All language subtitles for The-Treacherous-2015-KOREAN-BluRay-AAC

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-- Diterjemahkan oleh D-Wicaksono -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)

Berdasarkan peristiwa nyata dalam persejarahan negara Korea

Tahun 1505 M, Raja Yeonsan memerintahkan 'Petugas Perekrut Wanita Cantik'

untuk membawakan lebih dari 10,000 wanita untuk memuaskan birahi Sang Raja,

yang mana menciptakan kemarahan massal di kalangan rakyat. -SEJARAH DINASTY JOSEON-

Untuk tahu bagaimana cara Sang Raja menghancurkan negaranya sendiri,

dengarkanlah kisahku.

Ini adalah tahun ke-10 masa pemerintahannya.

Pada malam saat Bulan Darah,

2 orang laki-laki bertemu dengan Ratu Yoon yang telah digulingkan.

Melalui mereka berdua Sang Raja mendapatkan

pakaian wanita dengan noda darah.

Apakah ini benar-benar pakaian yang dipakai ibuku

saat beliau dibunuh?

Yang Mulia!

Raja sebelumnya ingin menjaga hal ini agar tetap menjadi sebuah rahasia,

jadi saya berniat membawa ini sampai ke liang lahat...

Terus kenapa sekarang menyerahkannya padaku?

Pihak tak dikenal mempekerjakan seorang pembunuh untuk mencuri itu!

Siapa dalangnya?

Setengah dari pemerintahan ingin menggulingkan tahta Ratu sebelumnya,

jadi kami tak tahu siapa dalang di balik semua ini.

Kita tak boleh mengabaikan kemungkinan adanya suatu maksud tertentu.

Siapa yang menyangka,

potongan kecil sebuah pakaian mengakibatkan banjir darah.

Ke mana kunjungan kemarahan pertama Sang Raja?

Dia membunuh 2 selir ayahnya

dengan tangannya sendiri,

dan gada besi.

Tubuh mereka dirobek2 dan dibuang di gunung.

Dia juga membunuh neneknya sendiri karena neneknya memfitnah ibunya,

dan mereka yang menyebarkan rumor,

para pendukung penggulingan tahta,

pelayan yang membawa racun,

mereka dibunuh tanpa belas kasihan

menggunakan racun, dipenggal,

dan dipotong-potong.

Batu nisan para pengkhianat dihancurkan,

sisa tubuhnya digali,

kemudian dihancurkan hingga berkeping-keping,

dan berakhir sebagai debu yang tertiup angin.

Lebih dari 200 nya menjadi makanan babi.

Pembantaian ini dikenal sebagai...

'Pembersihan Kaum Terpelajar Kedua'.

Namun, ada 2 orang yang terus tertawa selama pembersihan :

Menteri Im Soong-Jae,

dan ayahnya, Im Sa-Hong.

Mereka berdua adalah orang paling berbahaya yang masih hidup.

Apa yang kau tabur, itulah yang akan kau tuai,

suatu hari nanti, tulang belulangmu mungkin saja tertiup bersama angin...

- PENGKHIANAT -

Yang Mulia, kita tak boleh...

Jangan bergerak! Aku hampir selesai.

Kuas ini takkan kulepas dari genggamanku.

Menteri!

Ya, Yang Mulia.

Aku yakin semua para gulma setan telah tumbang.

Itu berkat Tekad Anda yang membuat mereka kembali ke langit.

Bukan cuma berkat tekadku, tapi juga kerja keras kalian juga.

Selesai.

Masuklah!

Duduk.

Pemandangan yang luar biasa.

Aku suka pisau perak.

Bersamaan dengan kehendak pengambil kesucian melawan pembela kesucian,

2 keinginan alami menjadi satu...

Sungguh megah.

Kami merasa terhormat, Yang Mulia.

Aku harus memberi kalian berdua penghargaan atas pengorbanan tanpa henti kalian.

Kuharap kalian menyukainya.

Kesedihan Anda yang disebabkan masalah yang baru-baru ini terjadi

terlihat sangat jelas di wajah Anda.

Bagaimana kau tahu?

Sensualitas jelas bisa membangkitkan gairah seseorang,

namun ekspresi palsu mereka mencegah sensualitas itu mencapai karunianya.

Kalau begitu aku harus membuangnya.

Ada cara untuk meningkatkannya.

Im..

Im Soong-Jae

Dengan mengklaim kalau ini hasil karyaku, lukisan ini takkan mempengaruhi reputasi Anda,

dan ini adalah sebuah maharkarya mengingat kemampuanku yang terbatas ini.

Omong kosong!

Kau benar-benar sesuatu!

Apa Raja benar-benar memberimu ini?

Kau tak lihat namaku?

Sekarang, siapapun yang bisa menirukan pose dalam lukisan ini,

akan mendapat hadiah katak emas ini.

Tuanku.

Hari ini kita cuma mendapatkan 1 tambahan gadis.

Bukan dia orangnya?

Kalau kau memberikan lukisan itu kepadaku,

Akan kutunjukkan sesuatu yang lebih bagus.

Apa?

Kudengar kau sedang mencari gadis baru.

Siapa yang kau cari?

Entahlah, yang jelas bukan kau.

Kudengar kau adalah orang yang paling dipercaya Raja.

Meski begitu,

malam ini, kau adalah rajaku.

Kalau begitu akan kutunjukkan seperti apa Raja bersenang-senang.

Untuk setiap gentong yang kosong, lepaskan 1 aksesoris di tubuhmu.

Kalau aku gagal sebelum kau telanjang bulat,

aku akan memberimu lukisan ini, sebagai tambahannya akan kubawa kau ke istana.

Tapi kalau aku yang menang, berkelilinglah tanpa mengenakan sehelai benangpun.

- Setuju? - Setuju.

Cepat.

Bagus.

Tadi adalah minuman yang terakhir.

- Tuanku... - Teruskan!

Tuanku!

Mohon ampuni aku!

Mengampunimu? Itu namanya bersenang-senang!

Aku melewati batas...

Dasar pelacur jalang licik!

- Lepaskan semuanya! - Ada apa ini?

Berhenti!

Hadiah Raja itu pusaka!

Yang benar saja.

Lukisan cabul seperti itu dibilang pusaka?

Dasar keparat tak tahu terima kasih!

Berani-beraninya kau!

Bukankah aku yang membuat dirimu bisa pulih kembali?

Semuanya keluar! Cepat!

Setelah 2 laki-laki ini mengguncang negara,

jalanan di penuhi berbagai kritik.

Raja mengabaikan tugas resminya demi memuaskan hasrat duniawinya,

masukan yg menyangkut kerajaan dari para menteri masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Dia mengubah sebuah kota menjadi lahan tempat berburu...

Perburuan rakyatnya sendiri dan perburuan binatang dimulai!

Karena tirani Sang Raja sampai pada puncaknya, negarapun menghadapi krisis.

'Kita harus menyerukan pemberontakan,

untuk mengganti Raja yang lama dengan Raja baru yang Adil Beradab!'

*slang = ngeseks

Perburuan hari ini dimulai dengan bang.*

Ayo!

Tak usah menangis.

Hidupmu akan berubah kalau Raja menginginkan dirimu.

Giddyup!

Sudah lama sejak terakhir kali kita berdua berburu bersama.

Benar, Yang Mulia.

Apa akhir-akhir ini kau turun ke jalan-jalan dengan menyamar?

Ya.

Kalau aku sibuk dengan tugas-tugas resmi kerajaan,

sudah menjadi kewajibanmu menjadi telingaku terhadap suara-suara rakyat.

Ya.

Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?

Apa maksud Anda?

Aku cuma bercanda!

Yang Mulia, bagaimana kalau pertandingan persahabatan?

Benar, pasti menyenangkan!

Menteri Park!

Ya, Yang Mulia!

Jadi...

Apa taruhannya?

Saya tak punya sesuatu yang berharaga untuk taruhan, Yang Mulia.

Kau punya nyawamu.

Yang Mulia, bercandaanmu itu.

Jangan khawatir.

Pasti banyak yang akan menawarkan leher mereka untuk menggantikan lehermu.

Bagaimana kalau kita tes loyalitas mereka berdua terhadap dirimu?

Yang Mulia!

Panggilkan tabib istana!

Tabib! Tabib!

Kuperintahkan kalian untuk membasmi semua bangau yang ada di tanah kita.

Kalian mengerti?

Ya, Yang Mulia!

Sang Raja mulai mengalami insomnia dan melihat penampakan,

penyebab ini semua tak lain karena Raja kehilangan banyak darah.

Dan kelihatannya Im Soong-Jae tidak melewatkan kesempatan ini.

Yang Mulia.

Bagaimana keadaan Anda?

Menurutmu seperti apa matahari itu?

Matahari itu cemerlang berseri-seri, dan menaungi semuanya...

Sama seperti Yang Mulia.

Kalau begitu, sama seperti matahari, apa seluruh Joseon...

berada di bawah naunganku?

Jika Anda memberikan rahmat kepada para wanita Joseon dengan cahaya Anda,

pasti kegelapan dalam diri mereka hilang dan Yang Mulia akan sembuh dari penyakit.

Omong kosong, Yang Mulia sedang tidak sehat.

Tak perlu rasa malu untuk mengejar kepuasan duniawi.

Akan saya bawakan ribuan kenikmatan untuk dinikmati dalam 1 malam!

Sayangku.

Sudah jadi tugasku memilih wanita-wanita untuk Sang Raja.

Aku sangat tahu selera anakku sendiri.

Aku akan memilih wanita yang disukai anakku,

jadi kenapa tak kau biarkan saja aku...

Aku punya rencana,

jadi singkirkan saja kekhawatiranmu, dan bantu aku tidur.

Rencana apa?

Yang Mulia, Menteri Im Soong-Jae sudah tiba.

Biarkan dia masuk!

Tepat pada waktunya, aku penasaran.

Berikut adalah daftar calonnya.

Mereka bilang hidup itu singkat sebelum menghadapi kematian.

Kau tahu apa yang aku lihat saat itu?

Aku melihat wajah yang mengharapkan kematianku.

Aku tak bisa lupa wajah penuh harap mereka.

Mereka menyembunyikan gigi mereka dan menunggu hingga tiba waktunya.

Jika gigi mereka bersembunyi di balik bibir mereka,

kenapa tak dijahit saja sekalian agar menutup selamanya?

Aku banyak mengadakan perjamuan meski dalam keadaan yang sulit,

untuk mencari orang-orang yang bisa memberiku penerus.

Aku sadar kalau aku harus mencari lebih jauh lagi.

Aku memerintahkan perekrutan wanita cantik di seluruh negeri.

*penghibur, pemberi kenyamanan

Mereka akan disebut sebagai 'comforters',* dan akan hidup dengan nama itu.

Oleh karenanya, Menteri Im Soong-Jae,

dan Menteri Pertahanan Im Sa-Hong

diberi kekuasaan penuh dari kerajaan sebagai 'Petugas Perekrut Wanita Cantik'!

Terima kasih, Yang Mulia.

Ini adalah tempat yang cerah dan,

tempat utama menyaksikan matahari terbenam.

Aku menyimpannya untuk dijadikan gazebo, kuharap kau menyukainya.

Itu cukup bagus buat sebuah istana!

Istana? Bagus!

Bagaimana mungkin kita bisa mengumpulkan suara untuk mengubah titah Sang Raja?

Kita tak boleh menerimanya.

Tuan...

- Minggir! - Menteri Yoo...

Permaisuri Jang pasti sangat putus asa.

Kau tak perlu bersikap begitu dingin.

Kita tak bisa mengabaikannya.

Kau pikir calonnya dipilih secara acak?

Mereka yang mamandang rendah kita akan memohon-mohon demi hidup mereka.

Yang kuat yang akan jadi pemilih, yang lemah yang akan jadi objek pilihannya.

Mau tambah lagi?

- Kemari kau, jalang! - Menteri Park, ini bukan kamar kita!

Wow ternyata pegawai Kerajaan paling setia...

...yang bekerja tanpa kenal lelah demi kejantanan Sang Raja ada di sini.

Permisi dulu.

Ternyata kelicikan dan praktek penggermoan yang kau lakukan belum cukup ya,

sekarang kau akan mengambil semua perawan demi kesenangan Sang Raja?

Minum saja dengan tenang.

Im Soong-Jae.

Apa kau sebegitu putus asanya demi mendapat kekuasaan?

Apa hari ini? Hari kematian adikmu.

Ketika Raja beberpar kali berkunjung ke kamar kakakmu, aku sering menemaninya.

Yang aku dengar bukan teriakan, tapi erangan.

Jadi kenapa bunuh diri?

Im Soong-Jae!

Bagaimana rasanya!

Sujud kepada laki-laki...

yang memperkosa adik sendiri?

Boleh minta lagi?

Kau yakin kau bisa melayani Raja?

Aku punya banyak pengalaman dengan berbagai macam pria,

mulai dari bangsawan, petani, tukang daging, bahkan preman.

Setiap laki-laki yang punya buah zakar utuh,

Aku bisa membungkusnya ke dalam rokku

dan membuat jiwanya melayang-layang.

Beraninya kau membandingkan Raja dengan petani!

Bukankah Raja juga

seorang lelaki?

Sangat percaya diri, kau pasti bisa meakukannya.

Senang kau menyukainya.

Aku tak bisa lagi mentolerir si 2 "Im" itu.

Aku harus mendapatkan kembali kekuaasaanku,

jadi berhati-hatilah, Menteri Yoo!

Merah!

Warna merah!

Satu titah keluar dari mulut Sang Raja, bendera merah dikibarkan.

Tunjukkan dirimu! Tunjukkan dirimu!

Siapapun yang bisa memuaskan Sang Raja akan menjadi Comforters!

Siapapun yang bisa mensucikannya,

akan dijadikan sebagai Permaisuri!

Ini bukan pengadilan resmi.

Jadi tak ada jaminan apakah Sang Raja akan mengampuninya atau tidak.

Tapi yang jelas, dia akan melayani Sang Raja.

Ayah!

Lepaskan aku!

Sayang!

Setiap anak gadis, istri, gundik, semuanya diambil...

Mengenakan seragam berwarna merah dan mengambil para gadis,

mereka seperti malaikat pencabut nyawa,

dan tak seorang wanitapun yang tersisa di jalanan.

Banyak cara menemukan para gadis itu!

Oh tidak!

Yang Mulia!

Gadis muda ini sudah ditakdirkan jadi seorang Ratu!

Henitkan.

Yang Mulia!

Sialan.

- Ikut kami! - Tunggu sebentar!

Begitu banyak kekacauan dan transaksi busuk.

Ada yang tidak sanggup melihatnya tanpa mengucurkan air mata.

Perawan!

Yang masih perawan ditandai dengan warna merah, sedangkan yang sudah tidak perawan berwarna biru.

Pelukis Kerajaan menggambar wajah mereka siang malam,

mengubah dari yang wajahnya sedih menjadi wajah yang gembira.

Kurasa sudah cukup.

Tapi Raja pasti menginginkan seseorang yang punya keunikan.

Mereka tak cukup bagus bersaing melawan Permaisuri.

Kalau begitu...

ada 1 tempat terakhir yang harus dikunjungi.

[ NEUNGJU ]

Cukup!

Dengarkan.

Utang harus dibayar menggunakan uang, omong kosong apa ini?

Kau memajukan deadlinenya, cuma ini yang bisa kukumpulkan.

Kalau begitu, aku tak bilang aku akan membatalkan semua utangmu

kalau aku minum dengan pturimu.

Apa kau tidak paham??

Akan kubuat putrimu jadi anak yatim piatu

dan aku akan mengambilnya!

Siapa gerangan ini?

Kau tak berubah sama sekali.

Lidah tajammu juga tak berubah.

Masuklah.

Masuk.

Ayah! Ayah!

Kau baik-baik saja?

Kudengar kau dan ayahku adalah teman lama.

Tentu saja.

Waktu berjalan begitu cepat.

Kudengar kalian juga berjanji untuk bisa mencapai kesuksesan bersama-sama!

Benarkah?

Rasanya sulit setelah ayahku dipecat.

Kau harusnya bisa mencegah pemecatan itu.

Tapi malah kau bilang dia sakit!

Skakmat.

Salah melangkah nih.

Boleh aku ulangi?

Tak masalah!

Tak masalah sama sekali.

Dengar, aku saat itu tak sanggup menolongnya,

karena aku terlalu lemah di hadapan pengadilan.

Tak ada niat jahat sekalipun.

Maafkan aku...!

Lihat dia, dia putriku satu-satunya!

Menteri, aku punya kekasih!

Sebuah tandu akan menjemputnya, jadi siapkan dirinya.

Kau sudah mendengarnya? Bahkan kediaman Tuan Jo didatangi.

Para perekrut itu tak lebih baik dari bajak laut.

Mereka sudah mengambil lebih dari 10ribu gadis!

Benar-benar gila!

Kalau aku bertemu dengan si perekrut,

Akan kuliti dia hidup-hidup!

Kenapa aku tak direkrut? Aku kan paling cantik.

Sialan, wajahmu membuat para lelaki ingin melakukan kekerasan.

Apa kau bilang? Dasar keparat!

Sudah mau pergi?

Mereka akan mulai.

Mulai apanya?

Bukankah kau datang kesini untuk menonton pertunjukannya?

Dunia berada dalam kekacauan, orang-orang digiring ke pegunungan,

dan kelaparan memaksa mereka memakan satu sama lain.

Dewa gunung yang marah mengirim seekor harimau!

Karena perintah Dewa, ia datang ke dunia,

tapi tak bisa menemukan satupun laki-laki yang bersalah.

Kenapa rakyat yang harus disalahkan akibat adanya kemiskinan?

Pejabat korup yang ada di balik dinding itulah yang harus disalahkan.

Mereka pantas mati!

Saat harimau tak sanggup memanjat dinding yang tinggi,

sudah diputuskan kalau daging dan darahnya milik petani,

dan membantu mendatangkan malapetaka kepada mereka yang korup.

Dia melihatnya sekilas.

Dahi yang lebar, alis seperti pohon dedalu menangis,

mata merak yang jernih, hidung mancung,

dan bibirnya bagai kulit buah persik...

Dia tahu kalau dia menemukannya!

Tapi... dia seorang tukang daging.

Seorang tukang daging!

Hei lihat ke sini!

Ada yang bisa kubantu?

Bisakah kau melepas topimu?

Wajah ini tak pantas ditunjukkan kepada bangsawan.

Hei! Itu dia.

Cocok sekali dengan sebutan pemburu wanita!

Memburu seorang gadis seperti anjing kepanasan!

Beraninya kau bicara begitu kepada bangsawan!

Aku tak punya urusan dengan kalian berdua, jad pergilah.

Ayo.

Siapa yang menyuruhmu?

Menyuruhku?

Kau salah.

Aku menawarkan diriku sendiri buat menghajarmu!

- Setuju? - Tentu.

Aku mengenainya!

Dasar jalang!

Dasar bajingan!

Merasa baikan, Tuan?

Kau terluka?

Tak apa-apa.

Kenapa kau mengikutiku?

Aku pernah melihat penari pedang.

Dia punya langkah kaki dan gerak tangan yang unik.

Di mana kau mempelajarinya?

Otodidak saat bekerja sebagai tukang daging.

Bukan dari seorang guru.

Aku mengerti.

Tuan, aku boleh menanyakan sesuatu.

Bisakah kau...

...merekrutku?

Aku akan berpura-pura tak mendengarnya.

Apa karena tanganku yang penuh dengan darah binatang?

Paling tidak kau menyadarinya.

Tapi Tuan!

Ayahku punya banyak utang.

Jadi aku mohon...

Lepaskan.

Aku bahkan...

...menawarkan diriku padamu.

Keluar!

Tunjukkan wajahmu!

Saya Jung-Hwa, putri Tuan Jo.

Aku kembali, ayah.

Kerja bagus.

Ayo masuk. Ya.

Sebelah sana!

Apa yang kalian lakukan?

Tak ada salahnya mencicipi sedikit.

Jangan bergerak!

Kau ingin mati?

Dia milik Raja.

Ampuni aku, Tuan!

Ayahmu mengijinkannya...

Bohong! Tidak, Tuan.

Apa ini rencanamu?

Takkan ada bedanya, toh dia akan jadi milik istana.

Dia cuma alat penebus kejahatan ayahnya.

Apa kau akan menyerahkan kekuasaanmu demi dendam wanita cantik itu?

Kembang teratai mekar setiap abad cuma sekali.

Dialah teratai yang aku temukan!

Terlalu dini mengatakan dia akan mekar ataupun akan layu.

Jalan menuju Sang Raja takkan mudah.

Ini baru awalya saja.

Tukang daging rendahan berpura-pura jadi seorang anak bangsawan...

Apa yang sebenarnya kau buru?

Melunasi hutang ayahku, hanya itu.

Kau memilih jalan ini, ayo kita lihat seberapa jauh kau mampu bertahan.

Yang Mulia!

Menteri Park melapor... Berani-beraninya mengganggu!

- Mereka sudah di sini? - Benar, Yang Mulia.

Menteri Im Sa-Hong.

Menteri Im Soong-Jae.

Kami kembali dari melaksanakan tugas...

Oke! Bagus!

Aku sudah menunggu begitu lama!

Bagus, tegakkan kepala kalian!

Sekarang!

Kalian semua akan makan makanan terenak Dinasti Joseon...

...di atas piring emas demi mengisi hati kalian semua.

Kalian semua akan memakai pakaian sutra dan kain satin,

kita akan mengadakan perjamuan di atas sungai, dan mandi di lembah,

berburu harimau bersama, dan bercinta setiap hari...

Tapi, kalau kalian merindukan suami atau kekasih kalian,

atau bahkan berpikir untuk melarikan diri,

Akan langsung kupenggal kepala kalian!

Baiklah! Akan kubawa kalian ke taman bermain!

Perhatian!

Mari aku perkenalkan rekan-rekan kalian!

Universitas ini dimaksudkan untuk mendidik...

Bahkan Konfusius pernah bilang kalau kau mengabaikan suatu interaksi,

kau takkan pernah bisa tumbuh dewasa, benarkan?

Ada aturan ketat apabila menyangkut pria dan wanita.

Aku bahkan membawa istrimu.

Jadi jangan terlalu keras.

Bagaimana anak kita?

Aku sudah dapat perawat, jadi tak usah khawatir.

Sampai para penghibur ini menjadi permaisuri,

mereka akan tinggal di sini,

dan penghibur yang mendapat nilai rendah akan didisiplinkan di dalam kuil!

Baik, Yang Mulia!

Ini tak bisa dibiarkan.

Mengubah universitas dan kuil jadi tempat pelatihan para penghibur!

Ini keterlaluan dan tak bisa diterima.

Berapa lama kita akan diam menunggu?

Siapa yang harus kita lantik jadi Raja?

Siapa lagi? Tentunya Pangeran Jinseong.

Akan tiba waktu kita semua.

Kebencian rakyat akan semakin dalam.

Bangun!

Cepat! Cepat!

Seperti apa wanita ideal itu?

Punya mulut lebar dan gigi bersih yang bisa memuat kejantanan laki-laki,

rambut hitam panjang bak sutra dan pergelangan kaki ramping.

Kulit semulus kain satin dan suhu tubuh yang hangat.

Pantat montok dan tulang kurus!

Dan seperti apa vagina yang diidam-idamkan?

Pertama, paling tidak lubangnya harus berada di depan.

Kedua, yang rambut kemaluannya jarang itu yang paling baik, dan harus tipis dan merata.

Ketiga, harus selalu hangat dan lembab.

Kalau soal ukuran, paling tidak...

...vaginanya harus muat dengan ukuran kejantanan Raja.

Semua posisi bercinta punya 1 prinsip :

'mencapai kebahagiaan murni melalui kontak yang tepat.'

Apa yang kalian pikirkan tentang diri kalian saat melakukan kontak utama?

- Konfusius bilang... - Dengan rasa hormat...

Bukankah kami itu cuma lubang becek buat Sang Raja?

Kami adalah tempat pipis Sang Raja, dari jenis yang terbaik.

Mampu menampung beban laki-laki dari berbagai jenis maupun usia.

Kami seperti obat.

Menggunakan tubuh kami untuk menyembuhkan yang lain.

Itulah yang namanya kontak yang sebenarnya.

Bagus sekali!

Apapun itu, tak seorangpun tahu siapa di antara kalian....

....yang nantinya akan jadi permaisuri atau budak.

Kontes dan pelatihan akan diselenggarakan,

jadi lakukanlah yang terbaik.

Kau yakin kau itu sebagai obat?

Aku seharusnya mengajarimu caranya.

Betapa konyolnya, betapa konyolnya....

Raja itu seorang pujangga, jadi pelajarilah kata-kata kiasan.

Raja itu seorang pelukis hebat!

Gunakan tubuhmu untuk mengekspresikan dirimu.

Tembuslah bulan menggunakan jari-jari kakimu!

Lebih tinggi!

Mengangkat tumit kalian akan mengembangkan otot pinggul kalian.

Mengepel dengan lutut lurus akan merangsang rahim,

dan melunakkan dalamnya.

Campurkan sulfur, akar gemmifera, buah cornus, dan cnidium,

tumbuk dan saring, kemudian masukan dalam vagina.

Itu akan menyusutkan vagina dan membuatnya jadi lebih sensitif.

Campurkan 3 sendok sulfur dengan air kemudian basuhlah vaginamu.

Itu akan membuat vaginamu jadi seperti milik gadis muda.

Siapa di sana?

Jangan gentar!

Energi feminim berasal dari perut bagian bawah.

Setelah pelatihan ajaran sensual Taoist,

hanya 2 yang bertahan!

Situkang daging yang menyembunyikan identitas aslinya,

dan selir yang penuh dengan rasa iri hati yang amat dalam.

Peras dan jangan sampai menumpahkan satu tetespun.

Buah zakar itu sensitif, cukup gunakan lidah untuk merangsangnya.

Ada 6 pdoman dalam berhubungan.

Satu.

Seperti kain basah, peluk dia era-erat.

Dua, rahim harus hangat.

Jika tidak, akan ada keputihan.

Tiga.

Setelah penyisipan, kencangkan dinding vaginamu.

Empat.

Saat posisi on top, putar-putarlah pinggulmu.

Lima.

Merintihlah dengan suara yang menggoda.

Enam.

Saat kau tak mencapai orgasme, dia mungkin akan berusaha sangat keras.

Kalau dia orgasme lebih dulu, mungkin itu akan jadi masalah.

- Jadi kau harus cepat-cepat mencapai klimaks. - Tak apa-apa.

Ini tidak baik-baik saja!

Jangan lupakan panduan ini!

Dengan semuanya berkumpul di satu tempat,

rasanya seperti sedang menyapa seluruh negeri.

Kami tak pantas, Yang Mulia.

Pilihlah makanannya dan perkenalkan diri kalian.

Hamba dari lembah Milyang.

Aksen selatanmu membuat kita semua terpesona!

Kau Si imut.

Hamba...

Lihat dia!

Kau kunamai Si Pengecut.

Si Elegan, Si Cantik, Si Terampil...

Raja memeriksa satu persatu dengan sangat hati-hati,

tapi malah semakin bosan,

dan bahkan tak peduli lagi.

Itu dia.

Ada yang mengatakan, penis kuda itu bisa membuat Budha ereksi.

Aku Seol Joong-Mae, selir Kaesong.

Dengan satu tatapan, aku bisa tahu kau itu spesial.

Kau itu sungguh memepesona.

Terbaik di antara semuanya!

Sampai ketemu di istana.

Ya, Yang Mulia.

Ada lagi?

Itu tak bisa dimakan!

Berdiri.

Di mana menemukan perhiasan ini??

Aku Jung-Hwa, putri Tuan Jo dari Neungju.

Kau tahu apa yang barusan kau makan?

Itu rahim lembu, yang dibumbui dengan bawang,

hidangan plasenta.

Hidangan favoritku.

Bagaimana rasanya?

Menyedihkan.

Menyedihkan?

Air mata jatuh di atas bantal, hujan jatuh di atas sebuah batu tapak,

di luar jendela, hujan turun sepanjang malam,

dan jaket seorang ibu...

...berubah menjadi merah darah.

Berlian yang berada di tempat kasar.

Kau benar-benar... Sang Master.

Saya merasa terhormat, Yang Mulia.

- Menteri Im! - Ya, Yang Mulia!

Aku ingin dia dibawa ke istana sekarang!

Tapi itu tidak... Yang Mulia.

Sesuatu yang bagus akan jadi milik mereka yang sabar menunggu.

Anda harus mengamatinya sampai dia matang.

Mengamati?

Kalian begitu bersikeras.

Faktanya, aku merasa kosong dan kesepian.

Cepat selesaikan pelatihannya.

Baik, Yang Mulia!

Aku tak pernah mengharapkan kontes ini,

tapi dari semua wanita, kenapa dia?

Kau lihat kan, segalanya berjalan seperti yang pernah kubilang.

Omong kosong!

Saat aku membayangkan hidupku saat di pengasingan, sementara ayahnya...

Kau pikir aku akan menyerahkan kekuasaannya kepada mereka?

Anak Tuan Jo? Dasar pasangan pengkhianat!

Bagaimana bisa si Im mendukung putri musuh bebuyutan mereka?

Aku bisa melihat aasannya.

Ya, ada sesuatu yang spesial dalam dirinya,

bahkan aromanya...

Cukup!

Menteri Yoo!

Sadarkan dirimu!

Maafkan aku!

Berasal dari Neungju, kan? Cari tahu tentang dirinya.

- Tentu. - Sekarang!

Sebaiknya kau siapkan permainanmu!

Kelihatannya kau terhindar dari pembantaian.

Tapi bagi seorang petani tak berpendidikan,

bagaimana bisa kau membuat puisi seperti itu?

Bahkan seorang gadis rendahan punya selera yang bagus.

Aku cuma mempraktekkan apa yang kupelajari.

Mulai.

Saat dia Seol Joong-Mae olah-olah berada dalam mimpi,

sebuah gelombang datang menyadarkannya.

Gerak gemulai tangannya mengagetkan dirinya,

dan melelehkan ingatannya yang beku.

Bisakah kejahatan sang ayah diwariskan kepada anaknya??

Dia adalah Dan-Hee, putri si pengkhianat Kim Il-Son.

Tusukan pedangnya membuatmu terlihat bodoh di hadapanku.

Maafkan saya, Yang Mulia.

Seperti terakhir kalinya,

kau membawakanku sesuatu yang sangat menyenangkan.

Hamba tak pantas, Yang Mulia.

Aku akan segera mengadakan perjamuan untuk mengetes hasil pelatihan kalian.

Pemenangnya tidak hanya akan jadi permaisuri,

dia akan mendapat emas yang sangat banyak...

Ketika hamba berada di istana,

jumlah jutaan emas itu tak ada apa-apanya.

Kalau begitu apa yang bisa membuatmu senang?

Pedang ini tahu jawabanya, bagaimana mungkin Yang Mulia tidak tahu?

Menteri Im!

Soong-Jae! Cepat kemari!

Cepat!

- Ayo kita bermain game! - Baik, Yang Mulia.

Ayo lakukan, makhluk menggemaskan!

Apa kau menyadari ada sesuatu dengan cara Raja memandang Jung-Hwa?

Apa maksudmu?

Kita harus mengubah cara pandang kita.

Gadis Permaisuri Jang sudah bukan lagi kandidat terkuat.

Kita tak boleh kalah dari Permaisuri Jang.

Percepat pelatihan kelas perjamuan supaya Jung-Hwa bisa melangkah lebih jauh.

Dia masih jauh dari kata siap.

Kalau kita mengacaukannya sebelum dia benar-benar siap...

Kau masih tidak paham soal Raja?

Raja akan menghisapnya sampai bosan kemudian membuangnya,

lebih baik mengirimnya lebih awal, dan membawa sebuah perubahan baru.

Haruskah Menteri Yoo melakukan ini?

Duduk!

Bayangkan saja dia Raja, dan pikat dia dengan minuman.

Berhenti.

Berhenti.

Berhenti!

Lakukan!

Dengar ya!

Apa aku harus diperlakukan dengan vagina tak berguna ini?

Mungkin tampangmu tak seperti Raja.

Singkirkan dia.

Selanjutnya Seol Joong-Mae!

Boleh saya....

...menawarkan kepada Anda sebuah pemandangan menakjubkan?

Yang Mulia, apa yang Anda lihat?

Ini seekor burung puyuh tanpa bulu!

Yang Mulia!

Sekarang apa yang Anda lihat?

Warnanya merah jambu, dan basah, seperti kesemek yang sudah matang.

Akan saya beritahu apa ini.

♪ Pemandangan yang sangat aneh, ♪ ♪ pemandangan yang sangat jelas! ♪

♪ Seperti mulut seorang biarawan tua, ♪ ♪ botak dan ompong! ♪

♪ Seperti lembah yang dibentuk oleh ♪ ♪ hujan yang turun berabad-abad! ♪

♪ Seperti alur di dalam hutan, ♪ ♪ yang terbentuk dari kapak yang tajam! ♪

♪ Seperti sebuah oasis, ♪ selalu basah dan mengalir! ♪

♪ Seperti kerang yang menggoyangkan lidahnya! ♪

♪ Seperti sebuah biji besar yang ada ♪ ♪ di dalam kesemek kering! ♪

♪ Seperti ayam yang bangga dengan ♪ ♪ jambul yang ada di kepalanya! ♪

♪ Seekor kerang, sebuah kesemek, seekor ayam jantan dan air! ♪

Pertunjukkan yang luar biasa!

Cukup!

Sudah kubilang untuk memperlakukannya layaknya Raja!

Maafkan kesalahan saya.

Selanjutnya Jo Jung-Hwa!

Menteri, kita di sini bukan untuk merahasiakan penampilan.

Boleh kusarankan sebuah permainan favorit Raja?

Mau menerima saranku?

Untuk setiap minuman yang aku habiskan, lepaskan 1 aksesoris yang ada dalam tubuhmu.

Kalau aku gagal sebelum kau telanjang bulat, kau menang.

Kalau aku sanggup bertahan, tubuhmu sepenuhnya milikku.

Ini sungguh tak pantas, tarik kembali ucapanmu.

Aku tak tahu kau bakalan tersinggung.

Teruskan.

Anda pernah dengar pemecah kacang?

Apa itu?

Itu metode jadul...

...untuk menjinakkan sapi jantan dan babi.

Hormon sapi jantan membuatnya berperilaku agresif,

jadi lebih baik mengebirinya saat waktunya sudah tiba.

Itu cuma sebongkah daging, tak perlu menggunakan karung.

Itu cuma karung menjijikkan yg terbuat dari kulit, lebih baik dihilangkan saja!

Dasar jalang!

Meski kau Raja, kau harus memperlakukan wanita dengan adil.

Kau tak ada bedanya dengan hewan dengan buah zakar.

Apa?

Hentikan.

Kalau kau tak bisa bertahan dari ini, bagaimana bisa kau akan melayani Raja?

Lebih baik berhenti saja.

Aku akan mencoba lagi.

Hasrat membunuh akan menghambat pergerakanmu.

Kau jatuh cinta padanya?

Kalau kau mengambil mainan Sang Raja, 3 generasi akan binasa!

Yang kita rawat itu binatang, bukan Raja.

Saat kita menggaruk tubuhnya yg gatal, kita akan dihargai mahal.

Sekali berhenti, binatang itu akan menelan kita seluruhnya!

Singkirkan perasaan yang tak berguna.

Kosongkan pikiranmu!

Apa kau benar-benar ingin agar aku tidur dengan Sang Raja?

Apa?

Apakah kau sedang melatihku,

atau sedang menujukkan kecemburuanmu?

Omong kosong!

Kau bertanya padaku apa aku menganggap diriku sebagai obat.

Dan bagaimana memperlakukannya.

Akan kujawab.

Aku adalah obat yang diresepkan untukmu.

Tapi perasaanmu terhadapku bertentangan dengan titah Sang Raja.

Apa putrimu masih sakit?

Dia sedang dalam.... penyembuhan.

Aku jarang melihatnya sekarang.

Mari kita saling jujur.

Kali ini kau keterlaluan.

Apa maksudmu?

Selera Raja memang sedikit unik.

Kenapa dia tertarik dengan para pelacur serta tukang daging?

Mungkin seorang tiran dan tukang daging memang sudah sratan takdir untuk bersama.

Cepatlah beriap-siap!

Selamat sore, tuan.

Mencari ini?

Kenapa pedangnya begitu tajam?

Hanya untuk pertunjukkan.

-- Subtitle diterjemahkan oleh D-Wicaksono -- "DO NOT REMOVE SUBTITLE CREDIT"

Benar seperti itu...

Begitu menawan...

Ayo. Lihat ke arahku!

Lindungi Raja!

Yang Mulia!

Lindungi Yang Mulia!

Lindungi Yang Mulia!

Yang Mulia!

Bawa Yang Mulia keluar dari sini!

Cepat!

Ini racun!

Racun langka yang berasal dari China.

Ini penawarnya, obati dia.

Dari mana kau mendapatkannya?

Kita ada di kapal yang sama, paham?

Apa tindakan tadi memang perlu dilakukan?

Bagaimana mungkin aku membiarkaan seorang tukang daging melayani Raja?

Ditambah, dia pasti punya maksud tertentu.

Harus dihabisi.

Apa kau...

...tahu siapa dia sebenarnya?

Dasar idiot menyedihkan! Bukankah aku pernah memperingatkanmu?

Kau tak boleh memberikan segalanya hanya karena perasaan remehmu itu!

Perasaan remeh?

Aku bukan orang yang tak cakap seperti dirimu.

Apa?

Kepatuhan dan puja puji tak kan selamanya bekerja.

Beraninya kau!

Ketika ibu bunuh diri di pengasingan,

kau tak berbuat apa-apa tapi malah menyaksikannya.

- Diam kau! - Aku tak seperti dirimu!

Aku punya kekuasaan seorang Raja!

Karena aku adalah Raja di atas Raja!

Diam!

Diam saja dan lihat bagaimana caraku melakukannya.

Kau mau mengancamku dengan apa?

Kau benar-benar lupa apa yang kau berikan pada Raja pada malam itu?

Kau akan mengkhianati ayahmu sendiri demi seorang gadis?

Ayah anak tak ada bedanya.

Seperti seorang ayah yang lebih memilih kekuasaan daripada keluarganya sendiri!

Pembunuhnya sudah mati, dan tak ada petunjuk apapun.

Bagaimana kau akan mengambil kesimpulannya?

Karena Yang Mulia sangat bermurah hati terhadap Jung-Hwa,

mungkin saja penghibur yang lain yang memprakarsai pergerakan ini...

Ini pengkhianatan.

Beraninya kau!

Di hadapan Raja!

Menteri.

Kau yakin?

Yang Mulia, ini pasti tindakan pengkhianatan!

Bagaimana dengan reputasi Yang Mulia jika hidup Yang Mulia berada dalam ancaman...

...karena kecemburuan para penghibur?

Yang Mulia harus melakukan pembersihan terhadap musuh-musuh sekarang juga.

Siapa yang tahu?

Mungkin saja pelaku sebenarnya ada di antara mereka.

Bawa putri-putri para pengkhianat!

Ini tak adil. Tolong ampuni saya.

Tindakan gegabah akan didisiplinkan.

Bangun!

Seret dia keluar!

Ayahku memperoleh racun ini dari China.

Dengan dosis yang tepat,

bisa menyebabkan kematian.

Selama di pengasingan, ibuku tak ingin menjadi beban ayahku,

jadi dia meminum racun ini.

Kami mendapatkan kekuasaan dengan cara seperti itu,

di sinilah kami sekarang.

Aku sudah memberitahumu semuanya, sekarang giliranmu.

Kenapa kau mencoba membunuh Raja?

- Apa maksudmu? - Aku kenal Tuan Kim Il-Son.

Dia pegawai kerajaan yang dihormati dan seseorang yang berhati tulus.

Dia dieksekusi karena mengkritik Sang Raja.

Hentikan.

- Jenazahnya pasti.... - Hentikan!

Kau sama sekali tak pantas menyebut namanya.

Hentikan saja maksud balas dendammu.

Tak ada gunanya.

Sebagai seorang yang memburu kekuasaan, kau sama sekali tak paham.

Aku akan menghentikanmu.

Kalau kau melakukannya, kau akan kehilangan nyawamu.

Aku akan menggunakan seluruh kekuasaanku...

...untuk mengeluarkanmu.

Im Soong-Jae.

Apa kekuasaan itu...

...benar-benar milikmu?

Ini tidak adil!

Menteri Im tiba!

Menteri! Menteri!

Menteri!

Tolong selamatkan aku!

Ini tidak adil!

Kau seharusnya berhati-hati, Menteri Yoo!

Soong-jae...

Demi Permaisuri Jang, aku akan membiarkan lehermu tetap berada ditempatnya,

jadi duduk dan istirahatlah.

Kalian semua para istri dan anak-anak...

...dari mereka yang menginginkan kematianku!

Kalian akan dihukum!

Ampuni hamba, Yang Mulia!

Tapi mungkin saja kalian akan diampuni di perayaan menembak hari ini.

Dan aku akan menerima kalian kembali sebagai penghiburku.

Terima kasih Yang Mulia!

Putri Perdana Menteri!

Maju!

Kemari.

Aku yang membidik, kau tinggal lepaskan anak panah.

Ya, Yang Mulia.

Ayah! Ayah!

Murka surga...

Tidak!

Singkirkan dia! Selanjutnya!

Kalau kalian berpaling, kalian akan di gantung!

Ayo mulai lagi.

'Pengkhianat'

Kiri!

Selanjutnya!

Raja memeluk para penghibur dan menembakkan panah.

Kiri! Kanan! Semua arah,

para gadis menangis darah.

Sebuah perayaan gila!

Raja menari-nari dan melompat-lompat kegirangan,

itu adalah pemandangan mengerikan!

Dia bukan!

Dia bukan apa?

Bukan suamiku.

Hamba sepenuhnya milik Anda, Yang Mulia.

Mana buktinya?

Tidaaaaak!

Berhenti!

Kalau dia bukan suamimu, maka dia harus mati.

Jangan bergerak!

Yang Mulia!

Ayo!

Lakukan!

Potong-potong dia, dan berikan untuk makanan babi!

Im Soong-Jae, mood-nya hancur.

Yang Mulia...

Banyak yang tak diterima.

Mereka yang mengikuti kontes tapi tak diterima.

Kalian akan diberi perintah atau menjadi budak!

Han Ja-Soon, Hye Dang-Hwa,

Hyang Il-Hwa, Soo Hyang,

Seol Joong-Mae, dan Jo Jung-hwa.

Apa ini?

Penderitaan karena dipermalukan oleh si gadis tukang daging.

Menyedihkan.

Jalang idiot.

Tolong minta kepada permaisuri Jang dan masukkan aku kembali ke istana.

Kau ingin kembali ke kontes itu?

Ada kabar angin kalau putri pengkhianatnya adalah salah satu penghibur.

Dia dimasukkan ke istana oleh orang yang berkedudukan tinggi.

Yang Mulia, bolehkah hamba mengatakan sesuatu?

Ya, apa?

Kontesnya boleh saja hancur berantakan, tapi pemenangnya harus ada.

Dan pemenangnya harus menjalankan kewajibannya.

Aku harus bagaimana?

Hasil itu penting, pun dengan proses.

Hamba sudah bertanya kepada yang memimpin pelatihan agar diberi tahu siapa yang terbaik.

Tetapi, dia malahan memberikan 2 nama.

2 nama?

Kalau begitu mereka berdua harus diadu.

Hamba membawa mereka ke sini.

Masukkan mereka!

Baiklah, tunjukkan wajah kalian.

Yang Mulia!

Mereka sudah tak punya hak lagi buat berkompetisi.

Mereka mengerahkan jiwa raga mereka demi kontes ini,

dan menjadi kandidat yang luar biasa,

jadi kalau mereka tidak diberi kesempatan,

bagaimana kita bisa mengatakan kalau kita memilih yang terbaik?

Yang Mulia! Cukup!

Aku menyesal membiarkan mereka pergi.

Ayo kita selenggarakan pertandingan finalnya!

Baik, Yang Mulia.

- Dasar licik! - Kenapa kau begitu marah?

Dia tak akan mati di tempat tidur Raja.

Apa kau tak bisa mencintai seseorang yang sudah dinodai oleh Raja?

Apa kau mesti bertindak sekejam ini?

Apapun itu, kau tak bisa memilikinya.

Dia tak punya perasaan apa-apa kepadamu.

Kenapa tak kau ambil saja dia? Itu keengaran lebih pas buatmu.

Cinta bukanlah gayamu.

Aku akan menghancurkanmu, kalau memang harus aku akan membunuhmu!

Saya akan menantikannya, Tuanku.

Gunakan pisau perak yang sudah disembunyikan, jangan buat kesalahan.

Menteri, kau tak boleh masuk!

Aku sudah dengar peraturannya, jadi tak usah khawatir...

Jadi kau akan melakukannya apapun akibatnya?

Bagiku hidup itu sudah merupakan racun.

Aku akan menerima apapun hukumannya.

Baiklah, kalau memang itu keinginanmu.

Ini pelajaran terakhirmu. Telanjang.

- Tuanku! - Itu perintah!

Kalah, artinya kau mati, Menang, kau takkan mungkin bertahan.

Kalau kau begitu berhasrat ingin mati, dengarkan baik-baik.

Ingatlah sensasi ini dengan menggunakan tubuhmu.

Gairahmu bangkit lebih dulu, kau akan kalah.

Tak bergairah, kau juga kalah.

Kontrol pikiranmu sendiri,

maka kau akan jadi yang terbaik.

Masih belum terlalu terlambat.

Relakan saja dan tinggalkan semuanya.

Apa kau masih percaya menghibur adalah harapan yang sia-sia?

Aku berjanji takkan membiarkan dirimu terbunuh.

Takdir mempermainkan kita. Aku tak berhutang apa-apa padamu.

Kehangatan dari sebuah hati yang begitu dingin.

Meski tubuhku tidak, hatiku begitu beku dan keras.

Aku akan melelehkan hatimu.

Meski itu berhasil, aku takkan pernah jadi milikmu.

Katakanlah, kalau kau akan berhenti.

Katakan saja.

Buktikan dulu di dalam hidupmu, maka aku akan mengatakannya.

Kebanyakan wanita yang bergairah akan menggoda dengan aroma mereka...

Aku bosan.

Seseorang tak bisa disebut yang terbaik dengan hanya membunuh beberapa prajurit.

Orang itu harus mengalahkan Jendral pihak musuh.

Harimau dan Burung Phoenix.

Rayulah satu sama lain sebelum merayuku.

Yang menang akan kuberi hadiah kepala cantik milik yang kalah.

Yang Mulia, ini tak sesuai dengan kodratnya.

Lihatlah mata mereka dan katakan kepada mereka.

Kita dilarang membuat para penghibur saling bersentuhan...

Haruskah kupotong lidahmu?

Mulai.

Bagus, bagus sekali.

Bagus...

Benar seperti itu!

Jadi Im Soong-Jae yang melatih Jung-Hwa?

Hamba melakukan apapun demi kesenangan Yang Mulia.

Apa itu Seol Joong-Mae?

Nikmatilah!

Benar begitu.

Ya.

Lebih hot lagi.

Jangan diam saja.

Benar seperti itu!

Kali ini Jung-Hwa?

Jung-Hwa, konsentrasilah!

Bagus!

Bagus sekali!

Ayo teruskan.

Berguling, berguling!

Jangan sampai kalah, teruskan!

Gunakan ksesempatan kalian!

Teruskan, lebih keras!

Jangan berhenti, teruskan!

Ini belum berakhir! Lanjutkan!

Konsentrasi! Lanjutkan!

Kita hampir sampai puncaknya!

Lebih keras. Lebih keras lagi.

Sudah lelah?

Tak bisa menyelesaikan tanpa alat?

Sungguh menyedihkan dan tanpa harapan.

Perjuangan demi mendapatkan matahari (Raja).

Pisau belati di tangan untuk melubangi.

Tangan sang naga mengayun-ayun dengan ganasnya,

dan lidah sang ular masih tetap bungkam.

Soong-jae!

Inilah yang sedang kutunggu!

Mencapai klimaks dulu, kau kalah, tak mencapai klimaks, kau tetap kalah.

Kontrol pikiranmu,

dan kau akan jadi yang terbaik.

Benar begitu!

Mati aku, kepalaku akan dipenggal!

Minggir.

Bukankah Yang Mulia menjanjikan kepala yang cantik?

Dan aku sedang akan menepatinya sekarang.

Lepaskan dia.

Dia tak cantik lagi kalau mati.

Apa?

Benar-benar kembang teratai sejati!

Yang Mulia....

Jadikan Seol Joong-Mae pelayan Jung-Hwa dan pemenangnya akan melayaniku besok.

Ayo lanjut ronde berikutnya.

Bunga lembut, yang disinari cahaya merah tua,

menyambut anak kecil dari timur yang lupa berkembang.

Apakah langit gelap karena dibutakan oleh kemurkaan?

Ataukah langit gelap karena pikiran yang suram?

Teman lamaku.

Kau masih saja jago.

Anda terlalu murah hati.

Sekarang, seperti janjiku tadi, mari kita dengar permintaanmu.

Tolong pilih gadis yang lain untuk dijadikan permaisuri Anda.

Kau jatuh cinta padanya?

Anda masih ingat saat kita masih muda?

Hamba melakukan apapun yang Anda perintahkan.

Bahkan meski itu tak cocok buat anak laki-laki.

Benar, kita dulu dekat seperti 2 buah zakar ini.

Jadi hamba mohon kepada Yang Mulia, berikan dia kepada hamba!

Beraninya kau!

Mendambakan apa yang menjadi milik Raja hukumannya adalah kematian!

Jawab aku.

Apa kau sungguh menginginkan dia apapun akibatnya?

Im Soong-Jae...

Apa kau pikir aku tak waras??

Tak ada orang waras yang bisa hidup melewati usia pergolakan ini.

Usia pergolakan?

Kegilaanku berubah jadi awan gelap!

Akankah kau menghentikanku?

Bahkan setelah menghancurkan ribuan wanita,

setan kematian tak mau pergi dari tubuhku!

Aku benar-benar sudah gila!

Hidup itu seperti embun di ujung rumput alang-alang...

Lakukan.

Hentikan aku.

Yang Mulia, bunuh saja hamba!

Tidak, tidak!

Bagaimana mungkin aku membunuh pengikut setiaku?

Kau tidak bisa menunaikan tugasmu karena kurangnnya kebajikanku!

Hentikan aku...

Tolong! Tolong!

Yang Mulia!

Lepaskan!

Yang Mulia!

Anakku!

Siapa yang berani menganggu bayi kecilku.

Anakku.

Istirahatlah di tetek mami.

Benar seperti itu, semuanya baik-baik saja sekarang.

Aku yang akan mengurusnya, tinggalkan kami.

Sudah waktunya, nyonya.

Aku ke sini ingin menemui permaisuri yang baru.

Ini satu-satunya cara menyelamatkan dirimu.

Perahunya akan segera berangkat, jangan pernah kembali.

Tapi bagaimana...

Ini adalah permintaannya.

-- Subtitle diterjemahkan oleh D-Wicaksono -- "DO NOT REMOVE SUBTITLE CREDIT"

Kau siap?

Jangan sampai buat kesalahan.

Kita tak boleh melewatkan kesempatan ini.

Saat sudah mendengar tandanya, bunuh semuanya.

Termasuk permaisuri yang baru.

Aku sudah begitu lama menunggu momen ini.

Hamba juga.

Yang Mulia!

Sebelum Yang Mulia memiliki hamba selamanya, Yang Mulia harus memecahkan sebuah teka teki lebih dulu.

Teka-teki?

Katakan.

Normalnya mengapung, tapi malah tenggelam sepanjang waktu.

Yang Mulia punya 3 kesempatan menjawab.

Berhenti di sana!

Mengapung tapi tenggelam?

Apa seorang laki-laki bisa mengendarainya?

Hampir.

Kuda?

Yang Mulia! Yang Mulia benar-benar tidak tahu?

Tandu?

Kesempatan terakhir, apa jawaban Yang Mulia?

Sampan!

Normalnya sampan mengapung, tapi tenggelam di perairan yang besar.

Aku akan menunggangimu, hari ini kau adalah sampanku!

Sayangnya, jawaban Yang Mulia salah.

Jawabannya sesuatu yang bisa mengapungkan dan menenggelamkan sampan.

Jawabannya air.

Sudah dikatakan kalau rakyat adalah airnya, dan Raja adalah kapalnya.

Hari ini kau akan jadi kapal yang ditenggelamkan oleh air!

Dasar jalang busuk...

Yang Mulia! Anda baik-baik saja?

Siapa yang menyuruhmu?

Raja tak pantas memerintah, jadi aku melakukan apa yang harusnya dilakukan.

Bawa dia masuk.

Tuan Jo, apa ini putrimu?

Ampuni hamba, Yang Mulia.

Hamba mohon...

Menteri Im...

Tolong berbicaralah demi diriku!

Bagaimana mungkin kita...

Selanjutnya.

Nona, senang melihatmu masih hidup.

Hei kau, apa ini putrimu?

Kau tak lebih baik dari tukang daging gila!

Sadarlah!

Tolong!

Selanjutnya.

Ini, Yang Mulia.

Sulit menemukan ini.

Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya.

Apa dia putrimu?

Tuan Kim il-Son!

Ayah...

Kenapa kau diam saja?

Tak punya kesetiaan!

Kenapa tak ada yang menjawabku!

Kenapa! kenapa?

Kau sungguh menyedihkan.

Apa?

Dikelilingi babi-babi yang sibuk menyembunyikan diri asli mereka,

dengan matamu yang tertutup dan telingamu yang tersumbat,

siapa yang akan memberitahumu kebenaran?

Sebenarnya kebenaran apa yang sebegitu putus asanya ingin kau sampaikan?

Katakan padaku.

Jadilah manusia, bukan Raja.

Soong-jae.

Apakah ini sebuah mahakarya atau aku tuliskan saja namamu di dalamnya?

Seharusnya hamba saja yang disalahkan atas kesalahan yang diperbuat putra hamba.

Ambil saja nyawa hamba dan ampunilah dia!

Ampuni?

Bagaimana bisa aku mengampuni orang lain, aku bahkan tak bisa mengidentifikasi...

...barang-barang milik ibuku.

Ingat ini? Simbol pertalian kita.

Tanpa ini, aku masih berurusan dengan musuh-musuhnya.

Jadi kutanya, kenapa membawa ini padaku?

Aku secara tulus sedang memberi kesejahteraan kepada Yang Mulia...

Kesejahteraanku?

Aku menggunakannya untuk memperkuat tahtaku, dan kau yang mengambil alih kekuasannya.

Ketulusanmu akan dicatat.

Jadi apa sekarang aku bisa membuangnya?

Yang Mulia!

Tapi itu adalah milik ibu Yang Mulia!

Ini milik ibuku, kenapa kau begitu peduli?

Raja sebelumnya khawatir akan datangnya benih-benih kekacauan,

jadi semua aksesoris dan barang-barang milik Sang Ratu...

dihancurkan semuanya.

Ayah...

Apa kau benar-benar menganggap diriku bodoh?

Ratu sebelumnya memang dibunuh karena adanya konspirasi...

Aku tanya lagi!

Saat Raja membuat kesalahan, apakah rakyat harusnya keberatan,

ataukah mereka harusnya tetap patuh demi hidup mereka sendiri?

Seorang pengikut yang setia harusnya...

Mengingat akan kebutuhanku, dan terlepas dari segala konsekuensinya,

kalian itu adalah para pengkhianat yang berbahaya!

Kalian membutakan mataku dengan puja puji,

dasar para pengkhianat penghancur negeri!

Yang Mulia! Ambil saja nyawa hamba!

Tak ada pembantu setia di kerajaanku,

yang ada hanyalah anjing kepercayaan.

Tapi seekor anjing tak boleh dibiarkan mengginggit lebih dari sekali.

Keluarga yang menarik.

Sang ayah, yang menawarkan istrinya sendiri demi keberlangsungan hidupnya sendiri,

dan sang anak, yang menawarkan kekasihnya.

Apa yang bisa kau berikan buatku sekarang?

Bisa kau ambilkan cat buat melukis?

Keluar.

Lakukan.

Aku tak punya alasan lagi untuk tetap hidup...

Ya, benar.

Ini hadiahku buat dirimu, jadi pertahankan kesetiaanmu.

Terima kasih Yang Mulia.

Dan rekrutlah beberapa penghibur.

Kali ini jangan sampai buat kesalahan.

Baik, Yang Mulia.

Mati ditanganmu merupakan suatu kehormatan.

Dia akan dibawa keluar dari istana.

Rawat dia baik-baik.

Itulah alasanku membiarkanmu tetap hidup.

Ini adalah milik adikmu,

satu-satunya yang tersisa dari dirinya.

Aku juga pasti akan menggunakannya,

untuk membalas dendam atas kematian memalukan sang adik.

Seharusnya jangan percaya dengan pelacur.

Masih ingin bersenang-senang?

Saat sungai darah mulai membasahi tanah yang kering,

Perahu tua akan mulai mengguncang dunia!

Tukang perahu pengecut!

Gunakan kesempatan yang ada untuk membangun kapal yang baru!

Kalimat pengkhianatan yang keluar dari mulut seorang pengkhianat.

Kumpulkan semuanya!

Tutup pintunya, ada pembersihan lagi!

Sembunyi, mereka akan membawa kalian!

Kalian itu babi semua!

Digemukkan di tanah milik Raja,

dan akan kembali kepada Raja!

Itulah alasan kalian hidup!

Darah dan keringat memicu kegilaan Sang Raja,

tak ada namanya batas.

Jika jerit tangis rakyat pun tak mampu menghentikan tariannya,

maka tak ada yang bisa menghentikannya.

Saat si Im kembali membawa para penghibur yang baru,

kemarahan publik sampai pada puncaknya, kita akan memulai pemberontakan.

Dasar bajingan! Kau akan dihukum di akherat.

Pergi saja kau ke neraka, dasar keparat!

Bukankah kau punya keluarga?

Bagaimana keadaannya?

Dia sungguh keras kepala.

Kenapa semua orang sangat menginginkan kematian?

Hamba kembali dari tugas, Yang Mulia.

Di mana semuanya?

Karena melakukan perjalanan jauh, hamba membiarkan mereka istirahat.

Paling tidak biarkan aku menyapanya!

Mereka akan ada dalam kondisi yang lebih baik setelah istirahat.

Baiklah, aku akan menunggu sepanjang malam.

Kau pasti juga lelah, istirahatlah.

Pergilah. Istirahat.

Terima kasih, Yang Mulia.

Ada seseorang?

Ya, Yang Mulia, Anda baik-baik saja?

Mereka pasti sedang istirahat, kan?

Maaf?

Aku ingin sekali bertemu para penghiburku sekarang.

Tapi hamba harus bilang dulu ke pengawal Raja...

Kau bisa jadi pengawalku!

Bersiap-siaplah!

Yang Mulia, Menteri Im tiba.

Im Soong-Jae!

Kalau kau sudah menyiapkan semuanya,

harusnya kau bilang sebelum aku mabuk.

Maafkan hamba.

Hamba membangunkan semuanya.

Tak masalah, bagus sekali.

Semuanya takut padaku, selalu mengatakan, 'Yang Mulia!'

Diam!

Sialan!

Im Soong-Jae! Ya, bro!

Ayo kita bersenang-senang, seperti saat kita kecil!

Gadis-gadis!

Im Soong-Jae, di mana para gadisnya?

Ada apa ini? Jangan main-main!

Kau ingat?

Permainan peran jadi gadis yang kau sukai?

Apa?

Sekarang, kau yang memerankan peran yang dulu selalu aku mainkan.

Kau pasti sudah gila ya!

Kalau kau masih ingin ini tetap utuh, sembunyikan.

Ada apa ini?

- Tuan! - Ada apa?

Jangan marah karena hal-hal yang telah lalu.

Aku paham, aku akan melupakan ini semua.

Jadi sarungkan pedangmu.

Sarungkan pedangmu!

Dunia akan jadi lebih baik tanpa itu.

Baik, baik.

Kau pikir aku takkan melakukannya?

Akan kulakukan...

Yang Mulia!

Baik, Tuan!

Hentikan!

Beraninya kau memandangku seperti itu!

Menghina Raja takkan luput dari hukuman!

Yang aku lihat itu pembunuh, di mana Rajanya?

Apa kau masih merasa minder karena kematian ibumu?

Karena kau begitu suka dengan darah, ini sungguh pas!

Kenapa kau melakukan semua ini?

Kejahatan yang lebih berkuasa, semuanya berhasrat menjadi jahat.

Inilah sumber tragedi kita, dan yang menyiksa jiwamu!

Aku akan mencabutnya.

Bahkan meski aku mati, kau takkan bisa menggantikan tempatku!

Kejahatan akan digantikan oleh kejahatan yang lebih bengis.

Kau meremehkanku!

Yang Mulia.

Hamba bawakan para penghibur untuk Anda.

Kulit pucat, bokong semok, hidung mancung.

Mereka sesuai selera Yang Mulia,

jadi silakan penuhi kewajiban Yang Mulia sebagai Raja.

Dasar bajingan!

Berhenti kau!

Ada orang di luar?

Ayo!

Terus maju!

Kita harus ambil alih istana!

Kapten!

Menteri Yoo, kau bawa pasukan tambahan.

Kita takkan bisa bertahan.

Masih belum ada perintah Raja?

Dia entah ada di mana.

Gerbang istananya terbuka!

Serbu!

Menteri!

Apa yang membuat kalian begitu lama?

Tak lain dan tak bukan tujuanku adalah menyelamatkan negara ini!

Aku dengar kalau si rubah Im Soong-Jae mengunjungimu.

Bisa-bisanya kau memimpin pemberontakan dengan bantuan darinya?

Dan, aku tahu kalau aku telat datang ke pesta,

tapi pesankan aku satu tempat.

Maju!

Im Soong-Jae!

Pengkhianat!

Apa kalian tak takut dengan akherat?

Kalian tak tahu siapa aku?

Tentu saja kami tahu!

Bekas selir, yang membuat rakyat kelaparan,

kau itu cuma wanita penggoda yang penuh dengan tirani!

Seret dia!

Kau itu cuma bidak yang menyedihkan!

Aku pengikut yang setia...

Mati kau, jalang!

Lakukan! Aku sudah tak tahan lagi dengan penyesalan ini!

Kau telah banyak melakukan kejahatan,

kau sebut ini penyesalan?

Tak cukup hanya mencabik-cabik dirimu!

Apa yang kau tunggu? Bunuh aku!

Kau pikir kau bisa menebus kesalahanmu dengan cara seperti ini?

Terlalu banyak darah di tanganku,

Apa bedanya aku dengan Raja gila itu?

Kalau saja paling tidak kau bisa menertawaiku...

Hiduplah.

Dosa-dosamu takkan mudah hilang begitu saja.

Bertahanlah dan hiduplah untuk menebus semua kesalahanmu.

Lepaskan semuanya.

Yang Mulia, aku akan mengurus wanita itu, mohon minggirlah!

Yang Mulia!

Kenapa kau memakai jubah Raja?

Aku sedang memainkan peran sebagai pelaku pekhianatan.

Apa yang membuatmu pantas mendapatkannya?

Pahlawan itu bukan siapa-siapa saat masa-masa damai,

dan orang bermoral tak berguna di medan pertempuran.

Apa bedanya?

Ayah!

Tidak, anakku.

Belum terlalu terlambat.

Di mana kau menyembunykan Raja?

Kita harusnya membunuhnya terlebih dahulu!

Omong kosong!

Seperti katamu, kita bisa buat bendungan yang lebih tinggi!

Apa kau begitu butanya?

Kau yang buta!

Aku tahu kau memulai semua ini demi jalang itu!

Minggir kau, akan kubunuh dia dan menyadarkanmu!

Cukup!

Inilah jalan satu-satunya yang harus kutempuh sebagai anakmu.

Tidak, tidak, kumohon!

Kumohon jangan! Kumohon!

Kau tak boleh! Kumohon!

Tidak! Tidak!

Im Soong-Jae, anakku!

Karena sudah menegakkan tirani, menciptakan Raja yang gila,

membuatmu buta akan kekuasaan, menjadi anak yang mengecewakan,

Aku pantas menerimanya.

Kumohon...

Tidak, kau harus hidup!

Bagaimana bisa aku bertemu dengan ibumu kalau kau mati dengan cara seperti ini?

- Kumohon, jangan! - Dasar bodoh...

Bagaimana mungkin kau tak tahu?

Kau membuat kami hancur.

Kami bisa mencapai tujuan bersama-sama.

Kupikir kita punya naga di sini tapi ternyata cuma 2 ular berbisa.

Teman minumku,

ini semua akan berakhir hanya dengan menghabisi nyawaku, kan?

Punya permintaan terakhir?

Bawa pelacur itu, dan singkirkan jauh-jauh.

Dia agak mengganggu.

Kau punya penyesalan?

Penyesalan?

Raja dan dunia ini ada di genggamanku.

Aku punya hidupku sendiri.

Reputasi busukmu akan dikenang sampai ribuan tahun.

Raja tak ada di sini, keluar!

Istrihatlah dengan tenang.

Apa kau juga menginginkan para penghiburku?

Nyooooh dan ambillah.

Babi-babinya yang terakhir tertawa!!

Tahun 1506 M setelah pemberontakan pertama Joseon,

Si Perekrut Wanita Cantik mati bersama Raja Yeonsan.

Mereka yang memimpin reformasi jadi para pengkhianat yang baru.

Bukan jadi petugas sipil,

melainkan jadi seorang selir.

Bukan proses seleksi,

melainkan berdasarkan atas kekuasaan.

Bagaimana ya cara terbaik menjelaskan ini?

Terus apa yang terjadi pada Raja yang gila?

Bukankah kau tadi mendengarkan?

Nafsu seksualnya dibuang (dikebiri),

para penghibur Sang Raja yang membunuhnya!

Syukurlah!

Ceritakan lagi bagaimana si pengkhianat Im tewas!

Ya!

Si Im mencoba menolong sang selir,

dan mereka berdua ditemukan dalam bentuk abu.

Lakukan kepadaku!

Abu mereka di ludahi,

dan mereka pantas menerima takdir terkejam tersebut.

Kalau minuman kalian sudah habis, pergi sana!

Cepat!

Mereka di sini! Sudah mau mulai!

Ini adalah tahun ke-3 era tirani,

2 orang Im yang begitu busuk,

begitu putus asa demi dapat posisi bagus di sisi Sang Raja,

Tak bisa membiarkan kekejaman ini terus menerus terjadi!

Dewa gunung yang marah mengirimkan seekor harimau!

Punggungku pasti akan sakit!

Kosongkan kantong kalian!

Dicari oleh rakyat yang telah diperdaya,

Terus menerus dicari tapi tetap tak ditemukan.

Bersembunyi di balik topeng manusia, tak tahu apa yang sebenarnya ada di hatinya.

Baiklah, masuklah ke dalam tubuhku,

kalau kau orang baik, aku akan memperkuat tubuhmu,

atau aku akan jadi racun dan membunuhmu.

Ketemu!

-- Diterjemahkan oleh D-Wicaksono -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.