Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KAWASAN BEBAS STIROFOAM
Ada urusan apa?
Kita mau ke mana?
PINTU MASUK - TSUKIJI UOICHIBA
Kau siapa?
Biro Keamanan Masyarakat?
Mari kita bahas dahulu yang kau tahu.
Beberapa bulan lalu, seorang pegawai membayar tebusan
setelah diancam dengan foto dia masuk ke hotel cinta
bersama seorang wanita.
Wanita itu adalah temanmu.
Ada bukti aku pelakunya?
Kalau ada, tangkap saja aku.
Aku bukan polisi maupun petugas Biro.
Juga bukan orang sindikat.
Berarti urusan kita selesai.
Duduk!
Ini surat ancaman yang diterima Sekretaris Jenderal Takeuchi.
DOKUMEN RAHASIA SEKJEN SO TAKEUCHI
Pengirimnya menuntut tebusan
jika tak ingin putranya dilaporkan ke polisi
atas keterlibatannya dalam perkelahian di bar.
Itulah yang kuketahui.
Matamu itu…
Jangan-jangan…
kau pria itu.
Yang tahu segalanya.
Yang bisa mengendalikan seluruh uang dan kekuasaan.
Kau…
sang Burung Hantu.
Sosok itu hanya mitos.
Sial.
PUTRA TUNGGAL SEKJEN SO TAKEUCHI
TELAH WAFAT
APAKAH IA TERLIBAT PERKELAHIAN?
Kehilangan putra satu-satunya…
Ny. Takeuchi pasti terpukul.
Manabu itu teman TK Ryu.
Ingat, bukan?
Apa nanti malam Ryu datang?
Aku sudah mengabarinya,
apalagi jarang-jarang ayahnya merayakan ulang tahun.
Apa jawabannya?
Sejak dia bilang sudah kembali dari Amerika,
belum ada kabar lagi.
Dia mirip siapa, ya?
Abaikan ucapanku.
Pukul berapa aku berangkat ke pemakamannya?
Nanti kukirimkan jemputan.
Padahal dia masih belia.
Ini terlalu kejam.
Segala yang terjadi…
pasti…
memiliki makna.
Maaf. Anda tak apa-apa?
Maaf.
Pecah.
Maafkan aku. Ini salahku.
Kau tak sengaja. Bisa bahasa Inggris?
Ya, sempat tinggal di AS.
Di mananya?
Utamanya, Boston.
Aku tak bawa uang tunai dan sedang terburu-buru.
Bisa aku menemuimu nanti untuk ganti rugi perbaikan ponselmu?
Boleh. Terima kasih.
Bagaimana aku…
Aku Sarah. Siapa namamu?
Ryu. Ryu Ogami. Terima kasih.
Aku tidak bawa kartu nama, tapi nanti kuhubungi.
Baiklah. Janji?
Janji.
- Pagi. - Pagi.
Nanti aku terlambat.
Hari ini ada apa?
Lagi-lagi bekerja, ya?
Bagaimana denganmu?
Audisi.
Bertemu produser.
Kalau malam ini?
Pesta ulang tahun ayahku.
Ulang tahun ke-70 Ryutaro Ogami.
Aku belum pernah merayakan ulang tahun ayahku.
Mau ikut?
Aku masih ada pekerjaan.
Sudah kuduga.
Tapi kapan-kapan kalian harus bertemu.
Ayahmu bakal merestuiku?
Jelas tidak.
Sudah kuduga.
Ayahku memang tak menyukai siapa pun.
Apalagi pacarku.
Tapi pada akhirnya, orang bisa berubah.
Ayahku tak mungkin berubah.
Sayang…
bagaimana menurutmu?
- Untuk malam ini? - Ya.
Ada pesta ulang tahun ayahmu.
Kau ingin ayahku salah paham?
Bahwa istriku hostes?
Kukira kau akan suka gaun ini.
Kau tidak paham keluarga Ogami itu seperti apa?
Selalu begini.
Apa?
Kau tak pernah puas denganku, 'kan?
Cobalah introspeksi.
Kau istri putra sulung keluarga Ogami.
Kalau begitu, pergi saja sendiri.
Bicara apa kau? Pakai saja gaun yang pantas.
- Pastikan tak ada yang ketinggalan, ya. - Ya.
Ya, nanti mereka juga tahu.
Selesai.
Ayah lama sekali.
Nanti kita terlambat.
Benar juga. Kita duluan saja?
Ayo berangkat sendiri.
Baiklah. Ayo.
Ayo.
- Dia datang. - Maaf, sudah lama menunggu, ya?
Hei! Nah, ayo jalan.
Kau tak lupa rencana malam ini, 'kan? Pesta ulang tahun ayahku.
Nanti malam ada rapat penting.
Kau paham acara ini juga penting.
Maaf, ya.
Ini bukan pesta ulang tahun biasa.
Mau bagaimana lagi. Aku harus bekerja.
Ayahmu pasti mengerti.
Generasi ayahmu rela tak libur demi pekerjaan.
Ya, 'kan, Shin?
Ya.
Selamat pagi.
KEPOLISIAN METROPOLITAN
Kali ini tak ada saksi mata.
Laporan kepolisian
dan hasil autopsinya akan siap hari ini.
Hasil tes narkobanya?
Sudah saya tangani.
Polisi akan melaporkan bahwa hasil tesnya negatif.
Tapi ada satu kendala.
Kabarnya, ada reporter yang merepotkan.
Dia beranggapan bahwa Manabu adalah pelaku, bukan korban.
Nama reporternya?
Saya kabari begitu mengetahuinya.
- Anda sedang ke pemakaman? - Ya.
Tidak disangka orang seperti itu meminta bantuan Anda.
Perbedaan antara kawan dan lawan
memang selalu samar.
PEMAKAMAN MANABU TAKEUCHI 17 FEBRUARI PUKUL 10.00
KELUARGA TAKEUCHI
RUMAH DUKA
Turut berbelasungkawa.
Terima kasih sudah hadir.
Kami mohon bantuannya.
Mari masuk.
Hari ini,
pada upacara perpisahan untuk Manabu Takeuchi,
saya ingin menyampaikan belasungkawa.
Sebagai putra Sekretaris Jenderal Partai Liberal Progresif,
mendiang memiliki rasa keadilan yang kuat dan sangat menghormati ayahnya.
Mendiang berfokus menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Semangatnya dalam melayani publik
mendorongnya untuk aktif membantu membersihkan ruang publik
dan menjadi sukarelawan di panti derma.
Duka orang tuanya mungkin tak akan bisa pulih.
Mendiang Manabu
seharusnya bisa menjadi jauh lebih hebat daripada ayahnya.
Kehilangannya berarti…
Ada satu kendala.
Apa?
Reporter itu.
Artikelnya soal Manabu Takeuchi, putra seorang petahana,
yang mengamuk saat mabuk dan tewas dalam perkelahian yang ia picu,
akan dirilis sore ini ke seluruh negeri.
Begitu penyidikan dimulai, akan sulit menyembunyikan tes narkobanya.
Perkelahian masih bisa dimaafkan oleh masyarakat,
tapi narkoba tidak.
Ini akan menyulitkan posisi Tn. Takeuchi.
Lalu apa rencananya?
Lanjutkan sesuai rencana.
Manabu tak sengaja terbunuh saat hendak melerai perkelahian.
Cukup itu saja cerita
yang publik tahu.
Reporternya?
Cepat temukan dia.
Biar aku yang membujuknya.
Baik.
Dari surat kabar mana?
Tak perlu khawatir.
Jika dia merilis artikel itu,
hancur peluangku untuk menjadi perdana menteri.
Karierku bisa tamat.
Akan kubereskan sebelum matahari terbenam.
Reporternya ketemu.
Izumi Tanaka dari Harian Daishin.
Dunia memang sempit.
Anda kenal Izumi Tanaka?
Ya. Sudah sejak lama.
Harian Daishin dikendalikan Tn. Saijo.
Ini jelas siasat untuk menjatuhkan Tn. Takeuchi.
Perlukah saya periksa Tn. Saijo?
Jangan sekarang.
Tn. Saijo sangat cerdik.
Mungkin dia akan sadar.
Urus reporter itu dulu.
Kenapa Anda membantu Tn. Takeuchi?
Aku tidak tahu siapa pemimpin yang pantas untuk negara ini.
Aku sekadar memilih
yang terbaik di antara yang terburuk.
Seperti yang selalu kulakukan.
Akan kuupayakan segala cara
demi masa depan negara ini.
JCIAA: ORGANISASI NIRLABA TERDAFTAR
Halo.
Aku Ryu Ogami.
Aku Akira Hino.
Aku akan membimbingmu selama orientasi. Salam kenal.
Di sini kita semua setara.
Jadi, santai saja.
Baik. Mohon bimbingannya.
Kau lulusan universitas top di AS?
Benar.
Semua orang di sini bekerja keras demi impian atau minat masing-masing.
Bagaimana denganmu?
Bisa berguna bagi seseorang sudah cukup bagiku.
Jadi, orientasimu bukan uang, ya?
Benar.
Baguslah. Gaji di sini kecil.
Tapi kau akan senang di sini.
Ya.
Masuklah.
Duduklah di sini.
Baik.
Mari kita mulai.
Informasi terkait UU barunya ada di sini.
Perlu diparafrasa agar mudah dipahami kelompok lansia.
Baiklah.
- Kukerjakan. - Terima kasih.
Itu tugas pertamamu.
Anda berencana ekspansi restoran?
Ya, aku bisa kembalikan pinjaman dalam enam bulan.
Itu bagus, tapi…
Lima ratus juta yen itu uang receh bagi kalian.
Uang receh?
Jika tak ada, aku bisa pinjam orang lain.
Masih banyak yang mau meminjamkan.
Saya dengar ayah Anda kaya raya.
Memang kenapa?
Bagaimana kalau minta papa Anda saja?
Aku permisi.
Saya bisa berikan pinjaman, asal…
Asal apa?
Ada dua syarat.
Satu. Anda sepakat dengan nilai bunga yang kita bahas tadi.
Dua.
Mari kita menjadi sahabat. Atau bahkan seperti keluarga.
Dalam bisnis, kita butuh ikatan yang lebih kuat daripada keluarga, 'kan?
Memang benar.
HARIAN DAISHIN
Silakan duduk.
Maaf, apa kita pernah bertemu?
Kami belum mengetahui penyebab peristiwa maut ini.
Saksi mata sekitar melapor
mencium bau menyengat
sebelum mengalami pusing.
Halo. Ini Tanaka Izumi.
Ini penting, tolong dengar baik-baik.
Siapa ini?
Itu aksi terorisme dengan gas saraf.
Jika ini telepon iseng, akan kututup.
Polisi kurang bergerak cepat.
Jika kau beritakan itu, pemerintah akan tergerak untuk beraksi.
Kenapa kau memberitahuku…
Halo?
Ternyata kau yang menelepon.
Kau dipromosikan berkat pemberitaan itu.
Tapi aku tetap gagal mencegah tragedi lebih lanjut.
Andai pemerintah bergerak lebih cepat,
konsekuensinya mungkin berbeda.
Jadi, apa alasan pertemuan ini?
Soal Manabu Takeuchi.
Siapa yang memberitahumu?
Manusia itu senang bergosip.
Mestinya kau lebih berhati-hati.
Aku sekadar menjalankan tugasku.
Kau yakin sudah ungkap semua faktanya?
Tentu saja.
Kalau begitu, kau tak terpikir
bahwa ada kesalahpahaman besar
dalam informasi yang kau tahu?
Tidak.
Informanku tepercaya.
Aku tahu semuanya.
Mari kita mulai
dari cerita
yang kau tahu.
Lihat mereka.
Buka baju!
- Lihat mereka. - Cepat! Buka!
Ayo buka!
- Kenapa diam? - Berlutut!
Cepat berlutut, Berengsek!
Ayo mendongak.
- Tenggak. Tenggaklah! - Tenggak.
Siapa itu?
Minggir kau!
Itu cerita yang kau yakini sebagai kebenaran.
Kau tidak perlu
menerbitkan berita ini.
REKENING KORAN
Bisa jelaskan kenapa kalian menerima
uang sebanyak itu?
Yang menentukan berita mana yang diterbitkan
bukanlah dirimu,
tapi aku.
Manabu Takeuchi tewas
saat hendak melerai perkelahian.
Begitulah berita lengkapnya.
Saya pantau dia untuk sementara.
Bagus.
Benarkah Tn. Saijo dalangnya?
Tak salah lagi.
Syukurlah kau datang,
ini untukmu.
Wah, terima kasih.
Orang Jepang baik sekali.
Kalau ini New York, ponselku pasti sudah dijual di pegadaian
dan kau menghilang.
Ini tindakan yang benar. Bukan karena aku orang Jepang.
Kau bukan orang Jepang?
Aku orang Jepang, meski kadang merasa seperti orang asing.
Aku paham. Aku juga begitu.
Karena kau memang orang asing.
Bukan… Kadang aku merasa seperti orang asing di Amerika.
Itu salah satu alasanku kemari.
Apa pekerjaanmu?
Aku baru kembali dari AS dan kini bekerja di organisasi nirlaba.
Penyelamat paus, ya?
Semacam itu. Menyelamatkan orang-orang.
Malah lebih sulit.
Organisasinya membantu keseharian lansia di rumah mereka,
terutama di pedesaan
dan menciptakan program hidup seimbang di perkotaan.
Bagian dari penerapan reformasi pertanian.
Mulia sekali.
Kau jurnalis?
Ya. Meliput Jepang dan kadang Asia.
Menarik.
Jadi, kau tipe cowok kaya, tampan, dan ramah yang gemar joging?
Sama sekali bukan. Yah, mungkin baik.
Keluargamu pasti kaya jika bisa menyekolahkanmu di Amerika.
Aku dapat beasiswa.
Tak kusangka masih ada beasiswa.
Ini zamannya sekolah memeras siswa.
Itu salah satu alasanku ingin menjadi sukarelawan.
Bagaimana nasib tersangkanya nanti?
Tergantung dirimu.
Apa pilihan terbaiknya?
Aku bisa memerintahkan agar dia dihabisi di tahanan.
Dia membunuh putraku.
Dia pantas dihukum.
Gara-gara aku,
Manabu tumbuh jadi orang seperti itu.
Itu salah Manabu.
Bukan.
Menyalahkan putraku memang mudah,
tapi akulah yang membesarkan putraku.
Bukan.
Ini salah kita.
Tn. Ogami.
Kita berdua hanya memikirkan negara saja.
Mengabaikan anak-anak kita.
Benar, bukan?
Jangan sampai kau menderita sepertiku.
Manabu sungguh anak baik.
Dia sering bergadang menungguku tiap malam,
tapi aku tak kunjung pulang.
Kematiannya bukan tanggung jawabmu.
Aku menutup mata
terhadap semua ulahnya.
Bukankah kau juga begitu, Tn. Ogami?
Apa aku salah?
Anak-anakku sudah dewasa.
Tidak, mereka bukan orang dewasa.
Mereka selamanya anak-anak bagi kita.
Sudah cukup. Aku menikah dengan orang lain saja.
Aku sudah telat menikah.
Apa kini kau membenciku?
Aku tak bisa menunggu lagi.
Nami!
Apa kau bisa mengajakku ke pesta ayahmu?
Aku tak bisa menulis artikelnya.
Kenapa?
Pengaruh orang itu terlalu besar.
Orang itu?
Kau tahu maksudku.
Maaf, tapi aku tak sanggup.
Suamiku
juga bersalah atas kematian putraku.
Bukankah ini cukup?
Pembunuhnya akan dihukum.
Publik akan bersimpati terhadapmu dan suamimu.
Simpati? Aku tak butuh simpati mereka.
Aku ingin putraku kembali.
Aku ingin putraku hidup kembali.
Ada temuan mengejutkan.
Saho, kau tak usah ikut.
Maksudmu?
Ini acara keluarga.
Aku juga anggota keluargamu.
Keluarga kandung.
Khusus yang berhubungan darah.
Pergilah dengan temanmu.
Apa?
Padahal tadi pagi kau mengeluhkan gaunku. Apa maksudnya ini?
Bukan apa-apa.
Tapi kau tak bisa ikut.
Apa?
Naiklah.
Kau sudah tahu semuanya, ya?
Untuk apa menghancurkan semua yang kau bangun dengan suamimu?
Dia sendiri yang mewujudkannya.
Tak ada kaitannya denganku.
Kalian suami istri.
Keluarga.
Keluarga apanya?
Kau sama saja dengannya.
Gara-gara suamiku, putraku mati.
Aku tak berdaya dan tak bisa mencegahnya.
Saat Manabu masih kecil, dia sering bermain dengan Ryu.
Apa kau akan setenang ini
jika Ryu yang mati?
- Maafkan aku… - Aku tak mengerti.
Kenapa kau ingin membongkar semuanya?
Jika kau sembunyikan semuanya…
Jika kau sembunyikan semuanya,
masyarakat takkan tahu dan memilih suamiku sebagai perdana menteri.
Kau pikir itu adil?
Nasi sudah menjadi bubur.
Pembunuhnya akan diadili.
Manabu akan dikenang
sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawanya.
Bagaimana dengan suamiku?
Terserah padamu.
Namun,
Dewa yang menentukan semuanya.
Dewa?
Maksudmu kau sendiri, Tn. Ogami?
- Selamat ulang tahun. - Terima kasih.
Ayah.
- Selamat ulang tahun, Kakek. - Selamat ulang tahun.
- Terima kasih. - Selamat.
Selamat ulang tahun.
Selamat merayakan ulang tahun.
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa lagi.
Perdana Menteri sungguh mau datang?
Ya. Berkat Tn. Ogami-lah, beliau bisa menjabat.
Selamat ulang tahun, Tn. Ogami.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Sekarang, marilah kita bersulang.
Hadirin diharap berdiri.
Mari bersulang
dipimpin oleh Perdana Menteri Shiori Watanabe.
Tn. Ogami, selamat ulang tahun.
Jepang dan dunia telah banyak berubah selama 70 tahun terakhir.
Anda senantiasa mendukung kemajuan negara ini,
berkontribusi demi kemakmuran bangsa dan warganya.
Dari lubuk hati terdalam, saya berterima kasih pada Anda.
Juga, pada keluarga Anda yang luar biasa.
Silakan angkat gelas masing-masing dan bersiap untuk bersulang.
Selamat ulang tahun.
Bersulang!
Bersulang.
Rumornya benar.
Negara ini berutang budi pada Ryutaro Ogami.
Terima kasih, Perdana Menteri.
RYU OGAMI
Di mana Ryu?
Lezatnya.
Entahlah. Belum ada kabar.
Putra kurang ajar.
Bisa-bisanya tak merayakan ulang tahun ayahnya.
Awas kalau bertemu nanti.
Sudahlah. Memalukan.
Sok sekali bicaramu.
Ini pesta Ayah.
- Kyoko. - Ya?
Di mana istri Ichiro?
Entahlah. Ichiro tak pernah cerita tentangnya.
Mau minum sampanye?
Tidak usah.
Oh, Ayah. Maaf terlambat mengenalkannya.
Ini Nami Kawabata.
Dia asistenku.
Aku datang dengannya.
Terima kasih sudah banyak membantu Ichiro.
Dengan senang hati.
Selamat ulang tahun.
Bisa bicara sebentar?
Ya.
- Aku mau ambil jus. - Aku ikut.
Selalu saja begitu.
Apanya?
Bukan apa-apa.
Belum saatnya Risa paham.
Jangan anggap aku anak kecil.
Tidak, kok.
Kakak selalu merasa paling tahu semuanya.
Kenapa bilang begitu?
Mustahil hidupku bisa sesempurna hidup Kakak.
Di mana Saho?
Dia tidak enak badan. Maaf.
Karena itu,
kau ajak selingkuhanmu ke pesta ini?
Bukan selingkuhan.
Dia asistenku.
Apa ayahmu ini
kelihatan mudah tertipu omong kosongmu?
Tidak.
Tidakkah kau pikirkan apa kata orang nanti
jika kelakuanmu seperti ini?
Ayah.
Selamat ulang tahun.
Lalu salamnya?
Maaf. Aku pulang.
Ayah senang kau pulang.
Ryu. Kau dari mana saja?
Lama tidak berjumpa.
Lama tidak berjumpa.
Nah, akhirnya semua berkumpul.
Ayo kita berfoto bersama.
Siap, ya. Senyum.
Padahal kau tak perlu jauh-jauh ke sini.
Sudah sepatutnya, 'kan?
Aku merasa perlu datang.
Terlalu riskan bertemu Perdana Menteri di depan umum.
Aku berutang budi padamu.
Sebenarnya, ada alasan lain.
Aku butuh bantuanmu.
Hasil tes narkobanya negatif.
Apa Ny. Takeuchi tahu soal narkobanya?
Tidak.
Seorang ibu sebaiknya tidak mengetahuinya.
Syukurlah akhirnya Anda bisa bertemu Ryu.
Ya.
Tapi aku terkejut dia datang.
Orang bisa berubah.
Tidak semudah itu.
Hanya situasi yang berubah.
Ryu sangat cerdas.
Tapi dia juga sangat naif.
Perdana Menteri meminta bantuanku.
Tapi ini yang terakhir bagiku.
Terakhir?
Membereskan masalah negara ini.
Di sisa-sisa umurku,
bagaimana aku harus menjalaninya?
Untuk diriku?
Negara?
Keluargaku?
MENTRANSFER…
MENTRANSFER DATA TERENKRIPSI KE EMG-054j
PROGRES DATA TARGET…
INI BARU AWAL
DARI AKHIR
SANG BURUNG HANTU
PENGGUNA TIDAK DIKENAL
INI BARU AWAL DARI AKHIR SANG BURUNG HANTU
Terjemahan subtitle oleh Rizky Soraya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.