All language subtitles for E4-The Abominable Bride_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Namaku Sherlock Holmes alamatku 221B Baker Street.

Selamat sore!

Ya, dia selalu begitu.

Hari yang buruk?

Kemarin kau pindah dengannya,

sekarang memecahkan kejahatan bersama.

Lihat kau gembira. Tidak pantas.

Siapa peduli kepantasan? Permainan, Ny. Hudson, dimulai!

Jangan jadikan pahlawan, John.

Tak ada pahlawan, kalaupun ada, bukan aku.

Akan kubakar jantungmu.

Benar. Ini pasti berhasil.

- Kau pakai celana? Oke. - Tidak.

Ingatlah aku seperti ini, wanita yang mengalahkanmu.

Tak pernah ada monster.

Sherlock!

Akhirnya kita di sini.

- Selamat tinggal, John. - Sherlock!

Itu akan membunuhmu.

Oh, kau brengsek!

Tegangnya berburu, darah bergejolak,

hanya kita berdua melawan seluruh dunia.

Tunggu!

Kita haus berkoordinasi.

Aku minta keajaiban lagi. Kau berhenti mati.

Aku dengar.

Diam! Kau bukan pemecah masalah, bukan.

Kau ratu drama!

Ada orang yang hampir mati.

Permainan dimulai, pecahkan!

Dia Napoleon pemerasan.

Kau tak bisa jadi pahlawan kali ini, Tn. Holmes.

Aku sosiopat yang cerdas.

Tak ada penjara untuk mengurung Sherlock

tanpa ada kerusuhan setiap hari.

Namun, alternatifnya memerlukan persetujuanmu.

Untuk saat terbaik, John.

Kau merindukanku?

Kau merindukanku?

Bagaimana bisa?

Bagaimana pengasingan?

Baru empat menit.

Yah, kuharap kau sudah belajar.

Siapa butuh aku?

Kangen aku?

Inggris.

Perang Afgan kedua banyak memberi penghargaan dan promosi.

Tapi bagiku, itu bukan apa-apa selain kegagalan dan bencana.

Aku kembali ke Inggris dengan badan hancur

dan masa depan suram.

Dalam situasi seperti itu, tentu saja aku ke London.

Tempat besar untuk berkumpul semua penganggur

dan pemalas di Kerajaan.

Watson!

Stamford.

Ingat?

Kita bersama di Bath?

Ya, tentu saja. Stamford.

Ya ampun!

Kau dari mana? Kau sekaku penyerok daun!

Aku bisa pulang, banyak yang tidak beruntung.

Jadi, apa sekarang?

Mmm, aku perlu tempat tinggal.

Tempat bagus dan terjangkau. Tidak mudah.

Kau orang kedua yang berkata begitu hari ini.

Hmm? Siapa yang pertama?

Ya ampun!

Itu eksperimen, tampaknya.

Memukul mayat untuk tahu berapa lama masih bisa memar.

Ada manfaat medisnya?

Aku tidak yakin.

Aku juga.

Jadi, siapa temanmu ini?

Permisi!

Kuharap kami tak mengganggu.

Kau pernah bertugas di Afganistan.

Dr. Watson, Tn. Sherlock.

Refleks yang bagus. Kau bisa.

Maaf?

Ada kamar di dekat Taman Regent.

Kita bisa sewa berdua.

Kamar? Siapa bicara soal kamar?

Kuberi tahu Stamford pagi ini

aku perlu teman penyewa.

Dia muncul dengan pria

militer berkulit gelap dan luka baru.

Menunjukkan keikutsertaan di Afghanistan

dan kepergian dari sana yang mendadak.

Kesimpulannya jelas terlihat.

Kita bicarakan besok malam.

Ada hukuman gantung di Wandsworth

dan aku tak ingin ketinggalan.

Hukuman gantung?

Ada kepentingan profesional.

Aku juga bermain biola dan merokok.

- Kuharap tidak masalah. - Tidak...

Dan kau jelas terbiasa tidak mengakhiri kalimat.

Kita pasti cocok.

Besok malam, pukul tujuh.

Oh, namaku Sherlock Holmes

alamatku 221B Baker Street.

Ya, dia selalu seperti itu.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Koran!

Koran!

Koran!

Koran!

Ini.

Bagaimana The Blue Carbuncle?

Sangat populer, Dr. Watson.

Akan ada pembunuhan bulan depan?

Akan kubicarakan dengan penjahat.

Kalau kau tak keberatan.

Apa itu dia?

Dia di dalam mobil?

Oh! Bukan, bukan sama sekali.

Eh, selamat siang.

Selamat Natal, Tn. Holmes!

Tn. Holmes.

Kau tak memberi tahu kapan akan pulang.

Aku juga tak tahu, Ny. Hudson.

Itu masalahnya dengan orang udik.

Mereka sulit mengikuti jadwal.

- Apa isinya? - Lupakan.

Terima kasih.

Menangkap pembunuh, Tn. Holmes?

Pembunuhnya, kakinya belum.

Kurasa itu seri.

Dan kulihat kau terbitkan cerita lagi, Dr. Watson.

Ya, kau suka?

Tidak.

Oh!

- Aku tak pernah suka. - Kenapa?

Aku tak bilang apa-apa, kan?

Menurutmu, aku hanya mengantar tamu dan melayanimu sarapan.

Dalam cerita, secara umum, memang itu tugasmu.

Apaku?

Jangan merasa tersisih, Ny. Hudson.

- Aku hampir tak muncul di kisah anjing. - Anjing?

Aku pemilik tanah, bukan bagian plot.

Maksudmu The Hound of the Baskervilles?

Kau buat kamarnya suram dan gelap.

Salahkan ilustrator. Tak terkendali!

Aku harus berkumis agar orang mengenaliku.

Bertahun-tahun aku mendapat kehormatan

menceritakan keberanian temanku, Tn. Sherlock Holmes,

kadang sulit untuk memilih

kasus mana yang harus disajikan pada pembacaku.

Beberapa masih tertalu sensitif,

yang lain terlalu baru dalam ingatan publik.

Tapi dalam semua petualangan kami,

tak ada kasus yang lebih melelahkan mental dan fisik temanku

daripada kasus Pengantin yang Mengerikan.

Ya ampun!

Ny. Hudson!

Ada wanita di ruang duduk!

Itu disengaja?

Dia klien.

Dia memaksa untuk menunggumu.

Bisakah kau, eh, duduk?

Kau tanya apa keinginannya?

Kau yang tanya!

Kenapa tidak kau tanya?

Bagaimana bisa? Aku tak pernah bicara!

Ya ampun, beri dia beberapa baris, dia bisa membuat kita kelaparan!

Selamat sore, aku Sherlock Holmes.

Teman dan kolegaku, Dr. Watson.

Kau bebas bicara dia takkan mengerti.

Holmes!

Namun, sebelumnya, begini pengamatanku.

Selera humormu tinggi

yang kau gunakan untuk meringankan penderitaan.

Kau baru menikah dengan pria yang cukup berada

yang meninggalkanmu

untuk teman wanita yang tidak bermoral.

Datang ke biro sebagai jalan terakhir

dengan harapan masih bisa rujuk.

Ya ampun, Holmes!

Semua ini, tentu saja, jelas terlihat dari parfummu.

Parfumnya?

Ya, parfum yang memberiku wawasan dan bencana untukmu.

Bagaimana bisa?

Karena aku mengenalinya dan kau tidak.

- Mary. - John.

Kenapa kau berpura-pura menjadi klien?

Karena tak ada cara lain untuk menemui suamiku.

Suami.

Itu masalah intrik internasional.

Itu pembunuhan pria udik.

Masalahnya mendesak.

Aku tak keberatan kau pergi, sayang. Aku keberatan kau tinggalkan aku!

- Kau bisa apa? - Oh, apa kerjamu?

Kecuali mondar-mandir, mencatat, tampak terkejut.

Cukup!

Panggung ditata, tirai diangkat.

Kita siap mulai.

Mulai apa?

Kadang untuk pecahkan masalah, harus pecahkan yang lain.

Kau punya kasus? Baru?

Kasus lama, sangat lama.

Aku harus mendalami.

Dalami apa?

Diriku sendiri.

Lestrade, jangan diam di pintu dan masuk.

Kau tahu itu aku?

Cara berjalan sangat jelas.

Lebih ringan dari Jones, lebih berat dari Gregson.

Aku baru datang.

Ny. Hudson tak mau bicara.

Kurasa dia menjadi kritikus sastra dengan menggunakan satire.

Tren nyonya modern yang meresahkan.

Kenapa kau datang saat tak bertugas?

Kau tahu aku tak bertugas?

Yah, sejak kau datang,

kau arahkan 40% komentarmu ke botol anggurku.

Watson, beri inspektur yang diinginikannya.

Jadi, Lestrade,

apa yang bisa kami bantu?

Oh, bukan soal pekerjaan, aku hanya mampir.

Kunjungan sosial?

Ya, ingin memberi kalian ucapan selamat.

- Selamat Natal. - Selamat Natal.

- Selamat Natal. - Selamat Natal.

Sudah selesai.

Sekarang, Inspektur, kenapa kau datang,

tapi malu mengatakannya?

- Siapa bilang ada yang terjadi? - Kau.

Tanpa pembicaraan sebenarnya.

Eh, eh, eh, Holmes.

Diagnosismu salah.

Perbaikilah, Dokter.

Dia tidak ingin, dia butuh minum.

Dia tidak malu, dia takut.

Boswell-ku belajar.

Mereka tumbuh cepat.

Watson, pulihkan keberanian Scotland Yard.

Inspektur, duduklah.

Sebenarnya aku tidak takut.

Takut adalah bijak saat bahaya.

Tak perlu malu.

- Terima kasih. - Dari awal.

Kau!

Jangan! Tolong!

Jangan!

Kau!

Sebentar.

Kapan ini?

Kemarin pagi.

Wajah pengantin, seperti apa deskripsinya?

Putih seperti mayat, mulut seperti luka segar.

Puisi atau sebenarnya?

Banyak yang bilang keduanya sama saja.

Ya, idiot. Puisi atau sebenarnya?

Kulihat sendiri wajahnya setelah itu.

- Setelah apa? - Kau...

Atau aku.

Yang benar, Lestrade.

Wanita ledakkan otaknya di muka umum

dan kau perlu bantuan menemukan siapa yang salah.

Kurasa Scotland Yard semakin buruk.

Bukan itu alasanku.

- Aku menduga. - Siapa namanya? Si pengantin?

Emelia Ricoletti. Kemarin hari jadi pernikahannya.

Polisi, tentu saja, dipanggil.

Mayatnya dibawa ke kamar mayat.

Prosedur standar. Kenapa kau menduga sesuatu?

Karena yang terjadi berikutnya.

Lime House.

Beberapa jam kemudian.

Thomas Ricoletti,

suami Emelia Ricoletti.

Mungkin ke kamar mayat untuk mengenali istrinya.

Ternyata, dia tak perlu ke sana.

Jangan lupakan aku

Jangan lupakan aku

Ingat si perawan

Kau siapa?

Kenapa kau lakukan ini?

Katakan kau siapa?

Kau ingat lagu kita, sayang?

Kunyanyikan saat menikah.

Emelia?

Kau sudah mati. Tak mungkin di sini, kau mati.

Aku cantik tidak, Thomas?

Secantik saat kita menikah.

Siapa...

Apa-apaan ini?

Seperti apa kelihatannya, teman?

Ini pernikahan senapan.

Sampai mati memisahkan kita.

Dua kali, dalam kasus ini.

Luar biasa.

Tak mungkin.

Bunuh diri di jalanan. Pembunuhan oleh Mayat.

Kau memanjakan kami.

Topi dan jaketmu.

- Ke mana? - Kamar mayat.

Harus bergegas,

yang jarang diucapkan tentang kamar mayat.

Aku hanya duduk di sini?

Tidak. Sayang, kami nanti lapar.

Holmes, satu hal, jas di kamar mayat?

Kebutuhan saat sang iblis bermain, Watson.

Nyonya.

Aku ikut kampanye, kau tahu.

Hah? Kampanye?

Suara untuk wanita.

Kau setuju atau menentang?

Keluar.

Ooh, ooh.

Oh! Mereka sudah pergi lagi?

Entahlah.

Kehidupan mereka yang sibuk.

Ya.

Mereka.

Oh, lupakan saja. Oh!

Hampir lupa, ini untukmu.

Oh.

Mmm-hmm.

Ny. Hudson, beri tahu suamiku aku pulang terlambat.

Ada urusan mendesak.

Semuanya baik?

Oh, kau tahu, hanya... Teman yang membutuhkan.

Oh, sayang, teman apa?

Inggris.

Itu sama sekali tidak jelas.

Siapa bertugas di kamar mayat?

Kau tahu siapa.

Selalu dia.

Katakan idiot mana yang melakukannya.

Untuk keselamatan semua orang.

Wanita ini sudah mati.

Setengah kepalanya hilang. Dia bukan ancaman!

Katakan pada suaminya, ditutupi di sebelah sana.

Kejadian di Lime House,

kurasa bukan perbuatan wanita mati.

Hal yang lebih aneh terjadi.

Seperti?

Ya...

- Hal aneh. - Kau bicara seperti anak kecil.

Ini perbuatan manusia. Di mana dia?

Holmes.

Hooper.

Kau, kembali bekerja!

Jadi?

Datang untuk mengejutkan kami dengan tipuan sihir.

Ada yang perlu kuperhatikan?

Tidak ada, Tn. Holmes.

Kau boleh pergi kapan saja.

Dr. Hooper, aku undang Tn. Holmes.

Kerja sama. Itu perintah.

Ada dua hal menarik,

seperti katamu dalam cerita Dr. Watson.

Aku tak bilang.

Ya, sebenarnya, sering.

Pertama, ini Emelia Ricoletti.

Dia telah dikenali. Tanpa keraguan, itu dia.

Siapa di Lime House tadi malam?

Itu juga Emelia Ricoletti.

Tak mungkin dia.

Dia sudah mati, di sini.

Dia dikenali oleh suaminya beberapa detik sebelum mati.

Tak perlu bohong, tak mungkin salah.

Sopir taksi mengenalinya. Itu pasti dia.

Tapi dia tak bisa di dua tempat pada saat yang sama, kan?

Tidak, Watson, hanya satu tempat untuk orang yang meninggal.

- Holmes, mungkin kembar? - Tidak.

- Kenapa tidak? - Karena bukan kembar.

Emelia tak punya saudara perempuan.

Kakak laki-lakinya mati empat tahun lalu.

Mmm...

Mungkin kembar rahasia.

Apa?

Kembar rahasia.

Mmm? Kau tahu?

Kembar tak dikenal.

Semua ini bisa direncanakan.

Sejak mereka lahir,

dia bisa melihat masa depan.

Bukan kembar, Watson!

Lalu apa teorimu?

Lebih tepatnya, apa masalahmu?

- Aku tak mengerti... - Kenapa kau takut?

Belum ada alasan kuat yang membuatmu minum anggurku.

Dan kenapa kau tahan wanita mati?

Ah, itu hal menarik lainnya.

Noda darah pada jarinya.

Ada banyak kemungkinan.

Memang.

Ada satu hal lagi.

Tadi belum ada.

Itu juga.

Kau!

Kau!

Kau!

Holmes.

Senjata di mulut,

peluru tembus otak,

belakang kepala hilang.

Bagaimana dia selamat?

Emelia, maksudmu.

Maaf.

Bukan pria, wanita.

Ya, tentu saja

Terima kasih atas kasus yang menarik.

Akan aku kirim telegram begitu aku pecahkan. Watson.

Luka tembak penyebab kematiannya,

tapi ada tanda penurunan berat badan.

Mungkin setelah mati.

Kita butuhkan semua informasi.

Dia jadi awas setelah Ayah pergi?

Aku awas dalam banyak hal,

seperti Holmes tidak tahu yang lain.

- Sungguh? - Ya.

Sungguh.

Luar biasa, yang harus dilakukan untuk maju di dunia pria.

Kenapa dia bilang begitu?

Kembali bekerja.

Holmes, kau pasti punya teori.

Belum.

Ini perairan dalam, Watson, dalam sekali.

Aku harus selami lebih dalam.

Baru setelah beberapa bulan

kami menemukan kelanjutan dari kasus aneh ini.

Dalam keadaan yang sangat tak terduga.

Sekarang ada lima?

Semua sama, semuanya.

Diamlah. Ini sangat penting.

Yaitu?

Kemiringan sumbu bumi, harus kupelajari.

Apa itu?

Entah. Masih kupelajari.

Kukira kau tahu semuanya.

Tentu saja tidak.

Pemborosan otak. Aku fokus.

Apa pentingnya ini?

Apa pentingnya lima pembunuhan membosankan?

Tidak membosankan. Lima pria mati.

Dibunuh di rumah, beras di lantai, seperti di pernikahan

dan tulisan "kau" dengan darah di dinding!

Itu dia. Si pengantin.

- Dia bangkit lagi. - Terpecahkan.

Tak bisa kau pecahkan!

Sudah. Mudah sekali.

Insiden Ny. Ricoletti misterius,

pembunuh dari kubur

banyak diberitakan di koran.

Orang memalsukan pembunuhan mereka

sebagai ulah hantu

untuk membingungkan Scotland Yard yang tolol.

Itu dia, terpecahkan.

Temui Ny. Hudson saat kau keluar. Dia ingin terlibat.

Kau yakin?

Pasti. Pergilah. Watson!

Aku siap. Topi dan bootmu. Kita ada janji penting.

Bukannya Dr. Watson pindah beberapa bulan lalu?

Benar, ya?

Dengan siapa aku bicara selama ini?

Atas nama Scotland Yard yang sangat tolol,

kursi itu kosong.

Benar, ya?

Bagus sekali kalau begitu.

Kukira dia membaik.

Ah!

Kau dari mana?

Maaf, aku terlambat pagi ini.

Kau tak bisa merebus telur?

Tungkunya jarang dipakai. Debu di mana-mana.

Hampir kau hancurkan bootku mengikis lumpurnya!

Kalau bukan istriku yang mengurus staf,

aku urus sendiri. Di mana istriku?

Maaf, tuan, nyonya sudah pergi.

- Pergi? Sepagi ini? - Ya, tuan.

- Kau tidak tahu? - Ke mana?

Dia selalu pergi.

Tidak berbeda darimu, tuan.

Maaf?

Hanya mengamati.

Tak ada yang memintamu mengamati.

Maaf, maksudku

kalian jarang bersama lagi, tuan.

Kau hampir kurang ajar.

Istriku akan membicarkannya denganmu.

Baik, tuan.

Kapan kau akan bertemu dia?

- Dengar... - Oh, hampir lupa.

- Tuan, ada telegram. - Kau lupa?

Tidak, hampir lupa.

Apa kesibukanmu pagi ini?

Membaca ceritamu di The Strand.

Kau suka?

- Kenapa aku tak disebutkan? - Pergilah.

Apa dari apa?

Kemiringan dari sumbu bumi.

"Datanglah," katamu, kukira penting.

Ya. Kemiringan ekuator Bumi

dari jalur matahari di bidang angkasa.

Kau bercanda.

- Kenapa? Aku pintar. - Agar terdengar pintar.

Oh, aku tahu.

Kau tahu apa?

Kita akan bertemu dengan orang yang lebih pintar dari kamu.

Diam.

Ssst.

Maaf, apa? Oh.

Siapa pun yang ingin mempelajari kemanusiaan, ini tempatnya.

Praktis, karena punggungmu selalu menempel di kursi.

- Selamat pagi, saudaraku. - Sherlock. Dr. Watson.

- Kau tampak sehat, tuan. - Sungguh?

Aku kira aku tampak besar.

Omong-omong, tingkat konsumsimu

sangat merusak kesehatan.

Jantungmu...

Jangan cemas, Watson.

Ada satu ruang besar tempat organ itu berada.

Ini turunan.

Oh, aku tidak mengkritik.

Kalau terus seperti ini, paling lama lima tahun lagi.

Lima? Kami kira tiga, benar kan, Sherlock?

Aku masih berpikir empat.

Seperti biasa, kau tidak mengamati.

Lihat perubahan warna mataku,

cincin lemak di sekitar kornea.

Ya, kau benar.

Taruhan tiga tahun, empat bulan 11 hari.

- Taruhan? - Kau tak setuju.

Dia senang bersaing,

dia bisa mati lebih awal.

Itu risiko yang harus kau ambil.

Kau berjudi dengan hidupmu.

Lebih menarik dari berjudi dengan orang lain.

Tiga tahun, kalau kau makan itu.

Jadi.

Kutunggu kau beberapa hari lalu tentang kasus Manor House.

Kukira kau kehilangan bakatmu.

- Tidak, terpecahkan.. - Adams, tentu saja.

Ya, Adams.

Pembunuhan cemburu.

Dia menulis makalah Astronomi Kerajaan

tentang kemiringan sumbu bumi.

Lalu membaca makalah lain yang lebih baik.

- Ya, aku sudah baca. - Kau mengerti?

Tentu saja, aku mengerti. Sederhana sekali.

Bukan, kau mengerti pembunuhan cemburu?

Tak mudah bagi pemikir besar menerima orang lain yang lebih besar.

Kau panggil aku hanya untuk menghinaku?

Ya. Tentu saja tidak.

Itu kesenangan besar.

Kau bisa jelaskan kenapa...

Cara hidup kita terancam musuh yang tak terlihat.

Yang ada di dekat kita setiap hari.

Musuh ini ada di mana-mana,

tak terdeteksi,

tak bisa dihentikan.

Sosialis?

Bukan sosialis, Dokter, bukan.

- Anarkis? Orang Prancis? - Bukan.

Pendukung pemilu?

Ada kelompok orang yang tak kau khawatirkan?

Dr. Watson sangat waspada.

- Jelaskan. - Tidak, selidiki.

Ini pemikiranku. Kau harus menegaskannya.

Aku memberi kalian kasus.

- Orang Skotlandia. - Orang Skotlandia!

Kalian tahu teori baru tentang paranoia?

Ooh, seperti bahasa Serbia.

Dia akan menghubungi. Lady Carmichael.

Tangani kasusnya.

Musuh ini, bagaimana melawan

kalau tidak kau ceritakan?

Tidak kita kalahkan.

Kita harus kalah.

Kenapa?

Karena mereka benar.

Dan kita salah.

Kasus Lady Carmichael, apa itu?

Tenang, kasus itu menarik.

- Aku tak bilang begitu. - Kau begitu.

Sudah kau pecahkan.

Di kepalaku, aku ingin kau, eh...

Menyelidiki.

Lalu apa solusinya?

Di mana menariknya?

Kau mau, Sherlock?

Ini pengalihan besar.

Dengan satu syarat.

- Makan puding plum lagi. - Sebentar lagi.

Dua tahun, 11 bulan, empat hari.

Semakin menarik. Tik tok, tik tok.

Tik tok.

Terima kasih, Wilder.

Tn. Malice ingin bertemu, Tn. Holmes.

Ah! Beri aku lima menit. Aku harus menang taruhan.

Lebih baik 15 menit.

Tik tok.

Tn. Holmes, aku ingin minta saran.

Itu mudah.

- Dan bantuan. - Tak selalu mudah.

Sesuatu terjadi, Tn. Holmes. Sesuatu yang...

Tidak biasa dan...

- Mengerikan. - Kau beruntung.

"Beruntung."

Itu spesialisasiku. Ini sangat menjanjikan.

Holmes.

Katakan, apa yang mengganggumu?

Aku...

Aku berpikir lama dan keras,

lalu aku teringat bahwa

suamiku teman kakakmu dan mungkin melalui dia...

Aku tak yakin ini urusanmu, Tn. Holmes.

Tidak?

Tuhan bantu aku...

Kurasa ini urusan pendeta.

Dan apa ancamanmu di pagi hari, sayang?

Bekerja keras menyulam?

Pertemuan melelahkan para pembuat topi?

Aku harap kau bercanda, Eustace.

Apa itu?

Eustace?

Daniel, Sophie, bermainlah.

- Tapi, Mama... - Lakukan, cepat.

Eustace, apa artinya?

Kematian.

Apa?

Artinya kematian.

Eh, tidak ada. Tak ada artinya.

Aku salah.

Sayang, kau pucat sekali.

Tidak ada apa-apa.

Eustace...

Kau simpan amplopnya?

Dihancurkan suamiku.

Tapi kosong. Tak ada nama atau alamatnya.

Katakan, Sir Eustace pernah ke Amerika?

- Tidak. - Bahkan sebelum kalian menikah?

Setahuku, tidak.

Mmm.

Lanjutkan ceritamu yang menarik.

Insiden itu terjadi Senin pagi yang lalu.

Rabu, dua hari berikutnya suamiku melihatnya.

Siapa?

Eustace?

Dia mengejarku, Louisa.

Oh, Tuhan, bantu aku. Dosaku telah datang.

Siapa yang mengejarmu?

Eustace, kau menakutiku!

Lihat! Lihat!

Kau melihatnya?

Tidak ada siapa pun.

Hilang.

Kau simpan banyak rahasia. Ini salah satunya?

Siapa yang kau lihat?

Itu dia.

Itu si pengantin.

Kau tak lihat apa pun?

Tidak.

- Suamimu jelaskan... - Tidak.

Sampai pagi tadi.

Eustace!

Eustace!

Eustace!

Eustace!

Ahh!

Sial!

Eustace!

Kau di mana? Ini aku.

Jangan lupakan aku

Jangan lupakan aku

Ingat si perawan

Ingat

Kau siapa?

Kau harus bicara. Kau siapa?

Eustace.

Bicaralah, demi Tuhan!

Dia...

Dia Emelia Ricoletti.

Bukan kau.

Jangan!

Tolong.

Malam ini, Eustace Carmichael,

kau akan mati.

- Holmes? - Ssst, Watson.

Emelia Ricoletti, si pengantin.

- Kau tahu nama itu? - Maafkan Watson.

Dia senang mengatakan hal yang jelas seperti maniak.

Bagaimana suamimu pagi ini?

Dia tak mau membicarakannya.

Aku mendorongnya untuk pergi.

Tidak, dia harus di sana.

Dia tidak dalam bahaya?

Ada yang ingin membunuhnya, tapi itu bagus.

Tak bisa menjebak tanpa umpan.

Suamiku bukan umpan.

Bisa, kalau kita bermain baik. Sekarang, dengar.

Kau harus pulang.

Kami naik kereta berikutnya.

Harus bergegas. Eustace mati malam ini.

- Holmes! - Dan harus kita hindari.

- Pasti. - Pasti dihindari.

Adikku menangani kasus itu, tentu saja.

Aku mengandalkanmu untuk mengawasi.

Dia tak boleh curiga kau bekerja untukku.

Jelas, Watson?

Kau bisa mengandalkan aku, Tn. Holmes.

- Kau tak berpikir... - Tidak, kau juga.

Kau tak tahu pikiranku.

Kau akan bilang ada nuansa mistis

dalam hal ini dan aku tertawa di wajahmu.

Si pengantin, Holmes.

Emelia Ricoletti, wanita mati yang berjalan di Bumi.

- Kau luar bisa, Watson. - Aku?

Sejak kapan kau punya imajinasi?

Mungkin sejak meyakinkan publik

bahwa pecandu liar adalah seorang pahlawan.

Ya, seperti kau sebutkan, itu sangat menarik.

Kau bisa tenang karena tak ada hantu di dunia ini.

Kecuali yang kita buat sendiri.

Maaf, apa katamu?

"Hantu buatan kita sendiri," apa maksudmu?

Somnambulisme.

Maaf?

Aku berjalan sambil tidur.

Itu kondisi yang umum. Kukira kau dokter.

Semua ini...

...mimpi buruk.

Termasuk isi amplop yang kau terima?

Itu lelucon yang buruk.

Bukan itu yang dirasa istrimu, tuan.

Dia histeris, suka membayangkan.

Tidak.

Maaf apa katamu tadi?

Tidak, dia tidak histeris.

Dia wanita yang cerdas dengan persepsi langka.

Istriku melihat teror di biji jeruk.

Istrimu bisa melihat dunia

yang orang tak tahu nilainya.

Benar begitu?

Kau simpulkan dari mana, Tn. Holmes?

Dia menikahimu.

Kurasa dia bisa menemukan alasannya.

Aku akan menyelamatkanmu malam ini.

Tapi, jelaskan hubunganmu

dengan kasus Ricoletti.

Ricoletti?

Ya. Selengkapnya.

Belum pernah dengar wanita itu.

Menarik, aku tidak bilang dia wanita.

Kami akan pergi.

Sampai jumpa lagi besok pagi.

Tidak akan!

Kalau begitu aku akan tangani pembunuhanmu. Selamat siang.

Kau sudah mencoba.

Bisa berikan ini pada Lady Carmichael?

Terima kasih, selamat sore.

Apa itu?

Lady Carmichael tidur sendiri pura-pura

sakit kepala, semua pintu dan jendela akan dikunci.

Kau pikir hantunya...

Eh, si pengantin akan membujuk Sir Eustace keluar lagi?

Pasti. Untuk apa ada ancaman itu?

"Malam ini kau akan mati."

Dia takkan mengikutinya?

Sulit menebak yang akan dia lakukan.

Rasa bersalah merusak jiwanya.

Bersalah? Apa?

Di masa lalunya. Biji jeruk pengingatnya.

- Bukan lelucon? - Bukan sama sekali.

Biji jeruk adalah peringatan kematian dari Amerika.

Sir Eustace tahu itu,

seperti dia tahu kenapa dia harus dihukum.

Dengan Emelia Ricoletti?

Sepertinya.

- Kita punya masa lalu, Watson. Hantu. - Mmm.

Bayangan yang menentukan hari kita.

Sir Eustace tahu dia diincar.

Dia takut lebih dari kematian.

Dia percaya akan diseret ke neraka

oleh mayat hidup Ny. Ricoletti.

Tak masuk akal?

Oh, ya. Kau bawa revolver?

Untuk apa melawan hantu?

Tepat. Kau bawa?

- Ya, tentu. - Ayo, Watson.

Permainan sudah dimulai.

- Turun, ya ampun. - Maaf.

Kram.

Lampunya masih menyala?

Ya.

Itu Sir Eustace.

Dan Lady Carmichael.

Rumahnya tidur.

Mmm, ini malam terpanjangku.

Sabar, Watson.

Baru tengah malam.

Kita jarang duduk berdua seperti ini.

Kuharap begitu. Pembunuhan di lutut.

Dua teman lama ngobrol,

bergosip,

antar pria.

- Dia wanita luar biasa. - Siapa?

Lady Carmichael.

Wanita keahlianmu, Watson.

Aku percaya.

Kau suka dia, persepsi yang langka.

Kakinya jenjang.

Kulihat saat dia masuk ruangan.

- Terlalu baik untuknya. - Menurutmu?

Kau berpikir begitu.

Tidak, aku tak punya pendapat.

Ya, kau punya.

Pernikahan bukan keahlianku.

- Kenapa tidak? - Ada apa denganmu?

Jam yang kau pakai, ada fotonya.

Kulihat seklias. Aku yakin itu Irene Adler.

Bukan sekilas.

Kau tunggu aku tidur dan melihatnya.

Ya, benar.

Kau pikir aku tak tahu?

Irene Adler.

Lawan yang tangguh, petualangan hebat.

- Foto bagus. - Lalu kenapa?

Kenapa kau ingin sendiri?

Kau sehat, Watson?

Itu pertanyaan aneh?

Dari alienis Wina, tidak.

Dari dokter tentara, ya.

Holmes, apa pun yang terjadi,

aku teman terdekatmu.

Aku setuju.

Aku sedang mencoba melakukan

percakapan normal.

- Jangan. - Kenapa kau ingin sendiri?

Kalau hubungan romantis, Watson,

kurasa itu maksudmu, seperti sering kujelaskan,

aku tak punya emosi sama sekali.

Gangguan instrumen sensitif.

- Retak di lensa. - Retak di lensa. Ya.

Begitulah. Sudah kukatakan.

Aku menulisnya.

Kau mengutip dirimu dari The Strand.

- Ya, tepat. - Itu kalimatku, bukan kamu.

Itu versimu yang kutampilkan.

Otak tanpa hati,

mesin penghitung.

Kutulis semuanya, Holmes,

pembaca percaya, tapi aku tidak.

Kutulis pendapatku ke editormu.

Kau hidup, bernapas. Kau punya kehidupan, punya masa lalu.

- Apa? Punya apa? - Kau pasti punya...

- Kau tahu. - Tidak.

Pengalaman.

Berikan revolvermu, tiba-tiba aku perlu gunakan.

Holmes, kau darah dan daging.

punya perasaan, punya...

Kau pasti punya...

Gejolak batin.

Ya Tuhan, aku tak sabar

diserang hantu pembunuh.

Sebagai teman, yang mengkhawatirkanmu,

kenapa kau seperti ini?

Oh, Watson.

Tak ada yang membuatku.

Aku membuatku.

Membuatku?

Ya ampun!

Apa yang kita lakukan?

Kita berbincang saja?

Ny. Ricoletti, kurasa.

Malam yang menyenangkan, bukan?

Tak mungkin nyata, Holmes.

Tidak, tak mungkin.

- Terkunci? - Sesuai perintah.

Ada jendela pecah?

Hanya satu jendela yang harus kita pecahkan.

- Tetap di sini, Watson. - Apa? Tidak.

Semua pintu dan jendela terkunci.

Ini jalan keluar, kau di sini.

Suaranya dekat sekali, pasti di sisi ini.

Tetap di sini!

Hentikan!

Jangan!

Kau berjanji menjaganya, kau janji.

Kau...

Kau manusia, aku tahu.

Pasti.

Tak ada gunanya berdiri dalam gelap.

Ini abad kesembilan belas.

Jangan lupakan aku.

Jangan lupakan aku.

Dia di sana, di bawah.

Kau tinggalkan tempatmu.

Apa? Holmes, dia di sana, aku lihat.

Kosong, berkat kamu.

- Burungnya terbang. - Tidak!

Holmes, tidak seperti itu. Aku lihat dia, hantunya.

Tidak ada hantu!

Apa yang terjadi, di mana Sir Eustace?

Mati.

Kau tak perlu salahkan dirimu sendiri.

Tidak, kau benar.

Senang kau mengerti.

Watson juga salah.

Kami berdua merusak kasus ini.

Aku bertugas melindunginya,

dia tewas, belati di dadanya.

Kau berniat menyelidiki pembunuhannya.

Karena aku yakin itu tidak perlu.

Bagaimana, Dokter?

Dia ditusuk dengan kekuatan besar.

Pria, kalau begitu.

Mungkin.

Pisaunya tajam sekali, mungkin juga wanita.

Teorinya, ya, tapi kita tahu pelakunya, aku melihatnya.

- Watson. - Aku lihat hantunya.

Kau hanya melihat dugaanmu.

Katamu aku tak punya imajinasi.

Gunakan otakmu,

eliminasi yang mustahil,

dalam hal ini hantu.

Lihat jejaknya,

solusinya sangat jelas,

Lestrade saja bisa tahu.

- Terima kasih. - Lupakan hantu dari dunia lain.

Hanya satu tersangka, dengan motif dan peluang.

Mungkin ada pesan.

Ada pesannya.

Lalu ada jendela pecah lainnya.

Jendela lain mana?

Tepat, tidak ada.

Satu-satunya jendela pecah adalah

yang kami masuki, tapi sebelum itu

kami mendengar suara... Apa katamu?

- Maaf? - Tentang pesan, apa katamu?

- Pembunuhnya tinggalkan pesan. - Tidak.

Ada pesan di belati, pasti kau lihat.

- Tidak ada. - Ya!

Tak ada pesan saat kutemukan mayatnya.

Holmes?

Apa itu?

Apa kau?

Aku apa?

Dari mana itu? Kutinggalkan di tempat kejadian.

Tempat kejadian?

Dari mana kau dapat istilah itu?

Kau kehilangan dia?

- Moriarty sudah mati. - Tapi...

Mayatnya tak ditemukan.

Harusnya ada kalau profesor matematika didorong ke air terjun.

Logika dikalahkan oleh melodrama.

Ringkasan hidupmu.

Dari mana kau dapat istilah itu?

Berat badanmu naik?

Kau lihat aku kemarin. Apakah itu mungkin?

- Tidak. - Tapi ini aku, bertambah besar.

Bagaimana menurut penyelidik kejahatan terbaik di Inggris?

- Di Inggris? - Kau terlibat dalam, Sherlock,

lebih dalam dari yang kau duga.

- Sudah buat daftar? - Daftar apa?

Semuanya.

Kita butuh daftar.

Anak pintar.

Tidak, aku belum selesai.

Moriarty mungkin berpendapat lain.

Dia mencoba menggangguku.

Menyimpangkanku.

Ya, dia retak di lensa, lalat di dalam minyak gosok.

Virus dalam data.

Aku harus selesaikan ini.

Jika Moriarty bangkit dari Kawah Reichenbach,

dia akan mencarimu.

Aku akan menunggu.

Ya.

Aku takut kau akan begitu.

Dua hari dia seperti itu.

- Dia sudah makan? - Sedikit pun tidak.

Hari besar untuk pers. Ada utusan di luar.

Mereka selalu di sana. Aku tak bisa mengusirnya.

Aku harus membuatkan teh.

Kenapa kau buatkan teh?

Entahlah. Aku biasa begitu.

Katanya hanya satu tersangka

lalu dia pergi dan tak mau menjelaskan.

Aneh, karena dia suka itu.

Katanya sederhana, aku bisa pecahkan.

Aku yakin dia berlebihan.

Sedang apa dia, menurutmu?

- Katanya menunggu. - Untuk apa?

Sang iblis.

Aku tak heran. Semuanya terlibat di sini.

- Kabari aku kalau ada perubahan. - Ya.

Semua yang akan kukatakan sudah terlintas di benakmu.

Jawabanku mungkin di benakmu.

Seperti peluru.

Itu kebiasaan buruk

memegang senjata terpicu di saku bajumu.

Atau kau senang melihatku?

Maafkan kewaspadaanku.

Aku tersinggung jika tidak.

Jelas, aku membalas keramahan.

Aku suka ruanganmu.

Baunya sangat...

Jantan.

Aku yakin kau sudah terbiasa.

Kau selalu pergi berpetualang untuk The Strand.

Katakan, ilustrator pergi denganmu?

Kau harus berpose?

Saat berpikir?

Aku tahu keenam kali kau berkunjung ke sini

saat aku pergi.

Aku tahu.

Omong-omong, ranjangmu nyaman sekali.

Kau tahu debu itu sebagian besar kulit manusia?

Ya.

Rasanya tidak sama. Kau ingin kulitmu segar.

Sedikit kering.

Kau ingin duduk?

Begitulah manusia, kau tahu?

Debu, menunggu disebarkan. Sampai ke mana-mana, kan?

Setiap kau bernapas, menari, setiap sinar matahari, bekas orang.

Menyenangkan, pasti.

Duduklah...

Tak bisa berkilat terus.

Boleh kutembakkan?

Hanya membersihkan.

Hentikan, kita tak perlu mainan untuk saling membunuh.

Apa nikmatnya?

- Duduklah. - Apa yang kau inginkan?

- Kau memilih ke sini. - Kau tahu itu tidak benar.

Apa maumu, Sherlock?

Kebenaran.

Itu.

Kebenaran membosankan.

Kau tak berharap aku muncul di tempat kejadian, kan?

Sir Eustace yang malang.

Dia layak mendapatkannya.

Kau tak membunuhnya.

Oh, lalu kenapa?

Tidak masalah, hentikan.

Kau tak peduli Sir Eustace, pengantin atau apa pun.

Hanya satu hal di sini

yang menarik untukmu.

Aku tahu maksudmu.

Pengantin masukkan senjata ke mulut ledakkan kepalanya.

lalu dia kembali.

Tak mungkin,

tapi dia lakukan.

Kau ingin tahu caranya. Bagaimana?

Benar, kan?

Duniamu hancur, tak mengetahuinya.

Kau coba hentikan aku.

Menggangguku...

Karena mengingatkanmu pada kasus lain?

Semua ini pernah terjadi.

Tak ada yang baru di dunia ini.

Apa itu? Apa itu? Apa kasusnya?

Hah? Kau ingat?

Di ujung lidahku. Di ujung lidahku.

Sudah di ujung lidahku.

Sudah di ujung...

...lidahku.

Demi dinding Ny. Hudson, kuingatkan

kau gerakkan jarimu dan kau akan mati.

Mati itu seksi yang baru.

Maaf?

Mati...

itu seksi baru.

Kuberi tahu, yang akan meniup sarang laba-laba.

Bagaimana kau bisa hidup?

Kelihatannya bagaimana?

Hah?

Hah?

Kau bisa jujur. Terlihat jelas?

Kau hancurkan otakmu, bagaimana bisa hidup?

Mungkin sisir bagus.

Aku lihat kau mati.

Kenapa kau tidak mati?

Karena bukan jatuh yang membunuhmu, Sherlock.

Seharusnya kau tahu. Bukan jatuhnya.

Tidak pernah jatuhnya.

Tapi mendaratnya.

Kita mendarat, tuan.

Kita mendarat.

Di mana kita?

Halo.

Kurasa penerbanganmu nyaman, pak.

Pengasingan yang lebih singkat dari perkiraan, saudaraku.

Tidak cukup, mengingat OCD-mu.

- Aku harus kembali. - Apa?

Aku... hampir ketemu.

Apa maksudmu?

Kembali? Kau tak pergi jauh.

Ricoletti dan istrinya, kau tak tahu?

Tentu tidak. Tak masuk akal, Sherlock.

Itu kasus terkenal dari 100 tahun yang lalu.

Ada di hard drive.

Dia seperti mati, tapi dia kembali.

Seperti Moriarty?

Menembak kepala... Seperti Moriarty.

Kau baru tahu, kita baru tahu.

Dia muncul di setiap TV di Inggris.

Ya, jadi?

Lima menit sejak Mycroft menelepon.

Apa yang kau lakukan?

Tepatnya, apa yang kau lakukan?

- Dalam istana pikiranku. - Tentu.

Bereksperimen.

Bagaimana cara kupecahkan kasus itu, jika aku di sana tahun 1895?

Oh, Sherlock.

Aku tahu rinciannya.

Aku di sana, semuanya. Aku terlibat.

Tentu saja.

Kau baca blog John?

Cerita kalian bertemu.

Membantu melihat diriku dari matanya.

Aku jauh lebih pintar.

Kau pikir ada yang percaya?

Dia bisa, aku tahu.

Istana pikiran seperti seluruh dunia di kepalanya.

Ya dan aku harus kembali ke sana.

Istana pikiranku adalah teknik memori. Aku tahu kemampuannya.

Dan aku tahu yang tidak bisa.

Mungkin ada satu dua hal yang aku tahu dan kau tidak.

Oh, ada.

Kau buat daftar?

Beratmu naik.

Rompimu lebih baru dari jaketmu...

Hentikan. Kau buat daftar?

- Daftar apa? - Semua, Sherlock.

Semuanya.

Tidak, bukan, dia semacam tak sadar.

Aku pernah lihat.

Kami punya perjanjian, sejak hari itu.

Setiap kali kutemukan dia,

di lorong atau penginapan murah,

selalu ada daftar.

Dia tak mungkin membuatnya dalam lima menit tadi.

Dia mabuk sebelum naik peswat.

Tak terlihat mabuk.

Pecandu pandai menipu.

Aku pengguna, bukan pecandu.

Hilangkan kebosanan

kadang mendorong pemikiranku.

Ya ampun, kau bisa mati.

Jika terkontrol tidak fatal, tidak memakai tak membuatmu abadi.

Kau sedang apa?

Aku mencari Emelia Ricoletti.

Ya, kurasa perlu.

Aku bisa mengakses arsip MI5 level atas.

Ya, itu yang kucari.

Bagaimana keamanan MI5?

Itu ide yang bagus.

Emelia Ricoletti, tak terpecahkan. Seperti katanya.

Kalian bisa diam? Aku harus kembali.

Aku hampir sampai saat kalian masuk dan berteriak.

"Berteriak"? Kami mengganggu sesimu?

Sherlock, dengarkan.

Itu hanya mendorongmu.

Aku tidak marah.

Oh, melegakan. Aku khawatir.

Tidak, tunggu. Aku tidak cemas.

Aku dulu membantumu.

Akan kubantu lagi.

Aku akan selalu membantumu.

Ini salahku.

Tak ada hubungannya denganmu.

Seminggu di sel, aku pasti menyadarinya.

Menyadari apa?

Sel terpisah akan menguncimu dengan musuh terberatmu.

Oh, demi Tuhan.

Morfin atau kokain?

Apa katamu?

Aku tak bilang apa-apa.

Tidak, kau bilang,

"Apa hari ini? Morfin atau kokain?"

Holmes?

Morfin atau kokain, yang mana hari ini?

Jawab aku, brengsek.

Moriarty di sini.

Moriarty mati.

Aku naik jet.

Apa?

Kau di sana, Mycroft.

Kau tak ke mana-mana, Holmes.

Kau tak bergerak.

Katakan. Morfin atau kokain?

Kokain. Larutan 7%.

- Kau ingin coba? - Tidak.

Aku ingin mencari

setiap ons benda ini

dan membuangnya.

Akan kuhentikan.

Kalau begitu kuingatkan, dengan keras,

siapa yang tentara siapa yang pecandu narkoba.

Kau bukan tentara, kau dokter.

Dokter tentara, bisa patahkan tulangmu

sambil menyebut namanya.

Watson temanku,

kau biarkan emosi mengganggu pemikiran.

Tak boleh dalam kasus.

Kau sudah berjanji.

Aku hanya mengutip ceritamu.

Dengar.

Aku senang menjadi tolol untukmu.

Aku akan mengikutimu seperti idiot,

membuatmu tampak pintar, jika itu maumu.

Tapi demi Tuhan!

Naikkan standarmu.

Kenapa?

Orang mengandalkanmu.

Siapa, kenapa? Karena cerita idiotmu?

Ya, karena cerita idiotku.

Tn. Holmes.

Tn. Holmes. Telegram, Tn. Holmes.

Ada apa? Ada masalah?

Dari Mary.

Mary? Kenapa dia?

- Dia dalam bahaya. - Bahaya?

Kita harus bergegas.

Itu kokain yang bicara?

Mary dalam bahaya apa? Pasti dia berkunjung dengan teman.

Ayolah!

Apa yang terjadi?

Kau cukup sehat?

Untuk Mary. Jangan ragukan, Watson.

Tak pernah.

Holmes.

I'm fine. I'm fine!

Bukan yang itu.

Yang ini.

Kenapa?

Kau Sherlock Holmes, pakai topinya.

Taksi! Taksi!

Katakan, di mana dia?

Beri tahu aku. Apa yang terjadi?

Oh, Watson.

Bagaimana kita habiskan waktu jika kau tak bertanya?

Sherlock, katakan di mana istriku,

brengsek, atau kupukul kau sampai pingsan.

Holmes, di mana dia?

Gereja yang tak diakui.

Dia merasa menemukan solusinya. Hanya karena itu,

dia membahayakan dirinya.

Kau pandai memilih istri.

Apa-apaan?

Kutemukan mereka.

Apa ini, Mary?

Ini tempatnya, John. Pusat konspirasi.

Ya ampun. Tempat apa ini?

Apa yang kau lakukan?

Aku sudah menyelidiki.

Tn. Holmes memintaku.

Holmes, kenapa?

Bukan dia, yang pintar.

Ternyata aku tak bisa melakukannya sendiri.

Teoriku Ny. Ricoletti dibantu,

oleh teman-temannya.

Bravo, Mary. "Yang pintar"?

Kukira aku kehilanganmu.

Kukira mungkin kita...

Saling mengabaikan.

Kau yang pindah.

Aku bicara dengan Mary.

Kau bekerja untuk Mycroft?

Dia suka mengawasi adiknya.

Kau punya mata-mata.

Pernah terpikir

istrimu bukan perawat?

Tentu, tidak.

Karena dia tahu kemampuan perawat.

Kapan kau tahu?

Baru sekarang.

Pasti sulit.

Menjadi adik lamban.

Waktu jalan terus, konsentrasi.

Ya, baiklah.

Apa semua ini? Apa yang ingin mereka capai?

Sebaiknya kita cari tahu.

Maaf, aku tak tahan melihat gong. Atau sentuhan dramatis.

Tak terduga.

Sepertinya kalian merasakan hal yang sama.

Sempurna.

Teater canggih.

Pertunjukan yang bagus.

Emelia Ricoletti bunuh diri,

lalu kembali dari kubur dan membunuh suaminya.

Jadi...

Bagaimana caranya?

Coba kita urutkan.

Ny. Ricoletti mendapat perhatian semua orang dengan baik.

Kau!

Jangan.

Kau...

Atau aku?

Dia masukkan revolver ke mulut,

revolver lain yang ditembakkan.

Ada yang menyemprot darah ke tirai,

jadi kematiannya disaksikan

oleh kerumunan yang takut di bawah.

Mayat pengganti,

sangat mirip Ny. Ricoletti,

menggantikannya dan dibawa ke kamar mayat.

Bunuh diri kecil di mata Scotland Yard.

Sementara, Ny. Ricoletti menghilang.

Sekarang bagian yang pintar.

Ny. Ricoletti membujuk kusir, yang mengenalnya.

untuk menemui suaminya di luar kedai opium favoritnya.

Panggung sempurna untuk drama sempurna.

Kau siapa? Apa yang kau inginkan?

Emelia?

Pengenalan positif.

Ny. Ricoletti bangkit dari kubur,

dengan sedikit riasan bagus,

dan kau dapatkan amarah hantu pendendam.

Tinggal satu hal lagi.

Tenang. Tanpa air mata.

Tinggal menukar Ny. Ricoletti asli

dengan mayat di kamar mayat.

Kali ini, jika ada yang mengenalinya,

akan positif, benar-benar dia.

Kenapa dia lakukan?

Mati untuk menegaskan?

Ada martir di setiap perjuangan.

Setiap perang punya misi bunuh diri, dan jangan salah, ini perang.

Separuh manusia berperang dengan yang lain.

Tentara tak terlihat di dekat kita.

Mengurus rumah kita.

Mengasuh anak-anak kita.

Terabaikan. Terhina.

Tak dianggap.

Tak boleh ikut memilih.

Tetap tentara, siap bangkit untuk perjuangan terbaik.

Mengubah ketidakadilan yang setua umur kemanusiaan.

Jadi, Watson, Mycroft benar.

Kita harus kalah perang ini.

Dia sekarat.

- Siapa? - Emelia Ricoletti.

Ada gejala jelas penurunan berat badan.

Dia tak bisa hidup lebih lama.

Jadi, dia ingin kematiannya berarti.

Dia kenal masyarakat rahasia Amerika.

Bisa mengikuti metode menggunakan ketakutan dan intimidasi

secara publik, memperhadapkan Sir Eustace Carmichael

dengan dosa masa lalunya.

Dia mengenalnya di Amerika.

Menjanjikan semuanya.

Pernikahan, kedudukan.

Lalu dia dapat yang diinginkannya.

Dan membuangnya.

Emelia terkucil dan miskin.

Hooper.

Holmes.

Untuk catatan, Holmes,

aku tak tertipu.

Kenapa aku tak disebut, tuan?

Emelia mengira dia bahagia dengan Ricoletti.

Tapi...

Suaminya juga kasar.

Emelia Ricoletti teman kita.

Kau tak tahu bagaimana bedebah itu memperlakukannya.

Tapi pengantin, Holmes, kita melihatnya.

Ya, Watson, benar.

Suara kaca pecah.

Bukan jendela.

Hanya tipuan teater.

Tak mungkin, Holmes.

- Tak bisa. - Tidak.

Itu disebut Hantu Putih.

Bayangan di kaca

dari orang yang masih hidup.

Kesalahan mereka

kacanya pecah ketika dipindahkan.

Lihat sekitarmu.

Ruangan ini penuh pengantin.

Begitu dia bangkit,

semua orang bisa jadi dia.

Hantu pembalas dendam.

Legenda untuk meneror

hati setiap pria yang jahat.

Hantu untuk menghukum pria kasar

yang telah lama tertunda.

Kemarahan massal bangkit.

Wanita yang aku...

Kita bohongi.

Khianati.

Wanita yang kita abaikan.

Dan rendahkan.

Setelah ide itu muncul,

tak bisa dihilangkan.

Ini adalah karya satu orang.

Seseorang yang tahu kekejaman Sir Eustace.

Rahasia gelap.

Yang tahu hanya orang terdekatnya, termasuk Emelia Ricoletti.

Wanita yang dikhianati suaminya bertahun-tahun lalu.

Jika kita abaikan hantunya,

hanya ada satu tersangka.

Benar, Lady Carmichael?

Tapi ada satu hal yang tidak masuk akal.

Kenapa menyuruhku

mencegah pembunuhan

yang ingin kau lakukan?

Hmm?

Itu tidak masuk akal. Itu tidak masuk akal.

Tentu saja tidak masuk akal, itu tidak nyata.

Oh, Sherlock.

Ciluk ba.

Tidak.

Tidak. Bukan kau.

Tak mungkin kau.

Maksudku, ayolah, serius.

Kostumnya, senjatanya.

Berbicara sebagai penjahat, kami tidak punya senjata

atau pakaian khusus.

Apa yang terjadi?

Belum cukup konyol bagimu?

Belum cukup Gotik, gila, bahkan untukmu?

Tidak masuk akal, Sherlock.

Karena itu tidak nyata.

Semuanya.

Apa maksudnya?

Semua ada di benakmu.

Sherlock.

Holmes.

Kau bermimpi.

Dia bermimpi?

Itu dia.

Kukira kami kehilanganmu.

Ini yang kau sebut penggunaan terkontrol?

Ny. Emelia Ricoletti, aku harus tahu makamnya.

Apa? Seratus dua puluh tahun lalu?

Ya.

Perlu berminggu-minggu, kalau ada catatannya.

- Bahkan dengan sumberku. - Ketemu.

Aku tak tahu. Ini relevan?

Aku harus tahu aku benar, baru yakin.

- Cara Moriarty? - Ya.

Tak ada yang terjadi, itu di benakmu.

Penyelidikan fantasi.

Kejahatan seperti kujelaskan.

Nisan dari teman-temannya.

Apa yang akan kau temukan?

Aku harus mencoba.

Ny. Ricoletti dikubur di sini, tapi mayat yang lain?

Yang menggantikannya setelah bunuh diri.

- Pasti dipindahkan. - Tapi ke mana.

Tidak di sini.

Tapi itu...

Itu yang mereka lakukan.

Pasti ada orang dalam.

Menemukan mayat seperti

Molly Hooper ketika...

Kita tak harus mengulangnya, kan?

Kau akan melakukannya?

Alasan kita ke sini.

Aku harus tahu.

Omongan pecandu.

Penting untukku.

- Tidak, ini kau butuh pembenaran. - John.

Moriarty kembali, ada kasus.

Ini masalah hidup kita.

Ada dalam daftar. Biar kulakukan.

Kau selalu bisa lakukan apa pun.

- Karena itu kau begini. - John, tolong.

Aku tak bercanda, Sherlock.

Kalau kau siap bekerja, telepon aku.

- Aku ajak Mary. - Kau apa?

- Mary mengajakku. - Lebih baik.

- Dia benar. - Lalu kenapa?

Dia selalu benar, membosankan.

Kau mau bantu?

Cherchez la femme.

Ya ampun.

Petinya kosong.

Pasti dikubur di bawahnya.

Pasti dikubur di bawah peti.

Sial, Sherlock.

Mungkin mayatnya dibuang dengan cara lain.

Tak hanya mungkin.

Itu sudah lama sekali.

Ada masalah yang lebih mendesak.

Moriarty?

Bangkit dari kematian?

Jangan lupakan aku.

Jangan lupakan aku.

Oh, aku tahu.

Aku masih belum bangun?

Terlalu dalam, Sherlock.

Selamat, kau manusia pertama

yang terkubur di benaknya sendiri.

Suasananya melodramatis, kan?

Untuk kau dan aku?

Tidak sama sekali.

Kau apa?

Kau tahu aku apa.

Aku Moriarty.

Napoleon kejahatan.

Moriarty mati.

Tidak di benakmu.

Aku tak pernah mati di sana.

Kau sebut otakmu hard drive.

Perkenalkan virusnya.

Begini kita akan berakhir.

Selalu di sini.

Selalu bersama.

Otakmu cerdas, Moriarty.

Aku kagum.

Kusimpulkan mungkin setara dengan otakku.

Aku tersentuh.

Merasa terhormat.

Tapi dalam hal pertempuran kita

di tepi jurang,

kau akan masuk ke air.

Orang pendek.

Oh, kau pikir kau besar dan kuat, Sherlock?

Tidak denganku.

Aku kelemahanmu.

Kau akan kukalahkan.

Setiap kali kau tersandung,

setiap kali kau jatuh,

saat kau lemah,

aku ada di sana.

Tidak.

Jangan melawan.

Lemaskan badanmu!

Kita akhiri bersama?

Selalu bersama, kan?

Pada akhirnya,

selalu hanya kau dan aku.

Profesor, tolong menyingkir dari temanku,

Kurasa perhatianmu mengganggunya.

Tidak adil, kalian berdua.

Kami selalu berdua.

Kau tak baca The Strand?

Berlutut, Profesor.

Tangan di belakang kepala.

Terima kasih, John.

Sejak kapan kau panggil aku John?

Kau akan terkejut.

Tidak akan.

Saatnya bangun, Sherlock.

Aku penutur, tahu kapan aku dalam cerita.

Tentu saja.

Tentu kau tahu, John.

Seperti apa dia?

Aku yang lain,

di tempat lain.

Lebih pintar dari kelihatannya.

Sangat pintar kalau begitu.

Sangat pintar.

Oh, kenapa kalian tidak kawin lari saja?

Tidak relevan.

Menyinggung.

Sebenarnya,

kau keberatan?

Tidak sama sekali.

- Itu giliranku. - Benar.

Bagaimana kau ingin bangun?

Ooh...

Aku harus berpikir seperti ini.

Kau yakin?

Di antara kita, John, Aku selalu selamat dari air terjun.

Bagaimana?

Mudah sekali, Watson.

- Kangen aku? - Sherlock, kau baik?

Tentu saja. Kenapa tidak?

Kau overdosis. Harus ke rumah sakit.

Tak ada waktu.

Aku harus ke Baker Street.

Moriarty kembali.

Kuharap begitu,

jika itu menyelamatkanmu.

Tak perlu itu.

Aku punya yang asli.

Aku harus bekerja.

Sherlock,

kau janji?

Kenapa kau di sini?

Meminta ampunan untukku atau apa?

Selayaknya seorang kakak.

Dr. Watson.

Rawatlah dia.

Tolong.

Sherlock, tunggu. Jelaskan.

Moriarty hidup, lalu?

Aku tak bilang dia hidup, aku bilang kembali.

Dia mati?

Pasti mati. Dia ledakkan kepala.

Tak ada yang selamat.

Aku hanya perlu overdosis untuk membuktikan.

Moriarty sudah mati.

Tak ada pertanyaan.

Yang lebih penting,

aku tahu apa yang akan dilakukannya.

Mesin terbang, ini, eh, alat telepon,

fantasi gila apa itu?

Itu hanya pemikiranku tentang dunia masa depan

dan bagiamana kita di sana.

Dari setetes air, ahli logika harus simpulkan

kemungkinan Atlantik atau Niagara.

Atau Reichenbach.

Kau sudah menulis kasus ini?

- Ya. - Hmm.

Diubah sebagai salah satu kegagalanku?

Tentu saja.

"Petualangan..."

"Tentara Tak Terlihat"?

"Liga Pendendam"?

"Rezim Monster"?

Kurasa lebih baik...

Pengantin yang Mengerikan.

- Agak seram. - Pasti laku.

Ada pembunuhannya juga.

Kau ahlinya.

Untuk ceritamu...

sendiri.

Kau yakin hanya pakai larutan 7%?

Kurasa kau tambah dosisnya.

Mungkin aku bersenang-senang.

Mungkin itu akan berlalu.

Aku akan sangat nyaman di dunia seperti itu.

Kurasa aku tidak.

Pendapatku berbeda.

Tapi aku dikenal sebagai orang di luar masanya.

Terjemahan subtitle oleh TP

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.