Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahna neng: NDASERUAG
--- Selamat Mendeleng ---
Selama satu milenium,
Raja-raja perkasa dan para ahli sihir bijak menahan kekuatan besar...
di seluruh wilayah Veroka.
Namun ketika perang 200 tahun terjadi antar negara-negara,
makhluk jahat mulai bermunculan dan meneror pedesaan tanpa terkendali.
Di akhir perang, para prajurit yang mempertaruhkan nyawa mereka...
untuk para negarawan dan raja kembali ke rumah...
mengira mereka telah meninggalkan medan perang.
Namun monster dan binatang buas telah beroleh pijakan...
dan mulai merusak perdamaian...
yang telah diperjuangkan orang banyak sampai mati.
KSATRIA IBLIS
Kenapa kamu? Ndak bisa gelut?
Heh...
Ya!
Seseorang tolong bersihkan itu.
Baiklah semuanya, kita lihat hasil tangkapan hari ini.
Aku mencuri ini.
Apa kamu harus curi jarinya juga?
Tidak, hanya lebih mudah saja.
Sedikit sadis. Camus, bagaimana denganmu?
Aku mencopet dompet koin.
Apa kamu harus membunuhnya karenanya?
Yang lebih penting, apa ada yang melihat kamu membunuhnya?
Tidak ada orang lain di pantai.
Berapa banyak koin yang kita bicarakan?
Siapa peduli? / Aku peduli.
Aku juga menemukan ini.
Di mana kamu menemukan ini?
Pip?
Siapa namamu, bro?
Jawab pertanyaannya.
Namaku Sigurd.
Mereka ini rekan senegaraku.
Aku Orwell.
Kenapa kamu terus menatap ke pepohonan?
Ya, ada apa disana?
Apa yang kalian ketahui tentang Setan Tulang?
Kalau itu hanya mitos.
Belatinya, di mana kamu menemukannya?
Itu jatuh dari langit.
Omong kosong.
Kisah belati itu ada kaitannya...
dengan monster itu. / Ya ampun.
Tidak ada yang peduli dengan belati itu.
Aku peduli.
Belati itu disebut 'Daiskopelo'.
Dulunya itu milik Monsignor Mustela,
penasehat Raja Samuel dari Remeny,
kerajaan paling makmur di seluruh Veroka.
Ya, ayahku bercerita tentang belati ini.
Ya, apa ada gunanya semua ini?
Kamu mau apa selanjutnya,
menceritakan dari bahan apa belatinya dibuat?
Aku tidak perlu menceritakan apa yang terjadi.
Tidak, mohon maafkan teman-temanku.
Setan yang terlahir itu telah mengacak-acak pedesaan
lebih dari setahun sebelum para pengintai Raja Samuel
melacaknya ke sepetak kecil hutan dekat gunung Lupin.
Dan atas saran para pembantu utamanya,
Raja mengirim sekawanan prajurit elitnya...
untuk memusnahkan monster itu.
Apa ada yang tahu apa yang kita cari?
Kehidupan. / Diamlah.
Kenapa? Tak ada apa-apa di sini.
Apa maksudmu? Ada kehidupan di sekitar kita.
Siapa juga yang kita cari di sini?
Bukan siapa, tapi apa.
Hentikan.
Tertawalah kalau mau, tapi di dunia ini
ada hal yang tak bisa dijelaskan.
Seperti Elijah yang menghabiskan semalam suntuk...
di rumah bordil tapi masih juga perjaka?
Dan bagaimana Greg bahkan bisa membuat orang suci untuk memukulnya.
Aku bilang kalian semua untuk diam.
Mau apa kalian kalau raja tahu kalian menolak perintahnya?
Kita dikirim ke sini untuk membunuh apa pun yang
meneror saudara senegara kita, mau itu Setan Tulang,
singa atau kelinci.
Hei, apaan itu tadi?
Kau lihat sesuatu? / Siaga.
Apaan tadi itu?
Aku tidak melihat apa pun.
Tetap waspada, masing-masing saling menjaga!
Oh, anjrit.
Oalah Gusti!
Elijah, kembalilah, dasar pengecut.
Di mana kamu?
[Sigurd] Kami disergap oleh monster itu.
[Mustela] Monster yang kalian disuruh bunuh?
Ya.
Dan semua regumu mati?
Kecuali kamu. / Ya.
Benar-benar suatu kebetulan, bukan?
Benar, Tuanku.
Sungguh mengherankan bagaimana seseorang bisa secara ajaib selamat...
dari pertemuan seperti itu.
Dan betapa panjang jejak kencing yang ditinggalkan anjing ini?
Sudah. Apa kamu pernah mendengar tentang monster kait?
Saya tak tahu, Tuanku.
Sayang sekali, sepertinya sejarah tidak diajarkan di sekolah lagi.
Sejarah yang tidak penting.
Hmm, monster kait adalah makhluk bermata satu mengerikan.
Tanduknya dapat dengan mudah menembus logam apa pun,
namun, meski dengan semua otot dan kekuatannya itu,
monster kait telah mengembangkan suatu langkah pertahanan.
Tersembunyi dalam darahnya racun yang akan membunuh dengan cepat.
Darahnya akan melumpuhkanmu, tapi tak membuatmu mati rasa.
Kamu akan melihat semuanya, mendengar semuanya,
kamu akan merasakan semuanya,
semuanya saat racunnya mengalir melalui pembuluh darah hinamu.
Apa yang terjadi di sini?
Duchess de Baudicourt, senang sekali bertemu kamu.
Aku tidak tahu kalau ada pertemuan yang sedang diadakan.
Ya, ini diadakan mendadak dan agak mendesak.
Kamu tidak terpikir untuk memberitahu Dewan atau Raja?
Dia memberitahu kami.
Kurasa itu mungkin menjelaskan maksudnya.
Di mana rekan-rekan senegaramu, Baudicourt?
Aku akan sangat hargai jika kamu memanggilku dengan gelar lengkap.
Duchess de Baudicourt, di mana rekan-rekan senegaramu?
Selamat malam, semuanya.
Selamat malam, Yang Mulia.
Apa ini orang yang selamat? / Ya, Yang Mulia.
Apa dia sudah menjelaskan kasusnya? / Desersi, Yang Mulia.
Sayang sekali, bawa dia ke penjara bawah tanah.
Siap laksanakan, Yang Mulia. / Bangun.
Monsinyur Mustela. / Baginda.
Duchess de Baudicourt. / Yang Mulia.
Aku mau bertemu kalian di ruang kerjaku.
Ya, Baginda. / Segera, Yang Mulia.
Ada saat di mana tak ada yang berani melanggar batas tanah ini.
Sekarang setelah Yaeger-ku tiada,
kita kehilangan salah satu unit elit kita,
musuh kita semakin mendekat.
Ayah. / Putriku.
Bagaimana pelajaranmu hari ini, Catriona?
Parah, Dr. Nicholas bilang aku takkan pernah bisa belajar apa pun.
Apa?
Dia bilang kamu takkan belajar apa pun...
jika tidak mencobanya.
Benar begitu? / Mungkin.
Kemarilah, anak manis.
Suatu hari nanti kamu akan memerintah kerajaanmu sendiri.
Yang ini? / Itu mungkin, tapi...
mungkin kamu akan menikahi salah satu pangeran kerajaan tetangga.
Oh aku benci mereka, mereka semua sangat membosankan.
Ayah juga berpikir begitu, tapi sebagai calon ratu
kamu bisa mengubah mereka,
membentuk mereka menjadi seperti yang kamu inginkan, lalu kamu bisa memegang kendali
dan menjalankan kerajaan sendiri, seperti yang dilakukan ibumu.
Baiklah Ayah, aku akan berusaha lebih keras.
Itu anakku.
Sekarang, kenapa tidak ke dapur?
Siapa tau ada pai yang kamu sukai.
Sabine?
Aku anggap Yeager gagal.
[Samuel] Hanya satu yang selamat.
Kirim pasukan yang lebih baik. / Apa?
Izinkan aku membawa dua unit.
Tidak mungkin. / Kenapa?
Ayah tidak perlu menjelaskannya padamu.
Ayah sendiri yang bilang.
Aku lebih jago menggunakan pedang dibandingkan dirimu.
Biarkan aku memimpin mereka.
Ayah takkan mengirim lagi orang-orangku untuk dibantai oleh 'binatang' ini.
Mereka akan dibantai, mau Ayah mengirimnya atau tidak.
Jangan mengujiku.
Maafkan aku, Baginda, tapi mungkin ada jalan keluar
agar keinginan kalian berdua terpenuhi.
Bagaimana itu?
Ada kelompok elit pemburu monster.
Mereka dikenal dengan nama Lost Blades.
Mereka berasal dari seluruh Veroka,
tapi tak ada satupun dari mereka yang berasal dari Remeny.
Selama satu dekade terakhir,
mereka telah membunuh lebih dari 150 monster dan setan.
Harganya mahal, tapi... / Seberapa mahal?
Bisakah kamu memberi harga keselamatan?
Itu ide yang bagus, Yang Mulia.
Aku tidak ingat kapan terakhir kali kalian berdua kompak tentang sesuatu.
Karena jika kelompok itu berhasil, kamu akan terlihat
sebagai pemimpin protektif yang mengutamakan keselamatan rakyatnya,
dan bukan tentang uang mereka.
Dan lagi pula, jika mereka gagal,
tak ada satupun dari orang-orangmu yang mati,
dan kamu tetap bisa mengirim lebih banyak pasukan setelahnya.
Baiklah. Segera kirimkan utusan.
Aku ingin berbicara dengan mereka sesegera mungkin.
Tentu saja, Yang Mulia. / Ya, Yang Mulia.
Lalu diaken itu menatapnya,
tanpa ragu menjawab, "Yang Mulia, tentu saja,
kereta penuh buah dan sayuran bisa lewat.
Kenapa kamu tidak?"
Itu cukup lucu.
Ada apa Culper, kamu ndak ngerti?
Kamu tau diakennya... / Ya, aku mengerti, Yang Mulia.
Lucu sekali kali terakhir kamu menceritakannya.
Ceritakan lelucon yang lebih lucu. / Dengan senang hati.
Baiklah, hadirin sekalian.
Dia tahu hanya ada kita berdua, kan? / Entah, tapi biarkan saja.
Jadi dari mana asalmu? / Castle Clemens.
Ah, Castle Clemens, Castle Clemens, tempat yang sangat bagus. Aku...
Yang Mulia.
Berakhir sudah. / Berakhir?
Aku mau ke bagian yang lucu tadi.
Aku yakin begitu.
Boleh bicara dengan kakakku? / Tentu saja, Yang Mulia.
Sendirian? / Pastinya.
Jangan jauh-jauh, kita ndak ingin kejadian minggu lalu terulang.
Tentu, Tuanku.
Apa kabarmu?
Lebih mendingan beberapa menit lalu.
Kamu sudah kembali ke kastil hampir setahun...
dan kamu hampir tidak berbicara denganku.
Ada alasan untuk itu.
William, tolong bicara padaku. Kita dulu begitu dekat.
Ya, dulu. / Kamu kabur dari kerajaan.
Tidak, Samuel. Aku memberikan gelarku...
untuk bersama wanita yang kucintai.
Ibu dan Ayah... / Jangan bawa-bawa mereka.
Mereka meninggal jauh sebelum kamu memutuskan
untuk membuat keputusan bodoh itu. / Keputusan bodoh?
Bagaimana dengan Abigail? / Jangan bawa-bawa dia.
Dia adalah ibu dari anak-anakku, dan Ratumu.
Tadinya.
Oh, itu Samuel yang kukenal, amarahnya membara.
Dia membuatku ngantuk. / Ayo ke bagian monsternya.
Bertele-tele banget cerita lo.
Gue baru mau ke bagian serunya.
Aku benci 'eksposisi'.
Kaya kamu tau artinya eksposisi.
Apa maksud lo?
Kamu tahu persis apa maksudnya.
Untung kamu masih bocah.
Kamu mau memukul perempuan? / Mungkin.
Aku suka drama politik. Membuatku merasa semakin pintar.
Baiklah, bisa kita kembali ke ceritanya?
Apa ini? / Ini?
Ini kepala Minotaur.
Kurasa ini berarti kalian telah berhasil.
Aku ndak mau kalian ribet, jadi kubawa kepalanya saja.
Sungguh perhatiannya kamu. Pembayaran sesuai janji.
Senang berbisnis denganmu.
Kurasa ini perlu dirayakan.
Ayo pada minum.
Tak ada minum-minuman...
sampai kamu menyingkirkan kepala ini dari barku.
Griff, bawa kepalanya ke dapur.
Segera. / Jangan, bukan dapur.
Ikuti aku.
Apa interogasinya berjalan baik?
Berjalan dengan sangat baik, Tuanku.
Pastor Abe sangat teliti, Tuan.
Monsinyur Mustela.
Ah, Putri Sabine, senang bertemu denganmu.
Hentikan itu, Monsignor. / Tinggalkan kami.
Apa maksudmu?
Maksudku memanggil orang asing untuk menangani urusan kita.
Merupakan tugas dan kehormatanku untuk melindungi Remeny...
dari segala ancaman, monster atau manusia.
Jika kamu ingin memerintah negeri ini suatu hari nanti...
kamu harus belajar kesabaran.
Buat apa itu jika rakyat kita mati seperti ternak?
Bahkan Tuhan tidak dapat melakukan segala sesuatu dalam satu hari.
Seorang penguasa yang bijaksana meluangkan waktu, mengumpulkan informasi,
lalu mengambil informasi itu dan menempanya
menjadi senjata, lalu menyerang.
Aku tak bisa hanya duduk diam tidak melakukan apa pun.
Dan kamu ndak akan begitu.
Kamu akan berkonsultasi dengan mata-mataku,
mereka akan mengumpulkan apa yang kamu butuhkan untuk membunuh 'binatang' itu.
Dan ketika Lost Blades gagal, dan itu bakal,
kamu akan meraih kemenangan dengan membunuh binatang itu,
dan itu akan mendorongmu ke tahta.
Dan bagaimana kalau mereka berhasil?
Serahkan saja itu padaku.
Orang Barbar. / Apaan tadi?
Aku bilang, "Bir, semuanya."
Baiklah,
siapa mau dengar bagaimana aku membunuh monster Norwood?
Kamu membunuhnya?
Begitulah seingatku ceritanya.
Seingatku Valdryk yang membunuhnya.
Dia ndak akan mampu melakukannya, tanpa aku memotong tanduknya.
Tolong hentikan.
Hentikan itu.
Jangan khawatir, geng Tucker ada di sini.
Tidak perlu berterima kasih kepada kami.
Biarkan aku yang ngomong.
Maaf, bos.
Tak perlu berterima kasih kepada kami.
Kami akan mengambil honor kami yang biasa, berupa sup, bir, dan wanita.
Ekstra babu wanita.
Singkirkan tanganmu dariku, mandi dulu sana.
Maaf, Nyonya.
Biarkan dia tetap dirantai.
Aku usahakan.
Lihatlah kualitas bandit-bandit yang ada di sini.
Kangen masa lalu?
Tidak,
aku baru sadar betapa kayanya aku jika aku terus mbandit.
Kalian membunuh makhluk itu sendirian?
Pasti menakutkan sekali. / Tak ada yang tak bisa kami tangani.
Aku yakin, pria besar kuat sepertimu.
Minggirlah, pria kecil.
Ya, minggirlah, pria kecil.
Sedang apa wanita cantik sepertimu...
dengan sampah seperti ini?
Silahkan.
Sepertinya kita akan bersenang-senang.
Hajar mereka! / Dengan senang hati.
Baiklah, sudah cukup.
Kami tidak butuh kekerasan lagi...
Nona, kemarilah.
Jangan ikut campur.
Tapi mereka butuh bantuan kita.
Mereka ndak butuh.
Kami sedang mencari Lost Blades.
Itu kami.
Apa itu?
Aku tidak mengerti. Itu air?
Apa itu yang kupikirkan?
Apa yang kulihat ini?
Ini adalah makam putri Hideo.
Bagaimana dia meninggal?
Serigala-serigala setan.
Anakmu akan menjadi pemimpin yang baik suatu hari nanti.
Ini benjolan yang parah, Vlad, tapi kamu akan selamat.
Terima kasih, Dok.
Baiklah Valdryk, mari kita lihat bahumu.
Aku baik saja.
Kamu tak bisa menyihir lukanya begitu saja.
Jenis sihir yang kubisa lebih bersifat alkimia.
Aku bisa membuat salep dan ramuan dengan bahan-bahan yang tepat.
Aku tidak pakai mantra.
Vlad, aku ada pertanyaan untukmu.
Apa?
Bagaimana mungkin seseorang sebesar dan seberat dirimu...
bisa dibikin KO dengan sebuah batu?
Bayangkan sebuah batu sebesar...
kepalan tanganku.
Itu batu besar, tau.
Hanya lebih besar dari otak kecilmu.
Cukup sudah, aku tempeleng kamu.
Sigurd...
jangan terlalu keras padanya.
Yah, aku tidak ingin menyakitinya.
[Mathias] Itulah sebabnya kamu tak akan pernah belajar.
Apa?
Ada pelajaran paling baik diajarkan melalui kesabaran dan kebaikan.
Ada pelajaran sebaiknya dipelajari...
dari seorang idiot yang marah dan berotot.
Ayolah, kita tahu
tak satu pun dari para pria ini dapat belajar apa pun.
Tempat yang bagus.
Menurutmu dia memberikan konpensasi untuk sesuatu?
Raja Samuel adalah salah satu prajurit terhebat Veroka yang pernah dikenal.
Maaf, aku hanya... kupikir itu lucu.
Biarkan mereka lewat.
Baik, Baginda.
Aku akan awasi.
Yang mana di antara kami?
Biarkan Griff, dia hanya melakukan tugasnya.
Sekarang, mari kita lakukan tugas kita.
Berlutut satu kaki.
Sudah tradisi untuk menekuk lutut ketika berbicara kepada raja.
Kenapa? Dia bukan rajaku.
Kamu akan berlutut, atau penjaga akan memaksamu.
Sudah lama sekali aku tidak diperlakukan seperti itu.
Terima kasih, senang rasanya diperlakukan seperti pria.
Silakan berdiri. Aku melihat keberanianmu sesuai dengan ceritanya.
Silakan berdiri.
Aku kira kamu Mathias Brennus.
Senang bertemu secara langsung.
Aku juga, Yang Mulia.
Kamu tau, kita pernah saling berperang.
Ya, pertempuran Evie Fall.
Aku menjauhimu.
Aku berterima kasih untuk itu.
Aku tak akan mampu melawanmu.
Kamu membunuh 100 orangku hari itu.
Sama halnya denganmu.
Apa kamu masih dibayangi wajah-wajah mereka?
Setiap orang. / Begitu juga aku.
Makanya aku senang hari-hari bertarungku sudah berlalu.
Aku tidak sanggup lagi menanggungnya.
Tinggalkan kami. / Tapi Baginda.
Orang-orang ini adalah jiwa yang dijual, Yang Mulia.
Bukan tipe orang yang dikenal dari Remeny.
Lord Sussex benar sekali.
Orang-orang ini adalah tamuku dan orang-orang terhormat.
Baldur, antar mereka keluar.
Siap.
Baiklah, semuanya keluar. / Bijaksana sekali.
Oh, maksudmu kami? Tentu saja.
Lewat sini.
[Baldur] Raja Samuel telah memerintahkannya.
Tuanku, mungkin akan bijaksana membiarkan ada beberapa saksi.
Saksi?
Kamu takut orang-orang ini akan membunuhku?
Itu terlintas di benak ane, Yang Mulia.
Dalam urusan bisnis, gue bisa tanganin sendiri.
Oke, deh. Terserah lo.
Yang Mulia.
Aku akan baik saja, Baldur. / Itu ndak bijaksana, Baginda.
Aku akan baik saja. / Aku ada di luar.
Baiklah.
Terima kasih sudah ke sini begitu cepat.
Ketika Raja memanggil sebaiknya jangan membuatnya menunggu, kan?
Aku tidak menunggu.
Katakan, pernah kamu dengar tentang Setan Tulang ini?
Kamu ingin kami membunuh Setan Tulang itu?
Ia terus berada di hutan.
Secara historis, ya.
Namun akhir-akhir ini ia menyerang desa-desa di kerajaanku.
Desa kecil di pinggiran hutan Lupin, tapi mereka adalah rakyatku.
Aku mengirim Yaeger untuk memburunya, tapi ia memusnahkan semuanya.
Para Pelacak?
Pelacak terbaik di Veroka.
Tidak lebih baik dariku.
Kenapa tidak mengirimkan sekelompok prajurit lagi?
Remeny punya banyak prajurit hebat.
Benar, tapi itu bisa jadi sulit untuk menemukan jalan di hutan Lupin.
Jadi jika kami berhasil, kamu mendapat kemuliaan.
Jika kami gagal, orangmu tak akan mati, ya?
Sepertinya kita akan membunuh Setan Tulang.
[Amelie] Kamu tak bisa menangkapku. / [Catriona] Hati-hati saja kamu, Amelie.
Amelie...
Pikirmu sedang ngapain kamu?
Aku sedang bermain dengan para putri.
Setidaknya mencoba.
Aku tidak berbicara kepadamu.
Pikirmu sedang ngapain kamu?
Maaf?
Bermain dengan pedang? / Aku tak sedang bermain.
Kamu bisa saja melukai dirimu sendiri, adikmu,
dan anakku.
Aku tahu apa yang kulakukan. / Jelas kamu tak tahu.
Telah kudedikasikan diri pada senjata ini selama lebih dari 1 dekade.
Kamu gadis yang terlalu cantik untuk bermain dengan senjata seperti ini.
Cantik? / Kamu memang cantik.
Aku terus mengatakan itu padanya.
Catriona. / Maaf.
Anak-anak, masuklah. Waktunya pelajaran.
Baik. / Oke, Bu.
Kamu tak tahu betapa beruntungnya kamu.
Jika itu orang lain di Veroka,
kamu pasti sudah dijebloskan ke penjara bertahun-tahun yang lalu.
Duri yang tepat sasaran jauh lebih berbahaya daripada pedang apa pun.
Belajarlah menggunakan kepalamu.
Ayo, Joan.
Ayolah Joan, kita semua tahu kamu tak cukup laki untuk melawannya.
Simpan saja untuk Setan Tulang, atau kehilangan bagianmu nanti.
Dia tak bisa melakukannya, kan? / Tak tahu.
Semua setuju? / Setuju.
Apa yang dia katakan?
Kurasa itu pasti...
Jangan menyelanya.
Putri Sabine awalnya tidak yakin,
tetapi dia tahu seseorang yang bisa membantunya.
Halo, teman lama.
Oh, kita sudah melalui ini.
Semakin keras kamu berontak, semakin sakit rasanya.
Kamu tahu kamu dipersilakan untuk membantu kami jika mau.
Oh, aku mau, tapi mahkluk itu membuatku takut.
Ya, monster kait ini merupakan spesimen yang luar biasa.
Sekarang waktunya untuk 'berkat'-mu.
Jurus Tuhan.
Ayolah. Ini hanya panen mingguan.
Putri, sang Duchess?
Ini bukan tentang itu.
Jarum suntiknya.
Kamu mau bantu memanennya?
Apa yang kamu ketahui tentang Lost Blades?
Ada yang aneh dengan salah satu mereka.
Hmm? Ya, Halovian yang pendek itu.
Renzo, kurasa namanya.
Ingatanku benar, dia dibesarkan oleh serigala yang...
Bukan, pemuda yang tak pernah melepas helmnya.
Ya, Joan. Putra pemimpin mereka Mathias.
Rumornya, skill bermain pedangnya sebanding dengan skill-mu.
Ketika Lost Blades pergi, aku melihat Joan melepas helmnya.
Itu hanya sesaat. Aku tak yakin apa yang kulihat,
tapi ada yang aneh dengannya.
Menarik. Akan kuminta mata-mataku untuk menyelidikinya.
Ya Monsignor, bijaksana seperti biasa.
Culper. / Ya, Tuanku?
Aku yakin punya pekerjaan untukmu dan bosmu.
Hanya sekitar dua hari perjalanan lagi sebelum kita mencapai Gunung Lupin.
Bagus. Bisa kamu carikan tempat berkemah?
Ada sebuah danau sekitar dua mil dari sini.
Itu harusnya tempat yang bagus.
Asalkan tidak terlalu berawa.
Atau penuh dengan kodok raksasa. / Kodok?
Aku tidak mendengar monster.
Mungkin ia terlalu jauh.
Jangan berpikir begitu.
Kebanyakan monster takkan membiarkan teriakan seperti ini terjadi.
Seseorang, tolong aku! Tolong aku!
Renzo, Holgar, Hideo, Joan, pergi cari sumber teriakan itu.
Renzo, ini pengintaian bukan pertempuran.
Itulah menurutnya. / Ikuti aku.
Jangan melawan lagi. / Lepaskan aku.
Sudah terlambat. / Aku belum melakukan apa pun.
Kenapa mereka selalu mengatakan itu?
Bisakah kau diam dan membantu?
Dia kuat sekali.
Itu sebabnya aku menyarankan anak. / Itu menjijikan.
Kita pernah melakukan yang jauh lebih buruk sebelumnya.
Tolong aku! / Tolong tutup mulutnya.
Tolong aku, tolong, seseorang tolong aku.
Kita ikat saja dia.
Cukup, semuanya ambil posisi.
_
Wahai Yang Maha Agung, kami merendahkan diri di hadapan-Mu.
Kami tidak layak menerima karuniamu.
Bagaimana situasinya? / Ini seperti aliran sesat.
Bisa jadi pemburu penyihir. / Apa ada jalan keluar?
Apa? Tidak, kita harus menolongnya.
Dan jika kita melakukan itu, lalu apa? Membawanya bersama kita?
Kenapa tidak?
Kita akan memasuki sarang monster...
yang telah menghancurkan unit-unit prajurit elit.
Jika kita harus menjaga non-kombatan...
Kita semua mati.
Kami merendahkan diri di hadapanMu.
Kami tidak layak menerima karuniaMu.
Oh, lepaskan aku.
Tolong aku.
Lihat, sudah kubilang dialah orangnya.
Ya, monsignor bersikap bijaksana menunjukmu sebagai pelacak.
Kamu melakukan ini pada dirimu sendiri
Bajing....
Ngapain kamu? / Selesaikan ritualnya.
Bebaskan dia. / Terima kasih, terima kasih.
Aku Vlad.
Ada yang ingin memberitahuku kenapa kamu tak mematuhi perintahku?
Kamu mungkin ingin mati,
tapi jangan menyeret kami semua, terutama anakku.
Ayah, aku bisa mengurus diriku sendiri.
Maka mulailah bertingkah seperti itu.
Baiklah, lemparkan, ayo.
Jangan curang, jangan curang.
Gelundungkan.
Satu. / Jangan curang.
Maaf, aku tidak menuruti perintahmu, tapi...
Apa menurutmu ini tentang itu?
Ya... tentang itulah menurutku ini.
Tahukah kamu betapa gegabahnya tindakan tadi itu?
Kita menyelamatkan nyawa gadis malang itu.
Dengan mempertaruhkan nyawa beberapa prajuritmu?
Aku tidak bermaksud... / Dan nyawamu sendiri?
Suatu hari nanti, kamu akan memimpin...
Mungkin bukan dari unit ini, tapi ya,
banyak pria sudah melihat ke arahmu, tapi itulah kenapa...
kamu harus mempertimbangkan setiap pilihanmu...
sebelum kamu membuat keputusan.
Joan, kamu harus berusaha...
dua kali lebih keras untuk mendapatkan rasa hormat mereka.
Aku masih tidak mengerti apa yang salah dengan menyelamatkan wanita itu.
Itu hal yang benar untuk dilakukan.
Apa yang akan terjadi jika salah satu dari kalian terluka...
atau terbunuh?
Tapi nyatanya tidak.
Aku lapar. / Itu...
Joseph, Joseph, kita membuat kesalahan.
Bicara apa kamu? / Dengarkan.
Halo, temen-temen.
Di mana Vlad?
Di sini?
Kita harusnya membiarkan dia mati.
Dia milikku.
Kalian semua, istirahatlah.
Besok hari yang melelahkan.
Hmm, Remeny. / Ya...
kelihatannya begitu.
Apa kamu yakin ini benar tempatnya?
[Renzo] Aku bisa menciumnya.
Jika kamu bisa menciumnya, di mana itu?
Di mana-mana. / Itu membantu.
Kira-kira kamu bisa mempersempitnya untuk kita?
Aku mendengar sesuatu di sana.
Di mana? / Disana.
Apa itu?
Mungkin itu hanya burung hantu atau sejenisnya.
Holgar!
Akan kubunuh mahkluk itu dengan tangan kosong.
Hentikan, aku bilang hentikan.
Kita akan puas dengan hasil yang pasti.
Bentuk lingkaran! Ayo.
Pedang.
Kita saling menjaga satu sama lain.
Nunggu apa dia?
Menunggu kita membuat kesalahan.
Jangan menunggu.
Kembali ke barisan. / Ayo.
Holgar.
Holgar, kembali ke barisan!
Apa yang kau tunggu?
Holgar, kembali ke barisan.
[Holgar] Aku sudah muak dengan aturanmu.
Kubilang, kembali.
Ayo. / Maju.
Temuilah dia, Hideo.
Hanya itu?
Lebih pendek dari yang kukira.
Kamu tak punya kepekaan terhadap kecepatan sastra.
Aku telah membaca banyak buku.
Kamu bisa membaca?
Lalu ngapain kamu di sini?
Hati-hati neng, dia terintimidasi, tuh.
Aku tidak terintimidasi oleh perempuan.
Kamu cepat sekali membela diri.
Biarkan dia melanjutkan.
Hah, mereka membunuh monster itu.
Agak antiklimaks. / Ya.
Jadi wajahmu. Kamu belum kehilangan matamu.
Kan, sudah kubilang masih ada lagi.
Kamu tak mengatakannya.
Setelah perjalanan kembali ke Castle Clemens yang aman,
Raja Samuel telah menanti kami,
sebuah pesta untuk menghormati kami.
Semua penasehat dan bangsawan Remeny ada di sana...
untuk merayakan pencapaian kami.
Hmm, bagus sekali. / Ya.
Sulit dipercaya.
Apa yang sulit dipercaya?
Yah... orang-orang seperti kalian bisa membunuh binatang seperti itu.
Kami adalah pemburu monster.
Kami mencari nafkah dengan membunuh binatang buas seperti ini.
Maafkan Duta Mist dan Adipati Pantagon.
Congor mereka suka lebih maju daripada otaknya.
Permisi, Tuan-tuan.
Jadi kamu dan raja sendirian?
Secara teknis tidak sendiri.
Ada rombongan kecil prajurit bersama kami.
Mereka adalah rekrutan baru,
baru saja cukup umur untuk mengenakan baju zirah.
Kenapa membiarkan raja tidak terlindungi dengan baik?
Aku takkan mengatakan dia tak terlindungi dengan baik.
Kupikir kamu akan menggunakan prajurit-prajuritmu yang paling tepercaya?
Kami lebih dari cukup untuk misi kami.
Kami hanya mengejar satu penyihir.
Tetap saja, lebih baik aman daripada menyesal.
Apa yang merasukimu hingga berani mengejar penyihir?
Karena dia menakuti penduduk desa,
mencuri ternak dan anak-anak mereka.
Kamu masih belum menjawab pertanyaanku.
Apa maksudmu, sih?
Ada penduduk desa. / Kamu tidak serius.
Aku ingin berterima kasih atas semua yang telah kamu lakukan.
Sama-sama, Nona.
Itu bukan apa-apa.
Ayolah, mereka sudah mencoba
untuk membunuh binatang itu selama beberapa generasi.
Beberapa Generasi?
Setiap kerajaan telah mencobanya. / Aku tidak meragukan itu.
Kami senang bisa membantu.
Aku tahu semua keluarga akan tidur lebih nyenyak malam ini.
Lihat, kita ramah keluarga.
Permisi.
Ada apa?
Dia bilang mereka sudah memburu makhluk itu selama beberapa generasi.
Begitu juga dengan kerajaan lainnya.
Tapi sepertinya tak ada banyak bekas luka di makhluk itu...
yang telah diburu selama itu.
Mungkin itu bukan apa-apa.
Mungkin, mungkin juga tidak.
Jadi raja membabatkan pedangnya di medan pertempuran.
Pertempuran apa ini?
Pertempuran Fenlow. / Ah, menarik.
Aku khawatir kita mungkin musuh. Aku dipihak Carolina saat itu.
Kita semua membuat kesalahan.
Apa dia sendirian? / Maaf?
Raja. Apa dia sendirian?
Tentu saja tidak, aku menjaga dibelakangnya,
dan kami membawa satu batalion penuh.
Caramu cerita membuatnya terdengar seperti dia sendirian.
Itu agak membingungkan.
Mungkin kamu bisa menyampaikannya dengan cara lain.
Kamu ingin aku menceritakan kisahnya?
Itu agak menyesatkan.
Bahkan selsor pun bingung.
Biarkan kapten menceritakan kisahnya.
Terima kasih, Lady Jones. Sampai mana aku tadi?
Kamu berada di medan perang.
Mengawasi punggung raja.
Saat dia menebas musuh-musuhnya.
Ya, ya, jadi kami membuat jalan melewati baris demi baris...
pertahanan mereka, dan ada darah, ada usus.
Maaf mengganggu, Kapten Baldur.
Permisi, Baldur sedang bercerita.
Tidak, tidak apa-apa.
Ceritanya mulai agak...
Ada apa, Duta Mist?
Duchess de Baudicourt ingin berbicara sebentar.
Apa ini sangat penting?
Dia lagi di tengah-tengah kisah pertempuran yang agung.
Takutnya begitu. / Baiklah, mungkin lain kali.
Lewat sini, Kapten.
Aku cukup menikmati cerita kapten.
Kamu pasti salah satu putri.
Catriona?
Bukan, aku Putri Sabine.
Maaf, aku berasumsi, karena kami...
Nikmati pestanya. / Oke.
Tunggu, apa yang bisa kamu ceritakan tentang Joan?
Siapa? / Joan.
Ah, jago menggunakan pedang, terutama untuk usianya.
Dan pedang adalah senjatanya?
Pedang dan perisai. / Menarik.
Permisi, Putri? / Ya?
Monsignor Mustela ingin bertemu kamu?
Kenapa dia tidak datang menemuiku?
Mungkin kamu harus bertanya padanya saat kamu menemuinya.
Sabine, Sabine. / Dia tak punya waktu seharian.
Hai, Cat. Apa kamu bersenang-senang?
Apa kamu sudah bertemu dengan salah satu Lost Blades?
Beberapa, tapi kamu jangan terlalu dekat dengan mereka.
Ayo, izinkan aku memperkenalkanmu.
Lost Blades, ini kakak luar biasaku Sabine.
Sabine, ini Lost Blades.
Kudengar, kamu sangat terampil menggunakan pedang.
Aku tak tahu mereka mengizinkan wanita melakukan hal itu di sini.
Mereka tidak izinkan, tapi dia seorang putri.
Mereka akan apa? / Pasti menyenangkan.
Jika kamu suka diabaikan oleh semua orang.
Selamat karena telah membunuh Setan Tulang.
Joan-lah yang memberikan sabetan mematikan.
Oh ya, Joan. Kudengar kamu jago pedang.
Aku bisa menjaga diriku sendiri.
Mungkin kita harus mengujinya.
Dengan?
Aku. / Kamu?
Ada apa, Joan? Takut ketahuan?
Itu suatu kesalahan.
Kurasa ini bukan tindakan yang bijaksana.
Tidak seorang pun bertanya padamu, Paman.
Hanya duel persahabatan, sampai darah pertama.
Tak ada yang perlu mati, meski aku mengerti...
kemampuan sosialmu mungkin menakutkan.
Baiklah.
Ini duel pertama kita dalam... berapa?
Setidaknya satu tahun.
Bagaimana itu?
Aku belum pernah melihat yang seperti ini.
Putri Sabine cukup terampil.
Entah apa yang coba kamu buktikan, Sabine.
Oh, Ayah.
Sabine, kamu akan luar biasa.
Bisakah kita melakukan ini di luar tembok kastil?
Apa yang ingin disampaikan oleh Duchess dan ayahmu,
adalah pertarungan yang bagus, buatlah kita bangga.
Apa ini normal di pesta jenis ini?
Tidak cukup normal.
Hati-hati.
Aku bukan orang yang perlu kamu khawatirkan.
Kamulah orang yang selalu membuatku khawatir.
Aku sudah menyiapkan sesuatu, berkat 'teman kita' di bawah.
Aku tidak butuh itu.
Doakan aku. / Kamu tak akan membutuhkannya.
Semoga beruntung, Putri.
Ayo, Putri.
Semoga wanita terbaik yang menang.
Kalian bisa.
Ayo Sabine.
Ayo, Sabine. / Hajar dia, Joan.
Itu dia.
Ya.
Jadi Joan, bisa kita lanjutkan?
Ayo.
Itu dia.
[Joan] Pertarungan yang bagus, Putri.
Bravo, aku tidak menyangka itu.
Tak pernah menyangka akan melihat Putri Sabine kalah duel.
Aku tidak kalah.
Joan.
Bukan maksudku...
Tidak.
Aku tak bermaksud begitu.
Tidak tidak tidak! Sabine, Sabine.
Tidak, tidak!
Oh tidak, tidak, tidak, tidak...
Tidak...
Masukkan mereka semua ke penjara.
Masukkan mereka semua ke penjara. / Baginda.
Masukkan mereka semua ke penjara.
Bawa mereka.
Bawa mereka.
Jangan melawan.
Kamu pikir bisa mengalahkanku?
Bekerjasamalah, dan kamu tak perlu mengetahuinya.
Biarkan, Renzo. / Apa, kamu bercanda?
Ke sini.
[Renzo] Kau menyembunyikan ini dari kita selama bertahun-tahun?
Aku tahu,
aku menyesal, aku berharap....
Aku tidak memyesal. / Apa?
Aku melakukan apa yang harus kulakukan
agar bisa tinggal bersama putriku, dan aku akan melakukannya lagi.
Tidak ada yang akan mempekerjakan tentara bayaran...
yang melanggar hukum dari kerajaan yang hilang dan Veroka.
Bagaimana kami bisa mempercayaimu lagi?
Apa kamu bercanda?
Berapa banyak dari kalian yang pernah dipenjara atau hilang...
ketika ayahku menemukan kalian?
Berapa banyak dari kalian yang telah diselamatkannya di medan perang?
Aku juga telah menyelamatkan nyawanya.
Tepat sekali, kita semua telah menyelamatkan satu sama lain.
Baiklah. Apa rencana kita?
Minggirlah, kamu tahu yang benar itu.
Kami menginginkannya, kami menginginkan kepalanya.
Kami punya hak untuk berada di sini.
Kamu tahu apa yang benar, biarkan kami lewat.
Semuanya, harap tenang.
Kami tak akan tenang. / Biarkan kami masuk.
Bisakah aku lewat?
Tak seorang pun boleh lewat.
Tetapi aku harus melakukan doa terakhir.
Apa? Tidak ada yang akan mati di sini malam ini.
Kenapa kamu melindungi mereka?
Aku akan minggir, kalau jadi kamu.
Kami punya hak untuk berada di sini.
Mungkin begitu, tapi.... / Mari kita lihat pembunuhnya.
Tak ada pembunuhan di sini.
Ya, ada.
Kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri.
Kami menuntut untuk diizinkan masuk.
Lalu apa? / Aku tak tahu.
Lalu kamu mau apa? Kalian mau apa?
Mau membalas dendam?
Tepat sekali. / Ya, balas dendam. Untuk Putri Sabine.
Berikan kami pembunuh kotor itu.
Jika kamu tak memberikan keadilan, biar kami sendiri yang beri.
Oh, kalian para pria-wanita pemberani ingin menggantung seorang wanita...
yang baru saja membunuh prajurit terhebat di Remeny.
Kalian pikir bisa mengambilnya...
dari para prajurit terampil yang dikurung bersamanya?
Dimana semua keberanian itu, kemana perginya?
Apa yang terjadi dengan semua omong besar itu?
Silakan. / Tuan?
Beri mereka ruang, biarkan mereka masuk, minggir.
Serius?
Apa kamu menolak perintahku?
Tidak, Tuan. / Maka biarkan mereka masuk.
Ayo, balaskan dendammu.
Tapi kami takkan berada di sana untuk melindungi kalian.
Kurasa kamu sudah menyampaikan maksudmu, Kapten Baldur.
Lalu kenapa kalian semua masih di sini?
Ayo, kita tinggalkan tempat ini.
Raja akan mendengar tentang ini.
Oh, dia jelas akan mendengar tentang ini.
Aku pergi. / Ayo, Lord Yarro.
Kita akan pikirkan kembali pendekatan kita.
Aku tak percaya itu sungguh berhasil.
Kalian bertiga, masuklah ke dalam, dan jaga selnya.
Ya, Tuan.
Menurutmu mereka akan kembali? / Mungkin saja.
Aku lebih khawatir pada seseorang yang mencoba masuk.
Kalian berdua, berjaga di sini.
Aku akan cari bala bantuan.
Ini akan menjadi malam yang panjang.
Tuhan menaruh makhluk ini di Veroka karena suatu alasan.
Tahukah kamu alasannya?
Tidak, Yang Mulia. / Begitu juga aku.
Namun aku tahu bagaimana menggunakannya untuk memajukan tujuan-Nya.
Duchess, baik sekali kamu mau bergabung dengan kami.
Tempat apa ini?
Di sinilah aku melakukan penelitianku.
Itu salahmu.
Bisa tinggalkan kami?
Bagaimana maksudmu?
Semua rencanamu, kamulah...
yang membuat sang putri terbunuh, kamu yang mengendalikannya.
Itu salahmu, itu salahmu.
Pilihlah kata-katamu selanjutnya dengan sangat hati-hati.
Pikirmu aku tak mengenalmu? Apa yang kau inginkan?
Kamu tak bisa menjadi raja.
Raja? Kekuasaan yang sesungguhnya tidak terletak pada tahta.
Tidak!
Mama, semuanya akan baik saja.
Racun itu akan membunuhmu dalam hitungan menit.
Ma, tidak.
Akan sangat menyakitkan sampai saat itu.
Singkirkan anak itu juga.
Semua akan baik-baik saja. Mama tidak, mama!
Monsieur. / Mahkluk apa itu?
Mari kita kunci pintunya.
Tapi mana kunci? Mana kunci?
Oh, anjrit!
Tolong aku, tolong aku.
Maafkan aku. / Tolong aku.
Maafkan aku.
Ngapain lo? / Mengeluarkan kita dari sini.
Lari, minggir, ngacir.
Wah, itu aneh, dong?
Siapa dia? / Apa dia penjaga?
Ndak mungkin.
Para penjaga di sini yang paling berani di dunia.
Apa kamu mendengarnya?
Tulung.
Eh, mau ngapain?
Tunggu dulu.
Kalian pikir mau ke mana kalian?
Apa itu monster kait?
Kita harus membantu mereka.
Biarkan aku pergi. / Tahan dia.
Ada saatnya dalam kehidupan setiap pria...
harus mengutamakan kebaikan orang banyak daripada dirinya sendiri.
Lihat mahkluk itu. / Tidak... lihatlah aku.
Kamu bersumpah untuk melindungi kastil ini,
dan semua orang yang ada di dalamnya.
Lakukan tugasmu atau mati sebagai pengkhianat.
Buatlah aku bangga.
Kita bunuh makhluk itu, demi Remeny.
Kamu bersamaku. Ayo.
Di mana Lord Dale?
Aku suruh libur.
Kamu apa? Dia pengawalmu, kamu tak bisa melakukan itu.
Aku bisa.
Bisa-bisanya kamu... kamu memang....
Tuan, kita punya masalah.
Urus itu.
Aku mencoba, Tuan, tapi kita ada monster kelayaban di kastil.
Apa sang putri aman?
Kami sedang mencarinya sekarang.
Yang benar saja, ikut denganku.
Tuan, haruskah ada yang melindungi pangeran?
Kamu prajurit baik, aku mau kamu di sisi raja, pergilah.
Siap laksanakan, Tuan.
Baiklah, aku akan kirimkan satuan pasukan untuk melindungimu.
Monggo silakan.
Tunggu dulu, monster. / Jangan ganggu dia!
Berhenti di situ.
Bawa dia keluar dari sini.
Gua ketawa...
pas Mustela nyiksa elo!
Renzo, tunggu yang lain.
Dimana para penjaga?
Aku tak akan komplen. / Harusnya ada penjaga.
Itu ndak bagus.
Potong giginya.
Apa kamu baik saja? / Ya.
Lindungi putriku. / Dengan nyawaku.
Tidak!
Minggirlah. / Tidak.
Mundur. / Ayah, tolong dia.
Hiyaaatt!
Hiyaaatt!
Ayo. Pergilah!
Ayah!
Kita harus keluar dari sini sebelum makhluk itu kembali.
Mundur, mundur.
Ayah.
Tidak, tidak! / Tetap di sini.
Ayah!
Di sini, hei di sini.
Tidak, tidak, tidak.... Ayah...
Tidak apa-apa, kamu akan baik-baik saja.
Teruslah pergi ke hutan.
Tidak, Ayah!
Lari, kubilang lari!
Tidak.
Ini tempatnya.
Bajingan, luh!
Kamu baik-baik saja?
Ambilkan saja aku kain lap.
Renzo!
Renzo, tidak.
Joan!
Joan menyeret monster itu ke dasar danau.
Dia menahannya di sana selama yang dia bisa.
Apa monsternya mati?
Frank dan aku berdiri di sana di sisi danau...
sepanjang malam, tak ada yang pernah muncul ke permukaan.
Makhluk itu adalah ibu dari binatang yang
kami disewa untuk membunuhnya.
Bagaimana kamu tahu itu?
Kenapa hal itu kamu bahas?
Itulah hal tentang ibu, mereka tidak pernah menyerah.
Ya Tuhan!
Astaga dragon!
Ayo, kita lihat kemampun lo!
Tidak, tidak, tidak, tidak.
Lari, nak.
NDASERUAG Banyumas, 21 / 11 / 2024
Pastor Abe?
Oh, aku mau kamu mandiin akyu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.