All language subtitles for 5.in.1.2022.WEBDL.Tagalog-INDO-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Cium!

Baik. Selamat sore semuanya.

Tampaknya sebagian besar dari kalian sudah kenyang. Aku pun sudah lihat beberapa bungkus makanan sisa.

Kau tampak sesuatu!

Kau terlihat seperti Maggie. Maggie bergusi.

Aku hanya bercanda denganmu.

Bagi kalian yang masih makan,

utamanya jika kalian bawa hadiah, silahkan ambil makanan sendiri di prasmanan.

Kalau tidak, cukup minum air putih saja.

Kalian sangat cantik!

Kurasa dengan wajah tanpa cacat seperti itu,

kalian pasti punya pesan untuk pengantin baru yang sama sempurnanya.

Bolehkah kalian melangkah ke depan?

Halo semuanya.

Bagi yang tak kenal kami, kami adalah sahabat Mia.

Namaku Lana Rose. Pesanku untuk Allen Cabigan.

Kuharap kau akan rawat teman kami seperti kau merawat tanaman

karena dia tak bisa bertahan hidup tanpa disiram setiap hari.

Maksudku, disirami dengan perhatian dan cinta.

Aku mengerti.

Namaku Maria Osaka. Aku ingin katakan,

dalam hidup, kadang kita merasa di atas, kadang di bawah.

Saranku untukmu, Tn. Allen Cabigan, mengalahlah pada Mia.

Biarkan dia mengalahkanmu.

Mengalahlah jika ingin memecahkan masalah.

Temanku sangat pandai memecahkan masalah.

Namaku Lexy Laurice. Tolong maafkan teman-temanku.

Mereka suka bercanda.

Tak ada yang ingin kukatakan padamu, Mia. Bagi Allen, ada satu hal.

Aku ingin bilang, bung, jangan pernah sakiti temanku, ya?

Atau kau akan dapat itu dari kami semua.

Tapi jika dia ingin sedikit rasa sakit, berikan padanya.

Apa? Dia ingin rasa sakit?

Tentu! Terkadang dia ingin sedikit sakit!

Seperti tamparan.

Apalagi jika menamparnya dengan keras. Dia suka itu.

Maksudku, tampar dia dengan penuh cinta!

Siapa yang tak ingin ditampar dengan cinta yang meluap-luap, kan?

Jadi itu saja.

Hai, hadirin sekalian.

Namaku Riley Red. Pesanku untuk Mia Kalisa-Cabigan.

Mia, selalu ingat, cuci dulu sebelum dimasukkan ke mulut.

Tanganmu, maksudku. Ayolah! Ada apa dengan kalian?

Dia suka makan pakai tangan.

Menyenangkan, bukan?

Luar biasa. Persahabatan kalian begitu menarik.

Tuhanku, aku benar-benar rasakan kedekatan kalian.

Bagaimana persahabatan kalian dimulai?

Aku tak menyangka begitu banyak orang yang sayang aku.

Siapa ini?

Berengsek.

Berengsek jelek.

Kau akan bunuh aku dua kali.

Suster Teresa, kenapa terus mondar-mandir?

Kau patroli, kah?

Adikmu tak bisa beristirahat dengan tenang jika kau terus seperti ini.

Kau terlihat seperti orang menopause yang gelisah.

Jangan mulai denganku, Bernie.

Menopause, kah? Aku hanya panas tiba-tiba.

Mau aku baringkan kau di samping adikku dan nyalakan lilin untukmu?

Apa masalahmu?

Ini adikku, Dick.

Dia lupa sebutkan siapa di antara para mantannya yang akan mewarisi hartanya yang tersimpan rapi.

Bernie.

Kalian dekat, bukan? Katakan padaku yang sebenarnya.

Jangan berbohong. Apa kau tahu sesuatu?

Jika kau berbohong, aku akan mencap dahimu dengan salib ini.

Aku tak tahu apa-apa, suster!

Lagipula, aku tak tahu bohong. Aku tak suka berbohong.

Aku sangat jujur (honest). Orang bahkan salah mengira aku sebagai Honesto.

Juga, berbohong membuatmu jelek.

Apa? Berbohong membuatmu jelek?

Ya.

Maka kau tak boleh katakan kebohongan satu pun.

Kenapa memangnya?

Wajahmu tak bisa lebih jelek lagi.

Kau begitu jahat padaku.

Aku hanya bercanda.

Wajahmu tak populer. Tapi penampilanmu meyakinkan.

Itu aku membalasmu untuk lelucon menopausemu.

Itu bukan lelucon. Itu benar.

Suster Teresa! Santai!

Hirup...

Hembuskan.

Suster Teresa,

kita hanya perlu berdoa dan aku yakin Tuhan akan berikan jawaban.

Kau benar, suster. Jawaban adalah kuncinya.

Tuhan, maukah bantu aku?

Terimakasih, Tuhan!

Suster, aku kepikiran sesuatu.

Apa maksudmu?

Aku akan panggil mantannya untuk sampaikan pidato

dan begitu aku memilih wanita yang paling sesuai untuk Dick

aku akan wariskan padanya harta paling berharga milik Dick.

Boleh juga!

Boleh juga!

Benar?

Haleluya!

Benar?

Puji Tuhan!

Terima kasih telah datang untuk beri penghormatan terakhir pada adikku Dick.

Terima kasih atas tangis dan doanya.

Aku bisa rasakan ketulusan yang sangat dalam.

Aku ingin meminta mantan Dick,

supaya mengangkat tangan mereka.

Tunggu.

Tunggu.

Yakin semua ini mantan Dick?

Kau jelek sekali.

Kau mantan Dick?

Aku salah satu mantannya.

Apa?

Sebenarnya, kami punya anak.

Memalukan!

Jika kau punya anak, seperti apa kelihatannya?

Saluran karena kau tampak seperti saluran!

Kau ingin tersakiti?

Kau menantang?

Tunggu. Biar aku. Tenangkan dirimu.

Kau seorang biarawati. Duduklah.

Kau mantannya Dick?

Lebih seperti mantan narapidana!

Begitu dia lihat wajah jelek itu,

aku yakin dia terlihat memerah.

Kau ingin ditampar?

Kau ingin mandi?

Tidak, nona. Aku berusaha keras untuk ini.

Hei! Selesaikan.

Aku mantannya Dick.

Apa?

Kau mantan Dick?

Ya.

Bahkan, dia beri aku rencana peringatan.

Tapi dia akhirnya menggunakannya.

Benarkah, nenek?

Di usiamu? Mengejutkan kami bisa bicara denganmu secara langsung.

Di usiamu, kami hanya bisa bicara denganmu lewat papan ouija.

Diam.

Aku mantan Dick yang sebenarnya.

Apa?

Baik. Jika kalian tak terima, tidak apa-apa.

Tapi terlepas dari itu, aku memang mantannya.

Sudah kuduga.

Mundur, pinguin.

Aku bersama dia dalam kampanye.

Kau terlihat familier.

VVM? Bukankah kau adik presiden Home Owner yang baru terpilih?

Nona Neli?

Apa Nona Neli tahu yang kau perbuat?

Seperti kataku, kami bersama selama kampanye.

Dan kakakku mendukung segala sesuatu tentang kami

bahkan dalam proyek 5 dalam 1.

Jadi jangan ganggu urusanku.

Kau tak dengar keluhanku tentang ponimu yang terlihat seperti lidah ular kobra

dan rambutmu yang terlihat seperti iguana?

Jangan ganggu urusanku karena kau tak tahu apa-apa!

Kau mau aku tampar?

Aku menantangmu, jelek.

Baiklah, aku akan tampar diriku. Puas sekarang?

Aku akan sakiti diriku sendiri.

Kau sangat jahat. Kau bahkan memanggilku penguin.

Kalian bisa berhenti atau tidak?

Aku akan buat kalian menyusul adikku!

Aku sangat benci berbohong, saudara saudari.

Jika bisa,

aku tahu selera adikku pada wanita.

Yakin kau mantannya Dick?

Ya, suster.

Kau bohong karena Dick tidak suka Fil-Am.

Apa aku terlihat seperti orang asing?

Kau terlihat harus mandi.

Duduk.

Dan kau, Nenek.

Dengan segala hormat, aku tak paham bagaimana kau bisa bertahan dari adikku.

Berbohong itu dilarang.

Saat waktumu tiba, pintu yang berbeda mungkin terbuka untukmu.

Duduk.

Baik, kakak.

Kakak? Tuhan memberkatimu.

Ingat, kau membusuk sebelum aku.

Mari pisahkan yang tak dapat membusuk dan yang bisa membusuk.

Kalau kau, VVM, kampanye 5 dalam 1 sudah selesai, kan?

Apa yang kau perjuangkan?

Aku perjuangkan cintaku dan Dick.

Beraninya kau.

Kau sesuatu, VVM.

VVM!

VVM!

VVM!

Permisi. Apa sebenarnya yang dimaksud VVM?

Benar-benar gay, ibu.

VVM!

VVM!

Apa yang terjadi?

Suster, kendalikan dirimu.

VVM, kau mau duduk atau kubuat merangkak pulang ke kakakmu Neli?

Aku sudah duduk. Selama enam tahun, kan?

VVM!

Duduk!

Kau.

Kau.

Kau.

Kau dan kau.

Saudara dan saudari, maaf atas tindakanku tadi.

Terkadang, emosiku menguasai diriku

dan aku dirasuki oleh musuh Tuhan.

Senang, ya?

Kalian pikir itu sangat lucu?

Kalian berlima.

Bagaimana kalian kenal adikku?

Pertemuan pertama kami itu kacau.

Dia buat aku terkesan pada pertemuan pertama kami.

Pertemuan pertama kami mengubah hidup.

Dia ksatria berbaju zirahku saat pertama kali bertemu.

Pertemuan kami adalah kejutan.

Kau terlambat lagi.

Berapa lama lagi kau akan seperti ini?

Maaf, pak. Aku harus selesaikan persyaratan beasiswaku.

Aku ingin selesaikan studiku.

Beasiswa! Studi!

Aku tak menjauhkanmu dari impian hidupmu.

Tapi kau harus tunjukkan sedikit cinta untuk pekerjaanmu.

Jangan terlambat lagi. Dengar aku?

Kau membuatku jengkel.

Hai, pak.

Kerja!

Bos. Keliatannya kau kepincut.

Aku tahu tatapan itu. Mau kumintai nama dan nomornya?

Bernie.

Kau lihat dia diteriaki, kan?

Kau ingin tunjukkan wajah itu padanya?

Dia pasti akan marah.

Aku saja yang lakukan.

Dan jangan dekati aku. Kau akan mengotoriku.

Kau tak keberatan pada anak ayam yang mendekatimu. Tapi kau jijik saat denganku.

Memang. Setidaknya dengan anak ayam itu,

aku dapat kesenangan.

Denganmu, aku hanya dapat kekesalan.

Berhenti bicara.

Hai, Nona Lana Rose. Apa menu terlarismu?

Bagaimana kau tahu namaku, Pak?

Dadamu.

Maksudku, papan nama di dadamu.

Itu dia. Aku bisa lihat.

Kau memegangnya seolah aku akan mencurinya.

Maaf, Pak.

Apa pesananmu tadi?

Yang paling laris.

Bukankah kau penjual terbaik di sini?

Boleh aku mengajakmu keluar?

Ini kedai kopi, Pak. Bukan bar.

Agaknya kau salah tempat.

Kenapa bersikap begitu? Aku hanya mencoba menghiburmu.

Kau terlihat sangat stres.

Aku hanya ingin lihat senyuman.

Suasana hatiku sedang tak baik, pak.

Manajerku baru saja meneriakiku.

Baiklah, aku akan buatkan kau kesepakatan.

Jika aku hilangkan stresmu, maukah kau berkencan denganku?

Tentu, Pak.

Bagaimana kau akan menghilangkannya?

Halo, Bu. Kejutan!

Apa yang membawamu kemari?

Apa ada pemeriksaan hari ini?

Tidak, aku hanya ingin beritahu bahwa kau dipecat.

Lana Rose adalah manajer baru.

Bu, tolong jangan lakukan ini.

Bagaimana? Aku menyingkirkan penyebab stresmu.

Jadi, kau mau berkencan denganku sekarang?

Pak, tolong jangan ikut campur.

Tolong sedikit hormati pemilik toko.

Jangan bicara begitu dengan pemilik baru.

Tunjukkan rasa hormat.

Ya. Lagipula, bosku selain kaya, dia juga tampan.

Minggir.

Apa sekarang? Aku memenuhi kesepakatanku.

Kuharap kau akan lakukan hal yang sama.

Pak, aku tak ingin seseorang kehilangan pekerjaan karenaku.

Baiklah, aku terima undanganmu untuk berkencan.

Biarkan manajerku tetap pada pekerjaannya.

Baiklah. Kau bosnya.

Terima kasih! Pak!

Pak! Terima kasih!

Kau yakin ingin tinggal di kedai kopi ini?

Aku bisa bawa kau ke suatu tempat yang mahal.

Apa yang kau mau? Anggur, steik?

Pak, masih banyak yang harus aku kerjakan. Aku tak bisa buang-buang waktu sepertimu.

Tolong, kau bisa berhenti memanggilku 'Pak.'

Namaku Johnny Dick Jordi.

Dick-nya panjang karena tak terlalu pendek.

Apa kau sedang terburu-buru? Tak bisakah kau bersantai sebentar?

Aku punya pekerjaan sampingan yang harus diselesaikan.

Uang tambahan untuk biaya kuliahku.

Aku agak ingin berhenti, sebenarnya. Tak ada yang percaya aku akan pernah lulus.

Itu yang tak boleh kau lakukan.

Tidak masalah mereka percaya atau tidak.

Pastikan kau tak pernah berhenti percaya pada dirimu sendiri.

Kau gampang mengatakannya.

Karena kau kaya.

Aku kaya hanya ketika aku mendirikan sebuah bisnis.

Aku juga pelajar yang sedang bekerja.

Kerja keras dan ketekunan. Itu mantraku.

Kau cukup mengesankan.

Dick.

Senangnya kau memanggilku dengan namaku.

Kukira kau akan pergi jauh.

Hanya bertahan.

Bagaimana kalau kau jadi salah satu sarjanaku?

Aku tak suka itu. Aku ingin dapat beasiswaku.

Wow. Aku sangat terkesan.

Itulah yang aku katakan pada kerabatku yang sombong.

Baik. Bagaimana dengan ini?

Aku akan bantu kau bekerja paruh waktu agar kau dapat peroleh penghasilan tambahan?

- Bagaimana dengan itu? - Jauh lebih baik.

Aku suka bekerja. Aku tak ingin itu diserahkan padaku.

Kurasa kau pria yang baik.

Kau cukup baik.

Memang benar, aku pria yang baik.

Tapi apa kau ingin lihat sisi burukku?

Tuhanku.

Kau tak akan berhasil jadi tentara, gadis.

Kau menyerah pada kencan pertama.

Apa yang salah denganmu?

Jual mahal lain kali untuk perubahan.

Jantungku berdebar sangat kencang hari itu.

Aku merasa seperti akan mati.

Kenapa begitu?

Diam. Kita sudah sampai pada bagian terbaik.

Yang benar saja.

Berhenti mengganggu. Akhirnya masuk!

Apa yang kau lakukan di sini, Bu?

Aku dari tadi minta perhatianmu tapi kau terus mengabaikanku.

Kenapa kau pucat?

Tidak.

Aku melihat mobil Dick diparkir tidak jauh.

Apa dia ada di dalam?

Tidak. Bos tidak ada di sini. Mobil itu aku yang bawa.

Aku bawa untuk perbaikan.

Lalu apa yang kau sembunyikan? Apa yang tak boleh kulihat?

Apa yang baik dan apa yang akhirnya masuk?

Tidak ada. Masalahnya...

Aku mau beli kopi di dalam.

Tidak. Kau tak bisa lakukan itu.

Begini masalahnya, Bu.

Aku tak beritahu bos bahwa aku akan bawa mobil.

Sekarang, aku antar sepupuku dengan mobil itu.

Dia akan melamar.

Adapun apa yang akhirnya masuk, maksudku cincinnya.

Baik. Aku mengerti.

Kau bawa mobil bosmu seperti itu.

Menyusullah kalau mau. Aku akan masuk untuk beli kopi.

Kau tak bisa masuk, Bu!

Bos! Bu, jangan libatkan aku... Diam!

Berhenti bersikap bodoh. Apa ini yang diajarkan ibumu?

Berhentilah. Berhenti mendorong.

Ini acara pribadi yang eksklusif.

Mereka sewakan secara eksklusif.

Kau tak bisa masuk.

Baiklah, aku pergi!

Aku akan beli di tempat lain.

Ya, cari tempat lain. Pergi.

Pergi dari sini.

Kau hanya bikin masalah bagiku.

Kau harus menunggu untuk diberitahu.

Sialan!

Kau orangnya!

Kau di sini juga?

Kenapa kau tak membunuhku saja?

Apa yang kau katakan?

Aku datang cuma untuk mengantar produk kopi.

Manajemen bilang aku harus bawa sampel kopi

ke kedai kopi baru yang dibeli Dick.

Apa dia ada di dalam?

- Aku mau masuk. - Tidak! Bos tak di sini. Kau tak bisa masuk.

Kenapa aku tak bisa masuk?

Kau tak bisa masuk karena...

Kuberitahu kau, caramu berakting. Sumpah!

Sangat mencurigakan.

Tidak, Bu. Kau tak bisa masuk...

Aku bilang, kau tak diizinkan masuk!

Apa nenekmu mengajarimu?

Kembali. Kau tak bisa masuk sini.

Kenapa tidak? Aku akan masuk. Tunggu.

Aku hanya akan mengantar ini.

Ada apa denganmu?

Kau tak bisa masuk karena aku mengalami serangan.

- Aku tak bisa berjalan. - Aku cuma akan mengantarnya. Tak bisakah?

Artinya kopi itu kuat.

Kuat seperti daya tarik seksku.

Serius, Bernie. Hentikan, atau kupotong lidahmu.

Kau seperti bosmu.

Kurasa tidak.

Kenapa?

Dia jelek sepertimu.

Kau terus lontarkan kata itu seolah kau tak terlihat seperti ibu gendut.

Kau ke sana? Aku tak bilang aku cantik.

Aku cuma bilang aku tak seburuk dia.

Cukup. Hentikan.

Lana, lanjutkan.

Dick-lah yang memenuhi kewanitaanku.

Dia ungkapkan cintanya padaku dengan berbagai cara.

Apa yang kau lakukan di kamarku?

Banyaknya lilin.

Kenapa kau memakai jubah?

Kita akan coba sesuatu, sayang.

Aku perhatikan kau begitu stres karena studi dan pekerjaan.

Aku menghargainya, sayang.

Tapi apa yang akan kita lakukan? Aku agak mengantuk.

Biar aku yang tangani, sayang. Aku akan bangunkan semangat tidurmu.

Dan aku akan bawa kau ke surga.

Satu putaran lagi.

Kau siap?

Bisa gunakan lilin yang lebih kecil? Itu agak terlalu besar.

Lebih besar lebih baik.

Tidak, yang kecil saja.

Tidak. Bukan itu.

Aku bilang bukan itu.

Yang kecil saja.

Santailah.

Kau bisa terluka. Aku tak ingin kau terluka...

Tidak. Lupakan.

Sayang?

Api? Seperti pertemuan pertama kami.

Panas dan berkobar.

Kau itu apa, ikan bakar? Panas dan berkobar apanya?

Kau juga, panas dan berkobar.

Kau matahari?

Karena kecantikanku berseri-seri?

Karena terlalu lama menatapmu itu menyakitkan.

Duduk dan nyimak saja, bisa?

Jadi, seperti kataku.

Turunkan Dick!

Turunkan Dick!

Turunkan Dick!

Lebih keras! Turunkan Dick!

Turunkan Dick!

Apa masalahmu?

Kau coba buat aku marah?

Apa masa...

Masalah?

Kau punya masalah besar, Pak.

Kenapa kau pecat salah satu rekan kerjaku tanpa proses hukum?

Ya, kenapa?

Baik, mari kita bahas.

Ayo bicarakan di jamuan makan malam nanti.

Kau tak menganggap kami serius, Pak.

Semua orang kaya sama saja.

Kalian pikir semuanya lelucon.

Betul!

Bos, abaikan saja orang-orang ini.

Mereka terlalu banyak.

Kau mau jika mereka memukulimu...

Mau wajahmu jadi seperti ini?

Tidak, bajingan. Aku bahkan tak ingin membayangkannya.

Maka bereskan ini.

Aku hanya bercanda.

Baiklah. Mari kita bicara di kantorku.

Aku tak bisa terima itu. Kau harus bicara dengan kami semua.

Betul!

Bagaimana aku bisa mengajak kau berkencan dengan semua orang ini?

Maksudku bagaimana aku bisa menjelaskan

Dengan semua orang bicara sekaligus?

Benar?

Jelaskan itu lain kali, Pak. Kurasa kau bermaksud sesuatu yang lain.

Tidak.

Tidak? Baiklah.

Kantor?

- Kantormu? - Ya.

- Di dalam, Pak? - Ayo pergi?

- Bagaimana dengan mereka? - Tetap disini.

Tetap disini. Aku akan segera kembali.

Bagaimana dengan kami?

Perhatikan, Bernie. Mari kita bahas. Ini penting.

Panggil kembali semua orang yang kita pecat.

Aku tak ingin Nona Cantik ini mengira aku pembohong.

Baik, bos. Aku akan lakukan itu dengan rasa hormat.

Berhenti berkedip atau aku akan bergabung dengan demo di luar.

Bodohnya.

Tetap di sana. Kenapa terburu-buru?

Monyet itu baru saja pergi. Sekarang kau juga pergi.

Aku tak ingin merusak sambutanku, Pak.

Aku harus kembali bekerja.

Siapa namamu?

Mia Kalisa, Pak.

Aku pemimpin serikat pekerja.

Kurasa kau bagusnya jadi sekretarisku.

Jika kau sekretarisku, kau tak akan kesulitan dalam produksi.

Tidak masalah, Pak. Aku sudah terbiasa dengan masa-masa sulit.

Aku mengerti.

Ada hal lain yang sebaiknya kau lakukan.

Jadi pacarku.

Pak, jangan ganggu aku kecuali kalau kau ingin digugat.

Hanya bercanda. Santai.

Hai, selamat siang.

Istirahat makan siang. Ayo, mari kita makan.

Ayo! Ayo pergi!

Pergilah. Istirahat makan siang. Istirahat makan siang.

Hai, pak. Kami ingin makan siang.

Hei, Mia. Kenapa kau tak bergabung dengan yang lain?

Pak.

Kau ingin makan di luar?

Kau yakin tentang itu, Pak?

Tentu saja. Apa pun untukmu.

Semua sambil gemetar.

Aku bisa ajak orang lain, kan?

Tergila-gila.

Rekan kerjaku yang pekerja keras! Bos mentraktir kita makan siang!

Terima kasih, Pak. Kau yang terbaik.

Ayo pergi.

Di mana kita makan, Pak?

Hai, Nn. Cantik!

Maaf, Pak. Kau muncul tiba-tiba.

Tidak apa-apa.

Bunga?

Itu untukku, Pak?

Terima kasih, Pak.

Sayang? Kau sudah dewasa.

Beraninya kau tunjukkan wajahmu di sini.

Saat ayah sakit, kau tak ada.

Dari hari bangun sampai pemakamannya,

kau juga tak ada.

Sayang. Tolong maafkan aku atas semua perbuatanku.

Maafkan aku, sayang.

Sudah terlambat.

Orang yang harus kau minta maafi

sudah lama pergi.

Sayang, tolongโ€ฆ

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com

Halo?

Siapa ini?

Halo, Mia. Ini aku, Dick.

Aku hanya ingin tanyakan kabarmu. Tiba-tiba aku merindukanmu.

Kau tak pernah berhenti, ya?

Baiklah, aku akan beri kau kesempatan.

Jemput aku sekarang.

Kenapa kau begitu pendiam?

Kenapa? Apa masalahmu?

Bukankah kau ingin ini?

Ini? Dan ini.

Mia!

Ada yang salah.

Aku tahu kau bukan wanita seperti ini.

Ada apa? Aku akan dengar.

Ibuku yang tinggalkan kami selama bertahun-tahun.

Dia kembali seolah tak terjadi apa-apa.

Apa kau dengar yang dia katakan?

Tidak. Aku tak mau.

Dia tak berharga.

Baiklah, menangislah.

Kau terluka makanya kau layak untuk keluarkan semuanya.

Kau tahu, aku juga tak berhubungan baik dengan ayahku.

Dia juga tinggalkan kami.

Tapi ketika dia kembali suatu hari, aku terima dia terlepas dari apa yang kurasa.

Wow.

Kau orang suci?

Itu sulit dipercaya.

Kita semua lakukan kesalahan, bukan?

Pikirkan rasa sakit yang mereka lawan

untuk akhirnya punya keberanian muncul di hadapanmu.

Lagi pula, mereka masih orang tua kita.

Kita tak memilih mereka.

Mereka adalah hadiah dari Tuhan.

Kau bukan orang jahat, ya?

Korbanku tak akan setuju.

Apa katamu?

Aku bilang sudah larut. Aku akan antar kau pulang.

Sayang, aku akan menyelamu sebentar.

Maksudmu tak ada yang terjadi di antara kalian malam itu?

Tidak ada, suster.

Begitulah bagi orang-orang yang aktraktif.

Sulit didapatkan.

Kau yakin?

Bahkan jika kau yang memulai?

Sumpah, suster. Aku berharap orang di sampingmu itu yang mati.

Hei, kenapa aku? Kembali ke sana.

Sungguh? Tuhan membawamu sekarang?

Sungguh, tak ada yang terjadi, suster.

Setan membawamu?

Tak terjadi apa-apa. Bahkan jika kau bawa aku ke mahkamah agung. Tak terjadi apa-apa.

Bernie, kau tahu ini. Tak ada yang terjadi, kan?

Ya, tak ada apa-apa di antara kalian. Tapi sesuatu terjadi dengan yang lain.

Kau yakin tak ingin aku antar?

Ya, aku akan baik-baik saja.

Aku bisa pulang sendiri.

Baiklah. Hati-hati.

Baiklah. Baiklah. Baiklah.

Pemimpin serikat ada di sini.

Kalian pasti telah kawin (mating) di dalam.

Maksudku rapat (meeting).

Bernie. Jangan warnai itu dengan kebencian.

Kami baru saja berbincang.

Aku pergi dulu, Dick. Aku bisa sendiri, jangan khawatir.

- Baiklah. - Aku duluan.

- Daah. - Daah.

Aduh.

Kau berengsek.

Itu pasti rasanya enak, Bos.

Daah!

Aku juga mau. Bisa aku juga dapat ciuman?

Cium aku. Biar aku merasainya.

Mau yang lain?

Tidak, aku bercanda. Daah!

Hai, sayang. Kejutan!

Selamat empat bulanan, sayang!

Kenapa kalian keluar begitu larut? Aku ketiduran.

Kenapa dengan bibirmu, sayang?

Dia habis menyusu.

Maksudku siput. Dia alergi makanya sekarang mulutnya bengkak semua.

Sayangku yang malang.

Kau makan terlalu banyak siput?

Apa yang lain?

Tidak, maksudku adalah,

kau satu-satunya, Mia. Kau yang terbaik.

Aku sangat lega mengetahui masih ada wanita sepertimu.

Kau teladan, tak seperti beberapa orang!

Bermain saus di hari pertama!

Kau ditandai.

Kita sudah ada pemenang.

Tunggu, pemenang dalam hal apa?

Berakhir dalam bola basket.

Maaf? Kau pasang taruhan dalam permainan itu?

Teman-temanku tahu.

Teruskan, sayang. Aku sudah pikirkan judul yang cocok untuk episode dramamu.

Judulnya harus satu kata.

Silahkan lanjutkan.

Karena malam itu, kami jadi teman baik.

Suatu hari, aku bawakan dia adobo rumahan.

Sebagai teman.

Aku memasak terlalu banyak jadi kupikir aku akan bawakan kau beberapa.

Kau keseringan memasak untukku.

Aku mulai terbiasa.

Aku mungkin mengembangkan selera untuk itu.

Jangan khawatir, teman, itu tak masalah sama sekali.

Bagaimana kabar ibumu, omong-omong?

Apa dia tinggal denganmu sekarang?

Tidak. Belum.

Saat waktunya tepat. Mungkin saat aku siap.

Aku permisi, teman.

Aku lupa aku sudah sarapan adobo.

Aku lebih suka makanan penutup.

Tapi aku tak siapkan makanan penutup.

Tapi aku kepikiran makanan penutup yang lain.

Tunggu! Tunggu!

Kupikir itu akan sehat.

Adobo pun makanan kesukaanku. Suster!

Adobo kami sehat, adobomu berdosa!

Kami praktis berenang di adobo hari itu.

Ada begitu banyak dan sepertinya perang akan pecah.

Itu posisi kesukaanku.

Bernie!

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku pulang kerja lebih awal, jadi...

Aku sempatkan membeli bahan dan memasak adobo untuk Dick.

Adobo? Bos sudah makan adobo!

Adobo apa?

Maksudku bos sedang rapat.

- Biar aku berikan padanya. - Aku saja!

Aku saja, bodoh! Berikan.

Kau hanya mengganggunya.

Tidak! Kita akan dapat masalah jika kita mengganggunya.

- Kembalilah ke ibumu! - Biarku lihat!

Pergi!

Kau ini aneh. Pergilah!

Bersihkan wajahmu. Ada nasi di wajahmu!

Bisakah kau berhenti menyela?

Wajahmu akan terlihat seperti Adobo saat Suster Teresa selesai denganmu.

Aku sudah pikirkan judul yang bagus untuk episode NNK-mu.

Ulat.

Astaga! Kupikir kau adalah wanita teladan!

Tapi kau justru cocok di PornHam.

Suster? Bagaimana kau tahu tentang PornHam?

Dari teman-temanku juga.

Temanmu pasti banyak.

Silahkan. Lanjutkan.

Aku dan Dick menikmati hubungan yang baik dan bahagia.

Kami selalu saling menunjukkan betapa kami saling mencintai.

Tidak peduli tempat.

Kenapa kau memintaku ke sini memakai ini?

Aku tak bisa bernapas.

Kita akan mencoba sesuatu.

Ini disebut permainan menjepit.

Tidak. Aku tak suka.

Jangan khawatir. Kau jepit semua punyaku tanpa masalah. Ini bukan apa-apa.

Punyamu tak sebesar itu.

Enak sekali!

Di mana kau belajar ini?

Seorang teman yang ajari aku.

Apa katamu?

Asistenku mengajariku.

Maksudmu Bernie?

Ya! Siapa sangka dia tahu banyak!

Kau melakukan ini dengan yang lain, kan?

Tidak! Tidak!

- Aku tak akan lakukan itu. - Hanya kau!

- Dengan siapa lagi kau lakukan ini? - Hanya kau!

Pak!

Pak!

Kenapa kau terlihat seperti itu, Pak?

Ada wanita di sini bersamamu, ya?

Hanya aku di sini. Kau lihat ada orang lain?

Aku di sini hanya untuk bersantai. Jangan ganggu.

Sepertinya...

Sepertinya tak ada orang lain di sini.

Pak, boleh aku bertanya?

Apa itu?

Bagaimana kau bersantai dengan celana boxer dan memegang tongkat?

Ini terapiku.

Sebenarnya itu punyaku, Pak.

Pasti aku tinggalkan di kantor ini sewaktu aku datang melapor tadi pagi.

Rupanya ini punyamu. Ambillah.

Pak, aku mencarinya di mana-mana.

Ini masalah perusahaan bagiku.

Keluarkan saja yang baru untukku.

Dan ini kupikir kau...

Tapi kau...

Apa? Apa yang kau katakan?

Enyah dari hadapanku.

Atau aku akan masukkan ini ke pantatmu.

Baik, Pak.

Berengsek.

Keluar dari sini! Berengsek!

Baiklah. Maaf, Pak.

Bagian itu mengingatkanku pada sesuatu tentang Dick.

Ketika aku pertama kali bertemu Dick,

dia tersandung kakinya sendiri mencoba mendekatiku.

Berbeda dengan kalian gadis-gadis.

Selalu ingat, memulai bisnis adalah pertaruhan besar.

Tapi terkadang, keberuntungan itu jual mahal.

Tapi jika kau bertahan,

kau pasti akan capai kesuksesan.

Terima kasih.

Selamat, bos!

Hai. Namaku Johnny Dick Jordi.

Tapi kau bisa panggil Dick.

Ya, aku tahu kau, Pak CEO kopi 5 dalam 1.

Aku tersanjung.

Tidak kusangka akan bertemu dengan seorang wanita cantik di sini hari ini.

Kau terkenal dengan gerakan Dick-mu di kalangan para gadis.

Teman-temanku peringatkan aku.

Jadi, kau tertarik dengan gerakanku.

Aku bisa tunjukkan beberapa padamu jika kau mau.

Maaf. Tidak tertarik.

Aku seorang wanita berkelas.

Berasal dari keluarga terkenal.

Aku tak murahan seperti gadis-gadis yang biasa kau temui.

Permisi.

Aduh.

Aku mengucapkan terima kasih pada sponsor kami yang datang hari ini

dan beri bantuan untuk korban Topan Alfred.

Terima kasih banyak semuanya.

Terima kasih.

Apa yang Dick lakukan di sini?

Tidak tahu, Bu.

Dia begitu sibuk sendiri.

Kau benar.

Dia beri sumbangan yang begitu besar hanya untuk pelenturan.

Dia bahkan tak ada tampan-tampannya.

Terima kasih.

Aku pergi dulu.

Terima kasih.

Sepertinya kau tak senang melihatku di sini.

Kau benar. Tapi terima kasih atas semua bantuanmu.

Kurasa kau tipe orang yang suka pamer kekayaan.

Itu menyakitkan.

Tak seperti itu sama sekali.

Hanya saja... Aku tahu bagaimana rasanya ketika kau tak punya apa-apa.

Ketika kau bukan apa-apa.

Dick, tunggu.

Aku minta maaf.

Semua itu karena reputasimu yang tak begitu baik.

Aku berusaha menghindarimu.

Tidak masalah. Jangan khawatir.

Sejauh yang kutahu, hanya wanita murahan yang suka bergosip.

Itu bagus.

Aku suka humormu.

Aku akan traktir kau makan malam sebagai permintaan maaf.

Biar aku pertimbangkan... Baiklah.

Kau tidak apa-apa?

Apa masalahnya?

Kau tampak gelisah.

Aku dan ayahku berdebat karena bisnis keluarga.

Aku tak suka bagaimana dia terus pertanyakan keputusanku.

Sejujurnya, aku ingin mengundurkan diri.

Maka lakukanlah. Mulai bisnismu sendiri.

Itu selalu menjadi rencanaku.

Itu sebabnya aku menghadiri seminar bisnis untuk dapatkan beberapa tips.

Tapi aku takut.

Bagaimana jika tak berhasil?

Bagaimana kau tahu kalau tidak mencoba?

Jika tidak berhasil, maka kau dapat pengalaman.

Aku ingin punya nama sendiri.

Aku tak ingin hidup dalam bayang-bayang ayahku.

Aku ingin dikenal dan dihormati karena prestasiku sendiri.

Terus saja. Aku akan mendukungmu.

Terima kasih.

Dan untuk itu, kau dapat ya.

Sungguh?

Terima kasih. Kau benar-benar berkat dalam hidupku.

Jika aku memang berkat dalam hidupmu,

mungkin kau bisa berkati aku juga.

Apa maksudmu?

Bukannya kau bilang kau seorang wanita berkelas?

Kau tak malu dengan anak jalanan

yang akan mengetuk jendela mobilmu saat bercinta?

Tenang, suster.

Jendelanya juga diwarnai.

Kau buat tekanan darahku naik.

Aku akan beri sumbangan besar untuk gereja nanti.

Untuk menebus dosa-dosaku.

Kau bilang akan menyumbang?

Kalau begitu tidak masalah, suster.

Ketahuilah, sayang, Tuhan mengampuni semua dosa.

Aku bisa lihat ketulusan hatimu.

Aku bisa lihat di matamu bahwa kau adalah orang yang baik.

Kau mungkin hanya terbuai oleh emosi

dan gairahmu meluap pada Dick pada saat itu.

Jika aku boleh bertanya, omong-omong.

Bagaimana pembayarannya? D-kes? Kes? Kartu kredit?

Ini kode QR kami.

Ini dia. Silahkan, pindai.

Suster! Aku mau menyumbang juga.

Rasanya aku semakin menyukaimu.

Berapa banyak yang akan kau sumbangkan, sayang?

250. Lima kali beri.

Lupakan. Kau bisa simpan uangmu.

Lima kali beri. Kau akan habiskan lebih banyak uang untuk bolak-balik.

Terlalu licik. Ingin sekali aku memakumu di kayu salib.

Apa katamu?

Sumpah, suster, jika saja aku bisa beritahu semua yang dialami adikmu.

Hai. Terima kasih untuk hari ini.

Aku merasa bisa lakukan apa saja asal kau ada di sisiku.

Aku tahu.

Aku tak menyangka kita bisa lakukan semua itu.

Bisa kita lakukan putaran lain?

Tunggu. Ayah bisa memergokimu. Kau lebih baik pergi.

Jangan khawatir. Aku akan perkenalkan padanya.

Aku akan hadapi dia layaknya pria sejati.

Kau yakin?

Ayah adalah anggota Yakuza.

Ya.

- Yakuza? - Ya.

Aku lupa aku ada rapat.

Aku ada rapat.

Aku akan jadi pria sejati lain kali.

- Baik. - Baik.

Daah.

Dadaah!

Ngiklan & Req Subtitle di : @

Ngiklan & Req Subtitle di : @z

Ngiklan & Req Subtitle di : @za

Ngiklan & Req Subtitle di : @zah

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahr

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahra

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahrah

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahrahh

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahrahh8

Ngiklan & Req Subtitle di : @zahrahh87 (Telegram)

Kau yakin ingin bos tahu bahwa kau ada di sini?

Tidak, kawan. Tolong jangan.

Kita bisa selesaikan ini.

Ini dompetku.

Penuh uang. Itu, ambillah.

Kita tidak ada apa-apa.

Ini akan berhasil. Tapi itu cukup.

Aku mau itu. Itu tampak mewah.

Jangan ini. Ini hadiah dari ibuku.

Jangan ini, kawan. Tolong.

Pilih sesuatu yang lain.

Sempurna. Aku akan pergi berkencan. Kebetulan aku tak punya sepatu.

Jadi mungkin aku bisa dapat sepatu seperti sepatumu.

Sepatu.

Itu terlihat sangat bagus.

Aku suka hal-hal yang menarik.

Ini baru.

Harusnya berhasil. Terima kasih.

Tidak secepat itu.

Sepatu. Tidak cukup.

Aku akan pergi berkencan, seperti kataku.

Dan aku tak punya kemeja untuk itu. Aku sedang kepikiran sesuatu seperti kemejamu.

Mungkin aku juga bisa mengambilnya.

Tentu. Tidak masalah.

Tapi aku sadar aku mungkin terlihat aneh

jika aku hanya memakai sepatu dan kemeja.

Kurasa kau tahu apa selanjutnya. Aku akan butuh celanamu.

Bagaimana aku bisa pulang telanjang?

Bos?

Baik. Kau bisa ambil celanaku. Astaga.

Aku hanya main-main denganmu.

Apa ukuranmu?

Besar.

Apa itu pas?

Tidak apa-apa. Selama kemeja itu terlihat bagus.

Margaret suka ukuran besar.

- Terima kasih, kawan. - Tak masalah.

Kami tak hanya cocok dalam hal cinta

tapi juga dalam urusan bisnis.

Aku jadi petualang karena dia.

Hai, sayang!

Apa yang kau lakukan di sini? Ayah bisa melihatmu!

Tenang. Kau terlalu paranoid.

Aku hanya ingin bantu presentasimu untuk investor.

Lihat.

Kau stres.

Bagaimana aku tidak stres?

Mereka mungkin tak suka ini.

Aku tahu bagaimana caranya menghilangkan stresmu.

Bagaimana?

Ayo kita bermain peran.

Kenapa aku harus pakai ini?

Ayo kita gunakan kekuatan pikiran.

Aku akan berperan sebagai investormu.

Biasanya, kau yang coba mengecohku untuk berinvestasi dalam dirimu.

Tapi kali ini, cobalah merayuku dan rasakan bahwa akulah yang membutuhkanmu.

Kau berkuasa atasku.

Dan begitu kau rasakan dominasi itu,

kau akan berhenti merasa gugup mengenai presentasimu.

Ayah?

Kau ingin bermain peran yang berbeda?

Tidak. Ayah di sini!

Di mana?

Kau harus pergi! Cepat!

Ayah!

Ada orang lain di sini.

Apa?

Tidak ada orang di sini, Ayah.

Jika aku tahu bahwa kau mengundang pria ke sini,

aku akan membunuhnya.

Tenang, Ayah. Kontrol amarahmu.

Ayo, ambil air untukmu.

Ayo. Kau perlu minum.

- Kau yakin tak ada orang lain di sini? - Ya, Ayah! Hanya kita berdua!

Ayo.

Jadi Dick hampir terbunuh oleh ayahmu?

Kedengarannya persis seperti bagaimana kami bertemu.

Aku juga hampir mati.

Permisi?

Bernie? Halo.

Bernie! Aku tak bisa mendengarmu.

Apa tidak ada sinyal? Ada. Bernie?

Hei!

Jangan lakukan itu!

Berhenti!

- Jangan lakukan itu! - Ada banyak orang yang mencintaimu!

Susuku!

Lepaskan aku!

Dasar cabul!

Tolong!

Tolong!

Itu tak terlalu bagus!

Kau bahkan tak menolongku!

Aku tak sengaja menyentuhnya.

Kenapa kau ingin lompat?

Tidak kusangka kau menamparku setelah aku menolongmu.

Kau pikir orang yang kau cintai akan menghargai apa yang mau kau lakukan?

Kenapa kau marah?

Orang bilang kita menjalani kehidupan sebagai pinjaman, kan?

Anggap saja aku ingin mengembalikannya.

Tunggu. Tunggu sebentar.

Apa masalahmu?

Aku hanya khawatir.

Kau mungkin lakukan hal bodoh lagi.

Kau cukup usil, ya?

Keluargaku bahkan tak peduli dengan apa yang aku lakukan.

Kenapa kau harus ikut campur?

Tunggu.

Apa sekarang?

Apa kau punya makanan? Ingin aku memakanmu?

Apa?

Kau mau makan? Supaya kau bisa sedikit bersantai.

Kupikir kau mungkin ingin membicarakan ini.

Kenapa aku harus pergi denganmu?

Kau bahkan ingin memakanku.

Kau monster?

Aku hanya mengkhawatirkanmu.

Sepupuku yang cantik meninggal dalam kecelakaan.

Dia tak makan dengan benar.

Begitu orang temukan tubuhnya,

jeleknya! Dia tampak aneh.

Kata dokter itu biasa terjadi.

Wajahmu berubah ketika kau mati kelaparan.

Sebenarnya, aku tak peduli denganmu.

Maksudku, jika kau lanjutkan rencanamu,

pikirkan. Mereka akan temukan tubuhmu.

Dan kau akan ditampilkan di berita.

Kau yakin tidak masalah terlihat jelek di TV dan koran?

Aku tak mau itu.

Bayangkan sudah mati dan semua orang masih mengomentari penampilanmu.

Aku tak ingin menjadi jelek.

Baiklah. Ayo kita makan.

Sebaiknya ada teh susu.

Untuk seorang gadis yang ingin bunuh diri, kau pemilih.

Kau bilang sesuatu?

Tidak. Ayo pergi.

Dahulukan wanita.

Hei, pelan-pelan. Kau bisa mati karena tersedak.

Terus? Itulah hidup.

Maaf, sudah berhari-hari sejak terakhir kali aku makan.

Aku diusir dari rumah bibiku.

Kenapa? Dimana orangtuamu?

Mereka berpisah.

Mereka punya keluarga sendiri-sendiri sekarang.

Lucu, tak satu pun dari mereka mau menerimaku.

Bibiku hanya terpaksa untuk mengasuhku,

sejak orang tua berjanji mereka akan membayarnya.

Kau akan bunuh diri karena itu?

Ya! Lagipula tak ada yang menginginkanku.

Aku harus menghilang dan berhenti menjadi beban.

Kau orang pertama

yang menunjukkan sedikit perhatian padaku.

Aku berhutang ini padamu.

Kau dapat meminta apa pun dariku.

Sungguh?

Tentu saja.

Tapi di kehidupan selanjutnya.

Janji. Aku tak mengingkari janji. Aku tak seperti orang tuaku.

Kau tahu apa yang aku rencanakan, kan?

Aku tak suka omong kosong itu. Ketika orang-orang mengasihaniku.

Setelah selesai makan, kita akan berpisah.

Maaf, tapi aku tak tahu bahwa kau melarikan diri.

Sekarang aku khawatir bagaimana kau akan membayar semua yang kau makan.

Bukannya kau mentraktirku?

Aku tak pernah bilang begitu.

Kita memesan makanan seharga 10 ribu.

Aku bilang mari kita makan. Aku hanya ingin ditemani seseorang makan.

Aku tak bilang itu adalah hadiahku.

Semua ini, serius 10 ribu?

Ya! Ini restoran mahal!

Lihat berapa banyak yang sudah kau makan.

Dan teh susumu? Mutiara-mutiara itu di sana?

Itu terbuat dari mata unta. Kualitas premium.

Sungguh? Menjijikkan!

Apa-apaan?

Bagaimana aku akan bayar semua ini?

Kau bisa bekerja untuk itu.

Kau tahu rencanaku, kan?

Aku tak peduli dengan rencanamu.

Ketika kau membayar hutangmu, kau sendirian. Lakukan apa yang ingin kau lakukan.

Pekerjaan macam apa?

Tidak ada yang istimewa. Lakukan saja semua yang aku suruh.

Itu saja.

Tutup pintunya.

Silahkan duduk.

Kenapa kau bawa aku ke sini?

Kau merencanakan sesuatu.

Kau salah satu gadis yang beruntung.

Tidak. Aku sudah lama tak tinggal di unit ini.

Kau bisa tinggal di sini untuk saat ini. Kita akan pergi ke suatu tempat besok.

Kau tinggalkan aku di sini?

Kau pikir aku masih di sini saat kau kembali?

Katamu kau berhutang budi padaku, kan?

Aku akan minta kau menunda rencanamu

sampai setelah kau membayar utangmu yang 10 ribu.

Aku asumsikan kau tak seperti orang tuamu yang ingkar janji.

Selain itu, kau akan dapat melunasiku besok.

Kau pulang kemana sekarang? Kenapa aku tak bisa tinggal di sana?

Kau tak bisa. Pacarku akan mencari tahu.

Apa katamu?

Aku bilang aku tak bisa membawamu di sana. Kau bisa merangkak di atasku.

Baiklah kalau begitu. Istirahatlah.

Tidur yang nyenyak.

Bisa bersihkan tempat itu sedikit.

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com

Dick?

Dick! Apa yang kau lakukan di sini?

Apa yang aku lakukan disini?

Bukankah aku yang harus tanyakan itu padamu?

Tuhanku.

Setelah aku mencurahkan semua cintaku padamu?

Setelah membiarkan kau lakukan apapun dengan tubuhku,

aku akan menemukanmu di sini?

Kau ada orang lain, bukan?

Akui saja!

Tidak. Aku baru saja datang dari unit kita...

Tidak!

Tidak, kau menipuku.

Kau punya teman pelarian. Aku tahu bagaimana ini berjalan.

Kau berpura-pura seolah kau bingung aku di sini tapi nyatanya,

kau yang melakukan hal yang mencurigakan!

Kau lakukan psikologi terbalik padaku, Riley!

Jangan sentuh aku.

Jangan peluk aku.

Jika kau ingin akhiri ini, katakan saja.

Inilah yang mantanku lakukan padaku.

Sayang.

Kau tahu aku tak pernah bisa lakukan itu padamu.

Aku sangat mencintaimu.

Maaf aku bertanya.

Aku hanya ingin tahu apa yang kau lakukan di sini.

Jangan khawatir, aku tak akan bertanya lagi.

Baiklah. Aku juga minta maaf. Aku mengira kau punya orang lain.

Ayo kita pulang. Jangan datang lagi ke sini, oke?

Aku tak ingin mengingat kita pernah bertengkar.

Itu akan membuatku sedih.

Kau tahu, aku akan buat kau bahagia saat kita sampai di rumah.

Oke?

Oke. Ayo pergi.

Ayo masuk.

Selamat datang.

Kau siap, gadis bunuh diri?

Kenapa kau suruh aku dijemput sopir jelek ini?

Dia asistenku, Bernie.

Pembicaraan besar menyebutku jelek. Apa itu merah muda?

Perhatikan bagaimana kau bicara denganku. Bisa-bisa aku sendiri yang akan membunuhmu.

Hei.

Aku tidak sangka rumahmu sebesar ini.

Kenapa kau harus membawaku ke kondominiummu tadi malam?

Karena ibuku keras. Sekarang kau diizinkan masuk ke sini.

Yang lain sudah pergi.

Kau sudah punya pekerjaan untukku?

Tidak. Aku akan selesaikan pekerjaanmu.

B1, B2.

Kemari.

Kedengarannya seperti penculik.

Aku akan serahkan dia ke tangan cakap kalian.

Kau suka?

Benar-benar mengubah caramu memandang kehidupan saat kau berbaikan, ya?

Pak De Jesus!

Apa kabar?

Dick. Sahabat dan mitra bisnis terbaikku.

Pak, kenalkan sekretarisku, Lexie Laurice.

Hai, Lexi. Salam kenal.

Kau tahu Pak De Jesus tidak percaya

dalam diriku, aku tak akan berada di tempatku hari ini?

Karena keyakinannya pada kemampuanku,

aku menjadi sukses.

Pak. Keluargamu mencarimu.

Aku tak tahu harus bilang apa pada mereka.

Mungkin lebih baik menghadapi masalah dengan mereka.

Aku malu dengan apa yang kulakukan.

Aku mencoba mengumpulkan keberanian untuk menghadapi mereka.

Aku mencoba menata hidupku sendiri.

Maaf, Lexie, kau harus dengar semua ini.

Singkat cerita, ketika dokterku beritahu bahwa aku sedang sekarat...

Aku depresi. Aku tak memikirkan keluargaku.

Tanpa berpikir aku mencoba mengakhiri hidupku.

Ketika aku sadar bahwa aku akan mati,

putriku datang untuk menyelamatkanku.

Pagi berikutnya,

aku menyesali apa yang aku lakukan.

Sepulang dari rumah sakit, aku memutuskan untuk tidak pulang.

Pak, kita semua lakukan kesalahan.

Yang penting kita siap untuk memperbaikinya.

Kau benar.

Kali ini, aku akan lawan depresiku.

Aku akan lawan kondisiku.

Maksudku,

aku belajar tentang ini.

Kemari. Datanglah padaku.

Kau sangat malang.

Aku baik-baik saja.

Aku mohon padamu.

Aku baik-baik saja.

Aku pergi dulu. Aku harus pergi.

Aku harus minum obat.

Senang melihatmu, Pak.

Dick.

- Jaga diri. - Lexie.

Masih ada orang yang berjuang untuk hidup bahkan ketika mereka dirugikan, ya?

Makanya Lexie, kau baik-baik saja.

Temukan alasan untuk hidup.

Terima kasih untuk hari ini. Itu tak terduga dan menyegarkan.

Aku tak menyangka perspektifku berubah dalam satu hari.

Turut senang kau merasa lebih baik.

Tapi kau tak mau pulang?

Apa kau menyuruhku pulang?

Bukan itu. Mungkin tampak tak pantas kau berada bawah atapku.

Maksudku bagimu.

Tak pantas?

Kalau ada yang bertanya, kita bisa beritahu mereka

bahwa kau adalah pacarku.

Tunggu.

Kau mencoba merayuku?

Jika kau ingin menanggapinya begitu.

Aku akan pikirkan soal ini.

Jika kau mau, maka, aku katakan ya.

Dan sebagai pacar yang baik,

aku akan beri kau alasan lain untuk hidup.

Kenapa, ada apa?

Ini pertama kalinya.

Apa?

Ada apa?

Aku menangkap seekor lalat. Tak tertangkap.

Tapi jangan khawatir. Ini juga pertama kalinya bagiku jadi aku sedikit gugup.

Jangan khawatir, aku akan bersikap lembut padamu.

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com

Astaga!

Tunggu sebentar!

Aduh!

Aduh!

Aduh!

Ini makin memburuk!

Begitu berlebihan untuk pengalaman pertamamu, gadis.

Sepertinya kau mengamuk dalam laga ayam.

Aku heran adikku tidak patah tulang karenamu.

Aku tahu bos tidak ada baiknya.

Harusnya aku tetap tinggal saat dia memintaku pergi.

Sayang sekali aku tak bisa menonton.

Lanjutkan, gadis. Jangan malu. Ceritakan lebih banyak tentang pengalamanmu.

Yang aku tahu, Dick mengejarku.

Begitulah jika kau menarik.

Kau ingin seorang biarawati mengejarmu dengan pisau?

Mau coba?

Kedengarannya seperti pengalaman pertamaku.

Bisa kau tak bergabung? Kau bahkan bukan bagian dari pemeran utama.

Ayo, sayang. Teruskan.

Dick membuatku merasa bahwa aku istimewa dan layak dicintai.

Sekarang kau mau apa?

Kau tahu aku sibuk.

Apa yang kau lakukan?

Apa itu lebih penting dariku?

Bukankah kau bilang aku harus mencari alasan untuk hidup?

Di sini, aku mencari sesuatu yang layak untuk diperjuangkan.

Itu nanti saja.

Aku perhatikan kau murung lagi belakangan ini.

Benarkah? Apa aku terlihat sedih?

Ya. Lihat. Percayalah padaku.

Tapi jangan khawatir. Serahkan padaku. Aku punya ide.

Apa itu? Untuk apa itu?

Kau gunakan ini untuk elektrifikasi.

Aku tak suka. Agak berbahaya.

Jangan konyol. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini aman.

Hanya sedikit menggelitik tapi kau bisa mati karena keenakan.

Ayo lakukan.

Santai.

Bos.

Kabelnya. Cabut kabelnya.

Aduh. Sialan.

Sudah. Aku mencabutnya.

Kabelnya masih menempel padaku.

Bernie! Sayang! Apa yang terjadi denganmu?

Sakit.

Apa kau baik-baik saja?

Kau selalu bermain-main.

Aku pergi dulu. Aku akan keluar sebentar. Daah.

Biarkan petugas kebersihan masuk, oke?

- Oke. - Daah, sayang!

Bernie, kau dan Dick hampir mati?

Menakutkan sekali.

Ya, suster. Kami hampir mati karena serangan jantung.

Tuhan. Kami sangat gugup. Kami hampir mati.

Bernie, buka... Mungkin...

Kabelnya macet, bodoh.

- Apa yang terjadi denganmu? - Tidak ada apa-apa.

Apa yang kau lakukan di sini?

Bos!

Bangun!

Lana di depan pintu!

Kenapa?

Aku tidak tahu. Pergi ke kamar mandi. Bersembunyi.

Buruan!

Maaf soal ini.

Maaf.

Kenapa kau... Apa yang kau lakukan di sini?

Agensi mengirimku ke sini.

Aku akan bersihkan kondominiummu.

Apa yang kau bicarakan?

Itu berlebihan... Pekerjaan sampinganmu banyak!

Kenapa kau membersihkan?

Aku harus lulus sekolah. Aku perlu menopang diri sendiri.

Kenapa kau berteriak? Apa yang salah denganmu?

- Tidak apa-apa. - Minggir.

Hei.

Kau yakin ini perlu dibersihkan? Ini tidak kotor.

Dan unit siapa ini? Tampak indah.

Kau di sini dengan seseorang?

Tidak. Ini milikku jadi hanya aku. Aku tinggal sendirian.

Setiap kali bos menghadiri konferensi.

Aku hanya bersantai di sini.

Ada seseorang bersamamu.

Celana dalam siapa ini?

Kau bersama seseorang.

Hei. Tidak.

Kenapa ini terkunci?

Karena terkunci.

Kau bersama pacarmu, kan?

Ini punyanya, kan?

Ya, itu punyanya. Kami baru bertemu setelah sekian lama.

Apa urusannya denganmu?

Kenalkan aku pada pacarmu.

Aku hanya ingin menyapa.

Kau tak bisa. Hei!

Itu tak akan lama.

Baik. Aku akan kenalkan kau. Tunggu.

Hai! Omong-omong, aku Lana.

Teman Bernie.

Hai, Lana. Senang berkenalan denganmu.

Aku Magenta.

Itu pacarku.

Bernie, jangan salah tanggapi, tapi...

apa pacarmu gay?

Sama sekali bukan. Aku baru saja memakainya makanya dia sedikit serak.

Dia telan semuanya.

Lagi pula, apa pedulimu? Pergi. Pergi sana!

Kau begitu menghakimi. Aku akan membuatmu menelan.

Cepatlah. Kami akan lakukan putaran kedua.

Beraninya kau menyentuh celana dalam yang bukan milikmu.

Bos, dia sudah pergi.

- Baunya sangat enak. - Dia sudah pergi?

Tunggu. Serangan jantung? Bukannya serangan listrik?

Jika listrik mengalir ke sistem saraf tepimu,

itu akan mengirim tegangan tinggi ke jantungmu.

Aku mau kencing. Pertanyaanmu membuatku gugup.

Bukankah itu lucu?

Siapa yang tahu bahwa sejak itu,

Dick selalu suka mengacungkan jempol.

Itu mengingatkanku pada pertemuan pertama kami.

Bagaimana dengan tamu kita di sana? Apa mereka duduk dengan baik?

Pak. Maaf. Aku sedang terburu-buru.

Tidak apa-apa. Pergilah.

Apa-apaan?

Kenapa kau lama? Kau belum mendandaniku.

Maaf.

Maaf. Aku harus memasak untuk ibu.

Katanya dia akan menarik rambutku jika aku tak memasak makan malamnya sebelum pergi.

Aku yakin kau sengaja. Kau ingin menyabotku.

Karena kau sirik! Jalang jelek!

Itu tidak benar.

Bahwa kau tak jelek?

Bahwa aku ingin menyabotmu.

Sedikit-sedikit menghina.

Kara. Di semua kontesmu, aku yang berada di sisimu.

Aku tak pernah sirik padamu karena kau adalah adikku dan aku menyayangimu.

Maaf. Kita hanya saudari tiri.

Kalau kau lupa, kau hanya putri haram ayah.

Kau harus bersyukur aku dan ibu masih menerimamu.

Dan ini balasanmu pada kami?

Permisi.

Kenapa kau bicara begitu dengannya? Kau tak punya rasa hormat.

Kau siapa?

Ini masalah keluarga.

Keluarga? Kau perlakukan dia lebih buruk dari budak dan kau bilang keluarga?

Kenapa kau peduli?

Apa kau jatuh cinta pada itik jelek ini?

Dia tidak jelek.

Dia hanya butuh lebih banyak tidur.

Aku tak peduli dengan tanggapanmu.

Siapa kau sebenarnya?

Hei.

Pecandu Kecil Kecantikan Gluta.

Kau tak tahu bosku mensponsori kontes kecantikan ini?

Mau aku kirim kau ke Kecantikan Gay?

Kau tahu? Kau tak pantas berada di kontes ini.

Baik.

Tapi aku yakin ibuku tak akan suka ini.

Ini salahmu.

Kau bisa lupakan pulang.

Tunggu, Kara.

Sebelum kau pergi.

Ibumu mungkin akan marah padaku.

Nona.

Butuh pertolongan?

Nona, kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Adikku marah padaku. Aku tak punya siapa-siapa untuk berpaling.

Ayahku sudah lama meninggal.

Aku bahkan tak kenal ibuku.

Aku baik-baik saja. Sungguh.

Astaga, bos. Itu salahmu. Kau bertengkar dengan adiknya.

Itu akibatnya kau mencampuri urusan orang lain.

Begitukah? Kau benar. Aku yang salah.

Nona. Untuk menebusnya, kau ingin jadi asistenku?

Aku memecat yang terakhir. Kau akan dapat perumahan gratis.

Kau bisa tinggal di tempatku untuk sementara waktu.

Kau serius?

Kau sangat baik! Terima kasih!

- Menjauh dariku. - Terima kasih! Terima kasih banyak!

Aku tak mau jerawatmu muncul padaku.

Maaf?

Aku bilang kita bisa pergi jika tidak masalah.

Kita bisa pergi sekarang.

Terima kasih.

Bos. Kau memecat asisten bahkan kau tak beritahu aku.

Kau menyimpan rahasia dariku.

Siapa asistenku?

Aku.

Selamat tinggal kalau begitu.

Kau bilang itu salahku. Tuhan memberkati pekerjaanmu nantinya.

Aku doakan untukmu.

Jangan lakukan ini padaku, bos! Berhenti main-main.

Kita teman, kan, bos?

Kau akan baik-baik saja. Tidak apa-apa.

Aku akan masukkan ini dalam mulutku.

Aku hanya main-main. Bangunlah.

- Janji? - Ya.

Bagaimana aku bisa memecatmu sementara kau sudah dapat 3 tahun gajimu?

Nona. Kau bisa tinggal denganku sementara aku carikan cara untuk membantumu.

Aku tak bisa memecat berengsek ini.

Kau suka kontes kecantikan, ya?

Kau mengejutkanku.

Ya. Klan ayah terdiri dari pemegang gelar kontes.

Aku ingat ayah bilang

bahwa nenek kecewa ketika dia lahir.

Kenapa?

Karena dia memutuskan rantai gelar kontes kecantikan.

Bagaimana denganmu? Pernah ingin bergabung?

Kau sangat lucu. Dengan wajah ini apa sepertinya aku punya kesempatan?

Aku bahkan tak akan cocok untuk Kecantikan Pasar Basah.

Apa tujuan dari kontes kecantikan?

Apa hanya untuk memamerkan penampilan seseorang?

Bagimu, apa lambang seorang ratu kecantikan?

Yang aku lihat, seorang ratu kecantikan lebih dari kecantikan luarnya.

Bagiku seorang wanita adalah ratu kecantikan sejati ketika dia mampu menginspirasi orang lain

untuk merasa percaya diri dan cantik dengan cara mereka sendiri yang unik.

Hebat!

Karena jawabanmu, aku telah buktikan bahwa kau lebih pantas

jadi kandidat dalam kontes kecantikan dibanding saudarimu yang ingusan.

Peluang apa yang aku punya untuk melawan Kara?

Dia cantik, sedangkan akuโ€ฆ

tidak cukup tidur seperti katamu, kan?

Tentu saja itu hanya lelucon.

Kenapa kau tidak benahi diri?

Kau bisa sangat menarik jika kau tahu cara membenahinya.

Dan mungkin lebih sering mencuci muka.

Apa salahnya penampilanku?

Itu karena aku selalu hanya memakai baju lusuh.

Ibu Kara bilang hanya pakaian seperti ini yang terlihat bagus untukku.

Jika aku berhasil mendandani dan membuatmu lebih cantik,

apa kau bisa percaya bahwa kau bisa jadi ratu kecantikan?

Dick, boleh aku bertanya?

Apa itu?

Apakah kau... Bagaimana aku harus sampaikan ini...

Kau gay?

Aku, gay?

Aku sama jantannya dengan mereka. Bukankah sudah jelas?

Kau tahu berapa banyak ratu kecantikan yang aku tolak?

Margie Moran, Gloria Diaz, Pia Wurtzbach, Catriona Gray.

Mereka semua meneteskan air mata untukku dan kau bilang aku gay?

Maaf.

Aku tidak percaya ini!

Aku sungguh minta maaf, Dick.

Hanya saja kau bilang kau akan mendandaniku dan membuatku terlihat cantik.

Kau pun mensponsori kontes, dan namamu Dick.

Makanya kupikir kau gay.

Jika kau tidak berjerawat, aku akan menamparmu.

Jahatnya kau.

Hanya bercanda.

Aku benci melihat orang diintimidasi.

Setelah kau didandani, aku janji

kau bisa menghadapi siapa saja.

Aku jamin.

Halo, Bernie.

Hubungi Tom dan Jerry. Kirim mereka ke kantor.

Aku punya pekerjaan untuk mereka.

Ini akan luar biasa.

Syukurlah kau bisa.

Tentu saja untukmu.

Di mana peserta latihan ratu kecantikan kita berikutnya?

Sebenarnya, kami sangat bersemangat bertemu dengannya ...

Bernie!

Ini dia.

Voila! Ini dia Riley Red.

Dick, apa ini?

Siapa ini?

Aku tak suka ini.

Kukira kau bilang ratu 'kecantikan'. Sepertinya ini hanya kecantikan batin.

Jika kalian berhasil membuatnya jadi bahan ratu kecantikan,

aku akan buat kalian hidup.

Aku akan lipatgandakan gaji kalian.

Ditambah bonus.

Bonus.

Kau bisa ambil Bernie.

Tidak. Lewatkan tentang Bernie.

Kami akan ambil kes.

Aku akan serahkan itu padamu.

Aku dan Bernie akan pergi selama dua minggu.

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com

Kau siap?

Menghadirkan ratu kecantikan berikutnya, Riley Red!

Gaun itu sangat cocok untuknya.

Gaunmu terlihat sangat sesuai untukmu.

Kau sangat cantik, Riley.

Temanku semakin marah.

Apa?

Maksudku lenganku mulai marah.

Itu terjadi saat aku melihat seorang wanita yang sangat cantik.

Dick, terima kasih.

Anggur?

Terima kasih.

Selamat datang.

- Bersulang. - Bersulang.

Dick, apa kau punya permintaan?

Sarapan? Makan siang? Makan malam?

Aku akan memasak.

Tidak apa-apa, kau tak perlu lakukan.

Seperti yang aku bilang, kita bisa makan di luar.

Tidak apa-apa. Aku ingin lakukan ini untukmu.

Terima kasihku atas apa yang kau lakukan untukku.

Aku senang bisa melihatmu bahagia.

Aku juga sudah bicara dengan pelatihmu.

Mereka akan atur semua kontes yang akan kau ikuti, oke?

Sungguh? Terimakasih.

Kenapa kau sangat baik padaku?

Karena aku dapat lihat bahwa kau orang yang baik.

Dengan semua kata-kata menyakitkan yang mereka lemparkan padamu,

tak sekali pun kau melawan.

Riley, kau pantas bahagia.

Kau juga pantas bahagia malam ini.

Tentang apa itu?

Apa pelatihmu juga mengajarimu itu?

Apa itu bagian dari bakat?

Nona muda, hapus senyum itu dari wajahmu.

Aku serius.

Apa itu bagian dari bakat?

90 persen dari kriteria?

Kau bersaing ketat dalam kontes kecantikan.

Kau sangat berbakat. Termasuk melakukan di balik meja dengan para juri.

Kau bisa bicara, memasak adobo untuk para juri juga.

Lanjutkan ceritamu, nona.

Berkat Dick, aku memenangkan banyak kontes kecantikan.

Baik di kancah lokal maupun internasional.

Sepanjang perjalanan hubungan kami, aku belajar banyak

dan membuat kenangan indah.

Kau terlalu banyak bergerak.

Aku mencoba menurunkan berat badan. Beberapa minggu lagi sebelum kontes.

Mau menurunkan berat badan dengan cepat?

Bagaimana?

Kenapa kau mengikatku?

Salah satu latihan kardio terbaik adalah seks.

Diikat untuk menambah semangat.

Semakin kau bersemangat, semakin banyak kalori yang kau bakar.

Baik! Aku akan bermain.

Aku butuh itu.

Kau telah mengikatku sangat erat.

Tunggu disini. Aku akan menyegarkan diri.

Jangan terlalu lama. Aku bersemangat.

Riley!

Dia pasti di sini. Dia membiarkan pintu terbuka!

Bagaimana jika pencuri masuk?

Kita akan pergi ke gereja, Riley!

Kau membuatku gila.

Dia perlu keberuntungan. Kita perlu menyalakan lilin.

Riley!

Tunggu. Omong-omong, aku lupa bawa lilin.

Ayo cari dia dan tanya apa dia punya lilin.

Aku tahu dia di sini.

Astaga, Riley!

Dia sudah menyalakan lilin.

Sungguh lilin yang tegak!

Ya Tuhan, haruskah aku meniupnya sekarang?

Semoga panjang umur.

Semoga panjang umur.

Riley!

Semoga panjang umur!

Semoga panjang umur!

Semoga panjang umur!

Aku dulu.

Nyatakan keinginan.

Riley!

Ayo, sayang. Katakan. Tekanan darahku naik lagi.

Baik, untuk turunkan tekanan darahku, mari kita buat pertanyaan yang menyenangkan.

Kenapa cerita kalian dengan Dick berakhir sedih?

Dia menipuku!

Pertanyaan kedua.

Tahun berapa kalian menjalin hubungan dengan adikku?

2016!

Hai! Hentikan itu... Astaga!

Cukup!

Dick! Dick sudah tiada.

Maaf, adik bayi.

Apa yang salah denganmu? Astaga!

Pemakaman adikku bukan pesta kue beras!

Kalian pikir bisa menggunakan abunya untuk alas bedak?

Adikku sudah mati, kalian baru saja membunuhnya lagi!

Tidak adakah ruang di hati kalian untuk pengampunan?

Pertanyaan terakhirku.

Harapanku, pertanyaan ini meredakan kemarahan di hati kalian.

Apa kebaikan yang telah dilakukan adikku Dick pada kalian?

Karena Dick, aku belajar cara bermimpi lebih besar.

Sebelum aku bertemu Dick, kupikir aku adalah lilin yang memudar,

apiku hanya terbakar karena harapan.

Tapi karena bantuannya, aku belajar menginginkan lebih untuk diri sendiri.

Aku belajar membuka pikiran dan memaafkan karena Dick.

Aku belajar bahwa hanya karena kita terluka oleh ujian yang diberikan pada kita,

bukan berarti kita harus keras hati.

Aku menemukan peranku yang sebenarnya dalam hidup karena Dick.

Karena dia, aku mengejar peran yang aku inginkan.

Berkat Dick, aku mencapainya.

Sebelum aku bertemu Dick,

aku tak punya kehidupan.

Karena Dick, aku merasa terisi kembali dan diperbarui dengan kekuatan.

Dia tunjukkan padaku bahwa hidup masih berharga.

Aku melepaskan diri dari rasa tidak amanku karena Dick.

Aku dulu memiliki pandangan negatif tentang diriku sendiri.

Dengan bantuan Dick,

aku melepaskan diri dari cengkeraman persepsi diri yang negatif.

Sekarang setelah pidato kalian selesai,

aku ingin berterima kasih pada semua orang yang hadir di sini malam ini.

Dan untuk kalian berlima,

aku ingin minta maaf atas rasa sakit yang disebabkan adikku pada kalian.

Aku tahu bahwa Dick ada untuk mencintai kalian saat kalian butuh seseorang yang mencintai.

Dia mencintai kalian dengan cara terbaiknya.

Itu mungkin bukan cinta yang ideal,

tapi itu murni.

Tolong, berhenti memeluk!

Kita semua tahu kalian baru saja memanfaatkan Dick.

Kalian mencintainya karena kalian oportunis.

Kalian ingin tamparan?

Karena cerita kalian,

aku juga teringat cerita tentang adikku.

Saat dokter akhirnya memberi tahu kami

berapa lama lagi dia harus hidup, dia bertanya padaku

warisan apa yang akan dia tinggalkan di dunia ini.

Aku terkekeh karena kupikir dia tidak akan meninggalkan sesuatu yang baik.

Tapi saat aku mendengar semua cerita kalian,

kupikir, adikku telah mencapai beberapa hal baik.

Aku sadar bahwa siapa pun bisa berubah.

Aku hampir lupa.

Adikku ingin kalian menonton sesuatu.

Tunggu sebentar. Ini diska lepasnya.

Halo semuanya.

Ini menyakitkan bagiku mengatakan ini

tapi aku tahu hari ini akan datang.

Jadi aku menyiapkan pesan ini untuk kalian semua.

Aku ingin berterima kasih pada semua orang yang datang untuk pemakamanku.

Terutama untuk wanita yang paling aku cintai dalam hidupku,

Lana Rose, Mia Kalisa, Maria Osaka, Lexie Laurice, dan Riley Red.

Aku ingin minta maaf karena memacari kalian berlima di saat yang sama.

Tapi percaya atau tidak, cintaku ke kalian semuanya sama.

Orang bilang, kopi 5 dalam 1 adalah warisan terbesarku.

Mereka tidak sadar kalian berlimalah warisan sejatiku.

Jika dipikir-pikir, kalian seperti bahan-bahan 5 dalam 1.

Lana Rose adalah gula karena dia orang yang manis.

Mia Kalisa adalah kopi karena dia berani dan tabah.

Maria Osaka adalah ekstrak jamur karena punya standar yang tinggi.

Lexie Laurice adalah krimer karena pandai berbaur dan menjangkau orang lain.

Dan terakhir,

Riley Red adalah ginseng karena dia memberi energi positif ini pada kaum muda

yang bercita-cita jadi ratu kecantikan.

Kopi 5 dalam 1 adalah warisanku.

Kalian berlima adalah warisan terhebatku.

Aku baru menyadarinya, suster.

Kaulah yang mengatur segalanya untuk pemakaman Dick.

Tapi dia tak pernah menyebutmu dalam pesan video.

Bukankah itu bagian yang paling menyedihkan?

Aku mencoba mengabaikannya.

Jangan khawatir, suster. Dia akan mengunjungimu nanti.

Sebelum aku lupa, alasan kenapa aku biarkan kalian berlima sampaikan pidato

adalah karena aku ingin cari tahu siapa di antara kalian cinta terbesar Dick.

Karena orang itu akan mewarisi harta terbesarnya.

Namun setelah melihat video tersebut,

dan mendengar cerita kalian,

aku memutuskan bahwa kalian berlima akan mewarisi hartanya.

Kalian berlima sekarang adalah pemilik baru kopi 5 dalam 1-nya Dick.

Selamat.

Jalang sirik.

Ya ampun.

Senangnya.

Mia, kami harus pulang sekarang.

Sampai jumpa di kantor, ya?

Ya, kami akan mengurus perusahaan selama kau tidak ada.

Mia, Allen, bersenang-senanglah. Gunakan waktu kalian.

Sekali lagi, selamat.

Semoga kita semua menemukan cinta sejati kita.

Aku sangat iri padamu.

Tinggallah sedikit lebih lama. Ini masih awal.

Kami pergi sekarang. Tidak, maaf.

Kami akan menebusnya lain kali.

Kami masih harus pergi ke suatu tempat.

Astaga, kawan.

Kawan.

Aku melewatkan pernikahanmu. Penerbanganku tertunda.

Yang penting kau datang, kawan.

Siapa wanita cantik ini, kawan?

Kenalkan mereka!

Sahabat-sahabat Mia. Ini kawanku Ivan.

Sayang sekali, kawan. Kau tak bisa mengobrol dengan mereka lagi.

Kami belum ingin pergi.

Ya.

Aku juga. Kupikir akan bagus berbincang bisnis dengan Ivan.

Ya, aku butuh seseorang untuk pulang nanti.

Benar. Mari minum?

Penerjemah: zahrahh87 Telegram: @zahrahh87

Sinjai, Oktober 2022

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

Privasi Aman Kunjungi www.redmitra.com

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.