All language subtitles for Web-DL 720px264 AAC - HonyHD

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Translate By Zambronk_lah zbr182

Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan ~o0o~ http://subscene.com/u/612819

IDFL™ Subs Crew http://IDFL.me

Aku tak mau pergi... Arjun.

Ayolah, Meera...

Baiklah, tenang.

Kita hanya minum sedikit saja. - Tidak.

Baik, beri aku satu alasan...

- Ny. Duggal. - Satu...

Aku bahkan belum selesaikan perkataanku.

- Ny. Duggal. - Apa ?

Yang dia bicarakan selalu soal Delhi melawan Bangalore.

Kami sering membicarakannya ribuan kali.

Ayolah, dia manis.

Kau bilang begitu...

...Karena kau tahu dia naksir denganmu.

- Itu... - Benar.

Gila

- Itu hanya omong kosong. - Kumohon, Arjun. Kumohon.

Meera, hanya karena kau tak mau pergi...

- Arjun kumohon - Berhentilah membuat banyak alasan.

Dia menyukaimu.

Tak ada salahnya.

Kau lelaki tampan. Aku pun suka padamu.

Ya. Baik.

Kau tahu satu-satunya orang lain yang bisa aku ajak ngobrol itu Rajiv.

Dan dia..

...Sangat membosankan.

Rajiv sangat manis.

Sebenarnya,

Setelah minum sebotol bir, Rajiv jadi tambah keren.

Beri saja dia 3 minuman dan biarkan dia bicara.

Kau ingin aku menyajikan minuman di pesta..

Begitu?

- Ayo balik? - Kumohon, Meera.

Ayolah.

Baik, mau apa kita di rumah?

- Nah, kita nonton film saja. - Film?

Yang itu.

Film jenis 'itu'! Jenis 'itu'.

Film jenis 'itu'!

Masih ingat film terakhir yang kita nonton...

Film Tamil.

Apa dialognya? Dialog saat pesta.

Aku tahu kau menghafalkannya.

Diamlah, Arjun.

- Ucapkan. - Tidak

Ayolah. Kalau tidak, akan ku ucapkan dengan keras.

Pesta... Pesta...

Fokuslah pada jalan.

Aku lihat.

Masih jauh?

Sudah sampai.

Kesempatan terakhir.

Lupakan pestanya.

Ayo kita pulang dan bercinta.

Ucapkanlah seperti itu..

Lupakan pestanya.

Ayo kita pulang dan bercinta.

Kita harus cepat-cepat keluar. Janji.

- Yang itu, 'kan? - Ya.

Oh tidak. Ponselku ketinggalan di mobil.

Bagaimana aku tanpamu?

Kau merokok lagi?

Tidak...

Bangalore indah dan menyenangkan, jadi...

Bangalore juga kota bisnis, Meera.

Dan barnya tutup pukul 11:30.

Maksudku, lihatlah Delhi!

Ada orang ini..

Terima kasih.

Apa Arjun semenyenangkan itu saat dia tak mabuk?

Tapi..

Ya.

Maaf, harus ku angkat.

Tak masalah.

Ya, Vinay?

Aku seperti...

Maaf, kawan. Boleh aku pinjam dia sebentar?

Ya, silahkan.

Ayo.

Akan ku bereskan.

Sayang, dengar.. Jangan kecewa, tapi...

Oh, Meera, ayolah! Ini sudah ketiga kalinya!

Aku harus pergi.

Ada masalah dengan sejumlah tes.

Akan ku ceritakan di jalan.

Suruh Vinay mengatasinya.

Dia yang menelepon.

Hubungi Shruti. Maksudku, dia pasti bisa mengatasinya.

Sayang, bisa kita pergi langsung? Nanti aku telat.

Semua baik-baik saja, kawan?

Ya. Urusan kantor, mendesak. aku harus pergi.

Kau bukan bekerja sebagai pemadam kebakaran, 'kan?

Peluncuran produk. Tak bisa ditunda.

Baiklah, kalau begitu. Aku akan mengantarmu pulang.

Ya, bagus. Rajeev akan mengantarmu pulang.

Kau ikut sekarang, atau bersama Rajeev?

Hubungi aku kalau sudah sampai.

"Turun".

Tentang harapan, jadi jika kalian punya kesempatan..

..Untuk memenuhi salah satu harapan kalian..

...Maka apa harapan itu dan kenapa?

Kirimkan jawaban kalian, atau melalui email kami.

Jadi, apa topiknya?

Pergi saja!

Jabber jabber jabber jabber!

Dengar Tuan,

kami sedang lakukan penyelidikan di daerah itu.

Nyonya!

Jika Anda ingat plat nomornya,

Maka akan lebih mempermudah.

Itu terjadi begitu cepat.

Ya.

Jadi bukan salah satu dari mereka, Nyonya?

Bukan.

Kota ini bagai anak ABG, Tuan.

Terkadang itu hanya iseng.

Kenapa Anda membiarkannya berkendara sendirian saat malam hari?

Memanggil...

Anda berteman dengan Polisi 'DIG'.

Kenapa tidak minta izin memegang pistol saja?

Pistol?

Bagaimana menurutmu?

Perlukah kita membawa pistol?

Ya.

Kota itu kayak anak ABG lagipula.

Aku harus bawa pistol.

Baiklah. Aku akan bicara padanya.

Ayo kita minta surat izinnya, lalu lihatlah.

Kota ini bagai anak ABG.

Ikut sekarang atau bersama Rajiv?

Kota ini bagai anak ABG.

Kenapa Anda membiarkannya berkendara sendirian di malam hari?

Anda baik-baik saja, Nyonya?

Arjun // 11:22 PM Sedang dalam suasana hati romantis?

Arjun // 11:23 PM Ayo kita pergi rayakan ulang tahunmu.

Arjun // 11:23 PM Ayo kita pergi rayakan ulang tahunmu Mengulang bulan madu kita.

Bahkan jika kita asumsikan...

Jangka waktu 5 tahun untuk mencapai 50%...

..Dari konsumsi produk pembalut wanita per kapita di China...

Kita sedang berbicara mengenai tingkat pertumbuhan tahunan dari...

...28% di segmen ini.

Beranjak ke nama merk...

Hasil dari penelitian kualitatif kami...

...Mengatakan bahwa dalam sebagian besar kasus...

...Pembelian produk ini dilakukan oleh anak-anak.

Toko obat

Dd Tier-2 dan pasar pedalaman kebanyakan dikelola oleh pria.

Wanita jadi malu untuk membeli produk itu saat hendak membayar.

Sementara para suami mereka menganggap...

...hal ini kurang etis.

Hanya di India!

Jadi dalam kebanyakan kasus, anak-anaklah yang disuruh untuk membeli produk itu.

Yang artinya...

Nama produk kita haruslah nama yang bisa mudah diingat oleh anak-anak.

Dan dari nama-nama terpilih, Ada satu nama yang paling diminati...

..Dari pernyataan 800 anak, yaitu...

...'Saathi' (Teman baik).

Bagus!

Bagus, Meera. Kerja yang bagus!

Baiklah, semuanya. Mari kita sepakati.

Kurasa Meera akan pergi sekarang.

Nah, aku juga punya pandangan...

Karyawan wanita cenderung mudah berbicara dengan bos mereka.

Secara teknis, itu pengamatan, Vinay.

Bukan pandangan. Mereka tak mengajarimu IIM?

Selamat ulang tahun, Ny. Meera! Semoga perjalanan Anda menyenangkan!

- Terima kasih! Selamat berakhir pekan! - Terima kasih.

- Sebentar, Kumohon 10 menit - Anda sudah mengatakannya sejak tadi

- Tak ada yang datang kemari. - Tapi aku pasti kena marah bos.

Itu dia. Aku pergi.

Nyonya, Anda tahu aturannya.

Dia hanya lakukan tugasnya.

Maaf.

Maaf! Lumayan.

Hanya ingin mmebuatmu terkesan.

Usaha yang bagus.

Kali ini, aku ingat semuanya.

Apa?

Tasmu, tasku...

Menyerahkan kunci pada pembantu...

Kau membuat daftarnya?

Ya. Aku selalu membuat daftarnya.

Agar aku tak lupa.

Bagaimana dengan air botol?

Oh sial!

Air botol!

Sudah buat daftar, ha?

Kenapa jalannya diblokir?

Majulah, apa yang kau lihat!

Berhenti menunggu!

Orang-orang ini takkan mengijinkanku pergi sendirian.

Kenapa jalurnya ditutup?

Tadi ada 4 orang naik mobil Pajero...

Petugas memintanya membayar tol...

Terus?

Mereka menembaknya.

Ada apa?

Apa katanya?

Bukan apa-apa. Semacam perkelahian.

Ya, aku jalan!

Cuaca hari ini seperti suasana hatimu.

Kadang cerah, kadang mendung...

Dan terkadang romantis

Terkadang romantis!

Butuh air.

- Maafkan aku, Sayang. - Tak apa-apa.

Ambilkan aku peta.

Peta?

Oh... wow!

Apa? Air! Dari mana datangnya?

Kau tak tahu. Aku tak tahu!

Ya Tuhan!

Untuk ulang tahunmu.

Ayo. Nyalakan.

Ada apa denganmu hari ini?

Maksudku, kau baik-baik saja?

Kenapa kau selalu tersenyum?

Aku tidak tersenyum.

Ngomong-ngomong...

Sudah ku pesan sebuah villa pribadi untuk kita.

Wow! Mengesankan.

Villa... Pribadi.

Oh, sudah kuduga!

Ini ulang tahunku, tapi kau ingin ambil keuntungan!

Bagaimana bisa, Arjun?

Pengembalian hadiah!

Hadiah balasan!

Hadiah balasan!

Ini belokannya, ke kanan.

Tapi di peta masih belokan di depan.

Sudah pasti yang ini.

Coba tanya dulu.

Percayalah, ini jalan alternatifnya.

Kau itu ya! Cobalah tanya dulu.

Ayolah, Arjun, Aku tak mau tersesat di sini semalaman.

Coba tanya orang sini.

Baik, baik.

Permisi, jalan ini menuju kemana?

Jalan ini tak kemana-mana, kawan

Tetap di sini.

Bukan, maksudku...

Apa benar ini jalan alternatif Basantpura?

Ya.

Seberapa jauh dari sini?

Kau ingin aku menggendongmu kesana?

Kau mau kemana? Basantpura?

Maaf.

Sudah ku bilang. Ini belokannya.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Kalian para wanita. Bahkan tak bisa baca peta.

Kau lapar?

Mau berhenti dulu?

Ya.

Ayo, Ayo.

Dasar Bodoh.

Kenapa pilih mobilku kalau kau mau mati?

Orang gila!

Apa yang kau lakukan?

Kau berjanji kau akan selalu menyimpannya di tasmu.

Tapi kau bersamaku hari ini, 'kan?

Hey, Arjun. Aku... Aku tak bermaksud begitu.

Itu sangat berat.

Ibu menelepon.

Ya, Bu.

Ya, kami sudah berangkat. Sepertinya, sudah setengah perjalanan.

Ya, kami akan sampai sebelum malam tiba.

Baik, Bu. Baterainya lemah. Akan ku hubungi besok.

Baiklah. Daa.

Anda mau apa lagi?

Jalang.

Kakak...

Kakak, Kumohon tolong kami.

- Maaf. / - Mereka akan membunuh suamiku dan aku...

Kumohon, kak, Kami sangat butuh pertolongan. / - Maaf.

- Tolong, aku mau lewat. - Kumohon..

Sudah pesan kari dan roti. Tak apa-apa, 'kan?

Kau baik-baik saja?

Tangkap anak itu!

Mukesh!

Mukesh!

Akan ku periksa.

Tangkap dia!

Mukesh!

Kakak, lepaskan aku!

Kumohon.

Bawa mereka.

Masukkan mereka ke mobil.

Masukkan mereka ke mobil.

Arjun!

Arjun, kau mau apa?

Pinky!

Hajar dia.

Mukesh!

Bos, ada masalah apa?

Pergilah. Dia adikku.

Oh sial!

Masukkan dia di belakang mobil

Mukesh! Mukesh!

Buka pintunya!

Sedang apa dia?

Chhotey, buka pintunya!

Kau mau ditampar? Buka mobilnya.

Bukalah.

Kemarilah, Nak. Kemarilah! Ayo.

Masuk, cepat!

Boss...

Kau tadi dengar apa kataku? Dia adikku!

Arjun, kumohon agak pelan.

Kau sudah lakukan hal yang tepat.

- Kau sudah membelanya. - Hentikan, Meera.

Aku serius. Yang lain hanya menonton.

Ku bilang, hentikan Meera. Kumohon!

Dengar, jika begini jadinya, maka lebih baik kita tak usah pergi saja.

Arjun?!

Arjun!

Arjun, apa yang kau lakukan?

Arjun, apa yang kau lakukan?

Ada apa denganmu? Apa yang kau lakukan?

Kau sudah gila? Kau sudah terlalu ikut campur, Arjun!

Sayang dengar, kumohon jangan lakukan ini.

Kenapa kau lakukan ini, Arjun?

Jangan bawa egomu berlebihan. Arjun!

Jangan bodoh.

Ayo kita pergi saja, kumohon. Untuk apa kita terlibat dalam hal ini?

Ayo kita berhenti dan bicara sebentar.

Baik, dengar, hentikan mobilnya.

Aku tak mau ikut. Hentikan mobilnya, Aku mau pergi.

Kau sudah gila atau apa?

Mereka ada 5-6 orang, Arjun Kau sudah gila apa!

Arjun, Kumohon jangan lakukan ini!

Sayang jangan...

Kumohon, ayo... Arjun..

Arjun, jangan lakukan ini.

Kau sungguh membuatku takut.

Arjun, kumohon jangan lakukan ini.

Sumpah, aku tak mau bicara denganmu lagi.

Meera, tenanglah, oke.

Arjun, kumohon!!

Hari ini aku bersamamu, bukan?

Apa?!

Dengar. Aku tak bermaksud begitu. Apa itu sebabnya kau melakukan ini?

Meera, Dengarkan aku

Tenang. Mereka hanya penduduk desa.

Aku hanya ingin sedikit menakuti mereka,

Tidak, tak perlu!

Cuma mengajarinya sopan santun, Itu saja.

Kenapa kau melakukan ini?

Arjun, tidak!

Arjun, Arjun!

Tetaplah di mobil. Kunci pintunya.

Kau seperti orang bodoh, Arjun!

Ini salahku, Kak.

Bawa dia.

Kakak. Lepaskan.

- Kakak. Lepaskan aku. - Kesalahan...

Lepaskan kami, Kak.

Kau lihat pria berjaket biru?

Apa ini mobilmu?

Kau lihat dia kemana? Dia memakai jaket biru dan kemeja di dalamnya?

Boleh aku mengendarainya?

Beritahu aku dulu, kau lihat orang itu?

Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!

Kemana dia?

Dimana kau melihatnya?

Katakan, dia lewat jalan yang mana?

Jalan yang mana?

Pembohong!

Kakak, kumohon... Aku minta maaf.

Kakak.

Syukurlah setidaknya kau ingat kakakmu.

Maafkan kami Kak... kami salah.

Bodoh.

Hajar dia!

Hajar dia!

Patahkan kakinya.

Tidak.

Hajar dia!

Bodoh!

Pukul dia lebih keras.

Patahkan kakinya.

Dasar bodoh!

- Mukesh... - Bunuh dia

- Mukesh... - Bodoh

Kakak, lepaskan aku.

Kau ingin jadi Juliet, hah?

Kau ingin jadi Juliet, hah?

Akan kami beri pelajaran.

Berikan itu padanya! Gorok lehernya!

- Maafkan Kak... - Sudah cukup kau berlari.

- Maafkan, Kak - Saatnya beristirahat.

Jangan beri dia racun!

Gorok lehernya dengan sabit!

Beristirahatlah sekarang.

Arjun!

Arjun!

Dimana kau?

Arjun!

Arjun! Ya Tuhan, kau baik-baik saja?

Kita harus pergi. Cepat!

- Ada apa? - Mereka itu pembunuh.

- Apa yang terjadi? - Ayo.

Sudah ku bilang jangan pergi!

Arjun, tidak, tidak, tidak! Tak masalah. Dia orang baik.

- Minggir. - Arjun, Tidak, dia...

- Minggir. - Arjun

Arjun, dia seperti anak kecil.

Arjun!

- Mereka semua binatang. - Arjun, biarkan dia

- Akan ku tembak kau. - Arjun.

Menyingkirlah!

Arjun!!!

Chhotey! Hey. Berhenti!

Kau bisa terluka.

Minggir dari situ, Nak.

Biarkan dia bermain.

Dia anak kecil. Aku harus menjaganya.

Minggir, Kau bisa terluka.

Duduk di sini.

Aku mau menelepon ke Delhi.

Polisi DIG.

Dia temanku.

Anant Sahai.

Kau bisa periksa.

Semua orang melihatmu di restoran.

Pasti akan ada yang melaporkannya.

Polisi pasti akan segera datang.

Kita lihat saja.

Mana teleponmu?

Di mobil, bukan?

Kau membuat kesalahan.

Sudah ku bilang, Kami bukan penyiar berita.

Kami bukan wartawan.

Lalu siapa kalian?

Kenapa kalian mengikuti kami?

Mau menonton 'pertunjukan', hah?

Lihat, kawan...

Kau memukulku, 'kan? Dan itu membuatku marah.

Kami berdua salah. Mari kita lupakan sekarang.

Kami minta maaf, Bang. Kumohon...

Abang...

Baik, dengar...

Kau ingin uang?

- Jika kau berbicara lagi, - Jangan, Bang.

- ku potong lidahmu. - Jangan, kumohon, kumohon...

Abang, kumohon lepaskan kami. Kami akan diam. Sumpah, Bang.

- Kumohon... - Diamlah.

Ini bukan hari baik bagi perempuan.

Diamlah.

Mengerti!

Pinky...

Mukesh...

Pinky...

Pinky...

Pinky...

Pinky...

Kakak.

Kakak...

Astaga!

Dia menembaknya!

Tak apa-apa, tak apa-apa. Tutup matamu.

Astaga! Dia menembaknya, Arjun!

Habiskan pelurunya untuk si bodoh itu.

Oh, Bang!

Jika kau memang mau gunakan pistol, Untuk apa kau memanggil kami?

Inilah caramu.

Itu baru pria.

Terus, terus, Habisi dia.

Dia sudah mati. Sekarang seret dia dan kuburlah.

Selesai?

- Ya. / - Kami bukan sedang menggali minyak.

Pegang dia.

- Hey, Ashok. - Apa?

Mana minyak tanahnya?

Ada di mobil.

Pergi dan ambillah!

Biarkan aku bernafas sejenak.

Mereka akan membunuh kita.

Tenanglah.

- Mereka akan membunuh kita. Kita akan mati. / - Tenanglah.

Chhotey! Kemarilah, Nak.

Kita harus bunuh mereka.

Tak ada solusi lain.

Baiklah, kita akan bunuh mereka. Tapi bagaimana dengan mobilnya?

Dia punya kenalan di Bahaduragadh.

Ya. Satpal. Kita akan jual padanya.

Dia punya kenalan di Bahaduragadh.

Aku ingin beritahu...

Bunuh pria itu dan kubur di sini.

Biar aku yang urus wanitanya.

Ayolah, Pak Tua. Apa itu tujuan kita kemari?

Yang kau pikirkan hanyalah wanita.

Mereka akan jual mobil kalian.

Mereka punya kenalan di Bahaduragadh. Mereka akan menjualnya di sana.

Apa katanya?

Mereka akan membunuh kita.

Kita harus pergi dari sini.

Meera. Meera.

Ambil bunganya. Ambillah.

Mintalah pistolnya sekarang.

Chhotey...

Boleh ku ambil pistolnya?

Kumohon, Chhotey. Serahkan pistolnya padaku.

- Ini milikku. - Kumohon, Chhotey...

Mobilmu... Mobilmu...

Serahkan kunci mobilmu.

Kami tak bisa.

Kumohon, lakukanlah Sayang. Berikan saja.

Giliranmu sekarang.

Serahkan pistolnya.

Pistol, Chhotey.

Ayo, kumohon.

Pistolnya

Serahkan kunci mobilnya lagi.

Sekarang serahkan kunci mobilnya lagi.

Jangan bergerak. Berhenti!

- Tenanglah... - Chhotey.

Chhotey serahkan kuncinya.

Biar ku urus. Chhotey, serahkan kuncinya.

- Ayo, serahkan padaku. - Aku tak mau.

Ini aku, kakakmu. Kau tak mau mendengarkanku?

Ini milikku.

Akan ku belikan mobil yang lain.

Ahh, Kau selalu berkata begitu.

Hanya ngomong saja.

Aku berjanji, Dik.

Serahkan kuncinya pada mereka.

Ini milikku!

Serahkan kuncinya.

Chhotey, serahkan kuncinya.

Dasar bodoh, serahkan kuncinya!

Arjun, lari. Lari, Arjun!

Si Bodoh itu menembaknya!

Dia menembaknya!

Oh, Chhotey!

Adikku!

Pergi.

Bangun, Nak!

Kakakmu tak bisa hidup tanpamu.

Omi!

Dia hanya anak kecil.

Kau bisa saja terus menangis di sini, dan membantu mereka kabur!

- Ashok. - Ya.

Kita akan tangkap mereka, Omi.

Omi.

Dik.

Kita akan tangkap mereka,

Masih memegang kuncinya. Dasar keras kepala!

Apa dia mati?

Kita perlu cari bantuan.

Kurasa dia belum mati.

Ayo, Sayang.

Kita perlu ke Kantor Polisi.

Ya. Anant Sahai akan urus semuanya.

Berhenti, Ponselku

Ponselku.

Oh tidak. Ponselku.

Kita harus pecahkan kacanya.

Ya ya ya. Aku akan cari batu.

Arjun!

Mereka datang!

- Arjun! - Tangkap mereka.

Mereka punya pistol...

Arjun!

Arjun, tinggalkan!

Ayo pergi! pergi!

Mereka pergi! Kejar mereka, cepat!

Tangkap mereka!

Kita hampir sampai, Ayo!

Ayo.

Kenapa kau..

Akan ku tembak kalian.

Arjun lari, Arjun lari!

Arjun, Itu jalan raya.

Hentikan mobil.

Berhenti!

Lihatlah pistolnya.

Hentikan seseorang!

Aku sedang berusaha.

Berhenti!

Berhenti!

Berhenti!

Apa yang kau takutkan? Maju.

- Dia bisa menembak kita, Paman. - Dia punya pistol.

Ayo, Meera!

Aku sedang berusaha!

Tangkap mereka!

Paman, kau duluan.

Arjun!

Pergi! Pergi!

Pertunjukanmu selesai?

Bisakah kita menangkap mereka sekarang?

Demi Tuhan diamlah!

Aku baru saja kehilangan adikku.

Ayo.

Ayo.

Ayo.

Lewat sini.

Ayo, Ayo. Ayo!

Oh sial! Mereka datang!

Lari lebih cepat!

Ayo.

Ayo.

Jangan biarkan mereka lolos.

Bawa kapaknya.

Larilah, keparat. Lari! takkan ku lepaskan

Ramotar! Wanita itu kesana.

- Tangkap wanita itu! - Ayo.

Tangkap dia.

Tangkap wanita itu!

Lewat sini!

Kemana dia pergi?

Tak mungkin jauh. Dia pasti di sekitar sini.

Tampaknya ini hal buruk.

Ayo, pergi.

Kau hancurkan hariku, Ashok.

Kok bisa?

Keliling hutan malam hari. Bahkan belum makan.

Ayo kita periksa di sini.

Ayo.

Lewat situ.

Ayo.

Apa itu?

- Sebelah sana. - Ayo kita periksa.

- Terus kedepan. - Ayo.

Di sana, Di sana.

Arjun, temukan aku. Temukan aku, Arjun.

Kena kau, bajingan.

Kenapa kau..

Satbir!

Kau..

Arjun!

Oh tidak! Arjun!

Arjun!

Meera, tembak!

Tembak!

Fauji! Satbir!

Arjun.

Akan ku keluarkan.

Siap

Oh tidak!

Tak apa-apa.

Tahan

Ayo.

Ayo.

Ayo, Sayang!

Kau ingin kita menyebar, 'kan?

Lihatlah sekarang, Pak Tua!

Dan tebak apa?

Yang inipun bahkan tidak bodoh!

Diam, kalian semua!

Bertengkar di sini seperti monyet, sementara mereka bersukacita!

Mereka takkan bisa lari terlalu jauh.

Aku tak kuat berjalan lagi.

Sedikit lagi.

Pasti ada desa di dekat sini. Kantor Polisi, mungkin.

Kita hanya perlu kesana.

Arjun, bangun. Ayo.

Ayo, Sayang. Bangun.

Lihat, kita sampai.

Sudah. Kita sudah sampai.

Sedikit lagi.

Arjun, Sayang.

Aku akan cari bantuan. Aku akan segera kembali, Aku janji.

Arjun, lihatlah aku.

Berjanjilah, kau akan menunggu di sini.

Katakan "Janji."

Janji!

Uang...

Kau punya uang?

Sayang, jam tanganmu.

Ambil ini.

Dengarkan aku. Sayang, dengarkan aku.

Jika mereka datang, kau bisa menakuti mereka dengan ini, 'kan?

Arjun, bangun! Jangan tertidur!

Arjun, lihatlah aku. Arjun.

Lihatlah aku.

Jangan tidur. Tatap aku, Tatap aku!

Dengar...

Lupakan pestanya.

Ayo kita pulang dan bercinta.

Hari keberuntunganku, hah?

Takkan terjadi apa-apa padamu.

Aku akan segera kembali, Aku janji. Takkan terjadi apa-apa padamu.

Kau akan tetap di sini. Katakan, "Janji."

Janji, Sayang. Janji.

Takkan terjadi apa-apa padamu, Sayang.

Meera...

Selamat ulang tahun!

Berhenti!

Kalian tahu arah Kantor Polisi?

Nona, sedang apa malam-malam di sini?

Daerah ini tidak aman.

Ada apa? Dia tampak ketakutan.

Siapa?

Buka pintunya!

Sebentar!

Kumohon cepat!

Ya, Aku datang! Kumohon cepat!

Ya, Aku datang!

Jika suamimu yang pemabuk memukulmu lagi,

sudah ku bilang aku tak bisa membantu.

Pak, Aku butuh bantuan. Suamiku terluka.

Ada apa?

Sekelompok orang menyerang kami dijalan

Mereka menikam suamiku Dia terluka parah, Kumohon ikut aku.

Akan ku hubungi atasanku.

Terhubung.

Ya, Pak. Ada seorang wanita di sini.

Orang kota.

Tampaknya mereka mengalami insiden

Baiklah

Dari mana asalmu? Baiklah

Dari mana asalmu?

Delhi.

Delhi.

Tidak, Pak. Dia dari Delhi tapi insidennya terjadi di sini...

...di Jalan.

Baik.

Kejadiannya di pinggir jalan, atau di tempat lain?

Pak, Kumohon mengertilah.

Suamiku dan aku datang dari Delhi.

Beberapa orang menyerang kami di Jalan.

Suamiku kena tikam...

Aku tak tahu.

Mungkin ini kasus pembunuhan. Mereka membawa suami-istri di restoran,

dan membunuhnya di hadapan kami.

Kenapa Anda memutus teleponnya?

Pergilah ke Kantor Polisi Basantpura.

Hah! Tapi kenapa?

Kasus ini urusan mereka, bukan kami.

Pak, Kumohon mengertilah. Suamiku terluka parah.

Pak, Kumohon...

Kumohon pergilah, Nyonya. Pergilah...

Ini, ambil jam tangan ini.

Ini sangat mahal. Setidaknya 200 ribu.

Oh, Aku mengerti Nyonya, Keluarlah!

Bagaimana bisa kau melakukan ini? Sudah jadi tugasmu menolong kami.

Kumohon...

Persetan dengan tugas. Keluarlah!

Pergilah!

- Pergilah! - Kau..

Nyonya keluarlah!

Apa Anda yang menelepon tadi, Nyonya?

Ya.

Ya, Nyonya sudah bersamaku.

Kami sedang kembali sekarang.

Dhulichand.

Dhulichand, Berhentilah berdebat

Pergi saja ke lorong kereta api.

Di samping hutan.

Ya.

Baiklah.

Dhulichand itu bermaksud baik.

Tolong jangan ajukan gugatan.

Dia seorang polisi. Dia harusnya menolong.

Nyonya.

Polisi bukan di atas segalanya.

Mereka tetap bagian dari masyarakat.

Dia akan kena masalah jika mereka tahu.

Dia punya 3 anak. Siapa yang akan menikahkan mereka?

Di sini hampir tak ada gadis kasta atas.

Sudahlah. Katakan, apa kastamu?

Kasta...

Err... Singh... Puri setelah menikah.

Pernikahan antar-kasta...

Singh dan Puri itu marga, Nyonya.

Maksudku kasta. Seperti...

Brahmin... Bania... Jat... Gujjar... lohaar...

Aku tak tahu.

Kalau begitu, aku juga ragu kau tahu 'gotra'-mu (sub-kasta).

Itulah bedanya, Nyonya.

Tanyalah pada anak usia 12 tahun di desa ini.

Dia tak hanya akan jelaskan 'gotra'-nya,

tapi juga milik tetangganya.

Kau pasti pernah baca Manu?

Dia sangat terpelajar.

Seperti Ambedkar, yang mengatur Konstitusi India.

Aturan Ambedkar mengatakan bahwa...

setiap mobil harus dikendarai di sebelah kiri.

Jadi begitulah yang kita lakukan.

Dan jika ada yang mencoba mengendarai di sini kanan,

bisa terjadi kecelakaan.

Sekarang ambil contoh kasus pasangan Mukesh dan Pinky.

Mereka semua tahu aturan di sini.

Masih, mereka menikah dalam gotra yang sama. Sekarang, bukankah itu salah?

Mungkin ini mengejutkan bagimu, tapi...

...tepat dimana mall terakhir di kota berakhir

Disitulah aturan demokrasi dan konstitusimu juga berakhir.

Bagaimana bisa konstitusi lemah dijangkau di saat air dan listrikpun tak terjangkau?

Berterimakasihlah pada sistem kasta, Nyonya.

Ia terus mengelompokkan setiap orang.

Kalau tidak, sudah ada perubahan di sini.

Lewat mana setelah ini?

Kurasa kita salah jalan.

Semuanya tampak sama saat gelap. Aku pasti kebingungan...

Tidak Nyonya, Aku yang bingung.

Kau belum beritahu nama pasangan suami-istri itu, 'kan?

Kau harusnya dengarkan Dhulichand.

Dia kabur!

Ayo, ayo, ayo!

Cepat, cepat!

Kejar dia.

Apa-apaan..

Kejar dia.

Tabrak dia.

Bantu aku. Cepat!

Ada apa?

Keluarlah dan dorong mobilnya!

Ayo! Ayo!

Sudah, sudah!

Ayo, masuk!

Ayo.

Mobilnya terjungkir.

- Coba periksa!

- Dia pasti di sekitar sini. - Periksa.

Dia pasti pergi ke arah itu. Coba periksa!

- Apa dia di sana? - Tidak.

Pecundang semua. Tak bisa menemukan wanita sialan itu.

- Kau sudah menemukanhya? - Tidak.

Wanita brengsek.

Dia takkan mungkin bisa lari jauh.

Ayo.

Dia pasti ke arah situ.

Dia tak mungkin lolos.

Pasti di sekitar sini.

- Cepat! - Ayo.

Periksa di sebelah sana.

Ayo cepat!

Mondar-mandir seperti kurang kerjaan

Cepat nyalakan mobilnya!

Hey, Satbir!

Ammi.

Cepat kemari! Itu dia, menggantung di sana!

Mana-mana?

Menggantung di sana! Tangkap dia!

Itu dia! di sana!

Tangkap dia!

Tangkap dia!

Kau mau pergi kemana!

Rasakan itu.

Wanita bodoh!

Sedang apa kau..

Wanita bodoh!

Bodoh!

Mau pergi kemana kau!

Dia memanjat.

Lempar dia!

Dia berhasil memanjat!

Dia menghilang!

Bodoh.

BAJINGAN KALIAN!

Brengsek!

Wanita bodoh!

Dasar jalang!

Matilah kau, bodoh!

Keparat kalian semua!

Lempari dia!

Lempari dia!

Bangsat!

Brengsek kalian!

Ayo kita pergi.

Enyahlah kalian keparat.

Beraninya kau menghina kami.

Tetaplah di situ.

Hey! tunggu aku bodoh!

Tunggu bodoh!

Dasar bodoh! Melupakan pamannya sendiri saat buru-buru.

Bagus.

Sekarang juga tak ada sinyal.

Dengar...! Ada yang mengetuk pintu.

Siapa?

Siapa itu?

Kakak.

Kumohon, tolong aku. Beberapa pria mengejarku.

Suamiku terluka. Aku sudah berlari semalaman.

Kumohon...

Ada kantor polisi di sekitar sini. Kenapa kau tak kesana?

Polisi juga terlibat.

Ada sebuah desa di dekat sini.

Pergilah ke Kepala Desanya.

Ya.

Bisakah kau mengantarku?

Nyonya, kami juga pendatang di sini.

Siapa?

Buka pintunya!

Ada apa?

Buka pintunya!

Anda mau apa?

Buka pintunya!

Siapa?

Tampaknya kalian baru menikah.

Terlalu banyak bertanya, hah!

Sana, ambilkan aku air.

Ya.

Maafkan aku, Tuan.

Aku sedang tidak enak badan.

Obatnya membuatku mengantuk,

Jadi butuh waktu membukakan pintu.

Kau lihat wanita di sekitar sini?

Tidak...

...Siapa memangnya?

Lari seperti ayam kepala buntung.

Bagaimana kalau aku tak meneleponmu?

Kami sudah pergi ke jalan raya. Tetap tak ketemu.

Tenang, bodoh. Suaminya di lorong kereta.

Ayo kita kesana saja.

Apa ada orang?

Kumohon buka pintunya!

Apa ada orang?

Savitri berangkat, dan sampai di rumahnya.

Dia memberitahu ayahnya,

"Aku sudah menemukan calon suamiku."

Dia merayakannya dengan menyanyi dan menari di lapangan.

Dan beginilah kisah Savitri...

Jalan lebih cepat.

Jangan takut. Kemarilah.

Bisakah kau mengantarku ke rumah Kepala Desa?

Itu rumahnya. Jika dia pulang, mereka takkan mengijinkannya kembali.

Itu rumahmu? Kamu ini...?

Cucunya.

Tolong antar aku ke rumahmu.

Ayo, Kamlesh. Pelawaknya sudah datang.

Sebentar. Dengarkan aku...

Nama Savitri telah membuat orang tua itu berdiri!

Duduk, Kek. Tak ada banyak Savitri di sini.

Dan begitu banyak pria yang memperebutkannya.

Kumohon, Nak.

Kumohon beritahu aku dimana rumahmu.

Kumohon, Nak.

Kau mau jam ini?

Ya?

Apa ini bisa kedap-kedip?

Seperti sepatuku juga bisa berkedip

Iya, ambil saja.

Ini.

Masukkan semua ke koper dan buanglah.

Ya.

Dia sangat ingin kuliah?

Ammaji...

Ammaji... Ada tamu.

Cepat carikan alat bantu dengarku!

Nak! Bukankah sudah ku bilang tetap di rumah?

Ayo, masuk!

Nenek kedatangan tamu.

Katanya dia ada perlu dengan nenek.

Kepala Desa?

Ya, ada apa?

Anda Kepala Desa?

Ya, Ada apa?

Suamiku... Tolong...

Ada apa, Nak?

Manju!

Sudah ketemu, Ammaji. Sebentar!

Cepat kemari, Ada masalah dengan gadis ini.

Bangunlah, Nak.

Pegang dia.

Ada apa, Nak?

Suamiku...

Dia terbaring di sana...

Hati-hati. Tenang.

Dia ketakutan.

Ambilkan air, Nak.

Bibi mau pergi?

Sini.

Nak, kau baik-baik saja?

Ada apa?

Bibi, kumohon tolong.

Kami sedang dalam perjalanan dari Delhi.

Tiba-tiba ada yang menyerang kami.

Mereka menculik seorang pria dan wanita di restoran.

Wanita itu meminta tolong padaku.

Namanya Pinky...

?#8*!#$?

Mereka membunuh keduanya.

Mana alatku?

Ambilkan alat bantuku!

Tidak ketemu.

Dasar! Tak bisa kerja dengan benar!

Bibi, kumohon...

Suamiku terluka parah.

Ada yang menyerang kami di jalan.

Mereka menculik seorang pria dan wanita di restoran.

Bibi, kumohon ikut aku.

Kumohon?

Bibi, kumohon?

- Bibi. - Bibi

Ada apa ini?

Oh tidak!

Aku sendiri tak bisa keluar selama 8 tahun.

Pinky sering bilang...

"Aku akan membawamu bersamaku setelah aku menikah."

Hanya dia yang selalu berpihak padaku.

Kenapa kau tak bisa dihubungi?

Ponselku ketinggalan di mobil.

Dan bagaimana kalau dia kabur?

Semuanya terkendali, Bu.

Kalian tadi pergi ber-6, dan sekarang hanya ada 4 orang.

Itu terkendali?

Tolong suruh dia diam!

Kau tetaplah bersama Bibi.

Kau lihat apa? Menunduk.

Menunduk!

Menunduk!

Istrimu.

Sana, bawa dia kesini juga.

Kau menjadikan masalah pribadi kami tontonan!

Kau baik-baik saja? Kau terluka?

Hey, kau!

- Hai! Lepaskan anak itu! - Lepaskan anak itu...

Mundur, atau ku jatuhkan dia.

Ibu.

Jangan berani maju, atau ku jatuhkan dia.

Suruh dia berikan kunci mobilnya.

Mana kuncinya? Serahkan padaku.

Cepat!

Suruh semuanya masuk kedalam.

Masuk, atau ku jatuhkan dia.

Lepaskan anak itu!

Masuklah!

Ayo, Ayolah.

Cepat!

Kau tak usah.

Kunci pintunya dari luar.

Dan menjauhlah dari pintu.

Jangan buang-buang waktu.

Keluarlah dari sini. Sekarang!

Ibu.

Arjun!!

Bodoh!

Buka bodoh!

Buka, pintunya bodoh!!

Buka, bodoh!

Buka pintunya!

Bodoh!

Tampaknya kau lupa tempatmu di sini. Hah!

Akan ku urus dia. Kau tangkap saja orang itu!

Bibi benar, Kita tak boleh melepaskannya.

Ikut aku, Ramotar.

Ayo.

Diam, bodoh.

Lari dan cari kendaraan. Cepat!

Paman, ambilkan sepeda motor Girdhari, Cepat!

Sepeda motor Girdhari!

Baik.

Cepatlah!

Baiklah, aku berangkat!

Ayo cepat!

- Kita akan kembali ke jalan, oke? / - Oke.

Ayo jalan. Cepat!

Omi... Dimana kau?

Paman!

Paman!

Satbir!

Dia itu putriku.

Tapi terkadang, kau memang harus melakukannya.

Ya, terkadang kau harus melakukannya.

Translate By Zambronk_lah zbr182

Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan ~o0o~ http://subscene.com/u/612819

IDFL™ Subs Crew http://IDFL.me

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.