Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX
Jenny?
"Ya, Sven?"
Akan kubawa mobil ke tempat cuci mobil.
"Kau hebat."
Ya, tidak, kaulakukan yang kau bisa, ya?
"Ya, kau luar biasa, Sven Petzold."
Ya.
Terima kasih, Jenny.
"Dah, Sven."
Lupa sampahnya.
"Ya, tak masalah. Biasa terjadi."
Berhenti!
- Menjauh dari sana. - Apa?
- Menjauh dari garasi. - Ya.
Pergi. Sangat jauh.
Baiklah.
- Bagus. - Apa kau gila?
- Kau mencoba membunuhku? - Ya. Sudah kubilang.
Apa...
- Apa itu penyembur api? - Ya.
Gila. Kau benar-benar gila, ya?
Sven, aku perlu tahu siapa yang kubunuh di Big Eden.
Maaf?
Siapa yang kubunuh di Big Eden?
Ini agak sulit karena, fakta bahwa kau seseorang
yang bisa meledakkan orang seolah-olah itu bukan apa-apa
jika mereka membuatmu kesal, tapi bagaimana jika sebaliknya?
Kau berdandan, pergi, minum Campari dan jeruk,
menari sedikit, lalu membunuh orang tanpa tahu siapa
atau kenapa dia harus mati?
Siapa yang melakukan itu?
Seorang agen cuma tahu sebanyak yang mereka perlu tahu.
Namun, kau sangat jeli, tahu apa yang kuminum.
Ya.
Baik.
Kau akan ceritakan semua yang dimiliki Tim Kriminal pada kasus ini.
Aku ingin tahu kenapa aku dipenjara.
Jujur, kau pantas berada di RSJ.
Kau ke rumahku, hampir membakarku, dan berharap aku membantumu?
Ya.
Aku tak bekerja dengan pembunuh, paham?
Dan aku tak bekerja dengan musuh kelas.
Setidaknya, itu yang kupikirkan.
Waktu berubah.
Baiklah.
Aku baru saja menyelamatkan nyawamu.
Beri aku info itu.
Aku...
Dah.
Gila. Benar-benar gila.
Mereka semua penjahat. Penjahat mencoba menganeksasi kita.
Namun, kuberi tahu sesuatu,
ini tak akan jadi kacau tanpa perkelahian.
Aku tak mendedikasikan hidupku demi melayani kebebasan
hanya agar kita dianeksasi.
Siapa lagi yang akan memperbaikinya? Mielke sudah mati. Dibunuh penjahat.
Ini saatnya kita mempertahankan nilai-nilai kita.
Sudah ditemukan pembunuhnya?
Mereka yang perlu tahu, tahu. Kini, diamlah.
Ternyata bagus.
Kau mau salep lagi?
Salep? Salep apa?
Di mana benda itu?
- Apa rencanamu? - Kau terlalu banyak bertanya, Maik.
TENTARA JERMAN TIMUR
Panggilan tugas.
Aku mengerti.
Jadi, ini bangunan industri, dan kami mau menjadikan tarian sebagai industri.
Gerakan untuk massa.
Dopi takut pengembunan akan merusak catatannya.
Kau tahu ini jamur fly agaric?
Ya, tentu saja.
Baiklah.
Kau tahu penyihir di Abad Pertengahan memakainya untuk terbang?
Aku ingin terbang sejak aku lahir.
Jika bisa inginkan apa pun sejak lahir.
Namun, itu pertanyaannya, apa manusia punya kehendak bebas?
Halo.
Halo.
- Aku mencari... - Kakekku, bukan?
Ya. Apa dia di sini?
Dia tak ada. Dia mengunjungi rekannya di Kuba.
Aku cucunya. Aku menjaga rumah.
Dia tak menyebut Kuba sama sekali.
- Aku akan kembali. - Aku bercanda.
Seolah-olah Kakek akan pergi berlibur. Masuklah.
Aku sungguh tak mau merepotkanmu.
Tidak. Sebaliknya. Kakek senang kedatangan tamu.
Baiklah. Berikan mantelmu. Hangat sekali di sini.
Halo.
Abaikan saja dia.
Duduklah.
Minum sesuatu?
Kakek punya brendi.
Dia selalu tersinggung jika tak menawarkannya pada tamu.
Ini tengah hari.
Tak apa. Akan kugantung ini.
Kakek dengan baik hati pergi ke taman pasar untukku.
Tak jauh. Dia pasti akan segera kembali.
Tentu, Kakek tak senang dengan apa yang terjadi di Jerman Timur.
Aku juga tidak.
INTELIJEN FEDERAL NAMA BELAKANG: GEIKE - NAMA DEPAN: ANNE
Namun, aku akui,
dengan semua bunga yang bisa kau beli di mana-mana,
aku mulai mempertimbangkan kembali.
Maksudku, memiliki bunga dari seluruh dunia itu hebat.
Tidak selalu anyelir dan krisan juga, tidak.
Bunga privet dari Tuscany,
aster oxeye dari Genoa,
strelitzia dari Palma,
coppertips dari Madagaskar.
Thilo!
Pergi! Minggir!
Jaga sikapmu.
Mereka terbiasa dengan hal berbeda di Barat.
Kemenlu menghabiskan 200,000 Deutsche Mark setahun untuk bunga.
Pikirkan semua yang bisa kita lakukan dengan itu di Jerman Timur.
Apa kau tahu itu?
Tidak. Namun, aku tak paham bunga potong.
Tiga hari, lalu layu.
Dan semua air basi di vas itu.
Bersulang.
Kapan Otto akan kembali?
Aku tak tahu persisnya. Dia berjalan kaki.
Olahraga baik untuknya. Akhirnya Kakek sadar.
Kau amat cantik untuk usiamu.
Kau berolahraga?
Sedikit.
Olahraga apa?
Mendaki, senam, kadang aerobik.
Oh, kau dari Barat.
- Kenapa kau bilang begitu? - "Aerobik." Kami menyebutnya "senam pop."
Bagaimana kau kenal Kakek? Dari kantor?
- Tidak. - Berburu?
Dalam arti seluas-luasnya.
Taman pasar tutup beberapa waktu lalu.
Menurutmu semua orang masih mengikuti jam tutup?
Atau yang lain?
Terima kasih atas keramahanmu.
Kurasa aku akan kembali lagi besok.
Mau kusampaikan pesan kepada Kakek?
Siapa namamu?
Sialan!
Thilo?
Astaga, sudah kuduga. Lihat aku.
Baiklah, kau akan hidup.
Baiklah, berbaringlah di ranjang.
Ya, ayo.
Oke, satu, dua, tiga, bangkit!
Wanita dengan cincin itu?
Dia dari BND. Dia tak akan kembali.
Maaf.
Dia tak suka bunga.
Ada lubang di dalam diriku.
Baiklah.
Bunga-bunga ini tak beraroma.
Aku tak bisa bergerak.
Tidur yang nyenyak.
"Tidur yang nyenyak"?
- Anne? - Ini kantor pusat.
Nn. Geike sedang cuti sakit.
- Berikan laporanmu besok. - Baiklah.
Halo, ini Radio Free Berlin dengan berita terbaru.
Pihak berwenang Jerman Timur mengumumkan bahwa Menteri Erich Mielke
akan menerima pemakaman kenegaraan.
Margot Honecker, "Penyihir Ungu," akan memberikan pidato.
Mari lanjut ke Volker dan lagu-lagu terbaik sepanjang masa.
Selamat malam.
Aku harus kembali ke ruang arsip. Bekerja, ya?
Begitu, ya.
Ya.
Dan kau, Sven? Bekerja juga?
- Bukankah kau sudah berhenti? - Sial.
Hermann,
apa yang bisa kukatakan?
Cepat atau lambat, pria harus memutuskan...
Hermann melihat semuanya, tapi Hermann tak peduli.
Dua minggu lagi aku dapatkan pensiun.
- Baiklah. - Baiklah.
PEMBUKAAN KEMBALI KASUS "BIG EDEN" - 1989
Aku tak mengerti ini.
Kenapa mereka membatalkan kasus ini begitu cepat
padahal mereka tak tahu siapa pembunuhnya?
Mungkin mereka tahu sesuatu yang tak kita ketahui.
Itu bahkan lebih buruk. Seluruh kasus ini mencurigakan.
Kau tahu apa yang aneh?
- Lihat setelan ini. - Ya, sudah. Oke?
Tidak, lihat. Lihat sesuatu?
Tidak.
- Ini baru. - Ya, tentu...
Ya, penuh air seni dan semacamnya. Namun, lihat. Seperti tak dipakai.
Kantongnya masih dijahit.
Bung, bahkan labelnya masih ada.
Entahlah, mungkin dia tak peduli soal kantong dan lainnya.
Jika tak peduli, kau tak beli jas seharga 2,500 mark.
Mungkin dia terburu-buru dan baru saja membeli jas itu.
Atau dia tipe pria yang tak biasa memakai jas mahal.
- Kau perhatikan angka-angka ini? - Tidak.
Itu nomor telepon.
Bisa jadi.
Freddy, ini nomor telepon.
Tak disebutkan di arsip. Mereka bahkan tak memeriksanya.
Kita harus cari tahu ini milik siapa.
Kawan, kau sadar kau tak boleh ambil apa pun?
Ya. Itu sebabnya aku memfotokopinya.
Wow. Apa itu palu?
Sialan.
Lepaskan dia.
Awas, dia pembunuh.
Namun, kau juga, ya?
Uwe?
Lepaskan dia.
Tetap tenang, Kleo, atau kutembak si bodoh ini.
Ya, ayolah.
- Masuk. - Apa?
- Masuklah. - Apa?
Sialan!
Kau pikir aku sebodoh itu? Jangan membohongiku.
- Tolong bicara bahasa Jerman. - Kau mau ke mana?
Ke kolam renang?
Aku lebih suka jika kau bersantai.
Berbaringlah, buat dirimu nyaman. Aku akan memasak sesuatu.
Andi, aku tak sakit.
Tolong aku.
Biarkan saja.
Celana sialan.
Kau membuatku stres.
Aku muak menghadapimu.
Apa? Apa katamu?
Berenang itu membuatku tenang!
Dan hanya kau yang membuatku stres.
Kenapa kau bilang begitu?
Andi, aku tidak bodoh.
Tiba-tiba kau tak pulang.
Semua panggilan telepon. Wanita aneh dari otoritas perumahan.
Kau juga tak tidur semalam.
Anja, kau tahu aku mencintaimu.
Ya? Maka, jangan membahayakan semuanya.
Sialan.
Apa itu rusak?
Kenapa tak kau angkat saat kutelepon?
Uwe mengunjungiku.
Apa? Apa dia menyakitimu?
Dia mencoba membunuhku.
Dia menyandera Thilo.
Dia punya garasi aneh. Kau tahu lokasinya.
Halo? Lidahmu kelu?
Di mana garasinya?
MARGOT BERKATA: MIELKE DIBUNUH OLEH BND
Maaf, tapi aku tak bisa membantumu.
Maksudku, 1987 sudah lama sekali.
Dan semua membeli jas Giorgio Armani abu-abu arang.
Baiklah.
Kau menuliskan nomor telepon pribadimu di kartu.
Mungkin ingat sesuatu seperti itu?
Ya, tapi tidak setiap waktu.
Baiklah.
Mari kita bahas sebagian perinciannya.
seratus sembilan puluh tiga sentimeter, usia antara 30 dan 35 tahun.
Ramping, rambut hitam pendek,
berjanggut tipis, tampan.
Ya, itu menggambarkan kebanyakan pria yang kuberi nomorku.
Benarkah?
Baiklah.
Namun, sering kali ada orang yang tak kau sukai, bukan?
Maksudku, apa ada ciri-ciri mencolok bahwa kau mungkin...
Yesus, Maria, dan Yusuf.
Kau pasti bercanda.
Apa ini?
Kamera.
- Kamera. Aku bisa melihatnya. - Ya.
Permisi, tapi kami butik mewah.
Kau tahu berapa banyak orang yang mencuri dari sini?
Itu tindakan pencegahan.
Kamera? Tersembunyi di balik cermin?
Kita bisa lakukan ini dengan cara mudah,
atau Freddy dan aku bisa balik ke kantor polisi,
dapatkan surat penggeledahan,
kembali,
menghancurkan seluruh toko,
semua kuitansi, semua tagihan,
dan kita akan mengecek kameranya.
- Itu kesepakatannya. - Jadi, bagaimana?
- Sial, apa yang dia lakukan? - Tak tahu.
- Surat penggeledahan, benar? - Ya.
- Aku selalu ingin bilang itu. - Ya.
Ini dia.
Kau mengambil
foto para pria
telanjang?
Tidak. Hanya pakai celana dalam.
Maaf, tentu, hanya dengan celana dalam.
Ya. Aku tak akan memotret siapa pun tanpa pakaian dalamnya.
Dan foto-foto itu juga hanya untuk pribadi.
Aku kolektor.
- Aku tak berbuat apa pun dengan fotonya. - Oke.
- Ya, itu... - Seperti perangko.
Ya, mereka juga sangat...
Itu...
Itu dia.
Dia.
- Bisa lihat? - Ya.
Oh, ya. Itu Juli '87.
Masa yang amat menyenangkan di kota.
Hari jadi ke-750 Berlin. Kota ini penuh turis.
Dia pria yang sangat tampan, tapi aneh.
Kenapa aneh? Apa yang aneh darinya?
Dia terburu-buru. Dia langsung ambil setelan pertama,
meski ukuran 38 akan lebih cocok untuknya.
Dan dia meninggalkan pakaian lamanya,
dibayar dengan uang kertas baru, hampir tak berkata apa pun.
Lalu, ada sesuatu dengan kopernya.
Koper apa?
Di bagian bawah gambar ini. Dia terus mengawasinya bak elang.
Aku mencoba mendorongnya ke samping, tapi dia marah.
Entah apa isinya.
- Oke. - Namun, itu waktu yang berbeda.
Tidak setiap hari warga Jerman Timur
berbelanja di Kurfürstendamm.
Warga Jerman Timur? Kenapa bilang begitu?
Koper itu produk khas Jerman Timur.
Merah terang. Bukan cuma kulit palsu, jenis Lederol.
Hanya dibuat di Jerman Timur.
Dilapisi karet di satu sisi, benang serat viskosa yang agak murah. Ya.
Kami punya koper eksklusif yang dijual di sini,
tapi tak mungkin dia mau berpisah dengan koper itu.
Aku mau menjauhkannya dari cermin, tapi dia...
Terima kasih! Kau luar biasa!
Jerman Timur.
Boleh kubawa ini?
Ya.
Terima kasih.
Dengan senang hati akan kuberi nomor pribadiku
jika kau punya pertanyaan lagi.
Aku Merkus.
Sven.
Freddy.
Itu alasanku bergabung juga.
Kau paham? Untuk perdamaian.
Karena itu, kami bangun Tembok.
Tentu saja, kami tahu contoh penipuan politik.
Maksudku, sebelumnya.
- Ya. - Ya.
Ya, kalau begitu, baiklah.
Entah bagaimana,
kita harus menyelesaikannya, ya?
Ya.
Miringkan kepalamu sedikit, begini.
Thilo!
Tiarap!
Kleo, hei, luar biasa.
Ada apa hari ini?
Baiklah.
Ayo kita pulang, Thilo.
Lihat, cokelat Halloren.
Pertama!
Hai.
Apa itu lelucon, tentang...
- Mata ke depan. - Oke.
Saat aku kecil, kutemukan gigi hiu di pantai,
kupikir itu lucu karena kupikir,
di luar sana, ada hiu berenang tanpa gigi.
Apa kau menemukan sesuatu?
Ya. Bahkan cukup banyak.
Kenapa tak segera meneleponku? Kenapa aku harus meneleponmu?
Karena aku tak tahu apa aku resmi bekerja untukmu.
Aku belum menerima kontrak atau apa pun.
Pria dari Big Eden kemungkinan orang Jerman Timur.
Stasi atau dinas intelijen asing, entahlah.
Dia terlihat membawa koper merah...
yang terus dia awasi.
Di mana koper ini? Yang jelas tak ada di Big Eden.
Entahlah.
- Aku cari tahu tentangmu. - Oh, ya?
Tampaknya kau belum terlalu sukses secara profesional.
Benar?
Kau mau aku bilang apa?
Aku jadi ayah di usia 19, dan itu menjadi prioritas untuk sementara.
Dan saat aku ingin kembali bekerja,
itu hanya mengarah ke Departemen Penipuan...
Kisah yang menarik.
Kleo Straub punya semua kontak yang diperlukan di Stasi.
Dia tahu wajah, nama, dan strukturnya.
Jika ada yang bisa mencari tahu di mana koper ini, itu dia.
Dapatkan kepercayaannya,
maka kau akan dapat kontrakmu. Paham?
Bagaimana?
Baiklah.
Kita akan segera bicara.
Gigi hiu tumbuh kembali.
Hiu bergigi ompongmu tak pernah ada.
Yang benar saja.
Astaga.
Tadi itu nyaris saja. Aku hampir terbunuh. Bajingan!
Dengar, betapa bodohnya kau menyandera pria itu?
Dia melihatku. Aku akan membunuhnya. Kau tahu betapa dekatnya dia, Andi?
"Betapa dekatnya dia?" Kau seharusnya berurusan dengan Kleo.
Ya, aku tahu. Dia tangguh.
Sudah kubilang, singkirkan dia.
Bodoh. Kau akan mengacaukan seluruh misi.
Kau tahu nasib kita bila kita gagal?
Aku tahu itu, demi Tuhan!
Ya. Sekarang apa?
Kini, kau harus membantuku.
Jenny?
PERGI, MUNGKIN UNTUK SEMENTARA!
Tempat ini untukku.
Aku beruang.
Bum!
Apa yang kau temukan?
Boleh aku minta jus?
Jus?
JUS JERUK
Kupikir aku sudah cukup jelas sebelumnya, bukan?
Sedang apa kau di sini? Kenapa aku harus bekerja denganmu?
Karena kau bisa tercatat dalam sejarah? Bagaimana dengan itu?
Ya, aku mendengarkan.
Bagus. Kau benar tentang Wieczorek, Blum, dan Mielke.
Kau juga benar soal mereka memenjarakanku dan aku tak tahu kenapa,
dan alasannya mungkin ada di sini.
Aku tahu itu pasti semacam konspirasi,
sesuatu yang melibatkan Stasi, BND, dan mungkin CIA juga.
Amat besar, sehingga sampai hari ini, mereka harus menghentikannya.
Ya.
Konspirasi yang melibatkan CIA, Stasi, dan BND?
Jika kita bekerja sama, kau harus ikuti aturanku, paham?
Aturanku adalah berhenti membunuh orang.
Itu tidak baik.
Aturanmu?
Ya!
Baiklah.
Tim?
Tak ada lagi pembunuhan?
Ya.
Maka, kita satu tim.
- Orang Jerman Timur? - Dengan koper.
Kenapa aku harus bunuh orang Jerman Timur?
Entahlah, kau beri tahu aku.
Apa ini?
Cokelat Halloren.
Baiklah, apa yang dilakukan orang Jerman Timur dengan setelan baru
di diskotek Berlin Barat, tempat dia dibunuh oleh Stasi?
Dia pasti pembelot.
Kenapa lagi aku harus membunuhnya?
Oke, jadi, ada tersangka pembelot yang tak lama sebelum kematiannya,
terlihat membawa koper, yang tak dia lepaskan dari pandangannya.
Mungkin penyerahannya dilakukan di sana.
Tentu saja, serah terima!
Baik, serah terima.
Benar, kita dalam kisah mata-mata. Dinas rahasia, pembelot.
Kisah mata-mata apa yang tak melibatkan koper cepat atau lambat? Benar? Benar.
Langkah kita selanjutnya adalah cari tahu lokasi koper ini dan apa isinya.
Kau bajingan bodoh!
Apa, Kleo? Tunggu. Sial!
Halo?
- Sayang, ada apa? - Kau tak apa?
- Ya. - Selamat malam.
Selamat malam. Petzold dari Divisi Penipuan.
- Di mana wanita itu? - Di mana Mark?
Wanita apa?
Kami diberi tahu kau diancam oleh seorang wanita.
- Di mana dia? - Tak ada wanita di sini.
Di mana wanita berpistol itu?
Semuanya baik. Tak ada wanita di sini.
- Kau tak apa? - Ya, aku baik.
- Boleh kami mengecek? - Aku melihatnya.
Tidak. Permisi.
Aku minta maaf.
Aku khawatir istriku bermasalah dengan kecemburuan,
terutama setelah dia minum-minum.
Andai itu lelucon. Ini...
- Apa kau minum-minum? - Apa?
Ya. Maafkan aku. Tugasmu yang lain lebih penting.
Terima kasih sudah mengecek.
Baiklah. Terima kasih. Semoga malammu menyenangkan.
- Terima kasih. - Dah. Semoga harimu menyenangkan.
Terima kasih.
Jenny, tolong tunggu. Jenny, tunggu. Tunggu sebentar!
- Jenny. Biar kujelaskan. - Aku muak dengan semua ini. Aku muak!
- Kau tak mendengarkan. - Selalu!
Tidak, hentikan.
Akan kuangkat.
Wolf?
Ini aku. Aku ada info baru. Datanglah ke Tacheles sekarang.
Andi?
Besok sif larut malam? Baik. Terima kasih.
- Hei. - Hei.
Boleh bicara?
Semua urusan polisi itu adalah kesalahpahaman besar.
Jenny... Maksudku, pacarku,
dia pikir aku dalam bahaya karena kau
berbahaya.
Namun, aku belum bilang siapa pun. Sungguh.
Jadi, jangan masukkan lagi aku ke daftar targetmu.
Aku ingin kita terus bekerja sama
karena kurasa kita bisa menjadi
tim yang keren.
Benar.
Baiklah.
Oke.
Ya, jadi, Jenny mengusirku,
dan...
Kau bisa tidur di sofa.
Di sofa itu atau...
TELEPON UMUM
Angkatlah.
- Ya? - Ini aku, Uwe.
Kau berutang garasi baru, Kamerad.
Namun, baiklah,
aku tahu beberapa hal yang mungkin menarik.
- Baik. Apa itu? - Aku tahu kenapa Firma mengorbankanmu.
Kau seharusnya membunuh pria di Big Eden. Lalu, kesalahan dibuat.
Aku juga tahu kenapa Andi tak datang semalam.
Bagaimana kau tahu?
- Kau bekerja untuk siapa? - Kau pilih tempat bertemu, Kleo.
- Bersama kita bisa membalikkan keadaan. - Baiklah.
Di suatu tempat di mana ada banyak orang. Kafe Internasional. Sekarang.
Berhenti mengetuk, Berengsek, dan tunggu giliranmu!
- Wolf. - Kafe Internasional. Club Cola.
Apa maksudnya?
Apa kalian bercinta?
Apa?
Aku tanya apa kalian bercinta, kau dan Kleo.
Apa hubungannya denganmu?
Tidak.
Aku juga tak boleh menidurinya.
Sepertinya dia tak tertarik.
Mau sarapan? Ada roti gulung siap panggang.
Di mana Kleo?
Baru saja pergi.
- Apa? - Baru saja pergi.
Ke mana?
Kafe Internasional.
- Kenapa dia ke sana? - Entahlah. Dia tak bilang.
Dia tak suka pertanyaan atau bercinta.
Bisa berhenti bilang "bercinta"?
Kau suka berpesta?
Kau terlihat begitu.
Aku mungkin akan segera membuka kelab. Techno.
Aku butuh mesin asap.
Kau tahu berapa harga mesin asap?
Aku tak tahu.
Kata apa yang kau pakai untuk "bercinta"?
Kau punya pistol?
- Tentu saja. Kau? - Ya.
Kau memakai penyadap?
Jangan bodoh.
- Tunjukkan. - Kau mau seorang striptis?
Baiklah.
Tunjukkan.
Baiklah.
Sosialisme belum berakhir.
Kita tak akan dianeksasi.
Kita tak berteman, tapi kini kita saling membutuhkan.
"Saling"?
Uwe, apa maksudmu?
Buka matamu.
- Tak ada kata "kita" lagi. - Mau pesan apa?
Aku tidak, terima kasih.
Club Cola.
Katakan semua yang kau tahu.
Kesalahan apa yang dibuat saat itu, dan soal Andi?
Jerman Timur memberi kita segalanya. Sosialisme yang membentuk kita.
Kita tak boleh sembunyi.
Kita bisa lakukan banyak hal lebih baik dari kapitalis.
Ya, bahkan Club Cola kita lebih baik.
Semua gula di otak orang Barat...
Uwe!
Kau tak bilang kau tak tahu siapa yang kau perjuangkan.
Kau selalu di baris pertama, paling depan.
Benar, Kleo? "Selalu siap," ya?
Sialan!
Astaga!
Minggir!
Sialan!
Terjemahan subtitle oleh Lysa Weiss
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.