All language subtitles for Alpha Males - Season 2 6 - Watch here without ADS and downloads

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ini dimasukkan ke lemari utama?

Ya, di atas. Masukkan ke kamar tamu atau garasi jika tak muat.

- Kau tak punya pakaian sebanyak ini dulu. - Ini hadiah.

Dulu.

Aku tersinggung karena aku diusir, Stefan tidak.

Kalian butuh dua pembantu? Ini Downtown Abbey?

Daniela tak enak memecatnya.

- Tapi mengusirku. - Dia tak menyebutmu.

Boleh kutaruh baju olahragamu di lemari lorong?

- Karena itu tidak kusut. - Tentu, terserah kau.

Teman adalah pengganti saat kita tak punya pacar.

Kau mendadak datang.

Aku terluka. Sekarang, aku mudah menangis.

- Mau apa kau? - Membawa PlayStation-ku.

Tak perlu buru-buru.

Aku tak mau tinggal jika tak diinginkan.

Ángela.

Aku mengganggumu karena menelepon hari Minggu?

Kenapa? Kita penggila kerja.

Ada beberapa catatan untuk episode pilotnya.

Kau tak suka? Kukira itu sudah disetujui.

Kurasa karakter Pablo terlalu bodoh.

Dia berlagak tangguh, padahal lemah. Aku tak suka dia.

Aku ambil pelampung bebek ini!

Kau basah!

- Pedro? - Ya, maaf.

Kenapa semua orang benci karakter ini?

Datanglah dan kita bisa bicarakan.

Kita bisa tak fokus karena anakmu.

Oliver bersama kakek-neneknya.

Besok saja di kantor.

Oke. Ternyata kau bukan penggila kerja.

Siapa itu?

Ibuku. Dia sangat senang.

Dan kau?

Lebih senang.

Kenapa kau tak jual apartemenmu di pusat kota?

Agar aku ada tempat saat aku tak tahan denganmu.

Apa ini? Masa percobaan?

Terdengar buruk, tapi ya.

Aku juga ambil pengocok koktailnya.

Dia menangis?

ALPHA MALES

Yoghurt dengan… Apa ini?

Buah potong.

- Tulisan Esther jelek. - Yang di belakang.

Kenapa kita belanja bahan makanan?

Jangan pakai pelembut pakaian ini. Mesin cuciku jadi rusak.

Sekarang kita orang lemah.

Itu kau karena kembali bersama Daniela.

Daniela tahu kau memijat kaki bosmu?

Dia menelepon hari Minggu.

Sebab kau kabur dan tak melaporkannya.

Jadi, kalian takkan bercinta biasa saja?

Bicarakan. Dia pintar. Dia takkan mengganggumu.

Ambil piza.

Harus bicara apa?

"Bisakah kau tak menaksirku? Aku tak tertarik." Dia bos!

Bilang kau kembali bersama pacarmu.

Itu ide bagus.

Apa-apaan kau?

Aku suka masukkan sembarang barang ke troli orang,

lalu melihat ekspresinya di kasir.

Bajingan.

Kau berhasil bercinta?

Kesempatan belum muncul.

Kau tak sadar. Baca sinyalnya.

Menekan teman untuk bercinta itu maskulinitas tidak sehat.

Perhatikan komunikasi nonverbal. Wanita menyiratkannya.

- Komunikasi nonverbal apa? - Patrick!

Patrick meneleponku. Patri…

Hei, Patrick!

Mereka menyentuh rambut, membasahi bibir, memainkan tangan,

tak menyilangkan kaki…

Atau meminta pijatan kaki.

Oke, hebat…

Itu bagus. Akan kuberi tahu dia.

Baik. Dah, Patrick.

Persiapan seminar untuk anak selesai. Dia suka ideku.

Kukirim tautannya agar kau bisa daftarkan Ulises.

Wah! Sangat Suka!

Lihat pria ini.

Astaga.

Aku cocok dengan Blanca.

Blanca siapa? Blanca-nya?

Apa maksudmu cocok? Kau menyukainya?

Dia memberiku Sangat Suka.

Blanca memberi Sangat Suka?

Dia mengajak makan malam.

- Apa-apaan? - Tenang. Aku takkan melakukan apa-apa.

- Lalu, kenapa bertemu? - Sebagai teman.

Dia akan meniduri Blanca.

Kalian bukan teman!

Oke. Aku takkan menemuinya. Bukan masalah bagiku.

Melihatmu mempertimbangkan itu sungguh melukaiku, Raúl.

Ini bisa menjadi akhir hubungan kita berempat!

- Kenapa kami? - Kalian tertawa!

- Dia mantan istri teman kita. - Lalu?

Kalau Santi berkencan dengan Luz?

- Akan kuhajar dia. - Nah.

Lihat.

- Raúl, dewasalah. - Setuju.

Cukup. Terima kasih.

Kau baik-baik saja?

- Ya. Kenapa? - Kau tampak melamun.

Kau jarang datang belakangan ini.

Mungkin aku membebanimu dengan masalah bayi.

Tidak sama sekali.

Karena Álvaro, 'kan?

- Apa? - Kau tak tahan dengannya.

Luz, aku memperhatikan.

Bukannya aku tak suka dia. Kurasa dia agak tersesat.

Kasihan dia. Dia hanya anak-anak.

Ya, dia anak-anak.

Aku agak takut.

Dia bilang dia bertemu seseorang.

Itu bagus.

Semoga saja. Bayangkan aku jadi kakek.

Héctor, kau mau anak atau cucu?

Keduanya. Agar mereka main bersama.

Aku tak berharap banyak. Álvaro tak punya harapan.

Itu kesan yang kudapat.

Dia punya trauma masa kecil.

Ibunya meninggalkan kami saat dia baru lahir.

Kau tak pernah bilang.

Dia selalu berhubungan dengan wanita yang lebih tua.

Dia mencari ibu.

Kasihan.

Kau meniduri anak kecil yang trauma.

Selamat. Kau resmi menjadi mama seksi.

Aku tak punya anak.

Seksi saja.

Hei, ayo duduk di sini.

Aku lebih suka bicara saat bisa bernapas.

- Kita baru berlari sepuluh menit. - Benar.

Aku sudah memikirkan situasimu. Aku punya teori.

Katakan.

Kau takut punya anak.

Kau menyabotase hubunganmu dengan si rubah perak

karena kau pikir menjadi ibu mengkhianati dirimu.

Prinsip, karier, tubuh, dan kehidupan seksmu.

Tidak.

Andai aku punya teman jujur yang bisa membuka mataku di saat tepat.

Kutinggalkan Raúl karena kekanak-kanakan, ternyata aku yang kekanak-kanakan.

Aku lebih menyukaimu karena kau kurang sempurna.

- Bagaimana hubungan terbukamu? - Luar biasa.

Takkan ada yang menaksirku.

Baiklah. Aku mau pendinginan. Ayo!

Sialan. Lihat bokong itu. Tunggu!

Ayo!

Kau masih kesal?

Sialan. Kenapa melakukan itu? Jangan.

Kau sudah memutuskan?

Apa ini serius? Apa kita punya hari jadi?

Paula, ini bukan tempat terbaik untuk bicara.

Undang aku ke rumahmu malam ini.

Aku akan bertemu putri anehmu yang ke bioskop bersamamu.

Maksudmu, tempat tinggalku?

Aku bisa memeriksa apa kau menutup kloset.

Ya. Tapi rumahku kacau sejak aku berpisah.

Aku sering beres-beres, tapi aku tak ada waktu…

- Santi. - Ya?

Kau sembunyikan sesuatu?

Aku? Apa yang kusembunyikan?

Ajak aku ke rumahmu.

"Pencegahan maskulinitas tidak sehat untuk anak."

Idenya adalah mengatasi masalah sampai ke akarnya.

Kuncinya pendidikan.

- Aku memberinya ide. - Itu dari Santi.

Tapi berkat putraku,

yang melecehkan gadis itu karena porno.

Kau biarkan anakmu menonton porno?

- Tidak… - Aku suka idenya. Sangat modern.

Sempurna.

Dan aku polisi.

Aku bisa membahas keselamatan berkendara.

Hubungannya dengan maskulinitas tidak sehat?

Testosteron menyebabkan banyak kecelakaan.

Jika kau suka idenya, ayo tetapkan tanggal dan lakukan.

Aku bisa besok.

Mereka akan amat senang tak belajar Matematika.

Besok, sempurna. Bagus.

Aku agak gugup karena anak-anak adalah penonton yang sangat menuntut.

- Ya. - Permisi.

Ini Patrick Garay. Halo?

Aku tak suka dengan perusa…

Jujur. iPad gratis?

Permisi. Lanjutkan.

Patrick profesional. Dia mendekonstruksi dengan hebat.

Kau mengejutkanku, Luis.

Andai semua ayah memiliki respons proaktif

untuk masalah anak mereka.

Aku orang yang bertindak.

Aku bosan bersamamu, Anthony.

Kehadiranmu membuatku kesal.

Aku benci caramu bicara,

caramu makan, caramu bernapas.

Aku rindu merasa hidup!

Aku tak merasakan apa pun. Apa pun!

Cium aku.

Tidak! Aku tak percaya, Esther!

Kurasa ciuman itu tak masuk akal.

- Itu klimaks adegannya! - Ya, tapi…

Madeleine sangat ingin merasakan sesuatu.

Ya…

Pernikahannya sengsara.

Tapi aku cukup tua untuk menjadi ibunya.

- Terhubung dengan imajinasimu. - Ya.

Kau tak pernah alami hubungan yang sekarat?

Mungkin… Ya.

Kemarahan.

- Ya. - Ketidakberdayaan. Keputusasaan.

Takut tak pernah merasakan apa pun!

Ya, astaga!

Semangat itu!

Aku rindu merasa hidup!

Aku tak merasakan apa pun!

Apa pun!

Cium aku!

Itu dia! Itu Madeleine yang ingin kulihat!

Maaf.

Maaf. Aku benar-benar tenggelam dalam peran Madeleine.

Tenang. Aku kaget dengan lidahnya, tapi itu sangat organik.

Ayo minum bir.

Pada hari Senin?

Luis, jemput anak-anak. Kami latihan adegan intens sampai malam.

Ayah akan membahayakan proyek impian Ayah

untuk hubungan yang mungkin gagal?

Tapi Ayah suka Paula. Hubungan kami serius.

Ya, Ayah jatuh cinta. Lalu?

Itu menyebalkan.

Dia ingin makan malam di sini.

Di sini. Di rumah Ayah.

Ibu akan terluka melihat Ayah bersama orang lain.

Dia sudah kencan delapan kali, bukan?

Dua lagi untuk melupakan Ayah.

- Dia ada kencan malam ini? - Minggir. Coba kulihat.

Dia menulisnya di sini? Pasti agar Ayah kesal saja.

Ada "Raúl", tapi dia mencoretnya.

Apa kabar? Aku sudah berpikir dan ingin meminta maaf untuk tadi.

Itu sikapku yang sangat seksis.

Blanca bukan propertiku. Kalian bisa pergi ke mana pun.

- Malam ini, misalnya. Kau ada rencana? - Aku malas hari ini.

Kau yakin? Kesempatanmu bisa hilang.

Ada 99 orang lebih yang menyukai profilnya.

- Dia mau seks? Tanyakan. - Dia sangat menyukaimu.

Mungkin untuk balas dendam.

Kencan dengannya! Dia menyukaimu.

Dia lakukan seks oral? Denganmu tidak.

Aku akan pergi ke makan malam yang kubilang tadi.

Semoga berhasil.

Kau gugup?

Sedikit. Kesepakatan produksi bersama ini tak mudah didapat.

Semua akan baik-baik saja.

Baiklah, aku akan kembali nanti.

Kubayangkan begitu.

Tuan, Nona, maaf mengganggu.

- Ada apa? - Saya tak butuh bantuan di rumah ini.

Saya lebih sibuk dengan Stefan.

Dia memindahkan barang dan tak benar mengisi mesin cuci piring.

- Patri, ajari dia. - Dia tak mendengar saya.

Bicara lebih keras. Dah.

Sayang! Jangan gugup. Nanti berkeringat.

Baik, akan kucoba.

- Semangat. - Kau mau ke pusat kota?

Bukankah kau punya mobil?

Bensinnya habis. Dan aku ingin minum.

Dia tak masalah kau makan malam dengan bosmu.

Diam, Berengsek.

Ibu, aku kerja sampai pukul 22,00.

Anak-anak ini tak menurut.

Mereka tak mandi atau makan malam. Hentikan, Sialan!

Dengarkan nenek kalian!

Suruh Esther bereskan ini.

- Dia ada latihan. - Menyingkir!

- Minum di tempat umum. - Jangan melempar!

- Ibu, panggilan tugas. - Ini kali terakhir!

Polisi. Pergi!

Ayo pergi!

Hari Senin juga? Serius? Ayo, pergi.

Ambil botol kalian. Taman ini terlihat kotor!

Ayo. Pergi.

Esther…

Hei.

Tenang. Ini suamiku dan kekasihnya.

Esther!

Antar aku pulang. Ganja ini membuatku mengantuk.

Hei!

Sialan.

- Kau bilang apa pada istrimu? - Tak ada.

Kami menjalin hubungan terbuka.

Dia kira kau dan aku, dengan latihan CrossFit dan sebagainya…

Meskipun itu bisa terjadi. Kita bukan yang pertama untuk…

Berjam-jam bersama, lalu ikatan…

- Tidak? - Tidak.

Sedang apa?

Terlalu banyak bunga. Ini tak seperti rumah duda. Di sini.

Tak terlihat di sana. Oke.

Sial. Kenapa rambut ibumu rontok? Astaga.

Ayah memperumit hidup Ayah.

Jika dia tanya, kita punya pudel. Benda ini…

Pacar Ayah!

- Halo. - Hai. Aku Paula.

- Álex. Salam kenal. - Salam kenal.

Aku buka ini. Ayah membutuhkannya.

- Hai. - Hai.

Dia suka bercanda. Kau akan tahu dia.

Masuklah. Ya.

Hei…

- Sial. - Kau menakutiku.

Ya, itu jatuh saat aku lewat. Kuperbaiki nanti.

- Hei, tempat yang indah. - Ya.

Kau mendekorasinya?

Ya. Tentu saja. Siapa lagi?

- Wow! - Wah!

- Astaga! - Apa?

Aku suka lilin ini.

Ini cemara atau pohon ara?

Pohon ara.

Bukan, cemara.

Ya, aku suka memakainya bergantian, dan…

Aku punya pudel.

- Tidak mungkin. - Ya.

Di mana dia?

Di atas. Karena dia buta.

Dan lumpuh. Dia tak bisa turun tangga lagi.

Kenapa dia tak tinggal di bawah?

Karena dia menggigit kabel.

Ya, makanya dia buta.

Dia tersetrum kabel penyedot debu.

Giginya ompong?

Semuanya. Ya. Kami memberinya makan dengan suntikan, bayangkan.

Kasihan.

Ya, sangat. Itu rumit karena terkadang dia makan seperti ini…

Ini anggurnya!

Oh, anggur…

- Terima kasih. - Terima kasih.

Aku tinggal dengan pacar pertama di usia 25, tak pernah tinggal sendiri.

Aku menjalin hubungan demi hubungan. Sampai sekarang.

Maksudku, menghadapi kesepian juga bagian dari menjadi dewasa. Benar?

Kurasa kau benar-benar depresi. Sudah coba antidepresan?

Tidak mungkin. Aku bahagia.

Aku sudah melupakan Luz.

Aku merindukannya, tapi sudah tak menunggunya di luar kantor.

Aku tak mengecek WhatsApp untuk melihatnya daring.

Aku melihat Ceritanya, tapi itu otomatis.

Kencan sepuluh kali. Aku sudah delapan dan merasa baru.

Kurasa aku tak perlu terjebak dalam stereotipe

pria terlalu banyak seks yang selalu siap bercinta.

Kau mengikuti seminar itu juga. Kau takkan menjadi nomor sembilan.

- Blanca, kau mantan istri temanku. - Kenapa kau balas menyukaiku?

Sopan santun. Karena pria dan wanita juga bisa bertemu untuk mengobrol.

Orang yang menggunakan Tinder itu terluka.

Aku sungguh baik-baik saja.

Aku masih memikirkan Luz, tapi secara sehat dan lebih tak terikat…

Aku sudah melakukan pedikur.

Permisi.

Kau mau ke mana?

Ke toilet.

Luz.

Raúl, lagi? Yang benar saja!

Tidak. Sumpah, ini kebetulan.

Tapi hidup ingin memberi tahu kita sesuatu.

Aku kesulitan memahaminya.

Hubungan dengan si kakek baik? Masih bersamanya?

Sejujurnya, baik.

Kau pantas mendapatkannya. Kau luar biasa, dan aku bodoh.

- Aku tak kasihan kepadamu. - Tak perlu. Aku minta maaf.

Cuma orang berengsek yang melukai seseorang yang mencintainya.

Terkadang, kita membuat kesalahan dan membuat masalah.

Aku tak pantas untukmu.

Itu jelas.

Kemari, ayo.

- Kau tak membenciku lagi? - Sedikit.

Silakan, Pak.

Kami belum makan sajian utama.

Dia memintanya dibungkus.

Apa kau senang kembali ke industri audiovisual?

Sangat.

Sungguh?

Kita berhasil menjual serialku, aku punya bos luar biasa…

Terima kasih.

Dan aku kembali bersama pacarku, cinta sejatiku.

Aku tak bisa meminta lebih.

Apa hubungannya?

Aku ingin memberitahumu, Ángela.

Karena aku merasakan ikatan, dan aku tak mau…

Terhadapku?

Terhadapku.

Maksudku, ke arah ini.

Bukan arah itu.

Aku sangat tersanjung dengan ketertarikanmu…

Pedro, meja ini dipesan atas nama siapa?

Namaku, tapi karena tekanan yang kurasakan darimu…

Tekanan kapan?

Saat kau memijat kakiku?

Saat kau lepas bajumu di depanku di ruanganmu?

Jika kau bilang itu…

Kupikir kau menuduhku atas pelecehan.

- Tidak. - Syukurlah.

Pencuci mulut?

Minta tagihannya saja.

Ayahku tahu dia gay sejak dia kecil.

Tapi dia menikahi ibumu.

Dia terpaksa. Itu bukan…

- Aku senang mereka berpisah. - Ya?

Ibuku, tak begitu.

Dia suami pertama yang dituntut atas penipuan karena menjadi gay.

Wow.

Mungkin ada artikelnya.

Itu cerita yang indah.

Sekaligus tragis.

Itu menunjukkan kesulitan hidup.

Baiklah. Kita sudah selesai.

Sudah, 'kan? Oke…

Kau sudah bertemu putriku.

Kau sudah melihat rumah ini. Rumahku.

Semuanya beres. Normal. Ayo pergi.

Kita takkan tidur di sini?

Aku lupa bilang.

Putriku cemburu. Dia baru bertemu denganmu.

- Kelihatannya tidak. - Jika kau tahu dia…

Ya. Lalu, ada pudel. Dia sangat teritorial.

- Dia tak bisa melihat. - Tapi bisa mencium.

Sangat baik karena dia menjadi hipersensitif.

Itu lebih buruk.

Pegang. Kita akan minum-minum.

Pada Senin malam?

Ayo menggila! Dan…

Ini pencuci mulut. Aku memesannya daring. Terima kasih.

Apa-apaan kau, Berengsek?

Dia bodoh. Aku mau tidur.

Bagaimana?

Buruk. Sial… Sangat buruk!

Kau tak meniduri Blanca?

Aku iseng. Aku tak menyukainya.

Bagaimana?

Persetan, Luis!

- Kenapa menemuinya? - Ada apa?

- Untuk melihat ekspresimu. - Aku?

Kalian dengar?

Ángela membalikkannya. Kini seolah-olah aku melecehkannya.

- Apa katanya? - Kenapa aku menurut?

Aku bilang laporkan.

Maksudku Luis.

Aku? Kenapa?

Kau seharusnya bercinta biasa dengannya. Dia akan memecatmu.

Sekarang kau harus melaporkannya. Lakukan sebelum dia memecatmu.

- Astaga. - Kau dipecat lagi?

Luis, tutup.

Kita perlu bicara.

Esther mabuk berat.

Halo?

Roberto.

Pedrito, ada apa?

Saat ada masalah pelecehan, harus dilaporkan ke mana?

Apa yang kau lakukan?

Bukan aku.

Aku akan bicara dengannya. Beri hadiah bagus.

Beri tahu aku prosesnya.

Korban pelecehan harus pergi ke bagian SDM.

Boleh aku masuk?

Ya, masuk. Duduklah.

- Kenapa kau? - Cristina cuti melahirkan.

Kenapa terobsesi mempekerjakan wanita?

Oke, katakan. Apa yang terjadi?

Aku dilecehkan.

Kau beruntung. Siapa?

Ángela.

Bos kita?

Aku mau menidurinya.

- Bisa tulis ini? - Ya, baik.

Pedro, bisa kita bicara sebentar?

Aku ingin meminta maaf soal semalam.

Ya, aku memang tertarik kepadamu.

Aku terkejut saat kau mengatakannya, dan reaksiku buruk.

Kukira kita sama-sama suka. Maafkan aku.

Maaf jika kau merasa tak nyaman.

Maksudku, tak nyaman…

Dengan waktu yang kita habiskan untuk pekerjaan ini,

hampir tak ada waktu untuk bertemu orang di luar kantor.

Benar.

Terkadang, aku merasa agak kesepian.

Tentu.

Itu saja.

Kita lupakan?

Apa? Maaf.

Kau mengejutkanku. Kukira kau akan memecatku.

Tidak. Untuk apa aku memecatmu?

Jangan dikirim!

- Apa? - Surelnya!

- Sudah kukirim. - Hapus!

Ini bukan pesan WhatsApp.

Kenapa?

- Kau bodoh? - Halo.

Kenapa bilang ayahmu kau bertemu seseorang?

- Ayo pergi akhir pekan ini. - Gila.

Dua hari. Jika tak ada ikatan, aku takkan mengganggumu. Sumpah.

Entah apa kau mencari ibu, membenci ayahmu, atau keduanya.

Berhenti mempersulit hidupku.

Kau tak merasa ini tipikal hubungan

yang awalnya sulit, tapi akhirnya menakjubkan?

Itu Ayah. Jawablah.

Sayang.

Di mana kau? Kita ada janji temu.

Janji temu apa?

Kita harus menganalisis sperma Héctor, lalu memulai rangsangan ovarium

pada haid berikutnya.

Tingkat keberhasilan hampir 70% pada percobaan pertama.

Sains, ya? Luar biasa.

Apa artinya menjadi pria?

Maskulinitas tradisional selalu ditentukan oleh apa yang tidak diinginkan pria.

Kebalikan dengan ibu mereka, mereka tak mau jadi bayi.

Kebalikan dengan wanita, mereka tak mau bersikap feminin.

Dan kebalikan dengan pria, mereka tak mau menjadi homoseksual.

Seharusnya dia mengadaptasi kontennya sedikit.

Tapi mereka suka. Lihat betapa seriusnya mereka.

Semoga itu membantu.

Sayang sekali, meskipun masih kecil,

mereka terkadang menunjukkan perilaku seksis.

Para ayah yang tak mau mendekonstruksi diri.

Salah satu pilar dasar maskulinitas tidak sehat adalah…

Apa yang kau lakukan?

Aku harus pergi ke kantor polisi karena panggilan tugas.

Kabari hasilnya.

Itu mekanisme pertahanan dari kekuasaan, dari heteroseksualitas yang rapuh…

Halo.

Sobat!

Bung!

Ini bebas gluten. Bos memanggilmu.

- Aku? - Apa yang kau lakukan?

Tak ada yang memberitahuku apa-apa.

Bung…

José Antonio, aku benar-benar ketakutan.

Apa terjadi sesuatu? Apa ada masalah?

Ini bukan waktunya untuk bualan.

Kami kolega yang sangat baik.

Kami melakukan CrossFit bersama. Pukul 06,00.

Dia minta ganti partner, segera.

Aku akan berpatroli dengan siapa?

Hari pertamaku. Aku amat gugup.

Aku akan mengingat hari ini selamanya.

- Mau berswafoto? - Tidak.

Baiklah.

Jadi, ini dapurnya.

Ini bagus. Tapi berapa meter persegi ini?

Luasnya 42. Tapi mereka memanfaatkan ruang.

- Cukup untuk seorang, 'kan? - Bercerai?

Berpisah. Aku sudah muak.

Aku bercerai dua tahun lalu. Dunia kencan mengerikan.

Itu tak mudah. Aku tak begitu suka Tinder.

Kurasa sangat rumit terhubung dengan seseorang.

Ya. Semuanya menjadi tak memiliki emosi.

- Apa itu kompor listrik? - Entahlah. Ovennya baru.

Aku tak peduli. Kugunakan untuk menyimpan wajan.

Kau sudah menemukan apartemen?

Apakah tawaranmu masih berlaku?

Dia bilang Ayah pembohong, lalu siapa dia? Wanita simpanan Ayah?

Ayah membuat masalah!

Kenapa Ayah tak jujur saja?

"Sayang, kau tak bisa ke rumahku karena aku tinggal dengan mantanku."

Itu mengerikan.

- Itu kontemporer. - Hidup tampak mudah di usia 18.

Sial. Di jalanan di usia 44 tahun.

Ayah akan menjadi pelayan atau penjual pemanas air.

Apa masalahnya? Paula atau pekerjaan Ayah?

Keduanya! Dia putri bos Ayah.

Oke. Ayo pikirkan.

Ayah tak bisa berpikir.

Ibu!

Apa-apaan kau?

Rasanya aneh membantumu setelah kau menyakitiku.

Tubuhku tegang.

Aku akan menandatangani kontrak terbesar dalam hidupku.

Mau tahu berapa yang akan kuhasilkan? Sebaiknya tak bilang.

Kau berutang liburan ke Maladewa sebagai hadiah perceraian.

Aku tahu.

- Dia pergi empat tahun lalu. - Kau yang pergi.

Dia berselingkuh dengan dokter gigi. Putri kami memakai behel tiga tahun.

Aku dapat rumahnya, dan Santi pindah.

- Aku rujuk dengannya. - Untuk balas dendam.

Itu tidak benar.

Kalian bertemu, dia pergi lagi.

Aku meninggalkanmu dulu, lalu bertemu dia.

Tapi dia pria baik. Agak membosankan di ranjang karena kurang pengalaman.

Bagaimana dengan sepuluh wanita dari Tinder?

Sepuluh wanita dari Tinder?

Aku menyukaimu.

Sungguh. Aku jatuh cinta padamu.

Aku berbohong karena tak mau kehilanganmu.

Tinggal dengan mantanku itu…

Aneh?

Kontemporer. Dan temporer. Dia sedang mencari tempat.

- Benarkah? - Ya.

Itu cerita kami, kurang lebih.

Ada lagi yang lupa kau katakan kepadaku?

Tidak, itu saja.

Oke. Jadi, sekarang kita memiliki hubungan yang jujur.

Aku hanya perlu bertemu pudelmu.

Pudel apa?

Bagaimana hasilnya?

Santi, kau berengsek.

Ángela minta maaf setelah kulaporkan.

Astaga.

Halo. Kita bermain padel?

Mereka pasti memecatku. Atau dia. Atau kami berdua.

Kau lakukan yang seharusnya.

- Kesetaraan. - Ada apa?

Bagaimana caraku membuktikannya?

Kau salah mengartikannya karena mereka mendekonstruksi otak kita.

Apa kubilang? Tak ada bukti.

Dia membuatku memijat kakinya!

Dia pasti lelah. Kita tak pernah memakai hak tinggi.

- Kau menarik kata-katamu? - Pedro, kau suka disukai.

Semua orang begitu. Tapi aku tak memancingnya.

Kau seharusnya mendengarkanku soal bercinta biasa saja.

Hentikan ocehan itu! Aku harus bagaimana?

Katakan kau wanita.

Apa?

Mereka takkan memecatmu. Itu diskriminasi.

Apa maksudmu?

Kau akan membuat masalah besar.

Kau tahu betapa besar perjuangan komunitas trans

untuk mendapat UU yang melindungi dan mendukung?

Lalu kau ikut-ikutan dan meremehkannya. Serius?

Kau pasti menang.

Dari guru babi seksis menjadi transpuan. Perjalanan luar biasa.

Aku takkan bilang aku wanita!

Oke, tapi kita main padel atau tidak?

Ganti waktu pemilihan peran jadi besok.

Dewan memanggilku untuk rapat.

- Rapat apa? - Entahlah.

Esther, Rocío marah kepadaku. Gara-gara kau, partnerku menjadi…

- Sudah baca obrolan grup orang tua? - Ada apa?

Kau selalu mengaktifkan mode senyap. Lihat.

Ada 363 pesan? Ceritakan ringkasannya.

Érika mengadakan diskusi rahasia untuk membuat putra kita bersikap feminin.

- Apa? - Katanya Ulises bisa jadi pemerkosa.

Karena dia pria!

Tak apa mereka menjelaskan…

Dia baru 11 tahun!

Ulises meraba pengasuh saat dia tidur!

Karena hormonnya menggila. Kau meraba sepupumu.

Main dokter-suster.

Kurang ajar! Apa haknya mendoktrin anak-anak kita?

Anak kita takkan didekonstruksi!

- Itu bukan masalah besar. - Para orang tua setuju komplain.

Ceritakan nanti.

Luis! Semua orang tua!

Ini tak bisa diterima!

Harap tenang.

- Kami takkan menoleransi ini. - Diam!

Sekolah seharusnya ajarkan Matematika, bukan bualan woke.

Jika putraku suka mobil dan pistol? Kini menjadi pria adalah kejahatan?

- Bukan. - Tolong! Ini hanya…

Astaga…

Biar kujelaskan. Sebentar.

Aku minta maaf. Seharusnya kami memberi tahu kalian lebih dulu.

Aku ingin klarifikasi bahwa itu bukan ide sekolah.

Itu inisiatif orang tua.

- Parah! - Kurahasiakan siapa.

Jadi, kita buka satu pintu, lalu menutupnya?

Kita takkan bilang siapa. Lalu apa?

Jangan sampai terulang!

Itu takkan terulang.

Bagaimana kasus di Barcelona?

Baik.

Aku harus tinggal semalam lagi

karena ada pertandingan Barça dan hakim meminta penundaan.

Manfaatkan itu dan makan malam di tempat bagus.

Mau kupesankan?

Tak usah. Nanti kukabari. Oke, Sayang?

Salam cium. Dah.

Aku merasa jahat.

Kau akan segera lupa.

Kau adakan pesta?

Tentu. Pesta penyambutanmu.

Untukku?

Ini teman serumah baruku.

Kalian sangat baik.

Sayang!

- Kenapa ekspresimu begitu? - Hari ini intens.

Mau makan malam? Patri!

Aku tak lapar. Aku mau tidur.

Tidak. Kemari.

Ada apa?

Pedro…

Aku ingin menjadi ibu.

- Apa? - Ayo punya anak.

Asyik, bayi kecil!

Terjemahan subtitle oleh Sarah

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.