Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kenapa hari ini?
Mau dengar aku mengatakannya?
18 bulan sejak pertemuan terakhir kita.
Kau baca koran?
- Sesekali. - Dan kau menonton TV?
Kau tahu kenapa aku di sini.
Aku di sini sebab...
Apa yang terjadi, John?
Sher--
Kau perlu ceritakan.
Sahabatku, Sherlock Holmes...
meninggal.
Air Terjun Reichenbach.
JATUHNYA REICHENBACH
Mahakarya Turner,
ditemukan kembali berkat bakat hebat
Tn. Sherlock Holmes.
TIGA BULAN SEBELUMNYA
Ini sebagai penghargaan kami.
Manset berlian. Semua mansetku berkancing.
- Artinya "terima kasih." - Aku?
- Katakan saja. - Terima kasih.
BANKIR TOP DICULIK
Kembali bersama keluargaku, setelah kejadian menakutkan.
Kami berterima kasih pada seorang atas pembebasanku...
Sherlock Holmes.
Jepit dasi. Aku tak pakai dasi.
Pahlawan Reichenbach temukan korban penculikan
Peter Ricoletti.
Nomor satu dalam daftar buron Interpol sejak 1982.
Tapi tertangkap.
Kami berterima kasih pada satu orang atas informasi krusialnya,
dengan semua diplomasi dan taktiknya.
-Sarkasme. -Ya.
Kami semua ikut iuran.
Pakai topinya!
-Pakai topinya! -Ya, Sherlock. Pakai.
Turuti saja.
"Pakar"? Pakar Sherlock Holmes.
- Semua dapat. - Apa?
Julukan tabloid.
SuBo, Nick Licik.
Aku mungkin akan dapat.
Halaman 5, kolom 6, kalimat pertama.
Kenapa selalu foto bertopi?
"Bujang John Watson."
- Topi apa itu? - Mereka siratkan apa?
- Peci? Kenapa mukanya dua? - Penguntit rusa.
"...sering dilihat bersama
- John Watson." - Bagaimana kau untit rusa dengan topi?
Mau diapakan, buang?
- "Bujang John Watson." - Frisbee?
Keterlaluan.
- Perlu lebih hati-hati. - Bersayap.
Sayap kuping. Ini topi kuping. Apa maksudmu lebih hati-hati?
Artinya, ini bukan topi penguntit rusa. Ini topi Sherlock Holmes.
Maksudku kau bukan lagi cuma detektif swasta.
- Kau hampir tenar. - Oh, akan lewat.
Semoga. Pers akan berbalik, Sherlock.
Selalu. Mereka akan balik menyerangmu.
Amat mengesalkamu.
- Apa? - Omongan orang soal aku.
Aku tak paham. Kenapa kau kesal?
Jangan tarik perhatian. Cari kasus kecil minggu ini.
Jangan masuk berita.
MENARA LONDON 11:00
Cuma-- Pergi ke sana.
MAHKOTA PERMATA
Itu teleponmu.
Terus begitu.
Jadi, kau baru bicara dengannya amat lama?
Henry Fishguard tak bunuh diri.
Pelari Bow Street ketinggalan semua.
Kasus mendesak?
Semua mendesak sampai dipecahkan.
Taruh kunci di sana.
Maaf, Pak.
Ada benda logam? Kunci, ponsel?
Ya. Lewatlah.
Terima kasih.
- Mau kopi, Kawan? - Ya, kenapa tidak?
Obligasi di tujuh. Saham Telkom Belanda jatuh.
Terima kasih, Harvey.
BANK INGGRIS 11:00
Bagaimana menurutmu?
Tolak pembebasan bersyarat, kembalikan hukum gantung.
Ayo mulai.
Ini darurat. Mohon keluar...
Saya harus minta Bapak keluar.
- Ada pembobolan. - Bukan divisi kita.
Akan kau kehendaki.
Brankas.
STATUS BRANKAS BRANKAS TERBUKA!
Sekuriti Menara London diretas? Kok bisa?
Bilang kita menuju sana.
Satu lagi. Pembobolan lain.
Bank Inggris!
Sekuriti mati, Pak. Gagal berfungsi.
- Di mana sekarang? - Penjara Pentonville.
Oh, tidak!
Jangan buru-buru.
Akan kuangkat, boleh?
- Ini. - Nanti, aku sibuk.
- Sherlock. - Nanti.
Dia kembali.
AYO MAIN. TOWER HILL. JIM MORIARTY X.
- Kaca itu lebih kuat dari apa pun. - Tak sekuat karbon kristal.
Dia pakai berlian.
TANGKAP SHERLOCK
PENCURI PERMATA DISIDANG DI BAILEY
DETEKTIF AMATIR DIPANGGIL JADI SAKSI AHLI
-Siap? -Ya.
- Tolonglah! - Mundur!
- Tn. Holmes! - Mundur! Biarkan lewat!
- Terima kasih. Aku dapat. - Tn. Holmes!
- Ingat-- - Ya.
-Ingat-- -Ya.
Ingat mereka bilang apa. Jangan coba sok pintar--
Dan buat simpel dan singkat.
Jangan sampai saksinya dianggap pintar.
Pintar boleh saja. Tapi jangan sok pintar.
- Aku akan jadi diriku. - Kau dengar aku?
- Hari ini, berdiri di luar... - Ini sidang terbesar abad ini...?
Sidang James Moriarty...
James Moriarty, didakwa mencoba...
...mencoba curi Mahkota Ratu.
Di Old Bailey, pahlawan Reichenbach Sherlock Holmes...
Tolong selipkan tanganmu dalam ke sakuku?
Terima kasih.
Kerajaan lawan Moriarty, silakan menuju Sidang 10.
Kau dia.
Salah toilet.
- Aku penggemar berat. - Jelas.
Aku baca kasusmu. Ikuti semuanya.
Tandatangani bajuku, bisa?
Ada dua jenis penggemar.
Tangkap sebelum bunuh lagi, jenis A.
- Apa jenis B? - Kamarmu cuma dekat.
Tebak yang mana aku.
- Bukan keduanya, - Benar?
Kau bukan penggemar.
Goresan di lenganmu itu. Sisi meja.
Kau mengetik cepat, mungkin. Tertekan, mengejar deadline.
- Itu saja? - Noda tinta di pergelanganmu
dan tonjolan di saku jaketmu.
- Beri petunjuk? - Nodanya disengaja.
Untuk buktikan aku sebagus omongan orang.
Minyak. Dipakai untuk cetak koran.
Tapi dioles dengan ujung jari.
Jarimu. Jurnalis.
Tak mungkin tanganmu jadi kotor di percetakan.
- Sengaja untuk mengujiku. - Wow, aku suka kamu.
Aku bahan artikel bagus. "Sherlock Holmes, pria di bawah topi."
Kitty... Riley.
Senang kenalan dengamu.
Tidak, supaya kau tak perlu minta.
Aku tak mau diwawancara. Tak mau uangnya.
Kau dan John Watson. Cuma teman? Boleh kutulis tidak juga?
Ada banyak gosip di pers tentangmu.
Nantinya, kau perlu orang di pihakmu.
Seseorang untuk membetulkan cerita.
Kau pikir kau cocok untuk itu?
Aku pintar. Kau bisa percayai aku.
Sepenuhnya.
Pintar? Baik. Jurnalis penyelidik.
Baik. Tatap aku dan katakan kau lihat apa..
Jika memang ahli, tak perlu wawancara, kau bisa cuma...
baca apa yang kau perlu.
Tidak?
Baik, giliranku. Kutatap kau dan kulihat seorang
yang menunggu berita besar supaya diperhatikan editor.
Kau pakai rok mahal yang dikelim dua kali.
Rok mewah satu-satunya.
Dan tak mampu manikur terlalu sering.
Kulihat orang lapar. Aku tak lihat pintar.
Jelas tak bisa dipercaya,
tapi kau akan kuberi kutipan. Tiga kata saja.
Kau... memuakkan... aku.
- Konsultan kriminal. - Ya.
Kata-katamu. Bisa kau jelaskan jawabanmu?
James Moriarty bisa disewa.
- Seorang tukang? - Ya.
Bukan yang reparasi pemanas?
Yang atur bom atau pembunuhan.
Aku yakin dia bisa reparasi ketelmu.
- Kau deskripsikan dia-- - Mengarahkan.
Mengarahkan saksi. Dia keberatan, hakim dukung.
- Tn. Holmes. - Tanya bagaimana kudeskripsikan dia?
Opiniku? Tidakkah mereka mengajarimu ini?
Tn. Holmes, kami tak perlu bantuanmu.
Bagaimana kau deskripsikan orang ini, karakternya?
Kesalahan pertama, James Moriarty bukan orang.
Dia laba-laba.
Laba-laba di tengah jaring.
Jaring kriminal dengan seribu benang dan dia tahu pasti
bagaimana masing-masing menari.
- Dan berapa lama...? - Jangan.
Jangan. Bukan pertanyaan bagus.
Tn. Holmes.
Berapa lama kukenal dia? Bukan penyidikan bagus.
Ketemu 2 kali, total 5 menit. Kutarik pistol. Ia coba ledakkan aku.
Aku rasa ada ikatan istimewa.
Nona Sorrel, Anda serius sebut orang ini pakar?
Setelah kenal terdakwa selama lima menit saja?
Dua menit sudah cukup Lima terlalu banyak.
- Tn. Holmes, itu urusan juri. - Oh, ya?
Satu pustakawan, dua guru, dua pekerjaan penuh tekanan, mungkin di kota.
Ketuanya sekretaris medis, didikan luar negeri.
- Holmes. - Tujuh kawin,
dua punya hubungan gelap.
Minum teh dan biskuit.
- Mau tahu yang makan wafer? - Tn. Holmes!
Kau dipanggil ke sini untuk jawab pertanyaan Nona Sorrel,
bukan untuk pamerkan kecakapan intelektualmu.
Jawab dengan singkat dan relevan.
Lainnya akan dianggap penghinaan.
Menurutmu kau bisa bertahan hidup beberapa menit
tanpa berlagak?!
Apa kubilang? Kubilang, "Jangan sok pintar."
Aku tak bisa buka dan tutup seperti keran.
- Lalu? - Lalu apa?
Kau saksikan semuanya. Di podium, awal hingga akhir.
Seperti kau bilang. Duduk diam, tak bergerak sedikit pun.
Moriarty tak ajukan pembelaan.
Bank Inggris, Menara London, Pentonville.
Tiga tempat teraman di Inggris,
enam minggu lalu dibobol Moriarty tak tahu bagaimana atau kenapa.
- Yang kita tahu... - Dia berakhir di tahanan.
- Jangan lakukan itu. - Lakukan apa?
- Ekspresi. - Ekspresi?
- Kau buat ekspresi itu lagi. - Aku tak bisa lihat, kan?
- Itu mukaku - Dan ekspresinya.
Muka "Kita sama-sama tahu".
- Memang. - Aku tidak.
Sebab itu bikin aku jengkel.
Jika mau permata, Moriarty bisa.
Jika mau bebaskan tahanan, bisa.
Alasan dia masih dipenjara, karena dia pilih begitu.
Ini bagian dari strateginya.
Tn. Crayhill, bisa ajukan saksi pertamamu?
Yang Mulia, kami tidak panggil saksi.
Aku tak paham. Kau ajukan permohonan "tak bersalah."
Namun klienku tidak mengajukan bukti.
Pembela istirahat.
Tuan dan nyonya juri sekalian...
James Moriarty didakwa melakukan beberapa upaya pembobolan.
Kejahatan, yang bila dia ditemukan bersalah,
akan dikenai hukuman penjara amat lama, tapi tim hukumnya telah...
--tim hukumnya telah memiilih tak mengajukan bukti apa pun
untuk dukung permohonan.
Aku rasa posisiku jadi sulit untuk rekomendasikan vonis sepenuh hati
Kau harus vonis dia bersalah.
Bersalah.
Kau harus vonis dia bersalah!
Masuk lagi.
Itu enam menit.
Heran mereka lama betul, sejujurnya.
Ada antrean di toilet.
Sudah capai keputusan yang disetujui semua?
Tak bersalah. Dia dinyatakan tak bersalah.
Tak ada pembelaan dan Moriarty bebas.
Sherlock?
Kau mendengarkan? Dia bebas. Dia akan memburumu. Sher--
Kebanyakan orang ketuk pintu.
Tapi kau bukan kebanyakan orang.
Ceret baru mendidih.
Johann Sebastian akan syok.
- Boleh? - Silakan.
Kau tahu, saat dia sekarat, Bach,
dia dengar putranya di piano mainkan salah satu... karyanya.
Putranya berhenti sebelum selesai.
Dia lompat dari kasur, lari ke piano dan selesaikan.
- Tak tahan dengan melodi tak selesai. - Kau juga.
Tapi jujur saja, kau tak begitu puas.
- Apa? Dengan vonisnya? - Dengan aku.
Bebas lagi.
Tiap dongeng perlu penjahat klasik.
Kau perlu aku atau kau bukan apa-apa.
Karena kita mirip, kau dan aku.
Kecuali kau membosankan.
Kau di pihak malaikat.
Kau datangi juri, tentu saja.
Menara London bisa kubobol, tak bisakah aku cari jalan ke 12 kamar hotel?
Jaringan kabel.
Tiap kamar hotel punya layar TV pribadi.
Dan tiap orang punya titik tekan sendiri,
orang yang mau mereka lindungi dari bahaya.
Amat mudah.
Bagaimana kau akan melakukannya?
Bakar aku?
Oh, itu masalahnya.
Masalah terakhir.
Sudah kau temukan apa itu?
Apa masalah terakhir?
Sudah kuberi tahu.
Tapi apakah kau dengarkan?
Seberapa susahnya bilang "Aku tak tahu"?
- Aku tak tahu. - Itu pintar.
Amat pintar. Pintar sekali.
Omong-omong, sudah kau beritahu temanmu?
- Beritahu apa? - Kenapa kubobol semua itu
- dan tak ambil apa pun? - Tidak.
- Kau paham. - Tentu.
- Ayo. - Mau kubilang yang sudah kau tahu?
Tidak, aku mau bukti kau tahu.
Kau tak ambil apa pun karena tak perlu.
- Bagus. - Kau takkan pernah perlu ambil apa pun.
- Bagus sekali. Sebab? - Sebab tak ada.
Tak ada di Bank Inggris, Menara London, Penjara Pentonville
yang setara nilainya dengan kunci pembobol ketiganya.
Aku bisa buka segala pintu dengan beberapa deret kode komputer.
Tak ada akun bank pribadi sekarang.
Semuanya milikku. Tak ada rahasia. Rahasia milikku.
Kode nuklir, aku bisa ledakkan NATO dalam urutan abjad.
Di dunia kamar terkunci, orang dengan kunci adalah rajanya.
Dan kau harus lihat aku pakai mahkota.
Kau iklankan diri sepanjang persidangan.
Kau tunjukkan pada dunia kemampuanmu.
Dan kau membantu.
Daftar klien besar.
Pemerintah licik, komunitas intelejen.
Sel teror.
Semua mau aku.
Tiba-tiba, aku Tn. Seks.
Kau bisa bobol segala bank. Kenapa peduli penawar tertinggi?
Tidak. Aku cuma suka lihat mereka bersaing.
"Papa paling sayang aku." Orang biasa menggemaskan, kan?
Kau tahu, kau punya John.
Aku harus cari pasangan.
- Kenapa kau lakukan semua ini? - Pasti amat lucu.
Kau tak mau uang atau kekuasaan. Untuk apa semua ini?
Aku mau pecahkan masalah.
Masalah kita. Masalah terakhir.
Akan segera mulai, Sherlock.
Jatuhnya.
Tapi jangan takut.
Jatuh cuma seperti terbang tapi ada tujuan lebih permanen.
Aku tak suka teka-teki.
Belajarlah.
Sebab aku berutang jatuh padamu, Sherlock.
Aku...berutang... padamu.
MORIARTY BEBAS
APA BERIKUTNYA UNTUK PAHLAWAN REICHENBACH?
DUA BULAN KEMUDIAN
ADA MASALAH DENGAN KARTUMU. MOHON TUNGGU.
TERIMA KASIH ATAS KESABARANMU JOHN
KLUB DIOGENES
Maaf, saya mencari Mycroft Holmes.
Bapak tahu apakah dia ada di sini?
Tak bisa dengar aku?
Ya. baiklah. Ada yang tahu?
Ada yang tahu...
di mana Mycroft Holmes? Aku diminta temui dia di sini.
Tak ada. Baiklah Aku tak kelihatan? Bisa lihat aku?
Terima kasih. Aku diminta menemui Mycroft Holmes. Apa--?
Tradisi, John. Tradisi menentukan kita.
Jadi, diam total itu tradisional?
- Tak bisa bilang "tolong gulanya"? - Tigaperempat badan diplomatik
dan separuh anggota dewan pakai troli teh yang sama?
Ini untuk yang terbaik, percayalah.
Mereka tak mau ulang 1972.
- Tapi bisa bicara di sini. - Kau baca ini?
Menarik perhatianku.
Sabtu, mereka bikin sensasi besar.
Aku mau tahu di mana dia dapat informasinya.
Seorang bernama Brook. Kenal namanya?
Teman sekolah, mungkin?
Dari Sherlock?
Tapi bukan itu alasan kuminta kau ke sini.
- Siapa itu? - Tak kenal dia?
- Tidak. - Belum pernah lihat mukanya?
Dia sewa apartemen di Baker Street, dua rumah darimu.
Aku baru mau undang tetangga minum.
Aku tak yakin kau mau.
Sulejmani. Orang Albania tukang pukul. Pembunuh terlatih,
tinggal kurang dari 6 meter dari rumahmu.
Lokasinya bagus.
- Jubilee dekat. - John--
- Apa hubungannya denganku? - Dyachenko, Ludmila.
- Rasanya aku pernah lihat dia. - Pembunuh Rusia.
Dia ambil apartemen di seberangmu
Baik.
Ada pola di sini.
Kenyataannya, empat pembunuh ternama
pindah ke lokasi dekat dari 221B.
- Ada yang mau kau ceritakan padaku? - Aku mau pindah?
Tak susah menebak penyebab umumnya.
- Menurutmu ini Moriarty? - Dia janji akan kembali pada Sherlock.
Jika ini Moriarty, dia sudah mati.
Jika bukan Moriarty, lalu siapa?
Kenapa tak bicara dengan Sherlock jika cemas tentang dia?
Ya, Tuhan. Jangan suruh aku mulai.
Sejarah amat panjang antara kami, John. Utang lama, kekesalan.
Curi semua Smurf-nya? Rusakkan Action Man?
Selesai.
Kita tahu apa yang akan terjadi, John.
Moriarty terobsesi, dia bersumpah hancurkan saingannya.
Kau mau aku awasi adikmu sebab dia tak mau terima bantuanmu
Kalau tak keberatan.
- Permisi. - Maaf.
Sherlock, ada yang aneh--
- Ada apa? - Penculikan.
Rufus Bruhl, duta besar untuk AS.
- Dia di Washington? - Bukan dia. Anaknya.
Max dan Claudette. Umur 7 dan 9. Mereka di St. Aldate
Asrama di Surrey.
Sekolah libur. Semua anak lain pulang.
Beberapa tinggal, termasuk mereka.
Bocah itu hilang.
Duta besar memintamu secara pribadi.
Pahlawan Reichenbach.
Asyik kan bekerja dengan selebritas?
Kami takkan menahanmu lebih lama. Terima kasih.
- Tak apa. - Nona Mackenzie, kepala asrama.
Jangan kasar.
Kau bertanggung jawab atas murid,
tapi kaubiarkan asrama terbuka semalam.
Kau goblok, mabuk atau kriminal? Cepat, jawab!
Semua pintu dan jendela terkunci.
Tak ada yang masuk kamar mereka semalam, aku pun tidak.
- Percayai aku. - Iya, aku mau kau bicara cepat.
Nona Mackenzie perlu dites level alkoholnya.
Enam ribu per kuartal, diharapkan keselamatan anak terjamin.
Anak lain sudah pergi liburan?
Cuma mereka yang tidur di lantai ini. Tak ada tanda masuk paksa.
Penyusup pasti bersembunyi di dalam.
DONGENG GRIMM
Tunjukkan di mana yang laki tidur.
Yang laki tidur di sana tiap malam,
menatap satu-satunya lampu, di luar koridor.
Dia kenali tiap bentuk, tiap profil.
Bayangan semua yang menuju pintu.
Baik, lalu?
Ada yang dekati pintu. Dia tak kenal. Penyusup.
Mungkin dia bisa lihat profil senjata.
Apa yang akan dia lakukan beberapa detik sebelum mereka masuk kamar?
Bagaimana manfaatkan mereka, jika tidak teriak?
Anak laki ini, lelaki kecil ini,
yang baca semau buku spion.
- Apa yang akan dia lakukan? - Dia tinggalkan tanda.
Panggil Anderson.
BANTU KAMI
Minyak biji rami.
Tak banyak gunanya. Tak bawa kita ke penculik.
Hebat, Anderson.
- Betul? - Ya, impresi hebat dari idiot.
Lantainya.
- Dia tinggalkan jejak untuk kita. - Yang laki disuruh jalan di depan.
- Berjingkat? - Tanda cemas.
Kepalanya ditodong pistol.
Yang gadis ditarik di belakangnya, menyamping.
Tangan kirinya menopang leher gadis itu.
Itu ujungnya. Kita tak tahu mereka ke mana dari sini.
Tak menunjukkan apa-apa.
Kau benar, Anderson. Nol.
Kecuali ukuran sepatu, tinggi, gaya jalan dan kecepatannya.
- Menikmatinya? - Mulai.
Mungkin jangan senyum. Anak-anak diculik?
Bagaimana dia bisa lewati CCTV jika semua pintu terkunci?
- Masuk sebelum dikunci. - Orang luar tak bisa masuk begitu saja.
Siapa pun bisa masuk mana pun jika pilih saat tepat.
Kemarin, akhir kuartal, orangtua, staf, sopir di mana-mana.
Apa arti satu lagi orang luar di tengah mereka?
Dia menunggu mereka.
Dia cuma perlu temukan tempat sembunyi.
RUMAN SAKIT ST. BARTHOLOMEUS
- Molly. - Halo. Aku baru mau keluar.
- Tidak. - Aku kencan makan.
- Batalkan. Makan denganku. - Apa?
Perlu bantuanmu. Salah satu pacarmu, coba lacak dia. Dia nakal.
- Moriarty. - Tentu Moriarty.
Jim bukan pacarku. Kami keluar tiga kali. Kuputus.
Curi Mahkota Permata, bobol Bank Inggris,
kabur dari Pentonville.
Demi hukum dan ketertiban, hindari semua upaya hubungan ke depan
Minyak, John.
Minyak di jejak kaki penculik. akan bawa kita ke Moriarty.
Jejak kimia di sepatunya sudah terdeteksi.
Sol sepatu adalah paspornya. Kita bisa lihat ngapain aja dia.
Aku perlu analisis itu.
- Basa. - Terima kasih, John.
- Molly. - Ya.
1. KAPUR
2. ASPAL
3. DEBU BATA
4. TUMBUHAN
Molekul gliserol.
GLISEROL GLISERIN
Kau itu apa?
Apa artinya "Aku berutang padamu"?
Kau bilang, "Aku berutang padamu."
- Kau bergumam sambil kerja. - Tak ada. Catatan mental.
Kau mirip ayahku. Dia almarhum. Oh, maaf.
Tak perlu basa-basi. Sungguh bukan bidangmu.
Saat hampir wafat, dia selalu gembira, menyenangkan.
Kecuali saat dia pikir tak ada yang lihat.
Aku lihat dia sekali.
- Dia kelihatan sedih. - Molly...
Kau tampak sedih... saat kau pikir dia tak bisa lihat.
Kau baik?
Jangan cuma bilang iya, sebab kutahu artinya,
tampak sedih saat kau kira orang tak bisa melihatmu.
- Kau bisa lihat aku. - Aku tak termasuk.
Maksudku, aku mau bilang apakah ada yang bisa kubantu,
apa pun yang kau butuh, segalanya kau bisa dapat aku.
Tidak, maksudku--
Maksudku, jika kau butuh apa-apa.
Sudahlah.
Tapi apa yang bisa kubutuhkan darimu?
Tak ada, aku tak tahu.
Tapi bisakah kau mungkin bilang terima kasih.
Terima kasih.
Aku mau pergi beli keripik. Ada yang kau mau?
Aku tahu kau tak mau apa-apa.
- Mungkin aku-- - Aku tahu kau tak mau.
Sherlock?
Amplop ini ada di kopernya.
- Ada satu lagi. - Apa?
Di pintu kita. Aku temukan tadi.
Ya, dan lihatlah.
Lihatlah, segelnya persis sama.
- Remah roti. - Ada di sana saat aku pulang
Sedikit remah roti, dongeng edisi sampul tebal.
Dua anak dibawa ke hutan oleh ayah jahat
mengikuti jejak remah roti.
Itu Hansel dan Gretel.
Penculik apa tinggalkan petunjuk?
Yang suka pamer, pikir semuanya permainan.
Dia duduk di flat kita dan ucapkan kata-kata ini.
Semua dongeng perlu penjahat klasik yang hebat.
Unsur kelima. Bagian dari dongeng. Rumah penyihir.
Molekul gliserol.
- PGPR. - Apa itu?
Dipakai untuk buat coklat.
Faks ini masuk sejam lalu.
CEPAT MEREKA SEKARAT!
Kau punya apa buat kami?
Kita perlu temukan tempat di mana kelimanya bertemu.
"Kapur, aspal, debu bata, tumbuhan." Apa ini? Coklat?
Kita cari bekas pabrik permen.
Harus dipersempit. Pabrik permen dengan aspal?
Tidak. Terlalu umum Perlu yang lebih khusus.
Kapur, tanah berkapur. Terlalu tipis geologinya.
Debu bata.
Lokasi bangunan. Bata dari 1950-an.
Ada ribuan lokasi bangunan di London.
- Ada yang kusuruh cari. - Aku juga.
Jaringan tunawisma. lebih cepat dari polisi. Lebih gampang disuap.
John.
Rhododendron ponticum.
Ketemu.
- Addlestone. - Apa?
Ada banyak bekas pabrik antara sungai dan taman.
Ayo. Ayo!
POLISI
Oke.
Baik. Kau cari di sana. Cari di mana saja.
Menyebarlah. Menyebar.
Di sana.
Jangan ribut.
Cari di sini.
Tidak. Jangan ribut.
Ini baru saja dimatikan.
Mereka masih di sini!
Bungkus permen. Kau dikasih makan apa?
Hansel dan Gretel.
- Air raksa. - Apa?
Kertas, dicat air raksa. Mematikan. Makin banyak makan--
- Mematikan mereka. - Tak cukup untuk membunuh sendiri.
Kalau makan banyak mereka bisa mati.
Ia tak perlu hadir untuk eksekusi.
Membunuh dengan kendali jarak jauh. Dia bisa seribu km dari sini.
Makin lapar, mereka makan makin banyak, makin cepat mati. Pintar.
Sherlock.
Di sini!
Kau sudah aman. Jangan kuatir.
Baiklah. Yang profesional sudah selesai.
Sekarang giliran yang amatir.
Ingat, dia syok dan umurnya masih 7 tahun, jadi...
- Bisakah kau-- - Tak menjadi diriku.
Ya. Mungkin membantu.
Claudette, aku--
Tidak, aku tahu ini berat buatmu, Claudette. Dengarkan aku.
Keluar!
- Tak masuk akal. - Bocah trauma.
Sherlock mengingatkan dia pada penculiknya.
Jadi, apa katanya?
Belum bilang apa-apa.
- Dan yang laki? - Belum sadar.
Masih di ICU.
Jangan masukkan hati. Aku mau menjerit rasanya saat kau masuk ruang.
Kebanyakan orang juga begitu.
Ayo.
Hebat sekali. Kau temukan anak itu cuma dari jejak kakinya. Luar biasa.
- Terima kasih. - Tak bisa dipercaya.
- Kau baik? - Sedang berpikir.
Ini taksiku, kau yang berikutnya.
- Kenapa? - Kau mungkin bicara.
- Apa ini? Cokelat? - Kita cari bekas pabrik permen.
Keluar!
Masalah?
--bangsa. Perhiasan malam cantik ini kami kirim dari London...
Bisa matikan ini?
Seperti Anda bisa lihat, set ini terdiri dari...
Bisa matikan ini?
Dilengkapi dengan empat...
Halo. Siap dengarkan cerita?
Ini cerita tentang Tuan Pembual Besar.
Jejak kaki.
Cuma itu yang dia punya.
Jejak kaki.
Ya. Kau tahu dia seperti apa. CSI-nya Baker Street.
- Staf kita takkan bisa pecahkan itu. - Sebab itu ia dibutuhkan. Ia lebih baik.
- Itu satu penjelasan. - Apa lainnya?
Tuan Pembual Besar adalah ksatria terberani dan terpandai di meja bundar.
Tapi, ksatria lain mulai jadi bosan dengan ceritanya,
tentang keberaniannya dan berapa naga yang ia sembelih.
Dan mereka mulai bertanya...
apakah cerita Tuan Pembual Besar benar?
- Cuma dia yang bisa temukan bukti itu. - Oh, tidak.
Gadis itu teriak keras saat lihat dia,
pria yang belum pernah dia lihat.
- Kecuali dia pernah lihat. - Maksudmu?
Kau tahu maksudku, tapi tak mau pikirkan itu.
Salah satu ksatria pergi ke Raja Arthur dan bilang:
"Aku tak percaya cerita Tuan Pembual Besar."
Dia cuma pembohong besar
yang mengarang cerita agar dia kelihatan hebat.
Kau tak serius berpikir dia terlibat, kan?
Aku bilang ada kemungkinannya.
Lalu bahkan raja mulai bertanya-tanya.
Tapi itu bukan akhir masalah Tuan Pembual Besar.
Tidak.
Itu bukan masalah akhir.
Tamat.
Hentikan taksi.
Hentikan taksi! Itu apa?
Itu apa?
Gratis.
Awas!
Terima kasih.
Sherlock!
Itu dia. Dia.
Sulejmani sepertinya. Mycroft tunjukkan berkasnya padaku.
Gangster Albania yang tinggal dekat kita.
- Ia mati sebab kujabat tangannya. - Apa?
Ia selamatkan aku, tapi tak bisa sentuh aku. Kenapa?
Pembunuh tinggal di dekat kita.
Mereka tak mau bunuh aku. Mereka harus jaga aku hidup.
Aku punya sesuatu yang mereka semua mau.
- Jika satu mendekatiku... - Yang lain bunuh dia sebelum dapat.
Semua perhatian mereka difokuskan padaku.
Ada jaringan pengawasan yang dekati kita saat ini.
Apa milikmu yang amat penting?
Kita perlu tanya tentang debu.
Detail. Apa yang dibersihkan minggu ini?
Selasa, aku bersihkan lantai--
Di sini. Di sinilah tempatnya. Garis debu putus.
Semua bisa dikembalikan kecuali debu. Debu fasih.
- Dia bicara apa? - Aku tak tahu.
- Kamera. Kita diawasi. - Apa?
Kamera? Di sini?
Aku pakai baju tidur.
LAPORAN RESMI
- Tidak, inspektur. - Apa?
- Tidak. - Aku belum bertanya.
Supaya tak usah kau tanyakan.
- Sherlock-- - Jeritan itu?
- Ya. - Siapa? Taruhan pasti Donovan.
Apakah aku bertanggung jawab atas penculikan?
Moriarty cerdik.
Ia tanamkan keraguan di kepalanya.
Kau harus kuat menahan sensasi sentilan kecil itu.
Kau tak bisa bunuh ide, kan?
Tidak setelah terbentuk... di sana.
- Kau mau ikut? - Satu foto, itu langkah berikutnya.
Permainan Moriarty. Pertama teriakan, lalu aku difoto saat diinterogasi.
Dia mau hancurkan aku inci demi inci.
Ini permainan, Lestrade. Aku tak bersedia memainkannya.
Salam untuk Sersan Donovan.
- Dia akan putuskan. - Putuskan?
Kembali dengan surat perintah dan menahanku.
- Oh, ya? - Prosedur standar
Mestinya pergi dengan dia. Orang akan pikir--
Aku tak peduli pikiran orang,
Kau peduli jika mereka pikir kau bodoh atau salah.
Itu akan buat mereka bodoh.
Sherlock, aku tak mau orang percaya kau--
Kalau aku apa?
Penipu.
- Kau cemas mereka benar. - Apa?
- Cemas mereka benar soal aku. - Tidak.
Kau tak bisa terima kemungkinan mereka benar.
Kau takut sudah termakan juga.
Tidak.
Moriarty bermain dengan pikiranmu juga. Tak bisakah kau lihat?!
- Tidak. Aku tahu kau sungguhan. - 100%?
Tak ada yang bisa pura-pura menjengkelkan setiap saat.
- Sherlock Holmes? - Ya, Pak.
Pria yang jadi bahan berita?
- Kupikir dia detektif swasta. - Memang.
Kita sudah pakai jasanya. Itu yang mau kaubilang?
Belum pakai dia untuk kasus resmi, kan?
Satu atau dua.
Atau 20 atau 30.
- Apa? - Bukan hanya aku pejabat senior
- yang lakukan ini-- - Diam.
Detektif amatir diberi akses ke segala informasi rahasia?
Sekarang dia jadi tersangka?
- Dengan segala hormat-- - Kau goblok, Lestrade.
Jemput dia ke sini sekarang. Lakukan.
Bangga atas dirimu?
Bagaimana kalau tak cuma kasus ini?
Bagaimana kalau dia lakukan setiap kali?
Aku masih punya teman di militer. Lestrade.
Mereka semua ke sini sekarang. Antri untuk pasang borgol,
tiap petugas yang pernah kau remehkan, yang banyak jumlahnya.
Maaf, aku mengganggu?
Ada yang kirim paket. Aku lupa.
Ditandai mudah rusak. Harus ditandatangani.
Namanya lucu.
Jerman. Seperti dongeng.
Terbakar sampai garing.
Apa maksudnya?
Aku pergi.
- Sherlock. - Maaf, Ny. Hudson.
Perlu bicara denganmu
Jangan dorong masuk seperti itu.
Punya surat perintah? Punya?
Biarkan, John.
Aku? Tapi...
Sherlock Holmes, aku menahanmu sebagai tersangka penculikan.
- Tak apa. - Tidak. Ini konyol.
Bawa dia turun sekarang.
- Kau tahu aku tak-- - Jangan halangi atau kau kutahan juga.
Sudah selesai?
- Sudah kubilang. Pertama kita ketemu. - Tak perlu.
Pecahkan kejahatan tak cukup.
Suatu hari dia akan melanggar.
Tanyai dirimu, pria macam apa mau menculik anak
cuma untuk buat kita kagum dengan menemukannya?
- Donovan? Itu orangnya? - Pak.
Ya, Pak
Tampaknya agak aneh menurutku. Sering begitu. Jenis penegak hukum sipil.
Apa yang kaulihat?
Bapak tak apa-apa?
- Bergabung denganku? - Ya.
Rupanya, berani memukul kepala pengawas melanggar hukum.
- Sedikit canggung - Tak ada yang membebaskan kita.
Aku lebih pikirkan cara kita melarikan diri dengan nekad.
Semua unit ke 2-7.
- Semua unit ke dua-- - Apa?
Tuan dan nyonya, berlututlah.
- Sekarang juga! - Turuti perintahnya!
Supaya kalian tahu, pistol itu idenya, Aku cuma...
Tawananku!
Tawanan, ya. Itu bekerja.
Itu bekerja.
- Sekarang apa? - Melakukan kehendak Moriarty.
Jadi buronan. Lari.
Kejar dia, Lestrade!
Pegang tanganku.
Kini orang pasti akan bergosip.
- Pistolnya! - Biarkan.
Sherlock, tunggu!
Kita akan perlu berkoordinasi.
Pergi ke kanan.
Tiap orang mau percaya. Itu yang buat ini amat pintar.
Dusta lebih disukai dari kebenaran. Semua deduksi hebatku cuma tipuan.
- Sherlock Holmes cuma pria biasa. - Mycroft? Dia bisa bantu kita.
Jika dia pikir aku mau damai. Sekarang bukan waktunya.
Oh, Sherlock.
Sherlock! Kita dibuntuti. Kita tak bisa lolos dari polis.
Itu bukan polisi. Itu salah satu tetangga kita.
Mungkin dia bisa beri jawaban.
Kita mau ke mana?
Lompat di depan bus itu.
Katakan kau mau apa dariku?
- Katakan. - Dia tinggalkan di flatmu.
- Siapa? - Moriarty.
- Apa? - Kode kunci komputer.
Pasti dia jual. Program yang dia pakai untuk bobol Menara.
Dia pasang waktu dia berkunjung.
Itu pengubah permainan.
Kunci yang bisa bobol segala sistem sekarang ada di flat kita.
Sebab itu ia beritahu semua di mana bisa ditemukan.
"Temukan Sherlock." Kita perlu kembali ke flat dan cari.
CID akan menunggu. Kenapa disembunyikan di tempatmu?
Cara lain untuk jelekkan namaku.
Kini aku sahabat semua kriminal itu.
Kau sudah lihat ini?
Pengkhianatan. Pria bernama Rich Brook.
Siapa dia?
Terlambat untuk direkam?
Selamat. Fakta tentang Sherlock Holmes.
Cerita yang dimaui semua orang. Bravo.
Kau kuberi kesempatan.
Aku mau di pihakmu, ingat?
Kau tolak aku.
Lalu ada yang datang dan beberkan semuanya.
Enak sekali. Siapa Brook?
Oh, ayo. Tak ada yang percaya suara di ujung telepon.
Semua pertemuan diam-diam di kafe,
sesi di hotel di mana dia mengoceh di diktafonmu.
Bisakah dia dipercaya?
Pria muncul dengan Cawan Suci di sakunya.
Apa kredensialnya?
Mereka tak punya kopi bubuk, aku beli yang biasa.
Kau bilang mereka takkan temukan aku. Di sini aman.
Kau aman. Aku saksi. Kau takkan dicelakakan di depan saksi.
Jadi, kau sumbernya?
- Moriarty adalah Richard Brook? - Tentu saja.
Tak ada Moriarty. Tak pernah ada.
- Kau bicara apa? - Lihatlah dia.
Rich Brook, aktor yang disewa Sherlock Holmes jadi Moriarty.
Doktor Watson, aku--
Aku tahu kau orang baik. Jangan sakiti aku.
Tidak, kau Moriarty! Dia Moriarty!
Kita pernah bertemu, ingat? Kau akan ledakkan aku!
Maafkan aku.
Dia bayar aku. Aku butuh kerja. Aku aktor. Sedang menganggur.
Sherlock, tolong jelaskan, sebab aku tak paham.
Aku akan jelaskan.
Dalam tulisan. Semua di sini.
Bukti konklusif.
Kau ciptakan James Moriarty, musuhmu.
- Ciptakan dia? - Ciptakan semua kejahatan.
Kesimpulannya, kau ciptakan penjahat hebat.
- Oh, jangan konyol. - Tanyai dia. Dia di sini. Tanya saja.
- Katakan. - Demi Tuhan, pria ini disidang!
Ya, dan kau bayar dia. Bayar dia untuk didakwa.
Pasti kau mainkan jurinya.
Tak sekelas peran West End, tapi taruhan uangnya bagus.
Tak begitu bagus, ia tak mau jual kisahnya.
Aku minta maaf.
Jadi, ini artikel yang mau kau terbitkan?
Kesimpulan besarnya, Moriarty seorang aktor?
Dia tahu itu.
Aku punya bukti. Tunjukkan. Bisa kautunjukkan?
Ya, tunjukkan padaku.
Aku di TV. Aku di TV anak-anak.
Aku si Pendongeng.
Menang Penghargaan Joins The Cast - Drama Medis
Aku si Pendongeng. Ada di DVD.
Beritahu dia.
Sudah terbongkar. Semua sudah berakhir.
Beritahu dia. Beritahu dia. Sudah berakhir--
Tidak. Jangan sentuh aku! Jangan pukul aku!
- Hentikan sekarang! - Tidak, jangan sakiti aku!
- Jangan biarkan dia lolos! - Biarkan dia!
- Tidak, dia punya backup. - Kau tahu, Sherlock Holmes?
Aku melihatmu dan aku bisa baca dirimu.
Dan kau memuakkan aku.
Bisa dia lakukan itu? Ubah total identitasnya?
- Jadikan kau kriminal? - Ia punya riwayat hidupku.
Itu yang kau buat. Jual bohong besar.
Dibungkus fakta agar bisa diterima.
Omonganmu lawan dia.
Dia sudah tanamkan keraguan di benak dalam 24 jam ini.
Cuma satu yang perlu dia lakukan untuk akhiri permainan ini dan itu--
- Sherlock? - Ada yang perlu aku lakukan.
- Apa? Bisa kubantu? - Tidak. Aku sendiri.
Kau salah, kau tahu.
Kau sungguh berarti.
Kau selalu berarti dan aku selalu percaya padamu.
Tapi kau benar.
Aku tidak oke.
Ceritakan apa masalahnya.
Molly, kupikir aku akan mati.
- Kau perlu apa? - Jika aku tak seperti yang kau pikir,
segala yang kupikir aku...
masih maukah kau membantuku?
Kau perlu apa?
Kamu.
Dia sungguh sudah... kerjakan PR-nya. Nona Riley.
Ada hal yang cuma orang yang dekat Sherlock bisa tahu.
Sudah lihat buku alamat adikmu baru-baru ini?
Dua nama, namamu dan namaku.
Dan Moriarty tak dapatkan ini dariku.
- John-- - Bagaimana bisa?
Hubunganmu?
Kau sesekali keluar minum kopi, ya? Kau dan Jim?
Adikmu sendiri dan kaubeberkan seluruh riwayat hidupnya
pada orang gila ini?
Aku tak bermaksud-- tak bayangkan--
Ini-- Lihat, ini... yang coba kaukatakan padaku, kan?
Lindungi dia, karena aku sudah buat kesalahan.
Bagaimana kau kenal dia?
Orang seperti dia, kami... tahu tentang mereka. Kami awasi.
Tapi James Moriarty...
kriminal paling berbahaya yang pernah ada.
Dan di sakunya, senjata pamungkas.
Kode kunci.
Sederet kode komputer yang bisa buka segala kunci.
Dan kau culik dia?
Untuk coba temukan kode kuncinya.
- Interogasi dia berminggu-minggu - Dan?
Dia tak mau bekerja sama.
Dia cuma duduk di sana...
menatap kegelapan.
Satu-satunya yang buat dia terbuka...
Aku bisa buat dia bicara.
Cuma sedikit.
Tapi...
Sebagai imbalan, kau tawarkan riwayat hidup Sherlock.
Jadi, ada satu bohong besar...
Sherlock penipu.
Orang akan percaya karena selebihnya benar.
Moriarty mau Sherclock dihancurkan, kan?
Dan kau telah beri dia...
amunisi sempurna.
John.
Maafkan aku.
Ah, sudahlah.
Beritahu dia, bisakah?
- Dapat pesanmu. - Kode komputer solusinya.
Jika ketemu, bisa dipakai mengalahkan Moriarty.
- Apa, pakai? - Untuk buat identitas palsu.
Untuk bobol catatan dan hancurkan Richard Brook.
Dan kembalikan Jim Moriarty.
Di 221B, di suatu tempat, di hari putusan sidang,
dia sembunyikan.
- Dia sentuh apa? - Apel, itu saja.
- Dia tulis sesuatu? - Tidak.
KE SINI DAN MAIN. ATAP RS BARTOLOMEUS. SH
NB, ADA BARANGMU, MUNGKIN KAU MAU AMBIL.
RS ST. BARTHOLOMEUS
Ya, saya sendiri.
Apa? Apa yang terjadi? Dia baik?
Ya, Tuhan.
Baik. Aku ke sana.
- Ada apa? - Paramedis.
- Ny. Hudson ditembak. - Bagaimana?
Mungkin salah satu pembunuh yang tertarik padamu.
- Dia sekarat. Ayo. - Kau pergi. Aku sibuk.
- Sibuk? - Berpikir. Aku perlu berpikir.
Dia tak berarti bagimu?
Kau pernah hajar orang sebab sentuh dia.
- Dia pemilik rumah sewaku. - Dia sekarat, kau mesin.
Lupakan saja. Tinggal di sini kalau mau. Sendiri.
Aku biasa sendiri. Sendiri lindungi aku.
Tidak, teman lindungi orang.
AKU MENUNGGU... JM
Wah...
di sini kita akhirnya.
Kau dan aku, Sherlock.
Dan masalah kita, masalah terakhir...
bertahan hidup.
Amat membosankan, kan?
Cuma...
bertahan.
Sepanjang hidup aku cari
selingan, dan kau selingan terbaik.
Kini kau pun tak ada, sebab kau sudah kukalahkan.
Dan kau tahu? Pada akhirnya, ini mudah.
Mudah. Kini aku harus kembali bermain dengan orang biasa.
Dan ternyata kau orang biasa, seperti mereka semua.
Oh, baiklah.
Kau mulai berpikir apakah aku nyata?
Aku hampir mengelabuimu?
Richard Brook.
Tampaknya tak ada yang paham leluconnya.
- Kecuali kau. - Pasti.
Anak pintar.
Bahasa Jerman Rich Brook Reichenbach. Kasus yang bikin aku tenar.
Cuma coba main-main.
Bagus. Kau terka itu juga.
Berdetak seperti digit.
Tiap detak satu, tiap diam nol.
Kode biner. Sebab itu semua pembunuh coba selamatkan nyawaku.
Tersembunyi di dalam kepalaku.
Sederet kode komputer yang bisa membobol segala sistem.
Semua klienku kuberitahu.
Terakhir untuk Sherlock banci.
Setelah tahu ada di sini, bisa kupakai ubah semua catatan.
Aku bisa bunuh Rich Brook dan kembalikan Jim Moriarty.
Tidak.
Ini terlalu mudah.
Tak ada kunci, bodoh!
Digit itu tak berarti.
Sungguh tak berarti.
Kau tak benar berpikir
sederet kode komputer akan hancurkan dunia sekitar kita?
Aku kecewa. Aku kecewa padamu.
- Kau biasa Sherlock. - Tapi ritmenya...
"Partita No 1." Terima kasih, Johann Sebastian Bach.
- Bagai--? - Caraku bobol bank,
menara, penjara?
Perampokan siang bolong!
Yang diperlukan cuma peserta yang bersedia.
JAM PERTUNJUKAN!
Aku tahu kau akan termakan.
Itu kelemahanmu. Kau selalu ingin segalanya pintar.
Ayo selesaikan permainan?
Satu babak terakhir.
Senang kau pilih gedung tinggi. Cara bagus untuk lakukan.
Lakukan? Lakukan apa?
Ya, tentu saja.
Bunuh diriku.
Detektif jenius terbukti penipu.
Aku baca di koran, jadi pasti benar.
Aku suka koran.
Dongeng.
Dan cukup muram juga.
Ya Tuhan, John, kau bikin aku kaget.
Segalanya oke dengan polisi? Sherlock sudah bereskan semua?
Ya, Tuhan.
Taksi!
Taksi! Jangan, polisi!
- Minggir. - Terima kasih banyak.
Aku masih bisa buktikan kau buat identitas palsu.
Bunuh saja dirimu. Tak perlu banyak upaya.
Ayo. Untukku.
Kumohon...
- Kau gila. - Kau baru tahu sekarang?
Oke.
Perkenankan aku beri insentif ekstra.
Temanmu akan mati jika kau tidak.
- John? - Bukan cuma John. Semua.
- Ny. Hudson? - Semua orang.
- Lestrade? - Tiga peluru, tiga penembak...
tiga korban.
Tak bisa dihentikan sekarang.
Kecuali orangku lihat kau lompat.
Kau bisa minta aku ditahan.
Kau bisa siksa aku.
Kau bisa lakukan semaumu denganku.
Tak ada yang akan cegah mereka tarik pelatuk.
Ketiga temanmu di dunia akan mati. Kecuali--
Kecuali aku bunuh diri, menyelesaikan ceritamu.
Kau harus akui, itu lebih seksi.
Dan aku mati memalukan.
Pasti, itu tujuannya.
Lihat, kau punya penonton.
Lompatlah.
Ayo.
Sudah kubilang bagaimana akhirnya.
Cuma kematianmu yang akan membatalkan pembunuh.
Aku pasti takkan melakukannya.
Bisa beri aku sedikit waktu?
Sedikit waktu pribadi
Kumohon.
Tentu saja
Apa? Apa itu?
Apa yang aku lewatkan?
Kau takkan melakukannyat?
Supaya pembunuh bisa dibatalkan, ada kode pembatalan
atau kata atau angka.
Aku tak harus mati...
jika kau ditanganku.
Kau pikir bisa buat aku hentikan perintah? Kau pikir begitu?
Ya.
Kau juga.
Kakakmu dan semua antek raja
tak bisa paksakan kehendaknya padaku.
Ya, tapi aku bukan kakakku, ingat?
Aku adalah kau.
Siap untuk lakukan segalanya.
Siap untuk membakar.
Siap lakukan yang orang biasa tak mau lakukan.
Kau mau jabat tanganku di neraka? Aku takkan buat kau kecewa.
Tidak.
Kau omong besar.
Tidak. Kau orang biasa.
Kau orang biasa, kau di pihak malaikat.
Aku mungkin di pihak malaikat,
tapi tak pernah berpikir aku salah satu dari mereka.
Tidak.
Kau bukan.
Aku mengerti.
Kau tidak biasa.
Tidak.
Kau adalah aku.
Kau adalah aku
Terima kasih...
Sherlock Holmes.
Terima kasih.
Terberkatilah.
Selama aku hidup, kau bisa selamatkan temanmu.
Ada jalan keluar.
Semoga sukses dengan itu.
Ya, Pak. Terima kasih. Dah.
Halo?
- John. - Hai, Sherlock, kau baik?
- Berbalik, jalan ke arah asalmu. - Tidak.
Lakukan yang kuminta!
Kumohon.
Di mana?
- Berhenti, di sana. - Sherlock?
Mendongaklah. Aku di atap.
Oh, Tuhan.
Aku tak bisa turun, jadi kita lakukan seperti ini.
Apa yang terjadi?
Permintaan maaf.
Semuanya benar.
Apa?
Segala yang mereka bilang tentang aku.
Aku ciptakan Moriarty.
Kenapa kau bilang ini?
Aku palsu.
Sherlock.
Koran benar dari semula.
Aku mau kau beritahu Lestrade.
Aku mau kau beritahu Ny. Hudson dan Molly.
Beritahu semua yang mau mendengarkanmu...
bahwa aku ciptakan Moriarty...
untuk kepentinganku.
Diam, Sherlock, diam. Pertama kita bertemu.
Pertama kita bertemu, kau tahu semua tentang adikku, kan?
- Tak ada yang bisa sepintar itu. - Kau bisa.
Aku menyelidikimu.
Sebelum kita bertemu, aku temukan segala yang bisa membuatmu terkesan.
Itu tipuan.
Cuma tipuan sulap.
Tidak. Baik. Hentikan sekarang.
Tidak, tetap di tempatmu.
-Jangan bergerak. - Baik.
Pusatkan pandanganmu padaku.
- Kumohon, lakukan ini buatku? - Lakukan apa?
Telepon ini, ini...
Pesanku.
Ini yang dilakukan orang, kan?
Tinggalkan pesan?
Tinggalkan pesan kapan?
Selamat tinggal, John.
Tidak, jangan.
Sherlock!
Sherlock.
Sherlock.
Sherlock.
Aku dokter. Biarkan aku lewat. Kumohon.
Tidak, dia temanku.
Dia temanku. Kumohon.
Kumohon, boarkan aku...
Oh, Yesus, tidak.
Tuhan, tidak.
Oh, Tuhan.
SUPER-DETEKTIF MATI BUNUH DIRI SI JENIUS PALSU
Ada yang mau kau katakan...
- tapi tak kau katakan - Ya.
Katakan sekarang.
Tidak.
Maaf, aku tak bisa.
Ada semua barang.
Semua peralatan ilmiah.
Aku biarkan semua di kotak. Aku tak tahu mau diapakan.
Aku pikir akan aku bawa ke sekolah.
Bisa kau--?
Aku tak bisa kembali ke flat lagi. Tidak saat ini.
Aku marah.
Tak apa, John.
Tak ada yang aneh. Dia buat tiap orang merasa begitu.
Semua goresan di mejaku dan suaranya.
Menembak pada jam 1.30 dini hari.
Ya.
Spesimen berdarah di kulkasku.
Bayangkan, simpan bangkai dengan makanan.
- Ya. - Dan perkelahian.
Bikin aku jengkel dengan semua tingkahnya.
Ya, dengar, aku sebenarnya tak semarah itu?
Baik, akan kutinggalkan kau sendiri...
Baik, kau...
Kau pernah bilang...
kau bukan pahlawan.
Kadang kupikir kau bukan manusia.
Tapi aku mau bilang ini, kau... pria terbaik
dan manusia...
paling manusiawi yang aku kenal,
dan tak ada yang bisa yakinkan aku kalau kau bohong, jadi...
begitu.
Aku...
Aku amat kesepian.
Dan aku banyak berutang padamu.
Cuma satu lagi. Satu lagi. Satu keajaiban lagi, buatku.
Jangan...
mati.
Bisakah kau, cuma untukku, hentikan ini?
Hentikan ini.
Terjemahan subtitel oleh:
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.