All language subtitles for Jang Cheol-soo - Bedevilled - Korean with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kisah minggu ini.

Oh...

Bermula dari sini.

5 tahun yang lalu, saat usiaku 21 tahun...

...adalah sebuah tren bila menjadi seorang vegetarian.

Jadi aku pergi ke kamp vegetarian selama empat hari.

Segera setelah sampai, kami diajak berkeliling.

Si Pemandu menunjuk daun semanggi dan berkata:

"Kita bisa makan daun-daunan itu."

Lalu beberapa orang mencobanya.

Daun semanggi itu rasanya aneh dan getir.

Kami pikir itu pengalaman yang bagus.

Lalu mereka tidak memberi kami makanan.

Malam harinya kami bertanya, "Kenapa tak ada makanan."

Dia bilang, "Kalian sudah makan tanaman di perjalanan tadi, kan?"

Siapa? Siapa?/ Apa!

Si Pemandu berkata:

"Bukankah kalian sudah kenyang makan rumput tadi?"

Lepaskan!

Diterjemahkan oleh: Hail Hail

Tolong aku!

BEDEVILLED

Berapa kali harus kubilang?

Keluarga dengan penghasilan rendah hanya bisa dapat 3 juta.

Sedang kau tak punya penghasilan, jadi maksimal hanya 2 juta.

Katanya bisa. Aku sudah harus pindah.

Itu sudah maksimal.

Kami tak bisa pinjami 3 juta, jadi carilah orang lain.

Jika bisa, untuk apa aku kemari.

Kalau begitu cari tempat lain.

Tapi aku sudah bayar deposit, dan memindahkan barang-barangku!

Coba cari pinjaman pada orang lain.

Siapa yang sudi beri pinjaman uang pada seorang janda tua!

Harusnya kau pastikan dulu, sebelum tanda tangan.

Tapi kau bilang aku bisa dapat pinjaman!

Aku tak pernah bilang seperti itu!

Nyonya.

Halo? Tolong, berhenti menelepon.

Jika menejer bertanya, bilang aku keluar sebentar.

Pulanglah sekarang, Nyonya.

ISTIRAHAT

Aku ada pekerjaan.

Maaf, tapi kau selalu sibuk.

Dan tak pernah balas suratku. Apa kau bisa datang menengok?

Aku harus pergi.

Mereka tidak bisa melihatku, kan?

Tentu saja, ini kaca satu arah.

Sepertinya, memang mereka pelakunya.

Kau benar.

Maaf?

Teman korban melihat mereka di klab malam.

Kalau begitu sudah jelas, kan?

Tapi mereka tidak melihat penganiayaan itu. Makanya kami butuh pernyataanmu.

Tapi aku tidak melihat dengan jelas wajah mereka.

Aku jadi sulit memastikannya.

Cobalah untuk mengingatnya.

Mereka memang pelakunya, tapi perlu bukti.

Sersan Choi!

Maaf Nyonya.

Dia tidak pakai cincin?/ Cincin?

Ya, satu dari mereka pakai cincin tengkorak.

Dokter bilang, bekas lukanya menyerupai cincin.

Tapi sulit untuk memastikan bentuk luka-luka itu.

Jangan hubungi aku lagi.

Tapi jika kau ingat sesuatu.../ Aku akan menelepon.

Tapi sepertinya sulit.

Dasar brengsek! Tidak mau mengaku kalau kau pelakunya!

Kubunuh kalian semua!

Beritahukan semuanya!/ Sudahlah!

Kau melihatnya, kan?

Beritahukan semuanya! Kau melihatnya!

Kau melihat mereka! Ceritakan yang sebenarnya!

Kau melihat mereka! Kumohon!

Sebaiknya kita tidak bertemu lagi. Teman-temanku sangat menakutkan.

Kau tak usah ikut campur.

Mereka mengancammu?/ Tidak.

Masuklah ke dalam dan kita bicara.

Tidak.

Kau sudah kembali./ Nenek itu masih di sini?

Semua sudah diurus, silakan tunggu.

Terima kasih banyak! Terima kasih banyak!

Ada apa?

Kau bilang apa pada menejer?/ Aku tak bilang apa-apa.

Ji-soo, kau melaporkan aku, ya?

Tentu tidak. Aku cuma merasa iba pada nenek itu.

Apa kau intim dengan menejer? Atau dengan seluruh karyawan pria?

Hati-hati bicara.

Kau kerja di Bank, bukan di diskotik. Jadi jangan genit.

Ji-soo.

Aku sangat menyesal. Bagaimana kalau nanti malam kita makan.

Baik. Kau cari tempatnya, ya.

Halo?

Halo?

Bagaimana dengan...

Nona Chung!

Keluar!

Pergilah liburan.

Siapa di situ?

Siapa di situ?/ Petugas pos.

Aku tidak mengenali suaramu./ Aku petugas pos.

Apa ini?

Kotak suratmu sudah penuh.

Berlibur.

Sejak 10 tahun lalu, perahu berlayar dua kali sehari.

Sekarang cuma tersisa 9 orang tukang perahu.

Untuk apa kau ke pulau Moo-do?

Kakekku pernah tinggal di sana.

Siapa namanya?/ Suk-hwan Kim.

Aku kenal kakekmu! Kau Hae-won, kan? Aku sudah mengira!

Kau ingat aku? Pasti tidak.

Kau tetap saja cantik seperti dulu.

Sudah menikah?

Tentu sudah! Aku belum!

Cepat! Cepat!

Kau Hae-won, kan?/ Ya.

Hae-won.

Lepaskan tanganmu, dia bisa kotor.

Maaf.

Kau benar Hae-won, kan?/ Ya, aku Hae-won.

Benar-benar kau! Hae-won!

Lekas naik.

Dia datang.

Siapa? Cucu Kim?

Kau Hae-won?

Itu kau, ya? Kau tak banyak berubah.

Kau ingat kami?

Begitu cantik dan putih. Apa itu karena air minum di Seoul?

Benar./ Tentu saja.

Itu suamiku. Kau ingat? Man-jong.

Yang di sebelah itu Chul-jong, adiknya. Man-jong dan Chul-jong.

Jangan panggil mereka dengan nada seperti itu.

Untuk apa kau berlibur di sini? Di sini tak ada apa-apa.

Orang kota datang ke sini untuk...

...merasakan segarnya udara pedesaan.

Tak ada daya tarik wisata di sini.

Kapan kau akan pulang?/ Aku mau di sini beberapa minggu.

Kau akan segera berubah pikiran.

Ayo, kembali kerja. Jika hujan, kentangnya akan busuk.

Kau tidak ikut?

Bok-nam, ayo bantu kami.

Aku antar Hae-won dulu ke rumahnya.

Apa yang di kunyah Chul-jong dan nenek itu.

Entahlah?

Itu di sebut daun badut. Sebab kau akan tampak lucu jika mengunyahnya.

Sini.

Panas, ya?

Kau ingat? Kita menulis di lantai itu.

Kakekmu jadi marah besar.

Ibu?

Ayo, beri salam pada teman ibu.

Kemarilah. Siapa namamu?

Yeon-hee kurang paham cara bergaul dengan orang lain.

Dia di kelas berapa?

Usianya 10 tahun, tapi dia tidak sekolah.

Sebenarnya aku ingin Yeon-hee sekolah.

Tapi Man-jong dan bibinya berpikir, anak perempuan tidak butuh sekolah.

Katanya, jika Yeon-hee berpendidikan, dia akan meninggalkan kami.

Jaman sekarang anak-anak wajib sekolah.

Bahkan banyak anak-anak sekolah ke luar negeri.

Benarkah?

Aku berharap Yeon-hee bisa sekolah tahun depan.

Dia sering bermain ke sekolah untuk baca buku.

Aku jadi bertanya-tanya...

Sekarang sudah 15 tahun sejak kakek meninggal, kan?

Tempat ini kenapa bisa tetap bersih?

Coba tebak.

Aku habiskan 3 hari penuh untuk bersihkan tempat ini.

Terima kasih. Tadi kau mau bilang apa?

Apa?

Tadi kau bicara tentang Yeon-hee, kan?

Itu tidak penting.

Kau pasti sudah lapar. Aku cari makanan dulu.

Aku akan pergi memancing dengan Yeon-hee.

Sungguh?/ Ya.

Kau selalu pulang dengan tangan kosong.

Kau suka memancing dengan ayah?

Kenapa belum tidur?/ Aku menunggumu.

Kau senang? Kau dapat apa?

Sebagai anak pulau, kau buruk dalam hal memancing.

Lebih dari 2 minggu kau tak pernah dapat ikan.

Agar kau bisa memakannya, jika aku dapat?

Bukan cuma aku. Tapi Yeon-hee, kau, dan adikmu juga bisa ikut makan.

Tunjukkan rasa hormat jika bicara denganku dan keluargaku?

Anjing dan babi saja akan menurut jika di pukul. Kenapa kau tidak!

Makan di lantai, seperti anjing saja.

Itulah kenapa kalian butuh laki-laki.

Sebab perempuan tak akan mampu.

Benar sekali.

Ponakan? Bisakah kau perbaiki gudang kami setelah ini?

Ya.

Bagaimana dengan pintuku?/ Ya.

Kerjakan sendiri.

Jika apa-apa keponakanku, dia bisa sekarat.

Itu benar.

Dia tidak boleh mati. Tanpa dia, kita bisa repot.

Kau benar!

Apa yang kau kerjakan?

Jangan cuma duduk! Buatlah adukan semen!

Ya./ Selesaikan itu dulu.

Ya.

Biar dia istirahat sejenak, tentu dia lelah.

Itu bukan pekerjaan yang berat.

Di mana cucu Pak Kim?

Masih tidur.

Siang hari begini masih tidur. Dasar jalang.

Kehidupan di Seoul pasti sangat keras.

Keras apanya, di mana-mana hidup itu sama.

Tidak menikah dan pergi berlibur? Dasar perempuan bodoh.

Ada banyak wanita di Seoul yang tidak menikah.

Lalu?

Kau selalu sebut-sebut Seoul belakangan ini.

Rasanya enak./ Ayo, tambah lagi.

Masalahku di sini adalah, aku harus masak sendiri.

Itu bukan masalah.

Apa kau mau pergi mandi di kolam?

Kolam?

Apa kau ingat tempat kita bermain waktu kecil?

Takkan ada yang mengintip.

Penduduk di sini pergi tidur setelah petang.

Aku ke sana dulu untuk mencuci baju. Ayolah.

Aku cuci sekalian baju kotormu./ Tidak usah, aku cuci sendiri.

Dengan tangan ini?

Apa di sini tak ada Jasa Pencucian?

Orang-orang Seoul pergi mencucikan baju mereka.

Aneh.

Bok-nam!

Pulau ini punya banyak air yang bersih dan segar.

Bahkan dulu kami punya sawah.

Begitu bersih dan putih.

Halus dan sangat mulus.

Kau ingat kita sering mandi di sini malam hari ketika masih kecil?

Ya, airnya sangat jernih dan segar.

Apa yang kau lakukan!

Oh, jangan takut, cuma aku.

Aku hanya terkejut.

Kenapa?

Tidak apa-apa.

Pasti banyak pria yang mengerubutimu seperti lalat.

Telepon harusnya bisa digunakan di sini, sebab sudah ada jaringannya.

Tapi siapa yang tahu?

Satu-satunya telepon di sini hanya di rumah bibi.

Apa kabar paman?

Kau suka bunga?

Apa kabar, teman ibu?

Teman ibu? Panggil aku bibi.

Bibi?

Begitu lebih bagus. Kau mau bibi bacakan?

Tolong dilipat saja.

Ibumu akan marah jika tahu kau melipat bukumu.

Ibu memberi aku buku untuk dilipat.

Apa?

Semua buku kecuali buku IPS ini.

Kenapa?/ Sebab buku ini bercerita tentang Seoul.

Aku pingin telingaku dilubangi seperti bibi.

Buat apa?

Aku juga mau payudaraku tumbuh besar seperti bibi.

Berteriaklah! Berteriaklah jalang!

Ada apa?/ Bukan apa-apa.

Apa dia kemari lagi?

Ayo berteriak!

Apa yang terjadi?

Tidak apa-apa. Pergilah dari sini. Aku titip Yeon-hee?

Bermainlah di rumah bibi.

Bergandengan.

Pergilah.

Bilang suamimu untuk menjual madunya juga.

Ya.

Bisa-bisanya kau makan selahap itu?

Sementara di dalam suamimu sedang bercumbu dengan pelacur.

Lihatlah dirimu. Kau makan seperti babi.

Maafkan aku.

Kulitmu begitu coklat. Oleskan ini di wajah. Itu krim tabir surya.

Aku tak butuh perhatianmu.

Ini bukan mauku.

Tapi aku dibayar bosku untuk melayani suamimu.

Aku benar-benar minta maaf.

Untuk apa kau minta maaf? Kau bukan orang jahat.

Kau merusak hidupmu dengan pekerjaan seperti itu.

Aku tahu itu.

Apa-apaan...

Bagaimana kau tahan tinggal dengan dia. Jika aku akan lari.

Jika aku lari, bisa-bisa aku dibunhnya.

Seandainya kau lari, kau mau kemana?

Harusnya kau pergi ke Seoul.

Tak akan ada yang menemukanmu di sana.

Tak butuh barang seperti ini di Seoul, airnya saja bisa memutihkan kulit kita.

Jika itu benar, kenapa kau tidak pergi ke sana?

Kau mau kita lari bersama?

Kita pergi ke Seoul dan bekerja di rumah makan atau semacamnya.

Tapi anakku butuh seorang ayah.

Siapa yang butuh? Aku tumbuh dengan baik tanpa seorang ayah.

Kau benar sekali.

Sudah kau siapkan menu untuk makan malam?

Hei!

Perempuan bodoh.

Apa?/ Segera kau kumpulkan sisa madunya.

Kapalnya akan datang besok.

Setelah bengkaknya mereda./ Dasar cengeng!

Pakai selai kacang ini.

Apa yang kau lakukan itu?/ Jangan berisik.

Kenapa dengan wajahmu?

Di sengat lebah.

Kau hanya diam saja diperlakukan suamimu seperti?

Ini hanya beberapa sengatan.

Bukan itu.

Tepat di depanmu!

Dia bercinta dengan seorang gadis di kamarmu.

Dan kau bertindak seolah tak ada apa-apa?

Di sini kami tidak mencampuri urusan orang lain.

Tidakkah kau persilakan aku masuk.

Kau butuh seseorang untuk mengurusmu.

Aku sudah dewasa. Aku mampu urus diriku sendiri.

Ayolah./ Sulit, ya?

Jangan terlalu dekat!

Sebentar saja, kumohon.

Gadis kecilku, kau di rumah. Ayo kita mandi.

Apa yang kau lakukan?

Aku ingin dicintai oleh ayah juga.

Kau bilang ingin dicintai oleh ayah juga.

Bukan itu yang ibu maksud.

Darimana kau dapatkan ini? Apa kau curi dari gadis itu?

Tidak.

Lalu darimana?/ Kembalikan.

Gadis itu yang memberimu?

Ayo jawab! Kau mau ibu pukul!

Ayah yang memberiku!

Untuk apa ayahmu memberi barang seperti ini padamu?

Bagaimana dengan celana dalam ini?

Kenapa cuciannya berserakan di tanah?

Apa kalian bertengkar karena barang ini?

Perempuan brengsek.

Oleskan saja ke semua tubuhmu! Jangan berebut dengan anak kecil!

Biarkan itu untuk ibumu.

Ayah belikan lagi yang lebih bagus besok.

Ambil dan enyahlah! Pergi dari hadapanku.

Kau telah di-PHK sesuai dengan Hukum Ketenagakerjaan.

Menejer.

Nomor yang anda hubungi...

Oh, hai.

Aku pulang dengan kapal berikutnya. Terima kasih telah menemaniku.

Setelah sampai di Seoul, akan kucoba jadi diriku yang baru.

Meskipun tidak akan mudah berubah secara tiba-tiba.

Terima kasih untuk segalanya.

Bolehkah aku berkunjung lagi?

Apa itu darah?

Bukan.

Mengapa bisa sampai kena wajahmu?

Hae-won.../ Kau kenapa?

Hae-won.../ Apa?

Bisakah kau ajak Yeon-hee dan aku bersamamu ke Seoul?

Kau bisa pergi kemana saja yang kau inginkan.

Tapi aku tak tahu bagaimana cara hidup di daratan.

Hidup di Seoul sama menakutkannya dengan hidup di sini.

Kau bilang akan ajak aku./ Kapan? 15 tahun yang lalu?

Ya. Kau pernah berjanji, kan?

Lain kali. Setelah kuurus beberapa persoalanku.

Lain kali, lagi?

Hail Hail

Baiklah. Tapi tolong bawa Yeon-hee bersamamu.

Kenapa dengan Yeon-hee?

Jangan tanya kenapa.

Tolong, aku mohon.

Jika kau bawa dia, aku takkan menelepon atau menyuratimu lagi.

Oh, ayolah!

Jika kau tidak mau bilang kenapa, aku tak mau membawanya.

Kurasa Man-jong... menodai...Yeon-hee.

Itu tidak masuk akal.

Apa?

Aku tahu kau sangat ingin pergi ke Seoul.

Tapi bukan seperti itu caranya, bagaimana kau bisa bilang begitu.

Jika mau berbohong, cobalah yang lebih masuk akal!

Kau pikir aku berbohong?

Apa kau tahu tabiat suamiku itu seperti apa?

Aku tidak tahu!

Sedang apa?

Apa yang kau harap dari tumbuhnya payudaramu?

Tidakkah kau tahu? Dengan itulah seorang gadis akan dicintai.

Yeon-hee, apa ayahmu mencintaimu?

Bagaimana cara ayahmu mencintaimu?

Apa yang kau lakukan di sini?

Yeon-hee, kemari.

Kau terlalu tua untuk jadi temannya.

Berhenti menularkan penyakit malasmu.

Ajak dia pulang dan suruh makan./ Tentu.

Bukuku ketinggalan./ Ayo pulang dan makan.

Kau harus pulang dengan kapal berikutnya./ Ada sesuatu...

Hukum itu artinya, mengubah sesuatu sesuai dengan keadaan.

Dan Bok-nam sialan itu pandai berbohong.

Dia tumbuh seperti pengemis.

Dia akan memohon seperti anjing untuk dapatkan sesuatu.

Biarkan polisi menyelidikinya.

Jika kau begitu yakin, kenapa tidak melapor?

Kau tahu jika Yeon-hee bukan anak kandung Man-jong, kan?

Apa?

Kau cuma berlibur, jadi berhentilah mencemaskan penduduk pulau ini.

Mi-ran? Ini aku.

Dari pulau Moo-do.

Ingat apa yang kau katakan sebelumya?

Tentang pergi ke Seoul?

Ibu./ Tenang.

Kemana kita akan pergi? Aku ngantuk./ Kita akan lari.

Kemana?/ Ke daratan.

Ayah bilang, di daratan banyak masalah.

Di sana kau bisa sekolah./ Aku tak mau sekolah!

Baik. Yang penting jauh dari ayahmu.

Tapi aku suka ayah. Aku suka di sini!

Jadi kau tak mau pergi?

Jika aku tak ikut, apa ibu tak jadi pergi?/ Tentu saja tidak.

Jika tidak pergi sekarang, ibu akan dipukuli terus?

Kalau begitu aku ikut.

Sebab aku tak tega melihat ibu dipukul setiap hari.

Ayo cepat, kapalnya segera datang.

Hatiku terasa sakit.

Ibu, kau menangis?/ Belum pernah lihat ibu menangis, ya?

Sudah, aku dengar ibu menangis dan berkata lebih baik mati daripada hidup seperti ini.

Kenapa ibu bilang seperti itu?/ Sudahlah, maafkan ibu.

Bergulung di kotoran lebih baik dari pada hidup di sini.

Aku tak mau bergulung di kotoran!

Sudah kuperingatkan, jangan dia!

Cuma dia yang kemari di jam seperti ini.

Kalau begitu jangan kemari, dasar bodoh!

Tak usah khawatir. Aku tak peduli dengan urusan orang.

Cukup bayar saja sewa perahuku.

Darimana uang sebayak ini?

Oh, tidak! Lihat!

Ibu! Cepat! Cepat! Ayo!

Ayo kita pergi sekarang! Man-jong kemari!

Cepat!

Ayo lekas! Dia datang!

Aku hitung dulu! Sial, aku jadi lupa!

Ayo kita pergi!

Cepat!/ Biar kuhitung dulu uangnya!

Dimana korekku?

Punya korek?

Cepat!/ Cepat!

Kita segera pergi setelah aku selesai menghitung. Satu, dua, tiga...

Kakak! Kakak!

Kak!

Ayah!

Ayah!/ Kemari kau pelacur!

Aku mengurus kau dan anakmu! Tapi kau diam-diam pergi!

Dasar jalang!

Jangan hanya berdiri saja! Hentikan dia!

Patahkan kakinya!

Seperti anjing dan pelacur yang coba lari. Patahkan saja, biar tak bisa kabur!

Bangun!

Hentikan kakakmu! Dia bisa mati!

Ayah!

Bangun!

Pelacur bodoh!

Kuperingatkan untuk tidak mencampuri urusan orang!

Hentikan, ayah!

Aku akan tinggal dengan ayah! Berhenti pukul ibu!

Ayah perlakukan kau dengan baik! Tapi kau mengkhianati ayah?

Apa karena aku bukan ayah kandungmu?

Akan kutunjukkan bagaimana kalau ayah marah!

Apa kau baik-baik saja!

Hentikan! Jangan Yeon-hee.

Hati-hati, Man-jong!

Apa kau gila?

Kau tidak boleh melempar suamimu dengan batu!

Wanita bisa dapat lemparan batu sampai mati tapi bukan pria, begitu?

Dia mengurus kau dan anakmu!

Seharusnya kau bersyukur, jalang!

Benar./ Ya, benar.

Berhenti mengatakan itu!

Kenapa aku tidak tahu siapa ayahnya?

Sebab aku diperkosa oleh lebih dari satu bajingan!

Oleh setiap orang dari mereka!/ Diam! Kau perempuan kotor!

Jalang sialan!/ Ayah!

Kau pelacur sialan!

Yeon-hee? Bangun, Yeon-hee!

Cepat, ambilkan air!/ Ya, kak.

Yeon-hee...

Yeon-hee...

Yeon-hee...bangun.

Ayo pergi ke Seoul...

Yeon-hee...

Berhenti merengek. Dia tak apa-apa. Minggir!

Pergi!

Jangan sentuh dia! Pergi!

Pergi!

Pergi!

Terima kasih kau mau datang.

Pasti sulit mengurus para orang tua.

Kenapa bibimu memanggilku kemari?

Bagaimana kabar ayahmu?

Dia titip salam saat aku bilang mau kemari.

Jika kau bilang sebelumnya, aku akan mengajak dokter kemari.

Perlu laporan medis untuk kematian seperti ini.

Dia hanya terpeleset dan jatuh. Tak ada bedanya bila dokter kemari.

Sebenarnya aku bisa buat laporan sendiri.

Aku neneknya Yeon-hee.

Seperti yang kau tahu, aku juga neneknya.

Sepertinya kau curiga dengan kematiannya.

Luka memarnya itu.../ Bok-nam? Tolong kau beritahu dia?

Jika kami bohong, kenapa ibunya masih di sini?

Dia diam saja. Mungkin dia yang bunuh anaknya?

Kau bicara apa?

Bergeserlah.

Kau mau bilang apa?

Bajingan itu membunuhnya. Dia menendangnya.

Lalu dia jatuh.

Sebenarnya aku tak mau mengatakannya.

Tapi jika kau menyalahkan aku, aku tak punya pilihan.

Perempuan jalang ini mencoba kabur tadi pagi.

Benar, kan?/ Apa? Ya, benar.

Apakah kau di sana juga, saat dia tewas?

Kau tak percaya aku?/ Lanjutkan, kudengarkan.

Aku tahu dia akan kabur. Dia juga coba membawa Yeon-hee.

Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.

Jadi aku bilang padanya, untuk tinggalkan anak itu jika dia mau pergi.

Bahkan aku beri dia sejumlah uang./ Itu tidak benar.

Kau tidak pernah memberiku sepeser pun selama bertahun-tahun!

Lalu dari mana uang itu berasal?

Aku curi dari saku bajingan itu.

Beraninya kau? Dasar pencuri!

Keponakan kita berusaha menutupinya.

Padahal perempuan itu yang bersalah.

Dia punya hati yang mulia./ Mulia tai kucing!

Jaga bicaramu./ Man-jong.

Lagi pula itu uang dari jerih payahku menjual madu!

Baiklah. Aku minta maaf karena tak bisa mencukupi kebutuhanmu.

Penghasilan di sini kurang baginya.

Jadi aku menyuruhnya pergi untuk memulai hidup baru.

Tapi...

Tapi anak itu...karena dia...!/ Man-jong.

Biarkan anak yang putuskan.

Jadi? Apa yang dia katakan?

Seorang anak biasanya akan ikut ibunya.

Ibunya memang sangat berarti, tapi anak itu memilih ayah tirinya.

Yeon-hee memegang erat kakiku, dan memohon untuk tinggal.

Tapi dia menarik Yeon-hee menjauh!

Yeon-hee jatuh dan kepalanya membentur batu.

Ya, Tuhan.

Bok-nam? Apakah itu benar?

Lalu bagaimana dengan teman Bok-Nam?

Apa kau melihat anak itu tewas?

Tidak, aku sedang tidur waktu itu.

Bagus.

Madu untukmu di pagi hari.

Satu sendok penuh saat kau bangun.

Madu bagus seperti ini harus kusimpan baik-baik.

Tunggu, teman Bok-nam bilang dia juga akan pulang.

Tak usah dipikirkan. Kau sedang sibuk. Ayo.

Naikkan barang-barangnya ke atas kapal.

Tidak usah, biar kubawa sendiri./ Tak apa-apa.

Apa ini?/ Sekedar uang bensin.

Tunggu! Tunggu dulu!

Wanita itu pasti mau bilang macam-macam. Makanya dia tergesa-gesa.

Tidak perlu buru-buru. Kapal akan datang lagi besok.

Lagipula bus menuju Seoul sudah habis hari ini.

Benar sekali.

Bok Nam pasti sedih. Apa kau tak mau menghiburnya?

Benar, dia butuh teman saat ini.

Ucapkan terima kasihku untuk Bok-nam.

Gadis Seoul tak akan diam saja, jika ada yang mengganggunya.

Apa lagi ada saksi.

Kau tidak melapnya dulu?/ Tidak.

Kau tertawa?

Lepaskan!

Man-jong! Tangkap dia!

Dasar gadis bodoh.

Bawa ke kapal.

Jangan malas, cepat ambil kentang sebelum hujan!

Perempuan bodoh, membuat kuburan di halaman.

Enyahlah!

Atau kau akan aku kubur di sampingnya!

Chul-jong! Ayo!

Kita akan ke kota, bersemangatlah, Chul-jong?

Pindahkan pantat kurusmu itu.

Ayo kalian semua minum dulu.

Sialan, berat sekali.

Itulah sebabnya kita perlu laki-laki.

Mereka akan kembali besok.

Jangan gemetar begitu.

Bok-nam, istirahatlah sebentar.

Kak?

Tidakkah dia terlihat sedikit gila, kak?

Anaknya baru saja mati, wajar bila dia gila.

Suruh dia istirahat sebentar.

Biar saja kalau dia tak mau. Malah jadi cepat selesai.

Aku sudah baik padanya.

Aku masakkan ikan dulu./ Sungguh, kak?

Jangan terkejut seperti itu./ Baik, baik.

Sialan.

Bagaimana kalau kita menyanyi?

Aku menatap matahari begitu lama, lalu dia bicara padaku.

Dia bilang, jika terus kupendam, aku akan sakit!

Katakan sesuatu!

Apa yang terjadi!

Dia, dia berubah jadi gila!

Kita butuh pria di saat seperti ini.

Kapal segera datang. Mereka akan segera kembali.

Aku hanya perlu bertahan.

Bibi! Pelan-pelan! Kau nanti jatuh!

Pelacur sialan!

Sialan kau! Dasar pelacur!

Hentikan sekarang! Sudah cukup!

Perempuan sial, matilah kau! Mereka sudah kembali.

Aku datang ke pulau ini saat usiaku 15 tahun.

Aku berenang selama lebih dari 50 tahun!

Kau! Tetaplah di sini. Aku akan kembali dengan mereka!

Kau dengar sesuatu?/ Dengar apa?

Lupakan.

Periksa rumah, lihat apa mereka baik-baik saja.

Perempuan bodoh itu pasti meninggalkan mereka di tengah hujan.

Maukah mampir untuk minum?/ Tentu!

Orang tua sialan.

Haruskah aku pakai kacamata.

Kenapa semua kentang dibiarkan kehujanan?

Kemana perginya semua orang?

Brengsek. Bau apa ini?

Du luar jangkauan.

Hei, kakek! Semuanya baik-baik saja?

Apa semua baik-baik saja.

Orang itu hidup terlalu lama.

Ingat ketika semua pria tewas dalam badai.

Kecuali dia?

Semua perempuan memukulinya.

Berteriak bahwa dia membunuh suami mereka.

Lalu mereka semua bergantian membawa dia pulang dan memberinya makan.

Semua, kecuali ibuku.

Ibumu membawanya ke bukit bukannya kerumah.

Minggat kemana semua orang?

Jaga bicaramu./ Maaf.

Tolol.

Hormatilah leluhurmu, bodoh!

Ambilkan aku air!

Awas!

Apa-apaan?

Perempuan gila!

Perempuan gila!

Pasti persembahan untuk orang mati.

Kenapa kau bunuh mereka! Jalang sialan! Kenapa!!

Kenapa kau tidak bunuh diri saja!

Aku tidak ingin mati.

Aku harus tetap hidup.

Kau tidak pernah mau menghormatiku.

Memperlakukan aku seperti sampah. Selalu dingin padaku!

Itu sebabnya penisku tak pernah keras di depanmu.

Karena itu kau menodai anakku?

Tutup mulutmu!

Jika polisi menangkapku, akan aku laporkan semua perbuatanmu.

Silakan.

Aku membunuhmu untuk membela diri.

Jika kau bunuh dia, akan kutelepon polisi.

Akan kubunuh kau tanpa rasa sakit seperti babi.

Sementara dia?

Akan kubuat seolah-olah kau yang membunuhnya?

Atau menjadikannya istri baruku?

Apa?

Kenapa? Seperti pembunuh yang takut mati.

Apa yang kutakuti?

Aku cuma kasihan padamu sayang./ Sayang? Perempuan gila.

Apa itu sakit?

Sangat?

Tunggu, akan aku olesi selai kacang.

Sekarang tidak sakit, kan! Tidak sakit! Bajingan!

Bajingan kau! Dasar bajingan!

Ada apa? Bangun! Cepat!

Lepaskan!

Kenapa tak mau hidup juga!

Cepat! Bergegaslah. Dasar bajingan bodoh!

Apa yang kau lihat? Ayo cepat!

Cuma aku satu-satunya di sini. Apa kau juga gila?

Perempuan brengsek. Sial! Perempuan brengsek. Sial!

Sial!

Cepat! Cepat!

Lekas!

Pulau Moo-do? Seratus ribu ongkosnya.

Sekarang? Segera ke sana.

Hei, Jang! Cepat main kartunya dan segeralah berlayar.

Kartu apa? Aku kalah terus. Aku pergi.

Kenapa begitu lama?

Kemana tujuanmu?

Aku akan perdi ke Seoul.

Sudah berapa lama kau tinggal di daratan?

Sejak aku lahir.

Jadi sekitar 30 tahun.

Apa kau tidak gila terjebak di sana sepanjang hidupmu?

Apa aku terlihat waras?

Menyanyilah untukku, akan kuberi kau tumpangan gratis.

Apa kau tidak mau turun?

Bus menuju Seoul di jalan utama.

Ambillah, semoga perjalananmu menyenangkan.

Untuk apa itu?

Masih ada orang baik rupanya.

RUANG JAGA MALAM

Sersan Seo?

Aku akan melapor ke kantor pusat dan memeriksa pulau Moo-do.

Ya, pak. Akan kami hubungi dari sana.

Lepaskan aku!

Pergi!

Hei! Tolong!

Lepaskan!

Mainkan./ Apa?

Seperti masa lalu.

Apa!/ Lagu yang kau mainkan dulu.

Jangan lakukan ini Bok-nam./ Lakukan apa?

Kenapa kau lakukan ini padaku?

Sebab kau jahat.

Ini, mainkan.

Di desa...jika seseorang berhenti bekerja...

Bibi akan bilang...

Seperti Bok-nam saja...

...hidup bagai parasit.

Aku...tidak tahan lagi.

Hari ini aku berjalan menuju bukit, Maggie...

Untuk menyaksikan pemandangan di bawah. Sungai dan pabrik tua yang berkarat.

Diterjemahkan oleh: Hail Hail KLATEN, 07 Oktober 2011

Silakan duduk.

Mereka pelakunya.

Brengsek!

Kau mau mati, jalang?

Tersayang Hae-won, aku begitu merindukanmu.

Tersayang Hae-won, aku begitu merindukanmu.

Aku mau minta tolong. Cuma kau satu-satunya yang bisa.

Tersayang Hae-won, aku begitu merindukanmu.

Sahabatmu, Bok-nam.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.