Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sayang, aku pulang.
Halo, Sayang. Lihat, anak-anak di sini.
Anak-anak siapa?
- Hei! - Apa kabar?
Astaga. Lama tak jumpa, Kawan.
Kalian pria beristri yang membosankan.
Diam. Kau hanya iri.
Ayo bersulang. Ambil birmu, Kawan.
- Hei, Luis. - Ambil bir.
Tidak. Aku ingin segar untuk wawancara besok.
Kau akan merusak suasana?
Di saat kita bisa bertemu?
Kau tak terganggu menganggur di usia kita?
- Tapi ada tabungan, 'kan? - Di mana harga dirimu?
Entahlah. Aku merasa terdekonstruksi.
Karena seminar itu, semuanya kacau.
Kurasa kau tak mengerti.
Ayo telepon Patrick.
- Pergi dari rumahku. - Hei, Bung!
Biarkan kami menghabiskan bir dulu.
Bagaimanapun, kau takkan dapat kerja.
Kau diboikot.
Kau cari mati dengan seminar kejantanan itu.
Dia mati karena Daniela memutuskannya saat siaran.
Jangan bicarakan Daniela. Dia belum melupakannya.
Kau yang belum melupakan Luz.
Tapi aku mengakuinya!
Aku adalah pria yang menerima kelemahannya.
Bagus, Raúl. Bagus sekali.
ALPHA MALES
Kau tak beli bahan makanan?
- Kapan? - Ibu!
- Belanja setelah antar mereka. - Tak bisa.
Sudah kubilang aku bekerja pukul 08,00.
Aku ada ujian di Móstoles!
- Ibu? - Apa?
Aku muntah.
Sekolah itu tempat berkembang biak virus lambung.
Apa yang kau lakukan?
Ini roti tumbuk. Kau mudah tertipu.
- Ulises. - Sekolah dan belajar bohong.
Dia tak mau sekolah karena dipukul Adri.
Adri siapa?
Adri tinggal kelas dan memukul semua murid.
- Balas. - Esther. Kenapa tak bilang guru?
Apa? Tidak, itu merusak hubungan sosial. Kau tak belajar di sekolah?
Ada aturan, seperti di penjara.
Esther, membalas gigi dengan gigi adalah maskulinitas tidak sehat.
Soal pria terdekonstruksi lagi.
Bersikap baik dan bicara dengan Bu Érika.
Aku tak bisa mengantar mereka.
Kujemput mereka sore ini. Ayo.
Ayah sayang kalian.
Kepalaku sakit, dan aku demam.
Ulises, dengarkan ibumu.
Jika kau dirundung, tendang tulang keringnya.
Apa itu?
Tendang di sini.
Jangan takut.
Mereka akan berhenti. Lihat saja.
Itu 7,5 menit per kilometer.
Kau akan bugar.
Ya. Aku bisa tahu aku sudah ada kemajuan.
Selamat pagi, Sayang. Kau mau mandi?
Mandi duluan. Aku akan melakukan pendinginan.
Oke.
Ayah, aku mau minta maaf.
Kukira Ayah tak punya emosi, tapi Ayah bisa memaafkan.
Senang lihat Ibu bahagia.
Ayah tak tahan.
- Apa? - Ayah tak cinta dia.
Apa maksud Ayah?
Teori sepuluh tubuhmu berhasil. Ini salahmu.
Kenapa kalian bersama?
Entahlah. Kau tak lihat Ayah tak baik-baik saja, Sayang?
Ayah selalu begini. Ayah terlalu cemas.
Tidak. Ayah merasa hampa.
Seperti orang yang sangat jahat.
Bahkan bercinta dengannya terasa canggung.
Apa rencana Ayah?
Meninggalkannya?
Ayah bercanda. Ibu sangat tenang.
Lalu bagaimana? Ayah tak bisa hidup begini.
Ayah payah memutus hubungan. Yang terakhir mau mencelakai Ayah.
Dan dia baik.
Satu hal saja. Jangan membuatku pindah lagi.
Santi, tak ada sabun.
Sial. Dia mau seks.
Berikan sabun kepadanya. Cepat.
Astaga. Ayah akan mengacaukan ini.
Katakan Ayah harus bagaimana. Beri Ayah ide…
Bosco, buka lebar. Lubangnya tak terlihat.
Alfonso. Hai.
Astaga, Santi. Aku sedang menambal.
Ya. Sebentar saja.
Blanca merindukanmu. Dia menyesal meninggalkanmu.
Aku meninggalkannya.
Ya. Dia sangat menyesali perbuatannya yang membuatmu meninggalkannya.
Dia ingin memberimu kesempatan.
Atau kau bisa memberinya kesempatan.
Pegang ini, Nak.
Langkahi dulu mayatku. Kublokir dia di semua platform.
Aku mengerti.
Syukurlah kita lolos dari jalang gila itu.
"Jalang gila" agak patriarkal.
Hubungi aku, nanti kuputihkan gigi itu.
ALARM
Pedro. Ángela. Apa kabar?
Baik. Hai…
Kau pria kejantanan itu, 'kan?
Nona, ini tengah hari.
Jangan ganggu aku.
Anda harus mencoba baju untuk Penghargaan Pemengaruh.
Ganti ke besok.
Bawakan aku kue cokelat.
Yakin? Anda masih punya iklan bikini ramah lingkungan.
Kau mau bilang sesuatu, Patricia?
Tidak. Saya akan ambilkan.
Biarkan aku tidur.
Penandatanganan buku pukul 18,00.
Buku sialan.
Namanya kroket terdekonstruksi
karena lebih keren dan modern.
Itu ditumbuk, bukan didekonstruksi.
Diam. Ini bukan kroket lagi. Ini hidangan lain.
Ini kehilangan esensi kroket.
- Itulah yang kurasakan. - Rasanya sama.
- Teman-teman, aku diterima. - Apa?
- Rumah produksi. - Bagus.
- Aku direktur fiksi yang baru. - Astaga!
Bosku keren. Dia tak peduli masa laluku.
- Bagus, Jagoan! - Hebat!
Keren, Sayang.
Kita tak perlu cemaskan hipotek.
Aku ingin meninggalkan Blanca.
Kau bercanda.
Sudah kubilang. Kalian berutang 20 euro.
Hubunganku jadi taruhan?
Kau bertahan setahun, aku menang.
Kau mau bilang apa? Dia akan membunuhmu.
Bagaimana Luz memutuskanmu?
- Ayolah, Kawan. - Untuk ide.
Luz tak meninggalkanku.
Kami berdua setuju untuk beristirahat.
Langsung pindah diam-diam, lalu tinggalkan dia.
- Kenapa aku? - Dia takkan pergi.
Ada kamar di rumah Pedro.
- Bijimu. - Patriarkal.
- Kau mulai lagi? - Ya.
"Lepaskan Dewi Batinmu".
Pacarmu menulis buku terlaris. Ada penandatanganan bukunya hari ini.
Berusahalah. Aku takkan menafkahimu.
Aku tak tidur denganmu.
Patriarkal.
Kenapa aku tak bisa menjadi bapak rumah tangga?
Itu bermartabat. Seharusnya dibayar.
Ceritakan kroket itu.
Buka restoran baru. Di sebelah kosong.
Aku baru sadar aku tak suka bekerja.
Benar.
Saat kembali dengan Luz, aku pindah.
Apa?
Dia akan mencintaiku lagi.
Jatuh cinta lagi tak terjadi begitu saja.
Itu tak seperti serdawa. Itu disengaja.
Kurasa Luz tak mau kembali bersamamu.
Pasti mau. Hanya masalah waktu. Ada yang mau sesuatu?
Kapan kau akan memberitahunya Luz punya pacar?
Kau mau Esther membunuhku?
Sial! Anak-anak.
Kau mau ke mana?
Manis sekali. Dia ingin mengajakku berselancar layang di Mauritius.
Tapi sebaiknya tak buat rencana sampai perceraiannya beres.
Kau bisa dapat duda kaya, dan aku dapat remaja dengan jerawat.
Aku salah pekerjaan.
Bagaimana hubungan terbukamu? Sudah ada kencan?
Kapan? Aku sibuk.
- Kalau Luis? - Entahlah.
Kularang dia bilang.
Kenapa? Itu serunya.
Dia sibuk belanja. Bagaimana bisa punya kekasih?
Jika kutekan ini, mobilnya mengerem?
Astaga, Luz!
Maaf.
GURU MENJIJIKKAN
"Guru menjijik…"
Érika, apa kabar?
Ulises menendang tulang kering Adri.
Wah.
Itu pasti sakit.
Kami memintanya bicara denganmu jika dia dirundung.
Dia tak menurut.
Ayolah, anakku hanya membela diri.
Jika Adri menendangnya, itu balasannya, 'kan?
Di sekolah ini, kami tak menoleransi
kekerasan berbasis gender.
Kekerasan berbasis gender?
Dia memukul Adrián.
Adriana.
Adri untuk Adrián.
Adri untuk Adriana.
Kau benar-benar membantuku.
Sejak kutiru rutinitas pagimu, aku seperti orang baru.
Aku merasa jadi diriku.
Itu bagus, Claudia.
Tapi aku tak suka matcha. Aku minum chai.
Tak apa.
Aku juga beli serum antioksidan regenerasi sel yang kau promosikan,
tapi tak ampuh.
Claudia, bolehkah…
Oh, maaf.
LEPASKAN DEWI BATINMU
Siapa namamu?
Pedro.
Tak ada tempat untuk tanda tanganku, Pedro.
- Bisa bertemu untuk bicara? - Aku tak mau terlihat bersamamu.
Kau mengacaukan seminarku dengan mempermalukanku di TV.
Itu alasanmu kemari? Untuk menyalahkanku?
Bukan. Untuk melihat keadaanmu.
Baik. Lihat antreannya.
Aku juga baik.
- Aku dapat kerja. - Bagus.
- Oke. - Baiklah.
Siapa namamu?
Carlota.
Aku coba perawatan kriopolisis yang katamu ajaib,
tapi selulitku kembali.
Hei, Luz. Kebetulan sekali.
Benar, kau bekerja di sini.
Kau hampir dapat larangan mendekat.
Aku mau menemuimu, tapi tak seperti yang kau pikir.
Benarkah?
Ini masalah hukum. Aku akan membuka restoran baru.
Selamat.
Aku ingin kau mengurus dokumennya. Sejak kapan kau punya skuter?
Kuurus dokumenmu saat kita berpacaran.
Itu opsi lain. Kita bisa kembali bersama.
Dah.
Oke. Bantu aku sebagai teman, bukan pacar.
Sejak kapan kita berteman?
Sejak sekarang?
Sudah daftarkan nama bisnisnya?
Belum. Aku masih memikirkannya.
- Ada biayanya? - Ya.
Itu sudah beres. Aku punya investor.
Restoran lagi, Nak?
Katamu industri itu buruk.
Karena aku kelelahan, Ayah.
Tapi jeda ini baik untuk memperbarui diriku.
Bukankah itu berarti melakukan hal berbeda?
Mau pinjami aku 50,000 atau tidak?
- Kau suka rumah ini? - Tanda tangan.
Ada dua kamar. Lokasinya di samping sekolahmu.
Ayah sudah memberi lampu hijau.
Kita pindah besok. Diam-diam.
Saat ibumu mengikuti seminar kesadaran diri dan…
Untuk apa itu?
Izin kerja sebagai anak di bawah umur. Kita pindah?
Pindah dulu. Lalu, Ayah tinggalkan dia. Apa maksudmu bekerja?
- Bicara dengannya. - Kerja di mana?
Bukan jadi bartender?
Ayah balas dendam pada Ibu untuk Alfonso.
Tidak.
Itu bukan balas dendam. Jujur, Ayah tak tahu apa ini.
Kenapa pria tak mau dicampakkan?
Sayang, kau memihak siapa?
Mau makan piza sambil menonton?
Rencana bagus. Ya.
Aku akan bersiap, lalu pergi.
Jangan menatap Ayah begitu. Ayah bersikap baik.
Gilirannya untuk pergi.
Iris baik. Anak kita seharusnya perempuan semua.
Kenapa terobsesi dengan nama uniseks?
Kenapa tak memanggilnya Adriana?
Sehemat waktu apa membuang tiga huruf?
Kau katakan itu. "Adriana."
Ini serius. Kita membesarkan calon pelaku kekerasan.
Yang benar saja.
Mungkin Patrick mengadakan seminar dekonstruksi untuk anak.
Takkan kubiarkan siapa pun mendekonstruksi anakku.
Berhenti menyiksanya.
Aku sudah memarahinya. Dia menyesal.
- Ayo. - Aku akan bicara dengannya.
Sekarang?
Ini sudah larut.
Aku menendangnya sangat keras, begini.
Dia menangis kencang, lalu pergi.
Tapi kau tak merasa menyesal?
Aku? Kenapa?
- Adri sampai berdarah. - Apa?
Nak, jangan menendang orang.
Terutama perempuan.
Kenapa? Adri tak merundungku sekarang.
Oke, tapi ada perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.
Kita lebih kuat. Kita bisa lebih melukai.
Ibu menyuruhku.
Apa?
Esther…
- Oh… - Esther.
Kau menyuruh putra kita menendang Adri?
- Aku sudah tidur. - Aku melihatmu lari di lorong.
Oke, ya. Itu salahku.
Kukira Adri laki-laki.
Itu tak penting. Kekerasan bukanlah opsi.
- Aku tak setuju. - Suruh Ulises minta maaf.
- Adri yang mulai. - Jika dia dikeluarkan, itu salahmu!
Oke. Besok, akan kusuruh dia minta maaf pada gadis bodoh itu.
Kita harus lebih sepaham untuk ini.
Ulises tak boleh jadi orang seksis.
Seminar itu memengaruhimu.
Kami punya papan tulis.
Aku suka ini. Serial-serial bagus lahir dari ini.
Seperti Jalang Jahat?
Orang-orang tak mengerti ironi.
Pedro, aku tahu benar proyek-proyekmu sedikit seksis,
nyaris misoginis.
Tidak, aku sudah tidak seksis.
Aku mengikuti seminar dekonstruksi maskulinitas.
Tidak. Lupakan dekonstruksi itu.
Proyek kita harus memiliki beragam aspek.
Itu boleh feminis, tapi jangan menceramahi.
Jadi, aku chauvinis laki-laki di sini?
Akan kuperkenalkan timmu. Ayo.
- Kalau drama perdesaan? - Jangan.
- Jangan melodrama lagi. - Itu sukses.
Ali, Olga, Bea, ini Pedro Aguilar, direktur fiksi baru kita.
Semoga berhasil.
Oke. Apa kabar, Nona-nona?
Apa yang kalian kerjakan?
Hanya saja, aku…
Aku sungguh tak bisa…
Aku coba mendekonstruksi diriku. Istriku menyuruh putra kami
hidup dengan memukuli orang-orang.
- Luis. - Masyarakat apa yang kita ciptakan?
Ini kemunduran.
Remaja menyangkal adanya kekerasan berbasis gender.
- Tentu. - Sobat…
Jika kita mendidik generasi ini begini,
akhirnya, mereka takkan…
Julián, mobilnya. Julián!
Julián!
Dia? Sial.
Kita lihat…
Hai. Apa kabar?
Kau pasti ibunya Adri, 'kan?
Ya. Kau pasti ibu si pelaku kekerasan.
Tidak, Ulises sangat menyesal. Dia ingin minta maaf kepada putrimu.
- Tidak. - Ulises!
Kami tak menerima maaf dari pelaku kekerasan berbasis gender.
Kekerasan berbasis gender apa?
Putri pausmu lebih tinggi dari putraku.
Kau sebut dia paus?
- Ulises disebut pelaku kekerasan. - Benar.
Pelaku kekerasan ada karena dididik ibu yang buruk sepertimu.
Dia sedang dioperasi. Katanya 24 jam pertama penting.
Sudah bicara dengannya?
Pulanglah. Tak ada yang bisa kau lakukan di sini.
- Tapi ini… - Oke?
POLISI
Hubungi aku begitu ada kabar.
Tentu saja.
- Esther. - Hai, Ayah.
Iris, Sayang, kau tak apa?
Ibu menendang tulang kering ibunya Adri di luar sekolah.
Apa?
Ponselnya jatuh saat berkelahi dan layarnya retak.
- Dia datang! - Sambungkan ibumu… Iris!
PANGGILAN MASUK
Raúl, jangan sekarang.
Pukul 20,00, pesta di rumahku. Maksudku, rumah Pedro.
Pesta untuk apa?
Merayakan hidup. Semuanya berjalan sangat lancar.
Ya, tentu. Luar biasa.
Kita harus berhati-hati dengan cerita balas dendam wanita
untuk menghindari stereotipe.
- Dia diperkosa. - Tanpa balas dendam, tak ada serial.
Ya, tapi karakternya terlalu datar.
Stereotipe pemerkosa itu bajingan, 'kan?
- Apa? - Kenapa memerkosa?
Karena dia bajingan.
- Karena dia pria. - Oke, ya, dia bajingan.
Kenapa dia bajingan?
Misalnya, entahlah, karena
dia dilecehkan kakeknya saat kecil.
Itu dia. Itu klasik. Kakek pedofil. Seperti dalam Heidi.
Kenapa bukan neneknya?
Nenek membuat kue, bukan memerkosa.
Itu stereotipe, 'kan?
Kita mengerjakan ini berbulan-bulan.
Kita presentasi ke platform besok.
Ini belum siap. Pikirkan lagi.
Ini masih sore. Kalian suka susyi?
Astaga. Yang benar saja.
Pikirkan sesukamu. Aku mau pulang.
Belum dengar keseimbangan waktu kerja dan pribadi?
Aku mau tetap di sini, tapi jika mereka pergi…
Solidaritas.
Pedro, bagaimana? Kalian akrab?
Ya. Mereka memiliki potensi.
Kau akan suka di sini. Lihat saja.
Hei, Pedro. Roberto dari bagian gaji.
Satu lagi pria, akhirnya.
Kita kekurangan pensil di sini. Tempat ini penuh peraut.
Apa?
Perusahaan ini seperti kebun ara.
Mau minum? Kuberi tahu siapa yang bukan lesbian.
Aku sibuk, Roberto. Lain kali.
Baik. Kapan pun kau mau, Peter.
Pedro.
Pedro.
Hei! Lama tak bertemu, Kawan.
Apa kabar, Sayang?
Rumah yang bagus.
- Entah bagaimana… - Berapa banyak kau minum?
Permisi.
- Santiago. Permisi. - Permisi.
Kenapa kau undang Diego?
Katamu boleh siapa saja.
Asal wanita. Harus dijelaskan?
- Aku tak kenal wanita. - Kalau yang dari Tinder?
- Semuanya di sini? Kau gila? - Dari mana kau?
Rumah sakit. Julián dioperasi karena serangan jantung.
- Masa? - Jika kau angkat telepon…
Bagaimana kejadiannya? Saat mengejar penjahat?
Bukan. Dia duduk di mobil patroli.
Dia hanya minum kopi…
Mereka akan sebut itu "gugur saat tugas", dan dia jadi pahlawan?
Tapi dia lebih muda dariku.
- Ayo minum anggur. - Orang muda juga bisa mati.
- Tapi… - Ibumu menjaga anak-anak.
Apa…
Sayang, kau menendang ibunya Adri
di luar sekolah, di depan semua orang tua?
Érika meneleponmu?
Bukan. Iris mengambil ponselmu…
Berapa layar yang mau kau retakkan?
- Itu bela diri. - Masa?
Aku membela anakmu.
Itu direkam. Ada tujuh video di obrolan grup sekolah.
- Apa? - Kau tak baca pesan.
Bukan Ulises yang butuh seminar dekonstruksi.
- Tapi kau. - Apa aku tomboi?
Maksudku kau memiliki maskulinitas tidak sehat.
Coba jangan bertengkar. Ayo minum.
- Lama tak bertemu! - Hei!
- Kalian terlihat cantik. - Apa-apaan?
- Kau membawa es? - Es?
- Kutinggalkan pesan. - Apa ini? Aku harus bekerja.
Ayo rayakan kesuksesan kita.
Kau dapat pekerjaan. Aku akan membuka restoran.
Aku kembali bersama Luz.
Raúl, dia punya pacar.
- Siapa? - Luz.
- Luz-ku? - Dia bukan Luz-mu.
Sadarlah. Kau menipu dirimu.
Kalian lebih sulit menemukan cinta daripada para heteroseksual, 'kan?
Maksudku, dengan bilik gelap dan semacamnya.
Keajaibannya berkurang.
Aku belum pernah ke sana.
- Sungguh? - Ya.
Kurasa itu menjijikkan.
Benar.
Kupikir itu semacam ritual inisiasi gay.
Kau bisa dapat kartu identitasmu tanpa ujian.
Pergi ke Kementerian Kesetaraan, bayar, dan kau secara resmi gay.
Bayar? Permisi.
Permisi sebentar. Sial.
- Luz punya pacar? - Apa?
- Kata Pedro. - Blanca menelepon.
Santi, ya atau tidak?
Luis yang tahu soal Luz.
Sayang. Hei.
Orang perusahaan pindahan datang untuk memberi kita nota.
Pindahan apa?
Ayah, jujurlah.
Santiago, ada apa?
Apa mejanya terpisah?
Dengar, aku hendak memberitahumu hari ini.
Saat aku pulang…
Di mana kau?
Melakukan estimasi di San Chinarro.
Pesta di rumah Pedro.
Kau berpesta dengan teman-teman kita tanpa aku?
Tidak. Blanca…
Sial.
- Kenapa beri tahu Raúl soal Luz? - Pedro yang bilang.
Paco, kenapa kau ke rumahku?
- Kubilang Rabu. - Ini Rabu.
- Tahu dari mana dia ada pacar? - Esther.
- Diam. - Lupakan. Dia sudah tahu.
- Paco! - Mereka masih bicara?
- Kau mau aku bagaimana? - Siapa dia?
- Aku tak tahu apa-apa lagi. - Tanya Esther.
Dia akan membunuhku.
Kalian mengisi rumahku dengan orang, lalu meninggalkanku?
- Dengar. Sebentar… - Tidak, Raúl! Tunggu!
Boleh aku menginap malam ini?
Pedro, ayolah! Sialan, ponselku.
Lihat, pengadu menelepon. Apa?
Ibu ke sana.
Larang dia datang.
Dia sudah pergi.
Aku memberi tahu Ayah karena masih sayang Ayah.
Luz, aku baru tahu kau sudah punya pacar baru.
Aku terluka bukan karena itu, tapi karena kau bohong.
Sayang kita bahkan tak bisa berteman.
Tak apa. Akan kubereskan.
Tuan.
Patricia! Syukurlah kau kembali. Ini, ada yang memecahkan gelas.
Saya mau bicara tentang Nona Daniela.
Dia tak sehat. Depresi, pemarah…
- Dia terkena sindrom burnout. - Apa?
Saya mencarinya.
Stres kerja kronis yang menyebabkan kelelahan.
Kenapa kau memberitahuku, Patricia?
Suruh dia membaca bukunya dan melepaskan dewi batinnya.
Kalian masih saling cinta. Beri cinta kesempatan.
Bagaimana hubungan dengan Luz?
Kami sudah putus. Persetan dia.
Aku akan lebih fokus pada karierku.
Bukankah kau jual restoranmu?
Tidak. Dia yang menjualnya, seharga satu euro.
Tapi aku mau buka lagi. Aku punya separuh uangnya.
Pinjam dari orang tuaku. Semuanya sangat menyedihkan.
Kau mencari rekan bisnis?
Kau kenal orang yang mau berinvestasi di restoranku?
Ceritakan padaku. Aku mungkin tertarik.
Kenapa bilang Luis aku punya pacar?
Tak ada lagi yang kami bahas.
Hidupmu jauh lebih menarik dari hidup kami.
Tambah masalah saja, Raúl marah.
Kularang Luis bilang Raúl.
Suamimu terlalu banyak bicara.
Aku takkan cerita lagi.
Luis!
Ya, serangan jantung. Dan dia lebih muda dariku.
Kita hanya perlu menikmati hidup.
Seperti kalian. Tanpa anak, komitmen…
Kenapa kau memberi tahu Raúl?
Bukan aku, Santi yang bilang.
- Kenapa bilang dia? - Pedro yang bilang.
Karena kupikir dia bisa dipercaya.
Kau beri tahu mereka. Bagus, Luis.
- Kita bicara di rumah. - Esther…
Kenapa selalu dia yang marah?
Aku tak tahan lagi.
Blanca datang.
Sekarang? Suruh dia pergi.
- Dia di sini. - Di mana?
Blanca, syukurlah kau datang karena kita perlu bicara.
Benar.
Ya, kurasa…
Aku tak tahu pendapatmu, tapi masalahnya…
Dengan kita, ada sesuatu yang tidak…
Maksudku, kurasa…
Kurasa kita terlalu buru-buru untuk kembali bersama.
Jika kita beri waktu…
Jadi, kau akan meninggalkanku.
Meninggalkan…
Sebentar.
Jika kau setuju dan…
Oke.
Aku mengerti.
Benarkah?
Ya.
Tapi kau tak perlu pindah kali ini.
Karena ini giliranku, 'kan?
Tapi beri aku waktu untuk mencari tempat.
Tentu.
Ya, tentu saja.
Kemarilah.
Tidak…
Hei!
Blanca, kau tangani ini dengan baik.
Kau sangat hebat. Tidak. Blanca, tunggu.
Kembali bersama, lalu berpisah…
Semangat balas dendam itu sangat seksis.
Sangat.
Blanca, kau mau makan?
- Ada kroisan dengan salmon… - Jangan ganggu aku.
…dan alpukat.
Aku tak percaya Diego sebagai rekan bisnis.
Dia mungkin punya motif lain.
Lihat sisi baiknya.
Kau takkan kacaukan dengan meniduri istrinya.
Pulanglah. Aku sedang mencoba memanusiakan pemerkosa.
Pekerjaan barumu lancar?
Tidak. Semuanya wanita dan satu pria yang menyebalkan.
Benarkah? Ada fotonya?
Kau takkan suka mereka. Mereka penulis naskah.
Apa kalian sadar kita sudah setengah jalan dalam hidup?
Dan sisanya tak bagus.
Sekarang bukan waktunya untuk depresi.
Raúl, aku takkan memaafkanmu untuk pesta ini.
- Ada orang bercinta di kamar mandi. - Esther dan Luis bercinta di kamarmu.
Apa? Kapan?
Di pesta ulang tahun Ulises.
Pemenang petak umpet memergoki kami.
Itu menjijikkan.
Hidup ini sangat absurd.
Ayo, berbahagialah.
Siapa yang mau berenang?
- Ayo. Kita akan lakukan kali ini. - Apa?
- Ayo. - Ayo.
Hei!
Bajingan itu melompat lagi.
Serius, Berengsek?
Ayo. Bantu aku beres-beres.
Kau butuh pembantu. Tempat ini kotor.
Bukankah itu seksis?
Aku akan berenang. Itu bagus untuk jantung.
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.