All language subtitles for Sultan.Agung.2018.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa: Doyan_Nonton

Pukul!

Pukul aku!

Tidak, Guru.

Sudah!

Ayo, siapa yang berani?

Kurang ajar!

Siapa itu, Guru?

Anak hilang sudah pulang ke kandang.

Rangsang?

Kenapa, Guru?

Mau apa kau?

Siapa kau?

Latihan tanding hari ini selesai.

Sekarang kita belajar ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga.

Sekalian sembahyang Zuhur di atas.

Kakang Singaranu? Kenapa ini?

Kelana.

Kau tahu siapa orang tadi?

Tidak tahu, Mas.

Itu kenapa Mas Rangsang cemberut?

Kelihatannya kangen sama anaknya Ki Lurah Sudar.

Kenapa ganteng-ganteng menyukai perempuan liar?

Lebih baik denganku saja.

Sok cantik!

Memang aku cantik.

Ayamnya sudah diberi makan, Istriku?

Sudah, Suamiku. Ini ayamnya sampai kegemukan.

Ada perlu apa?

Dia penasaran dengan anaknya Ki Lurah Sudar.

Anak Ki Lurah yang kabarnya hilang...

...dibawa orang-orang Brang Wetan (Jawa Timur)?

Bukan, yang satunya.

Aku tidak tahu.

Sudah tidak ada jalan lain.

Pajak yang harus kami berikan...

...tinggi sekali.

Kami semua tidak kuat.

Karena itu Tuan Lurah...

Kami semua...

Kau sedang apa di rumah Ki Lurah?

Mohon minta perlindungan di Mataram, Tuan Lurah.

Aku mohon!

Mereka itu siapa?

Tidak tahu.

Orang-orang dari Jawa Timur.

Bagus sekali...

Kau gegabah sekali.

Itu Kang Randu.

Berani-beraninya menerima pengungsi...

...tanpa melapor Tumenggung Alap-Alap.

Pengungsi-pengungsi ini membahayakan Mataram.

Mereka akan menguasai Mataram.

Jangan asal menuduh.

- Kau di sini... - Aku minta...

...para pengungsi ini diusir dari tempat ini.

Benar! Usir saja!

Lalu, siapa nanti yang memberi makan pendatang-pendatang itu?

Mataram? Dengan pajak Rakyat?

Enak sekali jika begitu.

Tunggu, jangan membuat gara-gara di rumahku.

Pendatang seperti mereka...

...yang akan merusak kehidupan penduduk asli Mataram.

Tutup mulutmu!

Tunggu, Mas!

Ini bukan urusan kita.

Ini sudah menjadi urusanku.

Siapa itu?

Siapa yang melempar?

Jangan beraninya kepada orang tua!

Bukankah itu orang yang tadi, Mas?

Turun kau!

Ayo masuk ke dalam rumah.

Anak-anak juga, ayo.

Ayo, cepat masuk.

Akan kupecahkan kepalamu!

Lembayung?

Dia yang mengalahkanmu tadi, 'kan?

Sakit, Mas.

Lembayung?

Ya ampun, anakku.

Jangan!

- Jangan. - Itu anakku!

Kau sehat, 'kan, Nak?

Begitu caramu, Yung?

Aku adiknya Turah.

Sahabat kangmasmu sendiri.

Sudah, Randu. Sudah.

Tidak bisa.

Maafkan anakku ini.

Tidak bisa.

Apa yang sudah dimulai harus diakhiri!

Kau masih laki-laki, 'kan?

Masih.

Begitu?

Orang-orang seperti kalian itu memang berbahaya.

Bagaimana ini?

Awas kau!

Sudahlah.

Randu?

Sudah! Cukup!

Jangan diteruskan.

Mati kau!

Kepung!

Hebat sekali.

Apa tadi?

Jurus Menggerus Raga.

Kalian sudah membuat malu Eyang Guru kalian,...

...Kanjeng Sunan Kalijaga.

Mereka melindungi mata-mata dari Timur.

Kakangku...

...dan kakangnya Lembayung...

...hilang di daerah Timur, Guru.

Coba lihat baik-baik,...

...perhatikan dengan teliti...

...orang-orang yang kalian tuduh sebagai mata-mata.

Ayo perhatikan!

Cermati sekali lagi!

Pulang!

Siapa mereka?

- Kami dari daerah Timur. - Kalian dari daerah Timur.

Aku minta maaf, Mas.

Tidak apa-apa!

Kau baik-baik saja, Nak?

Bagaimana? Kau sudah menemukan yang kau cari?

Takdir kalau sudah menjemput...

...tidak ada yang bisa menghindar.

Jadi, sebaiknya kau bersabar.

Ikhlaskan saja.

Mari, Saudara-Saudara.

Sekarang, kita ke padepokan saja.

- Terima kasih, Ki Jejer. - Terima kasih, Ki Jejer.

Sudahlah.

Nanti juga bertemu di padepokan.

Kau selalu merindukannya.

Hidup itu

Yang pertama adalah berguru

Yang kedua, mengabdi kepada sesama

Yang berikutnya Adalah saling menghormati

Yang terakhir

Bersembahyang kepada Tuhan Untuk kesempurnaan

Rangsang?

Ya.

Lupa? Tidak hafal?

Mohon izin, Guru.

Benar.

Aku...

...berkelana mencari kakangku Seto.

Mas?

Ya?

Tolong dipikirkan lagi.

Kau sudah yakin dengan anak Ki Lurah?

Memangnya kenapa?

Kau tidak cocok dengan anak Ki Lurah.

Hei, Kelana?

Cinta itu seperti bisul...

Ada apa?

Gusti Tumenggung Mandurejo datang.

Siapa itu, Kak?

Tumenggung Mandurejo.

Kenapa dia kemari?

Semoga tidak ada yang ketahuan mencuri di Kota Gede.

Selamat datang.

Terima kasih.

Mas Rangsang sudah selesai?

Sudah.

Mas Rangsang ada apa di sana?

Tidak tahu.

Aku diperintahkan menjemputmu.

Permisi, Tuan Pangeran.

Mohon izin bicara.

Kami para adipati dari daerah Barat (Brang Kulon)...

...ingin memberikan hadiah...

...yang berbentuk emas murni...

...agar senantiasa terjalin kekerabatan...

...dengan Sri Baginda Panembahan Hanyokrowati.

Aku terima hadiah dari saudara-saudara dari Barat...

...yang berbentuk emas murni.

Untuk selanjutnya,...

...nanti akan aku haturkan...

...kepada Raja kami, Panembahan Hanyokrowati.

Kabar baik, Paman.

Ada keperluan apa...

...aku...

...dipanggil untuk pulang?

Aku minta Pangeran bertanya langsung kepada Ibunda.

Silakan.

Aku antar Pangeran berganti pakaian kebesaran.

Tidak apa-apa, Ibu.

Mataram membutuhkan lebih banyak lagi...

...pangeran yang cakap seperti dirimu.

Ibu jangan khawatir.

Perampok dan pengkhianat saling bekerja sama.

Oleh sebab itu...

Ayah dan ibumu membuangmu.

Tidak, Ibu.

Namun, dirimu adalah...

...keturunan Panembahan Senopati,...

...golongan Kesatria.

Terlahir tunagrahita.

Sedang berkunjung.

Ayahmu akan melamar...

...putri Adipati Batang untukmu.

Aku baru melihat wayang kulit.

Kisahnya Rama dan Sinta.

Ceritanya bagus sekali.

Kau berlebihan.

Lebih bagus Mahabarata.

Banyak adegan perangnya.

Tunggu sebentar.

Kau sendiri atau bersama Rangsang?

Bersama...

...Mas Rangsang, Guru.

Di mana dia sekarang?

Barangkali sudah di atas

Kenapa?

Aku...

Aku ingin menjadi Golongan Brahmana saja.

Guru, aku mohon diizinkan.

Maafkan aku, Pangeran.

Aku tidak tahu.

Berdiri, Nimas.

Apa-apaan ini?

Maafkan aku, Pangeran.

Dari mana kau tahu?

Aku sudah lama curiga, Pangeran.

Kau mencuri dengar pembicaraanku dengan Ki Jejer?

Benar?

Nimas, jika sampai orang-orang tahu siapa aku sebenarnya,...

...berarti kau yang membocorkan.

- Aku... - Aku belum selesai bicara.

Kau salah, kau harus menerima hukuman.

Aku salah, Pangeran.

Maafkan aku, Pangeran. Aku berjanji takkan membocorkan.

Maafkan aku.

Aku salah!

Tatap mataku. Ayo.

Bukankah enak tinggal di Keraton?

Tahu apa kau mengenai Keraton?

Kau dari mana saja? Kau ditunggu orang banyak.

Kau selalu berkeluyuran.

Kau mau ke mana?

Kami permisi.

Ternyata Mas Rangsang itu putra Raja Mataram.

Kau sedih memikirkan siapa, Nak?

Memikirkan rajamu atau pangeranmu?

Tidak, Ibu.

Jangan berbohong.

Jangan terlalu dipikirkan, Nak.

Jadi, Ibu sudah tahu...

Karena...

...itu perintah junjungan kita Panembahan Hanyokrowati sendiri...

...kepada bapakmu, Nak.

Seandainya...

...kau tidak membalas cintanya Pangeran Rangsang...

Wafatnya Sinuwun Hanyokrowati...

...sangat berbahaya bagi keamanan Mataram.

Kalau begitu,...

...lebih baik Pangeran Martopuro...

...segera dinobatkan naik takhta.

Bagaimana?

Apakah Pangeran Martopuro pantas naik takhta?

Lalu, bagaimana masa depan Mataram?

Nanti dulu...

Janji adalah utang.

Apa pun keadaannya,...

...wasiat dari para sesepuh...

...harus kita patuhi.

Apa kau siap menggantikan mendiang Ayahanda naik takhta?

Ini bukan persoalan siap atau tidak.

Mohon maaf.

Mohon maaf jika kita bertemu di sini.

Menurutku...

Aku akan memberikan jabatan tinggi kepada Eyang...

...kalau anakku segera naik takhta.

Ada apa?

Apa hubungannya denganku?

Aku meminta maaf, Gusti.

Aku terpaksa mengaku.

Anak dan istriku ditangkap.

Aku mohon maaf.

Aku ibundanya!

Aku ibundanya!

Aku mohon maaf, Gusti.

Aku mohon maaf.

Aku mohon maaf, Gusti.

- Tolong selesaikan. - Aku mohon maaf.

Selesaikan secepatnya.

Laksanakan.

Mari aku antarkan.

Di mana Bapak Guru?

Mohon maaf, Pangeran.

Pangeran sudah ditunggu di atas.

Silakan.

Kemarilah, Nak.

Duduk di sini.

Apa ini, Guru?

Namun, orang itu tepercaya dan terhormat.

Ayahandamu sudah punya firasat.

Oleh karena itu, kau dititipkan di sini...

...dari umur 10 tahun.

Hormatku untuk Pangeran.

Silakan masuk, Pangeran.

Tak apa.

Aku di luar saja.

Berdiri, Nimas.

Nimas?

Sudahlah, Pangeran.

Jangan panggil aku Pangeran.

Aku pamit.

Selamat tinggal.

Aku Panembahan Hanyokrowati...

...memberikan perintah kepada putraku Raden Mas Rangsang...

...agar dinobatkan menjadi Raja...

...dengan gelar...

...Susuhunan Agung Hanyokrokusumo.

Aku juga...

...memberikan perintah kepada putraku...

...untuk mempersunting...

...Putri Adipati Batang...

...yang nantinya...

...akan menjadi permaisuri...

...dengan gelar Kanjeng Ratu Kencana.

Dia tempo hari...

...berkelahi dengan kita, 'kan?

Celaka kita. Ayo kita pulang.

Tetap di sini.

Siap laksanakan.

Siap laksanakan.

Mohon maaf, Sinuwun (Raja).

Mohon izin, Sinuwun.

Apa tidak lebih baik...

...kalau kita bekerja sama dengan mereka?

Kuperintahkan kau menjadi mata-mata di Kulon.

Siap laksanakan, Sinuwun.

Siap laksanakan.

Kakang Singaranu?

Aku, Sinuwun.

Siap laksanakan, Sinuwun.

Siap, Sinuwun.

Ini belanjaan buat di dapur.

Untuk makan siang para santri.

Mau dimasak apa?

Terserah kau.

Santri laki-laki ada di mana, ya?

Kenapa harus seperti ini?

Lama-lama jantungku copot!

Bagaimana kabarnya, Kangmas Patih?

Kemari. Duduk di sini.

Jangan

- Ayo duduk. Sudah lama tak jumpa. - Kangmas itu wakil Raja.

Duduk sini.

Ini apa, Kang?

Ini apa?

Ini semua.

Ini amanat Sinuwun.

Lihat, senjata baru.

Lihat baik-baik.

Ini terbuat dari sepuhan emas.

Ini berat sekali,...

...bisa menembak perempuan itu dari jauh.

Tujuannya apa, Kang?

Bukankah kau sudah tahu?

Sebulan lalu, VOC itu datang ke Keraton.

Orang-orang itulah yang membantai penduduk Banda dan Maluku.

Menurutku, mereka adalah orang-orang...

...yang diramalkan Eyang Guru kita

Apa, Yung? Ada yang mengganjal pikiranmu?

Tidak, Kang.

Sudahlah, bicara saja.

Tidak perlu sungkan. Kita satu padepokan, bukan?

Gagah sekali.

Ya, pasti.

Itu apa? Hantu Burisrawa?

Aku Tumenggung (pejabat tinggi).

Tumenggung maunya kau!

Bercanda ini, Kang.

Iya, Tumenggung Gendeng.

Diperintah apa kau?

Aku ini sekarang...

Katanya mereka sudah menaklukkan Jayakarta...

...dengan senjata-senjata itu.

Apa kita harus mengikuti mereka?

Ini hanya untuk berjaga-jaga, Yung.

Ya, bukankah bisa dengan keris?

Mereka adalah para santri calon Brahmana.

Dia punya kemampuan memprediksi masa depan.

Kau pasti paham.

Ya sudah.

Aku pamit.

Aku mau ke Kulon.

Sekarang?

Ya.

Aku pamit.

Baik, bawa bekal ini.

Hati-hati, Kang.

Aku mengurus para santri lebih dulu, ya?

- Ya, silakan. - Hati-hati.

Apa kabar, Lefebre?

Baik, Tuan Coen.

Apakah surat protes dari Kerajaan Inggris...

...tentang insiden di Maluku sudah kau balas?

Aku tidak tertarik membahasnya.

Aku justru tertarik membahas sesuatu di Banten.

Kita akan membangun benteng di sana.

Benteng itu lebih besar daripada yang di Banda dan Ambon.

- Tuan Van Srouck. - Tuan Coen.

Bagaimana dengan tawaran kerja sama dengan Mataram...

...untuk membangun Loji di Japara?

Suruh dia mengunyah sendiri tawaran itu.

Dia mengira hanya dirinya satu-satunya Raja di Jawa.

Bagaimana jika mereka melakukan perlawanan?

Kau meremehkan kekuatan perusahaan kita.

Jika mau, uang kita bisa membeli Mataram.

Kang Seto?

Kang Seto?

Tidak sanggup melanjutkan perjalanan ke Mataram.

Mohon maaf, Sinuwun.

Aku yakin mereka bukan perampok.

Namun, para Merdicker,...

...orang-orang yang dulu diperbudak oleh VOC,...

...lalu dibebaskan.

Kau jangan asal menuduh.

Sudah jelas semuanya!

Laksanakan.

Setuju.

Tenang! Tenang, Semua!

Belum ada bukti nyata...

Apa ini maksudnya?

Mohon maaf, Sinuwun.

Mohon izin, Sinuwun.

Dia bernama Jean Peterson Coen.

Sebaiknya,...

...menghadapi orang ini,...

...kita harus berhati-hati.

Menang...

atau mati.

Laksanakan perintah.

Minta perhatiannya sebentar, Saudara-Saudara.

Mataram menghendaki perang ke Batavia.

Untuk para laki-laki yang masih sehat,...

...satukan tekad...

...bersama tentara Mataram...

...menggempur Batavia.

Kau tidak ikut, 'kan, Suamiku?

Kita sekarang warga Mataram.

Busurnya diangkat.

Pegang yang kuat.

Ikuti, Semua.

Lepaskan.

Tidak akan ada perang lagi.

Bukan begitu, Kangmas?

Mohon maaf, Gusti Ratu.

Ada apa?

Ki Jurukithing...

...hendak bertemu dengan Sinuwun.

Sekarang,...

...dia sudah menunggu di tempatnya.

Ada hal penting apa sampai menggangguku bersama keluarga?

Mohon maaf, Sinuwun.

Ada hal yang harus dibicarakan.

Mengingat maksud keinginan Tuanku...

...untuk memimpin sendiri perang ke Batavia.

Benar, Sinuwun.

Silakan.

Rakyat yang menjadi korban.

Tidak semuanya terlatih.

Lalu, apa jaminannya?

VOC akan mencegat di Cirebon.

Memangnya bisa?

Mata-mata Mataram...

Lalu, apa tujuan dan keuntunganmu?

Tidak ada.

Tidak ada jabatan apa pun yang aku cari.

Mohon maaf, Sinuwun.

Hanya demi peperangan ini.

Orang ini, Sinuwun.

Ampuni aku, Sinuwun.

Sinuwun?

- Karena aku yang salah. - Cukup!

Mohon maaf, Sinuwun.

Mohon maaf.

Mohon dipertimbangkan.

Aku tidak mau ikut campur, Kang.

Kau yang lebih mengerti, 'kan?

Apa lagi, Kang?

Jangan gegabah kau, Kang.

Yung, aku serius!

Kau jangan mengarang cerita...

...supaya aku pergi ke Batavia untuk membela Mataram, Kang!

Tidak akan!

Aku melihatnya sendiri!

Dengan menyebut...

...Nama Tuhan Yang Maha Kuasa,...

...aku titahkan kalian...

...untuk menang atau mati di Sunda Kelapa!

Aku hanya rakyat Mataram, Sinuwun.

Kewajiban seorang rakyat hanya setia...

...kepada junjungannya.

Musuh sudah mendekat!

Persiapkan pasukan untuk melawan mereka,...

...lalu tutup semua gerbang.

Siap, Tuan!

Pasukan, siapkan meriam di atas benteng.

Berhenti!

Cepat!

Prajurit! Cepat!

Prajurit! Cepat!

Caspar?

Bagaimana keadaannya?

Lefebre?

Dari mana orang-orang Jawa itu belajar siasat mengepung benteng?

Tuan Coen, masuklah.

Biarkan mereka menjadi urusanku.

Siapkan centeng-centeng kita.

Di mana kakakku, Turah?

Hei!

Kau perampok yang menyerangku di perbatasan.

Hei! Semua bersiap!

Mohon maaf jika mengganggu.

(Pasukan berhasil menerobos benteng, tapi dipukul mundur.)

Sudah, Sinuwun.

Tumenggung Alap-Alap dan Pangeran Purboyo menanti perintah.

Laksanakan perintah.

Tumenggung Bahureksa?

Sudah ada kabar dari Mataram?

Belum, Tuan Pangeran.

Namun, titah Sinuwun...

...untuk menang atau mati di sini harus tetap dijalankan.

Kita harus membalas kekalahan kita.

Benar.

Kau mau ke mana?

Baiklah.

Aku akan membantumu.

Aku menghadap Pangeran Purboyo.

Ada perlu apa?

Lembayung mau bicara?

Mohon maaf, Pangeran Purboyo.

Benarkah itu, Kelana?

Kita hadapi saja.

Tidak perlu mendengarkan pendapat seorang perempuan.

Kau tahu ini?

Tumenggung Bahureksa!

Mau apa kau?

Sudah!

Aku ingatkan!

Titah Sinuwun...

...menang atau mati di sini harus tetap dijalankan.

Berapa kali aku ingatkan?

Ayo bersiap-siap!

Pangeran!

Berita buruk, Pangeran!

Ada apa?

Jangan gegabah.

Jangan asal mengarang cerita!

Ini benar, Pangeran!

Hai! Kau!

- Siap. - Lindungi Pangeran!

Kau bantu mereka!

Baik, laksanakan!

Bersiap-siap!

Ada apa?

Semua bersiap-siap!

Cepat!

Tumenggung?

Kau benar, Yung?

- Paman di sini saja. - Tidak, aku harus menghadapinya.

Tembak!

Tunggu di sini saja.

Tidak!

Sudah. Mohon maaf, Tumenggung.

Aku harus mati di sini, Yung!

Jangan, Tumenggung.

Awas, Yung!

Tumenggung?

Kang?

Kau harus pergi dari sini!

Aku ke sini mencarimu, Kang!

Pergilah kalau tidak mau mati!

- Aku tidak mau! - Keluar!

Kau sudah berbeda!

Pasukan?

Siap, Tuan.

Bereskan mereka secepatnya!

Siap, Tuan.

Cepat!

Pergi!

- Pergi! - Tidak!

Cari mati!

Aku ini adikmu, Kang!

Bodoh kau!

Cari mati!

Lihat ini!

Lihat!

Lihat!

Apa?

Aku tidak membela siapa-siapa.

Aku ke sini hanya mencari.

Aku ingin bertemu kakangku, Seto.

Apa kau tidak merindukan Bapak dan Ibu, Kang?

Ibu selalu menanyakanmu, Kang.

Sudahlah, Kang.

Kangmasmu, Seto,...

...sudah mati, Yung.

Tidak.

- Sudah mati. - Tidak, Kang.

Sudah mati, Yung.

Jangan! Ini urusanku, bukan urusanmu.

Dia bukan kakangmu lagi! Dia Iblis, Yung!

- Kang Kelana! - Pergi!

Ini urusanku, bukan urusanmu, Kang!

Kang Seto!

Cukup, Kang.

Lembayung!

Kau harus pergi dari Batavia.

Tidak, Paman.

Kau harus tetap hidup.

Lihatlah...

...apa yang sudah terjadi.

Pergi!

Menang atau mati!

Menang atau mati, itu perintah Sinuwun.

Karena tindakan manusia seperti Notoprojo,...

...kalian semua menjadi lemah!

Seret Alap-Alap!

Eksekusi dia!

Tuan Pangeran!

Tunggu sebentar!

Siapa kau?

Mohon maaf, Pangeran Juminah.

Aku akan menjadi saksi...

Banyak bicara!

Akan kubunuh kau!

Ini urusanku.

Bebaskan seluruh Tumenggung.

Kau tahu apa yang kau lakukan?

Aku akan bertanggung jawab, Pangeran.

Ini balasannya?

Kita tetap harus membalas.

Kita hanya perlu menunggu titah dari Sinuwun.

Baik.

Sementara itu, kerahkan pasukan yang sehat untuk bercocok tanam.

Laksanakan.

Siapa di sana?

Biarkan saja.

Aku sudah tahu ke mana tujuan dia.

Aku harus mengirim pesan ke Ki Jurukithing.

Ada kabar dari Batavia.

Sepertinya akan kedatangan tamu

Bagaimana menurutmu?

Kau bersama pasukan Adipati Ukur...

Siap laksanakan, Sinuwun.

Mohon maaf, Sinuwun.

Ada teman Padepokan ingin bertemu.

Apa dia boleh masuk?

Siapa Pendekar itu, Bu?

Aku ke sini bermaksud baik.

Ayo masuk, Nak.

Ketahuilah.

Perempuan itu pahlawan Mataram.

Minggir kalian!

Silakan masuk ke Keraton.

Izin menghadap, Sinuwun.

Mendekatlah.

Mohon maaf, Sinuwun.

Seandainya aku bisa memohon...

Sinuwun harus menghentikan semua ini.

Seluruh alam semesta ini...

Seorang pemimpin dituntut berhati-hati dan berpikir sebelum bicara.

Mana...

...pasukan...

...Adipati Ukur...

...yang dijanjikan Sinuwun?

Agul-Agul?

Ibu?

Kapan bapak pulang?

Dia sudah lama tak pulang.

Bu?

Sudahlah, jangan menanyakan bapakmu.

Angkat kayu itu ke sebelah sana.

Coba kau baca surah Al-Alaa sekarang.

Ayo, Nak.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang.

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Agung.

Yang menciptakan, lalu menyempurnakan ciptaan-Nya...

...dan yang menumbuhkan rerumputan...

Siapa kau?

Kau ini?

Penampilanmu ini gagah, besar, dan tinggi,...

...kenapa kau tak ikut berperang?

Prajurit Semua,...

...ini upaya kita terakhir.

Bayangkan ini sungai Ciliwung...

...dibendung alirannya.

Airnya diisi bangkai-bangkai...

...agar tercemar airnya.

Seperti saat kita menaklukkan Surabaya, mengerti?

Laksanakan.

Lakukan besok!

Laksanakan.

Tuan Coen...

...harus banyak beristirahat.

Jika perlu, pergi dari Batavia segera.

Dokter, kalau boleh aku tahu,...

...dia sakit apa?

Dia terkena kolera.

- Untari, di mana kau? - Ya, Tuan.

- Ya, Tuan. - Tolong bantu Tuan Coen minum obat!

Tuan Coen?

Astaga.

Nak, mau kau apakan gamelannya?

Sinuwun.

Berdiri, Bu.

Mohon maaf, Sinuwun.

Berdirilah, Bu.

Aku tidak mengenali Sinuwun.

Ya, tidak apa-apa.

Mohon maaf sedalamnya.

Mohon maaf, Sinuwun.

Ada perihal apa sampai kau datang kemari?

Benarkah itu, Sinuwun?

Benar.

Terima kasih banyak.

Gantengnya anak ini.

Ayo ke sini dengan Nenek.

Pelan-pelan.

Bu, mohon tolong diantar ke Padepokan.

Baik.

Bagaimana, Tuan?

Sinuwun?

Aku istri dari Randu, Sinuwun.

Aku tidak akan melupakan suamimu.

Terima kasih, Sinuwun.

Hati-hati kalau melangkah supaya tidak jatuh.

Permisi...

Ya.

Kalian mau ke mana?

Mau belajar di Padepokan.

Tunggu!

Padepokan mana?

Padepokan Jejeran.

Permisi.

Hati-hati.

Ya.

Seharusnya kalian bisa menduduki benteng Batavia.

Kenapa tidak kalian lakukan?

Kau ingat...

...ketika menaklukkan Pati dan daerah Jawa Timur dengan mudah?

Kenapa sekarang kalian gagal?

Kami siap menerima hukuman.

Aku sudah menyiapkan algojo...

..untuk memenggal kepala pasukan yang tidak becus seperti ini.

Pulang.

Pulanglah kepada anak dan istri kalian.

Mohon maaf, Sinuwun.

Mereka sudah mencoreng kewibawaanmu...

...dan juga kewibawaan Mataram.

- Terima kasih banyak, Sinuwun. - Terima kasih banyak, Sinuwun.

Sudah selesai semua.

Bu, Ayah pulang.

Nak, ini ayahmu.

Bu, ada Paman Tono.

Ini peninggalan Kang Randu.

Sebagai seorang raja,...

...Tuan tidak hanya menciptakan tatanan politik,...

...tapi juga kebudayaan.

Cara Tuan dalam menyampaikan ajaran agama,...

...Tuan sinergikan...

...dengan kebudayaan setempat...

...agar persaudaraan kita makin erat terjalin.

(Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.