Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Live -- Ripped and synced by gabbyu @subscene English subtitle by Park Hye Lim
Diterjemahkan oleh: Nineu Karlina Ig: @nineukarr
Karakter dan tempat yang terkait dalam drama ini hanya fiksi semata.
(Episode 17)
Tolong... Tolong aku!
Tolong...
Bu... aku tidak akan menangkapmu.
Tolong berhenti.
Kita akan bergantian sampai ambulans datang.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan...
Bayinya menderita *sianosis. *Keadaan di mana kulit dan selaput lendir berubah warna menjadi biru
- Satu, dua... - Jangan menekan terlalu kuat.
Bayinya lemah.
- Hati-hati. - Sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat...
Kau akan menakutinya.
Kau hidup. Kau hidup sekarang.
Tangisannya menyatakan kalau dia masih hidup.
Bayinya menggemaskan, bukan?
Ya.
Sangat menggemaskan.
Itu benar.
Hei, dari mana saja kau?
Aku membeli botol bayi.
Berikan padaku.
Biarkan aku menggendong bayinya.
Habis darimana? Kau sangat berkeringat.
Aku mengejar ibunya, tapi aku kehilangan dia.
Syukurlah kita menyelamatkan bayinya
di hari terakhir, 40 tahunku sebagai polisi.
Kau sangat cantik.
Sangat cantik.
Sejak UU Kasus Tertentu yang mencangkup Adopsi direvisi pada tahun 2012,
proses pendaftaran dan adopsi kelahiran menjadi rumit.
Banyak bayi yang ditelantarkan.
Hukum terlalu keras untuk ibu tunggal. Hukumnya harus diubah.
Hai, nak.
Hei.
Bayinya masih hidup.
Kau makan dengan sangat baik.
Sangat manis.
Ini.
Terima kasih banyak.
Jika Anda tidak meniup peluitnya,
aku akan terluka parah.
Kau melakukan pekerjaan bagus dengan berteriak kencang.
Saat hal semacam itu terjadi, kau harus berteriak sekencang-kencangnya.
Pulang dan istirahatlah.
Silakan kunjungi kantor polisi dan berikan pernyataan besok.
Kau bisa masuk sekarang.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Sama-sama. Selamat tinggal.
Apa ini call center?
Ya, aku berada di dekat 64 Hongil 2-dong sekarang,
dan salah satu lampu jalannya rusak.
Tolong ganti bola lampunya.
Terima kasih.
Ini Kantor Polisi Mahyeon, kan?
Ini Kapten Eun dari Divisi Patroli Hongil.
Tentang serangan acak di Jangnam dan Jangdong...
Kupikir Kantor Polisi kami
harus berwaspada juga untuk berjaga-jaga.
Para pengemudi...
kami sedang membawa bayi dalam kondisi kritis ke Rumah Sakit sekarang.
Tolong beri jalan agar kami bisa sampai ke sana dengan aman.
Terima kasih.
Terima kasih atas kerja samanya.
Aku harap kita bisa menyelamatkan nyawa setiap hari karena itu membuatku sangat senang.
Benar.
Cobalah menjadi orang baik.
Siapa yang tahu? Mungkin hal semacam itu bisa terjadi kapan pun setiap hari.
Apa? Bagaimana bisa kau melakukan hal-hal semacam itu saat kau bukan orang baik?
Dasar...
Kau pikir kita teman?
Tentu saja.
Satu-satunya hal yang sudah kau pelajari yaitu menjadi pembicara hebat.
Apa yang harus kulakukan padamu?
Aigoo.
Bagaimanapun, aku ingin merayakan apa yang kita lakukan hari ini
dengan musik.
Lihatlah bulan dan bintang di sana.
Mereka bersinar dengan terang,
jadi kita bisa membawa bayinya dengan aman.
Kau pasti lelah. Kau seharusnya beristirahat.
Hye Ri dan aku baik-baik saja.
Mulai sekarang, aku akan memiliki waktu yang sangat banyak untuk beristirahat.
Aku ikut berpatroli karena aku bahagia.
Aku ingin menghabiskan waktu yang lebih banyak dengan bayinya juga.
Bukankah itu salah satu hadiah untuk pensiunmu?
Kau benar. Itu hadiah untuk masa pensiunku.
Kita menyelamatkan nyawa yang jauh lebih berharga
dari emas.
Aku tak percaya dengan apa yang terjadi setiap hari.
Baru 100 jam yang lalu,
aku menyaksikan seorang petugas
dengan rasa tanggung jawab yang tinggi ditangguhkan dengan tidak adil.
Aku mulai mempertanyakan apakah keadilan
dan kesetiaan benar-benar ada,
dan aku dalam keputusasaan.
Lalu sekitar 80 jam yang lalu,
seorang polisi tertembak dan meregang nyawa
setelah mengabdi selama 30 tahun.
Dan 10 jam yang lalu,
- Orang yang kami selamatkan... - Di sebelah sana!
akhirnya meninggal dunia.
Pindahkan mobilmu!
Mobil dengan plat nomor 9895 dan 6781...
- Dan sekarang, seperti keajaiban... - Bayinya menggemaskan, kan?
Kami menyelamatkan nyawa yang lebih berharga dari apa pun
di seluruh dunia ini.
Perhatian.
Hormat.
Cukup.
Perhatian.
Hormat.
Semua polisi junior,
aku tahu itu tidak mudah,
tapi tolong lakukan yang terbaik
untuk melindungi keamanan warga dan harta benda mereka
seperti polisi senior yang ada di depan kalian.
Sekali lagi kumohon untuk selalu mengingatnya.
Hormat! Mahyeon.
(Upacara Pensiunan Gelombang Pertama tahun 2018)
- Jangan menangis! - Jangan menangis!
- Jangan menangis! - Jangan menangis!
- Jangan menangis! - Jangan menangis!
- Jangan menangis! - Jangan menangis!
Aku...
bukan pembicara yang bijak.
- Tidak apa-apa! - Tidak apa-apa!
Aku ingin mengatakan satu hal saja
pada semua polisi junior sebelum aku turun
dari podium.
Keselamatan polisi setara dengan
keselamatan warga.
Jadi, kalian semua harus
mengutamakan keselamatan!
Utamakan keselamatan.
Utamakan keselamatan.
Perhatian.
Hormat.
- Terima kasih atas pengabdianmu! - Terima kasih.
Cukup.
Perhatian.
Hormat.
Bahkan
di momen terhormat ini,
Kupikir aku tidak bisa menjawab iya saat aku ditanya apakah aku punya rasa tanggung jawab
sebagai seorang polisi.
Aku tidak yakin kalau aku seorang polisi
yang memiliki rasa tanggung jawab yang kuat.
Aku sudah...
memutuskan untuk meninggalkan divisi patroli.
Cepatlah. Semuanya sudah menunggu.
Datanglah ke bar karaoke.
Baiklah. Kami akan ke sana.
Apa kau dan Jeong Oh tidak bicara satu sama lain?
Tidak.
Syukurlah.
Sepertinya kalian berdua tidak bicara
di upacara tadi, jadi aku khawatir.
Ayo pergi.
Sang Su.
Ada apa?
Maafkan aku.
Untuk apa?
Belajar di luar negeri.
Kenapa kau meminta maaf akan hal itu?
Harusnya hubungan kita ini tidak mengganggu tekadmu.
Hubungan kita ini bukanlah masalah yang besar.
Tidak seserius itu.
Tapi tetap saja...
Apa kau sudah mengajukan permohonan untuk beasiswa?
Ya.
Kupikir kau akan segera mengajukan cuti juga.
Aku akan memintanya
jika aku diterima.
Terima kasih sudah membantu timmu di hari libur.
Sepertinya kalian semua mempunyai rencana malam ini.
- Jangan minum terlalu banyak. - Baik.
Semoga harimu menyenangkan.
Ayo. Kita terlambat.
Baiklah, dengarkan.
Semuanya terserah padaku hari ini,
jadi ayo kita berpesta sepanjang malam!
Ada rencana lain
atau disuruh pulang oleh keluargamu
tidak akan diizinkan.
Siapa pun yang mencoba pergi dengan alasan apa pun
akan membayar semuanya.
Sampai matahari menyambut kita besok,
kita akan berpesta dengan Letnan Lee sepanjang malam.
Kita semua akan pulang setelah sarapan sup mabuk.
- Ya. - Ya.
Baiklah kalau begitu. Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
Ah enaknya.
- Kerja bagus. Tanpa harapan...
...dan mimpi...
Ditipu oleh cinta dan menangisi uang.
Aku menoleh dunia luar biasa ini.
Ketidakadilan itu membuatku menangis.
- Jangan bilang... - Jangan bilang...
- ...aku seorang pengecut - ...aku seorang pengecut.
- Bahkan jika aku berkeliaran di gang kotor. - Bahkan jika aku berkeliaran di gang kotor.
- Kau mengobati lukaku dengan pelukanmu. - Kau mengobati lukaku dengan pelukanmu.
Sam Bo kau minum banyak dengan cepat.
Pelan-pelan saja.
Ini. Minumlah air.
Hari ini adalah hariku!
Ini adalah hari dimana aku selesai dengan pekerjaan yang melelahkan ini.
Aku tidak bisa bahagia
jadi jangan mencoba menghentikanku.
Tunggu. Tunggu.
Selanjutnya Letnan Lee yang akan menyanyi.
Maksudku Sam Bo!
- Menyerahlah! - Ya!
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Sam Bo, Sam Bo. - Ayo!
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Ada satu hal yang tidak bisa kau ketahui. - Ada satu hal yang tidak bisa kau ketahui.
Pada akhirnya, aku senang melihatnya tertawa.
Benar.
Aku khawatir dia akan menangis.
Sebenarnya, dia penyanyi yang cukup bagus.
Ayo!
- Ayo! - Ayo!
Mari bernyanyi!
Jika kau hidup sendiri tanpa mengalami cinta.
- Kau akan sangat menyesalinya. - Kau akan sangat menyesalinya.
- Bahkan jika aku jatuh cinta - Bahkan jka aku jatuh cinta
- dan masih menyesali hidupku. - dan masih menyesali hidupku.
- Aku akan tetap bersamamu selamanya. - Aku akan tetap bersamamu selamanya.
- Hidup itu tentang keterikatan. - Hidup itu tentang keterikatan.
- Dan meskipun sulit. - Dan meskipun sulit.
- Aku hanya akan mencintaimu. - Aku hanya akan mencintaimu.
Sam Bo, Sam Bo!
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Sam Bo, Sam Bo. - Sam Bo, Sam Bo.
- Apa itu pernikahan? Apa itu hidup? - Apa itu pernikahan? Apa itu hidup?
Apa kau mau pergi?
Aku hanya sakit kepala.
Baiklah, cari udara segar.
Letnan Oh.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.
Apa?
Aku mengajukan pendidikan di luar negeri.
Jika aku diterima,
aku akan mengambil cuti.
Kau
bertanggung jawab atas evaluasiku,
jadi kupikir kau harus tahu.
Divisi itu terlalu berat bagiku.
Untuk orang sepertimu,
rasa tanggung jawabku yang kurang
mungkin tampak membingungkan.
Tapi, aku berfikir kalau aku tidak bisa terus bekerja di sini.
Divisi lain juga tampak menakutkan.
Setelah aku pergi ke luar negeri,
- aku sedang mempertimbangkan posisi yang lebih aman... - Oke.
Lakukan.
Lakukan saja seperti yang kau rencanakan. Apa masalahnya?
- Saat aku menyebut namamu. - Saat aku menyebut namamu.
- Suara kerasmu berbunyi di telingaku. - Suara keras berbunyi di telingaku.
- Itu adalah keselamatanku. - Itu adalah keselamatanku.
- Jika aku bisa berlari melewati langit yang kering. - Jika aku bisa berlari melewati langit yang kering.
- Jatuh dipelukanmu. - Jatuh dipelukanmu.
- Aku tidak keberatan mematahkan tulang apa pun. - Aku tidak keberatan mematahkan tulang apa pun.
- Bahkan jika aku terbang terlalu dekat dengan matahari. - Bahkan jika aku terbang terlalu dekat dengan matahari
- Bahkan jika kedua kakiku meleleh. - Bahkan jika kedua kakiku meleleh.
Aku bangga dengan mentorku hari ini.
Dia tidak menangis dan bersenang-senang.
Kenapa aku menangis?
Bukan hanya itu saja.
Aku senang karena
akhirnya aku keluar dari pekerjaan ini.
Sungguh.
Aku merasa tidak enak.
Kau dan
Yang Chon.
Aku merasa tidak enak kalau
kalian masih polisi.
Terima kasih untuk ketulusanmu.
Letnan, jangan lupa untuk tetap berhubungan.
Tidak.
Aku muak dan lelah dengan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan itu.
Kau juga harus berhenti.
Mulai hari ini,
aku tidak akan kencing di divisi kita.
Aku sungguh tidak mau.
Sebelumnya...
kau bertanya kenapa tangan ayahku terluka.
Itu kesalahanku.
Ayahku sedang membersihkan mesin penggilingan.
Aku tidak sengaja menyalakannya.
Ini pertama kalinya aku memberitahu orang lain selain keluargaku.
Tuan...
Letnan.
Itu karena
kau adalah rekan dan mentor pertamaku.
Aku, Song HyeRi, akan pulang ke rumah.
Pulanglah.
Pulanglah dengan selamat.
Aku akan tetap menghubungimu.
Yang Chon,
kau harus pergi juga.
Aku akan melihatmu masuk.
Tanganmu kasar.
Pulang ke rumah. Kupikir Jang Mi membawamu kembali.
Aku tahu kau tinggal di sini karena aku.
Aku bukan anak yang hebat.
Aku suka pedesaan.
Apa kau tahu ini adalah pertama kalinya aku memegang tanganmu?
Kita sering melakukannya saat kau masih kecil.
Itu bohong.
Kau selalu mabuk. Kapan kita berpegangan tangan?
Apa itu tidak pernah terjadi jika kau tidak mengingatnya? Dasar aneh!
Apa kau punya sup? Aku ingin sup tauge.
Aku sudah membuatnya.
Kita menyetujui sesuatu untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.
Itu aneh.
Kau harus melakukan sesuatu pada kakimu.
Periksa dan rawat, oke?
Kenapa kau tidak pernah mendengarkanku?
(Jeong Oh)
Hei, ini aku.
Apa kau tidur?
Ya. Sudah malam.
Itu pasti alkohol.
Haruskah kita bertemu?
Baik. Kau mau bir? Aku akan membawa beberapa.
Maaf.
Kenapa kau selalu minta maaf?
Sebelum aku membuat keputusan,
setidaknya aku harus bicara denganmu terlebih dahulu.
Seharusnya aku tidak membiarkanmu mendengarnya dari Hye Ri.
Seperti yang kau katakan,
meskipun kita tidak terlalu serius,
aku...
sangat menyukaimu.
Aku merasa seperti aku melarikan diri untuk menyelamatkanku dari bahaya.
Aku merasa tidak enak.
Aku melakukannya bukan padamu saja, tapi semua yang ada di divisi juga.
Warga di sini
tetap tinggal karena mereka menyukai sesuatu.
Mereka lebih menyukai lapangan dan bersenang-senang daripada
duduk di belakang meja sepanjang hari.
Rasa tanggung jawab mereka tidak memaksa mereka.
Banyak hal buruk terjadi,
tapi dua hari yang lalu, kita juga bisa menyelamatkan nyawa.
Itu salah jika kau merasa tidak enak.
Tapi
aku marah.
Kenapa kau tidak memintaku
untuk menunggumu?
Itulah yang mengganggu dan membuatku marah.
Bisakah aku menunggumu kembali?
Beberapa wanita menunggu pacarnya yang mengikuti wamil.
Aku bisa menunggu.
Jeong Oh.
Bagaimana perasaanmu jika aku tidak bisa menunggumu
sampai kau kembali
dan berkencan dengan orang lain?
Tapi...
aku mungkin tidak akan bisa melakukan apa pun.
tapi kupikir aku akan marah.
Sungguh?
Tentu saja.
Lalu...
katakan padaku untuk menunggumu.
Tunggu aku.
Aku menyukaimu juga.
Itu adalah pekerjaan yang membuatku lelah.
Aku tidak menyukaimu.
Aku akan menunggumu.
Menyenangkan.
Jujur saja...
aku sungguh takut kalau kau bilang "tidak akan menungguku".
Aku takut kalau kau bilang "jangan menungguku", bodoh.
Tinggal satu lagi. Apa kau punya alkohol?
- Tidak. - Aku akan membeli beberapa.
Aku ikut juga.
Apa itu lebih mudah berjalan dengan kaki panjangmu?
Apa itu sulit bagimu?
Tidak, sulit untuk mengikutimu.
Mari samakan cara berjalan kita.
Diam.
- Kaki kiri maju. - Kaki kiri maju.
Kau gagal.
Kau menempatkan kaki kananmu ke depan.
Lakukan saja apa yang aku lakukan.
Coba lagi.
Kaki kiri ke depan.
- Satu, dua, satu, dua. - Satu, dua, satu, dua.
Satu, dua.
Satu, dua, satu, dua.
Hei, minum dulu.
Rumah seseorang di daerah itu dirampok semalam.
Polisi tinggal di sana sepanjang malam.
Ada makanan di kulkas.
Pastikan kau memakannya.
Aku akan pergi ke rumah Jeong Do.
Kau belum keluar sama sekali sejak kau pensiun.
Kau hanya menonton TV sepanjang hari.
Apa kau tidak akan mencari pekerjaan?
Tidak mau.
Baiklah, tenang saja.
Kau bukan mesin. Kau sudah bekerja sepanjang hidupmu.
Istirahatlah.
(Bawahan terakhirku)
Pergi. Berikutnya.
Hei, Oh Yang Chon.
Datanglah ke ruanganku.
- Ya. - Satu kosong, tiga isi. Semuanya bagus.
Mungkin itu tentang Jeong Oh.
Dia hanya meminta bertemu dengan Kepala Ki.
Satu kosong, tiga isi. Semuanya bagus.
Berikutnya.
Hei.
Petugas percobaan tidak bisa meminta cuti.
Pekerjaan di sini sangat banyak,
jadi aku mengerti betapa sulitnya itu.
Hei, Han Jeong Oh.
Apa kau sakit?
Tidak.
Lalu kenapa? Apa ibumu sakit?
Tidak.
Kau bahkan tidak sakit. Bagaimana bisa pemula meminta cuti
dalam waktu kurang dari setahun setelah bergabung dengan Akademi?
Tapi itu tidak melanggar aturan.
Tak bisa dipercaya.
Itu tidak melanggar aturan, tapi tidak sopan.
Kau pikir kau bisa melakukan apa pun
setelah kau bergabung dengan Akademi?
Biarkan saja dia.
Apa maksudmu?
Divisi kita sangat kekurangan anggota saat ini.
Kau tahu betapa berharganya kehadiran Letnan Lee di sini.
Divisi Hana, Myeongu, dan Mapo semuanya memiliki sekitar lima hingga enam polisi junior
yang minta
dipindahkan ke kantor yang lebih ringan
setelah insiden Kapten Kang.
Mereka takut bekerja di daerah yang penuh dengan kejahatan ini.
Itu juga memengaruhi Tim Dua, Tiga, dan Empat.
Jeong Oh,
divisi ini membutuhkan
petugas yang kompeten sepertimu.
Kepala Ki, aku ingin membicarakan tentang...
Tentang apa?
Lupakan. Kita bisa bicara nanti.
Apa kau memberitahunya kalau kau ingin dipindahkan ke pedesaan?
Tidak.
Astaga, ayolah. Tetaplah di sini bersamaku.
- Ayo berpatroli. - Ya.
Hei, apa dia minta dipindahkan?
Tidak, aku tidak yakin.
Jeong Oh.
Aku sangat sadar
betapa sulitnya bekerja di divisi ini.
Tapi jika kau ingin
menaiki tangga dan mencapai posisi lebih tinggi
di organisasi ini, di masa depan...
Kau harus tahu apa yang terjadi di lapangan
untuk menjadi polisi yang baik.
Akademi kepolisian tidak bisa berdiri
tanpa divisi patroli.
Kepala Ki, berhenti ikut campur dalam kehidupan orang lain.
Pekerjaan di divisi kita sangat sulit,
jadi yang harus tetap di sini, hanyalah mereka yang mau di sini.
Pulanglah.
Kau bilang kau hanya akan lembur saat kau bertugas malam.
Hei, Jeong Oh.
Jika semua polisi yang kompeten sepertimu melarikan diri karena tidak ingin bekerja di sini,
Akan bagaimana kantor ini?
Maafkan aku.
Aku tidak bisa menempatkan keselamatan warga...
sebelum diriku sendiri seperti yang kau dan Kepala Ki lakukan...
karena aku tidak memiliki rasa tanggung jawab.
Kau tidak memerlukan
rasa tanggung jawab.
Tempatkan yang lain sebelum dirimu sendiri?
Tidak ada yang bisa memaksa siapa pun untuk melakukan itu.
Jujur saja, aku tidak cukup
memahami rasa tanggung jawab juga.
Karena itulah, aku menyimpulkan
secara sederhana kalau aku harus bekerja karena aku dibayar.
Meskipun aku tidak mengerti rasa tanggung jawab,
setidaknya, sebagai manusia, aku harus memiliki hati nurani.
Kau punya hati nurani juga.
Jika seseorang sedang sekarat,
kau akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan hidupnya.
Kau akan marah saat melihat tersangka
dan jika bisa, kau akan menangkap mereka.
Kau tidak akan melakukan kejahatan,
dan kau akan mematuhi hukum. Kau tidak akan menerima suap,
dan kau akan membantu orang lain saat kau bisa.
Kau akan melakukan semua hal itu ke mana pun kau pergi,
seperti yang sudah kau lakukan di sini. Kemanapun kau pergi.
Apa aku salah?
Tidak, aku akan melakukannya.
Lalu apa masalahnya?
Hanya...
pastikan saja kau belajar dengan keras sebisamu,
jadi kau bisa menjadi polisi dengan pangkat tinggi
dan mengubah dunia.
Aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak pintar,
tapi kupikir kau akan bisa melakukannya.
Oh, apa yang Sang Su katakan?
Dia bilang dia akan menungguku.
Dia lucu juga.
Jangan percaya apa pun yang pria katakan padamu.
Dia bukan pria sembarangan. Dia itu Sang Su.
Kode One. Di Persimpangan Mahyeon,
- Ayo berpatroli. - ada orang mabuk berlari di jalanan.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Kode One. Seorang pria mabuk berlari di jalanan di Persimpangan Mahyeon.
Mobil patroli di sekitarnya, tolong melapor.
Hei, berhenti!
Tabrak aku jika mau. Hei.
Tetap di sana.
Tetap di sana, oke?
Hei, kemarilah. Keluar dari mobil.
- Kau tidak bisa melakukan hal ini. - Lepaskan aku!
- Ikutlah dengan kami! - Kubilang lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Setidaknya kau harus menarik celanamu.
Astaga.
Apa? Dasar bajingan.
Hei!
Beri aku segelas air.
Pelayanan di kantor ini sangat menyebalkan.
Aku membayar pajakku.
Kalian dibayar dengan pajak dari kami!
Bu.
Kau merogoh jaket pelanggan di restoran
- dan mencuri ponsel. - Tidak!
Aku baru saja melihat ponsel di lantai
dan mengambilnya, dasar polisi bodoh!
Bu, itu kebohongan besar.
Semuanya terekam dalam CCTV.
Astaga...
Selama dua malam berturut-turut sejak hari Kamis...
Aku tidak bisa mengatasinya lagi.
- Kita akan membayar kerusakannya. - Apa masalahnya?
Kenapa kau memborgolku?
- Aku harus menghubungi Yong Pal... - Untuk sekarang duduk dulu.
- Duduk dulu di sini. - Apaan...
Beraninya kau mengacak-ngacak restoran setelah makan dan melarikan diri?
Kenapa kau mencari Yong Pal di kantor polisi?
Sang Su, bawa lap.
- Mari cuci mobil. - Ya.
- Mari ikut dengan kami. Won Yu, antar dia. - Ya.
Tolong bangun.
- Aku akan memindahkannya ke kantor. - Baik.
Silahkan duduk. Tolong kemari.
Bisakah seseorang memberinya air?
Bisakah kami menggunakan toilet?
Tentu saja.
Petugas Ko, tunjukkan toiletnya.
Ya. Ikuti aku.
Kode Two. Kode Two.
Ada saksi yang melapor kalau mereka melihat seorang pria menyelamatkan
wanita yang dibawa di bahu
oleh seorang penyerang di Persimpangan Sari-daero.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor. Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Patroli 18 dari Divisi Patroli Hongil melapor.
Patroli 18 melapor. Panggilan terakhir.
Patroli 23, Patrol 23.
Itu hanya Kode Dua, jadi kalian tidak perlu datang.
Ambil kasus lain. Ayo pergi.
- Baik. - Waspadalah di luar sana.
Jadi dia mengenakan pakaian olahraga hitam dan topi hitam.
- Ya. - Dia mengenakan pakaian olahraga hitam
dan topi hitam.
Bagaimana dengan masker atau kacamata hitam?
Aku hanya melihatnya dari belakang.
Aku melihat dia menyerang wanita itu,
jadi aku meneriakinya.
Lalu dia lari.
Jika bukan karenamu, dia bisa terluka.
- Terima kasih. - Dia pergi ke arah sana.
Bisakah aku mendapatkan kontakmu?
Baik.
Silakan masuk. Kami akan mengantarmu pulang.
Seseorang menjemputku.
Itu dia. Aku pergi dulu.
Hati-hati.
Terima kasih banyak.
- Aku akan pergi kalau begitu. - Terima kasih.
Terima kasih.
Wanita itu melihatnya menuju ke taman.
- Mari periksa. - Ya.
Kode Zero. Kode Zero.
Dua pemilik toko
berkelahi di depan Pasar Inseok.
Petugas di daerah tersebut, tolong melapor.
Kode Zero. Kode Zero.
- Ini Kode Zero. - Dua pemilik toko
- berkelahi di depan Pasar Inseok. - Kita seharusnya ke sana.
Patroli 20 menanggapi kasus di Pasar Inseok. Panggilan terakhir.
- Tim lain menanggapinya. - Patroli 20 menanggapi
kasus di Pasar Inseok. Panggilan terakhir.
Aku ulangi. Patroli 20
menanggapi kasus di Pasar Inseok.
Patroli 23 menanggapi.
Patroli 23 akan membantu Patroli 20. Patroli 23 akan membantu Patroli 20.
- Aku akan pergi ke sebalah sini, kau ke arah sana. - Ya.
Hubungi aku jika kau melihat sesuatu.
- Ya. -Jangan atasi sendiri
- dan panggil bantuan. - Ya.
Pintu masuk bagian timur aman. Bagaimana di sana?
Pntu masuk bagian utara juga aman, aku akan menuju ke pintu masuk bagian barat.
Lalu aku akan mengecek daerah ini sedikit lagi
dan menuju ke pintu masuk bagian selatan. Kita akan bertemu di sana.
Ada apa?
Aku melihat darah di trotoar, sepuluh meter di depan pintu masuk bagian barat.
Darahnya masih segar.
Darah di trotoar?
Aku sedang mengikuti jejak darahnya,
Sang Su, jangan pergi. Berhenti.
Aku akan ke sana.
Apa kau bilang, sepuluh meter di depan pintu masuk bagian barat?
Sepuluh meter di depan pintu masuk bagian barat?
Letnan, jangan kemari.
Ku pikir anjing seorang tunawisma terluka. Aku sudah mengeceknya.
Oke, syukurlah.
Periksa daerah itu sedikit lagi
dan temui aku di mobil.
Aku akan mengecek toilet dulu.
Ya.
Ya?
Sang Su, apa kau sudah selesai menyisir daerah itu?
Aku berada di toilet pria di pintu masuk bagian timur.
Tidak ada apa-apa, tapi aku punya firasat buruk.
Temui aku di sini.
Baik.
(Bel darurat)
Pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Noda darah ditemukan di toilet pria.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau baik-baik saja?
Aku ulangi, aku ulangi.
Toilet pria dekat pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Ada remaja laki-laki dengan beberapa luka tikaman.
Toilet pria dekat pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Petugas melihat remaja laki-laki dengan beberapa luka tikaman.
Tidak apa-apa. Aku polisi. Ini untuk melindungi lidahmu.
Ini dia.
Nak, sadarlah.
Tersangka menaburkan tepung di TKP setelah serangan itu.
Sepertinya penyerangnya sama dengan penyerang
yang meneror wilayah Jangnam dan Jangdong.
Meminta petugas medis dan bantuan.
Patroli 23 menanggapi kasus di Taman Mahyeon.
Patroli 18 meminta bantuan di jalur 29.
Jangan minum terlalu banyak.
Apa yang terjadi?
Korban ditemukan dengan luka tikam di toilet pria dekat pintu masuk bagian timur.
- Bagaimana dengan penyerangnya? - Dia tidak mengatakan apa pun.
Kasus penyerangan di toilet pria di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Petugas medis menuju ke TKP.
Kasus penyerangan di toilet pria di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Petugas medis menuju ke TKP.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor. Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Patroli 24 menanggapi. Panggilan terakhir.
- Petugas medis menuju ke TKP. - Seperti ini...
Patroli 11.
Nak, bangun. Bangun!
Itu tidak akan lama. Petugas medis akan datang.
Tunggu sebentar lagi.
Jangan bergerak!
Jatuhkan pisaunya.
Selamatkan aku.
Aku menjatuhkan pisaunya.
Jalur 29, toilet pria di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Seorang petugas telah ditikam.
Petugas dan korban...
tidak sadarkan diri dan terluka parah.
Tolong kirim petugas medis! Tolong kirim petugas medis!
Semua mobil patroli di daerah ini, tolong melapor.
Jalur 29, toilet pria di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Jalur 29, toilet pria di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon.
Seorang petugas telah ditikam.
Petugas dan korban tidak sadarkan diri dan terluka parah.
Tolong kirim petugas medis! Tolong kirim petugas medis!
Semua mobil patroli di daerah ini, tolong melapor.
Tidak...
Jalur 29, toilet pria di pintu masuk bagian timur
Taman Mahyeon. Seorang petugas telah ditikam.
Petugas
dan korban tidak sadarkan diri
dan terluka parah. Tolong kirim petugas medis!
Tolong kirim petugas medis!
Semua mobil patroli di daerah ini, tolong melapor.
- Periksa tanda-tanda vitalnya dan dapatkan alat kejut jantung. - Baik.
Clear. Satu, dua, tiga, kejut.
Kakek.
Ini pistol Letnan Oh yang diambil dari ambulans.
Ini milikku.
Aku menembak tersangka secara spontan
di Taman Mahyeon.
- Dari tiga peluru... - Kau bisa mengatakan
dalam rincian laporanmu.
Letnan Lee terluka,
tapi kau menangkap pelakunya. Sudah selesai.
Itu kasus besar.
Kau harus tahu kalau Divisi Penegak Hukum akan dilibatkan.
Ganti bajumu dan tulis laporanmu
di ruang istirahat.
Letakkan.
(Laporan Penggunaan Senjata Api)
Sang Su.
Kau melakukannya dengan baik hari ini.
Aku akan frustasi
dan tidak akan bisa
menyelamatkan Letnan Oh.
- Aku bangga... - Biarkan aku
menulis laporanku.
Baiklah.
(Saya memisahkan diri dengan rekan saya, Letnan Oh, untuk menyisir Taman Mahyeon)
Kepala.
Kau punya waktu satu menit.
Ini hari Jumat dan kita punya kasus sepuluh kali lebih banyak...
Hanya faktanya saja.
Letnan Oh melaporkan bahwa dia menemukan korban
dari kasus penikaman acak baru-baru ini di toilet pria
di pintu masuk bagian timur Taman Mahyeon sekitar pukul 5:23 pagi.
Yeom Sang Su berada di pintu masuk bagian barat
dan berlari dengan kecepatan penuh dalam satu menit,
tapi saat itu penjahatnya sudah
menikam Yang Chon di bahu dan tangan dengan pisau bedah.
Dia memotong ligamen di belakang salah satu lututnya.
Dia juga menikamnya ke arah limpa dan ginjal.
Mungkin tersangkanya mengira dia mengetahui ID nya.
Setelah mengecek latar belakangnya, kami menemukan bahwa dia belajar di sekolah kedokteran.
Dia tahu persis di mana letak limpa dan ginjal.
Dia berharap korban akan mengalami shock
begitu dia melukai organ-organ itu.
Pelakunya terluka setelah ditembak oleh Sang Su
dan dikirim ke Rumah Sakit Inseok. Dia dalam operasi dan tidak sadar.
Korban remaja dikirim ke Rumah Sakit Dongyang
dan sudah sadar sebelum menjalani operasi.
Bagaimana dengan Yang Chon?
Dia tidak sadarkan diri
saat dibawa ke ruang operasi.
Sudah lebih dari dua jam.
Tim Satu, Unit Kejahatan Kekerasan di Kantor Polisi Mahyeon menangani kasus ini.
Kau harus menyerahkan peralatan dan senjata apimu, jadi pergilah.
Aku akan menghubungimu jika ada keadaan darurat.
(Ruang Operasi)
Aku sudah baikan.
Aku hampir gila sebelumnya,
tapi aku sudah tenang.
Pulanglah...
Operasi akan memakan waktu lama.
Kehadiranmu di sini tidak menjamin operasi akan berjalan dengan baik.
Selain itu, itu tidak baik untuk kesehatanmu.
Pulanglah...
Kepala Ki.
Ya.
Ya, terima kasih.
Itu Kapten Jang dari Divisi Urusan Perempuan & Anak.
Dia bilang kita melakukan pekerjaan yang baik.
Pekan lalu, publik marah mendengar detektif yang korup
hanya menerima denda atas tuduhan prostitusi ilegal
karena bukti yang tidak cukup.
Hari ini, satu kasus lainnya telah menarik perhatian publik.
Tiga bulan lalu, seorang petugas pangkat tinggi, saat mabuk,
melukai pelayan restoran dengan senjata api karena mencoba menghentikannya.
Meskipun dia diberhentikan, publik masih...
Jangan terlalu memperhatikannya.
Bajingan itu hanya ingin menjatuhkan kita.
Ini masih diselidiki.
Apa kau bertemu dokter?
Telah dikonfirmasi kalau dia sudah dikirim ke Badan Kepolisian.
Dia keluar saat operasi untuk memberi penjelasan pada kami.
Apa yang dia katakan?
Apa itu?
Baik...
Pertama,
operasi limpa dan ginjalnya berhasil.
Tapi?
Dia masih belum sadarkan diri
jadi kita harus menjaganya.
Dan,
penyerang memotong
Ligamennya di belakang lutut kanannya dengan pisau.
Dokter akan melakukan yang terbaik tapi...
Apa maksudmu dia tidak
bisa berlari lagi?
Sang Su.
Jangan mencuci seragammu.
Sang Su.
Buka pintunya!
Sang Su!
Buka pintunya.
Sang Su!
Buka.
Kau pikir aku tidak bisa membukanya?
Ibu.
Aku tidak peduli jika kau bukan orang yang ditikam.
Kau akan segera berhenti.
Kita tidak butuh pekerjaan ini untuk bertahan hidup.
Ada pekerjaan lain yang bisa kau dapatkan.
Ibu.
Itu tidak terjadi setiap saat.
Dan
aku menangkap penyerangnya.
Siapa yang peduli jika kau melakukannya?
Mentormu, yang lebih baik dan lebih terampil, terluka.
Itu bisa terjadi padamu juga!
Menangkap satu jahat tidak akan menghentikan orang lain untuk melakukan kejahatan.
Mulai hari ini,
kau berhenti dari pekerjaan itu.
Setiap hari saat kau pergi ke kantor,
hatiku menyusut karena khawatir.
Mulai hari ini kau akan diam di rumah.
Aku akan melarangmu.
Berhenti menjadi polisi.
Aku akan tidur lebih awal.
Aku di sini untuk menemanimu.
Berbaringlah.
Operasi Letnan Oh
berjalan dengan baik.
Aku melihatnya di obrolan grup kita.
Apa dia sadar?
Tutup matamu.
(Kantor Polisi Mahyeon)
(Ruang Investigasi)
Investigasi internal hanyalah formalitas.
Dilihat dari situasinya,
kami yakin kalau dia adalah tersangkanya,
jadi kau tidak usah khawatir.
Baik.
Terima kasih.
Hei, kita punya masalah.
Yeom Sang Su menembak orang yang salah.
Ketua ingin bertemu. Ayo pergi.
Berita baru.
Pagi ini, tersangka utama dalam pembunuhan berantai baru-baru ini
yang terjadi di daerah Jangnam, Jangdong, dan Mahyeon
ditangkap oleh warga yang pemberani.
TN News secara eksklusif mendapatkan rekaman ini
dari kamera CCTV di Taman Seohyeon di Dongdaemun.
Sekitar pukul 5:42 pagi, seorang petugas kebersihan
melihat wanita tua, yang sedang berolahraga,
diserang dan diseret ke toilet oleh tersangka.
Kalian sedang menonton petugas kebersihan yang berteriak minta tolong
dan warga yang lewat menangkap tersangkanya bersama-sama.
Yang sangat mengejutkan adalah polisi berpikir
ada pembunuh berantai dalam tahanan
dan benar-benar gagal dalam penjagaan mereka.
Menurut orang dalam di Kantor Polisi Mahyeon,
sarung tangan yang digunakan dalam Insiden Taman Mahyeon dua hari yang lalu
berjenis katun, bukan kulit.
Dan tidak seperti pembunuh berantai, tersangka menggunakan pisau bedah,
- Ibu, ayah sudah sadar. - jadi polisi tahu kalau itu mungkin
- Ya. - hanya kejahatan tiruan,
tapi para petinggi mengabaikan kemungkinan itu.
Kang, pria yang dicurigai sebagai pembunuhnya,
adalah mahasiswa kedokteran yang sudah jelas identitasnya.
Dia juga memiliki alibi yang kuat untuk membuktikan keberadaannya
pada hari-hari pembunuhan pertama, kedua, dan ketiga.
Sekitar jam 2 siang hari ini, rekaman kamera
dari hari kejadian itu diposting di media sosial.
Setelah menonton rekaman, keluarga Kang
mengajukan keluhan terhadap Petugas Yeom,
yang menembak Kang karena kelalaian profesional.
Berikut ini rekamannya.
Jangan bergerak!
(Breaking news, rekaman kamera)
Jatuhkan pisaunya.
Jangan bunuh aku.
Aku menjatuhkan pisaunya.
Diterjemahkan oleh: Nineu Karlina Ig: @nineukarr
(Live)
Lupakan protokolnya. Siapapun dalam situasi itu...
Siapapun akan menembak orang itu. Aku tahu aku akan melakukannya.
Kau bilang kalau siapa pun akan
menembak orang itu dalam situasi semacam itu, tapi aku tidak setuju dengan itu, Jeong Oh.
Korban adalah orang asing bagi kita, tapi...
Apa yang Sang Su lakukan bukanlah apa yang orang lain lakukan.
Kenapa dia tidak mengikuti protokol
dan menyebabkan kekacauan seperti ini?
Tidak.
Oh Yang Chon-ssi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.