Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Kamu mengandung lima bulan.
Tunggu, kamu tahu, bukan?
Apa maksudmu?
Aku hamil?
Tidak mungkin.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kakak baik-baik saja?
Kudengar Kakak pingsan.
Dokter, bagaimana dia bisa sakit?
Sebaiknya sekarang kamu beristirahat.
- Dokter. /- Chung Yi.
Bagaimana kamu tahu kakak di sini?
Polisi menghubungiku.
Kakak yakin baik-baik saja?
Kakak baik-baik saja. Cukup.
Tidak usah dibesar-besarkan.
Ini karena Kakak terlahir lemah.
Aku hanya cemas.
Kakak hanya kelelahan. Kakak juga mengidap anemia.
Kamu pergi saja.
Bukankah kamu sudah kelas tiga SMA?
Kamu tidak bisa belajar jika bermain-main terus begini.
Sekolah tidak penting jika Kakak pingsan.
Urus saja hidupmu.
Berhenti ikut campur urusan orang lain.
Kakak bukan orang lain. Jangan bilang begitu.
Kamu mau bertengkar di sini?
Tidak, maafkan aku.
Kakak sungguh baik-baik saja?
Pergilah.
Kakak baru bisa istirahat jika kamu pergi.
Serta jangan bilang apa-apa kepada Ibu.
Kakak tidak ingin dia cemas.
Kenapa Kakak punya begitu banyak rahasia?
Ayo masuk.
Kita lihat sehebat apa pemenang Kompetisi Chopin.
Beraninya dia datang
ke perayaan hari jadi Grup Joobo.
Nenek.
Siapa bilang aku mau bermain di sini?
Aku tidak bermain di sembarang tempat.
Serta tempat ini
tidak sesuai standarku.
Dasar bedebah tidak tahu diri.
Kamu bahkan tidak mengingat hari kematian ayahmu.
Cukup. Kita baru bertemu dengannya lagi setelah sekian lama.
Benar, Nenek.
Kak Poong Do, ayo masuk.
Kak Poong Do. Hei, Kak Poong Do.
Kak Poong Do.
Terjadi sesuatu kepada Ji Na?
Saksi itu?
Dia tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke UGD.
Dia pingsan? Kenapa?
- Boleh aku menelepon? /- Pak Baek.
Kamu tidak punya waktu untuk mencemaskannya.
Keadaannya jadi rumit sekali.
Kenapa kamu berurusan dengan pria dari keluarga seperti itu?
Hukumanmu bisa dua kali lebih berat karena kamu sok pintar dengannya.
Itu saksinya.
Ji Na, kamu baik-baik saja?
Kenapa kamu bisa sakit?
- Aku baik-baik saja. /- Kenapa kamu di sini?
Kamu seharusnya di rumah sakit.
Pak Baek, duduklah.
Dia belum bisa berpikir jernih.
Tenanglah, aku baik-baik saja.
Duduklah.
Nona Yeo, bisa ceritakan detail kejadiannya?
Apa yang terjadi?
Pria itu
berusaha melakukan sesuatu kepadaku dengan paksaan.
Kemudian Si Joon datang dan terjadi perkelahian.
Itu yang terjadi.
Mendiang, Pak Yoo Kyung Soo,
berusaha memerkosa Nona Yeo.
Lalu Pak Baek datang dan berkelahi dengannya
serta memukul kepalanya dengan botor bir.
Tapi ini pertahanan diri.
Bedebah itu mencoba melakukan hal mengerikan kepadaku.
Ya, aku mengerti.
Tapi biar kuselesaikan tulisanku dahulu.
Kenapa kamu menghubungi si bodoh yang kabur seenaknya?
Maafkan aku. Seharusnya aku memikirkan ini matang-matang.
Aku sedih tidak bisa mendengarnya bermain.
Aku yakin banyak orang datang demi menontonnya.
Tapi kenapa Poong Do berpakaian seperti itu?
Andaikan mataku tidak tajam, kita pasti akan melewatkan dia.
Ingat.
Aku tidak peduli dia memainkan atau menghancurkan piano.
Aku tidak ingin melihatnya melakukan itu dengan mataku.
Jangan pernah mengadakan acara kejutan seperti ini lagi.
"Toko Bunga Sinrok, CEO Jeong Moo Sim"
Kamu harus berhati-hati.
Maafkan aku.
Astaga.
Tidur nyenyak setelah bolos bekerja?
Ya, aku tidur nyenyak sekali.
Baiklah. Lagi pula itu keluargamu.
Kamu bisa mengurus
ganti ruginya.
Kenapa kamu tidak menjawabku?
Kamu enggan mendengarkanku bicara soal uang?
Kamu sudah mendengar kabarnya?
Si anak galak itu.
Kamu benar. Dia menyuruh kita membayar bajunya,
tapi tidak pernah menghubungi.
Kenapa kamu terus menanyakannya?
Pria itu. Pria yang bersamanya.
Dia...
- Si Joon. /- Ya, Si Joon.
Kamu bisa mencarinya. Kurasa dia bekerja di sini.
Kenapa kamu ingin mencarinya?
Aku yang bertanya.
Kamu bisa mulai mencari.
Kini kamu sukses, Seo Pil Doo.
Kenapa kamu datang ke kantorku?
Kamu tidak pulang dan tidak menjawab ponselmu.
Tidak ada cara lain untuk menemuimu.
Itu sebabnya aku datang.
Kukira kamu mengerti.
Inilah yang kurasakan.
Kuharap kamu bisa menghargai perasaanku dengan ini.
Entah apa yang akan kuberikan jika kamu datang lagi.
Ya, toko bunga.
Apa?
Kantor polisi?
Keadaannya jadi rumit sekali.
Kenapa kamu berurusan dengan pria dari keluarga seperti itu?
Hukumanmu bisa dua kali lebih berat karena kamu sok pintar dengannya.
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Aku harus berbuat apa?
Buka pintunya. Buka!
- Siapa? /- Buka pintunya!
- Buka pintunya sekarang juga! /- Buka!
Buka sekarang juga! !
- Berandal. /- Tunggu.
Kyung Soo tewas karena kamu.
Kembalikan dia!
Hidupkan dia kembali!
Kamu yang merayu dia, bukan?
Katakan yang sebenarnya.
Kalian berencana menipunya?
Lepaskan aku. Kalian ini kenapa?
Semua sudah direncakan sejak awal.
Lalu apa? Kamu bilang dia mencoba memerkosamu?
Hidupkan Kyung Soo kembali.
Kamu bisa mati menggantikannya dan menghidupkan dia kembali!
Lepaskan aku!
- Kembalikan dia! /- Lepaskan aku!
- Dasar berandal! /- Tidak!
- Lepaskan aku! /- Kembalikan dia!
- Dasar berandal! /- Hidupkan dia kembali!
- Apa yang kamu lakukan? /- Kembalikan dia!
"Sim Chung Yi"
Dasar!
Jika sudah pulang, kenapa dia tidak menjawab?
Kamu dari mana saja seharian ini?
Ini caramu protes usai ibu mengomelimu?
Bukan begitu, Ibu.
- Terjadi sesuatu. /- Apa?
Kamu keluar untuk menemui Si Joon lagi?
Bukan, Ibu.
Kenapa Ibu terus mengatakan itu? Bukan begitu.
Ibu tidak percaya.
Pastikan kamu menjaga sikap.
- Chung Yi. /- Kamu tahu ini jam berapa?
Chung Yi, ini gawat.
Ini Heon Jeong.
Chung Yi, ini gawat.
Kalian kenapa?
Ini gawat sekali.
Bagaimana dengan Si Joon sekarang?
Kenapa? Ada apa?
Mereka bilang Si Joon membunuh seseorang.
Apa?
Baek Si Joon?
Namanya Baek Si Joon?
Dia tukang cuci piring di tempat prasmanan.
Tapi sudah berhari-hari dia tidak bekerja.
Sungguh tidak bertanggung jawab.
Kenapa kamu mencari dan menjelek-jelekkan dia?
Kamu tidak pernah memedulikan orang lain.
Kamu mendapatkan nomor ponselnya?
Kamu mau apa?
Berhenti ikut campur. Ini kehidupan pribadiku.
Apa?
Dia bilang apa?
Kamu sudah gila, Nona Yeo?
Beraninya kamu kembali kemari.
Kamu tidak tahu apa yang terjadi karena kamu?
Orang bilang salah satu pegawai kami
merayu pacarnya pelanggan dan membuatnya tewas.
Merayunya?
Tidak seperti itu. Anda tahu apa yang terjadi.
Kesalahanku hari itu
hanya tidak sengaja menyemprotkan air padanya.
Pria itu yang mendekatiku...
Lupakan saja dan pergilah.
Jangan berkeliaran di sekitar salon kami lagi.
Baiklah. Berikan gajiku.
- Aku? /- Aku butuh gaji bulan ini.
Aku tidak akan meminta pesangon.
Kamu serius?
Hei, bisa-bisanya kamu memintaku memberimu uang.
Kamu seharusnya bersyukur aku tidak memintamu tanggung jawab.
Apa salahku?
Berikan uangku.
Atau aku tidak akan pergi.
Ada apa denganmu?
Hei! Bersikaplah seperti manusia selagi aku masih baik.
Keluar dari sini.
Hei, bawa dia keluar!
Aku tidak akan pergi sebelum kamu memberiku uang.
- Ji Na. /- Apa salahku?
- Ji Na, tenanglah. /- Berikan uangku!
Berikan uangku!
- Ji Na. /- Uangku!
"Toko Bunga"
Kudengar Bu Jeong menjual rumah dan tokonya
untuk membayar ganti rugi.
Dia putra keluarga kaya, jadi, itu pun tidak cukup.
Membunuh seseorang?
Omong kosong.
Aku yakin ada yang salah.
Di mana Kak Ji Na, dan sedang apa dia?
Begitu menemukan Baek Si Joon,
aku yakin akan menemukan si anak SMA itu.
Toko Bunga Sinrok.
"Toko Bunga Sinrok"
Ketemu.
Aku menemukanmu.
Hei, Nak! Hei!
Hei, Nak! Pendengaranmu kurang baik?
Kenapa tidak mendengarku?
Kamu si psikopat sampah itu.
Aku bukan hanya psikopat, tapi psikopat sampah?
Hei, kamu sadar aku baru saja menyelamatkan hidupmu?
Kamu menguntitku?
Bagaimana bisa menemukanku di sini?
Aku tidak membawa apa pun hari ini.
Apa lagi yang mau kamu ambil dariku?
Hei.
Hei, kamu tidak mau ganti rugi untuk baju itu?
Aku merobek bajunya.
Kubilang aku akan ganti rugi, tapi kamu tidak menghubungi.
Itu...
Aku tidak punya waktu untuk memikirkan itu sekarang.
Nanti. Kuhubungi nanti.
- Tunggu. /- Apa lagi?
Apakah...
Entah bagaimana mengatakannya.
Pernahkah kamu mendengar orang bilang
kamu berbeda dan tampak istimewa?
Kamu tahu,
semacam aura. Kamu mengeluarkan aura?
Pak.
Aku tidak religius.
Silakan cari orang beriman lain
sebelum kulaporkan kamu menguntitku.
Tunggu, bukan begitu.
Hei, Nak! Tunggu.
Dasar... Astaga.
Kenapa dia selalu terburu-buru?
Apa yang terjadi?
Kenapa kamu melakukan itu?
Putra Ibu tidak bersalah.
Dia bedebah.
Jadi, tidak usah mencemaskanku dan pulanglah, Ibu.
Ibu akan memastikan kamu dibebaskan.
Ibu akan menyelamatkanmu bagaimanapun caranya.
Jangan minta mereka untuk menutup kasusnya.
Aku hanya akan menebus kesalahanku.
Jangan cemas.
Dasar bodoh.
"Direktur Utama Seo Pil Doo"
Aku harus mendisiplinkan tim keamanan kami.
Kenapa mereka mengizinkan orang asing masuk?
Aku tahu ini tidak pantas, tapi aku tidak punya waktu.
Apa ini soal uang?
Sudah kuduga.
Tidak ada pembicaraan yang lebih baik
untuk reuni setelah 20 tahun.
Dua puluh lima tahun.
Kamu di sini untuk menghitung hari?
Kenapa tiba-tiba melakukan ini?
Ada sesuatu yang harus kukatakan
sebelum kita membicarakan uang.
Seharusnya aku memberitahumu 25 tahun lalu,
tapi dahulu aku bodoh
dan tidak bisa memberitahumu karena harga diriku.
Lantas kenapa sekarang?
Jika dahulu tidak memberitahuku, aku yakin kamu punya alasan bagus.
Karena aku butuh bantuanmu!
Berapa yang kamu butuhkan?
Ini kesepakatan sekali saja?
Kamu akan menerobos masuk tiap kali keadaannya mendesak?
Seo Pil Doo!
Ada tamu rupanya.
Dia bekerja untuk kita di perayaan hari jadi.
Ada yang ingin dia sampaikan.
Aku mengerti.
Akan kuminta penanggung jawab untuk segera mengurus ini.
Ada orang di rumah?
Dia gila uang.
Dia akan keluar dan berusaha mencari uang.
Dia bertingkah seolah-olah punya uang banyak di tabungannya.
Dia bahkan tidak mengizinkan ibu melihat buku tabungannya.
"Akun Tabungan"
"Deposit"
Astaga, dia ke mana?
Sim Hak Gyu dan Sim Chung Yi. Kalian adalah masalah besar.
Chung Yi! Hei, Chung Yi!
Ya, Bu.
Tentu saja aku ahli dalam membaca nasib Anda juga.
Akan kuberi diskon jika ini dilakukan dalam grup.
Baiklah. Aku segera ke sana.
"Dokter Kandungan"
Kamu tidak bisa aborsi sekarang.
Jika ada masalah, nyawa ibunya juga terancam.
Kumohon, Dokter.
"Dokter Kandungan Shin Seon Hwa"
Apakah karena uang?
Aku...
Aku punya cukup uang.
Kumohon terimalah dan bantu aku.
Kumohon, Dokter.
Kamu menipuku selama ini seakan-akan kamu tidak ada.
Kenapa kamu melakukan ini?
Kamu melawanku untuk mengatakan kamu hidup?
Kamu mengancamku untuk melahirkanmu?
"Semoga berakhir dengan bahagia"
"Semoga berakhir dengan bahagia"
Apa gunanya hidup seperti ini?
Hidupku sungguh menyedihkan.
Akhiri saja
hidup yang mengerikan ini, Ji Na.
Kurasa itu bukan ide bagus.
Berhenti mencampuri urusan orang dan pergilah.
Kamu bukan lagi orang asing.
Aku akan sibuk jika kamu tenggelam dan mati.
Membantu dan bersekongkol dalam bunuh diri?
Aku terlalu sibuk untuk diinterogasi oleh polisi.
Hei.
Aku ingin mati.
Aku tidak peduli atau tidak takut dengan apa pun.
Jadi, tidak usah ikut campur dan enyahlah!
Kenapa kamu berusaha menggangguku?
Baiklah.
Tapi jangan mati di sini
sekarang.
Bukan hanya kamu. Hidup semua orang sulit.
Jadi, jangan membuat hidup orang lain menderita
dan setidaknya, jangan membahayakan orang saat kamu mati.
- Paham? /- Kamu gila.
Kamu bilang tidak peduli tidak tidak takut dengan apa pun.
Jangan mati. Teruslah hidup seperti itu.
Kamu pikir kamu siapa?
Siapa kamu sampai menyuruhku datang?
Hasil diagnosisku cukup buruk.
Mereka bisa menangkapmu karena menganiayaku.
Coba saja.
Kamu tidak tahu aku siapa?
Mungkin anak keluarga kaya.
Jadi, begini saja.
Wanita yang tidak punya apa-apa dan wanita yang punya segalanya.
Siapa yang lebih putus asa?
Aku tidak takut dengan apa pun.
Perbuatanmu dan pacarmu
mungkin bukan apa-apa bagimu,
tapi itu masalah besar bagi orang biasa.
Kulihat ayahmu akan mengikuti pemilu.
Kamu gila?
Kenapa kamu melakukan ini?
Jika akan mati, aku akan menguak segalanya sebelum mati.
Buat pilihan. Kamu punya banyak uang.
Akankah kamu memberiku uang agar aku tutup mulut?
Atau kamu ingin membuat tajuk utama mulai besok?
Aku yakin kamu tidak bisa mengendalikan semua media.
Bukan begitu?
Ibuku?
Dia masuk rumah sakit?
Ya.
Bagaimana dengan Ji Na? Bisakah kamu menghubunginya?
Dia juga tidak bisa dihubungi.
Ini gawat.
Ya, ini sebabnya aku menabung.
Aku akan membebaskan Si Joon dahulu,
lalu memikirkan yang lainnya nanti.
Buku tabunganku.
Di mana?
Ibu! Ibu?
Ibu melihat buku tabunganku?
Kenapa bertanya kepada ibu?
Ayah melihat buku tabunganku?
Buku tabunganmu?
Hilang. Buku tabunganku hilang.
Hei, kenapa bertanya kepada kami?
Kamu bahkan tidak pernah menunjukkannya.
Ini membuatku gila.
Ibu, mungkin ada pencuri.
Apa ada lagi yang hilang?
Tidak ada yang bisa diambil di sini.
Anggaplah ada pencuri.
Bagaimana dia tahu
hanya kamu yang punya uang?
Astaga, dia ke mana?
Sim Hak Gyu dan Sim Chung Yi. Kalian adalah masalah besar.
Chung Yi!
Jangan bilang...
Tidak mungkin dia melakukan itu.
Kamu sudah mencari ke semua tempat?
Biar ayah bantu.
Tidak ada.
Ibu, apa ada yang datang hari ini?
Tidak ada.
Cari lagi. Berhenti beromong kosong.
Astaga.
Ya.
Kantor polisi?
"Bank Boram"
Apa yang terjadi? Bagaimana uangnya?
Tidak ada.
Saldonya kosong.
Tidak ada uang
- di akunku. /- Apa?
Seseorang mengambil semuanya?
Aku seharusnya tidak menunjukkan ini.
Kamu harus melaporkan ini.
Kamu hanya boleh melihatnya dengan petugas polisi.
Ya, aku tahu. Aku akan merahasiakan ini.
Ini sungguh mendesak.
Astaga, sulit kupercaya.
Apa yang terjadi?
Tunggu. Berhenti di situ.
Ini dicuri darimu?
Ini dijual dengan harga sepuluh kali lipat harga asli
dengan namamu.
Sepuluh kali lipat?
Astaga, dasar penipu ulung.
Kamu siapa? Dari mana mendapatkan semua ini?
Aku anggota KPP.
KPP? Apa itu?
Klub Pecinta Poong Do.
- Pecinta? /- Ya.
Aku pecintamu yang polos, Poong Do.
Dasar bodoh. Ini kejahatan.
Kamu menjual celana dalam bekas
seharga 200 dolar.
Apa itu yang namanya cinta?
Celana dalam? Itu sangat eksplisit.
Pak, aku sungguh akan dipenjara?
Kejahatanku hanya
terlalu mencintai Poong Do.
Dasar...
Tunggu sebentar.
Saksi telah mengubah pernyataannya.
Dia bilang korban tidak pernah berusaha memerkosanya.
Dia bilang kamu melakukan kejahatan karena cemburu
dan salah paham dengan hubungan mereka, Pak Baek.
Apa?
Apa maksudmu?
Saksi itu...
Ji Na bilang begitu?
Pernyataan pertamannya seperti itu
karena kamu mengancamnya.
Ada apa ini?
Bisakah kamu menghubunginya?
Aku yakin ada kesalahpahaman.
Bisakah kamu menghubunginya?
Kumohon!
Maaf, Si Joon. Aku tidak punya pilihan lain.
Aku hanya mampu sampai di sini.
Kenapa dia di sini?
Hei, di mana kamu sekarang?
Kenapa membuat penampil
menghadapi penghinaan ini sendiri?
Aku sedang tidak ingin mendengarkan alasan.
Datanglah dalam sepuluh menit.
Dasar pemalas.
Apa?
Si anak galak.
Lewat sini.
Si Joon.
Si Joon.
Ada apa ini?
Kenapa kamu melakukan itu?
- Apa yang terjadi? /- Chung Yi.
Di mana Ji Na? Kamu tahu dia di mana?
Bisakah kamu menghubunginya?
Kukira dia kemari.
Kukira dia berusaha mendapatkan uang penyelesaian untukmu.
Aku harus mencarinya.
Chung Yi, bisakah kamu mencarinya?
Si Joon.
Kamu.
Sebenarnya kamu siapa?
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Blessing of the Sea"
Ibu! Ibu sudah gila?
Ini lukisan berharga!
Keluar dari sini. Enyahlah!
Tolong bawa Ji Na.
Permisi. Tolong bawa Yeo Ji Na!
Kamu tidak boleh mati seperti ini. Akan kupastikan aku bertahan hidup.
Aku akan hidup dengan baik kali ini.
Tidak!
Ini kesalahan!
Kamu tampak berbeda di mataku.
Aku datang menemuimu karena ingin tahu alasannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.