All language subtitles for The Detective is Already Dead-ep-E1-id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Apa Ada Detektif di Antara Para Penumpang?)

(Apa Ada Detektif di Antara Para Penumpang?) Apa ada detektif di antara para penumpang?

(Apa Ada Detektif di Antara Para Penumpang?)

Aku salah dengar, ya?

Dialog seperti jarang terdengar di atas ketinggian 10.000 meter.

Jadi aku pasti telah salah dengar.

Tidak, aku juga berharap aku telah salah dengar.

Entah kenapa dari kecil...

aku sering menghadapi berbagai macam masalah yang rumit.

Bisa dikatakan sebagai semacam kesialan.

Ketika sedang berjalan,

aku bisa dipaksa untuk mengikuti acara Flash Mob.

Aku bisa melihat transaksi narkoba ketika menyusuri jalan kecil.

Karena sering muncul di tempat kejadian pembunuhan,

aku pernah dicurigai oleh polisi yang sering melihatku.

Hari ini juga sama.

Aku harus membawa koper dokumen...

yang sangat besar dan tidak diketahui apa isinya ini...

ke luar negeri.

Hal aneh seperti apa ini?

Dan juga biasanya di kondisi seperti ini,

pasti yang dicari seharusnya dokter atau perawat, kan?

Tidak disangka mereka mencari detektif.

Apa ada detektif di antara para penumpang?

Sepertinya aku tidak salah dengar.

Tapi ini tidak ada hubungannya denganku.

Bagaimanapun aku bukan seorang detektif.

Halo.

Aku adalah seorang detektif.

Oh... siapa namamu?

Kenapa aku tiba-tiba berkata seperti ini?

Kebetulan sekali, kau...

yang akan menjadi asistenku.

Hah?

Aku adalah seorang detektif, ini adalah asistenku.

Silakan lewat sini.

Hei, apa ini?

Siesta.

Siesta?

Namaku.

Sebuah nama yang aneh.

Itu adalah nama samaran.

Nama samaran?

Biasanya akan ada.

Biasanya tidak ada.

Siapa namamu?

Kimizuka Kimihiko.

(Catatan: Kata "Kimi" berarti "kau" dalam Bahasa Jepang.)

(Catatan: Kata "Kimi" berarti "kau" dalam Bahasa Jepang.) Begitu, ya? Aku akan memanggilmu "Kimi" saja.

(Catatan: Kata "Kimi" berarti "kau" dalam Bahasa Jepang.)

Ini sebuah nama panggilan?

Atau kata ganti orang kedua?

Menurutmu yang mana?

Aku telah membawa detektif dan asistennya kemari.

Benar-benar ada...

detektif.

Lebih muda dari yang kubayangkan.

Siapa di antara kalian yang menjadi detektif?

Ini adalah hal terburuk yang bisa kubayangkan.

Daripada mengatakan ini,

seharusnya beri tahu saja namamu.

Nama samaranku, Koumori (kelelawar).

Coba kau lihat.

Ternyata semua orang memiliki nama panggilan.

Bukan ini masalahnya.

Ini sama sekali tidak penting, oke?

Ini bukan saatnya untuk membicarakan hal tentang nama samaran.

Namaku Siesta.

Ini adalah asistenku.

Kami tumbuh bersama di jalan Beike.

Lalu...

Koumori, apa tujuanmu?

Kenapa...

kau memanggil detektif sepertiku kemari?

Kau seorang wanita yang menarik.

Baiklah, coba simpulkan alasanku untuk membajak pesawat ini.

Jika kesimpulanmu benar, aku tidak akan mematahkan leher pilot ini.

Hah?

Hmm.

Kau memanggil kami kemari untuk...

memintaku menyimpulkan alasannya?

Begini.

Ini adalah sebuah permainan.

Permainan mempertaruhkan nyawa 600 penumpang beserta kru pesawat.

Menyenangkan, bukan?

Kalian hanya perlu menyimpulkan dengan benar...

alasanku membajak pesawat ini,

itulah persyaratan yang harus kalian penuhi.

Jika kesimpulan kalian benar, semua akan selamat. Jika salah, semua akan mati.

Benar, aturannya sangat mudah, kan?

Memang benar, tapi jika kami gagal,

bukankah kau juga akan jatuh bersama kami?

Kau akan mengorbankan nyawamu juga, ya?

Kita tidak akan tahu hidup sangat berharga jika tidak melakukan hal seperti ini.

Begitu, ya? Kau santai sekali.

Aku memang sangat santai.

Saking santainya sampai tidak sengaja membajak pesawat.

Baiklah.

Itulah jawabannya.

Kau melewati harimu dengan membajak pesawat karena sangat santai.

Ini adalah jawaban terakhirku.

Tunggu, tunggu sebentar.

Apa kau yakin?

Nyawa semua penumpang bergantung pada jawaban ini.

Bagaimanapun,

pria ini baru saja mengatakannya seperti itu.

Karena terlalu santai hingga merasa susah, sehingga mau membajak pesawat.

Meski dia benar mengatakannya, tapi dia hanya asal bicara saja.

Heh? Jika seperti itu...

apa dia sedang berbohong?

Hah?

Apa dia takut dengan detektif sepertiku?

Kata-kata yang tidak sengaja terucap dijadikannya sebagai kebohongan.

Dengan seenaknya memutuskan aku telah gagal.

Kemudian mengakhiri permainan ini.

Ini juga berarti...

dia ketakutan.

Benarkah?

Hebat, hebat sekali.

Tidak, seharusnya menarik.

Tidak kusangka...

kau akan berdalih seperti ini.

Meski membosankan daripada yang kubayangkan,

tapi sudahlah.

Tujuanku juga sudah tercapai.

Semua ini sudah berakhir.

Tenang saja.

Dia hanya pingsan saja,

dia tidak mati.

Mungkin aku akan ditangkap sesampainya di bandara.

Tapi aku tidak membunuh orang.

Mungkin aku tidak akan lama dikurung di dalam sel.

Setelah itu aku akan segera dibebaskan.

Ternyata kau seorang penipu.

Apa yang kau katakan?

Tidak apa-apa, lupakan saja.

Nona Detektif, menurutku...

ucapanmu benar.

Memang benar ada alasan lain kenapa aku membajak pesawat ini.

Tapi dilihat dari keberanian kalian, kalian sudah menang.

Keterlaluan, jangan membuatku mengatakannya.

Benar.

Baiklah, kita bisa belajar dari kemurahan

hati Tuan Koumori dan kembali ke tempat duduk kita.

Tidak, yang aku maksud itu kebohongan,

bukan masalah ini.

Membajak pesawat tanpa menghiraukan nyawa sendiri,

itulah kebohongannya.

Pada kenyataannya, kau sangat takut mati, kan?

Apa yang kau katakan?

Kau terlalu cepat mengalah...

dan mengaku kalah kepadaku.

Di masa seperti ini,

tidak mungkin seorang pria dengan begitu mudahnya...

mengalah kepada seorang wanita ketika sedang membajak pesawat.

Mungkin kau mengikuti perintah seseorang untuk membajak pesawat.

Kau juga ingin mengorbankan nyawamu...

dengan ikut jatuh bersama pesawat ini.

Tapi kau sendiri...

sebenarnya sangat takut mati.

Kau juga tidak mau mati.

Jadi kau menjadikan kami sebagai alasanmu untuk berkorban.

Tapi, kenapa...

harus menggunakan permainan logika seperti ini?

Jika tidak ingin membajak pesawat,

dia bisa menyerah saja tanpa...

melakukan hal seperti ini.

Mungkin dia terhalang oleh harga dirinya.

Bukan kalah tanpa bertarung,

yang dia inginkan adalah kegagalan setelah bertarung.

Sekalipun hanya terlihat dari luar saja.

Seperti itu, ya?

Hei!

Kau mau ke mana?

Masalahnya sudah selesai, aku mau kembali ke tempat duduk.

Tapi jangan tinggalkan aku sendirian.

Kurasa tanpa kusuruh pun, kau akan mengikutiku.

Terakhir, aku ingin bertanya padamu.

Bagaimana kau bisa tahu?

Dari mana kau mendapatkan inspirasi itu?

Apa benar hanya...

karena aku terlalu cepat mengalah saja?

Karena begitu saja?

Meski itu alasannya,

itu karena dari awal aku sudah...

tahu apa yang akan kau lakukan.

Hah?

Aku tahu hari ini kau akan naik pesawat.

Aku tahu kau berencana untuk membajak pesawat.

Dan juga informasi tentang perintah...

dari rekanmu sebelumnya.

Aku mengetahui semuanya.

Detektif ternama...

harus membereskan semua hal itu...

sebelum semuanya terjadi.

Ternyata seperti itu.

Aduh, teliti sekali.

Akhirnya aku bisa menanyakan hal itu.

Asisten, tiarap.

Hei, apa yang kau lakukan?

Maaf, aku mengubah rencanaku.

Aku beritahu kepadamu.

Agen khusus ternama...

akan membunuh bibit muda yang terlihat...

sebelum dia tumbuh besar.

Hei.

Sudah kuduga, tidak seharusnya aku memakai seorang asisten.

Tidak berguna sama sekali sampai saat ini.

Kau benar-benar aneh.

Kau yang memanggilku kemari.

Meski aku tahu aku bukan apa-apa.

Apa yang terjadi dengannya?

Manusia kloning.

Dia adalah anggota organisasi rahasia "SPES".

"SPES"?

SPES menggunakan kecerdasan di luar

kemampuan manusia untuk menciptakan manusia kloning.

Mengancam dunia ini dari kegelapan.

Meski dia mengubah bagian telinga,

tapi yang dia curi hanya bahan percobaan saja.

Diaplikasikan secara paksa di tubuhnya.

Yang artinya dia manusia setengah kloning.

Kenapa kau tertarik dengan....

Lalu dia diutus untuk melaksanakan misi ini...

sebagai hukuman karena telah berkhianat kepada organisasi.

Itulah kenapa kau tahu dengan jelas mengenai masalah ini.

Mungkinkah kau juga....

Begitu, ya?

Terlalu banyak hal yang telah kau ketahui.

Begini saja, lebih baik...

kalian pulang dengan membawa mayat kalian sendiri.

Asisten.

Wah.

Mungkinkah kau juga adalah Manusia Kloning?

Kau bodoh, ya?

Apa aku terlihat seperti monster?

Menurutku kau terlihat seperti monster.

Kau pasti orang yang menyebalkan.

Apa itu?

Semuanya mohon tenang, berlindunglah di sini.

Teriakan kalian sangat menyedihkan.

Sangat merepotkan.

Aku akan membunuh semua orang.

Tenang dulu.

Jika seperti itu, pesawat akan jatuh,

kau juga akan mati.

Aku akan membiarkan pilot tetap hidup.

Omong-omong,

siapa kau?

Aku adalah asisten detektif ternama.

Heh?

Tidak, aku hanya asal bicara saja.

Ternyata kau bisa memanggilku sebagai detektif ternama.

Kau adalah asisten yang sangat baik.

Asisten.

Keterlaluan, apa yang telah terjadi?

Kau masih tidak tahu apa-apa, ya?

Siswa SMA yang baik hati tidak akan tahu masalah apa yang ada di balik masyarakat.

Apa yang dikatakan oleh siswa SMA...

yang pergi ke luar negeri dengan membawa koper dokumen rahasia?

Berapa banyak hal yang kau ketahui?

Tidak disangka di sini ada orang yang bisa mengancam kami.

Beraksi diam-diam adalah dasar bagi seorang detektif.

Rekanmu tidak menyadari akan kehadiranku, kan?

Oleh sebab itu,

jika memakai informasimu sebagai umpan,

mungkin bisa mengubah pandangan orang-orang yang tidak sabar itu.

Aku tidak sabar lagi.

Apa mereka sebodoh itu?

Jangan sok tahu!

Hei, bagaimana jika aku melubangi badan pesawat?

Sepertinya kau sangat gegabah.

Telinga ini adalah produk khusus.

Ada banyak sel pendengar di ujung sungut ini.

Bahkan bisa mendengar suara detak jantung sejauh lebih dari 100 km.

Tidak ada yang bisa kau sembunyikan.

Informasinya kurang.

Bagaimanapun tidak ada cara untuk meniru detak jantung.

Setidaknya jika ada senjata....

Siesta,

bantu aku untuk mengulur waktu selama 30 detik.

Aku memiliki sebuah ide.

Aku mengerti.

Minggir, minggir, semuanya minggir.

Sekalipun di saat seperti ini,

otak harus tetap berpikir.

Bagaimanapun aku selalu tertimpa musibah sejak lahir.

Kesempatanku lolos dari kematian sudah lebih banyak...

daripada roti yang seumur hidup dimakan oleh orang-orang.

Sudah saatnya bagimu untuk menyerah, detektif ternama.

Siesta!

Aku tidak tahu apa isi koper ini.

Tapi,

intuisiku ini...

pasti adalah solusi terbaik dari pengalamanku di masa lalu.

Terima ini!

Aku tidak akan membiarkanmu!

Asisten.

Bagus sekali.

Detektif ternama, masalah ini belum berakhir.

Iya, tapi...

karena aku sudah ada di sini,

maka masalah ini bisa dikatakan telah berakhir.

Duar!

Baiklah, saat ini kau sudah mati.

Dengan begini,

kau tidak akan diburu lagi oleh rekanmu.

Kau sudah menjadi...

orang yang telah mati.

Kau sedang meremehkanku, ya?

Bagaimanapun, kau tidak mau mati, kan?

Dari luar, kau sudah terlihat mati di dalam pesawat.

Aku akan meminta polisi Jepang untuk menyembunyikanmu.

Tenang saja, aku punya koneksi yang terpercaya.

Kau akan menyesal jika tidak membunuhku di sini.

Kenapa?

Siesta.

Peluru yang tadi kau terima,

terbuat dari darahku.

Orang yang terkena darahku,

tidak akan bisa melawan pemiliknya.

Yang artinya,

sungutmu ini tidak akan bisa melukaiku.

Mesin apa ini?

Keterlaluan.

Ini adalah rahasia perusahaan.

Siapa yang menyuruhmu kemari?

Tidak.

Aku hanya seorang detektif ternama...

yang terlahir alami.

Siesta, omong-omong...

kapan kau membuat peluru khusus...

yang kau gunakan di atas...

pesawat itu tadi?

Kau bodoh, ya?

Waktunya pasti tidak akan cukup.

Aku sudah mempersiapkannya dari awal.

Dari awal?

Mungkinkah?

Iya.

Aku yang memintamu untuk membawa...

koper dokumen itu.

Yang artinya, dari awal aku sudah...

berada di bawah kendalimu?

Jika kau ingin mengeluh,

keluhkan dirimu sendiri yang tidak bisa melarikan diri dariku.

Benar-benar tidak masuk akal.

Omong-omong, kenapa memilih aku?

(Penerbangan Internasional)

(Penerbangan Internasional) Siesta.

(Penerbangan Internasional)

Aku lelah sekali.

Jadi apa yang telah terjadi?

Tidak, tidak, tidak.

Tidak boleh berurusan dengan hal ini lagi.

Selamat datang kembali.

Kau sangat lambat.

(Bagian 1 Apa Ada Detektif di Antara Para Penumpang?

Aku sudah bilang padamu berkali-kali.

Aku menolaknya!

Hah? Menolak apa?

Jangan pura-pura tidak dengar.

Yang aku bilang adalah mengenai masalah aku menjadi asistenmu.

Aku tak bisa mendengarmu dengan jelas.

Hei!

Tenanglah sedikit.

Bagaimana jika aku bantu menggosok punggungmu?

Tidak perlu.

Aku berencana masuk hanya dengan menggunakan handuk.

Tidak perlu.

Batas kesabaranmu sangat mudah dipahami.

Huh, mengapa kau mau mengerjai laki-laki yang sedang puber?

Daripada hal ini, minggu ini aku terus-terusan...

terus-terusan bilang....

Jangan sembarang masuk ke rumah orang lain.

Jangan ikut aku masuk ke kamar mandi.

Itu karena kau tidak mau mendengarkanku.

Apakah kata-kata itu bisa dimengerti?

Kau tidak lebih hanya menjadi asistenku,

menemaniku pergi keliling dunia.

Permohonan yang tidak masuk akal seperti ini, patut untuk ditolak.

Oh, kau cukup keras kepala.

Tiap hari masuk ke kamarmu seperti ini juga tidak mudah

Mengapa kau masih bangga terhadap dirimu sendiri?

Apakah ini salahku?

Selain itu, bukankah aku sudah mengunci pintuku?

Ah, aku menggunakan kunci yang bisa membuka apa saja.

Itu adalah salah satu dari "Tujuh Peralatan"-ku.

Tidak ada yang tidak bisa aku buka dengan kunci ini.

Kalau begitu kau bisa masuk secara ilegal dengan cukup santai, kan?

Kau bilang begini seolah-olah aku adalah orang asing.

Tapi masih lebih baik daripada orang yang melanggar privasi orang lain.

Jadi,

mengapa kau begitu tidak ingin menjadi asistenku?

Bukankah sebelumnya aku pernah bilang?

Karena tubuhku ini selalu menarik masalah,

dari dulu aku tidak pernah menemui hal yang baik.

Jika bersamaku, pasti tidak bisa menjalani hidup seperti itu.

Jadi impianku adalah hidup dengan damai dan santai.

Lagipula...

jika harus berhubungan dengan hal seperti itu,

mempunyai beberapa nyawa pun tidak akan cukup.

Tapi selain aku...

tidak ada yang bisa menyelesaikan pekerjaan ini.

Jika begitu, apa artinya melibatkanku ke dalam pekerjaan

yang hanya bisa diselesaikan olehmu?

Ah, sudah terpikirkan.

Kau baru saja mengarangnya, kan?

Sebenarnya aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.

Tidak, tidak, tidak, meskipun saat pertama kita,

kau juga tidak mengenaliku, kan?

Karena jika tidak tiap hari ketemu, pasti tidak bisa ingat wajahmu.

Jadi sangat cocok untuk beroperasi secara rahasia.

Jangan memuji dan merendahkanku secara bersamaan.

Kemudian kau jangan melempar pekerjaan asisten ini kepadaku.

Apakah kau sungguh tidak bisa menjadi asistenku?

Mengapa kau begitu kecewa?

Ah...

selain itu, saat bernegosiasi denganku kau harus memberikan keuntungan bagiku dulu.

Hehe, ternyata kau sangat lembut.

Terlalu berlebihan.

Oh ya, tadi aku memesan pizza, apakah oke?

Jangan secepat itu memanfaatkan kelembutan orang lain.

Minggu ini sudah lima kali.

Segera telepon untuk batalkan.

Meskipun ini hanya tebakanku saja,

tapi kira-kira setahun lagi,

hubungan kita masih akan tetap gembira seperti ini.

Sedikit pun tidak gembira, oke?

Hanya aku saja yang terus khawatir.

Jadi...

coba bicaralah.

Bukan aku yang bicara.

tapi kau yang harus bilang keuntungan apa yang akan kau berikan padaku.

Apakah kau ada masalah?

Aku bisa membantumu menyelesaikannya.

Ini keuntungan yang aku berikan padamu.

Kau datang menyelesaikan kegalauanku,

sebagai gantinya aku menjadi asistenmu?

Bisa dibilang begitu.

Daripada hal ini,

bisakah kau menunjukkan sedikit refleks jika kau sudah melihatnya?

Ah...

yang kupedulikan hanyalah apakah saat ini pizza bisa diantar tepat waktu.

Aku dengar sekarang di sekolah kita...

banyak bermunculan Hanako-san di toilet.

Ternyata begitu, Hanako-san di toilet.

Iya.

Siap apun pasti pernah mendengar tujuh hal yang sulit untuk dipercaya di sekolah.

Jam tiga subuh di asrama lama sekolah, di dalam toilet perempuan sekat ketiga lantai tiga...

jika diketuk tiga kali...

dari dalam ruangan akan muncul gadis yang mengenakan gaun merah,

dia akan menarik orang itu masuk ke dalam toilet

Itu hanya legenda urban yang sudah ketinggalan jaman...

yang tidak terlalu bernilai jika didiskusikan.

Tapi kondisi sekolahmu agak berbeda, kan?

Iya.

Siesta, itu....

Ya?

(Serial TV yang kami suka).

(Serial TV yang kami suka). Di rumah laki-laki yang baru kau kenal...

Di rumah laki-laki yang baru kau kenal...

janganlah kau memakai baju rumahnya...

sambil makan pizza dan membaca majalah drama TV luar negeri.

Apakah kau pacar yang tinggal bersamaku?

Eh? Bukan.

Karena bukan, makanya aku katakan.

Lalu, lanjutkan cerita tentang Hanako-san.

Oh.

Kau menyebutnya dengan panggilan "Hanako-san"?

Jangan menyebutnya demikian seolah kau adalah teman baiknya.

Jadi di sekolahmu muncul banyak Hanako-san?

Iya, dan sepertinya murid yang bertemu dengan Hanako-san...

juga berubah menjadi Hanako-san.

Ternyata begitu, sama seperti digigit oleh zombie,

maka dirinya juga akan berubah menjadi zombie.

Tapi mestinya ini bukan hanya rumor belaka.

Jika tidak, kau tidak mungkin bilang padaku.

Iya, begitulah.

Sekarang sekolah kami berpusat di Departemen Atletik.

Orang yang menolak untuk pergi ke sekolah mulai meningkat pesat.

Orang yang menolak pergi ke sekolah masih terbilang baik,

bahkan malah ada yang melarikan diri dari rumah.

Penyebabnya adalah Hanako-san, kan?

Mereka merasa murid yang hilang itu ditarik masuk ke dalam toilet oleh Hanako-san.

Iya, dan juga karena jumlah orang yang hilang meningkat dengan pesat,

juga ada orang yang mengira jumlah Hanako-san makin bertambah.

Jadi bisa dibilang, Hanako-san banyak bermunculan.

Kau benar-benar lembut.

Nanti kembalikan uang pizza padaku.

Jangan bilang begitu.

Aku tidak akan memberikan uang pizza padamu.

Kau harus memberikannya.

Orang yang hilang di sekolah,

pastinya bukan temanmu, kan?

Tapi kau tetap khawatir dan ingin memecahkan masalah ini.

Kau jangan berkata seolah aku tidak punya teman.

Mungkin karena kau bilang kau memiliki tubuh yang bisa menarik masalah.

Tapi di sisi lain, kau juga orang yang senang membantu orang lain.

DNA yang berlebihan ini akan muncul.

Tetapi, untuk jangkauan yang dapat ditangkap oleh mata,

aku lebih ingin menjaga kedamaian kehidupan sehari-hariku.

Sebelum aku tumbuh dewasa, orang tuaku sudah menghilang.

Pernah tinggal di banyak rumah keluarga angkat dan panti asuhan,

hingga umur seperti sekarang barulah tinggal sendirian.

Tidak ada salahnya...

mengharapkan kehidupan yang tentram, kan?

Ternyata begitu, ini adalah....

Ya, aku sudah mengerti semuanya.

Mengerikan juga jika kau mengerti semuanya hanya

dengan beberapa kalimat yang kuucapkan.

Tidak ada keluarga dan teman, sangat kesepian, bukan?

Makanya, aku sama sekali tidak pernah bilang akutidak memiliki teman.

Kalau begitu,

akhir pekan, ayo kita pergi ke festival budaya!

Festival budaya? Masalah Hanako-san sudah menyebar ke sana?

(Rumah Hantu di Asrama Lama. Berkumpul di lapangan konser!!)

(Rumah Hantu di Asrama Lama. Berkumpul di lapangan konser!!) Yang benar saja? Sejak kapan....

Yang benar saja? Sejak kapan....

Festival Budaya, ya?

Tidak, tidak, aneh. Seingatku tidak pernah menyiapkan Festival Budaya.

Omong-omong tentang festival budaya,

seharusnya menyatukan semua kelas sejak awal...

untuk mempersiapkan barang yang akan dijual, kan?

Gara-gara ada masalah dan tidak datang ke sekolah, apa semuanya sudah berakhir?

Kenapa tidak ada satu pun orang yang memberitahuku?

Maaf menunggu terlalu lama.

Siesta, dandananmu ini....

Eh? Ah, tidak seperti biasanya, kan?

Aku sekalian mengikat pita, bagaimana?

Kenapa tiba-tiba membalikkan badan?

Jika aku sewaktu-waktu teledor,

tanpa sadar aku bisa saja memuji keimutannya.

Tetapi jika seperti itu berarti aku sudah mengalah, jadi tidak begitu ingin memujinya.

Kenapa kau mengenakan seragam sekolah kita?

Ah, alasan mengenakan seragam sekolah.

Karena akan sangat menyenangkan berkencan

ke festival budaya dengan mengenakan seragam sekolah.

Langit begitu cerah, hmm, bagus.

Kenapa kau memandang ke langit?

Mau jalan ke mana dulu?

Mau jalan ke mana dulu? (Menyauk Ikan Mas. Soba Goreng)

Mau jalan ke mana dulu? (Menyauk Ikan Mas. Soba Goreng) (Rumah Hantu Asrama Lama)

Mau jalan ke mana dulu?

Ada planetarium mini juga.

(Rumah Hantu di Asrama Lama) Eh? Apa rumah hantu berada di asrama lama?

Tempat ini wajib dikunjungi.

Ah, tetapi harus bertindak sesuai dengan jadwal.

Permisi,

Apa kami bisa masuk di luar jam operasi rumah hantu ini?

Hei, Siesta, bukannya sudah tertulis di sini?

Tidak boleh masuk pada waktu istirahat.

Tetapi menurut rute terbaik yang direncanakan otakku,

paling bagus masuk di waktu istirahat.

Kenyangkan perut dulu baru bisa bekerja.

Menantang "menghabiskan semangkuk makanan jumbo dalam satu jam" dan sejenisnya. (Edisi Khusus Pertengahan Musim Panas.)

Bukankah ini rencana anak sekolah menengah yang akan diwujudkan di festival budaya?

Begini saja.

Meskipun waktu istirahat, aku mohon.

Asisten, aku ingin makan crepe.

(Toko Crepe) Maaf membuat Anda menunggu terlalu lama.

Itu... Siesta.

Tidak baik memohon berlebihan seperti itu kepada orang lain selain diriku.

Meskipun aku tidak bilang, tetapi kau membelikannya untukku.

Sebelumnya waktu aku membeli pizza, kau jelas-jelas marah.

Apa yang terjadi?

Karena segala sesuatu akan berubah kapan saja.

Dibandingkan dengan ada tidaknya keberadaan Hanako-san di toilet,

kita lebih baik memfokuskan diri pada festival budaya di depan mata.

Memasuki... zaman drama komedi percintaan anak muda.

Eh?

Eh?

Eh? Apa....

jangan-jangan kau mengira berkencan berarti aku adalah pacarmu?

Bukan, aku tidak berpikir seperti itu sama sekali.

Apa kau bodoh?

Selanjutnya pergi membeli takoyaki.

Jarak ini bisa membuat orang salah paham.

Pencapaian tadi pagi lumayan baik, kita lanjutkan lagi nanti sore!

Ruang ketiga di lantai tiga asrama sekolah lama.

Hanako-san pasti muncul, kan?

Keduanya masuk ke bilik toilet.

Kapan dibuka?

Aku ingin memeriksa suatu tempat.

Jika dugaanku tidak salah.

Ada!

Menurutmu apa ini?

Eh... bungkusan obat flu, kan?

Sehabis makan, minum obat di sini.

Ini hal pertama yang terlintas di pikiranmu, aku benar-benar mengasihanimu.

Kedamaian kehidupan sehari-hari yang ingin kau jaga,

jangan-jangan adalah makan bekal sendirian di dalam toilet saat waktu istirahat?

Aku sudah bilang keberadaan orang tuaku sekarang belum diketahui,

oleh karena itu, aku tidak pernah dibuatkan bekal.

Yang bisa aku makan di toilet hanya sebatas roti manis.

Kau benar-benar malang.

Sesekali aku akan membuatkan bekal untukmu.

Maka dari itu, jangan gunakan kesalahpahaman seperti ini dan berkata....

Jangan bersuara!

Kau yang menyebarkan brosur di sekolah,

tetapi kenapa kau bisa berada di sini?

Aku tidak akan membiarkanmu lari!

Eh?

Hei, Siesta.

Kelinci itu adalah Hanako-san yang ada di toilet.

Wah, ini....

Menyembunyikan diri di tengah keramaian.

Apa maksudmu mengatakan orang yang mengenakan kostum boneka itu adalah Hanako-san?

Akan kujelaskan nanti.

Pertama-tama, temukan kelinci itu.

Maaf memotong pembicaanmu saat mengungkapkan pendapat.

Bukankah itu?

Seharusnya tidak akan ketahuan jika dia bersikap terbuka.

Ayo, kita tangkap dia!

Kau mulai antusias seiring dengan perkembangan kasus,

bagus sekali, teruslah bersemangat!

Apa maksudnya terus bersemangat?

Jangan asal memotivasi asisten untuk mengembangkan rencana! Memangnya kau siapa?

Kami adalah divisi kostum yang sedang mengadakan uji coba kostum gratis.

Cobalah jika ada waktu.

Jika ada waktu,

aku ingin sekali melihat Siesta berdandan menjadi pelayan bertelinga kucing.

Sayang sekali tidak ada waktu.

Kami berdua mau ikut.

Apa ada waktu? Kita sepertinya tidak punya waktu!

Dia sudah mau kabur!

Ini juga termasuk strategi.

Orang itu ingin menyusup masuk dengan kostum boneka.

Kita juga harus mengenakan cosplay untuk mengubah penampilan kita.

Apa cara ini bisa berhasil?

Mungkin akan lebih memikat jika mengenakan kostum

pelayan wanita bertelinga kucing.

Sudah, sudah.

Sakit, sakit, sakit, sakit.

Lagi pula, kenapa harus aku yang memakai kostum pelayan bertelinga kucing?

Aku tidak akan memakainya.

Eh, ini....

- Ah.... - Imut sekali.

- Sangat cocok denganmu. - Cantik sekali.

Suci sekali.

Asisten.

Bagaimana?

Ah... ah... ya... sangat co... cok.

Tidak kusangka kau begitu jujur.

Ya, tidak ada gunanya juga berbohong, kan?

Tetapi, pakaianmu ini juga sangat cocok.

Kostum pesta malam ini.

Be... benarkah?

Bagaimana jika kita mengambil sebuah foto?

Kalau begitu... ya.

Lakukan saja.

Mulai potret, ya!

Katakan cheese!

Gawat,

kita sedang mengejar kelinci, bukan?

Tidak sengaja tenggelam dalam drama komedi percintaan.

Sulit sekali berlari mengenakan ini.

Sama.

Mereka kira ini acara cosplay, ya?

Itu...

senang sekali, Asisten.

Siapa asistenmu?

Ah? Terungkap, ya?

Asisten, di sana!

Eh?

Dia ingin kabur ke luar, ya?

Tunggu, aku memiliki firasat buruk.

Jangan-jangan kau ingin melompat dari sini?

Bukan.

Benar juga, ini juga mustahil.

Bukan aku sendiri, tetapi kita melompat bersama.

Hah?

Tidak apa-apa, sepatu yang kupakai ini adalah

salah satu dari Tujuh Peralatan detektif ternama.

Bisa terbang di langit.

Ini adalah obat untuk murid yang tidak mau ke sekolah.

Mengonsumsinya dapat menaikkan emosi untuk sementara waktu,

dan lebih berkonsentrasi.

Sepertinya menyebar dari Departemen Atletik.

Aku tidak tahu sama sekali.

Tetapi juga ada kasus di mana ingatannya hilang karena efek sampingnya.

Semua murid yang mengonsumsi obat ini sekarang sudah cuti.

Murid-murid yang kecanduan obat ini,

pergi menjual obat untuk mendapatkan uang membeli obat.

Inilah sebabnya jumlah Hanako-san meningkat drastis.

Mereka akan menggunakan bahasa rahasia dalam transaksi gelap ini.

Apa pada akhirnya berubah menjadi "Hanako-san di Toilet"?

Pada kenyataannya, obat ilegal ini...

sepertinya dibuat dengan serbuk sari dari tanaman tertentu.

Serbuk sari? Ternyata begitu. Makanya disebut Hanako-san, ya?

Lelucon yang membosankan.

Tetapi Hanako-san seharusnya akan muncul pada jam tiga subuh, kan?

Kenapa muncul pada festival budaya di siang hari?

Mungkin ingin menyusup ke tengah keramaian,

lalu mengenakan kostum boneka untuk

menyembunyikan identitasnya di festival budaya.

Ingin menjual obat kepada orang lain di depan pesaingnya.

Ternyata begitu. Itu... Siesta pada awalnya...

sudah tahu kelinci itu bermasalah, kan?

Sepertinya sebagian besar orang

yang menjadi Hanako-san berasal dari Departemen Atletik.

Boneka yang memakai sepatu olahraga.

Bukannya dia sudah menunjukkan identitasnya sendiri?

Jika dipikir-pikir saat ini...

Siesta sejak awal...

berpura-pura menjadi pengunjung dan diam-diam menggunakan bahasa rahasia...

untuk berinteraksi dengan Hanako-san.

Bukannya aku sudah bilang?

Detektif yang hebat...

harus menyelesaikan masalah sebelum insiden terjadi.

Bagimu ini bukanlah hal yang sulit, kan?

Tetapi,

bunga sejenis itu,

sepertinya berkaitan dengan "SPES".

Itu... organisasi rahasia sebelumnya, ya?

Melakukan kejahatan tersembunyi dalam pembajakan pesawat,

dan di balik legenda kota di sekolah.

Apa tujuan sebenarnya?

Dalam bahasa Latin, "SPES" artinya harapan.

Mungkin tujuan mereka adalah membuat orang "memberikan bantuan".

Seperti aliran sesat yang bertindak sembunyi-sembunyi.

Lalu?

Apa yang ingin kau lakukan selanjutnya?

Semoga aku yang hidup tenang setiap harinya...

tidak menyadarinya sama sekali.

Keseharian yang damai telah diserbu racun yang kuat sejak awal.

Tidak bisa kembali lagi.

Siesta,

aku bertanya kepadamu satu kali lagi, apa keuntunganku...

menjadi asistenmu?

Apa keuntungan yang bisa kau berikan kepadaku?

Alasanmu menyuruhku untuk menjadi asisten...

hanya karena tubuhku yang bisa menarik masalah ini.

Bagi Siesta yang sedang memburu kasus dan memburu "SPES",

aku adalah orang berbakat yang tiada duanya.

Detektif ternama bukan menginginkan asisten, melainkan kasus.

Jadi, tidak mungkin ada keuntungan yang dapat diberikan kepadaku,

atau keuntungan yang dapat mengesankanku.

Pemikiranku sangat teguh,

aku akan menolak semua yang dikatakan Siesta.

Hanya ada pilihan seperti ini.

Aku akan melindungimu.

Ketika tubuh yang dapat menarik masalah itu mengakibatkan kerepotan pada dirimu,

aku akan melindungimu dengan tubuhku, jadi...

kau... jadilah asistenku.

Kenapa kau begitu naif sampai menggunakan kata-kata manis seperti ini?

Usulan meloloskan diri dengan tipuan ini....

Ya.

Kau bahkan sudah mengatakannya, tidak ada salahnya menemanimu sebentar.

Hehe, sebenarnya...

kau sudah mendapatkan jawabannya saat datang ke sini, bukan?

Lagi pula, arti kata "asisten" ini terlalu ambigu.

Membangunkanku setiap pagi,

menggosokkan gigiku, mengenakan baju untukku.

Aku menolak semua tugas itu.

Apa kau seteguh itu?

Apa kau sama sekali tidak pernah berpikir kehidupan seperti itu menyenangkannya?

Ah, memuakkan sekali, aku sudah mengerti.

Menjadi asistenmu untuk memenuhi semua harapanmu.

Jadi, kita harus bersama selamanya!

Ah?

Apa ini permohonan....

Tarik kembali kata-kata awalku.

Begitulah, petualanganku dengan Siesta yang mempesona dimulai...

hingga...

kematian memisahkan kami.

Benar.

Detektif telah mati.

(Menangkap Perampok! Siswa SMA Setempat Berjasa)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.