All language subtitles for The Volunteers II The Battle of Life and Death 2024 1080p Chinese WEB-DL HC HEVC x265 BONE

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA & SEMINGGU FULL HADIR AKAN DIBERIKAN RP 75K SECARA CUMA-CUMA

Hanya di AYUKBET! Menang dapat REBATE SLOT 1,3%, Kalah juga dapat CASHBACK 5% Ketik di Google: AYUKBET

Ada juga Bonus MALMING 50k! ketik di GOOGLE: AYUKBET

DAFTAR BARU LANGSUNG DAPAT BONUS 50%. Dengan DP 25k sampai 100k, BISA KLAIM BONUS HARIAN 40k! Ketik di Google: AYUKBET

MUSIM PANAS 1950, BEIJING

โ™ช Angin utara berhembus โ™ช

[LI MOYIN, Perwira Staf, Departemen Operasi, Komisi Militer]

โ™ช kepingan salju berkibar โ™ช

Kepingan salju berkibar!

Hati-hati!

โ™ช Kepingan salju berkibar โ™ช

Li Xiao!

Kau ngejar siapa?

Ayahku?

Li Xiang, kau kembali. / Ayah.

Kau pulang juga, masuklah.

Temui adikmu.

Masuklah Li Xiao.

Sambut abangmu.

Bang! Aku Li Xiao.

Li Xiang.

Ayah menulis surat untuk memberitahumu.

Kau sudah punya adik perempuan.

Ayah menemukan dia setelah Shanghai dimerdekakan. Guru asing yang membawanya.

Ayah memberitahu setelah menemukan dia.

Berapa usianya? / Pokoknya lebih muda darimu.

Masuklah.

Apa kau tidur setelah pelatihan di Xi'an?

Ya, mereka memberiku tempat tidur.

Aku tidur sepanjang jalan. Spesialisasi Xi'an.

Kau tidur sepanjang jalan.

Berdiri ke tembok.

Kau dengar?

Sudah 2 tahun

dan sikap ayah yang pertama adalah menghukumku supaya tahu kau bosnya.

Li!

Ada pertemuan penting! Kita ada masalah.

Aku segera ke sana.

Li Xiao,

siapkan makan malam. Nanti aku pulang makan.

Baik.

Bang, bantu aku membuat dumpling!

DEPARTEMEN OPERASI KOMISI MILITER

PADA 2 JUNI 1950, PERANG SAUDARA PECAH DI KOREA UTARA

Bapak Presiden.

Hadirin sekalian.

PADA TANGGAL 27 JUNI, PRESIDEN AS TRUMAN MENYAMPAIKAN PIDATO DI WASHINGTON.

Mengingat situasi yang genting di semenanjung Korea,

aku memerintahkan AU dan AL Amerika

memberikan dukungan pasukan ke Pemerintah Korea

dan melawan Pasukan Korea Utara dengan segala upaya.

Kita harus bersiap tempur di perang baru.

Jangan berdiri saja kayak orang tolol.

Kakimu bisa kesemutan.

Li Xiao, telpon!

Sebentar.

Halo? / Aku akan pergi beberapa hari.

Kakakmu sedang apa? / Seharian begitu.

Bahkan dia makan menghadap tembok.

Dia anak yang patuh. / Sebenarnya dia menentangku.

Tanya dia apa dia paham mengapa aku mengkritisi dia.

Bang!

Ayah tanya apa kau paham tidak?

Tidak.

Ayah, dia jawab tidak paham. / Berikan telponnya sama dia.

Bang, ayah mau bicara di telpon!

Li Xiang, dengarkan ayah. Perjalanan dari Shaanxi ke Beijing

itu kesempatan yang bagus bagi seorang tentara mempelajari tata letak negeri ini.

Kau malah tidur sepanjang jalan.

Perang belum usai.

Li, putramu datang.

Aku tadi diberitahu untuk melapor besok pagi.

Kau gabung lagi ke unitmu

dan kita belum makan bareng.

Ini.

Ini sesuatu yang kau inginkan.

Dasar nakal...

kau betulan mempelajari tata letak negeri ini. / Jangan sebut aku nakal.

Aku ini instruktur politisi

di Tentara Pembebasan Rakyat.

Biarkan aku berperan seperti yang telah kugambar.

Di sebelah kiriku Xi'an,

aku berdiri di Tong Pass. Satu orang mempertahankan satu jalan

bisa menghadang 10.000 orang lebih.

Ambil jalan Lanzhou sampai jalur Zhengzhou kemudian utara Wuhan-Beijing

menyebrangi Dataran Cina Utara menuju Xinxiang, Anyang, Baoding,

dan akhirnya

Beijing.

Ini semua ada di catatan.

Lantas kenapa menerima hukuman itu?

Kau adalah ayahku.

Mengapa bohong kalau kau tidur sepanjang jalan?

Kuingin catatanku membuatmu kaget.

Kau masih saja anak-anak.

Li Xiao membuatkan ayah dumpling.

Pamitan sama adikmu saat kau pergi.

Ayah,

bagaimana ibu bisa meninggal?

Ayah harus ceritakan.

Aku ini mau berperang.

Ketika dunia ini sudah damai

nanti ayah ceritakan.

Ayah,

jaga dirimu.

Li Xiao!

Li Xiao!

Apa kau lihat botol minumku?

Kau mau pergi.

Ayah ngomong apa tentang aku?

Dia bilang

dia menyesal atas perbuatannya.

Keluarga angkatku begitu menyenangkan.

Saat aku dewasa mereka bilang ke aku

aku diadopsi.

Sekarang karena aku memilikimu dan ayah

kita jadi keluarga sendiri.

Kau punya misi, bang.

Kau harus berangkat.

Bentar.

Kau belum memanggilku adik.

Kau tak menyukaiku?

Aku sangat menyukaimu.

Nih bang, tangkap!

Hanya di AYUKBET! Menang dapat REBATE SLOT 1,3%, Kalah juga dapat CASHBACK 5% Ketik di Google: AYUKBET

Xiao,

aku harus pergi.

Jagalah dirimu.

Aku bawa kunci rumahnya.

Ayah pergi?

Ayah! Kapan kembali?

Ayah tak akan bohong padamu.

Kali ini, ayah tak tahu.

Xiao, jaga rumah.

Abang pergi, ayah juga pergi!

Aku sendirian! Keluarga macam apa ini?

[CUPLIKAN BAGIAN PERTAMA]

PADA MALAM TANGGAL 19 OKTOBER 1950, TENTARA RELAWAN RAKYAT CINA MENYEBERANGI SUNGAI YALU UNTUK MELAWAN AGRESI AS DAN MEMBANTU KOREA.

Kedatangan Amerika

akan merubah semua ini.

Apa bukti atas keyakinanmu bila kau bisa menang perang melawan Amerika?

Mundur!

70 kilometer lebih dan waktu kita hanya 14 jam.

Ada yang ingin pulang?

Jika ada, ikut aku.

Rekan-rekan, 15 kilometer terakhir!

Percepat lari!

Jenderal Peng!

Jenderal Peng!

Jenderal Peng! Mereka menghentikan Amerika.

Mereka merebut Sanso-ri.

Kami meminta dia untuk membantumu.

Li Xiao.

Apa kabar?

How do you do.

How do you do!

Pak!

Kami Kompi-3, Resimen-335 Divisi-112, diperintahkan mengambil alih Gauntlet.

Berondong mereka!

Republik Rakyat Cina!

SIDANG UMUM PBB KELIMA

Tembak!

Berlindung.

Sun Xing!

Mati sebelum mundur!

Mati sebelum mundur!

Yang mana Rakyat Cina

jelas tidak bisa mentolelir!

terjemahan broth3rmax

TERIMA KASIH gendhutz, Seseorang, Leo Ciwijaya, Khusus Game, Skye, moh zammil rosi, Fer ATAS SUPPORTNYA DI: trakteer.id/broth3rmaxSUB

THE VOLUNTEERS: THE BATTLE OF LIFE AND DEATH

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 1950, TENTARA RELAWAN DAN TENTARA RAKYAT MELANCARKAN KAMPANYE KETIGA UNTUK MELAWAN AGRESI AS DAN MEMBANTU KOREA.

MENEROBOS PARALEL KE-38 KE SELATAN. TENTARA KAMI MEMBEBASKAN SEOUL DAN MERAIH KEMENANGAN PENUH.

"TENTARA PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA" MUNDUR DENGAN TERGESA-GESA DAN LEBIH DARI 19.000 ORANG DIMUSNAHKAN.

PADA TANGGAL 4 JANUARI 1951, TENTARA RELAWAN MENDUDUKI SEOUL.

DALAM PERTEMPURAN KEEMPAT YANG DIMULAI PADA 25 JANUARI 1951, TENTARA RELAWAN DAN TENTARA RAKYAT MEMPERTAHANKAN PERTAHANAN DI TEPI SELATAN SUNGAI HAN DI FRONT BARAT

DAN MELAKUKAN SERANGAN BALIK DI DAERAH HENGCHENG DI FRONT TIMUR. YANG MERAIH KEMENANGAN BESAR ADALAH "DUKUNGAN BARAT DAN PEMBERONTAKAN TIMUR" YANG TERKENAL.

NAMUN SELAMA SERANGAN TERHADAP TOPYING-RI, PARA RELAWAN MENGALAMI KEMUNDURAN.

PADA TANGGAL 13 FEBRUARI 1951, TENTARA RELAWAN MELAKUKAN SERANGAN LAPANGAN DI FRONT TIMUR.

LUNCURKAN SERANGAN TERHADAP MUSUH YANG BERCOKOL DI TOPING-RI.

RIDGWAY, Komandan Angkatan Darat ke-8

KAPTEN FREEMAN, Resimen Infantri ke-23

Jenderal.

Jenderal, mestinya kau tak ke sini.

Terlalu berbahaya.

Itulah alasan aku ke sini.

Tembak!

Dari awal Pertempuran Chipyong-ni

PENG DEHUAI, Komandan Tentara Relawan Rakyat Cina dan Komisaris Politik

Divisi-115 Infanteri-38

jumlah korbannya 879.

Ketiga resimen Infanteri-40

kehilangan 1.830 prajurit.

Ada 600 korban lebih di Infanteri-42.

Total yang gugur

melebihi 3.300.

Lebih dari 70% terkena langsung artileri.

Jatah makan Cina, tepung goreng dan kentang.

Mereka masih mengira bisa mengalahkan kita pakai senjata ini!

Jenderal, aku janji posisi kita di Chipyong-ni aman.

Kita tak akan melepaskannya!

Disini Peng Dehuai. / Jenderal Peng,

ini akan menjadi sulit,

tapi kita harus merebut Chipyong-ni.

Mohon beri kami kesempatan lagi untuk menyerang.

Tidak.

Segera hentikan penyerangan.

Jenderal Peng,

aku pegang komando di Chipyong-ni.

DENG, Wakil komisaris politik, Wakil Komandan Tentara Relawan Rakyat Cina

Begitu banyaknya korban

adalah tanggung jawabku.

JIE FANG, Kepala Staf Tentara Relawan Rakyat Cina

Jenderal Peng,

Infanteri-3 Resimen-19

sudah menyebrangi Yalu.

PADA TANGGAL 17 FEBRUARI 1951, TENTARA RELAWAN RAKYAT CINA KE-63 BERBARIS MENUJU MEDAN PERANG KOREA.

Yang di belakang, pertahankan formasi!

Jangan ketinggalan.

Yang ketinggalan, lekas nyusul Ayo, lebih cepat!

[ZHENG, Komandan Batalyon 1, Divisi 1-8 Tentara Relawan ke-63]

[LI XIANG, instruktur Batalyon Divisi 88 Tentara Relawan ke-3]

PADA BULAN APRIL 1951, RIDGWAY MENGGANTIKAN MACARTHUR DAN MENJADI PANGLIMA TERTINGGI "PASUKAN PBB"

Aku, Letnan Jenderal Matthew Bunker Ridgway,

bersumpah dengan sungguh-sungguh untuk mengabdi dengan jujur

dan setia dalam menjalankan tugas

sebagai komandan pasukan PBB.

Tim merah mewakili Cina.

Kita adalah tim biru

kita akan kepung dari belakang dan menghabisi mereka.

[Komandan Tentara Grup ke-8 Wu Armada Van]

Cina tak punya pertahanan sungguhan.

Sementara itu, pesisir Korea timur dan barat

kita akan lakukan pendaratan sesuai rencana

dan disaat pertahanan mereka lemah, masukkan unit taktis udara

untuk memotong jalur mereka mundur ke Cina.

Kuingin kau lakukan serangan frontal

di depan dan belakang gerakan menjepit.

Mereka tak akan mampu menahan serangan seperti itu.

Saat kita mencapai tepi sungai Yalu

kita pasti meninggalkan mayat ratusan ribu pasukan Cina.

Jika rencana mereka mendaratkan pasukan di belakang kita berhasil

kita benar-benar menghadapi

resiko kehancuran total.

Pada operasi militer keempat kita mundur ke selatan di Paralel-38.

Jika kita mundur lagi

kita mundur ke mana?

Kembali ke Sungai Yalu?

Untuk mengambil inisiatif strategis

kita harus menyerang mendahului musuh.

Menghadapi maut, kita akan berjuang dengan nyawa kita.

Jenderal Peng, para bala bantuan usianya masih muda

dan setelah pertempuran sebesar itu, yang lainnya

pasti sangat kelelahan.

Kita perlu istirahat dan menata ulang. / Kau yang perlu istirahat dan menata ulang.

Bagaimana dengan musuh?

Mereka juga perlu begitu.

Tapi mereka membaca suatu serangan.

Sebelum mereka bisa begitu

[HONG XUEZHI, Wakil Komandan Tentara Relawan Rakyat Cina]

kita masuk terlebih dahulu.

Kita akan cegah mereka mendarat

[HAN XIANCHU, Wakil Komandan Tentara Relawan Rakyat Cina]

dan menangkap kita dengan gerakan menjepit.

Li Moyin!

Siap.

Kau sering bersama pasukan.

Kau tahu situasi kita dan juga musuh.

Bagaimana menurutmu?

Aku setuju dengan Jenderal Peng.

Ketimbang mundur ke Yalu

sebaiknya kita menyerang.

Tak ada pilihan lain.

PADA BULAN APRIL 1951, TENTARA RELAWAN DAN TENTARA RAKYAT BERSIAP UNTUK MELANCARKAN PERTEMPURAN KELIMA.

MENCEGAH UPAYA MUSUH UNTUK PENDARATAN SAMPING DAN BELAKANG UNTUK BERKOORDINASI DENGAN SERANGAN FRONTAL.

[YANG SANDI, Dokumentator Korban Pertempuran Tentara Relawan ke-63]

STASIUN TRANSFER TENTARA RELAWAN KOREA UTARA

[ZHAO ANNAN, Mantan Sopir Tim Transportasi]

Pak Zhao!

Kenapa tak jalan?

Nona,

[LI XIAO, Penerjemah Bahasa Inggris dari Tentara Relawan ke-63]

jangan nakal.

Jadi kamu bapak-bapak yang cerewet ya!

Mau kupanggil siapa, Pak Zhao? Paman? Ayah?

Tentara-63 punya banyak tahanan perang Amerika

yang nunggu aku buat menerjemahkan.

Tak usah mengelabuiku. Tentara-63 belum juga bertempur.

Dezi, Tentara-63 masih tak jauh lagi.

Aku mau ambil minum dulu. / Baik.

Apa yang kau lakukan? Aku tanya padamu.

Ayo ngomong!

Kamu dari unit mana?

Aku tanya padamu.

Ayo ngomong!

Apa yang kau lakukan?

Ayo jawab!

Minggir!

Kenapa kau ganggu dia? Dia salah apa?

Kenapa dia memotret-motret?

Apa tak paham biarkan saja yang gugur biar tenang?

Aku dokumentator korban. Itulah tugasku.

Aku memotret yang gugur, mencatat namanya.

Ini adalah tradisi kami.

Kamu adalah pembantu kecil Kematian.

Siapa yang kau sebut pembantu Kematian?

Apa itu salah?

Keluarga mereka perlu tahu keberadaan

dan bagaimana mereka gugur. Kulakukan ini

supaya bertahun-tahun nanti

rakyat akan bisa mengenang mereka.

Hanya dia yang tak punya identitas.

Siapa namanya?

Gu Shouzhu.

Mekanik, Korps-2, usia 19 tahun.

Kami memanggilnya Kid Zhu.

Dia yang mengantarkan surat dari rumah

saat dia lari menerobos musuh.

Kau mau kemana? / Tentara-63.

Punya korek?

Pak Zhao!

Dia juga mau gabung ke Tentara-63.

Dia bawa surat pemindahan. Biarkan dia ikut kita.

Tentu, pertama panggil aku Ayah Zhao.

Ayahku di Korea.

Kalau kau ingin kupanggil ayah

kau harus mengantri dulu.

Ayo.

Rekan!

Apa kau lihat pria yang terluka?

Dia sangat tinggi. Lukanya pulih tapi dia tak ada disini.

Tak ketemu dia. / Baiklah.

Cari di sana.

Kamu siapa?

[SUN XING, Tentara Terluka di Rumah Sakit Belakang Tentara Relawan]

Aku bicara denganmu.

DAFTAR BARU LANGSUNG DAPAT BONUS 50%. Dengan DP 25k sampai 100k, BISA KLAIM BONUS HARIAN 40k! Ketik di Google: AYUKBET

Li Moyin!

Kau tak bilang kalau gabung pasukan.

Kau lagi sibuk, Jenderal. / Kau kuatir kalau aku tidak.

Divisi-189 Tentara-63? / Ya.

Tentara-63 baru sampai.

Mereka belum berpengalaman melawan Amerika.

Dan medan tempurnya datar.

Tak mungkin menghentikan tank musuh.

Benar juga.

Dengar-dengar putramu di Divisi-188.

Bukan hanya putraku. Putriku juga di Korea.

Aku belum bertemu mereka.

Tapi kami bertiga ada disini.

Inilah kesempatan kami untuk bersama.

Jaga dirimu.

Tunggu.

Permen ini

dari anak 8 tahun

yang memasukkan ke surat buat Tentara Relawan.

Saat kau bertemu Divisi-188 dan bertemu putramu

tolong berikan ini.

GARNISUN SEMENTARA DIVISI 188, TENTARA KE-63 TENTARA RELAWAN RAKYAT CINA

Kepala tegak, dada membusung!

Tunjukkan kedisiplinan, Batalyon-1!

Kau sudah tahu aku datang.

Pimpinan divisi yang kasih tahu.

Niatnya aku tak menyapa

cuma mengamatimu dari jauh.

Betul.

Kalau seorang ayah tak bisa memberi contoh, siapa lagi?

Kita berdua sudah disini dan ayah tak menyapa.

Ayah mau ke selatan gabung dengan Divisi-189.

Divisi-189.

Ayah,

bagaimana kabar Li Xiao?

Di suratnya dia tulis dia datang ke sini.

Tak tahu kemana tujuannya.

Aku harus pergi.

Mereka nunggu arahan dariku.

Jadi itu batalyonmu.

Kau harus bertempur dengan gigih.

Jangan sampai terluka.

Mari sambut komisaris kita untuk menyampaikan sesuatu.

Dengarkan, Batalyon-1.

Divisi-188 tak bisa gabung di Operasi Militer ke-5.

Pimpinan memerintahkan kita

untuk menembus ke Rimjingang.

Kita akan bertempur dengan Batalyon Belgia.

Kudengar mereka sangat tangguh.

Tapi kita terbuat dari apa?

Baja!

Sekarang tepuk tangan!

Bubar! / Siap, pak!

Siapa itu? / Ayahku.

Ayahmu?

Oh, aku lupa!

Sudahlah.

Kok bisa ada musuh di belakang?

[WU BENZHENG, Pakar Industri Militer yang Kembali]

[ZHANG XIAOHENG, Pengawal Ahli Militer]

Dia anggota kita.

Kau harus peringatkan mereka.

Sembunyi. / Musuh mendekati kalian!

Dezi!

Penembak jitu!

Apa yang kau lakukan?

Ayo.

Sialan!

Tembakan bagus.

Masuk!

Namaku Wu Benzheng. Aku gabung ke Tentara-63.

Aku Li Xiao, juga gabung ke Tentara-63.

Aku Yang Sandi.

Dipindahkan ke Tentara-63 sebagai dokumentator korban.

Tugas yang terpuji.

Dan ini

Rekan Zhang.

Zhang Xiaoheng. Dia ini...

Aku pengawal dia. / Bukan...

Bukankah katamu kau bukan pengawal? / Itulah tugasku sekarang.

2 dari 3 tewas. Jikapun aku orang yang terakhir bertahan, aku akan tetap melindungimu.

Dan rekan ini adalah...

Gauntlet.

Pertempuran besar terjadi disini

oleh Resimen 335 Tentara-38 Kompi-3.

Apa kau bertempur disini?

Laporan medisnya tertulis namanya Sun Xing.

Tapi dia kurang waras. Dia tak ingat apa-apa.

Kau pernah bertempur di sana sebelumnya?

Jangan tanya dia.

Itu namanya lagi terguncang.

Aku pernah lihat ini di Perang Dunia II Eropa.

Seolah ingatannya lagi konslet.

Tiap bagiannya ada, tapi tak bisa tersambung.

Dia biasanya dalam keadaan linglung.

Cuma kalau ingatannya terpicu

akan bisa memulihkan dirinya.

Hanya di AYUKBET! REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA & SEMINGGU FULL HADIR AKAN DIBERIKAN RP 75K SECARA CUMA-CUMA

Perintahkan seluruh pasukan menyerang ke selatan.

Khususnya Tentara-63

harus menembus pertahanan musuh di Rimjingang.

Pasukan Cina masih menyerang.

Perintahkan pasukan untuk mundur sekarang.

Biarkan mereka mengejar kita,

jangan sampai berhadapan, jangan balas tembakan.

Di saat yang bersamaan, bom jalur pasokan mereka.

Saat ada kesempatan,

kita kembali dan meluncurkan serangan kejutan pada lokasi utama di Cheorwan.

Siap, Jenderal!

Kembali ke pangkalan! / Siap, Jenderal!

PADA 22 APRIL 1951, PERTEMPURAN KELIMA UNTUK MENEROBOS SUNGAI IMJIN DIMULAI

MARKAS SEMENTARA DIVISI 188 TENTARA RELAWAN KE-63

Komandan,

ini pimpinan.

[ZHANG YINGHUI, Komandan Divisi-188 Tentara Relawan ke-63]

Zhang Yinghui disini.

[FU CHONGBI, Komandan Tentara Relawan ke-63]

Zhang Yinghui,

banyak sekali korban dari pertempuran melawan Belgia!

Apa masalahnya?

Pak, itu bukan infanteri kecil.

Tapi batalyon perlengkapan berat.

Batalyon perlengkapan berat? / Ya.

[LONG DAOQUAN, Komisaris Politik Tentara Relawan ke-63]

Akan kuberi separoh lagi amunisi dan perlengkapan.

Saat fajar besok, kau harus rebut posisi mereka.

Siap pak!

Kepala Staf!

Hadir! / Apa Li Xiang Batalyon-1 pergi?

Ada juga Bonus MALMING 50k! ketik di GOOGLE: AYUKBET

[Perancis] Pak, ada kabut tebal.

Tak yakin pasukan Cina mendekat atau tidak

tapi saat ini sangat sunyi.

Aku akan masuk melumpuhkan beberapa lebih dulu. Pasang orang-orangan sawah

dan bergerak ke belakang musuh. Bertemu dengan komandan.

Dengarkan peluitku.

Siap pak.

Maju.

[Perancis] Aku melihat pasukan Cina di balik kabut!

Tak mungkin, mana?

[Perancis] Tembak!

Tahan.

Musuh di depan.

Maju pelan-pelan.

Kalau lihat musuh, tembak.

Tetap waspada.

Cuma tipuan.

Siapa itu?

Komandan!

Ada pertempuran di depan.

Apa kita bisa menerobos?

Kita coba saja.

[Perancis] Tembak!

Apakah itu truk?

Lari! / Merunduk!

Lari, cepat!

[Perancis] Bidik truk itu!

Pak Zhao!

Rekan!

Rekan!

Medis!

Berlindung!

Granat! / Ini.

Itu kurang!

Berikan padaku. / Lepaskan.

Berikan ke ku.

Menyingkir, cepat!

Granat!

Berlindung!

Kau berdarah.

Jangan bloon, bangunlah.

Mana pasukan kita? / Di...

Menyingkir!

Cepat, hancurkan pos depan mereka!

Ada tank lagi!

Cepat! Jangan sampai mereka lolos.

Kau menyelamatkanku. Aku berhutang nyawa padamu.

Tolong! / [Perancis] Kita temukan 1 yang hidup!

Mundur!

Tolong!

Lapor ke...

Batalyon-1 telah merebut posisi Belgia.

Siap pak!

Bang!

Bang!

Li Xiao?

Ngapain kau disini? / Bang...

Mana ayah?

Dia di depan.

Di depan. Depan mana?

Depan... / Ayo ngomong!

Ayo. / Dan ayah?

Bawa adikku ke belakang. / Siap pak.

Tidak!

Ikuti perintah.

Ayah tak apa-apa.

Terima kasih telah menyelamatkan adikku.

Luar biasa.

Ini tank centurion terbaru dari Inggris.

Siapa yang melakukan ini? Ingin kutemui.

Baik, akan kucarikan.

Tugasku sudah selesai. / Hati-hati.

Ini untuk kalian! / Jaga diri.

Terima kasih.

Terima kasih. / Sama-sama.

Kau telah berbuat banyak. / Hati-hati di jalan.

Yang Sandi!

Lao Zhao. Pensil-pensil ini...

simpanlah.

Kau bisa dokumentator sebentar.

Terima kasih.

Istirahatlah dan kau akan pulih.

Aku pergi dulu.

Kau mau kemana?

Pulang.

Yang Sandi!

Lihat yang tertulis disini!

Sebentar!

Sun Xing...

Ayo.

Kenapa?

[Prajurit Yang Chuanyu, Batalyon 1, Divisi 138, Angkatan Darat ke-63]

Ayo. pergi!

Li, pada saat kau bersama Divisi-189

Amerika terus mundur, memancing kita mengejar mereka.

Ada yang tak beres.

Mari kita naik dan melihatnya. / Baik.

Aneh sekali.

[CAI CHANGYUAN, Komisaris Politik Divisi-139 Tentara-63 Tentara Pembebasan Rakyat Cina]

Mereka mancing kita ngejar mereka selama 7 hari

dan sekarang mereka tak bergerak.

Musuh berbalik arah.

Jenderal Peng,

telegram penting dari divisi-189.

Pasukan Amerika tiba-tiba berhenti mundur.

Divisi lapis baja balik arah.

Mereka berniat menyerang balik.

Di bawah kondisi sulit

bila kita meluncurkan Operasi Ke-5 kita.

Kita sudah memporak porandakan gerakan menjepit mereka.

Jenderal Peng,

mereka menyerang balik untuk merebut Cheorwan.

Pangkalan belakang strategis kita ada di sana.

Untuk memindahkan peralatan dan prajurit yang terluka itu butuh waktu.

Perintahkan Tentara-63

Divisi-187 dan Divisi-188

ke area Yeoncheon dan selatan Cheorwan

untuk membangun benteng pertahanan.

Kita harus pertahankan Kota Cheorwan. Deng Hua.

Siap.

Perintahkan semua pasukan penyerang kita

segera balik arah untuk menuju ke arah utara.

Kita akan mundur dan bertempur di saat bersamaan.

Jenderal Peng,

apa misi divisi-189?

Misi mundur dan bertempur

pada divisi-189.

SETELAH PERTEMPURAN DI SUNGAI IMJIN, PASUKAN MUSUH YANG MUNDUR KE SELATAN MULAI MELAKUKAN SERANGAN BALIK.

ANGKATAN DARAT -15 BERADA DI SHIBAURA DAN 20 MEMBLOKIR MUSUH KE ARAH HWACHEON DI FRONT TIMUR.

ANGKATAN DARAT KE-63, YANG MENGAMBIL ALIH TUGAS PERTAHANAN ANGKATAN DARAT KE-65

SECARA BERSAMAAN MULAI MELANCARKAN BLOKADE BESAR-BESARAN DI SELATAN CHEORWON.

POSISI PERTAHANAN DIVISI-188

Tetap kerja sama.

Percepat kerjanya.

Semuanya, ayo terus semangat. / Siap, pak!

Li Xiao,

kenapa kamu masih disini?

Apa kau sudah selesaikan tugasmu sendiri?

Aku sudah lama menyelesaikannya. Jangan kirim aku ke bagian belakang.

Apakah bensin yang didapat di Rimjingang

sudah dibawa ke belakang?

Semuanya itu barisan pertahanan kedua.

POSKO SEMENTARA ANGKATAN DARAT KE-63

Fu Chongbi,

apa kau sudah menerima telegramku?

Ya, Jenderal Peng,

sudah kuterima.

Tujuan musuh adalah merebut Cheorwan.

Kau memerintahkan Divisi-189

untuk menahan pasukan Amerika selama 3 hari

dengan begitu Divisi 187 dan 188 akan mampu

menyelesaikan penyiapan pertahanan Cheorwan.

Tim Mekanik kedua divisi

terus menggali penuh kerja keras.

Sampai sekarang.

Apa Tentara-63 bisa menahan?

Bila kami kehilangan Cheorwan

maka kami mundur ke utara Yalu.

Jika kita kehilangan Cheorwan

maka penggal kepalaku.

Aku mengerti.

Berapa prajurit di Tentara-63.

Yang akan masuk ke Korea, lebih dari 36.000.

Dan sekarang?

Termasuk admin dan logistik

kurang dari 25.000. / Dengar, Fu Chongbi,

mereka akan menyerang dengan lebih dari 50.000 prajurit.

Itu dua kali lipatnya prajuritmu.

Kavaleri-1, Resimen-25,

Brigade 28 dan 29 Inggris...

apapun peralatannya...

25.000

melawan 50.000.

Aku paham.

Tahun berapa kau bergabung?

1932. Saat itu aku 16 tahun, Prajurit Tentara Merah.

Tahun ini aku 35 tahun. / Seumuran dengan Jenderal Zhang Fei

saat dia mempertahankan Jembatan Dangyang.

Berdiri di jembatan, melotot

dan satu juta tentara lari ketakutan.

Jenderal Peng,

para prajurit Tentara-63 semua mendengarmu.

Beritahu Komisaris Divisi Cai

divisi-189 harus mempertahankan selatan Cheorwan selama 3 hari.

Siap pak.

Mempertahankan Cheorwan

adalah masalah hidup dan mati.

Kita harus berjuang dengan gigih. / Siap pak!

Dengan mempertahankan area seluas ini

kita akan bagi seluruh pasukan menjadi banyak grup.

Penyebaran tidak konvensional.

Rekan-rekan,

dalam 3 hari ke depan

Divisi-189

akan dibagi menjadi beberapa unit tempur kecil

untuk menghadang musuh maju ke selatan Cheorwan.

Setiap pleton,

setiap regu skuad,

masing-masing kalian semuanya

harus mempertahankan posisi kalian

dan percikan yang kita nyalakan

akan memicu api ke seluruh tanah ini.

Kita pegang janji itu selama 3 hari, kita akan pertahankan

selatan Cheorwan dengan nyawa kita

dan memberi waktu divisi 187 dan 188

menyelesaikan bentengnya.

PERTAHANAN PERTAMA CHEORWON

Buat lebih longgar.

Paritnya

menghadap ke arah serangan.

Paritnya harus longgar.

Saat tank melewatinya

mereka akan terperosok

pantatnya lebih dulu.

Pasti!

Tumpuk bebatuan ini

berjarak 1 meteran

membentuk piramida.

Tank tak akan bisa lewat.

Kita akan menghentikan tank dan

bertempur jarak dekat.

jika kalian tercerai berai bentuk unit tempur baru.

Jika kalian tersapu, bunyikan terompet berikan penghormatan pada yang gugur. (TAPS)

Setiap prajurit

harus menancap seperti paku

kokoh di posisinya.

Lebih cepat, kerahkan kemampuan kalian.

Batu yang pecah

harus disingkirkan

untuk mencegah kerusakan tambahan.

Isi semua kawah bom dengan air

dan jadikan mereka lumpur.

Divisi-189!

PADA 30 MEI 1951, TENTARA KAMI MENINGKATKAN SERANGAN PERTAHANANNYA DI CHEORWON.

PADA SAAT YANG SAMA, LEBIH DARI 14.000 PRAJURIT DIVISI 189 DIBAGI MENJADI RATUSAN KELOMPOK TEMPUR.

TELAH TERSEBAR DI AREA SELUAS 25 KILOMETER DI DEPAN DAN KEDALAMAN 20 KILOMETER DI SELATAN CHEORWON.

MILITER AS BERALIH DARI BERTAHAN KE MENYERANG, MENGGUNAKAN GUGUS TUGAS CEPAT UNTUK MELAKUKAN

PENETRASI JAUH KE DALAM PASUKAN KAMI. DIVISI 189 MEMULAI BLOKADE SELAMA TIGA HARI.

Serang!

Serang!

[TAPS] (Sinyal Gugur)

DAFTAR BARU LANGSUNG DAPAT BONUS 50%. Dengan DP 25k sampai 100k, BISA KLAIM BONUS HARIAN 40k! Ketik di Google: AYUKBET

Wakil Komandan!

Wakil Komandan!

Wakil Komandan!

Gali lebih dalam!

Kau kenal dia?

Yang Chuanyu!

Kemarilah.

Kau rekrutan baru?

Yeah, kenapa?

Itu tak benar.

Kau bukan baru, tapi veteran. Kau tahu cara bertempur.

Kau sudah tahu Sun Xing sebelumnya.

Kalian di unit yang sama. / Kami tak berbuat hebat.

Tak usah urusi urusankku.

Aku bukan menyelidikimu. Kulakukan ini demi Sun Xing.

Yang Chuanyu,

kita akan menghadapi pertempuran besar. Sun Xing perasaan terguncangnya belum pulih.

Dia tak tahu siapa dirinya

atau dari mana asalnya. Katakan kalian dari kompi mana.

Aku tak layak bagi mereka.

Jadi tak usah tanya. / Yang Chuanyu!

Aku tak bisa biarkan dia bertempur seperti ini

dan pasti tak bisa biarkan mati seperti ini.

Katakan unit berapa.

Nih.

"Siapa orang yang paling lucu"

Di operasi militer-2, satu unit Tentara Relawan menyerang musuh dari belakang

dan memotong jalur mundur mereka.

Mereka sampai di Seodang-cham

sama seperti musuh. Mereka menduduki posisi

dekat jalan, bukit kecil gundul

dan menghadang mereka.

Pertempuran sengit

dimulai.

Itu berlangsung 8 jam.

mereka menyerbu puncak yang diduduki musuh.

Bunuh mereka semua!

Pada akhirnya mereka kehabisan semua amunisi.

Mereka membuang senjata.

Tubuh dan baju mereka kebakar

namun mereka menerkam musuh dan mendekapnya

sehingga api juga turut membakar mereka hidup-hidup.

Dari semua pertempuran di Korea ini yang paling heroik.

Pertempuran Gauntlet.

Ayo!

Lawan!

Aku tadi bicara sama pimpinan.

Mereka menginginkan kita, Resimen-335, untuk mengamankan Kunu-ri.

Bagus!

Biar kucatat nama-nama

yang gugur bertempur dengan tubuh kebakar dan pisau.

Wang Jinchuan.

Xiong Guanquan.

Wang Jinchuan.

Xing Yutang.

Jing Yuzhuo.

Wang Wenying.

Xiong Guanquan.

Wang Jinhou. Zhao Xijie.

Sui Jinshan.

Lu Yu'an.

Ding Zhendai.

Zhang Guisheng. Cui Yuliang.

Li Shuguo.

Juga Dai Ruyi

dan Yang Shaocheng.

Kompi-3.

Aku Komandan Kompi Dai Ruyi.

Apa ada yang selamat?

Bersihkan parit! Keluarkan tanahnya!

Rekan-rekan, maju!

Kompi 1 dan 2 parit sudah selesai.

Yay!

Komisaris!

Komisaris!

Ini pertama kalinya

aku mendengar kau bicara.

Lapor, Komisaris!

Resimen-335, Divisi-112, Korps-38,

Wakil Komandan Kompi-3

Sun Xing.

Aku melapor

untuk meminta dikirim ke pertempuran.

Selamat datang kembali.

Mari kita dengar ini!

Ayo!

Wakil Komandan,

aku Yang Chuanyu

dari kompi-3-mu yang lama.

Yang Chuanyu.

Selamat datang!

Mere4ka berhenti menembak, Zheng.

Itu memang rutinitas tentara Amerika 'kan?

Tiap dua jam rentetan artileri.

Katakan.

Apa ada kabar ayahku dan lainnya?

Kita harus mengirim satu pleton dengan amunisinya untuk Divisi-189.

Jika kau yang mimpin, pasti nanti kau bertemu dengannya.

Sungguh? / Ya.

Kalau begitu akan kulaksanakan. Tolong pertahankan benteng ini.

Li,

kemana perginya adikmu? / Garis depan. Untuk menyiarkan ke Amerika.

Tunggu bentar.

Tangkap.

Rampasan dari musuh.

Makasih!

Pergilah!

Ini naskahnya. / Makasih.

Sama-sama.

Musuh sudah tersapu bersih!

Terus maju! / Siap pak!

Penembak jitu! Berlindung!

Perhatian! Pasukan Bersenjata Amerika!

Ini siaran dari Tentara Relawan Cina.

Selama tiga hari terakhir,

kami telah melakukan perlawanan dengan gigih,

dan memperlambat arah kalian menuju Cheorwan.

Jika kalian terus berusaha menuju Cheorwan.

Kalian akan menghadapi perlawanan lebih kuat lagi.

Jangan dengarkan dia kawan-kawan!

Pertimbangkan peringatan ini.

Jika kalian tak menginginkan banyak korban lagi, hentikan serangan sekarang juga!

Pulanglah!

Memasak daging yang kubawa ini

apa pertama kalinya ayah buatkan aku makanan?

Sekali dalam 20 tahun

dan ini makanan Barat.

Nih. / Mantap.

Masih panas.

Katakan.

Apa ibu pandai memasak?

Kau tak mau melupakan ya?

Kau jauh-jauh ke sini cuma suruh ayah cerita.

Baiklah.

Akan ayah ceritakan bagaimana ibumu meninggal

karena sesuatu yang kau katakan pada ayah.

Kau bilang, bagaimana kalau kita tak bertemu lagi,

nanti tak ada kesempatan lagi.

Li Xiang,

saat lahir kamu dikirim pergi

untuk tinggal bersama kakek-nenek.

Ayah berada di Shanghai tahun 1927.

Tahun itu meledaknya revolusi.

Kuomintang telah menangkapku juga.

Mereka menyiksa ayah tapi ayah kabur.

Malam itu hujan.

Aku kabur ke rumah

tapi ibumu tak ada di sana.

Hanya si bayi, Li Xiao, terus merengek.

Seorang pengkhianat mengkhianati dia.

Agen rahasia membawanya dari rumah.

Yang tak bisa ayah bayangkan

malam itu

kami ternyata...

di dalam sel penyiksaan yang sama

tapi tak tahu itu.

Dia dipukuli sampai mati.

Ayah sungguh berharap

andai dialah yang harusnya kabur.

Kenapa ayah tak pernah ceritakan ini?

Li Xiang,

ayah tak cerita padamu

karena akan begitu menyakitkan.

Kalian berdua masih kecil.

Aku serahkan Li Xiao untuk diurus keluarga yang aman.

Mulai saat itu

keluarga kita

tercerai berai.

Ayah hanya melihat kalian berdua beberapa kali

sebelum Kemerdekaan

ketika akhirnya kita berkumpul kembali.

Setelah kemenangan disini kita akan pulang dan kita bertiga

akan jadi keluarga bahagia.

Baiklah.

Ayah!

Li Xiao!

Apa yang kau lakukan disini?

Ayah, andai ibu bisa melihat kita bersama,

dia pasti bahagia.

Abang menyuruhku ke bagian belakang.

Untuk menghormati ibu, aku tetap disini.

Ayah, lihat? Dia tak mau mematuhiku.

Aku tak bisa kendalikan dia.

Kalau begitu tetaplah disini.

Kita semua tetap disini.

Keluarga kita

sudah dipertemukan kembali

di Korea.

Ayah masih bawa kunci rumah kita.

Ayah, aku pergi ke PBB tahun lalu.

Aku juga bawa kunci rumah ke sana.

Setelah aku memohon pada ketua misi kami

agar membolehkanku gabung ke pasukan di Korea.

Dimana?

Mereka berdua di sana.

Itu mereka.

Tak lama sebelum keinginanku terwujud.

Pergilah.

Ayah, aku janji

karena sekarang kita sudah ketemu

betapapun sulitnya pertempuran nanti

ini sepadan.

Li Xiang, musuh sudah datang.

Bawa kembali adikmu, cepat.

Pergi sekarang! / Ya.

Pergilah!

Cepat! / Ayah!

Kembali! / Apa?

Tangkap!

Dari Jenderal Peng.

Pertahanan Cheorwan bergantung padamu!

Tenang saja. Aku ini putramu!

Ayah! Aku putrimu!

Akan kujaga kakakku.

Jagalah dirimu lebih dulu.

Hati-hati, ayah!

Ayah, sampai jumpa!

Cai Changyuan,

kau telah bertempur dengan baik.

Divisi-189 sepenuhnya bertahan.

Segera kembali ke Cheorwan.

Markas, Markas, pesawat pembom menyasar divisi-189 diluar Cheorwan!

Pesawat pengebom menyerang!

Berpencar!

Lekas!

Cepat!

Berpencar, sekarang!

Ayo!

Mundur!

Kembali ke Cheorwan!

Bawa yang terluka! Bawa yang terluka! / Ya pak!

Bawa yang terluka! / Kembali ke Cheorwan!

Cepat, mundur!

Berlindung!

Sambungkan walkie-talkie ke mikropon.

Markas, Markas,

perintahkan divisi 187 dan 188

segera menyelesaikan pertahanan Cheorwan.

Jangan kuatir, pak,

divisi-189 akan bertahan sampai akhir.

Komisaris, kami tak bisa bertahan disini.

Li Xiang, ini ayahmu.

Li, cari posisi baru.

Ganti posisi.

Bantu yang terluka. / Baik.

Li Xiao, sini.

Dengar baik-baik.

Ganti posisi, cepat!

Suara ayah?

Markas,

catat ini dan sampaikan...

Cari perlindungan.

Banyak ledakan tiba-tiba.

Berikan ruang untuk dukungan tembakan.

Jangan gegabah menyerah, bertahan!

Biarkan masuk lebih dalam, paham?

Dekati dari belakang

dan sasar para perwira dan sersannya.

Jangan terkecoh jika kalian dengar suara bahasa Cina.

Itu tipuan musuh untuk menjebak dan membunuh kita.

Peluru!

Apa masih ada sisa peluru?

Musuh menyerang.

Disini Skuad-3, Pleton-1, Kompi-2. Awas tembakan artileri!

Terompet, bunyikan sinyal penghormatan!

Ini pelajaran dari pengorbanan divisi-189.

Catat ini dan sebarkan. / Siap pak!

Berhenti!

Berhenti! / Aku mau menemui ayah.

Berhenti!

Ayah tak mungkin mati.

Dia tak mungkin mati.

Rekan-rekan,

terompet memberitahu kita

kita bisa kembali ke Cheorwan.

Tapi banyak dari kita yang menghilang.

Kita harus cari mereka.

Yang selamat

harus pulang.

Lapor, mereka menembus garis pertahanan divisi-189

dan maju mengarah ke kita. / Baik.

Ya pak!

Li! / Aku dengar.

Zheng,

divisi minta berunding.

Aku pergi.

Bersiap hadapi musuh. / Baik.

Yang Sandi! Ayo.

Komandan Batalyon,

apa yang bisa kulakukan?

Hari ini aku ingin dengar dari mereka yang menggunakan senjata tiruan ini

tentang masalah bila ada.

Kau yang membuat ini?

Apa aku bohong?

Tolong,

katakan masalahnya. / Sudah bagus.

Sangat bagus?

Apa maksud kalian?

30-kilo peledak tak bisa meledakkan 1 tank.

Tapi ini bisa langsung nembus.

Tak ada masalah!

Kau masih kurang membuatnya.

Apakah itu masalah? / Itu masalah.

Tapi

kami sedang mengupayakannya.

Percayalah.

Bazoka ini benar-benar mantap.

Tapi

lebih dari 30 meter kurang akurat.

Itu harus kedap udara.

Baja rusak atau karet bekas tak akan bisa.

Profesor,

granat ini tak bisa dilempar lurus.

Tapi kami akali

dan memperbaikinya.

Kita masih mengujinya.

Jaga arahnya ekor granat.

Tapi

ekor granat Cina belum distandarkan.

Aku penasaran ingin tahu

yang kau akali

bagaimana kau mengetahui masalahnya?

Untuk melempar dengan akurat kami lempar dari jarak dekat.

Seberapa dekat? / 10 meter.

Granat anti-tank

radius mematikannya 20 meter.

Kau tak bisa selamat di lemparan 10 meter.

Aku butuh data aktual, jangan ngawur.

Apanya yang ngawur? Bukan aku.

Lalu siapa? Panggil dia ke sini.

Aku pingsan karena senjata mesin.

Jadi sersan yang mengambil granatnya

dan melemparnya. / Panggil dia ke sini.

Sersan Wang Shunsheng, dari Jiaodong.

Disaat menyerang tank musuh di Rimjingang

dia kehilangan nyawanya.

"Lempar dari jarak dekat".

Salinan senapan tanpa-rekoil Amerika

itu bagus

tapi agak berat.

Lebih dari 100 kilo dengan kereta meriamnya.

Jika seorang tentara tak bisa menarik mundur 30 meter

dalam semenit

itu akan masalah.

Senjata ini jangkauan tembaknya 300 meter.

Mengapa dalam 30 meter?

Kami kurang pelatihan.

Kami tak ingin boros amunisi.

Untuk memastikan

kami harus sedekat mungkin.

Senjata kami terlalu sedikit.

Tanpa menarik mundur lagi kami akan kehabisan.

Jadi,

kami ingin artileri yang lebih ringan.

"Senapan tanpa-rekoil (hentakan)...

ditembakkan pada jarak dekat".

Berapa tingkat korbanmu?

Jika kami menyerang satu tank

3 skuad masuk

dan jika berjalan lancar, satu akan kembali.

Profesor, boleh aku minta buah berry hawthorn?

Semuanya ambil satu.

Terima kasih!

Tembak!

Isi ulang! Isi ulang!

Musuh mendekat.

PADA TANGGAL 5 JUNI 1951, "TENTARA PBB" MEMULAI SERANGAN FRONTAL TERHADAP POSISI PERTAHANAN DIVISI 187 DAN 188.

Cepat.

Bawa perlengkapan, cepat!

Satu putaran, HE siap ditembakkan!

Prof,

buatkan kami senjata yang bagus untuk melawan musuh.

Pasti.

Ayo!

Apa yang kau lakukan?

Mau bertempur.

Kembali.

Wu Benzheng...

Wu Benzheng...

berhenti!

Kirim patroli tiga tank untuk menguji air,

kirim beberapa unit lapis baja ke garis musuh untuk mengintai daya tembak.

Siap pak!

Wu Benzheng, berhenti!

Berhenti larinya!

Terus lari, maka kau masuk area musuh.

Kuingin ke garis depan

biar bisa lihat cara mereka menggunakan senjataku.

Kembali! / Lepaskan aku.

Awas. Tiga tank musuh di depan!

Cepat, kembali!

Skuad-3, maju! Serang tank itu!

Pergi saja kalau begitu.

Aku tak mau menjagamu lagi.

Pergilah.

Skuad-3, serang!

Tapi, kukira kau tak mau menjagaku?

Kalau tak kujaga, kau mati. Jangan bergerak.

Ayo pergi, sekarang.

Tidak. Anak itu. / Jangan!

Cepat, tolong dia! / Kembali!

Ayo pergi.

Nak!

Kembali, nak!

Kembali. / Ayo.

Sama seperti sersannya

dia menyerang dari jarak dekat.

Menyingkir!

Sun Xing!

Sini.

Aku akan lumpuhkan satu. Bawa beberapa prajurit lumpuhkan lainnya.

Baik.

Ayo! / Sandi!

Yang Chuanyu! Ayo.

Zheng, lindungi aku.

Tabur debu pakai granat.

Halangi penglihatan tank. Akan kupancing dia ke parit.

Siap.

Lindas bajingan itu! / Siap pak!

Granat.

Aku tak bisa lihat.

Maju.

Li Xiang!

Granat!

Kenapa tak gerak?

Aku lagi usahakan, apanya yang nyangkut?

Mereka terjebak.

Terjebak!

Bawa tahanan perang!

Angkat tangan!

Keluar!

Itu seorang perwira, kita harus keluarkan dia!

Awas!

Maju!

Menyingkir.

Sisa satu!

Maju!

Sun!

Biar aku saja.

Oke.

Yang Chuanyu, berpencar dan berlindung.

Baik.

Ambil bazoka. Tembak meriam itu.

Cepat. / Siap pak!

Aku tak bisa menembakkannya. Tak bisa.

Buka pengamannya.

Sersan!

Itu bazoka. Hancurkan dia!

Yang Chuanyu!

Mereka mendekati kita dari 3 sisi!

Sun!

Gawat, dia di bawah tank kita!

Sial! Dia terlalu dekat.

Sandi, sekarang!

Aku akan mendekat.

Sandi!

Oh gawat, mundur! Mundur! Mundur!

Buka pengamannya.

Mengapa kau mendorongku?

Kau terlalu dekat.

Yang Sandi!

Kau sudah membuat diriku sadar siapa diriku.

Tapi kau tak cerita siapa dirimu.

Ikut aku.

Metal-one pada komando, negatif terhadap artileri berat Cina.

Maka jelaskan, bagaimana mereka melumpuhkan 2 tank!

Warhammer, maju!

Siap, pak!

Jarak interogatif Warhammer terhadap target dan perkiraan waktunya.

Jarak 300 meter.

Ikuti aku!

Perkiraan 8 menit.

Jadikan 5 menit. Percepat.

Siap pak!

Ayo cepat!

Lebih cepat!

Komisaris,

infanteri mereka, tank dan artileri adalah 1 tim.

Hati-hati. / Ya pak.

Ayo!

Percepat serangan beruntun!

Tembak!

200 meter, perkiraan 2 menit berhadapan!

Komisaris!

Komisaris! / Profesor Wu.

Tim mereka maju dengan cepat.

Infanteri mereka datang langsung setelah tembakan itu.

Bersiaplah tempur jarak dekat.

140 meter.

Kami belum bertemu perlawanan.

Bersiap tempur!

120 meter.

120 meter.

Apa kita hentikan tembakan, pak? Sudah 100 meter.

100 meter.

Tembak!

70 meter.

70 meter.

70 meter.

60 meter.

Mereka nembak gila-gilaan. Mereka menembaki prajurit sendiri.

50 meter dari garis musuh.

Warhammer sudah di area fatal!

Hentikan tembakan!

Hentikan tembakan!

Warhammer! Warhammer! Kau dengar?

Ya dengar! / Maju!

Maju!

Musuh datang.

Keluar dari persembunyian! Siap tempur!

Tembak!

Tembak!

Tembak!

Amankan posisi musuh. / Dimengerti, pak!

Sun Xing, musuh menembus garis kita.

Kita dalam bahaya. Bertarung jarak dekat.

Ya pak!

Terus maju!

Profesor Wu, pergilah ke belakang. / Aku ngerti.

Aku tak akan membuat masalah.

Zheng!

Lari!

Sandi!

Komandan!

Pak, Warhammer menghadapi tembakan musuh yang kuat.

Menderita banyak korban.

Diterima Warhammer mundur.

Jika paritnya terisi penuh, bagaimana mereka bisa bertempur?

Kau tahu maksudku 'kan?

Ya pak!

Hanya di AYUKBET! Menang dapat REBATE SLOT 1,3%, Kalah juga dapat CASHBACK 5% Ketik di Google: AYUKBET

Lihat.

Itu... Amerika memakai tank-dozer

untuk menutupi semua parit yang dibangun oleh divisi-188

dan prajurit kita tak bisa sembunyi lagi.

Zhang Xiaoheng,

carilah yang memimpin dan laporkan. Kita harus tembak mereka.

Gunakan kaliber besar

meriam berat untuk menghancurkan mereka.

dan masalahpun kelar.

Tunggu...

Kali ini

aku janji tak akan kabur. Aku menunggumu disini.

Pergilah.

Kenapa masih disini?

Divisi-188 tak punya peluru meriam. / Tak mungkin.

Mereka tak bisa melewati pemboman itu.

Setiap peluru mortir mengorbankan satu nyawa.

Divisi-188 hanya bisa bertahan.

Tembak!

Semuanya, dengarkan.

Sepertinya musuh

tak akan berhenti sampai mereka merebut Cheorwan.

Kita tak bisa menahan pertahanan garis-1.

Kita harus mundur ke garis-2.

Kita banyak kesempatan di sana!

Siap pak!

Ayo!

Komisaris.

Kau ikut aku.

Ayo! / Cepat!

Komisaris, semuanya siap.

Ayo!

Keputusan kita untuk mundur

adalah agar mereka mengira kita kabur.

Aku mengerti.

Tahanlah.

Komisaris.

Sudah beres.

Apa rencanamu? / Jangan panik.

Mereka datang.

Berhenti!

Terlalu sunyi disini.

Yeah.

Sepertinya mereka sudah mundur.

Mari amankan posisi ini.

Maju.

Terus maju, kawan-kawan!

Keluar!

Cepat! Cepat! Cepat!

Itu luar biasa!

DAFTAR BARU LANGSUNG DAPAT BONUS 50%. Dengan DP 25k sampai 100k, BISA KLAIM BONUS HARIAN 40k! Ketik di Google: AYUKBET

Yang belakang ayo cepat!

Komisaris Divisi Kontak Cai. Beritahu dia

kita telah menyingkirkan musuh dan menemukan beberapa yang terluka.

Pak,

pembawa telepon lapangan tewas

dan peralatan hancur. Kita hilang kontak.

Siapkan meriam laras drum!

Ya pak.

Musuh meninggalkan perlengkapan komunikasi disini. / Itu perlengkapan siaran mereka.

Dengar, bala bantuan Amerika datang.

Musuh pasti akan terus maju.

Saat fajar semua benteng pertahanan kita

akan diratakan.

Kota Cheorwan di belakang kita.

Kita tak bisa mempertahankannya. Begitu Cheorwan lepas,

Tentara-63 tak punya tujuan lagi.

Musuh mengetahui ini

dan mengerahkan segala upaya untuk merebur Cheorwan.

Malam ini kita harus

melumpuhkan semua tank-dozer.

Ini masalah hidup dan mati.

Tembak langsung lampu mereka.

Komisaris,

proyektil sudah siap.

Ambil peledak dari selongsong mereka yang tak meledak

masukkan ke selongsong

dan tembakkan kembali ke mereka.

Cepat, pasang ranjau!

Li Xiao,

rekan itu sudah meninggal.

Begitu semua meledak kita rebut lagi garis pertahanan-1.

Bagus.

Oh tidak, mereka mematikan lampu.

Amerika tak bertempur malam hari. Mereka khawatir kalau disergap.

Dengan mematikan lampu

prajurit kita tak bisa melihat sasarannya.

Jika kita tak bisa memperhitungkan jarak sasaran dengan akurat.

Serangan tembakan kemungkinan gagal.

Maka kita harus maju saja.

Kita bakal kehilangan banyak prajurit.

Aku akan nyalakan suar.

Di tempat yang akan munculnya sasaran.

Lihat suar itu dan tembak.

Itu tak akan berhasil.

Terlalu beresiko.

Jika ketahuan, kita gagal. / Aku tahu terowongan yang hampir selesai.

Persiapan jalan keluar ada di dekat sasaran.

Itu akan berhasil.

Akan kucari cara untuk melindungimu.

Tetap berkomunikasi.

Rekan Li Xiao, Komisaris membutuhkanmu di stasiun siaran.

Komandan Kompi Sun,

kau mau kemana?

Rahasia.

Kau anggap aku orang luar.

Profesor Wu,

tak seorangpun disini hari ini

sebagai orang luar.

Baik.

Pergilah.

Pergilah.

Ayo!

Zhang Xiaoheng,

aku tak pernah tanya

tentang keluargamu.

Orangtuaku sudah lama meninggal.

Aku saudara yang paling muda.

Namaku Xiaoheng. Dia Xiaowen.

Dia juga bertempur di Korea.

Kau bagaimana, Profesor Wu?

Istriku

tewas terbunuh oleh Jepang di Nanjing tahun 1937.

Aku tak di sana.

Hujan ini

membuat lumpur ini berbau lebih awal

sama kayak di rumah.

Sekarang masa "biji-bijian berbulir" di kalender.

Setelah panen musim panas

kami menanam kacang.

Kalian orang Henan menanam kedelai. Di Jiangxi kami menanam wijen.

Sudahlah.

Kalian membuatku kangen rumah saja.

Sini. Gali cepat.

Disini.

Markas, kami disini. Kami akan menerobos dengan cepat.

Tetap waspada, mata terbuka,

waspada terhadap penyergapan musuh.

Komandan,

kami dekat dengan musuh. Tepat di hadapan mereka.

Jangan sampai ketahuan. Aku ada rencana.

Li Xiao, nyalakan pengeras suara

dan kecoh musuh.

Hey, tentara Amerika!

Dari mana asal kalian?

Apakah California?

Atau Kentucky?

Ada lagu rakyat Cina tentang kangen rumah,

yang kami nyanyikan selama perang melawan Jepang.

Kami gunakan suara kami untuk menunjukkan pada agresor kalau...

kami tak bisa dikalahkan!

Peluru dari senjata kalian mungkin bisa membunuh kami,

tapi tak bisa membunuh lagu ini!

โ™ช Zhang Laosan, โ™ช

โ™ช tolong katakan โ™ช

โ™ช dari mana asalmu? โ™ช

โ™ช Aku dari Shangxi โ™ช

โ™ช menyebrangi sungai, lalu pergi sejauh 300 li โ™ช

โ™ช Zhang Laosan, โ™ช

โ™ช tolong katakan โ™ช

โ™ช dari mana asalmu? โ™ช

โ™ช Aku dari Shangxi โ™ช

โ™ช menyebrangi sungai, lalu pergi sejauh 300 li โ™ช

Markas, Markas, terowongan sudah selesai.

Kembali ke posisi! Siap menyerang!

Ya pak!

Cepat!

Pak, suar akan menandai sasaran.

Perhitungkan jarak. Nyalakan pemicu.

Tembak!

Sial!

Serang!

Di Shanxi dengan pohon belalang

itulah tempat tinggalku.

Rumahku di Subei!

Lintao di Gansu! / Jiaozuo, Henan!

Aku dari Yibin, Sichuan!

Lingwu, Ningxia!

Tianmen, Hubei!

Wuwei, Gansu!

Serang mereka!

Bunuh para bajingan itu!

Bunuh para bajingan itu!

Bunuh mereka!

Komisaris!

Ayo!

Bunuh jalan kembali kita! / Ya!

Rekan-rekan.

SETELAH PERTEMPURAN SENGIT SEMALAMAN, DIVISI 188 ANGKATAN DARAT KE-63 MEREBUT KEMBALI POSISI PERTAHANAN PERTAMA.

Rekan-rekan

kita berhasil! / Hore!

Bersiap untuk pertempuran besok! / Siap pak.

Cepat!

Komisaris,

kita sudah rebut garis pertahanan-1 begitu cepat!

Garis pertama.

Kami tak akan menyerahkannya lagi.

Ada juga Bonus MALMING 50k! ketik di GOOGLE: AYUKBET

Zhang Xiaoheng, turunlah.

Ini namanya hadiah perang.

Akan kukendarai kembali.

Lumayan, Wu Benzheng!

Ada yang menyerang nomor-79!

Mereka mengendarainya.

Kejar mereka!

Tembak!

Tank-tank musuh mendekat.

Singkirkan mereka dari posisi kita.

Pegangan!

Wu Benzheng, tetap tenang.

Sialan kau, aku sangat tenang!

Maju!

Isi!

Siap!

Tenang! Tenang!

Tembak!

Kacamataku lepas! Tak bisa lihat apa-apa.

Belok kanan!

Lurus ke depan!

Jangan takut.

Kau menuruni lereng.

Jangan sampai mereka lolos.

Tank 2, ke dataran lebih tinggi!

Dimengerti!

Lebih cepat. Tancap gas. / Baik.

Mereka terlalu rendah.

Tak bisa membidik.

Sial, mereka mau membidik kita!

Pelan.

Aku melihat mereka.

Arahkan ke kiri!

Tembak!

Kau bisa nyetir tank!

Sudah kubilang aku dulu tentara artileri.

Sungguh mantap.

Cepat, awas tank lainnya.

Tembak jauh!

Kau tak apa-apa?

Percepat. / Ya.

AP, isi!

Berikan jarak!

Tembak!

Zhang Xiaoheng,

tadi itu spektakuler.

Mana kacamataku?

Akan kubantu mencarikannya.

Profesor Wu,

pimpinan menunjukkan sebagai pelindung keamanan.

Aku akan bertanggung jawab untukmu. Namaku Zhang Xiaoheng.

Tidak.

Aku tak butuh pengawal. / Itu tak sopan.

Tak seorangpun jadi "pengawal"mu.

Kacamata.

Akan kucarikan adikmu.

Akan kujadikan dia sopir tank

dan kuceritakan padanya bagaimana kau menghancurkan 2 tank.

Bagus.

Musuh telah mundur.

MESKIPUN ANGKATAN DARAT KE-63 MELAKUKAN PEMBLOKIRAN YANG SULIT, PEMINDAHAN PERBEKALAN DAN TENTARA YANG TERLUKA DI BAGIAN BELAKANG KOTA CHEOLWON SULIT DILAKUKAN.

MISINYA MASIH BELUM SELESAI. "TENTARA PBB " TETAP BERAMBISI UNTUK MEREBUT CHEORWON DAN MENGATUR ULANG PASUKANNYA. SERANGAN KE LINI PERTAHANAN CHEORWON KEMBALI DILANCARKAN.

Kemarin divisi-188 bertempur semalaman

tapi bala bantuan Amerika menuju ke Cheorwon.

Musuh akan menyerang lagi.

Kita harus cari cara untuk membantu divisi-188.

Ya pak.

Naik bukit!

Itu Bendungan Jocheon.

Sebentar lagi kita akan bisa jalan ke sana. / Ya.

Musuh nampaknya saja sedang mundur.

Tapi mereka sudah menyusun kembali.

Serangan selanjutnya akan lebih gencar.

Bagaimana pendapatnya

ketiga komandan?

[XU XIN, Komandan Divisi 137 Tentara-63 Tentara Relawan Rakyat Cina]

Divisi 187-ku

telah mengamankan Yeoncheon.

Dan divisi-188?

Tergantung seberapa lama kami harus bertahan.

Jika serangan amat gencar kami dalam masalah.

Mereka punya divisi lapis baja.

Mereka sepenuhnya mengandalkan kendaraan. Jadi apa yang akan menguntungkan

bagi yang bertahan, bukan penyerang?

Kita memang punya ide.

Komandan.

Kami pasti akan mempertahankan pertahanan garis-1. Kami perkuat posisi kami.

Bagus, kau harus amankan.

Dan sampai amunisi tiba.

Ya pak. / Dan kau juga ada misi baru.

Kirim satu skuad untuk membobol Bendungan Jucheon.

Gunakan genangan banjir untuk menghentikan Amerika.

Siap laksanakan!

Berikan aku satu pleton, aku akan pergi.

Kompi-3 Pleton-2 paling banyak prajuritnya.

Kau yang pimpin.

Pleton-2 Kompi-3.

Itu pleton yang kulepas di Gauntlet.

Ini misi besar.

Aku tahu.

Wakil Komandan,

kuingin ikut denganmu. / Jangan.

Tetap disini bersama Komisaris.

Tidak. Kuingin ikut denganmu.

Kenapa, Yang Chuanyu? / Wakil Komandan,

aku harus mengakui sesuatu.

Apa kau ingat aku panjat tank di Gauntlet?

Mengapa aku tak meledakkannya?

Aku aku ketakutan.

Kubiarkan tank membawaku menuruni bukit.

Yang Chuanyu!

Aku mau lupakan kejadian ini dan terus bertempur.

Tapi di hari kumelihatmu disini

seolah jantungku bergolak.

Aku tak bisa menyembunyikan rahasia itu lagi.

Wakil Komandan,

kuingin tebus kesalahan itu.

Kumohon biarkan aku ikut.

Istirahat di tempat! Perhatian!

Sun Xing,

kemari.

Ada apa, Li Xiao?

Kau mau pergi, dan aku berhutang terima kasih.

Makasih buat apa? / Menyelamatkanku di Rimjingang.

Itu bukan apa-apa.

Kau juga harus berterima kasih padaku.

Buat apa?

Siapa yang suruh Yang Sandi membacakanmu koran itu?

Aku.

Benar 'kan? / Ya.

Dia mencemaskanmu dan tak bisa berhenti nangis.

Siapa yang nangis?

Semuanya kumpul ya!

Ngobrolin apa ini? / Ayo pergi.

Apa yang kau lakukan? / Ayo.

Yang Sandi! / Hadir!

Turun!

Kita ambil foto batalyon.

Ya pak! / Rekan-rekan,

dari saat Batalyon-1 meninggalkan Cina

kita tak punya foto bareng satupun.

Ayo foto bareng sekarang.

Mendekat. / Bagus.

Tunggu aba-abaku.

Sebentar, kita akan teriak "Batalyon 1"!

Kasih senyuman lebar!

Yay!

Lihat ke aku!

1, 2, 3...

Batalyon 1!

Sandi, satu hal lagi.

Tolong bawa adikku ke belakang. / Tak mau.

Pertempuran selanjutnya akan sangat mematikan.

Kau harus menyingkir. / Tidak.

Kelak nanti, apapun yang kau inginkan,

kemanapun kau sekolah,

kerja apa saja, dan menikah sama siapa saja.

Apapun itu tak ada masalah.

Tapi sekarang

kau harus dengarkan kakak.

Aku kakakmu.

Lihat.

Ayah bilang ini dari Jenderal Peng.

Manis?

Ya.

Komisaris,

kami berangkat.

Prajurit! Hadap arah kiri!

Maju jalan!

Jika kau bertemu ayahku, bawa dia kembali ke sini.

Pasti.

Yang Sandi!

Yang Sandi!

Tugasmu dokumentasi korban, apa yang...

Dari dulu aku seorang tentara!

BENDUNGAN JOCHEON

Itu pintu airnya.

Pasti ada yang menjaganya.

Tak akan gampang.

Sudah kupelajari medan ini.

Jika kita buka pintu air,

air akan mengalir deras ke posisi divisi-188.

Lumpur bakal menghambat kendaraan baja Amerika.

Mereka menjaganya karena mereka tahu bendungan ini penting.

Kita akan serang malam hari.

Ya pak.

Ini kendali untuk bendungan.

Bila ada apa-apa, tinggal tekan tombol ini

dan akan meledakkan sistem kendali ini.

Tak akan ada yang bisa membuka pintu air.

Lihat itu? Anggota kita.

Kita juga akan bergerak sekarang. / Ya pak.

Ayo.

Kita nyelinap ke atap.

Sembunyi, jangan tembakkan senjata. Tunggu sampai ada pertempuran di ruang kendali.

Saat penjaga di atap minta bantuan, habisi mereka.

Jangan sampai terluka.

Ya pak. / Ayo.

Ada serangan!

Jangan sampai mereka lolos! / Serang!

Ledakkan kendali sekarang!

Tekan tombolnya!

Yang Sandi!

Kok bisa kau sampai sini?

Bagaimana denganmu, pak?

Awas!

Pak!

Lindungi!

Pak!

Kau terluka.

Aku tak apa-apa.

Sun,

sekarang hampir fajar.

Musuh akan menyerang divisi-188 lagi.

Kita harus membuka pintu air

dan melepas airnya. / Mekaniknya rusak.

Kita harus paksa buka pakai tangan.

Serangan udara!

Vultures di atas Pos-dengar, memulai serangan udara.

Dimengerti, terus lakukan tekanan, pesawat akan terjun saat fajar.

Pesawat pada stasiun dan mulai penerjunan.

Pak! Penerjun payung!

Dimengerti, mulai amankan bendungan.

Pleton-1 ikut aku.

Pleton-2 ikut aku.

Formasi, semuanya formasi, tetap diam di luar sana.

Sisir mengarah ke bendungan.

Rekan-rekan, mereka mendaratkan penerjun payung.

Komandan Sun dan aku akan memimpin pasikan sniper

untuk mengulur waktu pembukaan pintu air.

Yang lainnya paksa buka katupnya.

Siap pak.

Cepat.

Target!

Bendungan Jocheon, maju!

Cepat!

Lepas katupnya!

Siap pak!

Rekan-rekan,

istirahat di tempat.

Kami kumpulkan kalian disini hari ini

jelas

untuk menyampaikan sesuatu pada kalian.

Meskipun ini benar

ini jadi pertempuran yang amat sulit

kita tak akan mempermudah musuh.

Sekarang kita sudah rebut kembali garis pertahanan-1.

Tapi musuh

tak akan berhenti sampai mereka merebut Cheorwan.

Apa kalian takut? / Tidak!

Apa kalian takut? / Tidak!

Kuingin tunjukkan sesuatu sama kalian.

Di hari aku berangkat ke Korea

adikku memberiku bunga.

Meski sudah mengering

wanginya masih terasa.

Nih.

Biar kucium.

Baunya kayak masa bahagia.

Biar kucium.

Semoga kelak

kita semua bisa hidup bahagia.

Membangun sebuah rumah.

Punya anak. / Aku suka anak perempuan.

Aku juga.

Cepat, kembali ke posisi!

Cepat!

Komisaris.

Musuh terlihat!

Mereka maju menuju bendungan.

Sun, kita pancing mereka ke tempat lain.

Ya.

Ikut aku!

Yang, katupnya macet sudah karatan.

Komisaris. / Apa?

Semua komandan kompi tewas. Tinggal aku intruktur yang tersisa.

Lupakan kompi 1 dan 2.

Sisa berapa prajurit di batalyon?

Maksimal separoh kompi.

Musuh menyerang divisi-188 lagi.

Amunisi baru tetap belum datang.

Divisi-188 sedang tegang.

Mengapa Bendungan Jocheon belum dibuka juga?

Aku berusaha menghubungi mereka.

Bisa bergerak!

Ayo!

Menyingkir!

Menyingkir! / Berlindung! Cepat!

Jangan bergerak! Tetap sembunyi!

Li!

Sun,

Sandi, kembalilah ke bendungan.

Lihat barangkali mereka sudah membuka pintu air apa belum.

Aku jadi cemas.

Ayo. / Jalan!

Rasakan ini.

Yang Chuanyu!

Yang Chuanyu!

Katupnya!

Cepat!

Putar!

Putar!

Cepat!

Pak, ada tebing belakang kita.

Kita terjebak!

Pecahan granat!

Komisaris,

semuanya tertembak. Hanya tinggal kita.

Yang Chuanyu.

Pintu air sudah terbuka.

Wakil Komandan,

misiku sudah selesai.

Kali ini

aku tidak takut.

Yang Chuanyu!

Kembali ke pangkalan!

Komisaris.

Komisaris, makin banyak musuh ke sini.

Tinggal kalian saja yang tersisa disini?

Ya, Komisaris. / Cepat.

Jangan buang-buang waktu.

Li!

Li!

Li!

Pak!

Pintu air sudah terbuka.

Air meluncur deras menuju divisi-188.

Tenang saja.

Batalyon-1,

bagaimana kabar mereka?

Baik.

Sandi, jagalah Li.

Ya pak!

Jika

aku mati

jangan beritahu

Li Xiang dan Li Xiao.

Tak akan.

Bantu aku bangun.

Berlindung!

Maju!

Musuh masuk Markas!

Komisaris!

Kepung mereka!

Granat!

Di atas bukit!

Pecahan granat!

Sisir dan bersihkan. / Aman!

Maju ke bendungan. / Siap.

Pak!

Li!

Pak!

Li!

Batalyon-1! Batalyon-1!

Markas memanggil Batalyon-1!

Batalyon-1! Batalyon-1!

Batalyon-1! Batalyon-1!

Markas memanggil Batalyon-1!

Terus panggil!

Batalyon-1! Batalyon-1!

Batalyon-1! Batalyon-1!

Kau dengar kami?

Kau dengar kami, Batalyon-1?

Kalau dengar, jawab.

Kalau dengar, jawab.

Batalyon-1!

Disini Batalyon-1!

Li Xiang disini.

Li Xiang, ini Fu Chongbi.

Pak! / Li Xiang,

dengar, Bendungan Jocheon sudah terbuka.

Musuh sebentar lagi akan tenggelam.

Kau sudah menyelesaikan misi pertahananmu.

Berapapun banyaknya korban

bawa mereka padaku.

Kau dengar?

Li Xiang?

Pak,

kami tak akan berhasil kembali.

Kami kalah.

Kau terus saja maju.

Bang!

Bang!

Adikku!

Jangan nangis.

Berikan senyuman pada abangmu.

Siapa yang kau cari? Ayahku?

Li Xiang, kau sudah kembali.

Ayah.

Kau sudah pulang. Masuklah.

Tangkap!

Dari Jenderal Peng.

Jaga diri, ayah.

Apakah manis?

Setelah kemenangan disini kita akan pulang dan hidup bahagia,

bertiga satu keluarga.

Ada satu lagi disini! / Tangkap dia!

Bang!

Menyerahlah! Kau! / Jangan bergerak!

Jangan panik!

Kebanjiran di bawah sana.

Sama seperti semua perang ini!

ATAS SARAN XU XIN, KOMANDAN DIVISI 187, SEMUA ARTILERI BERAT DAN AMUNISI YANG DIKERAHKAN OLEH ANGKATAN DARAT KE-63 MENGATASI BERBAGAI KESULITAN DAN AKHIRNYA TIBA DI GARIS DEPAN.

Cepat!

Bongkar amunisi dengan hati-hati.

Jenderal Peng, lapor.

Divisi 187 dan 188

selatan Cheorwan, di Yeoncheon dan Kodaesan,

dengan gigih menghentikan serangan gencar Amerika

dan menghancurkan rencana mereka untuk mengejar kita balik ke Yalu.

Bagaikan para pahlawan Zhang Fei yang membuat ketakutan pasukan Cao Cao,

bila mereka seperti para pahlawan kuno itu.

Katakan begitu Peng Dehuai,

hormat pada mereka.

Tembak!

Astaga!

Apa-apaan...?

Mereka meriam kita!

Apa ini?

Jenderal,

info intel menunjukkan kalau pasukan terluka Cina

dan perlengkapannya tak lagi di Cheorwan.

Juga, presiden hari ini telah mengajukan

negosiasi dengan Cina.

"PASUKAN AMERIKA TAK PERNAH KALAH"

Li Xiao!

Dengar,

aku tak melihat ayahmu setelah itu.

Aku panggil-panggil dia. Aku cari kemana-mana.

Tapi tak ada.

Aku tak bisa menemukan dia. Kau juga tak akan menemukannya.

Aku harus cari dia.

PADA TANGGAL 10 JUNI 1951, SETELAH 12 HARI PERTEMPURAN, TENTARA RELAWAN RAKYAT CINA KE-63 AKHIRNYA MENANG.

KEMENANGAN DI BLOKADE CHEORWON. SEBANYAK LEBIH DARI 15.000 PASUKAN MUSUH DIMUSNAHKAN,

MENGHANCURKAN UPAYA MUSUH UNTUK MEREBUT CHEORWON DAN MENGHANCURKAN PANGKALAN BELAKANG DAN

JALUR KOMUNIKASI PASUKAN SUKARELAWAN, DAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI BESAR DALAM MENSTABILKAN SITUASI MEDAN PERANG.

PADA BULAN YANG SAMA, "TENTARA PBB" MENGUSULKAN DIADAKANNYA PERUNDINGAN GENCATAN SENJATA.

broth3rmax, 30 Desember 2024

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 30 Desember 2024

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 087814427939 (NEW)

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmaxSUB

REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA & SEMINGGU FULL HADIR AKAN DIBERIKAN RP 75K SECARA CUMA-CUMA

Hanya di AYUKBET! Menang dapat REBATE SLOT 1,3%, Kalah juga dapat CASHBACK 5% Ketik di Google: AYUKBET

Ada juga Bonus MALMING 50k! ketik di GOOGLE: AYUKBET

DAFTAR BARU LANGSUNG DAPAT BONUS 50%. Dengan DP 25k sampai 100k, BISA KLAIM BONUS HARIAN 40k! Ketik di Google: AYUKBET

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.