All language subtitles for Very.Ordinary.Couple.2013.720p.HDRip

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Jangan lihat kamera.

Bagus.

Lihat pada kameramen di kanan dengan sewajar mungkin.

Baik./ Lihat ke sini.

Siap?/ Ya.

Sejujurnya, aku merasa ini berjalan baik.

Bagaimanapun, aku tahu ini akan berhujung seperti ini.

Daripada menahan diri untuk melepaskan...

...lebih baik lebih cepat mengakhiri hubungan tersebut.

Cepat, Kak! Kau mesti nonton ini!

Tidak mau nonton?/ Ya. Aku ingin tidur.

Kau sudah makan?/ Ya.

Ada apa, ya? Dia tidak pernah melewatkan ini.

Lagipula bila cepat atau lambat kau akan putus, lebih baik cepat-cepat lakukan.

Lalu anggaplah sebagai tambahan pengalaman.

Di dalam hati, sebenarnya aku merasa lega.

Apa aku sedih?

Tidak. Kenapa mesti sedih?

Aku merasa baik. Aku bahagia.

Dan suaminya?/ Sembunyi dan melihat.

Episode hari ini akan gila-gilaan.

Istrinya marah dan masuk ke rumah sakit.

Sakit? Itu lucu sekali.

Aku harus lihat episode hari ini.

Mestinya aku nonton episode tadi malam.

Apa yang kulakukan semalam? Kenapa begini...

Mestinya aku menontonnya.

Very Ordinary Couple Dipersembahkan Oleh ISLandSubs - Indonesian Subtitles Land

Orang-orang menangis dan kalut saat mereka putus.

Tapi itu di drama-drama saja, di dunia nyata tidaklah begitu.

Setelah putus aku menyadari...

Inilah kebebasan!

Ya! Aku bebas! Aku pria yang bebas!

Bila itu tidak akan berhasil, berpisah jalanlah.

Bertemu dengan orang lain dan hidup dengan bahagia.

Itu jauh lebih baik...

...begitulah yang kupikir.

Hyo Seon, kau jauh lebih seksi daripada yang di foto.

Kenapa kau cantik sekali?

Hyo Seon.

Dia melihat fotomu di Kakao Talk lalu memohon agar aku memperkenalkanmu padanya.

Kau juga tampan.

Aku tidak meminta untuk mendengar itu.

Ayo minum sampai habis! Bersulang!

Bersulang!

Sial!

Apa?

Wanita sialan...

Ada apa? Kau mabuk?

Telepon Jang Young. Suruh sekarang juga datang ke sini!

Kapan dia jadi mabuk begini?

Panggil Jang Young.

Suruh sekarang juga datang ke sini!

Jang Young adalah sahabatnya.

Ayo minumlah air.

Sialan!

Ah, benar-benar!

Kau sudah gila, ya!/ Panggil kataku!

Ada apa denganmu!/ Suruh dia datang sekarang!

Brengsek!/ Kak!

Sedang apa kau! Di depan dua orang gadis!

Aku ingin sekali bertemu Jang Young...

Aku ingin mengatakan 'aku minta maaf'...

Maaf soal ini.

Semalam? Apa aku melakukan sesuatu?

Tidak ada. Apa aku sungguh mabuk?

Aku tidak ingat.

Kau minum lagi?/ Begitulah.

Tidak pulang lagi?

Pergilah ke motel.

Kenapa selalu tidur di sini?

Bukan untuk satu dua hari. Ini biayanya besar.

Meski aku tidak tahu apa yang terjadi, minta ampunan saja dari istrimu.

Kenapa hidup menyedihkan begini.

Deputi Jang? Maukah kau menangkap buket bungaku?

Aku?/ Semua temanku adalah ibu-ibu.

Lagipula kau sudah lama punya pacar.

Apa kau tidak akan segera menikah?

Kakak sudah putus./ Benarkah?

Ini sudah berakhir.

Kapan? Kenapa?

Karena begitu saja...

Bila begitu, pas sekali.

Carilah seorang pria di pernikahanku.

Itulah pengiring pengantin yang sebenarnya.

Tidak apa-apa. Tangkap saja buketnya.

Tangkap buketnya.

Aku tidak mencampur bisnis dengan kesenangan.

Kau bisa mengencani rekan kerja, tapi kurasa itu mesti dirahasiakan.

Oh, ya.

Apa kau tahu? Deputi Lee putus dengan pacarnya?

Kata siapa?/ Park.

Park mengetahui tentang Dong Hee dan aku sekitar setahun lalu.

Karena tidak sengaja.

Dia satu kali pernah mencoba menciumku dan Dong Hee memukulnya sampai terjengkal 5m ke belakang.

Selain dia, tidak ada seorangpun yang tahu kami berpacaran.

Tapi, aku dengar wanita itu benar-benar psikopat.

Psikopat?/ Bagaimana bisa?

Dia menjerit histeris dan menguntitnya.

Benar-benar sinting.

Bukannya dia berhubungan serius?

Kurasa sampai waktunya pernikahan, kau tidak bisa tahu.

Psikopat?

Aku psikopat?

Tentu saja tidak.

Aku hanya bercanda.

Kenapa aku psikopat?

Aku tidak pernah menguntitnya.

Kapan aku histeris?

Beritahukan tanggal dan jam persisnya!

Deputi Jang?/ Ya?

Mau kuperkenalkan pada seorang pria?

Dia benar-benar baik.

Wakil Kepala Divisi Min dari kantor pusat.

Aku akan memanggilnya datang ke pesta kita.

Datanglah menemuinya.

Aku sibuk hari ini, aku tidak bisa pergi.

Kenapa? Berhenti saja sebentar menemuinya.

Dia benar-benar orang yang baik dan pintar./ Wakil Kepala Divisi.

Lupakan saja dia. Bagaimana dengan seorang wanita untukku?

Deputi Jang kita ini punya standar yang tinggi.

Dia tidak akan melihat pada sembarang pria.

Aku tidak punya standar yang tinggi.

Mereka sangat rendah.

Aku selalu berpacaran dengan gelandangan.

Standar tinggi apanya?

Benarkah? Gelandangan?

Gelandangan?/ Benar.

Aku selalu ditusuk dari belakang oleh orang-orang brengsek, kau tahu?/ Orang brengsek?

Jadi bertemulah dengan Wakil Kepala Divisi Min.

Mampirlah nanti.

Ya?

Gelandangan? Brengsek?

Aku benar-benar tidak bisa percaya.

Kak, biar begitu kita tetap harus pergi ke pesta.

Aku tidak pergi.

Dia diatur bersama dengan Wakil Kepala Divisi Min.

Kenapa kau ini! Aku tidak pergi! Tidak pergi kataku!

Permisi.

Ya?

Bukankah kau mengatakan ada kesibukan? Bagaimana bisa kau datang??

Itu dibatalkan.

Jadi dibatalkan sesuai maumu.

Apa urusannya ini denganmu?

Dia kelihatannya baik. Semoga berhasil saja.

Aku juga berpikir dia baik.

Benar. Kita harus bekerja bersama, jadi kita harus coba saling bersikap sopan.

Kita bukan anak kecil.

Mulai sekarang, ayo kita bersikap sopan satu sama lain.

Baik. Tentu saja.

Deputi Jang?

Apa?

Tolong jangan gunakan bahasa yang informil.

Kau ingat laptop yang kaupinjam?

Apa?

Kau meminjam laptopku.

Katamu kau akan mengembalikannya dalam waktu tidak lama.

Tolong dikembalikan.

Akan bagus sekali bila bisa sesegera mungkin.

Ah, baik. Aku akan mengembalikannya. Aku minta maaf.

Baik. Kau sudah lama menyimpannya.

Sudah benar bila mengembalikannya secepat mungkin.

Aku akan mengembalikannya.

Aku benar-benar membutuhkannya.

Secepatnya!

Kau selalu bilang akan mengembalikan.

Kali ini, aku minta tolong, ya.

Aku akan mempercayaimu. Semoga berhasil.

Sampai nanti!/ Jangan pergi!

Tinggallah dulu./ Aku harus pergi.

Kalian baru saja bertemu.

Permisi. Kau lebih tua.

Aku panggil Kakak tidak apa-apa, 'kan?/ Tentu.

Aku sudah lama mengenal Deputi Jang.

Dia benar-benar luar biasa.

Kelihatannya memang begitu. Dia kelihatannya wanita yang baik.

Saat kau mulai berpacaran,...

...kau akan melihat beberapa kekurangan.

Tapi tolong bersikap baiklah padanya. Perasaan dia sangat sensitif.

Dan Deputi Jang kami sangat luar biasa kecuali saat dia berkencan dengan pria...

Tapi bila kukatakan ini, Deputi Jang akan merasa canggung.

Ada apa denganku? Ada apa ketika aku berkencan dengan pria?

Tidak apa-apa. Saat kau berkencan dengannya...

...kau akan mengetahuinya.

Aku jadi penasaran. Apa itu?

Ada apa denganmu?

Aku hanya berpikir untuk membantu.

Kau benar-benar ingin kuberitahu?

Aduh, Deputi Jang.

Aku hanya bercanda saja. Kenapa kau cepat sekali marah?

Tolong santailah.

Jangan marah.

Ini minuman yang manis dan dingin sebagai tanda perdamaian?

Aku minta maaf. Tolong santailah.

Deputi Jang! Bagaimana ini?

Kau basah kuyup. Aku benar-benar minta maaf.

Biar kulapkan.

Aku pasti mabuk.

Tanganku tergelincir.

Aku tidak melakukan itu dengan sengaja.

Ada apa dengan mereka?/ Entahlah.

Deputi Jang, apa kau sudah gila?

Aku tidak gila.

Tapi kau kelihatannya mabuk, Deputi Lee.

Deputi Jang kelihatannya lupa daratan akibat bertemu seorang pria.

Di pesta kantor seperti ini, itu sama sekali tidak pantas.

Kenapa kau tidak pergi ke tempat lain dan bermain-main, Deputi Lee?

Lagipula siapa yang peduli bila seorang wanita psikopat jadi lupa daratan?

Lagipula aku hanyalah seorang psikopat!

Hei!

Ada apa denganmu?

Apa yang kaulakukan barusan?

Apa kau bahkan menyukaiku?

Apa?/ Kenapa kau memacariku?

Kau mencintaiku, itu bohong, bukan?

Kau pahamilah ini dengan benar, ya.

Kaulah yang lebih dulu ingin putus dan bersikap sopan satu sama lain.

Bukankah kau yang menungguku untuk mengatakan itu?

Kau menemuiku karena merasa itu suatu kewajiban dan menungguku untuk menyerah!

Aku hanya pura-pura menutup mataku mengabaikannya, tapi itu membuatku ingin muntah!

Sampai akhir kau benar-benar membuatku depresi.

Kau juga!

Mulai sekarang, jangan muncul di hadapanku...

...atau aku akan benar-benar membunuhmu.

Kaulah yang jangan muncul!

Sial! Kembali kau!

Hei! Tenanglah!

Wanita gila./ Pria sialan.

Young!

Kenapa cepat sekali!

Jang Young! Bagaimana bisa kau pergi begitu saja?

Kau lupa membayar!

Maksudku, bagaimana bisa mereka bersikap seperti itu?

Jadi selama ini mereka berdua berkencan dengan diam-diam.

Menyembunyikannya dari kami semua?

Mereka pasti sudah tidur bersama, 'kan?

Di dunia tidak ada yang namanya rahasia.

Tapi aku akan terus mendukung mereka berdua untuk berbaikan.

Aku akan tulus memberi selamat.

Pegawai bank itu sensitif.

Semua itu stres yang berbicara.

Semua orang seperti itu.

Sepanjang waktu aku bicara yang buruk tentang Deputi Jang dan Deputi Lee.

Jadi berbicara di belakang mereka itu semua tidak ada artinya?

Sebenarnya hari ini aku ada reuni sekolah.

Aku ragu haruskah pergi ke sana atau ke sini.

Baguslah aku datang ke sini. Tadi menyenangkan.

Sialan!/ Berhentilah!

Kenapa kau menghentikanku!

Aku tahu. Duduklah!

Lee Dong Hee, 'kan?/ Ya.

Kiriman paket.

30 ribu won./ Apa?

30 ribu won dibayar saat diterima./ Dibayar saat diterima?

Apa ini?

Bagaimana bisa begini?

Ah, benar-benar! Aku mestinya membunuh dia saja!

Young! Keluarlah! Kiriman!

Katanya biaya pengirimannya 50 ribu won.

Kelihatannya ada yang tidak benar dengan tagihan bulan lalu.

Kau memiliki paket pasangan dengan Nona Jang Young?

Aku membatalkan itu.

Tagihan ke ponsel Nona Jang Young sebesar 300 ribu won.

Dijumlahkan dengan semua tagihan dan datanya, totalnya 720 ribu Won.

Dia membeli pakaian dan tas kenapa aku yang membayarnya?

Ponselnya atas nama Lee Dong Hee. Jadi kami tidak punya pilihan.

Tolong dibayar sampai tanggal ini.

Kenapa tagihannya tidak cocok?

Aku sudah memeriksa rekeningmu.

Sisa tabungan di rekening tidak cukup untuk...

Young menginginkan tabel profil nomor 3.

Tabel profil apa?

Dilampirkan dengan hasil statistik bulan ini.

Itu masih belum selesai.

Dia tanya kapan akan selesai.

Aku tidak tahu.

Sekitar 6 bulan?

Mereka bertengkar dan tidak bicara satu sama lain selama seminggu.

Selama satu minggu aku harus mengerjakan setengah dari pekerjaan mereka.

Katanya, tidak bisa kaulakukan lebih cepat?/ Sedang kukerjakan.

Bukankah mestinya selesai hari ini?

Entahlah.

Lakukan sekarang.

Aku yang meminta kali ini.

Kata sandi Lee...

...semuanya adalah 'asdf'.

Dari kiri ke kanan keyboard.

Aku main-main mencoba itu dua tahun yang lalu dan berhasil.

Aku memeriksa situsnya dua kali seminggu.

Suatu kali, seorang gadis menulis padanya bahwa dia adalah teman kecilnya.

Bila aku tidak menghapusnya, kami sudah akan putus lebih awal.

Kak? Kau masih belum tidur?

Kau di sana? Jawab.

Ya, aku di sini.

Sebenarnya awalnya aku terkejut.

Karena kau tiba-tiba sekali mengatakannya.

Aku minta maaf.

Tidak apa-apa.

Aku pulang dan memikirkannya kembali.

Meskipun kita baru saja bertemu, itu mungkin saja.

Benar.

Aku juga mencintaimu.

Aku dengar gadis itu masih mahasiswa tahun kedua.

Deputi Lee pasti baik pada para gadis.

Mahasiswa tahun kedua, seberapa jauh muda-nya dia?

Aku tidak mengira dia orang yang begitu. Benar-benar pria tengik.

Baguslah. Semoga dia orang yang baik.

Tapi bagaimana mereka saling mengenal?

Kelihatannya Pegawai Park memperkenalkannya.

Baguslah.

Semoga mereka berjalan dengan baik.

Bila dia bertemu dengan orang yang baik, itu bagus.

Itu sudah sewajarnya. Itu bukan salah siapapun.

Bahkan orang yang bercerai pun sekarang banyak yang menikah kembali.

Tolong tunggu sebentar.

Joo Hyo Seon

0-1-0-2-6-3-1-9-3-2-3...

Sedang apa kau?

Pegawai Kepala Park! Berikan laporannya tepat waktu!

Apa aku harus terus datang untuk memastikan semuanya?

Halo?/ Halo?

Ini Joo Hyo Seon, 'kan?/ Benar.

Bagaimana keadaanmu belakangan ini?/ Apa?

Ini siapa?

Ah, halo. Ini dari SK Telecom.

Sebagai wujud terima kasih terhadap para pelanggan, kami melakukan undian dan memberikan beberapa ponsel baru pada para pelanggan.

Apa?/ Bulan ini Nona Joo Hyo Seon yang terpilih.

Boleh aku meminta alamatnya?/ Aku sama sekali tidak tertarik dengan yang begini.

Tidak, tidak, ini bukan penipuan.

Kami memberikan ini dengan gratis.

Alamatku saja?/ Benar.

Kami akan mengirimkan hadiahnya sekarang juga padamu.

Aku hanya akan memastikan identitasmu saja.

Apa aku harus menandatangani sesuatu?

Tidak, tidak. Sama sekali tidak.

Ini hanyalah... Sebagai wujud rasa terima kasih kami pada para pelanggan, kami memberikan hadiah dengan gratis.

Saat ini aku sedang di kelas.

Kau bisa meneleponku lagi nanti?

Apa tidak ada masalah menjawab telepon selama kelas berlangsung?

Apa?

Tolong berikan saja alamatnya sekarang...

...dan kami akan mengirimkannya padamu.

Selamat datang.

Aku ingin mencoba yang diujung sana./ Baik.

Ini?/ Bukan, bukan.

Yang di atas.

Benar itu./ Ini?

Yang di sana juga.

Yang mana yang kau suka?

Aku tidak bisa melihatmu, Kak!

Ah, apa itu? Benar-benar! Aku percaya kata-katamu!

Baiklah. Aku akan segera sampai di sana.

Hei!/ Maaf.

Kau datang terlambat sedikit untuk kencan kita!

Kau ini! Jam berapa sekarang?

Aku benar-benar mencintaimu!

Mau menikah minggu ini?

Sepertinya aku sudah sangat mencintaimu.

Seandainya kau di sini, aku sudah memelukmu yang erat.

HAPUS

Apa ini? Aku sibuk. Bicaralah.

Bayar aku./ Bayar?

Kau meminjam uang dariku, 'kan?

Sekitar 3 juta. Kau harus membayarku sekarang.

Uang apa yang kaubicarakan?

Saat kau beli laptop kau pinjam uang dariku. Juga saat kita berkencan.

Dan juga kau ingat ulangtahunku tahun lalu?

Kau tidak membelikanku hadiah,...

...tapi aku membayar 500 ribu untuk jasmu.

Total semuanya 3 juta.

Hei, kau merusak laptopku.

Uang untuk memperbaikinya lebih mahal daripada beli baru, jadi aku membuangnya. Dan lagi...

Tagihan teleponmu sampai 700 ribu. Kau tidak tahu itu?

Aku meminjam darimu selama kita berkencan?

Setiap berkencan aku membelikanmu minuman, makanan, pakaian...

...dan mengantarmu pulang dengan taksi.

Bagaimana bisa sekarang kau meminta uang?

Banyak kali aku membersihkan kamarmu, memasak dan membawakanmu makanan.

Gajimu tidak cukup untuk membayar semua pekerjaan rumahku!

Aku tidak ikut memasukkan itu, mestinya kau berterima kasih!

Apa? Kau habis uang untukku saat kencan?

Karena takut menghabiskan banyak uang, aku selalu makan untuk menghilangkan lapar sebelum kita bertemu.

Dan saat kau mentraktir, aku selalu memesan yang paling murah.

Meski begitu, kau memandangiku...

...dan membuatku merasa tidak enak.

Aku tidak melakukan itu!/ Kau melakukannya.

Aku?/ Kau!

Bila aku tidak memesan yang paling murah, kau tidak mau bicara sepanjang hari.

Pria mana pelit begitu?

Lakukan saja semaumu! Aku tidak akan bayar!

Bila begitu, aku akan dapatkan uangnya dari pacarmu.

Namanya Hyo Seon, bukan?

Joo Hyo Seon./ Apa?

Sedang apa kau?/ Nomor, 010...

Bagaimana kau tahu!/ Lepas!

Berikan padaku!/ Lepas!

Berikan padaku!/ Tidak!

Ah, benar-benar!

Sial!

Hei!

Sebenarnya kenapa kau begini terhadapku?

Kau masih menyukaiku?

Jangan menghayal.

Aku sekali pun tidak pernah menyukaimu.

Kau terus mengikutiku aku jadi berpacaran denganmu karena kasihan.

Jadi jangan pernah punya pikiran untuk tidak membayarku.

Bisa-bisanya!

Kak! Kabar besar!

Kepala Bagian Kim dan Wakil Kepala Divisi Sohn berselingkuh.

Istrinya Kepala Bagian Kim ada di sini!

Apa semua orang berpisah seperti ini?

Cinta itu indah,...

...tapi kenapa perpisahannya begitu jelek?

Karena kau akan kehilangannya?

Karena kau ingin dia kembali?

Kau tidak bisa mengendalikan cinta sesuka hatimu.

Kau berpisah karena kau tidak mau terluka.

Bukankah begitu?

Mengatakan 'aku mencintaimu', berjuta kali,...

...tapi semua itu berakhir dengan satu kalimat.

Orang yang benar-benar tulus mencintai seseorang adalah orang yang bodoh, 'kan?

Kau bertemu, kau jatuh cinta,...

...kaupun berpisah secara kebetulan.

Hidup terjadi semuanya karena secara kebetulan. Begitu, 'kan?

Tidak memiliki arti.

Nyonya!/ Sayang!

Sayang!/ Gendong dia!

Kepala Bagian!

Nona tidak menjawab teleponnya?

Halo?

Benar. Siapa ini?

Itu...

Bagaimana bila hari ini kau yang bayar?

Apa?

Aku selalu yang bayar. Hari ini kau yang bayar.

Ini?/ Ya.

Tidak mau?

Tidak. Baiklah.

Aku yang akan bayar.

Baik.

Bila begitu, aku akan makan dengan lahap.

Young!

Kabarmu baik?/ Ya.

Itu dia.

Itu, kelihatannya aku tidak enak badan.

Aku tadi mungkin makan sesuatu yang salah. Perutku sakit.

Aku tidak bisa mengantarmu.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku pergi.

Aku tidak tahu kau ingin bekerja di luar negeri.

Aku hanya mencari tahu saja.

Ke luar negeri itu bagus.

Bila kau keluar sana, kau benar-benar akan disambut baik.

Katanya mereka menyukai wanita Asia.

Bila kau serius, beritahu aku.

Aku akan lakukan sebisaku untuk membantumu.

Hubungan mana yang sejak awal sudah buruk?

Tapi selepas waktu berlalu, aku tidak bisa lagi menahannya.

Hari itu juga lucu sekali.

Kami mendapat tiket ke tempat yang belum pernah kami datangi.

Taman bermain dengan tabrak-tabrakan mobil.

Aku membuat bekal makanan.

Aku mengatakan tidak ingin naik wahana mengerikan dan semacamnya. Dan kami pun bertengkar.

Apa yang dikatakannya saat itu?

Sedari awal kami langsung bertengkar karena itu tidak menyenangkan.

Dia mengatakan sesuatu, kemudian aku mengatakan sesuatu.

Aku tidak ingat.

Pokoknya dia benar-benar brengsek.

Bila sekarang kupikir kembali, aku merasa menyesal atas waktu dan usahaku yang terbuang.

Dia juga payah di tempat kerja.

Selalu bermalas-malasan...

...dan angka-angkanya salah.

Untuk menutupi kesalahan-kesalahannya, dia tidak pernah mendapatkan gaji yang sesuai aslinya.

Dia benar-benar pria yang bermasalah! Keberadaannya menyusahkan.

Halo?/ Ya, Kak!

Kau di mana?

Sekarang lagi di mall dengan teman-teman untuk beli pakaian.

Uhm...

Sekarang tubuhku terasa sedikit sakit.

Kau bisa datang?

Kenapa ribut sekali?

Huh?/ Ayo cepat!

Hyo Seon?

Pasti sekarang sedang ada selebriti di sini. Kacau balau sekali!

Siapa? Ambil gambarnya!

Aku akan meneleponmu nanti, Kak.

Hei!

Teman wanita yang tadi bersamamu tadi pergi ke toilet, 'kan?

Ya.

Aku sedang buru-buru! Keluarlah cepat!

Kenapa dia tidur di situ?

Young? Ada apa?

Kau baik-baik saja?

Young, sadarlah!

Young? Kau baik-baik saja?

Ayo kita ke rumah. Aku akan mengantarmu.

Paman!

Paman!

Di mana rumah sakit terdekat?

Rumah sakit?/ Ya!

Lurus ke jalan besar./ Lalu?

Kemudian belok kiri./ Kiri?

Kemudian belok kanan di lampu merah.

Kanan? Apa kiri, ya?

Kau akan melihatnya saat tiba di sana.

Belok kiri lalu...

Hei, Paman! Paman!

Tutup jendelanya.

Bagaimana mungkin!

Aku mau muntah.

Kak!

Tidak boleh!

Belum satu bulan aku mendapatkan mobil ini!

Sialan! Biarkan aku lewat!

Hampir membunuhku saja!

Kenapa ke Busan?/ Tidak, Kak.

Aku akan putar kembali.

Mereka tidak membiarkanku melambung.

Aku...

Aku mengalami gangguan pencernaan dan tubuhku terasa sangat dingin.

Young memberikanku pil saat itu.

Segera setelah aku meminumnya,...

...aku langsung normal kembali.

Itu manjur sekali buatku.

Pasti tidak sengaja aku mengirimnya kembali bersama barang-barangnya.

Mestinya aku menyimpan itu.

Aku tidak ingat apa namanya.

Benar-benar menyebalkan!

Ini sudah berjam-jam. Kami tersesat tanpa melihat rumah sakit di depan mata.

Bau plastik membuatku ingin muntah.

Kak!

Jangan merobek plastiknya!

Antarkan saja aku pulang.

Kita hampir sampai.

RS Jend. Daejeon

Berkunjung dari Seoul?/ Tidak.

Perjalanan bisnis?

Bukan.

Aku mestinya keluar dari jalan tol, tapi aku tidak bisa.

Jadinya aku berputar-putar dan sampai di sini.

Kak.

Ya?

Bagaimana ini?

Aku harus pergi sekarang bila tidak aku akan terlambat kerja.

Aku akan pergi, kau istirahatlah. Aku akan memberitahu mereka kau sakit berat.

Ya.

Aku pergi.

Si tengik itu!

Kita 3 jam dari Seoul jaraknya.

Nn. Jang Young, selamat atas perayaan hari jadi yang ketiga bersama Lee Dong Hee. Semoga berbahagia!

Nn. Jang Young, selamat atas perayaan hari jadi yang ketiga bersama Lee Dong Hee. Semoga berbahagia!

Aku selalu menginginkan perubahan. Aku merasa begini semenjak SMA.

Terkadang itu mengesalkan, tapi terkadang juga menarik.

Hal yang baik adalah aku menemukan ini di bawah tempat tidur.

Dan juga ini.

Lee Dong Hee memberikan CD ini padaku untuk ulangtahunku.

Tapi CDnya hilang.

Ini pertama kalinya aku mendengarkannya.

Pasangan ini tercipta serasi dalam ikatan perkawinan yang suci.

Kalian bersumpah untuk saling mencintai selamanya.

Karena kini kalian adalah pasangan yang telah menikah...

Aku bercerai.

Apa?

Aku harus bagaimana sekarang?

Bisa aku bicara denganmu sebentar?

Maaf, ini terlambat.

Akhirnya kali ini aku ingat.

Ini 3 juta.

Tidak apa-apa. Simpanlah./ Tidak.

Aku mestinya tidak mengambilnya sejak awal.

Pacarmu baik-baik saja?

Ya, begitulah.

Aku juga bertemu dengan seseorang.

Benarkah?

Ya.

Bukankah bagus sekali karena kita berdua bertemu dengan seseorang?

Kurasa begitu.

Ini pasti sudah berakhir. Ayo kita masuk.

Aku akan masuk duluan dan menangkap buketnya.

Baik...

Satu, dua, tiga!

Itu bagus.

Siapa yang akan menangkap buketnya?

Mempelai wanita bisa melangkah maju?

Hei.

Kau tahu siapa yang berpacaran dengan Deputi Jang?

Young dapat seorang pria?

Satu, dua, tiga!

Dia tidak perlu memberitahuku dia sudah menemukan seorang pria yang baru.

Dia hanya mengatakan itu untuk melihat reaksiku bagaimana.

Dia memang begitu.

Menginginkan perhatian.

Bila dia berkata, 'Bagus sekali karena kita berdua bertemu dengan seseorang'...

Memangnya aku akan berlari kembali padanya, begitu?

Yang benar saja!

Itu kuno sekali.

Coba kita lihat...

Ya!

Tidak Ada Pesan

Bila dia benar-benar bertemu seseorang,...

...itu bagus.

Itu hal yang bagus.

Itu juga berat untuknya bila si pria berpacaran dengan yang lain.

Aku berharap dia bertemu seseorang yang baik.

Halo!

Aku pegawai magang yang baru.

Sebelum memulai bekerja.../ Hei!

Aku bergabung dalam lokakarya...

...lokakarya untuk pegawai magang baru.

Hei, hei. Aku yang akan menjelaskan. Ini untuk menggalakkan kerjasama tim.

Kami pergi minum, makan, berolahraga dan semacamnya.

Tepuk tangannya tidak perlu.

Permisi...

Minum ini.

Makan kuenya juga.

Siapa?

Pacarmu?/ Bukan.

Kau saja yang makan ini.

Tidak, aku punya banyak.

Kau bisa makan semuanya. Makan yang banyak.

Tidak apa-apa.../ Tidak, aku sudah punya banyak sekali.

Kau bisa makan semuanya.

Nikmatilah.

Udaranya segar.

Ah, segarnya!

Kau tidak bisa mabuk di tempat yang seperti ini.

Udaranya begitu segar.

Aku mengucapkan terima kasih yang mendalam telah turut menghadiri lokakarya kerjasama tim ini selama 5 hari 4 malam.

Ini jadwal kalian untuk hari pertama.

Dari jam 7 sampai jam 8 pagi, kita akan mengadakan pertemuan...

Dari jam 8 sampai jam 9 pagi,...

...kita melangsungkan orientasi di lantai 2.

Semoga kalian semua berada di sana.

Semoga kalian semua menikmati.../ Apa ini?

...lokakarya di sini.

Terima kasih.

Mustahil!

Kau benar-benar!

Kau bau!

Kak! Kak! Keluarlah sebentar./ Kenapa?

Sebentar saja.

Kenapa?

Halo./ Ya.

Ada apa?

Katakan yang baru saja kaukatakan.

Pak, semestinya tidak kukatakan.

Katakan saja!

Apa itu?

Tapi...

Kak...

Apa kau tahu Young...

...mengencani Manajer Min?

Apa?

Pak! Ah, Deputi Lee, tidak seperti itu.

Mereka bahkan tidur bersama.

Sudah kukatakan jangan memberitahunya!

Memangnya kenapa? Mereka orang dewasa. Mereka bisa tidur bersama.

Kami sudah lama putus.

Bukan itu saja!

Si brengsek itu mengambil fotonya Young dan menunjukkannya pada orang-orang.

Benar, 'kan?

Foto apa?/ Foto apa lagi?

Kau melihatnya?

Tidak.../ Lalu?

Dia mendengarnya dari Kepala Bagian.

Siapa? Kepala Bagian Kim?

Siapa lagi?

Aku juga tidak melihatnya langsung.

Hanya mendengarnya.

Karena itulah...

Beritahukan saja semuanya pada kami.

Kau tahu mereka dulu serius berhubungan.

Mengenai Kak Jang Young dan Kak Dong Hee, semua orang tahu.

Dan juga fotonya, apa itu diambil dengan persetujuan?

Bila tidak, itu kejahatan!

Mereka berdua tidak menjalin hubungan.

Lalu apa?

Hanya tidur bersama satu kali.

Apa yang kaubicarakan itu!

Sebelum datang ke sini,...

...Jang Young mengajukan permintaan bekerja ke luar negeri.

Di manapun di luar negeri.

Bila dia ingin pergi, itu berarti mereka tidak berhubungan.

Soal itu...

Bagaimana kau bisa tahu?

Yang memberitahumu siapa?

Tidak sengaja aku mendengarnya.

Tidak, tidak. Katakan padaku! Siapa yang mengatakannya!

Ah, benar-benar.../ Duduklah.

Tangkap dia!

Duduk di sini!

Ah!

Ah, benar-benar!

Beritahu siapa yang mengatakannya! Siapa?

Wakil Kepala Divisi Sohn!

Kau mengatakan itu bukan karena dia tidak di sini, 'kan?

Kau tidak tahu Wakil Kepala Divisi Sohn dan Min dekat?

Dan dia melihat foto-foto itu.

Berikan nomor teleponnya.

Mana aku tahu?

Aku tahu kau tahu! Jadi katakan sini!

Halo?

Ya.

Hotelnya Hee Yeon?

Kenapa kau ingin tahu?

Siapa?/ Kau tahu nomor telepon hotelnya Hee Yeon?

Entahlah./ Itu siapa?

Ini darurat.

Bank dirampok. Begitu katanya.

Halo?

Apa?

Hei! Bangun!

Ada masalah. Bank dirampok.

Apa?/ Cepat!

Halo?

Wakil Kepala Divisi, ini dengan Dong Hee./ Oh, ya.

Apa Wakil Kepala Divisi Min tidur dengan Young?

Apa?

Aku sedang bersama Kepala Bagian Kim saat ini.

Katanya kau yang memberitahunya.

Kau sedang bicara apa?

Tolong jawab.

Mereka tidur bersama? Begitu?

Ya.

Wakil Kepala Divisi Min mengatakan itu sendiri?

Ya.

Jadi mereka berpacaran?

Tidak, bukan begitu.

Lalu apa?

Apa ini? Apa yang terjadi?

Kita akan bicarakan itu di Seoul. Ya?

Di sini tengah malam. Dan aku setengah tersadar.

Bila bukan begitu, lalu mereka itu apa!

Kita akan bicarakan ini di Seoul.

Bagaimana dengan perampokannya?

Sial! Siapa yang peduli perampokannya!

Aku tanya apa mereka tidur bersama atau tidak! Jawab itu sekarang juga!

Berikan teleponnya./ Aku dengar bajingan itu mengambil fotonya Young!

Wakil Kepala Divisi Sohn, kau tidak mau menjawabku?

Berikan teleponnya!

Baru saja kau meneriakiku?

Siapa yang peduli bila mereka tidur bersama atau tidak!

Benar! Mereka tidur bersama!

Deputi Young merayunya, tidur dengannya,...

...kemudian tidak menerima telepon darinya.

Min jadi mabuk karena itu dan memberitahuku.

Foto?

Memangnya ada yang bisa dilihat?

Itu salahnya bila itu diambil.

Dan juga, bagaimana bisa kau meneleponku seperti ini pada bulan maduku!

Hee Yeon...

Aku bercerai karena kau.

Aku tidak memiliki yang lain selainmu.

Aku mencintaimu.

Hee Yeon, aku merindukanmu.

Aku sungguh, sungguh mencintaimu.

Kau tahu aku mencintaimu...

Apa katanya?

Apa katanya? Benar mereka tidur bersama?

Kak!

Kak!

Kak!

Love shot!

Love shot!

Cium! Cium!

Bagus!/ Mereka serasi!

Wakil Kepala Divisi?

Bisa bicara sebentar?/ Mereka serasi.

Oh, Deputi Lee.

Dia ini Lee Dong Hee, dan ini rekan kerjaku.../ Lupakan itu.

Ayo kita keluar.

Kak! Jangan lakukan.

Ya?/ Aku tahu, aku tahu.

Sedang apa kau! Lepas!

Selagi aku meminta dengan baik, ayo keluar.

Barusan apa yang kaukatakan?

Kau berpacaran dengan Jang Young?

Jang Young?

Deputi Jang?

Kenapa aku berpacaran dengannya?

Jadi kau hanya bermain-main dengannya?

Baik.

Ayo bicara di luar. Ayo.

Berikan ponselmu./ Apa?

Berikan ponselmu! Kau mengambil foto! Berikan!

Aku tidak tahu apa yang kaudengar, tapi ini tidak seperti yang kaubayangkan.

Baik. Aku mengerti, jadi ayo kita keluar bicara.

Aku segera kembali. Kalian tunggullah di sini.

Baik./ Ayo keluar.

Lepas, sialan!

Kau tidak dengar aku mengatakan berikan ponselmu?

Lee Dong Hee!

Aku atasanmu.

Jang Young!

Pria yang kaupacari Wakil Kepala Divisi Min?

Sedang apa kau di kamar orang lain!

Hentikan!

Hentikan!/ Mundur!

Hei!

Kenapa kaulakukan itu!

Jawab!

Apa?

Kau tahu apa yang dilakukan Wakil Min sialan itu terhadapmu?

Jawab! Kau tahu apa tidak!

Kau benar-benar wanita murahan!

Lee Dong Hee!

Mau ke mana kau!

Hei!

Berhenti! Ke Seoul! Seoul!

Apa artinya buatmu?

Siapa yang kupacari, siapa yang kutemani tidur, apa hubungannya denganmu?

Kau sudah kelewatan! Kau tahu itu?

Sial! Hei, tolol!

Baik! Aku tidak peduli!

Siapa yang kaupacari dan karena siapa kau terluka, aku tidak peduli!

Tapi apa tidak bisa kau pilih pria yang benar?

Kenapa berpacaran dengan bajingan sialan dan menyebarkan rumor sialan!

Kau ini bodoh, atau tidak punya otak?

Kau tahu apa yang orang-orang katakan tentangmu?

Mereka menyebutmu...

Aku bisa membunuh semua orang yang tahu!

Aku sama sekali belum mendekati batas kelewatan. Kau hati-hatilah.

Itu urusanku.

Itu bukan urusanmu.

Dan kau tidak berhak seperti ini.

Baik.

Aku gila.

Karena wanita sinting sepertimu, aku jadi gila, sialan!

Lagipula kita sudah lama putus! Ada apa denganmu!

Hei!

Kenapa turut campur dan membuat segalanya jadi aneh! Apaan kau!

Kau tidak berhak meneriakiku!

Benar, aku tidur dengannya! Lantas kenapa!

Kenapa kau melakukan itu?

Kenapa meneriakiku!

Tolong minggir.

Deputi Lee baru saja memukuli Wakil Kepala Divisi Min.

Deputi Lee dulunya berpacaran dengan Deputi Jang.

Deputi Lee menelepon Wakil Kepala Divisi Sohn dan menanyakan...

...apakah Wakil Kepala Divisi Min tidur dengan Deputi Jang.

Tapi Wakil Kepala Divisi Sohn sedang berbulan madu.

Kemudian, Kepala Bagian Kim mengatakan dia mencintai Wakil Kepala Divisi Sohn.

Aku sama sekali tidak tahu bank akan menjadi seperti ini.

Aku rasa aku akan bisa berbaur.

Hei!

Sialan kau!

Perhatikan jalanmu! Kau hampir membunuhku!

Kau di mana?

Hanya...

...di luar.

Kau?

Hanya di luar juga.

Aku akan mendatangimu.

Tidak, aku akan datang.

Tidak, kita akan saling berselisih jalan.

Ayo kita bertemu saja kembali di tempat yang kita tinggalkan tadi.

Kau ingat di mana? Kau bisa menemukannya?

Ya.

Bila begitu, aku akan menemuimu di sana.

Aku sekarang menuju ke sana.

Aku juga.

Ah, tunggu dulu!

Sial. Aku di mana?

Di mana tempatnya?

Young!

Young!

Sial...

Halo?

Halo?

Kau di mana!

Di sini!

Sedang apa kau di sana?

Akan menemuimu.

Bagaimana kau bisa turun ke sana?

Entahlah.

Aku hanya terus berjalan saja tadi.

Hati-hati! Di situ licin!

Kau baik-baik saja?

Aku tidak bisa melakukannya.

Aku terlalu malu untuk kembali.

Aku harus bagaimana?

Siapa?

Park.

Untuk membawa kembali barang-barang kita.

Kau ingat?

Kenapa... Pertengkaran kita besar sekali, 'kan?

Soal apa itu?

Aku juga tidak ingat.

Begitu juga, 'kan?

Aku ingat pertengkarannya tapi tidak ingat alasannya.

Kau tahu?

Ada 82% kesempatan bagi pasangan yang sudah berpisah untuk kembali bersama.

Dan hanya 3%-nya yang tetap bersama melalui hidup.

Sementara 97%-nya berpisah lagi.

Kenapa?

Karena alasan yang sama mereka berpisah sebelumnya.

Mau pergi bersama?

Aku takut.

Takut apa?

Menurutmu kita bisa termasuk dalam 3% itu?

Kau tahu?

Dalam lotere...

...kesempatan menangnya 1 banding 1,84 juta.

Tapi...

...setiap minggunya tetap saja ada seorang pemenang.

Jadi...

...kesempatan 3% itu...

...cukup besar.

Itu sangat besar.

Naik!

Kenapa?/ Ini aneh.

Apanya?

Aku sangat gugup.

Rasanya seperti ini baru pertama kali.

Aku juga gugup.

Pastikan untuk memeriksa syarat-syarat hipotek yang terbaru.

Keluhan-keluhan tidak pernah berhenti.

Tidak pernah berhenti./ Park!

Dengan adanya para nasabah, bila memang perlu, berlagaklah yang rajin.

Terutama...

Periksa suku bunga hipotek.

Bila ada pertanyaan,...

...silahkan sampaikan pada Kepala Bagian Kim.../ Dasar bodoh!

Kemudian yang terakhir... Lee Dong Hee!

Selamat pagi.

Kau boleh berpacaran, tapi jangan pukul orang.

Aku takut datang bekerja.

Kembali bekerja semuanya!/ Ya!

Aku akan memfotokopinya.

Hei!

Habislah kau!

Kenapa?/ Ke sini!

Ke sini!/ Kau terlihat jauh lebih cantik!

Ke sini kau!

Apa yang kaukatakan?/ Bahwa ada sesuatu terjadi di rumah.

Benarkah? Kerja yang bagus.

Kita baiknya makan apa?/ Apa saja.

Jadi hari ini siapa yang tidak datang?

Deputi Jang dan Deputi Lee?

Apa mereka tidak kabur bersama?

Apa kita coba telepon mereka?

Coba saja telepon.

Mereka mungkin saja bersama-sama.

Sejak awal kau mengencaniku untuk menghabiskan waktu?

Bukan begitu.

Katamu, kau menyukaiku.

Benar-benar mengesalkan.

Halo.

Kau sudah kembali?/ Aku merindukanmu.

Kau bersenang-senang?/ Bagaimana?

Kau berpacaran lagi dengan Deputi Lee?

Ya.

Itu bagus.

Aku bercerai.

Bagaimana bisa kau menghancurkan hidupku seperti itu!

Itu tidak disengaja!

Aku tidak tahu dia mendengarnya!

Bagaimana bisa kau tidak tahu!

Saat itu aku sedang berbulan madu!

Kenapa kau berkata begitu?

Kau tidak tahu bagaimana perasaanku?

Lupakan saja! Aku tidak ingin melihatmu lagi!

Lepas!/ Mau ke mana kau!

Hee Yeon!

Hei!

Perceraiannya bukan karenaku, 'kan?

Tidak bisa dibilang bukan.

Perjalanannya menyenangkan?

Berkat kau.

Aku minta maaf karena aku menelepon saat larut malam.

50 juta won. Biaya pernikahan.

Bila aku menuntut kompensasi,...

...berapa banyak yang bisa kauserahkan?

Tapi siapa yang butuh uang.

Hidup seseorang lebih penting.

Bukan begitu?/ Ya, benar.

Nikmatilah.

Halo?

Apa ini dengan Jang Young?

Ya, benar.

Apa mungkin kau mengenal Hyo Seon?/ Hei, hentikan.

Apa?

Mantan pacar Kak Dong Hee. Kau tidak tahu?

Aku temannya Hyo Seon.

Bisa-bisanya kau!

Lepas!/ Berhenti! Tutup teleponnya!

Hentikan!

Kata Sandi

Salah, Coba Lagi

Joo Hyo Seon

Mau ditambahkan nasi?/ Pasti enak.

Campurkan.

Aku sedang memikirkan...

...tentang saat kita putus.

Hmm?

Ada alasan kenapa kita tidak mengingatnya.

Itu...

...karena tidak istimewa.

Kita selalu bertengkar karena hal-hal yang sama...

...lalu berbaikan lagi, jadi kita tidak ingat.

Jadi..

...kita sudah lama berpacaran dan jadi terbiasa dengan segalanya.

Tapi belum tentu itu merupakan hal yang buruk.

Mungkin kita memang...

...putus karena kita butuh perubahan.

Kita tidak bisa menyadarinya bila kita terlalu terbiasa dengan keadaan.

Benar. Itu pendapat yang bagus.

Jadi, aku berpikir.

Apakah sebaiknya kita menikah?

Atau tidak...

Tidak segera. Kita pikirkan saja dulu.

Tidak perlu terburu-buru...

...atau bagaimana.

Aku hanya begitu saja memikirkannya.

Jangan terbebani, jangan terlalu dicemaskan.

Ayo kita lakukan.

Benarkah?/ Ya, ayo kita lakukan.

Sungguh?/ Ya!

Baiklah.

Ayo, makan!

Aku hampir sampai.

Tidak apa-apa.

Aku mestinya berterima kasih untuk ini, dan bukannya jadi dipecat.

Aku akan menelepon setelah ini berakhir.

Pelatihan Khusus Pegawai

Ambil satu dan bagikan ke yang lain.

Teruskan ke belakang.

Ini...

Semuanya sudah punya?

Selebarannya membahas mengenai manajemen pelanggan. Dan isinya mengenai tata cara perilaku para pegawai.

Harap dibaca perlahan-lahan.

Dan lihat ringkasan di papan.

Sedang apa kau?

Hei!

Hei!

Wakil Kepala Divisi Min: Deputi Jang? Kau di situ?

Aku minta maaf. Fotonya tidak...

...seperti yang kaubayangkan. Percayalah.

Aku dengar kau bertunangan. Aku doakan yang terbaik untukmu.

Aku juga minta maaf.

Siapa itu?

Hapus

Hanya teman.

Teman apa?

Teman yang kukenal.

Aku datang untuk memberikan ini.

Terima kasih./ Minumlah.

Apa pacarmu tahu tentang aku?

Tentu saja tidak.

Dia lebih baik daripada aku?

Entahlah. Jangan bicara sekarang.

Permisi ke toilet dulu.

Aku menyukainya!

Kenapa keluar? Aku baru saja hendak kembali masuk.

Hanya karena... Membosankan saja.

Begitu, 'kan? Aku juga berpikir begitu.

Mau pergi makan?

Lihat.

Bila kau menghabiskan lebih dari 50 ribu, kau dapat tiket gratis ke taman hiburan.

Benarkah?/ Yep.

Berapa banyak yang kita pesan?

Kita tinggal butuh pesan satu lagi.

Kita bisa bawa pulang sisanya.

Baik. Ayo pesan.

Permisi! Tolong berikan menunya!

Ayo kita pergi di hari kerja.

Akan ada sedikit orang.

Ide yang bagus.

Wanita sial perebut pria orang! Mati kau pelacur gila!

Siapa?

Tidak...

Bukan apa-apa.

Kau menyembunyikan sesuatu dariku?

Apa? Tidak ada.

Benarkah?/ Ya.

Ngomong-ngomong...

Wakil Kepala Divisi Min minta maaf beberapa hari lalu.

Apa?

Dia bilang dia bersalah dan merasa menyesal terhadapku. Dan juga terhadapmu.

Kapan?

Baru-baru, lewat messenger.

Lalu kau mengatakan apa?

Ya, 'baiklah.'

Kau menerimanya?

Kau menerima permintaan maaf bajingan itu?

Kenapa kau mendengarkan dia?

Apa lagi yang dikatakannya?

Itu saja.

Aku akan masuk dulu. Hati-hati pulangnya.

Baik, masuklah.

Terima kasih sudah mengantarkanku pulang./ Tidak apa-apa.

Sebaiknya aku pergi.

Selamat jalan./ Aku pergi.

Segalanya tidak sama setelah kami kembali bersama.

Rasanya bagai jalan di atas lapisan es yang tipis.

Merasa cemas dan tidak aman. Seakan kau gila-gilaan memaksa diri agar tidak bertengkar.

Kami harus mencoba tidak bertengkar karena masalah sepele.

Itu butuh usaha.

Ini akan semakin baik, seiring waktu.

Kami saling mengetahui perasaan masing-masing.

Dalam waktu yang tidak lama semuanya akan seperti sebelumnya.

Kami berdua mencoba agar kali ini berjalan baik.

Ini akan berjalan baik.

Dia mabuk.

Lalu?/ Lalu aku membaringkannya.

Dia mabuk berat dan tidak sadar.

Kau menelanjanginya?

Pakaian dalamnya juga!

Tapi tiba-tiba dia mulai muntah di seluruh tempat tidur.

Apa yang kaubicarakan!

Terakhir kali katamu aku bisa membatalkannya!

Ya, tapi sekarang ini sudah lewat...

Kaukira aku bodoh?

Setelah aku bertahun-tahun menabung di sini!

Tidak seperti itu.

Di kontrak sudah dinyatakan.

Dan kami semua sudah menjelaskannya padamu saat kau menandatanganinya.

Jadi, tolong berhenti berdebat.

Sialan!

Apa katamu?

Berdebat?

Hei!

Bagaimana bisa kau meneriaki seseorang!

Dasar kau brengsek!

Aku minta maaf.

Aku pikir dia pencuri.

Dong Hee kenapa?

Dia bertingkah aneh.

Begitu emosional.

Kalian berdua bertengkar lagi?

Sama sekali tidak.

Pemberitahuan Lee Dong Hee mendapatkan penurunan jabatan

Deputi Jang!

Aku bawakan kau kopi.

Mau pergi ke suatu tempat?/ Keluar karena kerjaan.

Mau pergi makan malam?

Aku tidak tahu kapan akan selesai.

Aku akan meneleponmu.

Sampai nanti.

Aku mencintainya.

Aku tulus mencintainya.

Dia selalu ada di pikiranku.

Aku tidak bisa berhenti memikirkan dia. Bertanya-tanya tentangnya.

Semuanya tetap sama,...

...tapi ada sesuatu berubah.

Tidak! Berhenti mengusikku.

Nyonya, ini rencana yang bagus.

Tidak usah!

Aku bisa membawakannya kapanpun kau menginginkannya.

Kak, kami semua akan minum-minum setelah bekerja.

Mau ikut juga?

Aku ada janji.

Berkumpullah sesekali bersama kami, jangan hanya bersama Lee saja.

Lain kali.

Baik. Aku pergi./ Sampai jumpa.

Kami putusnya tidak lama,...

...tapi berbagai hal berubah.

Kenapa tidak bisa jadi seperti sebelumnya?

Aku harus melakukannya dengan baik, berusaha lebih keras untuk menyenangkannya.

Tentu saja aku tidak tahu.

Bila dia melihat pesanmu, pasti dia menelepon.

Tunggulah saja.

Baiklah.

Kalian berdua bertengkar lagi?

Bukan begitu.

Lantas kenapa membuatku berbohong?

Setelah semua keributan itu, sebenarnya kenapa kalian ini?

Nomor yang anda panggil tidak dapat dihubungi...

Di sini./ Hai!

Young juga datang?

Kupikir dia sibuk.

Ya. Tadi memang.

Ini sudah lama, ayo kita minum-minum. Boleh aku duduk di sini?

Ya.

Siapa yang di sini?

Dong Hee kau di sini?/ Ya.

Kau datang?

Kau bisa percaya itu?

Aku akan pergi beli rokok./ Aku punya. Ini.

Tidak. Aku butuh punyaku.

Halo? Ya, Kak.

Aku sedang kumpul dengan teman-teman kantor.

Hei!/ Ya?

Park di mana?

Dia ke toilet. Aku terima dulu telepon ini.

Ya, Kak, teruslah bicara.

Semua orang di mana?

Kau tidur di toilet?

Bagaimana kau tahu aku tidur?

Jaga dirimu.

Aku pergi duluan. Sampai jumpa./ Baik, sampai jumpa.

Young!

Uhm...

Ayo kita jalan-jalan besok.

Ingat tiket taman hiburan yang kita dapat?

Ayo kita libur,...

...bersenang-senang dan melepaskan stres.

Ayo kita kemas makanan...

...lalu pergi.

Baik./ Sungguh?

Bila begitu kita akan pergi.

Baik. Bila begitu, sampai jumpa besok.

Baik. Sampai jumpa.

Halo?/ Kau tidur?

Apa? Tentu saja tidak. Aku sudah dalam perjalanan.

Kau di mana?

Kau sudah jalan?

Kita benar-benar pergi?

Tentu saja. Kenapa? Ada masalah?

Tidak, tapi...

Baik, ayo.

Sampai jumpa di sana.

Sampai nanti.

Dia menelepon karena hujan, ya.

Sebenarnya kau di mana?

Tidak. Aku akan mendatangimu.

Kau di mana?

Hei!

Kenapa kau di sini?

Sekarang sedang hujan.

Tapi kita sepakat bertemu di luar.

Kau 'kan terlambat.

Baik. Lupakan saja itu.

Dua orang.

Ini habis masa berlakunya minggu lalu.

Apa? Kami tidak bisa gunakan itu?

Kalian harus membeli tiketnya.

Bagaimana ini? Kita masuk saja?

Atau tidak?

Senyum ke kamera.

Tidak enak?

Tidak,...

...ini enak.

Coba makan ini juga.

Ini enak.

Aku akan pergi beli minuman./ Baik.

Young!

Jang Young!

Kenapa denganmu?

Sedang apa kau!

Aku pergi. Aku tidak tahan lagi denganmu.

Berhenti di situ!

Berhenti di situ!

Hei!

Sebenarnya kenapa denganmu?

Kau selalu saja melakukan semaumu!

Aku? Semauku?

Kau tidak bisa lihat aku melayani keinginanmu? Semauku katamu?

Aku takut mengatakan sesuatu yang salah, takut bertindak salah, aku melakukan semuanya semampuku agar ini berjalan baik!

Aku tidak melakukan apapun!

Melakukan semauku apanya?

Sesekali bersikap jujurlah!

Jangan pura-pura sedang bersenang-senang hanya karena merasa bertanggung jawab!

Katakan kau tidak ingin datang dan berada di sini bersamaku!

Kau selalu saja begini, kau tahu!

Dari sebelumnya kau membuatku merasa tidak enak!

Sedikitpun kau tidak berubah.

Kau masih sama.

Aku muak dan bosan sendirian saja membuat segalanya berjalan baik.

Bila ingin putus, katakan saja!

Aku tidak akan menyalahkanmu!

Jadi cepat katakan saja sekarang di sini!

Kau saja yang katakan.

Apa?

Kenapa menyuruhku mengatakannya?

Memangnya kau berubah? Kau dan yang dulu sama saja!

Selalu bilang ini berat sekali buatmu.

Kau mengatakan kata-kata yang sama persis!

Ini juga berat untukku!

Di dekatmu aku tidak tahu aku harus bagaimana.

Aku takut kau akan menyesal kembali bersamaku. Bersama denganmu...

Bernapas pun aku tidak bisa.

Tapi kau hanya memikirkan dirimu saja!

Seberapa beratnya ini buatmu!

Seberapa banyak kau mencoba!

Di matamu hanya ada kau!

Bukan hanya kau!

Kau tidak bisa lihat bagaimana ini...

...membuatku jadi gila?

Jadi kau katakan saja.

Bila kau ingin putus, katakan saja.

Aku muak dengan ini.

Apa kau bahkan mencintaiku?

Apa kita sedang menjalin hubungan?

Aku ingat sekarang.

Kita tidak bisa mengingat...

...apa yang terakhir kali kita pertengkarkan.

Semua itu kembali teringat saat kita bertengkar tadi.

Aku tahu.

Aku juga mengingatnya.

Saat itu aku juga menanyakan apakah kita berpacaran karena kita sedang jatuh cinta.

Aku akan melakukannya dengan baik.

Kau sudah melakukan yang terbaik.

Benar.

Kau benar-benar baik padaku.

Benar.

Kita berdua benar-benar berusaha keras.

Apa itu sakit sekali?

Tidak apa-apa.

Hujan sudah berhenti.

Benar.

Hei,...

...mau menaiki itu sebelum kita pergi?

Aku tidak bisa menaiki wahana yang menakutkan.

Sejujurnya, aku juga tidak bisa.

Biar begitu ayo kita coba satu kali.

Kita mesti mencobanya untuk bersenang-senang.

Aku jadi gila, sialan!

Kenapa kau mendengarkan dia?

Aku selalu memesan yang paling murah.

Kenapa meneriakiku!

Aku takut.

Mau pergi bersama?

Kau tahu apa?

Apa yang kau lakukan!

Kenapa? Kau masih menyukaiku?

Naik!

Akhirnya, begitulah kami putus.

Itulah akhirnya.

Aku akan pergi duluan.

Baik...

Selamat tinggal.

Saat kami putus, tidak banyak yang bisa dikatakan.

Kami sudah banyak kali melalui ini.

Dong Hee mungkin tengah melihatku berjalan pergi, seperti biasanya.

Kisah cinta kami...

...tidaklah manis, indah,...

...maupun penuh kegembiraan.

Itu adalah kisah cinta yang normal dan biasa. Tidak ada yang istimewa.

Tapi kami berdua tulus.

Kami sungguh saling mencintai.

Mungkin dalam hidupku itu adalah...

...hal paling gaib yang pernah terjadi.

Apa yang lucu?/ Pelawak ini.

Bagaimanapun, aku mungkin tidak ingat lagi...

...kenapa kami putus.

Meski aku berusaha keras mengingatnya,...

...pertengkaran kami akan jadi semakin samar.

Seperti bekas luka ini.

Dan di saat sudah sembuh sepenuhnya,...

...aku akan mencari orang yang lain,...

...begitu, 'kan?

Kepala Tim Lee!

Kepala Tim Lee!

Kau bisa mendengarku?/ Kepala Tim?

Ya.

Ya!

Kau memanggil?

Kenapa kau selalu lambat menjawab?

Ambil ini.

Ini dari kantor pusat.

Baik.

WAWANCARANYA

Apa itu?

Tiket ke pemutaran perdana film.

Film?/ Yep.

Mereka membuat film dokumenter tentang para pegawai.

Aku sudah lupa itu. Pasti sudah selesai.

Apa tidak semestinya kau berdandan untuk pergi ke pemutaran perdana itu?

Ah, ya. Aku tidak punya apa-apa yang bisa dikenakan! Bagaimana ini?

Kepala Bagian, belikan dia gaun./ Apa?

Kau dengar itu, sayang?

Kenapa beli? Pakaian itu juga cantik.

Apaan itu? Siapa yang pergi ke pemutaran perdana film dengan berpakaian seragam bank!

Lupakan! Biar kubeli sendiri!

Ayo kita pergi belanja nanti.

Baiklah!

Young?

Kau juga ikutlah bersama pergi belanja.

Aku tidak apa-apa.

Akan bagus sekali bila berdandan cantik.

Aku ada janji.

Ayo kita juga bekerja!

Tidak ada yang bekerja.

Ayo.

Sejak kapan kau bekerja keras?

Halo./ Halo.

Young!

Di sini!

Kalian datang lebih awal.

Kami tepat waktu.

Young, kau mau ke mana?/ Nikmati filmnya.

Young!

Ini sudah lama, ya.

Benar.

Tidak menonton filmnya?

Masuklah. Semua orang di dalam.

Baik.

Tunggu...

WAWANCARANYA

Aku juga...

...pikir filmnya akan membosankan.

Mereka putus, kembali bersama, lalu putus lagi.

Mau beli tiket lotere?

Lotere?/ Ya.

Aku akan beli buat satu masing-masing.

Aku selalu membeli tapi tidak pernah menang.

Mungkin kali ini akan berhasil.

Baik.

Mungkin sungguh saja akan berhasil.

Kita makan apa?

Mie kacang hitam? Restoran yang sama?

Sudah tidak ada sekarang.

Kenapa? Padahal makanannya enak.

Entahlah.

Sekarang, kita makan apa?

Entahlah.

Kita akan cari yang enak.

Very Ordinary Couple Dipersembahkan Oleh ISLandSubs - Indonesian Subtitles Land

Subtitle didistrubsikan GRATIS untuk ISLandSubs.com Boleh untuk diposting ulang, diunggah ulang, diedarkan dalam bentuk hardsub atau diperjualbelikan

Alih Bahasa: Subsnesia

Penyunting Akhir: sooLazee

Penyelaras Akhir: sooLazee

Kunjungi ISLandSubs.com untuk mendapatkan Subtitle Indonesia lainnya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.