All language subtitles for E1-The Six Thatchers_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Saudaraku adalah pembunuh.

Kau tak akan bisa jadi pahlawan kali ini, Pak Holmes.

Belajar lagi. Aku bukan pahlawan.

Aku sosiopat yang amat cerdas.

Selamat Natal!

Aku tak akan tunduk pada ledakan kasih persaudaraan.

Kau tahu yang menimpa yang satunya.

- Rindu aku? - Kau merindukanku?

RINDU AKU?

Belum lama aku pergi.

Kuharap kau sudah jera.

RAHASIA PEMBERITAHUAN - 100 TAHUN

Ini dikategorikan di atas rahasia tingkat tinggi.

Cukup jelas? Jangan catat apa pun.

Di luar ruangan ini, kalian dilarang membahasnya.

Ada pemberitahuan untuk tak melaporkan seluruh insiden ini.

Cuma orang-orang di sini, bernama kode Antartica,

Langdale, Porlock, dan Love,

yang tahu kebenarannya.

Dalam situasi ini,

sampai Perdana Menteri dan di atasnya...

Charles Augustus... Kau buat cuitan?

Tidak.

- Kelihatannya begitu. - Tidak. Buat apa?

- Berikan! - Tidak!

- Sedang apa kau? Lepas! - Berikan!

- "Kembali ke darat." - Jangan dibacakan.

- "Sebebas burung." - Perusak kesenangan.

Bisa serius sedikit?

Sudah! Kenapa kau pikir aku tak serius?

"#OhPagiYangIndah."

Belum lama ini aku menjalankan misi kematianku!

Kini aku kembali, di kantor hangat, dengan kakakku dan...

Apa itu kue jahe?

- Ya Tuhan. - Aku suka ini.

Kata dokter kami kau bersih.

Memang. Sama sekali.

Tak butuh stimulan lagi, ingat? Aku ada pekerjaan.

Kau teler berat!

Teler biasa, aku jamin. Sangat wajar.

Aku hanya... senang bisa hidup!

Apa berikutnya? Siapa namamu?

Vivian.

- Apa yang akan kau lakukan? - Maaf?

Hari ini indah. Jalan-jalan?

Buat pesawat kertas? Makan es loli?

Kurasa makan es loli.

Es loli saja!

- Apa favoritmu? - Aku tak boleh...

- Ayolah. - Apa Mivvi masih dijual?

- Pak Holmes... - Ya?

- Kita perlu melanjutkan. - Tentu.

Belajar lagi.

Aku bukan pahlawan. Aku sosiopat yang amat cerdas.

...sosiopat.

...sosiopat.

Aku mengerti. Lantas siapa penembaknya?

Orang yang sangat ingin menembak, itulah pelakunya.

- Bukan begitu kejadiannya. - Sekarang begitu.

Hebat. Bagaimana kau melakukannya?

Staf-staf kita sangat berbakat.

Jika James Moriarty bisa meretas semua layar di Inggris,

yakinlah kita punya teknisi untuk menyunting rekaman kamera pengawas.

Kini itulah versi resminya, yang ingin semua orang saksikan.

Tak perlu repot meminta pengampunan resmi.

Kau bebas, Pak Holmes.

Misimu berhasil.

Baik, terima kasih.

Jelas, masih ada urusan tertunda.

Moriarty.

Kubilang, dia sudah mati.

Katamu dia merekam pesan video itu sebelum mati.

Ya.

Kau juga bilang tahu rencana berikutnya.

- Apa artinya? - Mungkin tak ada artinya.

Mungkin dia mau menakutimu.

Tidak, dia tak pernah mengecewakan.

Dia punya rencana jangka panjang.

Rencana yang akan berjalan jika dia mati di atap itu.

Pembalasan anumerta. Tidak, lebih lagi, permainan anumerta.

Kami memanggilmu untuk ini. Apa rencanamu?

- Menunggu. - Menunggu?

Tentu. Aku targetnya, target menunggu.

Dengar, apa pun itu yang telah disiapkannya,

aku akan tahu awalnya.

Aku selalu tahu saat permainan dimulai. Tahu kenapa?

Kenapa?

Aku menyukainya.

Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar di pasar terkenal di Bagdad.

Suatu hari, dia melihat orang asing menatap kaget padanya,

dan dia tahu orang asing itu adalah Maut.

Pucat dan gemetar, dia lari dari pasar itu

dan menempuh berkilometer jauhnya

ke kota Samarra.

Di sana dia yakin Maut tak akan menemukannya.

Namun ketika tiba di Samarra,

saudagar itu melihat, yang menantinya, sosok suram Maut.

"Baiklah," kata saudagar itu. "Aku menyerah. Aku milikmu.

Tetapi katakan, kenapa kau begitu kaget saat melihatku tadi di Bagdad?"

"Karena," kata Maut, "aku ada janji denganmu malam ini...

di Samarra."

Jika lebih baik, aku akan dapat dua pisau.

- Untuk iklan. - Lalu Moriarty?

Aku ada rencana.

Memantau dunia kriminal.

Tiap gerakan di jaringnya menunjukkan gerakan laba-laba.

Jadi, rencanamu duduk diam, memecahkan kejahatan seperti biasa?

Keren, 'kan?

Dia tenggelam, Pak Holmes. Itu yang kami pikirkan.

- Tapi saat paru-parunya dibedah... - Ya?

...pasir.

Dangkal.

PAK HATHERLY KE BAKER STREET DALAM KONDISI BURUK.

Kembali! Jempolnya salah.

BAGAIMANA DENNIS PARKINSON ADA DI DUA TEMPAT SEKALIGUS?

- Sherlock... - Mustahil kembar.

Hopkins, tangkap Wilson. Dimmock, kelenjar limfa.

- Wilson? Kelenjar limfa? - Sherlock...

Torso bisa tanpa lengan,

tapi akan ada jejak tinta di kelenjar limfanya.

Jika jasadmu ada tatonya, akan ada tanda.

- Apa itu tebakan? - Aku tak pernah menebak.

- Sherlock... - Jadi, dia pembunuhnya?

Si pelatih kenari?

- Tentu. - Tak kusangka.

Wajar saja.

Sherlock, kau tak bisa terus memutar piring seperti ini.

Itu dia! Tempatnya berputar.

Obat jantung yang kau konsumsi diketahui menyebabkan anemia.

Ya, kurasa begitu. Kenapa?

Karena sidik jari di leher saudaramu adalah milikmu.

- Ubur-ubur? - Aku tahu.

Ia tak bisa ditangkap.

- Bisa kau coba. - Sudah.

- Ya Tuhan. - Mary?

Ada 59 panggilan tak terjawab.

Kita dalam masalah besar.

Ya Tuhan!

Relaks, dua suku kata.

Aku perawat, tahu harus berbuat apa!

Ayo, buat...

- Re! - Laks!

Mengemudi saja! Kumohon, Tuhan! Mengemudi saja!

Sherlock. Mary!

Bagus, Mary. Re...

Jangan mulai!

...laks.

John... kurasa kau harus menepi!

- Mary... - Menepi!

Ya Tuhan!

Berhasil?

- Aku tak pernah berhasil memotret. - Mari lihat.

Dia cantik sekali.

- Coba lagi. - Bagaimana namanya?

- Catherine. - Kami sudah bahas.

- Masa? - Ya.

- Kalian tahu pendapatku. - Bukan nama perempuan.

Molly, Bu H., maukah kalian menjadi orang tua baptisnya?

- Jika mau... - Sungguh?

Alangkah baiknya.

Dan...

kau juga, Sherlock?

- Apa? - Kami mau kau jadi ayah baptis.

Tuhan adalah fiksi menggelikan oleh kaum bodoh

yang melemparkan tanggung jawab ke teman tak kasat mata.

- Ada kuenya. Kau mau? - Nanti kukabari.

Bapa, kami mohon turunkanlah berkat-Mu atas air ini

dan sucikan untuk kami pakai hari ini.

Dalam nama Kristus.

Siapa nama putri kalian?

Rosamund Mary.

Rosamund?

Artinya "mawar dunia". Rosie singkatnya.

Kau tak dapat pesan John?

Tidak. Aku menghapusnya. Aku hapus semua yang dimulai dengan "Hai."

Pantas orang berpikir kau tak memahami emosi manusia.

Maaf. Ponselmu!

Para orang tua baptis, kalian siap membantu orang tua anak ini

dalam tugas mereka sebagai orang tua Kristen?

Kami bersedia.

Maaf, aku tidak memahaminya.

Tolong ulangi pertanyaannya.

Seperti biasa, Watson, kau melihat tanpa mengamati.

Bagimu dunia ini misteri tak terpecahkan.

Bagiku, buku terbuka.

Logika kuat versus fantasi romatis, itu pilihanmu.

Kau gagal mengaitkan aksi dan konsekuensi.

Untuk kali terakhir, jika mau menyimpan kerincingan,

jangan buang kerincingannya.

BAKER STREET? BESOK PUKUL 17:00? LESTRADE BILANG ADA ACARA.

MARY BILANG TAK MASALAH.

RASA YANG MELEDAK!

Bagus, anak pintar.

Anak pintar.

Aku harus menyelesaikannya, 'kan?

- Hei. - Sore.

Katanya ada kasus bagus, Greg?

Oh, ya.

Kejadiannya pada ulang tahun ke-50 David Welsborough.

Astaga, 50!

Ke mana perginya waktu? Usiaku 21 tahun pekan lalu.

Ya, itu mustahil. Itu sebelum kau bertemu aku.

- Tidak, tak ada waktu seperti itu. - Tak ada waktu seperti itu.

Dia melihatku dengan tak senang lagi.

Tidak, dia hanya cemburu.

Ya, kurasa kita berdua begitu.

- Jangan, David. Kau janji. - Tidak, ini...

Tidak... Ini panggilan Skype.

Pasti itu Charlie. Setidaknya dia telepon.

Lihat! Halo!

Hai, Ayah. Selamat ulang tahun.

Maaf aku melewatkan pestanya, tapi bepergian menambah wawasan, 'kan?

Tidak! Gambarnya putus!

Ya, sinyal payah. Tapi aku masih bisa dengar.

Kenapa payah? Kau di mana?

Tanya kabarnya? Apa dia makan? Tanyakan.

David? Ayolah!

Tidak, tunggu. Aku akan ke tempat yang lebih tenang.

Charlie, di mana kau?

Masih di sana?

Maaf, aku di sini. Hanya...

Kau tak apa?

Bukan masalah. Mungkin ketinggian saja.

Ketinggian?

Aku di Tibet. Ayah tak lihat gunung?

Lupakan itu. Ibumu ingin tahu apa makanmu teratur.

- Ayah, bisa tolong aku? - Apa?

- Bisa cek sesuatu di mobilku? - Mobilmu?

Untuk menang taruhan. Mereka tak percaya

ada Power Ranger di kap mobilku.

- Bisa foto dan kirimkan? - Ya, bisa.

KIRIM HAPUS

Selesai. Sudah terima?

Charlie?

Sepekan kemudian...

Ya?

...ada kejadian yang sangat aneh.

Pengemudi mabuk, mabuk berat, polisi mengejarnya,

dan dia masuk ke halaman rumah Welsborough untuk melarikan diri.

Sayangnya...

pemabuk itu selamat, mereka berhasil keluarkan.

tapi saat mereka memadamkan apinya dan memeriksa mobil terparkir...

Jasad siapa?

Charlie Welsborough, putranya.

- Apa? - Putranya di Tibet.

DNA-nya cocok. Di pesta itu, mobilnya kosong,

dan sepekan kemudian...

mayat anak itu di mobilnya.

- Kupikir kau akan tertarik. - Ada laporan lab?

Ya, dia putra Menteri Kabinet,

jadi, aku ditekan untuk membuahkan hasil.

Siapa peduli? Katakan soal joknya.

- Joknya? - Ya, jok mobilnya.

Berbahan vinil.

Dua jenis vinil ada.

- Apa itu mobilnya? - Ya, mobil biasa, dia mahasiswa.

- Menarik. - Kenapa?

- Vinil lebih murah daripada kulit. - Ya, 'kan?

- Ada lagi. - Ya?

Menurut ini, Charlie sudah meninggal lebih dari sepekan.

Apa?

Jasad di mobil itu, umurnya sepekan.

Kasus bagus. Ini hari ulang tahunku? Kau butuh bantuan?

- Ya. Baik. - Satu syarat.

Menerima pengakuan. Aku bosan memecahkan kasus saja.

Kau bilang begitu, lalu John tulis blog, dan kau tetap dapat pengakuan.

Dia benar.

Yang membuatku terlihat seperti megalomaniak

menuntut pengakuan untuk hal yang tak dia lakukan.

Kurasa itu sensitif.

Seolah-olah aku pecandu pengakuan.

- Betul-betul sensitif. - Kau dapat pujian, terima kasih...

- Baiklah! - ...sama saja.

Pecahkan saja kasus ini. Ini membuatku gila.

Terserah kau saja, Giles.

Bercanda.

- Siapa namanya? - Greg.

- Apa? - Greg.

- Kejadiannya jelas. - Kau membuatku takjub. Kau tahu?

Tidak tahu. Biasanya kau yang bilang.

Baiklah, mari berharap kau memecahkan kasusmu, Greg.

- Dengar itu? - Ya.

- Bagaimana menjadi ayah? - Baik, hebat. Luar biasa.

- Bisa tidur? - Tidak.

Kau tunduk pada bayi pencari perhatian,

terjaga sepanjang waktu demi dia.

Pasti berbeda.

- Maaf, apa? - Kau tahu rasanya.

Cukup bersihkan kotoran dan tepuk mereka.

- Kalian berkelakar? - Tanpa kata terima kasih.

- Bahkan tak mengenali orang. - Ini lelucon, 'kan?

Ya, dia cuma mau dipuji.

- Apa itu aku? - Dia perlu terapi.

Kurasa itu masalahnya.

Aku tak paham.

Keluarga Charlie terpukul, sesuai perkiraan,

jangan ditekan.

- Kau kenal aku. - Ya halo.

Sudah ada, tenang.

Pampers, krim yang tak ada di Boots.

Lupakan itu. Di mana kau?

- Rumah pemuda itu? - Ya.

Apa yang dia pikirkan? Ada teori?

- Akan kukirimkan detailnya. - Ya, dua vinil.

Tahu dari mana?

Kau akan takjub dengan info resepsionis.

Mereka tahu segalanya!

- Selesaikanlah. - Sedang.

- Mary, jadi ibu menghambatmu. - Babi!

Coba terus.

Lalu bagaimana? Mobil kosong apa yang tiba-tiba ada mayatnya?

- Kau akan menamainya apa? - Pengemudi Hantu.

- Jangan. - Pembaca suka.

- Mereka benci. - Beri keinginan mereka.

Jangan, mereka bodoh.

Sebagian orang.

Semua orang bodoh. Sebagian besar.

Cukup aneh untuk jadi dia? Itu memang sifatnya.

Tn. dan Ny. Welsborough,

aku turut berduka mengenai putri Anda.

- Putra. - Putra.

Tuan dan Nyonya, ini Pak Sherlock Holmes.

Terima kasih sudah datang. Reputasimu terkenal.

Jika ada yang bisa memecahkan ini, kaulah orangnya.

Aku yakin aku...

bisa.

Charlie adalah dunia kami, Pak Holmes. Aku...

- Sherlock? - Pak Holmes?

Maaf, apa?

Charlie adalah dunia kami, Pak Holmes.

- Kami tak akan melupakan ini. - Jangan berpikir begitu.

Maaf, bisa permisi sebentar? Aku...

Aku akan...

- Kenapa? - Entah, aku cuma...

Dari jempolku yang gatal.

- Serius? Kau? - Naluri jangan diabaikan.

Ia mewakili data yang terlalu cepat diolah untuk pikiran pahami.

Apa ini?

Itu semacam altar, kurang lebih.

Aku penggemar Bu Thatcher.

Beliau pahlawan besarku di awal karierku.

Benar, ya.

- Siapa? - Apa?

- Siapa ini? - Kau serius?

- Sherlock... - Dia...

Margaret Thatcher, perdana menteri wanita pertama kita.

Benar. Perdana menteri?

- Pimpinan pemerintah. - Benar.

- Wanita? - Demi Tuhan!

Kau tahu persis siapa dia. Kenapa mengulur waktu?

Celahnya, lihat itu. Itu salah.

Yang lain sangat teratur, diatur.

Hampir seperti OCD. Maaf.

Patung ini rutin diatur letaknya, bingkai ini dibetulkan tiap hari.

Tapi ada celah jelek.

- Ada yang baru hilang. - Ya, patung dada.

- Patung dada. - Demi Tuhan! Ia pecah.

Apa kaitannya dengan Charlie?

- Karpet! - Apa?

Mana bisa pecah?

Tempat jatuhnya cuma lantai, dan karpetnya tebal.

- Apa itu penting? - Nyonya Welsborough, maaf.

- Tak rugi menjawabnya. - Temanmu gila?

Dia bajingan, tapi itu salah.

Rumah kami kebobolan, ada bajingan yang memecahkannya.

- Sisa-sisanya ada di teras. - Tempat kami masuk?

Seseorang begitu membencinya sampai memecahkan rupanya...

Aku bukan ahli, tapi mungkin wajahnya.

Kenapa bukan yang lain? Peluang emas.

- Lihat itu, dia tersenyum. - Inspektur, ini membuang waktu.

- Jika tak ada... - Aku tahu putra Anda kenapa.

- Benarkah? - Terus terang, itu mudah, dangkal.

Tapi katakan, malam pembobolan itu, ruangan ini gelap?

Ya.

Teras tempat patungnya dihancurkan, kulihat sensor gerakannya rusak,

- asumsiku itu terus menyala. - Kau tahu?

Aku tak bisa mengabaikan detail. Aku bukan polisi.

- Jadi, dihancurkan di tempat terlihat. - Benar.

- Kenapa? - Tak seru jika aku tahu.

Pak Holmes, kumohon!

Itu ulang tahun ke-50 Anda, tentu Anda kecewa

putra Anda tak bisa pulang.

- Lagi pula, dia di Tibet. - Ya.

- Tidak. - Apa?

Selamat ulang tahun...

Bagian pertama percakapan Anda adalah video rekaman.

Mudah diatur.

Itu panggilan Skype.

Trik itu mestinya jadi kejutan.

- Trik? - Jelas.

Kau bisa ambil foto dan mengirimkannya?

Ada dua vinil yang hangus di bangkai mobil itu.

Satu, jok yang sebenarnya, satu lagi tiruannya.

Cukup baik.

Kostum efektif.

Kau bercanda?

Tidak.

Dia mau Anda cukup dekat dengan mobil untuk mengejutkan Anda.

- Ya Tuhan! - Kejutan!

Saat itulah kejadiannya.

Aku tak yakin, tapi kurasa Charlie kejang.

Anda bilang dia tak sehat?

Kau tak apa?

Bukan masalah. Mungkin ketinggian saja.

Dia meninggal di sana.

Tak ada alasan mendekati mobilnya,

jadi, dia tetap tersembunyi sampai...

Saat kedua mobil itu diperiksa,

jok palsu itu lumer terbakar, menampilkan Charlie,

yang sudah duduk di sana, meninggal, selama sepekan.

Ya Tuhan!

Anak malang.

Aku turut berduka, Tuan dan Nyonya Welsborough.

Di sini patungnya dihancurkan.

- Luar biasa. - Apa?

Mobil itu, anak itu.

Sejarah. Kenapa dibahas?

Apa pentingnya patung dada yang hancur?

Aku tak tahan. Ada detail tak terselesaikan.

- Tak harus diselesaikan. - Apa artinya hidup?

Selain itu...

- Firasatku sangat aneh. - Rindu aku?

- Aku pakai itu, kalian naik bus. - Kenapa?

Aku harus fokus dan tak mau memukulmu.

Tolong ke Mal.

- Aku pernah bertemu. - Thatcher?

- Menurutku arogan. - Menurutmu?

Ya. Kenapa aku melihat ini?

Itu dia, bayi John dan Mary.

Baiklah, ya.

Tampak sangat... cerdas.

Itu pujian terbaikmu?

Maaf, aku tak pandai mengurus mereka.

- Bayi? - Manusia.

Moriarty, ada hubungan dengan Thatcher?

Ketertarikan?

Untuk apa?

Entahlah. Beri tahu aku.

Di tahun terakhir hidupnya,

James Moriarty terlibat dengan empat pembunuhan politis,

lebih dari 70 perampokan dan serangan teroris,

termasuk pabrik senjata kimia di Korea Utara,

dan belakangan tertarik

dalam melacak Mutiara Hitam keluarga Borgia,

yang masih belum ditemukan,

andai kau mau pekerjaan lebih praktis.

Itu mutiara, beli saja lagi.

Ada yang penting tentang ini.

Aku yakin.

Mungkin ini Moriarty.

Mungkin bukan.

Namun akan terjadi sesuatu.

Apa kau mendapat pertanda, saudaraku?

Dunia terjadi dari miliaran jiwa, tiap helai saling silang.

Pertanda hanyalah gerakan di jaring itu.

Jika kau dapat melemahkan tiap helai data itu,

masa depan bisa diperhitungkan.

Tak terhindar bak matematika.

Janji Temu di Samarra.

Apa?

Saudagar yang tak bisa lari dari Maut. Kau benci cerita itu waktu kecil.

Kurang suka predestinasi dahulu.

Sekarang pun tidak.

Seingatku, kau punya versimu. Janji Temu di Sumatra.

Saudagar itu pergi ke kota lain, dan dia masih hidup.

Malam, Mycroft.

Lalu, dia menjadi perompak.

- Kabari aku. - Tentang apa?

Aku tidak tahu.

Ammo!

BAKER STREET W1 KOTA WESTMINSTER

- Hai, Stella. - Greg.

Kau...

- Ya, dia ada klien... - Baik.

Kalian sering bertemu, ya?

Tidak. Maksudku tidak serius.

Tidak.

Aku cuma datang mengobrol sesekali.

Ya, tentu.

Dia amat suka kasus rumit.

Ya, benar!

Kenapa datang?

Interpol menduga jejak Mutiara Borgia

mengarah ke London.

Mutiara Borgia?

- Mereka masih mengejarnya? - Ya.

Bagaimana kalian bisa kenal?

Ada kasus sepuluh tahun lalu. Tak ada yang bisa memecahkannya.

Ada wanita tua ditemukan tewas di sauna.

Masa? Bagaimana dia mati?

- Hipotermia. - Apa?

Lalu aku bertemu Sherlock, sangat sederhana...

Bisa pelankan suara kalian?

- Maaf. - Maaf.

Kau tak selalu di asuransi jiwa.

Kau mulai bekerja sebagai buruh. Tak perlu kaget.

Tangan kananmu lebih besar, buruh biasanya begitu.

Tukang kayu. Seperti ayahku.

Kau berusaha berhenti merokok, gagal,

pernah punya pacar Jepang yang penting, tapi kini tidak lagi.

Bagaimana...

Rokok elektrik.

Sepuluh rokok elektrik satuan.

Jika mau merokok dalam ruangan, kau akan beli

pipa elektrik menyebalkan itu.

Tapi kau yakin bisa lepas, jadi, tak dibeli,

artinya tak siap berhenti.

Kau malah beli rokok satuan, yakin itu yang terakhir.

Ada tambahan, John?

- John? - Ya, aku dengar.

- Apa itu? - Itu aku.

Itu penggantiku.

Jangan terlalu keras pada dirimu. Kontribusimu kuhargai.

Masa? Ia di sana sejak jam sembilan.

- Kau di mana? - Main Sudoku Bu H.

Kenapa pacarku?

- Apa? - Katamu ada mantan.

Kau punya tato Jepang di sikumu, nama Akako.

Kau coba menghapusnya.

Jelas artinya aku mau melupakannya, bukan cuek.

Jika dia menyakitimu, pasti sudah dihapus.

Kali pertama gagal, tak diulang,

agaknya kau bisa hidup dengan memori samarnya,

karena itu, cuek.

Kukira kau cerdas.

Setelah dijelaskan, sederhana sekali, ya?

Aku menahan informasi ini hingga kini, Pak,

tapi kau harus tahu yang sebenarnya.

Apa maksudmu?

Pernahkah kau berpikir istrimu terlalu baik?

- Aku... - Pikirmu dia selingkuh.

Lebih buruk, istrimu mata-mata.

- Apa? - Benar.

Nama aslinya Greta Bengsdotter.

Kelahiran Swedia, mungkin mata-mata paling berbahaya.

Dia menyamar empat tahun ini sebagai istrimu,

untuk mendekati Kedutaan Amerika,

di seberang apartemenmu.

Besok Presiden AS ke sana,

untuk kunjungan resmi.

Saat Presiden menyapa mereka, Greta Bengsdotter,

menyamar sebagai pembersih, akan menyuntiknya

di balik leher dengan obat berbahaya,

yang disembunyikan di saku rahasia ketiaknya.

Obat ini akan membuat Presiden lemah

terhadap majikan barunya, James Moriarty.

- Apa? - Moriarty akan menjadikannya bidak

untuk menggoyang Majelis Umum PBB,

yang harus pilih dalam pakta nonproliferasi nuklir,

membuat kebijakan serangan pertama terhadap Rusia diambil.

Rangkaian kejadian ini tak terhentikan,

menyebabkan Perang Dunia III.

- Kau serius? - Tentu tidak.

Istrinya pergi karena napasnya bau, dan memakai baju tidur.

Tidak!

- Cuma kutangnya. - Keluar.

Jadi, apa tujuannya ini?

- Main. - Apa?

Selagi bisa.

- Sherlock. - Mutiara. Bosan.

- Tapi... - Ayo!

- Harus bagus. - Kau akan suka.

Itu patung dadanya, 'kan? Yang pecah.

Bukan, ini lain pemilik.

Di tempat lain.

Benar, ini sesuatu. Ada yang terjadi.

Kukira kau senang.

- Ya. - Kelihatannya tidak.

Ini wajah seriusku.

Permainan dimulai.

Dua lagi dihancurkan sejak Welsborough.

- Satu milik Tuan Mohandes Hassan. - Identik?

Ya, ini milik Dr. Barnicot di Holborn.

Total tiga. Entah siapa yang melakukan ini.

Sebagian orang mengidap kelainan itu, 'kan? Obsesi.

Mereka terobsesi sesuatu, dan tak bisa lupakan.

Kurang meyakinkan. Ada citra lain Margaret. Margaret...

Kau tahu dia.

...Thatcher, ada di pembobolan pertama.

Kenapa orang gila terpaku pada satu saja?

- Apa? - Darah.

Cukup banyak juga.

Ada cedera di tempat kejadian?

Tidak.

Pasti tersangka terluka saat memecahkannya.

- Ayo. - Ke Holborn?

- Lambeth. - Kenapa?

- Menemui Toby. - Baiklah. Siapa?

- Lihat saja. - Kau ikut?

Dia ada makan siang dengan staf forensik

dan tak mau terlambat.

Siapa bilang?

Lengan kanan jaketmu, dan formalin campur kolonye,

dan kau yang terus melihat arloji.

- Bersenang-senanglah. - Pasti.

Percayalah, dia bukan untukmu.

- Apa? - Bukan dia jodohmu.

Terima kasih, Mystic Meg.

Bagaimana kau tahu?

Dia punya anak di Rio, Greg tak tahu.

- Kau mengarangnya? - Mungkin.

Siapa Toby?

Kenalan, peretas brilian, salah satu yang terbaik.

Bermasalah serius dengan Amerika beberapa tahun lalu.

Dia meretas sistem keamanan Pentagon,

dan aku berhasil melepaskannya.

Jadi, dia berutang padaku.

- Bagaimana itu membantu? - Apa?

Toby si peretas?

- Toby bukan peretasnya. - Apa?

- Hai, Craig. - Hai, Sherlock.

Craig punya anjing.

Aku mengerti.

- Anjing pintar. - Hai!

Mary? Kenapa kau...

Kita sepakat tak membawa Rosie mengerjakan kasus.

Tidak juga. Jadi, jangan tunggu.

- Hei. - Hei.

- Sedang apa di sini? - Dia lebih baik darimu.

- Lebih baik? - Aku SMS dia.

Tunggu, Mary lebih baik?

Dia pensiunan agen dengan keterampilan hebat.

Dia lebih baik.

- Baik. - Jangan marah.

Jadi, aku harus pulang, ya?

Bagaimana, Sherlock? Mau bawa dia?

- John atau anjing? - Lucu.

- John. Dia berguna dan loyal. - Ya...

Lucu sekali.

Apa terlalu cepat untuk bercerai?

Ke rumah Barnicot. Mau ikut perjalanan berat?

Ikut, dia cepat.

- Dia tak bergerak. - Dia berpikir.

Dia tak bergerak.

Pelan tapi pasti, John, tak seperti kau.

Kau suka anjing ini, ya?

- Aku menyukaimu. - Dia belum bergerak.

Mengagumkan.

HEMOGLOBIN

KAFEIN

H: GRUP A - VE

WISKI

- Menurutmu ini apa? - Kita mencari sesuatu.

Tapi bukan maling, dia datang untuk patung itu. Kenapa?

Cerdas.

Kalau cedera dan tahu ada jejak, kau ke mana?

- Seperti menyembunyikan pohon di hutan. - Atau darah di jagal.

Tak apa, nanti kita coba lagi.

Ini dia. Aku bisa merasakannya.

Bukan Moriarty?

Pasti dia. Ini terlalu aneh, terlalu barok.

Ini dirancang untuk memikat, menggoda, dan menarikku.

Akhirnya, jerat untuk menggantung leherku.

Mestinya kau lihat kondisi di depan ruangan itu.

- Seperti The Exorcist. - Kepala Rosie berputar?

Tidak. Hanya peluru dimuntahkan.

Bagus!

Kau pikir kita akan tahu, saat dia lahir.

Tahu apa?

Angka 666 di dahinya.

Itu The Omen.

- Lalu? - Tadi katamu The Exorcist.

Dua film itu berbeda. Mustahil dia Iblis dan Antikris.

Ya, 'kan?

Sebentar, Sayang. Ibu datang.

Sedang apa kau?

Sedang apa kau? Kemarilah.

Kau pernah dengar itu? Di Jerman?

Lebih spesifik, Craig.

Ostalgie. Orang-orang yang merindukan masa-masa komunis.

Manusia aneh.

Di sini, pasar untuk kenang-kenangan Perang Dingin cukup besar.

Thatcher, Reagan, Stalin. Waktu adalah penyeimbang hebat, ya?

Thatcher seperti Napoleon sekarang.

Mengagumkan. Tak relevan. Dari mana itu?

Aku masuk ke catatan pemasoknya, Gelder and Co.

Sepertinya dari Georgia.

Persisnya?

Tblisi. Enam buah. Satu ke Welsborough. Satu ke Hassan.

Satu ke Dr. Barnicot. Dua ke Nona Orrie Harker.

Satu ke Tn. Jack Sandeford di Reading.

Lestrade? Satu lagi?

- Ya. - Harker di Sandeford?

Harker. Kali ini pembunuhan.

Ini makin menarik.

MISTERI MUTIARA HITAM

INVESTIGASI

BORGIA DARI BRANKAS AMAN DI GEORGIA

TAK ADA TERSANGKA BARU MUTIARA HITAM

Luka-luka bertahan di wajah dan tangannya, sayatan di leher. Pisau tajam.

Benda sama di rumahnya? Patung dada?

- Kali ini dua. - Menarik.

Patung-patung itu dibuat di Tbilisi beberapa tahun lalu.

Enam edisi terbatas.

Kini seseorang menghancurkan semua. Tak masuk akal. Untuk apa?

Dia tak menghancurkannya, bukan itu yang terjadi.

- Ya. - Ya, tapi bukan itu intinya.

Aku lamban, terlalu lamban.

Aku masih lamban, jadi...

Pelan tapi amat beruntung.

Karena dia memecahkan kedua patung, keberuntungan mungkin bertahan.

Jack Sandeford di Reading tujuan berikutku.

Omong-omong, selamat.

- Maaf? - Kau akan memecahkan kasus besar.

- Ya, sampai John buat blog. - Ya, hingga saat itu.

Cukup, Sayang.

Ayah ada urusan.

Kau harus tidur.

Ayo.

Pukul 19.00

Bukankah lebih mudah melampiaskan kesedihanmu di TPS?

Kau sedang lari.

Tak sempat sembunyikan barangmu.

Kau ada di bengkel,

patung dada Wanita Besi sedang dikeringkan, cerdas.

Sangat cerdas.

Tapi kau bertemu aku, dan kau kurang cerdas.

Siapa kau?

Namaku Sherlock Holmes.

Selamat tinggal, Sherlock Holmes.

Waktumu habis. Katakan tentang bosmu, Moriarty.

- Siapa? - Aku tahu ini dia. Pasti dia.

Pikirmu kau mengerti.

Kau tak mengerti apa-apa.

Sebelum polisi datang merusak suasana, bagaimana kalau kita menikmatinya?

Aku persembahkan kasus nomor satu Interpol.

Sulit bagi mereka, membosankan bagiku.

Mutiara Hitam Borgia.

A.G.RA

Tidak mungkin.

Bagaimana bisa...

Semua tentang diriku di sana.

Masa lalumu adalah urusanmu.

Masa depanmu...

adalah hak istimewaku.

Aku tak mengerti.

Dia... sudah memusnahkannya.

Dia?

Kau kenal dia.

Kau kenal, 'kan? Wanita jalang itu.

Dia mengkhianatiku.

- Kami semua. - Mary.

Ini tentang Mary?

Itu namanya sekarang?

- Polisi bersenjata, kau dikepung! - Serahkan.

Serahkan itu!

Keluar perlahan, aku mau lihat kau angkat tangan.

Jangan tembak aku! Atau kubunuh dia.

Letakkan senjatamu. Sekarang!

Aku pergi.

Jika tak ikut, tak ada yang mati.

Letakkan senjatamu!

Kau polisi, aku profesional.

Sampaikan dia akan mati.

Dia akan segera mati.

Dia temanku. Dia dalam perlindunganku.

Siapa kau?

Aku orang...

yang akan membunuh temanmu.

Siapa Sherlock Holmes?

Bukan polisi.

TBILISI, GEORGIA. ENAM TAHUN SEBELUMNYA.

Bagaimana menurutmu?

Dua lagi sekak?

Jangan buat mereka benci, Sayang.

Ada kegiatan apa lagi? Kesuraman catur setelah tiga bulan.

Semuanya suram.

Mereka akan mengutus seseorang.

Mereka? Siapa mereka?

Agaknya kita terlalu percaya pada mereka.

Aku punya sesuatu yang akan mereka sukai, jika kita bisa keluar.

Aku punya Ammo.

Ammo?

Ibu Duta Besar.

Kenapa lama sekali?

- Tak dapat staf. - Semua keluar, sekarang!

Belok kiri!

Bagaimana sekarang? Kita harus apa?

Kita mati.

Bagaimana?

Dia tak jauh. Kita segera menangkapnya.

- Aku ragu. - Kenapa?

Karena dia bekas rekan kerja Mary.

SHERLOCK HOLMES

Ammo.

Ammo.

Dia pingsan lagi. Tidak seru jika mereka pingsan!

Kita kembali nanti.

Apa yang akan dia lakukan jika tahu... tentang wanita Inggris itu?

Apa yang kau lakukan ke pengkhianat?

Mungkin kita akan beri tahu dia. Jika dia masih hidup.

DILARANG MASUK

Aku bodoh, tidak tahu apa-apa.

Sudah lama aku memberitahumu.

Pesan yang kau kirimkan menarik.

Apa yang terjadi?

Aku begitu yakin itu Moriarty,

hingga tak bisa melihat yang di depan mata.

Mengharapkan mutiara.

Astaga, itu...

USB AGRA seperti yang kau berikan kepada John,

tapi ini milik orang lain.

- Siapa? - Aku tak tahu.

Kami semua punya satu, tapi...

Kau belum mengecek isinya?

- Aku mau dengar darimu. - Kenapa?

Karena aku tahu kebenaran saat mendengarnya.

Kami berempat, agen.

Bukan agen biasa.

Istilah halusnya.

Alex. Gabriel.

Aku... dan Ajay.

Ada kepercayaan absolut di antara kami. USB ini menjaminnya.

Semua punya satu.

Masing-masing berisi alias, asal-usul kami, semua.

Kami tak bisa dikhianati

karena punya alat untuk saling menghancurkan.

- Majikan kalian? - Orang yang bayar mahal.

Bertahun-tahun kami yang terbaik.

Lalu semua berakhir.

Ada sebuah kudeta di Georgia.

Kedubes Inggris di Tbilisi dikuasai, banyak sandera.

Kami diminta masuk, membebaskan mereka.

Ada perubahan rencana, penyesuaian dadakan.

- Dari siapa? - Entah.

Hanya suara lain di telepon.

Juga kode.

- Ammo. - Ammo?

Seperti amunisi.

Kami masuk, lalu ada masalah.

Masalah yang amat besar.

Itu enam tahun lalu.

Rasanya sudah lama sekali.

Cuma aku yang lolos.

Tidak.

- Apa? - Tadi aku bertemu seseorang.

Orang sama yang mencari Thatcher keenam itu.

Ya Tuhan, itu Ajay, dia. Dia masih hidup?

Ya, sehat walafiat.

Tak bisa kupercaya, ini hebat.

Kukira cuma aku yang selamat. Di mana dia? Aku harus menemuinya!

Sebelum diberikan ke John, kau menyimpan USB-mu baik-baik?

Ya, tentu. Itu jaminan kami.

Terlebih lagi, itu tak boleh jatuh ke tangan musuh.

Jadi, Ajay juga selamat.

Kini dia mencari USB yang dia sembunyikan,

yang berisi alias lama AGRA, tapi kenapa?

Aku tak tahu.

Tbilisi enam tahun lalu, dari mana dia?

Mary, maaf aku mengatakan ini, tapi dia mau kau mati.

Maaf, tidak, karena kami keluarga.

Keluarga bisa hancur.

USB itu adalah cara termudah untuk melacakmu.

Kau satu-satunya penyintas, pasti kau yang dia mau,

dan dia sudah membunuh dalam pencarian patung itu.

Dia cuma ingin menemukanku. Dia hidup, itu yang penting!

Dia bilang sendiri.

"Sampaikan dia akan segera mati."

Kenapa dia mau membunuhku?

- Katanya kau berkhianat. - Tidak, itu gila.

Itu yang diyakininya.

Aku selalu takut ini akan terjadi.

Sesuatu dari masa laluku akan menghantuiku.

Ya, dia hantu yang bisa diraba.

Aku cuma ingin ketenangan, dan kukira sudah kudapatkan.

Tidak, Mary...

kau bisa tenang.

Aku sudah bersumpah, ingat?

Untuk menjaga kalian bertiga.

Sherlock, si pembunuh naga.

Tetap di sisiku dan kau aman darinya, aku berjanji.

Ada yang perlu kau baca.

Apa?

Kuharap tak perlu lakukan ini.

Apa yang...

- Mary... Tidak! - Duduklah.

Tenanglah. Ini demi kebaikan, percayalah.

Tidak.

Jaga mereka sampai aku pulang. Maaf.

Aku minta maaf.

AGRA?

Kota di tepi Sungai Yamuna

di utara Uttar Pradesh, India.

Jaraknya 378 kilometer di barat ibu kotanya, Lucknow.

Apa kau Wikipedia?

- Ya. - AGRA itu akronim.

Bagus, aku suka akronim.

Perkumpulan rahasia terbaik memilikinya.

Tim agen, yang terbaik. Tapi kau sudah tahu.

Tentu. Lanjutkan.

Salah satunya, Ajay, mencari Mary, yang juga salah satunya.

Benarkah? Aku tidak tahu.

Masa?

Dia membunuh untuk USB itu.

AGRA bekerja untuk penawar tertinggi. Mungkin termasuk kau?

- Aku? - Pemerintah Inggris

atau mana pun yang kau wakili.

AGRA dahulu amat andal. Lalu ada insiden Tbilisi.

Mereka diminta membebaskan sandera, tapi semua kacau.

Itu akhirnya, kami berhenti memakai tenaga lepas.

- Inisiatifmu? - Inisiatifku.

Tenaga lepas tidak jelas, terlalu berantakan.

Aku tak suka urusan tak terselesaikan. Tidak dalam pengawasanku.

Ada hal lain. Sebuah detail.

Sebuah kode.

Ammo?

Itu yang kutahu.

Cukup sedikit.

Bisa bantu cari tahu?

Jatah bantuanmu habis.

Akan kupanggil mereka.

Jika kau tak bisa lumpuhkan orang yang mengincarnya, bagaimana?

Kau pikir bisa terus menyelamatkannya?

Tentu.

- Itu sentimenmu? - Bukan, itu aku.

Sulit membedakannya sekarang.

Aku pernah bilang, sudah berjanji. Sebuah sumpah.

Baiklah. Akan aku usahakan.

Tapi ingat ini, adikku,

agen seperti Mary cenderung tak pensiun.

Mereka pensiun secara permanen, mati.

Tidak dalam pengawasanku.

"Sayang, aku perlu mengatakan ini

karena kau tak boleh membenci kepergianku."

Maaf, aku bisa mendengar decitan.

- Anda dengar decitan? - Tidak.

Aku pernah menonton dokumenter di Discovery Channel.

Why Planes Fall.

- Pernah tonton? Seram sekali. - Tidak.

Aku bersumpah tak akan terbang lagi, tapi aku di sini.

Semua baik, Bu?

Tidak, tapi apa gunanya mengeluh?

Aku dengar decitan. Mungkin sayap pesawat akan lepas.

Semua baik-baik saja, aku janji. Tenang saja.

Baik. Tenang. Tenang katanya.

Anda bersenang-senang di London?

Cukup senang, kurasa. Tapi adakah yang menyembunyikan matahari?

Hilang waktu perang?

"Aku memberi diriku izin untuk hidup normal.

Aku tidak lari, aku janji, aku hanya memakai caraku."

Ya Tuhan, aku... Perasaanku tidak enak.

Ya Tuhan!

- Anda baik-baik saja? - Aku akan mati.

Perasaanku tidak enak.

Anda baik.

Manis sekali kau. Wajahmu sangat ramah.

Tuhan akan tersenyum kepadamu.

"Namun aku tak mau kau dan Sherlock membuatku berhenti,

maafkan aku, Sayang.

Aku tahu kau akan mencoba mencariku, tapi percuma.

Tiap gerakanku acak, Sherlock Holmes pun tidak bisa tahu

lemparan dadu."

"Aku harus membawa target jauh dari dirimu dan Rosie,

lalu aku akan kembali, Sayang.

Aku bersumpah.

ASHDOWN GABRIELLE DEPARTEMEN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT

SESUAI JADWAL

TEHERAN

MAROKO

Bukan yang ini.

Kau tak punya kesempatan, sama sekali.

Aku sudah memojokkanmu. Menyerahlah!

Aku akan menghancurkanmu. Kau ada dalam kendaliku.

Pak Baker. Setnya lengkap.

- Tidak. - Siapa lagi yang kurang?

Master Bun, belum lengkap tanpa dia. Berapa kali lagi, Pak Sherlock?

Mungkin aku asing dengan konsepnya. Hai, Mary.

Konsep apa?

Happy Families. Perjalanan menyenangkan?

- Bagaimana bisa... - Mary, ada anak-anak.

- Bagaimana kau bisa kemari? - Karim buka pintu.

Halo.

Karim, bisa tolong suguhkan teh?

- Tentu. - Terima kasih.

Senang bertemu Nyonya.

Maksudku, bagaimana kau menemukanku?

- Aku Sherlock Holmes. - Serius, bagaimana?

Setiap gerakanku acak,

setiap kepribadian baru ditentukan secara acak!

Tindakan manusia tak acak.

Pemahaman matematika probabilitas,

dipetakan dalam psikologi manusia

dan sifat yang diketahui

bisa mengurangi variabel.

Aku sendiri tahu 58 teknik

untuk menyaring peluang yang tampak tak terbatas

menjadi beberapa variabel layak.

Tapi itu sulit,

jadi, aku pasang pelacak di dalam USB itu.

Bajingan.

- Bajingan! - Aku tahu, ekspresimu!

"Matematika probabilitas"?

- Kau percaya itu. - "Variabel layak"?

Ya, aku mulai kehabisan ide di sana.

Di dalam USB-ku!

Ya, itu ideku.

- AGRA? - Ya.

Kau bilang itu inisialmu.

- Bisa dibilang benar. - Bisa dibilang?

Banyak sekali bohong.

Aku minta maaf.

Bukan cuma kau.

Apa?

Alex, Gabriel, Ajay...

Kau R?

Rosamund?

Rosamund Mary.

Aku selalu suka Mary.

Ya, aku juga.

Dahulu.

- Aku tak tahu harus bagaimana. - Tinggal, bicara denganku.

Itu yang pasangan lakukan.

Menyelesaikan masalah.

Ya.

- Ya, tentu. - Mungkin aku bukan pria baik...

tapi kurasa aku lebih baik dari yang kau akui,

- pada umumnya. - Selalu.

Kau selalu baik, John, aku tak pernah ragu.

Tak pernah menghakimi, mengeluh.

Aku tak pantas untukmu...

Aku hanya ingin menjaga kau dan Rosie aman, itu saja.

Aku akan menjagamu.

Tapi harus di London.

Itu kotaku, aku tahu medannya.

Pulanglah, kau akan baik-baik saja, aku berjanji.

Tiarap!

Halo lagi.

- Ajay? - Kau ingat, aku terharu.

Kukira kau sudah mati, percayalah.

Aku menantikan ini lebih lama daripada yang kau bayangkan.

Sumpah, kukira kau sudah mati. Kukira cuma aku yang selamat.

Bagaimana menemukan kami?

Dengan mengikutimu, Sherlock Holmes. Kau memang cerdas.

Kau menemukannya, aku menemukanmu. Mungkin kurang cerdas.

Di sinilah kita. Akhirnya.

Kena!

Apa pun yang kau pikir kau tahu, bisa kita bicarakan,

bisa kita selesaikan.

Dia pikir aku mati.

Mungkin saja.

Kita selalu berempat saja, selalu, ingat?

- Ya. - Kenapa kau mau membunuhku?

Tahukah kau berapa lama mereka menawanku?

Perbuatan mereka kepadaku?

Mereka menyiksa Alex sampai mati.

Aku masih bisa mendengar punggungnya patah. Kau?

Di mana kau?

Hari itu di kedubes, aku lari.

Tapi aku tak melihatmu juga, jelaskan. Kau di mana?

Aku keluar. Untuk sementara.

Cukup lama untuk menyembunyikan USB-ku. Aku tak mau mereka dapat.

Aku setia.

Setia kepada temanku.

Tapi mereka menawanku, menyiksaku. Bukan demi informasi.

Cuma untuk bersenang-senang.

Mereka pikir aku akan menyerah, mati, tapi tidak, aku hidup.

Akhirnya, mereka lupa aku membusuk di suatu sel.

Enam tahun aku di sana.

Suatu hari aku melihat kesempatan.

Aku membalas mereka.

Selama di sana, aku mendapatkan informasi.

Bisikan kecil. Tawa. Gosip.

Betapa agen-agen cerdas itu telah dikhianati.

Dikorbankan olehmu!

Aku?

Kau tahu aku akan membunuhmu juga, Ajay.

Pikirmu aku peduli?

Aku bermimpi membunuhmu...

setiap malam selama enam tahun.

Mencekik leher penuh dustamu, dasar wanita jahat.

Aku bersumpah, Ajay.

Apa yang kau dengar, Ajay?

Saat ditawan, apa yang kau dengar?

Apa yang kudengar?

Ammo.

Tiap hari saat mereka menyiksaku, "Ammo.

Ammo.

Ammo."

Kami dikhianati!

- Mereka bilang dia? - Kau mengkhianati kami!

- Mereka sebut namanya? - Kata mereka wanita Inggris.

Tidak!

Wanita Inggris, itu yang dia dengar. Jadi, asumsinya Mary.

- Apa tak bisa menunggu? - Tidak, ini belum selesai.

Ajay bilang mereka dikhianati, penyandera sudah tahu AGRA datang.

Cuma ada suara di telepon.

Ingat? Dan satu kode.

"Ammo", kau sudah bilang.

Bagaimana bahasa Latinmu?

Bahasa Latinku?

Amo, amas, amat.

Aku cinta, kau cinta, dia cinta. Apa...

Bukan "ammo" untuk amunisi, tapi "amo", artinya?

Kau harus benar, Sherlock.

AKSES DITOLAK

Sialan.

Ada apa ini?

Maaf, Lady Smallwood,

protokol keamanan Anda dicabut sementara.

Apa?

Banyak sekali kebohongan. Bukan cuma kau.

- Halo. - Halo.

- Aku suka astermu. - Terima kasih.

Kurasa ini bukan aku.

- Bukan? - Terlalu floral untukku.

Aku pria yang lelah dan bermata tua.

Menurutku itu bagus.

Mata yang indah.

- Terima kasih. - Dengar...

- Tak biasanya aku begini... - Tapi kau lakukan.

Ya.

- Apa ini? - Ini aku.

- Terima kasih. - Sama-sama.

- Dah! - Dah.

KONTAK, CARI KONTAK KONTAK BARU

HEI

HEI

Kau pikir kita akan tahu, saat dia lahir.

Tahu apa?

Angka 666 di dahinya.

Itu The Omen.

- Lalu? - Tadi katamu The Exorcist.

Dua film itu berbeda. Mustahil dia Iblis dan Antikris.

Ya, 'kan?

Sebentar, Sayang. Ibu datang.

Sedang apa kau? Kau tidak mengantuk?

LAMA SEKALI

Kemarilah.

Tidak apa-apa.

AKU TAHU. MAAF.

KANGEN KAU

KAU BELUM TIDUR

Ibu tahu.

ATAU SUDAH BANGUN.

BURUNG HANTU?

Kau tak mau berhenti menangis, ya?

VAMPIR

Ibu tahu, mau ke Ayah?

Mari kita ke Ayah!

Ayah di sini. Tenang, Rosie.

Mari kugendong.

- Serius? - Ya, aku sudah bangun.

Hei, Sayang, ini Ayah. Ayahmu.

Kemarilah, Rose. Sini, Sayang. Sudah.

Terima kasih.

INI BUKAN IDE BAGUS. AKU TAK BEBAS. AKHIRNYA AKAN BURUK.

SENANG BISA MENGENALMU SESAAT

AKU MINTA MAAF

Ini konyol, dan kau tahu itu.

Berapa kali lagi?

Enam tahun lalu kau mengarahkan Operasi Asing, kodenya Cinta.

Kau mendasari semua ini dari kode?

Pada bisikan di telepon?

Ayolah, Mycroft.

Kaulah penghubung AGRA.

Tiap tugas, tiap detail, mereka dapat darimu.

Itu tugasku.

Lalu ada insiden Tbilisi. AGRA masuk.

Mereka dikhianati.

Bukan oleh aku.

Kita sudah lama kenal.

Aku janji, aku tidak tahu apa-apa dalam hal ini.

Kau marah dengan AGRA dan semua tenaga lepas lainnya.

Aku tak melakukan apa pun yang kau tuduhkan.

Tak satu pun.

Tidak... satu pun.

Apa dia suka dongeng sebelum tidur? Aku mau bacakan.

Benarkah?

Ya. Aku akan berdeguk saja sekarang.

Walau sepertinya dia suka.

Aku harus mencobanya.

Banyak yang harus kukejar.

JEMBATAN VAUXHALL

Pikirmu kau mengerti. Kau tak mengerti apa-apa.

Kode bernama Antartica, Langdale, Porlock, dan Love.

Kau akan takjub dengan info resepsionis. Mereka tahu segalanya!

Kata mereka wanita Inggris.

Jangan catat apa pun.

Mereka tahu segalanya!

- Kau tidak lengah, ya? - Maksudmu?

Ya, bersikap... sempurna.

Mary...

Aku harus memberitahumu...

Tunggu.

Bisa katakan nanti?

- Ya. - Bagus.

- Tak bisa asal pergi. - Rosie.

- Pergilah. - Tidak!

Aku menyusul setelah menemukan orang. Bu Hudson.

- Di Corfu sampai Sabtu. Molly? - Baik.

- Kita harus menunggunya. - Kau tahu itu takkan terjadi.

Jika kasus ini terungkap, kau harus lihat.

Baik, kau menang.

Tuan dan Nyonya, akuarium akan tutup dalam lima menit.

Silakan menuju ke pintu keluar. Terima kasih.

Kantormu bilang kau di sini.

Ini selalu tempat pertemuan favorit agen.

Kita seperti mereka.

Seperti hantu, hidup dalam bayangan.

Pemangsa?

Tergantung kau di pihak mana.

Selain itu, kita harus terus bergerak atau bisa mati.

Lokasi bagus untuk babak terakhir, tak ada pilihan lebih baik.

Tapi aku tak pernah menolak sentuhan dramatis.

Aku cuma datang melihat ikan.

Aku tahu ini akan terjadi.

- Seperti kisah lama itu. - Aku sibuk.

Bisa langsung saja?

- Kau begitu yakin, ya? - Bukan tanpa alasan.

"Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar di pasar terkenal di Bagdad."

Aku tak suka cerita ini.

Aku seperti saudagar di kisah itu. Kukira aku bisa menghindar.

Aku selalu waspada, menantikan sosok suram...

- Maut. - Halo, Mary.

- John? - Menyusul.

Perkenalkan, Ammo.

Kau Ammo?

Kau yang di telepon waktu itu?

Menjadikan AGRA unit pembunuh pribadinya.

- Kenapa berkhianat? - Kenapa orang bertindak?

Coba kutebak, menjual rahasia?

Tidak sopan jika menolak.

Sukses selama beberapa tahun.

Beli pondok di Cornwall karenanya.

Tetapi...

duta besar di Tbilisi tahu. Aku pikir cukup sudah.

Lalu dia disandera di kudeta itu.

Aku tak percaya keberuntunganku! Itu memberiku waktu.

Tapi kau tahu bosmu mengutus AGRA.

Sangat terampil. Mereka pembunuh andal.

Yang tak kau ketahui, dia juga memberi tahu penyandera.

Lady Smallwood beri perintah.

Tapi aku mengirim satu lagi ke teroris,

dengan petunjuk nama kodenya,

siapa tahu ada yang penasaran.

Tampaknya berhasil.

- Kau pikir masalahmu selesai. - Aku sudah lelah.

Lelah dengan kekacauannya.

Aku hanya ingin ketenangan, kejelasan.

Para sandera terbunuh. AGRA juga.

Atau menurutku.

Rahasiaku aman.

Tapi... tampaknya tidak.

Hanya sedikit ketenangan.

Cuma itu yang kau inginkan, 'kan?

Keluarga? Rumah?

Sungguh, aku mengerti.

Jadi, biarkan aku keluar dari sini, ya?

Biarkan aku pergi.

Aku akan menghilang, selamanya.

Bagaimana?

- Setelah perbuatanmu? - Mary, jangan!

Baiklah.

London Aquarium. Ya, sekarang.

Aku tak pernah jadi agen lapangan.

Kukira aku cukup baik.

Kau menangani operasi Tbilisi dengan amat baik.

Terima kasih.

- Untuk ukuran sekretaris. - Apa?

Pasti tak mudah menutup mulutmu selama bertahun-tahun ini

padahal kau tahu lebih pintar daripada semuanya.

Aku tak melakukannya karena iri.

Masa?

Pekerjaan menjemukan tiap hari.

Tak pernah keluar merasakan semua kesenangan itu.

Pulang ke apartemen kecilmu di Wigmore Street.

Mereka bongkar trotoar di depan kantor pos di sana.

Tanah liat di sepatumu sangat khas.

- Ya, apartemen kecilmu. - Tahu dari mana?

Dengan gajimu, kau harus sederhana,

dan semua uangmu lari ke pondok itu.

Apa kau janda mati atau cerai?

Cincin itu sekurangnya 30 tahun, dan kau letakkan di jari lain.

Artinya kau terikat dengannya, tapi tak menikah.

Kurasa janda mati, melihat jumlah kucingmu.

- Sherlock. - Dua Burma dan 1 Tortoiseshell,

dari bulu kucing di kardiganmu.

Janda cerai biasanya mencari pasangan baru,

janda mati mengisi kekosongan suaminya.

- Sherlock, jangan. - Hewan piaraan membantu, katanya.

Tak ada hal baru di hidupmu,

atau kau tak akan ke akuarium di Jumat malam.

Mungkin karena masalah alkohol,

tanganmu yang sedikit gemetar, sisa anggur merah di bibir atasmu.

Jadi, ya, menurutku motifmu adalah kecemburuan.

Untuk buktikan kehebatanmu.

Untuk mengimbangi kurangnya kehidupan kecilmu.

Bu Norbury, harus kuakui ini tak terduga.

Vivian Norbury, yang mengalahkan mereka semua.

Kecuali Sherlock Holmes.

Tak ada jalan keluar.

Tampaknya begitu.

- Kau benar, Pak Holmes. - Itulah pekerjaanku.

Mungkin aku masih bisa mengejutkanmu.

Ayolah, pakai otakmu.

Kurasa tidak.

Kejutan!

Semua baik. Kau akan baik-baik saja.

Panggil ambulans!

Tenang.

- Mary! - John.

Kau baik-baik saja, Mary? Tetaplah bersamaku.

- Ayo. - Jangan cemas.

- Ayo, kau lebih baik dari itu. - Ayo. Mary?

Ya Tuhan. John, inilah waktuku.

Tidak, bukan.

- Itu... - Kau membuatku bahagia.

Kau memberikan semua yang kuinginkan...

Mary.

Jaga Rosie.

- Berjanjilah. - Aku janji.

- Tidak. - Aku janji.

- Berjanjilah. - Aku janji.

Hei, Sherlock.

- Ya. - Aku...

sangat menyukaimu.

Pernahkah kukatakan?

Ya, pernah.

Maaf karena aku menembakmu waktu itu. Aku betul-betul menyesal.

- Tak apa. - Kurasa kita impas.

Baiklah.

- Kurasa kita... - Mary...

...impas, benar-benar impas.

Kau seluruh duniaku.

Menjadi Mary Watson...

adalah satu-satunya hidup yang pantas dijalani.

- Mary... - Terima kasih.

Mary...

Jangan coba-coba!

Kau sudah bersumpah.

Kau berjanji.

Kau bermimpi.

Mimpi berulang?

Kau mau membahasnya?

Ini hubungan dua arah.

Seluruh dunia runtuh menimpamu.

Semua tak berdaya.

Tak terpulihkan.

Aku tahu itu perasaanmu...

tapi aku baru bisa membantu jika kau membuka diri.

Itu bukan gayaku.

Aku harus tahu berbuat apa.

Berbuat?

Tentang John.

Tolong sambungkan dengan Sherrinford. Ya, akan kutunggu.

Tapi semua tak akan sama lagi, 'kan?

Kurasa begitu.

Kita harus bersatu dan melakukan tugas kita.

Menjaga Rosie.

Aku akan...

melihat-lihat ini. Mungkin ada kasus.

Kasus? Kau tak mau melakukannya, 'kan?

Pekerjaan adalah penawar duka terbaik, Bu Hudson.

Ya, kau benar.

- Aku akan buat teh. - Bu Hudson?

Ya, Sherlock?

Jika kau berpikir bahwa aku menjadi terlalu sombong,

angkuh, terlalu percaya diri...

Ya?

...bisa sebut kata Norbury kepadaku? Ya?

Norbury?

Itu saja.

Aku akan berterima kasih.

Apa ini?

Aku membawanya. Ada di barangku.

RINDU AKU?

Astaga! Apa itu...

Pasti.

Aku tahu ini akhirnya.

Aku tahu Moriarty punya rencana.

Aku tahu ini akan menarik perhatianmu.

Jadi, dalam kasus ini...

siapa tahu harinya tiba.

Jika kau menonton ini, aku mungkin sudah mati.

Aku mau hidup normal, tapi siapa sangka?

Tak ada yang pasti.

Hidup lamaku...

penuh dengan konsekuensi.

Bahayanya seru, tapi kau tak bisa terus menghindar.

Kau harus ingat itu.

Aku memberimu kasus, Sherlock.

Mungkin ini kasus tersulit dalam kariermu.

Saat aku pergi, jika aku pergi...

lakukan sesuatu untukku.

Hai.

Aku ingin tahu keadaanmu dan...

jika ada yang bisa kubantu.

Ini... dari John.

- Baik. - Tak perlu dibaca sekarang.

Maaf, Sherlock.

Katanya... Kata John, jika kau datang mencarinya,

menawarkan bantuan...

Ya?

Dia bilang...

mau menerima siapa pun, kecuali kau.

Siapa pun.

Aku memberimu kasus, Sherlock.

Saat aku pergi, jika aku pergi...

lakukan sesuatu untukku.

Selamatkan John Watson.

Selamatkan dia, Sherlock.

Selamatkan dia.

Kapan jalan yang kita lalui mengunci kaki kita?

Kapan jalanan menjadi sungai dengan satu tujuan saja?

Maut menunggu kita semua di Samarra.

Namun dapatkah Samarra dihindari?

Enyahlah, Sherlock.

Terjemahan subtitel oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.