All language subtitles for E3-His Last Vow_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tn. Magnussen, sebutkan nama lengkapmu untuk catatan.

Charles Augustus Magnussen.

Tn. Magnussen, bisa jelaskan pengaruhmu terhadap perdana menteri?

Perdana Menteri Britania?

Perdana Menteri Britania mana pun.

Tak pernah memengaruhi mereka.

Untuk apa?

Aku lihat kau rapat tujuh kali di Downing Street tahun ini.

Kenapa?

Karena aku diundang.

Bisa mengingat topik pembicaraannya?

Jika tak bijaksana, kurasa tak pantas dibahas.

Menurutmu, pemilik perusahaan koran, orang biasa,

dan warga negara asing,

memiliki akses tetap menuju perdana menteri kami?

JOHN GARVIE

Kurasa orang biasa yang menerima undangan tidaklah salah.

Tapi aku minta maaf dengan tulus, karena aku orang asing.

Bukan itu maksudku.

- Bukan itu... - Tn. Magnussen, bisa kau ingat

saat perkataanmu bisa memengaruhi kebijakan pemerintah?

Ataukah perdana menteri memikirkannya?

Tidak.

Kau yakin?

TITIK LEMAH: SUAMI

Ingatanku bagus.

Mobilmu menunggu di depan, terima kasih.

Sampai besok.

Aku boleh menemani?

Kurasa itu tak pantas.

- Benarkah? - Tn. Magnussen, di luar penyidikan,

kita tak boleh ada kontak, atau pun komunikasi.

Jangan lakukan itu.

Tahun 1982, suamimu berhubungan dengan Helen Katherine Driscoll.

- Sebelum kenal dia. - Suratnya begitu indah,

bisa dibilang gamblang,

- dan ada padaku saat ini. - Bisa pindahkan tanganmu?

"Sayangku, aku rindu memahami sentuhan tubuhmu."

Aku tahu isi suratnya.

Dia masih 15 tahun.

Dia terlihat lebih tua.

Dia terlihat seksi.

Kami punya fotonya juga. Yang dia kirimkan pada suamimu.

Seksinya.

Dia tak tahu umurnya. Dia bertemu sekali sebelum suratnya ditulis.

Saat dia tahu kebenarannya, dia berhenti. Itu faktanya.

Fakta untuk buku sejarah. Bidangku di surat kabar.

Tanganmu berkeringat.

Selalu seperti itu.

Aku mengidap kelainan.

Menjijikkan.

Aku sudah biasa.

Seluruh dunia basah terkena sentuhanku.

Aku akan hubungi seseorang, dan mengusirmu.

Apa itu?

Claire de la Lune?

Bukankah terlalu muda untukmu?

Kau mau memukulku?

Masih bisa?

Kini kau sudah tua?

Mungkin kau sebaiknya menghubungi seseorang.

Hubungilah.

Tak mau?

Karena ada akibatnya.

Aku punya suratnya, aku mengendalikanmu.

Ini pemerasan.

Ini bukan pemerasan.

Tapi kepemilikan.

Kau tak memiliki diriku.

Claire de la Lune?

Rasanya tak sama dengan aromanya, ya?

Tagihan Lady Smallwood aku yang bayar. Tolong diurus.

Baik, Tn. Magnussen.

Astaga.

Baik-baik saja, Bu?

Baik. Ya.

Magnussen.

Tak ada yang berani melawannya.

Tak ada yang berani mencobanya.

Tak ada seorang pun di Inggris

yang bisa menghentikan makhluk menjijikkan itu.

- Bu? - Putar balik mobilnya.

Kita kembali ke kota. Berbaliklah.

Kita mau ke mana, Bu?

Baker Street.

Lihat banyak cedera? Kematian yang menyedihkan?

Sudah cukup banyak.

- Mau lihat lagi? - Astaga. Ya.

Permainan dimulai.

Aku tahu ini terlalu pagi. Maaf.

- Itu Kate? - Ya, ini Kate.

- Ajak dia masuk? - Maaf. Mau masuk, Kate?

Hei.

Maaf.

- Ini. - Soal Isaac.

- Suaminya? - Putranya.

Putranya, benar.

Dia menghilang lagi.

Tak pulang semalam.

- Seperti biasa. - Dia pencandu, ya?

Ya, bisa dibilang begitu.

Kau ingin Sherlock Holmes? Aku tak lihat dia.

- Sudah sebulan. - Siapa Sherlock?

Paham? Itu bisa terjadi.

Ada tempat yang biasa dia kunjungi bersama teman-temannya.

Mereka lakukan apa pun yang mereka mau.

- Mengisapnya, apa pun itu. - Di mana dia?

Di sebuah rumah. Rumah bobrok. Mulai roboh.

Bukan, alamatnya.

Di mana tepatnya?

Yang benar?

Kenapa? Dia tak mau ke polisi, harus ada yang lapor.

- Kenapa kau? - Membantu tetangga.

- Sejak kapan? - Sekarang. Saat ini juga.

Kenapa kau begitu...

- Apa? - Entah. Ada apa denganmu?

Tak ada yang salah denganku! Anggap saja aku tak teriak.

Aku berusaha.

- Jangan ikut. Kau hamil. - Jangan pergi. Aku hamil.

KEKUATAN MENUJU PERUBAHAN

Apa itu?

- Ini kunci roda. - Kenapa?

Ada pencandu di dalam, dan mungkin butuh bantuan.

Jika ada masalah, pergi.

- Aku bisa. - Tunggu, John.

Terlihat agak seksi.

Ya, aku tahu.

Halo?

PROPERTI PRIBADI

- Kau mau apa? - Permisi.

Hei, kau tak boleh masuk.

Aku mencari teman.

Teman yang spesifik.

Bukan melihat-lihat.

Kau harus pergi.

Tak ada yang boleh masuk.

Isaac Whitney, kau lihat dia?

Aku bertanya, kau lihat Isaac, kau malah keluarkan pisau.

Bukankah jelas?

- Kau berpantomim? - Pergi.

Atau akan kutebas.

Jangan begitu. Biar kubantu.

Sekarang, berkonsentrasilah.

Isaac Whitney.

Baik, kau yang minta.

Baik, sudah konsentrasi?

- Kau patahkan lenganku. - Hanya terkilir.

Terasa lembek.

Memangnya akan lembek?

- Peganglah. - Ya.

Kau terkilir. Aku dokter. Aku tahu caranya.

Di mana Isaac Whitney?

Aku tak tahu.

- Mungkin di atas. - Akhirnya. Bukankah mudah?

Tidak, sangat sakit.

Kau gila.

Tidak, hanya terbiasa dengan kriminal berkelas.

Isaac? Isaac Whitney?

Isaac?

Halo, Bung. Bisa duduk? Duduk.

- Dr. Watson? - Ya.

Aku di mana?

Di ujung dunia bersama bajingan. Lihat aku.

Kau menjemputku?

Kau pikir aku kenal orang-orang di sini?

Kau tak apa-apa?

Halo, John.

Tak kuduga akan bertemu di sini.

Mau menjemputku?

- Halo, Isaac. - Nyonya Watson, aku...

- Aku boleh masuk? - Ya, tentu. Masuk. John di mana?

- Mereka bertengkar. - Siapa?

- Astaga, John. Aku sedang menyelidiki. - Hanya butuh sebulan.

- Satu bulan! - Aku bekerja.

Sherlock di sarang narkoba, namamu akan jadi jelek.

- Aku sedang menyamar. - Tidak.

Sekarang aku tak menyamar!

Kalian berdua, cepat masuk.

Bolehkah aku ikut? Kurasa lenganku patah.

- Pergilah. - Biarkan.

- Kenapa? - Masuk. Hanya terkilir.

Ada lagi? Kita bisa bawa pulang semuanya.

- Hai, Shezza. - Shezza?

- Aku sedang menyamar. - Sungguh, Shezza?

Kita ke Bart's. Aku hubungi Molly.

- Kenapa? - Karena Sherlock Holmes

harus pipis di botol.

- Bagaimana, dia bersih? - Bersih?

Beraninya kau buang bakat yang kau punya itu?

Beraninya kau mengkhianati temanmu?

- Minta maaflah. - Maaf, tunanganmu batal.

- Aku senang tak ada cincin. - Hentikan.

Hentikanlah.

Jika kau ingin gunakan hal ini lagi,

kau bisa hubungi aku, dan bicara padaku.

- Tenanglah. Ini untuk menyelidiki. - Kasus seperti apa?

Aku ingin tahu kenapa kau bersepeda.

Kita takkan mainkan ini lagi.

Kau sangat bertekad melakukannya.

- Tak tertarik. - Aku tertarik.

Maaf, kau bergerak, ini hanya terkilir.

Ya, seseorang menyerangku.

Ya, seseorang.

Mungkin pencandu yang butuh narkoba.

Ya, kurasa benar.

- Itu kemejanya? - Maaf?

Terlihat dari kerutannya.

Dua kerutan di depan?

Baru dilipat, tapi tak baru.

Kau terburu-buru pagi ini.

Semua kemejamu disimpan seperti itu.

Tapi kenapa?

Mungkin karena kau bersepeda setiap pagi,

mandi saat sampai di sana, lalu memakai kemeja yang kau bawa.

Semua kemejamu terlipat.

Siap dikemas.

- Lumayan. - Maka kudeduksikan...

kau baru mulai karena kedua pahamu selalu bergesekan.

Tidak, dia selalu begitu. Siapa namamu?

- Aku dipanggil si Wig. - Bukan.

- Mereka memanggilku Wiggy. - Bukan.

Bill. Bill Wiggins.

Kemampuan observasi bagus, Billy.

Akhirnya.

- Akhirnya apa? - Kabar baik?

Kabar bagus. Yang terbaik.

Ada kemungkinan kebiasaanku masuk koran.

Permainan dimulai.

Aku permisi sebentar.

Kau tahu Charles Augustus Magnussen.

Ya, pemilik beberapa surat kabar.

Yang tak kubaca.

Tunggu. Bukankah ada yang lain?

Mary memulangkan mereka, aku mengajakmu. Kami sudah bahas.

Semuanya berbicara kecuali aku, aku pasti dikucilkan.

- Aku tahu. - Harus menyaring pembicaraan.

Aku menyuruh Nyonya Hudson untuk diam.

Kakakku sedang apa di sini?

Lalu aku yang harus bayar?

Meluruskan pengetuk pintu.

Dia obsesif-kompulsif. Dia tak sadar.

- Kenapa lakukan itu? - Apa?

Bukan apa-apa.

Akhirnya kembali, Sherlock?

Sedang apa di sini?

- Aku menghubunginya. - Itu kebiasaan lama.

Mirip Paman Rudy,

walau berbusana yang tak sesuai lebih pantas bagimu.

- Kau hubungi dia? - Tentu.

Tentu saja. Jangan buang waktu.

Kita harus cari di mana?

- Kita? - Tn. Holmes?

Yang benar saja!

- Anderson? - Maaf, Sherlock, demi dirimu.

Itu benar dia, ya?

Kau bilang lebih tinggi.

Beberapa anggota klub penggemarmu.

Mereka dapat dipercaya.

Rela menggeledah tempat sampah bobrok

yang kau sebut apartemenmu.

Kau pesohor, Sherlock. Tak bisa jadi pencandu.

- Aku bukan pencandu. - Hei, mana kursiku?

- Menghalangi pemandangan. - Senangnya.

- Kau pergi, ada kesempatan. - Dapurnya jelas terlihat.

Temukan apa? Tak ada satu pun.

Tak ada yang ditemukan.

Pintu kamarmu tertutup, kau tak di rumah semalaman.

Kenapa pria yang tak pernah menutup pintu,

kecuali jika disuruh ibunya, mau melakukannya?

Baik, berhenti! Berhenti!

- Maksudmu sudah jelas. - Astaga, Sherlock.

Aku harus hubungi orang tua kita di Oklahoma.

Ini bukan kali pertama kau gunakan narkotika

menyebabkan kekacauan.

Tak seperti yang kau duga, ini untuk kasus.

Kasus apa yang membutuhkan ini?

Magnussen. Charles Augustus Magnussen.

Nama yang kau kira pernah mendengarnya,

kau salah dengar.

Jika kau pernah dengar nama itu di kamar ini, di konteks ini,

atas nama British Security Services,

data-data yang ditemukan di cakram kerasmu

bisa digunakan untuk menahanmu.

Jangan jawab, tetap takut dan lari.

Kuharap aku tak perlu mengancam kalian.

Menurut kami, itu memalukan.

- Magnussen bukan urusanmu. - Dia urusanmu?

- Dia di bawah perlindungan. - Kau dikendalikan dia.

Jika kau menyelidiki Magnussen,

maka kau akan menjadi musuhku.

Baik, akan kuberi tahu.

Aku ingin bilang apa? Benar.

Dah.

Tak bijak, Adikku.

Kakakku,

jangan menakutiku saat aku teler.

Mycroft, diam saja dan pergi.

Dia bisa membunuhmu, dan aku khawatir dia akan melakukannya.

Diam, pergi saja.

Magnussen?

- Pukul berapa? - Pukul 8.00.

Tiga jam lagi menemuinya. Aku harus mandi.

- Kau bilang untuk kasus. - Ya.

- Seperti? - Besar dan berbahaya

untuk siapa pun yang terlibat.

- Mau menakuti aku? - Tidak.

Aku ingin mengajakmu.

Jangan masuk kamarku.

John, hai.

Apa kabar?

- Janine. - Maaf.

Tak berpakaian. Semua sudah pergi?

- Aku dengar teriakan. - Ya, sudah.

Astaga, sudah pukul berapa, aku telat. Ada perdebatan, ya.

- Tadi itu Mike? - Mike?

Mike, ya. Kakaknya, Mike? Mereka selalu berdebat.

Mycroft?

- Orang memanggilnya begitu? - Ya.

Bisa bantu aku buatkan kopi?

Tentu. Ya.

Terima kasih. Bagaimana kabar Mary?

Bagaimana pernikahannya?

Dia baik, kami baik. Ya.

Sekarang ada di sana. Sherl di mana?

Sherl.

Dia sedang mandi. Sebentar lagi keluar.

- Seakan dia pernah. - Ya.

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Dia hanya tamu, tapi kau pasti punya beberapa pertanyaan.

Ya, satu atau dua. Begitulah.

Wajar.

- Kau punya kekasih? - Ya, aku punya.

Magnussen. Dia seperti hiu.

Aku hanya bisa jelaskan begitu.

Kau pernah lihat akuarium hiu?

Berdiri dekat kacanya, lalu lihat matanya,

yang seakan mati, wajah datar, mengambang?

Dia seperti itu.

Aku telah menghadapi pembunuh, psikopat, teroris, pembunuh berantai.

Tak ada yang bisa membuatku muak layaknya Charles Augustus Magnussen.

Ya, kau punya.

- Maaf, apa? - Kau punya kekasih?

Apa? Ya. Aku mengencani Janine. Kupikir itu jelas.

Ya, memang.

Tapi maksudku, kau menjalani hubungan?

- Benar. - Kau dan Janine?

- Ya, aku dan Janine. - Bisa jelaskan?

Kami sedang di tahap yang tepat,

sangat meyakinkan.

- Kau pelajari dari buku. - Semua mempelajarinya.

Kalian harus jaga sikap kalian, anak-anak nakal.

Sherl, kau harus beri tahu pergi ke mana tadi malam.

- Bekerja. - Bekerja?

Tentu. Hanya aku yang tahu kau seperti apa.

- Kau ingat? - Jangan melupakannya.

Aku bisa saja.

Aku belum beri tahu Mary, aku ingin mengejutkannya.

- Pasti begitu. - Kami harus undang kalian makan malam

- secepatnya. - Ya.

Di tempatku, bukan di sini.

Bagus. Ya.

Makan malam. Ya.

Aku harus pergi.

- Senang bisa bertemu. - Sama-sama.

Semoga harimu menyenangkan. Hubungi aku.

Mungkin. Akan kuhubungi.

Kecuali kutemui yang lebih tampan.

Pecahkan kasus untukku, Sherlock Holmes.

Magnussen pemilik koran, tapi dia lebih dari itu.

Dia gunakan kuasa dan hartanya untuk dapat informasi.

Semakin banyak, semakin besar kekayaan dan kuasanya.

Aku tak bohong saat kubilang dia tahu titik lemah

setiap orang berpengaruh

di dunia Barat, atau mungkin lebih.

Dialah Napoleon pemerasan.

Dan dia menciptakan

arsitektur pengetahuan terlarang yang tak bisa disangkal.

Namanya...

ialah Appledore.

- Makan malam. - Apa? Makan malam?

Aku dan Mary datang untuk makan malam dengan anggur dan duduk.

Sungguh? Aku baru bilang dunia Barat

dikendalikan dari rumah ini, kau bahas makan malam?

Soal rumahnya.

Ini penyimpanan terbesar

untuk informasi berbahaya dan sensitif di dunia.

Perpustakaan Aleksandria berisi rahasia dan skandal.

Dan tak ada di komputer. Dia pandai. Komputer bisa diretas.

Semuanya berbentuk salinan di brankas di bawah rumah itu.

Selama ada, kebebasan pribadi siapa pun yang kau temui hanya angan.

Itu bel pintu. Tak bisa dengar?

Ada di kulkas. Terus berdering.

- Bukan kesalahan, Sherlock. - Siapa?

Tn. Holmes bilang kau boleh naik.

MARTHA LOUISE HUDSON TITIK LEMAH: MARIYUANA

Silakan.

Pak?

Bisa keluar?

Dia tak masalah.

Dengar... Benar. Aku seharusnya bilang...

Baiklah. Itu...

Dan...

- Bukan berarti aku tak senang menemuimu. - Aku setuju, dia dokter.

Kau tahu siapa aku, dan siapa dia.

Bukan begitu, Tn. Magnussen?

Aku yakin kita seharusnya bertemu di kantormu.

Ini kantorku.

JOHN HAMISH WATSON

Sekarang jadi kantorku.

Tn. Magnussen, aku diminta untuk jadi penengah

oleh Lady Elizabeth Smallwood

mengenai surat suaminya.

Beberapa waktu lalu, kau menekannya soal surat itu.

Dia ingin suratnya kembali.

Tentunya, surat itu tak ada gunanya lagi, jadi, karena itulah...

- Aku bilang sesuatu? - Tidak. Aku sedang baca.

SHERLOCK HOLMES TITIK LEMAH:

Ada banyak.

Redbeard.

Maaf. Mungkin kau sedang bicara?

Aku...

Aku menjelaskan bahwa aku diminta

- untuk bergerak... - Kamar mandi?

Lurus dari dapur, Pak.

Baik.

Aku diminta menegosiasikan pengembalian suratnya.

Aku yakin kau tak buat salinan dokumen sensitif...

Sama seperti apartemennya?

- Pak? - Kamar mandinya?

- Ya, Pak. - Mungkin tidak.

Aku berterima bagimu sebagai penengah?

Lady Elizabeth Smallwood.

Aku suka dia.

Tn. Magnussen, aku berterima bagimu sebagai penengah?

Dia orang Inggris yang tegas.

Yang terbaik dari orang Inggris,

kalian sungguh jinak.

Selalu berdiri tak keruan, meminta maaf.

Selalu menunduk.

Bisa lakukan apa pun di sini.

Takkan ada yang hentikan.

Satu negara yang jinak.

Aku punya banyak minat di seluruh dunia, tapi bermula di Inggris.

Jika berhasil di sini,

kucoba di negara sungguhan.

Britania Raya, cawan petri dunia Barat.

Beri tahu Lady Elizabeth, aku butuh itu untuk nanti.

Aku menyimpannya.

Sampai jumpa.

Satu lagi.

Surat ini lucu.

Astaga!

Kau menyadari satu hal besar yang dia lakukan?

Ada momen yang akan selalu kuingat.

Tepat. Dia memamerkan suratnya.

- Baik. - Dia bawa suratnya ke London.

Artinya, dia siap buat kesepakatan.

Dia hanya buat kesepakatan

saat titik lemah seseorang telah jelas.

Dia percaya aku pencandu, dan bukan ancaman.

Karena dia di kota malam ini, suratnya ada di brankas,

di kantornya, saat dia keluar dengan grup pemasaran

- sejak 19.00 sampai 22.00. - Kau bisa tahu?

Tentu. Sampai nanti malam. Aku harus belanja.

- Ada apa malam ini? - Akan kukirim instruksi.

Akan kukabari jika bisa.

Kau bisa.

- Jangan bawa pistol. - Kenapa?

Atau pisau, atau kunci roda.

Jangan pelintir tangan orang, kita lihat nanti.

- Kau pikir aku akan datang? - Saatnya kau keluar rumah.

Beratmu naik 3,2 kg dan bersepeda tak cukup.

- Hanya 1,8 kg. - Mary dan aku kira 3,2 kg. Dah.

Berita terkini, Perdana Menteri John Garvie,

ditangkap atas tuduhan korupsi.

Ini hasil penyidikan dari informasi...

Kantor Magnussen di atas, tepat di bawah apartemennya.

Ada 14 pembatas di antara kita dan dia...

dua di antaranya tak legal. Mau tahu cara menerobosnya?

- Kita lakukan itu sekarang? - Tentu saja.

Lift pribadi Magnussen, langsung menuju penthouse dan kantor.

Hanya dia yang gunakan, dan kartunya memanggil lift.

Orang lain yang mencoba, akan memperingatkan petugas.

Kartu kunci standar untuk gedung.

Kuambil kemarin. Hanya bisa sampai kantin.

Kita mulai.

Jika kugunakan sekarang, apa yang terjadi?

Alarm akan berbunyi, dan kau diseret petugas.

Tepat. Kau dibawa ke ruangan kecil, dan kau dihajar.

- Perlu digambarkan dengan jelas? - Menghabiskan waktu.

Jika kulakukan ini,

Jika kau tekan kartunya ke ponselmu cukup lama,

pita magnetnya rusak, kartunya tak berfungsi.

Ini masalah umum, jangan dekatkan kartu dengan ponselmu.

Kalau kugunakan kartunya sekarang?

Masih tak berfungsi.

Tapi tak dianggap salah kartu.

Dianggap rusak.

Tapi jika rusak, bagaimana bisa tahu itu Magnussen?

- Mereka mau menyeretnya? - Mungkin tidak.

Mereka akan lakukan apa? Harus apa?

Memeriksa itu dia atau bukan.

Ada kamera setinggi mata di kanan pintu.

Video pengguna kartu

ditayangkan pada staf pribadi di kantor Magnussen,

satu-satunya orang dipercaya untuk mengenali.

Pada saat ini, pasti asisten pribadinya.

Lalu, bagaimana bisa membantu?

Kelalaian manusia. Aku telah berbelanja.

Kita mulai.

Kau tak seperti Magnussen.

Pada saat ini, itu keuntungan.

Sherlock, kau sudah gila, sedang apa?

- Tunggu, bukankah... - Hai, Janine.

Ayo, biarkan aku masuk.

Tak bisa, kau tahu itu. Jangan konyol.

Jangan buat aku melakukannya,

di hadapan semuanya.

Lakukan apa di hadapan semuanya?

Selama ada orang, ada kelemahan.

- Itu Janine. - Ya, benar.

Asisten Magnussen, itu intinya.

Kau bertunangan untuk menerobos masuk?

Ya. Kebetulan bisa menemuinya di pernikahanmu.

Kau bisa bangga.

Astaga. Sherlock, dia mencintaimu.

Ya, seperti kataku, kelalaian manusia.

- Kau akan lakukan apa? - Tak sungguh menikahinya.

- Kau hanya bisa sejauh itu. - Kau akan bilang apa?

Akan kubilang hubungan kami hanya tipuan untuk masuk kantor bosnya.

Dia takkan mau menemuiku lagi, tapi kau ahlinya.

- Ke mana dia? - Agak tak sopan.

Aku baru melamarnya.

- Sherlock. - Dia pingsan?

Mereka sungguh begitu?

Pukulan ke kepala.

Dia masih bernapas. Janine.

Ada lagi di sini.

Petugas keamanan.

Dia butuh bantuan?

Mantan penipu, supremasi kulit putih dari tatonya, siapa peduli?

Tetap bersama Janine.

Janine, fokus pada suaraku. Bisa dengar?

- Mereka pasti di sini. - Magnussen juga, kursinya hangat.

Seharusnya di acara makan, tapi dia di sini.

- Di atas. - Hubungi polisi.

Saat kita menerobos?

Kau tak pandai dalam hal ini, ya? Tidak, tunggu.

Parfum. Bukan Janine.

Claire de la Lune. Tahu dari mana?

Mary pakai itu.

Bukan Mary, orang lain.

Sherlock!

Kau kemari? Suamimu akan mengira apa?

Dia, suami tercintamu, sangat jujur dan mulia, begitu Inggris.

Dia akan bilang apa padamu?

Kau lakukan ini demi melindunginya dari kebenaran?

Obsesi terhadap kejujuran apa ini?

Jika ingin membunuh, sebaiknya ganti parfummu,

Lady Smallwood.

Maaf, siapa?

Dia bukan Lady Smallwood, Tn. Holmes.

PEMBOHONG

- John bersamamu? - Dia...

John ada di sini?

Dia di bawah.

Kau akan lakukan apa?

Membunuh kami?

Mary, apa pun yang dia punya soal dirimu, biar kubantu.

Sherlock, jika kau maju, akan kubunuh.

Tidak, Nyonya Watson,

kau takkan lakukan.

Maaf, Sherlock.

Sungguh.

Mary.

Ini tak seperti di film.

Tak ada semburan darah besar, dan terpental ke belakang.

Dampaknya tak tersebar.

Melainkan terfokus, sehingga tak ada transfer daya.

Kau tetap berdiri, dan pelurunya masuk.

Kau pasti akan mati, kita harus fokus.

Aku bilang, fokus!

Punya istana benak memang hebat,

tapi kesadaranmu tersisa tiga detik lagi.

Apa yang akan membunuhmu?

- Kehabisan darah. - Tepat.

Masalahnya hanya satu, jatuh ke depan atau belakang.

Kau harus putuskan jatuh ke mana.

- Satu atau dua lubang? - Maaf?

Pelurunya masih di dalammu, atau ada luka keluarnya.

Tergantung pistolnya.

Kurasa itu.

Atau itu.

Astaga, Sherlock,

pistolnya tak masalah. Jangan bodoh.

Kau selalu bodoh.

Sungguh mengecewakan.

Aku tak bodoh.

Kau anak kecil yang sangat bodoh.

Ibu dan ayah sangat kesal, karena pistolnya bukanlah masalah.

Kenapa tidak?

Kau sudah lihat ruangannya.

Apa yang di belakangmu saat kau dibunuh?

Belum terbunuh.

Ada kemungkinan, Adikku.

Jika pelurunya menembusmu, apa yang akan terdengar?

Cermin pecah.

Tidak dengar, jadi...

Peluru masih di tubuhku.

Kita harus jatuhkan dia ke belakang.

Aku setuju. Kau harus jatuh di punggungmu.

Saat ini, pelurunya seperti sumbatan.

Pelurunya menghalangi aliran darah.

Tapi tekanan apa pun di luka tembak bisa melepasnya.

Dan saat jatuh di punggung, gravitasi membantu.

Jatuh sekarang.

Apa itu? Apa yang terjadi?

Kau mulai alami syok. Ini bisa membunuhmu.

- Aku harus bagaimana? - Jangan sampai syok.

Pasti ada sesuatu di istana benak konyolmu

yang bisa menenangkanmu.

Carilah.

Angin timur datang, Sherlock.

Ia akan menyergapmu.

Ia akan menyergapmu.

Carilah.

Halo, Redbeard. Kemari.

Ayo, kemarilah.

Tak apa-apa.

Ayo, ini aku.

Ayo.

Anjing baik, kau pandai.

Halo, Redbeard. Mereka akan membunuhku juga.

Tak menyenangkan, ya?

Redbeard.

Tanpa syok, kau akan merasakan sakit.

Ada lubang yang menembusmu. Perdarahan internal besar.

Kau harus kendalikan rasa sakitnya.

Kendalikan.

Kau.

Kau tak pernah merasa sakit, ya?

Kenapa kau tak pernah merasakannya?

Kau selalu merasakannya, Sherlock.

Tapi kau tak harus takut!

Rasa sakit.

Patah hati.

Kehilangan.

Kematian.

Semua menyenangkan.

Semua menyenangkan.

Sherlock? Sherlock, bisa dengar aku?

- Apa yang terjadi? - Dia ditembak.

Astaga.

Sherlock. Astaga...

Siapa yang menembak?

Nomor darurat, butuh bantuan apa?

Hujan turun

Turun deras

Sherlock turun deras

Hujan turun

Aku menangis

Sherlock sekarat

Sherlock.

Kami mulai kehilangan kau. Sherlock.

Ayo, Sherlock.

Mati saja, ya?

Satu dorongan lagi, dan kau tiada.

Kau akan suka mati, Sherlock.

Tak ada yang mengganggu.

Nyonya Hudson akan menangis.

Ibu dan Ayah akan menangis.

Dan para wanita akan menangis, dan John akan menangis kejer.

Dialah yang kukhawatirkan.

Istrinya itu...

Kau mengecewakannya, Sherlock.

John Watson dalam bahaya.

Kau juga takkan membaik, 'kan? Karena perkataanku, ya?

Sherlock!

- Mary. - Hei.

Dia baru sadarkan diri.

- Lewat masa kritis. - Sungguh?

Kau dalam masalah, Nyonya Watson.

Sungguh? Kenapa?

Kata pertama yang dia ucap? Mary.

Jangan bilang padanya.

Sherlock.

Jangan beri tahu John.

Anak nakal.

Sangat nakal.

Lihat aku, dan bilang padaku, kalau kau takkan bilang padanya.

HOLMES MESUM

TUJUH KALI SEMALAM DI BAKER STREET

Aku mau beli pondok.

Aku dapat banyak duit berkat kau. Balas dendam dengan laba memuaskan.

Kau tak sebar ini pada Magnussen?

Astaga, tidak.

Salah satu rivalnya, dia kesal.

Sherlock, kau bajingan manipulatif yang keji dan pengkhianat.

Dan kau jalang tabloid, lapar publisitas

yang tamak dan oportunis.

- Kita impas? - Ya, tentu saja.

- Di mana pondoknya? - Sussex Downs.

- Bagus. - Indah.

Ada sarang lebah, tapi akan kusingkirkan.

Menyakitkan, ya?

Mulai ulang morfinmu.

Aku mungkin mengubahnya.

- Mau membalas berapa kali? - Sesekali.

MORFIN

Tempat ini seperti keinginanmu.

Mereka berikan narkotika padamu.

Tak bagus untuk bekerja.

Kau takkan bekerja sementara ini.

Kau bohong padaku.

Kau terus berbohong.

Aku eksploitasi hubungan kita.

Kapan?

Sekali saja menyenangkan.

- Aku menunggu sampai kita menikah. - Itu takkan terjadi.

Aku harus pergi.

Aku tak seharusnya membuatmu bicara, dan juga,

aku ada wawancara dengan The One Show dan belum kuputuskan.

Satu hal saja.

Seharusnya tak bohong padaku. Aku tahu kau pria seperti apa.

Kita bisa jadi teman.

Kuberikan cintamu pada John dan Mary.

Jangan bilang padanya.

Jangan beri tahu John.

Jadi...

Mary Watson.

Siapa kau?

Mary Watson.

Entah aku bisa memahami dia atau tidak.

Dia diberi obat, pasti melantur.

Mereka tak izinkan kau gunakan itu.

Aku takkan gunakan telepon, hanya ingin merekam video.

Astaga.

Dia akan ke mana?

Entahlah.

Coba mencari Sherlock di London.

Dia punya tiga persembunyian.

Parliament Hill, Camden Lock dan Dagmar Court.

Ada lima yang diketahui.

Rumah kaca bertirai di Kew Gardens

dan makam miring di Pemakaman Hampstead.

Hanya kamar kosong.

Kamar tidurku.

Dia butuh tempat.

Di belakang jam Big Ben.

- Kurasa dia bercanda. - Kurasa tidak.

Leinster Gardens, persembunyian nomor satunya.

Tempatnya rahasia.

Dia tahu karena menguntitnya.

- Mengikuti. - Ya, mengikuti.

Dia kenal penembaknya.

Luka tembaknya di sini, dia menghadap penembaknya.

Kenapa tak bilang?

- Dia ingin mencari sendiri. - Atau melindunginya.

- Melindunginya? Kenapa? - Seseorang, kalau begitu.

Kenapa dia peduli? Dia Sherlock, siapa yang dia lindungi?

Hubungi aku jika dengar kabar. Jangan abaikan aku.

- Hubungi aku, ya? - Ya.

Selamat malam.

Dah.

John, butuh secangkir teh?

Nyonya Hudson, kenapa Sherlock pikir aku akan kembali?

Dia hanya mengembalikan kursimu.

Itu bagus.

Terlihat lebih baik.

John, ada apa?

Katakanlah.

John. Itu ponselmu, kan?

Dari Sherlock, John. Sherlock.

John, harus kau jawab.

- Bisa beri koin? - Tidak.

Ayolah, jangan seperti yang lain.

Peraturan pertama mencari Sherlock, dia mencarimu.

Kini kau bekerja untuk Sherlock.

Agar aku tak meminta-minta.

Tapi tidak juga.

Kau ada di mana?

Tak bisa lihat?

Apa yang harus kulihat?

Kebohongan, kebohongan Leinster Gardens terlihat jelas.

Orang-orang tinggal di sini, tapi tak melihatnya.

Tapi jika kau sesuai dugaanku, butuh kurang dari semenit.

Rumah-rumahnya, Mary.

Lihat rumah-rumahnya.

Tahu dari mana aku datang?

Kau mau bicara pada orang yang takkan dipedulikan orang lain.

Kupikir aku bersikap pintar.

Kau selalu pintar, Mary, aku mengandalkannya.

Aku menaruh informasinya untukmu.

Tiga puluh detik.

Apa yang kucari?

Tak ada kenop, kotak surat, jendela dicat.

Leinster Gardens nomor 23 dan 24.

Rumah kosong.

Rumahnya dihancurkan untuk London Underground.

Jalur untuk kereta uap.

Hanya bagian depan rumahnya yang tetap, hanya fasad.

Membuatmu teringat seseorang?

Fasad.

Maaf, aku tak bisa lewatkan sentuhan drama.

Masuklah.

Agak sempit.

Kau punya tempat ini?

Aku dapatkan dari permainan kartu dengan kanibal Clarence House.

Aku hampir kehilangan ginjal, untung aku dapat straight flush.

Wanita itu pejudi hebat.

Apa maumu, Sherlock?

Mary Morstan terlahir mati pada Oktober, 1972.

Makamnya di Chiswick Cemetery, lima tahun lalu,

kau mendapatkan nama dan tanggal lahir, lalu identitasnya.

Karena itu kau tak punya teman dari sebelum tanggal itu.

Harus mengajak setengah gerejamu, Mary. Sedikit sekali.

Panti asuhan. Aku hanya punya teman dari situ.

Teknik yang cukup lawas, yang dikenal oleh orang

yang tahu kode longkap saat melihatnya.

Awalnya kukira ini ayat Alkitab, spam, ternyata bukan.

Ini kode longkap.

Dan ingatan yang sangat kuat.

Kenapa tak ingat? Kau ingat segalanya.

- Aku harus hapus dahulu! - Kamar 207!

Kau sangat lamban.

Seberapa akurat tembakanmu?

Kau ingin tahu?

Jika aku mati, jasadku akan ditemukan di gedung

dengan wajahmu diproyeksikan di depannya.

Scotland Yard bisa cari petunjuk.

Aku ingin tahu kehebatanmu.

Ayo, tunjukkan.

Istri dokter pasti mulai bosan.

Boleh kulihat?

Boneka peraga? Kurasa itu trik yang sangat jelas.

Dan dari jarak 1,8 meter, kau gagal membunuh.

Cukup membuatku dirawat di RS, tapi tak membunuhku.

Itu bukan meleset.

Melainkan untuk dioperasi.

Kuambil kasusnya.

- Kasus apa? - Kasusmu.

Kenapa tak minta padaku dari awal?

Karena John tak boleh tahu aku bohong padanya.

Itu akan menghancurkannya, dan aku kehilangan dia.

dan aku takkan biarkan itu terjadi.

Kumohon, mengertilah.

Tak ada hal di dunia ini yang tak kulakukan untuk hentikan itu.

Maaf.

Triknya tak sejelas itu.

Kini bicaralah, luruskan, dan lakukan dengan cepat.

Astaga. Baru pukul 14.00.

Sudah Hari Natal sejak sepekan lalu.

Bagaimana bisa baru pukul 14.00? Aku menderita.

Mikey, ini laptopmu?

Keamanan dunia bebas ini bergantung padanya.

Ada kentang di atasnya.

Jangan sembarangan meletakkannya jika penting.

Kenapa begini? Kita tak pernah.

Kita di sini karena Sherlock pulang dari RS,

dan kita semua bahagia.

Aku bahagia juga? Belum kuperiksa.

Jaga sikapmu, Mike.

Mycroft nama yang kau berikan, sebutkan sampai habis.

Nyonya Holmes.

Terima kasih.

Aku tak tahu kenapa kau di sini.

Aku mengundangnya.

Aku anak didiknya, Nyonya Holmes.

Saat dia mati, aku dapat barang dan pekerjaannya.

Tidak.

- Aku membantu sedikit. - Hampir.

Jika dia dibunuh.

- Berhenti bicara. - Baiklah.

- Menyenangkan saat kau bawa teman. - Berhenti.

Seseorang menembak putraku,

jika aku tahu siapa orangnya, aku akan mengamuk.

Ini untuk Mary. Aku akan kembali.

HITUNG MUNDUR

Mary. Kau di sini. Secangkir teh.

Jika Ayah membuat suara senandung,

colek dia sedikit, biasanya dia akan diam.

Kau menulis ini?

Buku konyol lama itu. Jangan baca itu.

Matematika terlihat tak ada artinya.

Jangan bersenandung.

Istriku memang agak gila, tapi kebetulan dia genius.

- Dia ahli matematika? - Dia relakan demi anak-anak.

Aku tak tahan berdebat dengannya.

Aku bisa dibilang bodoh.

Tapi dia sangat seksi.

Astaga.

Kau yang waras, ya?

Kau juga, kan?

Maaf. Aku hanya...

- Kalian ingin bicara? - Jika tak keberatan.

Tentu tidak.

Aku akan coba membantu yang lain.

Mereka berdua.

Mereka tak apa-apa?

Ada masa baik dan buruknya.

Baker Street. Sekarang.

John. Mary.

Sherlock. Astaga, kondisimu terlihat buruk.

Ambilkan morfin, aku kehabisan.

Aku tak punya morfin.

Lalu apa gunanya dirimu?

Ada apa?

Pertanyaan bagus.

Keluarga Watson akan berunding dan sesaat lagi,

- kita ada pekerjaan. - Aku punya pertanyaan.

Apakah semua yang kutemui psikopat?

Ya. Syukurlah sudah selesai.

- Sekarang... - Diam!

Dan tetap diam.

Karena ini tak lucu. Tidak kali ini.

- Aku tak bilang lucu. - Kau...

Apa yang kulakukan

sampai harus mendapatkanmu?

Segalanya.

Sherlock, kubilang diam.

Tidak. Aku serius. Semua yang kau lakukan adalah perbuatanmu.

Sherlock, sepatah kata lagi, kau takkan butuh morfin.

Kau dokter yang berperang.

Pria yang tak bisa diam di perumahan lebih dari sebulan

tanpa menyerbu sarang narkotika, memukuli pencandu.

Sahabatmu seorang sosiopat

yang pecahkan kasus sebagai ganti teler.

Itu aku. Halo.

Bahkan pemilik rumah ini memimpin kartel.

Itu kartel suamiku. Aku hanya mengetik.

Dan penari eksotis.

Sherlock, jika kau mencari di YouTube...

John, kau kecanduan gaya hidup tertentu.

Kau tertarik pada situasi dan orang yang berbahaya,

apakah mengejutkan jika wanita yang kau cintai

mengikuti pola itu?

Tapi dia seharusnya tak begitu.

Kenapa dia begitu?

Karena kau memilihnya.

Kenapa semuanya selalu salahku!

Para tetangga.

John, dengar. Tenang dan jawab aku.

Dia apa bagimu?

- Istri pembohongku? - Bukan, dia apa?

Wanita yang mengandung anakku, yang bohong sejak aku menemuinya?

Tidak. Tidak di rumah ini. Tidak di ruang ini, saat ini juga.

Dia apa bagimu?

Baiklah.

Dengan caramu.

Selalu dengan caramu.

- Duduk. - Kenapa?

Karena mereka duduk di sana.

Orang yang datang dengan cerita mereka.

Klien. Kini kau klien, Mary.

Kau seorang klien.

Di sinilah kau duduk dan bicara, dan kami dengarkan.

Lalu kami pertimbangkan untuk menerimamu.

Kau baik-baik saja?

Kita lakukan ini sekarang?

Ini memang Hari Natal.

Sekarang?

Sungguh? Setelah diam berbulan-bulan, kita bahas ini sekarang?

A.G.R.A. Apa itu?

Inisialku.

Semua soal diriku ada di dalamnya.

- Jika kau cinta aku, jangan baca. - Kenapa?

Kau takkan mencintaiku saat selesai membaca.

Aku tak mau itu terjadi.

- Kau tahu berapa banyak? - Dari keahlianmu,

kau pernah menjadi agen intelegensi.

Aksenmu Inggris, tapi kau bukan orang Inggris.

Kau kabur dari sesuatu. Gunakan keahlianmu untuk menghilang.

Magnussen tahu rahasiamu, kau akan membunuhnya.

dan berteman dengan Janine agar bisa mendekatinya.

Kau bisa bicara.

Lihatlah kalian. Kalian seharusnya menikah.

Yang dipegang Magnussen, bisa membuatku dipenjara.

Kau akan membunuhnya?

Yang sepertinya harus dibunuh. Sebab itu ada orang sepertiku.

Sempurna. Itulah dirimu?

Pembunuh? Kenapa aku tak melihatnya.

Kau melihatnya.

Dan kau menikahiku.

Karena dia benar.

Kau memang seperti itu.

Jadi, Mary...

Ada dokumen mengenaimu yang dipegang Magnussen,

yang ingin kau ambil dan kembalikan?

Kenapa kau membantuku?

Karena kau menyelamatkan aku.

Maaf. Apa?

Yang terjadi antara kau dan Magnussen, ada masalah.

Lebih tepatnya, ada saksi.

Kau akan lakukan apa?

Membunuh kami?

Solusinya simpel. Bunuh kami berdua dan pergi.

Tapi sentimen mengendalikanmu.

Satu tembakan terarah untuk menghentikan aku,

agar memberimu waktu untuk pertimbangkan penemuanku.

Kau tak bisa tembak Magnussen pada malam kami menerobos masuk.

Suamimu akan jadi tersangka, jadi...

Kau perhitungkan

bahwa Magnussen akan gunakan fakta keterlibatanmu

daripada membagikan informasinya dengan polisi, itulah modusnya.

Lalu kau pergi.

- Aku lewatkan sesuatu? - Bagaimana dia menyelamatkanmu?

- Dia hubungi ambulans. - Aku yang hubungi.

Dia lebih dahulu.

Nomor darurat, butuh bantuan apa?

Jika terlambat lima menit, aku pasti mati.

Waktu tiba ambulans London ialah...

- Ada yang panggil ambulans? - Delapan menit.

Kau bawa morfin? Aku sudah bilang.

- Kami diberi tahu ada penembakan. - Ya, pekan lalu.

Tapi aku perdarahan internal. Denyutku tak menentu.

- Kau harus pacu jantungku. - Ayo.

John.

John, Magnussen yang terpenting saat ini.

Kau bisa percaya Mary. Dia selamatkan aku.

Dia menembakmu.

Memang rancu. Tapi itu...

Sherlock. Bawa dia.

- Sudah? - Ya.

Sudah kau baca?

- Bisa kemari sebentar? - Sudahkah?

Kemarilah.

Tidak, aku bisa.

Telah kupikirkan mengenai apa yang akan kukatakan.

Ini sudah kusiapkan, Mary. Aku memilih ucapanku dengan cermat.

Baiklah.

Masalah masa lalumu, itu urusanmu.

Masalah masa depanmu,

adalah hakku.

Itu yang kukatakan, dan yang perlu kuketahui.

Tidak, aku tak baca.

Kau bahkan tak tahu namaku.

- Mary Watson saja cukup? - Ya.

- Astaga. Ya. - Maka cukup bagus untukku.

Ini semua bukan berarti aku tak kesal denganmu.

Aku tahu.

Aku sangat kesal, dan bisa meledak kapan saja.

Aku tahu.

Kau bisa potong rumput.

- Aku potong. - Aku sudah sering.

- Kau tak pernah. - Aku pilih nama anaknya.

- Tak boleh. - Baik.

- Aku senang kau lupakan Magnussen. - Sungguh?

Aku masih penasaran.

Ini bukan kasus biasamu. Kenapa membencinya?

Karena dia menyerang yang berbeda dan memangsa rahasianya.

Kenapa tidak?

Dia tak buat kerusakan besar bagi orang penting.

Dia terlalu pintar untuk itu. Dia pebisnis. Itu saja.

Dan bisa berguna bagi kami.

Kejahatan yang dibutuhkan. Bukan naga yang harus dibunuh.

Pembunuh naga. Kau anggap aku begitu?

Tidak. Kau pikir kau seperti itu.

Kalian merokok?

- Tidak. - Mycroft.

Aku punya tawaran pekerjaan yang harus kau tolak.

- Aku menolak tawaranmu. - Akan kusampaikan.

- Apa itu? - MI6.

Mereka ingin kau kembali ke Eropa Timur.

Tugas penyamaran yang bisa mematikan.

Kurasa dalam enam bulan.

- Kenapa kau tak ingin itu kuambil? - Memang menarik,

tapi sebagai gantinya, ada bantuan yang dekat.

Bantuan. Bantuan apa?

Di sini ada naga.

Ini tak cukup bagiku.

Aku mau masuk.

Kau butuh yang kadar tar rendah.

Kau seperti perokok pemula.

Dan kehilanganmu bisa membuatku sedih.

Aku harus bilang apa soal itu?

- Selamat Natal? - Kau benci Natal.

Ya. Mungkin ada sesuatu di minumannya.

Jelas. Minum saja lagi.

Kau sadar Sherlock menyuruh kita kemari menemui orang tuanya untuk sesuatu?

Orang tuanya. Contoh bagus kehidupan pernikahan.

Begitulah Sherlock. Selalu tak terduga.

Mary? Astaga.

Mary? Duduklah. Mary, bisa dengar aku?

Jangan minum teh Mary.

Atau minuman buahnya.

Sherlock?

Kau membius istriku yang hamil?

Jangan khawatir. Wiggins ahlinya.

Kuhitung dosis istrimu sendiri.

Takkan memengaruhi anaknya. Akan kujaga dia.

Dia akan awasi pemulihannya. Itu pekerjaannya.

Apa yang kau lakukan?

Buat kesepakatan dengan Iblis.

Bukankah seharusnya kau di RS?

Aku di RS. Ini kantinnya.

- Benarkah? - Menurutku begitu.

- Duduklah. - Terima kasih.

Aku memikirkanmu.

Aku memikirkanmu.

Sungguh?

Aku ingin lihat Appledore.

Tempatmu menaruh semua rahasia,

semua berkas mengenai semua orang.

Aku ingin kau mengundangku.

Apa yang membuatmu berpikir aku akan ceroboh?

Kurasa kau lebih ceroboh dari yang kau kira.

Benarkah?

Tatapan mata kosongmu yang membeberkannya.

Tapi itu bukan mata kosong.

Kau sedang membaca.

Appledore portabel.

Bagaimana cara kerjanya?

Ada cakram kilat?

Koneksi nirkabel 4G?

Ini hanya kacamata biasa.

Ya. Memang.

TITIK LEMAH: MORFIN (TAMBAHKAN KE BERKAS)

Kau meremehkan aku, Tn. Holmes.

Coba buat aku kagum.

Tunjukkan Appledore.

Semua ada harganya.

- Kau membuat penawaran? - Hadiah Natal.

Kau akan berikan apa padaku di Hari Natal?

Kakakku.

Astaga.

Sherlock, katakan padaku kalau kau belum gila.

Aku lebih suka jika kau menebak.

Itu jemputan kita.

- Kau mau ikut? - Ke mana?

- Ingin istrimu aman? - Tentu saja.

Karena ini akan berbahaya. Salah satu langkah

kita akan mengkhianati Britania Raya dan akan dipenjara.

Magnussen orang paling berbahaya yang pernah kita temui,

dan kemungkinannya sangat tak mendukung kita.

Tapi ini Hari Natal.

Aku pun merasa sama. Maksudmu, Hari Natal sungguhan.

Bawa pistol?

Kenapa bawa pistol untuk makan malam Natal?

- Ada di mantelmu? - Ya.

- Kita pergi. - Ke mana?

Appledore.

Aku ingin tawarkan minuman, tapi langka dan mahal.

Ternyata kau.

Ya, tentu saja.

Sulit mencari titik lemahmu, Tn. Holmes.

Aku tak percaya yang narkotika.

Kau takkan peduli jika ini terekspos, 'kan?

Lihat betapa pedulinya kau soal John Watson.

Putri yang harus diselamatkan.

Kau membakarku untuk dapat keunggulan?

Aku takkan biarkanmu terbakar, Dr. Watson. Ada anak buahku yang bersiap.

Aku bukan pembunuh.

Tak seperti istrimu.

Biar kujelaskan cara kerja keunggulan, Dr. Watson.

Bagi yang memahaminya,

Mycroft Holmes pria paling berkuasa di negara ini.

Selain aku, tentunya.

Titik lemah Mycroft ialah adiknya, detektif pencandu, Sherlock.

Titik lemah Sherlock ialah sahabatnya, John Watson.

Titik lemah John Watson ialah istrinya.

Jika aku menguasai istri John Watson, aku menguasai Mycroft.

Inilah yang kudapat untuk Hari Natal.

Ini pertukaran, bukan hadiah.

Maaf, tapi...

Aku sudah memilikinya.

Dilindungi kata sandi.

Untuk dapat kata sandinya,

kau harus berikan aku segala yang kau punya

mengenai wanita yang kukenal sebagai Mary Watson.

Dia sungguh nakal.

Banyak orang mati. Kau harus melihatnya.

- Tak perlu. - Kau akan menikmatinya.

Aku menikmatinya.

- Kenapa tak tunjukkan? - Tunjukkan Appledore?

Brankas rahasia?

Itukah maumu?

Aku mau segalanya yang kau punya soal Mary.

Aku mengharapkan sesuatu yang bagus.

Kau akan tahu isi laptopnya...

Ada pelacak GPS.

Saat ini, kakakmu menyadari pencuriannya

dan Security Services akan menyerbu rumah ini.

Saat sampai, mereka melihat informasi rahasia ada di tanganku.

Lalu mereka berhak menggeledah brankasku.

Mereka akan temukan informasi seperti ini, lalu aku akan dipenjara.

Dan kau akan dibebaskan.

Kembali ke apartemen kecil baumu

untuk pecahkan kasus bersama Tn. dan Ny. Psikopat.

Mycroft menginginkan kesempatan ini sejak lama.

Dia akan menjadi kakak yang bangga.

Kau tahu akan terjadi, takkan bisa dihentikan.

Lalu kenapa aku tersenyum?

Tanya padaku.

Kenapa kau tersenyum?

Karena Sherlock melakukan satu kesalahan besar

yang akan hancurkan hidup semua orang yang dia cintai,

dan semua yang dia kasihi.

Mari kutunjukkan brankas Appledore.

Pintu masuk ke brankasku.

Di sinilah aku menyimpan semuanya.

Baik. Di mana brankasnya?

Brankas? Brankas apa?

Tak ada brankas di bawah gedung ini.

Semua ada di sini.

Brankas Appledore ialah istana benakku.

Kau tahu soal istana pikiran, kan?

Cara menyimpan informasi agar tak melupakannya,

dengan cara membayangkannya.

Aku hanya duduk di sini, tutup mataku,

dan aku turun ke brankasku.

Aku bisa ke mana pun di brankasku.

Ingatanku.

Aku akan mencari berkas Nyonya Watson.

Ini kesukaanku.

Sungguh menarik.

Semua tugasnya untuk CIA.

Dia seperti agen lepas saat ini.

Anak nakal.

Dia sungguh keji.

Aku tahu kenapa kau menyukainya.

Lihat?

Tak ada dokumen? Kau tak punya apa-apa di sini?

Terkadang aku kirim sesuatu jika butuh, tapi aku ingat semua.

Aku tak paham.

- Cetak itu di kausmu. - Kau ingat semua?

Intinya pengetahuan. Semuanya begitu.

Mengetahui berarti memiliki.

Kalau hanya tahu, kau tak punya bukti.

Bukti? Untuk apa?

Aku bekerja di bidang berita.

Aku tak perlu buktikan, hanya perlu mencetaknya.

Bicara soal berita, kalian akan masuk berita besok.

Berusaha menjual rahasia negara kepadaku.

Mari kita keluar.

Mereka akan datang. Tak sabar melihat kalian ditangkap.

Sherlock, ada rencana?

Sherlock?

Mereka lama sekali, ya?

- Aku masih tak paham. - Bisa dicetak di bagian punggung.

Kau hanya tahu. Bagaimana cara kerjanya?

Aku suka wajah kecil prajuritmu.

Aku ingin memukulnya. Bawakan kemari.

Ayolah, demi Mary. Bawakan aku wajahmu.

Membungkuk ke depan sedikit, julurkan wajahmu.

Kumohon.

Boleh kusentil?

Bolehkah kusentil wajahmu?

Aku suka melakukan ini. Bisa kulakukan seharian.

Seperti ini cara kerjanya, John.

Aku tahu yang Mary lukai dan bunuh.

Aku tahu tempat orang-orang yang membencinya.

Aku tahu tempat tinggal dan nomor teleponnya.

Di istana benakku.

Semuanya.

Bisa kuhubungi mereka sekarang, dan hancurkan hidupmu.

Akan kulakukan.

Kecuali kau izinkan aku menyentil wajahmu.

Ini yang kulakukan pada mereka.

Kulakukan ini pada negara ini.

Hanya karena aku tahu.

Boleh kusentil matamu?

Apakah masih bisa terbuka?

Ayo, demi Mary. Bukalah.

Sherlock...

Biarkan dia, maafkan aku.

Biarkan dia.

Ayo, buka matamu.

Sulit, bukan?

Janine bisa sekali.

Dia mengeluarkan suara yang konyol.

Sherlock Holmes dan John Watson, menyingkir dari orang itu.

Kita mulai, Tn. Holmes.

Untuk diperjelas, brankas Appledore hanya ada di benakmu?

Hanya ada di sana.

Tak nyata. Tak pernah nyata.

Sherlock Holmes dan John Watson.

Menyingkirlah.

Tak apa-apa.

- Mereka tak berbahaya. - Target tak bersenjata.

- Sherlock, kita lakukan apa? - Tak ada.

Tak perlu lakukan apa pun.

Aku bukan penjahat. Tak ada rencana jahat.

Aku pebisnis, memperoleh aset.

Kebetulan kalian asetnya.

Maaf. Kau tak bisa menjadi pahlawan kali ini, Tn. Holmes.

Sherlock Holmes dan John Watson, menyingkir dari orang itu.

Lakukanlah.

Kau harus gali lebih dalam.

Aku bukan pahlawan.

Aku sosiopat yang berfungsi dengan baik.

Selamat Hari Natal!

Target tumbang.

Menjauh dariku, John! Jaga jarak.

Astaga, Sherlock!

Jangan tembak. Jangan tembak Sherlock Holmes.

Jangan tembak!

Astaga, Sherlock.

Sampaikan salamku pada Mary.

Beri tahu, dia sudah aman.

Sherlock.

Apa yang kau lakukan?

Seperti yang kolegaku bilang,

negara ini terkadang butuh senjata tumpul.

Dan terkadang butuh belati.

Pisau beda, digunakan dengan presisi dan tanpa penyesalan.

Selalu ada waktu saat kita butuh Sherlock Holmes.

Jika ini semacam ekspresi sentimen keluarga...

Jangan absurd.

Aku tak tunduk pada gejolak karena menyayangi adikku.

Kau tahu apa yang terjadi pada yang lain.

Tak ada penjara yang bisa menahan Sherlock

tanpa menyebabkan kegaduhan setiap hari.

Tapi pilihan alternatifnya

butuh persetujuan darimu.

Pilihan yang keji, Tn. Holmes.

Sayangnya, adikku pembunuh, Lady Smallwood...

Kau akan menjaganya untukku.

Jangan khawatir, kujauhkan dia dari masalah.

Bagus.

Karena ini jadi pembicaraan terakhirku dengan John Watson,

boleh minta waktu?

Kita sudah sampai di sini.

- William Sherlock Scott Holmes. - Maaf?

Itu nama lengkapku. Jika kau cari nama bayi.

Kami sudah memeriksa. Bayinya perempuan.

Baiklah.

Ya.

Aku tak tahu harus bilang apa.

Aku juga.

Permainan berakhir.

Takkan pernah berakhir, John.

Mungkin ada pemain baru.

Tak apa-apa. Angin timur akan menyatukan kita.

Apa itu?

Kisah yang kakakku ceritakan saat kami kecil.

Angin timur, kekuatan mengerikan menghancurkan yang ia lewati.

Mengincar yang tak layak dan memusnahkan dari muka Bumi.

Biasanya itu aku.

- Bagus. - Dia kakak yang payah.

Lalu bagaimana denganmu? Kau akan pergi ke mana?

Tugas penyamaran di Eropa Timur.

Sampai kapan?

Menurut kakakku, enam bulan.

Dia tak pernah salah.

Lalu?

Siapa yang tahu?

John, ada sesuatu...

Aku selalu ingin bilang, tapi tak pernah.

Karena kita mungkin tak bertemu lagi, sebaiknya kukatakan.

Sherlock sebenarnya nama perempuan.

- Bukan. - Patut dicoba.

Takkan menamakan putri kami dengan namamu.

Kurasa bisa.

Untuk masa-masa terbaik, John.

Smith bawa ke dalam. Tampak menjanjikan.

Cassandra menembak... Dia meleset!

Televisinya kenapa? Televisinya rusak.

- Ayolah! - Berfungsilah!

- Siapa itu? - Rindu aku?

Rindu aku?

Rindu aku?

Rindu aku?

- Bagaimana bisa? - Kami tak tahu.

Ada di setiap layar di negara ini, secara bersamaan.

Perdana menteri sudah diberi tahu?

Dan Mycroft?

Tapi itu tak mungkin. Tak mungkin itu bisa terjadi.

- Apa yang terjadi? - Pak, dari kakakmu.

- Mycroft. - Halo, Adik.

- Bagaimana pengasingannya? - Aku baru pergi empat menit.

Semoga kau bisa ambil hikmahnya.

Tampaknya, kau dibutuhkan.

Astaga, jangan plinplan.

Siapa yang membutuhkan aku?

Rindu aku?

Rindu aku?

Rindu aku?

Rindu aku?

Inggris.

Tapi dia sudah mati. Kau bilang begitu, Moriarty.

Tentu. Dia menembak kepalanya.

Bagaimana bisa kembali?

Jika benar kembali, sebaiknya dia berpakaian hangat.

Angin timur akan datang.

Terjemahan subtitel oleh:

Rindu aku?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.