Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku Anak Daun.
Aku tinggal di dalam Hutan Ajaib,
tersembunyi dari dunia luar, yang aku tidak tahu apa-apa.
Hutannya sangat luas.
Yang bisa menelanmu.
Kau belum siap melihat apa yang ada di luar sana.
Melampaui batas kita.
Ayah.
Ayah! Ayah!
Rusanya.
Aku akan mendapatkannya lain kali.
Tunjukkan padaku.
Gunakan kedua tangan.
Lebih keras.
Situs Bonus Melimpah. Aman, Nyaman, Pasti Bayar WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://vip.winjos.today
M itu moss (lumut).
M itu mist (kabut).
M itu magic (sihir).
M itu Marko.
Kau tidak mendengarkan.
Selalu dengarkan. Selalu.
Jangan pernah mengeluarkan suara.
Saat kau diam, kau menyatu
dengan Hutan.
Itu membuatmu aman dari kejahatan di luar.
Kita tidak bisa membiarkan kejahatan
membuat kita tidak siap.
Kau masih lemah dan kecil.
Jika kau keluar sekarang, kau akan berubah menjadi sampah,
kau akan lenyap.
Apa yang kuajarkan padamu?
Apa isi buku bergambarnya?
Satu hari,
Anak Daun akan tumbuh kuat.
Hutan akan membebaskannya
sehingga dia bisa menemukan Peri.
ANAK DAUN
Hutan Ajaib melindungiku.
Ia sering membisikkan cerita tentang Peri.
Peri cantik, yang menghembuskan kehidupan ke dedaunanku dengan mantranya.
Tapi dia sudah lama pergi. Sekarang dia menjauh,
di tempat yang jauh dan misterius bernama Lembah Batu.
"Hutan Ajaib membuatku aman dari Angin Jahat."
Angin ingin melayukanku dan menerbangkan dedaunanku.
"Aku tidak akan pernah membiarkan Angin Jahat menyakitimu,"
bisik Hutan.
Aku Anak Daun.
Saat aku tidur, aku memimpikan peri.
Kau tidak akan pernah menemukanku di sini.
Halo. Halo. Aku menemukan teman baru.
Ayo kita melakukan perjalanan jauh, jauh sekali.
Ibuku memberiku mainan baru. Kau melihatnya?
Kau pernah melihat orang lain sepertiku?
Ha ha. Aku merasa sangat kesepian.
Ha ha. Aku merasa sangat bosan.
Aku Marko.
Marko.
Siapa kau?
Miko.
Namamu dimulai dengan huruf M juga!
Aku punya di sini, di tanganku, lihat?
M itu Marko.
Sekarang kau punya huruf M juga.
Artinya Miko.
Kau pernah melihat setan?
Belum.
Ayah bilang mereka takut dengan hutan.
Hutan...
Tapi hutan membiarkanmu masuk.
Jadi kau tidak bisa menjadi setan.
Aku anak baik.
Di depanku... biarkan mengamuk...
Tanpa sadar... melintasi perbatasan mereka sendiri...
Mereka merendam... darah... Orang-orang yang mencari bantuan...
Ialu, ia terbangun...
Mereka mau...
Aku baik saja.
Hei, hei! Hei!
Berhenti, jangan bergerak!
Aku akan berdiri di sini, paham?
Aku tidak akan mengambil satu langkah pun.
Tidak satu langkah pun.
Miko memberimu itu?
Jadi kau tidak tuli.
Kupikir tupai menangkap telingamu.
Lelaki yang di hutan, dia ayahmu?
Ada orang lain selain kalian?
Kau punya ibu?
Tunggu.
Hadiah.
Dari mana kau tadi?
Kau tidak di sungai.
Kau tidak mendengarku?
Tidak sekali pun?
Dari mana kau?!
M itu mama.
Semua bayi yang lahir...
Punya kekuatan...
Tidak mengerti...
Itu akan sampai pada mereka...
Orang yang mencari keselamatan... menemukan kegilaan... dalam darah...
Mereka harus berhenti menjadi...
Makanlah.
Ada apa?
Apa aku punya ibu?
Tidurlah.
Hutan Ajaib tahu aku kesepian.
Ia mencoba menghiburku.
"Kau istimewa,"
bisik Hutan.
"Selalu sulit menemukan seseorang sepertimu
saat kau berbeda."
Aku Anak Daun.
Dan aku tidak mau menjadi istimewa.
Kembali.
Mereka dekat. Terlalu dekat.
Apa yang kau inginkan?
Kau mengambil semuanya.
Kau menginginkannya juga?
Kau meninggalkanku.
Kau akan membantu.
Mereka tidak bisa mengambilnya.
Jangan dia!
Jangan mengabilnya.
Tidak!
Isi! Kejar dia!
Kau mau hujan, kan?
Tidak, tunggu, tidak...
Angkat. Ambil foto.
Kau mau adik laki-laki atau perempuan?
- Laki-laki. - Ini dia!
Tunggu sebentar.
Lihat saja lurus ke depan. Lurus ke depan. Perhatikan itu...
Marko...
Kau harus tahu itu...
Aku tidak akan meninggalkanmu.
Irina!
Aku sangat mencintaimu.
Irina!
- Ayahmu... - Irina!
Buka pintunya, Miko!
Marko!
Di mana ibu?
Di mana ibu?
Dia pergi menangkap rusa.
Marko, tunggu!
Aku mau ketemu ibu.
Dia sudah pergi.
Ayahku sekarang jahat.
Dia mengubahnya menjadi tanah.
Aku mau ibu.
Marko! Marko!
Marko!
Kau terluka?
Mereka melakukan sesuatu padamu?
Marko!
Miko!
Miko!
Miko!
Kau melihatnya? Hah?
- Mereka semua jahat. - Kau jahat!
Kau sama seperti mereka!
Kau membunuh ibu Miko.
Itu tidak benar.
Aku melihatmu.
Jalan!
Kau membunuh ibuku juga?
Apa?
Apa?
Bukan...
Dengarkan aku, Marko.
- Ibumu... - Aku melihatnya!
Dia takut padamu!
Kau tidak mengerti apa pun. Ayo!
Tidak!
Tetap di sini.
Diam.
Situs Bonus Melimpah. Aman, Nyaman, Pasti Bayar WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://vip.winjos.today
Ayo.
Dia aman.
- Marko! - Miko.
Aku tidak membunuh Morn.
Mereka menangkapnya.
Dia akan berubah menjadi jahat. Seperti mereka.
Aku menyelamatkannya.
Kau percaya?
Marko?
Kau menyelamatkan Morn juga?
Irina...
Dia sekarang juga kotor?
Dia sudah mati?
Tidak, tidak. Tidak.
Dia peri.
Peri berbaju putih.
Lihat?
Peri Putih tidak pernah berubah menjadi tanah.
Mereka tidak pernah berubah menjadi jahat.
Lihatlah dia di gambar.
Lihat...
Dia tersenyum. Senyumannya menjauhkan kejahatan.
Ayo pulang, Ayah.
Apa yang kuajarkan padamu, Nak?
Satu hari
Anak Daun
akan tumbuh kuat
dan akan menemukan...
- Peri itu. - Peri itu.
Tidak!
Pergi!
Jangan...
Jangan melihat kebelakang.
Kau tidak akan jadi jahat, kan?
Tidak.
Ibu bilang tidak.
Aku tidak seperti orang lain.
Kau seperti apa?
Sepertimu.
Suatu hari, Angin Jahat
membawa monster menakutkan bertaring baja.
Mereka mulai melahap pepohonan di Hutan.
Hutan berbisik sedih pada anak laki-laki itu:
“Sudah saatnya kita berpisah.
Selamanya.
Aku akan berubah menjadi tanah.
Kau harus meninggalkanku.
Kau cukup kuat.
"Pergi dan jangan pernah kembali."
"Temukan dia.
Temukan perimu."
Aku akan menemukannya, Ayah.
Aku lari sejauh yang kubisa.
Aku tidak pernah kembali, aku tidak pernah berhenti.
Aku masih bisa mendengar kata-katanya, bergema dari jauh:
Mencapai Lembah Batu.
Di situ Perimu berada.
Ingatlah selalu apa yang kuajarkan.
Waspada terhadap orang-orang yang kau temui dalam perjalananmu.
Kau akan tahu jalannya.
Beranilah. Percayalah.
Suatu hari, kau akan menemukannya.
Aku sudah besar sekarang.
Aku cukup kuat.
Aku Anak Daun,
dan aku meninggalkan Hutan Ajaib di belakangku.
Hancur, aku hidup dalam ketakutan.
Aku memperhatikan saat mereka pergi
dinding mereka juga.
Mereka bertempur dengan darah dan amarah untuk melindungi diri sendiri
dari mereka yang mencari keselamatan.
Saat itu tabir penipuan tersingkap,
dan kebenaran terungkap dengan sendirinya di hadapanku.
Virus, kebangkitan...
Anak-anakku, mereka...
Anak-anak.
Kami lapar.
Kemana tujuanmu?
Ke Lembah Batu.
Ibuku ada di sana.
Aku yang akan mengantarmu ke sana,
tapi aku tidak bisa pergi begitu saja...
Erna, Victor,
dan Maya di belakang.
Maya! Lihat! Kita punya tamu.
Kau lapar...
Hei, bocah,
bagiku kalian tampak normal.
Jadi...
Tunggu sebentar, Maya.
Anak-anak jaman sekarang...
Jadi ada obatnya. Benar?
Anak-anak...
Tempat yang buruk.
Aku Marko.
Fenomena yang menarik.
Murni. Seperti malaikat.
Malaikat seperti itu tidak bisa tertular virus.
Eh...
Yang satu lagi... Marko. Hm?
Sebuah anomali.
Mungkin masih banyak orang seperti dia di luar sana. Hm?
Harapan.
Harapan buta.
Ini hal terakhir yang kita butuhkan.
Besok.
Dia saudaramu?
Tidak.
Lalu kenapa kau menyeretnya?
Dia sendirian.
Aku sendirian juga.
Tapi ibuku akan menjaga kami.
Kami berdua.
Dia seorang Peri. Aku harus menemukannya.
Saat anak-anakku terinfeksi,
mereka mengeksekusinya tanpa pertanyaan.
Tanpa memberitahu alasannya.
Saat itu tabir kebohongan tersingkap,
dan kebenaran terungkap di hadapanku.
Anak-anakku mau aku bersama mereka.
Untuk membangunkanku.
Virus ini memberi kita karunia Kebangkitan.
Kini musuh kita hanyalah gaung rezim masa lalu yang hilang.
Keputusasaan mendorong mereka ke perang yang tidak masuk akal
menentang Kebangkitan.
Mereka terus kalah dalam semua pertempuran. Dukungan kita tumbuh dari hari ke hari.
Sisa-sisa sistem yang membusuk runtuh.
Mereka berjuang untuk mengulang siklus sejarah.
Dan penghancuran diri kita.
Alam menemukan cara mengubah siapa kita.
Menyelamatkan dunia dengan Kebangkitan kita.
Anak-anak adalah harapan untuk meluruskan segalanya.
Tapi anak-anak tumbuh dewasa.
Mereka terus mengulanginya
siklus rasa sakit dan penderitaan, berulang kali.
Semua bayi baru lahir membawa virus.
Ini tanda yang jelas dari Yang Maha Kuasa
waktu kita sudah berlalu.
Kita harus pasrah pada dunia tanpa anak.
Waktunya sudah tiba menyambut Kebangkitan.
Bergabunglah dengan kami. Kau akan mengerti alasannya.
Kita tidak sendirian.
Yang lain, mereka punya kejahatan di dalam dirinya.
Tapi bukan kau. Tidak pernah.
Kau istimewa.
Aku mau mengajak Miko.
Pergi.
Lari!
Harapan.
Air!
Mau air.
Aku mau air.
Seharusnya aku meninggalkanmu.
Aku akan mencarikanmu air.
Marko!
Dia meninggalkannya.
Kami akan memeriksa ke dalam.
Maaf, Nak.
Waspada terhadap orang-orang yang kau temui dalam perjalananmu.
Aku masih bisa mendengar suara ayah.
Angin Jahat hanya menyisakan monster menakutkan.
Gelap. Menakutkan. Penuh dengan kebencian.
Angin Jahat membenci anak-anak sepertiku.
Ia mau mengubahku menjadi debu. Karena aku istimewa.
Marko!
Daunku mulai layu.
Tidak ada jejak Lembah Batu.
Aku Anak Daun.
Dan aku sangat takut.
Kau tidak akan jadi jahat, kan?
Aku tidak seperti orang lain.
Kau seperti apa?
Aku anak baik.
Sepertimu.
Aku mau ketemu ibu.
Seperti kau
Tidak ada jejak Lembah Batu.
Daun Anak mulai layu.
Raungan mengerikan terdengar.
Itu Angin Jahat, musuh lama sang Anak.
Angin melampiaskan amarahnya pada Anak Daun.
Anak Daun melihat celah di bebatuan.
Dengan sisa kekuatan terakhir,
Anak Daun melemparkan dirinya ke dalam lubang itu.
Angin tidak bisa masuk ke dalam.
Semua menjadi sunyi.
Hutannya kini jauh dan tak bersuara.
Ia tidak lagi bicara pada Anak Daun.
Satu hari
Anak Daun
akan tumbuh cukup kuat
dan akan menemukan...
- Peri itu. - Peri itu.
Situs Bonus Melimpah. Aman, Nyaman, Pasti Bayar WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://vip.winjos.today
Komite menyebut mereka pengungsi.
Tapi izinkan aku memberitahumu, apa yang disebut sebagai komite kemanusiaan ini bohong.
Mereka tidak melarikan diri dari apa pun.
Ini bukan migrasi.
Ini invasi!
Invasi budaya kita,
masyarakat kita,
rumah kita, dunia kita.
Mereka yang disebut pengungsi datang ke sini
untuk menghancurkan masa depan kita,
untuk menajiskan dan menghancurkan generasi masa depan kita.
Aku bukan orang yang kejam.
Partai-partai bersatu di Barat percaya pada keadilan.
Kita punya keyakinan pada kemanusiaan.
Kita tidak mau melihat mereka menderita.
Aku sangat berduka atas hilangnya nyawa anak-anak mereka,
tapi kita tidak memulai perang mereka.
Kita harus melindungi anak-anak kita.
Kita harus mengakhiri invasi ini.
Tembok yang kita bangun tidaklah cukup!
Jadi kita harus menggunakan solusi yang final dan final!
Solusi terakhir!
Kita akan melawan amarah dengan amarah!
Para perampas kekuasaan yang kotor itu tidak punya gagasan tentang kekuasaan
kemarahan kita yang benar!
Aku memanggil Periku
untuk terakhir kalinya
sekeras yang kubisa.
Ayah...
Ayah pernah memberitahuku,
meskipun aku harus meninggalkan Hutanku,
ia tidak akan pernah meninggalkanku.
Dan akan menunjukkan jalan menuju Periku.
Menara batu itu meraung.
Tembok mereka juga.
Bumi di bawahku bergemuruh.
Lalu angin sepoi-sepoi mulai bertiup.
Itu bukan Angin Jahat,
tapi angin sepoi-sepoi yang manis dan lembut,
mengalir dengan aroma musim semi yang mekar.
Semuanya menjadi sunyi.
Berkilau dalam cahaya keemasan,
di sana dia berdiri,
Peri.
Kilaunya lebih terang dari matahari.
Hentikan tembakan!
Delta, perintahkan mundur. Delta Force, perintahkan mundur.
Dikonfirmasi, Delta Force, lanjutkan dengan evakuasi.
Ulangi, lanjutkan dengan evakuasi.
Hai, pirang.
Phillip-ku mirip denganmu.
Konfirmasikan, Delta Force. Lanjutkan dengan evakuasi.
Ulangi, lanjutkan dengan evakuasi.
Maaf, Nak.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
"Apa yang terjadi padamu, sayangku?"
Dia bicara dengan suara halus.
"Hutan," bisikku...
"Hutannya sudah hilang.
Sekarang aku sendirian."
Letnan!
"Sendirian.
Jadi aku datang untuk mencarimu."
Letnan Gregorio, menjauh!
Ini akan menguntungkan kita.
Apa statusmu, Delta Force?
Letnan, wilayahnya runtuh!
Peri itu bergumam dengan sedih,
“Hutannya sudah hilang ya,
"tapi kau sudah menemukanku."
Namaku Marko.
M itu Marko.
Sendirian...
Letnan, kami dapat perintah dari markas komando.
Kita harus mengungsi...
Dia punya tandanya!
Untuk semua unit, minta bantuan.
Menyelesaikan pesanan.
Maukah kau menjadi periku?
Untuksemua unit, amankan area tersebut dengan segala cara.
Maukah kau ikut denganku, Marko?
Amankan transportasi secepatnya.
Ayo.
Lalu Peri tersenyum.
"Ikutlah denganku, nak,
dan kau tidak akan pernah sendirian lagi."
Daunku menjadi hijau kembali dan penuh kehidupan.
"Aku tidak akan sendirian lagi," aku menggema,
dan memeluk Peri erat-erat di pelukanku,
seperti dunia di sekitar kita
melebur dalam warna pelangi.
Namaku Marko.
Aku Anak Daun.
Aku sudah menemukan Periku.
Alih Bahasa: Kuda Lumping 19 Januari 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.