Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sherlock!
SHERLOCK HOLMES
Ini trik.
Hanya trik sulap.
Jangan. Hentikanlah.
Tetaplah di sana.
- Jangan gerak. - Baik.
Tetap lihat aku.
- Kumohon, bisa lakukan ini? - Apa?
Panggilan ini...
Ini wasiatku.
Biasa dilakukan, 'kan?
Tinggalkan wasiat.
Untuk kapan?
Selamat tinggal, John.
Tidak, jangan...
Sherlock!
John? John, lihat aku.
Lihat aku. Dan tidurlah.
Langsung tidur pulas,
dan tidur nyenyaklah.
Itu sungguhan.
Bagus, suaraku ada di dalam kepalamu
dan ada di sekitarmu.
Dan kau akan bangun dalam tiga, dua,
satu...
nol.
Tolong biarkan aku lewat. Dia temanku.
Bohong!
Tidak, sudah jelas.
Itu caranya. Sudah jelas.
Derren Brown?
- Sherlock sudah mati. - Benarkah?
Ada mayatnya, itu dia. Pasti dia. Molly Hooper menguburnya.
Tidak, dia bohong. Itu jasad Jim Moriarty dengan topeng.
Topeng?
Tali bungee, topeng, Derren Brown.
Dua tahun, dan teori makin bodoh.
Ada berapa lagi hari ini?
Trotoar di tempat itu,
bahkan tempat dia jatuh, semuanya--
Rasa bersalah.
Ini rasa bersalah.
Kau dan Donovan membuat kami berpikir Sherlock penipu.
Kau lakukan ini, membunuhnya, dia tetap mati.
Kau percaya kalau ada cukup teori
akan mengubah apa yang terjadi?
Aku percaya pada Sherlock.
Ya, takkan buat dia kembali.
Setelah investigasi kepolisian,
Richard Brook merupakan ciptaan James Moriarty.
Belum pernah terjadi, ada keributan di pengadilan
saat Sherlock Holmes dinyatakan tak bersalah, dan bebas tuduhan.
Sayangnya, ini terlambat bagi si detektif,
yang menjadi semacam pesohor dua tahun lalu.
Kini polisi dipertanyakan mengapa bisa jadi sejauh ini.
Sherlock Holmes tewas terjatuh dari atap RS Barts London.
Walau dia tak tinggalkan wasiat...
Baiklah.
Untuk teman yang tiada.
- Sherlock. - Sherlock.
Semoga dia tenang.
SHERLOCK HOLMES
Kau masuk ke sini demi sesuatu.
Beri tahu saja, lalu kau bisa tidur.
Kau ingat tidur?
Apa?
Bagaimana? Dia bilang apa?
Dia bilang aku pernah bekerja di AL,
tempat perselingkuhanku tak bahagia.
Listrik di kamar mandiku tak menyala,
dan istriku selingkuh dengan tetangga kami.
Pembuat peti mati
...dan...
...jika aku pulang...
...akan kutangkap basah.
Sudah kuduga!
Sudah kuduga ada yang terjadi.
Jadi, Kawan.
Hanya kita berdua.
Kau tak tahu betapa sulitnya mencarimu.
Dengarkan aku.
Ada jaringan teroris terselubung aktif di London
dan serangan besar akan terjadi.
Maaf, liburannya berakhir,
wahai saudaraku.
Kembali ke Baker Street,
Sherlock Holmes.
Bisa beri sumbangan?
Bung, bisa beri sumbangan?
- Beri sumbangan? - Beri sumbangan?
- Beri sumbangan? - Beri sumbangan?
Hal terkonyol yang pernah kulakukan.
Kau menginvasi Afganistan.
MISTERI TULANG BELULANG
Kau sibuk akhir-akhir ini, ya?
Orang yang sangat sibuk.
Jaringan Moriarty. Butuh dua tahun menjatuhkannya.
Dan kau yakin?
Sisi Serbia potongan teka-teki terakhirnya
Ya. Kau melibatkan diri cukup dalam dengan Baron Maupertius.
- Rencana bagus. - Luar biasa.
Kau sudah aman sekarang.
Tak ada salahnya berterima kasih.
Untuk?
Untuk ikut campur.
Jika kau lupa, tugas lapangan bukanlah keahlianku.
"Ikut campur"?
Kau duduk dan melihatku dihajar habis-habisan.
- Aku mengeluarkanmu. - Aku yang lakukan.
- Kenapa tak cegah? - Tak mau kedokku terungkap.
- Bisa gagal. - Kau menikmatinya.
- Omong kosong. - Pasti begitu.
Dengar, tahukah kau beratnya, Sherlock,
menjadi agen rahasia?
Menyusup ke organisasi mereka?
Keributannya, orang-orangnya.
Aku tak tahu kau bisa bahasa Serbia.
Tidak.
Tapi akar bahasa Slavia.
Dengan kata serapan Turki dan Jerman.
Butuh beberapa jam.
Kau mulai ceroboh.
Usia paruh baya, adikku.
Semua akan begitu.
Tidak. Kau tak ambil, ya?
- Tidak. - Kau lupa hal kecil.
Ya.
Tampaknya, kau lupa banyak hal kecil.
Entah kalau itu.
Terlihat lebih tua.
- Hanya mencoba. - Kau terlihat tua.
- Dengar-- - Aku bukan ibumu,
- Aku tak mau berharap. - Tidak.
Tapi satu panggilan saja, John.
Satu panggilan saja cukup.
Aku tahu.
- Setelah yang kita lalui. - Ya.
Maafkan aku.
Dengar, aku paham betapa sulitnya bagimu setelah...
Setelah...
Kulupakan itu, Ny. Hudson.
Kurelakan semua.
Dan terasa semakin sulit untuk menghubungi.
Tahu maksudku?
Aku ingin kau fokus pada masalah ini.
- Kemeja ini bagaimana? - Sherlock.
Akan kutemukan jaringan terormu, Mycroft.
Pulangkan aku ke London.
Aku harus mengenali tempatnya lagi.
Merasakan tiap denyut jantungnya.
Salah satu orang kita mati demi informasi ini.
Dari radio dan komunikasi,
akan ada serangan besar teroris di London.
Lalu John Watson?
John?
- Kau menemuinya? - Ya.
Kami bertemu tiap Jumat untuk ikan dan kentang.
Aku hanya mengawasinya.
Kami belum hubungi dia, untuk persiapkan dia.
Tidak.
- Kita harus singkirkan itu. - "Kita"?
Dia tampak lawas. Aku tak mau terlihat bersama orang tua.
Aku tak bisa membuangnya.
Dia tak suka jika kubersihkan.
Tidak, aku tahu.
Kenapa sekarang? Apa yang mengubah pikiranmu?
Aku dapat kabar.
Astaga. Penyakitmu parah?
Apa? Aku tidak sakit.
Aku telah... Aku...
melanjutkan hidup.
Kau pindah ke luar negeri?
Bukan. Tidak, aku...
Aku mengencani seseorang.
Syukurlah.
Ya, kami akan menikah. Aku akan memintanya.
Secepat itu setelah Sherlock?
Ya.
Siapa nama pria itu?
- Dia wanita. - Wanita?
Tentu saja wanita.
- Kau telah melupakannya, ya? - Ny. Hudson, sudah kubilang...
Sherlock bukan kekasihku.
Jalani hidupmu, itu mottoku.
Dengar. Aku bukan homoseksual!
Kurasa aku akan mengejutkan John. Dia pasti suka.
Menurutmu begitu?
Muncul di Baker Street tiba-tiba.
Baker Street? Dia tak di sana lagi.
Kenapa harus? Sudah dua tahun.
Dia lanjutkan hidupnya.
Hidup apa? Aku hanya pergi.
- Dia ke mana malam ini? - Mana kutahu?
Kau selalu tahu.
Dia akan makan malam di Marylebone Road.
Tempat yang bagus.
Mereka punya beberapa botol St. Emilion tahun 2000,
walau aku suka yang tahun 2001.
Kurasa aku akan mampir.
Mungkin saja kau takkan diterima.
Memang.
Di mana tempatnya?
- Apa? - Kau tahu.
Selamat datang kembali, Tn. Holmes.
Terima kasih.
Darah.
THE LANDMARK LONDON
Bisa kubantu, Pak?
AYAH YANG BERSIAGA
Istrimu baru kirim pesan. Mungkin dia berkontraksi.
Permisi, Pak.
Pak, maafkan aku.
Aku akan ke dapur dan keringkan itu untukmu.
Sudah selesai, Pak? Izinkan aku membawanya.
Nyonya, bisa lihat menu ini? Ini sama persis.
Ada yang bisa kubantu?
Ya. Aku mencari sebotol sampanye.
Yang enak.
Semua ini sangat enak, Pak.
Aku tak paham. Bisa sarankan?
Mana pun tak salah,
tapi jika ingin rekomendasiku...
Yang terakhir itu kesukaanku.
Bisa dibilang, ini seperti dari masa lalu.
Bagus. Aku pesan yang satu itu.
Ini familier, tapi bisa mengejutkan.
Kejutkan aku.
Akan kulakukan, Pak.
Maaf, kau menunggu lama.
- Baik-baik saja? - Ya.
Aku? Baik. Baik-baik saja.
Kau ingin bertanya apa?
- Mau anggur? - Tidak.
Baik.
- Jadi? - Jadi...
Mary. Dengar...
aku tahu ini belum lama,
dan kita belum lama saling kenal.
- Lanjutkan. - Ya.
Dua tahun terakhir ini berat bagiku.
Dan bertemu denganmu...
Bertemu denganmu merupakan hal terbaik bagiku.
- Aku setuju. - Apa?
Aku setuju, aku hal terbaik bagimu.
Maaf.
Tidak, itu...
Jadi...
Jika kau bersamaku, Mary, bisakah kau lihat...
Jika kau bisa lihat sampai...
Pak, kurasa kau akan suka ini.
Anggurnya punya kualitas lawas dan modern.
- Jangan. - Seperti tatapan orang asing,
yang menyadari saat menatap wajah kawan lama.
Tidak, sungguh, bisakah...
Tuksedo itu menarik.
Membuat teman berbeda, dan pelayan tak dikenali.
John?
Ada apa, John?
Singkatnya...
belum mati.
Agak kasar karena tiba-tiba muncul.
Kau bisa terkena serangan jantung. Menurutku, ini lucu.
Bukan alasan yang bagus.
- Tidak, kau... - Ya.
- Astaga. - Tak juga.
Kau mati, lompat dari atap.
- Tidak. - Kau mati.
Tidak. Sudah kuperiksa. Maaf.
Kumismu bisa dihapus juga?
Astaga. Kau tahu apa yang kau perbuat?
Tak apa-apa, John. Aku baru sadar
mungkin aku harus meminta maaf.
Baik, John. Tetaplah...
Dua tahun.
Dua tahun.
Aku kira...
Aku kira...
kau sudah mati.
Kau membuatku berduka.
Teganya kau begitu?
Kenapa?
Tunggu, sebelum kau lakukan hal yang kau sesali,
satu pertanyaan. Izinkan aku bertanya.
Kau mau pelihara kumis itu?
Aku hitung ada 13 kemungkinan begitu kuajak Moriarty ke atap.
Aku tak ingin mati, jika mungkin.
Skenario pertama melempar diriku ke van berisi kantong cucian.
Tak mungkin, terlalu curam.
Kedua, sistem...
- Kau genius, tapi keras kepala. - Apa?
Aku tak peduli caranya, Sherlock. Aku ingin tahu alasannya.
Kenapa? Moriarty harus dihentikan.
Kenapa, dalam hal...
Aku paham. Ya. Alasannya.
Itu sulit dijelaskan.
Aku punya waktu.
Sebenarnya, itu ide Mycroft.
Jadi, itu ide kakakmu?
Dia butuh orang kepercayaan.
Maaf.
Tapi hanya dia? Hanya dia yang tahu?
Dan beberapa orang lagi.
Rencananya harus rumit.
- Tiga belas kemungkinan... - Siapa lagi?
Siapa lagi yang tahu?
- Siapa? - Molly.
- Molly? - John.
Molly Hooper dan beberapa koneksiku.
Baiklah.
Kakakmu, Molly Hooper, dan ratusan gelandangan.
Tidak. Paling banyak 25.
Itu sungguhan? Kau pelihara kumisnya?
- Ya. - Yakin?
- Mary suka. - Tidak.
- Dia suka. - Tidak.
- Jangan. - Brilian.
Maaf, aku tak tahu harus bilang apa.
Tidak, ini menarik. Aku merindukan dia.
Satu kata saja, Sherlock. Aku hanya butuh itu.
Memberitahuku kalau kau masih hidup!
Aku hampir mengontak berkali-kali, tapi...
Aku khawatir kau bicara.
- Apa? - Bocorkan rahasia.
- Ini salahku? - Astaga.
Kenapa hanya aku yang anggap ini salah?
- Hanya aku yang bereaksi? - Berlebihan.
- Berlebihan? - John.
Berlebihan? Kau palsukan kematianmu,
dan kau kembali hidup, seakan aku tak punya masalah
karena Sherlock pikir tak mengapa melakukannya!
Aku tak mau semua tahu!
- Ini masih rahasia, ya? - Masih rahasia.
- Janji takkan bilang? - Aku bersumpah!
London dalam bahaya.
Ada serangan dan aku butuh bantuanmu.
Bantuanku?
Kau merindukan ini.
Akuilah. Ketegangan pengejaran, darah terpompa di pembuluh darahmu,
hanya kita berdua melawan dunia.
Aku tak paham. Aku sudah minta maaf. Bukankah harus begitu?
Kau tak tahu sifat manusia, ya?
Sifat? Tidak.
Manusia? Tidak.
Aku akan bicara padanya.
- Kau mau? - Ya.
Mary.
Bisa kau percaya keberaniannya?
Aku suka dia.
Apa?
Aku suka dia.
Itu bisa membunuhmu.
Dasar bajingan.
Saatnya kembali.
Kau lewatkan beberapa hal, Graham.
- Greg. - Greg.
...yang sangat diyakini, dengan RUU anti-terorisme,
pemerintah merasa diwajibkan mendesak badan legislasi dengan...
- Tetaplah di sana. - Kau di mana?
Jangan gerak.
Tetap lihat aku.
Apa? Apa yang terjadi?
Ada apa ini?
Kumohon, bisa lakukan ini? Kumohon.
Apa?
Panggilan ini,
ini wasiatku.
Biasa dilakukan, 'kan?
Tinggalkan wasiat.
Untuk kapan?
- Selamat tinggal, John. - Tidak.
Sherlock!
Apa? Kau sudah gila?
Kenapa tidak. Sama mungkinnya dengan teorimu.
Dengar, jika kau tak anggap serius...
Kuanggap serius.
Kurasa tak perlu pakai topi.
Aku dirikan The Empty Hearse agar orang sepemikiran bisa bertemu,
membahas teori...
Sherlock masih hidup.
Aku yakin.
DETEKTIF BERTOPI HIDUP
Astaga.
Astaga.
SHERLOCK HOLMES HIDUP
"Gerakannya begitu senyap.
begitu tersembunyi, seperti anjing pemburu terlatih
- yang mencium aroma." - Apa?
"Aku hanya bisa memikirkan dia bisa jadi penjahat hebat
jika dia melanggar hukum."
Jangan dibaca.
- Blog terkenal. - Ayolah, itu--
Sejarah, ya. Tapi bukan? Karena...
Kau sedang apa?
Cuci muka.
Kau mencukurnya.
- Kau benci ini. - Sherlock benci itu.
Semuanya benci ini.
- Mau menemuinya lagi? - Tidak, mau bekerja.
Dan setelah kerja, menemuinya?
Astaga, aku hanya dapat ciuman enam bulan, lalu belahan jiwanya muncul.
Bukan bercukur demi Sherlock Holmes.
Kau harus pakai kaus.
- Diam. - Atau apa?
Atau aku menikahimu.
London, seperti tangki septik raksasa,
semua kriminal, agen, dan gembel masuk ke dalamnya.
Terkadang, bukan soal siapa,
melainkan siapa yang tahu.
Jika dia batalkan langganannya.
Aku harus tahu.
Jika dia pergi tanpa memasukkan anjingnya ke kandang, aku harus tahu.
Beberapa orang seperti penanda.
Jika mereka bergerak, aku tahu ada yang terjadi.
Seperti tikus yang tinggalkan kapal tenggelam.
OBAT RESEP
Semuanya menarik, Sherlock,
tapi peringatan teror telah ditingkatkan.
Membosankan. Giliranmu.
Kita dapat informasi solid. Serangan akan terjadi.
Info solid, organisasi rahasia merencanakan serangan.
Itu yang mereka lakukan. Itu golf versi mereka.
Agen korbankan nyawanya untuk beri tahu itu.
Seharusnya jangan. Dia hanya ingin pamer.
Tak ada penandamu ini yang bertindak mencurigakan?
- Giliranmu. - Tidak, Mycroft,
kau harus percaya padaku. Akan kucari jawabannya.
Bisa saja ada frasa aneh di blog daring
atau trip tak terduga ke pinggir desa, atau iklan mencari jodoh yang aneh.
Giliranmu.
Aku sudah menjamin kau ikut pada perdana menteri.
Aku ikut. Kita ikut. Lihatlah.
Sial.
Tak bisa tangani sakit hati. Sangat cocok.
Jangan berlagak.
Itu membuatku ingat. "Jangan berlagak, aku yang pintar."
- Memang. - Kupikir aku idiot.
Kita pikir kau idiot.
Kita tak punya petunjuk lagi sampai temui anak lainnya.
- Itu salah. - Apa yang mereka pikirkan?
Mungkin berusaha berteman.
Benar.
"Teman". Tentu saja, kini kau tertarik soal itu.
Kau tidak? Tak pernah?
Jika aku tampak lamban bagimu, bisa bayangkan orang lain seperti apa?
Aku seperti ikan emas.
- Tapi aku pergi selama dua tahun. - Lalu?
Entahlah, kukira kau baru menemukan ikan emas.
Ganti topiknya.
Tenanglah, apa pun yang direncanakan jaringan tersembunyi ini,
rahasianya akan ada di sesuatu yang tak besar atau aneh.
Omong-omong...
Sulit kupercaya.
Sulit kupercaya. Dia duduk di kursinya lagi.
Bukankah ini luar biasa, Pak Holmes?
- Aku hampir tak bisa menahan diri. - Dia bisa.
Walau terlihat begitu, dia senang bisa menemuimu.
- Maaf, siapa? - Kalian.
Mari mainkan yang lain.
Kenapa malah bermain?
Peringatan teror London ditingkatkan, aku hanya habiskan waktu.
Mari lakukan deduksi.
Klien tinggalkan ini saat aku tak ada, apa pendapatmu?
- Aku sibuk. - Ayo. Sudah lama sekali.
- Aku pasti menang. - Tak bisa menolak.
Dari topi manusia tak fit, sering pergi, gelisah, sentimental,
punya kebiasaan, dengan halitosis.
Sial.
- Dia dikucilkan? - Kenapa?
- Dia? - Jelas.
Kenapa? Ukuran topi?
Jangan konyol. Ada wanita berkepala besar juga.
Tidak. Rambutnya dipotong, bisa lihat rambut kecil
yang mengikuti noda keringat di dalam.
- Ada wanita berambut pendek. - Keseimbangan.
Kau belum pernah bicara pada wanita.
Kondisinya tak baik.
Dia sentimental karena diperbaiki tiga--
Lima kali. Dengan rapi.
Biaya perbaikan melebihi harga topi, dia terikat pada topinya.
Satu, atau dua jahitan menandakan sentimentalitas,
kalau lima? Sikap obsesif. Obsesif-kompulsif.
Tidak. Klienmu meninggalkannya. Tak mungkin obsesif-kompulsif.
Jahitan awal terekspos matahari, dia pakai ini di Peru.
- Peru? - Ini chullo.
Topi klasik dari Andes, dari bulu alpaka.
- Wol domba Islandia. - Bukan?
Sama, tapi berbeda jika tahu harus cari apa.
Aku menulis blog soal kekuatan tarik berbagai serat.
Itu pasti dibutuhkan.
Dia gelisah?
Bola di kiri bekas digigiti, dia pria yang gugup...
Dia ikuti kebiasaan, dia tak menggigit yang kanan.
- Tepat. - Mencium bola kirinya
sudah menjelaskan napas baunya.
- Brilian. - Mudah.
Tapi kau tak sadar dia terkucil.
Aku tak lihat.
- Jelas sekali. - Di mana?
- Terlihat. - Beri tahu.
- Sejelas hidung. - Beri tahu.
Siapa pun yang pakai topi bodoh ini
tak terbiasa bercengkerama dengan orang lain.
Tak juga. Mungkin dia tak keberatan jadi berbeda.
Bukan berarti harus dikucilkan.
Tepat.
Maaf?
Dia berbeda, memang kenapa? Kenapa keberatan? Kau benar.
Kenapa ada yang keberatan?
Aku tak kesepian, Sherlock.
Tahu dari mana?
Ya. Kembali bekerja, jika tak keberatan.
Selamat pagi.
Baik, kembali bekerja.
- Tn. Summerson. - Benar.
- Testis tak turun. - Benar.
Sherlock.
Bicara pada John.
Aku sudah bicara. Dia sudah bersikap tegas.
Santai saja, Pak Summerson.
- Dia bilang apa? - Per--
Batuk.
Astaga.
- Hai. - Ny. Reeves. Seriawan.
Benar.
Ingin menemuiku?
Ya.
- Molly? - Ya.
Maukah kau...
- Kau mau pecahkan kasus? - Makan malam?
Tak perlu malu, Ny. Reeves.
Ini biasa terjadi, tapi aku menyarankan--
Kelenjar kera. Cukup soal Profesor Presbury.
Beri tahu soal kasusmu, Tn. Harcourt.
- Kau yakin? - Tentu.
- Harus kucatat? - Jika mau.
Inilah yang John lakukan. Jika aku John--
Jadi dirimu sendiri.
Tak ada yang bisa kosongkan rekening itu selain aku dan Helen.
- Asumsimu, ulah istrimu? - Aku percaya padanya.
Tidak, itu ulahmu. Berat turun, pewarna, botoks, selingkuh.
Pengacara. Berikutnya!
Ini Tn. Blake. Wasir.
Tn. Blake, hai.
Dan sahabat pena surelmu berhenti begitu saja?
Kau pikir dia jodohmu, ya? Belahan jiwamu?
Ayah tiri yang pura-pura jadi kekasih online.
- Apa? - Memutuskan, patahkan hatinya.
Dia ingin berhenti, dan tetap di rumah.
Ayahnya masih dapat gajinya.
Tn. Windibank, kau ini sungguh...
Pot pipis.
Tak perlu khawatir, hanya infeksi kecil.
Dr. Verner dokter keluargamu, ya?
Ya. Dia mengurusku sejak lama.
Aku punya toko di pojok Church Street.
Majalah dan DVD.
Aku bawa beberapa yang mungkin menarik bagimu.
Tree Worshippers. Ini seru.
Sangat menarik.
Dan British Birds. Kira-kira sama.
- Aku tak perlu. - The Holy War.
HORRIDA
Memang agak membosankan,
tapi ada biarawati yang kebiasaannya tercela.
Astaga. Sherlock.
- Apa? - Apa maumu?
- Kau mau menyiksaku? - Apa maksudmu?
"Apa maksudmu?" Kau kira aku akan tertipu?
- Kau gila! - Tidak.
Tak sebagus bahasa Prancismu.
Bahkan penyamarannya tak bagus, Sherlock.
Dapat dari mana, toko mainan usil?
Astaga.
Maafkan aku.
Astaga.
Maaf. Tak apa-apa.
- Ini membuat kami heran. - Tak diragukan lagi.
PINUS?
CEMARA?
CEDAR
KAMPER BARU
SERAT KARBON
RUSAK TERBAKAR
Ada apa?
- Kau menemukan sesuatu? - Mungkin.
- Pamer. - Diam, John.
- Apa? - Bukan apa-apa.
Halo.
- Yakin? - Aku yakin.
Baik. Cath menungguku. Sampai jumpa.
- Dah. - Dah.
Ini akan jadi prosedur barumu?
- Mencobanya. - Benar.
Jadi, John?
Belum ada dalam rencana.
- Kereta? - Kereta.
Pria, 40 sampai 50 tahun.
- Maaf, kau ingin... - Tidak, silakan.
Kau cemburu?
Diam!
- Tak masuk akal. - Apa?
Tulang ini,
- usianya tak sampai enam bulan. - Enam bulan.
CARAKU MELAKUKANNYA
OLEH JACK THE RIPPER
"Caraku Melakukannya oleh Jack the Ripper."
- Tak mungkin. - Selamat datang.
Sok pintar.
Aku tak mau menghinamu dengan menjelaskannya.
- Tidak, silakan. - Kau lupa naikkan kerah.
Mayatnya berusia enam bulan.
Dipakaikan pakaian Victoria usang dari museum.
Pakaiannya dikenakan di peraga bertahun-tahun,
dalam lemari kaca menghadap tenggara, dilihat dari kepudarannya.
Dijual di diskon barang kebakaran sepekan lalu.
Jadi, semuanya palsu?
Ya.
- Terlihat menjanjikan. - Mudah.
Kenapa ada yang mau repot?
Ya, kenapa, John?
Perhatikan celahnya.
Perhatikan celahnya.
- Terima kasih sudah menyimpannya. - Tak masalah.
Jadi, ada apa, Tn. Shilcott?
- Kekasihku penggemarmu. - Kekasih?
Maaf. Lanjutkan.
- Aku suka kereta. - Ya.
Aku kerja di Tube, Jalur District.
Salah satu tugasku ialah menghapus rekaman pengawas.
Aku sedang memeriksa,
dan aku lihat sesuatu yang aneh.
Ini sepekan lalu.
Kereta terakhir Jumat malam, Stasiun Westminster.
Pria ini masuk ke gerbong terakhir.
- Gerbong? - Gerbong, bukan kereta.
Itu bawaan keterlibatan Amerika di sistem Tube.
Dia bilang dia suka kereta.
Perhentian berikutnya, St. James's Park.
Dan...
KAMERA 107 ST JAMES'S PARK, PLATFORM 2
Kau akan suka.
Naik gerbong terakhir di Westminster, penumpang tunggal,
dan gerbongnya kosong di stasiun St. James's Park.
Jelaskan itu, Tn. Holmes.
Tak bisakah dia lompat?
Ada mekanisme pengaman agar pintu tak terbuka. Tapi ada sesuatu.
Masinis kereta itu tak bekerja sejak itu.
Menurut rekan sekamarnya, dia sedang berlibur. Dapat uang.
Disogok?
Jika masinisnya terlibat, maka penumpangnya turun.
Dia tak bisa ke mana-mana.
Jalur lurus di District, di antara kedua stasiun.
Tak ada terowongan sisi, terowongan perbaikan.
Tak ada apa pun di peta.
KAMERA 046 PLATFORM 2
Kereta tak berhenti, dan seseorang hilang.
Bagus, 'kan?
Aku kenal wajah itu.
Perhatikan langkahmu.
Perjalanan antar kedua stasiun hanya lima menit.
Itu sepuluh menit.
Sepuluh menit menuju St. James's Park.
Aku butuh peta, banyak peta. Semua peta.
Baik.
- Mau kentang? - Apa?
Aku tahu kedai ikan di Marylebone Road,
- pemiliknya suka beri lebih. - Kau lepaskan dia dari tuntutan?
Tidak, aku membantunya memasang rak.
Sherlock?
Ada apa hari ini?
Berterima kasih.
Untuk?
- Semua yang kau lakukan. - Tak apa-apa. Senang bisa membantu.
Tidak. Aku serius.
Bukan senang. Aku tak keberatan.
- Aku ingin. - Moriarty lengah, dia buat kesalahan.
Karena satu orang yang dia pikir tak penting bagiku,
ialah orang yang paling penting.
Berkat kau semua jadi mungkin.
Tapi kau tak bisa lakukan ini lagi.
Aku cukup senang.
Aku mau. Tapi aku...
Dan selamat.
Bukan teman kerja.
Kami kenalan via teman, cara yang biasa.
Dia baik. Dia punya anjing, kami...
Kami pergi ke pub akhir pekan, sudah bertemu orang tuanya
dan semua teman dan keluarganya.
Entah kenapa aku ceritakan ini.
Kuharap kau bahagia, Molly Hooper.
Kau pantas mendapatkannya.
Dan lagi, tak semua pria yang kau sukai akan jadi sosiopat.
- Tidak? - Tidak.
Mungkin tipe idamanku.
SELAMATKAN SESEORANG! JOHN ATAU JAMES WATSON?
ORANG SUCI ATAU PENDOSA? JAMES ATAU JOHN? LEBIH ADALAH KURANG?
Ny. Hudson. Maaf. Kurasa seseorang menyandera John.
- John Watson? - Tunggu, kau siapa?
- Aku tunangannya. - Mary?
- Ada apa? - Ada yang kirim ini padaku.
Kupikir ini spam ayat Alkitab, ternyata bukan.
Ini kode lompat.
SELAMATKAN SESEORANG! JOHN ATAU JAMES WATSON?
Kata pertama, lalu ketiga.
"Selamatkan John Watson."
ORANG SUCI ATAU PENDOSA? JAMES ATAU JOHN? LEBIH ADALAH KURANG?
Begitu.
- Kita mau ke mana? - St. James the Less, gereja.
Dengan mobil 20 menit.
- Kau menyetir? - Ya.
Terlalu lambat.
Sherlock, tunggu apa lagi?
Ini.
SEPULUH MENIT
SEMAKIN DEKAT, TN HOLMES WAKTUMU SEPULUH MENIT
Mereka akan lakukan apa padanya?
Aku tak tahu.
DELAPAN MENIT LAGI...
Sial!
DELAPAN MENIT
Tak boleh lewat sana.
SEBAIKNYA CEPAT WAKTU MENIPIS...
Tidak, takkan bisa.
Agak lembap.
Akan kuambil sesuatu untuk membantu.
Tolong!
PENUNDAAN EKSEKUSI KAU PUNYA DUA MENIT LAGI
TIGA MENIT
SATU MENIT
Dia tak menyukainya, Yah.
- Guy Fawkes, dia tak suka. - Mundurlah, Zoe.
Mundur, sekarang.
SAYANG SEKALI, TN HOLMES. JAMES PRIA BAIK!
Apa maksudnya?
Astaga.
Tolong!
Mundur!
Minggir!
Minggir!
- John! - John!
John!
Bangun, John!
Tolong!
John!
- John? - John.
- John? - John.
John?
Bukan di situ aku menaruhnya. Wanita konyol.
Pada saat itulah kusadari ini menghilang.
Aku bilang, "Sudah kau periksa di belakang sofa?"
Dia selalu kehilangan benda di sofa, kan?
- Tampaknya. - Kunci,
uang koin, permen.
- Terutama kacamata. - Kacamata.
Benda terkutuk. Kubilang, "Kenapa tak kau kalungkan?"
- Dia bilang, "Seperti Larry Grayson?" - Larry Grayson?
Jadi, pada akhirnya kau temukan tiket lotrenya?
Ya, syukurlah. Kami naik busnya tepat waktu.
Kami bisa lihat Menara London, Katedral St. Paul,
tapi tak boleh masuk ke Gedung Parlemen.
Ada debat berlangsung.
- John. - Maaf, kau sibuk.
- Mereka sudah selesai. - Sungguh?
- Ya. - Kau ada kasus...
- Bukan. - Kami ada sampai Sabtu.
- Ya, bagus. Hebat. Keluar. - Hubungi kami.
Keluar.
Kami sungguh senang, Sherlock.
Orang berpikir yang terburuk. Kami senang ini sudah berakhir.
Lebih sering hubungi, ya?
- Dia khawatir. - Janjilah.
Janji. Astaga...
- Maaf. - Tak apa-apa.
- Klien? - Orang tuaku.
- Orang tuamu? - Di kota ini beberapa hari.
Mycroft ajak mereka lihat Les Misérables. Menyuruhku melakukannya.
- Itu orang tuamu? - Ya.
Begitu...
- Tak seperti yang... - Apa?
Maksudku, mereka sangat...
biasa.
Aku harus menanggungnya.
Mereka juga tahu?
Kau main petak umpat dua tahun ini?
- Mungkin. - Karena itu mereka tak di pemakaman.
Maaf. Maaf lagi.
Maaf.
Kau cukur, ya?
Ya. Tak cocok untukku.
- Syukurlah. - Tak suka?
Aku suka wajah dokterku bersih.
Kau tak dengar itu setiap hari.
- Bagaimana keadaanmu? - Ya, tak buruk. Sedikit berasap.
Benar.
Semalam, ulah siapa itu?
- Kenapa mengincarku? - Entahlah.
Ada yang berusaha mencapaimu lewat aku? Ada hubungannya dengan teroris?
Entah, tak lihat polanya. Terlalu luas.
Kenapa seorang agen mau korbankan nyawa demi hal yang tak signifikan. Aneh.
- Korbankan nyawanya? - Ada jaringan rahasia
merencanakan serangan ke London.
- Ini tikusku, John. - Tikus?
Penanda, agen, gembel, orang yang akan tertangkap,
atau kekebalan diplomatisnya tiba-tiba ditarik.
Ada yang terjadi, jika salah satunya mencurigakan.
Kelimanya bersikap normal, tapi yang keenam...
Aku kenal dia, 'kan?
Lord Moran, Peer of the Realm. Pengembangan Luar Negeri.
- Pilar pembangunan. - Ya.
Dia bekerja untuk Korea Utara sejak 1996.
- Apa? - Dia tikus nomor satu.
Dia telah melakukan sesuatu yang sangat mencurigakan.
KAMERA 068 ST JAMES'S PARK, PLATFORM 2
Ya, itu aneh.
- Tak ada tempat turun? - Menurut peta, tidak.
Ada yang kulewatkan. Yang begitu jelas di hadapanku.
Tahu siapa mereka, jaringan rahasia ini?
Pihak intelijen pasti punya daftar yang paling jelas.
Tikus kita keluar dari sarang.
Al Qaeda? IRA mulai tak sabar lagi,
- mungkin mereka... - Benar!
- Aku ini memang si idiot buta! - Apa?
- Bagus. Ini brilian. - Apa maksudmu?
Intel Mycroft tak terlalu luas. Melainkan spesifik.
Apa maksudmu?
Bukan jaringan rahasia, tapi jalur bawah tanah.
Benar.
- Apa? - Terkadang tipuan begitu lancang,
sampai kau tak melihatnya walau di depan wajahmu.
Lihat. Tujuh gerbong meninggalkan Westminster.
Dan hanya enam yang sampai di St. James's Park.
Tapi itu tak mungkin.
Moran tak menghilang. Satu gerbong menghilang.
Masinisnya alihkan kereta dan melepas gerbong terakhir.
Lepaskan di mana? Tak ada apa-apa di antara dua stasiun.
Begitu kau hilangkan faktor lain, yang tersisa hanya kebenaran.
Gerbong itu hilang, pasti ada di suatu tempat.
Tapi kenapa? Kenapa dilepas?
Gerbong hilang di antara St. James's Park dan Westminster.
Lord Moran menghilang.
Kau diculik dan hampir mati terbakar di pesta kembang api...
Hari apa? Hari apa ini?
November... Astaga.
Lord Moran, dia Peer of the Realm.
Dia biasa di Gedung Parlemen.
Ada debat RUU anti-terorisme semalaman.
Tapi dia takkan ada di sana malam ini.
Pada tanggal 5 November.
- "Ingatlah." - "Mesiu, pengkhianatan dan sekongkol."
Tak ada apa-apa, Tn. Holmes. Jalur samping, stasiun palsu.
Pasti ada, cek lagi.
Seluruh area ini kacau, penuh bangunan lama dan baru.
Charing Cross dibuat dari stasiun lama,
seperti Trafalgar Square, Strand.
Kita sudah perhitungkan itu.
St. Margaret, Bridge, Sumatra Road, Parliament Street...
Tunggu, Sumatra Road?
Kau sebut Sumatra Road, Tn. Holmes. Ada sesuatu, aku ingat!
- Ya. Ada stasiun di bawah sana. - Kenapa tak ada di peta?
- Karena ditutup sebelum buka. - Apa?
Mereka sudah buat platform, bahkan tangganya,
tapi terkena sengketa, jadi, tak pernah muncul ke permukaan.
Ada di bawah Istana Westminster.
Ada apa di bawah sana, bom?
Dengan banyak yang berkomentar
hasil suara RUU anti-terorisme akan beda tipis,
anggota parlemen akan menuju ruang legislatif
untuk pemilihan suara paling penting dari Parlemen ini.
- Sekarang menuju... - Kebebasan apa yang dilindungi
jika kita mulai memata-matai warga?
Tindakan Orwellian dalam skala besar ini...
Jadi, itu bom? Gerbong Tube membawa bom?
- Pasti. - Benar.
Kau sedang apa?
- Hubungi polisi. - Jangan.
Ini bukan permainan, mereka harus evakuasi.
Mereka akan menghalangi. Ini lebih bersih, efisien.
- Dan ilegal. - Sedikit.
TAK ADA SINYAL
- Sedang apa? - Mengikutimu.
Aku tak paham.
- Kali pertamanya. - Tak mungkin di tempat lain.
Apa?
- Tunggu. - Apa?
Bukankah dialiri listrik?
Aman, selama tak sentuh rel.
Tentu, ya, hindari relnya.
- Bagus. - Lewat sini.
- Kau yakin? - Tentu.
Lihat.
John.
Peledak.
Kosong. Tak ada apa-apa.
Benarkah?
- Ini bomnya. - Apa?
Tak membawa peledak. Gerbong ini bomnya.
Kita butuh penjinak bom.
Mungkin takkan sempat.
Kita harus apa?
Aku tak tahu.
- Pikirkanlah. - Kenapa kau pikir aku tahu?
Kau Sherlock Holmes, yang paling cerdas.
Bukan berarti aku tahu cara jinakkan bom besar. Kau?
Aku bukan penjinak bom. Aku dokter.
Dan tentara, kau terus bilang.
Tak bisakah kita cabut pewaktunya?
- Itu bisa mengaktifkannya. - Kau tahu.
Astaga!
Kenapa tak hubungi polisi?
- Bisakah--? - Kenapa tak pernah hubungi?
Tak ada gunanya.
Kau tak bisa matikan bomnya?
Kau tak bisa matikan bom dan tak hubungi polisi.
Pergi, John. Sekarang.
Tak ada artinya, kan? Tak cukup waktu untuk lari
dan jika tidak kita lakukan, orang lain akan mati!
Istana pikiran.
- Gunakan istana pikiranmu. - Bagaimana caranya?
Kau menyerap semua fakta.
Menurutmu, aku punya "cara jinakkan bom"
- di dalam sana? - Ya!
Mungkin.
Berpikirlah.
Kumohon, berpikirlah.
Berpikirlah!
Astaga.
Ini dia.
Astaga.
Matikanlah. Astaga.
Maafkan aku.
- Apa? - Aku tak bisa...
Aku tak bisa, John.
Tak tahu caranya.
Maafkan aku.
- Apa? - John, maafkan aku...
atas segala duka yang kusebabkan.
Tidak, ini hanya trik.
Bukan.
- Trik kotormu lainnya. - Bukan.
Agar aku mengatakan hal baik.
- Tidak kali ini. - Agar kau terlihat baik
walau kau bersikap seperti...
Aku tak ingin kau mati.
Ya, hati-hati akan harapanmu.
Jika aku tak kembali, kau takkan di sana dan...
kau masih punya masa depan dengan Mary.
Ya, aku tahu.
Bagiku ini sulit. Hal semacam ini sulit bagiku.
Aku tahu.
Kau pria terbaik dan terbijak yang pernah kukenal.
Ya, aku memaafkanmu.
Jaringan kriminal yang diincar Moriarty sangat luas.
Berakar di mana-mana seperti kanker, kami punya rencana.
Mycroft memberi Moriarty informasi mengenaiku.
Moriarty memberikan petunjuk pada kami,
secercah cahaya soal jaringannya.
Kami lepaskan dia,
karena membuatnya percaya dia unggul sangat penting.
Lalu aku mundur dan memperhatikan Moriarty...
hancurkan reputasiku perlahan.
Aku harus buat dia percaya dia mengalahkan aku,
dengan telak, lalu dia ungkap semuanya.
Ada 13 skenario yang bisa terjadi saat kami di atap.
Masing-masing direncanakan dan diberi kode.
Bukan hanya reputasi Moriarty yang harus dikubur. Aku harus mati.
- Sherlock! - Kau bisa tangkap aku,
kau bisa siksa aku, apa pun yang ingin,
tapi takkan ada yang cegah mereka menarik pelatuknya.
Tiga temanmu di dunia akan mati.
- Kecuali... - Aku bunuh diri dan lengkapi ceritamu.
Harus kau akui, itu lebih seksi.
Aku tak mengantisipasi seberapa siap Moriarty.
Cukup jelas sejak pertemuan pertama di kolam renang.
Dia siap mati.
Aku tahu waktuku tak banyak.
Kuhubungi kakakku, dan mulai rencananya.
LAZARUS
Dan semuanya bekerja.
LAZARUS LAZARUS SIAP
Ini trik.
Hanya trik sulap.
Jangan. Hentikanlah.
Tetaplah di sana.
Jangan gerak.
Baik.
Tetap lihat aku. Kumohon, bisa lakukan ini?
John harus berada di tempat yang kuinginkan,
dan pandangannya terhalang gedung ambulans.
Sherlock!
Aku harus mendarat di kantong udara,
dan aku berhasil.
Kecepatan itu penting.
Kantongnya harus tersingkir
saat John beranjak dari gedung itu.
Kita harus buat dia lihat jasad.
Itulah tugas Molly.
Seperti di jam, kami pergi ke satu tempat, John dari tempat lain.
Lalu pesepeda tepat waktu kami...
membuat John terkapar sesaat,
memberiku waktu untuk bertukar dengan mayat di trotoar.
DILARANG PARKIR, GERBANG SELALU TERPAKAI
Sisanya hanyalah hiasan.
Dan satu sentuhan terakhir,
bola skuas di bawah ketiak.
Dengan cukup tekanan, bisa hentikan denyut nadi.
Tolong biarkan aku lewat! Tidak, dia temanku.
- Tak apa-apa. - Dia temanku.
Semuanya sudah diantisipasi, segala kemungkinannya.
Berjalan sempurna.
Molly. Molly Hooper?
Dia ikut serta?
Ya. Kau ingat gadis kecil yang diculik Moriarty?
- Keluar! - Kukira dia bereaksi begitu
karena aku penculiknya.
Kusimpulkan Moriarty menemukan orang yang mirip denganku
untuk timbulkan kecurigaan, dan orang itu
harus dienyahkan begitu dia tak berguna lagi.
Berarti ada mayat di kamar mayat yang mirip denganku.
Pandai.
Molly temukan jasadnya, palsukan catatannya, dan kuberi jaket lain.
Aku punya banyak.
Kalau soal penembak runduk mengincar John?
Anak buah Mycroft menghalangi sebelum bisa menembaknya.
Dia diminta untuk pikirkan kembali.
Sudah?
Bagus.
Dan jaringan tunawismamu?
Seperti yang kujelaskan, seluruh jalan ditutup.
Seperti sebuah adegan sandiwara.
Keren, kan?
- Apa? - Aku takkan lakukan itu.
Benarkah?
Bukannya itu tak cerdas, tapi...
Apa?
Agak mengecewakan.
Semuanya bisa mengkritik.
- Aku datang bukan untuk itu. - Bukan?
Tidak, kurasa kau tahu alasanku di sini.
Caraku Melakukannya oleh Jack the Ripper?
Bukankah itu menarik?
Mengerikan. Kasus yang sensasional yang kau harap aku tertarik.
Tapi kau berlebihan. Kau dan klub penggemarmu.
Aku tak bisa hidup, jika tahu aku membuatmu...
Tapi tidak.
Kau selalu benar, aku belum mati.
Tidak. Semuanya baik-baik saja, 'kan?
- Ya. - Ya.
Tapi kau buang waktu polisi.
Mengganggu keadilan.
Mengalihkanku dari serangan besar yang bisa hancurkan Gedung Parlemen
- dan sebabkan kematian banyak orang. - Astaga.
Astaga, maaf, Sherlock.
Maafkan aku.
Tunggu.
Tak masuk akal.
Bagaimana bisa yakin John akan berdiri tepat di sana?
Kalau dia bergerak?
Dan bagaimana bisa secepat itu?
Kalau tak tertabrak sepeda?
Kenapa kau memberitahuku ini?
Jika kau bisa melakukannya, kau takkan bilang padaku...
Sherlock Holmes.
Sherlock.
- Kau... - Wajahmu.
- sungguh... - Wajahmu.
- Kau. - Aku berhasil menipumu.
Bajingan! Sudah kuduga!
Segala yang kau ucapkan sungguh manis. Aku tak tahu kau peduli.
Akan kubunuh kau jika ucapkan soal ini...
- Janji pramuka. - pada siapa pun! Kau tahu!
Kau tahu cara mematikannya!
Ada tombol untuk mematikan. Selalu ada tombol itu.
Teroris bisa kena banyak masalah jika tak ada ini.
- Kenapa kau membiarkan aku? - Aku tak bohong juga.
Aku tak tahu cara mematikan semua lampu konyol ini.
- Dan kau hubungi polisi? - Tentu.
- Aku akan membunuhmu. - Ayolah.
Seharusnya dua tahun lalu.
Sherlock, aku mohon padamu.
Kau bisa ambil alih di interval.
Maaf, Kak, kau sudah berjanji.
Aku tak bisa bantu.
Tapi kau tak paham rasa sakit dan kengeriannya.
Ayo, kau harus ke bawah, mereka ingin liputan.
Sesaat lagi.
Aku sungguh senang, Mary. Sudah tetapkan tanggal?
Kami ingin bulan Mei.
Pernikahan musim semi.
- Begitu kami bertunangan. - Ya.
- Kami terganggu kali terakhir. - Ya.
- Aku tak sabar lagi. - Kau akan datang?
Pernikahan, aku tak suka.
- Halo. - Halo, Molly.
Ini Tom. Tom, ini semuanya.
- Hai. - Hai.
Senang bisa bertemu kalian. Hai.
Ya, hai. Aku John. Senang bisa bertemu.
- Siap? - Siap.
Sampanye?
Ya.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Duduklah. - Terima kasih.
Jadi...
hubungan kalian serius?
Ya. Aku sudah lanjutkan hidup.
Kau...
- Aku tak mau bicara. - Sebaiknya.
Tapi aku masih menunggu.
Kenapa mereka mau membunuhku?
Jika mereka tahu kau menyadarinya, kenapa incar aku?
Masukkan aku di api unggun?
Entahlah.
Aku tak suka jika tak tahu.
Tak seperti fiksi indah di blogmu, kehidupan nyata jarang rapi.
Aku tak tahu siapa dalangnya, tapi aku janji akan menemukannya.
Jangan pura-pura tak menikmatinya.
Kembali. Jadi pahlawan lagi.
Jangan bebal.
Kau pasti idiot jika tak sadar. Kau suka itu.
Suka apa?
Menjadi Sherlock Holmes.
Aku bahkan tak tahu apa maksudnya.
Sherlock, mau beri tahu aku caranya?
Caramu lompat dari atap itu dan tetap hidup?
Kau tahu metodeku, John.
Aku ini kebal.
Tidak, aku serius.
Saat kau mati, aku ke makammu.
Kuharap begitu.
Aku buat pidato singkat.
Aku bicara denganmu.
Aku tahu. Aku di sana.
Aku meminta satu keajaiban lagi.
Aku memintamu tidak mati.
Aku dengar.
Baiklah, saatnya menjadi Sherlock Holmes.
John!
John!
John!
John!
John!
Terjemahan subtitel oleh:
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.