Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Seniman besar bilang...
makin sering teko dipakai...
akan semakin indah.
Teko ini dirawat dengan terus tuangkan teh di permukaannya.
Lapisan yang tertinggal di tanah liat ciptakan patina yang indah.
Beberapa teko, tanah liatnya dipoles oleh teh yang dibuat 400 tahun lalu.
Museum ini akan tutup dalam sepuluh menit.
Empat ratus tahun. Mereka izinkan kau gunakan untuk buat teh.
Beberapa hal tak seharusnya diam di balik kaca.
Mereka dibuat untuk disentuh, dirawat.
Teko ini butuh perhatian.
Tanahnya retak.
Tak paham bagaimana siraman teh membantu.
Kadang, kau hanya perlu perhatikan sesuatu... untuk lihat nilainya.
Lihat?
Ini bersinar lebih cerah.
Apa kau mau...
Apa kau mau minum?
Bukan teh, tentunya.
Di pub, bersamaku, malam ini.
Kau takkan suka aku.
Bisa kuputuskan sendiri?
Aku tak bisa.
Maafkan aku.
Berhenti tanya.
Apa itu keamanan?
Halo?
Penyelia bisa pergi ke...?
Barang tak diduga di area pengemasan. Silakan coba lagi.
Barang tak terpindai. Coba lagi.
Bisa pelankan suaramu?
Kartu tidak sah.
- Ya, baik. Aku paham. - Pakai metode pembayaran lain.
Kartu tidak sah.
- Gunakan metode pembayaran lain. - Simpan saja.
Kau lama.
- Aku tak jadi belanja. - Kenapa?
Karena aku bertengkar di toko dengan mesin cip dan PIN.
Kau bertengkar dengan mesin?
Begitulah. Dia duduk, kuteriaki.
- Kau punya tunai? - Bawa kartuku.
Kau bisa pergi sendiri. Kau duduk
sepanjang pagi dan tak bergerak.
Apa yang terjadi dengan kasus itu, berlian Jaria?
Tidak tertarik.
Kukirim pesan.
Holmes.
Jangan cemaskan aku. Aku bisa.
Sherlock, Apa kabar?
Ada "insiden" di bank, kuharap kau bisa selesaikan.
- Itu komputerku? - Tentu.
- Apa? - Punyaku di kamar.
Dan kau tak bisa bangkit?
- Itu pakai Sandi. - Bisa dibilang begitu.
Butuh semenit untuk menebak. Bukan Fort Knox.
Terima kasih.
- Harus cari kerja. - Bosan.
Dengar.
Jika kau bisa pinjamkan...
Sherlock, kau dengar?
Aku harus ke bank.
Ya, saat bilang kita akan ke bank...
Sherlock Holmes.
- Sherlock Holmes. - Sebastian.
Sudah berapa lama? Delapan tahun sejak kita bertemu?
Ini temanku, John Watson.
- Teman? - Kolega.
Baik.
Silakan duduk.
- Mau minum? Kopi, air? - Tidak.
Tidak? Kami tak apa, terima kasih.
Jadi, kau baik. Sering ke luar negeri.
- Jadi? - Terbang keliling dunia,
dua kali sebulan.
Benar. Kau lakukan itu.
Kami sekampus, dan pria ini punya trik khusus.
Ini bukan trik.
Dia bisa melihatmu dan ceritakan hidupmu.
- Ya, aku tahu. - Membuat orang takut. Kami membencinya.
Kami datang sarapan di aula.
Dia tahu kau habis bercinta.
- Hanya amati. - Teruskan.
Dua perjalanan sebulan, terbang keliling dunia? Benar.
Tahu dari mana?
Kau akan bilang ada noda di dasiku dari saus yang cuma ada
- di Manhattan? - Tidak...
Mungkin lumpur di sepatuku?
Aku bicara dengan sekretarismu.
Dia beri tahu.
Aku senang kau datang. Kami diterobos.
Kantor Sir William, mantan kepala bank.
Ruangannya dibiarkan seperti memorial.
Seseorang masuk semalam.
Apa yang dicuri?
Tak ada. Hanya tinggalkan pesan.
Enam puluh detik.
Jadi, seseorang ke atas sini tengah malam,
cipratkan cat, lalu pergi dalam semenit.
Berapa jalan ke ruang itu?
Itu yang menarik.
Tiap pintu yang terbuka di bank ini, dicatat di sini.
Setiap lemari, setiap toilet.
Pintu tak terbuka semalam?
Ada lubang di keamanan.
Temukan dan kami bayar, lima digit.
Ini uang mukanya.
Katakan caranya.
- Uang lebih besar menanti. - Tak butuh insentif, Sebastian.
Dia...
Dia bercanda, tentu. Bisa kuurus untuknya?
Terima kasih.
Dua kali keliling dunia bulan ini.
Kau tak tanya sekretaris. Hanya membuatnya kesal.
Tahu dari mana?
- Lihat arlojinya? - Arloji?
Waktunya benar, tanggalnya salah. Artinya dua hari lalu.
Lintasi garis waktu dua kali, tak perbaiki.
- Dalam sebulan? Dari mana? - Breitling baru. Rilis Februari.
Baik. Menurutmu kita perlu lihat-lihat dulu?
Dapat semua yang perlu kuketahui.
Grafiti itu pesan.
Seseorang di Bank kerja di lantai dagang.
- Kita temukan penerimanya dan... - Mengarah ke pengirim?
- Jelas. - Ada 300 orang di sini.
- Untuk siapa itu? - Pilar.
- Apa? - Pilar dan layar.
Kau bisa lihat grafiti dari sedikit tempat.
Dan pesan dibuat pukul 11.34 semalam. Itu cerita banyak.
- Benar? - Trader kerja 24 jam.
Dagang dengan Hong Kong.
Pesan untuk seseorang yang datang tengah malam.
Tak banyak Van Coons di buku telepon.
Taksi.
Bagaimana sekarang?
Duduk dan tunggu dia pulang?
Baru pindah.
- Apa? - Label baru.
Mungkin baru diganti.
Tak ada yang begitu.
Halo?
Hai, aku tinggal di flat di bawahmu. Kurasa kita belum bertemu.
Belum. Aku baru pindah.
Sebenarnya, kunciku tertinggal di flat.
- Mau kubukakan? - Ya.
- Boleh pinjam balkonnya? - Apa?
Sherlock?
Sherlock, kau tak apa?
Kapan pun kau mau ajak aku.
Dia kehilangan banyak uang? Bunuh diri lazim di kalangan pria kota.
- Belum pasti bunuh diri. - Ayolah.
Pintu terkunci dari dalam. Kau harus lewat balkon.
Pergi tiga hari jika lihat cuciannya.
Lihat kopernya. Ada sesuatu di dalamnya.
- Terima kasih. Aku percaya. - Masalah?
Aku tak mau acak-acak baju dalam kotor seseorang.
Simbol di bank, grafiti, kenapa taruh di sana?
- Sebagai kode? - Jelas.
Kenapa dicat? Kenapa tak pakai surel?
Mungkin dia tak jawab.
Wah, kau paham.
Tidak.
Pesan seperti apa yang dihindari orang?
Bagaimana pagi ini? Surat yang kaulihat?
Tagihan?
Ya. Dia diancam.
- Masukkan plastik, ya? - Bukan gas.
Cek apa ada sidik jari di kaca.
Ah, sersan, kita belum bertemu.
Aku tahu kau siapa.
Aku ingin kau tak rusak bukti.
- Aku telepon Lestrade. Dia ke sini? - Sibuk.
Aku yang bertugas.
Bukan sersan. Detektif Inspektur Dimmock.
Ini jelas bunuh diri.
Itu satu-satunya penjelasan dari fakta.
Salah, itu kemungkinan dari sebagian fakta.
Kau ada solusi, tapi memilih abaikan semua yang tak sesuai.
- Seperti? - Luka di kanan.
- Dan? - Van Coon kidal.
Perlu akrobat.
Kidal?
Aku kagum kau tak lihat. Lihat flat ini.
Meja kopi di kiri, gagang cangkir ke arah kiri.
Soket daya, pakai yang kiri.
Pena dan kerta di kiri telepon.
Terima tangan kanan, catat kiri.
- Teruskan? - Tidak.
Hampir selesai.
Ada pisau dengan mentega di kanan karena dia pakai tangan kiri.
Pria kidal tak bisa tembak dirinya
di sisi kanan kepala. Ada yang membunuhnya.
Penjelasan dari semua fakta.
- Senapan... - Dia tunggu pembunuh.
- Dia diancam. - Apa?
Hari ini di bank, peringatan.
Dia menembak saat penyerang masuk.
- Peluru? - Keluar jendela terbuka.
Ayolah.
- Apa kemungkinan itu? - Tunggu laporan balistik.
Peluru di kepalanya bukan dari senjatanya. kujamin.
Jika pintu dikunci dari dalam, bagaimana pelaku masuk?
Bagus, akhirnya kau ajukan pertanyaan tepat.
Dia berusaha potong rambutnya dengan garpu,
yang tentu saja tak mungkin.
Ancaman. Itu arti grafitinya.
Aku sedang rapat. Bisa buat janji ke sekretarisku?
Tak bisa menunggu. Maaf, Sebastian.
Salah satu pialangmu, stafmu, terbunuh.
- Apa? - Van Coon.
- Polisi di flatnya. - Terbunuh?
Maaf ganggu pencernaan semua.
Masih mau buat janji? Jam sembilan di Scotland Yard bisa?
Harrow, Oxford.
Sangat cerdas.
Kerja di Asia sebentar...
Kau beri akun Hong Kong?
Rugi lima juta suatu pagi, kembalikan sepekan kemudian.
- Mental baja. - Siapa mau membunuhnya?
Semua punya musuh.
Tak semua tertembak kepalanya.
Tidak biasanya. Permisi.
Kepala bank.
Polisi mengabarinya.
Katanya bunuh diri.
Mereka salah, Sebastian. Dia dibunuh.
Mereka tak anggap begitu.
- Seb. - Bosku juga.
Sewa kau untuk kerja. Jangan menyimpang.
Kupikir semua bankir tak punya hati.
Aku ingin kau tangani Crispians.
Dua vas Ming akan dilelang, Chenghua. Bisa nilai?
Soo Lin saja. Dia ahlinya.
Soo Lin berhenti. Aku butuh kau.
- Hanya kerja temporer. - Tak apa.
Kau...
Kau melampaui kualifikasi.
Aku perlu uangnya.
Ada dua orang yang cuti pekan ini,
dan satu cuti melahirkan.
Mungkin agak biasa bagimu.
Biasa kadang bagus.
Kerja biasa.
- Kau dulu tentara. - Dan dokter.
- Bisa apa lagi? - Aku belajar klarinet di sekolah.
Aku menantikannya.
Kubilang bisa ambilkan pena?
- Apa? Kapan? - Satu jam lalu.
Tak tahu aku pergi?
Ya, aku melamar kerja di pembedahan.
- Bagaimana? - Dia hebat.
Siapa?
- Pekerjaan itu. - Dia?
Itu.
Ya, lihat.
HANTU PEMBUNUH
- Bisa tembus dinding. - Terjadi semalam.
Wartawan tewas di flat.
Pintu terkunci, jendela terkunci. Seperti Van Coon.
- Astaga. Apa...? - Bunuh satu lagi.
Brian Lukis.
Wartawan lepas, terbunuh di flatnya.
Pintu terkunci dari dalam.
Harus akui, ini serupa.
Keduanya dibunuh orang yang bisa tembus dinding.
Inspektur, kau yakin Eddie Van Coon kasus bunuh diri?
Kau lihat laporan balistik, bukan?
Tembakan yang membunuhnya, dari senjatanya?
Bukan.
Jadi investigasi bisa lebih cepat
jika kau percaya kataku.
Aku memberimu investigasi pembunuhan.
Lima menit di flatnya.
TKP - DILARANG MASUK
Lantai empat.
Karena itu mereka pikir aman.
Pasang rantai di pintu, kunci, pikir mereka aman.
Mereka tak perhitungkan ada jalan masuk lain.
- Aku tak paham. - Pembunuh mahir memanjat.
- Sedang apa? - Menempel ke dinding seperti serangga.
- Itu caranya masuk. - Apa?
Dia panjat sisi dinding,
lari di atap, masuk melalui jendela ini.
Kau tak serius. Seperti Spider-Man?
Dia panjat enam lantai apartemen Dockland,
- lompat balkon, bunuh Van Coon. - Tidak.
Itu caranya masuk ke bank.
Dia lewati langkan jendela ke teras.
Aku harus cari apa hubungan keduanya.
PERPUSTAKAN WEST KENSINGTON
Tanggal di buku sama dengan hari dia tewas.
Sherlock.
Jadi, pembunuh ke bank, buat sandi ancaman ke Van Coon.
Van Coon panik, kembali ke apartemen, kunci diri. Dalam beberapa jam, dia mati.
Pembunuh temui Lukis di perpustakaan,
tulis sandi di rak tempat dia akan lihat.
Lukis pulang.
Malamnya, dia tewas juga.
Kenapa mereka tewas?
Sandi ini kuncinya.
Dunia berjalan dengan kode dan sandi.
Dari sistem keamanan di bank hingga mesin PIN.
Kriptografi ada di setiap langkah.
Ya, tapi...
Tapi dihasilkan komputer,
kode elektronik, metode elektronik.
Ini beda. Ini perangkat kuno.
Tak bisa pakai metode kode modern.
- Mau ke mana? - Aku butuh saran.
Apa? Maaf?
Kau dengar. Aku tak ulangi.
- Butuh saran? - Soal lukisan.
Harus bicara dengan ahlinya.
Bagian dari pameran baruku.
- Menarik. - Kusebut...
Kegilaan Haus Darah.
Menarik.
Dua menit sebelum petugas datang dari sudut itu.
Bisa lakukan ini sambil kerja?
Tahu pembuatnya?
Kenali catnya.
Seperti Michigan, propelan kuat.
- Mungkin zinc. - Simbolnya?
Kau kenali?
Aku tak yakin ini bahasa.
Dua orang tewas, Raz.
Pecahkan ini kunci temukan pembunuhnya.
Hanya ini petunjuknya?
- Tak cukup, ya? - Mau bantu tidak?
Akan kutanyakan.
Seseorang pasti tahu soal ini.
Hei.
Sedang apa? Galeri ini bangunan umum.
Tunggu. Bukan aku yang lukis. Aku hanya pegang untuk...
Sedikit antusias, ya?
Dia sedang kerjakan restorasi penting.
Kenapa mendadak keluar?
Masalah keluarga, katanya.
Tapi dia tak punya keluarga. Dia sendirian ke sini.
- Andy. - Lihat, teko, keramik itu.
Mereka obsesinya.
Dia kerjakan restorasi beberapa pekan.
Aku tak percaya dia akan abaikan mereka.
Mungkin dia dapat perhatian tak diinginkan?
Kau lama.
Kau tahu bagaimana.
Polisi tak suka diburu-buru, bukan?
Hanya formalitas. Sidik jari, denda, dan aku harus
- ke sidang hari Selasa. - Apa?
Aku, Sherlock. Sidang, Selasa.
Mereka beri aku ASBO.
Baiklah, tak apa.
Bilang ke temanmu untuk datang dan akui.
Simbol ini, belum pecahkan.
Pergi ke polisi, tanya soal wartawan.
Barang pribadinya pasti disita.
Cari buku harian, atau sesuatu yang beri tahu gerakannya.
Pergi temui asisten Van Coon.
Jika telusuri langkahnya, akan bertemu.
- Scotland Yard. - Ayo.
Pulang dari Dalian Jumat.
Tampaknya rapat terus dengan tim penjualan.
Bisa cetak satu?
- Tentu. - Kalau hari dia tewas?
- Tahu di mana dia? - Maaf. Sedikit celah.
Ada tanda terimanya.
- Temanmu... - Apa pun kau bilang,
Aku dukung 100 persen.
Dia sombong.
Itu ringan. Orang bilang jauh lebih buruk.
Ini yang kau mau, ya? Buku harian wartawan?
Dia bos seperti apa, Amanda? Apresiatif?
Tidak. Aku takkan pakai kata itu.
Satu-satunya yang dihargai Eddie berlabel harga tinggi.
Seperti krim tangan itu. Beli untukmu, ya?
Lihat ini.
Taksi dari rumah di hari dia mati, 18.50 pound.
- Itu ke kantor. - Bukan jam sibuk.
Cek waktunya. Pagi. 18 akan bawa dia ke...
West End. Aku ingat katanya.
Kereta, jam satu di Piccadilly.
Dia naik kereta ke kantor.
Kenapa naik taksi ke kota dan kembali naik kereta?
Karena dia bawa benda berat.
Kau takkan bawa paket ke eskalator.
- Antar? - Ke dekat Stasiun Piccadilly.
Turunkan paket, antar, lalu...
Berhenti di perjalanan.
Dia lapar.
Jadi beli makan siang di sini dalam perjalanan ke stasiun.
Tapi kau dari arah mana? Di mana taksi menurunkanmu?
Ya.
Van Coon bawa paket ke sini. Yang tersembunyi di koper.
Kusatukan gambar gunakan potongan informasi.
Tagihan kartu, kwitansi. Pulang dari China, ke sini.
- Sherlock. - Suatu tempat.
- Dekat sini, aku tak tahu... - Toko di sana.
Tahu dari mana?
Buku harian Luki. Dia ke sini. Tulis alamatnya.
Halo.
Mau kucing keberuntungan?
Tidak, terima kasih.
Sepuluh pound.
Istrimu akan suka.
Tidak. Terima kasih.
Sherlock.
Label di sana.
- Ya, aku lihat. - Sama dengan sandi.
Ini sistem angka kuno. Hangzhou.
Kini pedagang jalanan yang pakai.
Itu angka yang tertulis di bank dan perpustakaan.
Angka dalam dialek China kuno.
Lima belas.
Yang kita kira label seniman, angka 15.
Dan garis horisontal. Itu juga angka.
- Angka satu China. - Kita dapat.
Dua pria pulang dari China.
Keduanya menuju toko Lucky Cat Emporium.
Lihat apa?
Bukan yang dilihat.
Yang mereka bawa di koper.
Bukan barang bebas pajak?
Terima kasih.
Pikirkan apa kata Sebastian.
Soal Van Coon, bagaimana dia stabil di pasar.
- Rugi lima juta. - Kembali dalam sepekan.
Itu caranya dapat uang.
- Dia penyelundup. - Orang seperti dia, sempurna.
Pebisnis, sering ke Asia.
Lukis, wartawan yang menulis China.
Keduanya selundupkan barang.
Lucky Cat tempat antarnya.
Tapi kenapa mati? Itu tak masuk akal.
Jika mereka muncul di toko, kirim barang,
kenapa orang ancam dan bunuh mereka
setelah mereka selesaikan tugasnya?
Mungkin ada yang tergiur?
- Maksudmu? - Curi sesuatu.
Sesuatu dari stok.
Pembunuh tak tahu siapa yang ambil.
Jadi, dia ancam mereka.
Ingatkan aku.
Kapan terakhir hujan?
Sudah di sini sejak Senin.
Flat itu kosong tiga hari.
Mungkin berlibur.
Kau buka jendela saat berlibur?
Sherlock!
Orang lain ke sini.
Seseorang menerobos flat dan tabrak vas,
seperti aku.
Bisa ajak aku masuk kali ini?
Bisa berhenti lakukan ini?
Aku bukan pertama.
Apa?
Seseorang ke sini sebelum aku.
Apa katamu?
Kaki ukuran delapan.
Kecil, tapi...
atletik.
Sia-sia.
Tangan kecil dan kuat.
Akrobat kita.
Kenapa tak tutup jendela saat keluar?
Oh, bodoh.
Jelas.
Dia masih di sini.
Kapan saja mau libatkan aku...
John.
John!
"Aku Sherlock Holmes, kerja sendiri,
karena tak ada yang bisa saingi kecerdasanku."
Susu basi dan cucian bau. Seseorang pergi tiga hari lalu.
Seseorang?
Soo Lin Yao. Harus temukan dia.
Bagaimana?
SOO LIN TELEPON AKU - ANDY
MUSEUM ANTIK NASIONAL
Mulai dari sini.
Kau serak. Apa kau flu?
Aku tak apa.
Kapan terakhir kau melihatnya?
Tiga hari lalu. Di sini di museum.
Pagi ini, mereka bilang dia keluar.
Tinggalkan pekerjaannya.
Apa yang terakhir dia lakukan di sore terakhir?
Demo untuk turis.
Upacara minum teh.
Jadi, dia kemasi barangnya dan taruh di sini.
- Kita harus cari Soo Lin Yao. - Jika hidup.
Sherlock.
Lihat siapa ini.
Temukan yang kausuka.
Selasa pagi, kau datang bilang tas itu milikmu.
Lupakan janji sidang.
Wah, itu luar biasa.
Mau sembunyikan pohon, hutan tempat terbaik, bukan?
Orang akan lewati, tanpa tahu,
tak bisa pecahkan sandi.
Di sana. Tadi kulihat.
Sudah di sini.
- Dan itu cat yang sama? - Ya.
John, jika mau pecahkan kode ini, harus cari bukti lagi.
Jawab teleponmu.
Aku menemukannya.
Sudah dihapus.
Aku tak paham. Tadi di sini.
Sepuluh menit lalu.
Banyak grafiti.
Ada yang tak mau aku lihat.
- Sherlock, apa kau...? - Konsentrasi.
Kau harus konsentrasi. Tutup mata.
Apa? kenapa? Kau sedang apa?
Maksimalkan memori visualmu. Coba gambarkan yang kaulihat.
- Bisa? - Ya.
- Bisa ingat? Ingat polanya? - Ya, tentu.
- Ya. - Sebanyak apa?
- Jangan khawatir. - Memori manusia
untuk visual hanya 62 persen akurat.
- Tenang, aku ingat semua. - Sungguh?
Ya. Akan, jika bisa raih sakuku.
Aku ambil fotonya.
Selalu pasangan, lihat.
Angka.
Berpasangan.
Oh, aku harus tidur.
- Kenapa mengecat dekat trek? - Tak tahu.
RIbuan orang lewat sana tiap hari.
Hanya 20 menit.
Tentu.
Dia mau informasi.
Dia coba komunikasi dengan penjahat.
Mau ambil lagi yang dicuri.
Di suatu tempat, dalam kode.
Tak bisa pecahkan tanpa Soo Lin Yao.
Oh, bagus.
Dua pria pulang dari China dibunuh.
Pembunuhnya tinggalkan pesan dalam angka Hangzhou.
Soo Lin Yao dalam bahaya.
Sandi itu, polanya sama dengan yang lain.
Dia akan dibunuh juga.
Aku sudah coba ke mana-mana, teman, kolega.
Aku tak tahu dia ke mana. Bisa ribuan mil.
- Apa yang kaucari? - Katakan soal teko ini.
Teko ini obsesinya. Butuh perawatan mendesak.
Jika kering, tanahnya akan retak.
Sepertinya kau harus terus buat teh.
Kemarin, hanya satu yang mengilap.
Kini ada dua.
Mau biskuit?
Seabad lamanya.
Tak mau pecahkan itu.
Halo.
Kau lihat sandi.
Kau tahu dia datang untukku.
Kau pintar menghindarinya.
Harus selesaikan.
Pekerjaan ini.
Hanya masalah waktu.
Dia akan temukan aku.
Siapa dia? Pernah bertemu?
Saat kecil. Kami bertemu di China.
Aku ingat...
- tanda tangannya. - Sandi?
Hanya dia yang bisa.
Zhi Zhu.
-Zhi Zhu? - Si laba-laba.
- Tahu tanda ini? - Ya.
Ini tanda Tong.
Sindikat kejahatan kuno, di China.
Setiap prajurit ada tandanya.
Semua yang kerja untuk mereka.
Kerja?
Kau dulu penyelundup?
Aku 15 tahun.
Orangtuaku wafat.
Aku tak punya nafkah.
Tak mungkin bertahan, hari ke hari...
kecuali kerja untuk bos.
Siapa mereka?
Mereka disebut Lotus Hitam.
Saat aku 16 tahun...
Aku bawa narkotik bernilai ribuan pound
lintasi perbatasan ke Hong Kong.
Tapi berhasil tinggalkan kehidupan itu.
Aku ke Inggris.
Dapat pekerjaan di sini.
Semuanya baik.
Kehidupan baru.
Dan dia mencarimu.
Ya.
Aku berharap, setelah lima tahun...
mereka akan melupakan aku.
Tapi mereka tak biarkan kau pergi.
Komunitas kecil seperti kami...
mereka tak pernah jauh.
Dia datang ke flatku.
Minta aku bantu lacak benda yang dicuri.
Dan aku tak tahu apa itu?
Aku menolak membantu.
Jadi, kau kenal dia saat hidup di China?
Oh, ya.
Dia kakakku.
Dua yatim.
Kami tak punya pilihan.
Kami bisa kerja untuk Lotus Hitam atau kelaparan di jalanan.
Kakakku jadi boneka mereka.
Dalam kekuatan yang mereka sebut Shan.
Jenderal Lotus Hitam.
Aku menolak kakakku.
Dia bilang aku mengkhianatinya.
Besoknya, aku kerja...
dan sandi sudah di sana.
Bisa pecahkan ini?
- Ini angka. - Ya, aku tahu.
Garis di mata pria ini, angka satu.
Dan ini 15.
Tapi apa kodenya?
Semua penyelundup tahu.
Ini dari buku.
Dia di sini.
Zhi Zhu... temukan aku.
Tidak, Sherlock, tunggu.
Ke sini.
Masuk.
Aku harus membantunya. Kunci pintunya.
Hati-hati.
Beberapa tengkorak itu sudah 200.000 tahun.
Hargai sedikit.
Terima kasih.
Astaga.
Berapa pembunuhan harus terjadi sebelum kau percaya
ada maniak di luar sana?
Seorang gadis muda tertembak malam ini.
Tiga korban dalam tiga hari. Kau harusnya cari dia.
Brian Lukis dan Van Coon kerja untuk geng penyelundup.
Bernama Lotus Hitam, beroperasi di London...
di bawah hidungmu.
Bisa buktikan?
- Apa yang kaupikir? Daging atau pasta? - Oh, kau.
Kurasa itu takkan ganggu Egon Ronay, ya?
Aku pasta saja.
Tak mau daging panggang jika kau sedang potong mayat.
- Kau makan apa? - Aku tak makan saat kerja.
Mencerna perlambat kerja.
Jadi, kau di sini malam ini?
Perlu periksa beberapa mayat.
- Beberapa? - Eddie Van Coon dan Brian Lukis.
Mereka di daftar.
Bisa keluarkan lagi untukku?
Dokumennya sudah jalan.
- Rambutmu berubah. - Apa?
Gayanya. Biasanya belah tengah.
- Ya, eh... - Bagus. Itu...
Lebih cocok begini.
Hanya tertarik dengan kaki.
- Kaki? - Ya.
Keberatan kalau kulihat?
Sekarang Van Coon.
Jadi...?
Jadi, mereka kebetulan datangi tempat tato yang sama,
atau aku benar.
- Kau mau apa? - Semua buku dari apartemen Lukis
- dan Van Coon. - Buku mereka?
Ini bukan hanya organisasi kriminal. Ini sekte.
Kakaknya dirusak oleh salah satu pimpinan.
- Soo Lin sebut nama. - Ya, Shan.
- Jenderal Shan. - Kita belum temukan dia.
Salah. Kita punya semua yang diperlukan.
Dia beri banyak informasi.
Kenapa ke adiknya?
- Kenapa butuh dia? - Dia kerja di museum.
- Tepat. - Ahli barang antik.
- Tentu. - Barang antik bernilai, John.
Relik China kuno dari pasar gelap.
Tempat ribuan harta karun tersembunyi pasca revolusi Mao.
Lotus Hitam menjualnya.
LELANG CRISPIAN - KARYA SENI CHINA DAN ASIA LAIN
Cek tanggalnya. Ini, John.
Datang dari China empat hari lalu.
Anonim.
Vendor tak mau berikan nama.
Dua harta karun dari Timur.
Satu di koper Lukis dan satu di Van Coon.
Antik...
terjual di lelang.
Lihat, ada lagi.
Tiba sebulan yang lalu.
Patung keramik China, terjual 400.000 pound.
Sebulan sebelumnya, lukisan, setengah juta.
Semuanya dari sumber anonim.
Mereka curi di China dan jual di Inggris.
Tiap lelang bersamaan dengan perjalanan Lukis atau Van Coon ke China.
Jika salah satu serakah di China? Curi sesuatu?
Jadi Zhi Zhu datang.
Maaf.
Apa kita kumpulkan untuk amal?
Apa?
Pria muda di luar dengan berpeti-peti buku.
Jadi, angka adalah acuan.
Untuk buku.
Untuk halaman khusus dan kata tertentu di sana.
Baik, jadi...
Lima belas dan satu, artinya?
Buka halaman 15, kata pertama.
- Apa pesannya? - Tergantung bukunya.
Itu liciknya kode buku.
Harus yang dimiliki keduanya.
Baik.
Seharusnya tak lama, bukan?
Temukan ini di museum.
BUKTI
Ini tulisanmu?
Kuharap Soo Lin bisa pecahkan.
Sulit.
Bisa kubantu?
Membantumu, maksudku.
Keheningan akan bagus.
Rokok.
Bayangkan.
Maaf membuatmu menunggu,
tapi belum ada apa-apa sampai Kamis.
Ini lama sekali.
Maaf.
Buat apa buat janji kalau mereka tak bisa patuhi?
Ada apa?
Dokter baru itu...
belum bunyikan interkom sejak tadi.
- Biar aku bicara. - Ya.
- Permisi. - Terima kasih.
Maaf.
John?
John?
Sepertinya aku selesai. Kupikir masih ada.
Kuambil satu atau dua.
Satu atau dua?
Lima atau enam.
- Maaf, aku tak profesional. - Tidak.
Aku begadang.
Oh.
- Sampai jumpa. - Jadi...
kenapa begadang?
Aku... hadiri acara buku.
Oh, dia suka buku? Pacarmu?
Itu bukan kencan.
Bagus.
Maksudku...
Dan aku tak punya malam ini.
Buku yang dimiliki semua orang.
Lima belas. Satu.
TAMBAH
LUBANG HIDUNG
AKU
- Aku butuh udara segar. Kita keluar. - Aku ada kencan.
Apa?
Dua orang yang saling suka pergi bergembira?
Itu yang kusarankan.
Tidak. Kuharap tidak.
- Bawa dia ke mana? - Bioskop.
Membosankan, bisa ditebak.
Mau coba ini?
Di London satu malam saja.
SIRKUS DRAGON
Terima kasih, aku tak butuh saran.
Bertahun-tahun sejak aku ke sirkus.
Ya.
Rekomendasi teman. Dia telepon.
Apa mereka agen perjalanan?
Aku tak tahu banyak.
Mungkin dari China.
Ya. Kurasa begitu.
Kebetulan.
- Bagus. Terima kasih. - Baik.
Aku pesan dua tiket untuk malam ini.
- Nama? - Holmes.
Ada tiga dengan nama itu.
Kurasa tidak. Kami pesan dua.
Aku telepon pesan satu lagi.
Aku Sherlock.
Hai.
Halo.
Kau bisa biarkan aku satu malam.
Sirkus Yellow Dragon, di Lodon satu hari.
Cocok. Tong kirim pembunuh ke Inggris.
Berbusana akrobat. Sherlock, sopan.
Cari pembunuh yang bisa panjat.
Di mana lagi ada tingkat kemahiran itu?
Visa keluar sulit di China. Butuh alasan bagus.
- Aku hanya perlu lihat... - Baik.
- Aku bawa Sarah minum. - Perlu bantuanmu.
Aku pikirkan hal lain malam ini.
Seperti apa?
Kau bercanda?
Apa yang penting?
Aku sedang kencan. Kau suruh cari pembunuh
- saat aku berusaha... - Apa?
Saat aku berusaha dekati Sarah.
Hei. Siap?
Ya.
Katamu sirkus. Ini bukan sirkus.
Lihat penontonnya.
Sherlock, ini... seni.
Bukan kerja rutin mereka.
Oh, aku lupa. Mereka bukan sirkus, tapi geng penyelundup internasional.
Aksi eskapologi klasik China.
Busur di tali yang halus.
Pejuang harus lepaskan ikatan sebelum menembak.
Dia potong kantong pasir, pasir keluar.
Perlahan, beban menurun ke mangkuk.
- Syukurlah. - Astaga.
Para hadirin...
dari negeri yang jauh di Sungai Yangtze...
kami persembahkan, untuk kesenangan Anda...
Laba-laba burung China mematikan.
Lihat itu?
Nah.
Ketemu.
Ayo.
Ayo. Kita pergi.
Aku kirim dua mobil.
Aula lama sudah ditinggalkan.
Aku lihat tanda itu di sirkus.
Tato yang kita lihat di dua mayat, tanda Tong.
Lukis dan Van Coon bagian operasi penyelundupan.
Salah satu curi benda berharga di China.
Para pemain anggota geng, mau rebut lagi.
Rebut lagi apa?
Kami tak tahu.
Kau tak tahu?
Tn. Holmes, aku sudah lakukan semua yang diminta.
Lestrade pikir saranmu berharga.
Aku perintahkan razia.
Katakan aku akan dapat sesuatu dari itu.
Selain tagihan lembur yang tinggi.
Mereka akan ke China besok.
Mereka takkan pergi tanpa benda itu.
Cari persembunyiannya.
Tempat bertemu.
Suatu tempat di pesan ini katakan sesuatu.
Kurasa aku harus serahkan padamu.
- Kau tak perlu pergi. - Lebih baik pergi.
Dia bercanda. Tinggallah.
Hanya aku atau kalian lapar juga?
Oh, Tuhan.
Jadi ini pekerjaanmu.
Kau dan John, pecahkan teka-teki untuk nafkah.
Konsultan Detektif.
Coretan apa ini?
Ini angka.
Dialek China kuno.
Oh, ya. Tentu aku harusnya tahu itu.
Aku buat punch...
dan semangkuk camilan.
Ny. Hudson, kau penolong.
Jika ini Senin, aku sudah ke supermarket.
Terima kasih.
- Jadi, angka ini, sandi? - Tepat.
Dan tiap pasang angka jadi kata?
Bagaimana kau tahu?
Dua kata sudah diterjemahkan. Ini.
John.
John, lihat ini.
Soo Lin di museum, sudah terjemahkan kode untuk kita.
Kita tak lihat.
"Sembilan. Jt."
Itu artinya juta?
Sembilan juta. Untuk apa?
- Kita harus selesaikan ini. - Mau ke mana?
Ke museum, ruang restorasi. Mungkin kita melihatnya.
- Lihat apa? - Buku, John.
Kunci memecahkan sandi. Soo Lin pakai untuk ini.
Sementara kita lari-lari di galeri, dia terjemahkan kode.
Pasti di mejanya.
Taksi!
Buku yang semua punya.
Tunggu.
Ya. Tidak, tentu.
Malam tenang di rumah yang disuruh dokter.
Aku mau saja pergi malam berkelahi dengan gengster China,
tapi bisa berlebihan untuk wanita.
Baik.
Mau pesan antar?
Ya.
Halaman 15, entri 1.
Orang mati.
Kau ancam untuk bunuh mereka. Itu sandi pertama.
ORANG MATI
Sembilan.
Lima belas.
Lima belas, 76. Tiga puluh enam, 39...
Tiga puluh tujuh, 9.
Sembilan.
Sembilan juta. Untuk.
Astaga, itu cepat.
Aku akan turun.
Mau aku siapkan meja?
- Makan dari nampan? - Ya.
Tujuh puluh. Tiga puluh lima.
Giok.
Giok.
- Maaf lama. Berapa? - Kau punya?
- Apa? - Punya barangnya?
Aku tak mengerti.
"Sembilan juta untuk...
jepit giok...
sarang naga, hitam...
jalan trem."
John. Aku dapat.
Sandi, buku. Mereka pakai London A to Z...
"Buku seperti taman ajaib...
di sakumu."
Pepatah China, Tn. Holmes.
Aku bukan Sherlock Holmes.
Maaf jika aku tak percaya.
Kartu debit, nama S. Holmes.
Ambil kartuku.
Ya, sebenarnya bukan punyaku. Dia pinjamkan.
Dan cek 5.000 pound, atas nama Tn. Sherlock Holmes.
Dia berikan padaku untuk diurus.
Tiket dari teater, diambil olehmu,
- atas nama Holmes. - Ya, baik.
- Nama? - Holmes.
Aku tahu tampak begitu.
Tapi bukan aku.
- Kami dengar dari mulutmu. - Apa?
"Aku Sherlock Holmes, dan aku selalu kerja sendiri."
"Karena tak ada yang bisa saingi kecerdasanku."
Aku bilang begitu?
Tak ada gunanya bilang aku menirunya.
Aku Shan.
Kau Shan?
Tiga kali kami coba bunuh kau dan temanmu, Tn. Holmes.
Apa artinya jika pembunuh tak menembak lurus?
Mereka tak sungguh-sungguh.
Jalan trem.
Astaga.
Di sana.
Bukan peluru kosong.
Baik.
Jika kami mau membunuhmu, sudah selesai.
Kami hanya membuatmu ingin tahu.
- Kau punya? - Punya apa?
- Bendanya. - Aku tak mengerti.
Aku lebih suka meyakinkan.
Semua di Barat ada harganya.
Dan harga nyawanya...
informasi.
Maafkan aku.
- Di mana jepit rambut? - Apa?
Jepit rambut Permaisuri seharga sembilan juta poundsterling?
Kami sudah punya pembeli di Barat, tapi ada yang serakah.
Dia ambil, bawa ke London, dan kau mencarinya.
Tolong. Dengar aku. Aku bukan...
Aku bukan Sherlock Holmes.
Aku belum temukan yang kau cari.
Aku butuh relawan dari hadirin.
Tidak, kumohon.
Terima kasih.
Ya, kau akan hebat.
Hadirin...
dari negeri jauh di pantai NW1,
kami persembahkan, untuk kesenangan Anda,
teman Sherlock Holmes yang cantik
dalam aksi menantang kematian.
Kumohon.
Kau sudah lihat sebelumnya.
Membosankan.
Kau tahu akhirnya.
Aku bukan Sherlock Holmes!
Aku tak percaya.
Harusnya percaya.
Sherlock Holmes tak seperti dia.
Aku seperti apa, John?
Pandai? Dinamis? Enigmatik?
Terlambat?
Itu semiotomatis.
Jika ditembakkan, peluru akan melaju 1.000 meter per detik.
- Jadi? - Jadi...
radius kurvatur dinding ini empat meter.
Jika meleset, peluru akan memantul.
Mungkin mengenaimu.
Tak apa.
Kau tak apa. Semua sudah berakhir.
Jangan khawatir.
Kencan berikutnya tak begini.
Kami pergi. Tak perlu sebut di laporan.
- Tn. Holmes... - Kau punya harapan.
Karier yang gemilang.
Aku ke tempat yang kausuruh.
Tepat.
Teh.
- Jadi, sembilan juta. Ya. - Juta.
Sembilan juta untuk pin giok, sarang naga, jalan trem hitam.
Instruksi untuk pekerja London. Pesan.
- Apa yang mereka akan klaim. - Pin giok?
Nilainya sembilan juta. Bawa ke trem, persembunyian London.
Tunggu. Tusuk rambut sembilan juta pound?
- Sepertinya. - Kenapa mahal?
Tergantung pemiliknya.
Dua pekerja berbasis di London.
Mereka pergi ke Dalian untuk selundupkan vas.
Satu mencuri sesuatu, jepit rambut.
Bernilai sembilan juta.
Eddie Van Coon pencurinya. Dia curi di China.
Bagaimana kau tahu?
- Pembunuh tak tahu itu. - Karena sabun.
- Amanda. - Dia beli hadiah.
Oh, halo.
Hadiah saat pulang dari China.
- Bagaimana kau tahu? - Kau tak sekedar asisten, bukan?
- Ada yang bergosip. - Tidak.
- Jadi kenapa... - Sabun tangan di apartemennya.
Tiga ratus mililiter.
Botol hampir habis.
- Maaf... - Van Coon bukan
pria yang beli sabun tangan, kecuali ada wanita.
Dan mereknya sama dengan krim tanganmu.
Kami tak serius.
Berakhir dalam sekejap.
- Dia bosku. - Apa yang terjadi?
Kenapa kau akhiri?
Kupikir dia tak hargai aku.
Merendahkanku.
Terlalu sering tak datang.
Kami berencana liburan akhir pekan, dia pergi saja.
Terbang ke China mendadak.
Dan dia bawa hadiah untuk minta maaf.
Boleh kulihat?
Dia sungguh memanjat ke balkon?
Paku papan di jendela dan semua masalahmu lenyap.
Terima kasih.
Katanya dia beli di pasar gelap.
Kurasa itu tak benar. Dia mencurinya.
Ya, itulah Eddie.
Tak tahu nilainya. Pikir ini cocok untukmu.
Berapa nilainya?
Sembilan juta pound.
Astaga.
Astaga.
Sembilan juta?
SIAPA MAU JEPIT JUTAAN
Lebih dari seribu tahun, tergeletak di mejanya setiap malam.
Dia tak tahu nilainya. Tak tahu kenapa dikejar.
Harusnya beli kucing keberuntungan.
Kau keberatan, ya?
- Apa? - Dia lolos.
Jenderal Shan. Tak cukup kita dapat dua bawahannya.
Pasti jaringan luas, John. Ribuan pekerja.
Kita hanya lihat permukaan.
Kau pecahkan kode, Sherlock.
Mungkin Dimmock bisa lacak mereka kini.
Tidak.
Tidak.
Aku pecahkan kode...
penyelundup tinggal ganti buku.
Tanpamu...
tanpa bantuanmu...
kami tak bisa temukan jalan ke London.
Aku berterima kasih.
TERIMA KASIH TAK BERARTI
HANYA HARAPAN BANTUAN LAGI
Kami tak antisipasi.
Kami tak tahu pria ini akan datang.
Sherlock Holmes.
Dan kini, keamananmu dikompromikan.
MEREKA TAK BISA LACAK INI KE AKU
Aku takkan ungkap identitasmu.
AKU YAKIN
Diterjemahkan oleh: Noer
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.