All language subtitles for E2-The Hounds of Baskerville_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Oh, halo.

Kau baik?

Ada apa, Nak? Kau tersesat?

ANJING BASKERVILLE

Yah, itu menjemukan.

Kau naik metro seperti itu?

Tak ada taksi yang mau bawa aku.

Tak ada?

Kudeta militer di Uganda.

Fotomu lagi dengan...

Oh, dan...

- Perombakan kabinet? - Tak ada yang penting?

Oh, Tuhan!

John,

aku butuh. Ambilkan.

- Tidak. - Ambilkan.

Tidak. Berhenti total, kita setuju. Tak peduli apa.

Kau sudah bayar semua orang, ingat?

Tak ada yang mau jual padamu di sekitar sini.

Ide bodoh. Idea siapa itu?

Ny. Hudson!

Sherlock, kau lakukan dengan baik, jangan menyerah sekarang.

Beritahu aku di mana. Kumohon, beritahu.

- Kumohon. - Tak bisa bantu, maaf.

Akan kuberitahu nomor lotre minggu depan. Layak dicoba.

Kau apakan persediaan rahasiaku?

- Rokok. Apa yang kaulakukan dengannya? - Barangmu tak boleh disentuh.

Oh, kesempatan akan bagus.

- Kukira kau bukan pengurus rumahku. - Memang bukan.

Ayo minum teh, dan mungkin singkirkan harpunmu.

Aku perlu yang lebih kuat dari teh. Tujuh persen lebih kuat.

- Kau sudah ke Tn. Chatterjee. - Apa?

Toko roti. Gaun baru, ada tepung di lengannya.

- Kau takkan dandan untuk masak. - Sherlock.

Kuku jempol. Ada sedikit foil.

Kartu gores lagi. Kita tahu arahnya ke mana.

Malam kasbah. Cabul untuk Senin pagi, setuju kah?

Tulis blog tentang identifikasi parfum. Kau perlu cek.

-Tolong. - Jangan harapkan Tn. Chatterjee.

Ada istri di Doncaster yang orang tak tahu.

- Sherlock! - Kecuali aku.

Aku tak tahu kau bicara apa, sungguh.

- Ada apa dengan semua itu? - Kau tak mengerti.

Temui dia dan minta maaf.

Minta maaf?

Oh, John, aku amat iri padamu.

Kau iri padaku?

Pikiranmu begitu tenang, lugu, jarang digunakan.

Punyaku seperti mesin, tak terkendali.

Roket, hancur, terjebak di landasan. Aku butuh kasus!

Kau baru saja pecahkan, dengan menombak babi, rupanya.

Oh, itu tadi pagi.

- Kapan yang berikutnya? - Situs web kosong?

"Yth. Tn. Holmes,

Aku tak bisa temukan Bluebell. Kumohon, bisakah kau bantu?

- Bluebell? - Kelinci, John.

Tapi ada lagi. Sebelum hilang, Bluebell jadi bercahaya.

"Seperti peri," menurut Kirsty kecil.

Pagi berikutnya Bluebell hilang.

Kandang terkunci, tak ada tanda masuk paksa.

Aku bilang apa? Hebat. Telepon Lestrade.

- Bilang ada kelinci lepas. - Kau serius?

Ini atau Cluedo.

- Tidak. Kita takkan main itu lagi. - Kenapa tidak?

Karena tak mungkin korban yang melakukannya.

- Cuma itu solusinya. - Tak ada dalam aturan.

Aturannya salah.

Dering tunggal.

Tekanan maksimum, di bawah setengah detik.

- Klien. - Klien.

Dartmoor, selalu jadi tempat mitos dan legenda,

tapi ada lainnya yang tersembunyi di sana.

Sesuatu yang amat riil.

JANGAN MASUK

Karena Dartmoor juga lokasi

salah satu operasi pemerintah paling rahasia.

Pusat riset senjata kimia dan biologi

yang katanya lebih sensitif dari Porto Down.

Sejak akhir Perang Dunia Kedua, ada cerita tak henti

tentang percobaan Baskerville. Mutasi genetik,

hewan yang dibiakkan untuk medan perang.

Banyak yang percaya

dalam kompleks ini, di jantung belantara kuno,

ada horor yang tak terbayangkan.

Tapi pertanyaan sebenarnya apakah mereka semua masih di dalam?

Aku masih anak-anak.

HENRY KNIGHT WARGA GRIMPEN

Terjadi di padang.

Saat itu gelap, tapi aku tahu yang kulihat.

Aku tahu apa yang bunuh ayahku.

- Kau lihat apa? - Oh, aku baru mau bilang.

Ya, di wawancara TV. Aku lebih suka edit sendiri.

Ya.

Maaf, ya tentu.

Maafkan aku.

- Tak usah buru-buru. - Tapi agak cepat.

- Kau tahu Dartmoor, Tn. Holmes? - Tidak.

Tempatnya luar biasa. Lain dari yang lain.

Suram tapi cantik.

Tidak tertarik. Terus.

Dulu kami biasa jalan setelah ibu wafat, ayahku dan aku.

Tiap malam, kami keluar ke padang.

Bagus. Lompat ke malam

ayahmu dibunuh dengan kejam, di mana terjadinya?

Ada tempat, itu--

Seperti tengara lokal disebut Lembah Dewer.

Itu nama kuno untuk iblis.

Jadi?

Kau lihat iblis malam itu?

Ya.

Besar sekali.

Berbulu hitam arang dengan mata merah.

Ayah tertangkap.

Dia dirobek-robek.

Aku tak ingat lainnya.

Mereka temukan aku paginya, berkeliling padang.

Mayat ayahku tak pernah ditemukan.

Mata merah, bulu hitam arang, amat besar...

Anjing? Serigala?

Atau percobaan genetik.

Kau tertawakan aku, Tn. Holmes?

Kenapa, kau bercanda?

Ayahku selalu bicarakan hal-hal yang dilakukan di Baskerville.

Tentang monster yang mereka biakkan di sana.

Orang menertawakan dia.

Setidaknya orang TV anggap aku serius.

Bermanfaat untuk turisme Devon.

Ya--

Henry, apapun yang terjadi pada ayahmu, itu 20 tahun lalu.

Kenapa temui kami sekarang?

Entah kau bisa bantu aku, Tn. Holmes, karena kau anggap lucu.

- Karena apa yang terjadi semalam. - Kenapa? Apa yang terjadi?

Bagaimana kau tahu?

Aku tak tahu, aku mengamati.

Datang dari Devon naik kereta pertama pagi ini.

Sarapan mengecewakan, kopi hitam.

Gadis di kereta tertarik padamu. Kau juga. Kini kau berubah pikiran.

Kau gelisah mau isap rokok pertama hari ini.

Duduk, Tn. Knight, dan silakan merokok.

Aku akan senang.

- Bagaimana kau bisa amati semua itu? - Itu tak penting.

- Tiket sudah dilubangi-- - Nanti, Sherlock.

- Aku sudah lama terkurung. - Kau pamer.

Tentu. Aku tukang pamer, itu tugas kita.

Serbet kau pakai lap tumpahan kopi. Noda tunjukkan tanpa susu.

Ada bekas saus di serbet, bibir dan lengan.

Sarapan panas yang disediakan kereta. Mungkin roti isi.

Kok bisa tahu itu mengecewakan?

Ada jenis makanan lain di kereta? Gadis itu.

Tulisan tangan wanita jelas. Tulis nomornya di serbet.

Dari sudutnya, dia duduk di seberangmu di sisi yang lain.

Setelah dia turun, kau pakai serbet untuk seka tumpahan kopi,

nomornya jadi kabur.

Kau tebalkan 4 digit terakhir. Kau mau simpan nomornya.

Serbet dipakai buang ingus, mungkin kau tak begitu tertarik.

Ada noda nikotin di jarimu yang gemetar. Aku tahu tandanya.

Tak sempat merokok di kereta, mengisap satu sebelum naik taksi kemari.

Baru jam 9:15, kau kelabakan.

Kereta pertama dari Exeter ke London berangkat jam 5:45.

Kau naik yang pertama,

hal penting pasti terjadi semalam. Salahkah aku?

Tidak.

Kau benar.

Kau...

sepenuhnya, tepat sekali benar. Aku dengar kau cepat.

Itu tugasku.

Kini, diam dan merokoklah.

Henry, kedua orangtuamu meninggal,

dan kau...

apa, 7 tahun?

Aku tahu itu...

Itu pasti cukup traumatis.

Pernahkah kau pikir mungkin kau bikin cerita ini, ini--

Untuk menjelaskannya?

- Itu yang dibilang dr. Mortimer. - Siapa?

- Terapisnya. - Terapisku.

Jelas.

Louise Mortimer.

Dia alasanku kembali ke Dartmoor.

Dia pikir aku harus hadapi iblisku.

Apa yang terjadi saat kau kembali ke Lembah Dewer semalam?

Kau pergi atas saran terapismu,

sekarang kau temui detektif. Kau lihat apa?

Tempat yang aneh, Lembah itu.

Membuatmu merasa dingin di dalam, amat takut.

Jika aku mau puisi, kubaca surel John ke pacarnya, lebih lucu.

Kau lihat apa?

Tapak kaki.

Di tempat yang sama di mana kulihat ayahku dikoyak.

Pria atau wanita?

- Bukan keduanya. Itu-- - Cuma itu?

Tak ada lainnya? Tapak kaki, itu saja?

- Ya. Tapi-- - Maaf, dr. Mortimer menang.

Itu trauma masa kecil ditutupi ingatan ciptaan.

Bosan. Terima kasih sudah merokok.

Lalu tapak kakinya?

Mungkin tapak cakar, bisa apa saja, jadi bukan apa-apa.

Pergilah ke Devon. Pesan teh krim.

Tn. Holmes, itu tapak kaki anjing pemburu raksasa.

Tolong ulang.

Aku temukan tapak kaki. Itu--

Tidak, kata-kata persisnya.

Ulangi kata-katamu tadi, persis seperti yang kaukatakan.

Tn. Holmes,

itu tapak kaki dari

seekor anjing pemburu raksasa.

- Akan aku tangani kasusnya. - Maaf, apa?

Terima kasih sudah bawa ke perhatianku.

- Amat menjanjikan. - Tidak, maaf, apa?

Semenit lalu, tapak kaki membosankan, kini menjanjikan?

Tak ada kaitan dengan tapak kaki. Baskerville. Pernah dengar?

Samar-samar. Amat hus-hus.

- Sepertinya tempat bagus untuk mulai. - Kau ikut?

Tak bisa pergi dari London, terlalu sibuk.

Jangan khawatir, kukirim staf terbaikku.

Aku yakin John bisa kirim data relevan meski tak kupahami.

Kau bilang apa? Kita tak punya kasus.

Kau mengeluh--

Ada Bluebell. Kelinci bercahaya dalam gelap yang hilang.

- NATO ribut. - Maaf, jadi kau tak ikut?

Oke.

Oke.

Tak perlu itu lagi. Aku pergi ke Dartmoor.

- Kau pergi dulu, Henry. Kami menyusul. - Maaf, kau ikut?

Hilang dua puluh tahun, anjing pemburu mengerikan.

Pasti tak akan aku lewatkan.

Pesiar bersama. Kau tak bermaksud ajak aku naik kapal.

Sepertinya Ny. Hudson akhirnya tahu tentang istri di Doncaster.

Tunggu sampai dia tahu tentang yang di Islamabad.

Ke Stasiun Paddington.

Itu Baskerville.

Itu Desa Grimpen.

Jadi, itu pasti...

Ya, Lembah Dewer.

Apa itu?

Medan ranjau?

Baskerville pangkalan militer. jadi mereka selalu mau

jaga supaya orang tak masuk.

Jelas.

CROSS KEYS PARKIR BELAKANG

Selamat datang...

Tiga tur sehari. Beritahu temanmu, beritahu semua.

Jangan sungkan. Dan ingat, jauhi padang di malam hari

jika kau hargai nyawamu.

Jaga dirimu.

Dingin.

CROSS KEYS KAMAR BUTIIK & MENU VEGETARIAN

Bagian itu tak berubah.

Apa yang berubah?

Ada yang lain.

Satu kata.

Liberty. [Kebebasan]

Liberty?

Dan ada kata lain.

In. I-N.

Liberty in. Kaupikir artinya apa?

Maaf, tak ada kamar dobel untuk kalian.

Tak apa. Kami bukan--

- Ini. - Oh, trims.

- Sebentar kembaliannya. - Trims.

TAGIHAN PASOKAN DAGING

Ini.

Aku lihat di peta padang, ada tengkorak dan tulang silang.

Oh, itu.

- Perompak? - Bukan.

Medan Ranjau Grimpen Besar, namanya.

- Oh, begitu. - Bukan yang kaukira.

Itu lokasi uji Baskerville. Sudah berlangsung 80 tahun.

Entah orang sungguh tahu ada apa di sana.

- Bahan peledak? - Tak cuma itu.

Masuk tempat itu, dan jika beruntung,

kau diledakkan, itu katanya.

- Jika kau rencana jalan-jalan. - Akan kuingat.

Itu ganggu turisme sedikit.

Jadi, syukur ada anjing setan.

- Kau tonton acara itu? Dokumenter? - Baru-baru ini.

Syukur ada Henry Knight dan monsternya.

- Pernah lihat? Anjing itu? - Aku? Tidak.

Fletcher pernah.

Dia pandu jalan monster untuk turis. Dia sudah lihat.

Berguna untuk bisnis.

Kita sibuk sekali, Billy.

Ya, banyak pemburu monster.

Tak perlu banyak sekarang. Sebutkan di Twitter dan langsung.

- Kita kehabisan WKD. - Baik.

Dengan monster dan penjara,

entah bagaimana kita bisa tidur. Kau bisa, Gary?

- Seperti bayi. - Itu tak benar.

- Dia pengorok. - Hai.

- Pasanganmu pengorok? - Ada keripik?

Ya.

Tidak. Oke?

Baik, jaga diri. Dah.

Boleh aku gabung?

AWAS

Tidak benar, kan? Kau tak sungguh lihat anjing ini?

- Kau dari koran? - Tidak. Cuma ingin tahu.

Kau pernah lihat?

Mungkin.

Ada buktinya?

Kenapa perlu bilang padamu kalau pernah?

Maaf.

- Kutelepon Henry. Apa? - Tak jadi taruhan, John.

- Taruhan? - Kita tunggu gelap.

- Masih ada setengah jam-- - Tunggu, taruhan apa?

Aku bertaruh 50 pound, kau tak bisa buktikan pernah lihat anjing itu.

Ya, orang di bar bilang kau bisa.

- Baik, kau akan kalah. - Oh, ya?

Ya. Aku pernah lihat.

Cuma sebulan lalu.

Di Lembah. Saat itu berkabut, tak begitu jelas.

- Oh. Tak ada saksi. -Tidak, tapi--

- Tak pernah ada. - Tunggu.

Ini.

Cuma itu? Itu bukan buktinya, kan?

Maaf, John. Aku menang.

Tunggu, itu belum semuanya.

Orang tak suka pergi ke sana. Ke Lembah itu.

Bikin perasaan tak enak.

Dihantui? Itu dikira cukup meyakinkan aku?

Jangan bodoh. Tidak seperti itu.

Tapi menurutku ada sesuatu di sana.

Sesuatu dari Baskerville, lepas.

Klona? Anjing super?

Mungkin. Entah apa yang sudah disemprotkan atau ditaruh di air.

Mereka tak bisa dipercaya.

Itu penjelasan terbaikmu?

Aku punya teman yang dulu kerja untuk MOD.

Akhir pekan kami janji memancing, tapi ia tak muncul sampai gelap.

Saat dia tiba...

dia pucat pasi.

Aku bisa lihat dia sekarang.

"Aku lihat sesuatu tadi, Fletcher," katanya.

"yang tak pernah mau kulihat lagi.

Mengerikan."

Dia dikirim ke lokasi militer rahasia.

Porton Down, mungkin.

Mungkin Baskerville atau tempat lain.

Di lab di sana, lab yang sungguh rahasia,

dia bilang dia lihat...

yang mengerikan.

"Tikus sebesar anjing," katanya.

Dan anjing...

Anjing sebesar kuda.

Kita setuju 50?

Trims.

BAHAYA

JANGAN MASUK

HANYA BAGI YANG BERKEPENTINGAN BASKERVILLE

Izinnya.

- Terima kasih. - Terus.

Kau punya kartu ID untuk Baskerville?

Kok bisa?

Bukan khusus untuk tempat ini. Punya kakakku.

Akses ke semua area. Aku...

peroleh lama sekali. Untuk jaga-jaga.

MYCROFT HOLMES

- Hebat. - Apa?

- Kita akan tertangkap. - Belum.

Tertangkap dalam 5 menit.

"Cuma jalan-jalan di pangkalan senjata rahasiamu."

"Betul? Masuklah, mari minum." Itu jika kita tak tertembak.

- Silakan. - Terima kasih.

Terima kasih.

- Terus saja, Pak. - Nama Mycroft memang buka pintu.

Sudah kubilang, dia memang pemerintah Inggris.

Kita punya 20 menit sebelum mereka sadar ada yang salah.

LAND ROVER

- Tinggal. - Terus jalan.

BERHENTI

- Apa? Ada masalah? - "Ada masalah, Pak?"

- Maaf, Pak. - Kau mengharapkan kami?

Kartu ID-mu langsung muncul. Kopral Lyones, sekuriti.

- Ada yang salah? - Semoga tidak, Kopral.

Cuma kami tak biasa diinspeksi. Tak pernah terjadi.

Pernah dengar pemeriksaan di tempat?

Kapten John Watson, Komando Nortumberland Kelima.

Mayor Barrymore tak akan senang. Dia akan mau bertemu Bapak berdua.

Tak ada waktu. Kami perlu tur penuh.

Langsung. Laksanakan. Itu perintah, Kopral.

Ya, Pak.

AKSES DIBERIKAN

CCV1 OTORISASI SEKURITI DIMINTA HOLMES, MYCROFT, PRIORITAS ULTRA

PINTU SEKURITI OTOMATIS

- Bagus. - Sudah lama tak tunjukkan wibawa.

- Menikmatinya? - Ya.

CCV1 SEKURITI OTORISASI DITUNDA HOLMES, MYCROFT, PRIORITAS ULTRA

Berapa jumlah binatang dipelihara di sini?

Banyak, Pak.

- Ada yang pernah lepas? - Mereka harus bisa pakai lift.

- Mereka tak dibiakkan sepintar itu. - Kecuali dibantu.

- Anda? - Semua baik, Dr. Frankland.

- Aku cuma bawa tamu-tamu ini keliling. - Muka baru, bagus.

Awas jangan terjebak di sini. Aku cuma ke sini betulkan keran.

- Lift itu turun seberapa jauh? - Cukup jauh, Pak.

- Di bawah ada apa? - Untuk simpan tempat sampah.

Lewat sini, tuan-tuan.

- Apa persisnya yang kaulakukan di sini? - Kukira Bapak sudah tahu,

karena ini inspeksi.

Aku bukan ahli, kan?

Segalanya dari riset sel punca sampai mencoba sembuhkan flu.

- Kebanyakan senjata? - Ya, semacam itu.

- Senjata kimia? - Satu perang berakhir, lainnya mulai.

Musuh baru untuk dilawan. Kita harus siap.

CCV1-OTORISASI SEKURITI SEDANG DIPROSES

CCV1-OTORISASI PERTANYAAN

Baik, Michael, ayo coba Harlow 3 lain kali.

- Dr. Stapleton. - Stapleton?

Ya? Siapa ini?

Prioritas Ultra, Bu.

Perintah dari atas. Inspeksi.

Sungguh?

Kami perlu diberi segala dukungan. Apa perananmu di Baskerville?

Diberi segala dukungan, bukankah itu idenya?

Aku tidak bebas bicara. Rahasia resmi.

Kau dipastikan bebas, dan kusarankan kau tetap begitu.

Jariku terlibat dalam banyak hal.

Aku suka mencampur aduk.

Gen, kebanyakan.

Kadang-kadang, jari betulan.

Stapleton, aku tahu namanya.

Aku ragu.

Orang bilang tak ada yang namanya kebetulan.

Hidupnya pasti membosankan,

BLUEBELL

- Kau sudah bicara dengan putriku? - Kenapa Bluebell harus mati?

- Kelinci itu? - Hilang dari kandang.

- Selalu sugestif. - Kelinci?

- Jelas kerja orang dalam. - Begitukah?

Kenapa? Karena menyala dalam gelap.

Aku tak paham kau bicara apa. Kau siapa?

WASPADA POTENSI PELANGGAN SEKURITI LEVEL 5

Kami sudah cukup lihat. Terima kasih banyak.

- Cuma itu? - Ya. Lewat sini, kan?

Sebentar!

Kita masuk pangkalan militer untuk selidiki kelinci?

CCV1- PERTANYAAN OTORISASI POTENSI PELANGGARAN SEKURITI LEVEL 5

RUJUK HOLMES, MYCROFT

MENDESAK

KAULAKUKAN APA? M

Dua puluh tiga menit. Mycroft makin lambat.

Halo, lagi.

- Mayor. - Ini sungguh keterlaluan.

Kenapa aku tak diberitahu?

Mayor Barrymore, betul?

Ya, bagus.

Amat bagus. Kami amat terkesan. Iya kan, Tn. Holmes?

Amat sangat.

Tujuan Baskerville untuk eliminasi

jenis birokrasi seperti ini. Inspeksi!

Kebijakan baru. Tak bisa tak dipantau selamanya. Terus jalan.

Pak.

PINTU SEKURITI OTOMATIS

ID tak diotorisasi.

- Apa? - Aku baru ditelepon.

Sungguh? Kau siapa?

Pastik ada suatu kesalahan.

Jelas tidak, Mycroft Holmes.

Kesalahan komputer. Semua akan masuk laporan.

- Ada apa? - Semua baik.

Aku tahu siapa tuan-tuan ini.

- Oh, ya? - Aku agak lambat kenali muka,

tapi Tn. Holmes di sini bukan yang kuharapkan muncul di sini.

- Yah-- - Senang jumpa lagi, Mycroft.

Aku dapat kehormatan bertemu Pak Holmes di konferensi WHO di...

Brussel, betul?

Wina.

Wina, betul.

Ini Tn. Mycroft Holmes, Mayor. Pasti ada kesalahan.

Biarkan di benakmu, Dr. Frankland.

- Akan kuantar mereka keluar, Kopral. - Baik. Pak.

- Terima kasih. - Ini tentang Henry Knight, kan?

Sudah kuduga.

Aku tahu dia mau bantuan, tapi tak kukira

dia akan hubungi Sherlock Holmes.

Jangan khawatir, aku tahu siapa kau. Aku ikuti situs webmu.

- Kukira kau akan pakai topinya. - Itu bukan topiku.

- Hampir tak kukenal tanpa topi. - Bukan topiku.

- Aku suka blognya, dr. Watson. - Terima kasih.

Yang pink itu. Dan tentang kruk aluminium.

- Ya. - Kau kenal Henry Knight?

Aku lebih kenal ayahnya.

Dia punya banyak teori gila tentang tempat ini.

Dia teman baik.

Aku tak bisa bicara sekarang.

Ini nomor ponselku.

Jika aku bisa bantu dengan Henry, telepon aku.

Aku tak pernah tanya, Dr. Frankland, tepatnya apa yang kaulakukan di sini?

Tn. Holmes, aku mau cerita, tapi tentu ssja, aku harus membunuhmu.

Ambisimu luar biasa.

- Ceritakan tentang Dr. Stapleton. - Aku tak pernah menjelekkan rekan.

Kalau baik akan kaupuji. Kau jelas tak lakukan.

Kelihatannya begitu.

- Akan kuhubungi. - Kapan saja.

Jadi?

- Jadi? - Ada apa dengan kelinci itu?

Oh, bisakah kita tak lakukan kali ini?

- Lakukan apa? - Kau berlagak misterius dengan...

tulang pipimu,

dan naikkan kerah mantelmu agar tampak keren.

- Aku tak lakukan itu. - Iya saja.

Jadi, surel dari Kirsty. Kelinci bercahaya yang hilang.

Kristy Stapleton yang ibunya spesialis dalam manipulasi genetik.

Dia buat kelinci putrinya bercahaya dalam gelap?

Mungkin gen fluoresen.

Dikeluarkan dan disambung ke spesimen. Cukup mudah sekarang.

Jadi...?

Kita tahu Dr. Stapleton lakukan percobaan genetik rahasia pada hewan.

Pertanyaannya apakah dia lakukan pada yang lebih mematikan dari kelinci?

Biar adil, itu bidang yang cukup luas.

- Hai. - Hai.

Mari masuk.

Ini...

Kau...

kaya?

- Ya. - Oh.

Ada-- Beberapa kata yang terus aku lihat.

- Liberty... - Liberty?

Liberty. Dan..

in. [dalam]

Cuma itu.

Sudah selesai?

- Ada artinya? - Kebebasan dalam kematian.

Itu ungkapan, kan? Kebebasan nyata satu-satunya.

Lalu apa sekarang?

- Sherlock, ada rencana? - Ya.

- Baik. - Kami bawa kau kembali ke padang,

- Oke. - lihat adakah yang menyerangmu.

- Apa? - Harus ambil tindakan.

Malam hari?

- Kau mau aku ke sana malam hari? - Itu rencanamu?

- Ada ide lebih bagus? - Itu bukan rencana.

Bila ada monster, cuma bisa satu.

Temukan di mana ia tinggal.

Sherlock.

U, M...

Q...

R...

A.

UMQRA

U-M-Q-R-A

Umqra?

Sherlock.

BAHAYA

Sherlock.

Sherlock.

Ketemu temanmu.

- Apa? - Dr. Frankland.

Oh. Bob, ya.

- Tampaknya cukup cemas tentangmu. - Dia memang suka cemas.

Dia amat baik padaku sejak aku kembali.

- Dia kenal ayahmu? - Ya.

Dia kerja di Baskerville. Ayahmu ada masalah dengan itu?

Teman adalah teman, bukan? Lihatlah kau dan John.

Ada apa dengan kami?

Maksudku, dia pria cukup lugu,

dan kau...

Mereka setuju tak pernah bicarakan kerja.

Paman Bob dan ayahku.

Lembah Dewer.

Sherlock.

Ya Tuhanku.

Ya Tuhanku.

Kau lihat itu?

- Kau dengar itu? - Kita melihatnya.

Tidak, aku tak lihat apa-apa.

Apa? Kau bicara tentang apa?

Aku tak lihat apa-apa.

Dia pasti sudah lihat.

Aku lihat. Dia pasti lihat juga.

Dia pasti. Aku--

Kenapa?

Kenapa dia bilang itu?

Ada di sana. Betul.

Henry, duduklah.

- Coba rileks. - Aku baik. Aku merasa baik.

Akan kuberi sesuatu untuk bantu tidur.

Ini berita bagus, John.

Ini bagus.

Aku tidak gila.

Ada anjing di sana. Ada.

Dan Sherlock lihat juga. Apa pun yang dia bilang.

Dia melihatnya.

Dia agak parah. Dia gila.

Sepenuhnya yakin ada anjing mutan super berkeliaran di padang.

Tidak ada, kan?

Jika ada cara buat anjing mutan super, kita akan tahu.

Akan dijual. Begitu cara kerjanya.

Dengar, di padang, aku lihat ada yang kirim sinyal. Morse.

Aku duga Morse. Kelihatannya tak masuk akal.

U-M-Q-R-A. Ada artinya?

Baik, apa yang kita punya?

Kita tahu ada tapak kaki karena ditemukan Henry,

juga pemandu tur itu.

Kita semua dengar sesuatu.

Mungkin kita perlu cari yang punya anjing besar.

- Henry benar. - Apa?

Aku lihat juga.

- Apa? - Aku lihat juga, John.

Sebentar. Kau lihat apa?

Seekor anjing.

Di sana di Lembah?

Anjing pemburu raksasa.

Sherlock, kita harus rasional tentang ini.

Baik, sekarang kau...

dari semua orang, tak bisa cuma--

Kita berpegang pada yang kita tahu, ya? Berpegang pada fakta.

Kesampingkan yang tak mungkin, sisanya, meski mustahil,

pasti benar.

Apa artinya?

Lihat aku. Aku takut, John.

Takut.

Sherlock.

Aku selalu bisa menjauhkan diri.

Memisahkan diri dari perasaan.

Tapi lihat. Tubuhnku mengkhianatiku.

Menarik, ya? Emosi.

Debu di lensa, lalat dalam salep.

Ya, baik.

Spock, cuma--

Santai saja.

Kau agak tegang belakangan ini. Kau tahu itu.

Aku pikir kau pergi ke sana dan sedikit terbawa emosi.

Terbawa emosi?

- Gelap dan menakutkan. - Aku?

Aku baik-baik saja.

Sherlock...

- Sherl-- - Aku baik-baik saja.

Kau mengerti?

Kau mau aku buktikan, ya?

Kita cari anjing. Teori hebatmu.

Bagus. Luar biasa. ya. Di mana harus mulai?

Bagaimana dengan mereka? Janda dan putranya, nelayan menganggur.

- Jawabannya ya. - Ya?

Ia punya anjing West Highland,

- bukan yang kita cari. - Sudah.

Sweternya jarang dipakai. Jelas tak nyaman.

Mungkin karena bahan atau polanya. Sepertinya hadiah. Natal.

Dia mau mengambil hati ibunya. Kenapa? Uang?

Traktir ibu makan, tapi porsi dia kecil.

Untuk beri kesan ibu, tapi irit untuk dirinya.

Mungkin ia tak lapar.

Piring kecil, makanan pembuka.

Dia jilat bersih. Ibu hampir habiskan puding.

Jika ibu yang bayar, ia akan makan banyak.

Dia lapar. Lihat dari manset dan sepatunya.

"Dia ibunya?" Siapa lagi yang hadiahi itu?

Bisa bibi atau kakak. Ibu lebih cocok.

Dia nelayan, bekas luka di tangannya khas. Kail ikan.

Luka lama, tanda dia sudah lama menganggur.

Sedikit industri di sini, minta ibunya yang janda bantu.

"Janda?" Ya. Ada cincin kawin pria di kalungnya.

Terlalu besar untuk jarinya. Baju rapi, perhiasan murah

Bisa beli yang lebih baik, tapi ia simpan.

Anjingnya? Bulu tipis di kakinya, dari runjakan anjingnya.

Tak ada bulu di atas lutut, berarti anjing kecil.

West Highland bernama Whisky. "Kok tahu?"

Dia sekereta dengan kita.

Aku dengar dia panggil namanya.

Aku gunakan inderaku. Jadi, aku baik.

Aku tak pernah lebih baik, jadi biarkan aku sendiri.

Ya, oke.

Oke.

Kenapa dengarkan aku? Aku cuma temanmu.

Aku tak punya teman-teman.

Tidak.

Entah kenapa.

Tn. Selden, kaulakukan lagi.

Terus tersangkut sabukku.

Ya, Tuhan.

TERAPIS HENRY SEDANG DI BAR CROSS KEY

Jadi?

WAWANCARAI DIA?

UNTUK APA?

MENGUNDUH GAMBAR...

Oh, kau jahanam.

Selamat pagi.

- Itu amat kejam. - Maaf.

Anggur lagi, dokter?

- Kau coba buat aku mabuk? - Tak pernah terpikirkan.

Karena tadi kukira kau merayuku.

- Di mana salahnya? - Kau mulai tanya tentang pasienku.

Aku salah satu teman lama Henry.

Dia salah satu pasienku. Tak bisa diskusikan dia.

Dia sudah cerita padaku semua teman lamanya.

Kau yang mana?

Yang baru?

Ayahnya. Dia bukan salah satu pasienmu.

Bukankah dia gila konspirasi. Teoris?

- Cuma gila bila salah. - Dan apakah dia salah?

Kupikir begitu.

Dia terobsesi pada Baskerville, kan?

Dengan yang mereka lakukan di sana.

Tak mungkinkah Henry lakukan yang sama, mulai bayangkan anjing?

Kenapa kaukira aku akan diskusikan dia?

Karena kau cemas tentangnya, karena aku dokter juga.

Dan karena aku punya teman lain yang...

mungkin punya masalah sama.

Dr. Watson.

- Hai. - Helo.

- Bagaimana investigasinya? - Halo.

Apa? Investigasi?

Kau tak tahu? Tidak baca blognya? Sherlock Holmes.

- Itu... - Sherlock siapa?

- Detektif swasta. Ini asistennya. - Asisten?

- Asisten serumah. - Sempurna.

- Serumah. - Ini dr. Mortimer, terapis Henry.

Oh, halo. Bob Frankland.

Beritahu Sherlock aku sudah awasi Stapleton.

Kapan saja dia mau mengobrol. Ya?

Kenapa tak belikan dia minum?

Kupikir dia menyukaimu.

Pagi. Bagaimana perasaanmu?

Aku--

- Aku tak tidur nyenyak. - Sayang sekali.

Mau kubuatkan kopi? Lihat, ada yang lembab.

Dengar,

semalam...

kenapa kau bilang tak lihat apa-apa?

Aku cuma lihat anjingnya sebentar.

- Anjing pemburu? - Apa?

Kenapa kau sebut anjing pemburu? Kenapa?

- Maksudmu apa? - Aneh, ya?

Pilihan kata yang aneh, kuno. Itu alasan kuambil kasusnya.

"Tn. Holmes, ada tapak kaki anjing pemburu raksasa."

Kenapa bilang "anjing pemburu"?

- Entah... - Kopinya tak jadi.

KENANGAN PENUH CINTA ALBERT V. LASSETER DORCAS

Ada kemajuan dengan kode morse itu?

- Tidak - U-M-Q-R-A, kan?

Umqra

- Tak ada. - Umqra--

U.M.Q.R.A

Lupakan saja. Kukira ada artinya. Tapi tak ada.

- Yakin? - Ya.

Bagaimana dengan Louise, ada kemajuan?

- Tidak. - Sayang.

Kau dapat informasi?

- Kau melucu sekarang? - Kupikir bisa pecahkan es.

Lucu tak cocok denganmu. Tetap es saja.

- John. - Sudahlah.

Kejadian semalam. sesuatu terjadi padaku,

- sesuatu yang belum pernah kualami. - Ya, takut.

- Sherlock Holmes takut. - Lebih dari itu.

Keraguan. Aku merasa ragu.

Aku selalu bisa mempercayai inderaku, bukti mataku sendiri, sampai semalam.

Kau tak bisa percaya telah lihat sejenis monster?

Tidak, aku tak bisa percaya.

Tapi aku melihatnya. Pertanyaannya kok bisa? Kok bisa?

Ya.

Ya, baik.

Jadi, kau bisa selidiki lebih lanjut. Semoga sukses.

Yang kubilang tadi, John. Aku serius.

Aku tak punya teman-teman.

Aku cuma punya satu.

Baik.

John.

John!

Kau luar biasa. Kau fantastis.

Ya, baik. Jangan berlebihan.

Bukan yang paling terang tapi sebagai konduktor cahaya,

- kau tak terkalahkan. - Apa?

Orang yang bukan jenius bisa menstimulasi yang lain.

Kau bilang maaf tadi. Jangan dirusak.

Jadi apa yang kulakukan yang menstimulasi?

- Ya? - Bagaimana kalau bukan baru?

Bagaimana kalau huruf tunggal?

H.O.U.N.D.

- Kaupikir singkatan? - Tak tahu sama sekali, tapi...

- Apa yang kaulakukan di sini. - Senang ketemu juga.

Aku sedang liburan, percaya?

Tidak.

- Halo, John. - Greg.

Aku dengar kau di sekitar sinii. Ngapain aja?

Kau buru anjing neraka, seperti di TV?

Aku tunggu penjelasan, Inspektur. Kenapa kau di sini?

- Liburan. - Kau sudah gosong.

Kau baru kembali dari liburan.

Aku mau lagi.

Ini Mycroft, kan?

- Dengar-- - Tentu saja.

Sebut Baskerville dan dia kirim penjinak untuk memata-mataiku.

Itukah alasan kau dipanggil Greg?

- Itu namanya. - Betul?

Ya, jika kau peduli cari tahu. Aku bukan penjinakmu.

Aku tak hanya turuti perintah kakakmu.

Mungkin kau orang yang kami mau.

Kenapa?

Aku tak hanya diam, Sherlock.

Mungkin aku sudah temukan sesuatu. Di sini.

Entah ini relevan. Kelihatannya mungkin.

Banyak sekali daging

- untuk restoran vegetarian. - Hebat.

Inspektur dari Scotland Yard

yang bisa telepon orang mungkin berguna.

Toko.

- Apa ini? - Kopi. Aku buat kopi.

- Kau tak pernah buat kopi. - Baru saja.

Tak perlu terus minta maaf.

Terima kasih.

Aku tak pakai gula.

Ini catatan hampir dua bulan.

Ini enak. Bagus.

Apakah ide muncul setelah acara TV disiarkan?

Aku.

Itu aku.

Maaf, Gary. Aku tak bisa tahan diri.

Aku makan roti isi ham di pesta Cal dan jadi ketagihan.

- Upaya bagus. - Dengar...

kami cuma mau coba dorong promosi.

Biarkan anjing besar keliaran di padang. Hadiah dari surga.

Seperti kami punya monster Loch Ness sendiri.

Dan kau simpan di mana?

Di bekas tambang.

Tak terlalu jauh.

- Dia baik di sana. - Dulunya.

Tak bisa dikontrol. Ganas.

Lalu, sebulan lalu...

Billy bawa ke dokter hewan, dan...

Dia mati?

Disuntik mati.

Ya. Tak ada pilihan.

Jadi, sudah tamat.

- Itu cuma lelucon. - Ya, lucu sekali.

Kau hampir buat orang gila.

Dis sebenarnya senang kau di sini.

- Diam-diam senang. - Betul?

Itu bagus.

Dia senang wajah yang sama kembali bersama.

Tertarik pada...

Pada...

Asperger-nya.

Kau percaya anjing itu dimusnahkan?

- Tak ada alasan untuk tidak. - Semoga tak apa-apa.

Entah mereka mau dituduh apa?

Aku akan bicara dengan polisi lokal.

Baik kalau begitu. Sampai nanti.

Aku menikmati ini. Mengeluarkan London dari paru-paru.

Itu anjing mereka

- yang dilihat di padang? - Rupanya.

- Bukan itu yang kau lihat.

- Itu bukan anjing biasa. - Bukan. Raksasa.

Mata merah membara dan bersinar, John.

Seluruh badannya bersinar.

Ada teori, tapi perlu kembali ke Baskerville untuk mengujinya.

Caranya? Pakai trik kartu ID lagi?

Mungkin tidak harus.

Kakak sayang. Apa kabar?

Selamat sore, Pak. Bisa matikan mesinnya? Terima kasih.

Aku perlu temui Barrymore setelah masuk.

- Baik. - Artinya kau harus mulai cari

- anjing itu. - Oke.

Di lab. Punya Stapleton dulu.

Bisa bahaya.

Dengan senang hati.

Kuberi akses tak terbatas di tempat ini. Kenapa tidak?

- Permintaan simpel. - Belum pernah dengar yang seaneh ini.

Beri aku 24 jam. Itu yang kunegosiasikan.

Tak sedetik lebih.

Aku mungkin harus patuhi perintah,

tapi tak harus suka. Entah apa yang mau kautemukan di sini.

- Mungkin kebenaran. - Tentang apa?

Oh, aku mengerti.

Dari mantel besarnya.

Kau salah satu dari konspirasi, kan?

Baik, silakan, carilah.

- Monster, cahaya kematian, mahkluk asing. - Kau punya itu?

Cuma mau tahu.

Beberapa. Mendarat di sini tahun 60-an.

Kami sebut Abbott dan Costello.

Semoga sukses, Tn. Holmes.

Oh, Tuhan!

JANGAN MASUK... KECUALI MAU MASUK ANGIN!

Oh, Tuhan.

Ayolah.

Apa...?

Halo?

Tidak. Ayolah.

Tidak, kau--

Jangan konyol. Angkat.

Sialan.

Baik.

Di sini. Di sini denganku.

Kau di mana?

Keluarkan aku, Sherlock. Kau harus keluarkan aku.

Lab besar. Lab pertama yang kita lihat.

John?

- John? - Sherlock. Tolonglah.

Kau akan kutemukan. Terus bicara.

Tak bisa. Dia akan dengar aku.

Terus bicara. Apa yang kaulihat?

- John? - Ya, aku di sini.

Kau bisa lihat apa?

Entah.

Entah, tapi aku bisa dengar.

- Kau dengar itu? - Tetap tenang.

Kau bisa melihatnya?

Kau bisa melihatnya?

Tidak, aku...

Aku bisa lihat.

Ada di sini.

Ada di sini.

Kau baik? John?

Ya Tuhan. Tadi itu anjingnya.

Sherlock, tadi di sini.

Sumpah, Sherlock. Pasti--

Kau melihatnya? Pasti.

Tak apa.

Sudah oke sekarang.

Tidak.

Tidak oke. Aku lihat. Aku salah.

- Jangan lompat ke kesimpulan. - Apa?

- Kau lihat apa? - Anjing itu.

- Besar, mata merah? Bersinar? - Ya.

- Tidak. Aku tipu tentang yang besinar. - Apa?

Kau lihat apa yang kauharapkan karena kuberitahu. Kau dibius.

- Kita semua dibius. - Dibius?

- Bisa jalan? - Tentu bisa.

Ayolah. Saatnya untuk mengusir setan.

Oh, kembali lagi?

- Ada apa kali ini? - Pembunuhan, Dr. Stapleton.

Pembunuhan berdarah dingin.

Mau beritahu Kristy apa yang terjadi dengan Bluebell atau aku saja?

Baik.

- Kau mau apa? - Boleh pinjam mikroskopmu?

Yakin kau oke?

- Kau kelihatan pucat. - Tidak, aku baik.

Gen GFP dari ubur-ubur, seandainya kau tertarik.

- Apa? - Di dalam kelinci.

Oh, baik, ya.

Aequorea victoria, jika kau sungguh mau tahu.

- Kenapa? - Kenapa tidak?

Kami tak tanya seperti itu di sini. Tak boleh.

Itu kesalahan. Putriku dapat salah satu spesimen lab,

jadi Bluebell malang harus pergi.

- Rasa ibamu berlebihan. - Aku tahu.

Kadang aku benci diriku sendiri.

Kau bisa percaya padaku. Aku dokter.

Apa lagi yang kau sembunyikan di sini?

Jika kau bisa bayangkan,

sesorang mungkin lakukan di suatu tempat. Itu pasti.

- Pengklonaan? - Ya, tentu.

Dolly si domba, ingat?

- Pengklonaan manusia? - Kenapa tidak?

Bagaimana dengan hewan? Bukan domba?

Hewan besar.

Ukuran bukan masalah. Sama sekali.

Batasannya cuma etika dan hukum,

dan keduanya bisa amat fleksibel.

- Tapi tidak di Baskerville. - Tak ada!

- Yesus. - Tak ada di sana.

Tak masuk akal.

- Kau berharap temukan apa? - Obat, tentu. Pasti obat.

Halusinogen atau sejenis deliriant.

Tak ada jejaknya dalam gula.

- Gula? - Ya. Proses eliminasi sederhana.

Aku lihat anjing itu, seperti yang diharapkan imajinasiku

Monster yang direkayasa genetik.

Aku tahu mataku tak bisa dipercayai, jadi ada tujuh alasan.

Yang paling mungkin narkotik.

Henry Knight, dia lihat juga, tapi kau tidak, John. Kau tidak lihat.

Kita makan dan minum yang sama sejak tiba di Grimpen,

kecuali satu. Kau tak pakai gula dalam kopi.

Jadi...?

Aku ambil dari dapur Henry, gulanya.

Tidak apa-apa.

- Tapi mungkin bukan obat. - Tidak. Pasti obat.

Kok bisa masuk sistem kita? Caranya?

Pasti ada sesuatu. Sesuatu...

Sesuatu...

Sesuatu yang dikubur dalam.

Keluar.

- Apa? - Keluar. Aku perlu ke istana pikiranku.

Apamu?

Dia takkan banyak bicara, sebaiknya kita pergi.

- Apanya? - Oh, istana pikirannya.

Itu teknik mengingat, sejenis peta mental.

Kau buat peta dengan lokasi. Tak perlu tempat nyata.

Simpan ingatan di sana.

Kau takkan lupa. Cuma perlu cari jalan kembali ke sana.

Lokasi kayalan bisa apa saja, rumah atau jalan?

- Ya. - Dia bilang istana.

Dia bilang istana.

Iya.

HOUND

BEL LIBERTY POLA LIBERTY

LIBERTY

POLA LIBERTY

LIBERTY LONDON

BEL LIBERTY

PAWAI BEL LIBERTY

JOHN PHILIP SOUSA

LIBERTY

INGOLSTADT

INDIUM NOMOR ATOM = 49

ANJING SERIGALA

ANJING HOUND

Hound.

LIBERTY, INDIANA

H.O.U.N.D

Ya, Tuhan.

Ya, Tuhan. Aku amat...

Maafkan aku.

- John. - Ya, sudah.

Proyek HOUND

Aku pasti pernah baca tentang itu, tersimpan.

Percobaan di fasilitas CIA Liberty, Indinana

NAMA PENGGUNA STAPLETON_5655//125

KATA SANDI

ISIKAN STRING PENCARIAN

H-O-U-N-D.

MENCARI

TAK ADA AKSES RAHASIA CIA KODE OTORISASI

Aksesku cuma sejauh ini.

Pasti ada override, kata sandi?

Mungkin, tapi yang bisa Mayor Barrymore.

Kata sandi.

Kata sandi.

Dia duduk di sini waktu berpikir.

- Gambarkan dia untukku, - Kau sudah ketemu dia.

Tapi gambarkan dia.

Dia saklek, model kuno. Jenis yang dikirim ke Suez.

Bagus, luar biasa, kuno.

Tradisional. Bukan jenis yang pakai nama anaknya.

Dis suka pekerjaanya dan ini berkaitan. Ada apa yang sejajar mata?

Buku. Jane's Defence Weekly, Buku jilidan.

Hannibal. Wellington.

Rommel. Sejarah Bangsa Berbahasa Inggris - Churchill,

empat volume.

Churchill. Dia suka Churchill.

Masa di Downing Street. Lima biografi Thatcher.

Tahun 1980-an. Ayah dan anak.

Barrymore Tua, medali, Penghargaan Kehormatan.

Tanggalnya, veteran Malvinas.

Thatcher lebih cocok dari Churchill.

Itu kata sandinya.

Dengan orang seperti Mayor Barrymore cukup nama depan.

TAK ADA AKSES RAHASIA CIA KODE OTORISASI

MARGARE

MAGGIE

OVERRIDE 300/421 DITERIMA

SUGESTIBILITAS EKSTREM

KETAKUTAN DAN STIMULUS

TEROR TERKONDISI

DISPERSAN AEROSOL

MARY USLOWSKI - ELAINE DYSON RICK NADER - JACK O'MARA - LEONARD HANSEN

HOUND

Hound.

PARANOIA

KERUSAKAN LOBUS DEPAN PARAH

DARAH OTAK

AKSELERASI BAHAYA

TRAUMA KRANIAL

BEBERAPA PEMBUNUHAN

Ya, Tuhan.

Proyek HOUND.

Obat delirian baru

yang buat pengguna mengalami sugesti berat.

Mau digunakan sebagai senjata anti personel

agar musuh disorientasi dengan ketakutan dan stimulus.

Tapi ditutup dan disembunyikan 1986.

- Karena efeknya pada subjek tes. - Dan kelakuan mereka pada yang lain.

Paparan lama buat mereka gila.

Buat mereka agresif tak terkendali.

Jadi, ada yang melakukan lagi.

- Teruskan percobaan. - Coba memperbaikinya mungkin.

- Selama 20 tahu terakhir. - Siapa?

Nama itu ada artinya bagimu?

Tidak sama sekali.

Lima ilmuwan utama.

Dua puluh tahun lalu.

Mungkin teman kita ada di foto.

Orang yang cukup umur saat percobaan dilakukan 1986.

Mungkin yang bilang "ponsel" sebab pernah tinggal di AS.

Kau ingat, John?

Ini nomor ponselku.

Dia beri kami nomornya untuk jaga-jaga.

Ya Tuhan, Bob Frankland.

Tapi Bob tak kerja pads-- Dia virologis.

- Ini perang kimia. - Itu di mana dia mulai.

Keyakinannya tak pernah hilang,

obsesi bahwa obat itu sungguh bisa bekerja.

Dia baik berikan nomornya.

Ayo kita atur pertemuan.

H.O.U.N.D LIBERTY, IN

Halo?

- Siapa ini? - Kau harus temukan Henry.

Ini Louise Mortimer.

Louise, ada apa?

Henry--

Ingat sesuatu. Lalu...

dia coba...

Dia bawa pistol. Dia ambil pistol dan coba--

Apa?

Dia sudah pergi. Harus kau hentikan. Entah dia mau apa?

Ke mana--? Kau di mana?

Rumahnya. Aku baik.

Tinggal di sana. Akan kukirim orang, oke?

- Henry? - Dia menyerangnya.

Pergi? Cuma ada satu tujuan. Kembali ke tempat awalnya.

Lestrade, pergi ke Lembah. Lembah Dewer. Bawa senjata.

Maafkan aku.

Maafkan aku. Ayah.

Tidak, Henry. Tidak!

Mundur. Menjauh dariku!

Santai, Henry. Rileks.

Aku tahu apa aku ini. Aku tahu aku coba apa.

- Turunkan pistolmu. Tak apa. - Tidak, kutahu apa aku ini.

Aku yakin kau tahu, Henry.

Sudah dijelaskan semua padamu, kan?

- Dijelaskan dengan saksama. - Apa?

Seseorang perlu membungkammu,

perlu membuatmu tetap anak-anak, mewujudkan mimpi bersamamu,

karena kau mulai ingat.

Ingat, Henry. Kau harus ingat apa yang terjadi di sini

waktu kau kecil.

Kupikir...

dia sudah terkam ayahku.

Anjingnya. Kupikir-- Oh, Yesus!

Tidak-- Aku tak tahu lagi! Tidak!

- Tidak. - Henry, Demi Tuhan.

Henry, ingat. Liberty in. Dua kata.

Dua kata yang dilihat bocah ketakutan 20 tahun lalu.

Kau mulai saling kaitkan. Ingat kejadian malam itu.

Itu bukan hewan, kan, Henry?

Bukan monster.

Lelaki.

H.O.U.N.D. LIBERTY, IN

Kau tak bisa hadapi.

Kau cuma anak kecil.

Jadi, kau rasionalkan jadi sesuatu yang lain.

Lalu kau mulai ingat, jadi kau harus dihentikan.

Dibuat gila supaya tak ada yang percaya kata-katamu.

Sherlock!

Tak apa.

Tak apa, Kawan.

Tapi kami lihat, anjing itu, semalam.

- Kami lihat. Kami-- - Tidak, tapi ada anjing, Henry,

yang meninggalkan tapak kaki, menakuti saksi, cuma anjing biasa.

Kami berdua lihat, seperti yang diinginkan otak terbius kami.

Ketakutan dan stimulus, itu cara kerjanya.

Tapi tak pernah ada monster.

Sherlock?

- Tidak. - Henry.

Sherlock.

Tidak.

- Henry. - Tidak.

Sherlock, kau lihat ini?

Dia tak terbius, Sherlock, jadi itu apa?

- Oh, tidak. - Apa itu?

Masih di sini.

Cuma anjing. Henry.

Tak lebih dari anjing biasa.

Tuhanku!

Ya, Tuhan!

Tidak!

Tidak, bukan kamu.

Bukan kamu!

- Kabutnya. - Apa?

Kabutnya. Obatnya di kabut.

Dispersan aerosol, ada di catatan.

Proyek H.O.U.N.D. Itu kabut.

Medan ranjau kimia.

Demi Tuhan, bunuh dia!

Lihatlah, Henry.

- Tidak. - Ayo, lihatlah.

Kau bangsat.

Kau...

Bangsat!

Dua puluh tahun! Dua puluh tahun hidupku tak masuk akal!

Kenapa tak bunuh aku saja?

Sebab orang mati didengarkan. Dia perlu lakukan lebih dari bunuh kau.

Dia harus sanggah tiap kata yang kau katakan tentang ayahmu.

Dan dia punya caranya di kakinya.

Medan ranjau kimia, bantalan tekanan di tanah,

membuatmu terbius tiap kali kau kembali ke sini.

Senjata pembunuh dan lokasi kejahatan sekaligus.

Kasus ini, Henry. Terima kasih.

- Ini hebat. - Sherlock.

Apa?

Waktunya.

- Tak bagus? - Tidak-- Tak apa.

Tak apa.

Sebab ini berarti...

Ini berarti ayahku benar.

Dia temukan sesuatu, kan?

Sebab itu kau bunuh dia, karena dia benar,

dan dia menemukanmu...

di tengah percobaan.

Frankland!

- Frankland! - Terus lari.

Ayo, cepat!

Tak ada gunanya, Frankland!

Terima kasih, Bill.

Jadi, tak disuntik mati, anjingnya?

Jelas. Mereka tak tega melakukannya.

Aku mengerti.

Tidak.

- Tidak. Sentimen? - Sentimen.

Apa yang terjadi denganku di lab?

- Kau mau saus? - Aku tidak pergi ke Lembah.

Kok aku dengar di sana? Ketakutan dan stimulus, katamu.

Kau pasti terbius di tempat lain. Di lab.

Kau lihat pipa, cukup tua, bocor seperti saringan.

Pipa itu berisi gas, jadi...

- Saus tomat yang coklat? - Sebentar.

Kau pikir ada di gula. Kau yakin ada di gula.

Sebaiknya aku jalan. Ada kereta berangkat dalam 1/2 jam.

Oh, Tuhan. Itu kamu.

Kau kunci aku di lab itu.

Terpaksa. Itu percobaan.

Percobaan? Aku takut, Sherlock.

Takut setengah mati.

Kupikir obat di gula, jadi kopimu kuberi.

Lalu kuatur semua dengan Mayor Barrymore.

Sepenuhnya ilmiah. Kondisi laboratorium.

- Ada di sini denganku. -Terus bicara. Kau akan kutemukan.

- Terus bicara. - Tak bisa. Ia akan dengar aku.

Katakan kau lihat apa?

Entah, tapi aku bisa dengar sekarang.

Kutahu apa efeknya pada otak superior.

Aku perlu coba pada yang rata-rata.

Kau tahu maksudku.

- Tapi tidak di gula. - Tidak.

Aku tak tahu kau sudah terpapar gas.

- Jadi, kau salah. - Tidak.

Kau salah. Tidak di gula.

- Kau salah. - Sedikit.

Takkan terjadi lagi.

Ada efek jangka panjang?

Tidak ada sama sekali. Kau akan baik setelah dikeluarkan.

Mungkin aku sudah bereskan itu.

- Mau ke mana? - Cuma sebentar.

Aku mau ke belakang.

Baik, biarkan dia pergi.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.