All language subtitles for Persona.S01E03.Kiss.Burn.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.x264-Ao_Track20

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Hye-bok, kau sudah tidur?

Kenapa tidak ke sekolah? Cepatlah.

Aku bosan.

Kenapa ponselmu belum aktif? Sudah jam makan siang.

Telepon aku setelah mendengar ini.

Kau membuatku cemas.

Apa ada masalah?

Aku ke sana.

WASPADA KEBAKARAN HUTAN

Anda telah tiba di tujuan.

Panduan arah telah berakhir.

CIUMAN ITU KEJAHATAN

Kakimu.

Apa ini rumah Hye-bok?

Ini rumahku.

Kau ayahnya?

Ya.

Kenapa?

Kenapa menatap begitu?

Hye-bok ada?

Tidak.

Di mana dia?

Di rumah pamannya.

Aku tak bisa menghubunginya.

Apa terjadi sesuatu?

Ponselnya rusak.

Kenapa?

Terjatuh di toilet.

Bunyi apa itu?

Keluar. Hei.

Kau sering terluka, 'kan?

Hye-bok menceritakan itu?

Aku tahu kalian tak akrab.

Aku tahu sendiri.

Orang yang suka ikut campur sepertimu sering terluka.

Kau persis seperti ceritanya Hye-bok.

Benar.

Pergi. Hye-bok tak ada. Ayo.

Tunggu...

Hye-bok.

Hye-bok, ini aku. Han-na.

Kau di dalam, 'kan? Kau yang membuat bunyi itu, 'kan?

Ini kamarmu?

Astaga!

Ini kamarku.

Sekarang pergi.

WASPADA KEBAKARAN HUTAN

Hye-bok.

Hye-bok!

Han-na.

Hei, rambutmu...

Kau dipukul?

Tidak.

Lalu, apa ini? Apa karena alergi?

Ini cupang.

Cupang?

Ya.

Kau tidak tahu apa itu?

Bekas yang kau dapat setelah ciuman. Kau cukup tua untuk tahu itu.

Aku tahu cupang. Itu yang didapat setelah berciuman.

Pertanyaannya, kau dapat dari mana.

Di pantai.

- Di pantai? - Ya.

Kau pergi ke pantai? Kapan?

Semalam.

Aku sering pergi ke sana saat kesepian.

Dengan siapa?

Seorang pria.

Namun, kau tak mengencani pria mana pun.

Banyak pria di pantai saat malam hari.

Jadi, ciuman pertamamu dengan orang asing?

Ya.

Dia sekolah di SMA Dongil.

Jadi, dia anak berandal?

Dia tidak begitu berandal...

Mungkinkah?

Namun, pria seperti itu tampan.

Kau benar.

Lalu, kenapa rambutmu begitu?

Hampir lupa. Rambutku.

Bagaimana ini?

Rambutku...

Tidak apa-apa.

Jangan lihat rambutku.

- Tak apa-apa. - Tutup matamu.

- Jangan lihat rambutku. - Tak apa-apa.

Aku sudah melihatnya.

Ayahku mabuk dan memotong rambutku

saat aku tidur.

Bagaimana aku bisa hidup seperti ini?

Lupakan saja dan hidup seperti biasa.

Bagaimana bisa kulupakan ini?

Kau hanya berciuman?

Sebenarnya,

kami berbuat agak lebih jauh.

Agak lebih jauh? Seberapa jauh?

Kau tidur dengannya?

Bagaimana bisa? Kami di luar.

Sulit melakukannya di luar.

Namun, memikirkan bedebah itu membuatku marah.

Beraninya dia begini kepadamu.

Apa dia sengaja?

Aku juga mencupangnya. Dia pasti punya bekas yang sama.

- Kau juga mencupangnya? - Ya.

Itu terjadi secara natural?

Kau mungkin belum tahu,

tapi saat berciuman, kau tak bisa berpikir jernih.

- Tidak bisa? - Tidak.

Jadi, tanganku secara alami...

- meluncur... - Ke mana?

Dan tubuhku bergerak alami.

Bergerak bagaimana?

Aku menggerakkan tubuhku tanpa sadar.

- Sungguh? - Ya.

Itu melepas semua stresku.

Aku tak tahu kau stres.

Kurasa begitu.

Namun, dia tetap sekolah meski mendapat cupang.

Pria sepertinya pasti mau pamer.

Astaga, itu membuatku kesal.

Kita tak bisa diam saja.

Ayo balas dendam.

Kepada siapa? Dia?

Namun...

aku bahkan tak tahu namanya.

Apa?

Juga tak punya nomornya.

Kau tak dapat nomornya?

Kenapa harus?

Kau sukar dipercaya.

Lalu, pada siapa kita harus balas dendam?

Ayahmu.

Ayahku?

Ini sungguh bukan main.

Ayah macam apa yang tega kepada putrinya?

Kenapa kau terima saja semua ini?

Aku punya kau.

Aku tak akan biarkan dia lolos dengan ini.

MINYAK WIJEN

Ratakan tipis-tipis.

- Seperti ini? - Ya.

Sebarkan ke sana.

Ini cukup untuk membuatnya terpeleset?

Ya, ini cukup.

Namun, bagaimana jika dia terluka?

Dia harus terluka sesekali.

Baiklah, aku pergi dahulu.

- Sampai nanti. - Sampai nanti.

- Hati-hati di jalan. - Baik, dah.

CARA MENGAJUKAN KOMPLAIN LEGAL SENDIRI

Kursinya jatuh sekarang?

Seharusnya sudah jatuh dari tadi.

Kita tak bisa duduk tenang. Ayo bunuh dia

Ini seperti arena seluncur es.

Licin sekali.

- Lihat. - Ini sangat licin.

Dia tamat sekarang.

LAYANAN HUTAN KOREA

Dia datang.

PANGGILAN PENGADILAN UNTUK TERDAKWA

Kenapa dia masuk memakai sepatu?

Sulit untuk balas dendam.

Benar.

Cobalah.

Ini salah satu cara balas dendam.

Kenapa tiba-tiba takut? Ini bukan masalah besar.

Ayo.

Haruskah kucoba?

Isaplah.

Benar begitu.

Bagaimana? Kau bisa rasakan sesuatu?

- Rasanya... - Ya?

seperti membuatku berani.

Kau cocok dengan hal ini.

- Itu ayahku! - Apa?

Apa ada jalan lewat sini?

Tidak ada. Kembalilah.

Baiklah. Maaf.

Astaga, kenapa dia tersesat di sini? Dia sangat membuatku takut.

Kau pengecut.

Kau sama saja.

Hei, aku tak seburuk kau.

Aku mencium bau sedap.

Kau benar.

Kurasa aku lapar sekali.

Sudah saatnya kita lapar.

- Api! - Kenapa ini?

Api!

Astaga. Kita harus bagaimana?

- Air! Ambil air! - Benar, air.

- Cepat! - Tak ada air.

Di mana bisa dapat air?

Minggir. Ayo.

Hei, itu bahaya!

Kita harus bagaimana?

- Hei, tanah. - Tanah?

Ayam-ayamnya... Gawat.

Kita bisa saja mati. Astaga.

- Han-na, ayo hentikan sekarang. - Astaga.

Ya?

Ayo hentikan ini.

Tadi itu nyaris saja.

Kenapa melempar rokokmu kemari?

Entah kenapa aku melakukannya.

Jangan menangis. Tak apa-apa.

Kau yang memintaku mencobanya.

Kenapa kau membawa sekop?

Sekop?

Kenapa kau membawa sekop?

- Kenapa kau... - Lebih baik daripada membawa tepung!

Kita hampir mati!

Aku lelah.

Kau juga tak tahu harus apa.

Itu lucu sekali.

Kau stres?

Ya.

Kalau begitu, mau ke pantai?

Pantai?

Katamu ke pantai membantu meredakan stes.

Benar.

Aku akan mengajakmu ke sana. Mau pergi?

- Kita pergi? - Baik, ayo.

- Sungguh? - Ayo.

- Kita pergi sekarang? - Ya.

- Ayo. - Ayo.

Ayo ke pantai dan meredakan stres.

Aku merasa stresku sudah reda.

Aku mencium aroma lezat.

Kau benar. Bukankah ini aroma ayam goreng?

- Ada yang menjual ayam goreng di pantai? - Tentu.

Semua ada di pantai.

Sungguh? Itu luar biasa.

Tentu.

Omong-omong, apa pekerjaan ayahmu?

Ayahku? Dia pengawas kebakaran hutan.

Pengawas kebakaran hutan...

CIUMAN ITU KEJAHATAN

Terjemahan subtitle oleh Eries Septiani

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.