Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KARNAVAL KUMUH
Bedebah kau!
Kau pikir kau itu gengster?
Kau juga ingin jadi gengster? Bedebah! Lepaskan!
Memukuli orang dan buang-buang uang.
Harus kuakui dia tak berguna walau pun dia anak laki-lakiku.
Dia sudah kehilangan akal sehatnya!
Dia harus dipenjara bertahun-tahun agar dia sadar...
Hentikanlah.
Harusnya kita bersyukur mereka terima tawaran kita.
Apa yang harus kita lakukan?
Waktu kita untuk pindah hanya sebulan.
Dari mana kita dapatkan uang sebanyak itu?
Aku akan cari jalan keluarnya.
Tidak apa-apa.
Aku akan cari uang apa pun caranya kali ini.
Jangan khawatir, Bu, kubilang akan kuselesaikan.
Kau ingin sakit lagi?
Ini untuk biaya kuliah Sun-ok dan obatmu.
Apa dadamu masih terasa sakit?
Ini masih bisa kutahan.
Jangan sampai kulihat kau dengan berandalan itu lagi.
Lain kali jika aku melihatmu, akan kupatahkan kakimu.
-Sampai jumpa. -Baik.
Ya.
Hati-hati di jalan dan lebih sering kemari.
Kurasa kondisi ibu makin memburuk setiap hari.
Baik.
Ini.
Ponsel?
Ini bukan untukmu mengobrol dan kirim pesan dengan temanmu.
Aku bisa memakainya?
Telepon ibu setiap kau pulang terlambat dari kampus.
Baik.
Masuklah.
Kim Byung-doo?
Aku sangat mengenal dia.
Benarkah?
Bagaimana kau bisa kenal dia?
Saat bertugas untuk geng Rotary, aku bertemu dengannya.
Bagaimana kau bisa kenal dia?
Dia teman SD-ku.
-Dia temanmu? -Ya.
Aku sudah tanya setiap polisi yang kutemui untuk mencarinya.
Baguslah kalau begitu.
Seharusnya kau temui dia daripada bicara denganku.
Sebaiknya bicara dengan gengster jika ada kaitan dengan film-mu.
Kurasa begitu.
Bedebah kalian!
Kalian pikir bisa pergi kapan pun kalian mau?
Kalian pikir ini klub? Memangnya ini piknik?
Duduk yang tegap.
-Halo, Bos. -Halo, Bos.
Kenapa bawa mereka kembali jika tidak bersama kita lagi?
-Jong-soo. -Ya, Bos?
Mulai saat ini, potong saja jari mereka sebelum mereka pergi.
Ya, Bos.
-Kau, yang termuda! -Ya, Bos?
-Ini sulit, ya? -Ini bukan masalah, Bos.
Tahanlah lebih lama lagi.
Karena kita sudah capai posisi ini, kita harus berusaha sebaik mungkin.
-Hei, Hippo! -Ya, Bos?
Apa prinsip kita?
Ya, Bos.
Tidak pernah dipermalukan dan dimanfaatkan orang lain.
Gosok sepatumu meskipun waktu makan terlewatkan.
Walau kami kehilangan nyawa karena kelaparan,...
...kami takkan pernah gagal untuk menghargai diri sendiri.
Kau jadi apa saat kehilangan integritas?
Berandalan!
Apa aku benar?
-Ya, Bos. -Benar, Bos.
Mari berusaha sebaik mungkin!
Semua harus semangat.
Mari bekerja!
Ya, Bos.
Apartemen nomor 108-503!
Wanita tidak tahu malu, kembalikan uangku!
Choi Sun-duk!
Bayarlah hutangmu padaku!
Penghuni gedung 108!
Keluargaku kelaparan...
...karena penghuni apartemen 503 belum melunasi hutangnya!
Siapa yang kau panggil wanita tak tahu malu?
Sayang, panggil polisi!
Silakan, panggil lagi. Ayo kita gunakan jalur hukum!
Kau kelewatan batas, anak muda.
Aku harus bagaimana? Aku tidak punya uang!
Halo? Sun-ok?
Byung-doo? Bisakah kau mendengarku?
Ya. Koneksinya agus. Ada apa?
Aku lupa berterima kasih untuk ponselnya.
Kembali belajar dan jangan buang waktumu meneleponku.
Apa hadiahnya kesabaran? Pasti bagus.
Aku harus pergi, aku sedang bekerja.
Astaga, apa yang kau lakukan?
Lakukan lebih baik, buat aku ereksi!
Lebih tinggi.
Itu dia.
-Benar sekali. Bagus. -Masuklah!
Bagian yang pegal di sana.
Hari ini bunga krisan, besok bunga mawar
Kau akan tertidur lelah karena menggoda!
Aku lelah menunggu, Teman, Teman!
Lelah mengumpulkan uang, Teman
Aku kesepian sekali malam ini oh jangan!
Kau siapa, bawahan?
Bedebah!
Aku amat sibuk bersiap-siap untuk bisnisku,...
...bagaimana aku bisa mengganggu bisnismu?
Apa?
Ya, silakan saja!
Kami akan buka seperti yang direncanakan.
Lakukan saja apa yang kau mau!
Bawa kapak dan benda-bendamu!
-Hei! -Ya, Bos?
Kenapa kau buat begitu terlihat?
Maaf, Bos. Aku sudah berusaha sebaik mungkin.
Kami mungkin akan habisi mereka kali ini, Bos!
Biarkan saja.
Jangan perbesar masalahnya.
Lakukan semampumu saja.
Ya, Bos.
Sampai nanti, Bos.
Bos, apa semua baik?
Ya, tempat permainan itu.
Ya, Bos.
Bagus.
Ini, untukmu.
Bos.
Tambahkan lagi uangnya.
Ini masa sulit bagiku juga.
Menikahkan adik perempuanku satu-satunya perlu banyak uang.
Tambahkan sedikit lagi, Bos.
Kami bahkan tak bisa bayar uang sewa belakangan ini.
Kau benar-benar bodoh.
Sampai kau dibohongi oleh sponsormu sendiri.
Tunggu sampai kondisi membaik.
Kau bilang begitu sebelumnya, Bos.
Apa?
Bos.
Apa kau tak bisa lewatkan taruhan balap sekali saja?
Kau bercanda?
Beraninya kau menyuruhku.
Byung-doo, berapa umurmu tahun ini?
-Dua puluh sembilan, Bos. -Dua puluh sembilan?
Coba lihat dirimu.
Masih minta uang dari orang lain.
Bukankah seharusnya kau sukses sekarang?
6 villa dan 20% sebulan. Buatlah aktanya.
Kenapa buang-buang uang? Kami adalah notaris.
-Pastikan dokumennya beres. -Baik, Bos.
Apa kabar, Bos?
Ya, Byung-doo! Kudengar kerjamu bagus.
-Itu bukan apa-apa. -Tidak, menagih uang itu sulit.
Anak buah Sang-chul memang pintar.
Semua anak buahku pintar, Bos.
Byung-doo, kami akan pergi minum. Ikutlah.
-Tidak perlu ajak aku. -Ikut saja.
Kau bisa jadi supirnya bos nanti.
Aku menyukaimu karena kau tidak seperti gengster.
Gengster harus tampil seperti ini di jaman sekarang.
Sulit untuk berbisnis jika berpenampilan seperti dia.
Bos, aku melakukan perawatan wajah.
Byung-doo, kau punya sponsor?
Tidak lagi, Bos.
Kondisinya tidak berjalan dengan baik, Bos.
Sponsornya kabur membawa uang investasi kami.
Ini situasi yang amat buruk, Bos.
Benar juga.
Kalau begitu suruh dia mengurus tempat permainan baru itu,
Ya, Bos. Aku memikirkan itu.
Aku sayang padamu, Bos.
Ya Tuhan, ya Tuhan jangan lakukan ini padaku
Hati seorang gadis seperti buluh
Jangan lakukan ini. Jangan bertanya.
Jangan bertanya lagi.
Halo.
Ya, aku sedang minum bersama pegawai.
Apa?
Aku rasa tidak bisa sekarang.
Ya, aku mengerti.
Beri aku waktu lagi.
Ya, maafkan aku.
Aku mencintaimu Tak kusangka aku mencintaimu
Walaupun kau bukan ksatria berbaju zirah
Bedebah!
Benar-benar menyebalkan!
Cobalah untuk selesaikan masalahnya.
-Sang-chul. -Ya, Bos?
Bagaimana kalau kau habisi Pengacara Park untukku?
Apa?
Apa kau tak bisa selesaikan masalah ini diam-diam?
Apa maksudmu?
Aku tak bisa tidur nyenyak karena dia minta tolong padaku.
Kalau kau melakukannya, aku akan melindungimu.
Bisakah kau melakukannya?
Bos, kami semua bisa celaka.
Kau tahu itu, Bos.
Aku akan lakukan apa saja.
Tapi pengacara itu, itu masalah berbeda.
Benar. Aku tahu ini akan sulit.
-Selamat. -Terima kasih.
Kau kaya.
Kaya apanya?
-Terima kasih sudah datang. -Baiklah.
Kudengar kau akan mengurus tempat ini.
-Ya. -Semoga berhasil, Nak.
Ini tempat yang bagus, hanya butuh manajemen bagus.
Ini hanya awalnya saja.
Sebentar lagi, kita akan memiliki beberapa dari ini.
Kita harus dapatkan sponsor bagus dan mulai cari keuntungan.
Omong-omong, Bos,...
...kita akan berhadapan dengan geng Three-way.
Ini daerah mereka, bukan?
Aku akan pergi minum bersama tamu.
-Aku akan segera kembali. -Baik, Bos.
Baiklah.
Jong-soo, nyalakan rokok-ku.
Ya, Bos.
Kau datang jauh-jauh merokok di depanku.
Ini hari istimewa, Bos. Harap maklumi saja.
Jadi kau suka mengemudi BMW itu?
Kau tahu ini bukan mobilku.
Bedebah!
Berhentilah menjilat Bos dan bertindaklah yang benar.
Apa?
Kudengar kau cari masalah di tempat bermain Three-way.
Apa kau akan hadapi mereka jika mereka mengganggu kita?
Apa yang kau takutkan?
Lagipula itu harus terjadi.
Bisnis ini milkku.
Jangan ikut campur.
Byung-doo!
Min-ho!
Kim Min-ho, bedebah kau!
Sudah lama tak bertemu.
Ya, sudah lama. Bagaimana kabarmu, Bung?
Memang sudah lama. Hei, kau tidak berubah.
Kau juga. Aku langsung mengenalimu.
Masa?
Lalu kenapa sulit sekali bertemu denganmu?
Aku mencarimu di mana-mana.
Benarkah?
Detektif Woo menelepon pagi ini.
Dia bilang kau sutradara?
Aku sedang mengerjakan sesuatu.
Bung, keren sekali, aku punya teman seorang sutradara!
Kau bagaimana, Byung-doo? Apa pekerjaanmu?
Aku mengurus tempat ini dan melakukan banyak hal.
Kudengar kau ingin bertemu gengster?
Ya, aku sedang mempersiapkan film gengster.
Aku sudah bertemu detektif.
Sekarang aku harus bertemu gengster.
Entahlah apa itu akan membantu.
Mereka seperti orang biasa.
Tetap saja, aku harus belajar tentang dunia mereka.
Apa kau masih berhubungan dengan teman-teman SD kita?
Tentu, aku bertemu mereka sekali di acara reuni.
Jadi kau bertemu Kang Hyun-joo?
Ya, aku bertemu dia di reuni terakhir.
Kau ingat dia?
Aku ingat teman-teman dekatku.
Jadi bagaimana kabarnya?
Kudengar dia bekerja di toko buku.
Ya, Jong-soo? Apa?
Bedebah!
Bedebah!
Bedebah!
Dasar bedebah!
Semua kemari!
-Young-pil! -Ya, Bos?
-Hubungi anggota Three-way! -Ya, Bos.
-Byung-doo! -Ya, Bos?
Ini perang. Kumpulkan anak-anak.
Ya, Bos.
Young-pil, kau di mana?
Apa?
Kau terjebak macet? Astaga!
Kami hampir tiba di sana, jadi kemarilah secepatnya!
Tabrak mereka!
Buka bagasinya!
Buka bagasinya!
Bedebah!
Bedebah!
Astaga.
Bedebah!
Bos!
Apa yang dia pikirkan?
Bos besar kacaukan semua dengan menghabisi pemuda itu.
Padahal itu tidak perlu.
Bos,...
...bukankah keluarga kita akan dapat masalah besar jika dia tewas?
Tutup mulutmu!
Tunggu saja sampai Bos selesaikan masalahnya.
Sebaiknya Bos besar tidak melupakan kita,...
...setelah semua yang kita lakukan kali ini.
Ya, Sun-ok. Apa?
Kenapa ikut berdemo saat sedang sakit?
Kau tahu betapa berbahayanya mereka?
Kaupikir mereka akan bangun rumah kita jika berdemo?
Aku bisa apa lagi?
Omong-omong, kenapa wajahmu?
Kau berkelahi lagi?
Abaikan saja wajahku.
Kau dan Byung-sik, kalian berdua. Semua adalah salahku.
Jangan gunakan kekerasan lagi.
Perkelahian itu sudah ketinggalan jaman.
Kau harus pakai otakmu, bukan pisau sashimi.
Ya, Bos.
Jadi bagiamana caramu menyelesaikannya?
Kita akan bayar kompensasinya...
...dan Young-pil akan dipenjara.
-Young-pil? -Ya, Bos.
Aku minta dia melakukannya untukku.
Jadi aku biarkan anak buahnya mengurus tempat permainannya.
Bos, apa maksudmu?
Aku harus melakukannya.
Setidaknya itu yang bisa kulakukan untuknya.
Bos.
Pak, Pengacara Park ingin bertemu denganmu di ruang sebelah.
Pengacara Park di sini?
Siapa yang beritahu dia aku di sini?
Apa aku melakukan kesalahan?
Aku harus bilang apa padanya?
Beritahu dia aku akan ke sana.
Si bedebah ini adalah penghalang dalam hidupku.
Bos, pergi minum saja bersama dia.
-Tunggulah di mobil bos. -Bos, boleh aku bicara?
-Ada apa? -Bos.
Bisanya kau lakukan ini padaku?
Kau harus mengerti.
Bos, apa aku pernah melanggar perintahmu?
Apa yang Young-pil lakukan yang tidak kulakukan untukmu?
Aku tahu.
Kita bicarakan ini lain waktu, ya?
Bos, kumohon, sekali ini saja.
Keluarga kami akan diusir ke jalanan.
Kumohon pikirkan kembali, Bos.
Jadi kau yang mau dipenjara dan bukannya Young-pil?
-Sampai jumpa lagi. -Ya, sampai lain waktu.
Ya.
-Apa mobil Bos siap? -Ya, Bos.
-Ya? -Apa ini?
Dia bersamaku. Ini Pengacara Park.
Kalau begitu dia juga gengster.
Hei, kemarilah.
Dasar gengster yang tidak berguna.
Mereka adalah parasitnya masyarakat kita.
Mereka seharusnya disedot saja dengan penghisap debu.
Jangan ganggu anak malang itu.
Hei, Myung-geun.
Kau bukan warga sipil dan bukan gengster juga.
Kau campuran?
Bersikaplah yang benar.
Ayo kita merokok.
Ya.
Manusia harus tampil baik meskipun sudah tua.
Menjadi pengacara itu tidaklah mudah.
Berapa umurmu?
Dua puluh sembilan, Bos.
Sang-chul datang saat berumur 29 tahun.
Saat itu dia amat sigap.
Dia telah mencapai begitu jauh.
Banyak yang harus dilakukan,...
...tapi sulit untuk temukan yang bisa bertahan.
Kau harus cari sponsor yang bagus...
...dan mulai hasilkan uang sebenarnya.
Kau tidak bisa jadi gengster selamanya.
Terima kasih atas saranmu, Bos.
Byung-doo.
Kau harus tahu dua hal untuk jadi sukses.
Siapa yang kau butuhkan dan apa yang dia butuhkan.
Sepertinya Sang-chul tidak butuh apa-apa lagi.
Terima kasih sudah mengantarku.
Selamat malam, Bos.
Anggap aku sebagai kakakmu.
-Ya. -Pulanglah sekarang.
Selamat malam.
Maaf aku kembali, Bos.
Tidak apa. Ada apa?
Apa kau punya kartu nama pengacara itu?
Ini masalah serius.
Nyawa kita jadi taruhannya.
Kau tak usah ikut, akan kulakukan sendiri jika kau tak mau.
Bisanya kau bilang begitu?
Kita berdua orang luar, mulai sebagai pelayan klub.
Kapan kita akan jadi kaya jika hidup seperti ini?
Menurutmu kita bisa dapatkan sponsor lain jika seperti ini?
-Jong-soo! -Ya, Bos?
Percayalah padaku untuk yang satu ini.
Ya, Bos.
Aku di sini karenamu.
Aku akan pergi jika kau pergi.
Bagus. Mari kita lakukan.
Siapa tahu kau bisa temukan sesuatu.
Bekerjalah diam-diam.
Tn. Choi! Apa kabar?
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku menunggumu, tapi kau tidak datang.
Benar, kita ada janji temu. Maafkan aku karena lupa.
Tidak jadi masalah.
Tapi apa aku bisa bicara denganmu sebentar?
Saat ini? Aku tidak bisa.
Aku sedang ada rapat. Bagaimana kalau besok?
Sampai jumpa besok.
Jadi, kau sudah baca skenarioku?
Skenariomu?
Bagaimana kalau kau cari yang lain?
Apa?
Ceritanya tidak berubah sejak terakhir kalinya.
Jika ini film gengster, ini butuh sesuatu yang kuat.
Tapi yang ini? Alur ceritanya hambar.
Ditambah lagi, tak ada gengster dalam film gengster.
Cobalah cari yang lain.
Akan kuubah untuk terakhir kalinya.
Aku sudah wawancara gengster yang sebenarnya kali ini.
Akan kubuat realistis kali ini.
Kau lihat saja nanti.
Aku akan buat yang bagus.
-Kau menemukan tempat ini. -Ya, tidak sulit mencarinya.
Apa kabarmu belakangan ini? Aku tidak bisa menghubungimu.
Belakangan ini kau sibuk?
Ya, bisnisnya sibuk.
Maafkan aku untuk waktu itu.
Semua terjadi begitu saja.
Ya, aku lihat apa yang terjadi.
Bung, apa penyebab perkelahian itu?
Kau melihatnya? Hanya perkelahian untuk perebutan wilayah.
Bung, perkelahiannya seru juga.
Ini pertama kalinya aku melihat perkelahian gengster.
Apa kau terluka?
Aku baik-baik saja. Kenapa kau ingin bertemu denganku?
Itu...
-Akan kubilang saat kita pergi. -Pergi ke mana?
-Kita pergi ke mana? -Tunggu saja sampai kita tiba.
Kau bawa aku ke mana?
Saat anak gemuk itu dihajar, itu tontonan luar biasa.
Kita tidak bisa lewat sana setelah itu karena dia.
Itu benar. Byung-doo, dulu kau atlletis sekali.
Apa kalian tidak ingat?
Kelas kita menang lari estafet karena dia.
Ya, itu benar.
-Senang bertemu denganmu lagi. -Itu benar.
Kau harus lebih sering keluar.
Ya, baiklah.
Bantu Min-ho mengurus filmnya juga.
Sudah saatnya dia sukses.
Hei, berhenti.
Siapa tahu, begitu dia terkenal,...
...mungkin dia akan bawa aktris cantik ke sini.
Memangnya aku ada waktu untuk kalian?
-Sombong kau! -Terserah!
Min-ho, kurasa sebaiknya aku masuk sekarang.
Kenapa?
Tunggulah. Sebentar lagi Hyun-joo akan datang.
Dia akhirnya datang juga.
Kurasa dia datang.
Ini taruhan!
Dia bertaruh sebanyak 200 untuk yang menghabiskan pai dalam waktu 20 detik.
Dua puluh detik? Siapa pun bisa melakukannya.
Siapa pun yang makan bisa dapat uangnya.
Semoga kau penuhi janjimu.
-Baik, dua ratus! -Bergabunglah dengan kami.
Baiklah, keluarkan painya.
-Byung-doo, cobalah. -Ayo lakukan.
Satu, dua, mulai!
Berhenti
Siapa yang menghabiskannya?
Dia memakan semuanya.
Benarkah?
Buka mulutmu.
Apa-apaan ini...
Byung-doo, ambillah.
Tidak usah.
Hyun-joo!
-Maafkan aku. -Duduklah di sini.
Kenapa kau datang terlambat?
Pekerjaan selesai terlambat hari ini.
Kau selalu saja datang terlambat.
-Kau harus didenda. -Ya, biar kutraktir.
Hyun-joo. Kau tahu berapa lama Byung-doo menunggumu?
Byung-doo.
Sudah lama tidak bertemu.
Senang sekali bertemu denganmu.
Kau tidak berubah.
-Benarkah? -Apa maksudmu? Dia sudah tua.
Kau mau kuhajar?
Kapan kau akan menikah, Hyun-joo?
Tanya aku setelah kau menemukan calon untukku.
Kau tahu seberapa besar Byung-doo merindukanmu?
Benarkah?
Aku tidak pernah bilang begitu.
Kenapa tidak? Aku juga merindukannya.
Dia melarikan diri saat kudekati dia
Memalingkan muka saat aku menatapnya
Waktu terus berlalu
dan ku ingin tahu apa dia tahu perasaanku
Dengan cepat dia melewatiku
walaupun kucoba mengabaikannya
Kau tidak senang sudah datang hari ini?
Ayo bertemu lebih sering lagi. Kau tahu aku amat merindukanmu?
Min-ho.
Hari ini terasa sempurna.
Ya.
Mungkin aku berlari seperti anak-anak Mungkin aku tidak mengejar kupu-kupu
Tapi aku akan ada disampingmu selamanya
Terus mengalir bersamamu seperti sungai
Aku bisa berlari, aku bisa terbang
Jika kau datang ke dalam hatiku
Baiklah.
Hyun-joo. Kau keren! Ayo semangat!
-Hyun-joo! Semangat! -Semangat!
Aku bisa berlari, aku bisa terbang
Jika kau datang ke dalam hatiku
Hati-hati di jalan. Aku akan telepon nanti.
Jangan terlalu dekat.
Ayo.
Permisi.
Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?
Ada apa dengan caramu mengemudi?
Maaf. Aku pasti melamun.
Tidakah kau tahu jika mengantuk jangan mengemudi?
Maafkan aku. Aku akan ganti kerusakannya.
-Aku minta kartu namamu. -Ya, tentu.
Bukankah kau Pengacara Park?
-Kau mengenalku? -Aku Oh Jong-soo. Kau tak ingat?
Oh Jong-soo?
Apa kita pernah bertemu?
Aku melihatmu di Rainbow.
Bagaimana kalau kau makan juga? Makanan di sini enak sekali.
Ya, Bos.
Kau terlihat lebih sehat dari sebelumnya.
Benarkah? Aku lebih banyak berolahraga,...
...berlari dua kilometer lebih.
Aku pasti hidup cukup lama untuk menghabiskan uangkku.
Tentu saja, Bos.
Bagaimana dengan persiapan untuk pindah ke tempat baru?
Berjalan dengan baik, berkat bantuanmu.
Aku membantumu mulai saat ini, jadi mari bekerja sama sebagai tim.
Aku punya rencana bisnis dan aku butuh bantuanmu untuk itu.
Aku siap membantumu, Bos. Aku siap bekerja keras.
Tapi kau tahu tidak akan mudah...
...untuk mengurusnya bersama Sang-chul.
Aku tahu, Bos.
Bagus.
Kasusnya berjalan lancar berkat bantuanmu.
-Ayo bersulang untuk itu. -Ya, Bos.
Satu hal lagi.
Ini tidak pernah terjadi.
Tidak boleh ada yang tahu.
Kau paham maksudku?
Ya, aku tahu, Bos.
-Jadi jumlahnya 10? -Ya.
Tunjukkan kartumu.
Flush.
Jangan senang dulu. Full house.
Waktu yang tepat. Pergilah ambil uangnya.
Apa?
Mereka sedang bertemu.
Bedebah itu.
Beraninya dia tidak melibatkanku?
Kurasa Byung-doo menghabisi Pengacara Park seperti perintahmu.
Maaf, sudah cukup lama.
Bagaimana dengan kesehatanmu?
Biasa saja. Aku harus mengatasinya.
Tetap saja, kau akan segera pulih.
Ibu, ingat dulu betapa perhatiannya dia?
Sudah kularang dia datang, tapi dia terus memaksa,...
...dia ingin bertemu denganmu.
Benarkah? Terima kasih.
Kudengar kau jadi sutradara?
Ya.
Aku senang sekali untukmu.
Byung-doo yang malang tak bisa selesai sekolah karenaku.
Ibu, kau tak perlu bilang begitu di sini.
Ya, Byung-doo jauh lebih baik dariku.
Kau punya anak laki-laki yang baik.
Sebaiknya katakan cerita bagus kepada sutradara kita ini.
-Mengerti? -Baik, Bos.
Ceritakan semua padanya.
Tanya mereka apa pun yang ingin kau ketahui.
Baik.
Kalau kau butuh hal menarik, tanya padanya.
Dia mengalami masa sulit.
Dia bisa menikammu sambil tersenyum.
Bos, Jong-soo menangis semalam saat menonton drama TV.
Bedebah kau, tutup mulutmu!
Jaga sikap kalian. Ada tamu di sini.
Maaf, Bos.
Maaf, Bos.
Tidak apa-apa.
Jong-soo, itu tattoo apa? Bentuknya menarik.
Ini bunga Forget Me Not.
Bos, sirami kadang-kadang seperti ini.
Bos, tattoku lebih cantik.
Anak buah Hong-man mengawasi geng bos besar dan bilang...
...Young-pil pergi ke Young-gwang today.
Ke Young-gwang?
Ya, dia tidak menemui siapa pun. Hanya melihat-lihat saja.
-Ada yang aneh. -Kapan Young-pil datang?
Kudengar setelah pernikahan adik perempuan Bos besar.
Myung-goo, apa yang kau lakukan begitu kau naik pangkat?
Aku ingin dapatkan sponsor bagus dan menghasilkan banyak uang.
Aku ingin beli apartemen suatu hari nanti.
Myung-goo dan Hong-man bertubuh kecil.
Apa yang membuatmu ingin jadi gengster?
Kenapa, Bos? Ukuran tubuh bukan hal penting.
Saat menggemukkan diri dengan makanan tak sehat berakhir.
Di jaman sekarang, kau tak bisa bertahan hidup jika seperti itu.
Kau butuh otak dan kemampuan sekarang.
Gengster harus belajar untuk bisa membaca dokumen.
-Permisi. -Ya, ada yang bisa kubantu?
Byung-doo!
Bukunya banyak sekali. Kau baca semuanya?
Hanya judulnya saja.
Apa yang terjadi saat itu?
Kau tiba-tiba pergi.
Ada urusan lain.
Jadi sudah berapa lama kau bekerja di sini?
-Tujuh hingga delapan tahun. -Benarkah?
Kakimu pasti sakit berdiri seharian penuh.
Memang seperti itu.
Jadi bagaimana kabar Ibumu?
Ibuku? Dia baik.
Aku ingat dia sering memasak mi kacang merah untukku.
Terkadang aku ingin sekali makan itu.
Kau punya ingatan yang bagus.
Datanglah setiap kali kau ingin makan itu.
Jadi kau tidak punya pacar?
Aku tidak punya pacar. Bagaimana denganmu?
Aku?
Sayangnya aku terlalu sibuk memikirkanmu.
-Ya, benar. -Aku serius.
Sudahlah, senang sekali bertemu denganmu lagi.
Aku tahu.
Aku dengar tentang pekerjaanmu.
Apa yang kau dengar? Bahwa aku gengster?
-Ya, Young-pil. -Bos suruh kau kembali.
-Apa? -Dia ingin bertemu.
-Sekarang juga? -Ya, Bos.
-Baiklah. -Cepatlah.
Baik.
Kau tahu? Aku harus kembali bekerja.
Ya. Kau tak keberatan aku datang sesekali nanti?
Tidak, bagaimana kalau kau telepon aku jika kau datang?
Kenapa?
Aku tak mau bertemu teman di tempat kerja.
Baiklah.
-Baik, sampai jumpa. -Sampai jumpa.
Masuklah.
-Kau ingin bertemu, Bos? -Ya. Ini undangan pernikahan.
Selamat.
Duduklah.
Rasanya sedih karena harus membiarkan dia pergi.
-Jadi kau sudah dengar? -Tentang apa?
Pengacara Park menghilang.
Siapa?
Pengacara Park!
Kau bertemu dia di tempat karaoke itu.
Polisi datang karena itu.
Entah kenapa mereka mengaitkanku dengan hilangnya dia.
Gengster berakal sehat mana yang akan melakukan itu?
Apalagi jika tahu itu bisa menghancurkan seluruh organisasi.
Kau setuju tidak?
Tentu saja, Bos.
Omong-omong,...
...pergilah ke Young-gwang di akhir pekan ini setelah pernikahan.
-Young-gwang? -Ya, kau ingat Tn. Jang?
Pergilah ambil uang dari dia.
Ya, Bos.
Karena tempat permainan tidak berguna untukmu,...
...kau bisa gunakan separuhnya.
Akan cukup untukmu dan anak buahmu juga.
Terima kasih, Bos.
Aku seperti mengabaikan kalian, ya?
Rasanya sulit dengan mereka yang menghormatiku.
Aku merindukan hari-hari di saat kita dalam kesulitan.
Ya, Bos.
Beritahu aku jika kau merasa diperlakukan buruk olehku.
Cuma kau yang aku miliki, apalagi Young Pil akan dipenjara.
Dia telah menghabisi Pengacara Park.
Ya.
Lalu kau harus habisi dia dan beri Tn. Hwang pelajaran.
Aku tak mau menumpahkan darah sebelum pernikahan.
Dia akan mengacaukan pernikahan.
Jadi bereskan dia dan lakukan secara diam-diam.
Ya, Bos.
Ini mencair di mulutku. Bos, kau harus mencobanya.
-Ya, kau makan duluan saja. -Baik.
Ini untuk kalian.
Ini dari mana?
Belilah setelah baru dengan itu.
Terima kasih, Bos!
Aku mau tanya dengan kalian.
Apa artinya keluarga?
Apa arti keluarga bagi kalian?
Keluarga adalah seperti ini, seperti kita, Bos.
Keluarga adalah orang-orang yang makan di meja yang sama.
Satu, dua, tiga, empat,...
...lima, enam,...
...tujuh, termasuk diriku. Kita semua adalah satu kesatuan.
-Mengerti? -Ya, Bos.
Lalu, bagaimana dengan orang yang ingin makan sendirian?
Dia bukanlah bagian keluarga. Dia adalah orang asing.
Apa aku benar?
Ya, Bos!
Gema mengalun mencapai semua
Daratan yang membagi masa muda kita
Hidup ini bagaikan kincir air
Jadi ikutilah angin dan awan
Kurasa Bos tahu.
Lalu kita harus bertindak, Bos.
Lagipula itu harus dilakukan.
Kita bisa bisa celaka jika menunggu terlalu lama.
-Terima kasih. -Ya.
Bos, senang bertemu denganmu.
-Apa kabar, Bos? -Selamat datang.
-Selamat, Bos. -Selamat datang. Terima kasih.
Mereka bilang akan turun hujan, tapi aku senang hujan tidak turun, Bos.
Ya, aku tahu.
Kau pasti merindukannya, Bos.
Tidak, sudah waktunya dia menikah.
Bagus! Semuanya, lihat sebelah sini.
Satu, dua!
Terima kasih.
Mohon perhatiannya.
Teman-teman dari pengantin pria dan wanita keluar dipersilahkan...
...untuk berfoto di depan altar.
Bagaimana makanannya? Terima kasih sudah datang.
Kau melakukannya dengan baik.
-Bos. -Ya.
-Mobilnya siap. -Ya.
Kawal mereka ke bandara...
-...dan hati-hati di jalan. -Ya, Bos.
Tn. Noh, kemarilah.
-Sulit sekali untuk menemuimu. -Ya, lama sekali tak bertemu.
-Ini, duduklah. -Aku harus sambut tamu dulu.
-Minumlah sebelum pergi. -Aku tak bisa menolaknya.
Pengantin pria terlihat pintar.
Kudengar dia dari keluarga baik-baik.
Dia pasangan yang bagus untuk adikku.
Tentu saja, Bos.
Aku pergi ke bandara, kita bertemu setelah kembali.
Setidaknya itu yang bisa kulakukan untuk Bosku.
Bedebah kau.
Baiklah.
Baik, sampai nanti.
Apa-apaan ini?
Jadi berapa tahun kau akan dipenjara?
Kenapa tak ambil saja uang yang kau kelola...
...dan tinggalkan negara ini untuk beberapa tahun?
Bos, kau mau nyawamu hilang di sini atau pergi?
Kau juga minumlah.
Tunggu dulu.
Bos, sepertinya ada lebih banyak tamu dari yang diduga.
Aku tahu.
Hei, setelan bagus.
Terima kasih. Ini hari yang istimewa.
Bukankah seharusnya kau segera menikah juga?
Tidak dalam waktu dekat, Bos.
Jadi kapan aku harus mengunjungi Tn. Jang?
Ya, pergilah besok.
Tidaklah mudah untuk meminta uang dari Tn. Jang.
Karena itu kau ditunjuk untuk melakukan ini.
Bukankah itu ponselmu?
Ya.
Entah apa yang harus dilakukan dengan geng itu.
Tenang saja, Bos, aku akan mengurusnya.
-Baiklah. -Lama tidak bertemu, Bos.
Kau siapa?
Terakhir kali kita bertemu adalah di acara pemakaman.
Aku bersama geng Rotary, Bos.
Kau bawahannya Sang-chul. Apa kabar?
Aku baik, Bos.
Apa kau menikmati makanannya?
Makanan di pesta pernikahan selalu saja sama.
Minumlah sepuasmu. Kami sudah menyiapkannya.
Kurasa bos Sang-chul sukses.
Begitu banyak keluarga yang datang.
Sang-chul selalu menjaga hubungan baik dengan semuanya.
Anak buahnya amat pintar juga.
Kudengar ada yang ditangkap karena tempat permainan.
Sepertinya Young-pil orangnya. Kapan dia akan dipenjara?
Tepat setelah pernikahan, Bos.
Apa Sang-chul memperlakukan keluargamu dengan baik juga?
Tentu saja, Bos.
Begitu.
Ya.
Baiklah.
Ayo selesaikan.
-Kita sudah siap? -Ya.
-Baiklah, ayo pergi. -Ya.
Byung-doo.
Aku akan pergi dengan supir dan mulai membongkar.
Ya?
Sun-ok bisa saja tersesat, jadi tunggu dia di halte bis.
Baiklah.
Ayo pergi, Bu.
Tunggu dulu.
Biarkan aku selesai bebersih.
Apa yang kau lakukan? Kau tak perlu melakukan itu.
Tentu saja aku harus.
Harus ada yang bersihkan tempatnya.
Omong-omong, kenapa polisi menemuimu belakangan ini?
Kenapa kau ditanyai mereka?
Apa yang telah kau lakukan?
Kuharap kau berhenti hidup seperti ini...
...dan mulai menjalani hidup normal.
Bisakah kau berhenti hidup seperti ini?
Jangan khawatir. Aku tidak melakukan hal buruk.
Akan kucarikan buku itu untukmu.
-Ya. -Bisakah kau ke sini?
Ini dia.
Kau mau kupesankan buku lainnya?
-Ya, tolong. -Baiklah.
-Kami akan beritahu bila datang. -Ya.
Terima kasih.
-Kapan kau tiba? -Baru saja.
-Hanya ini yang ada. -Terima kasih.
-Siapa itu? Kekasihmu? -Bukan.
-Dia tampan. -Dia bukan kekasihku.
Terima kasih.
-Cobalah buku ini. -Baiklah.
Jika aku baca ini,...
...isi buku ini akan membantu kerja tim kami?
Itulah yang dikatakan judulnya.
Kedengaran bagus. Aku harus membelinya lebih banyak.
Mari makan bersama malam ini.
Makan malam?
-Kau yang traktir? -Tentu saja.
Sebaiknya traktir makanan lezat.
Nn. Kang, kau sedang apa di sini?
Pelanggan menunggu.
Dia juga pelanggan. Aku akan segera ke sana.
Sekarang juga!
-Kau tidak mau makan lagi? -Aku kenyang.
Aku mau traktir makanan lebih mahal.
Kenapa pilih mi?
Aku ingin makan mi. Rasanya lezat.
Omong-omong, ap ayang terjadi di toko buku?
Pria itu menyebalkan.
Abaikan saja dia.
Kenapa kau beli banyak buku?
Kubeli untuk pegawaiku. Aku punya kantor sekarang.
Kantor macam apa?
Aku mendirikan bisnis perumahan.
Benarkah?
Kudengar kau membantu Min-ho dengan filmnya.
Aku tak banyak membantu.
Aku hanya ceritakan bagaimana kami hidup.
Hyun-joo, apa kau ingat?
Ingat apa?
Bagaimana kita jadi juara pertama di lomba lari estafet di sekolah?
Ya, tentu saja aku ingat.
Dulu kita sering latihan setelah sekolah usai.
Itu amat menyenangkan.
Dulu kita sering ke tempat Min-ho untuk makan mi setelah latihan.
Ya, benar.
Byung-doo.
Jangan tersinggung dengan apa yang akan kukatakan.
Tapi aku tetap tak percaya itu adalah pekerjaanmu.
Apa?
Aku tak bisa membayangkanmu jadi gengster...
...karena aku mengenal siapa kau sebelumnya.
Hyun-joo.
Gengster hanyalah label. Aku tak seburuk yang kau kira.
Kau akan tahu setelah kita lebih sering bertemu.
Kurasa Hyun-joo sering memikirkanmu, dia mengirim ini untukmu.
Pohon jenis apa ini? Tidak ada rantingnya.
Ini pohon keberuntungan. Daunnya jarang tumbuh,...
...tapi jika tumbuh, ada hal baik akan terjadi.
Kuharap daunnya tumbuh agar kau jadi sukses.
Pohon keberuntungan? Astaga, dia wanita yang pintar.
-Hippo. -Ya, Bos.
Urus pohon itu baik-baik, jika tidak tumbuh, celaka kau.
Ya, Bos.
Byung-doo.
Kau pasti dapat sponsor yang bagus.
Tidak, ada bos yang menolongku.
Ya, bos itu punya anak perempuan...
...yang ingin menjadi aktris.
Bisakah kau tes dia untuk tampil di filmmu?
Kenapa tidak? Jika itu permintaanmu, aku akan temui dia lain waktu.
Kau butuh bantuan?
Kau punya sepatu yang bagus dan nyaman?
Apa ukuran pakaian wanita?
Cobalah cari yang sepanjang ini.
-Maaf? -Sepanjang ini.
Aku hanya ajak makan malam bersama. Ada apa denganmu?
Di depan kantor?
Ayo kita bicara.
Kubilang tidak.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau ini kenapa?
Kau tidak boleh lakukan ini padaku.
Seharusnya kau tidak melakukan ini lagi.
Tidak melakukan apa?
Hyun-joo.
Mari mulai dari awal lagi.
Kubilang aku akan coba lebih keras lagi.
Apa istrimu tahu kau masih melakukan ini?
Apa?
Kenapa kau sebut-sebut dia? Ini tentang kita.
Aku tak mau membahasnya lagi. Berikan tasku.
Kenapa kau menghindariku?
-Berikan padaku. -Kita harus bicara.
-Kembalikan tasku. -Ayo bicarakan ini dulu.
Hyun-joo.
-Bung, dia bilang dia mau pergi. -Apa?
Siapa dia?
-Aku temannya Hyun-joo. -Teman?
-Lalu kenapa? -Byung-doo, ayo pergi.
-Kembalikan tasku. -Jadi ternyata ada alasannya.
Semua itu karena dia?
-Hei, Bung. -Hei Bung?
Apa kau tak lihat aku bicara denganHyun-joo?
Bicarakan apa? Dia tidak mau.
-Tidak apa, ayo pergi. -Hyun-joo, tunggu di mobilku.
Pergilah ke mobilku.
Apa yang kau lakukan?
Kembalkan tasnya.
-Berikan padaku! -Bedebah kau.
Tahan dulu!
Kubilang berhenti!
Bedebah!
Astaga!
Hyun-joo!
Ada apa?
-Ada apa? -Lepaskan.
Apa salahku?
-Apa yang kulakukan seburuk itu? -Apa?
Kau lihat apa yang terjadi. Dia sendiri penyebabnya.
Maaf kalau itu membuatmu takut.
Tapi aku tidak kasihan padanya.
Jangan temui aku lagi.
-Apa? -Aku tidak suka gengster!
Jadi jangan temui aku lagi.
Apa yang kau katakan?
Kau buat aku takut.
Aku tak mau bertemu denganmu lagi.
Kau tak bisa duduk di sana selamanya.
Pulanglah sekarang.
Kubilang pasti ada yang datang.
Tidak ada yang datang.
Astaga, lihat saja nanti.
Byung-doo.
Byung-doo.
Bung, kau berat sekali.
Kenapa kau mabuk begini?
-Min-ho! -Apa?
Kenapa hidup ini sulit sekali?
Apa maksudmu?
Hidup ini menyebalkan!
Kau benar--benar tidak mau makan?
Tidak, aku menginap malam ini.
Ini berantakan seperti tempatmu, jadi anggap tempat sendiri.
Aku ingat dulu sering mengantar makanan untuk restoranmu.
Dulu ibumu tidak suka melihatmu berteman denganku.
Benarkah?
Tapi coba lihat kita.
Anak pemilik restoran dan pengantar makanan, menyedihkan.
Bung, maaf. Seharusnya aku tak bilang begitu.
Tidak apa. Ucapanmu itu benar.
Apa kau temukan foto yang kita bicarakan waktu itu?
Foto?
Ya, aku baru akan memberikannya padamu.
Bukankah Hyun-jooo amat manis?
Bagaimana dengan hubungan kalian?
Min-ho.
Apa aku membuatmu takut?
Kenapa? Apa ada yang bilang kau menakutkan?
Tidak.
Aku tak pernah menyesal jadi gengster, tapi hari ini,...
...aku amat menyesalinya.
Kau amat aneh hari ini. Apa telah terjadi sesuatu?
Kupikir seharusnya aku tak melakukan apa yang kulakukan.
Kucoba semua untuk menghasilkan uang,...
...melakukan pekerjaan kotor dengan pisau sashimi.
Tetap saja tak ada perubahan.
Entahlah apa yang terjadi,...
...tapi bukan cuma kau yang mengalaminya.
Aku hidup seperti ini selama tiga tahun untuk membuat film.
Apa kau benar-benar memakai pisau Sashimi?
Kenapa?
Kedengaran tak nyata, mungkin karena kau temanku.
Kapan kau mendapatkan bekas luka di bahumu?
Ini?
Kau tahu, saat aku berkelahi demi tempat bermain itu.
Ini bekas luka pisau?
Ya.
Aku ingin tahu bagaimana rasanya ditikam.
Apa kau pernah menikam seseorang?
Aku tak ada bedanya dengan yang lain.
Bagaimana rasanya?
Menikam seseorang?
Rasanya menyebalkan.
Saat melakukannya kau seperti bukan dirimu.
Ya.
Aku tak bisa membayangkannya.
Jadi di saat melakukannya,...
...kau tak boleh menatap mata mereka.
Jika kau melakukannya,...
...itu akan menghantuimu untuk selama hidupmu.
Tidak akan ada yang mengerti.
Aku tak bisa melupakannya.
Siapa yang kau tikam?
Kau kenapa hari ini?
Ini pandangan mata burung dari komplek apartemen.
Keuntungan total penjualan adalah sekitar 451,8 juta Won...
...dan nilai tanahnya, konstruksi dan penjualan....
Semua akan diganti dengan apartemen yang indah.
Pusat perbelanjaan di sebelah sana...
...dan jalur kereta bawah tanah di sini.
Bayangkan skala uang penjualan sebanyak 1.500 unit.
Setidaknya kita akan dapatkan sebanyak 500 unit...
...jika semua berjalan lancar.
500 unit?
Aku tak bisa membayangkannya, Bos.
Bisa saja lebih.
Tapi takkan mudah singkirkan penduduk di tempat itu.
Pemilik tanah mungkin mendengar tentang pembangunannya saat ini.
Mereka akan mengharapkan kompensasi.
Akan ada penipu.
Menurutmu kau bisa mengatasi itu?
Ya, akan kulakukan, Bos.
Bagus.
Byung-doo.
Jika kau membantuku menggali daerah itu,...
...akan kuberikan kau lima puluh unit.
-Sungguh, Bos? -Tentu saja.
Aku di sini karenamu.
Akan kupastikan itu terjadi.
Skenariomu bagus. Kenapa kau tak buat lebih cepat?
-Maaf? -Apa yang terjadi?
Kurasa wawancara itu ada hasilnya.
Karakternya terlihat nyata dan ceritanya bagus.
Benarkah?
Ayo kita buat.
Apa?
Kumpulkan aktornya dan mulailah besok.
Ya.
Terima kasih, Pak.
Pikirannya yang indah
Pikiran
Yang membelai hatiku
Nona, sebaiknya dijual saja.
Astaga, kau menunda bisnis konstruksi kami!
Apa harus tunggu sampai pergi dari dunia ini?
Bos, ayo lakukan itu.
Aku tahu gunung yang bagus untuk penggalian.
Semua hanya akan memburuk.
Kami akan membayarmu lebih.
Berapa kali harus kubilang, aku takkan menjualnya.
Aku sudah tinggal di sini 30 tahun...
...dan itulah yang kumiliki untuk anak-anakku.
Jadi anak laki-laki keduamu kelas terakhir di SMA?
Maaf?
Bos.
Kami tak bisa temukan pemilik lima rumah.
Mungkin mereka bersembunyi.
Itu adalah 5 area,...
...kurasa Serpent mengancam mereka.
Kurasa mereka ingin bagian dalam bisnis ini juga.
Masalahnya serius jika ini ulahnya Serpent.
Anak buahku akan segera temukan lima pemilik rumah itu.
Selama kita menemukan satu pemilik, yang lain akan keluar dengan mudah.
Lakukan dengan diam-diam.
Perang secara terbuka tidaklah mudah.
Ya, Bos.
Tamumu telah tiba.
-Min-ho, kemarilah. -Halo Sutradara Kim.
Selamat datang.
Hai, senang bertemu denganmu.
Maaf aku memintamu datang di saat kau tidak begitu sibuk.
Tidak jadi masalah.
Aku dengar banyak tentang dirimu dari Byung-doo.
Dia sepertinya amat bangga padamu.
Benarkah?
Bagaimana dengan filmnya?
Sebentar lagi kami akan syuting.
-Pertama-tama, selamat. -Terima kasih.
Terima kasih sudah menerima anak perempuanku.
Dia cocok untuk perannya.
Ditambah lagi Byung-doo amat membantuku, setidaknya ini yang bisa kulakukan.
Semoga filmnya jadi terkenal.
Terima kasih.
Kau bisa mengandalkanku, Bos.
Buat jadi Blockbuster, Min-ho.
Semangat!
Dia lari saat kudekati dia
Dia berpaling saat kutatap dia
Waktu terus berlalu
Sementara aku ingin tahu apa dia tahu perasaanku
Dengan cepat dia melewatiku
Meskipun kucoba mengabaikannya
Dia mengalir dalam diriku seperti air
Dia seperti pelangi di hatiku
Aku bisa berlari
Aku bisa terbang
Jika kau masuk ke dalam hatiku
Ada yang bisa kubantu?
Apa kau tahu di mana Nn. Kang Hyun-joo berada?
Dia tidak bekerja hari ini.
Apa?Aku adalah temannya.
Bisa sampaikan ini kepadanya?
Dia sedang sakit,...
...jadi dia tidak bekerja untuk beberapa hari.
Benarkah?
Hyun-joo! Buka pintunya.
Kubilang buka pintunya!
Keluarlah!
Buka pintunya.
Sebaiknya buka pintu ini atau aku akan mendobraknya.
Hyun-joo!
Apa dia baik-baik saja?
Sebentar lagi dokter akan tiba.
Kenapa tak hubungi aku kalau kau sakit keras?
Harus kubilang ini amat lezat. walaupun ini buatanku.
Dulu aku sering dipukuli untuk buat masakan yang benar.
Cobalah.
Demi aku, cobalah sedikit saja.
Kenapa kau menangis? Makanlah agar cepat sembuh.
Apa-apan ini...
Aku lelah menunggu, Teman Teman!
Lelah menunggu, Teman Teman!
Aku amat kesepian malam ini
Kau tahu, ini mahal harganya.
100 persen madu alami.
Manis sekali!
Rasanya manis, benar?
Ada banyak semut dan lebah penggali di gunung ini.
Menyenangkan bukan untuk lihat setelah beberapa hari nanti?
Jadi di mana mereka?
Selamat sore, Bos.
Kita mendapatkannya?
Situasinya jadi rumit, Bos.
-Kenapa? -Aku sedang mengurus mereka...
...dan sepertinya Serpent yang dapatkan dokumennya.
Apa? Serpent mendapatkan dokumennya?
Bedebah!
Apa yang harus kita lakukan, Bos?
Hajar mereka sampai katakan di mana Serpent berada.
Ya, Bos.
-Kau siapa? -Tn. Kim.
Mengganggu bisnis orang lain tidaklah sopan.
Kau siapa?
Ibumu sepertinya sakit.
Kau siapa?
Bukankah berbahaya saat malam tiba...
...untuk gadis cantik seperti adik perempuanmu?
Byung-doo, ada apa?
Apa yang terjadi?
-Berkemaslah. Kita akan pergi. -Ibu bilang tidak mau pergi.
-Apa yang terjadi? -Nanti kujelaskan.
Pergilah ke tempat paman. Mana Byungs-sik?
Sudah beberapa hari ini dia tak pulang.
Bedebah itu.
Cepat, apa yang kau lakukan?
Aku tidak mau pergi dari rumahku.
Apa yang kau lakukan kali ini?
Tidak seperti yang kau pikirkan. Dengarkan aku sekali ini saja.
Aku tak sanggup lagi.
Pertama polisi yang datang mencarimu,...
...kini kita harus bersembunyi dari gengster?
Kami bisa mengatasinya sendiri.
Kau saja yang bersembunyi.
Byung-sik begini karena kau memberi contoh buruk.
Apa?
Astaga!
Kau kira aku ke sini karena menginginkannya?
Siapa yang akan mengurus Byung-sik dan Sun-ok?
Berhentilah membentak ibu.
Aku takkan minta kau mengurus kami,...
...jadi pergilah!
Baik, aku akan pergi, lakukan apa yang kalian mau.
Mereka di mana, Bos?
Hubungi Jong-soo dan suruh dia bawa beberapa orang ke rumahku.
Ya, Bos.
Ya, Bos.
Baik.
Kami akan urus mereka.
Ya, Bos.
Akan kami bereskan setelah tahu di mana mereka berada.
Baik, Bos.
Apa yang dikatakan Bos?
-Menyelesaikan semua malam ini. -Baik.
Karena amat mencintai tanah mereka, kita akan kubur mereka di sana.
Kita akan lakukan seperti yang mereka perbuat pada teman kita.
Tentu saja. Tak kupercaya kita akan repot seperti ini demi Axe.
Seharusnya dia tak tertangkap mereka.
Kita akan dapat imbalan karena menyelamatkan mereka, bukan?
Kita akan dapatkan setelah Bos menyelesaikan semuanya.
Kau tahu, Axe itu psikopat.
Ingat saat kita pergi mengambil uang dari Royal Billiards?
Axe lupa untuk menggalinya setelah itu.
Astaga!
Korek api.
Saat kami kembali, air pasang mencapai bawah matanya.
Dia bisa saja kehilangan nyawanya.
Bukankah dia tidak pintar, Bos?
Ayo.
Jadi semakin baik.
Saat kami di sana.dia menatapku...
...dengan pandangan memohonnya yang menyedihkan.
Aku jadi agak ragu untuk menghabisinya.
Lalu tiba-tiba arus air muncul entah dari mana.
Kau tahu apa itu? Eui-jung mengencingi dia.
Bukankah itu hebat? Dia pasti ketakutan.
Aku yakin begitu, Bos.
Semua anggota Mok-po adalah masa lalu, Bos.
Dasar pembohong.
Apa-apaan ini?
Berhenti!
Di mana Serpent?
Bedebah!
Jangan bergerak!
Cepat, masukkan dia ke mobil!
Ini adalah milik Serpent...
...dan yang ini adalah pemilik rumah lainnya.
Tanahnya siap untuk pembangunan sekarang.
Kerja yang bagus.
Kalian hebat.
Bagaimana dengan Serpent? Mereka sudah dibereskan?
Tentu saja, Bos.
Setelah pengalihan dokumen diselesaikan,...
...kita benar-benar siap.
Jangan lupakan bagianku, Bos.
Tentu, kau akan mendapatkannya.
-Cut! -Selesai!
Semua berkumpul di sini.
Ada apa dengan lompatanmu?
Amat berbeda dari aslinya.
Aku tahu, Bos.
-Tunggu. -Berlatihlah!
Semua baik, tapi aksinya seperti terlalu canggih.
Tidak bisakah buat jadi agak lebih realistis?
Realistis? Caranya?
Mungkin singkirkan tendangan yang memutar sambil melompat itu.
Kau bilang tak jadi masalah di putaran pertama.
Seharusnya kau katakan itu sebelumnya.
Sekarang kita harus mengubah seluruh gerakannya.
Ini bukan jenis aksi yang aku pikirkan.
Baiklah, itu akan dihilangkan.
Apa lagi?
Aku tak tahu keinginanmu, jadi jelaskan padaku sedetilnya.
-Min-ho. -Ya?
Dia koreografer seni bela dirinya?
Ya, kenapa?
Hai, aku tadi menonton.
Maaf aku ikut campur,...
...tapi pertarungannya tak terlihat nyata.
Ya.
Min-ho. Gengster yang asli tidak berkelahi seperti ini.
Ya.
-Jong-soo! Kemarilah. -Ya.
-Cepat. -Ya, Bos.
Berdirilah di sini.
Kau lihat, pukulan harusnya selalu mengayun rendah.
Jaga tetap rendah dan kerahkan tenaga saat mencapai sasaran.
Seperti ini.
Begini cara melakukannya.
Aku tak keberatan, tapi sepertinya kru merasa agak kurang nyaman.
Kurasa aku melakukan kesalahan.
Aku hanya coba membantu.
Aku tahu.
Tapi mereka amat sensitif saat ini karena stres.
Ya, kalau begitu aku akan pergi.
Maaf, aku akan segera menelponmu.
Setelah ini selesai.
Ya, semoga berhasil dengan syutingnya.
Min-ho!
Buatlah film...
...dengan jiwa gengster yang sebenarnya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Hyun-joo!
Kau pulang cepat hari ini.
-Sudah lama tak bertemu. -Ya, bagaimana kabarmu?
-Kau merasa lebih baik sekarang? -Ya, aku baik.
Baguslah.
Kau sepertinya tak senang bertemu denganku.
Ini untukmu.
Orang-orang memperhatikan, cepat, ambillah.
Aku pergi ke toko buku beberapa kali untuk menemuimu.
Tapi aku tidak bisa menyapamu.
Kupikir kau akan merasa tak nyaman.
Tapi aku senang kau terlihat lebih baik.
Ya, terima kasih untuk waktu itu.
Kau ahli memasak.
Ya, kalau begitu sakit lagi saja...
...agar aku bisa memasak untukmu lagi.
Apa kau suka tempat ini?
Rasanya menyenangkan ada di luar setelah bekerja di ruangan seharian.
Rasanya seperti di dunia lain...
...dengan kehidupan lainnya.
Aku akan membawamu ke tempat lebih baik lain waktu.
Kulihat kau pakai sepatu baru.
Apa sepatunya muat?
Bagaimana kau bisa tahu ukuranku?
Hanya mengukur dengan melihat.
Aku selalu menerima barang darimu.
-Apa acara khususnya? -Tidak ada.
Aku hanya ingin merayakan sesuatu.
Selamat menikmati kuenya.
Apa yang ingin kau rayakan?
Kau ingat telah memberiku pohon keberuntungan?
Hari ini daunnya tumbuh.
Benarkah?
Itu amat langka.
Aku tahu, tapi daunnya tumbuh.
Jika ada hal baik terjadi, itu karenamu.
Aku senang hari ini. Mencari udara segar.
Kau pintar mengobrol dan juga banyak tersenyum hari ini.
Kau sudah membantuku.
Sudah lama aku tidak bersenang-senang.
-Benarkah? -Ya.
-Lain waktu aku yang traktir. -Baiklah!
Hyun-joo.
Bagaimana kalau kau ajak aku minum kopi?
Kopi?
Sudah terlalu larut.
Akan kubuatkan untukmu lain waktu.
Baik.
Astaga, tidak kusangka sudah waktunya aku harus pergi.
Hati-hati mengemudinya.
-Terima kasih bunganya. -Ya.
Hyun-joo.
Tunggu dulu.
Hyun-joo.
Apa aku boleh menyukaimu?
Kau masih membenciku?
Tidak, masalahnya, aku tidak yakin....
Hyun-joo.
Jika kau mau, aku bisa berhenti menjadi gengster.
Kalau boleh jujur,...
...aku belum pernah menyukai siapun selain dirimu.
Aku ingin bersamamu selama hidupku.
PERJUANGAN GENGSTER SELATAN
Selamat, sepertinya film ini jadi hit.
Min-ho. Kerja yang bagus.
Semua membicarakan betapa bagus filmnya.
-Ini karya yang luar biasa. -Benarkah?
Lain waktu kau harus bekerja sama denganku.
Terima kasih.
-Sutradara. -Ji-ae.
-Silakan. -Baik.
-Halo, Sutradara. -Hai.
-Selamat. -Terima kasih sudah datang.
Apa Ji-ae merepotkanmu?
Tidak, dia bagus. Ini sulit juga untuknya.
Sutradara, kurasa filmnya terkenal.
Semua membicarakannya.
Ya.
-Semoga berhasil. -Ya, terima kasih.
Omong-omong, bukankah kau mengundang Byung-doo?
Ya, sudah kucoba hubungi dia, tapi dia tidak menjawab.
Dia amat sibuk bekerja belakangan ini.
Begitu.
Sampai bertemu nanti. Ayo minum bersama lain waktu.
Tentu.
Tambah lagi.
Kuharap kau menyukainya dan rasanya tak berubah.
Tidak. Rasanya seperti yang kumakan saat SD.
Aku senang.
Bawa pulang saja, di sini masih banyak.
Tak perlu bawa pulang.
Hyun-joo, seringlah ke datang ke sini.
Baik.
Kakak ipar, akan lebih enak dengan gula dan garam.
Kenapa panggil dia begitu? Kau buat dia malu.
Itu hanya angan-anganku saja.
Byung-doo, kau juga akan menyukainya.
Kau seperti jadi orang lain sejak kalian berkencan.
Tidak, aku tidak berbeda.
Kakakmu selalu membicarakanmu yang cantik dan pintar.
Benarkah?
Aku senang kau bersamanya.
Dia itu baik hati.
Selalu membawa berbagai macam obat.
Kau harus segera sembuh.
-Ya, Bos? -Kau di mana?
Aku sedang makan malam bersama keluargaku.
-Jadi sudah jelas. -Maaf?
Kau tidak apa-apa?
Mengemudi macam apa itu?
Aku agak mengantuk. Maaf.
Apa? Kau mengemudi saat mengantuk?
-Coba kulihat SIM-mu. -Aku tidak punya.
Kalau begitu kartu identitasmu.
-Aku juga tidak punya. -Tidak ada?
Orang macam apa yang mengemudi tanpa SIM?
Kau tahu aku siapa?
Tentu saja aku tahu.
Halo, Pengacara Choi.
Sudah lama tak bertemu.
Siapa yang melakukan ini padamu?
Kumohon katakan padaku.
Min-ho.
Aku telah menghabisi bosku.
Kenapa? Kau pasti punya alasan untuk menghabisi dia.
Jika tak ada, kau takkan lakukan itu.
Kau tidak boleh beritahu siapa pun tentang hal ini.
Seberapa banyak yang dia tahu?
Aku sama sekali tak sebutkan tentang dirimu.
Percayalah padaku, Bos.
Apa kau sudah gila?
Bisanya kau beritahu dia?
Maaf.
Aku tidak tahu harus bilang apa lagi.
Byung-doo.
Kenapa Sang-chul jadi seperti itu?
Apa yang terjadi jika temanmu memberitahu semua orang?
Dia takkan seperti itu, Bos.
Bagaimana kau bisa yakin?
Kau yang melakukannya, kau yang membereskannya.
Lihat sebelah sini, bagus.
Bagus sekali. Baiklah, sekali lagi.
Sekarang tahan genggamanmu, berposelah seperti gengster.
Tersenyum lebih lebar lagi, sedikit lagi, bagus!
Karaktermu nyata sekali.
Apa kau mewawancarai gengster asli?
Tidak secara khusus.
Aku menonton banyak film gengster seperti The Godfather dan Scarface.
Biasanya aku dapatkan inspirasi dari film seperti itu.
Maf, seharusnya aku meneleponmu.
Kenapa kau melakukan itu?
Aku percaya padamu saat mengatakan itu.
-Byung-doo... -Jika aku benar temanmu,...
...seharusnya kau tak melakukan ini.
Maaf aku tidak memberitahumu sebelumnya, tapi...
Maaf?
Bagaimana jika ini menghancurkan aku?
Kau tidak perduli, kan?
-Dengarkan aku dulu. -Dengar apa lagi?
Aku sudah pikirkan baik-baik.
Aku pikir ini tidak akan membahayakan siapa pun.
Semua tahu tentang kasus itu...
...dan siapapun bisa melakukannya.
Kau juga melihatnya. Ini bukan tentang dirimu.
Aku mengarangnya.
Pikirkan baik-baik.
Kim Min-Ho.
Baiklah, anggaplah ini adalah kesalahanku.
Tapi gengster bisa melakukan apa saja...
...untuk menutupi kesalahan mereka.
Kau ingin tahu bagaimana rasanya ditikam.
Aku akan katakan satu hal,...
...tutup mulutmu selama hidupmu. Paham?
Bisakah kau melakukan itu?
Akan kulakukan.
Aku akan merahasiakannya hingga nafas terakhirku.
Jika terjadi sesuatu, aku takkan hancur sendirian.
Mengerti?
Kau percaya dia?
Tidak.
Dia bahkan membuatnya jadi film.
Kubilang aku bisa mengendalikannya.
Jangan dibicarakan lagi.
Mulailah mengumpulkan anak-anak...
...untuk membangun rumah model.
Jika kau tak bisa melakukannya karena dia temanmu,...
...serahkan saja padaku.
Apa?
Serahkan saja padaku.
Bedebah kau, jangan ikut campur.
Apa maksudmu? Tidak ikut campur, Bos?
Ini urusanku, jangan ikut campur!
Bos, ini bukan tentang dirimu saja.
Seluruh keluarga kita dalam bahaya.
Kenapa kau melindungi bedebah itu?
Apa kau akan habisi kami jika kami berbuat salah?
Bedebah kau!
Bedebah!
Aku akan membungkammu!
Bukankah kubilang biar aku yang mengurusnya?
Jangan pernah sebutkan itu di depanku lagi.
Lama tak bertemu, Bos.
Berhenti.
Ya.
Bos, teganya dirimu.
Tidak seperti bos kami yang berteman denganmu,...
...aku tidak mengenalmu dengan baik.
Benar tidak, pengecut?
Maaf membuatmu khawatir, Bos.
Semua dibawah kendaliku sekarang.
Jangan lakukan kesalahan lagi.
Ya, Bos.
Rumah model dan penjualan dimulai minggu depan,...
...sebaiknya kalian bersiap-siap.
Ya, Bos.
Bos kami menyelamatkanmu kali ini.
Tapi kami akan mengawasimu.
Sebaiknya tutup mulutmu.
Sekarang kita berada di posisi yang sama.
Selamat.
Terima kasih atas bantuanmu.
-Prosesnya berjalan lancar. -Ya, aku senang.
Bagaimana tingkat kompetisi kontrak penjualan sampai kemarin?
Tercatat lima puluh banding satu sampai pagi ini.
-Bos! -Aku tahu hasilnya akan bagus.
Benarkah? Terima kasih.
-Kami bawa lebih banyak anggota. -Benarkah?
Bawa mereka ke sana untuk menceriakan suasana.
-Baik. -Baik, Bos.
Baik!
Tn. Hwang, persaingan sekarang tujuh puluh dibanding satu.
Bank-bank jadi panik. Mereka kehabisan formulir.
-Bagus, terus periksa. -Ya.
Selamat, Bos. Ini sukses besar.
Kau bekerja dengan baik.
Buatlah pesta besar untuk pegawai malam ini.
Ayo masuk.
Teman!
Myung-goo! Keluarga itu apa?
Orang yang makan dari meja yang sama.
Itu benar! Keluarga kita akan sukses!
Aku tak bisa percaya padamu
Aku tak bisa! Aku tak bisa!
Kau harus jadi dewasa. Kau harus!
Kau harus!
Tak ada gunanya menjelaskan
Tapi hatimu baik
Hari ini bunga krisan
Besok bunga mawar
Kau akan tertidur karena lelah menggoda!
Semuanya!
Aku lelah menunggu, Teman!
Aku lelah menunggu, Teman!
Aku amat kesepian malam ini
Kesepian, amat kesepian
Kau adalah teman, aku tak sanggup lagi
Kau adalah teman, aku harus menangis
Aku amat kesepian malam ini
Kesepian, amat kesepian
Aku menikmati filmmu.
Filmmu amat realistis.
Lalu kenapa kau meneleponku?
Apa ada yang mengganggumu?
Bantuan kecilmu akan membantu orang-orang tak mampu.
Mari bantu orang-orang tak mampu. Beri mereka kasih sayang akhir tahun.
Bantuan kecilmu akan membantu orang-orang tak mampu.
-Ada apa? -Bisakah kau ikut denganku?
Ada apa? Apa berita baiknya? Katakan padaku.
Jangan di sini, ikutlah denganku.
Aku sedang sibuk saat ini. Bagaimana jika setelah kerja?
Aku tak bisa menunggu selama itu.
Ada apa? Katakan padaku!
Andaikan situasinya lebih baik.
Ambillah ini dulu.
-Apa ini? -Bukalah.
-Kim Byung-doo! -Jangan bergerak!
Ayo!
Jangan biarkan dia lolos!
Tangkap dia!
Ayo!
Berhenti!
-Berhenti! -Ayo!
Bedebah itu!
Jangan bergerak!
Bos, maaf aku datang seperti ini.
Jong-gyu, keluarlah sebentar.
Ya, Pak.
Maafkan aku, Bos.
Jadi apa rencanamu?
Kau akan bersembunyi untuk selamanya?
Akan kuselesaikan masalahnya karena aku penyebabnya.
Aku akan singkirkan Min-ho.
Apa?
Aku akan habisi dia dan juga akan pergi keluar negeri.
Dia sudah terkenal sekarang. Situasinya bisa jadi lebih rumit.
Aku bisa melakukannya, Bos.
Pastikan saja kau akan berikan bagianku.
Semua yang bisa diandalkan oleh keluargaku.
Untuk berjaga-jaga,...
...jika ada masalah, aku takkan sebutkan namamu.
Filmnya memecahkan rekor...
...dan tiket yang terjual sebanyak lima juta.
Terima kasih lagi.
Izinkan aku perkenalkan Sutradara Kim Min-ho!
Halo, aku Kim Min-ho, sutradara film ini.
Aku senang bertemu kalian semua.
Terima kasih sudah menonton film kami.
Ada masa-masa sulit dalam pembuatan film,...
...tapi aku tak pernah bermimpi hari seperti ini akan tiba.
-Ya, Jong-soo. -Bos, aku baru tiba.
Aku akan ke sana.
Masuk ke teater itu benar-benar konyol.
Aku senang kita menyewa penjaga.
Terima kasih, Detektif!
Kenapa kau terlihat amat muram?
Seharusnya kau gembira di hari seperti ini.
Mari kita minum.
Ayolah, Sutradara!
-Ayo minum! -Aku tak mau mengganggu,...
...tapi aku harus pergi sekarang.
-Jangan! -Jangan pergi, Sutradara!
Apa? Kita akan pergi ke klub setelah ini.
Ayolah!
Aku merasa malu.
Karena mengecewakan kalian.
Seharusnya aku dengarkan kalian.
Itu adalah kesalahan terbesarku.
Bos.
Apa gunanya menyesali masa lalu?
Kita tinggal coba untuk menyelesaikannya.
Benar.
Setelah aku pergi dari sini,...
...kalian hiduplah dengan tenang selama dua tahun.
Jadilah bos yang baik selama aku pergi.
Baik, Bos.
Bos!
Apa kabar?
Baik, ada apa?
Mereka akan pergi ke suatu tempat.
Baik. Aku duluan, kau tunggu di luar.
Hati-hati, Bos.
-Apa kau yang traktir? -Aku sudah bilang, bukan?
-Bersulang! -Bersulang!
Sutradara, kau harus minum bersama kami!
Sang-hee, bujuk dia minum.
Sutradara! Ayo lakukan tegakan cinta!
Tegakan cinta!
Tegakan cinta!
Itu dia, kau bisa minum!
Manajer terbaik!
Kau pasti lelah.
Kau pasti lebih lelah dariku, Detektif.
Aku sudah terbiasa, ini pekerjaanku.
Detektif, ikutlah minum bersama kami.
Tidak usah.
Aku bertemu dia saat aku pergi ke kantor.
Dia banyak membantu.
Tunggu.
-Ya, halo? -Sutradara, kau di mana?
Aku?
Sutradara, kau dari mana saja?
Aku tadi dari toilet.
Ayolah! Mari menari!
Jangan aku.
Kau harus ikut kami.
Ya, ayo. Ayo menari bersama!
Tutup semua pintu keluar!
Kami menangkap Min-ho, Bos.
-Benarkah? Baiklah. -Ya, Pak.
Aku akan temui kau di sana.
Aku di sini. Kau di mana?
Kau siapa?
Tertangkap kau!
Celaka kau! Bedebah!
Bedebah!
Bos!
-Apa yang terjadi? -Bos, ada yang aneh.
Cepat bereskan.
Ya, Bos.
Ya, Bos. Kami hampir tiba.
Apa? Apa maksudmu?
Baik. Putar balik mobilnya.
Ya, Bos.
Terima kasih.
Sampai jumpa di rumah setelah acara pemakaman.
Ya, Bos.
Baiklah.
Kau datang.
Masuklah dan telepon aku.
Apa Byung-doo sudah menelepon?
Belum sejak pesan terakhirnya beberapa hari yang lalu.
Benarkah?
Tak perlu khawatir. Dia akan segera kembali.
Ya.
Baiklah, jaga dirimu baik-baik.
Sampai jumpa.
-Kau duluan minumlah. -Ya, Pak.
Jadi tentang apa filmu yang berikutnya?
Aku belum memutuskannya.
Bagaimana dengan cerita cintaku yang sudah berlalu?
Maaf?
Begini, aku mengalami banyak drama dalam kehidupan cintaku.
Begitu.
Ayo bertemu lebih sering untuk membicarakannya.
Jika kau suka cerita itu,...
...kau tidak perlu mengkhawatirkan uang.
Karena kau ahli membuat cerita, kurasa kau akan sukses.
Tidak. Sungguh.
Jangan buat terlalu mirip. Nanti istriku bisa menghajarku.
Ya, fiksi akan selalu menjadi fiksi.
Tamumu sudah datang.
Apa kabarmu, Bos?
-Baik, masuklah. -Ya.
Kau tunggu apa lagi? Suruh mereka masuk!
Aku akan bawa mereka masuk.
Mereka adalah tamu penting, perlakukan sebagai klien terbaikmu.
Tentu saja.
Kau mengenal Jong-soo?
Ya.
-Kau mengenal si Sutradara? -Ya, Bos.
Aku sangat mengenal dia.
Karena kau takkan ada di Seoul nanti,...
...minum dan nikmatilah.
Terima kasih, Bos.
Selamat sudah memenangkan penghargaan.
Ya.
Ayo lupakan masa lalu dan mulai dari awal lagi. Bersulang!
Ini adalah salah satu lagu kesukaanku.
Liriknya bagus.
Min-ho.
Buat film...
...dengan jiwa gengster yang sebenarnya.
Sampai jumpa.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.