All language subtitles for Ishura.S01E02.JAPANESE.WEB.h264-QUiNTESSENCE.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Raja Iblis Sejati sudah mati.

Musuh dunia yang memenuhi cakrawala dengan ketakutan

telah dikalahkan oleh seseorang.

Hingga hari ini,

tidak ada yang tahu nama atau keberadaan pahlawan itu.

Karena zaman kengerian sudah berakhir,

orang itu harus dipilih.

ISHURA

Kerajaan Baru Lithia

Seorang jenderal bernama Taren si Waspada

telah memisahkan diri dari Aureatia, satu-satunya kerajaan minia.

Tunggu!

Taren menyatakan kemerdekaan

bagi kota regional di sepanjang kanal yang dimilikinya,

dan kini menamainya Kerajaan Baru Lithia.

Ini juga

merupakan sebuah provokasi militer serius

yang mengancam kendali Aureatia atas garis perbatasan.

Episode 2 Alus si Pelari Bintang

Jalan Utama Wilayah Lithia

Hari itu, Lana si Badai Bulan

dijadwalkan kembali ke Lithia setelah menjadi mata-mata untuk Taren.

Minian Lana si Badai Bulan

Mereka mendekat.

Mereka datang bergerombol saat akan menyerang sekelompok minian.

Ya, itu wyvern.

Dengan kecepatan ini, mereka pasti menyusul.

Apa kita bisa sampai ke Lithia sebelum wyvern menyusul?

Kalau gerombolannya sudah terlihat, itu tidak mungkin.

Tapi kita sudah hampir sampai. Ayo cepat.

Ini sudah paling cepat.

Mungkin kita semua akan dimakan.

Kita yang masih punya daging,

itu maksudku.

Higuare, kau percaya diri?

Ya.

Aku yakin bisa mengalahkan mereka semua.

Kudengar Master Taren adalah Raja Iblis yang ditunjuk diri sendiri.

Itu cuma julukan dari kerajaan.

Aku tahu masyarakat minia diperintah oleh tiga kerajaan.

Wilayah terpencil ketinggalan berita.

Sekarang hanya ada Aureatia. Kerajaan lain sudah hancur.

Karena Raja Iblis Sejati.

Jadi, bagi Aureatia, hanya ada Satu Raja Sejati,

dan yang lain hanya mengaku sebagai Raja Iblis.

Bukankah Raja Iblis Sejati juga menunjuk dirinya sendiri?

Dia

adalah yang asli.

Hanya Raja Iblis Sejati yang bisa disebut Raja Iblis.

Namamu Higuare?

Benar.

Bahkan pengunjung tahu lebih banyak darimu.

Padahal kau tentara bayaran.

Karena alasan pribadi, aku menjalani hidup semata-mata untuk menggunakan pedangku.

Higuare si Pelagis.

Itu julukan orang-orang untukku.

Kau sendiri?

Shalk si Pembelah Suara.

Terserah, tetapi kalian harus akrab.

Kalau kalian saling membunuh sebelum kita tiba,

apa kata Master Taren nanti...

Nona Lana,

sepertinya bukan hanya wyvern yang mendekat.

Apa?

Hentikan kereta kuda kalian!

Kalau melawan, kami bunuh. Serahkan kargo kalian!

Bandit mengincar kargo kita.

Pertama wyvern, sekarang bandit.

Kita terkepung.

Berhenti atau kami ledakkan kalian.

- Hei. - Baik.

Di atas.

Kenapa sudah ada wyvern?

Kapan mereka tiba?

Secepat apa mereka?

Sial!

Tidak mungkin.

Mereka datang dari arah kota!

Tenang saja.

Kalian tidak diperlukan.

Mereka belum dijinakkan para minian, bukan?

Mungkin sudah.

Jangan buang-buang waktu!

Tembak!

Kita belum pernah latihan menembak langit.

Tidak mungkin kena.

Hentikan!

Tolong!

Semua mati. Semua penembak sudah mati.

Pasukan Dua, terbang ke sisi lain bukit.

Kalian tidak boleh makan daging minia.

Koyak mereka semua berkeping-keping!

Agar semua tahu bagaimana nasib orang bodoh yang menentang Kerajaan Baru!

Lihat gerombolan sampah liar itu.

Serang! Bersiap untuk pertempuran udara!

Itu Sihir Termal Regnejee.

Tuan Regnejee adalah wyvern?

Ya.

Setiap kelompok wyvern punya pimpinan.

Regnejee adalah pemimpinnya.

Selama mereka berjaga, Kerajaan Baru...

terlindungi dengan baik.

Tidak ada kota lain dalam sejarah yang menggunakan wyvern

untuk peperangan udara.

Mereka tidak terkalahkan.

Kalau begitu, kenapa bandit menyerang?

Apa?

Bandit tidak akan menyerang kalau mereka tidak terkalahkan.

Kau benar.

Itu sebabnya aku butuh kalian berdua.

Maksudmu mereka bukan musuh sebenarnya?

Benar.

Ada seseorang yang menyuruh para bandit.

Seseorang yang diuntungkan kalau mereka menyerang Lithia.

Bukankah mereka menyebut Master Taren dari Lithia

orang yang mengaku sebagai Raja Iblis?

Begitu rupanya.

Jadi, lawan kita Aureatia?

Aureatia

Aureatia, kota yang dipimpin Ratu Minian terakhir.

Politik di kota itu

tidak dikendalikan oleh ratu, tetapi 29 orang pejabat.

Aku sudah dengar tentang Lithia.

Sudah jelas serangan dagang oleh bandit tidak akan cukup.

Lawan kita Taren si Waspada.

Karena itu kita berdiskusi.

Kompetisi Kerajaan untuk menentukan sang Pahlawan adalah upaya besar.

Kalau Lithia menyerang habis-habisan,

kita tidak akan bisa menghadapinya.

Dia tahu itu.

Meski begitu, perang harus jadi upaya terakhir.

Jadi...

kau mengusulkan pembunuhan.

Apa itu mungkin?

Bagaimana dengan Menteri ke-17... Pasukan Elea?

Aku punya mata-mata di sana.

Meski saat ini, mereka sedang menyelidiki masalah lain.

Kalau untuk menekan wyvern, itu keahlian Jenderal Keenam.

Aku lebih suka kalau si tua Harghent tidak ikut campur.

Setuju.

Lagi pula, saat ini dia sedang menuju Ngarai Tileet untuk menundukkan naga.

Naga?

Dia tidak mungkin bisa. Seberapa jauh dia ingin gagal?

Jadi, aku bisa pakai siapa pun selama tidak melibatkan Aureatia?

Kau ingin pakai siapa?

Pembunuhan tidak selalu harus dilakukan diam-diam.

Kadang, orang bisa mati dalam kecelakaan besar.

Kecelakaan besar?

Kau bisa lepaskan Penyerbu Pusaran?

Ishura Wyvern

Ngarai Tileet

Perkemahan Pasukan Pemburu Naga

Tampaknya kau lelah,

Yang Mulia.

Peke?

Sepertinya kau tertidur.

Kita sudah berjalan selama 20 hari.

Kita bahkan mendirikan perkemahan di penampungan.

Siapa pun pasti lelah.

Bagaimana dengan unit pelacak?

Aku sudah membagi prajurit radzio menjadi tiga kelompok dan menempatkan mereka.

Ada dua orang yang berpatroli di atas lembah setiap saat.

Salah satunya penerima.

Mulai besok, jadikan tiga sif bergantian tiap setengah hari dan malam.

Baik.

Namun, apa Yang Membara benar-benar terluka?

Kita tidak akan ada di sini kalau tidak yakin.

Biasanya dia terlihat terbang di langit, tetapi kini dia bersembunyi di sarangnya.

Ini kesempatan kita.

Mimpi buruk Ngarai Tileet, Vikeon yang Membara.

Kalau aku bisa membunuhnya, namaku akan tercatat dalam sejarah.

Ini seperti mengepung kastel.

Dia pasti kelaparan dan terbang keluar.

Itu yang kita tunggu.

Itu pun kalau laporannya benar.

- Namun... - Apa?

Yang Mulia! Enam penembak diserang!

Apa?

Sambungkan mereka.

Baik!

Ini Harghent. Laporkan situasi kalian.

Enam penembak di bawah tebing tidak jelas nasibnya!

Mungkin Yang Membara

sedang merayap di atas tanah menuju lokasi Yang Mulia!

Merayap di atas tanah?

Vikeon yang sombong itu?

Yang Mulia, ayo mundur.

Kenapa aku bisa salah?

Yang Mulia...

Kita tidak boleh ragu.

Dia sedang menuju...

Untuk apa dia...

Dari Peke ke Harghent. Matahari terbenam. Terbang!

Apa...

Apa...

Kau jenderalnya,

bukan?

Terkutuk kau, Yang Membara!

Akan kuizinkan kau menjawab.

Apa ada kelompok pemburu lain di luar sana?

Kau takut pada tangan pembantai manusia?

Vikeon yang Membara!

Keberanianmu sudah berkurang rupanya!

Jawab aku.

Apa ada orang lain selain dirimu?

Kalau tidak menjawab,

aku tidak akan membakarmu,

tetapi aku akan menyiksamu,

lalu membunuhmu.

Apa yang terjadi

dengan tubuhmu?

Yang Membara.

Kau berusaha menyembunyikan aibmu sendiri,

tetapi kau malah melakukan tindakan tercela dan memalukan padaku?

Seorang pahlawan...

Apa kau pernah melihat seorang pahlawan dengan matamu sendiri, Minian Lemah?

Apa?

Orang kuat yang muncul dari sebuah kelompok besar,

kalian menyebutnya pahlawan, bukan?

Jangan-jangan

itu perbuatan seorang pahlawan minian?

Jangan sombong!

Aku sudah membantai banyak pahlawan minian sampai bosan.

Mereka tidak lebih dari camilan bagiku.

Akan kukatakan yang sebenarnya, Minian.

Pahlawan yang dicintai oleh takdir

juga ada di antara wyvern.

Rupanya dia...

Aku sudah memberitahumu tentang aibku.

Sekarang giliranmu menjawab.

Aku yang terakhir di kelompok pemburu.

Tidak ada prajurit Aureatia lain yang datang.

Baiklah, kau kumaafkan, Minian Bodoh.

Namun, sebagai gantinya, kau akan terbakar dalam apiku.

Dari Harghent ke besi Aureatia.

Gelombang mendekat. Menara bayangan. Langit bintang berputar!

Pasang anak panah!

Langit di atasku akan menjadi hening!

Lihatlah kekuatan Jenderal Keenam Aureatia!

Kau tidak berdaya. Sama sekali tidak berdaya.

Dari Tileet...

Kenapa?

Lagi-lagi kau.

Kenapa?

Pelari Bintang!

Dia terlahir

dengan tiga tungkai atas.

Lengan-lengan itu mendambakan sesuatu yang baru.

Untuk meraih sesuatu yang belum terlihat.

Dia ingin membuktikan kalau dia bukan wyvern biasa.

Dia mendambakan semua yang ada di luar genggamannya.

Tidak lama, hasrat itu membawanya

merampas harta karun sebuah kota.

Menundukkan sebuah negeri.

Menaklukkan sebuah labirin.

Dan kini,

dia akan menghancurkan sebuah legenda.

Alus si Pelari Bintang.

Apa lagi yang kau inginkan?

Kau sudah mencuri seluruh hartaku.

Kenapa masih ingin lebih?

Kenapa, katamu?

Aku hanya melakukan yang seharusnya.

Pelari Bintang!

Jangan ikut campur!

Terkutuk kau, Pelari Bintang.

Menuju angin Tileet.

Keringkan bulan berkabut!

Peluru sihir beracun dari puncak Menara Langit Arboreal Tebing Barat.

Pelurunya meledak saat menyentuh saraf.

Dari angin Tileet!

Dari Alus ke kerikil Nimi.

Bunga kembali ke kuncup. Belah dan hancurkan cangkangnya...

Tetesan air.

Tikam.

Dia merapal Sihir Pengubah Bentuk

jauh lebih cepat dari satu tarikan napas.

Jangan main-main!

Apa kau tidak mengerti?

Dia musuhku!

Kenapa kau merebutnya dariku?

Apa kau ingin menolongku?

Pertanyaan aneh.

Bukankah menolong teman itu

hal yang wajar?

Aku...

Aku bukan temanmu.

Sekarang, aku jenderal Aureatia.

Aku pembunuh wyvern,

Harghent si Pencabut Sayap!

Benarkah?

Untuk bangkit di dunia,

aku membunuh ratusan jenismu.

Namun, aku masih mendambakan kejayaan bahkan di usia ini.

Itu yang membawaku kemari.

Itu sebabnya aku mengagumimu, Harghent.

Aku sudah dengar.

Kompetisi Kerajaan Aureatia.

Semua berusaha menjadi Pahlawan.

Benar...

Aku tidak keberatan ikut serta.

Dan seperti sebelumnya...

Menuju angin Tileet.

Keringkan...

Apa!

...bulan berkabut!

Alus! Minggir...

Apa ini?

Perisai Besar Kematian.

Pelari Bintang!

Sekali lagi.

Menuju angin...

Pedang Cahaya Hillensingen.

Dia bahkan tak bisa menggerakkan lengannya waktu kami pertama bertemu.

Kenapa kau bisa...

Dua puluh sembilan Pejabat Aureatia sedang mencari seorang Pahlawan.

Mereka mengumpulkan orang-orang terkuat dari seluruh dunia.

Ya.

Kalau kau yakin dengan kemampuanmu,

kau juga harus ikut.

Namun,

aku tidak akan memilihmu!

Aku...

Aku tidak akan memakai kekuatanmu untuk meraih kejayaan.

Aku tahu.

Hasratmu sangat menyilaukan.

Suatu hari nanti,

kau akan menjadi jauh lebih hebat dariku.

Kau mau ke mana?

Ke Labirin Besar Nagan.

Untuk apa ke kota yang hancur?

Ada yang kuinginkan di sana.

Alus...

Dialah makhluk yang bisa menangani

beragam senjata dengan kecakapan luar biasa.

Makhluk yang memiliki banyak benda sihir tidak biasa

yang dikumpulkan dari seluruh negeri.

Makhluk yang sudah menantang banyak labirin dan musuh

di dunia luas ini dan menaklukkan mereka semua.

Hasratnya bahkan membawanya mengungguli para naga,

dan menjadikannya makhluk udara tercepat.

Dia berandal. Dia wyvern. Dia Alus si Pelari Bintang.

Berikutnya: Episode 3, Dakai si Murai dan Regnejee si Sayap Matahari Terbenam

Terjemahan subtitle oleh Elda Indriasari

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.