Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Live -- Ripped and synced by gabbyu @Subscene Subtitle by Park Hye Lim
Diterjemahkan oleh Nineu Karlina Ig: @nineukarr
Karakter dan tempat yang terkait dalam drama ini hanya fiksi semata.
(Episode 16)
- Ayo pergi. - Kau tidak boleh makan banyak hari ini.
- Aku tidak makan banyak. - Itu tidak benar.
- Aku serius. - Jangan konyol.
- Halo. - Halo.
Kami pesan dua porsi rabbokki.
Tolong tambahkan 3 pangsit dan 3 butir telur.
Kami juga pesan 3 tusuk kue ikan dan 3 porsi gimbap.
Hei, apa kau babi? Itu terlalu banyak.
- Kau yang makan paling banyak. - Dasar gila.
Berat badanku turun.
Ukuran kepalamu lebih besar daripada kita berdua.
Ayo kita ukur bersama-sama.
Hei, mari lihat kepalamu.
Kau harus mengukurnya dengan adil dan jujur.
- Baiklah. - Cepat ukur.
Halo.
Aku... ibunya anak tampan yang berkepala besar itu.
Lalu beberapa anak datang dari arah yang berlawanan, dan...
Tolong beritahu mereka kalo ibunya yang membayar pesanan mereka.
Setelah mereka selesai makan.
Hei, aku bisa mengalahkanmu.
Aku sedang apa?
Apa yang harus dilakukan seorang polisi yang sedang diskors?
Aku merawat anak-anakku yang beranjak dewasa
dan melakukan beberapa pekerjaan.
- Apa? - Jaksa
sama seperti pengacara Lee Ju Yeong.
Dia mengadili Lee Ju Yeong hanya karena apa yang dia katakan.
Dia bahkan menolak bukti penting
seperti catatan tulisan tangan.
Pengadilan tidak punya pilihan lain.
Jaksa menutup kasus prostitusi.
Mereka hanya menuntutnya karena berjudi.
Sial.
Apa gunanya menangkap penjahat?
Jaksa dan hakim akan membebaskan mereka.
Halo?
Kapten An?
Petugas polisi aktif, yang didakwa
atas perjudian dan prostitusi,
dijatuhi hukuman denda tujuh juta won.
Ada kritik yang menyatakan bahwa jaksa dan polisi tidak
melakukan investigasi dengan tepat.
Pengadilan Pusat Kota Seoul
memvonis Letnan Lee Ju Yeong dari Kantor Polisi Jangdong,
yang didakwa atas perjudian, dengan denda 7 juta won.
Letnan Lee didakwa
atas kasus perjudian dan prostitusi bulan Maret lalu,
tapi jaksa dan polisi
hanya menerima dakwaan atas perjudian.
Dan pengadilan menerima tuntutan jaksa
dan mengumumkan denda atas perjudian.
Menurut UU Polisi,
dia bisa diberhentikan saat dia dijatuhi hukuman atau semacamnya.
- Karena itulah Letnan Lee akan... - Bajingan gila ini.
Kau tidak tahu kalau aku sedang diskors?
Kau harus membicarakan hal-hal semacam ini dengan atasan barumu.
- Berapa ini? - Tunggu.
Kasus melarikan diri setelah penyerangan
terhadap pemilik bengkel Myeongil dan pegawai minimarket.
Patroli 18 menanggapi. Panggilan terakhir.
Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Aku ulangi. Patroli 18 menanggapi. Panggilan terakhir.
Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Patroli 21 akan membantu Patroli 18. Panggilan terakhir.
Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Patroli 23 akan membantu Patroli 18. Panggilan terakhir.
Menuju ke persimpangan tiga arah dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Tunggu. Itu sedannya. Platnya 8729.
Itu dia. Hentikan dia!
Sial!
- Apa yang terjadi? - Ya ampun.
Apa ada yang terluka?
- Kurasa ada seseorang di dalam. - Astaga.
Apa dia turun dari mobilnya?
- Apa yang terjadi? - Mobil patroli di sekitarnya, tolong laporkan.
Ada kecelakaan.
Apa yang terjadi?
Apa itu tadi? Apa itu pistol?
Sang Su, menunduk!
Sang Su, berhati-hatilah.
Hye Ri, jangan keluar. Minta bantuan.
Kami berada di persimpangan dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Seorang polisi ditembak. Aku ulangi, seorang polisi ditembak!
Meminta bantuan dari mobil patroli di sekitarnya.
Letakkan pistolnya.
Aku ulangi.
Seorang polisi ditembak di persimpangan dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Letakkan pistolnya.
Meminta bantuan dari mobil patroli di sekitarnya.
Apa tersangkanya masih...
Seorang polisi ditembak di persimpangan dekat Pusat Kebugaran Mahyeon.
Meminta bantuan dari mobil patroli lainnya.
- Berlindung di belakang mobil. - Baik.
Letakkan pistolnya.
Mati!
Matilah, bajingan!
Letakkan pistolnya.
Dimengerti. Kami sedang dalam perjalanan.
Letnan Oh. Letnan Oh.
Letnan Oh.
Lindungi aku.
Lindungi dia.
- Lindungi dia. - Lindungi dia.
Situasi mengenai kasus penyerangan
di bengkel Myeongil dan minimarket,
serta penembakan seorang polisi sudah berakhir.
Situasinya sudah terkendali.
Kami telah menangkap tersangka dengan pistol ilegal buatannya sendiri.
Tersangka ditembak oleh seorang petugas dan dia terluka sekarang.
Dan...
Petugas
yang ditembak oleh pistol ilegal tersangka
di TKP...
meninggal.
Kirim petugas medis ke TKP. Aku ulangi.
Petugas yang ditembak oleh tersangka di TKP...
meninggal.
Kirim petugas medis ke TKP.
(Forensik)
Kau harus tahu kalau kau akan diselidiki oleh Divisi Penegak Hukum kalau kau melanggar
penggunaan senjata api dan kode etik apapun.
Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa,
tapi fakta kalau dua petugas menembaknya akan menjadi masalah.
Tersangka menembaki kami dengan pistol buatan sendiri.
- Jika kami tidak menembaknya... - Haruskah kami membiarkan dia menembak kami?
Kau harus mencoba menembaknya.
Berhenti mengatakan omong kosong.
Maafkan aku.
- Aku hanya khawatir, itu saja. - Aku paham dengan apa yang kau katakan,
tapi tutup mulutmu.
Kami tahu sebanyak yang kau lakukan karena kami telah melakukannya selama lebih dari 20 tahun.
Jangan mengemukakan protokol dalam situasi seperti ini, hanya karena kau khawatir.
Pikiran kami sedang kacau saat ini.
Oke, baiklah.
Kerja bagus.
Setiap orang pasti terkejut.
Cobalah untuk menghibur mereka, Gyeong Mo.
Baik.
Sampai jumpa.
Sayang.
Kau baik-baik saja?
Aku ngantuk.
Kau harus pulang.
Baiklah kalau begitu. Tidurlah.
Aku akan menemuimu nanti.
Itu...
Minggu lalu, aku kambuh.
Aku datang untuk memintamu membiarkanku mengambil posisi itu.
Aku rasa aku tidak bisa.
Keadaanmu sama buruknya denganku.
Kapten Eun, tersangka selamat.
Dia seorang pecandu alkohol yang menderita *paranoia. (*Orang yang menderita gangguan mental karena yakin orang lain akan menyakitinya)
Dia bilang dia ingin memberi pelajaran
- pada orang yang meremehkan... - Cukup.
Aku tidak mau mendengarnya.
Semua petugas kita sudah keluar dari TKP.
Sebaiknya kalian pulang lebih awal.
Semua mentor mungkin tidak akan bisa tidur malam ini.
Mari kita minum di bar di seberang jalan.
Han Pyo kau harus mengumpulkan semua pemula.
Jangan habiskan uangmu...
Aku tidak mau pergi.
Aku akan
mengumpulkan semua pemula.
Han Pyo, ambil alih
dan bawa mereka semua ke depan gedung.
Kenapa?
Apa aku tidak memiliki otoritas karena aku akan segera pensiun?
Letnan, maafkan kami,
tapi Won Yu dan aku punya rencana penting malam ini.
Kami tidak ingin melanggar perintahmu,
- tapi kami meminta maaf... - Kalian bisa pergi.
Bagaimana denganmu?
Apa kau punya rencana juga?
Tidak.
Aku akan memberitahu petugas Han dan Song juga.
Sam Bo, jangan seperti itu. Mari kita minum...
Diam.
- Sam Bo. - Diam!
Kalian bukan satu-satunya yang bisa berpikir.
Rekan polisi kita
tertembak kepalanya karena pistol buatan ilegal
di siang bolong dan meninggal di TKP
di negara yang melarang kepemilikan senjata api.
Dan dia di sana tidak sendirian.
Dia dikelilingi petugas lain,
tapi dia harus meninggal seperti itu.
Dua tahun lalu, ada penembakan di Yanghyeon.
Setelah polisi ditembak dan dibunuh
mereka memutuskan untuk mengganti pelindung tubuh yang berat dan keras
menjadi yang lebih baru dan lebih ringan.
Tapi dia bahkan tidak bisa memakai pelindung tubuh itu hari ini.
Dia berjuang melawan kanker.
Dia pergi ke TKP di tengah-tengah perawatannya.
Seharusnya dia pindah ke posisi yang lebih mudah dalam waktu dekat.
Sudahlah, kumohon.
- Sam Bo. - Aku tahu, aku bukan satu-satunya yang sedih.
Kalian pasti sedih juga.
Tapi hatiku sangat sakit.
Maafkan aku.
Saat aku melihat Kapten Kang tertembak,
yang bisa kupikirkan hanyalah anak-anakku
dan istriku.
Ayo keluar.
Ayo minum.
Hye Ri.
Hye Ri.
Tinggalkan saja dia, Sang Su.
Apa kau mau kupeluk?
Aku sangat takut.
Kupikir kita semua akan mati.
Aku tahu.
Kita semua ketakutan.
(Tempat bisbol)
Sialan!
Lakukan lagi!
Aku memukulnya lagi sekarang.
- Ke sana. - Bagus!
Sangat bagus.
- Lakukan lagi. - Itu dia.
Mereka sudah minum dan bernyanyi di tempat karaoke
dan bermain arkade.
Mereka melakukan semua hal itu.
Aku merekam semuanya.
- Apa yang kau lakukan? - Lakukan dengan benar!
Kupikir sudah cukup.
Won Yu, kirim video yang kau rekam pada Seung Jae.
Dia akan melaporkan semuanya pada Sersan Kim.
Won Yu,
kita berdua akan mengawasinya terus.
Aku mengirim video yang kurekam.
Pergilah.
- Tapi Won Yu... - Serahkan saja pada kami.
- Ini yang terakhir. - Kau mendapatkannya.
- Home run! - Ya!
- Apa kau melihat itu? - Kita melakukannya.
Siapa kalian?
- Siapa kalian? - Kau memukul dengan baik
bahkan dengan sikap licik seperti itu.
- Apa maksdumu? - Kami dengar lengan kananmu
lumpuh dan kau mengidap vertigo.
Kau terlihat baik-baik saja.
Itu bukan 1 atau 2 menit, tapi selama 30 menit berturut-turut,
kau bisa mengayunkan pukulan seperti seorang profesional.
Lenganmu baik-baik saja.
Kalian polisi, kan?
Dasar bajingan.
Kau.
Berikan ponselmu.
Hei, kupikir gaji besarmu itu
baru saja terbuang sia-sia.
Berikan ponselmu. Jika kau tidak mau mati,
berikan padaku saat aku memintanya secara baik-baik.
Berikan padaku, brengsek.
Kau lihat apa?
Apa yang bisa kau lakukan tentang hal itu?
Berikan padaku.
Berikan padaku.
Kau cari mati ya?
Semuanya diam!
Apa yang baru saja kalian lakukan telah terekam kamera CCTV. Bagaimana ini?
Kau mau memukuli kami lagi?
Kami tidak akan membalasnya.
Kalian semua sudah berakhir sekarang.
Polisi tidak bisa memukul warga sipil.
Tapi kau harus tahu ini.
Kau...
menyerang petugas polisi
- yang bisa menempatkanmu di balik jeruji. - Kau sungguh...
Petugas di daerah ini akan berbondong-bondong datang ke sini saat aku menekan ini.
Jangan meremehkan kami.
Aku bisa memukulmu setiap saat.
Aku hanya menahan diriku
karena aku seorang polisi.
- Mengerti? - Asal kau tahu.
Aku akan melaporkanmu atas penyerangan.
Aku akan bertemu denganmu di Kantor Polisi.
Sial! Kenapa kau membuat masalah dengan polisi?
- Ini semua gara-garamu! - Sial.
Jika aku bisa,
dengan senang hati aku akan melemparkan pukulanku padanya.
Jika aku bukan polisi, aku akan memukulnya sampai mati.
Seperti yang kalian ketahui,
aku pensiun Jumat ini.
Meskipun
aku yang paling tua di sini,
aku belum bisa melakukan apapun untuk kalian.
Aku akan membayar 100.000 won
untuk latihan menembak kalian hari ini,
jadi pergilah.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Itu hakmu
untuk melindungi dirimu sendiri.
Kasus terkait kepemilikan senjata seperti hari ini bisa terjadi
kapan saja di Korea.
Senjata api buatan sendiri, senjata udara,
dan mungkin senjata selundupan.
Kejahatan semakin bengis.
Tak peduli betapa lelahnya kalian akan beban pekerjaan masing-masing,
tidak penting
seberapa mahal berlatih di sini,
kalian harus
berlatih menembak seminggu sekali.
- Karena itulah... - Kejadian seperti hari ini...
Tidak bisa dihindari
meskipun tujuan kita baik.
Kepalanya tertembak.
Tetap saja kau dan Letnan Oh menembak tersangka
di lengan dan kakinya.
Itu untuk mencegah korban lain.
Ada alasan kenapa
kita berada di garis tembak.
Tapi apa yang bisa kita lakukan?
Itu pekerjaan kita.
Kita harus pergi ke TKP.
Aku tidak cukup pintar
untuk mengatakan sesuatu yang keren untuk kalian semua.
Pastikan saja kalian selalu aman
dan pensiun di usia tua sepertiku.
Paham?
- Ya. - Ya.
Beberapa slot telah terbuka.
Masuk dan berlatihlah.
- Baik. - Baik.
Kenapa kau tidak masuk?
Kau luar biasa hari ini.
"Aku punya rekan.
Aku tidak sendirian."
Rasanya tenang mendengar hal itu.
Hye Ri, lenganmu bergerak terlalu banyak.
- Lakukan push up yang lebih banyak. - Oke.
Sang Su, turunkan bahumu.
Baik.
Jeong oh, kau punya bentuk yang bagus.
Tangkap dia karena memeras dan memfitnahmu.
Jangan menyetujui penyelesaiaan
bahkan jika dia memohon.
Dengan bukti ini...
cedera dikepalanya akan dianggap sebagai kesalahan sendiri, jadi...
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Berpindah.
Di daerah pusat kota Seoul, terjadi peristiwa mengejutkan
saat seorang polisi
ditembak mati oleh tersangka dengan senjata api buatan sendiri.
Sekitar jam tiga sore ini
di persimpangan tiga arah di Mahyeong-gu,
Kapten Kang Tae Hun dari Divisi Patroli Myeongu
menanggapi kasus penyerangan di daerah tersebut.
Tersangka dalam kasus itu menembakkan pistol buatannya padanya.
Kapten Kang tertembak di bagian kepala,
dan dia kehilangan nyawanya di TKP.
Almarhum Kapten Kang memenuhi tanggung jawabnya sebagai polisi
meski menderita kanker lambung.
Dia dikenal selalu datang pertama ke TKP yang berbahaya,
karena itulah kehilangan ini sangat menyedihkan.
Polisi telah mengumumkan promosi khusus untuk Kapten Kang...
Kami melaporkan berita duka atas kehilangan Kapten Kang Tae Hun,
tapi tidak semua petugas polisi memiliki rasa tanggung jawab seperti dia.
Meskipun ada tuduhan perjudian ilegal dan perdagangan seks komersial,
petugas polisi yang bersangkutan belum dituntut
dengan hukuman yang setimpal. Polisi di kantor Jangdong, Seoul...
Setiap saluran berita
seharusnya melaporkan gugurnya Kapten Kang saat menjalankan tugasnya.
Sebagai gantinya mereka melaporkan berita itu.
Pastinya dia punya koneksi di Kantor Kejaksaan.
Bahkan hukuman penjara 10 tahun pun tidak cukup untuk apa yang dia lakukan,
tapi bagaimana bisa dia bebas dengan denda?
Dia akan kehilangan lencananya jika dia mendapat hukuman percobaan,
jadi sebagai gantinya mereka mendendanya.
Itu kotor sekali.
Aku tidak tahu tentangnya tapi...
Kurasa dia akan mendapatkan posisi yang enak. Dasar bajingan.
Tutup mulutmu
dan angkat gelasmu.
Keselamatan nomor satu.
- Keselamatan nomor satu. - Keselamatan nomor satu.
Sampai jumpa besok. Jika banyak minum, aku mungkin akan menimbulkan masalah.
- Sampai jumpa besok. - Hati hati.
Dia membawa mobilnya.
Jangan khawatir. Dia memanggil seseorang.
Mari kita habiskan minuman kita dan pulang.
Keselamatan nomor satu.
- Keselamatan nomor satu. - Keselamatan nomor satu.
Siapa yang kau hubungi?
Layanan supir.
Aku melihat beritanya.
Kau melakukannya dengan baik.
Sayang.
Aku tidak ingin mengatakan apapun.
Baiklah.
Sini. Aku yang akan menyetir.
Apa kau tidak mau masuk?
(Han Sol)
Kepala Ki.
Kau pensiun dua hari lagi. Aku bukan atasanmu lagi.
Panggil saja aku Han Sol.
Haruskah aku melakukannya?
Haruskah aku
memanggilmu Han Sol mulai sekarang?
Ya.
Sam Bo. Kau hebat hari ini, menangkap tersangkanya.
Diatasi dengan baik.
Bahkan kau tidak terluka sama sekali.
Aku bersyukur akan hal itu.
Terima kasih
karena tidak terluka.
Para pemula ketakutan.
Kepala Ki...
Maukah kau
datang ke upacara pensiunku?
Tentu saja.
Aku tidak bisa minum alkohol atau bertugas,
tapi aku pasti akan datang.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih padaku.
Maksudku, Sam Bo.
Sampai jumpa nanti.
Dah!
Seorang polisi tidak bisa melarikan diri saat seseorang menembak. Dia harus menangkap penembaknya.
Bagaimana kalau dia mati?
Dia tidak mati.
Dia tidak mati atau terluka hari ini,
tapi bagaimana di waktu yang lain?
Polisi juga manusia. Peluru bisa membunuh mereka.
Itu berlaku untuk kalian berdua juga.
Semuanya berakhir begitu kau mati.
Uang santunan atas kematian di tempat kerja, kehormatan,
rasa hormat orang lain tidak berarti apa-apa setelah kau mati.
Itu layang-layang yang besar.
Apa itu untukku?
Ini untuk polisi yang meninggal hari ini.
Aku ingin menerbangkannya untuknya.
Bagaimana menurutmu?
Saat Kapten Kang tertembak.
Aku merasa kasihan pada rekannya yang kebingungan dan terkejut.
Apa bedanya
antara dia dan aku sekarang?
Apa bagian terburuknya?
Kenyataan bahwa seseorang meninggal.
"Aku sangat bersyukur karena aku tidak mati.
Aku bersyukur karena itu bukan petugas dari divisiku.
Aku sangat bersyukur."
Aku terus memikirkan diriku sendiri.
(Program Beasiswa Pemerintah untuk Belajar di Luar Negri)
Hari ini, aku dengar berita penembakan di distrikmu,
dan malam ini ada laporan tentang penyerangan acak di berita.
Semua itu membuatku terjaga.
Jeong Oh, apa kau tidak apa-apa menjadi polisi?
Orang lain melakukannya, jadi kenapa aku tidak?
Kapan kau bisa mengajukan permohonan untuk pergi ke luar negeri yang kau sebutkan itu?
Aku belum memenuhi syarat.
Ada peluang bagus.
Aku ingin mengajukan permohonan mendapat beasiswa.
Itu akan menguntungkan kalau aku meminta promosi untuk bekerja di luar negri.
Syukurlah kalau kau mempertimbangkannya.
Jadi kau bisa segera berhenti dari sana.
Dan kau tidak perlu kembali ke sana lagi.
Aku sangat takut kalau kau bekerja di sana.
Hatiku berdetak sangat cepat.
Gangguan panikku akhirnya pulih dari biasanya.
Baik. Aku mengerti, jadi tutup saja.
Jeong Oh, ayo tidur denganku.
Aku tidak bisa tidur.
Ibu, aku harus pergi. Tidur yang nyenyak.
Tidur duluan, aku akan menyusul.
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu juga.
Jeong Oh.
Apa kau akan belajar di luar negri dengan beasiswa
dan bekerja di sana setelah itu?
Bagaimana dengan Sang Su?
Sepertinya dia akan tetap berada di divisi.
Apa kau akan putus dengannya?
Tidur saja.
Lidahnya putus.
Serangan acak di mana warga ditusuk
dan ditaburi dengan tepung telah menyebar dari Jangnam ke Jangdong.
Daerah kita tidak aman.
Karena itulah aku membawa pistol setiap waktu.
Dari kasus Kapten Kang, aku belajar kalau taser tidak bisa menembak jauh,
dan efeknya hanya bertahan beberapa detik, jadi sulit untuk menahan tersangkanya.
Kudengar Sersan Kang satu-satunya yang menembak tersangka dengan taser.
Dia hanya membawa taser.
Sersan Kang seharusnya membawa pistol.
Itu menyakitkan punggung kita, tapi ada alasan kenapa kita membawa taser.
Di negara ini,
pistol tidak digunakan untuk menembak penjahat. Apa kau tidak dengar kalau polisi
lebih baik menjebloskannya ke penjara?
Tersangka kemarin tidak bergerak,
jadi Letnan Oh dan Letnan Lee bisa menembaknya di lengan dan kaki.
Tapi sebagian besar, mereka masih bisa bergerak.
Bagaimana jika kau akhirnya membunuh tersangka?
Bahkan aku tidak mau memikirkannya.
Juga... kau akan diinterogasi Divisi Penegak Hukum
dan pergi ke pengadilan juga.
Itu benar. Tahun lalu ada polisi yang menembak pencuri
yang akhirnya membuatnya lumpuh,
lalu polisi itu dipecat karena menggunakan kekuatan yang berlebihan.
Dipecat?
Aku rasa dia menembaknya karena tidak ada pilihan lain.
Semua orang, dari pemerintah hingga masyarakat,
menginginkan kita menangkap penjahat dengan tangan kosong.
Beberapa tahun yang lalu di Cheongma,
seorang petugas dibunuh di TKP dengan kapak.
Karena menggunakan senjata hampir selalu mengarah ke tindakan disipliner,
dia mencoba menghentikan mereka tanpa menembak mereka.
Tapi untuk kasus Kapten Kang,
pelakunya menggunakan pistol, dan seorang polisi meninggal.
Media dan jaksa tidak bisa mengkritik kita karena menembaknya,
- tapi dalam banyak kasus... - Tersangka menggunakan pisau.
Terkadang, mereka menggunakan kapak atau palu.
Bagaimana kita bisa melawan mereka dengan tangan kosong?
Karena itulah mereka memberi kita gaji dan pensiun.
Itulah yang dikatakan beberapa orang.
Jika kita gagal menangkap tersangka,
masyarakat hanya akan bilang kalau polisi tidak becus,
tapi apa yang akan terjadi jika kita mati?
Apa yang akan dilakukan keluarga kita?
Astaga...
Jika aku membiarkan penjahat melarikan diri, dia akan mengancam warga yang tak bersalah lainnya.
Itu tidak benar.
Aku suka rasa tanggung jawabmu.
Kenapa kau belum menanyakan hal itu pada Jeong Oh?
Kau tidak mau tahu kalau dia akan meninggalkanmu ke luar negri?
Aku sudah memberitahumu dua hari yang lalu.
Kuharap dia memberitahuku duluan, tapi belum.
Aku harus bertanya padanya sekarang.
Jeong Oh.
Ayo sarapan bersama.
Apa kau sungguh akan
meminta cuti dan mengajukan beasiswa?
Ya.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Ayo pergi.
Kita akan telat.
Penyimpanan dan baterainya sudah diperiksa. Semuanya bagus.
Ambil saja pistolnya.
Punggungku sakit.
Itu hanya alasan.
Kau mencoba menghindari penangkapan penjahat.
Pergi.
Penyimpanan dan baterainya sudah diperiksa. Semuanya bagus.
Satu kosong, tiga isi. Semuanya bagus.
Pergi.
Biarkan aku
berpatroli hari ini.
Hari ini adalah hari terakhirku di sini.
Rasanya menyedihkan berada di ruang kendali.
Itulah yang diinginkan semua petugas di tim termasuk Kepala Ki.
Kau tidak bisa berpatroli hari ini.
Lakukan saja sesuai dengan yang diperintahkan.
Selamat makan semuanya.
Baiklah.
Hentikan.
Aku hanya menjaga bawahanku.
- Makanlah. - Baik.
- Kau mau kopi? - Ya.
Aku juga mau.
Aku juga!
Lupakan saja.
Sam Bo, bagaimana dengan para mentor?
Aku akan membuat kopi untuk kalian.
- Aku tidak mau kopi. - Oke.
Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?
Kita cukup sibuk di sini.
Dia bilang dia akan membatalkan tuntutannya. Apa kau harus menuntutnya juga?
Mereka bilang, memberi jalan pada orang gila dan seekor banteng.
Warga berpikir kalau mereka bisa berjalan di atas kita karena kita polisi
yang selalu membiarkan hal semacam itu terjadi.
Tapi kau mendorongnya.
Kau mengirim pesan kepada semua pemula di media sosial kemarin dan berkata,
"Mendorong seorang warga, tanpa menghiraukan alasannya, adalah kesalahanku."
"Kalian seharusnya tidak membuat kesalahan yang sama sepertiku."
Tapi...
tidak ada yang memfitnah polisi...
Sebenarnya, tidak ada yang harus
memfitnah siapapun dan mengancam mata pencaharian orang lain."
Aku akan menerima tindakan disipliner karena mendorong warga.
Tapi aku tidak akan diam saja,
dan membiarkan masalah itu terjadi.
Aku tidak akan menuntutnya,
tapi aku tidak selalu benar.
Uang yang kami kumpulkan untukmu akan di sumbangkan pada Kapten Kang dan Su Man.
Kerja bagus.
Atasilah sejauh yang kau bisa.
Pastikan dia dihukum.
Kau mengabaikanku sejak baku tembak kemarin.
Aku tidak mau mengatakan apapun.
Kita semua takut.
Jeong Oh, Hye Ri dan aku terkejut.
Kami semua takut.
Jeong Oh, Hye Ri dan aku terkejut.
Sebagai seorang veteran, kau mungkin tidak merasa terganggu.
Aku juga manusia.
Aku juga terkejut.
Perhatian.
Sabukku terasa tidak nyaman.
Kau lebih baik mati atau merasa tidak nyaman?
Tidak nyaman.
Apa aku mencoba menakut-nakutimu atau membuatmu sadar
saat aku mengatakan hidup atau mati?
Ini untuk membuatku sadar.
Kalau begitu apa tidak apa-apa mengencangkan pistolmu seperti ini?
Tidak apa-apa.
Tegakkan kepalamu.
Baik.
Aku akan melakukannya.
Syukurlah kau tidak
terluka kemarin.
Aku bersyukur
kau tidak terluka juga.
Jika itu terjadi padamu, maka aku...
Kurasa aku tidak bisa hidup.
Bersiap untuk berpatroli.
Investigasi atas kasus Kapten Kang pasti sudah berakhir.
Pemakamannya besok.
Kita harus mengunjungi pemakamannya.
Semua petugas akan ada di sini besok
karena itu hari terakhirmu,
jadi kita bisa melakukannya.
Selamat datang.
Ini mungkin terakhir kalinya aku bertemu Sook Ja.
Anggap saja kalau kau itu beruntung.
- Kau tidak lelah menangani kasus? - Kau benar.
Aku sakit dan lelah karenanya.
Astaga. Apa itu?
Dari mana asalmu?
Itu anak kucing.
- Bukankah itu menggemaskan? - Song Hye Ri!
Siapa bilang kau bisa pindah dari tempat dudukmu?
Maafkan aku.
Dimana kau tinggal?
Astaga. Dia masih bayi.
Pasti dia hidup di jalanan.
- Kucing yang menggemaskan. - Ya.
Kode zero. Kode zero.
78-1, di gang buntu di bawah Gunung Somyeong,
seorang pria tua yang mengumpulkan barang-barang bekas terluka.
Seorang wanita berusia 20-an melaporkan kejadian itu.
Kondisinya tidak diketahui.
Kode zero. Kode zero.
Seorang pria tua terlihat terluka.
Kondisinya tidak diketahui.
Cepat! Cepat!
Dia ada di sana!
Belok kanan, di atas!
Di sini!
Dia masih hidup.
Korban masih hidup!
Mobil dengan nomor plat 9895 dan 6781. Segera pindahkan!
Mobil dengan nomor plat 9895 dan 6781. Segera pindahkan!
Beri ruang untuk ambulans.
- Pemilik mobil dengan plat 9895 dan 6781. - Seorang pria terluka!
Tunggu.
Kami menyiapkan garis polisi.
Bisakah kau berjaga di sini sampai detektif tiba?
- Baik. Ayo pergi. - Pemilik mobil dengan plat 9895 dan 6781!
Seorang pria terluka. Tolong pindahkan kendaraanmu.
Tidak ada nomor telepon.
Mobil dengan plat nomor 9895 dan 6781!
Sialan!
Seorang pria terluka. Tolong pindahkan kendaraanmu.
Tolong minggir.
Di sana!
Di sana!
Ini aku, Gil.
Kenapa kau tidak mengambilnya selama beberapa hari terakhir?
Apa karena aku punya bayi
saat kau tidak menginginkannya?
Aku ketakutan.
Hubungi aku.
Awas! Ini darurat!
Di sini.
Awas!
Ini darurat!
(Ibu)
Ibu, ini aku.
Tentu saja, aku baik-baik saja.
Kenapa tiba-tiba datang ke Seoul?
Letnan Oh, kau dan para petugas melakukan pekerjaan yang hebat,
tapi pria tua itu meninggal.
Dia akan hidup jika dia tiba di sini tiga menit sebelumnya.
Jika bukan karena mobil yang diparkir sembarangan...
kalian harus kembali bekerja, serahkan sisanya pada kami.
Sang Su.
- Ya? - Letnan Oh.
Jangan kembali dulu.
- Mari ke TKP. - Dan derek semua mobil itu.
Aku baru saja mau mengatakan itu.
Apa ini Perusahaan derek Boryeong? Ini Sersan Kang dari Divisi Patroli Hongil.
Kirim truk derek ke 66, 74, 48 Hongan 1-dong...
Aku tidak peduli yurisdiksi siapa itu.
Aku akan bertanggung jawab dengan penuh!
Derek semua mobil di sana yang diparkir sembarangan.
Kenapa kau menderek mobilku?
Aku hanya memarkirnya sebentar di depan rumahku.
Jalan ini harus dibersihkan untuk kepentingan darurat.
Di sini sejak kejadian tadi.
Kenapa kau tidak di sini saat kau diminta untuk memindahkannya?
Seorang pria meninggal hari ini karena semua mobil yang diparkir sembarangan.
- Tak bisa di percaya. - Apa?
- Apa kau bergurau? - Astaga.
Orang tua dan remaja menjadi sasaran tersangka
yang menaburkan tepung di TKP setelah menusuknya.
Penusukan acak ini
terjadi di seluruh Seoul.
Publik gemetar dalam ketakutan.
Ada tiga kasus selama dua hari terakhir.
Salah satu dari tiga korban meninggal, dan dua lainnya terluka parah.
Mari kita dengarkan reporter yang ada di TKP.
Serangan acak pertama terjadi 2 hari yang lalu sekitar jam 11 malam
di toilet perpustakaan, distrik Jangnam-gu.
Seorang pria yang tidak dikenal menusuk seorang siswa SMP
di perutnya beberapa kali,
menaburkan tepung di sekitar anak itu,
dan melarikan diri.
Pria itu terekam kamera CCTV di luar toilet.
Dia relatif tinggi,
mengenakan topi hitam dan kacamata hitam,
dan menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.
Dia mengenakan sepatu olahraga dan sepatu putih.
Serangan kedua terjadi tadi malam sekitar jam 9 malam.
Ny. Hwang, berusia 72 tahun
meninggalkan tokonya
di dekat minimarket Jangdong-gu.
Dia ditemukan di tanah setelah ditusuk beberapa kali.
Polisi menemukan tepung di TKP nya juga.
Hari ini sekitar jam 4 sore di jalan sempit dekat Gunung Somyeong,
serangan ke tiga terjadi di Mahyeon-gu, Hongan 1-dong.
Tn. Park, berusia 75 tahun yang mengumpulkan kertas bekas,
ditemukan di tanah dengan luka tusukan.
Dia dibawa ke rumah sakit untuk operasi darurat,
tapi nyawanya melayang.
Sekali lagi, ada tepung di TKP.
Tidak ada sidik jari atau jejak kaki yang ditemukan di TKP,
dan tepung digunakan
untuk menutupi semua jejak kejahatannya.
Polisi yakin ketiga serangan itu dilakukan oleh
orang yang sama yang melakukan kejahatan dengan sempurna.
Penjahat itu mengenakan sarung tangan
dan sepatu yang solnya terlepas.
Korban pertama, seorang siswa, ditusuk dengan pisau
dan korban kedua dan ketiga, pria dan wanita tua
ditusuk dengan obeng tajam.
Itulah yang bisa disimpulkan polisi sejauh ini.
Ketiga korban tidak terhubung.
Pola tersebut menyatakan bahwa pelaku menyerang korban yang lemah
atau orang tua untuk melakukan kejahatan kejam ini.
Polisi yakin penjahat itu antisosial
dan menyakiti orang lain untuk kesenangannya sendiri.
Patroli 24, Hongan 3-dong, ada dua orang yang saling menyerang.
Karena tidak ingin didakwa, mereka berdamai dan berpisah.
Mereka mendapat peringatan...
Aku suka saat kita membiarkan orang pergi dengan peringatan.
Rasanya kita benar-benar hakim di jalanan.
Kami sedang membereskan tugas kami dan kembali ke kantor.
Kembali ke kantor.
Ada apa?
"Ada apa?"
Kau benar-benar mau cuti dan mengajukan permohonan itu?
Jika aku terpilih, aku akan mengajukan cuti.
Lalu?
Apa kau mau mendaftar?
Rencananya aku mau daftar setelah aku pulang.
Kau tidak meyukaiku?
Aku memang menyukaimu,
tapi bekerja di luar negri
adalah impianku bahkan sebelum aku menjadi polisi.
Aku tidak terlalu
menyukaimu untuk menyerah.
Maaf, Sang-su.
Aku tidak punya
rasa tanggung jawab sepertimu.
Aku menjadi polisi untuk mencari nafkah.
Bahkan setelah aku kembali,
aku akan terus menjadi polisi,
tapi aku tidak akan kembali ke divisi patroli.
Dua hari yang lalu kita kehilangan rekan,
dan hari ini seseorang meninggal.
Di suatu tempat, ada seorang anak kecil,
orang lain yang terluka.
Banyak hal yang terjadi setiap hari.
Kurasa aku tidak bisa menyaksikan itu terjadi.
Divisi patroli
tidak sesuai dengan seseorang sepertiku, yang tidak punya rasa tanggung jawab.
Kode zero, Kode zero.
Seorang warga melapor ada bayi yang baru lahir dibuang
di dekat Divisi Patroli Hongil.
Seorang warga melapor ada bayi yang baru lahir dibuang
di dekat Divisi Patroli Hongil.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
- Kode zero, Kode zero. - Sang Su.
Seorang warga melapor ada bayi yang baru lahir dibuang
Ada sepuluh menit lagi. Aku harus bekerja.
Seorang warga melapor...
Kau bisa pulang.
- Aku akan menemukan bayinya. - Tolong tanggapi.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Kode zero, Kode zero.
Bayi yang dibuang, dilaporkan berada di dekat Divisi Patroli Hongil
Bayi yang dibuang, dilaporkan berada di dekat Divisi Patroli Hongil
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Kode zero, Kode zero.
Bayi yang dibuang, dilaporkan berada di dekat Divisi Patroli Hongil
Bayi yang dibuang, dilaporkan berada di dekat Divisi Patroli Hongil
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Mobil patroli di daerah tersebut, tolong melapor.
Nam Il ikut kami ke sebelah kanan.
- Sisanya ke sebalah kiri. - Baik.
Kami akan ke kiri.
Hati-hati semuanya.
Kuharap mereka memberitahu kita dimana bayi itu berada.
Bagaimana bisa "dekat Divisi Patroli Hongil"? Ini cangkupan daerah yang luas.
Kita baru saja selesai bekerja.
Tim Dua keluar untuk mengatasi kasus lain.
Cuacanya sangat dingin untuk bayinya juga.
Kuharap mereka segera menemukannya.
Aku tahu.
Tunggu!
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Hei.
Sam Bo, ada apa?
Kupikir dia ibunya.
Dia kabur setelah kontak mata denganku.
Hati-hati! Ada mobil yang datang.
Kau ke kanan, aku ke kiri.
Kita harus menemukan ibunya untuk menemukan bayinya.
- Benar. - Berhati-hatilah.
Baik.
Dia berusia 20-an dan memakai jaket abu-abu.
- Baik. Hati-hati. - Kau juga.
- Sang Su, kau sudah menemukannya? - Belum.
Kita akan mencarinya lagi.
Oh tidak.
Aku menemukannya!
Kurasa bayinya membiru.
Nafasnya tidak teratur.
Nafasnya tidak teratur. Tolong!
Tolong aku, Sersan Kang!
- Buat jalan. - Divisi Patroli Hongil.
- Kami akan tiba. - Bayinya kedinginan.
Nyalakan penghangat di tempat istirahat.
Seung Jae, siapkan kipas pemanas.
Bawa semuanya dari gudang.
Aku bisa melakukan CPR pada bayi.
- Cepat. - Ya.
- Cepat. - Aku pernah kursus.
Ayo cepat!
Sial, dimana itu?
Di mana kipas pemanasnya?
Sial!
Aku tahu aku pernah melihatnya di sekitar sini.
Siapkan air hangat untuk bayinya.
Benar.
Di mana itu?
Sudah kubilang...
Diam.
Diam. Kau akan menakuti bayinya.
Apa kau menyuruhku untuk diam?
Tolong aku. Tolong aku!
Seseorang tolong aku...
Aku seorang polisi yang tak punya rasa tangguh jawab.
Tujuanku hanya satu
untuk mencari nafkah.
Aku tidak pernah malu untuk mengungkapkannya.
Jadi,
kenapa aku berlari
seolah-olah hidupku bergantung padanya?
Satu, dua, tiga, empat...
Pekerjaan yang tidak seorangpun memberi hormat pada kita.
Lagi. Satu, dua, tiga, empat...
Besok, kasus lain akan menjadi yang terdepan.
Satu, dua, tiga, empat...
Mereka yang menghormati kita
- bukan Akademi Kepolisian. - Kita akan bergantian.
Itu hanya rasa kasihan pada diri sendiri.
- Satu, dua... - Tidak terlalu sulit.
Bayi itu lemah.
Hati-hati.
Tetap saja,
aku berharap bayi itu hidup.
Lima, enam, tujuh...
Jika ada pekerjaan lain untukku,
dengan senang hati aku akan berhenti dalam pekerjaan ini
Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat...
Rasa tanggung jawabku lemah.
Tapi kita...
Tidak, selama aku bertemu bayi itu sekarang,
aku hanya berharap
kalau dia hidup.
Diterjemahkan oleh Nineu Karlina Ig: @nineukarr
(Live)
Perhatian. Hormat!
Bayinya lucu, kan?
Iya.
Bukannya itu hadiah besar atas pensiunmu?
Maafkan aku.
Minta maaf untuk apa?
Aku akan meminta cuti jika aku diterima.
Rute 29, toilet pria di pintu masuk timur Taman Mahyeon.
Seorang petugas telah ditusuk.
- Tolong kirim petugas medis! - Tolong kirim petugas medis!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.