Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERJANJIAN SYAITAN Penerjemah: zahrahh87
To: Ananda Ainul Mardhiah
Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta
perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin,
tetapi jin itu menjadikan mereka bertambah sesat.
Bu, aku akan ke surau sebentar.
Ada ceramah agama di sana.
Sudah lama aku tidak bertemu imam.
Baguslah, Johan. Imam Kahar telah berulangkali
menanyakan tentangmu.
Aku pamit dulu.
Assalamualaikum. / Waalaikumsalam.
Bagaimana denganmu, Aishah? Apa semua baik-baik saja?
Karena kalian pengantin baru.
Aku baik-baik saja sejauh ini, ibu. Kami baik-baik saja.
Terus terang, aku sangat senang dan bersyukur melihat
Kak Aishah menikah dengan Kak Johan.
Dia telah banyak berubah. Benar kan, ibu?
Perubahan Kak Johan bukan karena aku.
Itu usaha dia sendiri.
Aku hanya beri dia beberapa nasihat dan berdoa untuk dia lebih baik.
Hai Anna, apa yang kau lakukan di sini?
Ayo bergabung di meja kami.
Semua orang ada di sana. Ayo pergi!
Kenapa dengan dia? Ada yang salah?
Aku tahu. Dia bukan dirinya akhir-akhir ini.
Dia frustrasi karena pacarnya.
Kenapa dia masih frustasi? Itu mungkin karena narkoba!
Bagaimana menurutmu? Pacarnya
menikahi wanita lain!
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari syirik itu,
bagi siapa yang dikehendakiNya.
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Iblis berkata, "Karena Engkau telah
menghukum aku tersesat,
Aku akan benar-benar menghalangi
mereka dari jalan-Mu yang lurus".
Kemudian aku akan datangi mereka dari depan dan belakang mereka,
dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan dapati
kebanyakan dari mereka, bersyukur.
Allah berfirman, “Keluarlah dari surga, sebagai yang terhina dan terusir.
Barangsiapa di antara mereka mengikutimu, sungguh Aku akan mengisi
neraka jahannam dengan kalian semua."
Bagaimana kabar ibumu, Johan?
Dia baik-baik saja. Aku kembali ke sini karena dia.
Sudah kisaran dua minggu aku tidak bertemu dengannya.
Bagus, Johan. Kau harus sering kembali ke sini untuk...
mengunjungi ibumu. Jaga dia.
Kau satu-satunya putranya. Jangan terlalu berharap
pada adik perempuanmu. / Pak Imam!
Tolong kami, Pak Imam! Itu Pak Aziz!
Ada apa denganmu, Din? Bisakah kau berbicara dengan benar?
Ada apa dengan Pak Aziz? / Pak Aziz!
Dia seperti sedang kerasukan.
Kita harus cepat!
Cepat!
Jangan ganggu aku dan tuanku! Dia milikku!
Tidak ada yang berhak atas makhluk apa pun di bumi selain...
Allah Yang Mahakuasa. Keluarlah dari tubuh ini!
Tinggalkan dia! / Aku telah lama
menyatu dengan tubuh ini. Dia membawaku masuk.
Dan aku takkan pergi selama dia belum penuhi
janjinya! / Janji apa,
iblis terkutuk? / Pewaris!
Aku akan tetap berada di tubuh ini selamanya!
Sampai aku diwariskan pada yang lain, aku akan menuntut janji itu!
Ini adalah perjanjian setan.
Johan, kau pulanglah. Besok kau harus kembali
ke Kuala Lumpur.
Biarkan kami yang urus pemakaman Pak Aziz.
Imam, apa yang terjadi dengan mendiang Pak Aziz?
Itulah akibat mengamalkan ilmu hitam.
"Yang benar datang, yang batil
lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah
sesuatu yang pasti lenyap."
Anna, hentikan. Apa kau ingin jadi seperti ini setiap hari?
Apa kau tahu bahwa kami khawatir? / Tolong aku Zura!
Aku ingin bertemu dengan dia. Aku sayang dia, Zura!
Aku tahu!
Anna, dengarkan aku!
Kau harus terima kenyataan bahwa dia sudah jadi suami orang!
Tapi aku tak bisa lupakan dia! / Bagaimana pun, kau harus
lupakan dia.
Cukup. / Zura, tolong aku!
Anna, kau harus istirahat. Tidurlah.
Johan!
Apa yang kau lakukan, sayang?
Bukan apa-apa. Kenapa kau belum tidur?
Aku menunggumu. Kau kemana saja?
Aku menunggu lama. / Setelah dengar ceramah,
aku ikut Imam ke rumah Pak Aziz. Dia sakit.
Sakit? Jadi bagaimana keadaannya? / Dia meninggal.
Ayo masuk rumah, Aishah.
Ibu, sudah minum obat?
Sudah. Aishah yang kasih.
Aku sudah akan mulai bekerja besok.
Jadi kapan ibu dan Ila akan tinggal bersama kami di KL?
Jika ibu tinggal bersamaku, Aishah bisa menjaga ibu.
Ibu sedang tidak sehat. Kasihan Ila...
menjaga ibu sendiri. / Sebenarnya ibu tidak ingin
repotkan Aishah lagi. Aishah dan orangtuanya
telah banyak membantu kita. Rumahmu di KL juga
diberikan orang tuanya. Ibu sungguh tak ingin
menyusahkan kalian berdua lagi.
Jangan berkata begitu, ibu. Aku tidak pernah menganggap ibu atau Ila sebagai
beban kami. Aishah juga berpikir begitu.
Terus terang, Aishah yang ingin ibu tinggal bersama kami.
Ayo tinggal bersama kami, ya? / Tidak apa-apa, Johan. Kau
tidak perlu khawatirkan ibu.
Ibu nyaman tinggal di sini. Rumah ini memiliki banyak
kenangan indah tentang ibu dan mendiang Ayahmu.
Tapi ibu hanya minta satu hal padamu.
Jika ibu meninggal,
jagalah Aishah.
Apa pun yang terjadi.
Aku berjanji.
Sayang.
Sayang!
Johan! / Apa yang kau lakukan di sini, Zura?
Aku perlu bicara denganmu tentang Anna.
Kenapa kau perlakukan dia seperti ini?
Kasihan dia, Johan. Dia menangis tiap hari karenamu.
Bagaimana kau bisa tinggalkan dia dan kemudian menikah dengan orang lain?
Aku tak pernah berencana untuk tinggalkan dia. Tapi kau harus mengerti.
Menurutmu berapa lama aku bisa mengejar hubungan dengannya?
Jika sikapnya tidak pernah berubah. Berpesta sepanjang waktu
dan bergaul dengan orang yang salah.
Apa kau ingin aku memiliki istri seperti itu?
Tapi dia bisa berubah Johan. Kau harus beri dia sedikit waktu.
Aku sudah beri dia banyak kesempatan. Tapi dia tak pernah
ingin berubah, kan?
Aku tidak tahu harus bilang apa lagi, Johan.
Aku tidak menyalahkanmu. Tapi aku sangat kasihan pada Anna, Johan.
Aku harap Anna akan mengerti bahwa aku sekarang adalah suami orang.
Aku sangat sayang keluargaku. Aku harus menjaga
perasaan Aishah. Aku tidak ingin Aishah merasa tersinggung
karena situasi ini.
Ini ada sedikit makanan untukmu.
Kenapa kau masih disini?
Ini sudah jam 1 siang. Ayo kita makan!
Aku tidak berselera. Kau duluan saja.
Apa yang salah? Kau tak perlu khawatir.
Ayo pergi! Kita harus pergi makan! Dan kau harus traktir aku!
Kenapa selalu aku yang bayar makanan?
Tentu saja, kau kaya. Aku tidak.
Ayo kita coba ikan bakar hari ini. / Aku yang bayar dan
kau yang tentukan tempatnya?
Dasar kau.
Kau tak boleh terlalu perhitungan dengan teman-teman.
Tolong, Johan. Aku perlu bicara denganmu.
Tolong, Johan. Aku perlu bicara denganmu.
Apa yang kau inginkan, Anna? / Aku mohon, Johan.
Jangan tinggalkan aku. Tolong kasihanilah aku, Johan.
Aku bisa mati seperti ini, Johan. Aku mohon, Johan. Jangan tinggalkan aku.
Aku berjanji bahwa aku akan berubah!
Aku mohon, Johan. Jangan tinggalkan aku.
Kau tahu kenapa aku harus meninggalkanmu?
Itu karena aku tak tahan lagi denganmu.
Kau hanya bilang ingin berubah, tapi kau tidak pernah berubah.
Apa menurutmu kita akan bahagia jika kita menikah?
Aku sudah punya istri. Aku minta maaf.
Tega kau lakukan ini padaku? Aku sudah memberimu yang terbaik,
apa lagi yang kau mau?
Tolong, Johan. Jangan tinggalkan aku. Kasihanilah aku. Tolong aku, Johan.
Tunggu sebentar, Johan. Tunggu. Tunggu aku, Johan!
Siapa gadis itu? Dan kenapa dia menangis?
Itu Anna, mantan pacarku sebelum aku nikah dengan Aishah.
Entahlah, tapi sepertinya dia tak bisa terima aku tinggalkan.
Kau juga keterlaluan, Johan! Gadis seksi seperti itu, malah
kau tinggalkan. Jika itu aku...
Aku akan jaga dia dan jadikan dia istri keduaku!
Dia cukup liar. Aku tak ingin sikap seperti itu pada seorang istri.
Untuk seorang istri, kita harus cari mereka yang memiliki sifat dan perilaku
baik. / Ya, aku setuju.
Sayang, ayah baru saja menelepon. Dia titip salam.
Waalaikumsalam.
Ayah bertanya tentang tawaran untuk bekerja di perusahaannya
dan ingin tahu apa kau sudah siap untuk itu?
Aku belum siap, Aishah.
Ketika saatnya tiba, aku akan bilang.
Terlebih lagi, ayahmu telah banyak membantuku.
Kurasa tidak apa-apa, apalagi itu
untuk kebahagiaan kita. / Kebahagiaan? Kenapa?
Kau tidak bahagia tinggal bersamaku sekarang?
Kau merasa malu karena suamimu
tak menghasilkan banyak? / Tentu saja tidak, sayang.
Kenapa bilang begitu? Kau pikir aku tipe sepeti itu?
Demi Tuhan aku tidak pernah merasa tak bahagia nikah denganmu.
Aku puas dengan apa yang kita miliki. Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Maafkan aku, Aishah. Aku tak berpikir jernih akhir-akhir ini.
Tadi siang Anna datang menemuiku. Dia memohon padaku
untuk balikan lagi.
Aishah, kau tak perlu khawatir. Apapun yang terjadi,
aku akan lindungi keluargaku.
Dia tak peduli padaku, Zura. Dia benar-benar tidak peduli
tentang aku lagi. Aku sungguh tidak menyangka
dia bisa lakukan ini padaku. Apa yang salah denganku?
Aku sudah lakukan segalanya untuknya. Tapi inilah balasan dia padaku.
Kau tak perlu memikirkan hal ini lagi.
Dia tak inginkan kau lagi. Alangkah baiknya kau
bisa melupakan dia. / Aku tak pernah bisa melupakannya, bahkan
sampai aku mati. Aku amat mencintainya, dan dia segalanya bagiku.
Aku tak bisa hidup tanpa dia. / Tapi apa lagi yang kau inginkan?
Apa kau mengerti bahwa Johan tidak akan pernah kembali padamu?
Biarkan ini berlalu, Anna. Biarkan dia bahagia dengan istrinya.
Dia bukan milikmu lagi. / Tidak, dia milikku!
Aku tak bisa lihat dia bersama orang lain.
Aku tak bisa menerima ini. Apa kau mengerti?
Aku tidak akan biarkan dia bahagia dengan istrinya.
Sayang!
Tolong buka pintunya!
Johan! Johan!
Maafkan aku, Johan. Aku sudah mencoba hentikan dia tapi
dia masih ingin bertemu denganmu. / Aku tahu bahwa aku harusnya tidak
datang ke sini. Tapi aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, Johan.
Dan tidak ada yang bisa gantikan tempatmu.
Kau telah berjanji padaku bahwa kau takkan pernah tinggalkan aku.
Omong kosong apa yang kau bicarakan, Anna?
Kau sadar dengan ucapanmu?
Tidak ada apa-apa di antara kita. Itu semua masa lalu.
Zura, tolong antar Anna pulang. / Anna, ayo pergi.
Aishah, tolong aku. Apa kau tak kasihan padaku?
Tolong lepaskan Johan, demi kebahagiaan aku dan Johan.
Anna. / Dia masih mencintaiku.
Anna! Tolong hargai istriku. Jangan buat keributan di sini!
Aku ingin kau kembali sekarang! Pergi!
Ayo pergi, Anna. Percuma datang ke sini.
Anna!
Sayang! / Johan!
Sudah berakhir, Anna. Aku tidak akan pernah terima kau kembali.
Ayo pergi, Anna! Ayo!
Aku kasihan dengan kondisinya. Dia bahkan memohon padaku
dan istriku agar aku terima dia kembali.
Untung aku berhasil menghentikannya. Kalau tidak, entah apa
yang akan terjadi. Tampak jelas bahwa
Anna marah pada Aishah. / Seburuk itukah?
Mungkin karena dia mengira Aishah merampasmu
dari dia. Bagaimana kabar Aishah?
Dia baik-baik saja, meskipun dia agak bingung tentang
semua kejadian ini. Aku tak pernah menyangka Anna akan bereaksi
seperti itu. / Baiklah, Johan. Untuk keselamatan
kau dan Aishah, kurasa kau sebaiknya selesaikan
masalah ini dengan Anna secepatnya.
Kau tak boleh berlama-lama lagi. Orang seperti ini bisa
lakukan apapun. Keluargamu akan berada dalam kekacauan.
Aku bingung, Man. Hal lain yang buat aku bingung adalah
akhir-akhir ini aku dihantui.
Kurasa Annalah yang telah mengirimkan semua itu padaku.
Apa kau yakin, Johan? Kau tak boleh menuduh begitu saja.
Kau harus benar-benar pikirkan tentang ini.
Mungkin ada orang lain yang sirik padamu.
Selain Anna, siapa lagi yang menurutmu bisa lakukan ini?
Kau tidak akan selamat. Tidak akan.
Astaga!
Kau ada di mana? Kenapa tidak mengangkat telepon?
Ila barusan menelepon, katanya ibu jatuh sakit.
Tapi tidak apa-apa karena Ila sudah antar ibu ke klinik.
Astaga, benarkah itu?
Tunggu aku kembali, ya?
Tidak apa-apa, aku sudah dalam perjalanan untuk menjemputnya.
Karena dokter bilang dia perlu dibawa ke rumah sakit.
Ya sudah, bawa ibu ke rumah sakitku.
Akan lebih mudah bagiku untuk menjaganya.
Berkendara dengan hati-hati. / Baiklah.
Assalamualaikum. / Waalaikumsalam.
Aku sangat khawatir dengan kondisi ibu sekarang.
Dia selalu sakit akhir-akhir ini.
Kesehatannya tidak stabil.
Insya Allah, dia akan baik-baik saja.
Dokter pun bilang kondisinya tidak
terlalu serius. Kenapa Ila tidak ikut?
Dia ingin ikut tapi dia ada ujian besok.
Ya sudah, biar aku yang jaga ibu.
Kau harus pulang.
Baiklah. Aku pamit dulu.
Jaga diri. Assalamualaikum. / Waalaikumsalam.
Ada apa, Aishah?
Aku takut!
Astaga, apa yang terjadi?
Kau tahu apa yang mengganggu kita?
Kita dapat gangguan hampir tiap malam.
Kita baik-baik saja sebelum ini.
Aku pun tidak tahu apa yang terjadi pada kita, Aishah.
Mungkin seseorang tidak senang dengan kebahagiaan kita.
Anna. / Kita tidak boleh asal menuduh.
Terus, siapa lagi? Hanya dia yang
ingin merusak pernikahan kita, kan?
Aku tahu dia masih simpan dendam pada kita.
Tolong lakukan sesuatu!
Sampai kapan kita akan hidup seperti ini? Aku tidak tahan lagi!
Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kita.
Janganlah seperti ini, sayang. Kau harus lebih kuat.
Aku akan coba mencari cara untuk selesaikan masalah ini.
Halo?
Ya, Zura, ada apa?
Kau yakin? Baik, aku datang.
Ada masalah apa, sayang?
Anna, buka pintunya! Apa yang kau lakukan, Anna?
Tolong buka pintunya! Apa yang kau lakukan di sana begitu lama?
Anna, jangan lakukan hal bodoh! Buka pintunya!
Anna, buka pintunya! / Astaga! Ada masalah apa?
Anna, buka pintunya. Effa, kenapa ini terjadi?
Buka pintunya, Anna! Tolong buka pintunya!
Johan, apa yang harus kita lakukan?
Anna tidak mau buka pintu.
Aku lihat dia membawa pisau ke dalam kamar.
Apa yang harus kita lakukan, sayang? / Anna, aku datang.
Untuk apa kau datang, Johan? Kau tidak butuhkan aku lagi.
Biarkan aku sendiri. Pergilah! / Aku tidak akan pergi, tidak sebelum
kau membuka pintu ini. Cukuplah. Kau telah sering
menyusahkan orang! Kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik-baik.
Buka! / Semuanya sudah hilang dan hancur.
Tidak ada gunanya lagi untukku. Aku lebih baik mati daripada
harus hidup tanpamu. Biarkan saja aku.
Anna!
Bagaimana sekarang, Johan? / Kita harus bawa dia ke
rumah sakit sekarang. Cepat!
Cepat, Effa!
Suster!
Astagfirullahalazim.
Ingin pasang iklan atau request subtitle film kesukaanmu?
Hubungi via Telegram @zahrahh87 atau WA di 081340178116
Syarat dan ketentuan berlaku.
Assalamualaikum, Bibi. / Waalaikumsalam.
Benar ini rumah Bibi Rosnah?
10 tahun yang lalu, aku punya anak yang bernama Kamal.
Wajahnya mirip denganmu, Johan.
Dia anak yang baik. Setelah kematian ayahnya, Kamal
yang menjagaku. Dia tidak pernah menggerutu,
walaupun dia harus menanggung beban
untuk menjagaku.
Hingga suatu hari, aku mendapat kabar mengejutkan tentang
Kamal yang kecelakaan
hingga merenggut nyawanya.
Sejak saat itu, hidupku
menjadi suram. Aku hidup sebatang kara.
Itu sebabnya aku selalu mengamatimu.
Dengan melihatmu, aku merasa bahwa anakku telah kembali.
Johan, maafkan aku jika selama ini aku mengganggumu.
Karena aku sangat merindukan anakku. / Tapi apa bibi tahu apa yang
menggangguku dan istriku akhir-akhir ini?
Ada sesuatu yang menyeramkan menghantui kau dan istrimu.
Johan, jika kau telah menyakiti siapa pun,
segeralah minta maaf pada orang itu.
Karena sesuatu ini semakin dekat denganmu.
Anna.
Sayang.
Ini sepenuhnya salahku, Aishah.
Aku tak pernah berpikir bahwa Anna akan...
Jangan merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
Ini semua atas kehendak Allah.
Hidup dan mati semua ditentukan oleh-Nya.
Kita hanya bisa menerima takdir.
Aku tahu semua itu Aishah tapi... / Biarkan saja.
Yang terpenting sekarang adalah kita mendoakan arwahnya.
Ya, Bibi. Aku tahu. Aku akan mengatur semuanya.
Insya Allah, besok. Perbanyaklah
bersabar.
Apa kau yakin bahwa Anna tidak memiliki kerabat lain di sini
di Kuala Lumpur? Orang tuanya tidak datang?
Ayahnya sudah meninggal. Ibunya sekarang sedang sakit.
Anna anak satu-satunya. Ibunya telah menunjukku
untuk mengurus jenazahnya. Besok kita akan bawa dia
kembali ke desanya, oke?
Baiklah Johan, aku permisi dulu. Kau harus tetap tenang.
Dan tolong jangan terlalu pikirkan hal ini.
Semua yang terjadi ada hikmahnya.
Tolong tanda tangan di sini.
Terima kasih. / Sama-sama.
Aishah, ini obatnya. Tolong jaga ibu.
Aku harus mengurus jenazah dan pemakaman Anna.
Ibunya menunjukku melakukannya.
Aku mengerti. Selesaikan pekerjaanmu dulu, ya?
Aku bisa jaga ibu.
Bu, Aishah yang mengantar ibu pulang, ya?
Aku ada pekerjaan yang harus diurus.
Hati-hati. Aku akan kembali segera setelah aku selesai.
Ada Aishah, Johan. Jadi kau tak perlu khawatirkan ibu.
Hubungi aku jika kau butuh sesuatu. / Aku duluan.
Sudahlah, Johan. Semuanya telah terjadi. Mungkin itu
ujian untukmu. Kau sebaiknya menerima takdir ini.
Aku telah lakukan kesalahan, Man. Harusnya aku tidak tinggalkan
dia.
Jika aku tidak tinggalkan dia, semua ini tidak akan terjadi.
Itu semua sudah takdir. Bukan kita yang putuskan.
Jika dia tidak ditakdirkan untukmu, apa yang bisa kau lakukan?
Mungkin ini hukuman untukku.
Hukuman?
Aku dihantui oleh hal-hal yang tidak diketahui hampir setiap hari.
Aku tidak tahu apa itu ada hubungannya
dengan Anna atau tidak. Tapi itulah yang terjadi padaku
setelah aku menikah dengan Aishah. Pernikahan kami tidak tenteram.
Kami ketakutan setiap saat. / Mungkin Anna yang
mengganggumu selama ini?
Ibu melihatmu merasa sangat muram akhir-akhir ini.
Apa kau punya masalah?
Apa karena mendiang Anna?
Bukan itu. Sebenarnya, sejak kami mengunjungi ibu
tempo hari, kami selalu diganggu.
Diganggu? Apa maksudmu? / Dihantui dan diganggu oleh
makhluk halus. Diganggu setan.
Astaga! Kau yakin, Aishah? / Aku tidak enak hati dengan
keadaan Johan sekarang.
Orang bilang jiwa orang yang bunuh diri tidak akan pernah
tenteram, jika belum memenuhi keinginannya.
Rosman.
Aku Johan. Sudah lama aku memerhatikanmu.
Boleh aku lebih mengenalmu? / Aku tak punya waktu untuk
pria kere sepertimu.
Tapi aku tulus ingin menjadi temanmu.
Tulus?
Cobalah berkaca!
Dia akan mencintaimu lebih dari nyawanya sendiri.
Ingat, perasaan itu hanya datang dari raganya.
Bukan dari jiwanya.
Karena orang yang akan berada di dalam jiwanya setelah ini,
adalah roh dari mayat ini.
Karena itu, jangan pernah tinggalkan dia!
Ingatlah pesanku. Jangan pernah tinggalkan dia!
Jika kau tinggalkan dia, kau tidak akan pernah tenteram. Benda ini akan
bersamamu selamanya. Itulah perjanjianmu!
Akulah yang lakukan semua ini, Anna! Aku.
Aku yang buat kau menderita selama ini.
Harusnya aku tidak meninggalkanmu. Aku telah membuat kesalahan fatal.
Harusnya aku tidak melanggar perjanjianku.
Tapi aku ingin berubah, Anna! Aku tak ingin menyimpan apa pun
dari perjanjian setan ini lagi.
Aku sudah bertobat. Maafkan aku, Anna!
Tolong jangan ganggu aku lagi.
Aishah!
Ibu!
Tolong jangan tinggalkan aku!
Johan, ibu punya satu permintaan.
Saat ibu meninggal, jagalah Aishah
apa pun yang terjadi.
Aku berjanji, ibu.
Sayang, istighfar.
Ibu ada di sini, Johan. / Sayang!
Penerjemah: zahrahh87 Telegram: @zahrahh87
Sinjai, November 2022
Hai orang-orang yang beriman!
Janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan.
Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan,
maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.