All language subtitles for E2-The Lying Detective_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ceritakan pagimu.

Mulai dari awal.

Aku bangun.

Bagaimana tidurmu?

Tidak. Aku tak tidur.

Barusan kau bilang bangun.

Aku tak berbaring lagi.

Sendirian?

Tentu, sendiri.

Maksudku Rosie. Putrimu.

Dia dengan teman.

Kenapa?

Tak selalu bisa kuatasi.

Dan semalam tidak... baik.

Itu bisa dipahami.

Masa, kenapa? Kenapa bisa dipahami?

Kenapa semua harus bisa dipahami?

Kenapa sesuatu tak bisa tidak diterima, dan kita mengatakannya?

Maksudku hanya, tak apa-apa.

Aku mengecewakan putriku. Mana bisa tak apa-apa?

Kau baru kehilangan istrimu.

Rosie kehilangan ibunya.

Kau menerapkan pada dirimu standar tak masuk akal.

Tidak, aku pun gagal.

Jadi, kau tak punya teman bicara? Yang bisa dipercaya?

Tak ada.

Aku akan menjemput Rosie sore ini.

Setelah menemui terapisku.

Terapis baru. Aku mau menemuinya.

Kau akan cerita tentang aku?

Tidak.

Kenapa tidak?

- Aku tak bisa. - Kenapa?

Tak bisa, kau tahu itu. Dia pikir kau sudah mati.

John, kau harus ingat, ini penting.

Aku sudah mati.

Kumohon. Demi kebaikanmu dan Rosie.

Ini tidak nyata. Aku sudah mati.

John, tatap aku.

Aku tidak di sini. Kau tahu itu, 'kan?

Baik. Sampai nanti.

Ada yang tak kau ceritakan?

Tidak.

Apa yang kau pandangi?

Tidak ada.

Kau terus melirik ke kiriku.

Kurasa aku hanya mengalihkan pandangan.

Ada perbedaan antara mengalihkan pandangan dan memandang.

- Aku memerhatikan itu. - Pasti.

Kurasa aku mengingatkanmu kepada temanmu.

Itu bukan hal baik.

- Kau bicara dengan Sherlock Holmes? - Belum kutemui.

Tak seorang pun. Dia mengurung diri.

Entah apa yang dia lakukan.

Kau menyalahkannya?

Aku tak salahkan... Kutak memikirkan dia.

Sudahkah dia berusaha mengontakmu?

Tidak!

Bagaimana kau yakin? Mungkin dia pernah coba.

Jika Sherlock Holmes mau mengontak, mustahil bisa diabaikan.

Wah.

Mau memperkenalkanku?

Halo. Terima kasih.

Halo.

Pak Smith... kapan pun Anda siap.

Sekarang.

Bawa mereka.

Sulit rasanya memiliki... teman-teman sebaik ini.

Teman adalah orang yang ingin kita ajak berbagi.

Teman dan keluarga.

Apa hal terburuk yang bisa dilakukan...

kepada sahabat-sahabatmu?

Ada sesuatu di benakmu?

Ya, Simon. Ya.

Apa pun yang kau ceritakan, dirahasiakan. Aku mewakili yang lain.

Apa hal terburuk yang bisa kau lakukan?

Menceritakan rahasia tergelapmu.

Karena...

jika kau menceritakannya, dan mereka lebih suka tidak tahu...

Kau tak bisa menariknya.

Kau tak bisa membatalkannya.

Setelah membuka hati,

kau tak bisa menutupnya lagi.

Aku bercanda.

Tentu bisa.

Teman-teman, silakan, gulung lengan baju kalian.

Gulung lengan baju kalian.

Ini semacam asuransi.

Aku tak mengerti. Apa itu?

TD 12.

- Salah satu milik kami. - Milikmu?

Kami memproduksinya, perusahaanku. TD 12.

Pada umumnya dijual ke dokter gigi dan rumah sakit, untuk operasi kecil.

Mengganggu...

- memori. - Memori. Ya.

Aku ingin berterima kasih, Ivan, karena mengizinkanku memakainya.

Tak tahu persis akan digunakan pada siapa.

- Maksudmu, kau tak bertanya. - Siap?

- Tidak. - Silakan.

Gulung lengan baju kalian. Ayo, gulung.

Ini tak senonoh.

Yang kulakukan, Faith sayang...

adalah membersihkan nuraniku.

Tanpa mengganggu nuranimu.

Yang akan kalian dengarkan mungkin menakutkan, tapi...

kalian akan lupa.

Jika dipikirkan kembali, peradaban selalu

bergantung pada pilihan untuk tidak tahu.

Infus ini akan mempertahankan obat ini di aliran darah kalian

dengan kadar yang tepat.

Tak ada yang terjadi sekarang

akan kalian rasakan lebih dari beberapa menit.

Sepertinya sebagian

memori yang kalian miliki hingga kini mungkin juga akan...

terubah.

Aku akan membagikan sesuatu dengan kalian.

Sesuatu yang personal...

dan penting bagiku.

Aku perlu mengaku.

Namun kalian, menurutku, mungkin perlu melupakan.

Di akhir ini, kalian bisa pergi, dan jangan khawatir,

saat kalian kembali ke dunia luar...

kalian tak akan ingat sama sekali.

- Ketidaktahuan memberi kebahagiaan. - Apa salahnya itu?

Sebagian dari kalian saling kenal, sebagian lagi tidak.

Tolong, ketahuilah bahwa satu dari kalian adalah pejabat tinggi kepolisian.

Satu lagi anggota kehakiman.

Salah satu dari kalian menjabat... di dewan penyiar terkemuka.

Dua bekerja untukku...

dan satu lagi, tentunya, adalah putriku tersayang.

Faith.

Kalian orang-orang yang perlu mendengarkanku.

Aku menghasilkan jutaan pound, untuk diriku, dan orang-orang di meja ini,

untuk jutaan orang yang tak pernah kutemui.

Heart Foundation.

Ada kegiatan amal yang kusokong dan tak akan ada tanpa aku.

GEDUNG CULVERTON SMITH

Jika hidup adalah neraca, dan menurutku begitu,

aku yakin posisiku di kredit!

Namun aku mengalami situasi yang perlu... dibereskan.

Aku punya sebuah masalah, dan cuma satu cara memecahkannya.

Apa itu?

Aku minta maaf.

Aku harus membunuh orang.

HARUS MEMBUNUH

Siapa?

SIAPA?

Apa kita dalam pertemuan? Adakah suatu pertemuan?

Harus membunuh orang.

Faith.

- Anakku. - Aku tak ingat.

Aku tak ingat siapa yang ingin Ayah bunuh.

Dalam lima menit,

kau bahkan tak akan ingat alasanmu menangis.

Yang lain baik-baik saja. Mereka bahkan ke pub.

Ayah yang traktir.

Oh, Faith.

AKU HARUS BUNUH ORANG?

Ayah harus mengambilnya, 'kan? Ini akan membuatmu sedih.

Tiga tahun lalu, ayahku bilang dia ingin membunuh seseorang.

Satu kata, Pak Holmes,

dan ia mengubah hidupku selamanya.

Hanya satu kata.

Kata apa?

- Sebuah nama. - Nama apa?

Aku tidak ingat.

Aku tak bisa ingat siapa yang ingin ayahku bunuh.

Aku pun tak tahu apa dia melakukannya.

Kau berubah. Kau gelapkan kulitmu dan pangkal rambutmu terlihat.

Kau tak merawat diri.

Pernahkah kau menatap cermin dan mau melihat orang lain?

Tidak. Kau punya mobil Amerika?

- Maaf? - Bukan Amerika.

Setir kiri. Itu maksudku.

Tidak. Kenapa?

Entah. Mungkin cuma memerhatikan sesuatu.

SESUATU

Kau tak apa-apa?

Kau tak punya mobil. Tak butuh.

Hidup terisolasi. Tanpa kontak manusia dan pengunjung.

Bagaimana kau bisa tahu?

Semua di sini, 'kan? Lihat. Memangkas biaya adalah prioritasmu.

Lihat ukuran dapurmu, mungil.

Pasti mengganggu padahal kau suka masak.

Aku tak mengerti.

Tadi aku melihat jendela itu. Kenapa?

- Aku tak tahu. - Sama. Pasti ada alasannya.

Aku akan ingat.

Kira-kira, kau berhemat setelah berhenti bekerja.

Mungkin juga saat kau mengakhiri relasimu.

- Mustahil kau tahu. - Bisa.

Tidak ada kontak fisik, 'kan?

Cukup lama, bahkan.

Lihat, itu jelas.

Kau tak bisa mengetahuinya dari kertas.

Aku baru melakukannya, 'kan? Aku memang begitu.

- Bagaimana bisa? - Entah.

Terjadi begitu saja. Sungguh...

seperti refleks, tak bisa kuhentikan.

LEMBAB

Mantel.

- Aku tak punya mantel. - Ya, aku baru sadar. Entah kenapa.

- Bicara dengan siapa? - Pergilah!

- Bagaimana menurutmu? - Tentang?

- Kasusku. - Ini terlalu aneh bagiku.

Temuilah polisi. Mereka hebat dalam mengatasi masalah rumit ini.

Katakan aku menyuruhmu. Mereka akan bereaksi. Malam.

Kumohon. Tak ada lagi yang bisa kumintai bantuan.

Ya, tapi aku sibuk. Aku harus minum secangkir teh.

Secangkir teh ini...

- Kode? - Secangkir teh.

Karena kau mungkin saja memilih... kopi.

Kau harapan terakhirku.

Masa, sial sekali kau. Malam. Pergilah.

- Kenapa sial? - Berhentilah bicara.

Itu membuatku menyadari kehadiranmu.

Aku selalu sial.

- Itu menular... - Tas.

Tak kasar. Menular. Itu hanya berarti...

Tas.

Berhenti!

Tunggu! Hidupmu bukan milikmu. Jangan sentuh itu. Paham?

Jangan sentuh.

Maaf. Apa?

Apa maksudmu?

- Rokmu. - Rokku?

Lihat kelimannya! Itu yang kuperhatikan. Maaf.

Aku masih adaptasi dengan otakku. Ia sangat cepat.

Tanda itu, kau lihat?

Tanda itu hanya bisa ditimbulkan dari jepitan pintu mobil,

tapi itu di kiri, jadi, kau di kursi penumpang.

Aku naik taksi.

Tak ada taksi di luar sana.

Itu yang kuperiksa saat ke jendela.

Kau pergi ke pintu dan tak menelepon. Lihat dirimu.

Kau bahkan tak bawa mantel, saat hujan begini?

Mungkin itu tak berarti, kecuali sudut bekas luka di lengan kirimu,

di balik lengan yang terus kau tarik itu.

- Kau tak pernah melihatnya. - Benar.

Terima kasih sudah mengonfirmasinya.

Aku tak perlu mengecek sudut itu konsisten dengan upaya bunuh diri, 'kan?

- Tidak. - Simpan saja lukamu.

Aku mau lihat tasmu.

Kenapa?

Ia terlalu berat.

Katamu itu harapan terakhirmu, dan kini kau mau pergi

tanpa rencana untuk pulang.

Juga pistol.

- Kentang goreng. - Apa?

Kau mau bunuh diri. Boleh makan kentang goreng.

Percayalah. Cuma itu keuntungannya.

Sherlock!

Kau mau pergi?

Aku ingat jalannya. Lewat sana, 'kan?

Kau sedang gelisah.

- Lihat dirimu! - Aku bawa teman, jadi...

- Teman apa? - Dah.

Ayo.

Saya Culverton Smith, dan di tahun pemilu ini, saya memilih...

Demi Tuhan, aku tadi bicara dengan Perdana Menteri.

Maaf, Pak Holmes. Adik Anda.

Dia meninggalkan apartemennya.

Apa terbakar?

Bahkan saat sedang bepergian, saya suka makanan bermutu.

Lihat lipatan di tengah?

Selama beberapa bulan pertama, kau sembunyikan ini.

Terlipat dalam buku.

Pasti rak itu penuh sesak, melihat kerutannya.

Kau menyembunyikannya dari orang yang tinggal bersamamu,

dengan level kedekatan di mana privasi tak ada.

Kesimpulannya? Relasi.

Tapi tidak lagi. Ada bekas paku di bagian atasnya.

PETUGAS POLISI

Beberapa bulan ini, dipasang di tembok. Kesimpulan? Relasi putus.

Kertas ini terkena uap dan beragam aroma masakan.

Jadi, pasti dipajang di dapur.

Banyak jenis rempah.

Kau mau bunuh diri, sendiri dan kekurangan uang.

Namun kau tetap masak enak.

Kau tekun, dan dapur adalah ruangan paling terbuka di rumah mana pun.

Karena tamu mana pun bisa bertanya tentang catatan seperti ini,

asumsiku kau tak kedatangan tamu.

Kau mengurung diri.

- Luar biasa. - Memang.

Kentang goreng ini.

Mari berjalan-jalan.

Kau harus menjawabnya.

Itu Mycroft.

Mungkin soal Sherlock.

Sudah pasti, semua tentang Sherlock.

Bagaimana kau tahu dapurku kecil?

Pola kertas yang memudar.

Tak banyak, tapi cukup untuk tahu jendelamu mengarah ke timur.

Papan dapur.

Sesuai naluri, dipasang setinggi mata, di mana ada cahaya alami.

Matahari hanya mengenai dua per tiganya, tapi garisnya lurus.

Artinya, kita tahu kertas ini menghadap ke jendela.

Namun karena bagian atasnya tak terpengaruh,

kita tahu bahwa sinar matahari hanya mengintip di ruangan itu.

Jika sinar matahari bisa menembus ruangan itu,

saat matahari lebih rendah di langit, kertasnya akan sama pudarnya...

dari atas ke bawah, tapi tidak.

Cuma bisa saat matahari di zenitnya.

Jadi, aku bertaruh kau tinggal di jalan sempit, lantai dasar.

Jika sinar matahari bersudut tajam mengenai dinding di depan jendela,

apa yang kita tahu tentang ruangan itu?

HAKIM? POLISI

Ruangannya kecil.

- Organisasi mengawasimu. - Benar.

Situasinya terkendali. Tak perlu datang.

Tadi aku bicara dengan Perdana Menteri.

Begitu rupanya.

Apa yang dia lakukan?

Kenapa dia hilir-mudik seperti orang bodoh?

Dia tewas, Mycroft. Mungkin Sherlock masih terguncang.

Semua orang mati.

Itu satu-satunya yang bisa diandalkan dari manusia.

Kenapa orang masih kaget?

Sepertinya kau kesal.

Apa aku akan dibawa sekuriti lagi?

Kurasa aku telah meminta maaf secara ekstensif.

Kau belum menebusnya.

Bagaimana caranya?

- Seks. - Maaf?

Seks. Bagaimana kau bisa tahu aku tidak berhubungan seks?

Karena darah itu. Ini berasal dari malam pertama.

Kau bisa melihat tanda penanya.

Kurasa kau tahu rasa sakit menstimulasi memorimu,

jadi, kau mencobanya lagi.

Aku bukan pakar, tapi asumsiku, karena kekasihmu tak menyadari

jumlah bekas luka meningkat dalam berbulan-bulan,

relasi itu sudah tidak intim.

Bagaimana kau tahu dia tak sadar?

Karena pasti dia akan berbuat sesuatu.

- Sungguh? - Tidakkah?

Orang lakukan itu, 'kan?

- Itu menarik. - Apa?

- Caramu berpikir. - Hebat.

- Manis. - Tidak. Aku hanya teler.

Lewat sini.

- Tapi kita baru dari sana. - Aku tahu, ini rencana.

Rencana apa?

Ada apa? Apa lagi sekarang?

Maaf, aku melacak rutenya di peta.

ENYAHLAH

Apa dia bersama teman?

Entah. Kita terus kehilangan gambar. Kita melacak ponselnya.

Jangan telepon kami. Kami telepon...

Aku mencoba tidur. Bisa berhenti meneleponku?

Sherlock tinggalkan apartemen. Pertama dalam sepekan.

- Jadi, aku melacaknya. - Bagus.

Mengharukan sekali kau bisa membajak mesin negara

untuk menjaga keluargamu.

Aku bisa tidur?

Menghilangnya Sherlock adalah masalah keamanan serius.

Fakta bahwa aku kakaknya tak mengubah apa pun.

Sebelum ini tidak, dan aku pastikan tidak akan...

dengan Sherlock.

Maaf, apa?

Tolong telepon jika dia menghubungimu. Terima kasih.

Kau masih bicara dengan Sherrinford?

Aku menerima perkembangan rutin.

- Dan? - Sherrinford aman.

- Kita akan berjalan semalaman? - Mungkin.

Ini kata yang panjang.

- Apa? - Pengganggu.

Culverton Smith, semua kegiatan amal ini. Apa manfaatnya bagi Anda?

Kita harus berhati-hati agar tak menghancurkan reputasi kita.

Tahu kenapa aku terima kasusmu?

Karena satu kemustahilan yang kau katakan.

Kemustahilan apa?

Katamu hidupmu berubah karena satu kata.

Ya.

Nama orang yang ingin ayahku bunuh.

Itu kemustahilannya. Itu dia.

Apa yang mustahil?

Nama bukan satu kata. Selalu minimal dua.

Sherlock Holmes. Faith Smith.

Santa Claus. Winston Churchill.

Napoleon Bonaparte. Sebenarnya, bisa Napoleon saja.

Atau Elvis?

Kurasa kita bisa mencoret mereka dari daftar target.

Baiklah, aku salah.

Bukan cuma satu kata. Mustahil.

Kau ingat dengan cukup jelas bahwa hidupmu berubah karena satu kata?

Jadi, itu terjadi, kutak ragu, tapi bagaimana bisa kata itu nama?

Nama yang langsung kau kenal sebagai penghancur duniamu.

Baiklah, bagaimana?

Tak tahu... belum.

Tetapi aku tak bekerja cuma-cuma.

Terima uang tunai?

Bukan uang tunai, bukan.

Merenggut nyawamu sendiri.

Ungkapan menarik. Merenggutnya dari siapa?

Setelah berakhir, bukan kau yang merindukannya.

Kematianmu adalah sesuatu yang terjadi kepada orang lain.

Jika hidupmu bukan milikmu, jangan sentuh itu.

Kau tak seperti dugaanku, kau...

- Apa? Aku apa? - Lebih baik.

- Daripada siapa? - Siapa pun.

Tuan kecilku Yang akan menemukanku

Maaf, aku...

Faith?

Faith!

Katamu hidupmu berubah karena satu kata. Nama bukan satu kata.

Jika kau datang mencarinya,

dia lebih suka menerima siapa pun dirimu.

Siapa pun.

Kau tak seperti dugaanku.

Aku apa?

- Lebih baik. - Daripada siapa?

Siapa pun.

Jangan pikir orang lain akan menolongnya, karena tak ada siapa pun.

- Siapa pun... - Siapa pun.

Siapa pun.

Aku mengalami situasi.

Yang perlu dibereskan.

Cuma satu cara memecahkannya.

Apa itu?

Aku harus membunuh orang.

- Siapa? - Siapa?

Siapa pun.

Tentu saja.

Dia tak mau membunuh satu orang. Dia mau membunuh siapa pun.

Dia pembunuh berantai.

Siapa pun.

- Bisa jadi... - Siapa pun.

Kenapa tidak?

Kenapa bukan dia?

- Ada apa? - Apa masalahmu?

Siapa pun.

Tidak tahu ini di mana? Kau mabuk?

- Shezzer. - Sedang apa kau di sini?

Apa yang kau lakukan di tengah jalan?

- Mestinya kau di Baker Street. - Ya. Kau juga.

Mereka menemukan alamatmu. Membawamu kemari.

Kau menderita.

Aku yang bilang.

Bunuh.

Sherlock...

MAAF KAMI TUTUP

- Siapa pun. - Siapa pun.

Mereka selalu miskin, kesepian, dan aneh.

Hanya itu yang kita tangkap.

- Kita tangkap siapa? - Pembunuh berantai.

Akan tetapi jika kau kaya, berkuasa, dan perlu...

Siapa pun.

Bagaimana jika kau punya dorongan membunuh dan uang? Bagaimana?

TIGA PEKAN KEMUDIAN

Wah.

Mau memperkenalkanku?

Hei, Anda! Berhenti di sana!

- John... - Bu Hudson.

Anda tahu berapa kecepatan Anda?

Tentu tidak. Tadi aku menelepon.

- Omong-omong, ini untukmu. - Untukku?

Dari pemerintah.

Apa?

- Apa yang terjadi? Ada apa? - Halo?

Namaku Mycroft Holmes. Aku bicara dari Kabinet.

- Apa yang terjadi? - Sherlock.

Kau tak tahu apa yang kualami.

Wajahku!

Pergi!

Aku pergi. Dia sudah gila.

- Di mana itu? - Dia sudah gila!

"Sekali lagi lakukan pelanggaran, Kawan, satu kali lagi!

Atau tutupi tembok itu dengan kematian Inggris kita.

Tunjukkan gigimu, dan kembangkan lubang hidungmu.

Tahan napasmu dalam-dalam, dan bangun tiap semangat dengan maksimal.

Maju! Majulah orang Inggris yang darahnya dari ayahnya, dari antiperang!

Kau, petani baik, yang kaki-tangannya buatan Inggris, tunjukkan.

Di sini di padang rumputmu!

Aku tak ragu karena tak seorang pun yang jahat dan bodoh

hingga tak memiliki tatapan berbudi!

Aku melihatmu seperti anjing pemburu yang dikekang sejak awal!"

"ANDA TAKKAN PERCAYA PERBUATAN YANG MEREKA ABAIKAN!"

"Permainan berlangsung."

DAFTAR PEMBUNUHAN

Halo.

Bisa minta secangkir teh?

Sudah lapor polisi?

Tentu tidak, aku bukan warga sipil.

Foto-foto ini.

Milik orang di TV itu, 'kan?

- Foto apa? - Ada di mana-mana.

Foto-foto ini? Kau bisa melihatnya juga. Bagus.

Culverton Smith, kurasa ini relevan dari tadi pagi.

Dia terang-terangan menuduh Pak Smith sebagai pembunuh berantai.

Astaga. Sherlock di Twitter. Dia benar-benar sudah gila.

Jangan berani-berani bercanda. Jangan! Aku ketakutan.

Secangkir teh!

Demi Tuhan! Ada apa denganmu?

Kau mengalami gempa bumi?

Kau harus menemuinya, John. Bantu dia!

- Tidak. - Dia membutuhkanmu!

Orang lain. Bukan aku. Bukan sekarang.

Dengarkan aku sekali saja di hidupmu yang bodoh.

Aku tahu Mary sudah meninggal, juga hatimu hancur.

Jika Sherlock Holmes juga meninggal, siapa lagi yang kau punya?

Karena dengarkan ini, John Watson, kau tak akan punya aku.

Sudah bicara dengan Mycroft, Molly, atau siapa saja?

Mereka tak penting, kau penting.

Bisakah kau menemuinya, kumohon, John?

Atau cukup periksa dia sebagai dokter.

Aku tahu kau akan berubah pikiran.

Ya, baiklah. Mungkin, jika aku sempat.

- Janji? - Akan aku usahakan bila ke sana.

- Kau janji? - Aku janji.

Terima kasih.

Bagaimana? Silakan.

Periksa dia.

Baik, Pak. Sekarang aku harus memborgol tanganmu.

Aku tahu ada borgol di laci selada.

Aku pernah meminjamnya.

Sadarlah.

Kau bukan pecandu pertamaku, Sherlock Holmes.

Wanita itu lepas kendali. Aku meminta teh.

- Bagaimana dia di bagasi? - Anak-anak dari kafe.

Menjatuhkanku. Dua kali!

Kau tahu kenapa, Sayang? Karena mereka mengenalmu.

Siapa ini? Orang baru? Aku menentang orang-orang baru.

- Permisi sebentar. - Dia terapisku.

Hebat. Kau punya jadwal?

Mobil siapa itu?

- Mobilku. - Bagaimana bisa?

Demi Tuhan! Aku janda pengedar narkotik.

Aku memiliki properti di London Pusat.

Untuk kali terakhir, John, aku bukan pembantumu.

Maaf sekali. Aku menjawab ponselmu, tadi kau sibuk.

Kurasa kau harus menjawabnya.

- Ya, halo? - Ini dr. John Watson?

Ya, siapa ini?

Culverton Smith. Mungkin kau pernah dengar.

Ya.

Tolong ambilkan segelas air bersih. Ini kotor.

Aku tahu tentang perkembangan pagi ini.

Ya, aku yakin dia bersikap... konyol.

Maaf, Anda bilang mau bertemu?

Kau, aku, dan Pak Holmes.

Aku mengutus mobil. Ada di luar. Pak Holmes memberiku alamat.

Tak mungkin dia memberikan yang ini...

Bila Anda siap.

- Kapan Sherlock berikan alamat? - Dua pekan lalu.

Dua pekan?

Ya. Dua pekan.

Bagaimana kau menemukanku?

Sherlock yang bilang.

Dia tak sulit bekerja sama saat ditodong.

Bagaimana kau tahu? Bagaimana?

Hari Senin, aku memutuskan mencari terapis baru.

Selasa sore, aku memilihnya.

Rabu pagi, aku memesan sesi hari ini.

Hari ini Jumat.

Jadi, dua pekan lalu,

sebelum kau diculik secara ditodong, dan dibawa paksa kemari

lebih dari sepekan sebelum aku terpikir kemari,

kau tahu persis di mana kau harus dijemput untuk makan siang?

Benarkah?

Aku mengantisipasi dengan benar respons orang-orang terhadap skenarioku.

- Orang lain tak bisa? - Bagaimana?

Kecuali bagasi. Itu jahat.

Lupakan. Dia ingin menceritakannya. Aku mau tahu alasannya.

Karena Bu Hudson benar.

Aku terbakar.

Aku berada di dasar lubang, terus jatuh, dan tak bisa keluar.

Kau harus tahu, John.

Kau harus tahu bahwa di sini... aku masih hebat.

Jadi, saat aku mengatakan ini yang paling berbahaya,

dan terjahat dari manusia yang pernah kutemui.

Aku mengatakan monster ini harus diakhiri.

Kumohon ingatlah di mana kau berdiri

karena kau berdiri persis di tempat yang kukatakan dua pekan lalu.

Aku kacau, aku bagaikan di neraka, tapi aku tidak salah tentang dia.

Jadi, apa hubungannya denganku?

Makhluk itu, makhluk busuk itu

adalah koagulasi kejahatan manusia yang bernapas dan hidup.

Jika satu-satunya yang kulakukan adalah mengusirnya,

hidupku tak akan sia-sia.

Lihat aku.

Tak bisa. Tidak sekarang.

Tidak sendirian.

- Ini cukup asli. - Buat apa aku memalsukannya?

Karena kau pembohong. Kau selalu berbohong, itu misimu.

Aku pernah melakukan banyak hal, John, tapi kapan aku pura-pura sakit?

Kau pura-pura mati dua tahun!

Selain itu.

Aku harus tahu kondisimu.

Kau dokter. Periksa aku.

Tidak, aku butuh opini kedua.

John, tenanglah.

Kapan kau bisa menangani dua opini? Kau bisa jatuh.

Aku butuh orang yang, tak seperti aku, sudah lama mengetahui akal bulusmu.

Siapa dia? Pasti aku tahu.

Kau tak akan menduganya.

Aku mau kau diperiksa Molly Hooper.

Dengar? Aku bilang Molly Hooper.

Kau tak akan menyukainya.

Apa?

Halo. Apa...

Maaf. Sherlock memintaku datang.

Dua pekan lalu?

Ya, kira-kira dua pekan.

Mau tahu caraku memprediksikan...

Tidak, aku tak mau.

Baik, ambulans lengkap.

Molly bisa memeriksaku di jalan agar hemat waktu. Siap, Molly?

- Aku... - Bilang kapan batuk.

Semoga kau ingat mantelku.

Maaf. Aku tak tahu kau akan ke sini.

- Aku tak tahu apa yang terjadi. - Sherlock pakai lagi.

Ya Tuhan. Tetapi...

Kau yakin?

Tidak, dia Sherlock. Aku tak yakin.

Periksa dia.

Apa Molly orang yang tepat untuk memeriksanya?

Dia terbiasa memeriksa orang mati.

Sudah waktunya menurunkan standarmu.

Entahlah. Aku tak tahu apa-apa lagi.

Bu Hudson, seperti biasa, kau hebat.

Tidak. Kau harus ceria sedikit, John.

Kau tahu itu, 'kan? Permainan dimulai.

Aku akan berusaha.

Apa pun yang kau butuhkan. Kapan saja, mintalah. Apa saja.

Terima kasih.

Sesekali, boleh pinjam mobilmu?

- Tidak. - Baiklah.

Dia tahu kau akan cari terapis baru

karena kau perlu mengubah segalanya.

Seperti itulah sifatmu.

Terima kasih.

Akhir pekanmu untuk Rosie,

kau harus menemui terapis selama jam kerja.

Kau tak mau siapa pun tahu kau sedang terapi,

jadi, sesi itu terbatas di jam makan siang dalam lokasi dekat.

Kau menemukan empat pria dan satu wanita.

Kau muak dunia dijelaskan kepadamu oleh seorang pria.

Siapa yang tidak?

Jadi, yang perlu kau lakukan adalah mencari janji temu makan siang

dengan terapis wanita yang tak jauh dari pekerjaanmu.

- Ya Tuhan, dia mengenalmu. - Tidak.

Aku di benakmu, John. Kau membantah dirimu.

- Anda siap, Pak? - Ya.

Dia manusia paling pintar di dunia, tapi bukan monster.

- Ya, dia monster. - Baiklah. Benar.

Dia monster kita.

Saya pembunuh.

SERIAL ASLI ROWBANK ROGUE

Anda tahu saya pembunuh.

Namun tahukah Anda...

Saya...

Hentikan. Apa itu lampu?

Apa karena aku? Aku terlalu bagus?

Dia sudah tiba.

Bagaimana dia?

Pada dasarnya sehat.

Aku pernah memeriksa yang lebih sehat.

Kau memeriksa korban pembunuhan. Mereka cenderung muda.

- Tidak lucu. - Agak lucu.

Jika kau terus memakai itu seperti sekarang,

waktumu beberapa pekan.

Benar. Beberapa pekan. Jangan terlalu berlebihan.

Demi Tuhan! Ini bukan permainan.

Aku mencemaskanmu. Kau tampak stres.

- Aku stres. Kau akan mati. - Aku unggul.

Stres bisa merusak tiap hari. Mati satu hari.

Jadi, ini sungguhan.

Kau sudah gila. Kau lepas kendali.

- Kapan aku begitu? - Sejak kita kenal.

Pintar. Aku merindukan tebakanmu.

- Kukira ini... - Apa?

Trik.

- Ini bukan trik, tapi rencana. - Pak Holmes?

Dia mendekat, pembunuh tak terdeteksi paling penting

di sejarah Inggris. Bantu aku menangkapnya.

- Rencana apa? - Tak akan kukatakan.

- Kenapa? - Kau tak suka.

Pak Holmes.

Aku tidak berjabat tangan.

- Harus berpelukan. - Aku tahu.

Oh, Sherlock.

Oh, Sherlock.

Apa yang bisa kukatakan? Berkat kau, kami terkenal.

Pak Holmes, bagaimana Culverton membujukmu?

Dia seorang detektif.

Mungkin aku bisa mengaku.

Ayo.

Ini jenis sereal sarapan yang baru.

- Pak Holmes, bisa pakai topimu? - Dia tak pakai.

Anak-anak akan menghabiskan sayuran bahkan sebelum berangkat.

Sherlock sangat membantu kami.

Sarapan harus keren.

Kita melampaui viral.

Tahu apa yang keren bagi anak-anak?

Apa? Maaf? Melampaui apa?

Berbahaya.

Mulai!

Saya pembunuh.

Anda tahu aku pembunuh.

Namun tahukah Anda... aku pembunuh sereal?

Selesai. Terima kasih.

Kau harus bungkus itu. Jual.

Hasilkan uang dengan itu di eBay.

Kau bisa menghasilkan lebih banyak. Kapan pun kau mau.

Pernahkah terpikir olehmu,

di dalam otak sakaumu itu, bahwa kau dipermainkan?

Ya.

- Untuk iklan. - Brilian, ya?

Brilian?

Tempat teraman.

Di depan mata.

Pak Holmes, Culverton tanya apa kau mau ke rumah sakit.

- Rumah sakit? - Culverton akan berkunjung.

Anak-anak pasti senang bertemu kalian.

Kurasa dia sudah berjanji.

Baiklah.

Mari ikut aku.

Jadi...

Sedang apa kita di sini? Apa tujuannya?

Aku butuh pelukan.

Bagaimana menurutmu, Pak Holmes?

Pembunuh sereal.

Lucu, karena itu benar.

Sampai jumpa.

Kau bisa ambil ini kembali.

- Apa? - Terima kasih pelukannya.

Aku mengirim dan menghapus pesan. Mungkin ada balasan, tapi aku ragu.

- Ini dilindungi sandi. - Tolonglah.

Kesenangan kita tak akan berakhir, Pak Holmes, bukan begitu?

Tidak.

Bukan tanpa akhir.

Kau butuh suntikan lagi?

Bisa menunggu sampai di rumah sakit.

RUMAH SAKIT SAINT CAEDWALLA

Kau juga terlibat?

Maaf?

Dengan Pak Holmes, Sherlock, dan semua kasusnya.

Ya, aku John Watson.

Baiklah.

Dr. Watson.

- Aku suka blognya. Kau? - Blognya?

- Kau tidak baca? - Maksudmu blogku?

Terserah bilang apa soal kecanduan, hari ini penuh peristiwa menarik.

- Pak Holmes, kau lebih baik? - Psikedelik.

Tadi aku bilang suka blogmu.

- Bagus. - Blogku.

- Ya. Dia penulisnya. - Itu milikmu?

Ya.

- Kau menulis blog Sherlock? - Ya.

Kontennya makin jelek, ya?

Mari ikut aku.

Ya ampun. Aku suka blogmu.

- Sama-sama. - Ini dia. Sang adikarya Internet.

Kalian semua tahu Sherlock Holmes.

Dan tentunya Dr. Watson.

Pak Holmes, aku ingin tahu. Kita semua ingin tahu, 'kan?

Mungkin kau bisa menceritakan tentang kasus-kasusmu.

- Tidak. - Ya.

Ya! Tentu saja, ya!

Sifat menarik utama di bidang investigasi kriminal

bukanlah aspek sensasional dari kejahatan itu,

melainkan rantai logika dari penyebab hingga efeknya,

yang mengungkapkan, langkah demi langkah, solusinya.

Itu satu-satunya aspek luar biasa dari seluruh peristiwa itu.

Aku akan membagikan fakta dan bukti, seperti yang ada padaku.

Di ruangan ini,

kalian akan berusaha memecahkan kasus Blessington, si narapidana.

Kau sudah bocorkan akhirnya.

- Lima tersangka. - Satu bernama Blessington.

- Intinya adalah metodenya. Baik. - Racun?

Rumah Drearcliff. Ingat itu, John?

Satu pembunuhan.

- Sepuluh tersangka. - Ya.

- Semuanya bersalah. - Sherlock.

Kau sebut itu apa, John? Pembunuhan di kebun binatang apa begitu.

Pembunuhan di Kebun Binatang.

Atau itu kasus orang utan pembunuh?

Mestinya kau memakai topi itu.

Anak-anak akan suka.

Jadi, masih ada pertanyaan?

Tidak.

- Kurasa tidak. - Tidak?

- Pak Holmes... - Bagus, kuakan...

Bagaimana menangkap pembunuh berantai?

Seperti menangkap pembunuh lain?

Tidak. Sebagian besar pembunuh membunuh orang yang dia kenal.

Kau mencari seorang pembunuh dalam kelompok sosial kecil.

Pak Smith. Aku hanya berpikir

mungkin ini bukan topik yang tepat untuk anak-anak.

Suster Cornish...

- sudah berapa lama di sini? - Tujuh tahun.

Tujuh tahun.

Baiklah.

Pembunuh berantai memilih korban secara acak.

Pasti itu membuatnya lebih sulit.

Ada yang beriklan.

Masa?

Pembunuhan berantai adalah ungkapan kekuasaan, ego.

Ciri khas dalam kehancuran manusia.

Pada akhirnya, untuk kepuasan penuh, perlu dilakukan di depan mata.

Pembunuh berantai mudah dianalisis profilnya.

Mereka cenderung orang buangan.

- Berpendidikan di bawah normal. - Tidak.

Kau membicarakan yang kau tahu, yang sudah kau tangkap.

Halo, Bodoh. Kau hanya menangkap mereka yang bodoh.

Bayangkan jika Ratu ingin membunuh orang.

Apa yang akan terjadi?

Dengan kuasa, uang,

pemerintahan kecilnya, pelayan yang siap sedia.

Seluruh negeri ini, agar beliau tetap hangat dan gemuk.

Kita semua menyayangi Ratu, 'kan? Aku yakin dia sayang kalian.

Tenanglah. Aku bisa jamin

bahwa Sherlock Holmes tak akan menangkap Ratu.

Tentu tidak. Bukan Yang Mulia Ratu.

Uang. Kekuasaan. Ketenaran.

Ada hal-hal yang membuat orang tak tersentuh.

Tuhan jagalah Ratu!

Beliau bisa buka rumah jagal

dan mungkin kita harus bayar uang masuk.

Tak ada yang tak tersentuh.

Tidak ada?

Lihat diri kalian.

Begitu suram. Tidak bisa bercanda?

Sang Ratu.

Jika Sang Ratu pembunuh berantai, aku orang pertama yang diberi tahu.

Kami sangat dekat.

Tepuk tangan yang meriah untuk Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Ayo.

Bagus sekali.

Terima kasih atas kedatangan kalian.

- Kita mau ke mana? - Kumau tunjukkan ruangan favoritku.

Tidak, ke sini saja.

Kau mengadakan pertemuanmu lagi?

Ini hanya kegiatan bulanan.

Pengakuan itu baik untuk jiwa.

- Jika bisa dihapus. - Apa itu TD 12?

Penghambat memori.

Kebahagiaan.

Kebahagiaan?

Ketidaktahuan pilihan.

Membuat dunia berputar.

Pernah ada yang memilih untuk ingat?

Ada yang membuang cairan ini. Ya, sebagian orang memiliki dorongan sama.

Ayo. Membuang waktu.

Benar, waktumu kuperkirakan, sisa 20 menit.

- Maaf? - Aku kirim pesan dari ponselmu, ingat?

Ia hampir langsung dibaca, mengingat faktor kejutan,

dan keputusan emosional, serta perjalanan dari alamat itu.

Menurutku hidupmu ini tersisa 20 menit untuk kau jalani.

Bukan, 17 setengah, persisnya, tapi kubulatkan demi efek dramatis.

Jadi, silakan tunjukkan ruangan favoritmu.

Itu akan memberimu kesempatan mengucapkan perpisahan.

Ikutlah.

Permainan dimulai.

Kau masih merindukanku?

Bicara soal pembunuh berantai, tahu siapa favoritku?

Selain dirimu?

H. H. Holmes.

Kerabatmu?

Setahuku bukan.

Cari tahu.

Dasar idiot.

Keluar semua.

Pak Smith, kami sedang bekerja.

Saheed, ya?

Saheed. Ya.

Sudah berapa lama di sini?

Empat tahun.

Empat tahun.

Itu waktu yang lama, ya?

Empat tahun.

Baik, semua.

- Lima menit? - Kembali sepuluh menit lagi.

Saheed.

Kali ini, ketuk.

Bagaimana kau bisa melakukannya? Kenapa kau boleh kemari?

Aku bisa ke mana pun yang aku mau.

Ke mana saja.

Mereka memberimu kunci?

Mereka menghadiahkannya kepadaku. Ada suatu upacara.

Kau bisa menontonnya di YouTube. Menteri Dalam Negeri hadir.

Ruangan kesukaanmu. Kamar mayat.

Bagaimana menurutmu?

Orang-orang sulit.

Entahlah.

Menurutku mereka cukup lembut.

- Jangan. - Dia baik-baik saja.

Dia sudah mati.

H. H. Holmes suka orang mati.

Dia produksi secara massal.

Pembunuh berantai, aktif di masa Chicago Fair.

Kau tahu perbuatannya?

Dia membangun sebuah hotel, khusus, untuk membunuh.

Dengar kamar gantung, bilik gas, perbakaran khusus.

Seperti di Sweeney Todd.

"Tanpa pai."

Bodoh.

Sangat bodoh.

Kenapa bodoh?

Semua upaya itu.

Orang tidak membuat pantai jika mau menyembunyikan kerikil.

Cukup cari sebuah pantai dan...

Jika ingin menyembunyikan pembunuhan, banyak pembunuhan,

cukup cari sebuah...

rumah sakit.

Bisa kita perjelas? Anda mengaku?

Mengakui apa?

Gaya bicaramu.

Maaf.

Ya.

Maksudmu, aku pembunuh berantai?

Atau apa aku hanya berusaha mengacaukan pikiranmu?

Itu benar.

Aku suka mengganggu orang, dan ya, aku agak seram, tapi itu keunikanku.

Aku menggunakannya untuk menjual sereal sarapan.

Namun benarkah tuduhannya?

Itukah yang kau tanyakan?

Ya.

Izinkan aku menanyakan ini.

- Benarkah kau dokter? - Tentu saja.

Bukan, dokter medis,

bukan hanya di ilmu kaki atau media.

Aku dokter.

Serius?

Sungguh.

Benarkah?

Apa kau benar-benar serius?

Aku sudah memainkan lelucon ini. Tidak lucu lagi.

Lihat dia.

Silakan, lihat dia, Dr. Watson.

Akan kupaparkan untukmu.

Ada dua kemungkinan yang terjadi di sini.

Entah aku ini pembunuh berantai,

atau Sherlock Holmes teler berat.

Paranioa tak masuk akal tentang seorang tokoh masyarakat.

Itu tidak istimewa. Bahkan tidak baru.

Kurasa kau harus beri tahu teman setiamu itu

betapa kau membuang waktunya karena kau terlalu teler

untuk membedakan kenyataan.

Aku minta maaf.

Aku salah perhitungan.

Aku lupa faktor lalu lintas.

Sembilan belas setengah menit.

Langkah kaki yang akan kau dengar akan sangat familier,

karena akan ada tiga dampak, alih-alih dua.

Yang ketiga adalah ujung sebuah tongkat.

Tongkat berjalan putrimu Faith.

Kenapa dia kemari?

Kau mengundangnya.

Kau kirim pesan.

Teknisnya, aku mengiriminya pesan, tapi dia tak tahu.

Coba kuingat.

"Faith, aku tidak tahan lagi,

aku telah mengakui semua kejahatanku.

Tolong maafkan aku."

Bagaimana itu bisa berdampak?

Kau tak kenal dia.

Aku kenal.

Aku melewatkan satu malam bersamanya.

Kami makan kentang goreng.

Kurasa dia menyukaiku.

Kau tak kenal Faith. Kau tidak kenal dia.

Aku tahu kau sangat menyayanginya.

Aku tahu kau mengundangnya ke salah satu rapat dewan istimewamu.

Kau peduli dengan pendapatnya.

Penampilan luarmu begitu mengesankan.

Kurasa itu akan hancur.

Kau tahu?

- Dia pergi ke Baker Street. - Tidak.

Tentu tidak.

Dia datang menemuiku... karena takut kepada ayahnya.

Tak pernah terjadi. Apa ini fantasi telermu?

- Kau tak lihat ambil pisau bedah? - Tak ada yang lihat.

- Kau tak tahu apa yang akan terjadi? - Tidak.

Kita lihat saja, ya?

Faith, berhenti mengintip di pintu, masuk.

Ini ruangan favorit ayahmu.

Temuilah para sahabatnya.

Ayah?

Ada apa ini?

Apa maksud pesan itu?

Lelucon lain Ayah?

Siapa kalian?

TINGGI: 170 CM, RAMBUT: PIRANG SEDANG UKURAN: 10, KULIT: PUTIH

Siapa kau?

Sherlock Holmes. Pasti kau mengenalinya.

Ya Tuhan.

Sherlock Holmes?

Aku suka blogmu.

Kau bukan wanita yang ke Baker Street.

Bukan. Aku tak pernah ke sana.

Pasti ada pemicunya. Mustahil dia mendadak melakukannya.

Dengar, kutak tahu dia pegang pisau bedah.

Maaf, sepertinya aku tak paham.

Memahami apa?

Kukira kalian berdua kawan lama.

Tidak, kami tak pernah bertemu.

Ya ampun!

Pernahkah?

Sherlock?

Siapa yang ke apartemenku?

Bukan aku.

Kau tampak berbeda.

Aku tak ke sana.

Siapa yang datang?

Maaf, Pak Holmes, tapi...

kurasa aku tak pernah sekali pun mendekati apartemenmu.

Ya ampun. Tidak.

Bicara dengan siapa?

- Teman apa? - Siapa pun.

Tidak!

Faith?

Ya Tuhan. Ayolah.

Sherlock.

Sherlock, kau baik-baik saja?

- Awasi dia. Dia pegang pisau. - Apa?

Pisau bedah. Kau ambil dari sana. Aku melihatmu.

Aku tidak mengambilnya!

Lihat di balik punggungnya!

Aku melihatmu mengambilnya!

Hei!

Sherlock, letakkan itu.

- Ya Tuhan. - Letakkan.

- Berhentilah tertawa. - Aku tidak tertawa.

Dia tidak tertawa.

- Berhenti menertawakanku! - Sherlock!

Astaga.

Aku terus berpikir apa kita harus memperkirakannya.

Belum lama ini, dia tembak Charles Magnussen.

Kita sudah memperkirakannya. Selalu.

Namun itu seru.

- Masuk. - Pak.

Sebaiknya Anda lihat ini.

Harold Chorley melaporkan hari ini.

Pak Smith menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan.

Saya penggemar Sherlock Holmes, penggemar berat.

Saya sungguh tak tahu apa yang terjadi tadi.

Jujur, saya pikir tidak akan bisa berada di sini sekarang

jika bukan berkat Dr. Watson.

Berhenti tertawa!

Sherlock!

Hentikan! Hentikan sekarang juga!

Benarkah dia dirawat di rumah sakit Anda?

Itu bukan rumah sakit saya. Ya, sebagian rumah sakit saya.

Namun aku bisa menjanjikan dia mendapat perawatan terbaik.

Aku akan memindahkannya ke kamar favoritku.

Culverton Smith, tadi.

Di Nottingham...

Dia benar. Mungkin kau menyelamatkan nyawanya.

Apa yang kau lakukan? Sadarlah!

Aku betul-betul memukulnya, Greg. Dengan keras.

Apa ini permainan? Permainan bodoh.

Tolong, jangan pakai kekerasan.

Terima kasih, Dr. Watson.

Kurasa dia tak berbahaya lagi.

Biarkan dia.

Tidak, tak apa-apa.

Biar dia berbuat sesukanya.

Dia berhak untuk itu.

Aku membunuh istrinya.

Benar.

Hai.

Datang untuk menyapa?

Tidak, aku mau pamit.

Aku yakin dia akan bertahan.

Ya, dia membuat dirinya kacau,

namun dia sangat kuat, jadi, lihatlah sisi positifnya.

Ya...

Hadiah perpisahan.

Baik sekali. Tongkat berjalan.

Ya, ini milikku, sudah lama sekali.

Halo? Kamar 73.

Dr. Watson.

Ini untukmu.

Halo, Mycroft.

Ada mobil di bawah.

Kau tahu mestinya dia memakai topi itu.

- Kau masih memikirkan Sherlock? - Tidak, kau.

Ekspresimu tidak setuju.

Mengingat aku ada di pikiranmu, kita bisa sebut benci diri sendiri.

- Di mana dia? Bu Hudson? - Sebentar lagi tiba.

- Apa yang kau lakukan? - Maaf.

Kau perhatikan dapurnya? Sebuah pabrik narkotik.

Aku berusaha mencari tahu apa yang membuat Sherlock begitu. Ada ide?

Apa mereka mata-mata?

Kau memakai mata-mata untuk menjaga keluargamu?

Tunggu, apa mereka merapikan?

Sherlock masalah keamanan.

Fakta aku kakaknya tak ubah apa pun.

- Kau pernah bilang. - Tanya dia.

Kenapa terpaku pada Culverton Smith?

Tentunya dia pernah memiliki obsesi,

tapi ini berlebihan daripada membuat jebakan untuk Sinterklas.

Lakukan. Tanya dia.

Menghabiskan satu malam dengan wanita yang tak ada.

Diam kau.

- Mycroft, terakhir di telepon... - Setop.

Aku membenci percakapan masa lampau.

Kau bilang fakta kau kakaknya tak mengubah apa pun.

Memang.

Kau bilang sebelumnya, dan tidak dengan Sherlock.

Siapa yang sebelumnya? Siapa maksudmu?

Bagus.

Bukan siapa-siapa.

Aku salah bicara.

- Dia bohong. - Kau bohong.

Aku yakinkan tidak.

Dia benar-benar berbohong.

Sherlock bukan satu-satunya saudaramu.

Masih ada satu.

- Tidak. - Astaga.

Saudara rahasia. Dia dikurung di menara?

Mycroft Holmes.

Apa yang orang-orang menakutkan ini lakukan di rumahku?

Bu Hudson, maaf atas gangguan ini.

Adikku menjalankan program penghancuran diri sendiri,

luar biasa bahkan menurut standarnya,

dan aku berusaha mencari penyebabnya.

- Itu yang kau cari? - Begitulah.

Apa isi pikirannya?

- Begitulah. - Selama ini kau tahu?

Waktu adalah sesuatu yang terbatas.

Jadi, mari lanjutkan urusan kita.

Kau sangat lucu, benar!

- Bu Hudson? - Dia pikir kau pintar.

Kasihan Sherlock.

Selalu memujimu. Maksudku, dia tahu kau bodoh.

Tapi tak apa, karena kau dokter yang baik.

Namun dia tak tahu betapa bodohnya kau.

Ini tak lebih dari penyalahgunaan kesadaran,

atau kau mau menyatakan sesuatu?

Mau tahu apa yang mengusik Sherlock?

Mudah sekali. Siapa pun bisa tahu.

Aku tahu pikirannya memproses lebih baik daripada manusia lain.

Jadi, harap maklum.

Dia tak suka berpikir. Bukan Sherlock.

- Tentu saja. - Tidak. Dia lebih emosional.

Kasus tak terpecahkan, tembak dinding.

Sarapan tak siap, karate kulkas. Pertanyaan tak terjawab...

Dia lakukan apa dengan apa pun yang tak terjawab, John?

Selalu.

Dia menikamnya.

Apa pun yang tak dia temukan jawabannya. Ada di sana.

Aku terus mengatakan, jika dia detektif yang baik

aku tak butuh lapisan baru.

RINDU AKU?

Jika kau menonton ini, aku...

mungkin sudah mati.

Baik, tidak. Tolong hentikan itu.

Semua keluar sekarang.

Semuanya!

Ini rumahku, ini temanku, dan itu mendiang istrinya.

Siapa pun yang tinggal semenit saja mengaku langsung kepadaku,

bahwa dia sama sekali tidak manusiawi.

Keluar dari rumahku, dasar reptil.

Sudah lama kau sadar.

Aku mengamatimu.

Cukup menyenangkan.

Tenanglah, jangan takut.

Aku tak mau terburu-buru.

Kau Sherlock Holmes.

Aku memberimu sebuah kasus, Sherlock.

Mungkin kasus tersulit dalam kariermu.

Saat aku...

pergi, jika aku pergi...

Aku mau kau melakukan sesuatu untukku.

Selamatkan John Watson.

Selamatkan dia.

Sherlock...

John, nanti saja menontonnya.

Selamatkan dia.

Jangan pikir orang lain menyelamatkannya karena tak ada seorang pun.

Ini bergantung padamu. Selamatkan dia.

Namun kau butuh bantuan untuk itu,

karena kau tak pandai bersosialisasi.

Jadi, ini hal-hal yang perlu kau tahu tentang orang yang kita sayangi itu.

Lebih penting lagi, yang kau perlukan untuk menyelamatkannya.

Bagaimana kau bisa masuk?

Polisi di luar, maksudmu?

Ayolah, tak bisakah kau menebak?

Pintu rahasia.

Aku membangun gedung ini.

Terus memecat arsitek yang membangunnya,

sehingga tak ada yang tahu seluk-beluknya.

Aku bisa menyelinap keluar dan masuk.

Ke mana pun yang kumau.

Saat dorongan itu timbul.

H. H. Holmes.

Kastel pembunuhan, tapi dilakukan dengan benar.

Aku punya pertanyaan untukmu. Kenapa kau di sini?

Seolah-olah kau masuk ke sarangku dan berbaring di depanku.

Kenapa?

Kau tahu alasanku kemari.

Aku mau mendengarmu mengatakannya.

Tolong katakan untukku.

Aku mau kau membunuhku.

John...

Mobilku.

Jika kau menambah dosisnya empat, lima kali,

racunnya akan membunuhku, dalam kira-kira satu jam.

Setelah itu, kukembalikan pengaturannya.

Orang akan berasumsi itu kesalahan, atau...

- kau menyerah pada hantu. - Ya.

Kau memang hebat.

Sebelum kita mulai, katakan perasaanmu.

Aku...

Aku takut.

Bicaralah lebih spesifik.

Kau cuma bisa melakukan ini sekali.

Aku takut mati.

Kau menginginkan ini.

Aku punya alasanku.

Namun kau tidak betul-betul ingin mati.

Tidak.

Bagus.

Katakan itu untukku.

- Katakan. - Aku tak mau mati.

- Lagi. - Aku tidak... mau mati.

Sekali lagi untuk keberuntungan.

Aku tidak mau mati.

Aku tidak...

Aku tidak mau mati.

Bagus.

Ini dia.

Kumohon, dia tidak aman.

Dia baik saja, ada penjaga di pintu. Apa yang akan terjadi?

Entahlah, sesuatu. Mary meninggalkan pesan.

Pesan apa?

John Watson...

tak pernah menerima bantuan, tidak dari siapa pun.

Tak pernah. Namun ini masalahnya, dia tak pernah menolaknya.

Jadi, ini yang akan kau lakukan.

Katakan, kenapa kau melakukan ini?

Aku mau mendengar pengakuanmu.

Perlu mengetahui bahwa aku benar.

Kenapa kau perlu mati?

Kamar mayat itu.

Ruangan favoritmu.

Kau bicara dengan orang mati.

Kau mengaku kepada mereka.

Maaf, Pak, apa? Apa maksud Anda?

Kurasa pintunya macet.

Pintunya terkunci sendiri lagi? Ya, selalu begitu.

Kau tak bisa selamatkan John karena dia tak izinkanmu.

Dia tak akan mengizinkan dirinya diselamatkan.

Satu-satunya cara menyelamatkan John...

membuatnya menyelamatkanmu.

Kenapa kau melakukannya?

Kenapa aku membunuh?

Ini bukan masalah kebencian atau balas dendam.

Aku bukan orang yang jahat.

Membunuh manusia...

Itu membuatku...

luar biasa senang.

Di film-film, saat kita melihat orang-orang mati,

berpura-pura mati, padahal itu orang hidup yang berbaring?

Bukan begitu rupa orang mati.

Orang mati...

terlihat seperti benda.

Aku suka membuat orang menjadi benda.

Lalu kau bisa memilikinya.

Kau tahu, aku mulai tidak sabar.

Tarik napas panjang kalau mau.

Pergilah ke neraka, Sherlock.

Pergilah ke neraka dan buat seolah-olah kau serius.

Membunuh adalah kecanduan yang sangat sulit diatasi.

Orang tak menyadari betapa sulitnya itu.

Kau harus berhati-hati.

Namun jika kau kaya, atau terkenal dan dicintai,

luar biasa apa yang orang lain siap untuk abaikan.

Selalu saja ada yang putus asa dan akan menghilang,

dan tak ada yang mencurigai pembunuhan jika lebih mudah mencurigai hal lain.

Aku hanya perlu menahan diri, memilih korban yang tepat.

Cari masalah dengan orang jahat, tempatkan dirimu dalam bahaya.

Pertahankan kontak mata.

Pertahankan kontak mata.

Aku suka melihatnya terjadi.

Jika dia pikir kau membutuhkannya, aku bersumpah...

Dan selesai sudah.

...dia akan datang.

Pak Holmes, kau baik?

Apa yang kau lakukan kepadanya? Apa?

- Dia menderita, aku membantunya! - Tahan dia, lakukan.

- Aku berusaha membantu! - Sherlock, dia apakan kau?

Membuatku sesak napas.

- Buatku overdosis. - Dengan apa?

- Larutan garam. - Apa?

- Ya, larutan garam. - Apa maksudmu?

Aku minta Suster Cornish mengganti infusnya.

Dia penggemar beratku. Suka blogku.

- Kau baik? - Tentu tidak.

Malanutrisi, gagal ginjal ganda, dan aku teler beberapa pekan.

Dokter macam apa kau?

Tapi aku dapatkan pengakuanku.

Seingatku, aku tak membuat pengakuan.

Aku mengaku apa?

Kau bisa mendengarnya nanti.

Tak ada pengakuan yang bisa didengarkan.

Pak Holmes, entah ini relevan atau tidak,

tapi kami menemukan tiga perekam, di saku mantelmu.

Semua barangmu digeledah. Maaf.

Pasti ada sesuatu yang menghibur dengan angka tiga,

orang selalu menyerah setelah tiga.

Apa? Ada apa?

- Bajingan. - Ya.

Bajingan gila.

Sudah kudengar.

Bagaimana membukanya?

Putar atasnya.

- Dua pekan lalu? - Tiga.

Kubisa diprediksikan?

Tidak.

Aku hanya bajingan.

Lucu.

Aku tak pernah tahu mengaku bisa begitu nikmat.

Mestinya kulakukan lebih awal.

Kita lanjutkan besok.

Kita bisa lanjutkan sekarang, aku tidak lelah.

Masih banyak lagi.

Besok.

Aku akan menjadi sangat terkenal sekarang.

Kau sudah terkenal.

Ya, tapi dengan ini...

Aku bisa menembus Amerika.

Aku punya beberapa rencana cadangan.

Masalahnya, aku tak ingat apa saja.

Dan aku tidak mengantisipasi

bahwa aku berhalusinasi menemui putrinya.

Pada dasarnya dia memakai narkotik

agar kau membantunya, berbuat sesuatu, secara medis.

Kau mengerti, 'kan?

Aku masih agak terusik dengan putrinya. Itu sangat nyata.

Dia memberiku informasi yang tak bisa aku dapatkan.

Tapi dia tak pernah kemari?

Menarik, ya? Aku pernah berteori

bahwa jika seseorang bisa melemahkan

setiap aliran data di dunia sekaligus,

tidak mustahil mengantisipasi dan menyimpulkan hampir apa saja.

Jadi, kau memimpikan wanita ajaib yang memberitahumu hal-hal baru?

Menurutku itu benar. Mungkin aku bias.

Mungkin narkotik itu membuka pintu-pintu tertentu di pikiranku.

- Aku penasaran. - Aku tahu.

Karena itulah kami bergiliran untuk mencegahmu memakai lagi.

Kukira kita hanya bercengkerama.

Molly datang dalam 20 menit.

Kurasa aku bisa bertahan selama 20 menit tanpa diawasi.

Kalau kau yakin.

Astaga, John. Tinggallah, bicara.

Maaf, kau tahu ada Rosie.

Ya, tentu, Rosie.

Selesaikan kejahatan, buat dia pakai topinya.

- Kau bisa sendirian 20 menit? - Ya.

Maaf, aku tak memikirkan Rosie.

- Tak masalah. - Aku harus... segera mengunjungi kalian.

Ya.

Dia harus memakai topi itu untukku. Aku sudah mati. Aku menghargainya.

Omong-omong, rekaman itu mungkin tak bisa diserahkan.

- Apa? - Teknisnya, itu jebakan...

bisa dicoret dari barang bukti. Itu tak penting.

Dia tak bisa berhenti mengaku.

Baguslah.

Ya.

Kau baik?

Tidak. Keadaanku tak baik. Tak akan pernah.

Kita harus menerimanya. Itulah kenyataan.

Kenyataannya adalah...

- Sampah. - John, baik-baik.

Kau tak bunuh Mary.

Mary tewas karena menyelamatkanmu. Itu pilihannya.

Tak ada yang memaksanya, tak ada yang bisa. Intinya...

kau tak membunuhnya.

Dalam menyelamatkan nyawaku dia memberinya nilai.

Itu uang yang tak tahu kuketahui cara pakainya.

Itulah adanya.

Besok aku pukul 18 sampai 22. Sampai jumpa.

Aku tunggu.

Ya.

- Suara itu bunyi pesan teks. - Apa itu?

Apa?

Itu pesan teks dari Irene Adler. Orang gila menakutkan itu, 'kan?

Suara itu.

Suara apa?

Dia sudah mati.

Pasti dia tidak mati. Pasti Sherlock menyelamatkannya.

Ya Tuhan!

Anak kaya ini suka wanita dominan!

Tak disangka dia klise, ya?

John?

Aku menarik kesimpulan.

Baiklah, bagus.

Jika kesimpulanku benar, kau harus jujur kepadaku, setuju?

Baik. Namun aku harus menyebutkan bahwa suara pesan teks mungkin

- secara acak dikaitkan dengan... - Selamat ulang tahun.

Terima kasih, John. Kau baik sekali.

- Aku tak tahu ulang tahunmu. - Kini kau tahu.

- Kita tak akan membahas ini? - Apa?

- Bagaimana cara kerjanya? - Apa?

Kau dan wanita itu. Kau sesekali mengunjungi Harvester?

Adakah malam penuh gairah di High Wycombe?

Demi Tuhan. Aku tak membalas pesannya.

Kenapa tidak?

Dasar bodoh!

Dia di luar sana, dia menyukaimu, dan dia masih hidup.

sadarkah kau betapa beruntungnya dirimu?

Ya, dia gila, dia penjahat, dia sangat berbahaya.

- Memercayaimu menyukai sosiopat. - Kau menikahi pembunuh.

Tapi dia...

Apa?

- Balas pesannya. - Kenapa?

Karena High Wycombe

lebih baik daripada apa yang bisa kau pahami saat ini.

Aku pernah tangkap peracun di High Wycombe.

Itu baru awalnya.

Sudah kujelaskan berulang kali kepadamu sebelumnya,

hubungan romantis, walau itu memuaskan orang lain...

Melengkapimu sebagai manusia.

- Tak berarti apa pun. - Balas pesannya.

Telepon dia, lakukan selagi ada kesempatan.

Karena itu tak ada selamanya.

Percaya, Sherlock. hilang sebelum kau sadar.

Sebelum kau menyadarinya.

Dia salah tentang aku.

Mary? Bagaimana?

Dia pikir jika kau membahayakan dirimu...

aku akan menyelamatkanmu.

Tapi tidak, tidak sebelum dia menyuruhku.

Begitulah cara kerjanya, itu luput darimu.

Dia ajariku menjadi orang yang dia pikirkan tentang aku.

Ketahuilah itu.

Kau merugikan dirimu.

Aku kenal banyak orang di dunia, punya sedikit teman,

dan aku bisa bilang...

Aku berselingkuh.

Tak ada tanggapan cerdas? Aku selingkuh, Mary.

Dengan seorang wanita, di bus,

aku memakai aster plastik di rambutku, aku main dengan Rosie.

Wanita ini tersenyum padaku.

Itu saja, senyuman.

Kami terus bertukar pesan.

Mau tahu kapan? Setiap kali kau meninggalkan ruangan.

Saat kau menyusui putri kita.

Saat kau menenangkan tangisannya.

Itu saja.

Hanya bertukar pesan.

Namun aku inginkan lebih.

Kau tahu? Aku masih menginginkannya.

Aku tak seperti bayanganmu. Aku bukan dia.

Aku tak bisa jadi dia.

Namun itulah intinya.

Itulah intinya.

Pikiranmu tentang aku...

adalah cita-citaku untuk diriku.

Kalau begitu...

John Watson.

Lanjutkan itu.

Tak apa-apa.

Tidak.

Tidak.

Namun itu kenyataan.

Molly akan menemui kita di toko kue ini.

Ini hari ulang tahunmu, wajib ada kue.

Kurasa asupan gula berlebih adalah semacam pengganti.

Jaga sikapmu.

Baik. Aku tidak berhak mengatakannya, tapi...

itu hanya bertukar pesan.

Orang mengirimkan pesan, aku pun mengiriminya.

Maksudku, wanita. Ide buruk.

Aku berusaha melawannya, tapi ya...

Itu bukan pemikiran menyenangkan, John.

Namun aku sering mendapatkan perasaan buruk

bahwa kita semua hanyalah manusia biasa.

- Bahkan kau? - Tidak.

Bahkan kau.

- Kue? - Kue.

Apa? Ada apa?

Ada masalah apa?

- Serius? - Aku Sherlock Holmes. Aku memakai topiku.

Bukan begitu, Mary?

Kau tampak jauh lebih baik, John.

Ya Kurasa begitu.

Tidak sepanjang hari, atau tiap hari, tapi begitulah.

- Begitulah kenyataan? - Ya.

Lalu Rosie?

Cantik, sempurna.

Belum pernah ada dalam sejarah anak-anak.

Itu bukan biasku, itu fakta ilmiah.

Bagus. Dan Sherlock Holmes?

Kembali normal.

- Keluar! - Dia kerasukan setan.

Aku bersumpah istriku perantara Setan!

Ya, membosankan, pergi.

- Aku bukan perantara Setan. - Kenapa tidak?

Mengingat alternatif langsungmu.

Bagaimana saudaranya?

Mycroft? Dia baik.

Kau akan pergi sekarang, aku tak akan menemuimu sepekan?

Aku di rumah saja. Kecuali dia telepon.

Perdana Menteri.

- Ini. - Apa ini?

Nomorku.

Aku sudah punya.

Nomor pribadiku.

Untuk apa?

Entahlah. Mungkin kau mau minum-minum.

- Dalam rangka apa? - Terserah.

Telepon aku.

Maksudku, jelas,

normal dan baik istilah relatif menyangkut Sherlock dan Mycroft.

Jelas.

AKU PERLU MEMBUNUH

Dia nyata.

Maksudku bukan Mycroft. Yang satu lagi.

- Yang mana? - Kau tahu, yang rahasia.

Aku cuma asal bicara soal itu. Aku yakin ada...

Bagaimana kau tahu? Aku tak pernah cerita.

- Pasti pernah. - Tidak.

Mungkin Sherlock yang cerita.

Tunggu, kau baru bertemu Sherlock satu kali, di ruangan ini.

Dia teler.

Tidak. Aku pernah bertemu dia.

- Kapan? - Kami menghabiskan semalam bersama.

Itu menyenangkan.

Kami makan kentang goreng.

Kau tak seperti dugaanku, Pak Holmes.

Kau...

lebih baik.

Culverton memberiku catatan asli Faith.

Seorang teman memperkenalkan kami.

Pernahkah Sherlock cerita tentang catatan itu?

Aku menambahkan kesimpulan untuk Sherlock. Dia cukup baik.

Namun... dia tidak memecahkan masalah besar itu.

RINDU AKU?

Kalau mau jujur, selera kentang gorengnya bagus.

- Apa itu? - Apa?

Bunga di rambutmu seperti kupakai di bus.

Kau tampak sangat manis.

Tetapi...

Matamu sangat indah.

Hebat, pria tidak pernah benar-benar mengamati wajahmu.

Kau bisa bersembunyi di balik senyum seksi atau tongkat berjalan.

Atau cukup menjadi terapis, membicarakan dirimu...

di sepanjang waktu.

Jangan ke mana-mana, pasti terapis asli yang tinggal di sini

tak mau ada darah di karpetnya. Tunggu. Tak masalah.

Dia di karung di dalam lemari.

- Siapa kau? - Apa tidak jelas?

Kau belum bisa menebak?

Aku Eurus.

Eurus?

Nama konyol, ya? Bahasa Yunani. Artinya Angin Timur.

Orang tuaku suka nama-nama konyol.

Misalnya Eurus,

atau Mycroft,

atau Sherlock.

Lihat dia.

Tak pernahkah terpikir olehmu

bahwa saudara rahasia Sherlock mungkin adalah perempuan?

Dia berekspresi konyol.

Aku akan melubanginya.

Terjemahan subtitel oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.