All language subtitles for E2-The Sign of Three_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

GENG PERAMPOK MEMBUAT POLISI BINGUNG EKSKLUSIF

DELAPAN BELAS BULAN LALU

- Mereka keluar begitu saja. - Aku tahu. Aku di sampingmu.

Seluruh keluarga Waters berjalan keluar dari sana.

- Lagi, aku di sana-- - Bagaimana bisa melakukannya?

- Mereka hebat. - Mereka serakah, dan akan ulangi.

Dan lain kali, kita tangkap basah.

Bagaimana?

SIAPA YANG MENCURI DUA JUTA PAUN KITA?

DUA BELAS BULAN LALU

- Tak bisa? - Mereka tahu kita datang.

- Bagaimana bisa tahu? - Mereka hebat. Terencana.

- Mereka takkan berhenti. - Kita juga.

KEPOLISIAN TAK BISA MENGADILI GENG WATERS

ENAM BULAN YANG LALU

GENG WATERS BEBAS, LAGI!

TIGA BULAN YANG LALU

- Greg. - Ketika merampok!

Kita hanya bisa menangkapnya saat itu.

Saat merampok.

KEMARIN

ALARM MATI

PERETASAN TERDETEKSI

Masih memblok?

Ya. Diretas dengan efisien.

Mereka pasti sangat puas.

Pasti.

Baiklah.

Tidak. Kau yang tangkap. Ini milikmu, Bos.

- Kau tak pernah panggil aku "Bos". - Masa?

- Lihat yang terjadi saat kondisimu baik. - Tak setiap hari akan seperti ini.

- Ini hari yang baik. - Tidak bagi keluarga Waters.

Sepuluh orang di atap, jalan keluar dijaga.

Bank tutup, tak ada sandera.

- Maaf. Lanjutkan. - Terowongan masuk dijaga,

Davis, Well dan Christie ke atas.

- Pasukan bersenjata tak bisa diandalkan. - Maaf, aku harus terima ini.

Itu dari dia, ya?

TOLONG. BAKER ST. SEKARANG.

TOLONG AKU. KUMOHON.

- Aku harus pergi. - Apa?

- Kau tahan mereka. - Tidak.

- Kau bisa. Aku tak keberatan. - Jones yang diakui jika kau pergi.

Kau tahu itu.

Ya, tak masalah. Aku harus pergi.

Bantuan. Aku butuh banyak bantuan.

Baker Street, sekarang.

Apa yang terjadi?

- Ini sulit. - Apa?

Sungguh sulit. Hal tersulit yang pernah kulakukan.

CARA MENULIS PIDATO PENGIRING TAK TERLUPAKAN

Tahu kisah lucu soal John?

Apa?

Aku butuh anekdot. Kau tak terlibat masalah, 'kan?

Diam, Ny. Hudson.

Aku belum bilang.

Kau menyiapkan pertanyaan,

dan menyakitkan melihatmu berpikir.

Kukira kau yang memainkan.

Memang aku.

Aku menggubah lagu.

Kau menari.

- Aku sedang mengetesnya. - Kau apa?

Kenapa kemari?

Aku bawakanmu teh pagi hari.

Kau biasanya belum bangun.

- Kau bawakan teh di pagi hari? - Menurutmu dari mana?

Entahlah. Kukira ada begitu saja.

Ibumu mendidikmu dengan tak baik.

Aku tahu. Aku punya daftar.

Mycroft punya berkasnya.

Jadi, ini hari besar, ya.

- Hari besar apa? - Pernikahannya.

John dan Mary akan menikah.

Dua orang yang hidup bersama akan datang ke gereja,

berpesta, berlibur, lalu lanjutkan hidup bersama.

- Apa yang besar dari itu? - Pernikahan mengubah orang.

Tidak.

Kau takkan mengerti, karena kau selalu hidup sendiri.

Suamimu dihukum atas pembunuhan.

Kau bukan contoh yang baik.

Pernikahan mengubahmu dalam cara yang tak terbayangkan.

Begitu pula suntik mati.

Sahabatku, Margaret, dia pengiring pengantinku.

Kami akan menjadi sahabat selamanya. Kami selalu bilang begitu.

- Tapi aku jarang menemuinya. - Ada biskuit?

- Habis. - Toko juga?

Dia menangis seharian, "Ini akhir zaman."

- Aku yakin toko di pojok buka. - Dia mungkin benar.

Aku ingat dia pergi lebih awal.

Siapa yang tinggalkan pesta pernikahan?

- Menyedihkan. - Kau harus lakukan banyak hal.

- Tidak juga. Waktuku banyak. - Biskuit.

Aku akan bicara dengan ibumu.

Silakan saja. Dia takkan paham.

Baiklah.

Menuju pertempuran.

Selamat!

Baik, berdiri di sana. Aku ingin foto pengantin baru.

Hanya pengantinnya.

- Sherlock. - Maaf.

Baik. Tiga, dua, satu, senyum.

Tn. Holmes yang tersohor. Senang bisa bertemu.

- Tapi tanpa seks, ya? - Maaf?

Tak perlu takut. Hanya bercanda.

Pengiring pengantin wanita dan pria... Agak tradisional.

- Sungguh? - Tapi tak wajib.

Jika itu yang kau cari, dialah yang cocok.

Dokter baru cerai, dengan kucing kuning, rumah dari lumbung,

dan pernah disfungsi ereksi.

Kalau dipikir, mungkin tak cocok.

Ya, mungkin tidak.

Ada kelebihan satu deduksi.

Tn. Holmes, kau akan sangat berguna.

Halo. Senang bisa bertemu. Apa kabar?

- Indahnya, Mary. - Terima kasih.

- Selamat. - David.

Mary. Selamat.

- Kau tampak cantik. - Terima kasih.

Selamat, John.

- Kau beruntung. - Terima kasih.

David, ini Sherlock.

Ya, kami...

Pernah bertemu.

Lalu tugasku sebagai penerima tamu itu apa?

Mari kita bahas Mary dahulu.

- Maaf, apa? - Kurasa kau tahu.

- Kau mengencaninya dua tahun. - Dahulu. Kami hanya...

- Kini kami sahabat. - Benarkah?

Saat dia mencuit, kau merespon dalam lima menit,

tak peduli waktu, tempat, kau dapat notifikasi cuitannya.

Di foto Facebook-mu, Mary ada di tengah,

sementara John dikecualikan.

Kau tak bisa berasumsi dari itu bahwa aku masih suka Mary.

Kau sukarela menjadi sandarannya saat dia sedih tiga kali.

Kau ingin lakukan pembelaan?

Akan kuturunkan kau menjadi kenalan,

tak lebih dari tiga pertemuan terencana dalam setahun

dan selalu bersama John.

Aku punya data kontakmu. Aku akan mengawasi.

Ucapan mereka benar.

Kau psikopat.

Sosiopat yang berfungsi tinggi. Dengan nomormu.

Hal--

- Halo. - Senangnya.

- Terima kasih. - Semoga bahagia.

Terima kasih sudah datang.

Ya. Pelayanan yang bagus, Archie.

Dia jadi berani. Entah bagaimana caranya.

Senyum ke sisi pengantin wanita, lalu ke sisi pria, lalu cincinnya.

- Tidak. - Kau harus pakai pakaiannya.

- Tidak. - Harus.

- Untuk? - Orang dewasa seperti itu.

- Kenapa? - Entah. Akan kutanyakan.

- Kau detektif. - Benar.

- Pecahkan kasus pembunuhan? - Banyak.

Boleh lihat?

Ya, baiklah.

- Apa yang ada di matanya? - Belatung.

Keren.

Dia bilang kau punya foto untuknya sebagai hadiah.

Ya, jika dia hebat.

- Pemenggalan. - Desa kecil indah.

Apa katamu?

Tahan.

Bagus.

- Aku lapar. - Terima kasih.

Harus berdiet agar gaun ini pas.

Dia baik.

Ada aroma dua merek deodoran yang terkenal akan kekuatannya.

Ada masalah bau badan karena tekanan.

Baik. Bagaimana kalau temannya?

- Hubungan jangka panjang. Suka selingkuh. - Sungguh?

Pelindung kedap air di ponsel, tapi kulitnya tak seperti bekerja di luar.

Dia suka bawa ponselnya mandi.

Dia menerima pesan dan surel yang tak ingin dilihat.

- Boleh memilikimu? - Mau pecahkan kasus?

Punya lowongan?

- Harry? - Tidak datang.

Sayang, maafkan aku.

Kurasa tak ada salahnya mengajaknya.

Dan lagi ada bar gratis. Kombinasi yang buruk.

Astaga.

- Itu... - Dia datang.

Itu dia. Mayor Sholto.

Jika mereka bersahabat, kenapa jarang bicara soalnya?

Dia selalu cerita padaku. Tak pernah diam soal dia.

Soal dia?

Aku pilih anggur ini. Tak enak.

Ya, tapi ini orang yang dia bicarakan?

Senang bisa bertemu, Pak.

Aku tahu kau tak suka hal seperti ini.

Aku suka untuk kawan lama, Watson. John.

- Senang bisa bertemu. - Sama-sama.

Cocok hidup seperti warga biasa?

- Ya, kurasa begitu, Pak. - Tak butuh psikiater?

Tidak, aku masih butuh. Seperti isi ulang.

Terapi bisa sangat membantu.

- Tinggal di mana sekarang? - Jauh di antah-berantah.

Kau takkan tahu.

- Kau tampak baik. - Aku tak dengar dia sebut nama.

Dia agak tertutup.

- Kau tahu, sejak... - Ya.

Kupikir dia takkan datang.

John bilang, dia pria paling tertutup.

Dia? Dia yang tertutup?

Karena itu dia mendekatinya seperti anak anjing.

Ayolah, Sherlock.

Bukan kita yang pertama.

- Berhenti tersenyum. - Ini hari pernikahanku.

Ya. Apa? Sherlock.

- Kenapa tersengal-sengal? - Sedang atur berkas.

Entah kau sedang berhubungan seks

atau berolahraga.

- Semoga yang kedua. - Ada apa?

Aku butuh jawabanmu, ini mendesak.

- Jawaban? - Walau di saat terakhir,

tak ada kata terlambat.

Astaga.

Mobil bisa dipesan, jet pribadi bisa dibajak.

Hari ini. Hari ini, ya?

Tidak, Sherlock, aku takkan datang ke "malam perbuatan",

sesuai ucapanmu.

Sayang sekali.

- Mary dan John akan sangat... - Senang jika aku tak ada di sana.

Entahlah.

Harus ada orang yang menghambarkan suasana.

Kalau begitu, ini dia. Hari besarnya.

Kurasa aku akan sering menemuimu.

- Apa maksudmu? - Seperti dahulu lagi.

Tidak, aku tak paham.

Ini akhir zaman, kan?

John dan Mary.

Kebahagiaan rumah tangga.

Tidak, aku lebih suka anggap ini lembaran baru.

- Apa? - Tidak.

- Aku tahu keheningan itu. Apa? - Sebaiknya aku tak halangi kau.

Kau punya pidato besar, kan?

- Apa? - Kue. Karaoke.

- Bercengkerama. - Mycroft.

Orang seperti ini, Sherlock. Mereka menikah.

Sudah kubilang.

- Jangan terikat. - Terikat? Aku tidak begitu.

- Tidak. - John minta aku mendampingi.

- Bagaimana bisa kutolak? Tak terikat. - Tentu.

Aku percaya. Sungguh.

Bersenang-senanglah, dan sampaikan salamku pada mereka.

- Baik. - Omong-omong, Sherlock.

Kau ingat Redbeard?

Aku bukan anak-anak lagi, Mycroft.

Tidak. Tentu bukan.

Jangan sampai terikat, Sherlock.

Sambutlah pendamping pengantin pria.

Para hadirin, keluarga dan teman-teman...

dan...

yang lainnya...

juga...

- Greg. - Molly.

- Baru terpikir olehku. - Itu otak?

Bagaimana kalau John minta Sherlock menjadi pendamping?

- Pasti terjadi. - Tepat sekali.

- Lalu? - Dia harus buat pidato.

Di hadapan orang.

Ada orang sungguhan yang mendengarkan.

- Memangnya akan terjadi apa? - Helen Louise mungkin memikirkan itu.

Helen Louise?

Halo, Sayang.

Baru terpikir olehku jika John meminta Sherlock...

Apa? Pidatonya? Aku tahu. Akan baik-baik saja.

Maksudku, bukan hanya pidatonya, kan?

Tuhan memberkatimu.

- Ny. Hudson? - Tak apa-apa.

Kau tak apa-apa? Aku ingin bertemu Sherlock,

- dan kukira kau... - Tidak.

...mungkin sekarat.

Maafkan aku.

Ada apa?

Telegram ini.

- Maaf, apa? - Maaf.

Telegram.

Benar.

Pertama, telegram. Ini bukan telegram sungguhan.

Dinamakan telegram. Entahlah. Tradisi pernikahan.

Karena tampaknya tak cukup banyak tradisi.

"Untuk Tuan dan Nyonya Watson. Maaf, aku tak bisa datang.

Semoga lancar. Mike Stamford."

Mike.

"Untuk John dan Mary. Yang terbaik untuk hari spesialmu.

Dengan cinta dan banyak--

Pelukan besar dari Stella dan Ted."

"Mary, dengan penuh cinta..."

- Lalu? - "Si Kecil."

"Penuh cinta dan doa menyertai. Dari Cam.

- Andai keluargamu bisa melihatnya." - Hei.

Ya.

"Hari spesial." "Hari yang sangat spesial."

"Cinta."

"Cinta."

Temanya sama. Kau pasti tahu. Pada dasarnya mereka cinta.

John Watson.

Temanku, John Watson.

John.

Saat John ungkit topik menjadi pendampingnya, aku bingung.

- Sherlock? - Suara apa di bawah?

Itu Ny. Hudson tertawa.

- Dia seperti menyiksa burung hantu. - Sebenarnya itu tawanya.

Bisa saja keduanya.

- Sibuk? - Menyibukkan diri.

Sulit rasanya tak merokok.

Boleh kuganggu?

Silakan.

Teh?

Jadi...

pertanyaan besarnya.

Pendamping pengantin pria.

Pendamping pengantin pria?

- Bagaimana? - Billy Kincaid.

- Apa? - Billy Kincaid, pencekik Camden.

Pria terbaik bagiku. Banyak kontribusi yang tak diketahui.

Mencegah tutupnya tiga rumah sakit.

Dan menjalankan panti asuhan terbaik dan teraman di Utara.

Ya, akan ada pencekikan,

tapi dibanding dengan nyawa yang diselamatkan...

Untuk pernikahanku. Aku butuh pendamping.

- Benar. - Jangan pencekik.

- Gavin? - Siapa?

Gavin Lestrade. Dia pria dan dia bisa.

Namanya Greg.

Dia bukan sahabatku.

Mike Stamford. Begitu, ya.

Dia baik. Aku tak yakin dia bisa menghadapi--

Mike hebat, dia bukan sahabatku.

Sherlock, ini hari terpenting dan terbesar hidupku.

- Yah-- - Tidak, memang benar.

Aku ingin di sana dengan dua orang yang paling kucintai dan kusayangi

- di dunia. - Ya.

- Mary Morstan... - Ya.

dan...

kau.

Aku tak sadar dia memintaku.

Saat aku paham, kujelaskan padanya

bahwa aku tersanjung dan terkejut.

Kujelaskan bahwa aku tak menduganya

dan aku gentar menghadapinya.

Sherlock.

Aku janji untuk lakukan yang terbaik

yang sangat berat dan sulit dari yang pernah kujalani.

Aku senang dia percaya padaku dan mengindikasikan

bahwa aku bisa bilang tergerak olehnya.

Ini mulai menyeramkan.

Aku sadar, aku seharusnya tak bilang ini.

Jadi, faktanya...

- maksudmu... - Ya.

Aku...

- sahabatmu? - Pendamping.

Ya, tentu saja.

Tentu saja kau sahabatku.

Bagaimana?

Enak juga.

Kau harus berpidato juga.

Biar kulihat...

Sudah.

Yang ini sudah.

John, aku tak bisa beri selamat.

Semua emosi, terutama cinta,

berlawanan dengan logika yang kujunjung tinggi.

Menurutku, pernikahan hanyalah perayaan

semua hal yang palsu, munafik, dan tak rasional serta sentimental

di dunia yang mulai sakit dan moral yang memburuk.

Hari ini, kita menghormati akhir dari kemasyarakatan,

dan suatu saat, seluruh spesies kita.

- Tapi kita bahas soal John saja. - Silakan.

Jika aku ingin kawan dalam petualanganku,

bukan karena sentimen atau tingkahnya,

tetapi karena sifat baiknya yang tak terlihat

karena terobsesi padaku.

Benar, semua reputasiku soal kekuatan mentalku

berasal dari kebenaran dari perbandingan

yang John berikan.

Aku yakin, pengantin wanita lebih suka pendamping biasa

di hari besarnya. Aku rasa ada analogi di baliknya.

Dan perbandingannya ini

merupakan rancangan Tuhan demi perbaiki ciptaannya.

Atau begitulah, jika Tuhan bukanlah fantasi

yang diciptakan untuk kesempatan karier si bodoh dalam keluarga.

Intinya adalah, aku orang yang paling berengsek

kasar, bodoh, dan menjengkelkan

yang pernah orang temukan.

Aku begitu meremehkan kesalehan, tak menyadari keindahan,

dan tak memahami kebahagiaan.

Jika aku tak paham saat diminta menjadi pendamping,

itu karena aku tak menduga bisa menjadi sahabat seseorang.

Mungkin bukan yang terbaik,

atau manusia paling berani, baik dan bijak

yang pernah aku ketahui.

John, aku pria yang konyol,

yang dapat pengampunan dari kehangatan persahabatanmu.

Sebagai sahabatmu, aku tak bisa menyelamatimu

soal pilihan teman hidupmu.

Tapi kini aku bisa.

Mary, saat kubilang kau pantas menerima pria ini,

itu pujian tertinggi yang bisa kuberikan.

John, kau pernah berperang,

terluka dan kehilangan.

Maafkan aku soal yang terakhir.

Pahamilah. Hari ini kau duduk di antara wanita yang kau peristrikan

dan pria yang kau selamatkan.

Singkatnya, dua orang yang paling mencintaimu.

Aku juga setuju dengan Mary, kami takkan mengecewakanmu

kita punya banyak waktu untuk buktikan.

- Jika aku mau memeluknya, hentikan. - Tak akan.

Benar. Kita lanjutkan ke kisah lucu soal John.

Ada apa? Kenapa kalian begitu? John.

- Sherlock. - Aku salah?

Tidak. Kemarilah.

- Aku belum selesai. - Aku tahu.

- Lanjut ke kisah lucu... - Tunggu aku duduk.

Lanjutkan ke kisah lucu soal John.

Jika bisa lebih ceria, maka lebih baik.

Kita mulai.

Untuk kisah lucu, lihat saja blog John.

Jangan.

Catatan petualangan kami.

Dia suka meromantiskan segalanya, dia memang romantis.

Kami menghadapi kasus aneh. Klien Kosong.

Raksasa yang Diracuni.

Merunduklah, John.

Ada kasus menyebalkan juga.

Apa itu?

Atlet decathlon ditemukan tak waras

dikelilingi 1.812 kotak korek api yang kosong, kecuali yang ini.

Apa isinya?

Yang sulit dijelaskan.

Kasus yang menyentuh.

Dia akan membunyikan belnya.

Tidak, dia berubah pikiran.

Tidak, akan dia lakukan.

Tidak, dia pergi.

Dia pergi. Dia kembali.

Dia klien. Membosankan. Pernah lihat itu sebelumnya.

Keraguan di trotoar berarti ada kasus perselingkuhan.

Aku harus sebutkan Gajah Dalam Ruangan.

Tapi kami ingin sesuatu yang khusus untuk hari spesial ini, bukan?

Penjaga Berlumur Darah.

Sherlock tak ingin aku menulis kasus ini

Kau bekerja keras di gereja, Mary?

Kau tampak kurus.

Tanah yang tak bisa dibangun. Aku hanya punya teman.

Banyak teman.

Harus mulai musik organnya pada pukul 11.48.

Geladi resiknya dua pekan lagi. Tenanglah.

Aku tenang. Sangat tenang.

Mari kita bahas resepsi. Ayo. Sepupu John. Meja terdepan?

- Benci kau. Tak tahan memikirkanmu. - Sungguh?

Kartu pos kelas dua. Murah. Dibeli di pom bensin.

Lihat prangkonya.

Tiga percobaan menjilat. Dia sadar akan ludahnya.

- Tempatkan yang jauh. - Baiklah.

Siapa lagi yang membenciku?

Bagus. Terima kasih.

"Lukisan berharga dicuri." Tampaknya menarik.

- Meja empat. - Ya.

"Suamiku tiga orang berbeda."

- Meja lima. - Mayor James Sholto. Siapa?

Komandan John. Kukira dia tak datang.

- Dia datang. - Dia harus jawab.

Dia akan datang.

"Suamiku tiga orang berbeda." Menarik.

Dia bilang, suaminya punya

- tahi lalat yang berbeda. - Kembar tiga.

Satu banding satu juta. Selesai tanpa pergi. Serbet.

- Angsa atau Gedung Opera Sydney? - Belajar dari mana?

Butuh banyak keahlian untuk investigasi.

- Bohong. - Pernah kubuktikan alibi

- dengan demonstrasikan-- - Aku bukan John.

- Aku tahu kau bohong. - Kupelajari di YouTube.

Gedung Opera saja. Sebentar. Ada telepon.

Halo.

Hai, Beth.

Ya, kenapa tidak?

Jika dari Beth, itu untukku juga. Tunggu.

Dia tahu tak ada Beth.

- Dia bisa tahu ini kode. - Dia cari soal serbet.

- Dia teliti. - Ketakutan.

- Tidak. - Saat kau takut,

kau berharap agar semakin cepat berlalu.

- Itu yang dia lakukan. - Kenapa dia takut

kalau kita menikah?

- Takkan mengubah apa pun. - Harus buktikan padanya.

Cari kasus baru.

- Sudah kucoba. - Buat dia sibuk.

Bahwa semua masih sama.

Itu terjadi begitu saja.

Sherlock...

Bung.

Aku...

Aku telah mencium 18 parfum berbeda.

Aku mencoba...

sembilan potong kue berbeda, rasanya sama.

Aku suka pendamping wanita berpakaian ungu.

- Lilac. - Lilac.

Tak ada lagi yang bisa diputuskan.

Aku tak paham dengan keputusan yang kami ambil.

Aku memalsukan opini, ini melelahkan.

Jadi, sebelum dia kembali,

pilih sesuatu.

- Yang mana pun. Pilih satu. - Apa?

Kasus.

Kotak masukmu penuh. Bawa...

aku pergi dari sini.

- Mau kasus? Sekarang? - Ayolah.

Demi aku, Sherlock.

Jangan khawatir. Akan kubawa kau keluar.

Kepada Tn. Holmes, aku Bainbridge.

Aku prajurit Penjaga Kediaman Ratu.

Aku membahas masalah pribadi,

yang tak berani kubahas dengan atasan, karena terdengar remeh.

Kurasa ada yang menguntitku.

Aku terbiasa dengan turis. Bagian dari pekerjaan.

Tapi ini berbeda.

Ada yang mengawasiku.

Dia mengambil fotoku setiap hari.

Tak ingin kuungkit pada mayor, tapi ini menggangguku.

Fetis pria berseragam. Wanita suka prajurit.

Seharusnya pelaut.

Bainbridge pikir penguntitnya pria.

Mari kita selidiki.

- Kumohon? - Penjaga elite.

- Ada empat puluh petugas. - Kenapa dia? Menarik.

- Kau berminat. - Baik.

- Dah. - Kami ingin pergi...

Aku butuh Sherlock untuk bantu aku memilih...

- Dasi. - kaus kaki.

- Kaus kaki saja? - Ya.

- Pilih dengan benar. - Tepat.

- Yang cocok dengan pakaianku. - Dasi.

Butuh waktu lama?

- Mantelku di sana? - Ya.

Aku ajak dia keluar, buat dia sibuk.

Aku tahu. Kau mau carikan kasus.

- Ayo, Sherlock? - Ya.

Taksi.

Barisan berhenti.

Kanan.

Belok.

Barisan berhenti.

Hadap kanan.

Kami mau bertemu Prajurit Bainbridge.

Dia sedang bertugas.

- Akan kuberi tahu saat dia bebas. - Kapan?

Satu jam lagi.

- Ya. - Benar.

Mereka dapat pelajaran?

Pelajaran?

Cara melawan godaan menggaruk bokong.

Neuron saraf aferen di sistem saraf periferi.

Gatal di bokong.

Kenapa tak menemuinya lagi?

- Siapa? - Komandanmu sebelumnya, Sholto.

- Komandan sebelum? - "Mantan".

"Sebelum" berarti saat ini aku ada komandan.

- Dan tidak. - Tidak.

Tentu tidak.

- Dia dapat penghargaan, kan? Pahlawan. - Tidak bagi semua.

Dia memimpin seregu gagak ke pertempuran.

- Gagak? - Rekrut baru. Itu prosedurnya

untuk membiasakan anak baru, tapi gagal.

Mereka mati. Dia penyintasnya. Pers dan keluarga korban menyulitkannya.

- Dia dapat ancaman lebih darimu. - Kurasa tidak.

Kenapa tiba-tiba kau tertarik pada orang lain?

Hanya mengobrol.

Takkan coba itu lagi.

Mengubah topik seluruhnya...

Kau tahu, ini takkan mengubah apa pun. Soal aku dan Mary menikah.

- Kita masih bisa menyelidiki. - Bagus.

- Jika kau khawatir. - Tidak.

Soal Mary, dia mengubah hidupku.

Mengubah segalanya.

Tapi aku bilang saja, dalam beberapa tahun,

ada dua orang yang lakukan itu...

dan yang satu lagi...

sungguh berengsek.

Dia berjemur di sana.

Boleh kutahu ini soal apa?

Prajurit Bainbridge hubungi kami soal masalah pribadi, Pak.

Tak ada yang pribadi soal pasukanku.

- Kau ingin apa? - Aku ingin bertanya secara resmi.

Kau pers?

Mencari rumor kerajaan?

Tidak. Aku Kapten John Watson, Fusilier Northumberland Kelima.

Pensiun. Kau bisa saja penjual mobil bekas sekarang.

Bainbridge?

Ada yang ingin bertemu.

Bainbridge!

Tampaknya aku tahu kau.

Aku melihatmu di koran.

Sering bersama detektif itu, yang memakai topi aneh.

Kenapa Bainbridge ingin bertemu detektif?

Aku tak bisa bilang.

Tak bisa bilang? Dia prajurit resimenku.

Aku akan murka jika dia mata-mata.

Pak.

- Ada apa? - Bainbridge, Pak. Dia tewas.

Astaga.

Jangan. Aku saja. Aku dokter.

Apa? Sersan, tangkap dia.

- Apa? Aku dokter. - Oh, kau dokter juga? Sersan.

- Biar kuperiksa dia. - Pak, dia berkeliaran di sini.

Ini maksudnya? Menarik perhatianku agar dia bisa masuk

- dan bunuh Bainbridge? - Mana senjatanya?

- Apa? - Mana senjatanya?

- Geledah saja. Tak ada. - Bainbridge ikut barisan.

Dia bebas tugas lima menit lalu. Kapan kejadiannya?

Kau menusuknya sebelum dia mandi.

- Tidak. - Tidak?

Dia basah, ada sampo di rambut.

Dia mandi, lalu ada yang menusuknya.

Terkunci dari dalam.

- Harus kupaksa buka. - Pasti memanjat.

- Maka aku juga akan basah. - Mayor, aku John Watson,

Fusilier Northumberland Kelima.

Tiga tahun di Afganistan, veteran Kandahar, Helmand

dan Rumah Sakit Barts.

Biar kuperiksa jasadnya.

Terima kasih.

- Bunuh diri? - Bukan.

Senjatanya. Tak ada pisau.

Ini dia. Ada luka ke abdomen.

- Lukanya kecil. - Pria tewas ditusuk.

Tak ada senjata. Terkunci dari dalam.

- Hanya ada satu jalan. - Sherlock.

- Dia masih bernapas. - Astaga. Kita harus bagaimana?

- Berikan syalmu. - Apa?

Cepat. Panggil ambulans.

- Apa? - Panggil ambulans!

Sekarang!

- Perawat, tekan di sini. - Perawat?

Ya, aku berusaha. Tetap tekan lukanya.

Stephen, tetap bersamaku.

Prajurit Bainbridge baru saja bebas tugas.

Dia berdiri berjam-jam,

ada banyak yang melihat, tak ada yang terjadi.

Dia bebas tugas, lalu hampir mati

karena luka di perutnya, tapi tak ada senjata.

Lalu di mana? Hadirin, aku ingin kalian pikirkan ini.

Pembunuh yang bisa lewati dinding. Senjata yang bisa hilang.

Dari semua ini, ada satu bagian

yang bisa dibilang luar biasa.

Ada yang mau menebak?

Ayo. Ada elemen tanya jawab untuk semua ini.

Orang Scotland Yard, punya teori?

Ya, kau. Kau bisa dibilang detektif.

Punya teori?

Jika pisaunya diluncurkan melalui

sela-sela ventilasi udara...

dengan semacam ballista atau ketapel...

Orang yang kecil bisa masuk.

Ya, kita mencari orang kerdil.

- Brilian. - Sungguh?

- Tidak. Berikutnya. - Dia menusuk diri sendiri.

Halo. Siapa itu? Tom.

Punya teori?

Percobaan bunuh diri dengan pisau dari pemadatan darah dan tulang.

Yang hancur setelah menusuk abdomennya seperti pisau

daging.

- Pisau daging. - Ya.

Duduklah.

Bukan.

Hanya ada satu hal yang menarik

di seluruh kasus membingungkan ini, yakni seperti biasa.

John Watson.

Yang menyelamatkan nyawa, saat aku berusaha pecahkan kasus.

Ada misteri yang pantas dipecahkan dan kisah yang pantas diceritakan.

Pria terbaik dan pemberani

dan tahu cara melakukan banyak hal.

Kecuali perencanaan pernikahan dan serbet. Dia payah.

Kasus itu pembunuhan terencana yang paling cerdas

atau percobaan pembunuhan yang senang kuhadapi,

Misteri ruang tertutup paling sempurna yang kuketahui.

Aku tak hanya memuji John. Aku mau mempermalukannya.

- Mari kita lanjutkan-- - Bagaimana caranya?

- Cara apa? - Penusukannya.

Aku tak tahu. Belum kupecahkan. Itu...

Itu bisa terjadi. Sangat mengecewakan.

Rasa malu menuntunku ke pesta bujangan.

Ada banyak yang bisa dibahas, tapi kurangkum saja.

PRIA MAYFLY

Kami baru pulang

TKP.

Lokasi pembunuhan.

Bertema, di pub.

Kenapa tak di stasiun kereta bawah tanah?

Kurang bersifat pribadi. Kita akan minum--

Di setiap jalan kau temukan mayat. Menarik.

- Lalu apa tugasku? - Aku tak mau sakit.

- Bisa merusak suasana. - Kau ahli kimia.

- Tak bisa kau lakukan? - Aku suka pengalaman praktis.

- Menurutmu, aku suka minum? - Terkadang.

- Aku pemabuk? - Bukan.

- Kau terlihat... - Memang.

Bagaimana...

Tom?

Bukan sosiopat.

- Masih? Bagus. - Kami sering berhubungan seks.

Baik, aku ingin kau hitung asupan ideal John dan aku

agar tetap seimbang sepanjang malam.

- Pening sedikit, bagus. - Pipis di lemari, buruk.

- Aku pesan dua bir. - Dua gelas?

Sebanyak 443,7 mililiter.

- Kita ada jadwal? - Kau akan berterima kasih.

- Bersulang. - Bersulang.

- Di sana. - Apa?

- Toilet. Kau akan-- - Tunggu. Nanti. Aku mau ke toilet.

Sesuai jadwal.

- Apa? - Tidak. Pergilah.

URIN ALKOHOL DALAM DARAH

- Berapa lama? - Maaf?

Kunjunganmu.

Jika bisa kau perkirakan banyaknya...

Berhenti bicara.

Cepat, satu lagi. Dia tak boleh lihat.

Ini punyamu. Bersulang.

Aku kenal Ash!

Jangan bilang aku tak kenal.

Sudah cukup. Sudah--

Sudahlah.

- Ini. - Ashton.

Aku kenal Ashton.

Aku punya reputasi internasional.

Kau punya reputasi internasional?

Tidak, aku tak punya reputasi internasional.

Tidak.

Dan aku tak ingat untuk apa.

Itu...

kejahatan, atau semacamnya.

Kenapa sudah kembali? Kukira sampai larut malam.

Pening. Pukul berapa ini?

Kalian baru pergi dua jam.

SHERLOCK HOLMES

MADONNA

Apa aku sayuran?

Kau, atau ini?

Konyol.

- Terima kasih. - Ayolah.

- Kau bukan sayuran. - Giliranmu.

Aku manusia?

Terkadang.

Tak boleh. Harus...

Ya, kau manusia.

Ya, aku tahu. Aku pria?

- Ya. - Tinggi?

Tak setinggi dugaan orang.

Baik?

- Agak. - Pandai?

- Kurasa begitu. - Pasti.

Aku penting?

Bagi beberapa orang.

Orang-orang menyukaiku?

Tidak. Kau terkadang membuat orang salah paham.

Baiklah.

- Aku raja Inggris saat ini? - Kita...

Kita tak punya raja.

- Sungguh? - Tidak.

Giliranmu.

Aku tak keberatan.

Apa aku wanita?

Apa?

Ya.

Apa aku...

cantik?

Ini.

Kecantikan hanyalah konsep berdasarkan kesan masa kecil,

pengaruh dan panutan.

Ya, tapi apa aku wanita cantik?

Aku tak tahu kau siapa.

- Aku tak tahu kau ini siapa. - Kau yang pilih.

- Kupilih acak dari koran. - Kau tak paham permainan ini,

benar, Sherlock?

Aku manusia, tak setinggi yang orang kira.

Aku agak baik, pandai, penting bagi beberapa orang.

Tapi sering buat orang salah paham.

Aku tahu.

- Tebaklah. - Aku ini kau.

Ada klien.

- Halo. - Halo.

- Kemarilah. - Yang mana Sherlock Holmes?

Aku jarang berkencan.

Maksudku, aku jarang berkencan, dan...

Dia tampak baik.

Kami tampak langsung terhubung.

Pada suatu malam, kami makan malam.

Pembicaraannya menarik. Sangat menyenangkan.

Sejujurnya, aku ingin lanjutkan,

tapi kukira, "Tidak, ini spesial.

Mari lakukan perlahan, bertukar nomor telepon."

Dia bilang akan menghubungi, lalu...

Mungkin dia tak seyakin diriku, tapi aku--

Aku pikir, setidaknya dia akan menghubungi dan bilang hubungan kita berakhir.

Aku pergi ke apartemennya.

Tak ada jejaknya.

Tn. Holmes, aku sungguh berpikir...

aku makan malam...

dengan hantu.

Tn. Holmes?

Dengan hantu, Tn. Holmes.

Membosankan. Tidak.

Menarik.

John. Bangunlah.

Aku minta maaf soal-- Ya.

Kau tak sopan.

Aku tanyakan pada pemiliknya, dan pria yang tinggal di sana meninggal.

Serangan jantung.

Lalu kami makan malam sepekan setelahnya.

Aku temukan ini online, semacam ruang obrolan...

untuk wanita yang mengira mereka mengencani pria dari alam baka.

Jangan khawatir. Akan kutemukan dalam 10 menit.

- Siapa nama anjingmu? - Ya, aku akan ke sana.

John, bangun.

Aku harusnya--

Kau-- Permainannya...

- Menyala. - Ya, itu.

Baiklah.

Bagus sekali.

Tempat yang bagus.

Dapat sesuatu?

Ada petunjuk, Tn. Holmes?

MEJA DESAINER KARYA SENI?

KURSI, TEMPAT DUDUK KULIT, TIDUR

SEMACAM PENGERAS SUARA MUTAKHIR

KEMATIAN? TENGKORAK? DIMATIKAN?

KAYU? PIPA, TABUNG, ENTAH APA?

TELUR? KURSI? UNTUK DIDUDUKI?

PERAWAT? KLIEN? KORBAN? KARDIGAN

Aku akan pecahkan ini.

- Baik-baik saja? - Ya, dia petunjuk.

- Apa? - Dia--

Dia petunjuk mencari.

Tn. Holmes.

- Pak Holmes! - Aku hubungi polisi.

Jangan.

Jangan, dia detektif terkenal.

Sherlock Holmes dan rekannya, John Hamish Watson.

Kau sedang apa? Jangan mengacaukan integritas dari--

Tempat kejadian perkara.

Ya, itu.

- Ayo bangun. - Astaga.

- Greg. Greg yang itu? - Akan kupanggil taksi.

Bisa meluruskannya dengan sersan administratif.

Payah sekali. Kalian mabuk sebelum jam tutup bar.

- Bisa berbisik saja? - Tidak juga!

Ayo.

Terima kasih untuk...

malam itu.

Mengerikan.

Benar.

Awalnya aku ingin pura-pura...

Sungguh.

- Wanita itu, Tessa... - Apa?

Mengencani hantu. Kasus paling menarik.

Sayang sekali.

Baiklah.

Bagaimana keadaanmu?

Seperti dahulu saja, kalian kembali.

Akan kubuatkan kesukaanmu untuk kali terakhir.

Jangan begitu. Aku akan berkunjung.

Aku pernah dengar itu.

Tapi berbeda kali ini, kan? Dibanding saat itu.

Pernikahan mengubah segalanya, John.

- Sungguh? - Ya.

Mungkin tak terpikir, tapi benar.

Fase berbeda dalam hidupmu.

Kau bertemu orang baru, karena kalian pasangan,

lalu kau biarkan teman lamamu pergi begitu saja.

- Takkan begitu. - Jika kau temukan yang tepat,

orang yang sepikiran denganmu, itu yang terbaik.

- Memang. Sudah kudapatkan. - Aku yakin.

- Dia menyenangkan. - Kurasa begitu.

- Kalau kau? - Aku?

Bukankah kau temukan yang tepat saat menikahi Tn. Hudson?

Tidak, itu hanya semacam angin puyuh.

Aku tahu itu takkan lancar, tapi aku seperti terseret.

- Benar. - Lalu kami ke Florida.

Kami bahagia di sana, tapi aku tak tahu dia melakukan apa.

- Narkotika. - Narkotika?

Dia memimpin-- Astaga, apa sebutannya?

Kartel.

- Dan terlibat dengan penjahat. - Benar.

Lalu aku tahu soal wanita lainnya.

Aku tak tahu sama sekali.

Lalu saat dia ditahan karena membunuh seseorang,

sejujurnya, terasa melegakan.

Hubungan dengan Frank murni fisik.

Kami tak bisa lepaskan tangan. Dan suatu malam...

- Itu Sherlock? - Benarkah?

Bukan, itu Sherlock.

"Dia menghancurkan kami. Dia dapat medali.

Pahlawan Victoria Cross, Kenapa anakku harus mati?

BERITA DARING

AKU MENGENCANI HANTU DOT COM

- Akan ada yang lain. - Yang lain?

Korban. Wanita.

Biasanya hantu gentayangan di satu rumah.

Tapi hantu ini mau pulang pergi. Lihat.

Bukan kau.

Bukan kau, atau kau, atau bukan kau.

Bukan kau.

Bukan kau.

Bukan kau.

- Hai. - Gail.

Charlotte.

Robyn.

Vicky.

Bagaimana bisa bertemu?

- Mendekatiku di pub. - Satu pusat kebugaran.

- Kami mengobrol di bus. - Via online.

- Nama? - Sudah kubilang.

- Nama dia. - Oscar.

- Mike. - Terry.

Monyet Cinta.

- Di tempatmu? - Di tempatnya.

Alamat?

Tak ada yang terjadi. Hanya saja, sangat romantis.

Empat wanita dalam empat malam. Dia pasti punya sesuatu.

- Dia sangat memukau. - Polos.

Dia manis.

- Dia sangat-- - Kau baik-baik saja?

Makananmu sampai dingin.

- Ny. Hudson bisa marah. - Tunggu, John.

VICKY: Dia sangat...

SHERLOCK: Maaf...

- Maaf. - Dia sangat sopan.

Nama dan alamat berbeda.

Jelaskan ciri-cirinya.

- Rambut pirang pendek. - Rambut gelap panjang.

- Rambut merah. Aku suka. - Tak tahu.

Dia pakai topeng.

Dia mencuri identitas mayat,

dapat namanya dari kolom berita kematian.

Semuanya lajang.

Dia gunakan apartemen mendiang, karena kosong.

Sarang cinta gratis.

- Aku jadi muak. - Mengerikan.

- Menakutkan. - Cerdas.

Bajingan.

TESSA: BAJINGAN!

SHERLOCK: Halo Tessa

Halo, Tessa.

Kita kembali. Tak ada yang mau pakai rumah orang mati.

Setidaknya sampai sudah dibersihkan.

Jadi, dia menyamar, mencuri rumah orang itu,

- mencuri identitasnya. - Hanya untuk semalam.

- Lalu dia pergi. - Dia bukan hantu.

Dia mayfly. Hidupnya sehari.

Jadi, apa yang dia cari?

Pekerjaan?

- Tukang kebun. - Koki.

- Perawat. - Petugas keamanan.

Pelayan.

Jelas. Kalian bekerja untuk orang yang sama.

Tidak. Bukan orang yang sama. Sial.

Ayo, kita bisa.

- Kencan malam ideal? - Menembak target.

- Menari berkelompok. - Berfoto.

Anggur, sembari menonton TV.

Ruang bawah tanah.

- Riasan? - Clarins.

- No7. - Maybelline.

- Biasa saja. - Yang murah.

Parfum?

- Chanel. - Chanel.

- Chanel. - Chanel.

Estée Lauder.

Pria idaman?

- George Clooney. - Oh, tidak.

- Suka di rumah. - Dia harus suka berpelukan.

- Yang peduli. - Ada sepuluh.

Satu, yang tak kompetitif dengan pria lain.

Dua, yang tak selalu berusaha menekankan maskulinitasnya.

Pasti ada faktor pemersatunya. Pasti.

Tak ada yang dicuri dari kalian.

Petugas keamanan, tukang kebun, koki, pelayan, perawat.

Pola merayunya semakin naik.

Ini daftar kesukaan seseorang. Berpikirlah. Kecuali...

- Punya rahasia yang tak diungkap? - Tidak.

- Dapat. - Maksudnya?

Semua orang punya rahasia, dan mereka jawab cepat.

- Aku pergi dahulu. - Dah.

- Tunggu. - Dah.

Maaf, ada rahasia yang harus dirahasiakan.

- Nikmati acara pernikahannya. - Ya...

Kenapa? Kenapa dia mengencani mereka dan tak telepon kembali?

- Kau tak menyadari hal yang jelas. - Sungguh?

- Dia seorang pria. - Kenapa ganti identitas?

Mungkin sudah menikah.

Menikah.

Sudah jelas.

Pria Mayfly kami berusaha lari dari rumah tangga yang menyesakkan.

Alih-alih menonton TV,

atau ke barbeku dengan orang yang tak dia suka,

dia gunakan akal, kecerdikan, dan penyamaran untuk bermain.

Dia--

Kalau dipikir lagi, seharusnya kuceritakan Gajah dalam Ruangan.

- Ya. - Ini membantu menjelaskan

betapa berharganya John bagiku.

Aku bisa membaca TKP layaknya dia memahami manusia.

Aku pikir, itulah yang membuatku spesial.

Sebagai informasi,

jika kalian butuh bantuan kami,

aku bisa pecahkan kasus pembunuhan,

tapi John Watson bisa menyelamatkan hidupmu.

Percayalah. Aku yakin.

Dia menyelamatkan hidupku berkali-kali.

Blog ini, merupakan kisah dua pria dan petualangan konyol mereka.

Berkutat soal pembunuhan, misteri, dan kekacauan.

Tapi mulai sekarang, ada kisah baru.

Petualangan yang lebih besar.

Para hadirin,

siapkan gelas kalian dan berdirilah.

Hari ini, petualangan Mary Elizabeth Watson

dan John Hamish Watson...

dua alasan mengapa kita semua--

Kau bilang apa?

Kau sebut, "John Hamish Watson".

Kau bilang itu. Kau sebut "Hamish".

Dia detektif terkenal.

Sherlock Holmes dan rekannya, John Hamish Watson.

Tahu dari mana?

Tahu dari mana nama tengahnya?

Dia tak pernah bilang. Dia membencinya.

John H. Watson?

Ya.

- Henry? - Diamlah.

- Humphrey? - Diamlah.

- Higgins? - Pergilah!

Butuh bertahun-tahun untuk membuka diri.

- Itu akta kelahiranku. - Benar.

Dan wanita itu, dia tahu.

Hamish.

John Hamish Watson.

Jika kau ingin cari nama bayi.

Tuhan tahu di mana dia.

Keluarlah dari pikiranku. Aku sibuk.

Hanya satu kali nama itu diketahui orang umum.

- Harus ada di undangannya? - Itu namamu.

- Itu tradisional. - Lucu.

Nikmati pernikahannya.

Nikmati pernikahannya.

Pernikahannya. Kau tahu soal itu.

Yang terpenting, kau lihat undangan itu.

Kurang dari 100 orang yang lihat.

Pria Mayfly hanya temui lima wanita. Satu orang di kedua grup ini

bisa jadi kebetulan.

Oh, Sherlock.

- Kita tahu apa soal kebetulan? - Alam semesta tak pernah malas.

Jadi, kemungkinannya?

Seseorang berusaha cari tahu soal pernikahannya.

- Yakni? - Berbohong. Pakai identitas palsu.

- Yang berarti? - Bermaksud jahat.

- Dan juga? - Kepandaian. Perencanaan.

Jelas. Yang terpenting?

Pria Mayfly.

Pria Mayfly ada...

...di sini hari ini.

Maaf, aku...

- Segelas lagi, Pak? - Terima kasih. Ya.

Akan ada yang terjadi, di sini.

- Sampai mana tadi? - Bisa terjadi kapan pun.

- Kau telah kendalikan ruangan itu. - Ya, naikkan gelas dan berdiri.

- Bagus. Terima kasih. - Jangan sampai lengah.

Lalu duduk lagi.

Para hadirin, kita tak boleh manfaatkan pidato bagus.

Pulang lebih awal, buat mereka tertawa...

Saran yang bagus, akan coba kuingat.

Tapi untuk saat ini...

bagian kedua.

Bagian kedua lebih banyak aksi.

Aku akan berjalan-jalan, dan menjadikannya seru.

PRIA MAYFLY?

Siapa yang datang ke acara pernikahan?

Siapa yang mau repot persiapkan diri untuk ke acara pernikahan?

Semuanya.

- Pernikahan menyenangkan. Aku suka. - Dia sedang apa?

- Ada yang salah. - John juga hebat.

Aku belum bilang cukup banyak. Baru luarnya saja.

Aku bisa membahasnya

semalaman soal kedalaman dan betapa kompleksnya dia.

Dan dia bisa memasak.

Dan bisa lakukan sesuatu...

Dengan polong.

Sekali. Mungkin bukan polong. Mungkin bukan dia.

Tapi suara menyanyinya bagus, atau itu orang lain.

Ada banyak sekali!

Maaf. Terlalu banyak lelucon soal John.

Kini...

- Niat jahat. - Sampai mana? Ya.

- Berusaha keras. - Pidato.

Mari kita bahas--

Semuanya menandakan adanya?

Pembunuhan. Maaf, aku bilang pembunuhan? Maksudku, pernikahan.

Tapi prosedurnya hampir sama,

jika dipikirkan lagi.

Kedua peserta saling mengenal, dan berakhir saat salah satunya mati.

Tapi pembunuhan lebih cepat.

Janine. Dia? Bisa dibilang seksi?

Kekasihnya memakai pakaian dalam baru

dan belum ambil benang ini atau tunjukkan noda di lehernya.

Dia akan pulang sendiri. Dia juga penyuka komik.

Mereka sangat bersyukur saat kau habiskan waktu.

Jeff, ke toilet pria.

- Ke toilet sekarang. - Greg.

Tolong ke toilet.

- Kenapa? - Entah. Mungkin giliranmu?

Amankan tempat ini.

Benar juga.

Sherlock, boleh tahu akhir dari pidato ini?

Harus potong kue.

Para hadirin, dia tak tahan saat aku bisa berbicara,

- kameo Vatikan. - Apa? Apa maksudnya?

- Bersiap. Ada yang akan mati. - Apa?

Perkecil kemungkinan.

Perkecil kemungkinan.

Tidak! Bukan kau.

Kau.

Selalu kau.

John Watson, kau menuntunku.

- Apa yang kulakukan? - Sudah kau lakukan.

Jangan pecahkan pembunuhannya, selamatkan nyawanya.

Maaf. Agak melenceng. Akan kembali.

Mari kita bermain. Mari mainkan "Pembunuhan".

Sherlock.

Ada yang akan tewas di acara pernikahan.

Siapa yang akan kau pilih?

Saat ini, kau populer.

Jika ada yang bisa geser sedikit gelas Ny. Hudson, akan membantu.

Yang terpenting, siapa yang kau bunuh saat di pernikahan?

TARGET?

Kau bisa bunuh orang awam.

Sebagai latihan, aku rencanakan pembunuhan teman dan kolega.

John, akan kuracuni. Makan sembarangan. Mudah mati. Kuberikan bahan kimia.

Dia takkan sadar. Dia pernah sakit seharian hari Rabu.

Lestrade mudah dibunuh, ajaib tak ada yang mau.

Aku punya kunci ke rumah kakakku. Aku bisa buat dia kehabisan napas

jika aku ingin.

Dia sedang kesal?

Sekali lagi, siapa yang hanya bisa dibunuh di sini?

Ini kesempatan langka, jadi, orang yang jarang keluar,

yang pertemuannya harus terencana,

dan kecuali dikenal berbulan-bulan sebelumnya.

Kesempatan ini harus unik.

Dan karena membunuh di depan umum itu sulit,

maka tak bisa membunuh mereka langsung.

Seseorang yang tinggal di lokasi yang tak diketahui.

Seseorang yang tertutup, mungkin terobsesi keamanan diri.

TARGET?

Mungkin dia diancam.

Mayor James Sholto. Siapa?

- Kurasa dia tak datang. - Datang.

- Tinggal di mana sekarang? - Jauh di antah-berantah.

Pers dan keluarga korban menyulitkannya. Dia dapat ancaman lebih darimu.

Yang hidup menyendiri?

Staf yang kecil.

- Pekerjaan? - Koki. Perawat. Pelayan.

- Pergantiannya cepat untuk keamanan. - Keamanan.

Semua menandatangani perjanjian.

- Punya rahasia? - Tidak.

Tapi ada pertanyaan lagi.

Yang besar. Bagaimana cara membunuhnya?

KAU TARGETNYA

Harus ada caranya. Pasti terencana.

- Tn. Holmes! - Apa teorimu?

Jika benar, ada biarawati tanpa kepala.

- Si pria tak terlihat. - Siapa, apa, kenapa, kapan, di mana?

Pria tak terlihat, dengan pisau tak terlihat.

Yang ingin membunuh penjaga.

DR JOHN WATSON NONA MARY MORSTAN

TEMPAT

RENCANA

LATIHAN

Bainbridge? Bainbridge!

Tak hanya terencana. Direncanakan dan dilatih.

Hadirin, akan ada jeda.

Untuk kedua pengantin!

Untuk kedua pengantin.

Mayor Sholto akan dibunuh. Entah bagaimana, pasti terjadi.

Permisi, aku mau lewat. Konsultasi.

- Tetap di sini. - Hati-hati.

Permisi, aku mau lewat.

Permisi.

Maaf, sebentar. Maafkan aku. Terima kasih.

- Apa yang terjadi? - Ada apa?

Bagaimana bisa tak ingat? Kau ingat semua.

- Aku harus hapus dahulu! - Kamar 207.

Mayor Sholto? Mayor Sholto!

- Mayor Sholto! - Jika ada yang berusaha

membunuhku, ini bukan kali pertama. Aku siap.

Mayor, biarkan kami masuk.

- Dobrak. - Sebaiknya jangan.

Aku memegang pistol dan refleksku sangat terlatih.

Siapa pun yang mengincarmu, ruang tertutup tak menghentikannya.

- Pria dengan pisau tak terlihat? - Entah bagaimana.

Aku tak bisa hentikan. Dia akan coba lagi.

- Pecahkanlah. - Maaf?

Kau Tn. Holmes yang tersohor. Pecahkanlah. Pergi.

Beri tahu caranya, akan kubuka pintunya.

Ayolah, bukan waktunya bermain-main. Biarkan kami masuk. Kau dalam bahaya.

Kau juga, jika berada di sini. Kumohon, tinggalkan aku.

Walau reputasiku begitu, aku tak mau ada korban lagi.

- Pecahkanlah. - Maaf?

- Dia akan buka pintunya. - Aku tak bisa.

- Bagaimana bisa? - Karena mendesak.

Apa maksudmu?

- Kendalikan istrimu. - Dia benar.

- Kau berubah. - Dia benar. Diam.

Kau bukan pemecah teka-teki.

Kau berlebihan. Ada orang yang akan mati.

Sudah terjadi. Pecahkanlah.

Bainbridge?

Bainbridge!

- Dia berlebihan juga. - Aku tahu.

Mayor Sholto, takkan ada yang datang.

Kau sudah dibunuh beberapa jam lalu.

- Apa maksudmu? - Jangan lepas sabukmu!

- Sabukku? - Sabuknya, ya.

Bainbridge ditusuk beberapa jam sebelumnya,

tapi melalui sabuknya. Yang ketat, di atas pinggang.

Mudah menusuknya melalui kain. Kau takkan merasakannya.

Sabuknya akan menutup luka saat masih erat.

- Tepat. Penusukan tertunda. - Saat kau lepas--

Cukup banyak waktu untuk buat alibi.

- Mayor Sholto! - Jadi...

Aku akan dibunuh mengenakan seragamku.

Sungguh pantas.

Dia sudah pecahkan, Mayor. Kau harus buka pintunya.

Itu perjanjiannya.

Aku seharusnya tak mengenakan ini lagi.

Mereka memberiku dispensasi untuk menyimpannya.

Tak bisa kubayangkan hidup di luar seragam ini.

Karena situasinya seperti ini, aku tak perlu.

Banyak orang yang menginginkanmu mati, sulit membantahnya.

Apa pun yang kau perbuat di sana, James, hentikanlah.

Akan kudobrak pintunya.

Tn. Holmes, kurasa kita sama.

Ya, kurasa begitu.

Ada waktu yang tepat untuk mati, kan?

Tentu saja.

Dan harus diterima jika tiba.

Layaknya prajurit.

Tentu, tapi jangan di pernikahan John.

Kita takkan mau melakukannya, kan?

Kita berdua.

Kita takkan lakukan itu pada John Watson.

- Akan kudobrak. - Tak perlu.

Tampaknya aku butuh perawatan medis.

Aku doktermu. Ayo.

Bagus. Tetap tenang saat berbelok.

Kenapa harus berlatih?

Karena kita akan menari di hadapan umum,

dan kemampuanmu payah.

Kau guru yang hebat.

Dan kau jago menari.

- Akan kuberi tahu sesuatu. - Silakan.

- Aku selalu suka menari. - Sungguh?

Lihat.

Jarang dibahas di dunia kriminal, tapi berharap akan ada.

Andai kau bukan...

apa pun dirimu ini.

- Aku tahu. - Baiklah...

senang bisa melihatmu datang walau ada pembunuh di pernikahanku.

Hampir ada satu pembunuhan. Dia suka berlebihan.

- Coba tinggal dengannya. - Sherlock.

- Kubawakan dia untukmu. - Si fotografer, bagus.

Terima kasih.

Boleh lihat kameramu?

Ada apa? Aku hampir sampai rumah.

Kau harus mengemudi lebih cepat.

Ya. Bagus sekali.

Itu, kau lihat?

- Sempurna. - Apa?

- Mau beri tahu kami? - Coba cari sendiri.

Cari apa?

- Pembunuhnya ada di sini? - Bukan yang ada di foto.

Tapi yang tak ada di foto. Satu pun.

Sherlock, kita sudah bahas soal memamerkan.

Selalu ada pria di pernikahan yang tak ada di foto,

yang bisa ke mana pun.

Bahkan bisa bawa tas perlengkapan jika dia mau.

Dan kau tak pernah lihat wajahnya.

Kau hanya melihat...

- kameranya. - Sedang apa? Apa ini?

Jonathan Small, fotografer pernikahan hari ini,

yang kita kenal sebagai Pria Mayfly.

Saudaranya salah satu rekrut baru yang tewas dalam insiden itu.

Johnny ingin balas dendam pada Sholto,

mendekati staf Sholto, dan temukan yang dibutuhkan.

Undangan pernikahan.

Satu-satunya kesempatan saat Sholto di luar.

Jadi, dia merencanakannya, dan melatih pembunuhan,

memastikan tiap detailnya.

Brilian, keji, dan bisa dibilang monomania.

Walau hasil fotonya sangat bagus.

Yang kau butuh ada di sana.

Kau mungkin harus menangkapnya.

- Kau selalu bawa borgol? - Diam.

- Ayo, cepat. - Bukan aku yang harus kau tangkap.

Aku tak menangkap. Aku hanya menjelaskan.

Sholto, dia pembunuhnya, bukan aku.

Seharusnya kubunuh lebih cepat.

Seharusnya tak kulakukan dengan trik.

Kau seharusnya mengemudi lebih cepat.

Baiklah.

Sungguh?

- Bagus! - Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Para hadirin, satu hal lagi sebelum malam ini dimulai.

Minta maaf atas sebelumnya. Ada krisis dan sudah ditangani.

Yang terpenting, kita tak melihat dua orang berikrar.

Aku tak pernah berikrar, dan tampaknya takkan pernah lagi.

Di hadapan kalian, inilah ikrar pertama dan terakhirku.

Mary dan John.

Apa pun yang dibutuhkan, apa pun yang terjadi,

mulai sekarang, aku bersumpah akan selalu ada di sana...

untuk kalian bertiga.

Maaf. Maksudku, kalian berdua. Berdua.

Kalian berdua. Aku salah hitung.

Kini saatnya menari. Mainkan musiknya lagi. Terima kasih.

Baik, semuanya, menarilah. Jangan malu-malu.

Menarilah. Bagus.

Maaf. Tampaknya aku kelebihan satu deduksi.

- Deduksi? - Nafsu makan naik.

- Aku lapar. - Perubahan indra perasa.

Aku pilih anggur ini. Tak enak.

Kau mual pagi ini. Kau pikir kau meragu.

Kau marah padaku saat aku bilang padamu.

- Ada semua pertanda. - Pertanda?

- Tiga pertanda. - Apa?

Mary, kau harus lakukan tes kehamilan.

- Statistik trimester pertama... - Diam.

- Diamlah. - Maaf.

Kenapa dia tahu sebelum aku?

- Aku dokter. - Kau cuti.

Kau yang cuti.

- Jangan panik. - Aku hamil. Aku panik.

Jangan panik. Kalian jangan panik.

Tak perlu panik.

- Dan kau tahu? - Tentu.

Kalian orang tua terbaik. Kalian sudah latihan.

- Latihan apa? - Kalian takkan perlu aku

karena akan punya bayi.

- Baik-baik saja? - Ya.

Menari. Kalian menarilah. Jangan berdiri saja.

Mereka akan penasaran.

- Benar. - Kalau kau?

- Kita tak bisa menari bersama. - Tentu.

Ayo, Suamiku.

- Ini bukan waltz? - Bukan.

- Jangan khawatir. Dia sudah kuajarkan. - Benar. Di balik tirai.

Ny. Hudson pernah masuk. Entah dari mana rumor itu.

WALTZ UNTUK MARY DAN JOHN OLEH SHERLOCK HOLMES

DR DAN NYONYA WATSON

Terjemahan subtitel oleh:

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.