Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Raja Iblis Sejati sudah mati.
Musuh dunia telah dikalahkan oleh seseorang.
Namun, hingga kini, sisa kekuatannya masih menggeliat dalam jumlah besar.
Mereka tidak bisa ditundukkan oleh kekuatan biasa.
Seratus iblis laksana shura…
Selagi kota terbesar dunia, Aureatia, melangsungkan pemilihan sang Pahlawan,
pemimpin Kerajaan Baru Lithia, Taren si Waspada,
menuntut tatanan baru dan memerintah lewat ketakutan.
ISHURA
Apa ini?
Kerajaan Baru Lithia
Apa aku terlambat?
Sepertinya perang sudah dimulai.
Kurasa orang-orang Aureatia tidak akan bisa lewat.
Episode 9 Api dari Langit
- Di mana musuh? - Persiapkan lebih banyak pemanah!
- Ada pergerakan di Aureatia? - Awasi serangan kavaleri!
Jangan biarkan satu penunggang pun lewat!
Hei!
Bisa minggir sebentar?
Pasti tidak seru melawan kalian.
Tembak!
Hanya tujuh peluru yang mengarah ke tubuhku.
Kalian harus membidik lebih baik!
Terkutuk! Kau pembunuh dari Aureatia?
Aku sudah minta kalian minggir.
Siapa kau?
Aku merasa tidak enak,
tetapi kalian semua harus mati.
Aku harus membuka jalan bagi yang lain.
Gunakan meriam!
Kirim pesan ke wyvern patroli!
Tembakkan meriam!
Prajurit wyvern belum tiba juga?
Aku tidak bisa membuka jalan sebelum membereskan mereka.
Hei!
Kenapa tidak menjawabku?
Siapa kau?
Aku tahu siapa kau.
Soujiro si Pedang Dedalu.
Aku di pihakmu.
Bukan itu pertanyaanku.
Tidak akan kubiarkan kau mengacau sendirian.
Kalau mau bertarung, lawan aku!
Kenapa?
Karena kau kuat!
Kecepatan itu. Kau benar-benar minia?
Di torsomu.
Aku melihatnya. Nyawamu.
Kau hanya punya satu nyawa, 'kan?
Kendaraan itu dan pengendaranya bergabung menjadi satu.
Mungkin dia memang di pihak Aureatia…
Tunggu, itu sebabnya dia berbahaya.
Aku tidak ingin bertarung denganmu.
Karena aku hampir selesai…
mengambil alih posisi ini.
Hei, tunggu!
Apa boleh buat?
Akan kuhabisi laba-laba itu bersama si tengkorak.
Apa?
Matanya…
Sama seperti waktu itu.
Padahal baju zirah Helneten
tidak bisa dihancurkan kapak raksasa atau napas naga.
Pedang apa yang dipakainya untuk menebasku?
Sepertinya ada orang
selain dirimu yang bisa membunuhku,
Kuze.
Dia yang berasal dari dunia orang mati,
bisa beradaptasi dengan bobot dan kecepatan luar biasa seekor kuda
yang menghancurkan sebuah daerah.
Dia pemilik senjata jarak jauh mematikan
yang bisa menembus satu pasukan dengan sekali tebas.
Dia pemilik baju zirah yang dapat menghalau segala serangan biasa
dan sifat abadi yang tidak bisa dihentikan.
Ia diberi dua tubuh,
tetapi kuda perang bengis ini hanya dicari untuk satu fungsi,
yaitu menghancurkan semua yang ada di depannya.
Dia Katafrak. Dia bangkit dari kematian. Dia Nihilo si Penyerbu Pusaran.
Pelari Bintang.
Bergerak ke Lithia.
Karena dia tidak muncul di Lithia,
kita bisa mengamankan sebagian besar benda sihir.
Siapa sangka dia begitu ceroboh menunjukkan taktiknya.
Dia memang payah.
Dengar, Otak Burung!
Dengar!
Serangan Alus paling berbahaya
adalah Pedang Cahaya Hillensingen.
Pedang itu menembakkan sinar begitu dihunus.
Menurut laporan, jaraknya bisa mencapai empat meter.
Tidak perlu menangkis.
Kalian akan tetap mati kalau terkena.
Pedang ajaibnya yang lain bernama Burung Gemetar.
Pedang itu bisa terbang sendiri sambil mengeluarkan suara keras.
Anggap pedang itu sebagai musuh lain.
Aku sudah menugaskan unit terpisah untuk mengawasi pedang itu.
Bukan itu saja. Dia memiliki cambuk ajaib bernama Tangan Kio.
Panjangnya mencapai 12 meter bahkan lebih.
Namun,
kadang dia menggunakannya sebagai pelindung di sekeliling tubuhnya.
Ini serangan yang harus kalian waspadai.
Waktu dia melakukan ini, jangkauan serangannya menjadi separuhnya.
Ulangi kata-kataku! Dua belas meter!
Dua belas meter…
Jangan mendekat…
Sudah ingat semuanya?
Senjata utamanya, pistol, jaraknya lebih jauh lagi.
Dia punya peluru sihir beracun yang bisa melelehkan kalian hanya dengan goresan,
dan peluru sihir petir.
Kalian bisa mencegahnya menembak
dengan mengacaukan posisinya dan mencegahnya mengisi peluru.
Itu harus dilakukan pada jarak lebih dari 12 meter.
Pasukan bunuh diri, usik dia di luar radius enam meter.
Mengerti…
Serang si Pelari Bintang!
Wyvern tidak butuh pahlawan.
Akan kuakhiri ini di sini, sekarang.
Ishura Yang Bangkit dari Kematian
Wajah yang sudah lama tidak terlihat.
Kau sudah lari begitu lama,
Alus si Lengan Tiga.
Akhirnya kau kembali ke kawanan.
Kami bahkan menyambut sampah sepertimu di kawananku.
Kalau mau, kau bisa bertugas mencari makanan.
Tutup mulutmu.
Jangan bilang kau marah.
Tentu tidak.
Kau bahkan tidak punya otak yang dibutuhkan untuk marah.
Kau merangkak di tanah dan hampir tidak bisa menaiki angin.
Lengan tiga yang bodoh.
Itulah dirimu!
Respons ceroboh, seperti dugaanku.
Kau tahu kenapa aku menunggumu di Lithia?
Menggunakan senjata sendiri
adalah hal yang bodoh. Benar, Alus?
Ini jebakan. Kalau berhenti, aku akan ditembak jatuh.
Senjata yang bisa kugunakan dari jarak ini adalah…
Dari Regnejee ke angin Lithia. Cakram Cermin Terbalik.
Sengatan Matahari.
Sinari!
Menyebalkan.
Tembakan sesuai perhitungan.
Burung Gemetar.
Kio…
Dari Regnejee ke angin Lithia. Cakram Cermin Terbalik.
Sengatan Matahari.
Sinari!
Aku sudah punya cara mengatasi Tangan Kio dan Pedang Cahayamu.
Kini, lenganmu hanya jadi beban.
Alus. Alus si Lengan Tiga!
Biar kutebak apa yang kau pikirkan.
Kau berpikir seandainya Bintang Dingin ada di tanganmu, 'kan?
Kau kesal?
Itu pun kalau hatimu bisa merasakan hal itu.
Bintang Dingin?
Aku tidak butuh benda semacam itu
untuk menghancurkan sebuah negeri.
Pelari Darat.
Hanya jalanan yang terbakar.
Itu bahkan bukan fasilitas militer. Serangan tidak berarti.
Curte?
Apinya belum mencapai Curte.
Hanya warga minian yang akan mati.
Enam belas meter!
Aku tahu kau merahasiakan jarak penuhmu.
Namun, itu tidak ada bedanya.
Sebenarnya mereka ini apa?
Mereka berbeda dengan kawanan biasa!
Mereka bukan wyvern…
Hanya butuh kurang dari empat tahun untuk membangun kembali kawananku
yang dihancurkan Raja Iblis Sejati.
Mau tahu caraku melakukannya?
Aku mengubah pikiran mereka dengan Sihir Kehidupan.
Aku juga akan mengubahmu.
Kau bohong.
Sihir Kehidupan tidak mungkin melakukannya.
Kau mulai bicara untuk mengulur waktu,
Alus si Lengan Tiga?
Makin lama waktu berlalu, kekalahanmu makin jelas.
Inilah Kerajaan Baru.
Aku bisa mengerahkan penembak jitu minian sesuka hatiku.
Sejak pertama kau datang,
mereka sudah berkumpul di distrik ini, Lamban!
Kau masih saja banyak bicara, Regnejee.
Memang!
Bertobatlah sekarang. Akui kekalahanmu.
Aku bicara untuk memberimu kesempatan.
Aku hanya mencoba membuatmu mengerti seberapa besar kesalahanmu,
dasar sampah tidak berguna!
Pikirkan baik-baik, Alus!
Taktikku sudah mengalahkanmu!
Benar…
Waktu…
Aku butuh lebih banyak waktu.
Tamat riwayatnya.
Aku yang benar.
Semua prajurit, turun! Kejar dia!
Anggap musuh selamat dan kepung Alus si Pelari Bintang!
Begitu menemukannya, jangan biarkan dia kabur.
Meski nyawa kalian taruhannya.
Nyawa kami…
Kepung… Mengerti…
Jangan terus mengulang kata-kataku dan cepat pergi, Bodoh!
Entah kenapa
tidak ada darah yang tumpah waktu dia tertembak peluru tadi.
Kalau setiap gerakannya sejak melepas api itu ada alasannya…
Artinya dia ingin terbang rendah!
Perisai Besar Kematian.
Aku menemukannya!
Aku menemukan Alus si Pelari Bintang!
Menjalankan serangan lanjutan!
Mereka membuatku takut.
- Di mana dia? - Terus turun!
Sial. Kita tidak bisa melihat apa-apa karena api ini.
Pertimbangkan masalah dan bertindak.
Benar, aku harus bertindak.
Aku tak akan pernah lari dari kawanan seperti dirimu.
Kau tak akan kubiarkan lari lagi.
Kau akan dibunuh oleh kawanan yang kau tinggalkan!
Sepertinya kau juga mau lari.
Kau tahu, kita biasanya lari dari musuh.
Artinya kau menganggap kawananmu sendiri sebagai musuh.
Sampah! Terbakarlah dan mati di sini!
Alus si Lengan Tiga!
Ledakan?
Mereka memang gila.
Mereka sama sekali tidak punya kebebasan.
Makhluk seperti itu bukan wyvern.
Benar!
Mereka bukan wyvern lagi!
Dari Regnejee ke sayap Eupa. Kubah memusing, pecahan emas berkilau.
Terurai!
Bodoh.
Dasar makhluk bodoh tidak berdaya!
Kau pikir bisa sampai sejauh ini hanya karena tekadmu sendiri?
Kumbang gunting.
Serangga yang kukendalikan dengan Sihir Kehidupanku.
Mereka tertarik pada aroma asap dari tubuhmu.
Di Kota Mage,
kau membakar beberapa prajuritku, 'kan?
Kau menghirup asap dari belanga.
Asap para wyvern yang meledak sudah menempel di sistem pernapasanmu.
Lokasi tempatku memojokkanmu dengan serangan ledakan bunuh diri
adalah tempat perburuan yang dikelilingi sarang kumbang!
Semua yang kau pikirkan, segala macam hal sejak awal,
semuanya termasuk dalam rencana taktisku.
Menurutmu apa yang akan terjadi?
Langit-langit mulut dan lubang hidungmu akan dimakan,
dan merusak bagian otak yang mengendalikan kehendak bebas.
Mau kutebak apa pikiranmu sekarang?
Coba tebak
apa yang kupikirkan…
"Dia datang ke depan kawanan.
Akan kugunakan sisa kekuatanku
untuk menyerang tiba-tiba dan melumpuhkan komandannya."
Serang…
Kau mengayunkan Pedang Cahayamu.
Bertindak…
Pertimbangkan masalah dan bertindak.
Dari Regnejee ke sayap Eupa. Kubah memusing, pecahan emas berkilau.
Terurai.
Hidupmu tidak berarti.
Termasuk harta karun dan ketenaran yang kau kumpulkan.
Kau tahu nyanyian?
Aku sudah menemukan harta karun sejati.
Jauh lebih hebat dari milikmu.
Sudah kuduga.
Ke atas…
Apa lagi?
Kau belum sadar aku sudah mengalahkanmu?
Sudah kuduga kau akan lari ke atas.
Kalau selama ini dia mengendalikan api…
Pelari Darat.
Kau terlalu banyak bicara, Regnejee.
Andai kau diam saja, kau akan lebih menantang.
Ini perpisahan.
Berikutnya: Episode 10 Bencana yang Hilang
Diterjemahkan oleh Elda Indriasari
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.