All language subtitles for Miss-Change-2013-All-HDRip-720p-480p-and-Ganool-dunia-lebah.blogspot.com

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Lebah Ganteng http://dunia-lebah.blogspot.com

Bajingan, bajingan, bajingan !

Ba, ba, ba...,

Si pengecut itu, cuma dia yang membuat diriku terlihat lebih baik.

Bajingan kau !

--- Cewek Penukar Tubuh ---

Bukannya sudah kubilang jangan bawa cewek saat ada aku ?

Hei...

Aku tak punya uang ke motel !

Halo ?

Dasar pengecut.

H, halo.

Astaga ! Ternyata benar.

Sudah kubilang.

Tak bisakah kau menatap mataku ?

Jae Chil !

Kau harus menyapa dengan benar.

Lihat matanya.

Lihat matanya.

Jangan terlambat. / Terserah.

Pengacara Chil...,

Kau bodoh !

Kau tahu ?

Kemanapun kau pergi, di pengadilan, di ujian pengacara...,

Semua penuh dengan wanita.

Lihatlah dirimu.

Apa kau akan terus begini tiap kali...

...kau bertemu jaksa dan pengacara perempuan ?

Maafkan aku, Pak. Tak ada yang bisa kujawab.

Pandai bicara cuma pada laki - laki.

Keluar.

Kubilang keluar.

Pengacara Chil !

Jika kalah lagi, itu akan jadi 7 kekalahanmu berturut - turut.

Kenapa dia tak memanggilnya 'Pengacara Lee' tapi 'Pengacara Chil' ?

Karena dia kikuk dan tak bisa apa - apa.

Oppa...,

Kau sibuk ?

Soo Hyeon.

Apa yang kau lakukan ?

Jangan khawatir.

Lain kali kau akan menang.

Karena aku akan menghiburmu.

Apa ?

Jangan bergerak !

Lihat, tubuh kita tak pernah bohong.

Bagaimana rasanya ? Kau suka ?

Ya, aku suka.

Bagus...,

Sunbae ! [Kakak: Kang]

Kau pasti mimpi indah.

Kau di sini pengacara Kim ?

Bagaimana kasusmu ?

Aku menang.

Kau pengacara terbaik di perusahaan ini.

Kau menang secara beruntun.

Jangan menggodaku.

Saranmu sangat membantu.

Terima kasih.

Itu bukan apa - apa.

Bisakah kau membantuku ?

Apa ?

Aku ada pertemuan dengan bos.

Jadi, maukah kau menemui klienku ?

Dia ada di tempatku.

Ya, aku mau.

Terima kasih, Sunbae.

Jangan khawatir tentang kasus besok. Kau sudah bekerja keras menanganinya.

Semangat !

Semangat !

Jadi, suami Anda...

Dia pasti selingkuh.

Tapi masalahnya...,

Aku tak menemukan bukti yang kuat.

Oh, begitu.

Dia bilang takkan mau bercerai.

Untuk mengajukan gugatan cerai, Aku harus memergokinya.

Astaga.

Ini sungguh menjengkelkan !

Tn. Lee !

Sebenarnya...,

...Anda tak perlu memergoki mereka.

SMS yang dia kirim pada kekasihnya Sudah bisa jadi kekuatan hukum.

Sungguh ?

Dasar kau mesum !

Kenapa kau menatap payudaranya ?

Aku tak melihat payudaranya.

Aku melihat jakunnya.

Jika kalah lagi, artinya kau kalah 7 kali berturut - turut.

Mereka mengolokku dengan memanggil 'Pengacara Chil'.

Aku tak mau masuk kerja.

Bagaimana kalau ke psikiater ?

Jaksa Jo adalah perempuan yang teliti.

Tutup saja matamu saat melakukan pembelaan.

Itu pasti berhasil !

Kau sungguh yakin itu akan berhasil ?

Dasar pengecut.

Masalahmu akan terpecahkan setelah bercinta.

Kenapa tiap ngobrol denganmu selalu mengarah ke seks ?

Apa bagimu, semua hal selalu tentang seks ?

Ngomong - ngomong...,

Apa seks rasanya enak ?

Tentu.

Aku akan mengajarkanmu.

Sebagai permulaan, sentuh kepalanya dengan lembut.

Lalu...,

Dari telinga ke payudaranya.

Cumbulah sebanyak yang kau bisa.

Buat dia terangsang ! Paham ?

Lalu, saatnya...

...untuk menyatu.

Menyatu ?

Tutup matamu pelan.

Rengkuh tubuhnya dalam pelukanmu...

...dan letakkan dia di pahamu.

Lalu, nikmati irama bersamanya.

Saat rasanya enak...

Apa yang kau lakukan saat kuajari ?

Pria macam apa yang akan tidur dengannya ?

Siapa yang bisa ?

Aku orangnya.

Sampai jumpa di rumah.

Wanita cantik sendirian di Bar.

Siapa orangnya ? Aku akan memarahinya.

Siapa bilang kau boleh duduk, pengecut ?

Kau sangat jujur.

Aku suka.

Dasar pembual.

Apa rayuan murahanmu itu pernah berhasil ?

Pergi dan rayulah yang lain.

Selamat malam.

Kau, janganlah hidup sepertiku.

Aku tak bisa kembali lagi.

Aku melangkah di jalan yang salah dalam hidupku.

Aku benci itu.

Jangan menyemangatiku.

Aku hanya akan menerima kesakitan.

Wow, Pengacara Chil !

Tidak, Tn. Lee.

Bagaimana mungkin ?

Kubilang aku akan menang hari ini.

Satu menang, enam kalah. Akhirnya, kau menang !

Tapi tetap saja tak ada apanya dibanding Pengacara Kim.

Santaikan saja kakimu.

Tapi tetap...,

"Awal yang bagus itu masih setengah pertempuran."

Ya, ini baru dimulai.

Ngomong - ngomong...,

Kau menutup mata saat mengemukakan argumen penutup.

Kenapa ? Karena Jaksa Jo wanita ?

Itu tak masuk akal.

Aku sengaja melakukannya...

...agar suasana lebih dramatis.

Itu alasannya.

Oh, begitu.

Benarkah begitu ?

Kemari !

Kau datang, Sunbae. / Hai, Soo Hyeon.

Selamat Pengacara Chil.

Kudengar kau memberi tamparan keras pada Jaksa Jo di pengadilan.

Kudengar dia sangat panik.

Bagaimana perasaanmu ?

Rasanya seperti terbang.

Sunbae, selamat atas kemenanganmu !

Terima kasih.

Ya. Kau juga memenangkan kasus.

Ya, benar.

Wow, kemenangan keberapa ?

Seorang Pengacara harus memenangkan kasusnya.

Benar. Jika kau pengacara, jelas kau harus menang.

Pokoknya, terima kasih untuk kalian berdua.

Hari ini, kita menang tiga kasus.

Kita harus merayakan hari ini.

Mari kita bersulang.

Bersulang !

Bersulang ! / Bersulang !

Botol ke-4 !

Pengacara Kim ! Ayo minum botoh ke-4.

Ayo kita mabuk.

Pak. / Ya ?

Aku mau pulang. / Tidak, tak boleh.

Sunbae, aku harus pergi.

Ya, kau pasti lelah.

Taksi ! / Kau mengabaikanku ?

Aku atasanmu !

Kau mau kemana ? / Sampai jumpa besok.

Hati - hati.

Hei ! Berhenti !

Jangan pergi !

33 A...,

33-A-7913.

Bodoh.

Apa aku terlihat mabuk ?

Tidakkah kau tahu kenapa kulakukan itu ?

Astaga !

Kenapa kau tak menaburkan bunga di jalan ?

Untuk merayakan kepergiannya.

Lalu berbaring di jalannya agar dia mendatangimu.

Dasar pria tolol.

Apa yang harus kulakukan bersamamu ?

Ayo kita minum lagi.

Terima kasih.

Apa itu ?

Hei !

Hei, bangun !

Dimana rumahmu ? Sekarang hujan !

Tunggu sebentar !

Baterainya habis.

Tunggu di sini.

Astaga, apa yang kulakukan ?

Maaf, Nona !

Bangun !

Dia tak bernapas.

Seorang pengacara cabul menculik dan membunuh seorang wanita.

Dia tergila - gila pada wanita.

Dia tak pernah bercinta.

Orangnya canggung dan mesum.

Dia terus menatap payudaraku saat kami ngobrol.

Lihat saja dirinya, kau pasti bisa menebak dia mesum !

Pria mesum, tak berguna.

Nona, kau tak boleh ada di sini.

Nona, bangun !

Bangun !

Kau harus bangun.

Apa ini ?

Astaga !

Astaga !

Astaga...,

Mati aku.

Sayang, angkat teleponnya.

Ponselku yang berdering ?

Siapa yang menelepon jam segini ?

Cepat.

Aish. Ya ampun...

Apa ? Pengecut.

Seperti yang kau suruh, Kusewa kamar malam ini.

Buang - buang uang saja.

Ada apa, katakanlah sesuatu !

Ya...,

Hyeon Gu, dengar.

Ada apa ini ?

Siapa ini ?

Ini aku.

Siapa ini ?

Kenapa kau pakai ponsel Jae Chil ?

Aish...,

Ini keadaan darurat.

Jae Chil sudah mati.

Dia tidur seperti orang mati saat mabuk.

Memang berat, tapi tolong, jaga dia baik - baik.

Tidak, dengar ! / Saat ini aku sangat sibuk.

Hei ! Tunggu.

Aku harus pergi.

Jae Chil benar - benar mati !

Aku bicara soal temanmu, Lee Jae Chil !

Apa katamu ? / Dia mati !

Kau dimana sekarang ?

Rumahku.

Aku di rumah Jae Chil.

Tunggu aku. Jangan ke mana - mana !

Aish, apa yang terjadi...

Oppa, apa yang kau lakukan ?

Jae Chil, bangun !

Jae Chil !

Cupu, jangan mati ! Kau masih perjaka !

Bangun !

Jae Chil !

Ya ampun !

Kau ! Aku kenal kau !

Gadis yang di bar !

Apa yang kau lakukan di sini ?

Kenapa kau membunuhnya ?

Aku tak membunuhnya.

Kau...,

Kau pembunuh bayaran ?

Kau membunuhnya karena dia pengacara kaya ?

Kenapa kau menamparku ?

Apa kau memberi waktu buatku untuk menjawab pertanyaanmu ?

Ya, baiklah.

Kalau begitu, jelaskan apa yang terjadi !

Aish, ini membuatku depresi.

Yang benar adalah...,

Aku Lee Jae Chil.

Tentu, tubuh ini bukan.

Maksudku pikirannya.

Ini Jae Chil. Teman karibmu.

Lee Jae Chil.

Benar.

Kututup mataku saat melontarkan argumen penutup seperti katamu.

Jadi, kumenangkan kasus itu. Kau paham ?

Oh, begitu.

Itu sebabnya kau membunuhnya !

Jaksa Jo mengirimmu ! Aku tahu !

Lalu aku yang dituduh membunuhnya ?

Dengar. Aku sudah ikut ujian hukum 8 kali !

Beraninya kau !

Tunggu di sini !

Aku akan menghajarmu.

Jo Hyeon Gu !

Sehari setelah kau sunat...,

Kau nonton film porno hingga jahitannya rusak.

Saat umur 16, di musim dingin...,

Aku yang membawamu ke Urologis bukan Ibumu.

Kau senang kemaluanmu makin besar setelah operasi.

Dan satu lagi...,

Kim Soo Hyun.

Aku yang lebih dulu suka padanya, tapi kau menggodanya.

Aku bahkan menulis surat untukmu saat wajib militer !

Aku tak merayunya, Dia duluan yang mendekatiku.

Siapa kau sebenarnya ?

Bagaimana kau tahu semua itu ?

Aku Lee Jae Chil. Yang jadi temanmu selama 25 tahun.

Aish ! Apa maksudnya ini ?

Baiklah.

Katakan bagaimana kau bisa jadi wanita.

Saat pulang dari minum - minum...,

Aku melihat sesuatu yang merah di sebelah tong sampah.

Jadi, aku memeriksanya.

Ternyata seorang gadis. Aku khawatir padanya...

Kau khawatir ? Itu mungkin.

Jadi, kubawa dia ke rumah.

Lalu, kudapati dia...

Dia tak bernapas.

Kucoba mengembalikan dia ketempatnya, tapi aku jatuh.

Saat aku sadar...,

Aku sudah jadi dirinya, Dan dia jadi aku.

Tubuh kami...

Bergabung ? Atau bertransformasi ?

Transformasi ?

Transformasi, ya benar.

Kau sedang syuting Transformers sekarang ?

25 tahun tak ada maknanya !?

Bagaimana mungkin kau tak bisa mengenaliku ?

Aku kenal, tapi...

Kau tak terlihat seperti Jae Chil...,

...tapi cara bicaramu sama.

Sudah kubilang aku Jae Chil. Lee Jae Chil !

Baik.

Aku masih tak mengerti apa yang terjadi !

Maksudmu...

...jiwa Jae Chil masuk...

...ke dalam tubuh gadis ini ?

Benar.

Aish ! Ini tak masuk akal.

Baiklah !

Kita coba pecahkan masalah ini.

Kedengarannya bagus !

Hei, lihat ini.

Aku menemukannya !

Apa ?

Kecelakaan mobil mungkin akan menukar jiwamu.

Bagaimana jika aku mati ?

Bisa jadi.

Karena kau bukan pemeran wanita pengganti.

Mungkin Yin Yang bisa berhasil.

Apa maksudmu ?

Tidur bersama.

Tidur bersama ? / Ya.

Makhluk jenis apa dirimu ?

Kau sudah lihat ! Tertulis di sini ! Itu salah satu pilihannya !

Mau dipukul lagi ?

Mentang - mentang lebih tinggi, Sekarang pakai kekerasan.

Ini kedengarannya wajar.

Katanya dengan sambaran petir.

Petir ? / Ya.

Astaga ! Bagaimana jika aku mati ?

Kau mau hidup sebagai wanita ?

Sebenarnya, aku suka payudaramu, maksudku, pikiranmu.

Kau tak bisa diam ?

Aku takkan mati, kan ?

Tenang saja.

Banyak orang yang masih hidup meski disambar petir.

Aku takut, bajingan kau !

Kau tersambar ?

Jika iya, bagaimana aku bicara denganmu ?

Aish ! Kenapa sulit sekali ?

Aku bisa gila.

Bajingan kau.

Petir apanya ?

Apa itu masuk akal ?

Cepat minggir.

Aku tak tahu akan sesulit itu.

Aku basah semua.

Ah, aku takut...

Dasar gila, kenapa kau melepasnya ?

Bagaimana cara melespakan ini ?

Astaga, dasar bodoh.

Hei. / Ya ?

Lepas pengaitnya. Paham ?

Terima kasih.

Jo Hyeon Gu ! Mau dipukul ?

Kau ereksi karena melihatku telanjang ?

Kau gila ? Mau ke urologis lagi ?

Astaga ! Kapan si kecil ini...

Maaf. Aku akan menenangkannya.

Teruskanlah.

Kau tak mau pergi ?

Ini terjadi karena aku pria...

...normal.

Pergilah saat aku masih baik.

Kau tak mau pergi !?

Besar.

Kau mau ?

Tidak, terima kasih.

Astaga, lihat dirimu.

Apa masalahmu ?

Haruskah aku makan sambil telanjang ?

Untuk membuatmu ereksi lagi ?

Maksudku...,

Pokoknya...

...kau harus ikut aku ke suatu tempat.

Mungkin dia tahu jawabannya.

Jawaban ?

Siapa dia ?

Bajingan yang meramalkanku akan gagal ujian 8 kali.

Bajingan ?

Benar - benar bajingan.

Benar - benar bajingan ?

Apa yang kau lakukan ? Masuk.

Hei, carikan baju bagus untuknya.

Pacarmu cantik.

Dia seorang model ?

Baju yang menonjolkan belahan dadanya.

Bagus.

Bayar pakai ini.

Orangnya ada di sini ?

Mau melakukan apapun, harus makan dulu.

Anda mau pesan apa ?

Steak daging T setengah matang.

Steak ?

Haruskah aku makan sushi di sini ?

Satu Caesar Salad.

Baik, Pak. Tunggu sebentar.

Bagaimana dengan steak-ku ?

Makan saja yang diberikan.

Memangnya aku anjing ?

Makan apa yang diberikan majikan.

Lagi pula, siapa dia ?

Kau terlalu berisik.

Apa ?

Ini tempat yang benar ?

Ya, benar.

Benar. Tempatnya di sini.

Ayo masuk.

Kita di mana ?

Ayo.

Halo semuanya ! Aku di sini ! Hong Chul ada di sini !

Duduklah. Duduk, duduk.

Aku harus duduk.

Tak baik, tak baik, tak baik.

Bagus, bagus, bagus.

Bagus sekali, bagus sekali.

Payudara !

Apa ?

Dibutakan. Kau dibutakan cinta.

Kalian berdua pasangan yang serasi.

Tapi kau terlalu kuat !

Dia akan memakanmu.

Apa maksudmu ?

Kita lihat, kita lihat...,

Kau hampir tenggelam saat masih muda.

Tidak.

Maksudku dia, bukan kau !

Kurasa tidak.

Mungkin akan mengalami.

Ayahmu akan mengalami kecelakaan tahun ini.

Kecelakaan besar. Sangat, sangat besar !

Ayahku sudah meninggal.

Maksudku Ibumu ! Ya, Ibumu !

Dia lebih dulu meninggal dari Ayahku.

Ada apa ?

Lezat.

Hati - hati padanya.

Ada pedang di nasibnya.

Kehidupan seorang pria ada di telapak tangannya.

Jika mau menikah, Kau harus merukyatnya.

Artinya Gut. Bahasa Inggrisnya "Good/bagus".

Kami bukan pasangan.

Kita pergi. Dia peramal gadungan.

Dia peramal hebat saat memakai baju Kang Ho Dong.

Ayo pergi.

Seorang pria terjebak dalam tubuh wanita.

Itu sebabnya kami di sini. Apa yang harus kami lakukan ?

Itu bisa diperbaiki.

Dengan jimat.

Jimat buatanku akan menyelesaikan masalahnya.

Berapa harganya ?

5,000 won.

Apa ? Dia gila !

5,000 terlalu mahal. Kita pergi saja.

Kalau begitu, hiduplah seperti itu selamanya.

Apa aku harus melakukan hal ini ?

Kau percaya peramal itu ?

Hubungan seksual memecahkan ketidakseimbangan Yin-Yang.

Dia bilang ini yang terbaik.

Kujaga keperjakaanku 32 tahun...

...dan aku akan menghilangkannya padamu.

Kau mau hidup seperti ini selamanya ?

Bagus.

Sekali saja. Pasti berhasil.

Baiklah. Ayo kita lakukan.

Jo Hyeon Gu.

Ini hanya rahasia kita berdua.

Tak usah ciuman.

Baik.

Aku tak bisa melakukan ini.

Maafkan aku.

Tinggal bilang saja ! Tak usah menendang !

Sial !

Aku tak peduli lagi !

Jo Hyeon Gu...,

Hiduplah seperti itu selamanya !

Mari kita mulai dari awal lagi.

Ceritakan semua yang terjadi saat itu.

Saat itu...,

Aku turun dari taksi di gang.

Kulihat...,

Kulihat gadis ini di tumpukan sampah.

Jadi, aku menggendongnya.

Aku berganti pakaian.

Dan mengeringkannya dengan handuk.

Kenapa kau membawanya ?

Aku tak tahu kenapa !

Dia pingsan.

Aku mau melaporkannya ke polisi...,

Tapi bisa saja aku dicurigai.

Jadi, kucoba mengeluarkannya dan aku jatuh.

Menyedihkan sekali.

Lalu ?

Berubah ?

Ya.

Sejak aku jatuh, aku terjebak dalam tubuh ini.

Jatuh.

Sesuatu terjadi saat mereka jatuh ?

Ah, ya !

Benar.

Sekarang aku ingat.

Saat kami jatuh...,

...bibirnya menyentuh bibirku.

Dasar bodoh !

Bagaimana bisa kau lupa itu ?

Kau sedang apa ? Lakukan saja.

Tapi ini diriku.

Mau mencium dirimu sendiri ? Atau tidur denganku ?

Kau tak punya pilihan lain !

Lakukan saja.

Astaga ! Apa yang terjadi ?

Hei !

Jae Chil !

Kau baik - baik saja ?

Buka matamu.

Jae Chil, bangun.

Aish, sekarang bagaimana ?

Jae Chil, bangun.

Hei !

Apa yang terjadi ?

Hyeon Gu.

Astaga, dia kembali !

Aku...,

Aku kembali !

Terima kasih, Hyeon Gu. Kau pahlawanku !

Aku tahu kau bisa apa saja kecuali lulus ujian.

Bajingan kau.

Aish, bajingan, selamat kembali !

Senang sekali aku melihatmu.

Apa aku benar - benar kembali ?

Kurasa begitu.

Ya, aku kembali.

Lalu, bagaimana dengannya ?

Entahlah.

Menurutmu siapa dia ?

Aku akan memeriksa latar belakangnya besok.

Jika dia punya catatan kriminal, Aku bisa tahu siapa dia.

Tadi dia seksi sekali.

Kau membual lagi.

Untuk sekarang tak apa.

Ada apa, Pak ?

Anu...

Tolong periksa latar belakangnya.

Siapa dia ?

Entahlah, itu sebabnya aku minta tolong.

Dengan foto saja ?

Ada sidik jari di belakangnya.

Sidik jari ?

Dia punya catatan kejahatan ?

Aku tak tahu.

Apa aku detektif ?

Hanya dengan foto.

Akan kucoba sebisaku, Pak.

Tolonglah. Terima kasih banyak.

Sudah kubilang tolong !

Sunbae, ada apa ?

Tak ada. Jangan pikiran.

Kau siap ?

Kita bertemu tim hukum Jin Young.

Ya, aku siap. Ayo berangkat.

Kau baik - baik saja ?

Aku tak apa.

Biar aku yang bawa.

Kau tak apa ?

Sungguh kau tak apa ?

Terima kasih, Sunbae !

Tak usah berterima kasih.

Ini mengingatkanku saat kita ke Gunung Yumyeong.

Aku pingsan saat mendaki.

Kau dan Hyeon Gu menggendongku.

Ya, benar.

Saat itu kita bertiga senang sekali.

Aku mengunjungimu dan Hyeon Gu saat wajib militer.

Itu 10 tahun yang lalu.

Aku masih segar dan muda.

Kau masih cantik.

Apa ?

Kau masih terlihat segar.

Apa ?

Kau bisa berjalan ?

Ya, aku tak apa.

Hati - hati.

Sunbae, kau tak makan ?

Kau tak suka sup daging anjing ?

Apa ?

Tidak.

Aku suka.

Sepertinya kau tak suka.

Tidak.

Aku bukan pemilih makanan.

Aku tahu.

Sunbae !

Ini.

Kudengar ini sangat bagus untuk pria.

Benar.

Wanita yang hebat.

Orang yang belum menikah adalah Bos yang memberimu bayaran, bukan ?

Bosku terhormat.

Semoga umurmu panjang.

Aku memancing pujian, tapi karena wanita cantik yang memujiku, sepertinya itu bagus.

Rasanya menyenangkan. Kita bersulang ?

Ya !

Isi gelas kalian. / Bagus.

Untuk kemenangan kita lagi !

Bersulang !

Nikmati makan malamnya. Bersulang.

Pak.

Aku menyayangimu.

Diam.

Akan kutinggalkan kalian. Bersenang - senanglah.

Pak, kenapa pulang cepat sekali ? Ini baru dimulai.

Sedih rasanya melihatmu pergi.

Tn. Jin. / Ya, Pak ?

Berapa kali harus kubilang ?

Saat kau berbohong...,

...setidaknya buatlah terdengar tulus.

Bersenang - senanglah !

Jangan membayar dengan kartu perusahaan.

Nikmatilah acara berikutnya !

Sampai jumpa besok !

Hati - hati. / Dah.

Dah. / Dah.

Baiklah, yang tua sudah pergi.

Berikutnya kita ke klub itu ? Bagaimana, ya ?

Ya. / Aku suka.

Pengacara Lee, kuyakin kau tak suka klub malam.

Apa ?

Kau bahkan tak menatap wanita.

Bagaimana kau bisa berdansa di tengah keramaian ?

Ya, itu...

Eh ? Eh ? Kau tak enak badan ?

Dia berkeringat. Menyedihkan sekali.

Baik, Kita ke klub.

Ya ? Bagus.

Sebaiknya aku pulang.

Dah.

Sunbae, lebih baik jika kau ikut.

Kita tak pernah ke klub bersama.

Lain kali saja.

Pergilah sebelum ketinggalan bis terakhir.

Ini lebih baik. Kita berangkat.

Aku pulang.

Oh, halo.

Kenapa wajahmu muram ?

Kau tak bisa menyesuaikan diri dengan tubuhmu ?

Bagaimana kalau kita ke klub ?

Klub ?

Denganmu ? Mustahil.

Aku tahu.

Tapi bagaimana dengannya ?

Lalu... ? Kau mau kembali padanya ?

Dasar kau bajingan.

Kau mau menghilangkan keperjakaan di dalam tubuhnya ?

Menyedihkan sekali dirimu.

Jae Chil, ada masalah ?

Tak ada. Aku cuma bercanda.

Tak usah dipikirkan.

Ayo ! Kita ke klub !

Tapi jangan dekat - dekat dengaku.

Para gadis akan menyangka kau pacarku.

Suda lama aku tak masuk ke tempat perempuan.

Aku suka.

Aku mandi dulu.

Pakailah gaun yang nakal !

Kau menggemaskan.

Ehh.

Ehh...,

Kau sendirian ?

Hyeon Gu, Oppa ?

Soo Hyeon, lama tak jumpa.

Ya. Bagaimana kabarmu ?

Ya, baik.

Kau kenal dia ?

Dongsaeng. Dia adikku.

Oh iya, Jae Chil baik - baik saja ?

Ah, Jae Chil ?

Dia di rumah. Katanya dia lelah, dia ingin istirahat.

Biar kutebak.

Apa yang terjadi ?

Kurasa kau sudah bercinta.

Kukira kau akan bercinta dengan mantan pacarmu.

Dasar pendendam.

Pernah lihat bis berjalan mundur ?

Masih banyak gadis baru, Kenapa aku mau melakukan itu ?

Benar.

Aku hampir lupa siapa dirimu.

Aku percaya.

Kenapa wajahmu sedih sekali ?

Kau cemburu padaku ?

Soo Hyeon masih menyukaimu.

Sungguh ? Kurasa tidak.

Hei, Jo Hyeon Gu.

Kau mau jadi pengacara ?

Tak mungkin !

Ini konyol !

Kau bilang kau bisa jadi hebat di pengadilan ?

Kau mau jadi pengacara dengan tingkat kemenangan tinggi ?

Di dalam tubuhmu ? Sama saja tak berguna.

Kau pikir kau akan lulus ujian ?

Itu lebih buruk daripada mengutuk.

Bagaimana denganmu ?

Kau sangat putus asa karena ingin bercinta Soo Hyeon ?

Ya, benar.

Karena dia mengganggapku Sunbae yang baik dan kau Hyeon Gu-nya.

Bodoh, dia cuma gadis biasa.

Baik, ayo kita lakukan.

Seperti katamu, Aku takkan pernah lulus ujian.

Kemarilah.

Ini menyebalkan.

Tak ada yang terjadi !

Aish ! Harusnya aku tak melakukannya.

Kita lihat...,

Mungkin, itu takkan terjadi di antara kita.

Dasar bodoh.

Kumohon menyatulah denganku sekali lagi.

Hei.

Kemarilah.

Kemari.

Jangan panik. Cuma sebentar.

Lihat dia.

Sangat membosankan.

Astaga. Tak keren sama sekali.

Selamat pagi.

Selamat pagi !

Bagus ! Selamat pagi. Tolong buatkan kopi.

Sunbae, selamat pagi !

Astaga. Kenapa dirinya ?

Dia jadi aneh.

Tak kusangka kau menelepon.

Kita bahkan tak pernah bicara.

Kau kehilangan nafsu makan ?

Ini makanan kesukaanmu.

Ah, benarkah ?

Kau yang membawaku ke sini.

Aku makan ini karenamu.

Ya, benar.

Ini juga makanan kesukaanku. Terima kasih.

Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan ?

Aku cuma ingin ngobrol tentang hal saat kita masih muda.

Benarkah ?

Aku juga membicarakannya dengan Jae Chil beberapa hari yang lalu.

Kurasa aku mulai tua. Aku rindu masa itu.

Sungguh ? Itu masa yang indah.

Kutemukan surat yang kau kirim padaku saat Wajib Militer.

Aku membuangnya saat kita putus.

Rasanya lucu saat membacanya lagi.

Benarkah ?

Itu semua kenangan yang berharga.

Aku sangat tersentuh saat itu.

Bagaimana kau mengirimiku surat tiap hari ?

Aku benar - benar terkejut.

Terkadang aku berpikir...

...Jae Chil-lah yang menulis surat - surat itu.

Aku bercanda.

Kau terlihat beda hari ini.

Apa ?

Gayamu sudah berubah.

Entah bagaimana, kau terlihat tenang dan dewasa.

Tapi beberapa waktu lalu kau terlihat sama saja.

Bagaimanapun, senang bertemu dengamu lagi.

Makananmu makin dingin.

Janganlah hidup sepertiku.

Ada masalah ?

Tak ada.

Kelihatannya kau punya masalah.

Kau tak gagap saat melontarkan argumen.

Lalu ?

Hakim dan jaksa sama - sama perempuan.

Lalu kenapa ?

Kau bahkan tak memejamkan mata seperti beberapa waktu lalu.

Apa itu masalah ?

Kemenangan sempurna melawan jaksa perempuan ?

Ini sulit dipercaya.

Kasus ini...,

Kasus ini mudah untuk dimenangkan.

Kau butuh psikiater ?

Hati - hati terhadap penyalahgunaan narkoba.

Kau sudah terkena efek sampingnya.

Berhenti bicara omong kosong.

Selesaikan tugasmu.

Baik. Baik.

Pergilah !

Pepatah lama bilang bahwa...

Blah, blah, blah.

Hei ! Halo.

Kau belajar dengan giat.

Kau harus belajar demi ujian.

Kenapa kau membicarakan kisah sedihku ?

Tak ada infromasinya.

Apa ?

Oh, begitu.

Bagaimana kencannya ?

Lumayan.

Ya...,

Kelihatannya dia masih menyukaimu.

Benarkah ?

Mungkin karena aku sangat tampan.

Dia begitu lagi.

Tidurlah dengan Soo Hyeon, lalu campakkan dia.

Agar dia membenciku.

Lalu Lee Jae Chil ambil kesempatan itu.

Sungguh rencana sempurna ! Aku pintar.

Astaga, dasar kau bajingan !

Bagaimana kau bisa bilang begitu pada gadis yang dulu suka ?

Dasar kau bajingan.

Dasar kau bajingan cerewet. Aku hanya bercanda !

Pengacara Chil !

Orang keberuntunganku.

Pria yang baik.

Kau ikut kursus pidato publik ?

Kudengar kau tak takut wanita lagi.

Itu...,

Belakangan ini aku bermeditasi.

Itu bagus untuk mengendalikan pikiran.

Itu semacam Agama sesat ?

Kau serius sekali. Hati - hati dengan hal itu.

Astaga, jangan bilang begitu.

Aku, Jo. Maksudku. Lee Jae Chil. Kau tahu siapa aku.

Aku bercanda.

Kau melakukannya dengan baik.

Bersulang.

Rencananya...,

Aku mau menawarkan kasus besar untukmu.

Harusnya kuberikan pada Pengacara Kim.

Tapi kuberitahu kau karena kita laki - laki.

Kau tertarik ?

Kasus apa ?

Kau tahu Ny. Hong, dan pemilik Real Estate di sebelah ?

Suaminya miliarder yang tak menghargai wanita.

Ditambah, Pria itu terkenal suka selingkuh.

Dia penjahat wanita.

Tapi dia sangat hati - hati.

Saat bertemu gadis, dia memakai ponsel sekali pakai...

...dan membayar dengan uang tunai.

Dia juga pandai menyingkirkan bukti.

Ny. Hong ingin bercerai.

Tapi dia tak punya bukti kuat.

Jadi ?

Jika kita dapat bukti kuat dan memenangkan kasus ini...,

Ny. Hong akan akan dapat 30 miliyar Won.

Kau bisa tebak kita akan dapat bayaran berapa ?

Bukankah itu menarik ?

Jangan ngiler.

Yang kita butuhkan adalah bukti kuat.

Ya. Silahkan masuk.

Sunbae, ini aku.

Oh, kau rupanya.

Sunbae, kudengar kau menang kasus lagi.

Selamat.

Terima kasih.

Ada yang ingin kau bicarakan ?

Sunbae, aku makan malam dengan Hyeon Gu beberapa hari yang lalu.

Cuma berdua.

Aku sudah dengar.

Kau tak keberatan, Sunbae ?

Oh, tidak apa - apa.

Semoga berhasil.

Sungguh kau tak keberatan ?

Keberatan apa ?

Aku benar - benar tak mengerti dirimu.

Tapi, terima kasih. Aku sudah minta maaf padamu.

Semoga pekerjaanmu lancar.

Halo ?

Oh, Soo Hyeon, ini aku.

Hyeon Gu ?

Sungguh mengejutkan kau meneleponku.

Waktu itu kau pulang dengan selamat ?

Ya, aku selamat.

Ya.

Besok kau ada kesibukan ?

Besok ?

Aku tak punya rencana apapun.

Benarkah ?

Bagaimana kalau kita mendaki gunung Yumyeong besok ?

Gunung Yumyeong ?

Oh, ini tempatnya !

Jembatan layang tempatku pingsan !

Benar, saat itu sungguh indah.

Kita ke sana.

Ini indah sekali !

Kukira aku akan mati saat itu.

Tapi kudengar kau menangkapku saat aku akan jatuh.

Terima kasih untuk itu.

Jujur...,

Pelan - pelan !

Lewat sini !

Ya ampun.

Ah, tak ada.

Ada tempat yang menjual Dotorimuk yang enak.

Aku ingat.

Mereka juga menjual Tahu rebus yang lembut.

Bagaimana dengan semangkuk Makgeolli ?

Ya.

Aku senang di sini.

Aku juga.

Kita pergi ? / Ya.

Lee Jae Chil, kau bisa !

Ayo, Jae Chil !

Ada nyamuk.

Hyeon Gu...,

Kau bangun pagi sekali.

Ya. Kita pergi sebelum jalan mulai macet.

Baiklah.

Kau mau sarapan apa ?

Aku tak lapar.

Kau tak enak badan ?

Tidak, aku baik saja.

Katakan. Ada apa ?

Kubilang aku baik saja.

Aku tahu.

Jo Hyeon Gu !

Kau belum berubah sedikitpun.

Aku bodoh karena mengira Kau mungkin telah berubah.

Dengar, Soo Gyeon.

Sudahlah !

Tadi malam aku senang sekali.

Jangan hubungi aku lagi.

Jae Chil...,

Jae Chil...,

Kau ada di sini ?

Ada apa ? Ada apa ini ?

Bukankah kau bercinta dengan Soo Hyeon ?

Ya, memang.

Lalu, kenapa wajahmu tak senang ?

Kau tak suka ?

Pasti tak buruk.

Dasar kau pengecut !

Kau cepat orgasme ?

Kau mencoreng reputasiku.

Kenapa kau memukulku ?

Tak ada.

Apa ?

Dasar orang cupu membosankan.

Tak usah bicarakan itu.

Sepertinya keadaanmu lancar saja.

Kudengar kau memenangkan beberapa kasus.

Ya.

Jae Chil.

Ini memberitahu kita bahwa ujian di Korea punya kekurangan.

Bagaimana bisa mereka menolakku 8 kali ?

Tak terbayang berapa kerugian Pengadilan karena menolakku.

Dasar bodoh.

Tutup mulutmu.

Sidang besok akan ada sedikit tipuan.

8 tahun aku belajar sia - sia.

Karena sebenarnya contohnya sudah ada di dalam otakku.

Sidang besok ?

Kau mau jadi seperti ini ?

Bukan begitu.

Kita tetap seperti ini untuk seminggu lagi.

Saat ini.

Rasanya menyenangkan.

Jangan khawatir.

Pokoknya kita tetap begini selama seminggu ke depan, ya ?

Terserahlah.

Aku akan istirahat selama seminggu.

Baiklah, bajingan !

Kemarilah. Aku akan menciummu.

Sialan ! Pergi ke kamarmu.

Kenapa dia sangat berat ?

Astaga.

Kakinya juga berat.

Dasar tolol.

Halo ?

Oh, Presiden Kim !

Kau sudah di sini ?

Baik.

Aku paham.

Presiden Kim !

Hei, Sayang. Akhirnya kau datang.

Masuklah. Kita senang - senang.

Baik.

Baik.

Apa yang terjadi ?

Permisi. Anda lihat pria di mobil ini ?

Nona, kau kenal dia ?

Dia teman karibku. Anda melihatnya ?

Teman karib ? Aku tak tahu soal itu.

Lagi pula, dia sudah mati.

Kutelepon 911 awal dan mereka bilang dia sudah mati.

Ahjumma ! Kenapa Anda menelepon 911 ?

Dia tidak mati !

Kau gila ? Kenapa kau berteriak ?

Jika dia baik saja, kenapa mereka membawanya ?

Hei ! Perempuan jalang !

Kembalikan kartu pengenalku !

Dasar pria mesum !

Di kamar mayat ? Aku ?

Kau...,

Bajingan kau.

Apa yang sebenarnya terjadi ?

Aku butuh tubuhnya untuk pekerjaanmu.

Pekerjaan apa ?

Lalu apa yang akan Kau lakukan ?

Kita harus mengeluarkan tubuhmu.

Tak ada gunanya bilang begitu.

Bagaimana caranya ?

Kita ke sana dulu.

Aku akan menarik perhatian mereka. Kau ambil tubuhmu.

Astaga. Kasihan Hyeon Gu.

Di sini sangat dingin.

Suhunya rendah.

Tapi mayat membuatku lebih dingin.

Kau akan terbiasa jika ada di sini setiap hari.

Benarkah ?

Aku mulai merinding jika aku kedinginan.

Ah, benarkah ?

Bisakah kau memberiku segelas air panas ?

Ah, air ?

Tentu, lewat sini.

Lewat sini.

Wow, kau sangat berani.

Seharian bersama mayat.

Kau lelaki paling jantan dia antara yang lain !

Aku bertugas di Marinir dan punya saraf baja.

Aku punya saraf baja.

Hampir tak takut apa - apa.

Benarkah ? / Ya.

Halo.

Saraf baja ?

Hei, cepat !

Maaf. Hati - hati.

Tunggu. Berat sekali. Kita seret saja.

Apa ?

Astaga. pelan - pelan.

Kau gila.

Benar, kan ?

Maafkan aku.

Tak ada yang bisa kukatakan.

Harusnya ada.

Kau hampir membuat teman karibmu mati membeku.

Jika kau masih beralasan...,

Kau bukan manusia.

Tapi ini kasus yang sangat besar !

Pikirkan komisi dan hadiahnya.

Kita bisa membeli apartemen.

Hyeon Gu.

Hyeon Gu, kau...

Pikiranmu sedang waras ?

Apa yang kau lakukan ?

Kita keluarkan pikiran kotormu !

Baik, aku minta maaf. Berhenti memukuliku, bodoh.

Sialan, kau !

Nyalakan pemanasnya.

Nyalakan sekarang.

Pemanas ? Sekarang panas.

Nyalakan !

Aku bisa gila.

Aku gila.

Kita singkirkan dia.

Apa maksudmu ?

Bagaimana kalau seminggu lagi ?

Bajingan kau !

Kau berkencan dengan Soo Hyeon...

...dan senang karena bercinta dengannya.

Senang ? Senang !?

Apanya yang menyenangkan ? Dia pikir itu dirimu.

Kau sungguh mencampakkannya ?

Kau sudah dewasa ! Bukan pengecut lagi !

Aku membesarkanmu dengan baik.

Soo Hyeon bilang perlakukanmu masih sama pada perempuan.

Benarkah ?

Artinya dia suka kau ada di tubuhku.

Ah, benar.

Saat aku di tubuhmu...,

Dia datang padaku dan bertanya...

...apa kau tak keberatan dia keluar bersamaku ?

Apa maksudnya ?

Kau yakin dia ingin mendengar "Aku tak keberatan, terima kasih" ?

Jelas sekali dia menyukaimu.

Kau bodoh !

Dasar bodoh.

Kau membuatku takut, goblok.

Kenapa mengatakannya sekarang ?

Bajingan kau.

Kau mau kemana ?

Kau..., Kau belajarlah dengan giat.

Bukankah kau mau lulus ujian ?

Jika kulihat kau berkeliaran dengan tubuhnya...,

Aku akan menguburmu.

"Aku akan menguburmu". Tolol.

Kau terlihat beda hari ini, Oppa.

Apa ?

Gayamu berubah.

Entah bagaimana, kau terlihat...

...tenang dan dewasa.

Kukira aku akan mati saat itu.

Kudengar kau menangkapku saat aku akan jatuh.

Terima kasih untuk itu.

Kau masih cantik.

Apa ?

Kau masih segar.

Apa ?

Aku senang sekali tadi malam.

Jangan hubungi aku lagi.

--- Source Sub: Cheinji Team@Viki ---

Sunbae, ada masalah ?

Ya, ada sesuatu yang ingin kukatakan.

Apa itu penting ? Ini sudah larut malam.

Ya, penting.

Soo Hyeon...,

Aku suka padamu.

Aku suka sejak pertama kali melihatmu 10 tahun lalu saat kau jadi mahasiswa baru.

Akulah yang menyelamatkanmu di gunung Yumyeong.

Akulah yang menulis semua surat yang dikirim Hyeon Gu untukmu.

Aku juga masuk perusahaan yang sama agar bisa bersamamu.

Kau selalu di hatiku selama 10 tahun.

Apa aku membuatmu terkejut ?

Akhirnya, kau mengaku juga.

Butuh waktu yang sangat lama.

Kau tahu itu ?

Gadis macam apa yang takkan tahu ?

Tak hanya gunung Yumyeong...,

Tapi juga surat - surat itu, Aku yakin itu buatanmu.

Jadi, kau tahu semuanya.

Kau tahu yang mereka ucapkan dalam film.

"Seorang gadis takkan bertindak hanya berdasar dugaannya."

Benar.

Soo Hyeon.

Maukah kau jadi pacarku ?

Butuh 10 tahun bagimu untuk mengatakan itu.

Tapi waktumu sudah habis.

Kapan - kapan kita makan malam.

Baiklah kalau begitu.

Bagaimana kalau sup daging ?

Kau sangat suka sup daging, Sunbae.

Ya, tak masalah.

Ada satu hal lagi yang harus kukatakan.

Apa ?

Katakanlah.

Ya. Itu...,

Kemarin malam...,

Kau berhubungan seks di hotel, denganku, Hyeon Gu...

Bagaimana kau tahu ?

Kalian berdua berbagi segalanya.

Apa ?

Maksudku adalah...

Jadi, kau ke sini karena ini kesempatan bagus untukmu ?

Hyeon Gu yang menyuruhmu ?

Soo Hyeon, bukan itu maksudku...

Pasti rasanya menyenangkan membicarakan diriku.

Kenapa ?

Kau kecewa karena aku tidur dengan Hyun Gu, bukannya denganmu ?

Soo Hyeon...,

Sebaiknya kau pergi, Sunbae.

Tunggu, Soo Hyeon, bukan...

Bukan itu maksudku.

Aku ingin minta maaf, Bukan mau menyakitimu.

Setelah kenal 10 tahun, Kau masih tak memahamiku ?

Kaulah satu - satunya gadis yang bisa kutatap matanya.

Aku memang bodoh tak mengatakan ini padamu.

Jadi, kukatakan sekarang.

Aku mencintaimu.

Astaga.

Harusnya kukatakan ini lebih cepat.

Sungguh pengecut.

Pengecut.

Terima kasih.

Astaga.

Saat kau sudah tua, Kau pasti mati.

Di usia 80, apa yang kulakukan di sini ?

Astaga. Saat kau tua, sebaiknya kau mati. Astaga.

Wanita macam apa yang tidur di tempat umum ?

Astaga, dasar wanita gila.

Kau akan kedinginan tidur di sini.

Anak muda, kau tak mau bangun saat Orang tua bicara padamu ? Astaga.

Sial.

Astaga !

Apa yang terjadi ?

Ah. Huh ?

Astaga !

Wow, ini benar - benar terjadi ?

Aku sudah hidup terlalu lama.

Astaga ! Kau mau kemana ?

Kemana ?

Seoul.

Baik. Naiklah !

Anak muda ! Ayo ngebut !

Pengacara Kim !

Aku pulang duluan.

Sudah jam 11. Istirahat.

Sunbae, kau belum pulang ?

Aku juga mau pulang. Sampai jumpa.

Mau pulang bareng ?

Pulang bareng ?

Tunggu sebentar.

Tak usah buru - buru. Tenang saja.

Oh, Sunbae...,

Selamat atas 7 kemenangan beruntunmu.

Kau pengacara hebat, Chil.

7 kemenangan beruntun.

Kau ingat kita akan makan malam bersama ?

Mau makan apa ? Sup daging anjing ?

Kau selalu bilang sup daging anjing.

Kau tak suka Steak atau Spageti seperti gadis lain ?

Kelihatannya kau suka.

Maksudku dirimu, Oppa.

Aku sebenarnya tak suka Sup daging anjing.

Karena dirimu aku sering makan itu.

Kali ini kita makan yang lain.

Makanan mahal dan lezat...,

...makanan yang membuat kita bahagia ?

Aku mau.

Ayo.

Lebah Ganteng http://dunia-lebah.blogspot.com

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.