All language subtitles for E1-A Study in Pink_@almondciblak

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bergerak.

Watson!

Bagaimana blogmu?

Ya, baik.

Sangat baik.

- Belum tulis apa pun. - Hanya, "Masalah kepercayaan."

Kau baca tulisanku terbalik.

Lihat yang kumaksud?

John,

kau prajurit

butuh waktu untuk adaptasi dengan kehidupan sipil.

Menulis tentang semua yang terjadi padamu

akan membantumu.

Tak ada yang terjadi.

12 OKTOBER

- Apa maksudmu tak ada mobil? - Dia ke Waterloo, maaf.

- Naik taksi. - Tak pernah.

- Aku mencintaimu. - Kapan?

Pakai taksi.

"Suamiku...

pria bahagia yang hidup sepenuhnya.

Dia cinta keluarga dan pekerjaannya.

Dan bahwa dia akhiri hidupnya seperti ini

adalah misteri dan kejutan bagi semua yang mengenalnya."

Ya, ya. Taksi.

26 NOVEMBER

- Aku akan kembali. - Apa?

- Aku mau pulang ambil payung. - Bisa pakai punyaku.

Dua menit, ya?

18, BUNUH DIRI PUSAT OLAHRAGA

SENATOR DAVENPORT

- Dia masih dansa? -Ya, jika bisa disebut itu.

- Sudah ambil kunci mobil? - Ambil dari tasnya.

Di mana dia?

Tubuh Beth Davenport, menteri transportasi...

ditemukan di bangunan di London.

Investigasi awal simpulkan ini adalah bunuh diri.

Kami dapat konfirmasi bahwa bunuh diri ini

sangat mirip dengan Sir Jeffrey Patterson

dan James Phillimore.

Karenanya, insiden ini kini dianggap terkait.

Investigasi berjalan,

Detektif Inspektur Lestrade akan jawab pertanyaan.

Detektif, apa bunuh diri bisa terkait?

Mereka minum racun yang sama.

Mereka ditemukan di tempat tak terkait.

- Tak ada yang tunjukkan-- - Bunuh diri berantai itu mustahil.

Tampaknya mungkin.

Ketiga orang ini, tak ada hubungan?

Belum temukan kaitan, tapi...

Kami masih cari. Pasti ada.

SALAH!

SALAH!

Jika kalian dapat SMS, abaikan.

- Bilang "Salah." - Abaikan.

Jika tak ada pertanyaan lagi untuk Detektif,

aku akan akhiri ini.

Jika ini bunuh diri, apa yang diselidiki?

Seperti kubilang, bunuh diri ini jelas terkait.

Ini situasi tak biasa. Orang terbaik kami menyelidiki ini.

SALAH!

"Salah" lagi.

Satu pertanyaan.

Apa ada peluang ini pembunuhan?

Jika ada, apa ini pembunuhan berantai?

Aku tahu kau suka tulis soal ini,

tapi ini tampaknya bunuh diri.

Kami tahu bedanya. Racun diminum sendiri.

Ya, tapi jika pembunuhan, bagaimana agar kita aman?

Jangan bunuh diri.

Daily Mail.

Ini saat yang menakutkan bagi masyarakat,

tapi kita hanya perlu waspada.

Kita seaman yang kita inginkan.

SALAH

KAU TAHU AKU DI MANA SH

Terima kasih.

Harus hentikan dia. Kita jadi tampak bodoh.

Jika tahu cara dia lakukan itu, kuhentikan.

John. John Watson.

Stamford. Mike Stamford.

- Kita di Barts bersama. - Maaf. Mike, halo.

- Ya, aku jadi gendut. - Tidak.

Kudengar kau tertembak. Apa yang terjadi?

Aku tertembak.

- Jadi kau masih di Barts, ya? - Mengajar.

Ya, anak-anak muda pintar seperti kita dulu.

Benci mereka.

- Di sini sampai ada kejelasan? - Tak bisa di London dengan pensiun.

Kau tak bisa di tempat lain.

- Bukan John Watson yang kukenal. - Bukan.

- Harry tak bisa bantu? - Tak akan.

Berbagi flat atau apa?

Siapa yang mau denganku?

- Apa? - Kau orang kedua

yang bilang itu.

Siapa pertama?

- Sebaru apa? - Baru masuk.

Enam puluh tujuh, alami.

Kerja di sini.

Aku kenal. Dia baik.

Bagus. Kita mulai dengan cemeti.

- Hari yang buruk? - Aku harus tahu memar apa terbentuk

dalam 20 menit. Tentukan alibi seseorang. SMS aku.

Aku ingin tahu.

- Saat kau selesai... - Kau pakai lipstik.

- Sebelumnya tak pakai. - Aku...

Aku menyegarkannya.

Maaf, mau bilang apa?

Apa kau mau minum kopi.

Hitam, gula dua, ya. Aku di atas.

Baik.

Beda dengan hariku.

Oh, kau tak tahu.

Mike, bisa pinjam telepon? Aku tak ada sinyal.

- Telepon kantor kenapa? - Mau SMS.

Maaf, di jasku.

Ini. Pakai punyaku.

Oh, terima kasih.

Ini teman lamaku, John Watson.

Afghanistan atau Irak?

- Maaf? - Yang mana, Afghanistan atau Irak?

- Afghanistan. Maaf, kok tahu? - Molly. Terima kasih.

Kenapa lipstiknya?

- Tak berhasil. - Sungguh?

Kupikir itu kemajuan. Mulutmu terlalu mungil.

Baik.

Bagaimana biolanya?

- Maaf, apa? - Aku putar biola saat berpikir,

kadang tak bicara berhari-hari. Apa mengganggumu?

Teman flat potensial harus tahu yang terburuk.

- Kau bilang tentangku? - Tidak.

Siapa yang bilang soal teman flat?

Aku. Tadi pagi bilang ke Mike aku teman flat yang sulit.

Kini ke sini dengan teman lama

yang baru pulang dari Afghanistan.

Tidak sulit ditebak.

- Kok tahu soal Afghanistan? - Ada tempat di Pusat London.

Bersama kita akan mampu bayar. Ketemu di sana besok jam tujuh malam.

Harus pergi. Cemeti masih di kamar mayat.

Itu saja?

Itu saja apa?

Baru bertemu, kita akan lihat flat?

Masalah?

Kita belum kenal. Tak tahu ketemu di mana, namamu.

Kau dokter tentara, dipulangkan dari Afghanistan.

Punya kakak, tapi kau takkan minta tolong ke dia

karena kau tak setuju. Dia alkoholik.

Mungkin karena dia tinggalkan istrinya.

Terapismu berpikir pincangmu psikosomatis.

Tampaknya benar. Itu cukup, bukan?

Namaku Sherlock Holmes alamatnya 221B Baker Street.

Sore.

Ya, dia selalu begitu.

Jika saudara punya tangga hijau tangkap dia - SH

PENELUSURAN IMG \ TOKO \ BUKU \ BERITA

SPEEDY'S SANDWICH BAR & CAFE SARAPAN - MAKAN SIANG - PASTA

Halo.

Terima kasih.

- Tn. Holmes. - Sherlock saja.

Ini lokasi prima. Pasti mahal.

Oh, Ny. Hudson, pemiliknya, berikan diskon khusus.

Balas budi.

Beberapa tahun lalu, suaminya kena hukuman mati di Florida.

- Aku bisa bantu. - Kau hentikan suaminya dihukum?

Aku memastikannya.

Sherlock. Halo.

Ny. Hudson, Dr. John Watson.

- Halo. Masuk. - Halo. Terima kasih.

- Ayo? - Ya.

Ini sangat menyenangkan.

- Memang. - Ya.

Ya, aku pikir juga begitu.

- Aku sudah pindah. - Begitu kita bersihkan ini.

- Ini semua...? - Tentu,

aku bisa rapikan sedikit.

- Itu tengkorak. - Temanku.

Maksudku teman...

Bagaimana, Dr. Watson?

Ada kamar tidur lain di atas, jika kau perlu dua kamar.

- Tentu kami butuh dua. - Oh, jangan cemas, semua beres.

Ny. Turner di sebelah sudah menikah.

Sherlock, kekacauan yang kaubuat.

Aku mencarimu di Internet.

Ada yang menarik?

Ada situsmu.

- Sains Deduksi. - Apa yang kaupikir?

Identifikasi desainer software dari dasinya

dan pilot dari jempol kirinya?

Ya. Aku bisa baca karier militermu di wajah dan kakimu,

kebiasaan minum kakakmu di ponselmu.

Bagaimana?

Bagaimana soal bunuh diri ini, Sherlock? Kupikir itu dekat jalanmu.

Tiga tepat sama.

Empat.

Ada yang keempat. Ada yang berbeda kali ini.

Keempat?

Di mana?

- Brixton, Lauriston Gardens. - Apa yang baru? Kau tak datang

- jika tak ada yang beda. - Tahu mereka tak tinggalkan pesan?

- Ya. - Yang ini ada. Ikut?

- Siapa di Forensik? - Anderson.

- Anderson tak mau denganku. - Tak mau jadi asisten.

- Aku butuh asisten. - Mau datang?

- Tidak di mobil polisi, menyusul. - Terima kasih.

Hebat! Ya!

Empat bunuh diri berantai, dan pesan.

Perayaan.

Ny. Hudson, aku akan terlambat. Butuh makanan.

Aku pemilik rumah, bukan pelayan.

Dingin juga boleh.

John, minum teh, anggap rumah sendiri.

Jangan tunggu.

Lihat dia, buru-buru.

Suamiku juga begitu.

Tapi kau tipe yang suka duduk, kutebak.

Kubuatkan tehnya, kau istirahat.

Sial kakiku! Maafkan aku.

Kadang ini sakit.

Aku paham.

Secangkir teh menyenangkan.

Hanya kali ini. Aku bukan pelayan.

- Sedikit biskuit, kalau ada. - Bukan pelayan.

DI LESTRADE, PIMPIN INVESTIGASI

Kau dokter.

Malah, dokter tentara.

Ya.

Menyenangkan?

Sangat.

Lihat banyak cedera. Kematian kejam.

Ya..

- Sedikit kesulitan juga. - Tentu. Ya.

Cukup untuk seumur hidup.

- Mau lihat lagi? - Oh, Tuhan, ya.

Maaf, Ny. Hudson, tehnya tak jadi. Mau pergi.

Berdua?

Bunuh diri mustahil? Keempatnya?

Tak ada gunanya duduk saja saat hal menarik terjadi.

Lihat dirimu, bahagia. Tak pantas.

Siapa peduli?

Permainan dimulai, Ny. Hudson.

Taksi!

MV53 AKZ

- Kau punya pertanyaan. - Ya, ke mana kita?

GLASGOW 592

TKP. Berikutnya?

- Siapa kau, apa kerjamu? - Menurutmu?

- Detektif swasta. - Tapi?

Tapi polisi tak pergi ke detektif swasta.

Aku detektif konsultan. Hanya satu di dunia, aku penemunya.

Apa artinya?

Saat polisi bingung, yang selalu terjadi,

mereka konsultasi.

Tidak dengan amatir.

Saat bertemu pertama, kubilang Afghanistan atau Irak. Kau terkejut.

- Ya, kok kau tahu? - Bukan tahu, lihat.

Rambut, Cara tahan diri katakan militer.

Dan obrolan saat kau masuk...

Beda dengan hariku.

...berlatih di Barts, jadi, pasti dokter tentara.

Wajahmu cokelat

tapi pergelangan tidak. Ke luar negeri, tak berjemur.

Jalan pincang, tak minta kursi saat berdiri

seakan kau lupa soal itu. Setidaknya agak psikosomatis.

Bilang situasi asli cedera itu traumatis,

luka saat tugas. Cedera, kena matahari,

Afghanistan atau Irak.

- Soal terapis. - Pincang psikosomatis,

tentu kau terapi. Lalu ada kakakmu.

Ponselmu. Itu mahal, bisa email, MP3 player.

Kau cari teman flat. Takkan beli. Hadiah.

Goresan. Banyak. Ini disimpan bersama kunci dan koin.

Pria tak perlakukan barang mewahnya begitu,

jadi ada pemilik sebelumnya. Berikutnya mudah.

Ukiran?

Harry Watson. Keluarga yang berikan ponsel ini.

Bukan ayahmu. Milik anak muda.

Bisa sepupu, kau pahlawan perang yang tak punya rumah.

Tak mungkin keluarga jauh.

Jadi, kakak. Kini, Clara, siapa Clara?

Tiga ciuman, hubungan romantis.

Dari harganya, pasti istri, bukan pacar.

Baru diberikan. Model ini baru enam bulan.

Pernikahan masalah. Enam bulan, diberi.

Jika istri yang pergi, dia akan simpan.

Dia beri. Dia yang pergi.

Beri ponsel padamu, dia mau kontak.

Kau cari kamar murah, tapi tak minta bantuan kakakmu.

Kau bermasalah dengannya.

Suka istrinya, atau tak suka dia mabuk.

Bagaimana kau tahu soal mabuk?

Menebak. Tapi bagus.

Koneksi daya, lecet di tepinya.

Setiap malam, isi daya, tapi tangannya gemetar.

Tak pernah lihat ponsel pemabuk tanpa lecet ini.

- Kau benar. - Benar tentang apa?

Polisi tak konsultasi dengan amatir.

Itu...

menakjubkan.

- Ya? - Tentu.

Luar biasa.

- Luar biasa. - Biasanya tak bilang begitu.

- Biasanya orang bilang apa? - Pergilah.

Apa ada yang salah?

Harry dan aku tak pernah akrab.

Clara dan Harry pisah tiga bulan lalu, mereka cerai,

dan Harry pemabuk.

Jelas. Aku tak berharap benar semuanya.

Harry adalah Harriet.

- Harry wanita. - Apa yang

- kulakukan di sini? - Wanita.

- Kenapa aku ke sini? - Selalu ada sesuatu.

Halo, aneh.

Mau temui Detektif Inspektur Lestrade.

Kenapa?

Aku diundang.

- Kenapa? - Mau aku lihat.

- Kau tahu yang kupikir, bukan? - Selalu, Sally.

Aku tahu kau tak pulang semalam.

- Aku... Siapa ini? - Kolegaku, Dr. Watson.

Dr. Watson, Sersan Sally Donovan.

Teman lama.

Kolega? Bagaimana kau punya kolega?

Apa, dia ikuti kau pulang?

- Apa aku tunggu saja? - Tidak.

Si aneh di sini. Bawa dia.

Anderson. Ketemu lagi.

Ini TKP.

Aku tak mau ini terkontaminasi. Jelas?

Jelas.

- Istrimu pergi lama? - Jangan pura-pura.

- Ada yang beri tahu. - Deodoranmu.

- Deodoranku? - Untuk pria.

Tentu saja. Aku memakainya.

Sersan Donovan juga.

Kurasa itu menguap. Masuk?

- Apa pun maksudmu... - Tak bermaksud apa-apa.

Aku yakin Sally datang untuk bicara dan kebetulan menginap.

Kukira dia menyikat lantaimu, kalau lihat lututnya.

- Ke sini. - Ya, tak apa.

- Kau harus pakai ini. - Siapa ini?

Dia denganku.

- Tapi siapa? - Kubilang denganku.

Tak mau pakai?

- Jadi, di mana? - Atas.

Kuberi dua menit.

Mungkin lebih.

Namanya Jennifer Wilson menurut kartu kreditnya.

Kami sedang cek untuk perincian kontak.

Belum lama.

Ditemukan anak-anak.

- Diam. - Aku tak bicara.

Kau berpikir. Menggangu.

KIDAL

RACHE JERMAN (N.) BALAS DENDAM

BASAH

KERING

BASAH

BERSIH

KOTOR

PERNIKAHAN TAK BAHAGIA

10+ TAHUN

BERSIH

BERSIH KOTOR

SERING DILEPAS

SERING SELINGKUH

Dapat sesuatu?

Tak banyak.

Dia orang Jerman.

Rache, Bahasa Jerman, balas dendam. Mungkin...

Terima kasih masukanmu.

- Dia Jerman? - Bukan.

Dari luar kota. Mau di London satu malam

sebelum kembali ke Cardiff. Sejauh ini, jelas.

- Maaf, jelas? - Pesannya?

- Dr. Watson, apa pikirmu? - Soal pesan?

- Mayatnya. Kau medis. - Kami punya tim.

Tidak denganku.

- Aku langgar hukum ajak kau masuk. - Ya, karena butuh.

Ya, benar.

Tuhan, tolong aku.

Dr. Watson.

Lakukan yang dia bilang.

Anderson, jaga orang di luar dua menit.

- Nah? - Kenapa aku di sini?

Bantu aku.

- Bantu bayar sewa. - Ini lebih seru.

Seru? Ada wanita yang tewas.

Analisis bagus, tapi kuharap lebih dalam.

Ya.

Sesak napas, mungkin.

Pingsan, tersedak muntahnya. Tak ada bau alkohol.

Mungkin kejang. Atau obat.

Kau tahu. Kau baca koran.

Dia yang bunuh diri. Keempat?

Aku perlu semua yang kaupunya.

Korban di akhir 30-an. Profesional.

Dari bajunya, ada di media, pergi dengan warna merah muda.

Dari Cardiff, mau semalam di London.

Jelas dari ukuran kopernya.

- Koper? - Ya, koper.

Dia menikah 10 tahun, tapi tak bahagia.

Punya banyak pacar, tak ada yang tahu dia menikah.

Jika kau buat-buat...

Cincin kawin. Minimal sepuluh tahun.

Cincin lain sering dibersihkan, cincin kawin tidak.

Kondisi perkawinan. Dalam lebih mengilap.

Sering dilepas.

Hanya digosok saat dia melepas dari jarinya.

Lihat, kukunya. Tak kerja dengan tangan.

Untuk apa dia lepas cincinnya?

Bukan satu pacar. Tak bisa pertahankan fiksi lajang.

- Lebih mungkin banyak. - Cerdas.

- Maaf. - Cardiff?

Jelas, bukan?

Tak jelas bagiku.

Seperti apa otakmu yang lucu?

Pasti bosan.

Jasnya. Agak basah. Dia kehujanan beberapa jam lalu.

Tak ada hujan di London saat itu.

Di bawah kerahnya juga basah. Diangkat karena angin.

Ada payung di saku kiri, tapi kering, tak dipakai.

Angin teralu besar untuk pakai payung.

Dari kopernya, dia mau menginap semalam.

Pasti dari jauh

tapi tak lebih dari tiga jam.

Jasnya belum kering.

Di mana ada hujan deras dan angin

dalam radius itu? Cardiff.

- Fantastis. - Tahu kau bersuara keras?

- Maaf, aku akan diam. - Tak apa.

- Kenapa sebut "koper"? - Ya, di mana itu?

Pasti punya ponsel organisator.

- Cari siapa Rachel. - Dia tulis Rachel?

Tulis pesan marah bahasa Jerman. Tentu tulis Rachel.

Tak ada kata lain. Kenapa tunggu sekarat lalu tulis?

Bagaimana kau tahu ada koper?

Kaki kanan. Cipratan di tumit dan betis, kiri tak ada.

Seret koper beroda dengan tangan kanan.

Tak kena dengan cara lain.

Koper kecil.

Koper kecil, wanita sadar mode,

tas satu malam. Dia mau menginap.

- Di mana? Diapakan kopernya? - Tak ada.

Katakan lagi.

Tak ada koper. Tak pernah ada.

Koper! Ada yang temukan koper?

Ada koper di rumah ini?

Sherlock, tak ada koper!

Mereka minum racun sendiri. Telan sendiri.

- Tanda jelas, tak terlewatkan. - Benar. Dan?

Ini pembunuhan. Tak tahu caranya.

Tapi bukan bunuh diri. Ini pembunuhan berantai.

Pembunuh berantai. Sesuatu untuk dinantikan.

- Kenapa bilang begitu? - Kopernya.

Ayo, di mana kopernya? Dia makan?

Orang lain di sini, dan bawa koper itu.

Pembunuh mengemudi ke sini. Lupa koper di mobil.

Bisa masuk hotel, tinggalkan koper di sana.

Tak sampai hotel. Lihat rambutnya. Lipstik dan sepatu warna sama.

Takkan pergi dari hotel dengan rambut...

- Sherlock? - Apa?

Pembunuh berantai, selalu sulit. Tunggu mereka salah.

- Tak bisa. - Selesai menunggu. Lihat dia!

Houston, kita salah. Pergi ke Cardiff.

Cari keluarga dan teman Jennifer Wilson.

- Cari Rachel! - Tentu, tapi salah apa?

Merah muda!

Ayo teruskan.

Dia pergi.

- Sherlock Holmes? - Dia pergi.

- Akan kembali? - Tampaknya tidak.

Baik.

Baik.

Maaf, di mana aku?

Brixton.

Kau tahu di mana ada taksi?

Eh...

Kakiku.

- Coba jalan utama. - Terima kasih.

Kau bukan temannya.

Dia tak punya teman.

Kau siapa?

Aku... bukan siapa-siapa. Baru bertemu.

Kusarankan. Menjauh darinya.

Kenapa?

Tahu kenapa dia ke sini?

Dia tak dibayar.

Dia suka. Bergairah.

Makin aneh kejahatan, dia makin senang. Tahu?

Suatu hari, muncul tak cukup. Kita akan lihat mayat,

Sherlock yang taruh di sana.

Untuk apa?

Karena dia psikopat.

Psikopat suka bosan.

- Donovan! - Ya.

- Jangan sentuh. - Ya.

Jauhi Sherlock Holmes.

Taksi!

Halo?

Ada kamera CCTV di gedung di kirimu.

Kau lihat?

Siapa ini?

Siapa yang bicara?

Kau lihat kamera, Dr. Watson?

-Ya, aku lihat. - Lihat.

Ada kamera lain di gedung seberang. Lihat?

Akhirnya, di atas gedung di kananmu.

- Bagaimana caranya? - Masuk ke mobil, Dr. Watson.

Aku akan mengancam,

tapi aku yakin kau paham situasinya.

- Halo. - Hai.

Siapa namamu?

Anthea.

Itu nama aslimu?

Bukan.

Aku John.

Ya. Aku tahu.

Ada gunanya bertanya kita ke mana?

Tidak...

John.

Baik.

Duduk, John.

Aku punya ponsel.

Sangat pintar,

tapi...

Kau bisa telepon aku.

Di ponselku.

Saat hindari perhatian Sherlock Holmes,

kita belajar hati-hati, jadi di sini.

Kakiku pasti sakit.

- Duduk. - Aku tak mau.

- Kau tak takut. - Kau tak menakutkan.

Ya.

Keberanian prajurit.

Keberanian adalah kata lain dari kebodohan.

Apa hubunganmu dengan Sherlock Holmes?

Tak ada. Aku nyaris tak kenal. Aku bertemu...

- Kemarin. - Sejak kemarin

kau pindah bersamanya, kini pecahkan kasus bersama.

Mungkin ada pengumuman bahagia akhir pekan ini?

- Kau siapa? - Pihak yang tertarik.

Tertarik pada Sherlock? Kenapa?

- Kutebak kau bukan teman. - Kau lihat dia.

Menurutmu temannya berapa?

Aku yang terdekat dengan teman yang dimiliki Sherlock Holmes.

- Apa itu? - Musuh.

- Musuh? - Di benaknya, tentu.

Kalau kau tanya, dia akan jawab musuh besar.

Dia suka dramatis.

Syukurlah kau di atas itu semua.

SEGERA DATANG. SH

Kuharap aku tak ganggu.

Tidak sama sekali.

Kau akan terus berhubungan dengan Sherlock Holmes?

Kurasa itu bukan urusanmu.

- Mungkin saja. - Tidak mungkin.

Jika kau pindah ke...

221B Baker Street,

aku akan membayarmu sejumlah besar uang

secara teratur untuk memudahkanmu.

- Kenapa? - Karena kau tak kaya.

Ditukar apa?

Informasi.

Bukan hal rahasia. Bukan yang buatmu tak nyaman.

- Katakan yang dia kerjakan. - Kenapa?

Aku khawatir padanya.

Terus-menerus.

Baik sekali.

Tapi aku lebih suka alasan lain.

Kami punya hubungan yang sulit.

DATANG MESKI TAK NYAMAN. SH

- Tidak. - Aku belum sebut angka.

Tak perlu.

Kau setia dengan cepat.

Tidak, aku hanya tak tertarik.

"Masalah kepercayaan", katanya.

Apa itu?

Mungkinkah kau putuskan percaya Sherlock Holmes?

- Kata siapa? - Kau bukan tipe

- yang cepat berteman. - Sudah cukup?

Katakan.

Kurasa orang sudah peringatkan untuk menjauh darinya,

tapi kulihat dari tangan kirimu itu tak terjadi.

- Apa? - Tunjukkan.

Jangan.

- Luar biasa. - Apa?

Kebanyakan orang keliling kota,

dan hanya lihat jalan, toko, mobil.

Jalan dengan Holmes, kau lihat medan perang.

- Sudah lihat, ya? - Kenapa tanganku?

Tangan kirimu kadang gemetar.

Terapi mengira itu gangguan pasca trauma.

Dia kira kau dihantui kenangan masa bertugas.

Siapa kau?

- Kau tahu? - Pecat dia.

Dia salah.

Kau stres sekarang tapi tanganmu stabil.

Kau bukan dihantui perang, Dr. Watson.

Kau merindukannya.

Selamat datang.

Saatnya memilih sisi, Dr. Watson.

Aku antar pulang.

BISA BAHAYA. SH

Alamat?

Baker Street.

221B Baker Street.

Tapi mampir di suatu tempat dulu.

Bisa rahasiakan aku mampir ke sini?

- Tentu. - Kau sudah bilang, ya?

Ya.

Hei...

Pernah libur?

Oh, ya. Banyak.

- Dah. - Oke.

Sedang apa?

Koyo nikotin.

Bantu berpikir.

Tak mungkin merokok di London sekarang.

- Buruk untuk otak. - Bagus untuk napas.

Napas. Napas membosankan.

Tiga koyo?

Ini masalah tiga koyo.

Jadi?

Kau minta aku datang, kukira penting.

Ya, tentu. Boleh pinjam ponselmu?

- Ponselku? - Tak bisa punyaku.

Nomornya mungkin dikenal.

Ny. Hudson ada.

Di bawah. Dia tak dengar.

- Aku di sisi lain London. - Tak buru-buru.

Ini.

- Jadi, soal apa ini. Kasus? - Kopernya.

- Koper? - Kopernya, tentu.

Pembunuh bawa kopernya, kesalahan pertama.

Dia bawa. Jadi?

Tak ada cara lain. Ambil risiko.

Di mejaku ada nomor. Kirim SMS.

- Kau panggil aku untuk kirim SMS. - Ya. Nomornya di mejaku.

- Ada apa? - Baru bertemu temanmu.

- Teman? - Musuh.

Yang mana?

Musuh besar, menurutnya.

Apa punya musuh besar?

Tawari uang memata-matai aku?

- Ya. - Kau ambil?

- Tidak. - Bisa bagi dua.

Lain kali pikirkan dulu.

- Siapa dia? - Pria paling berbahaya,

dan bukan masalahku saat ini. Di meja, nomor.

Jennifer Wilson. Itu...

- Bukankah itu wanita yang tewas? - Ya. Tak penting.

Masukkan nomornya.

- Dikerjakan? - Ya.

- Sudah? - Ya. Tunggu.

Kata-katanya begini.

"Apa yang terjadi di Lauriston Gardens?

Aku tak ingat.

22 Northumberland Street.

- Datang." - Tak ingat?

Apa? Tidak.

Ketik dan kirim. Cepat.

- Sudah? - Alamatnya?

22 Northumberland Street. Cepat.

Itu...

Itu koper Jennifer Wilson.

Ya, tentu.

Oh, mungkin harus sebut, aku tak membunuhnya.

- Tak bilang kau bunuh. - Kenapa? Kirim SMS itu

dan fakta ada kopernya, asumsi logis.

Apa orang biasa berasumsi kau pelakunya?

Kadang.

Baik...

- Bagaimana dapat ini? - Cari.

- Di mana? - Pembunuh antar dia

ke Lauriston Gardens.

Dia tak sengaja simpan kopernya jika di mobil.

Tak ada yang bisa bawa ini tanpa menyolok,

Terutama pria.

Dia akan merasa harus membuangnya begitu melihatnya.

Tak lebih dari lima menit untuk sadari itu.

Aku cek setiap jalan yang cukup lebar

lima menit dari Lauriston,

dan di tempat bisa buang benda tanpa diawasi.

Kurang dari satu jam aku menemukannya.

Kau simpulkan itu karena sadar kopernya merah muda?

Pasti merah muda.

- Kenapa tak terpikir? - Kau bodoh.

Jangan seperti itu. Semuanya begitu.

Begini. Kau lihat apa yang hilang?

Dari koper? Apa?

Ponselnya. Di mana ponselnya?

Tak ada di tubuh, di koper.

Kita tahu dia punya. Itu nomornya.

Mungkin di rumah.

Dia banyak pacar, jadi hati-hati.

Takkan tinggalkan di rumah.

Kenapa kukirim teks tadi?

Pertanyaannya, di mana ponselnya sekarang?

- Mungkin hilang. - Ya, atau...

Pembunuh. Apa ada di pembunuhnya?

Mungkin tertinggal saat tinggalkan koper.

Mungkin dia ambil darinya.

Bagaimana pun, kemungkinan pembunuh memilikinya.

Maaf. Apa yang kita lakukan?

Apa aku baru SMS pembunuh? Apa bagusnya?

(TAHAN) MENELEPON

Setelah korban terakhir,

kini dia terima SMS yang mungkin darinya.

Jika orang temukan ponsel itu, mereka akan abaikan. Pembunuhnya...

akan panik.

- Bicara ke polisi? - Empat tewas,

- tak ada waktu ke polisi. - Kenapa ke aku?

Ny. Hudson bawa tengkorakku.

- Jadi aku gantinya? - Santai, kau baik.

- Nah? - Nah, apa?

Kau bisa duduk saja dan nonton TV.

Kau mau aku ikut?

Aku suka ditemani kalau keluar, dan bicara keras.

Tengkorak menarik perhatian, jadi...

- Masalah? - Ya, Sersan Donovan.

- Kenapa dia? - Dia bilang...

kau menikmatinya.

Kubilang "bahaya," dan kau di sini.

Sial.

Kita ke mana?

Northumberland Street, lima menit.

- Kaupikir dia bodoh? - Tidak, kupikir dia pintar.

Aku suka yang pintar. Mereka ingin ditangkap.

- Kenapa? - Apresiasi.

Tepuk tangan. Sorotan.

Itu kelemahan genius, John. Butuh audiens.

- Ya. - Ini wilayah berburu.

Tepat di jantung kota.

Kita tahu korban diculik, itu ubah semua.

Semua korbannya menghilang dari jalan sibuk,

tempat ramai, tapi tak ada yang lihat.

Pikir. Siapa yang kita percaya, meski tak kenal?

Siapa yang lewat tak diperhatikan ke mana pun?

Siapa yang berburu di keramaian?

Entah. Siapa?

Tak tahu. Lapar?

Terima kasih.

DIPESAN

Northumberland 22.

Awasi.

Dia takkan bunyikan bel. Dia pasti gila.

Dia bunuh empat orang.

Baik.

Sherlock.

Semua di menu, apa pun yang kau mau, gratis.

Gratis untukmu dan kencanmu.

- Makan? - Bukan kencannya.

Bebaskan aku dari kasus pembunuhan.

Ini Angelo. Tiga tahun lalu, kubuktikan ke Lestrade

saat kejadian tiga pembunuhan

Angelo terobos rumah orang di kota lain.

- Bersihkan namaku, - Agak.

Ada yang terjadi?

Tak ada. Tapi untuknya, aku rela masuk penjara.

- Kau pernah dipenjara. - Kubawakan lilin. Lebih romantis.

Bukan kencannya.

Makan saka. Mungkin harus tunggu lama.

Terima kasih.

Nah...

Orang tak punya musuh besar.

- Maaf? - Di dunia nyata.

Tak ada musuh besar di dunia nyata. Tak ada.

Benarkah? Sepertinya membosankan.

Jadi, ketemu siapa?

Apa yang orang nyata punya, di hidup nyata mereka?

Teman?

Orang yang dikenal, yang disukai, yang tak disukai.

- Pacar. - Ya, membosankan.

- Kau tak punya pacar. - Pacar? Tidak. Bukan wilayahku.

Oh, baik.

Punya pacar pria? Itu tak apa.

Aku tahu.

- Jadi punya? - Tidak.

Baik.

Kau tak terikat. Seperti aku.

Bagus.

John, kau harus tahu aku anggap diriku menikah dengan pekerjaan,

- aku senang, tapi aku tak cari... - Tidak. Aku tak minta... Tidak.

Aku hanya bilang tak apa.

Bagus.

Terima kasih.

Lihat di seberang. Taksi. Berhenti.

Tak ada yang naik atau turun.

Kenapa taksi?

Itu pintar. Bukan begitu? Kenapa?

Itu dia.

- Jangan menatap. - Kau menatap.

Jangan berdua.

Maaf.

- Dapat nomor platnya. - Bagus.

Kanan, satu arah, perbaikan, lampu,

jalus bus, penyeberangan, kiri, lampu.

Maaf.

Ayo, John.

Ayo, John. Dia hilang.

TAKSI

Ke sini.

Tidak, ke sini!

Maaf.

Polisi! Buka.

Tidak.

Gigi, kulit cokelat. Kalifornia?

L.A., Santa Monica. Baru tiba.

- Bagaimana kau tahu? - Bagasi.

Perjalanan pertamamu ke London, ya? Pergi ke tujuan akhirmu,

- rute yang diambil taksi. - Maaf, kalian polisi?

Ya. Semua baik-baik saja?

Ya.

Selamat datang di London.

Ada masalah, kabari kami.

Hanya taksi yang melambat.

Intinya.

- Bukan pembunuh. - Bukan.

Salah negara, alibi bagus.

- Sambil pergi. - Dari mana dapat ini?

Detektif Inspektur Lestrade?

Ya. Kuambil ketika dia mengganggu.

Ambil saja. Aku punya banyak.

- Apa? - Tidak, hanya...

"Selamat datang di London."

Bisa napas lagi?

Siap.

Baik.

Itu konyol.

Itu hal terkonyol yang pernah kulakukan.

Dan kau invasi Afghanistan.

Bukan aku saja.

- Kenapa kita tak ke restoran? - Takut diawasi.

- Lagipula itu spekulasi. - Jadi kenapa kita ke sana?

Oh, lewatkan waktu.

Buktikan sesuatu.

- Apa? - Kau.

Ny. Hudson! Dr. Watson ambil kamar di atas.

Kata siapa?

Kata pria di pintu.

Sherlock SMS aku.

Katanya kau lupa ini.

Terima kasih.

Sherlock, apa yang kaulakukan?

- Ny. Hudson? - Di atas.

Sedang apa?

Aku tahu kau akan temukan koper.

- Kau tak bisa menerobos. - Dilarang tahan bukti,

- aku tak menerobos. - Ini apa?

Ini razia narkotik.

Sungguh? Dia pemakai? Sudah bertemu?

- John. - Kau bisa mencari seharian,

dan takkan temukan apa pun.

- Kau diam. - Ayo.

- Tidak. - Apa?

- Kau? - Tidak.

- Aku bukan anjing pelacak. - Bukan, Anderson.

Apa? Aku...

Kenapa di sini saat razia narkotik?

Oh, aku relawan.

Mereka semua. Bukan polisi narkotik, tapi mereka teliti.

- Ini mata manusia? - Kembalikan.

- Ini di microwave. - Itu eksperimen.

Terus cari.

Atau bantu dengan benar dan kuhentikan.

- Kekanakan. - Memang anak kecil.

Ini kasus kami.

Kuajak kau masuk, tapi jangan jalan sendiri.

- Jelas? - Jadi pura-pura razia narkotik.

- untuk gertak? - Tak pura-pura

- jika dapat sesuatu. - Aku bersih.

Kamarmu? Semuanya?

Bahkan tak merokok.

Aku juga.

Jadi, ayo kerja sama.

- Rachel ketemu. - Siapa dia?

- Putri Jennifer Wilson. - Putrinya?

Kenapa dia tulis nama putrinya?

Sudahlah, kita dapat kopernya.

Menurut seseorang, koper di pembunuhnya.

Kami temukan di tangan psikopat favorit.

Aku bukan psikopat. Aku sosiopat.

Riset yang benar.

Bawa Rachel, tanya dia. Aku perlu tanya dia.

- Dia mati. - Kapan?

- Ada hubungan? - Kuragukan,

dia sudah mati 14 tahun. Secara teknis, tak pernah hidup.

Rachel putri Jennifer Wilson wafat saat lahir, 14 tahun lalu.

Tidak, itu...

Itu tak benar.

Kenapa dia lakukan itu?

Kenapa pikirkan putrinya di saat terakhir?

- Sosiopat. Kulihat sekarang. - Dia tak pikirkan putrinya.

Dia torehkan namanya di lantai dengan kuku.

Dia sekarat. Butuh upaya. Itu sakit.

Katamu korban telan obat sendiri,

dia buat mereka begitu.

Mungkin dia bicara ke mereka.

Mungkin pakai kematian putrinya.

Ya, tapi itu sudah lama. Kenapa masih sedih?

Tak baik?

Sedikit, ya.

Ya, tapi saat kau sekarat,

dalam detik-detik terakhirmu, akan bilang apa?

- "Tuhan, biarkan aku hidup." - Pakai imajinasi.

Tak perlu.

Tapi jika kau sangat cerdas.

Jennifer Wilson, dia cerdas.

Dia coba katakan sesuatu.

Bel pintu berbunyi? Taksimu di sini, Sherlok.

Tak pesan taksi. Pergi.

Oh, jadi berantakan. Mereka cari apa?

Razia narkotik, Ny. Hudson.

Tapi itu obat panggul. Pereda herbal.

Diam semuanya!

Jangan bicara atau napas. Aku berpikir. Anderson, lihat arah lain.

- Kau mengganggu. - Wajahku?

Semua diam. Anderson, berbalik.

- Astaga. - Berbalik, sekarang!

- Ayo, pikir. Cepat! - Taksinya?

Ny. Hudson!

Dia cerdas. Ya.

Dia lebih cerdas dari kalian dan mati.

Kalian mengerti? Ponselnya tak hilang.

Dia taruh di pembunuh.

Saat keluar mobil, dia tahu dia akan mati.

Dia tinggalkan ponsel agar pembunuh bisa dilacak.

Bagaimana?

Apa maksudmu bagaimana?

Rachel.

Paham? Rachel.

Lihat kalian. Begitu kosong.

Enak tak jadi aku? Pasti santai.

- Rachel bukan nama. - Lalu apa?

John, di koper, ada label. Alamat surel.

Jennie.pink@mephone.org.uk.

Aku lambat. Dia tak bawa laptop.

Dia berbisnis dari ponsel. Ponsel pintar, bisa surel.

Itu adalah situs akunnya. Nama pengguna alamat surel,

- dan kini, sandinya? - Rachel.

Kita bisa baca surelnya. Jadi?

Anderson, jangan bicara. Kau merendahkan IQ semua.

Bisa lakukan lebih banyak. Ponsel pintar, ada GPS.

Bisa lacak lokasinya.

Dia arahkan kita ke pembunuhnya.

- Kecuali dia buang. - Dia tak buang.

- Ayo. Cepat. - Sherlock. Sopir taksi ini...

Ny. Hudson, bukankah waktunya minum obat?

Ambil kendaraan. Gerak cepat.

- Baterai ponsel takkan lama. - Ada peta.

Ini awal.

- Sherlock? - Selidiki semua di London.

- Petunjuk pertama kita. - Sherlock?

Di mana itu?

Di sini.

221 Baker Street.

Kenapa di sini?

Bagaimana?

Mungkin di dalam koper saat kau bawa

lalu jatuh.

Dan aku tak tahu? Aku?

Kami SMS dan dia telepon balik.

Kita cari ponsel korban di sekitar sini...

Siapa yang kita percaya, meski tak kenal?

LONDON SOPIR TAKSI 71126

Tak diperhatikan ke mana pun mereka pergi?

Siapa yang berburu di keramaian?

+447955905099 IKUT AKU

Sherlock, tak apa?

Apa?

Ya. Aku tak apa.

Bagaimana ponsel bisa di sini?

Tak tahu.

Coba lagi.

- Bagus. - Kau ke mana?

Cari angin, keluar sebentar.

- Kau tak apa? - Ya.

Taksi untuk Sherlock Holmes.

- Tak pesan taksi. - Bukan berarti tak butuh.

Kau sopirnya.

Yang berhenti di luar Northumberland

Itu kau.

Bukan penumpangnya.

Tak ada yang pikir sopirnya. Seakan tak terlihat.

Hanya kepala.

Keuntungan pembunuh berantai.

- Ini pengakuan? - Ya.

Kukatakan hal lain,

jika panggil polisi, aku tak lari.

Aku akan duduk dan mereka bisa bawa aku.

- Kenapa? - Kau takkan lakukan itu.

Benarkah?

Aku tak bunuh mereka, Tn. Holmes.

Aku bicara...

dan mereka bunuh diri.

Panggil polisi sekarang, aku janji satu hal.

Tak beri tahu yang kukatakan.

Tapi takkan ada korban lagi, itu disebut hasil.

Dan kau takkan paham kenapa mereka mati.

Hasil apa yang kaupedulikan?

Jika aku mau paham...

harus apa?

- Ikut aku. - Agar kau bisa bunuh aku?

Aku tak mau membunuhmu.

Aku bicara denganmu

lalu kau bunuh diri.

Sherlock baru saja naik taksi.

Dia memang begitu.

Dia pergi lagi.

Kita sia-siakan waktu.

Aku telepon. Berbunyi.

- Jika berbunyi, tak di sini. - Kita cari lagi.

Apa itu penting?

Dia gila, dan akan selalu kecewakanmu.

Dan kau buang waktumu. Waktu kita.

Baik, semua, selesai di sini.

Bagaimana temukan aku?

Aku mengenalimu.

Begitu lihat kau kejar taksiku.

Sherlock Holmes.

Diperingatkan soal kau.

Lihat situsmu juga. Cerdas. Aku suka.

- Siapa yang peringatkan? - Seseorang.

Siapa?

Siapa yang kenal aku?

- Kau rendah hati. - Tidak.

Ada penggemar.

Ceritakan.

Hanya itu yang kau tahu.

Di kehidupan ini.

Kenapa lakukan itu? Kenapa harus pergi?

Kau lebih kenal dia.

Aku kenal dia lima tahun, dan tidak.

- Jadi kenapa kau sabar? - Karena aku putus asa.

Dan karena Sherlock Holmes pria hebat,

dan kupikir suatu hari, jika kita beruntung,

dia jadi orang baik.

Di mana kita?

Kau tahu semua jalan di London.

Kau tahu di mana kita.

Kampus PT Roland-Kerr.

- Kenapa di sini? - Ini buka.

Ada kebersihan.

Satu hal tentang sopir taksi,

tahu tempat tenang untuk pembunuhan.

Heran tak banyak yang berkembang.

Dan kau menyuruh korban masuk? Bagaimana?

Membosankan.

Tenang. Akan membaik.

Tak bisa buat orang bunuh diri sambil ditodong.

Tidak.

Lebih baik dari itu.

Tak perlu ini. Karena kau akan ikuti aku.

Bagaimana menurutmu?

Terserah. Kau yang akan mati di sini.

Tidak akan.

Itu yang mereka bilang.

Kita bicara?

Berisiko, bukan?

Bawa aku di hadapan setengah lusin polisi.

Mereka tak bodoh.

Dan Ny. Hudson ingat kau.

Kau sebut itu risiko? Tidak.

Ini risiko.

Oh, aku suka.

Kau belum paham, ya?

Tapi kau akan.

Hanya lakukan ini.

Tak harapkan itu, ya?

- Oh, kau akan suka. - Suka apa?

Sherlock Holmes. Lihat dirimu.

Di sini secara fisik.

Situsmu, penggemarmu cerita soal itu.

Penggemarku?

Kau cerdas.

Kau genius.

Sains Deduksi. Nah, itu...

pemikiran bagus.

Antara kau dan aku, kenapa orang tak berpikir?

Membuatmu marah?

Kenapa orang tak berpikir?

Oh, begitu. Jadi kau genius juga.

Tak tampak, ya?

Pria lucu kendarai taksi.

Tapi kau akan tahu dalam semenit.

Mungkin itu hal terakhir yang kau tahu.

Baik, dua botol. Jelaskan.

Botol baik dan botol buruk.

Ambil pil dari botol baik, hidup.

Ambil pil dari botol buruk, mati.

- Kedua botol sama? - Ya.

- Kau tahu yang mana? - Tentu.

- Aku tidak. - Ini permainan.

- Kau yang pilih. - Kenapa?

Aku dapat apa?

Kukatakan bagian terbaik.

Apa pun botol yang kaupilih,

Kuambil pil dari yang lain.

Lalu bersama

kita telan obatnya.

Aku takkan curang. Pilihanmu.

Kuambil yang tak kaupilih.

Tak duga itu, ya, Tn. Holmes?

Ini yang kaulakukan ke mereka, beri pilihan?

Kini kau pilih.

Kau santai saja.

Kendalikan diri.

Ingin permainan terbaik.

Bukan permainan, peluang.

Aku main empat kali. Hidup.

Bukan peluang, Tn. Holmes. Ini catur.

Ini catur...

dengan satu langkah

dan satu hidup.

Dan ini...

Ini...

langkahnya.

Apa aku beri botol baik atau buruk?

Kau bisa pilih satu.

Tidak, Detektif Lestrade. Aku perlu bicara.

Penting. Ini darurat.

Kiri di sini. Kiri.

Kau siap, Tn. Holmes?

Siap main?

Main apa? Peluangnya 50-50.

Kau tak mainkan angka, tapi aku.

Apa aku memberimu pil baik atau buruk?

Apa gertakan

atau gertakan ganda?

- Triple? - Tetap peluang.

Empat orang berturut-turut?

- Beruntung. - Itu genius.

Aku tahu cara pikir orang.

Aku tahu apa orang pikir tentangku.

Aku lihat semua seperti peta di kepalaku.

Semua bodoh, bahkan kau.

Mungkin Tuhan mencintaiku.

Kau tersia-sia jadi sopir taksi.

Jadi...

kau pertaruhkan hidupmu empat kali untuk bunuh orang asing? Kenapa?

Saat bermain.

Oh, aku bermain.

Ini giliranku.

Ada busa cukur di belakang telinga kiri.

Tak ada yang beri tahu.

Jejak terjadi sebelumnya, kau tinggal sendiri.

Tak ada yang beri tahu. Tapi ada foto anak.

Foto ibunya dipotong.

Jika mati, akan tetap ada. Foto tua, bingkai baru.

Kau pikirkan anak, tapi tak ketemu. Ayah terasing.

Dia bawa anak-anak,

tapi kau masih cinta mereka, dan masih luka.

Tapi ada lagi.

Bajumu. Baru dicuci,

tapi semua yang kaupakai setidaknya tiga tahun?

Menjaga penampilan tapi tidak rencanakan.

Dan kau di sini dalam pembunuhan kamikaze.

Tentang apa ini?

Tiga tahun lalu. Itu yang mereka bilang?

Bilang apa?

- Kau sekarat. - Jadi begitu.

Tak punyna waktu lama. Benar?

Aneurisme. Di sini.

Tiap napas mungkin terakhir.

Karena kau sekarat, kau bunuh empat orang.

Aku lebihi hidup empat orang.

Itu kesenangan terbaik dengan aneurisme.

Tidak.

Tidak, ada lagi.

Kau tak bunuh empat orang karena sedih. Sedih melumpuhkan.

Cinta lebih jadi motivasi jahat.

Ini tentang anak-anakmu.

Kau hebat, ya?

Tapi bagaimana?

Saat aku mati, mereka tak dapat banyak.

Tak banyak uang dari sopir taksi.

Atau membunuh.

Kau akan kaget.

Kejutkan aku.

Aku punya sponsor.

- Kau punya apa? - Untuk tiap nyawa,

uang masuk ke anak-anak.

Makin banyak bunuh, mereka makin sejahtera.

Lihat? Lebih baik dari kaukira.

Siapa sponsori pembunuh?

Siapa penggemar Sherlock Holmes?

Bukan kau saja yang nikmati pembunuhan.

Ada orang lain yang sepertimu, tapi kau hanya satu pria.

Dan mereka lebih dari itu.

Apa maksudmu, lebih dari pria?

Organisasi? Apa?

Ada nama yang dikatakan.

Dan aku juga tak mau bilang.

Cukup mengobrol.

Waktunya memilih.

Sherlock?

Sherlock!

Bagaimana jika aku tak pilih? Aku bisa pergi.

Kau bisa ambil peluang 50-50

atau kutembak kepalamu.

Tak ada yang memilih itu.

Aku pilih senapan.

Kau yakin?

Tentu. Senapan.

Kau tak mau telepon teman?

Senapan.

Aku tahu senapan asli.

- Yang lain tidak. - Jelas.

Ini sangat menarik.

Kutunggu sidang pengadilan.

Sebelum pergi, kau sudah tahu?

Mana botol yang baik?

Tentu. Permainan anak.

Yang mana?

Mana yang kaupilih?

Agar aku tahu apa sudah kalahkanmu.

Ayolah.

Mainkan.

Menarik.

Jadi, bagaimana?

Main?

Apa menurutmu?

Bisa kalahkan aku?

Apa kau pintar...

pertaruhkan hidupmu?

Sherlock!

Kau pasti bosan, ya?

Aku tahu itu.

Pria sepertimu.

Pintar sekali.

Tapi apa gunanya pintar jika tak buktikan?

Adiktif.

Tapi ini, kau kecanduan ini.

Kau akan lakukan apa pun.

Apa pun, agar tak bosan.

Kau tak bosan, bukan?

Bagus, bukan?

Apa aku benar?

Aku benar, ya?

Apa aku benar?

Baik. Katakan.

Sponsormu. Siapa itu?

Yang bilang tentangku, penggemarku. Namanya.

Tidak.

Kau sekarat, tapi bisa sakitimu.

Berikan namanya.

Namanya! Sekarang.

Namanya!

Moriarty!

Moriarty.

Kenapa aku terus dipakaikan selimut?

- Karena kaget. - Aku tak kaget.

Tapi beberapa orang ingin ambil foto.

Penembak. Ada petunjuk?

Pergi sebelum kami tiba.

Orang seperti itu punya musuh.

Seseorang bisa mengikutinya, tapi...

- Tak ada petunjuk. - Aku takkan bilang begitu.

Baik. berikan.

Peluru berasal dari pistol.

Tembak mati dari jarak itu,

bukan sekedar penembak jitu, pejuang.

Tangan tak gemetar. Dia terbiasa dengan kekerasan.

Tak menembak hingga aku dalam bahaya, prinsip moral kuat.

Kau cari orang dengan riwayat militer dan...

mental baja...

- Kau tahu? Abaikan aku. - Maaf?

Abaikan semua itu. Itu hanya meracau.

- Kau pergi ke mana? - Perlu bicara soal sewa.

- Aku masih ada pertanyaan. - Sekarang? Aku masih kaget.

- Sherlock. - Aku baru tangkap pembunuh berantai.

Kurang lebih.

Baik. Kami panggil kau besok, pergilah.

Sersan Donovan baru saja jelaskan semua.

Dua pil.

Mengerikan, bukan?

Tembakan jitu.

Ya. Pastinya. Lewati jendela itu.

Kau tahu.

Pasti ada bubuk api di jarimu.

Kau takkan ditahan untuk ini, tapi kita hindari sidang.

Kau tak apa?

- Ya. - Kau baru bunuh orang.

Ya.

Itu benar, bukan?

Tapi dia bukan orang baik.

Bukan pria baik, ya?

Sopir taksi yang buruk.

Benar, sopir taksi yang buruk. Harus lihat rute yang dia ambil

untuk ke sini.

Hentikan. Kita tak boleh tertawa. Ini TKP.

- Kau yang menembaknya. - Pelankan suaramu.

- Maaf, hanya tegang. - Maaf.

Kau akan minum pil itu, ya?

Tentu tidak.

Mengulur waktu. Tahu kau akan muncul.

Kau tak tahu.

Kau pertaruhkan hidupmu untuk buktikan kau pintar.

- Kenapa kulakukan? - Karena kau bodoh.

- Makan malam? - Lapar.

Ujung jalan, ada restoran. Buka sampai jam dua.

Bisa tebak restoran enak dari pegangan pintu ketiga.

Sherlock, itu dia, pria yang kubicarakan.

Aku tahu siapa dia.

Jadi, satu lagi kasus terpecahkan.

Betapa semangatnya.

Meski itu bukan motivasimu, ya?

Sedang apa di sini?

Aku mengkhawatirkanmu.

Ya, aku dengar soal kekhawatiranmu.

Selalu agresif.

Kau tak pernah duga kita di pihak yang sama?

- Tidak. - Kita punya lebih banyak kesamaan

dari yang kauyakini.

Perselisihan di antara kita kekanakan.

Orang akan menderita.

Kau tahu itu membuat Ibu sedih.

Aku buatnya sedih?

Aku?

Bukan aku, Mycroft.

Tidak, tunggu.

Ibu? Ibu siapa?

Ibu kami.

Ini kakakku, Mycroft.

Tambah berat badan?

Berkurang, sebenarnya.

- Kakakmu? - Tentu dia kakakku.

- Jadi dia bukan...? - Apa?

Entah. Dalang kejahatan?

- Mendekati. - Astaga.

Aku duduki posisi kecil di pemerintahan.

Dia pemerintah saat tak sibuk jadi agen rahasia

atau CIA secara lepas.

Malam, Mycroft. Jangan mulai perang sebelum aku tiba.

Buruk untuk lalu lintas.

Jadi saat kau bilang khawatir,

- kau benar khawatir? - Tentu.

- Perselisihan kekanakan sungguhan? - Dia pendendam.

Bisa bayangkan makan malam Natal.

Ya.

Tidak.

Aku sebaiknya...

Halo lagi.

- Halo. - Kita bertemu sebelumnya.

Ya. Selamat malam.

Malam, Dr. Watson.

- Jadi, dim sum. - Selalu bisa tebak kue keberuntungan.

- Tak bisa. - Hampir.

- Kau pernah tertembak. - Ya?

Di Afghanistan. Ada luka.

- Ya, bahu. - Bahu. Kupikir begitu.

- Tidak. - Yang kiri.

- Tebakan. - Tidak

Ya.

- Kenapa kau senang? - Moriarty.

- Apa Moriarty? - Aku tak tahu.

Kita pergi, Pak?

Menarik, prajurit itu.

Dia bisa jadikan adikku lebih baik,

atau lebih buruk.

Kita sebaiknya tingkatkan status pengawasan.

Tingkat tiga aktif.

Maaf, Pak, status siapa?

Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Diterjemahkan oleh Noer

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.