Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Live -- Ripped and synced by gabbyu @subscene English subtitle by Park Hye Lim
Diterjemahkan oleh: Nineu Karlina Ig: @nineukarr
Karakter dan tempat yang terkait dalam drama ini hanya fiksi semata.
(Episode Terakhir)
Kode Zero. Kode Zero.
Seorang pria mabuk sedang duduk di pagar pembatas Jembatan Nammun.
Kami dibanjiri panggilan dari mobil yang lewat.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Kode Zero. Kode Zero.
Seorang pria mabuk sedang duduk di pagar pembatas Jembatan Nammun.
Kami dibanjiri panggilan dari mobil yang lewat.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Seorang pria mabuk sedang duduk di pagar pembatas Jembatan Nammun.
Patroli 20 menanggapi kasus ini. Panggilan terakhir.
Patroli 20 menanggapi kasus ini. Panggilan terakhir.
Patroli 22 akan membantu Patroli 20. Panggilan terakhir.
Kode One. Kode One.
Seorang warga yang lewat melaporkan sebuah kecelakaan.
Telah terjadi kecelakaan di lampu lalu lintas di Persimpangan Hongil.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Kode One. Kode One.
Ada laporan dari seorang warga di Persimpangan Hongil.
Tolong tiup.
Dasar bajingan.
Aku tidak minum.
Aku bilang aku tidak minum.
Tunggu. Tunggu dulu.
- Apa kau baru saja menyentuhku? - Bangun.
Apa kau menyentuhku?
- Berdiri. -Jangan menyentuhku.
Beraninya kau menyentuhku!
Petugas polisi menyentuhku.
- Bu. - Polisi...
Kau perlu dites 'keadaan tak mabuk'
Kau menolak tesnya sebanyak 3 kali.
Jika kau menolaknya sekali lagi, kau akan ditangkap berdasarkan UU.
Dan kau mungkin dituduh telah menghalangi keadilan.
Tiup.
Apa yang kau lakukan?
Kau ditahan karena melanggar
UU Kecelakaan Lalu Lintas, menghalangi keadilan, dan penolakan tes.
Kau memiliki hak untuk mendapatkan pengacara
dan meminta peninjauan legalitas untuk kurungan.
Dan kau mendapat kesempatan untuk menjelaskannya.
Ini penggunaan kekuatan yang berlebihan. Tolong bantu aku.
Petugas polisi menyentuh tubuhku.
Tolong.
Kenapa kau mengambil foto?
Enam polisi di sini menekan seorang wanita. Itu konyol.
Itu tidak konyol. Sepertinya dia pengemudi yang mabuk.
Hentikan.
Kenapa mereka memegang kepalanya?
Jika tidak, dia mungkin akan terluka.
- Itu semua bagian dari aturan keselamatan. - Hentikan.
Kenapa kau tidak menembaknya dengan pistol?
Seperti polisi yang menembak seorang mahasiswa kedokteran di berita.
Apa yang baru saja kau katakan?
Jaga perkataanmu.
Tolong abaikan dia.
Kenapa kau mengatakan hal itu?
Apa aku salah?
Dia bilang jangan menembaknya, tapi malah menembaknya.
Apa kau tidak menonton berita?
Dasar babi!
Abaikan saja dia.
Kuatlah!
Terima kasih.
Petugas medis yang sedang dalam perjalanan menuju Persimpangan Hongil
harus pergi ke Divisi Patroli Hongil untuk membawa pasien.
Truk derek harus datang ke TKP.
Aku ulangi.
Petugas medis yang sedang dalam perjalanan menuju Persimpangan Hongil
harus pergi ke Divisi Patroli Hongil, dan truk derek harus datang ke TKP.
- Hei! - Mereka akan membawa mobilmu.
Hei lihat.
- Aku bilang mereka akan membawanya. - Dimana mobilku?
Maksudku bukan mobil ini. Dimana mobilku?
Hei, apa kalian tidak bisa mendengarku?
- Apa kalian tuli? - Tolong tenang.
Jeong Oh, apa kau tahu jika kau mendapat beasiswa?
- Sudahkah mereka memproses permintaan cutimu? - Mobilku.
Aku harap ini segera diproses agar kau bisa pulang.
Maksudku bukan mobil ini. Ahjussi!
Aku bertanya di mana mobilku. Hei!
Saya yakin Anda semua tahu insiden yang terjadi
Sabtu lalu di Taman Mahyeon, di mana seorang polisi
salah mengira dengan mencurigai peniru sebagai pembunuh berantai.
Dan menembaknya dua kali meski tersangka sudah menyerah.
Kami baru saja menerima laporan kalau pria itu berinisial Kang, yang tidak sadarkan diri
setelah kejadian itu terjadi.
Dia meninggal di rumah sakit sekitar pukul 7:25 malam.
Ini bukan insiden pertama yang terjadi
saat polisi yang menggunakan senjata api dengan lalai.
Awal tahun ini, seorang petugas berpangkat tinggi di luar Seoul
menembakkan senjatanya ketika dia mabuk,
yang melukai warga yang tidak bersalah, tapi dia
dipindahkan ke Seoul setelah insiden itu.
Aku menjatuhkan pisaunya.
Insiden yang sangat disayangkan ini, juga menyebabkan tiga orang yang lewat terluka.
Berita baru. Kepala Jo Hui Myeong dari Kantor Polisi Mahyeon
akan segera membuat permintaan maaf resmi.
Kami akan terhubung ke lokasinya sekarang.
Kau di sini lagi.
Sudah berapa lama di sini?
Dia masih tidak ingin bertemu dengan siapa pun.
Karena dia menggunakan injektor untuk membantunya makan,
dia bahkan tidak bisa bicara.
Kurasa dia tidak mau orang lain melihat keadaannya seperti itu.
Rasanya aneh seperti itu.
Cobalah untuk mengerti bahkan jika dia tidak ingin bertemu denganmu.
Dia mungkin tidak tahu apa yang harus dia katakan.
Kau menyelamatkan hidupnya,
tapi kau akan berakhir dengan tuduhan kriminal karenanya.
Tapi itu akan baik-baik saja.
Tersangka ya tersangka, apakah dia peniru atau tersangka utamanya.
Siapa pun akan mengerti kalau kau harus menembaknya pada saat itu.
Ya.
Bagaimana dengan kakinya?
Kita harus melihat bagaimana penyembuhannya.
Mungkin aku tidak bisa datang setiap hari lagi.
Mereka memindahkanku ke divisi administrasi
di kantor besok.
Dan aku harus mempersiapkan sidangku.
Kenapa komite disiplin
mengadakan sidang begitu cepat?
Saat sidang,
kau akan membutuhkan saksi yang bisa bersaksi untukmu.
Tapi...
Yang Chon adalah satu-satunya saksi yang kau miliki.
Semua orang tahu kalau dia tidak bisa berjalan atau bicara saat ini.
Terus terang aku tidak tahu.
Aku pergi dulu, Kapten An.
Aku mendengar tentang sidang Sang Su. Apa yang terjadi?
Mereka mungkin menurunkan kasusnya,
tapi bukan berarti dia tidak bersalah.
Kenapa mereka bergegas untuk mengadakan sidang padahal itu bukan bagian dari prosedur?
- Karena rekaman kamera. - Kami dengan rendah hati menerima
- Publik sangat marah. - kritik terhadap kami, polisi...
(Permohonan Maaf Kepala Kepolisian)
Untuk menghapus semua kecurigaan itu
kami mungkin mencoba menutupi atau mengecilkan...
Kudengar mereka tidak tahu bagaimana media bisa memperoleh rekamannya.
Kurasa jaksa membocorkannya.
Sang Su terperangkap dalam kekuasaan antara polisi dan jaksa.
Seperti yang kau ketahui,
Kepolisian kehilangan kepercayaan publik karena insiden baru-baru ini.
Baru kemarin, seorang pria, yang kita dikurung lima tahun lalu karena pembunuhan,
ternyata tidak bersalah, yang membuat negara menjadi gila.
Kurasa mereka ingin menggunakan kasus ini
untuk mengubur sisanya.
Divisi Penegak Hukum
akan melakukan survei untuk melihat reputasi Sang su di antara rekan-rekannya besok.
Mereka membesar-besarkan masalah.
Mereka mengadakan sidang hanya untuk pertunjukan.
Malahan ada rumor tentang pemilihan
anggota komite yang netral...
Kudengar mereka mencoba memilih siapa yang akan membuat keputusan yang menguntungkan untuk Akademi.
Secara internal, mereka sudah memutuskan untuk memecatnya.
Setiap anggota komite yang netral akan tahu
kalau itu adalah pembelaan diri.
Jika Sang Su dipecat,
kita semua, petugas senior di kepolisian akan bertanggung jawab akan hal itu.
Kita selalu membahas protokol,
tapi secara realistis, kita tak bisa memberi tahu para penjahat berulang kali
untuk menjatuhkan senjata dan menyerah
dalam situasi mendesak sebelum menggunakan senjata.
Ini adalah medan perang dengan orang-orang sekarat.
Korban,
yang ditusuk di perut, ada di lantai,
dan Letnan Oh
mengeluarkan darah dari mana-mana
karena dia ditusuk berkali-kali.
Tapi semua yang kita dengar di berita,
operasinya berjalan dengan baik dan tidak ada cedera mempengaruhi hidupnya.
Seolah-olah dia tidak harus selamat.
Apa menurutmu itu masuk akal?
Media tidak tertarik dengan
fakta kalau peniru adalah seorang penjahat yang bersalah atas percobaan pembunuhan.
Mereka terus menekankan kalau
dia tampan dan rajin belajar untuk membuatnya terlihat seperti warga yang tidak bersalah.
Tersangka awal adalah penjahat juga.
Mereka terus bicara seolah-olah dia tidak bersalah.
Jika kita ada di sana...
Lupakan protokolnya. Siapa pun dalam situasi tersebut.
Akan menembak orang itu.
Aku tahu aku akan melakukannya.
Jika seorang warga yang tidak bersalah
dan rekanku berada dalam bahaya...
Aku akan menembak orang itu
tanpa ragu-ragu.
Aku juga.
- Aku juga. - Aku juga.
- Aku akan melakukan hal yang sama. - Kita akan menembaknya juga.
Aku tidak akan
melakukan hal itu.
Jika Sang Su
- tidak menembakkan senjatanya dalam situasi tersebut, - Kita semua akan
berada di pemakaman korban dan Yang Chon.
Tapi kau lihat,
kau bilang kalau siapa pun akan
menembak orang itu dalam situasi tersebut, tapi aku tidak setuju dengan itu, Jeong Oh.
Baiklah.
Kurasa kau masih muda dan pemula yang naif,
atau bawahan bisa melakukan itu
jika kau hanya memikirkan korban dan rekanmu.
Tapi...
organisasi ini tidak segan-segan menyingkirkan mereka yang sudah tidak berguna.
Karena itulah aku bertanya-tanya
apakah kita, polisi senior, yang sudah tua dan lemah,
akan melakukan hal yang sama.
Seperti yang dikatakan media, seharusnya nyawa pelakunya dilindungi juga.
Tidak perlu mengotori tangan kita dengan darah.
Bagi kita
korban adalah orang asing.
Aku tidak mau
ambil pusing.
Jadi aku mengingatkanmu tentang protokolnya.
Lalu...
Aku akan mencoba untuk menghabiskan
waktu sebanyak mungkin untuk berlatih menembak secara akurat
pada target bergerak di lengan atau kakinya.
Maka aku akan menunggu rekanku tidak tahu kapan dia akan sampai.
Sementara waktu berjalan seperti itu,
apakah korban atau rekanku
mati atau tidak...
Keselamatanku terjamin.
Kita akan menghadapinya seperti pengecut.
Kapten An,
kau benar.
Kami akan melakukannya.
Apa yang Sang Su lakukan bukanlah apa yang bisa dilakukan siapa pun.
Dia mungkin telah melakukan sesuatu yang tidak dinginkan.
Dia hanya memikirkan rekan dan korbannya.
Kepala Ki, karena itulah aku memohon.
Untuk yang muda, polos, pemula yang nekat
cari tahu semua yang bisa kita lakukan untuk membantunya.
Semua orang,
- Silahkan duduk. - Tidak, jangan.
Pulanglah.
Divisi Penegak Hukum akan mengajukan pertanyaan tentang Sang Su besok.
Bukankah kita harus membuat strategi?
Kita tidak ingin semua orang mengatakan hal yang berbeda padanya.
Kita harus menyetujui hal-hal
- yang akan membantu reputasinya... - Untuk apa?
Apa dia melakukan kecurangan
yang membuat kita
harus tutup mulut?
Atau apa dia mengambil uang
suap dari perusahaan konstruksi
yang harus kita atasi?
Dia hanya polisi percobaan dengan gaji 1,4 juta won.
Dia melakukan perintah kami
dan mengelap muntah pemabuk.
Dia tidak pernah belajar
bagaimana caranya melepaskan diri dari rasa tanggung jawabnya.
Dia berlari ke TKP tanpa tahu kalau dia mungkin akan terluka.
Seperti itulah kepolosannya.
Apa ada yang lain?
Kami akan mengatakan apa yang telah kami lihat,
hanya seperti itu.
Mereka menginjak orang lemah
dan memohon pada atasan.
Aku malu dengan Akademi ini.
Aku sangat malu
menatap kalian, para pemula.
Pergilah.
Kepala Ki benar.
Pulanglah.
Bagaimana bisa polisi yang bekerja di shift malam
tidak membawa pistol?
Aku akan mengambil taser.
Itu hanya untuk jarak dekat.
Bagaimana kau akan menghentikan pelaku yang kabur?
Selain itu, semua orang mengambil taser hari ini,
jadi tidak ada sisanya.
Aku akan mengambil pistol gas.
Malam ini berangin.
Mesiunya akan terbang kemana-mana,
dan kau akan menghirupnya sendiri.
Ambil pistol gasnya.
Hanya lima
dari dua puluh petugas yang mengambil senjata mereka hari ini.
Setelah sidang Sang Su,
mereka berpikir kalau menyelamatkan nyawa
hanya akan menimbulkan masalah.
Bahkan secara spontan,
itu bisa membantu menaklukan penyerang yang berbahaya.
Dan senjata itu bisa mengintimidasi pelaku.
Ini bukan hanya tentang divisi kita.
Ini akan menjadi sebuah trend.
Dalam situasi ini,
kita tidak akan bisa menangkap
setiap penyerang yang memegang senjata.
- Kita mati atau... - Kepala, ini aku.
Ki Han Sol dari Divisi Patroli Hongil.
Aku ingin tahu apakah kita bisa bicara secara pribadi?
Kapan Anda punya waktu?
Sang Su.
Apa kau menungguku?
Tidak, aku menunggu Jeong Oh.
Apa? Aku kecewa, dasar brengsek.
Sang Su, bertahanlah!
Apa yang kau lakukan sepanjang hari?
Aku berlari dan berjalan seperti kemarin.
Lalu aku berjalan dan berlari.
Apa kau tidak cape?
Aku ingin berjalan-jalan sedikit lagi.
Apa kau mau ikut denganku?
Aku tidak bisa tidur.
Baiklah.
Sang Su.
Permohonanku untuk belajar di luar negeri diterima.
Baguslah.
Terima kasih.
Pastikan kau belajar.
Jangan melakukan hal lain.
Ya.
Apa kau senang?
Aku.
Raut wajahmu menyatakan semuanya
Kapan kau pergi?
Setelah dua setengah tahun.
Aku akan menyaksikan
apa yang mereka putuskan dalam sidang disiplinermu.
Jika ini di bawa ke pengadilan,
aku akan menyaksikannya juga
dengan mataku sendiri.
Aku akan menyaksikanmu mengalahkan tuduhan yang tidak adil ini.
Aku akan tinggal di divisi patroli yang berbahaya ini.
Aku akan menyediakan pelayanan
untuk durasi maksimum
selama dua setengah tahun.
Setelah aku semakin kuat,
saat itulah aku akan pergi.
Sang Su.
Kau menembak penjahat.
Ingat apa yang kepala
dan senior katakan.
"Orang yang
berada di TKP
bukan orang biasa.
Mereka juga
korban atau tersangka."
Kau menembak penjahat
dan menyelamatkan
korban dan rekanmu.
Kau tahu itu, kan?
Kau tidak sendirian.
Aku disini bersamamu.
Jangan merasa kesepian.
Jika kau melakukannya, aku akan membuatmu membayarnya.
Akan kusetrika seragamku.
Makan saja. Aku akan menyetrikanya.
Kua bilang aku harus berhenti. Kenapa kau menyetrikanya?
Aku ingat kalau kau itu menyelamatkan nyawa seseorang.
Seorang wanita yang bekerja denganku membuatku kesal kemarin.
Dia bilang kau menembak seseorang sampai mati.
Aku menjambak rambutnya
tapi wanita lain menghentikanku dan berkata:
"Sang Su tidak membunuh seseorang.
Dia membunuh seorang penjahat. "
Dia bilang kau menyelamatkan
siswa dan petugas polisi.
Apa yang dia katakan
sungguh menyentuhku.
Sang Su.
Komite disiplin
tidak akan menelantarkanmu.
Ayo kita menang jika kau pergi ke pengadilan.
Jika kau berhenti dari pekerjaanmu sekarang,
orang akan berpikir kalau kau benar-benar salah.
Aku bisa menangani semuanya
tapi tidak dengan itu.
Makan yang banyak, agar kau tetap kuat.
Tidak ada yang peduli kalau aku seorang pembersih yang hina
tapi dunia membutuhkanku.
Mungkin tidak ada
yang peduli dengan apa yang kau lakukan,
tapi dunia membutuhkanmu.
Bertahalah.
Tuliskan apa yang terjadi pada insiden tersebut.
Sedetail mungkin.
Ya.
(Laporan Insiden)
Setelah aku selesai,
apa yang harus kulakukan selanjutnya?
Tulis laporan lain dan yang lainnya.
Maaf. Kami semua ingin membantumu,
tapi kami tidak memiliki kekuatan.
Terima kasih.
Jangan bergerak!
Hei.
Karena divisimu, kami sudah pergi ke
kantor pusat dan kantor Seoul.
Baik kepala maupun aku tidak punya waktu untukmu.
Tidak apa-apa. Urusi urusanmu.
Aku akan menunggu.
Kau sungguh sesuatu.
(File Personel)
Ini laporan shift kami, laporan pemberangkatan mobil patroli,
status divisi,
laporan senjata api, laporan kinerja pemula.
(Pendapat Umum)
Satu pistol, satu taser.
Per tim.
Kenapa Yeom Sang Su dan Oh Yang Chon membawa senjata api?
Pada saat melapor,
tidak ada hal-hal yang menunjukkan kekerasan.
Ada banyak kejahatan kekerasan di distrik kami.
Aku memberi mereka perintah.
Tapi pistol untuk seorang pemula?
Bukankah tetara angkatan darat diberi senapan?
Lulusan akademi adalah seorang polisi.
Itu tidak melanggar aturan apa pun.
Jika kau ingin mencari kesalahan dari sana,
ubah aturannya.
Apa Petugas Yeom pernah berseteru
dengan masyarakat?
Apa dia pernah menyerang seorang warga
atau menggunakan kekuatan yang berlebihan di masa lalu?
Dari yang kutahu,
dia tidak pernah melakukannya.
- Ayo lakukan patroli. - Baik.
Hei. Apa yang mereka tanyakan padamu?
Mereka bertanya padaku lebih dari sepuluh kali
jika Sang Su orang yang kasar.
Itu sangat menyebalkan.
Petugas Kim Han Pyo.
Silahkan masuk.
Ada yang tidak beres.
Semua orang bilang dia tidak punya kesalahan,
tapi laporan mengatakan sebaliknya.
(Laporan Kinerja Pemula)
Ini yang ditulis Oh Yang Chon.
"Biasanya terlambat apel. Harus diperingatkan."
Apa itu bohong?
Dulu Yeom Sang Su
biasa terlambat untuk apel pagi.
Dia selalu datang sebelum shiftnya
dan membersihkan toilet.
Jika kau melihat catatan saat dia masuk,
kau akan tahu kalau aku mengatakan yang sebenarnya.
Lalu
apa dia berada dalam kondisi buruk dengan Letnan Oh Yang Chon?
Evaluasi bulananmu sempurna terlepas dari satu "adil."
Sang Su kebanyakan mendapatkan "adil" dan hanya satu "hebat."
Bahkan ada satu "tidak bagus."
Itu gayanya Letnan Oh.
Dia percaya kalau
ketat membuat petugas lebih baik daripada pujian.
Petugas Yeom
tidak ada keluhan tentang itu.
Aku melihat sejarah keluarga Sang Su.
Dia tinggal dengan seorang ibu tunggal, dan mereka tidak kaya.
Apa kehidupan pribadinya merupakan masalah
untuk membuatnya menjadi seorang petugas?
Tetap berpegang pada urusan internal polisi, bukan urusan pribadi.
Saat kau menangkap Cho Seol Tae,
pemerkosa dan pembunuh berantai,
kau bersama dengan Yeom Sang su.
Pada saat itu, dia menggunakan tasernya
pada Cho Seol Tae beberapa kali.
Itu tanda-tandanya.
Penjahat memiliki hak juga.
Apa ini diperbolehkan?
Seberapa banyak kau peduli dengan hak-hak penjahat,
bisakah kau peduli dengan korban dan petugas lapangan, seperti kita?
Taser
hanya melumpuhkan seseorang selama beberapa detik.
Itu dalam keadaan yang mendesak,
dan digunakan di tempat yang aman.
Ini adalah
foto luka kami.
Cho Seol Tae
pemerkosa berantai dan seorang ahli judo dan...
Cukup. Kau boleh pergi sekarang.
Sersan Ban.
Silahkan masuk.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Patroli 24 melaporkan kasus ini.
Sersan Kang.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Kami harus melapor.
Aku tidak mau.
Tidak ada yang memberi kita kartu kredit
untuk bekerja keras.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Patroli 24 melapor untuk kasus di Hongwon 1-dong.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Kasus di Hongwon 1-dong.
Patroli 23 dan 24 sedang dalam perjalanan. Panggilan terakhir.
Patroli 23 dan 24 sedang dalam perjalanan. Panggilan terakhir.
Kau telah membuat pilihan yang benar.
Maafkan aku.
Aku hanya marah
dengan apa yang terjadi pada Sang Su.
Mengenai injektor...
Dokter bilang kau belum bisa melepasnya.
Tenggorokanmu terluka,
jadi kau tidak bisa menelan apa pun.
Bahkan bicara pun sulit.
Bahkan jika kau ada di sana,
tidak ada yang berubah.
Kau tahu itu, kan?
Kau harus membiarkan Sang Su
mengatasinya sendirian.
Apa itu yang mengganggumu?
Kau bukan pria yang baik untuk wanita.
Kau tahu itu, kan?
Baiklah.
Ayo pergi.
(Aku membuat kesalahan di lapangan)
(Letnan Oh dan aku menanggapi laporan dari taman Mahyeon.)
Ini jam 6 sore, jadi kau bisa mengakhirinya.
Hadiri sidang disipliner jam 10 pagi besok.
Aku akan menyelesaikannya.
Kau boleh pergi.
(Kantor Polisi Mahyeon Seoul)
Kau juga, Eun Gyeong Mo?
Astaga
Kalian sangat gigih.
Masuklah!
Gyeong Mo.
Kau tidak harus berjuang secara finansial sejak bergabung dengan Akademi, kan?
Aku memiliki kehidupan yang nyaman.
Kau tidak akan menyesal, kan?
Setelah apa yang mereka lewati?
Tidak.
(Para petugas polisi harus belajar dari kesalahan)
Bahkan jaksa
tidak bisa mendakwanya untuk kasus ini karena itu jelas pembelaan diri.
Jadi tolong tunda sidangnya
setelah pengadilannya...
Lalu bagaimana kita akan menenangkan amarah publik?
Apa kau kepala di sini?
Letnan Oh ditikam di tangan, bahu, dan kakinya.
Pisau penjahat itu menembus ginjal dan limpanya
dan dia dalam kondisi kritis.
Jika kau membiarkan publik tahu
betapa mendesaknya situasi seperti itu melalui konferensi pers...
Hei, orang-orang bahkan tidak tertarik akan hal-hal seperti itu.
Baca ini.
Media memanggil kita
"Anjing penjaga gila" yang melindungi
pengacau seperti Yeom Sang Su.
Kalian dan petugas lainnya sedang memburu kami untuk tidak mengeluarkan Yeom Sang Su,
sementara para petinggi mengusik kita untuk menyingkirkannya
dan dengan segera menenangkan media dan publik.
Karena divisi patrolimu,
seluruh Akademi dengan 150.000 anggota berada dalam krisis.
Kenapa kesalahan Yeom Sang Su, 150.000 anggota
dari kepolisian berada dalam krisis?
Apa katamu?
Itu karena polisi korup, Lee Ju Yeong,
petugas dengan pangkat tinggi yang dipindahkan ke
Badan Kepolisian Seoul setelah menembak seorang warga saat dia mabuk,
dan komisaris saat ini dari Badan Kepolisian Seoul,
junior di sekolahnya, Kepala Oh, dan para pemimpin lainnya
bersekongkol dengan jaksa
untuk membingkai orang yang tidak bersalah sebagai seorang pembunuh meskipun buktinya kurang.
Kenapa kau tidak memecat mereka semua?
Itu akan membuat media dan publik
sangat senang.
Apa kau gila?
Apa kau waras, Ki Han-sol?
Jika aku tidak waras, lalu siapa yang waras?
Kau bilang bahwa
bertindak dengan membela diri dengan menempatkan Akademi dalam bahaya. Apa kau waras?
Dasar brengsek. Beraninya kau mengatakan hal semacam itu!
Gyeong Mo. Bawa dia dan keluar!
Cepat keluar jika tidak ingin di pecat.
Apa yang kau inginkan?
Bahkan komisaris memanggilku untuk mendesakku.
Kau tahu
kalau dia teman dekat Anggota Kongres Kim.
Jaksa Distrik Jeong dan komisaris akan dinominasikan
untuk mencalonkan diri sebagai anggota kongres Kim setelah masa jabatannya berakhir.
Kepala Ki, aku tahu kalau anggota Kongres Kim tertangkap karena DUI dan menamparmu,
tapi mari kita biarkan saja, oke? Kumohon?
Kalian harus menonton ini juga.
Apa yang akan kau lakukan,
dasar brengsek!
Kami bertanya apa yang akan kau lakukan.
Apa bajingan ini tidak waras atau apa?
Dasar berengsek.
Apa kau mau mati?
Siapa yang mengajari kalian trik licik seperti itu?
Kami mempelajarinya
dari kalian berdua.
Semua orang di divisi patroli kami
memiliki salinan audio dan video nya.
Tolong ingat itu.
Kami bukan membahayakan negara ini.
Sebagai petugas senior,
kami ingin membantu petugas junior yang melaksanakan tugasnya dengan benar.
Kami hanya memintamu untuk menunda
pemecatannyaa sampai pengadilannya.
Kami hanya berpikir kalau komite disiplin
harus memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya setelah persidangannya berakhir.
Kami tidak punya pilihan
untuk bersikap kasar padamu
Karena kami tidak bisa menghubungimu.
Tapi kau lihat,
Aku memiliki lebih banyak kekuatan sekarang.
Kau tahu ada dua jenis polisi,
kau sungguh harus berhati-hati terlepas dari peringkat mereka, kan?
Mereka yang memiliki rasa tanggung jawab yang kuat
dan polisi seperti kami
yang siap menyerahkan lencana kami dan meninggalkan Akademi kapan pun.
Sekarang, kembali ke Petugas Yeom Sang Su.
Beri kami jawaban.
Mungkin kami akan menjadi petani yang baik jika kami dipindahkan.
Kau dan aku, kita tidak akan bisa melakukan apa pun
karena kita sama-sama pemarah.
Astaga, kau menggempurku dengan fakta.
Apa ini kau, Yang Chon?
Senjatamu?
Itu bukan bagian dari bukti.
Tentu saja ada di kantor.
Baiklah.
Terima kasih.
Ya.
Tn. Kim dari Forensik mengatakan kita bisa mengirimnya dengan segera.
Dia akan melakukannya untuk Letnan Oh bahkan tanpa persetujuan.
Dia bisa begadang semalaman untuk menganalisanya.
Setidaknya membutuhkan dua atau tiga hari,
tapi sidangnya besok.
Siapkan mobil.
Ya.
Ya, Kapten Seong. Kurasa hari Kamis dua minggu lalu.
Kami menuju ke Forensik.
Itu benar.
Kasus itu terjadi di 64 Hongan 2-dong.
Bisakah aku melihat file itu?
Baik,
aku menyelamatkan seorang wanita berusia 30-an dari seorang penyerang tak dikenal.
Kalau dipikir-pikir, deskripsi tentangnya
tampak cocok dengan pelaku di Taman Mahyeon.
Ya baiklah.
Berikan nomornya.
(Rumah Sakit Polisi Mahyeon)
Kau tahu,
seragammu lebih cocok untukmu daripada pakaian rumah sakit.
Jika kita rujuk
apa kita akan bahagia?
Aku akan mempercayaimu.
Sang Su di sini.
Aku akan menunggu di luar.
Ini hari liburmu.
Kenapa kau berseragam?
Kita semua pergi
untuk sidang disipliner,
jadi kami semua memakainya.
Betapa
setianya kalian.
Aku pergi dulu.
Leherku sakit,
jadi duduklah.
Kita belum
bertemu sejak insiden itu.
Di mana rasa hormatmu?
Hai,
Oh Yang Chon-ssi.
Dasar gila.
Aku tahu kalau aku menyuruhmu memanggilku seperti itu,
tapi aku tidak tahu kalau itu akan melekat.
Kenapa
kau menarik pelatuknya
dan menempatkan dirimu dalam kekacauan ini?
Hanya...
ketahulah ini.
Lain kali,
saat kau menghadapi situasi yang sama,
lari saja.
Kau seperti orang bodoh.
Ayo pergi.
(Ruang Konferensi)
(Terduga)
Seperti yang kalian semua ketahui,
sidang disipliner ini pengadilan yang pertama.
Seperti yang kalian ketahui,
sidang disipliner ini pengadilan yang pertama.
Setelah musyawarah berakhir,
aku,
Kapten Jang Se Jik dari Divisi Urusan Perempuan & Anak,
anggota komite sipil, Pengacara Kang Se Chan,
Profesor Lee Dong Jin
dari departemen administrasi kepolisian di Universitas Daehan,
dan Park Yeol, polisi pensiun akan memberikan suara.
Pemungutan suaranya anonim,
dan opini dengan suara terbanyak akan dipilih.
Jang Se Jik bajingan yang membuat
Jang Mi dipecat.
Dia ular berbisa
yang memberitahu kita kalau Akademi sangat ingin memecat Sang Su.
Kepala komite juga menentang kita.
Dia adalah tangan kanan Kepala.
Untungnya, kami memiliki Kang Se Chan di komite.
Dia lulus Akademi dan bekerja menjadi wakil.
Dia muak dan lelah dengan para petinggi yang korup,
jadi dia berhenti untuk menjadi pengacara yang berhubungan dengan hak asasi manusia.
Kita bisa menggandalkannya.
Dua warga lainnya bersikap netral.
Kepala Ki dan aku tidak bisa menunda sidang,
tapi kami membuat kepala kepolisian menempatkan warga
yang memiliki sudut pandang netral.
Maafkan aku.
Ini adalah yang terbaik yang bisa kami lakukan.
Jangan bergerak!
Jatuhkan pisaunya.
Selamatkan aku.
Aku menjatuhkan pisaunya.
Petugas Yeom.
Kenapa kau menembakkan senjatamu
saat tersangka menyerah?
Dia bergerak saat menjatuhkan pisaunya.
Pistol Letnan Oh
berada di dekatnya.
Dia bisa meraih pistol itu
atau mencoba mengangkat tangannya.
Bagaimana kau tahu itu?
UU atas Kinerja Petugas Polisi, Pasal Satu.
Untuk melindungi kebebasan dan hak warga negara,
otoritas petugas harus dijaga
seminimal mungkin
dan tidak boleh disalahgunakan.
Apa kau lupa itu?
Petugas Yeom.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil senjata
dari tempatnya
untuk keselamatan?
Sekitar satu atau dua detik,
- Pak. - Itu bisa lebih lama dari itu.
Ya.
Kau bertugas di militer,
dan lulus akademi kepolisian.
Kau bahkan memiliki pengalaman lapangan, tapi itu membutuhkan
satu hingga dua detik untuk mengeluarkannya
dan tidak selalu mudah dikeluarkan.
Bahkan jika tersangka, yang tidak bertugas di militer mengambilnya,
itu tidak akan mudah digunakan.
Kurasa
warga sipil tanpa pengalaman menggunakan senjata
akan membutuhkan setidaknya empat, lima detik untuk mengambilnya.
Di atas itu,
dia tidak bisa mengeluarkan
peluru kosong yang dimuat di pistol petugas.
Sekarang mari kita hitung
waktu yang dia butuhkan untuk menembak peluru.
Waktu yang dibutuhkan tersangka, seorang warga sipil,
untuk menembakmu dengan peluru hidup
setidaknya enam detik.
Benarkan? Namun,
kau menembakan senjatamu,
dan rekan-rekanmu sampai di TKP
hanya dalam tiga detik.
Maksudku
kau harus mematuhi intruksi pertama dan kedua dalam protokol
yang menyatakan seorang petugas di TKP harus memberitahu
tersangka untuk membuang senjatanya
atau menyerah setidaknya tiga kali.
Jika kau memberi perintah seperti itu,
selang waktu tertentu di antara keduanya,
Dapat diterima untuk mengasumsikan kalau
tersangka, korban,
dan rekanmu masih hidup.
Kenapa kau menyebabkan kekacauan ini dengan mengabaikan protokol?
Bagaimana dengan bagian ketiga dari instruksi itu?
Tergantung pada keadaan darurat
dan saat pihak lain menyerang,
perintah dan selang waktu itu bisa diabaikan.
Tersangka
tidak menunjukkan gerakan yang jelas untuk menyerang Petugas Yeom.
Petugas Yeom, pada saat itu,
apa kau tidak mengabaikan tugasmu sebagai seorang polisi
untuk tetap tenang dalam situasi apa pun?
Tidakah kau sangat berusaha untuk memikirkan semuanya
hingga akhirnya kau bertindak berlebihan dan menggunakan senjatamu?
Katakan yang sebenarnya.
Ya.
Pada saat itu,
Aku cemas,
takut,
dan kebingungan.
Dalam situasi itu,
mentorku, Letnan Oh, terluka,
dan korbannya berdarah.
Yang bisa kupikirkan
hanyalah menyelamatkan keduanya.
Petugas Yeom, pikiranmu sangat jernih.
Kau ingin menyelamatkan yang tidak bersalah.
Berikutnya.
- Petugas Yeom... - Petugas Jang.
Beri aku kesempatan untuk bicara.
Ada banyak kesalahan
dari apa yang kau katakan.
Mari kita membahasnya, satu per satu.
Nomor satu.
Tersangka tidak bisa menggunakan senjata karena dia tidak bertugas di tentara.
Bagaimana itu kesalahan?
Tersangka tidak melayani...
Bagaimana seorang petugas bisa membedakan apakah tersangka melayani atau tidak
saat mereka bertemu di TKP untuk pertama kalinya?
Siapa yang bisa
mengatakan itu dalam sekejap?
Jika kau bisa, beri aku bukti.
(Anggota Sipil)
Nomor dua.
Petugas Jang.
Kau tampak yakin kalau tersangka itu bersedia
menyerah.
Di TKP
dia dengan jelas mengatakan "selamatkan aku."
Bukti itu direkam oleh kamera Letnan Oh...
Dia bisa saja mengatakan itu.
Dia bisa saja mengatakan itu.
Aku meneguk air setelah aku mengatakan itu.
Tak ada yang bisa mengatakan bahwa aku melakukannya.
Sama seperti situasi ini, kameranya
menghadap ke lantai, jadi kita tidak punya video.
Audio dari kamera itu tidak cocok diterima sebagai bukti.
Nomor tiga.
Apa yang kau katakan kedengarannya seperti Petugas Yeom
seharusnya tidak takut, bingung, atau cemas
dalam situasi itu.
Tentu saja dia tidak seharusnya seperti itu.
Dalam situasi apa pun, seorang petugas harus...
UU tentang pembelaan diri.
KUHP Pasal 21 ayat 3.
"Di malam hari atau di situasi lain yang tidak pasti,
saat merasa takut, kaget, cemas,
atau kebingungan,
seseorang tidak bisa dihukum."
Dengan kata lain,
saat sebuah insiden terjadi pada malam hari dan dalam keadaan yang tidak pasti,
dan saat situasi di mana seseorang merasa cukup terancam
untuk merasa takut, kaget, atau bingung,
dalam situasi seperti itu,
apa pun yang dilakukan petugas dapat dilihat sebagai
pertahanan diri.
Petugas Yeom sedang dalam situasi
di mana korban dan rekannya
ditikam berkali-kali oleh tersangka.
Siapa pun akan ketakutan,
kaget, dan bingung.
Kenapa orang-orang tidak
memahami situasi yang dihadapi oleh para petugas?
Saat rekan kerja dan publik
berjuang untuk hidup mereka,
haruskah mereka mengingat
dan tetap berpegang teguh pada protokol setiap saat?
Kau pikir berapa banyak orang di sini
yang bisa melakukannya?
Tak satu pun dari kita bisa melakukannya.
Jadi kenapa kita mengantisipasi dan menuntut
seorang petugas yang tetap tenang dan jernih
dalam keadaan yang tidak adil seperti itu?
Apa menurutmu itu masuk akal?
Itulah yang harus diperbuat polisi Korea.
Sudah takdirnya menjadi polisi di negeri ini! Apa kau mengerti?
Mari kita istirahat.
Akhirnya, Petugas Yeom Sang Su.
Letnan Oh Yang Chon. Kau boleh bicara.
(Saksi)
Aku mengingat kembali hari itu
beberapa kali di benakku.
Beberapa hari, aku menembak seperti yang kulakukan.
Beberapa hari, aku menurunkan pistolku
dan lari.
Beberapa hari,
Letnan Oh
dan korban terluka.
Di hari lain..
Aku yang mati...
bukannya penjahat.
Aku seorang pemula dengan sedikit pengalaman di lapangan.
Malam itu,
hal apa yang logis untuk di lakukan?
Aku masih tidak mengetahuinya.
Tapi
apa pun hasil dari proses ini,
satu hal sudah pasti.
Aku menyelamatkan korban...
dan rekan, yang kuhormati.
Itu sudah cukup bagiku.
Letnan Oh, kau boleh bicara.
Pada hari ini,
aku kehilangan rasa tanggung jawab
yang aku hargai
sepanjang hidupku.
Sampai sekarang, aku memberitahu juniorku
"Lindungi nyawa dan keamanan publik setiap saat.
Miliki rasa tanggung jawab.
Dalam situasi apa pun,
selalu tempatkan
keamanan warga sipil terlebih dahulu dan lindungi mereka.
Itulah peran dan tugas kita sebagai petugas polisi."
Aku sudah memberitahu mereka
dari waktu ke waktu.
Tapi sekarang,
aku menyesal setiap kali...
aku mengatakannya.
"Tinggalkan korban atau rekanmu dan lari.
Pikirkan tentang keluargamu
dan jangan menjadi pahlawan.
Tak seorang pun,
bukan Negara, Akademi, atau rekanmu yang akan bertanggung jawab
akan hidupmu.
Kita bukan mereka yang melindungi rakyat.
Kita adalah orang-orang yang keras kepala.
Kita mempertaruhkan hidup kita di lapangan,
jadi cobalah dan temukan posisi yang lebih mudah dan lebih nyaman."
Itulah yang seharusnya kuajarkan pada mereka.
Aku menyesal tidak melakukannya.
Aku sangat menyesalinya.
Siapa yang membuatku seperti ini?
Siapa?
Selama lebih dari 25 tahun di lapangan,
aku telah menanggung segalanya
terima kasih untuk rasa tanggung jawabku.
Tapi siapa yang menganggapku remeh,
pengecut,
dan pria yang menyedihkan?
Siapa...
Siapa yang berani mengambil rasa tanggung jawabku?
Siapa?
Siapa yang mengambilnya dariku?
Rasa tanggung jawabku.
(Tetap)
(Dipecat)
(Komite Disipliner Kantor Polisi Mahyeon)
Inilah hasilnya.
Petugas Yeom Sang Su
tidak akan menghadapi tindakan disipliner.
(Tindakan disipliner: Sebuah metode yang berhubungan dengan masalah kinerja petugas)
Pengacara penyerang Taman Mahyeon,
yang ditembak mati oleh polisi,
mengajukan tuntutan terhadap Petugas Yeom di Divisi Patroli Hongil.
Namun, tuduhan pembunuhan itu ditolak oleh kantor kejaksaan.
Kesaksian korban dan Letnan Oh,
dan sidik jari yang ditemukan di pistol Letnan Oh
membuktikan bahwa tersangka meraih pistolnya.
Kantor kejaksaan secara resmi menyatakan
tindakan Petugas Yeom adalah pertahanan diri.
Sementara itu, tersangka yang dianggap sebagai pelaku pertama,
terungkap sebagai penyerang dalam serangan lain di Hongan 2-dong.
Setelah berita tentang Letnan Oh dan cedera
yang ia derita dalam serangan itu
termasuk ligamen kaki yang dipotong, itu membuat publik,
memperhatikan
kinerja petugas lapangan.
Kepala Cho dari Kantor Polisi Mahyeon sekarang akan bicara pada publik.
Terima kasih.
Dukungan yang diterima polisi akhir-akhir ini
bukan karena apa yang kami lakukan.
Semua penghargaan diberikan kepada
para petugas lapangan yang mempertaruhkan hidup mereka untuk kita.
Berhenti menonton bajingan ini,
dan lihat wajah cantikku sambil minum kopi.
Itu menyegarkan untuk didengar.
- Ini enak. - Bukankah aku cantik?
Ya.
Langitnya biru dan begitu juga mimpi.
Di atas bukit hijau...
- anak kambing bermain dan makan rumput. - anak kambing bermain dan makan rumput.
- Dengan senyum yang cerah. - Dengan senyum yang cerah.
- Tetesan air hujan. - Tetesan air hujan.
Pindah. Aku akan memegang tangan Jeong Oh.
- Tidak. - Apa maksudmu?
Apa masalahmu?
Kami terlihat lebih baik bersama.
- Di sini! - Disini!
- Kami di sini! - Sersan!
Di sini!
- Sersan. - Sersan, sebelah sini.
Cepat! Jam berapa sekarang?
Lari!
- Kau akan memiliki hari yang baik. - Kau akan memiliki hari yang baik
- Bahkan jika hari ini berawan. - Bahkan jika hari ini berawan.
- Saat matahari terbit. - Saat matahari terbit.
- Tibalah hari yang cerah. - Tibalah hari yang cerah.
Sang Su, bernyanyi solo!
Menjadi muda
- Kurasa itu sudah cukup. - Bagaimana dengan menjadi pengemudi bus anak TK?
Bayarannya tidak banyak,
tapi anak-anak itu menggemaskan.
Aku populer dengan mereka.
Mereka menyebutmu apa? Kakek?
Bukan hanya kakek
tapi Polisi Kakek.
Hei!
Kalian!
Hei!
Hei!
Semuanya!
Kalian...
Tunggu aku di kantor polisi.
Kenapa kau mengijinkan kami pergi saat kau yang memintanya?
Kalian semua pembawa sial karena ada kejahatan kekerasan.
Di pedesaan?
- Apa seseorang mati? - Apa seseorang dirampok?
Tidak, seorang wanita tua di daerah itu
akhir-akhir ini memanen cabe nya.
Seseorang mengambil semuanya, dan aku tahu siapa yang melakukannya.
Wanita tua di desa tetangga
yang iri pada keterampilan wanita ini adalah penjahat berulang.
Aku akan segera menangkapnya.
Enak sekali.
Tugasmu sangat mudah sekali.
Apa kau senang berada di sini saat kami bekerja di Divisi Hongil?
Jika kau iri, dapatkan
tindakan disipliner juga.
Ada posisi kosong di kantor polisi tetangga.
Tempat ini memiliki udara yang segar juga,
jadi dapatkan tindakan disipliner.
Pokoknya, kalian kembali.
Ya, aku sedang dalam perjalanan. Jaga wanita itu sampai aku tiba di sana!
- Sampai jumpa lagi. - Ya.
Apa kami harus mempercayainya?
- Kami lapar. - Kami kelaparan!
Baiklah. Aku dalam perjalanan.
Aku pergi. Aku akan pergi sekarang.
Jangan biarkan wanita itu pergi. Aku akan datang sekarang!
Kode Zero. Kode Zero.
Seorang pejalan kaki melaporkan siswa SMA Mahyeon
terlibat dalam perkelahian kelompok di kaki Gunung Somyeong.
Petugas patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Perkelahian kelompok di Gunung Somyeong.
Patroli 23 menanggapi.
Patroli 23 menanggapi.
Apa Anda baik-baik saja?
Apa Anda terluka?
Patroli 23.
Kami mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke Gunung Somyeong.
Tim lain, menanggapi kasus perkelahian kelompok.
Patroli 23. Kami mengalami kecelakaan
- di perjalanan. - Patrol 24.
- Menanggapi. Panggilan terakhir. - Tolong tanggapi.
Patroli 24, menanggapi. Panggilan terakhir.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
- Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor. - Patroli 20, Patroli 24.
Patrol 20 dan Patrol 24, menanggapi. Panggilan terakhir.
- Won Yu cepat. - Ya.
Kode Dua. Pemilik dan pelanggan restoran Namgyeong Cina
di Somyeong 1-gil berdebat karena masalah makan dan tidak membayar.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
- Kita sudah di sini. - Kau sangat brengsek.
Mari kita cari tahu siapa yang salah.
Petugas! Tolong gunakan hukum dan hukum orang yang bersalah.
- Ada apa? - Bajingan ini memukul wajahku.
Dasar bajingan. Kau meludahiku saat aku sedang berjalan.
Astaga, apa yang kalian lakukan di sini sekarang?
Astaga, cukup! Hentikan itu.
- Silahkan duduk. - Astaga, jangan!
Tetap di sana. Tenang, atau aku akan mengurungmu.
(Polisi Lalu Lintas)
Hormat.
Kami sedang dalam perjalanan kembali ke kantor, tapi aku menyuruhnya untuk berhenti sejenak
karena aku ingin bertemu denganmu.
- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.
Kau pasti tertekan
karena orang itu.
Ya.
- Aku mau membeli rokok. - Ya.
Letnan, kau dipindahkan ke
layanan lalu lintas untuk meringankanmu setelah rehabilitasi.
Tapi aku dengar kau
dibanjiri laporan sepanjang waktu.
Ya tentu saja.
Aku tidak seharusnya di pindahkan ke layanan lalu lintas.
Apa yang salah dengan daerah ini? Begitu banyak kecelakaan terjadi di sini.
Itu terjadi kurang dari satu kali sebulan di daerah lain,
tapi tabrak lari atau kecelakaan DUI terjadi setiap tiga hari di sini.
Aku juga harus bertahan dengan debu dan asap knalpot.
Pekerjaan ini sangat sulit.
Apa aku sudah tua?
Petugas lainnya bilang
kalau kau benar-benar sial.
Kau sungguh...
Seperti apa mentor barumu?
Dia benar-benar pemalas. Dia mudah diajak bekerja sama.
Tapi aku membuat hidupnya sulit
dengan menanggapi segala macam kasus.
Seorang bawahan sedang melatih mentornya?
Dasar bodoh.
Kapan kau akan kembali ke divisi?
Aku tidak akan kembali.
Aku hanya menginginkan posisi enak mulai sekarang.
Haruskah aku pergi ke pedesaan seperti Kepala Ki?
Kudengar ada pencuri yang mencuri cabai dan kentang.
Astaga, itu gila.
Kurasa kau akan kembali setelah masa perpindahanmu selama enam bulan di sini.
Haruskah kita pergi ke Divisi Kejahatan Kekerasan?
Maksudku, kita adalah polisi. Kita mungkin tidak takut.
Aku bisa pergi kemana saja jika itu bersamamu!
Luar biasa!
Lalu persiapkan dirimu dan jangan menimbulkan masalah apa pun.
Aku akan menemuimu di sana.
- Ya! - Pergilah.
Baiklah.
Kode Zero.
Ada pertengkaran kecil di antara pedagang di Pasar Inseok.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
- Jangan... - Patroli 18.
Menanggapi kasus ini. Panggilan terakhir.
Patroli 18, menanggapi kasus ini. Panggilan terakhir.
Maafkan aku. Aku terlalu cepat.
Aku akan mencoba untuk memperlambat sedikit. Hormat.
Kenakan sabuk pengamanmu.
Kode Zero.
Ada pertengkaran kecil di antara pedagang di Pasar Inseok.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Menanggapi kasus ini.
Patroli 23 dan 18 sedang dalam perjalanan. Panggilan terakhir.
Patroli 23 dan 18 sedang dalam perjalanan. Panggilan terakhir.
Diterjemahkan oleh: Nineu Karlina Ig: @nineukarr
Terima kasih untuk kalian yang selalu menggunakan sub saya... Download subtitle lainnya di subscene @topnine atau kunjungi nineukarr.wordpress.com Sampai jumpa di drama lainnya ☺
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.