Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
23 MARET 1990
10 JUNI 1990
Baiklah, Sayang.
31 AGUSTUS 1990
26 MEI 1990
18 APRIL 1990
Anggota keluarga kita.
Cat.
- Dapat hadiah apa? - Unicorn.
Kuda poni dan unicorn.
18 SEPTEMBER 1993
19 AGUSTUS 1993
19 AGUSTUS 1993
Kau dan Steve suka melakukan apa?
Kami melukis dan bermain di luar.
Bagus sekali, Sayang.
22 DESEMBER 1997
Sudah lama aku mau itu!
Yang ajaib itu.
Kau membawaku ke sana!
20 FEBRUARI 1998
- Kau mengawalinya dengan baik. - Luar biasa!
Kembali ke rumah!
Aku mau ke kamarku.
Soal ituโฆ
Kau suka gym barunya?
Baik, aku siap berangkat.
- Aku hanya perlu mengambil... - Dia baik-baik saja?
Baiklah, kami akan berangkat kerja.
Ya, aku tak sabar.
Ada... Kami punya pelatihan tali-temali baru.
Anak-anak ini, membuatnya menggali yang dalam.
Ya, sungguh sangat tinggi...
Anak-anak berandal.
- Ya, berandal itu... - Anak-anak berandal, menangis saja.
Berefek katarsis.
Kau mau ikut dengan kami?
- Kami akan melukis impian kami. - Orang tak suka saat kulakukan itu.
Begini, Sayang. Sebentar.
Sayang, tidak, itu berbeda.
- Itu... - Omong-omong.
Selamat bergembira.
Bergembira.
Perang cuci gudang!
PERANG CUCI GUDANG
Semua lukisan yang kau buat di sekolah, takkan laku. Buang saja semuanya.
Aku tak sanggup ditolak lagi!
Nona-nona, haid membuatmu murung? Hanya menonton saja saat hidup berlalu?
Saatnya kembali ke permainan.
Saatnya mengalahkan haidmu.
Depresi bisa membuatmu merasa tak dicintai,
seperti tak ada yang memahamimu.
Despondica dapat membantu.
Aku dikeluarkan dari sekolah dan tinggal di rubanah orang tuaku.
Intinya aku gagal dalam dalam mengejar tujuanku,
dan di sanalah aku, duduk di sofaku menggonta-ganti saluran
sekadar mencari tahu yang kuinginkan dalam hidup,
lalu aku menemukan Temporary Success.
Apa kau lelah merasa gagal?
Kesuksesan ada di sekitarmu.
Agen Temp punya ratusan pekerjaan di berbagai macam kualifikasi.
Kau hanya perlu ikut tes mengetik sederhana.
Lima menit saja.
Tunggu apa lagi?
Capai kesuksesan sementaramu hari ini,
karena kau tak ingin menjadi kekecewaan besar, bukan?
Sudah pulang lagi!
Sayang!
Sayang, kau ingat Kevin?
Kevin dari ujung jalan?
- Ayah! - Dia kembali ke sini, Sayang.
Dia punya apartemen di dekat mal dan dia punya rambut yang indah.
Anak yang tampan.
- Itu orangnya, bukan? - Ya.
Aku yakin.
Benar.
Kevin. Astaga. Kau membawa makan malam, sungguh sebuah kejutan.
Wow, Kit, kau tampak tak berubah.
Sayang, kau ingat Kevin. Dan tebak di mana dia bekerja?
Tebak.
- Aku tak tahu. - Emotion Quest!
Aku konselor orang muda sejak dua pekan lalu,
semua berkat Gene dan Gladys yang mempekerjakanku.
Aku mau berterima kasih sebab sudah mengubah hidupku.
Kevin.
Hei, Kevin. Terima kasih.
Tidak, terima kasih.
Baik, kami akan ambil keripik pita
dan kalian bernostalgialah. Ayo pergi.
- Banyak yang harus diobrolkan. - Benar. Ayo.
- Ayolah, Sayang. - Maaf, dia gila.
Aku dengar itu!
Ingat saat kau memakai mahkota emas itu saat kau kecil?
Saat itu kau manis juga.
Yang benar saja.
Sungguh!
Yang benar.
Ya?
Kau agakโฆ
Hei, lihat ini.
Lisa.
Dia bekerja di bagian penagihan medis.
Lumayan bagus, ya?
Jadi, apa rencanamu setelah kau diusir sekolah?
Menurutku bagus dia berkesempatan menjelajah seni.
Itu sebuah kehormatan dan sebab kini itu sudah selesai,
dan maju ke bab berikutnya, bukan?
Benar.
Bagaimana denganmu, Kit?
Kit?
Apa? Aku tak dengar.
Kit, kau sengaja bersikap aneh.
Kau tahu, sejak kalian membuatku makan kale, aku tak pernah puas.
Kau bisa makan sebanyak yang kau mau, karena Kit takkan menyentuhnya.
- Tidak. - Kit.
Kenapa kalian tak adopsi Kevin saja?
- Kit! - Apa?
Ya? Maka kalian tak perlu malu sama sekali oleh kegagalanku.
Tak ada yang menyebutmu gagal.
Kami hanya coba menolongmu.
Sungguh, Kit, sejujurnya.
Semua yang aku capai sangat bisa dicapai.
Kau sungguh tak perlu merasa hidup di bawah bayanganku.
Astaga.
Ya, maksudku, Kevin bahkan belum kuliah.
Ya, aku hanya mencari kesibukan.
Aku punya rencana, oke?
Agen Temp.
Mereka punya ratusan pekerjaan di berbagai kualifikasi.
Yang perlu dilakukan hanya tes mengetik sederhana.
Beri aku lima menit.
Kit, kau meninggalkan bercak glitter di lantai.
Hei.
Kalian masih menyukaiku, 'kan?
Mereka juga, jika aku Kevin, yang sempurna.
Seseorang yang punya pekerjaan,
yang suka kale, meskipun itu menjijikkan.
Biar kubantu.
BERGABUNGLAH JADI BAGIAN TIM!
Halo, orang tua.
Apa itu setelan lamaku?
Kuharap tak masalah.
Aku ingin terlihat cantik dan profesional di hari pertamaku.
Hari pertama apa?
Dari sisa hidupku.
Seperti yang sudah kukatakan,
aku sudah daftar di agensi sementara dan aku mengambil posisi sementara
di firma humas.
Hubungan masyarakat, astaga. Sayang!
- Wah! - Itu luar biasa!
Mau sarapan?
Mau kue Pop-tart?
Tidak. Tak perlu berdiri.
Aku akan membuat sarapan untuk diriku sendiri
terbuat dari jeruk bali dan biji rami
dan kopi.
Kau tak suka kopi.
Tidak, itu Kit yang lama
dan dia tidak berusaha keras untuk menyukai hal-hal yang menjijikkan,
tetapi Kit baru memiliki tujuan hidup yang bisa dicapai
dan dia akan bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan itu.
Aku mungkin akan bekerja sangat lama mulai sekarang,
karena seperti yang kupelajari dari TV,
sukses ada di sekitarku.
- Ini terobosan. - Luar biasa.
Ini luar biasa.
Benar.
Sekarang, aku pamit dahulu, aku mau pergi.
Jika kalian mau pergi ke luar,
tolong belikan buku catatan, stabilo.
Aku mungkin akan banyak pakai itu mulai sekarang. Selamat siang.
Selamat siang.
Hai.
- Kau pasti Kit. - Benar.
Bagus. Ikuti aku.
Kau bisa lewat sana atau lewat sini.
Oke, baik.
Baiklah, pertanyaan pertama.
Kalian tahu apa itu majalah?
- Ya. - Bagus.
Kau tahu cara menekan tombol pada mesin fotokopi bertuliskan "copy"?
- Ya. - Baik, bagus.
Menurutmu kau bisa menaruh majalah di mesin fotokopi
sebelum menekan tombol bertuliskan "copy"?
- Ya. - Bagus.
Kalau begitu, kau siap terbang.
Salah satunya milikmu.
Hei, Bob, ada satu di bilikku. Akan kuambilkan untukmu, ya?
Baiklah, kita akan coba layarnya ...
Apa kau perlu menggunakan mesin fotokopi?
Tidak, silakan.
Kelihatannya kau pandai melakukan pekerjaanmu.
Ya, ini pekerjaan rumit, tetapi aku berlatih keras selama lima menit.
Bisakah kau melakukannya untukku?
Tentu.
Bagian mana?
Lihat artikel ini tentang belajar mencintai lagi?
Aku mau resepnya di bawahnya.
Kue bolu lemon.
Aku sangat menyukai kue bolu.
Benar.
- Kue itu enak. - Menurutmu begitu?
Kita menyukai hal yang sama.
Aku Gary.
Wakil Pemimpin perusahaan, bukan Amerika Serikat. Mungkin suatu hari nanti.
- Siapa namamu? - Kit.
Ini hari pertamaku.
Selamat datang.
Apa kau mencari namaku di Google sebelum ke sini hari ini?
Tidak.
Tetapi akan kulakukan.
Karena banyak orang dengan nama yang sama telah melakukan hal buruk.
Tetapi catatan Gary yang ini bersih.
Akan kuberitahukan Crystal bahwa kita akan makan siang.
Jadi...
Bagaimana kabar semuanya?
Ya, kabarku hari ini hebat.
Luar biasa.
Dan kau, Kit?
Lumayan.
- Ya? - Ya?
Apa kau bertemu orang baru atau punya teman baru?
Kurasa begitu.
Wakil Pemimpin perusahaannya ingin makan siang bersamaku.
Wakil Pemimpin?
- Wakil Pemimpin, hari pertama. - Ya ampun.
Itu luar biasa!
Dan kau suka pekerjaanmu?
Ya, semua orang memakai pakaian kantor,
minum kopi,
dan mengetik.
Wah! Ya...
kami tahu kau bisa melakukannya.
- Benar. - Itu tak dipertanyakan.
Aku hanya melakukan apa yang orang lain lakukan.
Aku suka melakukan yang orang lain lakukan.
- Kau ahli sekali. - Itulah arti sebuah tim.
Ya? Itu yang kami katakan di Emotion Quest.
Lihat ini, apa itu?
Dua orang melakukan hal sama. Berpegangan tangan?
Dua orang, menjadi satu. Sangat kuat.
Benar.
Aku senang kau mendapat pengalaman ini.
Aku juga. Aku juga.
Aku belum berkencan dalam tiga minggu.
Kau masih pakai gambar profil sedih itu?
Itu tidak sedih. Ekspresinya netral.
Oke, tetapi cowok tak mau pacar kelewat sedih.
Mereka ingin pacar ceria yang tersenyum, seperti ini.
Kau mengejekku?
Tidak, aku hanya mendengarkan.
Dan siapa kau?
Aku Kit.
Kau Kit.
Aku Crystal.
Asistennya Gary.
Hai, Kit. Kau tampak cantik. Ada surat untukmu.
Astaga, Brock menginginkanmu.
Lucu padahal mereka tak kenal satu sama lain, bukan?
Kau baru bekerja di sini selama dua detik?
Bersiaplah.
Untuk apa?
Apa kalian pernah menerima ini?
Aku tak tahu, tetapi jika itu pesta, awas kalau aku tidak dapat.
Indah.
Suara mesin fotokopi.
Oh, ya, seperti...
ada pantai di sini.
Kau lucu.
Seperti si Seinfeld itu.
Kapan aku mempekerjakanmu?
Tidak. Aku hanya pengganti.
Aku punya pertanyaan pribadi untukmu.
Aku ingin menjawabnya.
Baiklah.
Apa kau selalu tahu ini yang ingin kau lakukan
atau kau ingin lakukan hal lain dahulu?
Seperti apa? Apa aku bermimpi ingin figure skating
tetapi orang tuaku tak mau membiayainya?
Semacam itu.
Kenapa tak berandai bisa terbang? Kita tak bisa, maka kita fokus pada hal yang bisa.
Yaitu?
Membuat karya seni untuk Vacuum Vac Mystic yang baru.
- Apa yang membuatnya mistis? - Benar sekali, apa.
Kau tahu, aku ikut kelas di mana kami buat iklan palsu untuk McDonalds dan Ikea
dan aku menciptakan McSalsa dan keripik.
Lihat, itu sudah sepuluh kali lebih menarik dari semua yang kudengar hari ini.
Tak ada kreativitas di perusahaan ini dan itu membuatku geram.
Boleh lihat portofoliomu?
Apa? Tidak, itu dari saat aku sekolah.
Bawalah kemari.
Kau tak mau selamanya jadi pengganti, 'kan?
Sepertinya tidak.
TAK PERNAH SENDIRI LAGI
ANDA DIUNDANG KE TOKO
KAMI MENJUAL APA YANG ANDA INGINKAN
KAMI MENJUAL APA YANG ANDA BUTUHKAN
Kit, kenapa masih ada di sini?
Kau tahu tempat bernama The Store?
Apa itu tempat keren? Karena aku tak pernah bersenang-senang.
Aku tak tahu apa itu.
Baiklah.
Aku harus pergi karena ada Dateline baru malam ini
soal wanita lajang profesional yang dibunuh
dan sebaiknya aku menontonnya.
Ya, aku mau ambil peralatan kantor.
Baiklah. Sampai jumpa besok.
Ayolah.
JALAN TERUS, KIT
Jangan sentuh itu.
Hanya bercanda.
Masuklah.
Masuk!
Kau mau Diet Coke?
Kau suka, ya?
Tempat apa ini?
Siapa kau?
Kau sudah sampai di The Store, Kit.
Dan aku Sang Wiraniaga.
Apa itu The Store?
Dari mana kau tahu namaku?
Kau di sini.
Tetapi aku bisa jadi siapa saja.
Tidak bisa. Kami hanya mengundangmu.
Dari mana kau tahu kantorku?
Dan juga, apa kau akan membunuhku?
Pembunuhan?
Kit!
Ini tempat bisnis yang sah.
Dan kebalikan dari pembunuhan.
Bisnis seperti apa?
Kami merasakan yang kau inginkan.
Yang kau butuhkan.
Yang adalah?
Kau kira kau tak tahu, tetapi kau sungguh tahu.
- Aku tahu. - Benarkah?
- Tidakkah jelas? - Tidak.
- Tidak begitu? - Tidak. Tidak jelas.
Pikirkanlah.
Unicorn?
Unicorn.
Lihatlah!
Kit!
Apa kau tak mau melompat ke layar itu
dan memeluk makhluk merah muda berharga milikmu itu?
Mengepang rambutnya?
Melantunkan lagu?
Membuatkannya kue kering?
Ya.
Tetapi unicorn tidak nyata.
Sebagai orang yang bekerja di toko unicorn,
aku sangat tersinggung.
Izinkan aku mengajakmu berkeliling
lalu kau bisa putuskan, oke?
Ini Ruang Rekreasi kami, dengan bantal dan kursi tunggal,
gula kubus dan Wi-Fi.
Di sinilah kami membawa mereka saat pertama tiba.
Mereka naik lift?
Saat para unicorn tiba, mereka bisa sedikit kotor
dari berbagai hutan, kau tahu, diselimuti daun dan beri dan kotoran,
maka kami mandikan, kami sisir, dan memoles mereka sedikit.
Di mana para unicorn itu kini?
Mereka tak tiba di sini sampai kau siap.
Dan di sini
terdapat tempat makan mewah kami
atau Hay-storan, sebagaimana kami menyebutnya.
Tak berbau jerami.
Aku tahu.
Para unicorn itu, mereka tak suka.
Dan ini ruang es krim.
Unicorn makan es krim?
Tentu saja tidak, Kit, tetapi aku iya.
Dengar, Kit.
Kurasa kau cukup pandai untuk tahu apa yang terjadi di sini.
Melihat kebenaran.
Lihatlah!
Rambut ajaib
dari unicorn sudah lama tiada.
Rasakanlah.
Rasanya beraliran listrik.
- Rasanya seperti... - Kebahagiaan.
Seekor unicorn akan mencintaimu selamanya, Kit.
Selamanya.
Aku tak suka ini. Ini tidak nyata dan sekarang aku adalah pebisnis.
- Mau ke mana? - Aku mau beli kertas graf.
Kertas graf tak bisa mencintaimu.
Bisa kubantu?
Mungkin. Aku mau bertanya.
Ini bukan tentang perlengkapan kantor.
Aku punya pacar.
Tidak, bukan itu yang hendak kukatakan.
Aku melihat sesuatu yang aku tak percaya nyata.
Tetapi sekarang sepertinya itu bisa jadi nyata dan akan sangat
baik jika itu nyata.
Seperti Yesus?
Bukan. Atau... Atau... Iya.
Karena orang berpikir bahwa mereka sungguh melihat Yesus, bukan?
Lalu orang lain bilang mereka gila
karena Yesus tak berjalan di atas bumi ini,
tetapi orang yang percaya itu sugguhan
dan siapa kita mengatakan apa yang nyata atau tidak nyata
di benak orang yang sungguh percaya?
Apa pertanyaannya tadi?
Kurasa...
Bagaimana kau tahu mereka akan mencintaimu selamanya?
Itulah alasan mereka ada.
Unicorn memang hal terbaik di dunia.
Aku mau lihat dari dekat.
Dan nanti kau akan lihat.
Tetapi sebelumnya ada
persyaratan tertentu.
Persyaratan?
Membawa unicorn ke sini bukan usaha yang mudah atau murah.
Kau harus menjadi gadis yang tepat.
Gadis yang tepat.
Baiklah.
Ini gila.
Baik,
hal macam apa yang harus kulakukan?
Syarat satu.
Bangun rumah yang layak untuk unicorn.
Pahamilah, Kit Kat,
jika satu dibawa ke sini,
aku harus tahu bahwa kau sungguh-sungguh.
Tetapi kurasa kau dan unicorn-mu bisa punya masa depan yang cerah.
Jika kau mau.
Saat aku kecil, aku meminta unicorn pada orang tuaku. Yang asli, bukan palsu.
Ia akan dipenuhi dengan cinta dan sihir sehingga kami tak butuh apa-apa lagi.
Hanya itulah yang sungguh aku inginkan.
Aku tahu.
Pemilik Unicorn adalah pekerjaan yang baik dan berharga.
Untuk memastikan keselamatan dan kebahagiaan makhluk ajaib itu,
pertama-tama kau harus membangun rumah
yang layak untuk unicorn milikmu.
Unicorn.
Permisi, Pak.
Aku datang untuk membeli kayu.
Kau membangun apa?
Ini seperti struktur dasar untuk kuda,
tetapi lebih kecil dari kuda.
Kau tahu dimensi kuda ini?
Tidak.
- Tetapi... - Virgil, masuklah.
Kau tahu, aku tak bisa menolongmu sekarang.
Setinggi itu.
Tetapi, kau perlu bicara dengan Virgil. Dia bisa membantumu, oke?
- Oke. - Sial, Virgil, kau di mana?
Kau mencari sesuatu?
Maaf.
Apa kau Virgil?
Aku diberitahu orang dengan walkie-talkie itu
di bagian kayu untuk bicara dengan pria bernama Virgil.
Benar. Ada masalah?
Tidak. Maaf.
Dia bilang kau mungkin bisa membantu membangun sesuatu di rumahku.
Aku menyapu lantai dan menghitung persediaan.
Apa itu yang perlu kau lakukan di rumahmu? Perlu aku menghitung barang?
Kau tak terlihat seperti Virgil.
Baiklah.
Rupaku bagaimana?
Entahlah. Saat dia bilang nama Virgil
aku agak lega,
karena nama itu tak terdengar seperti nama orang tipe toko perkakas,
dan Virgil sepertinya orang yang bisa kukenal.
Seperti Virgil yang diasingkan di sekolah, sepertiku.
Wah.
Kelihatannya kau tidak begitu. Itu maksudku.
Kau tampak cocok bernama Jack.
Atau Fox.
- Fox? - Ya. Maaf. Ini pujian.
Baiklah. Dengar,
tak benar-benar bekerja di lapangan, toko tak mengirimku.
Jadi, kurasa kau cocok dengan Joel.
- Tetapi Joel tak bisa. - Kenapa?
Dia hanya tak mau melakukannya, kurasa.
Kumohon!
Dia bilang kau mungkin mau uang tambahan.
Entah kenapa Joel akan mengatakan itu
atau kenapa dia mengedip. Joel benci aku.
Tidak, tidak. Kurasa dia sungguh percaya keahlian dan bakatmu,
diam-diam.
Kurasa dia diam-diam berharap aku mati karena kecelakaan alat perkakas.
Jadi, mungkin kau mau melakukannya?
Mungkin akan kupertimbangkan. Apa pekerjaannya?
- Hei. - Hei.
Kau membawa sesuatu untuk ditunjukkan padaku? Lebih penting dari itu.
Apa kabarmu?
Aku baik, aku baik. Aku membawa portofolioku untuk ditunjukkan padamu.
Dan kulihat kau sedang mencoba Vacuums terkutuk itu.
Ya.
Jadi awalnya aku mulai membuatnya seperti kartun Pokemon,
dan itu amat jenaka, tetapi tidak profesional,
jadi aku lakukan ini, dan kugambar di kertas graf.
Aku suka itu. Aku suka itu.
Apa kau pakai sampo kelapa?
Ya.
Aku menabung untuk membeli pulau.
Kau tahu, pulau kecil.
Banyak pasir.
Apa tujuan jangka panjangmu?
Aku ingin tak menjadi kekecewaan besar.
Seperti, paruh waktu atau purnawaktu?
Yang...
- Mari kembali ke vacuum ini. - Baiklah.
Oke? Coba lihat kau bisa apa.
Hei, kau butuh ruang lebih besar.
Kurasa kau bisa punya masa depan yang hebat di sini, Kit,
jika kau mau.
Aku harus mencari apa pun yang kau tahu soal unicorn.
Informasi spesifik tentang habitat, biaya dan pemeliharaannya.
Ada beberapa teks tentang mitologi unicorn.
- Baiklah, akan kuambil semuanya. - Baiklah.
- Kit, apa ada yang mengetuk? - Tidak.
Sayang?
Hai, masuklah. Kita akan pergi ke arah sini.
- Kit! Kami di gym. - Baiklah. Baiklah.
Di bawah sini.
Maaf.
Jika ibuku melihatmu, dia akan mengira kau pacarku
- dan mengundangmu saat Natal. - Aku tak mau datang.
Tidak, aku tahu.
- Kau yang menyusunnya? - Jangan dilihat.
- Ini adalah karya seniku yang gagal. - Kata siapa?
Profesor Jonathan Scott. Aku mengambil kelasnya.
Dia sangat produktif di dunia seni.
Tongkat di dalam kotak.
Ya, memangterdengar bodoh.
Tidak, dia tidak bodoh.
Dia seniman pertama yang menaruh tongkat di kotak.
Sangat canggih di masa itu.
Jadi, ini tempatnya?
Jadi, apa yang ingin kau lakukan?
Kau mau kipas langit-langit?
Meja rias, rak buku?
Tidak, aku memikirkan sesuatu yang lebih baik.
Seperti kandang kuda.
Kandang kuda?
Ya, tetapi untuk sesuatu seperti kuda,
lebih kecil dari kuda, seperti kuda poni.
Seekor poni?
Tetapi lebih baik dari kuda poni.
Baiklah.
Kau tahu, menurutku kuda tak ingin tinggal di rubanahmu.
Benar juga.
Bahkan aku tak ingin di sini.
Kurasa kau punya cukup ruang untuk kandang di sini.
Baiklah. Bagus.
Apa mungkin untukmu melakukannya besok?
- Tidak. - Kenapa?
Ini hanya kandang kuda biasa, yang ada di taman,
sebagaimana umumnya.
Tidak bisa.
- Tentu kau bisa. - Aku tak bisa.
Dan itu seksisme bahwa kau berpikir begitu.
Tidak semua pria yang ada di Bumi tahu cara membuat sesuatu
- dengan tangan kosong. - Baiklah.
Aku mengerti, tetapi itu bukan ungkapan seksisme.
Hanya saja kau bekerja di toko perkakas.
Kalian bisa melakukan segalanya, 'kan?
Wah, itu sangat manis.
Bagaimana jika... Baiklah.
Bagaimana jika kita pakai ini? Bagaimana jika pakai....
Oke, soal gagang pintu tadi agak dramatis, tetapi...
Iya.
Ada banyak hal dari ini yang bisa kita gunakan, bukan?
- Apa ini tempat bermainmu? - Ya, dahulu.
Ayahku membangunnya itu ketika aku kecil.
Bagaimana menurutmu?
Sepertinya itu ide yang buruk.
Oke, memang 50 persen membusuk, itu benar, tetapi kita bisa pakai kayunya sebagian.
Dan membangun benda baru dari ini.
Sesederhana itu.
Kumohon?
Kau bahkan tak mengenalku.
Tetapi aku tahu kau punya alat pengukur.
Baiklah.
Ya, kita akan membangunnya!
Baiklah.
Baiklah, apa itu boleh?
Ya.
- Baik. - Kau cobalah.
Tentu. Baiklah.
Ayo!
Ya!
Jadi, aku membangun kandang di halaman belakangku.
Sebenarnya, aku menyewa seseorang untuk melakukannya dan itu akan luar biasa.
Selanjutnya apa?
Kapan aku temui unicorn-nya?
- Lihatlah! - Astaga!
Tanduk ajaib
dari unicorn yang sudah lama tiada.
Sentuhlah.
Ambillah.
Ini berat sekali!
Itu karena ia penuh cinta.
Tidak juga. Tanduknya memang sangat berat.
Jadi, apa yang terjadi padanya?
Apa yang terjadi pada kita
yang tak belajar mencintai hal lain?
Oh, Kit.
Sungguh membahagiakan
melihatmu ingin memelihara unicorn.
Kini setelah kau membangun fondasi ini,
kita harus mulai memikirkan tujuan jangka panjangmu.
Cara memberi makan raga dan pikiran unicorn-mu.
Dan bukti tanggung jawab keuangan dan beberapa bentuk lain yang mencakup...
Astaga. Lihatlah waktunya.
Kau akan terlambat kerja!
Ayo, ayo, ayo.
- Pergilah, tunjukkan kemampuanmu. - Akan kulakukan!
Dari mana saja kau? Crystal terus menanyakan keberadaanmu.
Aku pergi ke Whole Foods untuk beli jerami,
mereka tak punya itu, jadi, itu sia-sia.
Jerami untuk apa?
Oh, tunggu, apa kau melakukan diet keren?
Biar kuberi tahu. Aku mencoba diet serat 30 hari
selama 7 hari, tak melakukan apa pun dan aku tak bersenang-senang.
Hei. Masuklah ke kantorku.
Aku harus bicara denganmu sebentar.
Apa masalah pribadi? Aku bisa membereskan jadwalku.
Bagus.
Gary, aku banyak memikirkan tujuan jangka panjangku.
Aku tak ingin jadi pengganti selamanya.
Aku ingin jadi pekerja tetap, mungkin.
Aku ingin tunjukkan kemampuanku.
Aku ingin lihat seperti apa itu.
Kau mau?
Mari temui tim Mystic Vac Senin depan.
Tunjukkan apa yang kau pikirkan. Ya?
Maksudmu, seluruh timnya?
Seperti presentasi? Baiklah.
- Jangan takut, Kit. - Tidak.
Aku hanya agak sibuk.
Ada bintang besar, jauh, jauh di dalam dirimu, di suatu tempat.
Kita hanya perlu membuang semua lapisannya dan melepaskannya dari sana.
Apa dia mau keluar dari sana?
Ya, kurasa begitu.
Benar!
Iya.
Dia sangat mau.
Aku tak percaya
kau membangun dinding sungguhan!
- Tenanglah. - Kau membuat tembok sungguhan!
Aku menonton video YouTube soal membuat dinding sungguhan.
Ya, kurasa berhasil.
Aku terus menatapnya untuk memastikan temboknya takkan jatuh,
- dan ternyata belum - Kit, makan malam siap!
Aku akan pesan piza!
Maaf, itu ibuku.
Dia sangat menyebalkan.
Dia menyebalkan karena dia ingin membuatkanmu makan malam?
Maaf.
Apa, Ibu? Apa? Aku sibuk, aku sedang mengerjakan sesuatu.
Sedang apa kalian di sana?
Masuklah, makanlah quinoa.
Maaf, jaringannya buruk. Dah.
- Jadi. - Jadi?
Apa orang tuamu meneleponmu setiap hari?
Tidak, mereka sudah mati.
- Astaga. - Tidak, aku bercanda. Belum.
Mereka masih hidup.
- Jahat! - Iya, sangat buruk.
Tetapiโฆ
entahlah.
Kurasa mereka sibuk dengan hidup mereka sendiri.
Apa pendapatmu soal kayunya?
Apa cukup kuat untuk menahan sesuatu seperti...
benda tajam menikamnya?
Kit?
Kenapa kau membuat ini?
Itu kejutan.
Baiklah.
Oke, kau tahu... kau tahu apa?
Aku tetap dibayar juga.
Benar.
Untuk langkah berikutnya, kita pasangkan papan
ke dinding berbingkainya.
Ambillah sekrup, bormu...
- Berhenti. - Apa?
...dan kayumu.
Boleh kuberikan nasihat ramah
antara sesama wanita?
Baiklah. Kau tak terdengar ramah.
Kemungkinannya nol Gary akan memilih presentasimu, oke?
Kau takkan jadi pahlawan ini dengan kartun vacuum kecilmu.
Aaron dan Matt sudah mengerjakannya,
dan mereka mega bintang sejati yang tahu apa yang mereka lakukan.
Aku tidak berusaha jadi pahlawan.
Aku yakin kau tidak.
Gary memang percaya padaku.
Kau tidak istimewa! Paham?
Kita semua pernah di posisi ini. Nikmatilah selagi bisa.
Kit, ada masalah?
Makanannya cukup banyak untuk perjalanan 30 menit
yang kau bawa itu.
Kau akan berterima kasih padaku saat kita 30 menit di antah berantah
dan kau ingin makan Bugles.
Baiklah. Mari lihat ada apa.
Aku suka lagu ini!
Kau membawaku ke sana
Membawaku melayang dengan sayap dan doa
Dan dahulu kita terpisah jauh
Tetapi di situlah semua bermula
Kau membawaku ke sana
Jauh ke sana
Itu mengesankan.
Terima kasih telah menyopiriku.
Aku tahu kau tak ingin.
Apa, tidak, aku mau. Aku senang, aku gembira.
Aku bersemangat.
Aku membeli jerami.
- Jerami! - Jerami!
Hay, jerami, jerami.
- Pertanyaan. - Ya.
Apa aku cukup cantik untuk dilecehkan?
Apa? Apa, tidak, siapa yang kau maksud?
Bosku Gary. Dia lebih tua,
tetapi dengan cara kuno, seperti mereka suka membukakan pintu
dan mencium rambutmu.
Tidak, itu bukan hal baik.
Sama sekali tidak baik.
Tetapi kata Crystal dia memang begitu.
Astaga.
Ini adalah dunia tiga jerami.
Gandum, haver dan jelai.
Baiklah. Baik, tetapi apa rasanya enak?
Kau harus tanyakan sapi-sapinya.
Apa sebaiknya kita bicara kepada sapi?
Kita harus bicara dengan sapi, kurasa.
Apa sebaiknya kita angkut?
- Kau tahu apa? - Kau tak tahu?
Apa kau sudah pernah melakukan ini?
Ini pertama kalinya, bisa kau duga.
Oke ...
- Coba... - Jaraknya tak jauh.
Satu, dua, tiga.
Berat. Astaga. Aku harus meletakkannya. Ada begitu banyakโฆ
Apa kau sungguh mau memelihara kuda?
Pada dasarnya.
Kurasa kau bekerja dengan baik menggunakanperkakas listrik.
Maaf sudah menunggu.
Akan kuangkutkan untukmu.
PRESENTASI MYSTIC VAC SENIN PEKAN INI
Aku sangat gugup soal presentasi ini,
karena aku terus mencoba menggambar vaccum
dan tiap kali kucoba, aku ingin menggambar anak kucing pelangi.
Ya, kau hanya manusia.
Kau punya waktu hingga Senin untuk memikirkan sesuatu, 'kan?
Aku akan mengunci diri di rumahku karena aku akan sendirian di rumah
dan fokus, fokus, fokus pada menggambar vacuum.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Sayang, apa ini?
Mengapa kau menggeledah barangku?
Maaf, Kit, kami tak membuatkanmu rumah bermain yang lebih baik.
Itukah masalahnya?
Itukah yang kau bangun?
Benda di luar dengan pria itu ...
Apa kau membangun rumah lain?
Apa kau membangun rumah yang lebih baik?
- Untuk... - Untuk teman...
Untuk teman khayalanmu?
Tidak! Aku tak punya teman khayalan.
- Tanya lagi padanya. - Tak apa-apa.
Bukan apa-apa. Itu hal peribadi.
Sayang, aku memegang jerami.
Keluar! Keluar dari kamarku.
- Itu menyakitkan. - Baiklah.
Aku mendengar banyak hal darinya sekarang.
- Kau dengar ini? - Ya, dia. Dia menyerang.
Aku mengerti, tetapi kurasa kita harus hargai itu.
Jadi, tolong pergilah.
Kami akan memberimu ruang, tetapi kita akan bicarakan ini hari Senin.
Aku takkan membuat janji denganmu untuk membicarakan ini.
- Tidak mau. - Kau tak perlu buat janji..
Tetapi Senin kita bicara, ya?
Kau mau aku membiarkan ini terbuka?
Tutup pintunya.
Aku tak tahu caranya menjadi dewasa.
Orang tuaku mengira aku gila dan tak tahu apa yang Gary pikirkan,
kecuali dia ingin membantuku melepaskankan semua lapisanku.
Halo. Sekarang kau menjalani hidup.
Apa persyaratan selanjutnya?
Aku tak tahu apakah kau siap untuk hal yang satu itu.
Tentu aku siap. Aku membangun rumah yang layak untuk unicorn.
Aku punya banyak jerami.
Apa yang tersisa?
Apa? Aku harus memasang pelangi ajaib di dapurku atau semacamnya?
Kelilingi unicorn itu dengan cinta.
Kebencian di hatimu seperti belati bagi hatinya.
Jadi, bagaimana pendapatmu soal itu?
Kelilingi dengan cinta. Aku bisa melakukannya.
Seperti memberi pelukan, 'kan?
Aku bisa memeluk unicorn.
Mungkin kau hanya perlu mencari tahu soal ini sendiri.
Merawat unicorn-mu.
Kau punya cukup cinta di hidupmu untuk unicorn ini?
Apa kau punya lingkungan keluarga yang baik?
Akankah unicornu tinggal di rumah bahagia dengan sistem pendukung yang baik?
Aku tak tahu Kit, akankah?
Ya. Apa maksudmu?
Unicorn butuh getaran cinta.
Mereka sangat sensitif terhadap energi negatif di rumah.
Aku tak punya energi negatif.
Aku punya energi cinta dan unicorn ini akan mencintai semua energiku,
dan jika dia tidak, maka dia bisa kembali ke hutan kecilnya yang menyedihkan.
Apa ada yang pernah memberitahumu kau orang yang sangat egois?
Apa?
Menurutmu semua yang ada di toko ini untukmu?
Kau bilang begitu.
Menurutmu toko hanya pelanggan
atau pernah terpikir olehmu bahwa mungkin,
para penjualnya di sisi lain
punya kehidupan sendiri, impian sendiri, alasan mereka sendiri
untuk menjual barang yang mereka jual?
Astaga, Louise.
PENYELAMATAN EMOTION QUEST - KETERAMPILAN HUTAN - KELOMPOK PENDUKUNG JADI PAHLAWAN
Siapa yang merasa senang sekarang?
Menurutku dayung itu seperti merengkuh masa depan,
dan kau menjauh dari masa lalu.
- Menujumasa depan! - Menuju masa depan!
- Dorong masa lalu! - Dorong masa lalu!
Ke masa depan, itu saja.
Di sinilah kale itu berpengaruh.
Kita tak ke mana-mana. Dorong masa lalu dan mendayunglah.
- Sayang, upayamu bagus sekali. - Dayung! Dayung!
Tumbuhlah!
- Baik! - Kalian semua hebat.
Perahunya ini aman. Hebat, Semuanya.
Ya!
Aku bangga padamu.
- Kita berhasil! - Bagaimana yang ini?
Kau luar biasa!
- Aku senang kita bicara, dan... -Ya.
Aku hanya ingin rumah kita bahagia.
- Benar. - Kami juga, Sayang.
Ya, tentu saja.
Kami senang kau berhasil.
Ya! Benar.
Hai, Kit!
Kerja bagus di sampan itu.
Ya, begitu tenda ini selesai, kita akan mulai Lingkaran Kejujuran.
Kevin menantang diri untuk mendirikan kemah sendiri hari ini.
Kev! Ya, aku tak ingin dia terluka.
Kev! Tunggu.
LPI, LPI, ingat alat kita?
Siap untuk Lingkaran Kejujuran?
Apa itu Lingkaran Kejujuran?
Menurutku, Lingkaran Kejujuran itu omong kosong.
Ya, cobalah banyak menangis atau mereka kira kau tersendat
dan kau harus mendaki dengan tongkat jiwamu atau semacamnya.
- Kenapa kalian harus datang? - Terserah.
Sumpah, aku tak tahu aku hamil.
Sial.
Dia hanya bercanda.
Kami mengada-ada saja di Lingkaran Kejujuran. Kami bohong.
- Oh. - Benar. Mereka akan percaya apa pun.
Orang tua gilaku membenciku.
Mereka ambil semua atasanku.
Dan mereka berkata. "Kami akan membakar ini."
Hanya membakar smeuanya seperti api unggun itu.
Wah. Bagaimana perasaanmu?
Astaga, aku atas semua baju atasanku.
- Cerita yang bagus. - Ya, cerita yang bagus.
Cerita yang bagus.
Terima kasih.
Mungkin aku suka menggambar.
Mungkin aku suka pisau.
Mungkin aku suka menggambar pisau.
Bukan berarti aku akan melakukan apa pun.
Kepada guru aljabarku.
Apa kau...
itu tidak berarti demikian.
Lalu orang tuaku membeli anjing,
dan awalnya aku pikir ia lucu,
lalu mereka membawanya liburan ke Disney
tanpa diriku.
Apa orang tuaku lebih suka anjingku daripada aku?
Itu benar-benar valid, Kev.
Pertanyaanmu sudah benar.
Dan kau, Kit?
Kau ingin coba berbagi?
Tidak, terima kasih.
Kumohon.
Kevin baru saja berbagi dan dia merasa jauh lebih baik. Benar, Kev?
Benar.
- Kau mau aku berkata jujur? - Ya, maksudku...
Ya.
Apa pun yang sedang kau alami.
Menakutkan, kau tahu, seperti sampan itu menakutkan, tetapiโฆ
Setelah itu, biarkan mengalir.
- Ya, lepaskan saja. - Lepaskan.
Baiklah.
- Tumbuh dewasa, aku tak punya peliharaan. - Itu omong kosong!
Benar-benar valid, Spencer,
tetapi ini cerita Kit.
Dan hanya sangat terbatas
waktu yang kau punya untuk bicara dengan boneka binatangmu sebelum kau mau lebih.
Untuk menginginkan cinta.
Tetapi bukan cinta biasa yang memudar atau berubah atau hilang.
Cinta yang spesial.
Cinta tanpa syarat.
Aku sudah dewasa sekarang.
Aku sudah memutuskan.
Aku akan memlihara unicorn.
Apa?
Aku akan memlihara unicorn.
Kurasa bukan hewan peliharaan, karena unicorn adalah makhluk mandiri
yang penuh misteri dan keajaiban, tetapi aku mau punya teman unicorn.
Tidak.
Gene?
Kit...
mau kau cemas soal ini,
karena ini bukan hal yang harus kau urus atau rawat.
Akan kuurus semuanya.
Unicorn-nya akan tinggal dengan tenang di halaman belakang bersamaku.
- Diam-diam? - Ya...
Aduh, aku tak tahu apa dia benar-benar bisa diam.
Aku tak terlalu memikirkannya karena aku sangat bersemangat.
Kalian berdua tahu betapa aku menginginkannya seumur hidupku,
dan akhirnya tercapai,
dan kini impian ini terwujud, itu membuatku berpikir...
Apa lagi yang bisa terjadi?
Wah.
Oke, kau tahuโฆ
Semuanya, mari kita istirahat.
- Ya. - Biar semua ini...
- Kau mau rapat keluarga? - Mungkin sebentar.
Mungkin kami akan rapat keluarga Tunggu sebentar, ya.
Renungkanlah ceritamu. Renungkan. Ke sini.
Sayang, apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?
Aku tak melakukan apa pun.
Aku datang ke sini untuk memperbaiki energi keluarga kita.
Kit, kau pikir ini semacam lelucon?
Tidak.
Aku tahu kau mengira aku bercanda, tetapiโฆ
Aku sungguh
akan punya unicorn dan aku menyayanginya dan ia akan jadi sahabatku.
Kau mau punya sahabat? Aku akan menjadi sahabatmu.
Aku tak mau kau jadi sahabatku.
Semua ini terdengar lebih aneh dari yang sebenarnya.
- Kau ingin aku jadi sahabatmu? - Tidak.
- Baiklah. - Ini gila!
Itu sebabnya aku tak pernah cerita padamu tentang apa pun.
Tak perlu teriak. Berteriak bukan cara efektif untuk berkomunikasi.
Dengar, kami pikir kau akhirnya bisa berteman dengan seseorang.
Kami tak tahu kami menghancurkan masa kecilmu.
Kau mau seekor anak anjing?
Perlukah kami memberimu anak anjing?
Kau tahu semua anak itu berbohong?
Kau duduk dengan sabar dan mendengarkan semua kisah mereka.
Kau percaya bualan setiap orang. Aku putrimu.
Aku berkata jujur.
Kau tahu, aku tak marah kepadamu. Aku tahu bahwa aku mengecewakan.
Kau tidak mengecewakan.
- Menurutmu kau mengecewakan? - Ya.
Bagimu, aku mengecewakan, sebab kau berkata,
"Kenapa kau tak punya pacar?" atau "Kenapa tak makan sayuran?"
"Kenapa tak seperti Kevin?"
- Ada yang memanggilku? - Tidak!
Tidak, Kev.
Baiklah. Kami tak ingin kau lebih mirip Kevin, ya?
Bukan itu tujuannya. Kami hanya ingin kau bahagia.
Kau harus akui usaha Kevin. Dia menjalani. Dia berusaha.
- Dia punya kesibukan. - Gene, jangan bahas itu.
Ayah, aku sama sibuknya seperti Kevin.
Aku punya presentasi penyedot yang harus aku kerjakan sekarang,
alih-alih aku di sini bersamamu.
Maaf kami bukan orang tua impianmu.
Baik, Sayang.
- Itu... - Ibu...
Kit.
Kita tahu anak-anak ini hanya membual.
Benarkah?
Benar.
Butuh waktu,
dan terkadang
itu lebih mudah dari kebenaran.
Kau bisa mengerti itu?
Kau tahu, ayah Britney meninggal karena overdosis,
dan Karen dilecehkan oleh tetangganya.
Semua anak-anak ini, mereka sudah. Memiliki kisah sedih
dan alasan bagus untuk bersembunyi dari siapa mereka sebenarnya.
Apa kau begitu?
KIT, AKU ORANG BODOH
Halo.
Sabrina?
Hei.
Aku baik.
Aku tahu apa yang ingin kulakukan besok.
Kau punya berapa banyak glitter?
Kau sangat terlambat. Kau bawa semuanya?
Aku bawa confetti. Mengapa kau pakai kostum?
Oh. Ini memang pakaianku.
Itu benar-benar keren.
Kau pasti bisa.
- Tidak, kau yang bisa! - Kita bisa.
Aku harus menjawab ini.
Halo?
Bagaimana dengan keluargamu? Apa ada pelukan?
Ada Lingkaran Kejujuran.
Tetapi kau berhasil, 'kan? Sebab unicorn-mu sudah datang!
Astaga. Dia di sana? Di mana dia?
Belum. Aku menunggu 397.
Apa itu? Apa itu penting?
Kau tak mau unicorn ini masuk ke negara ini tanpa 397.
Aku akan telepon bila ia tiba di sini.
Lalu, kau datanglah kemari.
Pasti. Ini hari paling membahagiakan dalam hidupku!
Jadi keadaanya baik dengan orang tuamu?
Ya. Maksudku, nanti akan baik.
Mereka akan sangat bangga saat aku dapat promosi ini.
Baiklah. Jangan mengacaukannya.
Tidak akan.
- Kau siap? - Ya.
Kurasa aku akan muntah.
Saatnya beraksi. Ayo.
Jadi, kesimpulannya,
kupersembahkan ke seluruh Amerika, Mystic Vac.
Bersih-bersih belum pernah tampak cantik.
Wanita mana yang tak mau tampak seperti ini?
Kerja bagus, Matt, Aaron.
Aku suka model itu.
Dia seksi, dia aspiratif.
Mungkin suatu hari aku bisa seperti itu saat menyedot debu.
Kau bisa bermimpi.
Maksudku, dia sungguh sempurna. Dia...
Halo!
- Hai. Maaf kami terlambat. - Halo. Apa ini?
Kita akan lihat presentasi lain?
Ini Kit, untuk saat ini dia pengganti, tetapi mungkin nanti...
Aku tak menyangka kau sudah menyiapkan sesuatu.
Tetapi kau memintaku.
Aku tertarik, Gary.
Lihat bajunya.
- Jika kau ingin mendengarnya... - Ayo dengarkan.
Lampu!
Mistik, mistik, sedot, sedot.
Mistik, mistik, sedot, sedot.
Mystic Vac.
Sudah jelas dari namanya,
dan aduh, semua betebaran di lantai.
Kita bisa membersihkan semua glitter ini
dengan warna pilihan kita, dan merah muda, biru, dan multi-warna.
Lihatlah semua tersedot dengan ajaibnya.
Apa peri yang membersihkan rumahmu atau hanya orang biasa?
Lihatlah negeri ajaib
tempat penyedot Mystic Vac terlahir.
Dalam mimpimu yang mistis!
Tamat!
Ada pertanyaan?
Kenapa kau memakai penyedotnya?
Ini penemuanku.
Nama lainnya ransel.
Apa kelihatannya tidak kekanak-kanakan?
Unsur kepelangian semuanya itu?
Semua orang hidup punya mimpi.
Semua butuh keajaiban dalam hidup mereka, bahkan orang dewasa sekalipun.
Jadi, tak akan ada wanita seksi yang membersihkan rumah.
Seperti yang kubilang, Angie, Kit hanya pengganti, jadi...
Ini bukan penyedot untuk rumahmu.
Ini penyedot debu untuk jiwamu.
Lihat sekelilingmu!
Aku melihat masalahku, dan semua bertebaran.
Dan sedikit di meja rapatmu,
tapi aku sungguh berharap bisa menyedot semuanya, kau tahu?
Terutama dengan penyedot yang berdaya 30& lebih besar dibanding merk unggulan.
Jadi bayangkan ini masalahku,
ini karierku dan orang tuaku,
dan...
Sabrina?
Apa yang ingin kau sedot
dengan penyedot begitu kuat dan juga menarik?
Aku akan mengatakan orang tuaku juga.
Sebenarnya...
aku akan bilang rasa takut.
Karena aku selalu bermimpi aku bisa membuka toko Etsy milikku
dan membuat perhiasan berbentuk seperti makanan kecil. Benar?
Aku hanya takut sekali.
Jadi, takut.
Ya.
Baiklah.
Andai aku bisa menyedot semua pembenci.
Karena banyak orang berpikir aku bodoh karena aku pengantar barang
dan karena aku lumayan seksi,
tetapi aku suka teka-teki silang.
Aku membaca buku.
Ya, itu bagus.
Lihat?
Kita hanya mencari kebahagiaan.
Dan mungkin, jika kita beruntung, kita bisa membelinya di toko.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Aku sangat suka wanita seksi menyedot debu.
Kau harus pilih wanita seksi.
Aku hanya mencemaskan pelanginya.
Sebenarnya, aku baru sadar sekarang,
- Aku mungkin benci pelangi. - Astaga. Aku juga.
Biarkan saja itu tetap nyata dan membumi.
Tunggu, kalian sadari itu, Maaf, pelangi itu nyata.
Gary, bagaimana denganmu?
Jelaskan lebih banyak padaku
soal pakaian dalamnya.
Jadi kau berhenti atau kau dipecat?
Keduanya.
- Oh, tidak. - Tapi tak apa-apa.
Karena aku punya hal lain yang lebih berarti dalam hidupku.
Itu bagus.
Maksudku, siapa Gary? Dia seperti profesorku.
Semua lelaki macam ini yang membuatku berhati-hati sebab kukira mereka pintar.
Mereka tidak pintar.
Aku tahu banyak hal.
Dan aku punya rahasia dan rahasianya bagus.
Kau akan beri tahu rahasianya atau apa?
Tidak.
Kit!
Tak akan kuberi tahu.
Ayo. Beri tahu aku, kumohon.
Tidak.
Kenapa?
Karena kau akan takut.
Aku harus takut? Aku tak akan ketakutan.
Ini bukan tentangmu. Tentang orang lain di restoran ini.
Aku tak bisa membuat mereka takut.
Apa kau harus menyiarkannya? Kau bisa beri tahu aku, berbisik saja.
Janji tak akan panik?
Aku bersumpah aku takkan panik.
Baiklah.
Apa yang akan kau katakan
jika kubilang padamu
bahwa aku akan memelihara unicorn?
Aku akan bilang kau membayar terlalu mahal untuk seekor kuda.
Baiklah.
Oke, tetapi bagaimana jika kubilang:
"Tidak, Virgil, aku sungguh akan punya unicorn."
Sungguh!
Ia akan tinggal di halaman belakang di kandang yang kau bangun.
Apa sebenarnya maksudmu?
Tidak. Apa maksudmu?
Apa? Aku mengatakan yang kukatakan.
Aku bilang aku akan punya unicorn.
Halo?
Ini menyenangkan.
Oke, aku tahu apa yang kau pikirkan. "Unicorn tidak nyata."
Tapi mereka nyata.
Dan mereka akan menyayangimu selamanya.
Selamanya.
Baiklah.
Dari mana unicorn ini berasal?
- Toko unicorn. - Oh, bagus. Tentu saja.
Aku tahu.
Aku tahu.
Itu sebuah tempat yang aneh dengan pria aneh
dan aku juga ragu.
- Apa kalian siap memesan? - Maaf. Sama sekali tidak.
Pria aneh apa?
Si wiraniaga unicorn. Dia yang memesan semua unicorn.
Kit.
Apa?
Jangan takut.
Tadinya tidak sebelum kau bilang begitu.
Apa ada yang salah?
Ini tidak benar.
- Tak ada tombolnya. - Aku tahu.
Tunggu saja.
Apa kita di lantai yang benar?
Ya.
Tetapi tidak.
Bukan yang ini?
Bukan.
Tidak, ada yang tidak benar, karena aku bersumpah aku bukan orang gila.
- Tadinya ada di sini! - Aku percaya.
- Benarkah? - Tentu.
Orang berengsek menipumu, mengambil uangmu dan kabur.
Tapi aku tak memberinya uang. Aku hanya perlu buktikan aku pantas dapat unicorn.
Buktikan bagaimana? Kau harus apa?
Apa kita di gedung yang benar? Ini salah.
- Apa yang harus kau lakukan? - Tak ada. Tak ada.
Aku harus membangun kandang kuda, membuktikan aku mampu secara finansial.
Kau memberi informasi keuanganmu pada orang asing?
Tidak! Bukan seperti itu.
Kau ditipu.
Pria ini berusaha mencuri identitasmu.
Dengan membangun toko unicorn?
Kau harus lihat tempat ini.
Ada ruang es krim
dan ada layar raksasa di sini dan ada ruang rekreasi.
Apa?
Jika aku dapat betina, aku akan memberinya nama Zoe.
Atau Beyonce.
Itu nama bagus, Kit.
Aku sangat bodoh.
Tidak.
Kau tidak. Jika orang ini punya informasimu,
ayo lapor polisi.
Kau tak percaya aku dapat unicorn.
Aku percaya mereka membuatmu percaya. Dengar, kau tak perlu malu.
Dia menipumu.
Tidak. Aku tak lolos.
Karena aku bertengkar dengan orang tuaku.
Kami tak berbaikan, dan kini, astaga,
akan memberi unicorn itu ke orang lain.
Kau pikir ini soal orang tuamu?
Entah. Aku tak tahu yang kupikirkan.
Kurasa ada yang salah dengan otakku.
Otakmu tak bermasalah.
Aku senang kau pikir begitu, tapi
apa pun yang kau lakukan karena kasihan atau kewajiban,
itu sudah berakhir.
Kasihan atau kewajiban? Astaga, Kit. Hargai aku sedikit.
Apa kau pernah pikir mungkin aku menyukaimu?
- Tidak, kau bingung. - Kau yang bingung.
Tentu aku bingung.
Kupikir aku mendapatkan unicorn sungguhan.
Oke, ayolah, Kit, aku suka kau, biar aku membantumu soal ini, ya?
Tidak, kau tak suka aku.
Kau tak suka apa pun, jadi kau bebas. Oke?
Kau tak bisa memutuskan kapan aku bebas.
Aku yang putuskan.
Dah, Virgil.
Sayang.
Baiklah. Baiklah, baik, baik.
Baiklah.
Ayo, duduk, Sayang.
Kau sedang bersih-bersih?
Jadi dewasa.
Kurasa aku paham kenapa aku tak punya pacar.
Aku membawakanmu s'more.
Mungkin sudah s'more lagi, tapi tadinya iya.
Kevin yang membuatnya.
Aku tak mau sesuatu yang dibuat Kevin.
Dengar, kau melewatkan sesuatu yang menurutku kau pasti suka.
Apa?
Dia jatuh ke sungai.
Kevin jatuh ke sungai dengan rompi keselamatannya.
- Tidak! - Ya.
- Benarkah? - Ya.
Dan dia menjerit seperti anak kecil.
Aku pasti suka melihatnya.
Benar.
Aku tahu beberapa hal tentang putriku.
Aku pergi kencan.
Oh!
Si tukang kayu?
Benar.
Tapi menurutnya tidak begitu.
Apa kau akan pergi lagi?
Kurasa tidak.
Aku melakukan
salah satu amukanku yang terkenal.
Jadi kurasa dia tak mau menemuiku lagi.
Itu tidak mungkin benar. Lihat betapa cantiknya kau.
Ibu!
Baiklah. Aku hanya ingin mengatakan satu ha
dan, kau tahu,
kau bisa membelalakkan matamu saja pada omong-kosong Emotion Quest-ku.
- Tidak! - Aku tahu.
Dengar, aku hanya ingin memberitahumu satu hal.
Dan ini yang selalu kami katakan kepada anak-anak.
Paham?
Hal paling dewasa yang bisa kau lakukan adalah gagal dalam yang kau pedulikan.
Sungguh? Karena aku ahli dalam mengacaukan segalanya.
Lihat?
Kau sudah dewasa.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Kau akan baik-baik saja.
Kau tahu itu?
Kau hal terpenting di dunia bagi Ibu.
Baiklah, aku akan ambil teh, kau mau teh, bukan?
- Ya. - Pakai sedikit madu?
- Ya. - Baiklah.
Tunggu, apa kau... Kau baru saja memasangnya?
Apa?
Tidak. Itu sudah lama di sana.
Hai, ini Virgil. Tinggalkan pesan.
Hei, Virgil,
ini aku lagi.
Ya, aku mengacau.
Aku biasa berkelahi dengan boneka Care Bears-ku
dan aku tak perlu mencemaskan perasaan mereka.
Tetapi kau bukan boneka Care Bear.
Jadi, aku...
aku minta maaf.
Lagi.
Baik, sampai jumpa.
Berhenti menghakimiku.
Hei.
Ini dia.
Virgil!
Wah.
Kau melakukan semua ini?
Maksudku, memang pasti kau.
Aku hanya mengeluarkannya dari tong sampah dan menggantungkannya.
Orang tuamu membantuku.
Orang tuaku?
Benar.
Aku yang membuatnya.
Aku membuatnya kelas seni pertamaku.
Aku membuatnya saat aku kecil.
Ini adalah unicorn terbang bertanduk dua.
Itu ciptaanku sendiri.
Aku paham sekarang.
Ini tiraiku.
Ini luar biasa.
Ini pameran seni hidupku.
Jika kau adalah sebuah bangunan, seperti inilah dirimu.
Itu hal terbaik yang pernah orang katakan kepadaku.
Ya...
Kau membuatku membuat ini.
Sekarang, aku bisa memakai mesin potong keramik.
Bagus sekali.
Apa kau berhenti bekerja di toko besi?
Aku pergi ke sana kemarin.
Oh. Tidak.
Aku pindah ke toko lain
di mana pengetahuan luasku
telah memberiku posisi asisten manajer toko yang didambakan.
Virgil!
Lihat dirimu!
Selamat.
Terima kasih.
- Kurasa kita harus merayakannya. - Ya, kita harus merayakannya!
Haruskah kita membawa keripik kemari?
- Kedengarannya bagus. - Bugles?
- Ya, kenapa tidak? - Piza?
Piza. Tentu saja.
Itu dia.
Halo?
Unicornmu datang!
Kau bercanda?
Dari mana kau? Aku pergi ke toko dan kau tak ada.
- Semua hilang. - Dia orangnya? Berikan teleponnya.
Tokonya bukan untuknya.
Jadi dia takkan lihat jika dia tak percaya.
Itu tak masuk akal. Antara kau nyata atau tidak.
Kau mau unicorn-nya?
Ada wanita di daftar tunggu.
Aku tak percaya lagi padamu.
Aku tak peduli! Aku butuh jawaban.
Sungguh? Kau berjanji ia ada di sana?
Kit, apa yang kau lakukan? Tutup teleponnya.
Kau akan datang atau tidak?
- Baik. - Bagus.
Aku akan datang. Tolong jangan berikan sebelum aku tiba di sana.
- Kit! - Baik, dah.
- Kau bercanda? - Aku tahu! Aku tahu! Aku tahu!
Aku bodoh, tapi dia bilang unicorn itu ada di sana, ia sudah siap untukku.
Unicorn-nya siap? Kit, pria ini bisa berbahaya.
Tapi dia bilang ada wanita lain yang menginginkannya juga.
Dia akan menyerahkannya.
- Kit! - Dia bohong, ya?
- Dia mungkin bohong. - Ya, benar.
Tapi aku tak yakin.
Ini sangat...
Aku bingung, dan...
aku tak ingin bertanya-tanya seumur hidupku.
Apa yang terjadi di sini?
Halo. Iniโฆ
Kami berkemas. Waktunya pindah.
Ya, dia menunggumu.
Dia ada di sana?
Ya! Lewat sana. Pergilah.
Oke, tapi aku harus bilang apa?
Pikirkanlah.
Hai, unicorn.
Tuan Unicorn, kurasa. Apa kau jantan?
Wah, kau jauh lebih besar dari dugaanku.
Hai.
Aku Kit.
Dulu aku memimpikanmu.
Kau tahu itu?
Kupikir si unicorn tinggal di lemariku, tapiโฆ
mulai menyadari bahwa itu tak masuk akal.
Kau sahabatku sejak lama.
Aku menamaimu Steve.
Steve, si Unicorn.
Kau akan main catur denganku saat orang lain tak mau.
Dahulu kau menggeser pionnya dengan tandukmu
dan kau pernah marah sekali sebab kau kalah sampai
kau melubangi Ford-nya.
Kita hanya tertawa dan tertawa.
Karena itu sangat lucu.
Kubuatkan topi kecil untukmu.
Terima kasih.
Boleh aku memelukmu?
Terima kasih.
Terima kasih selamanya.
Aku baik-baik sekarang.
Si Wiraniaga bilang ada wanita yang lebih membutuhkanmu dariku.
Jadi, kau akan menjadi temannya.
Kau akan menjadi sahabat baiknya.
Kau akan main catur dengannya kapan pun dia mau.
Jangan biarkan dia mencari orang yang tak bisa melihat siapa dia sebenarnya.
Kau akan ada untuknya.
Kau akan dengarkan rahasianya.
Dan dia akan mendengarkanmu.
Kau akan menyayanginya.
Persis dia apa adanya.
Bahkan saat dia pikir tak ada yang bisa mencintainya di seluruh dunia.
Sampai jumpa.
Apa kau sungguh naik lift ke sini?
Apa ini tempat yang benar?
Kutemukan surat ini di mejaku.
TOKO
Astaga.
Aku tahu.
Terjemahan subtitle oleh Maria Diena
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.