Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kirim ke lab?
Tak ada indikasi. Vital dan saraf normal.
Dia jatuh tiba-tiba.
JAM KELIMA PUKUL 11.00 - 12.00
- Yang kosong? - Trauma 1.
Panggil Langdon atau siapa pun yang tidak sibuk.
- Apa masalahnya? - Kejang di ruang tunggu.
Terima kasih. Bagaimana di sana?
Kacau. Tak akan bisa ditangani semua.
- Lorazepam sudah diberikan. - Berikan 4 mg lagi.
Ya, tak ada riwayat. Sepertinya dia belum pernah ke sini.
Saturasi oksigen rendah, 90 pada 5 liter.
- Empat miligram lagi. - Tak bisa buka tutupnya.
- Plastiknya saja, bukan yang logam. - Aku tahu.
Berikan kepadaku.
- Aku bisa. - Baiklah.
Minta tes darah lengkap dan kateter untuk tes toksin urine.
Kusuntikkan 4 mg kedua.
Jika ini gagal, siapkan Keppra.
Tidak, berikan lorazepam lagi. Sudah kuresepkan.
Dia sudah diberi 8 mg. Napasnya bisa berhenti.
Maka lakukan intubasi. Kadang pasien butuh banyak.
- Berapa lama dia kejang? - Empat menit lalu.
Dia mulai kejang di ruang tunggu. Sudah diberi 8 mg lorazepam.
Mau ganti ke Keppra, tetapi dr. Langdon tak setuju.
Mau coba 2 mg lagi sebelum itu.
Pasien dr. Langdon, dia yang putuskan.
Dennis Whitaker, ini Bob Chazen,
pesepeda 53 tahun, cedera kaki sepuluh hari lalu saat menuju Utah.
Aku di Moab, turun bukit dengan cepat dan kakiku terjepit pedal.
Astaga. Itu luka lecet yang parah.
Di White Rim Trail.
Kuberi Neosporin dua kali sehari,
tetapi sekarang sakit saat berjalan.
Apa yang kau lihat, Whitaker?
Bagian luar luka tampak selulitis.
- Apa itu? - Infeksi bakteri.
Kau perlu diberi antibiotik oral.
- Sudah kuduga. - Di tengah luka?
Itu hematoma biasa.
Yang bisa kau bersihkan.
Dia angkat kulit mati yang menutupi luka,
agar cepat pulih.
- Aku segera kembali. - Ada pertanyaan.
Pakai gunting Iris, forsep bergigi, dan kain kasa steril.
Tidak, ini soal...
Pria yang melepuh? Benarkah?
- Dia di daftar pasien berikutnya. - Aku memang mengacau tadi.
Kau tak mengacau. Pasien meninggal. Itu biasa terjadi.
Jangan mengamputasi kaki Pak Chazen.
Baiklah. Hei.
Dua miligram lorazepam lagi.
- Totalnya sepuluh. - Aku tahu.
Dia masih kejang.
Hubungi pernapasan. Kusiapkan baki intubasi.
Dia tak butuh itu.
Dr. Santos, apa definisi status epileptikus?
Kejang lebih dari lima menit
atau dua kali kejang tanpa pemulihan di antaranya.
Bagus.
- Aktivitas kejang berhenti. - Juga sangat bagus.
Pernapasan spontan, volume pernapasan baik.
- Saturasi 98. - Selamat datang kembali, Pak Marino.
Lakukan pengisian Keppra secara perlahan dan aman.
Bagus, Dr. Langdon. Aku di Pusat jika kau butuh aku.
Pasti obat ini cacat. 8 mg harusnya berhasil.
Menurut buku kedokteran daruratmu.
Kadang butuh lebih banyak. Kau akan tahu.
- Kenapa tak bisa kubuka? - Karena kau magang.
Kau harus memercayai dokter residen senior,
terutama di depan dokter jaga.
Kini, periksa hasil laboratoriumnya, jaga dia sampai dipindahkan ke CT
dan taruh selimut di pagar samping untuk pencegahan kejang.
Itu akan sakit?
Tidak. Kulitnya mati. Tak akan terasa apa pun.
Pertama kali di Moab?
Tidak. Aku anggota klub. Gears dan Beers.
Kami mulai bersepeda ke Frick Park selama pandemi,
cuma aktivitas agar bisa keluar rumah.
Namun, semua menikmatinya. Kini kami berkelana naik sepeda.
Lakukan sesuatu!
Hei!
Aku butuh bantuan di sini! Astaga.
Hei. Ada apa?
- Ada arteri di bawah lecet darah. - Biar kulihat.
- Astaga! - Astaga.
Dasar pemula.
Hai. Namaku dr. King. Kami bisa obati.
Kau memotong arteri?
Tidak. Aku menusuk bagian atas lecet darah,
tetapi ada arteri tersembunyi.
Tersembunyi? Kau tak tahu itu ada di sana?
Bukankah kau harus tahu anatomi dasar untuk jadi dokter?
Dia mahasiswa.
Apa-apaan? Mahasiswa?
Tidak. Bisakah kau membantuku? Bisakah kau mengobatinya?
Tentu saja.
Pertama, kami pasang sabuk TD untuk menghentikan pendarahan.
Sedikit ke depan. Sudah.
- Baiklah. Bisa dilepas. - Sungguh?
- Syukurlah. - Syukurlah.
Whitaker, ambil 10 cc lidokain 1% dengan epidural.
Baik.
Suntikan itu membuat mati rasa, menyempitkan pembuluh darah,
agar kami bisa menjahitnya.
Apa yang terjadi di sini?
Laserasi arteri tersembunyi di bawah vesikel.
Pendarahan berhenti pada 180 dengan sabuk TD.
Kini kami suntikkan lidokain dengan epidural.
Terima kasih, Dr. King. Siapkan baki jahitan pakai nilon 3-0.
Baik. Satu peniti dan...
Dokter, bisakah kau saja yang menanganinya?
Kau bisa, Whitaker.
Pengejaran ambulans disiarkan di TV.
- Saluran apa? - Semua.
Menurutmu, berapa nilai mobil terendah seharusnya?
Lima belas.
Bagus.
Boleh nyalakan TV di ruang tunggu?
Boleh. Kuharap di mana pun itu berakhir, bukan di zona kita.
- Punya waktu sebentar? - Tak pernah ada sebentar. Katakan.
Kurasa botol lorazepam untuk pasien terakhir kami bermasalah
dan harus dilaporkan ke produsen obat.
Apa masalahnya?
Tutupnya sulit dilepas, tertutup sangat rapat.
- Mungkin menimbulkan masalah. - Seperti?
Mungkin suhunya tidak terkontrol dengan baik selama transportasi
dan segel botol meleleh,
bisa menyebabkan obatnya rusak.
Ada botol lain yang serupa?
Hanya botol ini.
Baiklah.
Periksa situs produsen, mungkin ada penarikan nomor seri itu.
Kalau ini baru kasus pertama?
Simpan botolnya jika ada masalah lain.
- Hei. Lihat siapa yang datang. - Hei.
Jake si Ular.
Ini pukul 11.00. Harusnya kau sekolah, 'kan?
- Ibu izinkan bolos untuk Pittfest. - Kabar ibumu?
Dia renovasi rumah di Squirrel Hill
dan sangat sibuk.
- Keren. Kau mencari Robby? - Ya. Tiket kami ada padanya.
Pergi bersama?
Harusnya begitu, tetapi kuputuskan pergi dengan teman.
Siapa namanya?
- Leah. - Baiklah.
- Baiklah. - Jangan malu.
Kami butuh detailnya. Kenal di mana? Berapa lama pacaran?
Kenal di penjaga pantai junior musim panas. Pacaran dua bulan.
- Ya, dia hebat. - Baguslah. Aku turut senang, Nak.
Akan kucari Robby. Kuberi tahu kau di sini.
Hei.
Sedikit saran, antar pria.
Selalu puji pakaiannya, pegang tangannya di depan temanmu,
pakai kondom saat bercinta.
Baiklah.
Perlahan turunkan tekanan sampai menemukan titik yang tepat.
Aku melihatnya. Tepat di sana.
Baiklah. Kini kau bisa buat jahitan delapan.
Aku belum pernah melakukannya.
- Kau harus melakukannya. - Kau saja.
Whitaker bisa. Itu mudah. Dua jahitan dalam satu.
Buat area besar, jahitan biasa di anterior tempat pendarahan.
Baiklah.
Baiklah.
Sebelum mengikat, arahkan satu lagi ke belakang.
Bagus. Ikat biasa untuk angka delapan.
Apa yang kulewatkan di sini?
Maafkan aku. Aku hanya...
Penanganan bagus dan selamatkan nyawa Pak Chazen.
- Benarkah? - Benarkah?
Benarkah?
Ada arteriol terpotong di bawah vesikel.
Jika Pak Chazen pulang tanpa pembersihan,
lecet bisa terkikis karena pendarahan.
Kerja bagus.
Mungkin dia sudah siap menangani lebih banyak pasien.
Ya.
Baiklah.
Berikutnya, kuku kaki yang tumbuh ke dalam.
Seharusnya bisa cepat. Lalu...
Sherry, kau kembali. Anak-anak ke sekolah, ya?
- Ya. Terima kasih. - Baiklah.
Ikut aku. Kita selesaikan perawatan lukamu.
- Earl, sedang apa di sini? - Aku lapar.
Kembalilah, kami ambilkan roti lapis.
- Jangan selada telur. - Ya.
- Ayo. - Permisi.
Aku di sini lima jam lebih. Lebih lama dari wanita itu.
Bisa periksa daftarnya? Driscoll. Doug Driscoll.
Semua orang ditangani secepatnya sesuai urutan perawatan medis.
Kecuali mati saat menunggu.
Bisa lihat itu? Saatnya kau dirawat lagi.
- Syukurlah. - Kau bisa urus Pak Driscoll?
Tentu saja.
Sherry, kau bersamaku.
Ya, mari kita tangani ini.
Aku butuh waktu sebentar.
Kuberi 20 dolar ke eks EMT yang kesal dan tertangkap di luar zona kita.
Akan kuterima uangmu ketika kekacauan ini selesai,
tetapi ini soal pasien.
Kristi Wheeler, 17 tahun, hamil.
Ini pengukuran janin Abbot kemarin dan ini pengukuranku.
10-5 dan 11-2. USG adalah seni, bukan sains.
Bahkan di tangan terbaik,
beda perkiraan usia bisa terjadi 3-5 hari pada trimester pertama.
Risiko besar kesalahan.
Tidak, jika kau melakukan aborsi medis
dan melewati batas waktu 11 pekan.
Mungkin juga ada variabilitas intraoperator.
Aku mengukur kantung kehamilan 11-3 dan diameter biparietal 11-1.
Tak ada pengukuran apa pun di bawah 11 pekan.
Apa maksudmu? Abbot mengurangi ukurannya
untuk membantu remaja melakukan aborsi?
- Mungkin. - Maka, kau punya dua pilihan.
Pakai ukuran Abbot atau ulangi pengukuranmu,
memilih sudut yang menunjukkan 11 pekan atau kurang.
Kau bercanda?
Kau siap bergulat dengan komite etik
dua jam lalu untuk kesampingkan anak Pak Spencer. Kenapa berubah?
Itu dua kasus berbeda.
Sudah jelas bahwa Pak Spencer tak akan bertahan.
Memalsukan rekam medis untuk Kristi adalah hal ilegal.
Dia 17 tahun, berhak menjalani hidup.
Tentu saja.
Namun, aku tak mau membahayakan masa depanku.
Tak ada bahaya.
Jika ada yang tahu aku memalsukan rekam medis,
aku akan dikeluarkan dari program residensi.
Kau punya masa jabatan.
Risiko terburuk, kau harus ambil pekerjaan di Youngstown.
Risiko kita tidaklah sama.
Kau benar. Akan kulakukan.
Apa?
Hapus riwayat, fisik, dan kesanmu dari bagan Kristi.
Seakan tak pernah jumpa dia. Kutangani dia.
Kuselesaikan bagan baru dan mengunggah citraku.
- Aku tak memintamu... - Ini keputusanku.
Aku penyedia bersertifikat untuk Mifepristone. Kau bukan.
Sebagai dokter bijak, harus periksa pasien sebelum...
Robby.
- Ya. - Jake di sini.
Hai. Bagus. Ada kabar soal hasil studi perfusi Nick Bradley?
- Masih menunggu. - Kabari aku.
Orang-orang ini sudah cukup melaluinya.
- Apa itu Pak Spencer? - Ya.
Robby?
Permisi sebentar. Aku mau bertemu anak-anak Pak Spencer sebelum pergi.
Kau tampak pucat. Kau tak apa?
Aku butuh tidur nyenyak.
Kuambilkan keju panggang sebelum makan siang.
Warna pipimu akan pulih.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Ada yang bisa membantuku?
- Ini ibuku. Dia jatuh. - Apa yang terjadi?
Aku jatuh di halaman. Tanganku cuma terluka.
Kami memeluk tembok ini hampir satu jam.
- Tenang. Cuma periksa vital. - Bu, ada banyak luka.
Aku terjatuh di semak mawar. Aku akan baik-baik saja.
Namaku dr. King. Ini Perlah. Siapa namamu?
Ginger Kitajima. Aku putrinya, Rita.
- Ginger, apa kepalamu terbentur? - Tidak.
Ada kemungkinan dia pingsan?
- Aku tersandung. - Entahlah.
Aku sedang mandi, dia keluar.
Dia tidak boleh keluar tanpa aku.
Dia butuh bantuan untuk aktivitas harian.
- Kau pengasuh utama? - Hanya aku pengasuhnya.
Bu, kau minum obat apa?
Hanya satu.
Risperidon. Ibuku penderita skizofrenia.
Tekanan darah 132 per 78.
Denyut 84. Saturasi 98.
Aku tak pernah lihat wanita muda ini. Ada orang baru?
Sanjungan akan membawamu ke mana-mana.
Jatuh di tanah. Vital baik.
Tak ada trauma kepala dan gangguan mental, cuma cedera bahu.
Apa perutmu sakit?
Tidak. Lain kali, belikan makan sebelum lakukan itu.
Ayo lakukan tes laboratorium dasar dan berikan obat pereda nyeri.
Kabari hasil rontgen. Ibumu di tangan yang tepat.
- Kau pergi secepat itu? - Aku tidak pergi jauh.
- Aku akan menunggumu. - Aku tak sabar.
- Lebih dari sekadar vital bagiku. - Kau masuk daftar, Harley.
Sial. Tidak. Perlah.
- Maaf. Kutarik kembali. - Terlambat. Kau ada di daftar.
PENGEMBALIAN BERHASIL
KREDIT PENGEMBALIAN: 1 KREDIT TERSEDIA: 2
Baiklah.
BUKA PINTU 4
Apa?
Aku suka bokong besar Dan aku tidak bisa berbohong
Kau mengejutkanku.
- Mau bercinta, Nak? - Apa?
Permisi, Myrna. Aku mau bahas masalah rahasia pasien
dengan kolegaku. Kami butuh privasi.
Sampai nanti, Manis.
- Abaikan Myrna. Dia tak berbahaya. - Dia diborgol.
Itu sebabnya dia tak berbahaya.
Kau harus mengatasi infeksi telinga Ozzie.
Obatnya di kulkas.
Anjing kami punya alergi parah.
Kuubah pesanan makanan Ruby ke hari Senin.
Dasar mata duitan. Cuma suka barang bagus.
Ibu dan anak sama saja.
Aku senang kalian bisa tertawa.
- Saling bercanda. - Saling membahagiakan.
Maaf. Tidak bermaksud lembek di depanmu.
Kau bercanda? Kalian berdua romantis.
Tak ada cinta seperti ini bagi pasangan suami istri.
Orang tuamu tak suka bermesraan?
Ayahku wafat saat aku 13 tahun.
- Aku turut berduka. - Ya, aku juga.
Dia alasanku masuk kedokteran
dan melakukan penelitian tentang kesenjangan ras di IGD.
Aku meninjau grafik retrospektif lima tahun pasien kulit berwarna.
Karena itu kau tahu hal yang menimpaku?
Kami tidak menangani sel sabit sebaik di rumah sakit lain.
Semoga bisa berubah.
Status, Dr. Mohan?
Transfusi darah dan oksigen hidung aliran tinggi,
tetapi saturasi oksigen turun. Kini 84.
- Itu sangat rendah. - Benar.
Tujuan transfusi
adalah mengurangi persentase hemoglobin sabit di bawah 30%.
Ini tak terjadi pada tingkat yang dibutuhkan,
sehingga darahmu tak bisa membawa oksigen
dan sel darah makin tersumbat.
- Apa artinya? - Dr. Mohan.
Untuk mencegah strok atau serangan jantung, kau harus diberi oksigen,
tetapi melalui intubasi.
Berapa lama kami bisa menunggu?
Sindrom dada akut bisa terjadi dengan cepat.
Itu penyebab kematian paling umum pada pasien sel sabit.
Harus diintubasi.
Aku tak tahu.
Akan kuberi Ondine dan privasi untuk berunding.
Kau ingin jadi teman, tetapi harus jadi dokter Joyce.
Minta dia meneken formulir persetujuan dan siapkan intubasi.
43, 44, 45, 46, 47.
Kau tak bisa kalahkan rekorku.
Bagaimana cara bertahan sampai 80?
Usiaku 17 tahun. Aku lebih bugar darimu.
- Anak itu tampak seumuranku. - Benar.
Dia kenapa?
Remaja 18 tahun, stres, minum obat dari Internet agar bisa tidur.
Ternyata dicampur fentanil.
Apa dia akan selamat?
Huckleberry yang malang.
Belum sampai pukul 11.30 dan kau sudah turun jabatan.
Cuma ada seragam kamar mayat dalam ukuranku.
Sebaiknya, kau tak mengacau hal lain hari ini.
- Hei, Donahue. - Hei.
Ikut kejar-kejaran ambulans?
Ya. 20 dolar untuk menangkap, memotong, di luar zona kita.
Pemberani. Aku suka itu.
Apa yang bisa kubantu?
Pertanyaan hipotetis. Apa kau akan melaporkan kepala residen ke dokter?
Secara hipotesis, sebaiknya tidak,
kecuali itu masalah perilaku atau pelecehan.
Jika begitu, kau bisa membuat laporan rahasia ke SDM.
Kalau terkait perawatan pasien?
Tergantung. Jika itu hal kecil, biarkan saja.
Jika membahayakan pasien, harus dilaporkan.
Pilih pertempuranmu. Kau tak mau jadi pemagang yang lancang.
- Ya? Masih membuka. - Ya.
Akan kutambahkan obat bius, agar kau lebih mati rasa.
Ini salahku.
Seharusnya aku tak mencoba membuat s'more daripada Sterno,
tetapi mereka terus memintanya.
Ya. Semua demi anak-anak.
Ya. Kau punya anak, bukan?
Ya. Putraku 11 tahun.
Saat umurnya delapan tahun, dia minta berkemah saat ulang tahun.
Kami berkendara empat jam ke New River Gorge.
Butuh sejam untuk mendirikan tenda.
Tebak berapa lama bertahan?
Tiga jam?
37 menit.
Tiba-tiba ada badai, tenda penuh air.
Aku merasa seperti disiram ke toilet.
Maafkan aku.
Kami lari dari sana seperti tikus got.
Lalu, rayakan ulang tahun pukul 02.00 dengan Happy Meal.
Anak-anakku tak akan mau begitu untuk Happy Meal.
Ya, mereka pasti punya McDonald's yang mewah di Shadyside.
Ya.
Di situkah tempat tinggalmu? Itu alamat di berkas pasienmu.
Secara teknis, tidak.
Kupakai alamat itu agar anak-anakku bisa sekolah yang layak.
Benar.
Memang ilegal, tetapi cuma sementara.
Astaga. Tak ada yang menilaimu.
Putraku yang utama, apa pun yang terjadi.
- Ya. - Meskipun aku harus hidup tanpanya.
Aku tahu. Aku seorang dokter, 'kan? Akan seburuk apa?
Namun, aku mantan pecandu.
Hak asuh atas anakku dicabut.
- Aku tak pernah menyangka. - Ya.
Aku menjalani masa sulit sebelum mendapat bantuan.
Aku sadar sekarang selama 9 tahun, 5 bulan, dan 11 hari.
- Kalau putramu? - Dia baik.
- Baiklah. - Kini lebih baik.
Dia bisa tinggal bersamaku tiap dua akhir pekan
dan hak asuh bersama akan dikembalikan
setelah aku benda menyebalkan ini dilepas pekan depan.
Tenang. Aku hanya membunuh tiga orang.
Astaga. Aku bercanda.
Aku bercanda. Maaf. Itu lelucon buruk.
Itu hanya karena...
kesalahpahaman besar.
Kurasa aku terlalu banyak bicara karena aku ingin kau tahu
tak semua orang bisa menyelesaikan masalahnya.
Ya.
Aku sedang kesulitan.
Aku merasa seperti ibu yang buruk.
Setiap hari sangat sulit.
Entah apa yang akan terjadi besok atau lusa.
Terkadang aku berpikir apa mereka akan lebih baik tanpaku.
Sungguh? Apa kau...
Bukan seperti itu.
- Aku mengacau. - Ya.
Entahlah.
Kau ibu mereka.
Kau menyayangi mereka Kau tak tergantikan.
Ya.
Kau berhak mendapatkan sedikit kasih sayang.
Bersikaplah baik pada dirimu.
Hasil EKG dan rontgen dadamu normal.
Namun, kau mengalami fraktur humerus proksimal di tangan kiri.
Itu dia pukulan backhand.
Itu lelucon, Sayang.
Karena frakturnya tidak bergeser,
kabar baiknya, tak perlu operasi.
Itu melegakan.
Kabar buruknya, kau harus memakai gendongan setidaknya enam pekan.
Harus kutegaskan
bahumu tak boleh bergerak beberapa pekan ini.
Artinya, kau harus lebih giat lagi,
karena selain kegiatan harianmu,
kau juga harus membantu ibumu mandi, berpakaian, dan menggunakan toilet.
Maafkan aku, Bu.
Ini tak akan terjadi jika aku lebih cekatan.
Jika lebih cekatan, kau akan kembali ke rahimku.
Semua akan baik-baik saja.
Aku tahu betapa sulitnya.
Aku pengasuh utama saudariku sampai sekian pekan lalu.
Di mana dia sekarang?
Dia di fasilitas bagus di North Hills.
Aku memang menjadi beban,
tetapi aku suka di rumah sendiri,
hanya aku dan putriku.
Kau bukan beban, melainkan ibuku.
Aku akan merujukmu ke ortopedi.
Mereka akan menyiapkan terapi fisik dan latihan.
Kau beruntung memiliki putri yang penyayang.
Aku tahu.
- Subaru merah di parkiran ambulans? - Ya, itu milikku.
Pindahkan untuk ambulans.
- Maaf. - Baiklah.
Kuantar Rita keluar. Perlah, bisa temani Ginger?
- Aku segera kembali. - Ya.
Baiklah. Silakan.
Dengar. Resep ibumu kutaruh di apotek.
Saat kau kembali dari memarkir,
dia seharusnya siap dipulangkan. Jangan khawatir.
Semua akan kembali normal beberapa pekan lagi.
Aku ragu apa itu normal lagi.
Aku bahkan lupa terakhir tidur nyenyak. Itu hanya...
Itu berat.
Ada yang membantu di rumah?
Kuharap. Hanya ada kami.
Kusewa asisten paruh waktu guna membantu saudariku saat aku kerja.
Itu sangat membantu.
Itu di luar jangkauan anggaran kami. Aku bekerja dari rumah.
Lalu ada memasak dan membersihkan,
juga janji temu dokter.
Tak ada habisnya.
Kelelahan pengasuh memang berat.
Kau harus menjaga diri.
Jika tidak, kau akan berakhir di sini juga.
Aku masih tak paham kenapa Kristi harus lalui ini
dengan dokter ketiga.
Ya, itu salah kami.
Rekam medis terkomputerisasi sering bermasalah
dan citra dr. Collins tak diunggah dengan benar.
Dari ubun-ubun sampai bokong, kepala sampai bawah bokong,
itu cara mengukur usia kehamilan. Kini sudah 10 pekan dan 6 hari.
- Bisa aborsi dalam sehari? - Aku akan memesan obatnya.
Dr. Collins akan menjelaskan petunjuk minum obat
begitu kembali dari apotek.
- Terima kasih, Dr. Robby. - Aku senang bisa membantu.
Lebih senang lagi ada ibu yang mendukung.
Baiklah. Jaga dirimu.
- Terima kasih sudah menanganinya. - Sama-sama.
Robby, ada Emma Isaacs di saluran tiga.
Dia konselor donor organ.
- Mau bicara ke orang tua Nick. - Ya.
Ada masalah apa?
- Tak ada. - Aku tak percaya.
- Kumohon. - Apa? Kalian pernah pacaran.
Kami berkencan sebentar dan itu sudah lama. Tak pernah lagi.
- Jangan pernah berkata tidak. - Tenang, Jane Austen.
Wanita itu terlalu banyak protes.
Jake.
Itu dia. Pria, mitos, legenda.
Ada anak mencuri tiket konserku dan berikan ke seorang gadis.
- Di mana dia? Bisa bertemu? - Butuh bantuan.
- Sebentar. - Baiklah.
Travis Johnson, 17 tahun, operasi amandel 10 hari lalu di St. Michael.
Mulai muntah darah sejam lalu. Vital baik.
Hei, Travis. Aku dr. Robby. Jumlah darah?
- Muntah dua kali. - Buka mulutmu.
Hei, Whitaker, Jesse. Pendarahan pascaoperasi amandel.
Nebulisasi asam traneksamat, cepat.
- Baiklah. - Ayo. Trauma Dua.
Ini bisa memburuk dengan cepat. Siap?
- Aku bisa... - Tentu.
Siap? Ini dia. Satu, dua, tiga.
Tarik napas panjang, pelan, dalam. Itu membantu pembekuan darah.
Ada masalah medis?
Cuma radang tenggorokan. Itu sebabnya aku dioperasi.
Minum aspirin? Ada obat lain?
Kedua paru-paru bersih, tak ada stridor.
Baiklah. Kau mual? Perutmu sakit?
Tidak.
Laboratorium?
CBC, BMP, mungkin koagulasi.
- Tambahkan jenis dan skrining. - Ya.
Saturasi oksigen baik, 98%. Tekanan darah 115 per 80.
Bagus. Empat kali empat pada tang cincin. Mari kita lihat.
Baiklah. Bersandarlah, buka mulut lebar-lebar.
- Lihat apa? - Tak ada pendarahan aktif.
Ada benda putih dan cokelat tua di daerah amandel.
Bagus. Itu gumpalan fibrinous. Artinya asam traneksamat bekerja.
Orang tuamu kemari?
Di Baltimore, ada pernikahan. Tak mau ganggu mereka.
Percayalah. Mereka orang tuamu dan kau di IGD.
Tak mengganggu.
Tulis nomornya, akan kuhubungi.
Hubungi bagian Kepala dan Leher. Temani dia.
Bagus. Pen.
Boleh aku minta...
Sam Wallace, orang baik hati penyelamat wanita Nepal,
akan menjalani CT kepala lagi
untuk memastikan perdarahan intraparenkim tak meluas.
Kurangi dosis sedatif. Jika sadar,
- cek parameter ekstubasi. - Ya.
Formulir persetujuan Joyce untuk intubasi sudah selesai?
- Belum. - Astaga...
Dia takut. Kuberi waktu...
Untuk apa? Atur pemakaman? Joyce hipoksia pada 84.
Jika ini berlangsung lebih lama,
paru-parunya akan rusak permanen, serangan jantung...
- Aku tahu. - strok, kematian.
- Aku tahu. - Bertindaklah. Sekarang.
Duduklah, kami akan segera menanganimu.
Aku pernah dengar omong kosong itu.
Astaga.
Aku diminta kembali ke sana
untuk memasukkan termometer ke mulutku.
"Ulangi pemeriksaan vital tiap empat jam."
Astaga. Kau lihat mobilnya oleng dan hampir menabrak taksi?
Aku harus segera pergi.
Itu akan mengacaukan lalu lintas ke Pittfest.
- Bagus. Kau pergi dengan Robby? - Seharusnya.
Namun, aku punya pacar dan dia ingin melihat band, jadi...
Kau tinggalkan pria tua itu demi gadis seksi.
Aku pernah melakukannya.
Tahun senior, Lollapalooza, aku bertemu pria ini.
Namanya Rich. Atau Rick? Tidak masalah.
Namun, dia mirip dengan Dave Navarro.
Angin yang hangat, rumput yang sejuk, sejuta bintang di langit.
Seks terbaik dalam hidupku.
Bercinta di tempat umum?
Kami memakai selimut.
Itu berbalik, Sayang.
- Ayo kemari. - Sial.
Aku bertaruh uang untuk tabrakan di Beaver County.
- Lebih baik aman daripada menyesal. - Baiklah.
- Terima kasih. - Hei. Apa kabar?
Di mana Rita?
Dia memarkir mobil. Seharusnya tak lama.
Mau menghubungi ponselnya?
- Dia jawab? - Pesan suara.
- Itu aneh. - Hei.
Pengasuh tunggal, kewalahan, kelelahan.
Aku menyuruhnya istirahat,
tetapi kau pikir dia membuang ibunya?
Bisa jadi.
Kau harus gunakan salep antibiotik dua kali sehari
dan memeriksa lukanya dua hari lagi.
Mateo, bisa ambilkan sampel untuk dua pekan?
- Ya. - Terima kasih.
Terima kasih. Aku sangat menghargainya.
Ya. Tidak masalah.
Kiara sudah datang?
- Tidak. Siapa dia? - Kiara.
Pekerja sosial rumah sakit.
Dia membantu soal rumah, pengasuhan anak, makanan...
- Kau beri tahu dia? - Tidak, aku...
Semua gratis. Manfaatkan saja.
Cukup!
Aku tak butuh bantuanmu.
Pidato bagus. Lain kali, jangan ikut campur.
Kau pernah dengar dampak dari niat?
Aku tak sengaja mempermalukan siapa pun.
Namun, kau melakukannya.
Kau tak bicara dengan Sherry atau menanyakan kebutuhannya.
Kau malah ke sini dan mendiktenya.
Kau harus bertindak perlahan, mengikuti situasi,
dan mendengarkan, alih-alih menghakimi orang.
- Bukan begitu. - Astaga.
Kau terus mengawasiku seharian.
Mungkin perspektifku lebih baik karena aku pernah di kedua sisi,
tetapi kita harus memikirkan situasi mereka.
Mendengar dan membangun kepercayaan membuat kita dokter lebih baik.
Jadi orang lebih baik.
Maafkan aku.
Aku tak menceritakan semua ini untuk menegurmu.
Aku berusaha mengajarimu dan membantumu.
Tunggu. Bagaimana dengan Sherry?
Aku ragu dia kembali.
Sayangnya, ada lebih banyak lagi seperti dia.
Tidak. Dia operasi di St. Michael's, tetapi dia di sini sekarang.
Tidak, dia tidak membawa mobil. Orang tuanya ke luar kota.
Bagaimana aku mengirimnya ke St. Michael's? Panggilkan Uber?
Kau tak bisa... Itu tidak membuat...
Hei. Halo?
Ada apa?
Mereka bilang bukan tugas mereka memperbaiki masalah rumah sakit lain.
Jangan khawatir. Aku akan bicara dengan dokterku...
Sial.
Aku butuh bantuan!
Ayo, buka mulutmu.
Perdarahan pascatonsilektomi.
Yankauer dan tongkat spons.
Tadi stabil. Lalu baru terbuka.
Hubungi bank darah. Dua unit, seluruh darah. Saluran kedua.
Kepala dan Leher tak mau merawatnya.
- Bajingan. - Takikardia 120. Saturasi turun 90%.
Ambil kanula hidung aliran tinggi, 100 ketamin.
Siapkan GlideScope.
Hentikan isapan. Kucoba tekanan langsung.
Jika Kepala dan Leher masih tak mau ke sini, panggil Garcia.
Kau baik-baik saja.
Sebelum mulai, mari kita berbincang.
Ini Joyce St. Claire.
Intubasi endotrakeal untuk hipoksia akibat sindrom dada akut.
Kami akan gunakan video laringoskopi dan tabung 8-0 dengan 7.5.
Induksi dengan 75 propofol, 100 rocuronium.
Baik.
Sebagai cadangan, kami siapkan bougie dan LMA.
Ya.
Ada pertanyaan atau masalah?
Aku ingin terjaga.
Kami tak bisa lakukan intubasi seperti itu.
Maksudku setelah itu.
Setelah itu, kami kurangi bius.
Kau tak akan bisa bicara,
tetapi bisa pakai pena dan kertas atau ipad untuk berkomunikasi.
Aku mencintaimu.
Sampai akhir hayat.
- Robby, Trauma Dua sekarang. - Tangani intubasi?
Tentu saja.
Apa yang terjadi?
- Pendarahan terbuka. - Ketamin untuk intubasi.
- Saturasi 97. - Temukan saluran napas?
Ayo. Baringkan dia.
Terus beri tekan.
Cuma ada darah. Tidak tampak salurannya.
Saturasi 94.
Tak cukup untuk slang dengan tongkat spons.
Jika kutarik, darahnya akan lebih banyak.
Kau tak mengamankan jalan napas.
- Dia usahakan. - Bougie.
Baki krikotirotomi dan siapkan leher.
Tunggu. Masuk dengan bougie. Mungkin bisa merasakan cincin trakea.
Bisa buat tiga saluran dengan Madonna. Minggir.
- Belum ada. Tekanan. - Harap beri ruang untukku.
Tunggu. Kita bisa coba intubasi retrograde.
- Apa? - Tak ada halangan.
Kita cuma tak bisa melihat.
Jadi, ambil jarum, lalu tusukkan ke krikotiroid.
Kabel pemandu ke atas dan keluar dari mulut, tabung ET di atas kabel.
- Aku belum pernah lihat. - Saturasi 90.
Tak ada waktu akal-akalan. Saatnya krikotirotomi.
- Ini akan cepat. - Satu kesempatan, lalu kutangani.
Propofol dan rokuronium siap.
Kita tunggu obat bius mulai bekerja.
Haruskah dr. Robby di sini?
Dr. Mohan dan aku sudah lakukan ratusan hal serupa.
Aku mengantuk.
Aku di sini, Sayang.
Baiklah. Sudah masuk.
Kabel pemandu.
Beri tahu saat kau mulai merasakannya di atas.
- Belum ada. Isap lagi. - Aku berusaha.
Masih tak ada.
Terus rasakan. Pasti ada di suatu tempat.
- Sebentar lagi. - Saturasi turun ke 89.
- Ini gagal. - Beri aku waktu.
Sampai henti jantung?
Astaga. Pasienku mati lagi.
- Diam, Whitaker. Ayo lakukan. - Saturasi turun ke 87.
Aku akan alihkan kabelnya.
Saturasi masih turun. 86.
Kau bisa.
Ondine, jika kau mau, kau bisa menonton di layar.
Aku tak apa.
Kau mahir melihat dari kabel, Dr. Mohan.
Sudah selesai.
Beri napas buatan.
- Suara napas baik di kedua sisi. - Saturasi 92 dan meningkat.
Itu saja? Sudah selesai?
Ya. Semuanya berjalan sempurna.
- Berapa lama sampai dia membaik? - Tergantung.
Bisa beberapa hari hingga pekan
agar paru-paru pulih dari sindrom dada akut.
Aku bisa minta IGD siapkan kursi untukmu di kamar Joyce
agar kau bisa menemaninya.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
Jaga dirimu.
Saturasi 84. Kita harus beri veintilasi.
- Belum terlihat. - Isap terus.
Cukup. Lepas kabelnya. Kulakukan krikotirotomi.
- Kami sedang berusaha. Maaf. - Tunggu. Aku menemukannya.
Belum ada saluran napas.
Biarkan laringoskop di sana agar slang bisa masuk.
Masukkan slang T melalui kabel.
- Ayolah. - Pegang kabel.
Jangan lepas kabel itu.
Kuberi kau kelonggaran agar bisa melewati kabel.
Ya, aku merasakanmu di trakea.
25 sentimeter di bibir.
Itu harusnya berhasil. Tarik kabelnya, ventilasi.
Balon siap.
Kuning pada CO2. Itu bagus.
Bagus sekali.
- Suara napas baik secara bilateral. - Saturasi naik.
90, 92.
Simpan pisau bedah itu untuk lain hari.
- Kalian beruntung. - Tidak. Kami berbakat!
- Tempelkan perban ke gumpalan. - Ya.
Minta infus propofol dan fentanil.
Senang kau bergabung, Dr. Flores.
Maaf. Aku terjebak pembedahan leher radikal yang mengerikan.
- Masih berdarah? - Tidak jika ditekan.
Kami atasi napas. Kau tangani darah.
- Operasi siap. - Jadi, aku bisa batalkan Uber?
Bawa dia ke atas.
Tongkat spons baru untukmu, Whitaker.
- Mau kutemani... - Itu pasienmu.
Kau bekerja dengan baik. Ahli anestesi akan melanjutkan.
- Kau bisa? - Ya.
Ganti pakaian bersih saat kembali.
Maaf itu tadi lama. Aku hanya...
Tak perlu. Tindakanmu di sana,
membina hubungan dengan pasienmu,
mendapatkan kepercayaan mereka, itulah intinya.
Robby tidak berpikir demikian.
Jangan khawatir.
Aku harus minta maaf kepadamu.
Slo-Mo, kau pantas mendapat yang lebih baik.
Pertahankan, Dr. Mohan.
Belajar dari mana?
Intubasi retrograde, spesialisasi Adamson.
Belajar dari yang terbaik.
Kau juga lumayan, Profesor.
Tadi agak sulit. Namun, kau tetap tenang.
Kandidat yang mereka inginkan untuk Beasiswa Pendidikan Kedokteran ED.
Mungkin ada lebih dari 50 pelamar untuk satu slot.
Ya, mungkin. Namun, aku tahu mereka memilih seseorang
yang mereka tahu dari pengalaman punya keahlian untuk sukses.
Setidaknya, itu isi surat rekomendasiku.
Terima kasih.
- Senang kau menunggu. - Aku tak punya pilihan, 'kan?
Benar.
Jadi, bagaimana harimu?
- Berjalan lancar. - Bagus.
- Kenapa kau bertanya? - Tak boleh?
Kau tak pernah bertanya soal pekerjaanku. Ada apa?
Ibu ingin aku bertanya karena dia ingin memastikan keadaanmu.
- Dia baik. Aku tak apa. - Terima kasih lagi untuk ini.
Kau bisa berterima kasih dengan mengenalkanku ke pacarmu.
- Tidak hari ini. Kelak. - Bergembiralah.
Aku tahu ini tak perlu dikatakan, tetapi tolong hati-hati.
- Ya. - Sungguh.
Jangan terima apa pun.
Ada dua overdosis fentanil hari ini. Ini belum siang hari.
- Aku janji. - Ya.
- Minggu Bola Basket? - Ya. Tak sabar.
- Sebelum kau pergi. - Jangan beri aku kondom.
Kondom? Kuberi uang saku.
- Tunggu. Kau bercinta? - Terima kasih.
Sepertinya sopir kehilangan kendali saat mobil polisi mendekat.
Ambulans sudah berhenti.
Lihatlah.
Sulit melihat dari sudut ini, tetapi mereka mungkin menabrak...
- Sial. - Itu di wilayah kita.
Ambulans menabrak di daerah kita. Bersiaplah untuk korban.
- Menurutmu berapa korban? - Selain sopir? Entahlah.
Karena sudah lewat sepuluh pekan,
kau harus minum mifepriston dua kali, satu sekarang dan 24 jam lagi.
Lalu 24 jam setelah itu, minum misoprostol,
dua pil yang larut di antara pipi dan gusi.
Lalu dua pil yang sama enam jam kemudian.
- Banyak yang harus diingat. - Semua diberi label
nama obat, dosis, dan waktu untuk meminumnya.
Nantinya sakit?
Kau mungkin mengalami pendarahan vagina.
Mungkin kram, seperti saat kau sedang haid.
Jika pendarahan lebih dari dua pembalut per jam
atau rasa sakitnya parah, kembalilah dan temui kami.
Aku akan terus menemanimu.
Kristi?
Kristi!
- Mau apa kemari? - Yang sopan.
Aku yang harus bertanya begitu.
- Permisi. Kau siapa? - Ibunya.
Ibu? Bukankah kau ibunya?
- Aku bisa jelaskan. - Itu saudariku, Lynette.
Aku ibunya Kristi.
Kris.
Kris, Sayang, sedang apa di sini?
Aku mau melakukan aborsi.
Kau sudah melakukannya?
- Belum. - Baiklah. Syukurlah.
Bisakah kita semua mundur dan...
Bu, ini mauku. Ini keputusanku.
- Tidak. - Dengarkan dia.
Kau bisa diam. Sudah cukup.
Putriku di bawah umur.
Jadi, dia tidak bisa aborsi tanpa izinku, bukan?
Itu benar, 'kan?
Benar.
Maka dia tak boleh aborsi.
Tidak akan pernah.
Terjemahan subtitle oleh Dyah D. Anggarini
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.