Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Katakan yang terjadi dari awal.
Kami ke bar.
Tempat yang bagus...
dan aku mengobrol dengan pelayan,
Karen tak suka itu, jadi...
saat kami kembali ke hotel, kami bertengkar.
Dia selalu marah padaku... katanya aku tidak pria sejati.
Bukan pria sejati.
- Apa? - Bukan "tidak". Tapi "bukan".
Teruskan.
Lalu aku tak tahu bagaimana terjadinya,
tiba-tiba ada pisau di tanganku.
Ayahku tukang daging, jadi aku mahir dengan pisau.
- Dia ajar cara potong hewan. - Ajari.
- Apa? - Ajari kau cara potong hewan.
- Ya, aku lakuin itu. - Lakukan.
Lakukan. Menikamnya terus,
dan lihat ke bawah, dia tak...
Tidak bergerak lagi.
Lagi.
Aku tak tahu bagaimana itu terjadi, tapi itu kecelakaan.
Hei. Kau harus bantu aku, Tn. Holmes.
Semua bilang kau terbaik.
Tanpamu...
Aku akan digantung.
Tidak, Tn. Bewick.
Digantung, ya.
Apa yang kaulakukan?
- Bosan. - Apa?
- Bosan! - Tidak...
Bosan!
Entah apa yang merasuki kelas kriminal.
- Bagus aku bukan salah satu. - Jadi kau balas ke dinding?
Oh, dinding sudah tahu.
- Bagaimana kasus Rusia itu? - Belarus.
Pembunuhan domestik. Tak layak untuk waktuku.
Memalukan.
Ada makanan? Aku lapar.
Itu kepala.
- Kepala putus. - Teh untukku.
- Ada kepala di kulkas. - Ya?
Kepala berdarah.
Harus simpan di mana? Tak keberatan, bukan?
- Eh... - Dapat dari kamar mayat Bart.
Aku ukur coagulasi saliva setelah kematian.
Kulihat kau tulis kasus sopir taksi.
Ya.
A Study in Pink. Bagus.
Wanita merah muda, koper dan ponsel merah muda.
Banyak merah muda. Kau suka?
- Tidak. - Kenapa? Kupikir kau suka.
Suka? Sherlock lihat segalanya dalam hitungan detik.
Tapi, yang luar biasa, betapa bodohnya dia
- dalam beberapa hal." - Aku...
Maksudmu "sangat bodoh" dalam arti baik.
Tak masalah bagiku siapa perdana menteri
- atau siapa tidur dengan siapa. - Tidak.
- Entah Bumi kelilingi matahari. - Itu tak penting.
Tidak? Itu pelajaran SD.
Bagaimana bisa tak tahu?
- Aku menghapusnya. - Menghapus?
Dengar. Ini perangkat kerasku.
dan hanya masukkan hal-hal yang berguna ke sana.
Orang biasa penuhi kepala mereka dengan sampah.
Hingga sulit masukkan yang penting. Paham?
Ini sistem tata surya!
Apa pentingnya? Jadi kita mengitari matahari.
Jika mengitari bulan atau taman seperti beruang,
tak ada bedanya.
Yang penting pekerjaan.
Tanpa itu, otakku berkarat.
Masukkan di blogmu.
Lebih baik, berhenti beri opini ke dunia.
- Mau ke mana? - Butuh udara segar.
- Permisi. - Oh, maaf.
Apa kalian bertengkar?
Agak dingin di luar.
Harusnya dia pakai lebih tebal.
Lihat itu, Ny. Hudson.
Hening.
Tenang. Damai.
Bukankah menyebalkan?
Aku yakin sesuatu akan muncul.
Pembunuhan bagus. Itu akan menghiburmu.
Tak bisa terlalu cepat.
Kau apakan dindingku?
Kumasukkan ke tagihanmu, ya.
- Pagi. - Oh, pagi.
Harusnya kau pergi dengan Li-lo.
Tidak, tak apa. Aku tidur nyenyak. Kau baik.
Lain kali kuizinkan kau tidur di ujung kasurku.
-...ditemukan rusak... - Setelah itu?
...18 bulan lalu.
Pakar menyebutnya temuan artistik abad ini, dan...
- Mau sarapan? - Mau.
Buat sendiri, karena aku mau mandi.
Mencapai lebih dari £20 juta.
Yang ini diharap akan lebih baik.
Kembali ke berita utama.
Ada ledakan hebat di Pusat Lodon.
Tapi, tak dilapokan adanya korban,
polisi tak bisa katakan
apa ada kecurigaan campur tangan teroris.
- Sarah! - Polisi rilis nomor darurat
- bagi keluarga... - Sarah!
- Maaf, aku harus pergi. - Di berita lain...
Permisi, bisa lewat?
Permisi. Kantorku di sana.
Aku tinggal di sana.
Sherlock! Sherlock!
- John. - Kulihat di TV. Tak apa?
Aku? Oh, baik.
Kebocoran gas, tampaknya.
- Aku tak bisa. - Tak bisa?
Kasus ini terlalu besar. Aku tak sempat.
Abaikan kasus kecilmu. Ini untuk negara.
- Bagaimana dietnya? - Baik.
- Mungkin kau bisa bujuk dia? - Apa?
Adikku bisa sangat keras kepala.
Kenapa tak kauselidiki?
Aku tak mungkin pergi dari kantor untuk waktu lama.
Tidak dengan pemilihan Korea...
Kau tak perlu tahu itu, bukan?
Kasus seperti ini, perlu...
banyak jalan.
Bagaimana Sarah? Li-lo?
Sofa, Sherlock. Sofa.
Oh, ya, tentu.
Bagaimana...? Sudahlah.
Bisnis Sherlock tampaknya maju sejak kalian jadi... teman.
Bagaimana hidup dengannya? Seperti neraka?
Tak bosan.
Bagus, bukan?
Andrew West, dikenal sebagai Westie, pegawai negeri.
Ditemukan tewas di rel di Stasiun Battersea pagi ini
dengan kepala hancur.
Melompat ke kereta?
Tampaknya asumsi logis.
- Tapi? - Tapi?
Kau takkan di sini jika itu kecelakaan.
MOD kerjakan sistem pertahanan misil baru.
Program Bruce-Partington.
- Rencananya ada di stik memori. - Itu tak pintar.
Bukan satu salinan.
Tapi itu rahasia. Dan hilang.
- Rahasia Penting? - Sangat.
Kami pikir West ambil stik itu.
Bahaya jika jatuh ke tangan yang salah.
Kau harus temukan rencana itu, Sherlock.
Jangan buat aku perintahkanmu.
Ingin lihat kau mencoba.
Pikirkan.
Selamat tinggal.
Sampai jumpa.
Kenapa kau bohong?
Kau tak sibuk. Tak ada kasus. Makanya dinding menderita.
Kenapa bilang kau sibuk?
Kenapa tidak?
Bagus.
Persaingan saudara. Dapat sesuatu.
Sherlock Holmes.
Tentu. Mana mungkin bisa menolak?
Lestrade. Aku dipanggil. Ikut?
- Kalau kau mau. - Tentu.
Akan tersesat tanpa bloggerku.
Kau suka kasus lucu, ya? Yang mengejutkan.
- Tentu. - Kau akan suka ini.
Ledakan itu.
- Gas bocor? - Bukan.
- Bukan? - Dibuat seperti itu.
- Apa? - Nyaris tak bersisa,
kecuali kotak besi.
Sangat kuat, di dalamnya ada ini.
- Belum dibuka? - Untukmu, bukan?
- Sudah disinar X. Aman. - Menenangkan.
Kertas bagus.
- Bohemia. - Apa?
Dari Republik Ceko.
- Sidik jari? - Tak ada.
Dia pakai pena. Parker Duofold, ujung iridium
- Wanita? - Jelas.
Jelas.
Tapi itu... Ponsel itu. Ponsel merah muda.
Dari "A Study in Pink"?
Jelas, bukan ponsel yang sama, tapi mirip...
- "A Study in Pink"? Kau baca? - Tentu. Kami semua baca.
Kau sungguh tak tahu Bumi kelilingi matahari?
Ini tidak sama.
Yang ini baru.
Ada yang repot-repot membuatnya mirip.
Artinya pembaca blogmu lebih luas.
Ada satu pesan baru.
- Hanya itu? - Tidak.
Harus kita apakan foto itu?
Foto agen properti dan sinyal waktu.
- Ini peringatan. - Peringatan?
Beberapa kelompok rahasia biasa kirimkan biji melon kering,
biji jeruk, semacam itu.
Lima biji.
Peringatkan ini akan terjadi lagi.
Pernah lihat tempat ini.
Apa yang akan terjadi lagi?
Ny. Hudson!
Kaulihat, bukan, saat pertama datang lihat flat?
Pintunya baru dibuka.
Tak mungkin. Kunci hanya itu.
Tak ada yang tertarik kamar ini.
Lembab. Kutukan bawah tanah.
Waktu baru menikah aku sewa tempat.
Jamur hitam di seluruh dinding.
Oh, astaga.
Sepatu.
Dia pengebom, ingat.
NOMOR DIBLOKIR
Halo.
Halo... seksi.
Siapa ini?
Aku kirim sedikit teka-teki...
sekedar menyapa.
Siapa bicara? Kenapa menangis?
Aku tak menangis.
Aku mengetik.
"Dan...
wanita bodoh ini...
membacakannya."
Tirai dibuka.
- Apa? - Tidak.
- Apa maksudmu? - Aku sudah harapkan ini.
"Dua belas jam untuk pecahkan...
teka-tekiku, Sherlock...
atau aku akan...
sangat... nakal."
RS ST BARTHOLOMEW
Jadi, siapa yang tadi?
Wanita di telepon, yang menangis.
Oh, dia tak penting. Dia sandera. Bukan petunjuk.
Aku tak bicarakan petunjuk.
Kau takkan banyak berguna baginya.
TIDAK COCOK
Apa mereka melacak panggilan itu?
Pengebom terlalu pintar. Ambilkan ponselku.
- Di mana? - Jaket.
Hati-hati.
SMS dari kakakmu.
- Hapus. - Hapus?
Rencana misil di luar negeri. Tak bisa.
Kemajuan Andrew West?
Mycroft pikir ada. SMS 8 kali. Mungkin penting.
- Tak batalkan janji dokter gigi? - Apa?
Dia tak SMS jika bisa bicara.
West curi rencana misil, coba jual, tewas.
Akhir cerita. Misterinya:
Kenapa kakakku bertekad ganggu aku saat ada orang lain yang tertarik?
Ada wanita yang bisa tewas.
Untuk apa? Rumah sakit penuh orang sekarat, dokter.
Kenapa tak menangis di sisi mereka, lihat apa gunanya?
PENCARIAN SELESAI
- Beruntung? - Oh, ya.
Oh, maaf. Aku tidak...
Jim, hai. Masuk.
Jim, ini Sherlock Holmes.
Dan...
- Maaf. - John Watson. Hai.
Hai. Jadi, Kau Sherlock Holmes.
Molly cerita tentangmu. Sedang kerjakan kasus?
Jim di bagian TI, di atas.
Begitulah kami bertemu. Romansa kantor.
- Homo. - Maaf, apa?
Tidak. Hei.
Hai.
Maaf.
Aku pergi.
- Sampai jumpa di Fox. Jam 18.00? - Ya.
- Dah. - Dah.
Senang bertemu.
Kau juga.
Apa maksudmu homo? Kami pacaran.
Kebahagiaan domestik cocok bagimu. Kau naik 1.3 kilogram.
- 1.1 kilogram. - 1.3 kilogram.
- Sherlock. - Bukan homo.
- Kenapa kau rusak... - Dengan perawatan begitu?
Karena dia pakai produk rambut? Aku juga.
Kau cuci rambut. Ada perbedaan.
Bulu mata berwarna, krim taurin di garis kerut.
Mata lelah gaya kelab malam. Celana dalam.
- Celana dalam? - Di atas pinggang.
Terlihat, merek tertentu.
Itu, plus fakta dia tinggalkan nomornya di bawah piring,
kubilang sebaiknya kau putus sekarang.
Bagus. Selamat.
Hemat waktunya. Itu lebih baik, bukan?
Lebih baik? Itu tidak baik.
Teruskan.
Kau tahu yang kulakukan.
- Tidak. - Ayo.
Aku tak di sini agar kau permalukan...
Opini kedua. Berguna bagiku.
- Ya. - Benar.
Baik.
- Hanya sepasang sepatu. Pelatih. - Bagus.
Kondisi bagus.
Agak baru, kecuali sol sudah aus,
jadi, pemilik sudah lama pakai ini.
Sangat 80-an. Mungkin desain retro.
Kau gemilang. Ada lagi?
Agak besar, jadi milik pria.
Tapi...?
Tapi ada jejak nama di dalam.
Orang dewasa tak tulis nama di sepatu.
Milik anak-anak.
Bagus. Ada lagi?
- Sudah. - Sudah?
- Bagaimana? - Sangat bagus, John.
Kau lewatkan nyaris semua yang penting, tapi...
Pemilik suka ini. Disikat bersih.
Diputihkan di daerah yang tampak beda warna. Ganti tali 4 kali.
Ada jejak kulit kering tempat jarinya kontak,
menderita eksim.
Aus lebih di bagian dalam, artinya tapak kaki lemah.
- Buatan Inggris, 20 tahun. - Dua puluh tahun?
Bukan retro. Original. Edisi terbatas, dua garis biru, 1989.
Tapi masih ada lumpurnya. Tampak baru.
Ada yang menyimpan.
Sedikit lumpur di sol.
Dari analisa, dari Sussex dilapisi lumpur London.
- Dari mana? - Serbuk.
Jelas seperti peta bagiku. Sungai selatan.
Anak itu ke London dari Sussex 20 tahun lalu dan tinggalkan ini.
- Apa yang terjadi? - Hal buruk.
Dia cinta sepatu itu. Takkan ditinggalkan.
Kecuali harus.
Jadi, anak berkaki besar...
- Apa? - Carl Powers.
Maaf, siapa?
Carl Powers, John.
Apa itu?
Itu saat aku memulai.
1989, anak kecil, juara renang, datang dari Brighton
untuk turnamen, tenggelam di kolam,
Kecelakaan tragis. Kau takkan ingat.
- Kau ingat. - Ya.
- Mencurigakan? - Tak ada yang curiga.
Kecuali aku.
- Aku hanya anak kecil. Aku baca. - Mulai sejak dini, ya?
Carl Powers, cocok di air,
saat orang temukan, sudah terlambat.
Ada yang salah, yang tak bisa kulepaskan dari pikiran.
- Apa? - Sepatunya.
- Kenapa sepatunya? - Tak ada.
Aku coba buat polisi tertarik, tapi tak ada yang anggap penting.
Dia tinggalkan bajunya di loker,
tapi sepatu tak ada.
Hingga sekarang.
CARL TRAGIS TEWAS
Bisa kubantu?
Aku mau bantu. Tinggal lima jam lagi.
Kakakmu.
Dia SMS aku.
Ada perkembangan? M Holmes
- Dari mana dapat nomorku? - Tambal gigi.
Dia bilang... kepentingan nasional.
Aneh.
- Apa? - Kau.
Ratu dan negara.
- Tak bisa abaikan. - Tak akan.
Turunkan orang terbaikku untuk itu.
Baiklah.
Siapa?
John. Bagus.
Kuharap kau tak lama.
Bisa kubantu?
Terima kasih. Aku ingin...
Adikmu minta aku kumpulkan fakta tentang rencana misil yang dicuri.
- Benar? - Ya.
Dia sedang selidiki. Dia...
selidiki dari jauh.
Apa yang bisa kaukatakan tentang mayat itu.
Dua puluh tujuh. Klerk di Vauxhall Cross. MI6.
Terlibat dalam Program Bruce-Partington kapasitas minor.
Cek keamanan A-oke.
Tak ada afiliasi teroris atau simpati.
Terakhir terlihat oleh tunangannya jam 22.30 kemarin malam.
Lucy, aku harus keluar.
Harus temui seseorang.
Westie!
Benar. Dia ditemukan di Battersea, ya? Naik kereta?
- Tidak. - Apa?
Dia punya kartu Oyster.
Tapi belum digunakan.
Pasti beli tiket.
- Tak ada tiket di tubuhnya. - Lalu...
Bagaimana dia berakhir di rel Battersea?
Itu pertanyaannya.
Yang kuharap bisa dijawab Sherlock.
Bagaimana dia?
Dia baik.
Oh, dan semua berjalan sangat baik.
Dia sangat fokus pada hal itu.
- Racun. - Apa yang kaukatakan?
Clostridium botulinum.
Salah satu racun paling mematikan.
Carl Powers.
Maksudmu dia dibunuh?
Ingat tali sepatu?
Menderita eksim.
Hal termudah masukkan racun ke obatnya.
Dalam dua jam, tiba di London,
racun berpengaruh, lumpuhkan otot, dia tenggelam.
Kenapa autopsi tak ungkap itu?
Itu tak terdeteksi. Tak ada yang cari.
SAINS DEDUKSI
Masih ada sedikit jejak di dalam sepatunya
dari tempat dia pakai krim kaki.
Itu sebabnya hilang.
- Bagaimana pegebom tahu? - Minta perhatian. Hentikan jam.
Pembunuh simpan sepatu itu.
Ya.
- Artinya... - Dia pengebom kita.
"Selamat, kau.
Datang jemput aku."
Di mana kau?
Katakan kau di mana?
Dia tinggal di Cornwall.
Dua pria bertopeng menerobos, memaksanya menyetir ke parkir,
pakaikan peledak yang bisa hancurkan rumah padanya.
Suruh dia telepon.
Lihat bacaan di pager ini.
Jika dia menyimpang satu kata, akan ditembak.
Atau jika kasus tak selesai.
Oh... elegan.
Elegan?
Apa maksudnya? Kenapa lakukan ini?
Bukan aku saja yang bosan.
Ada satu pesan baru.
Empat sinyal.
Tes pertama lolos. Ini yang kedua.
- Ini diabaikan, bukan? - Aku cek apa dilaporkan.
Ini untukmu.
Halo.
Tak apa jika kau ke polisi.
Siapa ini?
Kau lagi?
Tapi jangan andalkan mereka.
Kau pintar...
menebak tentang Carl Powers.
Tak suka dia.
"Carl tertawai aku,
jadi, kuhentikan dia.
Kau curi suara lain, sepertinya.
"Ini tentang kau dan aku."
Siapa kau?
Suara apa itu?
"Suara kehidupan, Sherlock.
Jangan khawatir. Aku bisa perbaiki itu.
Selesaikan teka-teki dalam sembilan jam.
Kali ada kau punya delapan."
Baik.
Bagus.
Kami temukan.
Mobil disewa kemarin pagi oleh Ian Monkford.
Bankir. Pria kota. Bayar tunai.
Bilang ke istri pergi bisnis, dan tak pernah pulang.
Kau masih bersamanya.
Ya...
- Berbeda saling suka. - Tak...
Kau harus punya hobi. Perangko. Model kereta. Lebih aman.
Ya, itu darah Monkford.
Periksa DNA.
- Tak ada. - Belum.
Bawa sampel ke lab.
- Ny. Monkford? - Ya.
Aku sudah bicara dengan dua polisi.
- Kami bukan polisi. - Sherlock Holmes.
Taman lama suamimu. Kami...
Kami tumbuh bersama.
Maaf. Siapa?
Dia tak pernah menyebutmu.
Oh, pasti. Ini...
Ini buruk. Aku tak percaya.
Baru bertemu kemarin.
Ian yang sama. Tak peduli dunia.
Maaf, tapi suamiku depresi berbulan-bulan.
- Siapa kau? - Aneh dia sewa mobil.
Kenapa? Mencurigakan, ya?
Tidak. Dia lupa perbarui pajak mobil.
Itulah Ian.
- Tidak. - Tidak? Menarik.
- Siapa dia? - Kenapa bohong?
Orang tak suka cerita. Mereka suka menyanggah.
- Waktu lampau, perhatikan? - Apa?
Sebut suaminya dalam waktu lampau.
Dia ikut. Prematur. Baru temukan mobilnya.
Dia bunuh suaminya?
Bukan jenis kesalahan pembunuh.
- Apa yang kulihat? - Memancing.
Coba memancing.
- Ke mana? - Janus Cars.
Temukan ini di kotak sarung tangan.
Entah bagaimana bisa membantu.
Tn. Monkford sewa mobil darimu kemarin.
Ya, mobil bagus.
Mazda RX-8. Aku juga mau.
Apa yang itu?
Tidak, itu Jaguar.
Kau bukan pecinta mobil, ya?
Tapi kau mampu beli. Mazda, maksudku.
Ya.
Seperti kerja di toko permen.
Begitu kau ambil licorice, kapan bisa berhenti?
- Kau tak kenal Tn. Monkford? - Tidak.
Datang dan sewa salah satu mobilku.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Liburanmu seru?
- Kau habis pergi, bukan? - Oh...
Tidak, ini kursi berjemur.
Terlalu sibuk.
Istriku akan suka.
- Ada koin untuk mesin rokok? - Apa?
Aku lihat di jalan dan tak punya koin.
Tidak, maaf.
Oh. Terima kasih atas waktumu, Tn. Ewart.
Kau sangat membantu. Ayo, John.
- Aku punya koin kalau kau... - Koyo nikotin, ingat?
Aku tak apa.
- Jadi, soal apa tadi? - Aku perlu lihat dompetnya.
- Kenapa? - Dia bohong.
Halo.
"Petunjuk di namanya. Janus Cars."
Kenapa beri petunjuk?
"Kenapa orang lakukan sesuatu?
Karena aku bosan.
Kita cocok, Sherlock.
Bicara dengan suaramu sendiri.
"Kesabaran"
Sebanyak apa darah di kursi itu?
Sebanyak apa? Sekitar 500 ml.
Tepat 500 ml. Itu kesalahan pertama.
Itu darah Ian Monkford, tapi sudah dibekukan.
- Dibekukan? - Ada tanda jelas.
Kurasa Ian pernah berikan darah 500 ml
dan itu yang disebarkan.
- Siapa? - Janus Cars.
Petunjuk di namanya.
- Dewa dengan dua wajah? - Tepat.
Mereka beri layanan khusus.
Jika ada masalah, keuangan, pernikahan, apa pun,
Janus Cars bisa hilangkan.
Ian Monkford dalam masalah.
Keuangan, kurasa. Dia bankir. Tak ada jalan keluar.
Tapi jika dia lenyap, jika mobilnya ditelantarkan
dengan darah berceceran...
- Di mana dia? - Colombia.
Colombia?
Mr. Ewart dari Janus Cars
punya uang peso Columbia 20.000 di dompet.
Banyak uang kecil juga.
Dia bilang tidak ke luar negeri,
tapi saat kutanya soal mobil, kulihat kulitnya belang.
Jika berjemur tak pakai kemeja. Tangannya.
- Tangan? - Dia garuk terus.
Jelas mengganggu dan berdarah.
Kenapa? Bekas vaksinasi.
Mungkin Hep B. Sulit ditentukan.
Dia baru pulang urus Ian Monkford
ke kehidupan barunya.
Ny. Monkford cairkan uang asuransi dan membaginya dengan Janus Cars.
- Ny. Monkford? - Ya. Dia terlibat.
Tangkap mereka, inspektur. Itu keahlianmu.
Kita harus beri tahu pengebom kasus selesai.
Aku semangat!
Selamat pada Ian Monkford atas relokasi ke Colombia.
Dia bilang...
kau bisa jemput aku."
Tolong aku.
Lebih baik?
Tentu. Kita nyaris tak berhenti sejak ini dimulai.
- Pernah terpikir...? - Mungkin.
Tidak, kaupikir pengebom bermain denganmu?
Amplop, terobos flat,
sepatu korban,
- semua untukmu. - Aku tahu.
Apa dia? Moriarty?
Mungkin.
- Bisa siapa saja. - Mungkin.
Kau beruntung, aku agak menganggur.
Apa maksudmu?
Aku dan Ny. Hudson sering nonton TV.
Terima kasih, Tyra. Dia manis, ya?
- Bicara dompet sutra dan telinga babi... - Halo?
Yang ini...
agak...
cacat.
Maaf.
Dia buta.
Ini...
lucu.
Kuberi kau...
dua belas jam.
Kenapa lakukan ini?
Aku suka
melihatmu
berdansa
Kulihat kau kembali ke kebiasaan burukmu.
Melanjutkan tewasnya
personil TV populer Connie Prince.
Prince, terkenal dengan program makeover,
ditemukan adiknya tewas dua hari lalu di rumah...
Connie Prince, 54 tahun.
Ada salah satu acara makeover di TV.
- Kau lihat? - Tidak.
- Sangat populer. Ke mana-mana. - Tidak lagi.
Tewas dua hari. Menurut stafnya, Raoul de Santos,
tangannya luka kena paku berkarat di taman.
Luka buruk.
Bakteri tetanus masuki aliran darah...
Selamat malam, Vienna.
Kurasa.
Ada yang salah dengan gambar ini. Tak sesederhana itu.
Pengebom takkan arahkan kita jika begitu.
Ada yang salah.
John?
Luka di tangannya dalam. Banyak darah, bukan?
- Ya. - Tapi lukanya bersih.
Sangat bersih. Dan baru.
Berapa lama bakteri inkubasi di tubuhnya?
Oh, delapan, sepuluh hari.
Luka dibuat setelahnya.
- Setelah dia mati? - Ya.
Pertanyaannya,
bagaimana tetanus masuki sistem wanita mati?
- Kau mau bantu? - Tentu.
Berikan data latar belakang Connie Prince.
Baik.
Ada yang belum kita pikirkan.
- Ada? - Ya.
Kenapa pengebom lakukan ini?
Kematian ini mencurigakan, kenapa beri tahu?
Samaritan baik.
- Yang mengebom orang? - Samaritan buruk.
Aku serius, Sherlock.
Aku memercayaimu,
tapi di luar sana, seseorang terikat bom
menunggumu pecahkan kasus.
Jadi, katakan. Kita berurusan dengan apa?
Sesuatu yang baru.
Pasti ada hubungan.
Carl Powers, tewas 20 tahun lalu.
Pengebom mengenalnya.
IPhone pengebom ada dalam surat dari Ceko.
Sandera dari Cornwall, kedua London, ketiga Yorkshire.
Apa yang dia lakukan? Pamer?
NOMOR DIBLOKIR
Kau nikmati ini, bukan?
Gabungkan titik-titik.
Tiga jam.
Kita hancur. Tentu saja.
- Bisa kuambilkan sesuatu? - Tidak.
Raoul bisa diandalkan.
Aku takkan bisa bertahan.
Kami tak saling pandang...
tapi kakakku sayang padaku.
Dan ke publik, Tn. Prince.
Oh, dia dikagumi.
Dia pernah ambil gadis yang tampak seperti Routemaster
dan mengubahnya jadi seperti putri.
Melegakan, ketahui dia melampaui air mata ini.
Tentu saja.
Hebat.
Terima kasih.
Memalukan. Aku suka dia.
Dia ajarkan warna padamu.
- Warna? - Apa yang cocok dengan apa.
Aku tak boleh pakai merah tua. Jadi kering.
- Siapa itu? - Kementrian.
- Kementrian? - Sekretaris Negara.
Pernah kubantu.
Dia cantik, tapi terlalu kacau.
Mereka semua begitu sekarang ini.
Orang hampir tak bisa gerakkan wajah.
Bodoh, bukan?
- Pernah liaht acaranya? - Baru ini.
Kau tampak pucat.
Hujan setiap hari tapi...
Itu adiknya.
Tak ada cinta yang hilang, jika percaya.
Begitu. Aku mengobrol dengan orang-orang
yang suka acara ini. Situs penggemar penuh gosip.
Bukan begitu?
Turun!
Lebih lazim dari yang orang kira.
Tetatus di tanah, orang terluka kena duri mawar,
garpu taman, semacamnya,
dan jika tak dirawat...
- Aku tak tahu harus bagaimana. - Ya.
Dia berikan rumah ini padaku
baik sekali...
tapi ini tak sama tanpanya.
Itu sebabnya...
koranku ingin dapat...
Cerita lengkap langsung. Kau yakin tak terlalu cepat?
- Tidak. - Ya.
Silakan.
- John. - Hai. Cepat ke sini.
Kurasa aku dapat sesuatu. Bawa barang dulu.
- Ada pena? - Aku ingat.
- Itu dia. - Apa?
- Tn. Prince, ya? - Ya.
- Senang bertemu. - Ya.
- Maaf dengar soal... - Ya.
Apa kita...?
Benar. Bakteri masuk dengan cara lain.
- Oh, ya? - Ya.
- Kita siap? - Ya. Ayo...?
Jangan terlalu dekat. Bekas menangis.
- Oh, siapa ini? - Sekhmet.
Dari nama dewi Mesir.
- Bagus. Punya Connie? - Ya, hadiah.
Sherlock, lampu?
- Dua koma enam. - Astaga.
- Main apa? - Maaf.
Kau seperti Laurel dan Hardy. Ada apa?
Kami sudah dapat.
- Mari. - Apa?
- Sherlock. - Apa?
- Ada tenggat. - Tapi kau tak ambil apa pun.
Ya.
Kaukira itu kucingnya. Bukan.
Tidak... Ya. Pasti. Itu caranya tetanus masuk ke tubuhnya.
- Cakarnya bau disinfektan. - Ide bagus.
Tidak, dia lapisi ke cakar kucing.
Itu kucing baru, biasa agak gugup.
Lecet nyaris tak terhindari. Dia tak...
Kupikir begitu sejak lihat lecetnya,
tapi terlalu acak dan terlalu pintar.
- Dia bunuh kakaknya demi uang. - Ya?
- Bukan begitu? - Tidak. Balas dendam.
- Siapa mau balas dendam? - Raoul.
Kenny target lelucon kakaknya. Kampanye buli.
Dia hilang sabar.
Bertengkar hebat dengannya. Ada di situs.
Ancam cabut hak waris Kenny.
Raoul terbiasa dengan gaya hidup tertentu
Tunggu.
Bagaimana disinfektan di cakar?
Raoul hebat bersihkan rumah.
Lihat lantainya, digosok dengan baik.
Bau disinfektan. Kucing tak ke sana.
Tapi catatan Internet Raoul ya. Semoga dapat taksi.
Raoul de Santos pembunuhnya.
Pelayan Kenny Prince.
Otopsi kedua tunjukkan bukan tetanus yang racuni Connie.
Tapi botulinum.
Kita pernah ke sini. Carl Powers.
- Pengebom ulangi diri. - Bagaimana caranya?
- Suntik botox. - Botox?
Botox adalah bentuk botulinum encer.
Raoul Santos dipekerjakan
untuk berikan suntik botox wajah.
Kontakku di Kementrian beri catatan belanja Internet Raoul.
Dia pesan botox jumlah besar.
Tunggu waktu, lalu tingkatkan ke dosis fatal.
- Kau yakin? - Yakin.
Baik, kantorku.
- Sherlock, berapa lama? - Apa?
- Berapa lama kau tahu? - Sederhana.
Seperti kubilang, pengebom ulangi.
Ya, tapi sandera, wanita tua itu di sana.
Aku tahu bisa selamatkan dia. Pembunuh beri 12 jam.
Pecahkan dengan cepat. Beri waktu untuk lainnya.
Kita selangkah lebih maju.
Raoul de Santos, pelayan. Botox.
Halo?
Tolong aku.
Katakan kau di mana. Alamat?
Dia sangat...
- Suaranya... - Tidak.
- Jangan katakan tentang dia. - Dia terdengar lembut.
Halo?
Sherlock?
Ada apa?
BERITA DUA BELAS TEWAS DALAM LEDAKAN
Ledakan yang hancurkan beberapa lantai,
- tewaskan 12 orang... - Seluruh blok.
...karena kebocoran gas.
- Juru bicara perusahaan gas... - Dia lolos.
-...bekerjasama dengan layanan darurat. - Aku kalah.
Meski aku pecahkan kasusnya.
Dia bunuh nenek itu karena deskripsikan pembunuh.
Dia siap menembak.
Apa maksudmu?
Biasanya, dia di atasnya.
Mengorganisir semua, tapi tak ada kontak langsung.
Seperti pembunuhan Connie Prince?
Orang datangi dia ingin perbaiki kejahatannya,
seperti pesan libur?
Novel.
Dia lama kali ini.
- Ada tentang kasus Carl Power? - Tidak.
Semua teman sekelasnya tak berhubungan.
- Mungkin pembunuh lebih tua? - Itu terlintas.
Jadi, kenapa lakukan ini? Main permainan ini.
Apa dia ingin ditangkap?
Kurasa dia ingin dialihkan.
Kuharap kalian bahagia.
- Maaf, apa? - Nyawa taruhannya, Sherlock.
Nyawa manusia. Apa kau peduli?
- Apa itu selamatkan mereka? - Tidak.
Aku takkan buat kesalahan itu.
- Menurutmu mudah, ya? - Ya.
- Baru tahu? - Tidak.
- Aku kecewa padamu. - Bagus.
Jangan jadikan orang pahlawan. Itu tak ada.
Jika ada, bukan aku.
Hebat.
Pemandangan Thames.
South Bank, antara Jembatan Southwark dan Waterloo.
Kau cek koran, aku online.
Kau marah padaku, jadi tak mau bantu. Tak banyak polisi.
PENCARIAN: THAMES + PASANG + TEPI SUNGAI
BERITA LOKAL
WATERLOO 02.16 - AIR PASANG
04.00 - LAPORAN POLISI 07.45 - INSPEKSI KUALITAS AIR
- Bunuh diri... - Sepuluh sen.
BATTERSEA TAK ADA LAPORAN BARU
Dua anak tertikam di Stoke Newington.
LAPORAN POLISI THAMES LOG TUGAS - TAK ADA LAPORAN
Pria ditemukan di rel, Andrew West.
Tak ada.
Sudah temukan sesuatu di South Bank
antara Jembatan Waterloo dan Southwark?
Jadi ini terhubung, pengebom?
Pasti. Aneh, dia belum hubungi.
Kita harus asumsi seseorang akan meledak, ya?
Ya.
- Ada die? - Tujuh, sejauh ini.
Tujuh?
Dia sudah mati 24 jam.
Mungkin lebih lama.
- Tenggelam? - Tidak.
DICARI INTERPOL
Ada air di paru-paru.
- Sesak napas. - Ya.
Ada sedikit memar di sekitar hidung dan mulut.
INFORMASI GENG CEKO PALING DICARI - KONTAK
Banyak memar di sana-sini.
Ujung jari.
ORANG HILANG
Akhir 30an. Tidak dalam kondisi terbaik.
Sudah lama di sungai.
Air rusak sebagian besar data.
Tapi kukatakan satu hal.
Lukisan Vemeer yang hilang palsu.
Apa?
Identifikasi mayat, cari tahu temannya...
Tunggu. Lukisan apa?
Semua berakhir. Lihat poster?
Karya master Belanda, rusak berabad-abad lalu.
Kini muncul, senilai £30 juta.
Jadi, apa hubungannya dengan kekakuan?
Semuanya.
- Pernah dengar golem? - Golem?
Itu kisah seram, bukan? Apa katamu?
Cerita rakyat Yahudi. Raksasa tanah.
Juga nama pembunuh, nama asli Oscar Dzundza,
salah satu pembunuh paling kejam.
Itu gaya khasnya.
- Jadi ini pukulan? - Ya.
Golem bunuh korban dengan tangannya.
Apa hubungannya dengan lukisan?
- Kau tak amati. - Baiklah. Tenang.
Sherlock, mau jelaskan?
Apa yang kita tahu soal mayat ini?
Pembunuh tak tinggalkan banyak, hanya kemeja dan celana.
Formal. Mungkin mau keluar malam.
Celananya untuk bertugas.
Poliester, sama dengan kemejanya.
Terlalu besar baginya. Jadi, seragam standar.
Untuk bekerja. Kerja apa?
Ada kait walkie-talkie di ikat pinggangnya.
Masinis?
- Satpam? - Mungkin.
- Itu dari punggungnya. - Punggung?
Lembek. Hidupnya tidak aktif,
tapi sol kakinya
dan varises yang baru muncul tunjukkan sebaliknya.
Banyak jalan dan banyak duduk.
Mungkin petugas keamanan. Arloji membantu.
- Alarm tandai sering tugas malam. - Kenapa?
Mungkin dipasang malam sebelumnya.
Tombolnya kaku, jarang disentuh.
Dia pasang alarm sudah lama.
Pembunuh terganggu. Jika tidak dia sudah lucuti mayat.
Ada semacam lambang di kemeja yang dirobek,
artinya tempat kerjanya dikenal,
semacam lembaga.
Aku temukan ini di dalam saku celananya.
Basah oleh sungai, tapi masih dikenali...
- Tiket? - Sobekannya.
Dia kerja di museum atau galeri. Cek cepat.
Galeri Hickman laporkan satu petugasnya hilang.
Alex Woodbridge.
Malam ini ungkap maha karya yang ditemukan
Kenapa ada yang bayar Golem
untuk cekik petugas galeri biasa?
Kesimpulan, dia tahu soal itu,
sesuatu yang bisa cegah pemilik dibayar £30 juta.
Lukisan itu palsu.
Fantastis.
- Menarik. - Selamat Tahun Baru.
Pria malang.
Sebaiknya turunkan pengintai cari Golem.
Takkan bisa, aku tahu siapa yang bisa.
- Siapa? - Aku.
Kenapa dia belum telepon?
Jembatan Waterloo.
- Ke mana, galeri? - Sesaat lagi.
Seni kontemporer Hickman, ya?
- Kenapa punya maha karya kuno? - Entah.
Bahaya langsung simpulkan.
Butuh data.
Berhenti! Bisa tunggu di sini?
Sebentar saja.
Sherlock?
Uang kecil?
- Untuk apa? - Secangkir teh.
Ini, 50 pound.
Terima kasih.
- Sedang apa? - Investasi.
Kini ke galeri. Punya uang?
Tidak, aku ingin kau cari tahu semua soal penjaga galeri.
- Lestrade akan berikan alamat. - Baik.
VERMEER YANG HILANG HICKMAN
Kami berbagi sekitar setahun.
Hanya berbagi.
- Boleh? - Ya.
Maaf.
Suka lihat bintang?
Ya. Sangat.
Hanya itu hobinya.
Alex pria yang baik.
Aku suka dia.
Dia...
tidak berantakan.
Apa dia tahu soal seni?
Itu hanya pekerjaan, ya?
Ada yang pernah tanya soal Alex?
Tidak.
- Ada yang bobol. - Kapan?
Semalam. Tak ada yang diambil.
Oh, ada pesan untuk Alex di telepon.
Dari siapa?
Bisa kuputar untukmu. Aku ambil dulu.
Silakan.
Oh, harus bicara sekarang? Alex?
Sayang, ini Profesor Cairns.
Kau benar.
Telepon kami saat...
Profesor Cairns?
Tak tahu. Maaf.
Bisa telepon balik?
Sia-sia. Sudah ada telepon lain.
Yang simpati, kau tahu.
Sudah bicara dengan tunangan West?
Kau tak kerja?
Mengagumi pemandangan.
Ya.
Bagus. Kembali kerja. Kita buka malam ini.
- Apa tak mengganggumu? - Apa?
Lukisannya palsu.
- Apa? - Ini palsu.
Pasti. Satu-satunya penjelasan.
Kau penanggung jawab, ya? Nona Wenceslas?
Siapa kau?
Alex Woodbridge tahu, seseorang kirim Golem untuk bunuh dia. Kau?
Golem? Bicara apa kau?
Kau kerja untuk orang lain? Kaupalsukan?
- Itu bukan palsu. - Itu palsu.
Aku tak tahu. Ada yang salah dengannya.
Apa yang kaubicarakan? Kau bisa kupecat.
Tak masalah.
- Tidak? - Tak kerja di sini.
Hanya masuk untuk beri saran padamu.
Bagaimana kau masuk?
- Tolong. - Aku ingin tahu.
Seni menyamar, sembunyi di keramaian.
- Siapa kau? - Sherlock Holmes.
- Apa aku harus kagum? - Ya.
Selamat pagi.
Dia tak akan.
Tak akan.
Tidak? Hal lebih aneh terjadi.
Westie bukan pengkhianat.
Itu kata yang buruk.
Maaf. Kau harus paham, itu...
Itu yang mereka pikir, ya, bosnya?
Dia muda, akan menikah. Punya utang.
Semua orang punya utang,
dan Westie takkan membayarnya dengan jual negara.
Bisa ceritakan yang terjadi malam itu?
Kami di rumah.
Hanya nonton DVD.
Dia biasanya tertidur, tapi dia duduk terus.
Dia diam saja.
Tiba-tiba, dia bilang harus temui seseorang.
Dan kau tak tahu siapa?
Hi, Luce. Kau tak apa?
- Ya. - Siapa ini?
John Watson. Hai.
Ini kakakku, Joe.
John selidiki Westie.
- Kau polisi? - Semacam itu.
Suruh mereka pergi. Ini konyol.
Akan kuusahakan.
Baik...
terima kasih atas bantuanmu. Dan, maafkan aku.
Dia tak curi itu, Tn. Watson.
Aku tahu Westie. Dia pria baik.
Sangat baik.
- Punya koin? - Tidak.
Punya koin?
Alex tidak tahu tentang seni.
- Dan? - Dan...
Tak ada kebiasaan, hobi, kepribadian?
Beri kesempatan. Dia astronom amatir.
Panggil taksi.
- Koin, Pak? - Tak keberatan.
Bisa tunggu?
Untunglah, aku tak diam saja.
Ayo.
Indah, bukan?
- Kupikir kau tak peduli... - Bukan tak hargai.
Alex Woodbridge punya pesan di penjawab teleponnya.
- Profesor Cairns. - Ke sini.
Bagus.
Bagian kota yang bagus.
- Mau jelaskan? - Jaringan tunawisma.
- Sangat penting. - Jaringan tunawisma?
- Mata dan telingaku di kota. - Pintar.
- Jadi, kau garuk mereka dan... - Aku cuci tangan.
Sherlock. Ayo.
- Apa yang dia lakukan? - Wajahnya sangat khas.
Dia sembunyi di tempat yang bebas gunjingan.
- Oh... - Apa?
- Kuharap aku... - Jangan sebut.
Tidak!
Butuh berminggu-minggu lagi.
Atau tidak. Aku tahu dia ke mana.
- Apa? - Sudah kubilang.
Ada pesan untuk Alex Woodbridge.
Takkan banyak Profesor Cairns di buku. Ayo.
Jupiter, planet kelima tata surya, dan terbesar.
Jupiter adalah gas raksasa.
Planet Bumi muat 11 kali di dalamnya.
Ya, kita tahu itu.
- Titan adalah bulan terbesar. - Neptunus, di mana kau sembunyi?
Banyak yang sudah mati...
- Tom, itu kau? - ...meledak jadi supernova.
...ditemukan oleh Urbain Le Verrier pada 1846.
...terdiri dari hidrogen...
cahayanya lama sekali mencapai kita...
Golem!
...banyak yang sudah mati, meledak jadi...
Tak lihat dia. Aku memutar.
Kerja untuk siapa kali ini, Dzundza?
Bintang dimulai sebagai bola materi yang terdiri dari...
Golem!
Lepaskan dia
atau kubunuh kau.
...planet keempat tata surya, dinamai dari dewa perang Romawi.
...ini gas raksasa...
...butuh waktu sangat lama...
...jadi supernova...
...meledak jadi supernova...
Ini palsu. Pasti.
Lukisan itu sudah jalani berbagai tes yang ada.
Ini pemalsuan hebat.
Kau tahu soal ini, ya? Ini kau, ya?
Inspektur, waktuku sia-sia.
Bisa ajak temanmu keluar?
Lukisan ini palsu.
Itu sebabnya Woodbridge dan Cairns tewas.
Ayolah, buktikan.
Lukisan ini palsu. Sudah kupecahkan.
Itu jawabannya. Itu sebabnya mereka tewas.
Baik, kubuktikan. Beri waktu. Beri waktu, ya?
Sepuluh...
Itu anak-anak. Astaga.
- Apa? - 10.
- Sembilan. - Hitung mundur.
- Astaga. - Lukisan itu palsu,
- apa buktinya? - Delapan.
Anak itu akan mati. Katakan alasannya. Katakan!
- Tujuh. - Diam. Jangan bicara.
Hanya bekerja jika aku tahu.
Pasti mungkin. Terlihat nyata.
- Enam. - Bagaimana?
- Woodbridge tahu, bagaimana? - Lima.
- Cepat. - Sherlock!
- Empat. - Di planetarium.
Oh, cerdas. Ini luar biasa.
- Tiga. - Apa yang cerdas?
Ini indah. Suka ini.
- Dua. - Sherlock!
Supernova Van Buren.
Seseprang di sana? Tolong aku.
Pergi dan cari di mana dia, lalu jemput.
Supernova Van Buren.
Ledakan bintang. Hanya muncul di langit pada 1858.
Jadi, bagaimana mungkin dilukis pada 1640-an?
KESABARANKU MENIPIS. MYCROFT HOLMES
Oh, Sherlock.
Ini menarik. Kertas Bohemia,
nama pembunuh dari Legenda Praha,
dan kau, Nona Wenceslas.
Ada rasa Ceko dalam seluruh kasus ini.
Apa mengarah ke sana?
Apa ini, inspektur?
Konspirasi kriminal, penipuan,
aksesori setelah fakta, minimal.
Pembunuhan wanita tua,
- semua orang di flat... - Aku tak tahu soal itu.
Semua hal itu, percayalah.
Aku ingin bagianku.
Tiga puluh juta.
Aku temukan pria tua di Argentina.
Seorang genius. Sungguh.
Sapuan kuasnya, sempurna. Bisa menipu siapa pun.
Hampir siapa pun.
Aku tak tahu
cara yakinkan dunia bahwa lukisan ini asli.
Itu hanya ide.
Percikan yang ditiupnya jadi api.
Siapa?
Aku tak tahu.
Benar.
Butuh waktu lama, tapi akhirnya aku...
kontak dengan orang-orang.
Orang-orangnya.
Tak pernah ada kontak sungguhan.
Hanya pesan...
bisikan.
Dan apa bisikan itu punya nama?
Moriarty.
- Ini tempat West ditemukan? - Ya.
- Kau akan lama? - Mungkin.
- Kau polisi? - Semacam.
Aku benci mereka.
- Polisi? - Bukan, pelompat.
Orang yang melompat ke kereta.
- Bajingan egois. - Itu satu cara melihatnya.
Serius. Tak apa buat mereka.
Semua berakhir dalam sedetik. Darah di mana-mana.
Bagaimana dengan masinis?
- Mereka harus hidup dengan itu, bukan? - Ya, soal darah,
tak ada darah di rel.
- Sudah dibersihkan? - Tidak, tak banyak.
Katanya kepalanya hancur.
Ya, tapi tak banyak darah.
Baik.
Nah, kutinggal.
- Teriak saja kalau selesai. - Baik.
Jadi, Andrew, West naik kereta di suatu tempat. Benarkah?
Tak ada tiket di tubuhnya.
Bagaimana berakhir di sini?
- Poin. - Ya!
Aku tahu kau akan ke sini.
West tak dibunuh di sini. Jadi darahnya sedikit.
- Berapa lama ikuti aku? - Sejak awal.
Kau pikir aku akan menyerah pada kasus macam ini
untuk balas kakakku, ya?
Ayolah, kita harus merampok.
Rencana misil belum keluar negara.
Jika tidak, orang Mycroft sudah dengar.
Meski apa yang orang pikir, kita punya Agen Rahasia.
Aku tahu. Sudah bertemu.
Artinya yang curi stik memori tak bisa jual
atau tak tahu harus diapakan. Kutebak yang kedua.
- Kita di sini. - Di mana?
Sherlock. Bagaimana jika ada orang?
Tak ada.
Astaga.
Di mana kita?
Oh, aku tak bilang? Flat Joe Harrison.
Joe...?
Kakak tunangan West.
Dia curi stik memori, bunuh calon adik ipar.
Kenapa dia lakukan?
Kita tanya.
Jangan!
Aku tak bermaksud...
Apa kata Lucy? Astaga.
- Kenapa bunuh dia? - Itu kecelakaan.
Aku bersumpah.
Tapi curi rencana program pertahanan misil
bukan kecelakaan, bukan?
Aku dagang narkotik.
Sepeda samaran yang bagus, bukan?
Aku tak tahu awalnya.
Aku baru bebas dari utang.
Aku berutang ribuan. Orang-orang serius.
Lalu di pertunangan Westie, dia bicara soal pekerjaannya.
Biasanya, dia sangat hati-hati.
Tapi malam itu, setelah beberapa gelas, dia terbuka.
Beri tahu soal rencana misil.
Melampaui rahasia top.
Tunjukkan stik memori. Lambaikan di depanku.
Kaudengar tentang benda hilang, berakhir di tempat sampah.
Dan itu di sana. Kupikir...
Itu bisa mahal sekali.
Sangat mudah ambil darinya. Dia mabuk.
Kali lain aku bertemu...
Aku tahu dari wajahnya bahwa dia tahu.
- Sedang apa di sini? - Lakukan apa dengan rencana?
Apa yang terjadi?
Aku akan telepon ambulans, tapi terlambat.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Jadi, kuseret ke sini.
Aku duduk di kegelapan, berpikir.
Saat ide kecil muncul di kepalamu.
Bawa Andrew West jauh dari sini. Tubuhnya akan pergi lama
jika kereta tidak berbelok.
- Dan sudut. - Tepat.
Kau masih simpan stik memorinya?
Ambilkan untukku.
Pengalihan selesai. Permainan lanjut.
Mungkin selesai. Pengebom tak kabari lagi.
Lima sinyal, John.
Hitung mundur. Baru ada empat.
Tidak!
Tentu dia bukan ayah anak itu!
Lihat lipatan celananya.
Aku tahu itu bahaya.
Membuatmu nonton TV.
Tak ada Connie Prince.
Sudah berikan stik ke Mycroft?
Ya. Dia senang sekali.
Ancam aku dengan keksatriaan lagi.
Aku masih menunggu.
Kau akui jika sedikit tahu soal tata surya...
kau akan pecahkan lukisan palsu lebih cepat.
Tak pengaruh bagimu, ya?
Tapi aku bukan konsultan detektif.
Benar.
Aku tak minum teh. Mau ke Sarah.
Masih ada risotto di kulkas.
- Butuh susu. - Akan kubeli.
- Sungguh? - Sungguh.
Dan kacang, ya?
Temukan rencana Bruce-Partington. Ambil.
KOLAM. TENGAH MALAM.
Belikan hadiah perkenalan.
Semua soal ini, bukan?
Semua teka-tekimu, buatku dansa.
Untuk alihkan dari ini.
Malam.
Ini pertemuan, ya, Sherlock?
John.
- Kenapa...? - Taruhan kau tak duga ini.
Apa...
mau aku buat dia bilang...
berikutnya?
Botol bir,
- botol bir. - Hentikan.
Sentuhan bagus. Kolam tempat Carl tewas.
Aku hentikan dia.
Bisa hentikan John Watson.
- Hentikan jantungnya. - Siapa kau?
Kuberi nomorku.
Kupikir kau mau telepon.
Apa itu Browning L9A1 di sakumu...
atau kau senang bertemu aku?
Keduanya.
Jim Moriarty.
Hai.
Jim?
Jim dari rumah sakit?
Apa aku membuat kesan?
Kupikir, itu intinya.
Jangan bodoh. Ada yang pegang senapan.
Aku tak suka kotori tanganku.
Kubiarkan kaulihat, Sherlock, sedikit,
dari apa yang terjadi di dunia jahat.
Aku spesialis.
Sepertimu.
"Halo Jim...
bisa perbaiki untukku
hilangkan adik pacarku?"
"Halo Jim, bisa atur agar aku hilang ke Amerika Selatan?"
- Begitu. - Konsultan kriminal.
- Pintar. - Bukan begitu?
Tak ada yang kalahkan aku.
Dan takkan pernah.
- Aku. - Kau yang terdekat.
- Kau halangi aku. - Ya.
- Bukan pujian. - Ya.
Baiklah.
Tapi bercumbu selesai, Sherlock. Sudah cukup.
Kutunjukkan kemampuanku.
Aku lepas semua orang itu, semua masalah kecil,
bahkan lukisan 30 juta, untuk membuatmu bermain.
Jadi, ambil ini sebagai peringatan...
sayang.
Mundur.
Meski aku suka ini,
permainan kita ini.
Jadi Jim dari TI, jadi homo. Kau suka sentuhan celana dalam?
- Orang-orang tewas. - Orang akan mati.
Aku akan hentikan kau.
- Tak akan. - Kau tak apa?
Kau bisa bicara, Johnny. Silakan.
Ambil.
Itu? Rencana misil.
Membosankan! Aku bisa dapatkan itu.
Sherlock, lari!
Bagus.
Jika penembakmu tarik picu, kita berdua meledak.
Dia manis. Aku paham kau suka bawa dia.
Tapi, orang jadi sentimental soal peliharaannya.
Mereka sangat setia, tapi...
Kau sebaiknya tunjukkan tanganmu, Dr. Watson.
Dapat.
Westwood.
Kau tahu apa yang terjadi jika tak biarkan aku?
Kau tahu?
- Kutebak. Aku terbunuh. - Membunuhmu?
Tidak. Jangan terlalu jelas.
Aku akan membunuhmu suatu hari.
Tapi tak buru-buru. Untuk sesuatu yang khusus.
Tidak, tidak.
Jika tak berhenti selidiki...
Aku akan bakar kau.
Aku akan bakar hatimu.
Aku diberi tahu bahwa aku tak punya hati.
Tapi kita tahu itu tak benar.
Aku pergi dulu.
Senang bisa mengobrol.
Bagaimana jika kutembak sekarang?
Maka kau bisa kenang tampang kagetku.
Karena aku akan kaget, Sherlock. Sungguh.
Dan sedikit...
kecewa.
Tentu, kau takkan bisa lama mengenangnya.
Sampai jumpa, Sherlock Holmes.
Sampai nanti.
Kau tak akan!
Tak apa?
- Kau tak apa? - Ya, aku tak apa.
Tak apa. Sherlock.
Sherlock! Astaga.
Astaga.
- Kau tak apa? - Aku? Ya.
Itu...
hal yang kaulakuakn,
yang kautawarkan lakukan, itu...
bagus.
Lega tak ada yang lihat.
Kau buka bajuku di kolam yang gelap.
Orang bisa bergosip.
Tidak juga.
Maaf.
Aku suka berubah.
Itu kelemahanku, tapi jujur saja...
itu satu-satunya kelemahanku.
Kau tak bisa lanjutkan.
Tak bisa.
Aku akan yakinkanmu, tapi...
semua yang kukatakan telah kau pikirkan.
Mungkin jawabanku telah kaupikirkan.
Diterjemahkan oleh Noer
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.