkan saya menyampaikan laporan...

Tunggu.

Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan dahulu.

Aku dengar kemarin Pangeran Hwa Seong dan Putri Hwa Ri,

membuat keributan besar di dalam ibu kota, benar?

Maka,

aku berniat untuk mendisiplinkan mereka dengan keras,

dan segera mengatur pernikahan mereka.

Apa pendapat kalian tentang hal ini?

Lee Jae Sang?

Saya juga berniat mengajukan permintaan yang sama.

Baiklah.

Kalau begitu, segera tentukan tanggal yang baik untuk pernikahan,

antara Pangeran Hwa Seong dan putri Lee Jae Sang, Ji Won.

Segera atur juga pernikahan Putri Hwa Ri,

dengan calon suami...

...yang tepat.

Dengar semuanya.

Aku akan menikah!

Saya datang untuk menyampaikan hadiah dan hantaran,

yang diberikan secara khusus oleh Ayahanda.

Jika masih kurang,

akan saya perbaiki selama hidup bersama.

Apa maksudmu kurang?

Ini bahkan sudah lebih dari cukup.

Omong-omong, di mana Nona Ji Won?

Sepertinya dia masih marah setelah kejadian beberapa hari lalu.

Ia tidak keluar dari ruangannya.

Benarkah?

Apa dia masih sangat marah?

Nona.

Pangeran Yeol membawa hantaran dan hadiah yang sangat banyak,

apa Nona tidak akan melihatnya?

Aku tidak tertarik.

Astaga.

Kenapa pula Yang Mulia Pangeran Agung pergi ke sana dengan cara yang heboh.

Ji Won, Yang Mulia Pangeran Agung datang.

Ji Won, aku yang sepenuhnya salah.

Meskipun kamu bersikap dingin seperti itu,

aku seharusnya tidak pergi ke sana dalam keadaan marah seperti itu.

Walaupun ke sana, aku tidak melakukan apa-apa.

Percayalah, itu benar.

Katanya dia bahkan tidak berhasil,

jadi, ayo maafkan saja.

Yang Mulia Pangeran Agung datang langsung untuk meminta maaf,

kamu benar-benar tidak akan menemuinya?

Ya ampun.

Ini salahku.

Jangan marah lagi.

Memangnya apa kesalahanmu?

Karena pergi ke rumah gisaeng?

Dan membuat gosip menyebar di seluruh ibu kota?

Apakah Yang Mulia meminta maaf tanpa tahu kesalahannya apa?

Apa benar Yang Mulia merasa bersalah?

Apa pun itu, aku yang salah.

Kamu tahu betapa aku menyayangimu.

Tentu.

Fakta bahwa Yang Mulia menyayangiku,

bukan hanya aku saja yang tahu, seluruh rakyat negara ini tahu.

Seluruh masyarakat tahu Yang Mulia ingin menikahiku.

Tetapi,

pernahkah Yang Mulia bertanya langsung padaku?

Pernahkah Yang Mulia melamar langsung,

wanita yang sangat Yang Mulia sayangi itu?

Tidak, sebenarnya hubungan kita sudah seperti bertunangan.

Dan aku juga sudah mendapat izin dari Tuan Lee Jae Sang.

Yang menjalani pernikahan itu aku,

kenapa Yang Mulia tidak bertanya padaku?

Mengapa tidak ada yang bertanya tentang bagaimana perasaanku?

Itu aneh,

dan membuatku marah.

Apakah aku hanya pelengkap dalam pernikahan ini?

Bukan seperti itu!

Bukan begitu maksudku.

Apa kamu membenciku?

Cukup, pulang saja.

Aku tidak ingin...

...menikah seperti ini.

Ji Won.

Hari ini, lebih baik Yang Mulia pulang saja.

Sepertinya anak itu sangat tersinggung.

Saya akan menjelaskan dengan baik agar dia mengerti.

Bukankah itu tandanya dia benci?

Jika dia bertanya, "Mengapa tidak ada yang menanyakan perasaannya?"

Bukankah itu tandanya aneh?

Maafkan aku, Ji Won.

Aku benar-benar salah.

Yang Mulia Pangeran Agung, jangan seperti ini.

Tidak seharusnya Yang Mulia sampai begini, ayo bangunlah.

- Nona, bagaimana ini? - Apa yang Anda lakukan?

Yang Mulia Pangeran Agung sampai berlutut.

Hatiku terlalu larut dalam perasaan cinta,

hingga tidak memikirkan perasaanmu.

Tolong maafkan aku.

Meski seratus kali aku menikah jika itu bukan kamu, apa gunanya?

Bagiku, hanya ada kamu.

Aku tidak bisa jika itu bukan kamu.

Jadi,

berikan aku kesempatan lagi sekali.

Baiklah, apa yang ingin kamu sampaikan?

Aku dengar Ayahanda memerintahkan untuk mencari suami untuk aku.

Benar. Dalam waktu dekat, kami akan menemukan pasangan,

yang sesuai untukmu dan mengadakan pernikahan.

Sepertinya itu tidak perlu dilakukan.

Itu yang ingin aku katakan kepada Ayahanda dan Ibunda.

Apa maksudmu?

Aku...

...telah menemukan seseorang yang inginku nikahi.

Park Chae Jun, salah satu anggota delegasi utusan ke Yeongyeong.

Park Chae Jun?

Maksudmu, Chae Jun putra angkat pamanmu?

- Benar. - Apa-apaan ini?

Meski kamu putri yang kucintai, tetap saja ada batasnya.

Beraninya kamu bermain-main seperti ini?

Ayahanda.

Aku tidak main-main.

Bukankah Chae Jun putra angkat paman?

Kalau begitu, putuskan saja...

Diam!

Apa yang kalian lakukan? Kenapa tidak segera usir dia yang lancang ini!

Yang Mulia Raja,

aku siap menerima hukuman.

Ini adalah kesalahanku yang tidak mampu memahami perasaan putri kita lebih awal.

Mohon untuk tidak masuk atau keluar hingga ada perintah dari Yang Mulia Raja.

Bagaimana keadaan Tuan Putri?

KEDIAMAN KELUARGA PARK Yang Mulia Raja sangat murka,

jadi beliau memerintahkan Tuan Putri untuk tetap berada di kediamannya.

SURAT

Jangan khawatir.

Hal yang membuat Yang Mulia Permaisuri cemas,

tidak akan pernah terjadi.

Aku sudah memiliki tunangan.

Kalau begitu, saya akan sampaikan seperti itu.

...CHUN HWA PUN MERASA...

Yang Mulia tiba.

Untuk sementara waktu,

kamu juga sebaiknya menahan diri untuk tidak keluar dari istana.

Kudengar Putri Hwa Ri kembali membuat keributan.

Apa?

Kali ini apa lagi yang dilakukannya?

Dia menentang perintah Yang Mulia Raja,

dan bersikeras ingin menikah dengan orang yang disebut sepupunya itu.

Ya ampun.

Astaga, dia benar-benar berani.

Sungguh memalukan.

Bahkan rakyat jelata pun menghindari pernikahan sesama kerabat dekat.

Bagaimana bisa dia, seorang Tuan Putri,

berani meminta izin untuk menikahi sepupunya?

Benar sekali.

Selalu bertingkah seolah-olah paling pintar di dunia,

tetapi malah bodoh dalam hal seperti ini, ya?

Tuan Putri harus belajar bahwa tidak semua hal di dunia berjalan,

sesuai dengan keinginannya.

Kamu juga, jangan tergoda oleh angin kosong tidak berguna.

Bersikaplah,

dengan hati-hati dan penuh kehormatan.

Baik.

Jangan khawatirkan aku.

Yang Mulia Permaisuri masuk.

Apakah hatimu sudah tenang?

Belum tenang.

Justru semakin kupikirkan,

aku semakin yakin bahwa hanya Kak Chae Jun yang pantas untukku.

Kepala Dayang Park,

baru saja kembali dari rumah pamanmu.

Sudah kuduga, Ibunda ada di pihakku, bukan?

Ibunda akan membujuk Ayahanda untukku, bukan?

Kudengar Chae Jun,

sudah memiliki tunangan.

Mereka akan segera menikah.

Itu tidak mungkin.

Tidak mungkin begitu.

Chae Jun mengatakan,

dia ingin menikah denganku.

Dia tidak pernah sekali pun menentang perkataanku.

Tidak ada satu pun rakyat di negeri ini,

yang berani menentang perkataan seorang putri.

Chae Jun bukan rakyat biasa!

Dia adalah kekasihku!

Bagimu dia adalah kekasih.

Tetapi, bagi Chae Jun kamu adalah seorang putri yang tidak bisa dia tolak.

Ketahuilah itu dan lupakanlah dia.

Tidak mungkin begitu!

Itu tidak mungkin!

Siapa yang akan salah paham mengira tatapan penuh cinta itu?

Memangnya aku sebodoh itu?

Ibunda pasti memerintahkannya, bukan?

Memerintahkannya untuk meninggalkanku dan menikahi orang lain, begitu 'kan?

Kalau bukan karena itu bagaimana mungkin,

Chae Jun berani menolakku!

Ini semua karena Ibunda! Karena Ibunda!

Chae Jun tidak mungkin memperlakukanku seperti ini.

Sadarlah!

Sekarang bahkan kamu terus merendahkan Chae Jun,

hingga ke tulang belulang.

Bisa-bisanya kamu menyalahkan orang lain atas tidak adanya cinta!

Jika kamu bukan seorang Tuan Putri,

apakah Chae Jun akan tetap mengatakan iya padamu?

Yang Mulia Pangeran Agung...

...masih berlutut di depan kamar Ji Won dan memohon pengampunan.

Pergilah dan suruh dia berhenti.

Sudah empat jam berlalu.

Kalau sampai,

Yang Mulia Raja tahu,

bahwa Yang Mulia Pangeran Agung dibiarkan berlutut seperti ini...

Di istana, dia memang Yang Mulia Pangeran Agung,

tapi di rumahku, dia adalah calon menantu.

Dia adalah orang yang harus aku percayakan masa depan putriku.

Biarkan dia dihukum sedikit lebih lama.

Jika sejak awal kita menunjukkan wibawa,

Ji Won akan lebih nyaman di masa depan.

Itu benar juga.

Mari kita tunggu dua jam lagi.

Hei.

Aku hanya akan berbincang sebentar dengannya.

Lihat dirimu sekarang.

Dulu kamu bertingkah seolah segalanya bisa kamu lakukan.

Kamu datang untuk menyulut emosiku?

Tidak.

Aku datang untuk menghibur. Kamu merasa aku menyulut emosi?

Sepertinya kamu memang pandai salah paham dengan perasaan orang lain.

Kudengar kamu juga salah paham dengan perasaan Chae Jun.

Pergi dari sini sekarang juga.

Apakah kamu sangat menyukainya?

Apa kamu tidak bisa lihat?

Aku melakukan semua ini karena aku menyukainya!

Bagaimana kamu bisa begitu yakin padanya?

Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?

Apakah aku sebegitu cantiknya?

Tentu saja.

Kamu adalah yang paling berharga,

dan paling cantik di dunia ini.

Perasaan itu tidak mungkin bohong.

Dia hanya terdesak oleh keadaan dan berusaha menghindar.

Masalah ini sudah membesar.

Dia mungkin akan menikahi seseorang, meskipun sebenarnya tidak ada.

Itu tidak boleh terjadi!

Aku tidak akan membiarkannya!

Aku harus bertemu Chae Jun.

Tolong aku.

Aku tidak bisa membiarkannya berakhir seperti ini, bukan?

Hwa Jin.

Kamu siap menanggung akibatnya?

Sepertinya gerbang istana akan ditutup.

Melihat sifat Ji Won, kalau dibiarkan, dia mungkin akan terjaga semalaman.

Kalau Yang Mulia Pangeran Agung sampai sakit karena ini...

Tetaplah di sini.

Ada pembicaraan yang hanya bisa dimengerti sesama perempuan.

Aku tidak tahu kalau kamu memiliki pemikiran seperti itu tentang pernikahan.

Aku hanya merasa lega sebagai seorang ibu karena dia begitu menyayangimu.

Ternyata aku pun belum pernah bertanya tentang perasaanmu.

Apakah kamu benci Yang Mulia Pangeran Agung?

Tidak.

Pasti begitu.

Kalau kamu tidak menyukainya,

kamu pasti tidak akan memberinya tempat di sisimu.

Tapi,

soal pernikahan,

aku masih tidak yakin.

Kenapa begitu?

Yang Mulia Pangeran Agung,

mengatakan dia mencintaiku,

tapi dia tetap pergi ke rumah gisaeng.

Kalau suatu saat dia tidak lagi mencintaiku,

apa yang harus aku lakukan?

Kenapa aku harus menikah dengan seseorang,

yang bisa bersama perempuan lain,

tetapi berpura-pura seolah itu bukan masalah?

Aku lebih baik menjadi seorang laki-laki.

Kalau aku seorang laki-laki,

aku tidak akan perlu memikirkan hal seperti ini.

Aku mengerti.

Membayangkan suamimu bersama perempuan lain,

pasti akan membuat hatimu bergejolak dan terbakar.

Tapi Ji Won,

kapak memanglah alat untuk menebang pohon,

tapi yang menggerakkan bilah kapak adalah gagangnya, bukan?

Pohon mana yang akan ditebang dan bagaimana menebangnya,

adalah sesuatu yang bisa kamu pilih dan ubah.

Jadi, tanyakan kembali pada hatimu dengan benar.

Tapi, jangan membuatnya menunggu terlalu lama.

Janji, ya?

Kamu harus menikah denganku.

Kakak!

Apa yang kamu lakukan di sini?

Kabar kamu memiliki tunangan,

itu bohong, 'kan?

Kamu tidak akan menikah dengan wanita lain, 'kan?

Kamu keluar istana hanya untuk menanyakan itu?

Bagaimana jika ketahuan?

Jawab aku!

Itu tidak benar, 'kan?

Kabar aku memiliki tunangan itu bohong.

Tapi aku akan menikah dengan wanita lain itu benar.

Kenapa?

Kenapa kamu meninggalkanku?

Katamu aku cantik.

Kamu bilang aku paling berharga di dunia.

Sekarang juga masih cantik,

dan paling berharga di dunia.

Tapi kenapa kamu menikah dengan wanita lain dan meninggalkanku?

Apa karena aku seorang putri?

Aku tidak membutuhkan ini.

Aku rela korbankan segalanya untukmu!

Lebih baik kita tinggalkan tanah ini bersama.

Dengan uang ini, kita bisa tinggal diam-diam di mana saja!

Aku tidak bisa.

Kembalilah ke istana.

Kenapa?

Memangnya kenapa?

Aku mau melakukannya.

Aku bisa melakukan itu.

Aku bisa buang segalanya,

lalu kita pergi bersama!

Segalanya bagimu,

bukan segalanya bagiku.

Dalam duniamu yang memiliki segalanya,

cinta mungkin bernilai 100, tapi bagiku yang tidak memiliki apa pun,

cinta itu tak berarti apa-apa.

Jadi, tolong jangan ganggu aku lagi.

Aku akan menunggumu.

Sampai kamu datang kepadaku.

Aku akan menunggumu.

Jangan tunggu aku.

Kalau begitu, jangan menatapku seperti itu.

Bagaimana mungkin tatapan itu tak berarti?

Kudengar kapal berangkat ke Yeongyeong besok pagi.

Aku akan tunggu sampai kamu datang.

KITAB

Ji Won.

Ikut aku.

Kamu sudah tidak marah?

Mulai sekarang,

aku akan mencobanya.

Kenapa kamu seperti ini?

Kamu mau apa?

Aku akan mengambil...

...malam pertama suamiku.

Aku suamimu?

Ya.

- Aduh! - Astaga, Ji Won.

Tidak apa-apa?

Jangan terpengaruh.

Kamu tidak boleh lihat!

- Tapi Tuan Putri... - Sudah.

Buka pintunya.

Sudah tidur?

Untuk yang tadi siang,

aku minta maaf.

Semarah apa pun aku, seharusnya tidak melakukan itu.

Kamu pasti sangat kesal, ya?

Putri Hwa Ri.

Putri Hwa Jin?

Maafkan aku.

Putri Hwa Ri...

...pergi menemui Chae Jun.

Apa yang harus kita lakukan?

Sudah kujelaskan baik-baik.

Namun, dia diam-diam keluar menemui Chae Jun.

Bagaimana jika dia benar-benar pergi?

Bagaimana jika Yang Mulia mengetahuinya?

Jangan khawatir.

Aku akan membawanya kembali dengan selamat,

tanpa diketahui siapa pun.

Kalau begitu, selesaikan dengan baik.

Baik, Tuan. Jangan khawatir.

Permisi.

Apakah ini kapal yang berangkat ke Yeongyeong besok pagi?

Astaga.

- Siapa... - Diamlah.

Oh.

Sepertinya kamu mencoba menyelinap.

Kamu tidak sadar sedang diikuti?

Ayo cepat.

Cari dengan saksama.

Baik.

Terima kasih.

Hanya itu balasanmu setelah diselamatkan?

Oh...

Terima kasih banyak.

Kamu mencoba kabur karena cinta, ya?

Kurasa ini cukup sebagai rasa terima kasihku.

Ini.

Benar-benar wanita yang misterius.

Kakak?

Jangan menunggu.

Dia tidak akan datang.

Itu tidak mungkin.

Dia tidak pernah tidak menuruti perkataanku.

Bukannya dia tidak bisa.

Tapi memang tidak mau datang.

Orang yang memberi tahu keberadaanmu,

adalah Chae Jun.

Karena itu, Putri Chun Hwa bersumpah untuk selamanya bersama sang suami.

Menjadi satu raga dan satu hati.

Keduanya baru saja menjadi satu kesatuan yang utuh.

BUKU...

Aku mencintaimu.

Sampai kehidupan ini hancur menjadi debu.

Perasaanku padamu,

tidak akan pernah berubah.

AKU MENCINTAIMU

SAMPAI KEHIDUPAN INI HANCUR MENJADI DEBU

PERASAANKU PADAMU TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.